Back to announcement
20260126_PPGL_Laporan Informasi dan Fakta Material_32022264_lamp5.pdf
Other Text extracted PPGLSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 90
Page 1
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
LAPORAN
PENDAPAT KEWAJARAN
PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
(“PPGL”)
LOKASI DI :
JAKARTA
NO. LAPORAN : 00001/2.0041-00/PI/NB-1/0384/1/I/2026
Trusted Appraisal Services
Page 2
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
No. Laporan : 00001/2.0041-00/PI/NB-1/0384/1/I/2026
Jakarta, 22 Januari 2026
Kepada Yth.
PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
Cakung Timur, Cakung
Jakarta Timur
DKI Jakarta – 13910
Dengan hormat,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (“DYR”) telah ditunjuk oleh
PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk (“PPGL”) berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran
Jasa Pendapat Kewajaran No. PR.DYR-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352 tanggal 25 September
2025 dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran atas
Rencana Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL
kepada pihak terafiliasi.
Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (d/h KJPP YANUAR BEY
DAN REKAN) adalah sebuah usaha persekutuan dan bergerak dalam bidang layanan jasa Penilai
dengan izin Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI No. KEP–497/KM.1/2009,
tanggal 12 Mei 2009 dan atas perubahan nama tersebut telah mendapatkan Izin Usaha Kantor
Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI No. 174/KM.1/2020, tanggal 18 Maret 2020 dan
telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“OJK d/h Bapepam dan LK”).
1. Status Penilai
Penilai adalah Partner dari Kantor Jasa Penilai Publik DYR dengan kualifikasi sebagai
berikut:
Nama Penilai : Ivan Teguh Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Ijin Penilai Publik : B.1-14.00384
STTD Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
STTD IKNB : 086/NB.122/STTD-P/2017
MAPPI : 10-S-02664
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis (B)
DYR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan Pendapat Kewajaran ini.
Business & Property Appraisal (PB) :
The Manhattan Square - Mid Tower
15th Floor Unit D
Jl. TB. Simatupang Kav.1S
Cilandak Timur, Jakarta Selatan, 12560
T : +62-21 2780 8586 (Hunting)
E : info@dyr.co.id i
www.dyr.co.id Trusted Appraisal Services
Branch Office :
Jakarta (P), Semarang (PB), Medan (P), Surabaya (P), Denpasar (P), Bandung (P), Pekanbaru (P), Lampung (P)
Tangerang (P), Sleman (P), Surakarta (PS), Banyumas (PS), Balikpapan (PS), Manado (PS)
Page 3
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek
Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek
Pendapat Kewajaran. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
oleh opini yang dihasilkan.
2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
Jenis Usaha : Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
forwarding).
Alamat : Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
Cakung Timur, Cakung
Jakarta Timur
DKI Jakarta – 13910
No. Telp/Fax : (021) 4609736 / 4609765
E-mail : corporate@pgl-logistic.com
Situs web : https://www.pgl-logistic.com
3. Identitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
Jenis Usaha : Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
forwarding).
Alamat : Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
Cakung Timur, Cakung
Jakarta Timur
DKI Jakarta – 13910
No. Telp/Fax : (021) 4609736 / 4609765
E-mail : corporate@pgl-logistic.com
Situs web : https://www.pgl-logistic.com
4. Tanggal Pendapat Kewajaran dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian adalah per 30 September 2025 dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Sehingga masa berlaku laporan Pendapat Kewajaran ini berakhir pada tanggal 31 Maret
2026.
5. Objek Pendapat Kewajaran
Bahwa objek pendapat kewajaran sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi
tugas adalah pendapat kewajaran atas rencana transaksi afiliasi dan material berupa
pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada pihak terafiliasi.
ii
Trusted Appraisal Services
Page 4
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada
pihak terafiliasi.
Berkenaan dengan hal tersebut maksud dan tujuan pemberian pendapat kewajaran ini
adalah untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha, POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”)
Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018.
7. Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Dalam penugasan ini nilai Rencana Transaksi dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
8. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini DYR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PPGL ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan PPGL. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Berdasarkan Penawaran
No. PR.DYR-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352 tanggal 25 September 2025, penugasan
DYR adalah untuk memberikan Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana
Transaksi Afiliasi dan Material.
9. Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan DYR sebagai penilai, DYR menyatakan bahwa
semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Pendapat Kewajaran telah
dilakukan dengan benar dan DYR bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang
diterbitkan.
10. Uraian Mengenai Ada atau Tidaknya Benturan Kepentingan atas Transaksi yang Akan
Dilakukan
Rencana Transaksi antara PPGL dengan pihak yang akan bertransaksi menunjukkan adanya
hubungan afiliasi dan memiliki unsur transaksi material. Manajemen menyatakan Rencana
Transaksi akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan tidak ada unsur benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi ini.
iii
Trusted Appraisal Services
Page 5
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
11. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”)
Unsur Transaksi Afiliasi
Berikut struktur kepengurusan yang menggambarkan hubungan afiliasi antara PPGL dengan
pihak yang akan bertransaksi. Pihak-pihak yang akan membeli saham JAYA dan Entitas Anak
adalah Bapak Darmawan Suryadi SM dan Ibu Jap Astrid Patricia yang masing-masing pihak
memiliki jabatan dan kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA.
- Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan Afiliasi PPGL dan JAYA
No Nama PPGL JAYA
1 Jap Astrid Patricia Komisaris Komisaris Utama
2 I Made Satyaguna Komisaris Independen
3 Darmawan Suryadi SM Direktur Utama Direktur Utama
4 Hafez Salammudin Direktur
5 Franklin William Kayhatu Komisaris Independen
6 Baja Erikson Naibaho Direktur Independen
Sumber: Manajemen
Struktur kepengurusan diatas menggambarkan adanya hubungan afiliasi antara PPGL
dengan pihak yang akan bertransaksi, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak
Darmawan Suryadi SM tercatat sebagai komisaris utama dan direktur utama pada PPGL
dan JAYA.
- Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Struktur Kepemilikan PPGL
Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan Disetor (Rp)
Darmawan Suryadi SM 406.076.333 52,66% 8.933.679.326
Jap Astrid Patricia 177.926.767 23,07% 3.914.388.874
Suryawarni Surli 40.093.000 5,20% 882.046.000
Masyarakat (masing-masing dengan
147.081.920 19,07% 3.235.802.240
pemilikan di bawah 5%)
Total 771.178.020 100,00% 16.965.916.440
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL per 30 September 2025
Struktur Kepemilikan JAYA
Persentase Jumlah Modal Disetor
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan (Rp)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk 365.597.400 45,79% 36.559.740.000
Darmawan Suryadi 152.459.030 19,09% 15.245.903.000
Jap Astrid Patricia 58.130.265 7,28% 5.813.026.500
Masyarakat (masing-masing dengan
222.312.699 27,84% 22.231.269.900
pemilikan di bawah 5%)
Total 798.499.394 100,00% 79.849.939.400
Sumber: Laporan Keuangan Audit JAYA per 30 September 2025
iv
Trusted Appraisal Services
Page 6
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
Selain dari struktur kepengurusan, adanya hubungan afiliasi juga terlihat dari struktur
kepemilikan, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak Darmawan Suryadi SM mencatatkan
kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA. Kepemilikan saham Ibu Jap Astrid Patricia sebesar
23,07% pada PPGL dan 7,28% pada JAYA. Sementara kepemilikan Bapak Darmawan Suryadi
SM tercatat sebesar 52,66% pada PPGL dan 19,09% pada JAYA.
Berdasarkan struktur kepengurusan dan kepemilikan yang berkaitan dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan oleh PPGL, dapat disimpulkan bahwa terdapat unsur
transaksi afiliasi yang mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan atas Laporan Keuangan PPGL per 30 September 2025 yang telah di review oleh
Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan dengan Nomor Laporan No. 00005/2.0459/
RA/05/1487-6/1/I/2026 tanggal 13 Januari 2026 dan Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli
Saham Bersyarat (“PPJB”) antara Bapak Darmawan Suryadi SM, Ibu Jap Astrid Patricia, dan
PT Prima Globalindo Logistik Tbk . Nilai Rencana Transaksi yang akan dilakukan adalah
sebagai berikut:
Rencana Transaksi PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
Jumlah Ekuitas
Rencana Transaksi Nilai Rencana Transaksi Persentase
per 30 September 2025
Penjualan 45,79%
Ekuitas JAYA dan Rp144.920.527 Ribu Rp44.602.883 Ribu 30,50%
Entitas Anak
Sumber: Manajemen, diolah DYR
Total ekuitas PPGL per 30 September 2025 adalah sebesar Rp144.920.527 Ribu. Dari data
diatas, diketahui bahwa nilai Rencana Transaki pelepasan saham JAYA dan Entitas
Anak adalah sebesar Rp44.602.883 Ribu. Sesuai dengan penjelasan dari POJK
No. 17/POJK.04/2020 pada pasal 3 mengenai batasan nilai transaksi material yaitu “Suatu
transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20%
(Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Berdasarkan Rencana
Transaksi terhadap ekuitas PPGL memenuhi unsur transaksi material yang mana persentase
yang ditransaksikan lebih dari 20%.
Selanjutnya, Berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Bagian Kedua, Pasal 3 ayat (2) disebutkan
bahwa “Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal: a) nilai transaksi sama dengan 20%
(Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka; b) total aset yang menjadi
objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari
20% (Dua Puluh Persen); c) laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih
Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (Dua Puluh Persen); atau
d) pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (Dua Puluh Persen).” Perhitungan diatas disajikan
pada tabel berikut:
Materialitas atas Total Aset (Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan PPGL JAYA Persentase
Total Aset Rp303.907.174 Ribu Rp273.804.683 90,09%
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA dan
Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR
v
Trusted Appraisal Services
Page 7
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
Materialitas atas Pendapatan (Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan PPGL JAYA Persentase
Pendapatan Rp130.704.664 Ribu Rp53.382.202 Ribu 40,84%
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA dan
Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR
Materialitas atas Laba Bersih (Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan PPGL JAYA Persentase
Laba Bersih Rp7.006.778 Ribu Rp3.209.193 Ribu 45,80%
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA dan
Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR
Berdasarkan figur di atas, kami telah menghitung materialitas dan terdapat angka
materialitas pada akun total aset, pendapatan dan laba bersih. Nilai total aset JAYA dan
Entitas Anak terhadap total aset PPGL adalah sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma
Sembilan Persen), nilai pendapatan JAYA dan Entitas Anak terhadap pendapatan PPGL
adalah sebesar 40,84% (Empat Puluh koma Delapan Puluh Empat Persen), nilai laba bersih
JAYA dan Entitas Anak terhadap laba bersih PPGL adalah sebesar 45,80% (Empat Puluh Lima
koma Delapan Puluh Persen), sehingga materialitas atas total aset dalam transaksi ini
sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma Sembilan Persen) termasuk kedalam Transaksi
Material sebagaimana dimaksud dalam Bab II bagian kedua Pasal 3 Peraturan POJK Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Rencana
Transaksi ini perlu memperoleh persetujuan RUPS dikarenakan Rencana Transaksi ini
melampaui transaksi material lebih dari 50% berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Pasal 3
ayat (1) dan ayat (2) transaksi material lebih dari 50% (lima puluh persen) wajib terlebih
dahulu memperoleh persetujuan RUPS.
12. Tingkat Kedalaman Invetigasi
Dalam Pendapat Kewajaran ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
keyakinan yang memadai di antaranya dengan melakukan wawancara melalui media
elektronik dan inspeksi. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya
dengan Objek Pendapat Kewajaran, yaitu:
No. Surat Tugas : ST-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352
Tanggal : 08 Januari 2026
Pihak Yang Diwawancarai
Pihak Yang Diwawancarai Jabatan Entitas
Darmawan Suryadi Direktur Utama PPGL
13. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi :
vi
Trusted Appraisal Services
Page 8
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
• Data laporan keuangan audit dan limited review.
Jenis
Tahun Auditor Nomor dan Tanggal Opini
Laporan
PT Prima Globalindo Logistik Tbk dan Entitas Anak
KAP Heliantono No : 00190/2.0459/AU.1/05/1487-3/1/IV/2021 Wajar tanpa
2020 Audited
dan Rekan Tanggal : 05 April 2021 modifikasian
KAP Heliantono No : 00361/2.0459/AU.1/05/1493-1/1/IV/2022 Wajar tanpa
2021 Audited
dan Rekan Tanggal : 14 April 2022 modifikasian
KAP Heliantono No : 00266/2.0459/AU.1/05/1493-2/1/III/2023 Wajar tanpa
2022 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2023 modifikasian
KAP Heliantono No : 00341/2.0459/AU.1/05/1487-4/III/2024 Wajar tanpa
2023 Audited
dan Rekan Tanggal : 24 Maret 2024 modifikasian
KAP Heliantono No : 00376/2.0459/AU.1/05/1487-5/1/III/2025 Wajar tanpa
2024 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2025 modifikasian
KAP Heliantono Limited No : 00005/2.0459/RA/05/1487-6/1/I/2026
30-Sep-25 N/A
dan Rekan Review Tanggal : 13 Januari 2026
PT Armada Berjaya Trans Tbk dan Entitas Anak
KAP Heliantono No : 00071/2.0459/AU.1/06/1487-3/1/III/2021 Wajar tanpa
2020 Audited
dan Rekan Tanggal : 3 Maret 2021 modifikasian
KAP Heliantono No : 00132/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2022 Wajar tanpa
2021 Audited
dan Rekan Tanggal : 18 Maret 2022 modifikasian
KAP Heliantono No : 00252/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2023 Wajar tanpa
2022 Audited
dan Rekan Tanggal : 24 Maret 2023 modifikasian
KAP Heliantono No : 00305/2.0459/AU.1/06/1487-4/1/III/2024 Wajar tanpa
2023 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2024 modifikasian
KAP Heliantono No : 00375/2.0459/AU.1/06/1487-5/1/III/2025 Wajar tanpa
2024 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2025 modifikasian
KAP Heliantono No : 00035/2.0459/AU.1/06/1487-6/1/I/2026 Wajar tanpa
30-Sep-25 Audited
dan Rekan Tanggal : 12 Januari 2026 modifikasian
• Proforma Keuangan PPGL per 30 September 2025 nomor 00006/2.0459/RA/05/1487-
6/1/1/2026 tanggal 19 Januari 2026 yang disiapkan oleh KAP Heliantono dan Rekan.
• Proyeksi keuangan PPGL Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober
2025 sampai dengan 2030 yang disiapkan oleh Manajemen PPGL.
• Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat(“PPJB”) antara Bapak
Darmawan Suryadi SM, Ibu Jap Astrid Patricia, dan PPGL.
• Laporan Penilaian 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak No. Laporan 00003/2.0041-
00/PI/06/0384/0/I/2026 tanggal 22 Januari 2026 oleh KJPP Dasa’at, Yudistira dan
Rekan;
• Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek yang menyangkut sejarah singkatnya,
struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja keuangan,
serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari
instansi terkait seperti Bank Indonesia (www.bi.go.id).
vii
Trusted Appraisal Services
Page 9
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
14. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan pendapat kewajaran ini, kami tidak
mengetahui dan memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak
secara material terhadap hasil pendapat kewajaran.
15. Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi dan asumsi khusus yang digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi
khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana penilaian
diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal
penilaian atau hal yang tidak dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi
pada tanggal penilaian. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari
suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
sebagai fakta dalam konteks penugasan penilaian tanpa penyelidikan tertentu atau
verifikasi.
16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan permintaan dari PPGL yang dipakai
semata-mata untuk membantu PPGL dalam memberikan gambaran mengenai Rencana
Transaksi yang memerlukan pendapat dari pihak independen, pendapat tertulis yang akan
diserahkan ke OJK dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya.
Persetujuan Penilai harus didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai
laporan keuangan perusahaan/objek penilaian, dan/atau laporan direksi/pimpinan
perusahaan/objek penilaian, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek penilaian.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap DYR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
Pendapat Kewajaran yang dihasilkan.
17. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan OJK
Maksud dan tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan,
POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
(“SPI”) Edisi VII-2018.
viii
Trusted Appraisal Services
Page 10
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
18. Pendapat Mengenai Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh
dan digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi ini adalah Wajar.
Kesimpulan akhir diatas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada PPGL maupun secara eksternal yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut diatas, maka kesimpulan
mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Demikian hasil penilaian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar penilaian
dan kode etik yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Partner
Ijin Penilai : B.1-14.00384
STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
STTD IKNB : 086/NB.122/STTD-P/2017
MAPPI : No. 10-S-02664
ix
Trusted Appraisal Services
Page 11
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda-tangan
dibawah ini menerangkan bahwa :
1. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
tanggal Penilaian dan dilakukan secara independen;
2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai;
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
4. Penugasan Pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan terhadap Objek Pendapat
Kewajaran pada tanggal penilaian (cut off date) per 30 September 2025;
5. Analisa dan lingkup penugasan telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan
dalam Laporan Pendapat Kewajaran;
6. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku;
7. Opini pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai opini pendapat kewajaran;
8. Kesimpulan opini pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas;
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
10. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini;
11. Penilai bertanggungjawab atas laporan Pendapat Kewajaran ini;
12. Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha, POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
(“SPI”) Edisi VII-2018.
Jakarta, 22 Januari 2026
Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) – Penanggungjawab ………………………………
No. Izin Penilai : B.1-14.00384
No. MAPPI : 10-S-02664
No. RMK : RMK-2017.00343
Lieke Herianto, B.Comm. – Reviewer ………………………………
No. MAPPI : 18-T-08709
No. RMK : RMK-2021.03771
Synthia Ayu Disha, S.P., RSA. – Penilai ………………………………
No. MAPPI : 20-P-10310
No. RMK : RMK-2022.04332
x
Trusted Appraisal Services
Page 12
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE
Michelle Maria Meylan Nender, S.E – Penilai ………………………………
MAPPI : No.21-P-10757
RMK : RMK-2024.04941
xi
Trusted Appraisal Services
Page 13
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT PENILAIAN
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGUR
1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Penugasan ........................................................................ 1
1.2 Identitas Penilai .................................................................................... 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas .......................................................................... 2
1.4 Identitas Pengguna Laporan ...................................................................... 2
1.5 Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan .................................................. 2
1.6 Objek Pendapat Kewajaran dan Kepemilikan .................................................. 2
1.7 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ................................................................ 2
1.8 Maksud Dan Tujuan Pendapat Kewajaran ...................................................... 2
1.9 Uraian Mengenai Ada atau Tidaknya Benturan Kepentingan atas Transaksi yang
Akan Dilakukan .................................................................................... 3
1.10 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“POJK”) ........................................................................................... 3
1.10.1 Unsur Transaksi Afiliasi .......................................................................... 3
1.10.2 Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi.......................................... 4
1.11 Penugasan Penilaian Profesional ................................................................ 6
1.12 Pernyataan Penilai ................................................................................. 6
1.13 Data, Informasi dan Prosedur .................................................................... 7
1.13.1 Data Dan Informasi Rencana Transaksi ........................................................ 7
1.13.2 Prosedur yang Digunakan Manajemen ......................................................... 8
1.14 Ruang Lingkup ...................................................................................... 9
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................... 9
2 TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ..............................................11
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 11
2.2 Bentuk Rencana Transaksi dan Besarnya Dana Rencana Transaksi ........................ 11
2.3 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen PPGL ............................... 12
2.4 Objek Rencana Transaksi ........................................................................ 12
2.4.1 Ringkasan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) ................................. 12
2.5 Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi ......................................................... 17
2.5.1 Pihak Penjual - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)............................... 17
2.5.2 Pihak Pembeli .................................................................................... 23
2.6 Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan ................................................ 23
3 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF .....................................................24
3.1 Analisis Kualitatif ................................................................................. 24
3.1.1 Riwayat Perusahaan ............................................................................. 24
3.1.2 Sifat Kegiatan Usaha ............................................................................ 25
3.1.3 Struktur Organisasi PPGL ....................................................................... 26
3.1.4 Analisis Makro Indonesia ........................................................................ 27
3.1.5 Perkembangan Industri Logistik dan Freight Forwarding di Indonesia ................... 31
3.1.6 Analisis Operasional dan Prospek PPGL ....................................................... 33
3.1.7 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perusahaan..................................... 35
3.1.8 Analisis Kemampuan PPGL untuk Penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas
Anak serta Sumber Dana Rencana Transaksi ................................................. 36
3.1.9 Analisis Dampak Likuiditas ..................................................................... 36
3.1.10 Analisis Dampak Keuangan Perusahaan ....................................................... 37
3.1.11 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi ............. 38
xiii
Page 14
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Halaman
3.1.12 Analisis Manfaat dan Risiko .................................................................... 39
3.2 Analisis Kuantitatif ............................................................................... 39
3.2.1 Kinerja Historis ................................................................................... 39
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ............................................................. 48
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan Atas Proyeksi Keuangan ........................................... 54
3.2.4 Laporan Keuangan Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi (Proforma) .......... 55
3.2.5 Analisis Dampak Keuangan Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan ............... 62
3.2.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan PPGL Dibandingkan Dengan Industri
Yang Sejenis dan Sebanding .................................................................... 63
3.2.7 Analisis Inkremental ............................................................................. 63
3.2.8 Analisis Atas Faktor Lain yang Relevan ....................................................... 66
3.2.9 Analisis Sensitivitas .............................................................................. 66
4 ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI .........................................71
4.1 Alasan dan Latar Belakang PPGL untuk Melakukan Rencana Transaksi Pelepasan
Ekuitas JAYA dan Entitas Anak: ................................................................ 71
4.2 Analisis Kewajaran Kualitatif.................................................................... 72
4.3 Analisis Kewajaran Kuantitatif ................................................................. 72
4.4 Analisis atas kewajaran nilai transaksi......................................................... 72
5 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................73
6 KUALIFIKASI PENILAI USAHA ....................................................................74
xiv
Page 15
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Tabel Hubungan Afiliasi PPGL dan JAYA .................................................... 3
Figur 2. Struktur Kepemilikan PPGL ................................................................... 3
Figur 3. Struktur Kepemilikan JAYA ................................................................... 4
Figur 4. Rencana Transaksi PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................... 4
Figur 5. Materialitas atas Total Aset (Dalam Ribuan Rupiah) ...................................... 5
Figur 6. Materialitas atas Pendapatan (Dalam Ribuan Rupiah) .................................... 5
Figur 7. Materialitas atas Laba Bersih (Dalam Ribuan Rupiah) ..................................... 5
Figur 8. Laporan Penilaian JAYA dan Entitas Anak .................................................. 8
Figur 9. Susunan Pemegang Saham PPGL ............................................................ 17
Figur 10. Ikhtisar Laba (Rugi) PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) ........................................ 18
Figur 11. Ikhtisar Posisi Keuangan PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) .................................. 19
Figur 12. Ikhtisar Arus Kas PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) ........................................... 21
Figur 13. Susunan Perusahaan PPGL ................................................................... 26
Figur 14. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran ................................................... 27
Figur 15. Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 ......................... 28
Figur 16. Peta Inflasi Daerah September Tahun 2025 ............................................... 29
Figur 17. Industri Logistik ............................................................................... 31
Figur 18. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 35
Figur 19. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 36
Figur 20. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 37
Figur 21. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 37
Figur 22. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 37
Figur 23. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 37
Figur 24. Ikhtisar Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah) ............................................... 39
Figur 25. Grafik Pertumbuhan Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah).................................. 41
Figur 26. Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................... 41
Figur 27. Grafik Laporan Posisi Keuangan ............................................................. 44
Figur 28. Rasio Keuangan PPGL ......................................................................... 44
Figur 29. Laporan Arus Kas .............................................................................. 46
Figur 30. Pertumbuhan Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas ........................ 48
Figur 31. Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025 sampai
dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan
Rupiah) ......................................................................................... 49
Figur 32. Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025 sampai
dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan
Rupiah) ......................................................................................... 50
Figur 33. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1
Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan
tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah) ......................................................... 50
Figur 34. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per 1
Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan
tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah) ......................................................... 52
Figur 35. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 54
Figur 36. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 55
Figur 37. Proforma Posisi Keuangan PPGL (dalam Ribuan Rupiah) ................................ 56
Figur 38. Struktur Kepemilikan Saham PPGL dan JAYA sebelum Rencana Transaksi ............ 58
Figur 39. Struktur Kepemilikan Saham PPGL setelah Rencana Transaksi ......................... 59
Figur 40. Struktur Kepemilikan Saham JAYA setelah Rencana Transaksi ......................... 59
Figur 41. Proforma Laba (Rugi) PPGL (dalam Ribuan Rupiah) ...................................... 61
Figur 42. Pembanding Liabilities to Equity Ratio .................................................... 63
Figur 43. Nilai Tambah atas Proyeksi Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah) ....................... 63
Figur 44. Nilai Tambah atas Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah) .................. 64
xv
Page 16
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Halaman
Figur 45. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Turun 5% (Dalam Ribuan Rupiah) ........................................................... 66
Figur 46. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Turun 7,5% (Dalam Ribuan Rupiah) ......................................................... 67
Figur 47. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Turun 10% (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................................... 68
Figur 48. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Naik
5% (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................................... 68
Figur 49. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Naik
7,5% (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................................. 69
Figur 50. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Naik
10% (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................. 69
xvi
Page 17
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penugasan
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (“DYR”) telah ditunjuk
oleh PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk (“PPGL”) berdasarkan persetujuan atas Surat
Penawaran Jasa Pendapat Kewajaran No. PR.DYR-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352
tanggal 25 September 2025 dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat
mengenai kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan
45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada pihak terafiliasi.
