Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
Page 2
PELAPORAN HASIL PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE) INSIDENTIL
PT BERSAMA ZATTA JAYA TBK (“PERSEROAN”)
Laporan hasil pelaksanaan Public Expose Insidentil PT Bersama Zatta Jaya Tbk (“Perseroan”)
Tahun 2026
I. PELAKSANAAN
Hari/Tanggal : Senin, 26 Januari 2026
Waktu : 14:00 WIB – Selesai
Tempat : Dilaksanakan secara virtual/online melalui aplikasi Zoom
https://us02web.zoom.us/j/88347898065?pwd=2BuDdBQCmkG4sXNqdgmd8TlG54s
rRI.1
ID Rapat : 883 4789 8065
Kode Sandi : 579384
II. Agenda Public Expose Insidentil
1. Pemaparan Perkembangan kinerja dan operasional
2. Summary Laporan Keuangan terakhir
3. Rencana usaha Perseroan dan anak perusahaan
4. Informasi material lainnya
III. Peserta Paparan Publik dan Team Nara Sumber / Pembicara
a. Pembicara :
1. Direktur Utama : Hj. Elidawari
2. Wakil Direktur Utama : Ronny Soleh Pahlevi
3. Direktur : Indrasyah
b. Moderator : Irvan Rachmawan
c. Peserta Umum : 25 Peserta (terlampir daftar hadir)
Page 3
IV. Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban
SESI 1
1. Pertanyaan dari Ibu/Bapak Daniel – Analis
a. Pertanyaan pertama
Manajemen menyebutkan di slide 14 bahwa penjualan aset tetap (tanah &
bangunan) dilakukan di bawah harga pasar (discounted price) demi 'Speed to
Cash'. Seberapa kritis kondisi likuiditas Perseroan saat ini sehingga harus
mengorbankan nilai aset, dan apakah hasil penjualan ini cukup untuk menjamin
operasional hingga akhir 2026 tanpa perlu melakukan divestasi aset produktif
lainnya?
Jawaban:
Perseroan menegaskan bahwa langkah yang diambil saat ini bukan didorong
oleh kebutuhan speed to cash akibat kondisi likuiditas yang kritis, melainkan
sebagai upaya pengoptimalan modal kerja untuk mendukung operasional
perusahaan. Hasil penjualan aset tetap akan digunakan untuk pembayaran
kewajiban kepada bank, sehingga memberikan ruang yang lebih optimal dalam
pengelolaan modal kerja bulanan Perseroan.
Aset tanah dan bangunan yang akan dijual merupakan aset yang dinilai tidak
produktif secara optimal. Meskipun aset tersebut masih digunakan, namun
tidak menghasilkan penjualan secara langsung dan memiliki beban biaya
operasional harian yang cukup tinggi, sementara tingkat pemanfaatannya
hanya sekitar 30% dari total luas bangunan.
Penjualan aset ini tidak ditujukan untuk menjamin keberlangsungan
operasional hingga akhir 2026, mengingat Perseroan tidak berada dalam
kondisi likuiditas yang kritis, melainkan untuk mengoptimalkan kinerja
operasional. Hal ini sejalan dengan kondisi persaingan yang semakin ketat,
dimana Perseroan perlu memiliki keunggulan strategis, salah satunya melalui
efisiensi biaya agar dapat bersaing secara lebih optimal dengan para
kompetitor.