PPGL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, didirikan dan
menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha PPGL adalah
Jasa Pengurusan Transportasi. PPGL berencana untuk melakukan pelepasan ekuitas
miliknya pada JAYA. Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, PPGL mengharapkan
adanya efisiensi dalam operasional PPGL sehingga hal tersebut dapat memberikan
kontribusi positif atas kinerja keuangan konsolidasian PPGL pada masa yang akan datang,
sehingga PPGL dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham PPGL.
Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (d/h KJPP YANUAR
BEY DAN REKAN) adalah sebuah usaha persekutuan dan bergerak dalam bidang layanan
jasa Penilai dengan izin Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI
No. KEP–497/KM.1/2009, tanggal 12 Mei 2009 dan atas perubahan nama tersebut telah
mendapatkan Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI
No. 174/KM.1/2020, tanggal 18 Maret 2020 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (“OJK d/h Bapepam dan LK”).
1.2 Identitas Penilai
Penilai adalah Partner dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) DASA’AT, YUDISTIRA DAN
REKAN (“DYR”) dengan kualifikasi sebagai berikut :
Nama Penilai : Ivan Teguh Khristian SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Ijin Penilai : B.1-14.00384
No. STTD : STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
No. MAPPI : 10-S-02664
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis (B)
DYR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan Pendapat Kewajaran ini.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
Tugas, Objek Pendapat bKewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi
Tugas dan Objek Pendapat Kewajaran. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
oleh opini yang dihasilkan.
Halaman 1
Page 18
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
Jenis Usaha : Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
forwarding).
Alamat : Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
Cakung Timur, Cakung
Jakarta Timur
DKI Jakarta – 13910
No. Telp/Fax : (021) 4609736 / 4609765
E-mail : corporate@pgl-logistic.com
Situs web : https://www.pgl-logistic.com
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
Jenis Usaha : Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
forwarding).
Alamat : Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
Cakung Timur, Cakung
Jakarta Timur
DKI Jakarta – 13910
No. Telp/Fax : (021) 4609736 / 4609765
E-mail : corporate@pgl-logistic.com
Situs web : https://www.pgl-logistic.com
1.5 Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian adalah per 30 September 2025 dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Sehingga masa berlaku laporan Pendapat Kewajaran ini berakhir pada tanggal 31 Maret
2026.
1.6 Objek Pendapat Kewajaran dan Kepemilikan
Bahwa objek pendapat kewajaran sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi
tugas adalah pendapat kewajaran atas rencana transaksi afiliasi dan material berupa
pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada pihak terafiliasi.
1.7 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Dalam penugasan ini nilai Rencana Transaksi dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
1.8 Maksud Dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada
pihak terafiliasi.
Halaman 2
Page 19
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Berkenaan dengan hal tersebut maksud dan tujuan pemberian pendapat kewajaran ini
adalah untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha, POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”)
Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018.
1.9 Uraian Mengenai Ada atau Tidaknya Benturan Kepentingan atas Transaksi yang Akan
Dilakukan
Transaksi antara PPGL dengan pihak yang akan bertransaksi menunjukkan adanya
hubungan afiliasi dan memiliki unsur transaksi material. Manajemen menyatakan
Rencana Transaksi akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan tidak ada unsur
benturan kepentingan atas Rencana Transaksi ini.
1.10 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”)
1.10.1 Unsur Transaksi Afiliasi
Berikut struktur kepengurusan yang menggambarkan hubungan afiliasi antara PPGL
dengan pihak yang akan bertransaksi. Pihak-pihak yang akan membeli saham JAYA dan
Entitas Anak adalah Bapak Darmawan Suryadi SM dan Ibu Jap Astrid Patricia yang
masing-masing pihak memiliki jabatan dan kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA.
Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Figur 1. Tabel Hubungan Afiliasi PPGL dan JAYA
No Nama PPGL JAYA
1 Jap Astrid Patricia Komisaris Komisaris Utama
2 I Made Satyaguna Komisaris Independen
3 Darmawan Suryadi SM Direktur Utama Direktur Utama
4 Hafez Salammudin Direktur
5 Franklin William Kayhatu Komisaris Independen
6 Baja Erikson Naibaho Direktur Independen
Sumber: Manajemen
Struktur kepengurusan diatas menggambarkan adanya hubungan afiliasi antara PPGL
dengan pihak yang akan bertransaksi, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak
Darmawan Suryadi SM tercatat sebagai komisaris utama dan direktur utama pada PPGL
dan JAYA.
Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Figur 2. Struktur Kepemilikan PPGL
Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan Disetor (Rp)
Darmawan Suryadi SM 406.076.333 52,66% 8.933.679.326
Jap Astrid Patricia 177.926.767 23,07% 3.914.388.874
Halaman 3
Page 20
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan Disetor (Rp)
Suryawarni Surli 40.093.000 5,20% 882.046.000
Masyarakat (masing-masing dengan
147.081.920 19,07% 3.235.802.240
kepemilikan di bawah 5%)
Total 771.178.020 100,00% 16.965.916.440
Sumber : Laporan Keuangan Limited Review PPGL per 30 September 2025
Figur 3. Struktur Kepemilikan JAYA
Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan Disetor (Rp)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk 365.597.400 45,79% 36.559.740.000
Darmawan Suryadi 152.459.030 19,09% 15.245.903.000
Jap Astrid Patricia 58.130.265 7,28% 5.813.026.500
Masyarakat (masing-masing dengan
222.312.699 27,84% 22.231.269.900
kepemilikan di bawah 5%)
Total 798.499.394 100,00% 79.849.939.400
Sumber : Laporan Keuangan Audit JAYA per 30 September 2025
Selain dari struktur kepengurusan, adanya hubungan afiliasi juga terlihat dari struktur
kepemilikan, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak Darmawan Suryadi SM
mencatatkan kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA. Kepemilikan saham Ibu Jap
Astrid Patricia sebesar 23,07% pada PPGL dan 7,28% pada JAYA. Sementara kepemilikan
Bapak Darmawan Suryadi SM tercatat sebesar 52,66% pada PPGL dan 19,09% pada JAYA.
Berdasarkan struktur kepengurusan dan kepemilikan yang berkaitan dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan oleh PPGL, dapat disimpulkan bahwa terdapat unsur
transaksi afiliasi yang mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
1.10.2 Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan atas Laporan Keuangan PPGL per 30 September 2025 yang telah di review
oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan dengan Nomor Laporan
No. 00005/2.0459/RA/05/1487-6/1/I/2026 tanggal 13 Januari 2026 dan Draf Perjanjian
Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat (“PPJB”) antara Bapak Darmawan Suryadi SM, Ibu
Jap Astrid Patricia, dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk, Nilai Rencana Transaksi yang
akan dilakukan adalah sebagai berikut:
Figur 4. Rencana Transaksi PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
Jumlah Ekuitas
Rencana Transaksi Nilai Rencana Transaksi Persentase
per 30 September 2025
Penjualan 45,79%
Ekuitas JAYA dan Rp144.920.527 Ribu Rp44.602.883 Ribu 30,50%
Entitas Anak
Sumber: Manajemen, diolah DYR
Total ekuitas PPGL per 30 September 2025 adalah sebesar Rp144.920.527 Ribu. Dari
data diatas, diketahui bahwa nilai Rencana Transaksi pelepasan saham JAYA dan Entitas
Anak adalah sebesar Rp44.602.883 Ribu. Sesuai dengan penjelasan dari POJK
No. 17/POJK.04/2020 pada pasal 3 mengenai batasan nilai transaksi material yaitu
“Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Halaman 4
Page 21
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Berdasarkan Rencana Transaksi terhadap ekuitas PPGL memenuhi unsur transaksi
material yang mana persentase yang ditransaksikan lebih dari 20%.
Selanjutnya, Berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Bagian Kedua, Pasal 3 ayat (2)
disebutkan bahwa “Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau
segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal: a) nilai transaksi
sama dengan 20% (Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka; b)
total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (Dua Puluh Persen); c) laba bersih objek transaksi
dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%
(Dua Puluh Persen); atau d) pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan
pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (Dua
Puluh Persen).” Perhitungan di atas disajikan pada tabel berikut:
Figur 5. Materialitas atas Total Aset (Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan PPGL JAYA Persentase
Total Aset Rp303.907.174 Ribu Rp273.804.683 Ribu 90,09%
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA
dan Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR
Figur 6. Materialitas atas Pendapatan (Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan PPGL JAYA Persentase
Pendapatan Rp130.704.664 Ribu Rp53.382.202 Ribu 40,84%
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA
dan Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR
Figur 7. Materialitas atas Laba Bersih (Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan PPGL JAYA Persentase
Laba Bersih Rp7.006.778 Ribu Rp3.209.193 Ribu 45,80%
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA
dan Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR
Per 30 September 2025, JAYA dan Entitas Anak mencatatkan total aset sebesar
Rp273,8 Miliar, sementara PPGL mencatatkan total aset sebesar Rp303,9 Miliar,
sehingga diperoleh perhitungan materialitas atas total aset JAYA dan Entitas Anak
terhadap total aset PPGL adalah sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma Sembilan
Persen).
Berdasarkan pendapatan, JAYA dan Entitas Anak mencatatkan pendapatan per
30 September 2025 sebesar Rp53,38 Miliar, sementara PPGL mencatatkan pendapatan
sebesar Rp130,7 Miliar, sehingga diperoleh perhitungan materialitas atas pendapatan
JAYA dan Entitas Anak terhadap pendapatan PPGL adalah sebesar 40,84% (Empat Puluh
Koma Delapan Puluh Empat Persen).
Berdasarkan laba bersih, JAYA dan Entitas Anak mencatatkan laba bersih per
30 September 2025 sebesar Rp3,2 Miliar, sementara PPGL mencatatkan laba bersih
sebesar Rp7 Miliar, sehingga diperoleh perhitungan materialitas atas laba bersih JAYA
dan Entitas Anak terhadap pendapatan PPGL adalah sebesar 45,80% (Empat Puluh Lima
Koma Delapan Puluh Persen).
Halaman 5
Page 22
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa materialitas terdapat pada
akun total aset, pendapatan dan laba bersih JAYA dan Entitas Anak. Persentase
Materialitas terbesar berasal dari total aset yaitu sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma
Sembilan Persen), maka transaksi ini termasuk kedalam Transaksi Material sebagaimana
dimaksud dalam Bab II bagian kedua Pasal 3 Peraturan POJK Nomor 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Rencana Transaksi ini perlu
memperoleh persetujuan RUPS dikarenakan Rencana Transaksi ini melampaui transaksi
material lebih dari 50% berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Pasal 3 ayat (1) dan ayat (2)
transaksi material lebih dari 50% (lima puluh persen) wajib terlebih dahulu memperoleh
persetujuan RUPS.
1.11 Penugasan Penilaian Profesional
• Dalam menyusun laporan ini, DYR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh PPGL dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan
untuk perhitungan dan analisis telah dilakukan dengan benar. DYR tidak terlibat dan
tidak melakukan audit atas informasi yang disediakan tersebut.
• Sebagai tambahan, kami tidak terlibat dalam diskusi dengan PPGL sehubungan dengan
Rencana Transaksi tersebut dan kami tidak terlibat dalam komunikasi ataupun
interaksi apapun dalam mencapai konsensus mengenai persyaratan dan kondisi
Rencana Transaksi tersebut.
1.12 Pernyataan Penilai
• Laporan kami disusun berdasarkan permintaan dari PPGL yang dipakai semata-mata
untuk membantu PPGL dalam memberikan gambaran mengenai Rencana Transaksi
yang memerlukan pendapat dari pihak independen, pendapat tertulis yang akan
diserahkan ke OJK dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya. Karena pihak
lain mungkin bermaksud untuk menggunakan laporan ini untuk tujuan yang lain,
perlu ditegaskan bahwa laporan ini tidak dapat dikutip, direferensikan atau
diperlihatkan ke pihak lain tanpa ijin tertulis dari kami terlebih dahulu kecuali
diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku.
• PPGL telah membebaskan DYR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari
kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan PPGL,
perusahaan afiliasi, konsultan atau pihak ketiga, kepada DYR dalam penyusunan
laporan ini.
• Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek komersial dan finansial transaksi, di luar dari aspek
perpajakan, aspek lingkungan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup
penugasan kami.
• Manajemen PPGL menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
Rencana Transaksi telah diungkapkan seluruhnya kepada DYR dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
• Manajemen menyatakan tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi
tersebut. Manajemen menilai Rencana Transaksi akan memberikan nilai tambah bagi
perusahaan dan tidak ada unsur benturan kepentingan atau adanya pihak pengambil
keputusan yang diuntungkan atas Rencana Transaksi ini.
Halaman 6
Page 23
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
• Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PPGL
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan PPGL. DYR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh pendapat kewajaran yang disimpulkan.
• Perhitungan dan Analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah
dilakukan dengan benar.
• DYR bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan pendapat
kewajaran yang dihasilkan.
1.13 Data, Informasi dan Prosedur
1.13.1 Data Dan Informasi Rencana Transaksi
Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa
sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi :
• Data laporan keuangan audit dan limited review.
Jenis
Tahun Auditor Nomor dan Tanggal Opini
Laporan
PT Prima Globalindo Logistik Tbk dan Entitas Anak
KAP Heliantono No : 00190/2.0459/AU.1/05/1487-3/1/IV/2021 Wajar tanpa
2020 Audited
dan Rekan Tanggal : 05 April 2021 modifikasian
KAP Heliantono No : 00361/2.0459/AU.1/05/1493-1/1/IV/2022 Wajar tanpa
2021 Audited
dan Rekan Tanggal : 14 April 2022 modifikasian
KAP Heliantono No : 00266/2.0459/AU.1/05/1493-2/1/III/2023 Wajar tanpa
2022 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2023 modifikasian
KAP Heliantono No : 00341/2.0459/AU.1/05/1487-4/III/2024 Wajar tanpa
2023 Audited
dan Rekan Tanggal : 24 Maret 2024 modifikasian
KAP Heliantono No : 00376/2.0459/AU.1/05/1487-5/1/III/2025 Wajar tanpa
2024 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2025 modifikasian
KAP Heliantono Limited No : 00005/2.0459/RA/05/1487-6/1/I/2026
30-Sep-25 N/A
dan Rekan Review Tanggal : 13 Januari 2026
PT Armada Berjaya Trans Tbk dan Entitas Anak
KAP Heliantono No : 00071/2.0459/AU.1/06/1487-3/1/III/2021 Wajar tanpa
2020 Audited
dan Rekan Tanggal : 3 Maret 2021 modifikasian
KAP Heliantono No : 00132/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2022 Wajar tanpa
2021 Audited
dan Rekan Tanggal : 18 Maret 2022 modifikasian
KAP Heliantono No : 00252/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2023 Wajar tanpa
2022 Audited
dan Rekan Tanggal : 24 Maret 2023 modifikasian
KAP Heliantono No : 00305/2.0459/AU.1/06/1487-4/1/III/2024 Wajar tanpa
2023 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2024 modifikasian
Halaman 7
Page 24
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Jenis
Tahun Auditor Nomor dan Tanggal Opini
Laporan
KAP Heliantono No : 00375/2.0459/AU.1/06/1487-5/1/III/2025 Wajar tanpa
2024 Audited
dan Rekan Tanggal : 27 Maret 2025 modifikasian
KAP Heliantono No : 00035/2.0459/AU.1/06/1487-6/1/I/2026 Wajar tanpa
30-Sep-25 Audited
dan Rekan Tanggal : 12 Januari 2026 modifikasian
• Proforma Keuangan PPGL per 30 September 2025 nomor
00006/2.0459/RA/05/1487-6/1/1/2026 tanggal 19 Januari 2026 yang disiapkan
oleh KAP Heliantono dan Rekan.
• Proyeksi keuangan PPGL Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1
Oktober 2025 sampai dengan 2030 yang disiapkan oleh Manajemen PPGL.
• Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat(“PPJB”) antara Bapak
Darmawan Suryadi SM, Ibu Jap Astrid Patricia, dan PPGL.
• Laporan Penilaian 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak No. Laporan
00003/2.0041-00/PI/06/0384/0/I/2026 tanggal 22 Januari 2026 oleh KJPP Dasa’at,
Yudistira dan Rekan;
• Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan
kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari
instansi terkait seperti Bank Indonesia (www.bi.go.id).
1.13.2 Prosedur yang Digunakan Manajemen
Manajemen dalam melakukan Rencana Transaksi termasuk dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK”) Republik Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha. Oleh karenanya atas rencana ini perlu dilakukan
penilaian ekuitas atas objek rencana transaksi serta pendapat kewajaran dari pihak
Independen. PPGL telah menunjuk KJPP Dasa’at Yudistira dan Rekan untuk melakukan
penilaian ekuitas yang dijadikan objek Rencana Transaksi dan menunjuk KJPP Dasa’at
Yudistira dan Rekan untuk melakukan penyusunan laporan Pendapat Kewajaran
terhadap Rencana Transaksi.
Berikut laporan penilaian ekuitas yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi:
Figur 8. Laporan Penilaian JAYA dan Entitas Anak
Nomor & Cut Off
KJPP Penilai Objek Hasil
Tanggal laporan Penilaian
Ivan Teguh
No. Laporan Khristian, SE., Rp42.809.000.000,00-
Penilaian
KJPP Dasa’at 00003/2.0041- M.Ec.Dev., MAPPI (Empat Puluh Dua
30 September 45,79% Ekuitas
Yudistira dan 00/PI/06/0384/ (Cert.) dengan Miliar Delapan Ratus
2025 JAYA & Entitas
Rekan 0/I/2026 tanggal Nomor Ijin Sembilan Juta Rupiah)
Anak
22 Januari 2026 Penilaian Bisnis
B.1-14.00384
Sumber: Diolah DYR
Halaman 8
Page 25
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
1.14 Ruang Lingkup
Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, ketentuan-ketentuan yang tercantum
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal yang mencakup hal-hal meliputi:
• Analisis transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi, analisis perjanjian dan persyaratan
dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana Transaksi.
• Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi. Analisis kualitatif yang
meliputi riwayat PPGL dan kegiatan usaha PPGL, analisis industri dan lingkungan,
analisis operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
Keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi. Analisis kuantitatif meliputi analisis
laporan keuangan historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis
sensitivitas, analisis proyeksi keuangan, analisis inkremental kontribusi nilai
tambah PPGL, prosedur pengambilan keputusan dan hal material lainnya.
• Analisis atas kewajaran nilai transaksi meliputi perbandingan antara rencana nilai
transaksi dengan hasil Penilaian atas transaksi, analisis bahwa Rencana Nilai
Transaksi memberikan nilai tambah dan analisis nilai transaksi berada dalam
kisaran nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian.
• Analisis atas faktor lain yang relevan.
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Berdasarkan POJK 35/POJK.04/2020 Bab IX Pasal 35, berikut ini adalah beberapa asumsi
dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini:
• Laporan pendapat kewajaran bersifat non disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses pendapat kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, DYR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh PPGL dan atau data yang diperoleh dari informasi
yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
relevan.
• Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan pendapat kewajaran telah diungkapkan seluruhnya kepada DYR dan tidak
ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
• DYR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh PPGL dan telah
disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Laporan pendapat kewajaran yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional PPGL.
• DYR bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• DYR telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
pemberi tugas.
• Laporan pendapat kewajaran ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar
Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan atau
kepentingan lain diluar kepentingan Pasar Modal.
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait
Halaman 9
Page 26
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
dengan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini
diterbitkan.
• Dalam penyusunan pendapat kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban PPGL dan semua pihak yang
terlibat dalam aksi korporasi serta keakuratan informasi mengenai rencana aksi
korporasi yang diungkapkan oleh Manajemen PPGL.
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis
lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan
kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran.
Penyusunan pendapat kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan
mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
• Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini
sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan
dalam penyusunan pendapat kewajaran ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini.
• Laporan Pendapat Kewajaran ini dianalisa berdasarkan aspek kewajaran rencana
penjualan yang akan dilakukan oleh PPGL.
• DYR bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• DYR telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
pemberi tugas.
Halaman 10
Page 27
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
2 TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Alang,
S.H. No. 54 tanggal 19 Juni 2015. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-2444860.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 23 Juni 2015. Akta PPGL telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir melalui Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H.,
M.Hum., M.Kn., No. 44 tanggal 28 Juli 2022, antara lain sehubungan dengan perubahan
tempat kedudukan dan domisili PPGL. Akta Perubahan tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-0055021.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 4 Agustus 2022. PPGL
memiliki penyertaan pada PT Armada Berjaya Trans Tbk dan Entitas Anak (“JAYA”)
sebesar 45,79%.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan, saat ini PPGL bergerak dalam bidang
jasa pengurusan transportasi (freight forwarding). Sementara itu, JAYA adalah
perusahaan yang bergerak dalam bidang angkutan bermotor untuk barang umum,
aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya.
Sejalan dengan hasil evaluasi strategis PPGL terhadap fokus dan arah pengembangan
usaha ke depan, PPGL berencana untuk melakukan pelepasan saham JAYA guna
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha PPGL secara keseluruhan.
Melalui pelaksanaan pelepasan tersebut, PPGL diharapkan dapat lebih memusatkan
sumber daya dan perhatian manajemen pada kegiatan usaha utama (core business) yang
memberikan nilai tambah secara optimal bagi PPGL. Pelaksanaan tersebut juga
diharapkan dapat menyederhanakan struktur kelompok usaha serta mengurangi tingkat
kompleksitas dalam pengelolaan operasional dan keuangan. Dengan demikian,
manajemen PPGL dapat lebih fokus dalam upaya peningkatan kinerja operasional dan
daya saing usaha utama PPGL di masa mendatang.
Selain itu, melalui pelepasan ini, JAYA diharapkan memiliki fleksibilitas yang lebih besar
dalam menentukan strategi pendanaan dan pengembangan usahanya secara mandiri,
termasuk dalam memperoleh akses pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan dan profil
usahanya. Dengan demikian, PPGL tidak lagi menanggung kebutuhan pendanaan JAYA,
sehingga struktur permodalan dan arus kas PPGL dapat dikelola secara lebih optimal.
Berdasarkan pertimbangan atas kinerja JAYA serta evaluasi terhadap kontribusinya
terhadap kinerja PPGL, pelepasan ini diyakini tidak akan menimbulkan dampak negatif
yang material terhadap kelangsungan usaha PPGL. Sebaliknya, langkah ini diharapkan
dapat mendukung peningkatan fokus usaha serta perbaikan kinerja keuangan PPGL secara
berkelanjutan. Dengan dilaksanakannya pelepasan ini, diharapkan fundamental bisnis
PPGL menjadi lebih kuat, struktur keuangan menjadi lebih sehat, serta nilai PPGL dapat
terus terjaga dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pemegang saham,
termasuk pemegang saham publik, dalam jangka panjang. Oleh karena itu, PPGL
berencana untuk melakukan pelepasan 45,79% ekuitas JAYA dan Entitas Anak. Rencana
pelepasan tersebut oleh PPGL selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
2.2 Bentuk Rencana Transaksi dan Besarnya Dana Rencana Transaksi
Berdasarkan pembahasan unsur afiliasi dan materialitas atas Rencana Transaksi di atas,
dapat disimpulkan bahwa rencana transaksi yang akan dilakukan berupa rencana
pelepasan 45,79% ekuitas JAYA dan Entitas Anak yang merupakan transaksi material.
Rencana Transaksi tersebut memenuhi kriteria Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Halaman 11
Page 28
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Berdasarkan Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dengan Rencana Transaksi ini
sebesar Rp122 (Seratus Dua Puluh Dua Rupiah) per Saham atau sejumlah
Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus Dua Juta Delapan Ratus
Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah).
2.3 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen PPGL
Pertimbangan bisnis yang digunakan manajemen PPGL, sebagai berikut:
a. Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka melakukan pelepasan JAYA guna
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha PPGL secara keseluruhan.
Melalui pelaksanaan pelepasan tersebut, PPGL diharapkan dapat lebih memusatkan
sumber daya dan perhatian manajemen pada kegiatan usaha utama (core business)
yang memberikan nilai tambah secara optimal bagi PPGL.
b. Rencana Transaksi yang dilakukan oleh PPGL, JAYA diharapkan memiliki fleksibilitas
yang lebih besar dalam menentukan strategi pendanaan dan pengembangan
usahanya secara mandiri, termasuk dalam memperoleh akses pendanaan yang sesuai
dengan kebutuhan dan profil usahanya. Dengan demikian, PPGL tidak lagi
menanggung kebutuhan pendanaan JAYA, sehingga struktur permodalan dan arus kas
PPGL dapat dikelola secara lebih optimal.
c. Berdasarkan pertimbangan atas kinerja JAYA serta evaluasi terhadap kontribusinya
terhadap kinerja PPGL, Rencana Transaksi ini diyakini tidak akan menimbulkan
dampak negatif yang material terhadap kelangsungan usaha PPGL. Sebaliknya,
langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan fokus usaha serta perbaikan
kinerja keuangan PPGL secara berkelanjutan.
d. Diharapkan fundamental bisnis PPGL menjadi lebih kuat, struktur keuangan menjadi
lebih sehat, serta nilai PPGL dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang
optimal bagi seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik, dalam
jangka panjang.
2.4 Objek Rencana Transaksi
Objek rencana transaksi adalah Rencana Pelepasan 45,79% ekuitas JAYA dan Entitas Anak
oleh PPGL.
2.4.1 Ringkasan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB)
PERJANJIAN JUAL BELI SAHAM BERSYARAT
Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (“Perjanjian”) ini dibuat pada tanggal XXX 2026
antara:
1. PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK TBK, suatu perseroan terbatas terbuka yang
didirikan secara sah berdasarkan hukum negara Republik Indonesia, berkedudukan
di Jakarta dan beralamat terdaftar di Green Sedayu Bizpark Cakung Blok GS7 No.
19, Cakung, Jakarta Timur (selanjutnya disebut "Pihak Pertama");
Halaman 12
Page 29
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
2. DARMAWAN SURYADI SM, perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan
Swadarma Raya Green Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003,
Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu
Tanda Penduduk No. 3174092109730004, dan
3. JAP ASTRID PATRICIA, perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan
Swadarma Raya Green Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003,
Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu
Tanda Penduduk No. 317409630880006,
(selanjutnya bersama-sama disebut “Pihak Kedua”)
PERNYATAAN-PERNYATAAN PENDAHULUAN:
a. BAHWA Pihak Pertama adalah pemegang saham 365.597.400 (Tiga ratus enam
puluh lima juta lima lima ratus sembilan puluh tujuh ribu empat ratus) saham yang
pada tanggal Perjanjian ini merupakan 45,79% (Empat puluh lima koma tujuh
sembilan) dari saham PT Armada Berjaya Trans Tbk yang telah dikeluarkan dan
disetor penuh dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp.100,- (Seratus
Rupiah) (selanjutnya disebut "Saham Yang Dijual");
b. BAHWA Pihak Kedua adalah masing-masing sebagai Direktur Utama dan Komisaris
Utama dari PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“Perseroan”);
c. BAHWA Pihak Kedua masing-masing adalah pemegang saham 409.637.667 (Empat
ratus sembilan juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus enam puluh tujuh)
saham yang pada tanggal Perjanjian ini merupakan 53,12% (Lima puluh tiga koma
satu dua persen) dan pemegang saham 175.818.833 (Seratus tujuh puluh lima juta
delapan ratus delapan belas ribu delapan ratus tiga puluh tiga) saham yang pada
tanggal Perjanjian ini merupakan 22,80% (Dua puluh dua koma delapan kosong
persen) dari saham Perseroan;
d. BAHWA Pihak Pertama bermaksud untuk menjual Saham Yang Dijual, dan Pihak
Kedua bermaksud untuk membeli Saham Yang Dijual sesuai dengan syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini.
e. BAHWA Para Pihak sepakat untuk mendokumentasikan pemahaman dan
kesepakatan Para Pihak dalam Perjanjian ini dengan tunduk kepada syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam Perjanjlan ini.
Maka, Oleh karenanya,berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Para Pihak setuju dan
sepakat untuk melaksanakan Perjanjian ini dengan syarat-syarat dan ketentuan-
ketentuan sebagai berikut:
PASAL 1
JUAL BELI
1. Dengan tunduk pada ketentuan-ketentuan Perjanjian ini, Pihak Pertama dengan
ini setuju untuk menjual kepada Pihak Kedua, dan Pihak Kedua dengan ini setuju
untuk membeli dan menerima dari Pihak Pertama penjualan, pemindahan, dan
pengalihan atas Saham Yang Dijual, termasuk seluruh hak dan alas hak atas serta
kepentingan yang terkandung dalam Saham Yang Dijual, bebas dari segala
pembebanan;
2. Perjanjian ini berlaku efektif pada tanggal Perjanjian ini namun pengalihan yang
dimaksudkan di sini hanya akan efektif pada penyelesaian transaksi penjualan dan
Halaman 13
Page 30
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
pembelian Saham Yang Dijual, setelah dipenuhinya (atau dikesampingkannya oleh
Pihak Kedua) persyaratan-persyaratan pendahuluan sebagaimana dinyatakan
dalam Pasal 4 Perjanjian ini.
PASAL 2
JUMLAH SAHAM YANG DITRANSAKSIKAN
1. Pihak Pertama akan menjual Saham Yang Dijual kepada Pihak Kedua sejumlah
365.597.400 (Tiga ratus enam puluh lima juta lima lima ratus sembilan puluh tujuh
ribu empat ratus) saham dari Saham Yang Dijual.
2. Pihak Kedua Tuan Darmawan Suryadi SM akan membeli 256.220.600 (Dua Ratus
lima puluh enam juta dua ratus dua puluh ribu enam ratsu) saham dan Nyonya Jap
Astrid Patricia akan membeli 109.376.800 (Seratus sembilan juta tiga ratus tujuh
puluh enam ribu delapan ratus) saham dari Saham Yang Dijual.
PASAL 3
HARGA JUAL BELI
1. Jumlah harga yang kan dibayarkan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama atas
penjualan Saham Yang Dijual adalah sejumlah Rp122 (Seratus Dua Puluh Dua
Rupiah) per Saham atau sejumlah Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar
Enam Ratus Dua Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah)
(“Harga Jual Beli”) yang akan dibayarkan sesuai dengan Pasal 3 Perjanjian ini;
2. Pihak Kedua akan membayar Harga Jual Beli dalam dua tahap sebagai berikut:
i. Uang muka tahap pertama sebesar Rp17.841.153.120 (Tujuh belas milyar
delapan ratus empat puluh satu juta seratus lima puluh tiga ribu seratus dua
puluh Rupiah) (“Uang Muka Tahap Pertama”) atau sebesar 40% paling lambat
pada bulan Juli 2026, sebagai pembayaran sebagian dari Harga Jual Beli
Saham, dimana seluruh Uang Muka Tahap Pertama akan dikembalikan kepada
Pihak Kedua apabila penyelesaian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 4
tidak terjadi sampai dengan berakhirnya Tanggal Target Penyelesaian karena
kesalahan Pihak Pertama dan Kedua;
ii. tunduk pada pemenuhan Kondisi Prasyarat, sisa Harga Jual Beli setelah
dikurangi Uang Muka Tahap Pertama, yaitu 60% atau sebesar
Rp. 26.761.729.680 (Dua puluh enam milyar tujuh ratus enam puluh satu juta
tujuh ratus dua puluh sembilan ribu enam ratus delapan puluh Rupiah)
("Pelunasan Harga Jual Beli") paling lambat bulan Desember 2026 atau
sebelum penandatanganan akta pengalihan saham sehubungan dengan Saham
Yang Dijual.
3. Pembayaran Harga Jual Beli berdasarkan Pasal 3.1 harus dilakukan oleh Pihak
Kedua kepada Pihak Pertama melalui transfer bank ke rekening sebagai berikut:
Nama Rekening : PT Prima Globalindo Logistik
Nama Bank : Bank BCA KCP Griya Utama
Nomor Rekening : 6460320915
4. Setiap Pihak akan bertanggung jawab atas pajak-pajak, potongan-potongan atau
biaya-biaya yang berlaku terhadap penjualan Saham Yang Dijual berdasarkan
peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku.
Halaman 14
Page 31
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PASAL 4
PERSYARATAN-PERSYARATAN PENDAHULUAN
1. Perjanjian ini dan penyelesaian atasnya akan bergantung pada dilaksanakan dan
dipenuhinya hal-hal berikut ini ("Kondisi Prasyarat");
a. Keputusan pemegang saham Perseroan untuk menyetujui antara lain: (i)
rencana penjualan dan pengalihan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua
atas Saham Yang Dijual, (ii) struktur permodalan dan komposisi peyertaan
permodalan perseroan sesuai pengalihan Saham Yang Dijual;
b. setiap persetujuan korporasi yang wajib diperoleh Pihak Pertama
dan/atau Pihak Kedua untuk menandatangani dan melaksanakan
transaksi yang dibuat berdasarkan Perjanjian ini;
c. Perseroan telah menjalankan dan memperoleh semua pengajuan dan
persetujuan berdasarkan peraturan yang diwajibkan oleh hukum dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk
namun tidak terbatas pada persetujuan dari Badan Koordinasi
Penanaman Modal mengenai susunan pemegang saham Perseroan yang baru
sehubungan dengan pengalihan Saham Yang Dijual; dan
d. Pihak Pertama telah menyiapkan laporan penilai atas transaksi yang
dimaksud di dalam Perjanjian ini yang menyatakan transaksi ini wajar
dan tanpa pengecualian sebagaimana yang disyaratkan dalam Peraturan
OJK No. 17 Tahun 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha dan Peraturan OJK No. 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingn untuk kepentingan pembelian Saham Yang Dijual.
2. Para Pihak wajib mengusahakan dengan sebaik-baiknya dan dengan itikad baik
untuk memenuhi Kondisi Prasyarat terlebih dahulu selambat-lambatnya pada
tanggal XXX (''Tanggal Target Penyelesaian").
3. Apabila setelah lewatnya Tanggal Target Penyelesaian, ternyata masih ada Kondisi
Prasyarat yang belum terpenuhi, maka Para Pihak akan berdiskusi dan
memutuskan untuk mengesampingkan hal-hal yang belum terpenuhi tersebut,
mengundurkan tanggal pemenuhan tersebut, ataupun menunda pemenuhan hal-
hal yang belum terpenuhi tersebut
PASAL 5
PENYELESAIAN
1. Penyelesaian Perjanjian ini akan dilakukan paling lambat 30 hari kalender setelah
dipenuhinya (atau dikesampingkan oleh Pihak Kedua) semua Kondisi Prasyarat
(''Tanggal Penyelesaian") di tempat yang disetujui oleh Para Pihak;
2. Pada Tanggal Penyelesaian hal-hal tersebut di bawah ini harus terjadi secara
berurutan:
a. Pihak Pertama akan menyerahkan kepada Pihak Kedua keputusan pemegang
saham Perseroan untuk menyetujui, antara lain, (i) penjualan dan pengalihan
oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua atas Saham Yang Dijual, dan (ii)
struktur permodalan dan komposisi penyertaan permodalan Perseroan
sesuai pengalihan Saham Yang Dijual;
Halaman 15
Page 32
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
b. Pihak Kedua telah melakukan pembayaran Pelunasan Harga Jual Beli untuk
pembelian Saham Yang Dijual kepada Pihak Pertama dan Kedua;
c. Para Pihak akan membuat dan menandatangani akta pengalihan saham dalam
bentuk yang dapat diterima oleh Para Pihak dalam bentuk akta notaris;
3. Sesegera mungkin setelah Tanggal Penyelesaian, Para Pihak harus bekerja sama
menggunakan semua upaya yang wajar untuk mengambil semua langkah yang
diperlukan untuk memastikan notaris melakukan pelaporan sebagaimana
diperlukan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan pendaftaran
dalam Daftar Perusahaan.
PASAL 6
PENUTUP
1. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua), di antaranya bermaterai cukup dan
mempunyai kekuatan hukum yang sama , setelah masing-masing PIHAK
menandatanganinya dan untuk keperluan administrasi dapat dibuat salinan
secukupnya.
2. Jika terjadi perselisihan, kedua belah PIHAK diselesaikan secara musyawarah, dan
apabila secara musyawarah tidak diperoleh penyelesaian, maka kedua belah pihak
memilih tempat kediaman yang sah dan tidak berubah di kantor Panitera
Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
3. Hal-hal yang belum diatur dan timbul setelah perjanjian ini ditandatangani,
dituangkan dalam bentuk addendum yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari perjanjian ini.
Halaman 16
Page 33
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
2.5 Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi
2.5.1 Pihak Penjual - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Sejarah
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Alang,
S.H. No. 54 tanggal 19 Juni 2015. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-2444860.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 23 Juni 2015. Anggaran Dasar PPGL
telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi
Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 44 tanggal 28 Juli 2022, antara lain sehubungan
dengan perubahan tempat kedudukan dan domisili PPGL. Akta Perubahan tersebut telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0055021.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
4 Agustus 2022.
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PPGL, ruang lingkup kegiatan utama PPGL
meliputi usaha dalam bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding). PPGL
memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2015. Kantor PPGL berlokasi di
Green Sedayu Bizpark Cakung Gs 7 No. 19, Cakung Timur, Jakarta Timur.
Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan Laporan keuangan limited review PPGL per 30 September 2025 oleh KAP
Heliantono dan Rekan, susunan pemegang saham PPGL adalah sebagai berikut:
Figur 9. Susunan Pemegang Saham PPGL
Persentase
Pemegang Saham Lembar Saham Jumlah
Kepemilikan
Darmawan Suryadi SM 406.076.333 52,66% 8.933.679.326
Jap Astrid Patricia 177.926.767 23,07% 3.914.388.874
Suryawarni Surli 40.093.000 5,20% 882.046.000
Masyarakat (masing-masing dengan
147.081.920 19,07% 3.235.802.240
pemilikan di bawah 5%)
Total 771.178.020 100,00% 16.965.916.440
Sumber: Manajemen
Susunan Kepengurusan
Komisaris : Jap Astrid Patricia
Komisaris Independen : I Made Satyaguna
Direktur Utama : Darmawan Suryadi SM
Direktur : Hafez Salammudin
Profil Keuangan PPGL
Analisis kinerja keuangan historis PPGL didasarkan atas Laporan Keuangan yang telah
diaudit tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 dan di review per 30 September 2025
oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan.
Halaman 17
Page 34
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Berikut profil keuangan PPGL:
Figur 10. Ikhtisar Laba (Rugi) PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
PENDAPATAN 136.611.674 258.805.384 291.113.648 184.209.898 211.734.531 130.704.664
BEBAN POKOK
(101.665.793) (199.731.420) (225.687.935) (127.522.122) (151.674.908) (89.857.318)
PENDAPATAN
LABA (RUGI) KOTOR 34.945.880 59.073.964 65.425.713 56.687.776 60.059.623 40.847.345
Beban umum dan
(23.956.183) (31.394.292) (36.552.134) (37.424.672) (37.975.172) (29.977.509)
administrasi
Beban bunga (3.602.156) (2.522.447) (1.683.812) (2.313.233) (3.682.680) (4.622.579)
Laba (rugi) penjualan
aset tetap dan properti (178.839) (323.375) (468.861) 3.919.742 (320.914) 2.996.106
investasi
Penghasilan bunga 91.265 194.745 43.819 445.216 285.021 252.038
Pendapatan klaim
399.236 428.435 37.678 120.257 280.991 29.277
asuransi kendaraan
Keuntungan atas
1.398.795 (276.181) 36.865 73.234 0 0
penjualan efek
Lain-lain 76.063 28.603 115.201 1.171.423 579.023 282.968
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK FINAL
9.174.062 25.209.452 26.954.468 22.679.742 19.225.892 9.807.647
DAN PAJAK
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK FINAL 0 (7.100) (53.694) (306.970) (657.152) (483.295)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 9.174.062 25.202.352 26.900.774 22.372.772 18.568.740 9.324.352
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
Kini (1.189.348) (4.834.430) (6.530.528) (4.992.417) (5.798.245) (2.368.157)
Tangguhan (1.217.187) (57.663) 74.424 52.156 108.172 50.584
Beban Pajak Penghasilan (2.406.535) (4.892.093) (6.456.104) (4.940.261) (5.690.074) (2.317.574)
LABA (RUGI) TAHUN
6.767.527 20.310.259 20.444.670 17.432.511 12.878.666 7.006.778
BERJALAN
PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba
rugi:
Pengukuran kembali
46.495 38.804 203.593 41.716 107.904 5.061
liabilitas imbalan kerja
Efek pajak terkait 0 0 0 (9.178) (23.739) (1.113)
Penghasilan
46.495 38.804 203.593 32.539 84.165 3.948
komprehensif lain
Halaman 18
Page 35
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN 6.814.022 20.349.063 20.648.263 17.465.049 12.962.831 7.010.726
BERJALAN
Sumber : Laporan keuangan PPGL
Figur 11. Ikhtisar Posisi Keuangan PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.298.398 3.663.407 9.653.356 10.778.945 10.852.664 10.000.505
Investasi jangka pendek 0 0 5.130.869 968 968 968
Piutang usaha 46.728.945 54.220.296 53.578.022 42.685.136 48.226.730 32.978.441
Piutang lain-lain 1.899.265 1.773.215 2.722.499 3.015.744 3.246.118 3.508.671
Persediaan 0 0 19.067.216 21.599.892 19.779.892 19.584.892
Pajak dibayar dimuka 0 0 86.806 2.466.440 3.187.708 6.520.293
Biaya dibayar dimuka dan
10.858.675 34.203.280 1.078.780 3.065.924 1.458.811 4.204.380
uang muka
Kas di Bank dan deposito
yang dibatasi 0 0 4.500.000 0 3.067.870 129.722
penggunaannya
JUMLAH ASET LANCAR 65.785.283 93.860.197 95.817.549 83.613.049 89.820.760 76.927.872
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 60.359.747 61.152.145 53.573.113 71.373.239 107.253.769 161.767.129
Properti investasi 0 5.121.768 22.881.191 37.627.051 50.649.160 53.622.300
Aset pajak tangguhan 0 0 3.006.670 245.406 329.839 379.309
Aset hak guna 215.076 185.428 202.428 5.383.789 6.311.597 6.142.141
Uang muka pembelian
0 0 0 0 2.650.000 2.250.000
tanah
Taksiran klaim pajak
2.297.864 2.642.416 1.534.994 659.780 659.780 1.879.287
penghasilan
Aset lain-lain 20.000 20.000 0 25.000 939.136 939.136
JUMLAH ASET TIDAK
62.892.686 69.121.757 81.198.396 115.314.266 168.793.280 226.979.302
LANCAR
JUMLAH ASET 128.677.970 162.981.954 177.015.945 198.927.314 258.614.040 303.907.174
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Halaman 19
Page 36
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
LIABILITAS JANGKA
PENDEK
Utang bank 0 0 4.050.000 0 3.761.500 2.962.371
Utang usaha 22.041.126 17.705.343 9.024.254 6.378.772 7.864.970 5.688.166
Utang lain-lain 0 204.695 5.286.924 5.122.169 10.163.292 45.710.616
Utang pajak 839.194 957.469 1.277.062 1.691.777 912.381 973.188
Beban akrual 623.378 640.452 157.227 247.765 171.125 791.126
Uang muka penjualan dan
pendapatan diterima di 1.340 482.300 12.948 13.520.720 24.794.905 29.965.769
muka
Liabilitas jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Utang bank 0 0 0 0 352.939 379.602
Utang pembiataan
3.298.488 968.717 766.214 7.873.663 17.021.708 20.761.132
konsumen
Liabilitas sewa
6.155.372 3.821.775 1.700.824 2.026.367 4.901.523 8.716.972
pembiayaan
Utang dividen 0 4.500.128 0 0 0 0
Utang ke lembaga
6.551.496 3.995.482 9.263.060 2.065.256 11.343.662 7.017.527
keuangan lainnya
JUMLAH LIABILITAS
39.510.394 33.276.361 31.538.512 38.926.488 81.288.004 122.966.470
JANGKA PENDEK
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Liabilitas jangka panjang
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Utang bank 0 0 0 0 3.591.499 4.303.370
Utang pembiayaan
579.093 1.248.769 482.556 12.957.652 20.730.229 21.728.662
konsumen
Liabilitas sewa
2.540.032 3.137.424 1.436.600 192.836 6.287.212 8.503.069
pembiayaan
Liabilitas diestimasi atas
889.677 842.855 876.866 1.043.828 1.244.056 1.485.076
imbalan kerja
JUMLAH LIABILITAS
4.008.803 5.229.048 2.796.021 14.194.316 31.852.996 36.020.177
JANGKA PANJANG
JUMLAH LIABILITAS 43.519.197 38.505.409 34.334.533 53.120.804 113.141.500 158.986.647
EKUITAS
Modal saham 16.500.000 16.500.470 16.965.916 16.965.916 16.965.916 16.965.916
Tambahan modal disetor 10.458.519 10.461.294 13.211.662 13.211.662 13.211.662 13.211.662
Selisih transaksi
perubahan ekuitas 7.740.890 8.272.136 9.682.178 10.857.290 11.896.959 11.896.959
Entitas Anak
Saldo laba
Telah ditentukan
0 0 0 0 1.000.000 2.000.000
penggunaannya
Belum ditentukan
3.530.841 15.530.878 26.215.898 34.675.914 35.093.332 33.962.015
penggunaannya
Penghasilan
(70.748) (62.141) 64.926 105.180 180.279 178.450
komprehensif lain
Sub-jumlah 38.159.502 50.702.635 66.140.581 75.815.962 78.348.148 78.215.002
Kepentingan Non-
46.999.271 73.773.909 76.540.831 69.990.548 67.124.392 66.705.525
Pengendali
Halaman 20
Page 37
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
JUMLAH EKUITAS 85.158.773 124.476.545 142.681.412 145.806.511 145.472.540 144.920.527
JUMLAH LIABILITAS DAN
128.677.970 162.981.954 177.015.945 198.927.314 258.614.040 303.907.174
EKUITAS
Sumber : Laporan keuangan PPGL
Figur 12. Ikhtisar Arus Kas PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari
114.266.040 251.794.994 291.286.569 208.610.556 217.467.123 151.123.817
pelanggan
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (93.461.722) (191.045.897) (250.887.184) (129.862.616) (143.968.677) (86.866.572)
Operasional lainnya (18.771.874) (25.819.316) (27.315.691) (38.453.185) (30.879.129) (29.866.846)
Pembayaran beban pajak (1.707.824) (5.067.808) (5.244.013) (6.389.092) (8.511.665) (4.622.579)
Pembayaran beban bunga (3.602.156) (2.522.447) (1.683.812) (2.313.233) (3.285.933) (4.090.539)
Penerimaan penghasilan
399.236 428.435 43.819 445.216 298.748 252.038
bunga
Penghasilan klaim
91.265 194.745 37.678 120.257 280.991 29.277
asuransi kendaraan
Lain-lain 76.063 28.603 115.201 1.171.423 168.549 0
Kas bersih yang
diperoleh dari
(2.710.971) 27.991.309 6.352.568 33.329.326 31.570.007 25.958.597
(digunakan untuk)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset
8.917.000 3.802.636 1.383.576 9.612.477 20.071.862 32.465.548
tetap
Perolehan properti
0 (5.196.685) (17.920.232) (16.181.572) (18.576.494) (6.006.906)
investasi
Perolehan aset tetap (2.212.463) (4.707.326) (2.275.970) (2.232.426) (17.670.745) (22.912.911)
Hasil penjualan properti
0 0 0 1.000.000 4.950.000 3.732.000
investasi
Penempatan kas di bank
dan deposito yang 0 0 0 0 (3.067.870) 2.938.147
dibatasi penggunaannya
Uang muka pembelian
0 (33.530.000) 33.530.000 (1.185.854) (2.650.000) (1.542.019)
aset tetap
Aset lain-lain 0 0 0 (25.000) (914.136) 0
Perolehan aset hak guna 0 0 (3.069.550) (2.521.080) (150.000) 0
Penerimaan deposito
yang dibatasi 0 0 0 4.500.000 0 0
penggunaannya
Penjualan investasi pada
8.488.795 24.381.764 3.459.256 12.862.346 0 0
portofolio efek
Penempatan investasi
(7.090.000) (24.657.945) (8.553.261) (7.659.211) 0 0
pada portofolio efek
Kas bersih yang
diperoleh dari
8.103.332 (39.907.556) 6.553.819 (1.830.319) (18.007.383) 8.673.860
(digunakan untuk)
aktivitas investasi
Halaman 21
Page 38
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari:
Utang bank 0 0 4.050.000 0 7.705.938 5.674.868
Utang ke lembaga
56.341.856 157.583.729 123.909.181 28.817.150 30.084.870 8.041.811
keuangan lainnya
Utang lain-lain 0 0 0 4.789.908 0 0
Utang pembiayaan
1.920.000 0 0 0 0 0
konsumen
Utang dividen 0 0 (4.500.128) 0 0 0
Pembayaran untuk:
Utang bank 0 0 0 (4.050.000) 0 (7.717.302)
Utang pembiayaan
(6.959.038) (3.820.888) (968.717) (3.247.912) (14.835.387) (17.486.784)
konsumen
Liabilitas sewa
(6.251.378) (7.810.678) (3.821.775) (8.004.071) (2.690.660) (6.048.363)
pembiayaan
Utang ke lembaga
(57.955.113) (160.139.743) (118.641.603) (36.014.954) (20.806.464) (12.367.945)
keuangan lainnya
Pembayaran dividen (1.500.000) 0 (6.932.514) (3.084.712) (8.125.692) (5.398.246)
Penurunan modal pada
Entitas Anak dari
(40.919) 0 0 (5.912.959) (2.657.000) 0
Kepentingan Non-
Pengendali
Perolehan dari
penawaran umum
perdana setelah 13.689.549 0 0 0 0 0
dikurangi biaya emisi
saham
Pembayaran dividen dari
Entitas Anak kepada (264.060) (502.034) (1.857.669) (3.665.868) (2.164.510) (2.164.514)
pihak Non-Pengendali
Penempatan deposito
yang dibatasi 0 0 (4.500.000) 0 0 0
penggunaannya
Pelaksanaan waran 0 3.244 3.215.815 0 0 0
Setoran modal dari
Kepentingan Non- 0 23.967.627 3.130.971 1 0 21
Pengendali
Kas bersih yang
diperoleh dari
(1.019.102) 9.281.256 (6.916.438) (30.373.417) (13.488.906) (37.466.454)
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN SETARA 4.373.258 (2.634.991) 5.989.948 1.125.590 73.719 (2.833.998)
KAS
KAS DAN SETARA KAS
1.925.140 6.298.398 3.663.407 9.653.356 10.778.945 10.852.664
AWAL TAHUN
KAS DAN SETARA KAS
6.298.398 3.663.407 9.653.356 10.778.945 10.852.664 8.018.666
AKHIR TAHUN
Sumber : Laporan keuangan PPGL
Halaman 22
Page 39
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
2.5.2 Pihak Pembeli
DARMAWAN SURYADI SM
Perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan Swadarma Raya Green
Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003, Kelurahan Ulujami,
Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu Tanda Penduduk
No. 3174092109730004.