Page 4
b. Pertanyaan kedua Laba usaha turun drastis 41,5% akibat gempuran produk import yang lebih murah 30 - 40%. Mengingat biaya produksi domestik tetap tinggi di slide 4 dan 12, langkah konkret apa yang diambil Perseroan selain efisiensi biaya agar tidak terjebak dalam perang harga yang terus menggerus Net Profit Margin (yang saat ini hanya 1,2%)? Jawaban: Perseroan telah menjalankan langkah strategis sejak tahun 2025, dimulai pada periode satu musim Lebaran, dengan fokus pada optimalisasi pelanggan loyal atau member. Hingga saat ini, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal, khususnya dari sisi kualitas layanan dan pengelolaan (control). Elzatta memiliki basis data member yang cukup besar, dengan jumlah member aktif yang bertransaksi setiap tahun mencapai sekitar 300.000–400.000 member. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang pertumbuhan yang signifikan untuk dioptimalkan pada tahun 2026, terutama melalui pemberian benefit yang lebih relevan dan bernilai bagi pelanggan loyal. Perseroan tidak berfokus pada perang harga maupun strategi promosi berkelanjutan, karena hal tersebut berpotensi menekan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Sebagai gantinya, Perseroan mengarahkan strategi pada peningkatan frekuensi dan nilai transaksi dari member loyal, sehingga Perseroan dapat tetap menjaga harga dan kualitas produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan utama. Dengan demikian, strategi Perseroan pada tahun 2026 adalah memaksimalkan potensi sekitar 300.000–400.000 member aktif yang telah tercatat pada tahun 2025 sebagai basis pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. c. Pertanyaan ketiga Data operasional menunjukkan penurunan Units Per Transaction (UPT) sebesar 10,56%. Mengingat harga rata-rata produk (AUR) justru naik 9,93%, apakah penurunan jumlah barang yang dibeli per transaksi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga mulai mencapai titik jenuh?
Page 5
Jawaban:
Perseroan melihat kondisi ini dari sisi yang positif, dimana penurunan
penjualan terjadi pada channel agen atau penjualan grosir, sementara
penjualan retail atau eceran justru mengalami peningkatan. Hal ini
menunjukkan bahwa pelanggan yang saat ini melakukan pembelian
merupakan end customer yang membeli produk berdasarkan kebutuhan
konsumsi harian (daily retail). Penurunan volume penjualan dalam jumlah
besar terutama disebabkan oleh penurunan transaksi pada segmen agen.
Sebagian besar pelanggan agen tersebut memiliki banyak alternatif kanal
penjualan, baik melalui pasar tradisional maupun dengan bermigrasi ke
marketplace dan model bisnis online berbasis afiliasi. Model afiliasi dinilai lebih
menarik bagi sebagian pelanggan agen karena tidak memerlukan modal kerja
di awal, sehingga menjadi pilihan bisnis baru bagi pelanggan yang sebelumnya
berperan sebagai agen konvensional.
2. Pertanyaan dari Ibu/Bapak Adin
Bagaimana strategi penguatan channel online di saat kondisi biaya administrasi
marketplace meningkat significant?
Jawaban:
Perseroan mencatat bahwa pertumbuhan penjualan melalui kanal online
menunjukkan peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2025, disertai dengan
tingkat profitabilitas yang juga positif. Pencapaian ini didukung oleh pengelolaan
biaya yang disiplin, khususnya melalui pengendalian rasio konversi antara biaya
pemasaran (termasuk iklan digital) dengan hasil penjualan yang diperoleh.
Perusahaan menerapkan pengawasan yang ketat terhadap ROAS (Return on
Advertising Spend) serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan atas efektivitas
penggunaan biaya pemasaran. Selain itu, Perseroan juga secara aktif memantau
dan menyesuaikan strategi terhadap perubahan algoritma yang terjadi baik di
platform media sosial maupun marketplace. Sebagai bagian dari strategi
penguatan kanal digital, Perseroan turut mengembangkan strategi produk yang
berbeda antara kanal online dan offline, dengan mempertimbangkan perbedaan
karakteristik serta kebutuhan pelanggan pada masing-masing kanal.
Page 6
SESI 2 1. Pertanyaan dari Bapak Rahid Bagaimana komitmen perusahaan terhadap investor retail dan bagaimana direksi memandang perusahaan dalam minimal 5 tahun kedepan? Jawaban: Perseroan menegaskan bahwa komitmen perusahaan sejak pelaksanaan IPO hingga saat ini tidak mengalami perubahan, dan tetap dijalankan secara konsisten. Setiap aksi korporasi yang dilakukan senantiasa mengedepankan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), sehingga transparansi dan akuntabilitas kepada para investor tetap terjaga dengan baik. Selain itu, Perseroan telah memiliki rencana kerja jangka menengah hingga jangka panjang yang terstruktur hingga tahun 2030. Sebagaimana disampaikan dalam pengantar sebelumnya, manajemen meyakini bahwa Perseroan memiliki prospek pertumbuhan yang positif, seiring dengan peluang industri ritel busana muslim yang dinilai masih sangat menjanjikan di masa mendatang. Sejak awal pendirian hingga proses IPO, Perseroan berkomitmen untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, khususnya sebagai brand fashion muslim nasional. Dengan dominasi populasi muslim di Indonesia yang mencapai hampir 80%, Perseroan melihat peluang pasar yang masih sangat besar dan potensial untuk terus dikembangkan. Kinerja Perseroan pada kuartal IV menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, sehingga semakin memperkuat keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Perseroan. Melalui brand Elzatta dan Dauky, Elcorps tetap berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan industri fashion muslim di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi brand kebanggaan masyarakat Indonesia. Dalam lima tahun ke depan, Perseroan menyadari masih terdapat banyak ruang untuk perbaikan dan pengembangan, yang akan terus diupayakan secara berkelanjutan demi pertumbuhan dan keberlangsungan perusahaan.