JAP ASTRID PATRICIA
Perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan Swadarma Raya Green
Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003, Kelurahan Ulujami,
Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu Tanda Penduduk
No. 3174092109730004.
2.6 Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan
Berdasarkan informasi dari manajemen bahwa tidak ada perubahan antara isi dari
Perjanjian antara PPGL dengan pihak yang akan bertransaksi yang disampaikan dengan
perjanjian yang disepakati nantinya.
Halaman 23
Page 40
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
3 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF
3.1 Analisis Kualitatif
3.1.1 Riwayat Perusahaan
PPGL didirikan berdasarkan Akta Notaris Alang, S.H. No. 54 tanggal 19 Juni 2015. Akta
pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-2444860.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal
23 Juni 2015. Akta PPGL telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir melalui
Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 44 tanggal 28 Juli 2022,
antara lain sehubungan dengan perubahan tempat kedudukan dan domisili PPGL. Akta
Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0055021.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 4 Agustus 2022.
PPGL memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2015. Kantor PPGL berlokasi
di Green Sedayu Bizpark Cakung Gs 7 No. 19, Cakung Timur, Jakarta Timur.
Produk dan Layanan
1. Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding)
Ini merupakan lini bisnis utama PPGL yang melayani pengiriman barang secara
door-to-door maupun port-to-port.
• Sea Freight (Angkutan Laut)
Layanan pengiriman menggunakan kontainer, baik dalam skala besar (Full
Container Load/FCL) maupun skala kecil (Less Container Load/LCL) untuk
rute internasional dan domestik.
• Air Freight (Angkutan Udara)
Layanan pengiriman barang yang membutuhkan kecepatan tinggi
menggunakan maskapai kargo untuk komoditas ekspor dan impor.
• Multimodal Transport
Kombinasi berbagai moda transportasi (darat, laut, udara) untuk memastikan
barang sampai ke lokasi tujuan di pedalaman dengan biaya yang paling efisien.
2. Jasa Kepabeanan (Customs Clearance)
PPGL memiliki keahlian dalam menangani administrasi dan regulasi pemerintah
terkait arus barang keluar dan masuk wilayah pabean Indonesia.
• Customs Brokerage
Pengurusan dokumen pabean, pengklasifikasian kode HS (Harmonized
System), hingga perhitungan pajak dalam rangka impor (PDRI).
• Export-Import Licensing
Pendampingan dan pengurusan izin-izin khusus yang diperlukan untuk
komoditas tertentu agar sesuai dengan regulasi perdagangan internasional.
3. Pergudangan dan Penyimpanan (Warehousing)
Layanan ini bertujuan untuk mendukung manajemen inventori pelanggan sebelum
barang dikirim ke tujuan akhir.
• Inventory Management
Halaman 24
Page 41
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Pengelolaan stok barang dengan sistem pelaporan yang akurat.
• Cross-Docking
Proses bongkar muat barang dari truk pengangkut langsung ke truk pengirim
dengan waktu penyimpanan yang minim untuk mempercepat distribusi.
• Value Added Services
Layanan tambahan di dalam gudang seperti pelabelan (labeling), pengemasan
ulang (re-packing), dan penyortiran barang sesuai permintaan pelanggan.
4. Transportasi Darat (Trucking)
Untuk menjamin konektivitas dari pelabuhan atau bandara ke lokasi gudang
pelanggan, PPGL menyediakan armada transportasi darat.
• Inland Transport
Pengiriman barang menggunakan berbagai tipe truk (CDD, Fuso, hingga
Wingbox) yang disesuaikan dengan volume dan jenis kargo.
• Container Haulage
Jasa pengangkutan peti kemas dari pelabuhan menuju pabrik atau gudang
(dan sebaliknya) menggunakan truk trailer.
5. Manajemen Proyek Logistik (Project Logistics)
Layanan khusus untuk pengiriman barang-barang dengan dimensi besar (oversized)
atau berat berlebih (heavy lift) yang biasanya diperlukan oleh industri
infrastruktur, energi, dan manufaktur besar. Ini mencakup perencanaan rute
khusus dan penggunaan alat berat untuk proses loading/unloading.
3.1.2 Sifat Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan utama PPGL
meliputi usaha dalam bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding). Saat
ini, PPGL melakukan kegiatan usaha sesuai dengan Anggaran Dasar tersebut.
Halaman 25
Page 42
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
3.1.3 Struktur Organisasi PPGL
Berikut adalah struktur organisasi PPGL:
Figur 13. Susunan Perusahaan PPGL
Sumber: Laporan Tahunan PPGL per 31 Desember 2024
Halaman 26
Page 43
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
3.1.4 Analisis Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia masih dalam tren melambat akibat dampak tarif Amerika Serikat
(AS) yang mendorong ketidakpastian tetap tinggi. AS kembali mengenakan tambahan
tarif kepada sektor farmasi, mebel, dan otomotif sejak 1 Oktober 2025 serta
mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan sebesar 100% terhadap produk asal
Tiongkok. Berbagai indikator menunjukkan kebijakan tarif AS memperlemah kinerja
perdagangan global, tecermin dari melambatnya ekspor dan impor di sebagian besar
negara. Di AS, pertumbuhan ekonomi masih lemah sehingga mendorong berlanjutnya
penurunan kondisi ketenagakerjaan. Ekonomi Jepang, Eropa, dan India belum kuat
dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, di tengah stimulus fiskal-moneter yang telah
dilakukan. Sementara itu, perekonomian Tiongkok pada triwulan III 2025 meningkat
didorong oleh stimulus fiskal. Probabilitas penurunan kembali Fed Funds Rate (FFR)
semakin besar sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan di AS yang lemah. Sejalan
dengan itu, yield US Treasury jangka pendek kembali menurun dan indeks mata uang
dolar AS (DXY) cenderung melemah. Aliran modal ke emerging market (EM) masih
berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan
kapasitas perekonomian. Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi
pada triwulan III 2025 ditopang oleh kenaikan ekspor sebagai antisipasi terhadap
pengenaan tarif resiprokal AS, terutama terjadi pada komoditas minyak kelapa sawit
(CPO) dan besi baja. Sementara itu, permintaan domestik masih perlu terus diperkuat
sehingga dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi. Belanja
Pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan pertumbuhan
ekonomi triwulan III 2025. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi
didorong oleh kinerja produksi LU Pertanian, LU Industri Pengolahan, dan LU
Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan wilayah Jawa dan Sumatera
diprakirakan lebih baik dari prakiraan didorong oleh LU Industri Pengolahan dan LU
Pertanian.
Figur 14. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Sumber: BPS dalam Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2025
Halaman 27
Page 44
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal.
Transaksi berjalan pada triwulan III 2025 diprakirakan mencatat surplus ditopang oleh
berlanjutnya surplus neraca perdagangan pada September 2025. Ekspor nonmigas
meningkat di tengah perlambatan ekonomi global sejalan dengan antisipasi eksportir
terhadap tarif resiprokal AS, termasuk ekspor ke India dan Tiongkok untuk komoditas
minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja. Kinerja transaksi modal dan finansial
diprakirakan mengalami defisit dengan terjadinya net outflows investasi portofolio
seiring tingginya ketidakpastian global dan pembayaran utang luar negeri, di tengah
tetap positifnya penanaman modal langsung. Sejak September 2025 hingga 20 Oktober
2025, investasi portofolio tercatat net outflows sebesar 5,26 miliar dolar AS yang
mengharuskan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi dalam rangka stabilisasi nilai
tukar Rupiah. Posisi cadangan devisa pada akhir September 2025 tetap kuat sebesar
148,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor.
Figur 15. Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025
Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2025.
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, didukung oleh
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat
sebesar Rp16.585 per dolar AS, atau menguat 0,45% (ptp) dibandingkan dengan level
pada akhir September 2025. Rupiah sempat melemah pada September 2025 sebesar
1,05% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Agustus 2025 sejalan dengan
ketidakpastian yang cukup tinggi. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
Indonesia menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan pasar NDF
baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan Rupiah
yang kembali menguat pada Oktober 2025. Peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh
eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
(DHE SDA) juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.
Halaman 28
Page 45
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Perkembangan Inflasi
Tekanan inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK September
tercatat sebesar 2,65% (yoy). Inflasi inti tetap rendah sebesar 2,19% (yoy), dipengaruhi
oleh pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi
suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkau ekspektasi inflasi
sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang rendah. Inflasi kelompok
administered prices (AP) juga tetap rendah sebesar 1,10% (yoy) seiring menurunnya
tarif angkutan dan bensin di tengah kenaikan harga jual eceran rokok. Sementara itu,
inflasi kelompok volatile food (VF) meningkat menjadi 6,44% (yoy) didorong terutama
oleh kenaikan harga komoditas cabai, bawang, beras, dan daging ayam ras seiring
berakhirnya masa panen dan peningkatan biaya input produksi.
Figur 16. Peta Inflasi Daerah September Tahun 2025
Sumber: BPS dalam Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2025
Perkembangan Suku Bunga
Seiring dengan penurunan BI-Rate sebesar 150 bps sejak September 2024 dan ekspansi
likuiditas moneter Bank ndonesia, suku bunga INDONIA turun sebesar 204 bps dari 6,03%
pada awal 2025 menjadi 3,99% pada 21 Oktober 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6,
9, dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 251 bps, 254 bps, dan 257 bps
sejak awal 2025 menjadi 4,67%; dan 4,70% pada 17 Oktober 2025. Imbal hasil SBN untuk
tenor 2 tahun menurun sebesar 218 bps dari 6,96% pada awal 2025 menjadi 4,78% pada
21 Oktober 2025, sementara untuk tenor 10 tahun menurun sebesar 132 bps dari tingkat
tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025 menjadi 5,94%. Namun demikian,
penurunan suku bunga perbankan masih berjalan lambat dan karenanya perlu
dipercepat. Dibandingkan dengan penurunan BI-Rate sebesar 150 bps, suku bunga
deposito 1 bulan hanya turun sebesar 29 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,52%
pada September 2025, terutama dipengaruhi oleh pemberian special rate kepada
deposan besar yang mencapai 26% dari total DPK bank. Penurunan suku bunga kredit
perbankan bahkan berjalan lebih lambat, yaitu sebesar 15 bps dari 9,20% pada avval
2025 menjadi sebesar 9,05% pada September 2025.
Halaman 29
Page 46
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Kredit perbankan pada September 2025 masih tercatat 7,70% (yoy), meskipun sedikit
meningkat dari 7,56% (yoy) pada Agustus 2025. Permintaan kredit belum kuat
dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih wait and see, optimal'sasi pembiayaan
internal oleh korporasi, dan suku bunga kedit yang masih relatif tinggi. Perkembangan
ini tecermin dari fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) pada
September 2025 yang masih cukup besar, yaitu mencapai Rp 2.374,8 triliun atau 22,54%
dari plafon kredit yang tersedia, terutama pada segmen korporasi dengan kontribusi
utama dari sektor Perdagangan, Industri, dan Pertambangan, serta dengan jenis kredit
modal kerja. Dari Sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank memadai ditopang oleh
rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 29,29% dan DPK yang
tumbuh sebesar 11,18% (yoy) pada September 2025 seiring ekspansi keuangan
Pemerintah termasuk penempatan dana Pemerintah pada beberapa bank besar serta
kebijakan pelonggaran likuiditas dan insentif kebijakan makroprudensial Bank
Indonesia. Minat penyaluran kredit perbankan pada umumnya cukup haik sebagaimana
tecermin pada persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang cukup
longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM seiring dengan sikap kehati-
hatian bank di tengah risiko kredit pada kedua segmen tersebut. Pertumbuhan kredit
modal kerja dan kredit konsumsi melambat menjadi masing-masing sebesar 3,37% (yoy)
dan 7,42% (yoy), sedangkan pertumbuhan kredit investasi meningkat menjadi 15,18%
(yoy). Kredit UMKM dan pembiayaan syariah tumbuh melambat menjadi masing-masing
sebesar 0,23% (yoy) dan 7,55% (yoy).
Ketahanan perbankan tetap kuat. Permodalan terjaga pada evel tinggi, likuiditas
perbankan tetap memadai, dan risiko kredit rendah. Dari si5i permodalan, ras io
kecukupan modal (Capitai Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Agustus 2025
meningkat menjadi Sebesar 26,03% sehingga semakin kuat dalam menyerap risiko. Rasio
kredit bermasalah (Non-Performing Loa/NPL) perbankan terjaga rendah sebesar (bruto)
dan (neto) pada Agustus 2025. NPL (bruto) UMKM sudah mulai memurun dari 4,55% pada
Agustus 2025 menjadi 4,45% pada September 2025, meşkipun masih pada level yang
tinggi. Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat,
ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan III 2025 terus meningkat,
didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi
pembayaran digital mencapai 12,99 miliar transaksi atau tumbuh 38,08% (yoy) pada
triwulan III 2025 didukung oleh perluasan akseptasi dan kanal pembayaran digital.
Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 13,11%
(yoy) dan 17,80%(yoy), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 147,65%(yoy). Kinerja
positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi
infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAS mencapai 1.223,82
juta atau tumbuh 32,34% (yoy) dengan nilai transaksi menyentuh Rp3.024,08 triliun
pada triwulan III 2025. Volume transaksi nilai beşar yang diproses melalui Sistem BI-
RTGS tercatat sebanyak 2,76 juta transaksi, dengen nilai sebesar Rp56.422,87 triliun
pada triwulan III 2025. Sementara dari sisi penge olaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) tumbuh 13,49% (yay) menjadi Rp1.200,05 triliun pada triwulan III 2025.
Infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank
Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan
pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan III 2025. Struktur
industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran
yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (FKD) yang
meluas. Perluasan adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) mendukung
penguatan interkoneksi, tecermin dari transaksi pembayaran berbasis SNAP yang terus
meningkat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan keamanan dan keandalan
infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran
Halaman 30
Page 47
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
industri. Selain itu, struktur industri sistem pembayaran akan terus diperkuat dengan
fokus pada aspek manajemen risiko operasional dan infrastruktur teknologi pelaku
industri dan ekosistem ekonomi keuangan digital. Bank Indonesia terus menjaga
ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR1), termasuk daerah
Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
3.1.5 Perkembangan Industri Logistik dan Freight Forwarding di Indonesia
Perkembangan industri di tahun 2025 akan dipengaruhi oleh perekonomian nasional dan
global. Dalam proyeksi lembaga internasional seperti IMF, perekonomian Indonesia
diprediksi tetap tumbuh positif di level 5,1%, dengan sektor konsumsi, investasi, dan
ekspor tetap menjadi tulang punggung perekonomian. Pertumbuhan global juga
diprediksi lebih baik dibanding tahun sebelumnya meski diiringi dengan risiko
ketidakpastian yang meningkat. Kebijakan pemerintahan baru Amerika Serikat di bawah
kepemimpinan Donald Trump yang menekankan America First berpotensi mengubah
konstelasi perekonomian dan perdagangan dunia.
Figur 17. Industri Logistik
Indikator Ekonomi Data Tahun 2024 Proyeksi Tahun 2025 Sumber Data
BPS & Supply Chain
Pertumbuhan Sektor 8,69% 12,53%
Indonesia (SCI)
Nilai Pasar (Market
USD 318 Miliar USD 72,4 Miliar (Core) Statista & IMARC Group
Size)
Supply Chain Indonesia
Kontribusi PDB (Rp) Rp1.436 Triliun Rp1.623,65 Triliun
(SCI)
Pemerintah RI /
Target Biaya Logistik 14% - 15% 12%
ANTARA News
Kementerian Investasi /
Investasi Sektor Rp42,7 Triliun 0
BKPM
Pasar Logistik Rantai
USD 5,08 Miliar 0 Tech in Asia (2025)
Dingin
Industri logistik Indonesia mencatatkan performa yang sangat impresif dengan
pertumbuhan yang konsisten di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan
tumbuh sebesar 8,69% pada tahun 2024, jauh melampaui pertumbuhan ekonomi
nasional yang berada di angka 5,03% (BPS, 2025). Pertumbuhan ini mencerminkan peran
krusial sektor logistik sebagai tulang punggung distribusi barang di negara kepulauan.
Memasuki tahun 2025, Supply Chain Indonesia (SCI) memproyeksikan akselerasi
pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni mencapai 12,53%, didorong oleh peningkatan
aktivitas di sektor manufaktur dan perdagangan domestik (SCI, 2025).
Secara nilai pasar, industri logistik Indonesia telah menjelma menjadi pasar raksasa di
Asia Tenggara. Statista Market Insights mengestimasi nilai pasar logistik Indonesia
mencapai USD 318 miliar (sekitar Rp5,2 kuadriliun) pada tahun 2024 (Statista, 2024).
Sementara itu, laporan dari IMARC Group menyebutkan ukuran pasar logistik secara
spesifik menyentuh USD 72,4 miliar pada tahun 2025 dan diprediksi akan terus
berkembang dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,91%
hingga tahun 2034 (IMARC Group, 2025). Skala ekonomi ini menarik minat investor
besar, di mana Kementerian Investasi/BKPM mencatat aliran investasi ke sektor logistik
mencapai Rp42,7 triliun pada 2024 (BKPM, 2024).
Segmen freight forwarding internasional juga menunjukkan dinamika yang menarik
pasca-pandemi. Meskipun sempat tertekan oleh kenaikan biaya operasional dan kendala
rute global, kapasitas pengiriman laut (sea freight) mulai kembali stabil di tahun 2024,
Halaman 31
Page 48
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
terkecuali pada rute-rute yang melewati kawasan konflik seperti Timur Tengah (Asosiasi
Logistik Indonesia, 2024). Menariknya, pasar logistik Indonesia masih didominasi oleh
pemain lokal sebesar 70%, sementara pemain internasional menguasai sisa 30% (Edsen
Consulting, 2024). Hal ini menunjukkan adanya ruang kompetisi yang luas bagi
perusahaan domestik untuk terus melakukan ekspansi layanan dan peningkatan standar
kualitas.
Digitalisasi menjadi faktor pembeda utama bagi keberlanjutan bisnis freight forwarding
di tahun 2025 dan 2026. Perusahaan kini mulai masif mengadopsi teknologi seperti
Artificial Intelligence (AI) untuk optimasi rute, Internet of Things (IoT) untuk pelacakan
barang secara real-time, hingga penggunaan blockchain untuk transparansi dokumen
(SMB Cargo, 2024). Transformasi digital ini tidak hanya berfungsi meningkatkan efisiensi
operasional tetapi juga menjawab tuntutan konsumen yang menginginkan pengiriman
lebih cepat dan transparan, terutama untuk segmen last-mile delivery yang saat ini
menguasai porsi investasi terbesar di startup logistik sebesar 90,2% (Tech in Asia, 2025).
Pemerintah Indonesia terus berupaya menurunkan biaya logistik nasional yang secara
historis masih tergolong tinggi dibanding negara-negara tetangga. Pada tahun 2025,
pemerintah menargetkan biaya logistik turun hingga ke angka 12% dari PDB melalui
penyederhanaan birokrasi dan integrasi koridor logistik nasional (ANTARA News, 2025).
Upaya ini didukung oleh pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol,
pelabuhan, dan bandara sebagai hub utama distribusi. Efisiensi biaya ini sangat penting
untuk meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia di pasar global serta menjaga
stabilitas harga barang di wilayah pelosok.
Sektor pergudangan juga mengalami evolusi signifikan dengan permintaan tinggi
terhadap fasilitas penyimpanan yang modern dan terspesialisasi. Saat ini, jumlah
gudang di Indonesia terus tumbuh dengan dominasi gudang tertutup tipe A sebanyak
44,73% (BPS via Tech in Asia, 2025). Selain itu, pasar cold chain logistics (logistik rantai
dingin) diperkirakan mencapai nilai USD 5,08 miliar pada 2024 seiring meningkatnya
konsumsi produk segar dan kebutuhan industri farmasi (Tech in Asia, 2025). Hal ini
membuka peluang bagi para pelaku jasa forwarding untuk menawarkan layanan nilai
tambah (value-added services) selain sekadar pengiriman barang biasa.
Ke depan, tren keberlanjutan atau green logistics diprediksi akan menjadi standar baru
pada tahun 2026. Banyak perusahaan freight forwarding mulai beralih ke penggunaan
kendaraan listrik dan hybrid serta optimasi rute untuk mengurangi emisi karbon
(TheLorry, 2025). Dengan dukungan ekonomi digital yang diproyeksikan berkontribusi
8-9% terhadap PDB pada 2025, sektor logistik akan terus bertransformasi menjadi
industri yang lebih "pintar", ramah lingkungan, dan terintegrasi secara global (Kemenko
Perekonomian, 2025). Ketahanan sektor ini terhadap guncangan global di tahun-tahun
sebelumnya memberikan optimisme kuat bahwa logistik akan tetap menjadi motor
penggerak utama ekonomi Indonesia.
Dalam prospek usaha yang disusun oleh Direksi, pada tahun 2025 Perseroan tetap fokus
pada usaha freight forwarding untuk pengiriman barang-barang industri melalui
pergudangan maupun Pelabuhan. Selain itu memberikan dukungan penuh pada usaha
Entitas Anak yang bergerak di sektor logistik. Perseroan terus berupaya meningkatkan
kualitas layanan kepada pelanggan melalui pengiriman barang tepat waktu dan
penyediaan armada yang tangguh sesuai dengan kebutuhan. Perseroan juga
menawarkan harga yang kompetitif kepada pelanggan setia agar terjaga hubungan
bisnis dalam jangka panjang.
Halaman 32
Page 49
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
3.1.6 Analisis Operasional dan Prospek PPGL
PPGL bergerak dalam bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) dengan
kegiatan usaha utama berupa layanan jasa Pengurusan Transportasi (JPT). Layanan yang
diberikan meliputi usaha pengiriman serta pengepakan barang dalam volume besar,
melalui angkutan kereta api, angkutan darat, laut, maupun udara.
Selain itu PPGL juga mengembangkan bisnis penunjang yakni Pengurusan Jasa
Kepabeanan yang meliputi pengurusan pemenuhan kewajiban pabean (customs
clearance) eksportir dan importir, serta kewajiban-kewajiban terkait lainnya yang
diperlukan dalam kegiatan eksporimpor.
Visi
Menjadi pilihan utama bagi eksportir dan importir.
Misi
Memberi pelayanan yang prima untuk jasa ekspor dan impor, serta memberi layanan
one stop service untuk kegiatan ekspor dan impor.
Lokasi Usaha
PPGL mempunyai wilayah operasional pengiriman ke dalam negeri maupun luar negeri
karena memiliki relasi yang baik dengan berbagai perusahaan logistik dalam negeri
maupun luar negeri. Dengan begitu, PPGL dapat memberikan harga kompetitif dengan
layanan berkualitas untuk semua klien.
Lini Bisnis
Sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), PPGL bergerak di
bidang usaha jasa logistik terintegrasi yang mencakup:
• Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding) (52291): Mencakup usaha
pengiriman dan/atau penerimaan barang melalui angkutan darat, laut, maupun
udara, yang mencakup kegiatan pengumpulan (consolidation), pengiriman barang,
pengurusan dokumen transportasi, hingga penyelesaian pembayaran biaya angkut
dan jasa lainnya terkait pengiriman.
• Angkutan Jalan Raya Untuk Barang (49231): Mencakup usaha pengangkutan barang
dengan kendaraan bermotor umum untuk satu atau lebih jenis barang, seperti
angkutan barang umum, angkutan dengan peti kemas, dan angkutan barang khusus
yang menggunakan armada truk.
• Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221): Mencakup kegiatan operasional
yang mendukung transportasi laut baik untuk penumpang maupun barang,
termasuk manajemen administrasi dan operasional di pelabuhan.
• Pergudangan dan Penyimpanan (52101): Mencakup usaha pengoperasian fasilitas
penyimpanan untuk segala jenis barang, termasuk di kawasan berikat, guna
mendukung rantai pasok konsumen sebelum barang didistribusikan lebih lanjut.
PPGL mengelola operasional logistik dengan fokus pada efisiensi rantai pasok
global, didukung oleh jaringan kemitraan internasional yang luas. Untuk
menunjang efektivitas distribusi dan layanan kepada pelanggan, PPGL
memanfaatkan infrastruktur gudang dan armada transportasi yang terintegrasi,
yang memungkinkan penanganan kargo secara end-to-end, baik untuk komoditas
ekspor maupun impor di berbagai pelabuhan utama di Indonesia.
Halaman 33
Page 50
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PPGL mengorganisir bisnisnya berdasarkan jenis layanan yang diberikan dan segmentasi
kebutuhan pelanggan melalui segmen operasi. Segmen operasi pada PPGL diidentifikasi
berdasarkan laporan internal yang secara reguler ditelaah oleh "pengambil keputusan
operasional" guna mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja setiap unit. PPGL
membagi segmen bisnisnya menjadi 3 segmen utama yang terdiri dari:
1. Jasa Ekspor: Layanan pengurusan transportasi barang dari dalam negeri ke
mancanegara, mencakup pengurusan pabean (customs clearance), pemesanan
ruang kapal/pesawat, hingga pengantaran ke tujuan akhir.
2. Jasa Impor: Layanan pengiriman barang dari luar negeri menuju Indonesia,
termasuk penanganan logistik masuk (inbound logistics) dan kepatuhan regulasi
impor.
3. Jasa Domestik dan Lainnya: Mencakup distribusi barang antar wilayah di Indonesia
melalui jalur darat, laut, dan udara, serta layanan pendukung lainnya seperti
pergudangan dan manajemen pengiriman lokal.
Dengan pengelompokan segmen operasi ini, PPGL dapat lebih efisien dalam mengelola
alur dokumen, koordinasi armada, dan strategi pemasaran jasa logistik sesuai dengan
dinamika perdagangan internasional dan domestik. Hal ini membantu PPGL dalam
mengoptimalkan sumber daya serta memberikan solusi logistik yang kompetitif bagi
setiap pelanggan.
Prospek Perusahaan
Memasuki tahun 2026, perekonomian dunia diprediksi mulai menunjukkan stabilitas
yang lebih kokoh dengan proyeksi pertumbuhan global di level 3,4%, didukung oleh
normalisasi suku bunga yang memicu kembali gairah perdagangan lintas batas. Di
tengah dinamika tersebut, ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap resilien dengan
target pertumbuhan sebesar 5,3%. Fokus pemerintah pada keberlanjutan hilirisasi
industri dan penguatan ekonomi digital menjadi katalis positif bagi sektor jasa
pengurusan transportasi (freight forwarding). Dalam upaya merespons peluang
tersebut, PPGL mengambil langkah strategis melalui rencana pelepasan saham JAYA
guna merestrukturisasi portofolio aset, sehingga Perusahaan dapat lebih fokus pada
penguatan bisnis inti di tengah meningkatnya volume ekspor-impor nasional.
Prospek industri logistik pada tahun 2026 sangat dipengaruhi oleh integrasi teknologi
dan efisiensi rantai pasok, di mana sektor transportasi dan pergudangan diprediksi akan
tumbuh di atas 10% seiring rampungnya berbagai proyek infrastruktur strategis. Langkah
pelepasan saham JAYA dipandang sebagai momentum bagi PPGL untuk melakukan
efisiensi pada beberapa bidang yang tidak lagi menjadi fokus utama, sehingga sumber
daya perusahaan dapat dialokasikan sepenuhnya untuk mengoptimalkan jasa logistik
terintegrasi. Dengan semakin matangnya ekosistem National Logistics Ecosystem (NLE)
pada 2026, PPGL berpeluang memperkuat margin keuntungan melalui efisiensi
operasional dan administrasi pabean yang lebih terpusat dan efisien pasca-transaksi.
Di sektor ekspor, PPGL melihat peluang besar pada komoditas manufaktur menengah
yang menjadi prioritas utama ke wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah seiring
implementasi penuh perjanjian RCEP. Fokus baru ini memerlukan fleksibilitas modal
dan manajemen yang lebih tajam, yang mana hal tersebut didukung oleh penguatan
struktur permodalan hasil dari pelepasan saham JAYA. Dana yang diperoleh dari
transaksi ini diharapkan dapat memperkuat investasi PPGL dalam sistem manajemen
logistik berbasis digital dan transparansi pelacakan barang, yang menjadi nilai tawar
utama dalam memenangkan kontrak dengan mitra internasional yang mengedepankan
akurasi data di tahun 2026.
Halaman 34
Page 51
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Tantangan di tahun 2026 akan berfokus pada adaptasi terhadap regulasi green logistics
dan persaingan ketat dengan pemain regional dari Singapura serta Vietnam. Melalui
pelepasan aset non-inti seperti saham JAYA, PPGL dapat lebih lincah dalam mengadopsi
praktik bisnis ramah lingkungan, seperti optimasi rute untuk menekan emisi karbon dan
penggunaan dokumentasi paperless. Diversifikasi layanan yang mencakup penanganan
kargo khusus dan penguatan armada distribusi domestik akan menjadi pilar
pertumbuhan perusahaan. Dengan organisasi yang lebih ramping dan fokus, PPGL
berada pada posisi yang lebih kompetitif untuk menghadapi persaingan global
dibandingkan saat masih mengelola portofolio investasi yang terdiversifikasi luas namun
kurang sinergis.
Secara keseluruhan, kinerja PPGL pada tahun 2026 diperkirakan akan sangat bergantung
pada kemampuan navigasi terhadap fluktuasi biaya pengapalan (freight rate) dan nilai
tukar. Namun, dengan strategi manajemen risiko yang disiplin dan struktur keuangan
yang lebih sehat pasca-pelepasan saham JAYA, perusahaan memiliki ruang
pertumbuhan yang stabil. Sinergi antara keahlian dalam customs clearance dan
penguasaan rute domestik menjadikan PPGL sebagai mitra strategis utama bagi industri
manufaktur. Dengan memanfaatkan hasil transaksi penjualan saham untuk peningkatan
kapasitas SDM dan teknologi, PPGL berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target
pertumbuhan berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global pada tahun 2026.
3.1.7 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perusahaan
Berikut adalah analisis dampak leverage PPGL terkait dengan pelepasan 45,79% ekuitas
JAYA dan Entitas Anak:
Figur 18. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Okt-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio total
liabilitas terhadap 13,99% 10,72% 9,16% 7,95% 6,99% 6,21%
aset
Rasio total
liabilitas terhadap 16,26% 12,01% 10,09% 8,64% 7,52% 6,62%
ekuitas
Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR
Jika dilihat dari rasio leverage PPGL untuk Rasio total liabilitas terhadap ekuitas selama
masa proyeksi memiliki rata-rata sebesar 10,19% dengan rasio di akhir masa proyeksi
adalah sebesar 6,62%.
Hal ini jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang bergerak di bidang cargo
ground transportation dan passenger ground transportation per September 2025,
dimana PT Mitra International Resources Tbk memiliki rasio liabilitas terhadap ekuitas
sebesar 59,83%, PT Utama Radar Cahaya Tbk sebesar 114,37%, dan PT Grahaprima
Suksesmandiri Tbk sebesar 201,93% atau dengan rata-rata keseluruhan perusahaan
pembanding ini sebesar 125,38%. Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata rasio
liabilitas terhadap ekuitas PPGL selama periode proyeksi berada di bawah rata-rata
industri.
Sedangkan untuk Rasio total liabilitas terhadap aset PPGL selama masa proyeksi
memiliki rata-rata sebesar 9,17% dengan rasio di akhir masa proyeksi adalah sebesar
6,21%.
Hal ini jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang bergerak di bidang cargo
ground transportation dan passenger ground transportation per September 2025,
Halaman 35
Page 52
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
dimana PT Mitra International Resources Tbk memiliki rasio liabilitas terhadap aset
sebesar 37,43%, PT Utama Radar Cahaya Tbk sebesar 53,35%, dan PT Grahaprima
Suksesmandiri Tbk sebesar 66,88% atau dengan rata-rata keseluruhan perusahaan
pembanding ini sebesar 52,56%. Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata rasio liabilitas
terhadap aset PPGL selama periode proyeksi berada di bawah rata-rata industri.
Figur 19. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Okt-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio total
liabilitas terhadap 57,37% 53,88% 51,29% 42,44% 39,67% 36,77%
aset
Rasio total
liabilitas terhadap 134,56% 116,84% 105,32% 73,74% 65,75% 58,15%
ekuitas
Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR
Jika dilihat dari rasio leverage PPGL untuk Rasio total liabilitas terhadap ekuitas selama
masa proyeksi memiliki rata-rata sebesar 46,90% dengan rasio di akhir masa proyeksi
adalah sebesar 36,77%. Sedangkan untuk Rasio total liabilitas terhadap aset PPGL
selama masa proyeksi memiliki rata-rata sebesar 92,39% dengan rasio di akhir masa
proyeksi adalah sebesar 58,15%.
3.1.8 Analisis Kemampuan PPGL untuk Penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak
serta Sumber Dana Rencana Transaksi
Skema pembayaran Rencana Transaksi pelepasan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak
disepakati dilakukan dalam bentuk pembayaran bertahap sebanyak 2 (dua) tahap
pembayaran.
a) Uang muka tahap pertama sebesar Rp17.841.153.120 (Tujuh Belas Miliar Delapan
Ratus Empat Puluh Satu Juta Seratus Lima Puluh Tiga Ribu Seratus Dua Puluh
Rupiah) (“Uang Muka Tahap Pertama”) atau sebesar 40% paling lambat pada bulan
Juli 2026, sebagai pembayaran sebagian dari Harga Jual Beli Saham, dimana
seluruh Uang Muka Tahap Pertama akan dikembalikan kepada Pihak Kedua apabila
penyelesaian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 4 PPJB tidak terjadi sampai
dengan berakhirnya Tanggal Target Penyelesaian karena kesalahan Pihak Pertama
dan Kedua;
b) Tunduk pada pemenuhan Kondisi Prasyarat, sisa Harga Jual Beli setelah dikurangi
Uang Muka Tahap Pertama, yaitu 60% atau sebesar Rp26.761.729.680 (Dua Puluh
Enam Miliar Tujuh Ratus Enam Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Sembilan
Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Rupiah) ("Pelunasan Harga Jual Beli") paling lambat
bulan Desember 2026 atau sebelum penandatanganan akta pengalihan saham
sehubungan dengan Saham Yang Dijual.
3.1.9 Analisis Dampak Likuiditas
Rasio likuiditas keuangan pada periode proyeksi (Okt 2025 – 2030) adalah sebagai
berikut:
Halaman 36
Page 53
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Figur 20. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Okt-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio lancar 846,72% 977,53% 1144,80% 1319,57% 1501,82% 1692,17%
Rasio cepat 794,78% 807,77% 821,54% 836,13% 851,60% 868,00%
Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR
Figur 21. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Okt-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio lancar 158,25% 123,11% 149,09% 188,31% 210,84% 234,21%
Rasio cepat 97,42% 78,20% 83,91% 89,17% 81,20% 81,28%
Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR
Likuiditas PPGL mengalami tren yang meningkat signifikan untuk periode Okt 2025 –
2030 jika transaksi terjadi. Hal ini disebabkan jika penjualan terjadi, maka terdapat
penurunan signifikan pada liabilitas lancar dikarenakan dalam periode tersebut PPGL
berencana untuk mengembangkan usahanya guna mendukung peningkatan fokus usaha
serta perbaikan kinerja keuangan PPGL secara berkelanjutan.
3.1.10 Analisis Dampak Keuangan Perusahaan
Berikut dampak keuangan PPGL yang diidentifikasikan dengan rasio keuangan jika
Dengan Rencana Transaksi.
Figur 22. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Keterangan Okt-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio profitabilitas
Marjin laba kotor 49,80% 33,25% 35,25% 35,25% 35,25% 35,25%
Marjin laba bersih 7,25% 10,27% 11,38% 11,57% 12,05% 12,33%
Rasio laba atas aset 5,13% 20,58% 20,79% 19,27% 18,52% 17,68%
Rasio laba atas
5,96% 23,05% 22,89% 20,94% 19,92% 18,85%
ekuitas
Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR
Pada periode proyeksi 2026 - 2030, rata-rata marjin laba bersih PPGL sebesar 11,52%.
Adanya transaksi penjualan JAYA dan Entitas Anak dapat meningkatkan penjualan PPGL
selama masa proyeksi.
Peningkatan marjin laba bersih, rasio laba atas aset, dan rasio laba atas ekuitas dari
tahun ke tahun disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan, laba kotor, dan laba
bersih.
Berikut dampak keuangan PPGL yang diidentifikasikan dengan rasio keuangan tanpa
Rencana Transaksi:
Halaman 37
Page 54
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Figur 23. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Keterangan Okt-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio profitabilitas
Marjin laba kotor 48,01% 32,33% 33,80% 34,11% 34,22% 34,54%
Marjin laba bersih 3,18% 5,66% 5,99% 5,99% 6,07% 6,23%
Rasio laba atas aset 0,52% 2,70% 2,90% 2,86% 2,80% 2,85%
Rasio laba atas
1,21% 5,86% 5,96% 4,96% 4,64% 4,50%
ekuitas
Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR
Pada periode proyeksi 2026 – 2030, rata-rata rasio laba atas aset dan rasio laba atas
ekuitas PPGL sebesar 2,82% dan 5,19%. Hal ini menjelaskan bahwa Tanpa adanya
Rencana Transaksi penjualan PPGL lebih rendah dibandingkan Dengan Adanya Rencana
Transaksi.
Dengan PPGL melakukan Rencana Transaksi terdapat dampak pada marjin laba bersih
dan marjin laba kotor.
3.1.11 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi
Keuntungan yang akan diperoleh PPGL dari Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perusahaan diharapkan dapat melakukan efisiensi pada berbagai bidang, terutama
dalam pengalokasian sumber daya manajerial dan operasional. Dengan pelepasan
kepemilikan saham pada entitas tersebut, PPGL dapat lebih fokus pada inti
bisnisnya (core business) yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian PPGL di masa yang akan
datang melalui struktur organisasi yang lebih ramping dan efektif.
• Melalui penerimaan dana dari hasil penjualan saham, PPGL akan mendapatkan
tambahan likuiditas yang dapat digunakan untuk memperkuat neraca, mendanai
proyek strategis lainnya, atau memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
• Mengurangi eksposur PPGL terhadap risiko operasional dan keuangan yang melekat
pada JAYA, sehingga profil risiko konsolidasian menjadi lebih terukur.
Kerugian yang akan diperoleh PPGL dari Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Terdapat biaya-biaya yang muncul secara langsung akibat rencana transaksi
pelepasan saham ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang (seperti
jasa penilai independen, konsultan hukum, dan notaris), pajak atas pengalihan
saham, serta biaya pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk
mendapatkan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
• PPGL tidak lagi memiliki hak atas bagian laba (dividen) atau potensi peningkatan
nilai aset (capital gain) dari entitas tersebut setelah transaksi selesai dilakukan.
• Munculnya kewajiban pajak penghasilan atas keuntungan penjualan saham (jika
ada) yang dapat memengaruhi nilai bersih yang diterima PPGL dari transaksi
tersebut.
Halaman 38
Page 55
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
3.1.12 Analisis Manfaat dan Risiko
Manfaat yang akan diperoleh PPGL dari transaksi adalah sebagai berikut:
• Memperkuat posisi kas dan struktur permodalan PPGL, yang memberikan
fleksibilitas keuangan untuk mendanai rencana ekspansi atau membayar liabilitas
jangka pendek maupun jangka panjang.
• Optimalisasi Portofolio Investasi, yang merupakan bagian dari strategi
restrukturisasi portofolio untuk melepaskan aset non-inti (non-core assets),
sehingga PPGL dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama yang
memiliki pertumbuhan tinggi.
• Memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan melalui pencatatan
keuntungan atas pelepasan saham, yang pada akhirnya meningkatkan nilai
ekuitas bagi para pemegang saham PPGL.
• Mengurangi beban konsolidasi atau tanggung jawab manajerial terhadap entitas
yang dilepas, sehingga sumber daya Perusahaan dapat dialokasikan secara lebih
efisien ke unit bisnis yang lebih strategis.
• Struktur keuangan yang lebih ramping dan fokus pasca-penjualan dapat
meningkatkan kepercayaan pasar dan menarik calon investor baru untuk
berinvestasi pada bisnis utama PPGL.
Risiko yang akan diperoleh PPGL dari transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilepaskannya kepemilikan saham, PPGL akan kehilangan hak
pengendalian serta potensi pendapatan berupa dividen atau pertumbuhan nilai
aset dari entitas tersebut di masa yang akan datang.
• Terdapat risiko harga jual yang tidak sesuai ekspektasi akibat volatilitas pasar
atau kondisi ekonomi makro pada saat transaksi dilakukan, yang dapat
memengaruhi nilai akhir yang diterima Perusahaan.
• Pelepasan aset strategis dapat menimbulkan persepsi negatif di pasar jika tidak
dikomunikasikan dengan baik, serta adanya potensi gangguan hubungan bisnis
jika entitas yang dilepas memiliki keterkaitan operasional yang kuat dengan
Perusahaan asal.
• Terdapat risiko di mana pembeli tidak mampu memenuhi kewajiban
pembayarannya sesuai jadwal yang disepakati, yang dapat dimitigasi dengan
skema pembayaran melalui akun escrow atau jaminan pembayaran lainnya.