Page 7
2. Pertanyaan dari Ibu Dea Bagaimana kondisi perusahaan ditengah kondisi retail offline yang belum membaik? Jawaban: Berdasarkan pemaparan pada materi sebelumnya, Perseroan menghadapi tantangan pada kuartal II dan III tahun 2025, khususnya akibat penurunan penjualan pada kanal grosir atau agen. Namun demikian, penjualan ritel menunjukkan kinerja yang positif, di mana pelanggan eceran tetap melakukan transaksi secara berkelanjutan dan menunjukkan tingkat repeat purchase yang baik. Kondisi ini mencerminkan bahwa penetrasi pasar oleh brand, termasuk brand dari luar, masih memiliki ruang yang besar. Secara geografis maupun dari besaran pasar, Indonesia masih menawarkan potensi yang sangat baik. Ke depan, Perseroan melihat pertumbuhan kanal online yang tetap menjanjikan serta peluang ekspansi penambahan toko yang masih terbuka luas, khususnya di luar Pulau Jawa. 3. Pertanyaan dari Bapak Ridho Apakah ada corporate action lainnya yang belum dipaparkan di slide tahun 2026 atau dalam waktu dekat ini contohnya seperti akuisisi, right issue, ekspansi usaha, dan yang lainnya? Jawaban: Untuk tahun 2026, Perseroan belum memiliki rencana ekspansi. Apabila terdapat penambahan toko, hal tersebut akan dilakukan menggunakan laba perusahaan dan akan disampaikan dalam RUPS yang akan datang. Hingga saat ini, belum terdapat rencana lain selain penjualan gedung. Apabila terdapat perubahan, akan kami sampaikan kemudian.
Page 8
4. Pertanyaan dari Bapak Hawari Bagaimana strategi dan proyeksi perusahaan dalam waktu dekat ini menghadapi bulan puasa dan lebaran? Jawaban: Perseroan telah melakukan persiapan menghadapi Lebaran sejak sekitar enam bulan yang lalu. Persiapan tersebut dilakukan secara serius, mencakup kesiapan produk, pengembangan channel, serta strategi pemasaran dan aspek pendukung lainnya. Kami cukup optimis melihat kinerja pada kuartal IV, khususnya sejak November hingga Januari, dimana pertumbuhan penjualan menunjukkan hasil yang baik dan sesuai dengan ekspektasi. Oleh karena itu, di luar faktor-faktor yang berada di luar kendali perusahaan, kami meyakini bahwa periode Lebaran 2026 akan memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan. Paparan Publik Insidentil ditutup pada pukul 15:00 WIB.
Page 9
LAMPIRAN PELAPORAN HASIL PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE)
INSIDENTIL PT BERSAMA ZATTA JAYA TBK (“PERSEROAN”)
1. Daftar Peserta yang mengisi daftar hadir elektronik melaui tautan yang disediakan.
2. Dokumentasi Kegiatan Paparan Public Expose Insidentil Virtual
Page 10
Bandung, 27 Januari 2026
DIREKSI PERSEROAN
PT BERSAMA ZATTA JAYA, Tbk
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hj. Elidawari
p.2
unresolved
person
Daniel
p.3
unresolved
person
Adin Bagaimana
p.5
unresolved
person
Rahid Bagaimana
p.6
unresolved
person
Dea Bagaimana
p.7
unresolved
person
Ridho Apakah
p.7
unresolved
person
Hawari Bagaimana
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.