3.2 Analisis Kuantitatif
3.2.1 Kinerja Historis
Analisis kinerja keuangan historis PPGL didasarkan atas Laporan Keuangan yang telah
diaudit pada tahun 2020 sampai dengan 2024 dan di review per 30 September 2025:
Figur 24. Ikhtisar Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
PENDAPATAN 136.611.674 258.805.384 291.113.648 184.209.898 211.734.531 130.704.664
BEBAN POKOK PENDAPATAN (101.665.793) (199.731.420) (225.687.935) (127.522.122) (151.674.908) (89.857.318)
Halaman 39
Page 56
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
LABA (RUGI) KOTOR 34.945.880 59.073.964 65.425.713 56.687.776 60.059.623 40.847.345
Beban umum dan administrasi (23.956.183) (31.394.292) (36.552.134) (37.424.672) (37.975.172) (29.977.509)
Beban bunga (3.602.156) (2.522.447) (1.683.812) (2.313.233) (3.682.680) (4.622.579)
Laba (rugi) penjualan aset
(178.839) (323.375) (468.861) 3.919.742 (320.914) 2.996.106
tetap dan properti investasi
Penghasilan bunga 91.265 194.745 43.819 445.216 285.021 252.038
Pendapatan klaim asuransi
399.236 428.435 37.678 120.257 280.991 29.277
kendaraan
Keuntungan atas penjualan
1.398.795 (276.181) 36.865 73.234 0 0
efek
Lain-lain 76.063 28.603 115.201 1.171.423 579.023 282.968
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
PAJAK FINAL DAN PAJAK 9.174.062 25.209.452 26.954.468 22.679.742 19.225.892 9.807.647
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK FINAL 0 (7.100) (53.694) (306.970) (657.152) (483.295)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
9.174.062 25.202.352 26.900.774 22.372.772 18.568.740 9.324.352
PAJAK PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (1.189.348) (4.834.430) (6.530.528) (4.992.417) (5.798.245) (2.368.157)
Tangguhan (1.217.187) (57.663) 74.424 52.156 108.172 50.584
Beban Pajak Penghasilan (2.406.535) (4.892.093) (6.456.104) (4.940.261) (5.690.074) (2.317.574)
LABA (RUGI) TAHUN
6.767.527 20.310.259 20.444.670 17.432.511 12.878.666 7.006.778
BERJALAN
PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas
46.495 38.804 203.593 41.716 107.904 5.061
imbalan kerja
Efek pajak terkait 0 0 0 (9.178) (23.739) (1.113)
Penghasilan komprehensif lain 46.495 38.804 203.593 32.539 84.165 3.948
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
6.814.022 20.349.063 20.648.263 17.465.049 12.962.831 7.010.726
TAHUN BERJALAN
Sumber : Laporan keuangan PPGL
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian PPGL memperoleh pendapatan utamanya
dari jasa logistik dan pengiriman barang. Pendapatan PPGL menunjukkan tren yang
sangat fluktuatif selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2020, perusahaan mencatat
pendapatan sebesar Rp136,61 Miliar, yang kemudian melonjak drastis sebesar 89%
menjadi Rp258,80 Miliar pada tahun 2021. Tren kenaikan berlanjut hingga puncaknya
di tahun 2022 dengan capaian Rp291,11 Miliar. Namun, pada tahun 2023, pendapatan
mengalami penurunan signifikan sekitar 36,7% menjadi Rp184,20 Miliar, sebelum
akhirnya berhasil pulih dan naik kembali sebesar 14,9% menjadi Rp211,73 Miliar pada
Halaman 40
Page 57
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
penutupan tahun 2024. Per 30 September 2025 pendapatan PPGL adalah sebesar
Rp130,70 Miliar.
Sejalan dengan pendapatan, laba kotor perusahaan juga mengalami dinamika yang
serupa namun dengan marjin yang cenderung lebih terjaga. Di tahun 2020, laba kotor
tercatat Rp34,94 Miliar dan meningkat pesat menjadi Rp59,07 Miliar di tahun 2021,
serta mencapai titik tertinggi Rp65,42 Miliar pada tahun 2022. Meskipun pendapatan
turun tajam pada tahun 2023, laba kotor hanya terkoreksi menjadi Rp56,68 Miliar, yang
menunjukkan efisiensi pada beban pokok pendapatan. Di tahun 2024, seiring dengan
membaiknya bisnis, laba kotor kembali naik menjadi Rp60,05 Miliar. Per 30 September
2025 laba kotor PPGL adalah sebesar Rp40,85 Miliar.
Untuk laba sebelum pajak dan laba bersih, perusahaan mencatat pertumbuhan yang
kuat di awal periode, namun melambat pada tahun 2024. Laba sebelum pajak tumbuh
dari Rp6,77 Miliar pada 2020 menjadi Rp20,44 Miliar pada 2022, sebelum akhirnya turun
berturut-turut hingga mencapai Rp18,57 Miliar pada 2024. Kondisi yang sama terlihat
pada laba bersih tahun berjalan, setelah sempat meningkat tajam dari Rp6,76 Miliar
pada tahun 2020 ke angka Rp20,44 Miliar pada tahun 2022, laba bersih terus mengalami
penurunan hingga menyentuh Rp12,88 Miliar pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh
peningkatan biaya operasional dan beban pajak yang lebih tinggi dibandingkan tahun-
tahun sebelumnya. Per 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan dan laba
bersih PPGL adalah sebesar Rp9,32 Miliar dan Rp7 Miliar.
Adapun grafik pertumbuhan Laba Rugi adalah sebagai berikut:
Figur 25. Grafik Pertumbuhan Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah)
350.000.000
300.000.000
250.000.000
200.000.000
150.000.000
100.000.000
50.000.000
-
2020 2021 2022 2023 2024 30-Sep-25
Pendapatan Laba (Rugi) Kotor
Laba (Rugi) Sebelum Beban Pajak Penghasilan Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan PPGL, diolah DYR
Figur 26. Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.298.398 3.663.407 9.653.356 10.778.945 10.852.664 10.000.505
Investasi jangka pendek 0 0 5.130.869 968 968 968
Halaman 41
Page 58
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
Piutang usaha 46.728.945 54.220.296 53.578.022 42.685.136 48.226.730 32.978.441
Piutang lain-lain 1.899.265 1.773.215 2.722.499 3.015.744 3.246.118 3.508.671
Persediaan 0 0 19.067.216 21.599.892 19.779.892 19.584.892
Pajak dibayar dimuka 0 0 86.806 2.466.440 3.187.708 6.520.293
Biaya dibayar dimuka dan
10.858.675 34.203.280 1.078.780 3.065.924 1.458.811 4.204.380
uang muka
Kas di Bank dan deposito yang
0 0 4.500.000 0 3.067.870 129.722
dibatasi penggunaannya
JUMLAH ASET LANCAR 65.785.283 93.860.197 95.817.549 83.613.049 89.820.760 76.927.872
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 60.359.747 61.152.145 53.573.113 71.373.239 107.253.769 161.767.129
Properti investasi 0 5.121.768 22.881.191 37.627.051 50.649.160 53.622.300
Aset pajak tangguhan 0 0 3.006.670 245.406 329.839 379.309
Aset hak guna 215.076 185.428 202.428 5.383.789 6.311.597 6.142.141
Uang muka pembelian tanah 0 0 0 0 2.650.000 2.250.000
Taksiran klaim pajak
2.297.864 2.642.416 1.534.994 659.780 659.780 1.879.287
penghasilan
Aset lain-lain 20.000 20.000 0 25.000 939.136 939.136
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 62.892.686 69.121.757 81.198.396 115.314.266 168.793.280 226.979.302
JUMLAH ASET 128.677.970 162.981.954 177.015.945 198.927.314 258.614.040 303.907.174
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 0 0 4.050.000 0 3.761.500 2.962.371
Utang usaha 22.041.126 17.705.343 9.024.254 6.378.772 7.864.970 5.688.166
Utang lain-lain 0 204.695 5.286.924 5.122.169 10.163.292 45.710.616
Utang pajak 839.194 957.469 1.277.062 1.691.777 912.381 973.188
Beban akrual 623.378 640.452 157.227 247.765 171.125 791.126
Uang muka penjualan dan
1.340 482.300 12.948 13.520.720 24.794.905 29.965.769
pendapatan diterima di muka
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank 0 0 0 0 352.939 379.602
Utang pembiataan konsumen 3.298.488 968.717 766.214 7.873.663 17.021.708 20.761.132
Liabilitas sewa pembiayaan 6.155.372 3.821.775 1.700.824 2.026.367 4.901.523 8.716.972
Utang dividen 0 4.500.128 0 0 0
Utang ke lembaga keuangan
6.551.496 3.995.482 9.263.060 2.065.256 11.343.662 7.017.527
lainnya
Halaman 42
Page 59
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
JUMLAH LIABILITAS JANGKA
39.510.394 33.276.361 31.538.512 38.926.488 81.288.004 122.966.470
PENDEK
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Liabilitas jangka panjang
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank 0 0 0 0 3.591.499 4.303.370
Utang pembiayaan
579.093 1.248.769 482.556 12.957.652 20.730.229 21.728.662
konsumen
Liabilitas sewa pembiayaan 2.540.032 3.137.424 1.436.600 192.836 6.287.212 8.503.069
Liabilitas diestimasi atas
889.677 842.855 876.866 1.043.828 1.244.056 1.485.076
imbalan kerja
JUMLAH LIABILITAS JANGKA
4.008.803 5.229.048 2.796.021 14.194.316 31.852.996 36.020.177
PANJANG
JUMLAH LIABILITAS 43.519.197 38.505.409 34.334.533 53.120.804 113.141.500 158.986.647
EKUITAS
Modal saham 16.500.000 16.500.470 16.965.916 16.965.916 16.965.916 16.965.916
Tambahan modal disetor 10.458.519 10.461.294 13.211.662 13.211.662 13.211.662 13.211.662
Selisih transaksi perubahan
7.740.890 8.272.136 9.682.178 10.857.290 11.896.959 11.896.959
ekuitas Entitas Anak
Saldo laba
Telah ditentukan
0 0 0 0 1.000.000 2.000.000
penggunaannya
Belum ditentukan
3.530.841 15.530.878 26.215.898 34.675.914 35.093.332 33.962.015
penggunaannya
Penghasilan komprehensif lain -70.748 -62.141 64.926 105.180 180.279 178.450
Sub-jumlah 38.159.502 50.702.635 66.140.581 75.815.962 78.348.148 78.215.002
Kepentingan Non-Pengendali 46.999.271 73.773.909 76.540.831 69.990.548 67.124.392 66.705.525
JUMLAH EKUITAS 85.158.773 124.476.545 142.681.412 145.806.511 145.472.540 144.920.527
JUMLAH LIABILITAS DAN
128.677.970 162.981.954 177.015.945 198.927.314 258.614.040 303.907.174
EKUITAS
Sumber : Laporan keuangan PPGL
Total aset PPGL menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat konsisten dan signifikan
setiap tahunnya. Pada tahun 2020, total aset tercatat sebesar Rp128,67 Miliar dan terus
meningkat hingga mencapai Rp258,61 Miliar pada akhir tahun 2024. Peningkatan besar
ini terutama didorong oleh ekspansi pada aset tidak lancar, khususnya aset tetap yang
melonjak drastis dari Rp60,35 Miliar di tahun 2020 menjadi Rp107,25 Miliar di tahun
2024. Selain itu, pertumbuhan aset juga didukung oleh munculnya pos investasi baru
seperti properti investasi sejak tahun 2021 yang nilainya terus membesar hingga
mencapai Rp50,64 Miliar pada 2024. Total aset PPGL per 30 September 2025 adalah
sebesar Rp303,9 Miliar.
Di sisi liabilitas atau kewajiban, perusahaan mengalami fluktuasi yang cukup dinamis
sebelum akhirnya meningkat tajam di akhir periode. Liabilitas PPGL sempat menurun
dari Rp43,51 Miliar pada 2020 menjadi Rp34,33 Miliar pada 2022 karena pelunasan
beberapa utang jangka pendek. Namun, pada tahun 2024, total liabilitas melonjak
drastis menjadi Rp113,14 Miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan utang
Halaman 43
Page 60
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
pembiayaan konsumen yang sangat besar, baik jangka pendek maupun jangka panjang,
serta adanya penambahan utang bank baru yang digunakan untuk mendukung aktivitas
pendanaan dan operasional perusahaan. Total liabilitas PPGL per 30 September 2025
adalah sebesar Rp158,99 Miliar.
Sementara itu, posisi ekuitas atau modal bersih perusahaan juga mencatatkan
pertumbuhan yang sangat positif selama lima tahun terakhir. Ekuitas PPGL meningkat
dari Rp85,15 Miliar pada tahun 2020 menjadi Rp145,47 Miliar pada tahun 2024. Faktor
utama yang mendorong kenaikan modal ini adalah akumulasi saldo laba yang belum
ditentukan penggunaannya, yang melonjak dari Rp3,53 Miliar pada tahun 2020 menjadi
Rp35,09 Miliar pada tahun 2024. Selain itu, adanya tambahan modal disetor dan
pertumbuhan pada kepentingan non-pengendali menunjukkan bahwa perusahaan
berhasil menjaga profitabilitas dan kepercayaan investor meskipun beban kewajiban
juga meningkat. Total ekuitas PPGL per 30 September 2025 adalah sebesar Rp144,92
Miliar.
Figur 27. Grafik Laporan Posisi Keuangan
350.000.000
300.000.000
250.000.000
200.000.000
150.000.000
100.000.000
50.000.000
-
2020 2021 2022 2023 2024 30-Sep-25
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas
Sumber : Laporan Keuangan PPGL, diolah oleh DYR
Figur 28. Rasio Keuangan PPGL
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
RASIO KEUANGAN
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
Rasio likuiditas
Rasio lancar 166,50% 282,06% 303,81% 214,80% 110,50% 62,56%
Rasio cepat 134,21% 173,95% 216,76% 137,35% 72,68% 34,95%
Rasio aktivitas
Hari perputaran piutang usaha 125 76 67 85 83 69
Hari perputaran persediaan 0 0 31 62 48 60
Hari perputaran utang usaha 79 32 15 18 19 17
Rasio solvabilitas
Rasio total liabilitas terhadap
33,82% 23,63% 19,40% 26,70% 43,75% 52,31%
aset
Rasio total liabilitas terhadap
51,10% 30,93% 24,06% 36,43% 77,78% 109,71%
ekuitas
Halaman 44
Page 61
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
RASIO KEUANGAN
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
Rasio profitabilitas
Marjin laba kotor 25,58% 22,83% 22,47% 30,77% 28,37% 31,25%
Marjin laba bersih 4,95% 7,85% 7,02% 9,46% 6,08% 5,36%
Rasio laba atas aset 5,26% 12,46% 11,55% 8,76% 4,98% 2,31%
Rasio laba atas ekuitas 7,95% 16,32% 14,33% 11,96% 8,85% 4,83%
Sumber : Laporan Keuangan PPGL, diolah oleh DYR
1. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang
dapat digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut
jenis-jenis Rasio Likuiditas PPGL:
a. Rasio Lancar
Rasio Lancar PPGL per 30 September 2025 tercatat dengan angka di bawah 100%
yaitu sebesar 62,56%. Hal itu menunjukkan bahwa per 30 September 2025, PPGL
belum mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset
lancar.
b. Rasio Cepat
Rasio Cepat PPGL per 30 September 2025 tercatat dengan angka di bawah 100%
yaitu sebesar 34,95%. Hal itu menunjukkan bahwa per 30 September 2025, PPGL
belum mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan kas dan
setara kas, investasi jangka pendek, dan piutang usaha.
2. Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas perusa rasio yang megukur seberapa efektif suatu perusahaan dalam
mengelola aset, dalam rangka untuk meraih manfaat ekonomis. Berikut jenis-jenis
Rasio Aktivitas PPGL:
a. Rasio Perputaran Piutang Usaha
Rasio Perputaran Piutang Usaha PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
perputaran selama 69 hari.
b. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio Perputaran Persediaan PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
perputaran selama 60 hari.
c. Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio Perputaran Utang Usaha PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
perputaran selama 17 hari.
3. Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang
yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Berikut jenis-jenis
Rasio Solvabilitas PPGL:
Halaman 45
Page 62
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
a. Rasio Liabilitas terhadap Aset
Rasio Liabilitas terhadap Aset PPGL per 30 September 2025 menunjukkan angka
52,31%. Artinya, sebesar 52,31% aset PPGL dibiayai oleh liabilitas pada periode
tersebut.
b. Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
angka 109,71%. Artinya, porsi liabilitas perusahaan lebih besar daripada
ekuitasnya, di mana struktur modal PPGL didominasi oleh liabilitas dengan
perbandingan pinjaman mencapai 109,71% dari total modal bersih.
4. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas merupakan merupakan rasio untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.
Berikut jenis-jenis Rasio Profitabilitas PPGL:
a. Rasio Marjin Laba Kotor dan Rasio Marjin Laba Bersih
Rasio Marjin Laba Kotor dan Rasio Margin Laba Bersih PPGL per 30 September
2025 masing-masing menunjukkan angka 31,25% dan 5,36%.
b. Rasio Laba atas Aset
Rasio Laba atas Aset PPGL per 30 September 2025 menunjukkan angka 2,31%.
c. Rasio Laba atas Ekuitas
Rasio Laba atas Ekuitas PPGL per 30 September 2025 menunjukkan angka 4,83%.
Figur 29. Laporan Arus Kas
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari
114.266.040 251.794.994 291.286.569 208.610.556 217.467.123 151.123.817
pelanggan
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (93.461.722) (191.045.897) (250.887.184) (129.862.616) (143.968.677) (86.866.572)
Operasional lainnya (18.771.874) (25.819.316) (27.315.691) (38.453.185) (30.879.129) (29.866.846)
Pembayaran beban pajak (1.707.824) (5.067.808) (5.244.013) (6.389.092) (8.511.665) (4.622.579)
Pembayaran beban bunga (3.602.156) (2.522.447) (1.683.812) (2.313.233) (3.285.933) (4.090.539)
Penerimaan penghasilan
399.236 428.435 43.819 445.216 298.748 252.038
bunga
Penghasilan klaim asuransi
91.265 194.745 37.678 120.257 280.991 29.277
kendaraan
Lain-lain 76.063 28.603 115.201 1.171.423 168.549 0
Kas bersih yang diperoleh
dari (digunakan untuk) (2.710.971) 27.991.309 6.352.568 33.329.326 31.570.007 25.958.597
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 8.917.000 3.802.636 1.383.576 9.612.477 20.071.862 32.465.548
Perolehan properti investasi 0 (5.196.685) (17.920.232) (16.181.572) (18.576.494) (6.006.906)
Perolehan aset tetap (2.212.463) (4.707.326) (2.275.970) (2.232.426) (17.670.745) (22.912.911)
Hasil penjualan properti
0 0 0 1.000.000 4.950.000 3.732.000
investasi
Halaman 46
Page 63
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2020 2021 2022 2023 2024 30 Sept 2025
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited Limited Review
Penempatan kas di bank dan
deposito yang dibatasi 0 0 0 0 (3.067.870) 2.938.147
penggunaannya
Uang muka pembelian aset
0 (33.530.000) 33.530.000 (1.185.854) (2.650.000) (1.542.019)
tetap
Aset lain-lain 0 0 0 (25.000) (914.136) 0
Perolehan aset hak guna 0 0 (3.069.550) (2.521.080) (150.000) 0
Penerimaan deposito yang
0 0 0 4.500.000 0 0
dibatasi penggunaannya
Penjualan investasi pada
8.488.795 24.381.764 3.459.256 12.862.346 0 0
portofolio efek
Penempatan investasi pada
(7.090.000) (24.657.945) (8.553.261) (7.659.211) 0 0
portofolio efek
Kas bersih yang diperoleh
dari (digunakan untuk) 8.103.332 (39.907.556) 6.553.819 (1.830.319) (18.007.383) 8.673.860
aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan dari:
Utang bank 0 0 4.050.000 0 7.705.938 5.674.868
Utang ke lembaga
56.341.856 157.583.729 123.909.181 28.817.150 30.084.870 8.041.811
keuangan lainnya
Utang lain-lain 0 0 0 4.789.908 0 0
Utang pembiayaan
1.920.000 0 0 0 0 0
konsumen
Utang dividen 0 0 (4.500.128) 0 0 0
Pembayaran untuk:
Utang bank 0 0 0 (4.050.000) 0 (7.717.302)
Utang pembiayaan
(6.959.038) (3.820.888) (968.717) (3.247.912) (14.835.387) (17.486.784)
konsumen
Liabilitas sewa pembiayaan (6.251.378) (7.810.678) (3.821.775) (8.004.071) (2.690.660) (6.048.363)
Utang ke lembaga
(57.955.113) (160.139.743) (118.641.603) (36.014.954) (20.806.464) (12.367.945)
keuangan lainnya
Pembayaran dividen (1.500.000) 0 (6.932.514) (3.084.712) (8.125.692) (5.398.246)
Penurunan modal pada
Entitas Anak dari Kepentingan (40.919) 0 0 (5.912.959) (2.657.000) 0
Non-Pengendali
Perolehan dari penawaran
umum perdana setelah 13.689.549 0 0 0 0 0
dikurangi biaya emisi saham
Pembayaran dividen dari
Entitas Anak kepada pihak (264.060) (502.034) (1.857.669) (3.665.868) (2.164.510) (2.164.514)
Non-Pengendali
Penempatan deposito yang
0 0 (4.500.000) 0 0 0
dibatasi penggunaannya
Pelaksanaan waran 0 3.244 3.215.815 0 0 0
Setoran modal dari
0 23.967.627 3.130.971 1 0 21
Kepentingan Non-Pengendali
Kas bersih yang diperoleh
dari (digunakan untuk) (1.019.102) 9.281.256 (6.916.438) (30.373.417) (13.488.906) (37.466.454)
aktivitas pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN)
4.373.258 (2.634.991) 5.989.948 1.125.590 73.719 (2.833.998)
BERSIH KAS DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS AWAL
1.925.140 6.298.398 3.663.407 9.653.356 10.778.945 10.852.664
TAHUN
KAS DAN SETARA KAS AKHIR
6.298.398 3.663.407 9.653.356 10.778.945 10.852.664 8.018.666
TAHUN
Sumber : Laporan keuangan PPGL
Halaman 47
Page 64
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih dari aktivitas operasi PPGL per 30 September 2025 menunjukkan arus
kas masuk sebesar Rp25,96 Miliar. Arus kas ini mengambarkan kemampuan PPGL dalam
menghasilkan kas dari kegiatan usahanya.
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi PPGL per 30 September 2025 menunjukkan arus
kas masuk dengan adanya penjualan aset tetap, properti investasi, dan penempatan
kas di bank dan deposito yang dibatasi penggunaannya. Adapun investasi yang
dikeluarkan oleh PPGL pada periode tersebut sebesar Rp8,67 Miliar.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
arus kas keluar sebesar Rp37,47 Miliar dikarenakan adanya pembayaran utang bank,
utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa pembiayaan, utang ke lembaga keuangan
lainnya, pembayaran dividen, dan pembayaran dividen dari Entitas Anak kepada pihak
non-pengendali.
Figur 30. Pertumbuhan Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas
40.000.000
30.000.000
20.000.000
10.000.000
-
(10.000.000) 2020 2021 2022 2023 2024 30-Sep-25
(20.000.000)
(30.000.000)
(40.000.000)
(50.000.000)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan
Sumber : Laporan Keuangan PPGL, Diolah DYR
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Dalam penilaian ini, proyeksi keuangan yang digunakan merupakan proyeksi keuangan
yang telah disusun oleh manajemen dimana penyesuaian-penyesuaian untuk
mencerminkan kewajaran asumsi dan pencapaiannya telah didiskusikan dan disesuaikan
di dalamnya. Penyesuaian yang dilakukan oleh penilai hanya terbatas pada detail dari
kinerja PPGL selama tahun 2025 hingga 2030 sesuai dengan laporan keuangan yang
diterima.
Penggunaan periode proyeksi keuangan selama 5 tahun didasari atas batas minimum
yang dianjurkan oleh regulasi sesuai dengan yang diatur dalam POJK
Nomor 35/POJK.4/2020 tentang penilaian dan penyajian laporan penilaian bisnis di
pasar modal dan SE OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Selain itu, penggunaan periode
selama 5 tahun diterapkan guna memberi gambaran finansial PPGL penjualan JAYA dan
Halaman 48
Page 65
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Entitas Anak. Proyeksi tersebut menggambarkan pengembangan usaha PPGL selama dan
pasca transaksi.
Berikut ini adalah proyeksi keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi yang diperoleh
dari manajemen PPGL:
Laba (Rugi)
Figur 31. Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025
sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030
(Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)b
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 55.645.337 182.054.481 194.217.699 203.928.583 214.125.013 224.831.263
BEBAN POKOK PENDAPATAN (27.932.413) (121.524.541) (125.756.858) (132.044.700) (138.646.935) (145.579.282)
LABA (RUGI) KOTOR 27.712.924 60.529.940 68.460.841 71.883.883 75.478.077 79.251.981
Beban usaha (25.193.800) (42.315.176) (45.424.443) (47.432.889) (49.533.874) (52.010.568)
Pendapatan lain 7.251.848 8.814.440 9.267.162 9.743.240 10.243.885 10.770.372
Beban lain-lain (5.234.949) (6.231.107) (7.130.191) (7.216.437) (6.572.178) (6.075.748)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
4.536.022 20.798.097 25.173.369 26.977.797 29.615.911 31.936.037
PAJAK PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (498.962) (2.107.649) (3.076.196) (3.380.794) (3.819.815) (4.209.643)
Beban Pajak Penghasilan (498.962) (2.107.649) (3.076.196) (3.380.794) (3.819.815) (4.209.643)
LABA (RUGI) TAHUN
4.037.060 18.690.448 22.097.173 23.597.002 25.796.096 27.726.394
BERJALAN
Sumber : Manajemen
Proyeksi untuk periode Oktober 2025 hingga 2030 menunjukkan pertumbuhan
pendapatan rata-rata PPGL adalah 26,09% dengan pendapatan tertinggi selama periode
proyeksi di tahun 2026. COGS selama periode proyeksi rata-rata PPGL sebesar 55,85%
terhadap pendapatan dengan marjin laba kotor rata-rata sebesar 34,85%. Marjin laba
bersih PPGL terhadap penjualan rata-rata sebesar 11,52% dengan rasio tertinggi
di tahun 2030 yang mencapai 12,33%.
Halaman 49
Page 66
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Figur 32. Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025
sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030
(Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 55.645.337 167.386.020 174.568.768 179.007.690 183.084.112 187.884.244
BEBAN POKOK PENDAPATAN (28.932.413) (113.263.047) (115.568.839) (117.956.347) (120.429.320) (122.991.694)
LABA (RUGI) KOTOR 26.712.924 54.122.973 58.999.929 61.051.344 62.654.791 64.892.549
Beban usaha (25.193.800) (41.742.281) (44.545.048) (45.925.113) (47.360.454) (49.132.319)
Pendapatan lain 5.827.380 5.536.011 5.259.211 4.996.250 4.746.438 4.509.116
Beban lain-lain (5.234.949) (6.710.584) (7.614.462) (7.705.552) (7.066.183) (6.574.693)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
2.111.555 11.206.119 12.099.630 12.416.929 12.974.592 13.694.652
PAJAK PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (342.271) (1.736.999) (1.651.015) (1.701.684) (1.867.802) (1.983.030)
Beban Pajak Penghasilan (342.271) (1.736.999) (1.651.015) (1.701.684) (1.867.802) (1.983.030)
LABA (RUGI) TAHUN
1.769.284 9.469.120 10.448.615 10.715.245 11.106.789 11.711.622
BERJALAN
Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR
Posisi Keuangan
Berdasarkan posisi keuangan di atas, diketahui PPGL menyeimbangkan komposisi antara
aset lancar dan aset tidak lancar, sementara untuk liabilitas dan ekuitas memiliki tren
yang meningkat. Berikut figur yang menggambarkan komposisi tersebut:
Figur 33. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per
1 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai
dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 25.708.257 26.908.257 28.180.257 29.528.577 30.957.797 32.472.769
Investasi jangka pendek
Halaman 50
Page 67
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Piutang usaha 47.716.651 47.716.651 47.716.651 47.716.651 47.716.651 47.716.651
Piutang lain-lain 2.188.394 13.073.138 27.253.950 42.051.649 57.459.583 73.529.831
Pajak dibayar dimuka 2.186.663 2.186.663 2.186.663 2.186.663 2.186.663 2.186.663
Biaya dibayar dimuka dan
423.587 423.587 423.587 423.587 423.587 423.587
uang muka
JUMLAH ASET LANCAR 78.223.552 90.308.296 105.761.108 121.907.127 138.744.281 156.329.501
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 517.033 517.033 517.033 517.033 517.033 517.033
Properti investasi 0 0 0 0 0 0
Aset lain-lain 0 0 0 0 0 0
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 517.033 517.033 517.033 517.033 517.033 517.033
JUMLAH ASET 78.740.585 90.825.329 106.278.142 122.424.160 139.261.314 156.846.534
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank
Utang usaha 1.834.596 1.834.596 1.834.596 1.834.596 1.834.596 1.834.596
Utang pajak 1.325.218 1.325.218 1.325.218 1.325.218 1.325.218 1.325.218
Beban akrual 269.666 269.666 269.666 269.666 269.666 269.666
Uang muka penjualan dan
0 0 0 0 0 0
pendapatan diterima di muka
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang pembiayaan konsumen 0 0 0 0 0 0
Liabilitas sewa pembiayaan 0 0 0 0 0 0
Utang ke lembaga keuangan
5.808.934 5.808.934 5.808.934 5.808.934 5.808.934 5.808.934
lainnya
JUMLAH LIABILITAS JANGKA
9.238.414 9.238.414 9.238.414 9.238.414 9.238.414 9.238.414
PENDEK
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Liabilitas jangka panjang
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank
Utang pemegang saham 1.276.819 0 0 0 0
-
Utang pembiayaan konsumen 0 0 0 0 0 0
Halaman 51
Page 68
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Liabilitas sewa pembiayaan 0 0 0 0 0 0
Liabilitas diestimasi atas
499.806 499.806 499.806 499.806 499.806 499.806
imbalan kerja
JUMLAH LIABILITAS JANGKA
1.776.624 499.806 499.806 499.806 499.806 499.806
PANJANG
JUMLAH LIABILITAS 11.015.038 9.738.220 9.738.220 9.738.220 9.738.220 9.738.220
EKUITAS
Modal saham 30.265.283 30.265.283 30.265.283 30.265.283 30.265.283 30.265.283
Saldo laba
Telah ditentukan
30.990.181 37.460.264 50.821.827 66.274.639 82.420.658 99.257.811
penggunaannya
Belum ditentukan
6.470.083 13.361.563 15.452.812 16.146.019 16.837.154 17.585.220
penggunaannya
Sub-jumlah 67.725.547 81.087.110 96.539.922 112.685.941 129.523.094 147.108.315
Kepentingan Non-Pengendali
JUMLAH EKUITAS 67.725.547 81.087.110 96.539.922 112.685.941 129.523.094 147.108.315
JUMLAH LIABILITAS DAN
78.740.585 90.825.329 106.278.142 122.424.160 139.261.314 156.846.534
EKUITAS
Sumber : Manajemen
Figur 34. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per
1 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai
dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 8.328.311 8.459.314 8.584.960 8.654.185 8.725.380 8.798.611
Investasi jangka pendek
Piutang usaha 32.516.468 32.981.459 33.176.756 33.276.357 33.376.954 33.478.557
Piutang lain-lain 11.550.171 12.247.442 22.512.212 37.712.251 58.985.737 71.776.293
Pajak dibayar dimuka 8.516.683 5.866.043 4.998.516 4.589.270 4.410.151 4.347.128
Biaya dibayar dimuka dan
5.440.849 5.691.712 4.932.157 4.318.059 3.821.202 3.418.927
uang muka
JUMLAH ASET LANCAR 66.352.482 65.245.971 74.204.601 88.550.123 109.319.424 121.819.516
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 152.233.595 159.621.263 159.607.981 160.036.543 160.353.119 161.225.724
Properti investasi 53.622.300 53.622.300 53.622.300 53.622.300 53.622.300 53.622.300
Halaman 52
Page 69
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset lain-lain 70.968.998 71.636.390 72.337.151 73.072.950 73.845.539 74.656.758
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 276.824.894 284.879.953 285.567.432 286.731.793 287.820.958 289.504.781
JUMLAH ASET 343.177.376 350.125.924 359.772.033 375.281.916 397.140.382 411.324.297
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank
Utang usaha 4.195.689 4.313.743 4.437.701 4.567.856 4.704.519 4.848.015
Utang pajak 1.688.036 1.706.177 1.725.224 1.745.225 1.766.225 1.788.275
Beban akrual 269.666 269.666 269.666 269.666 269.666 269.666
Uang muka penjualan dan
29.965.769 29.965.769 29.965.769 29.965.769 29.965.769 29.965.769
pendapatan diterima di muka
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang pembiayaan
0 1.591.125 1.626.995 0 0 0
konsumen
Liabilitas sewa pembiayaan 0 8.557.125 5.937.694 4.666.667 9.333.333 9.333.333
Utang ke lembaga
5.808.934 6.592.501 5.808.934 5.808.934 5.808.934 5.808.934
keuangan lainnya
JUMLAH LIABILITAS JANGKA
41.928.094 52.996.106 49.771.983 47.024.117 51.848.447 52.013.993
PENDEK
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Liabilitas jangka panjang
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank 0 0 0 0 0 0
Utang pemegang saham 30.445.833 13.488.009 16.592.772 0 0 0
Utang pembiayaan
56.502.037 61.037.641 62.503.410 60.778.348 57.411.093 53.226.047
konsumen
Liabilitas sewa pembiayaan 66.748.578 59.855.149 54.355.190 50.112.092 46.875.515 44.551.493
Liabilitas diestimasi atas
1.244.056 1.281.269 1.320.342 1.361.369 1.404.447 1.449.679
imbalan kerja
JUMLAH LIABILITAS JANGKA
154.940.504 135.662.068 134.771.714 112.251.809 105.691.055 99.227.219
PANJANG
JUMLAH LIABILITAS 196.868.598 188.658.173 184.543.697 159.275.926 157.539.501 151.241.212
EKUITAS
Modal saham 30.265.283 30.265.283 30.265.283 30.265.283 30.265.283 30.265.283
Saldo laba
Telah ditentukan
30.990.181 39.019.003 47.778.749 56.969.310 66.355.451 76.180.706
penggunaannya
Halaman 53
Page 70
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Belum ditentukan
8.028.822 8.759.746 9.190.561 9.386.141 9.825.255 10.184.352
penggunaannya
Sub-jumlah 69.284.286 78.044.032 87.234.593 96.620.734 106.445.989 116.630.341
Kepentingan Non-Pengendali 77.024.492 83.423.718 87.993.743 119.385.257 133.154.892 143.452.744
JUMLAH EKUITAS 146.308.778 161.467.751 175.228.336 216.005.990 239.600.881 260.083.085
JUMLAH LIABILITAS DAN
343.177.376 350.125.924 359.772.033 375.281.916 397.140.382 411.324.297
EKUITAS
Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan Atas Proyeksi Keuangan
Secara umum rasio keuangan atas proyeksi keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
menunjukkan adanya kondisi dibandingkan Tanpa Adanya Rencana Transaksi.
Figur 35. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
RASIO KEUANGAN
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio likuiditas
Rasio lancar 846,72% 977,53% 1144,80% 1319,57% 1501,82% 1692,17%
Rasio cepat 794,78% 807,77% 821,54% 836,13% 851,60% 868,00%
Rasio aktivitas
Hari perputaran piutang usaha 79 96 90 85 81 77
Hari perputaran utang usaha 6 6 5 5 5 5
Rasio solvabilitas
Rasio total liabilitas terhadap
13,99% 10,72% 9,16% 7,95% 6,99% 6,21%
aset
Rasio total liabilitas terhadap
16,26% 12,01% 10,09% 8,64% 7,52% 6,62%
ekuitas
Rasio profitabilitas
Marjin laba kotor 49,80% 33,25% 35,25% 35,25% 35,25% 35,25%
Marjin laba bersih 7,25% 10,27% 11,38% 11,57% 12,05% 12,33%
Rasio laba atas aset 5,13% 20,58% 20,79% 19,27% 18,52% 17,68%
Rasio laba atas ekuitas 5,96% 23,05% 22,89% 20,94% 19,92% 18,85%
Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR
Halaman 54
Page 71
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Figur 36. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
RASIO KEUANGAN
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Rasio likuiditas
Rasio lancar 158,25% 123,11% 149,09% 188,31% 210,84% 234,21%
Rasio cepat 97,42% 78,20% 83,91% 89,17% 81,20% 81,28%
Rasio aktivitas
Hari perputaran piutang
54 72 69 68 67 65
usaha
Hari perputaran utang
13 14 14 14 14 14
usaha
Rasio solvabilitas
Rasio total liabilitas
57,37% 53,88% 51,29% 42,44% 39,67% 36,77%
terhadap aset
Rasio total liabilitas
134,56% 116,84% 105,32% 73,74% 65,75% 58,15%
terhadap ekuitas
Rasio profitabilitas
Marjin laba kotor 48,01% 32,33% 33,80% 34,11% 34,22% 34,54%
Marjin laba bersih 3,18% 5,66% 5,99% 5,99% 6,07% 6,23%
Rasio laba atas aset 0,52% 2,70% 2,90% 2,86% 2,80% 2,85%
Rasio laba atas ekuitas 1,21% 5,86% 5,96% 4,96% 4,64% 4,50%
Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR
Terlihat adanya pergerakan pada beberapa rasio keuangan PPGL apabila melakukan
rencana transaksi.
1. Secara agregat terjadi peningkatan rasio likuiditas yang disebabkan Rencana
Transaksi ini.
2. Terjadi penurunan rasio solvabilitas yang disebabkan Rencana Transaksi ini.
3. Terjadi peningkatan (hari perputaran piutang usaha) dan penurunan (hari
perputaran utang usaha) rasio aktivitas yang disebabkan Rencana Transaksi ini.
4. Terjadi peningkatan rasio profitabilitas yang disebabkan Rencana Transaksi ini.
3.2.4 Laporan Keuangan Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi (Proforma)
Berikut ini adalah Laporan Proforma per 30 September 2025 yang telah disusun oleh
Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan:
Halaman 55
Page 72
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Proforma Posisi Keuangan PPGL
Figur 37. Proforma Posisi Keuangan PPGL (dalam Ribuan Rupiah)
Saldo Historis
30 September 2025
Keterangan PT Prima Globalindo Penyesuaian
Saldo Proforma
Logistik Tbk dan Entitas Proforma
(Tidak diaudit)
Anak (Tidak diaudit)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 10.000.505 (5.100.229) 4.900.277
Investasi jangka pendek 968 0 968
Piutang usaha 32.978.441 (9.968.239) 23.010.202
Piutang lain-lain 3.508.671 (3.287.060) 221.611
Persediaan 19.584.892 (19.584.892) 0
Pajak dibayar dimuka 6.520.293 (6.520.293) 0
Biaya dibayar dimuka dan uang
4.204.380 (3.768.293) 436.087
muka
Kas di Bank dan deposito yang
129.722 (129.722) 0
dibatasi penggunaannya
JUMLAH ASET LANCAR 76.927.872 (48.358.727) 28.569.145
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pemegang saham 0 44.602.883 44.602.883
Aset tetap 161.767.129 (161.190.658) 576.471
Properti investasi 53.622.300 (53.622.300) 0
Aset pajak tangguhan 379.309 (195.340) 183.969
Aset hak guna 6.142.141 (6.142.141) 0
Uang muka pembelian tanah 2.250.000 (2.250.000) 0
Taksiran klaim pajak penghasilan 1.879.287 (817.512) 1.061.775
Aset lain-lain 939.136 (939.136) 0
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 226.979.302 (180.554.204) 46.425.097
JUMLAH ASET 303.907.174 (228.912.932) 74.994.242
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 2.962.371 (2.962.371) 0
Utang usaha 5.688.166 (3.853.570) 1.834.596
Utang lain-lain 45.710.616 (45.708.623) 1.993
Utang pajak 973.188 (488.777) 484.411
Beban akrual 791.126 (521.460) 269.666
Halaman 56
Page 73
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Saldo Historis
30 September 2025
Keterangan PT Prima Globalindo Penyesuaian
Saldo Proforma
Logistik Tbk dan Entitas Proforma
(Tidak diaudit)
Anak (Tidak diaudit)
Uang muka penjualan dan
29.965.769 (29.965.769) 0
pendapatan diterima di muka
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu
tahun:
Utang bank 379.602 (379.602) 0
Utang pembiataan konsumen 20.761.132 (20.593.600) 167.532
Liabilitas sewa pembiayaan 8.716.972 (8.716.972) 0
Utang ke lembaga keuangan lainnya 7.017.527 (2.183.073) 4.834.455
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 122.966.470 (115.373.818) 7.592.652
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Utang bank 4.303.370 (4.303.370) 0
Utang pembiayaan konsumen 21.728.662 (21.421.520) 307.142
Liabilitas sewa pembiayaan 8.503.069 (8.503.069) 0
Liabilitas diestimasi atas imbalan
1.485.076 (873.921) 611.155
kerja
JUMLAH LIABILITAS JANGKA
36.020.177 (35.101.880) 918.297
PANJANG
JUMLAH LIABILITAS 158.986.647 (150.475.698) 8.510.949
EKUITAS
Modal saham 16.965.916 0 16.965.916
Tambahan modal disetor 13.211.662 (80.529) 13.131.132
Selisih transaksi perubahan ekuitas
11.896.959 (11.896.959) 0
Entitas Anak
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 2.000.000 0 2.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 33.962.015 274.262 34.236.277
Penghasilan komprehensif lain 178.450 (28.483) 149.967
Sub-jumlah 78.215.002 (11.731.709) 66.483.293
Kepentingan Non-Pengendali 66.705.525 (66.705.525) 0
JUMLAH EKUITAS 144.920.527 (78.437.234) 66.483.293
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 303.907.174 (228.912.932) 74.994.242
Sumber: Laporan Proforma PPGL per 30 September 2025
Laporan posisi keuangan tanpa adanya Rencana Transaksi diambil dari laporan keuangan
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
September 2025.
Penyesuaian merupakan saldo milik entitas yang dikonsolidasi per 30 September 2025
yaitu PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”).
Halaman 57
Page 74
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Uraian Rencana Transaksi
PPGL berencana untuk melepas sebanyak 365.597.400 (Tiga Ratus Enam Puluh Lima Juta
Lima Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus) lembar saham JAYA, yang mewakili
45,79% dari total kepemilikan ekuitas pada JAYA.
Pelepasan saham tersebut akan dialihkan oleh PPGL kepada Bapak Darmawan Suryadi
sebanyak 256.220.600 (Dua Ratus Lima Puluh Enam Juta Dua Ratus Dua Puluh Ribu Enam
Ratus) lembar saham dengan nilai sebesar Rp31.258.913.220 (Tiga Puluh Satu Miliar Dua
Ratus Lima Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu Dua Ratus Dua Puluh
Rupiah), serta kepada Ibu Jap Astrid Patricia sebanyak 109.376.800 (Seratus Sembilan
Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Enam Ribu Delapan Ratus) lembar saham dengan nilai
sebesar Rp13.343.969.600 (Tiga Belas Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Sembilan
Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Enam Ratus Rupiah), sehingga nilai transaksi
keseluruhan adalah sebesar Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus
Dua Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah).
Struktur permodalan masing-masing PPGL per 30 September 2025 sebelum dan setelah
rencana transaksi adalah sebagai berikut:
Figur 38. Struktur Kepemilikan Saham PPGL dan JAYA sebelum Rencana Transaksi
Sumber: Manajemen
Halaman 58
Page 75
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Figur 39. Struktur Kepemilikan Saham PPGL setelah Rencana Transaksi
Sumber: Manajemen
Figur 40. Struktur Kepemilikan Saham JAYA setelah Rencana Transaksi
Sumber: Manajemen
Asumsi-Asumsi Dasar Signifikan yang Digunakan Dalam Penyusunan Informasi
Keuangan Interim Proforma yang Tidak Diaudit
Penyusunan laporan posisi keuangan interim proforma serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain interim proforma PPGL dilakukan untuk mencerminkan
dampak penyesuaian sehubungan dengan rencana PPGL melakukan pelepasan saham
JAYA. Laporan proforma tersebut disusun untuk mengilustrasikan dampak pelepasan
sebesar 45,79% (Empat Puluh Lima Koma Tujuh Puluh Sembilan Persen) saham JAYA
terhadap informasi keuangan historis PPGL, serta penerapan penyesuaian tersebut
terhadap jumlah-jumlah historis dalam laporan posisi keuangan interim proforma PPGL
tanggal 30 September 2025 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
interim proforma untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut.
Sebelum transaksi pelepasan 45,79% (empat puluh lima koma tujuh puluh sembilan
persen) saham JAYA yang dimiliki oleh PPGL, yang diasumsikan terjadi pada tanggal
30 September 2025, PPGL dan para pemegang saham JAYA maupun perorangan di JAYA
memiliki hubungan istimewa, termasuk adanya hubungan kepemilikan saham dan/atau
pengendalian. Oleh karena itu, Informasi Keuangan Interim Proforma tanggal 30
September 2025 menyajikan dampak pelepasan JAYA dari laporan posisi keuangan
Halaman 59
Page 76
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
interim serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim PPGL dengan
melakukan pengurangan atas setiap pos terkait dalam laporan posisi keuangan interim
dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim berdasarkan saldo
pada tanggal 30 September 2025 serta jumlah transaksi untuk periode yang berakhir
pada tanggal tersebut. Penyesuaian tersebut telah memperhitungkan jurnal eliminasi
antara PPGL dan JAYA sebagaimana dijelaskan dalam bagian Penjelasan atas
Penyesuaian Proforma.
Ikhtisar asumsi-asumsi dasar signifikan pada tanggal 30 September 2025 yang digunakan
manajemen dalam penyusunan informasi keuangan interim proforma yang tidak
diaudit pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut:
a. PPGL dan JAYA diasumsikan telah memenuhi seluruh syarat dan ketentuan yang
berlaku terkait dengan Rencana Transaksi pelepasan 45,79% (Empat Puluh Lima
Koma Tujuh Puluh Sembilan Persen) dari total kepemilikan saham pada JAYA.
b. Nilai rencana transaksi pengalihan kepemilikan saham PPGL pada JAYA
diasumsikan sebesar Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus Dua
Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah), yang
merupakan harga jual saham JAYA kepada Bapak Darmawan Suryadi dan Ibu Jap
Astrid Patricia.
Pembayaran atas transaksi tersebut akan dilakukan oleh Bapak Darmawan Suryadi
dan Ibu Jap Astrid Patricia kepada PPGL selaku pemegang saham JAYA
sebelumnya, atas saham yang mewakili 45,79% (empat puluh lima koma tujuh
sembilan persen) dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam
JAYA.
Transaksi penyertaan saham dicatat sesuai dengan PSAK No. 338, “Kombinasi
Bisnis Entitas Sepengendali”. Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset
dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan kembali ke nilai wajar, melainkan
diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode penyatuan
kepentingan.
Metode penyatuan kepemilikan ini harus diterapkan sejak periode yang paling awal
pada periode dimana kedua entitas (pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam
entitas sepengendali untuk pertama kalinya. Selisih harga pelepasan yang dibayar
dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan sebagai bagian dari akun
tambahan modal disetor - selisih nilai kombinasi bisnis entitas sepengendali dalam
ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi ke laba rugi masa depan.
c. Imbalan yang diterima oleh PPGL dari Rencana Tansaksi masih bersifat piutang
pemegang saham.
d. Informasi keuangan interim proforma tidak memperhitungkan biaya-biaya dan
pajak lainnya.
Halaman 60
Page 77
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Proforma Laba (Rugi) PPGL
Figur 41. Proforma Laba (Rugi) PPGL (dalam Ribuan Rupiah)
Saldo Historis
30 September 2025
Keterangan PT Prima Globalindo Penyesuaian
Saldo Proforma
Logistik Tbk dan Entitas Proforma
(Tidak diaudit)
Anak (Tidak diaudit)
PENDAPATAN 130.704.664 (44.265.465) 86.439.199
BEBAN POKOK PENDAPATAN (89.857.318) 21.839.732 (68.017.586)
LABA (RUGI) KOTOR 40.847.345 (22.425.733) 18.421.613
Beban umum dan administrasi (29.977.509) 17.637.805 (12.339.705)
Beban bunga (4.622.579) 4.154.876 (467.703)
Laba (rugi) penjualan aset tetap dan
2.996.106 (3.177.864) (181.759)
properti investasi
Penghasilan bunga 252.038 (215.661) 36.378
Pendapatan klaim asuransi kendaraan 29.277 (29.277) 0
Lain-lain 282.968 (277.993) 4.975
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK
9.807.647 (4.333.847) 5.473.799
FINAL DAN PAJAK PENGHASILAN
BEBAN PAJAK FINAL (483.295) 483.295 0
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK
9.324.352 (3.850.552) 5.473.799
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (2.368.157) 648.505 (1.719.653)
Tangguhan 50.584 (27.979) 22.605
Beban Pajak Penghasilan (2.317.574) 620.526 (1.697.048)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 7.006.778 (3.230.026) 3.776.752
PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas
5.061 (13.661) (8.600)
imbalan kerja
Efek pajak terkait (1.113) 3.005 1.892
Penghasilan komprehensif lain 3.948 (10.656) (6.708)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN
7.010.726 (3.240.682) 3.770.044
BERJALAN
Sumber: Laporan Proforma PPGL per 30 September 2025
Halaman 61
Page 78
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
3.2.5 Analisis Dampak Keuangan Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan
Dampak Keuangan berdasarkan laporan proforma per 30 September 2025 adalah
Penyesuaian pada akun perhitungan tambahan modal disetor - selisih nilai kombinasi
bisnis entitas sepengendali, piutang pemegang saham, uang muka, uang muka
penjualan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan beban umum dan administrasi.
Ikhtisar penjelasan atas penyesuaian proforma signifikan yang digunakan manajemen
PPGL dalam penyusunan informasi keuangan interim proforma adalah sebagai berikut:
a. Perhitungan Tambahan Modal Disetor - Selisih Nilai Kombinasi Bisnis Entitas
Sepengendali:
Nilai wajar diakui pada saat
pelepasan (Dalam Ribuan Rupiah)
Aset
Aset lancar 48.647.595
Aset tidak lancar 225.157.087
Total Aset 273.804.683
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek 115.662.686
Liabilitas jangka panjang 35.101.880
Total Liabilitas 150.764.566
Total nilai wajar aset neto teridentifikasi 123.040.117
Kepentingan non-pengendali (26)
123.040.091
Bagian dari aset neto yang dilepas 56.334.592
Imbalan yang dibayarkan 44.602.883
Tambahan modal disetor - Selisih nilai transaksi
11.731.709
restrukturisasi entitas sepengendali
b. Piutang pemegang saham
Dalam laporan posisi keuangan interim proforma yang tidak diaudit PPGL, saldo
piutang kepada pemegang saham mengalami peningkatan sebesar
Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus Dua Juta Delapan Ratus
Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah), yang merupakan pendanaan yang
timbul dari transaksi pelepasan saham JAYA dan akan dibayarkan oleh Bapak
Darmawan Suryadi sebesar Rp31.258.913.220 (Tiga Puluh Satu Miliar Dua Ratus
Lima Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu Dua Ratus Dua Puluh
Rupiah), dan Ibu Jap Astrid Patricia sebesar Rp 13.343.969.600 (Tiga Belas Miliar
Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Enam
Ratus Rupiah), selaku pemegang saham PPGL.
c. Uang muka, uang muka penjualan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan
beban umum dan administrasi
Dalam laporan posisi keuangan interim proforma yang tidak diaudit serta laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim proforma yang tidak diaudit
Halaman 62
Page 79
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PPGL, terdapat saldo uang muka sebesar Rp288.868.220 (Dua Ratus Delapan Puluh
Delapan Juta Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Dua Ratus Dua Puluh
Rupiah), uang muka penjualan sebesar Rp228.868.220 (Dua Ratus Dua Puluh
Delapan Juta Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Dua Ratus Dua Puluh
Rupiah), pendapatan sebesar Rp9.116.736.630 (Sembilan Miliar Seratus Enam Belas
Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tiga Puluh Rupiah), beban
pokok pendapatan sebesar Rp9.116.736.630 (Sembilan Miliar Seratus Enam Belas
Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tiga Puluh Rupiah), serta beban
umum dan administrasi sebesar Rp20.833.333 (Dua Puluh Juta Delapan Ratus Tiga
Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah), yang seluruhnya merupakan
pembalikan atas transaksi eliminasi antara PPGL dan entitas anak dari JAYA.
3.2.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan PPGL Dibandingkan Dengan Industri Yang
Sejenis dan Sebanding
Analisa dampak leverage dilakukan dengan membandingkan rasio liabilitas terhadap
ekuitas/liabilities to equity ratio yang menunjukkan seberapa besar sebuah perusahaan
menggunakan sumber pendanaannya untuk membiayai operasi maupun ekspansi demi
mendongkrak kinerja perusahaan.
Figur 42. Pembanding Liabilities to Equity Ratio
Liabilities to Equity
No Nama Perusahaan
Ratio
1 PT Mitra International Resources Tbk (IDX:MIRA) 59,83%
2 PT Utama Radar Cahaya Tbk (IDX:RCCC) 114,37%
3 PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (IDX:GTRA) 201,93%
Rata - Rata 125,38%
Sumber : S&P Capital IQ, diolah oleh DYR
Jika dilihat dari rasio leverage PPGL yang mana rata-rata selama masa proyeksi sebesar
8,98%, rasio ini jauh dari rasio leverage pasar yaitu sekitar 125,38%%.
3.2.7 Analisis Inkremental
Analisis inkremental merupakan analisis nilai tambah atas selisih proyeksi Dengan
Adanya Rencana Transaksi dan Tanpa Adanya Rencana Transaksi.
Laba (Rugi)
Berikut adalah Figur nilai tambah atas proyeksi Laba (Rugi):
Figur 43. Nilai Tambah atas Proyeksi Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 0 14.668.461 19.648.930 24.920.893 31.040.901 36.947.020
Halaman 63
Page 80
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
BEBAN POKOK
1.000.000 (8.261.494) (10.188.019) (14.088.354) (18.217.615) (22.587.588)
PENDAPATAN
LABA (RUGI) KOTOR 1.000.000 6.406.968 9.460.912 10.832.539 12.823.286 14.359.432
Beban usaha 0 (572.896) (879.395) (1.507.776) (2.173.420) (2.878.249)
Pendapatan lain 1.424.468 3.278.429 4.007.952 4.746.990 5.497.448 6.261.256
Beban lain-lain 0 479.477 484.271 489.114 494.005 498.945
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 2.424.468 9.591.977 13.073.739 14.560.868 16.641.319 18.241.385
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
Kini (156.691) (370.649) (1.425.181) (1.679.110) (1.952.012) (2.226.613)
Beban Pajak Penghasilan (156.691) (370.649) (1.425.181) (1.679.110) (1.952.012) (2.226.613)
LABA (RUGI) TAHUN
2.267.776 9.221.328 11.648.558 12.881.758 14.689.306 16.014.772
BERJALAN
Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR
Posisi Keuangan
Berikut adalah Figur nilai tambah atas proyeksi Posisi Keuangan:
Figur 44. Nilai Tambah atas Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 17.379.946 18.448.944 19.595.297 20.874.392 22.232.417 23.674.158
Investasi jangka pendek 0 0 0 0 0 0
Piutang usaha 15.200.183 14.735.192 14.539.896 14.440.295 14.339.697 14.238.094
Piutang lain-lain (9.361.777) 825.696 4.741.738 4.339.398 (1.526.154) 1.753.538
Pajak dibayar dimuka (6.330.020) (3.679.381) (2.811.853) (2.402.608) (2.223.489) (2.160.465)
Biaya dibayar dimuka dan
(5.017.262) (5.268.125) (4.508.570) (3.894.473) (3.397.615) (2.995.340)
uang muka
JUMLAH ASET LANCAR 11.871.070 25.062.325 31.556.508 33.357.004 29.424.857 34.509.985
ASET TIDAK LANCAR
Halaman 64
Page 81
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset tetap (151.716.562) (159.104.230) (159.090.948) (159.519.510) (159.836.086) (160.708.690)
Properti investasi (53.622.300) (53.622.300) (53.622.300) (53.622.300) (53.622.300) (53.622.300)
Aset lain-lain (70.968.998) (71.636.390) (72.337.151) (73.072.950) (73.845.539) (74.656.758)
JUMLAH ASET TIDAK
(276.307.860) (284.362.920) (285.050.399) (286.214.760) (287.303.925) (288.987.748)
LANCAR
JUMLAH ASET (264.436.791) (259.300.595) (253.493.891) (252.857.756) (257.879.068) (254.477.763)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA
PENDEK
Utang bank
Utang usaha (2.361.093) (2.479.147) (2.603.105) (2.733.260) (2.869.923) (3.013.419)
Utang pajak (362.818) (380.959) (400.007) (420.007) (441.007) (463.058)
Beban akrual 0 0 0 0 0 0
Uang muka penjualan dan
pendapatan diterima di (29.965.769) (29.965.769) (29.965.769) (29.965.769) (29.965.769) (29.965.769)
muka
Liabilitas jangka panjang
yang jatuh tempo dalam 0 0 0 0 0 0
waktu satu tahun:
Utang pembiayaan
0 (1.591.125) (1.626.995) 0 0 0
konsumen
Liabilitas sewa
0 (8.557.125) (5.937.694) (4.666.667) (9.333.333) (9.333.333)
pembiayaan
Utang ke lembaga
0 (783.567) 0 0 0 0
keuangan lainnya
JUMLAH LIABILITAS
(32.689.680) (43.757.692) (40.533.569) (37.785.703) (42.610.033) (42.775.579)
JANGKA PENDEK
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Liabilitas jangka panjang
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Utang bank 0 0 0 0 0 0
Utang pemegang
(29.169.014) (13.488.009) (16.592.772) 0 0 0
saham
Utang pembiayaan
(56.502.037) (61.037.641) (62.503.410) (60.778.348) (57.411.093) (53.226.047)
konsumen
Liabilitas sewa
(66.748.578) (59.855.149) (54.355.190) (50.112.092) (46.875.515) (44.551.493)
pembiayaan
Liabilitas diestimasi atas
(744.250) (781.463) (820.536) (861.563) (904.641) (949.873)
imbalan kerja
JUMLAH LIABILITAS
(153.163.879) (135.162.262) (134.271.908) (111.752.003) (105.191.249) (98.727.413)
JANGKA PANJANG
JUMLAH LIABILITAS (185.853.559) (178.919.954) (174.805.478) (149.537.706) (147.801.282) (141.502.992)
EKUITAS
Halaman 65
Page 82
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Modal saham 0 0 0 0 0 0
Saldo laba 0 0 0 0 0 0
Telah ditentukan
0 (1.558.739) 3.043.078 9.305.329 16.065.207 23.077.105
penggunaannya
Belum ditentukan
(1.558.739) 4.601.817 6.262.251 6.759.878 7.011.898 7.400.869
penggunaannya
Sub-jumlah (1.558.739) 3.043.078 9.305.329 16.065.207 23.077.105 30.477.974
Kepentingan Non-
(77.024.492) (83.423.718) (87.993.743) (119.385.257) (133.154.892) (143.452.744)
Pengendali
JUMLAH EKUITAS (78.583.231) (80.380.641) (78.688.414) (103.320.050) (110.077.786) (112.974.770)
JUMLAH LIABILITAS DAN
(264.436.791) (259.300.595) (253.493.891) (252.857.756) (257.879.068) (254.477.763)
EKUITAS
Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR
Jika dilihat dari sisi laporan posisi keuangan akan terlihat adanya nilai tambah pada
pendapatan dan laba bersih.
Nilai tambah pada akun pendapatan pada tahun 2026 sebesar Rp14.668.461 Ribu, tahun
2027 sebesar Rp19.648.930 Ribu, tahun 2028 sebesar Rp24.920.893 Ribu, tahun 2029
sebesar Rp31.040.901 Ribu, dan tahun 2030 sebesar Rp36.947.020 Ribu.
Nilai tambah pada akun laba bersih pada tahun 2026 sebesar Rp9.221.328 Ribu, tahun
2027 sebesar Rp11.648.558 Ribu, tahun 2028 sebesar Rp12.881.758 Ribu, tahun 2029
sebesar Rp14.689.306 Ribu, dan tahun 2030 sebesar Rp16.014.772 Ribu.
3.2.8 Analisis Atas Faktor Lain yang Relevan
Manajemen menyatakan bahwasannya antara Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli
Saham dan Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan.
3.2.9 Analisis Sensitivitas
Figur 45. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
Usaha Turun 5% (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 52.863.070 172.951.757 184.506.814 193.732.154 203.418.762 213.589.700
BEBAN POKOK PENDAPATAN (26.535.792) (115.448.314) (119.469.015) (125.442.465) (131.714.589) (138.300.318)
LABA (RUGI) KOTOR 26.327.278 57.503.443 65.037.799 68.289.689 71.704.173 75.289.382
Beban usaha (23.934.110) (40.199.418) (43.153.221) (45.061.245) (47.057.181) (49.410.040)
Halaman 66
Page 83
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan lain 6.889.255 8.373.718 8.803.804 9.256.078 9.731.691 10.231.853
Beban lain-lain (4.973.202) (5.919.552) (6.773.681) (6.855.616) (6.243.569) (5.771.961)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 4.309.221 19.758.192 23.914.701 25.628.907 28.135.115 30.339.235
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (474.014) (2.002.266) (2.922.386) (3.211.754) (3.628.824) (3.999.161)
Beban Pajak Penghasilan (474.014) (2.002.266) (2.922.386) (3.211.754) (3.628.824) (3.999.161)
LABA (RUGI) TAHUN
3.835.207 17.755.926 20.992.314 22.417.152 24.506.291 26.340.074
BERJALAN
Sumber : DYR
Figur 46. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
Usaha Turun 7,5% (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 51.471.936 168.400.395 179.651.371 188.633.940 198.065.637 207.968.919
BEBAN POKOK PENDAPATAN (25.837.482) (112.410.200) (116.325.093) (122.141.348) (128.248.415) (134.660.836)
LABA (RUGI) KOTOR 25.634.455 55.990.195 63.326.278 66.492.592 69.817.221 73.308.083
Beban usaha (23.304.265) (39.141.538) (42.017.610) (43.875.423) (45.818.834) (48.109.776)
Pendapatan lain 6.707.959 8.153.357 8.572.125 9.012.497 9.475.594 9.962.594
Beban lain-lain (4.842.328) (5.763.774) (6.595.427) (6.675.205) (6.079.264) (5.620.067)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 4.195.821 19.238.239 23.285.366 24.954.462 27.394.717 29.540.834
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (461.540) (1.949.575) (2.845.481) (3.127.235) (3.533.329) (3.893.920)
Beban Pajak Penghasilan (461.540) (1.949.575) (2.845.481) (3.127.235) (3.533.329) (3.893.920)
LABA (RUGI) TAHUN
3.734.281 17.288.665 20.439.885 21.827.227 23.861.389 25.646.914
BERJALAN
Halaman 67
Page 84
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
Figur 47. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
Usaha Turun 10% (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 50.080.803 163.849.033 174.795.929 183.535.725 192.712.511 202.348.137
BEBAN POKOK PENDAPATAN (25.139.171) (109.372.087) (113.181.172) (118.840.230) (124.782.242) (131.021.354)
LABA (RUGI) KOTOR 24.941.632 54.476.946 61.614.757 64.695.495 67.930.270 71.326.783
Beban usaha (22.674.420) (38.083.659) (40.881.999) (42.689.600) (44.580.487) (46.809.511)
Pendapatan lain 6.526.663 7.932.996 8.340.446 8.768.916 9.219.497 9.693.335
Beban lain-lain (4.711.454) (5.607.997) (6.417.172) (6.494.794) (5.914.960) (5.468.173)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 4.082.420 18.718.287 22.656.032 24.280.017 26.654.320 28.742.433
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (449.066) (1.896.884) (2.768.577) (3.042.715) (3.437.833) (3.788.679)
Beban Pajak Penghasilan (449.066) (1.896.884) (2.768.577) (3.042.715) (3.437.833) (3.788.679)
LABA (RUGI) TAHUN
3.633.354 16.821.403 19.887.456 21.237.302 23.216.486 24.953.755
BERJALAN
Figur 48. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
Usaha Naik 5% (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 58.427.604 191.157.205 203.928.583 214.125.013 224.831.263 236.072.826
BEBAN POKOK PENDAPATAN (29.329.033) (127.600.768) (132.044.700) (138.646.935) (145.579.282) (152.858.246)
LABA (RUGI) KOTOR 29.098.570 63.556.437 71.883.883 75.478.077 79.251.981 83.214.580
Beban usaha (26.453.490) (44.430.935) (47.695.665) (49.804.534) (52.010.568) (54.611.097)
Pendapatan lain 7.614.440 9.255.162 9.730.520 10.230.402 10.756.080 11.308.891
Beban lain-lain (5.496.697) (6.542.663) (7.486.700) (7.577.259) (6.900.787) (6.379.535)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 4.762.824 21.838.002 26.432.038 28.326.686 31.096.706 33.532.839
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Halaman 68
Page 85
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Kini (523.911) (2.213.031) (3.230.006) (3.549.834) (4.010.805) (4.420.125)
Beban Pajak Penghasilan (523.911) (2.213.031) (3.230.006) (3.549.834) (4.010.805) (4.420.125)
LABA (RUGI) TAHUN
4.238.913 19.624.971 23.202.032 24.776.853 27.085.901 29.112.714
BERJALAN
Sumber : DYR
Figur 49. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
Usaha Naik 7,5% (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 59.818.737 195.708.567 208.784.026 219.223.227 230.184.389 241.693.608
BEBAN POKOK PENDAPATAN (30.027.344) (130.638.881) (135.188.622) (141.948.053) (149.045.456) (156.497.728)
LABA (RUGI) KOTOR 29.791.393 65.069.686 73.595.404 77.275.174 81.138.933 85.195.880
Beban usaha (27.083.335) (45.488.815) (48.831.276) (50.990.356) (53.248.915) (55.911.361)
Pendapatan lain 7.795.736 9.475.523 9.962.199 10.473.983 11.012.177 11.578.150
Beban lain-lain (5.627.571) (6.698.440) (7.664.955) (7.757.670) (7.065.091) (6.531.429)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 4.876.224 22.357.954 27.061.372 29.001.131 31.837.104 34.331.240
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (536.385) (2.265.722) (3.306.911) (3.634.354) (4.106.301) (4.525.366)
Beban Pajak Penghasilan (536.385) (2.265.722) (3.306.911) (3.634.354) (4.106.301) (4.525.366)
LABA (RUGI) TAHUN
4.339.840 20.092.232 23.754.461 25.366.778 27.730.803 29.805.874
BERJALAN
Figur 50. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
Usaha Naik 10% (Dalam Ribuan Rupiah)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENDAPATAN 61.209.870 200.259.929 213.639.468 224.321.442 235.537.514 247.314.390
BEBAN POKOK PENDAPATAN (30.725.654) (133.676.995) (138.332.543) (145.249.170) (152.511.629) (160.137.210)
Halaman 69
Page 86
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Okt - Des
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan 2025
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
LABA (RUGI) KOTOR 30.484.216 66.582.934 75.306.925 79.072.271 83.025.885 87.177.179
Beban usaha (27.713.180) (46.546.694) (49.966.887) (52.176.178) (54.487.262) (57.211.625)
Pendapatan lain 7.977.033 9.695.884 10.193.878 10.717.564 11.268.274 11.847.409
Beban lain-lain (5.758.444) (6.854.218) (7.843.210) (7.938.081) (7.229.396) (6.683.323)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK 4.989.625 22.877.906 27.690.706 29.675.576 32.577.502 35.129.641
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (548.859) (2.318.413) (3.383.816) (3.718.874) (4.201.796) (4.630.607)
Beban Pajak Penghasilan (548.859) (2.318.413) (3.383.816) (3.718.874) (4.201.796) (4.630.607)
LABA (RUGI) TAHUN
4.440.766 20.559.493 24.306.890 25.956.703 28.375.705 30.499.033
BERJALAN
Dari analisa sensitivitas, dapat terlihat perubahan pendapatan PPGL terhadap proyeksi
setelah adanya pelepasan saham “PPGL Dengan Rencana Transaksi”. Dari analisis
sensitivitas terlihat rencana transaksi yang akan dilakukan sensitif terhadap perubahan.
Halaman 70
Page 87
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
4 ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI
4.1 Alasan dan Latar Belakang PPGL untuk Melakukan Rencana Transaksi Pelepasan
Ekuitas JAYA dan Entitas Anak:
• Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka melakukan pelepasan JAYA guna
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha PPGL secara keseluruhan.
Melalui pelaksanaan dekonsolidasi tersebut, PPGL diharapkan dapat lebih
memusatkan sumber daya dan perhatian manajemen pada kegiatan usaha utama
(core business) yang memberikan nilai tambah secara optimal bagi PPGL.
• Rencana Transaksi yang dilakukan oleh PPGL, JAYA diharapkan memiliki fleksibilitas
yang lebih besar dalam menentukan strategi pendanaan dan pengembangan
usahanya secara mandiri, termasuk dalam memperoleh akses pendanaan yang sesuai
dengan kebutuhan dan profil usahanya. Dengan demikian, PPGL tidak lagi
menanggung kebutuhan pendanaan JAYA, sehingga struktur permodalan dan arus kas
PPGL dapat dikelola secara lebih optimal.
• Berdasarkan pertimbangan atas kinerja JAYA serta evaluasi terhadap kontribusinya
terhadap kinerja PPGL, Rencana Transaksi ini diyakini tidak akan menimbulkan
dampak negatif yang material terhadap kelangsungan usaha PPGL. Sebaliknya,
langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan fokus usaha serta perbaikan
kinerja keuangan PPGL secara berkelanjutan.
• Diharapkan fundamental bisnis PPGL menjadi lebih kuat, struktur keuangan menjadi
lebih sehat, serta nilai PPGL dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang
optimal bagi seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik, dalam
jangka panjang.
Analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu transaksi dengan
membandingkan Nilai Pasar dengan harga yang disepakati pada Draf Perjanjian
Pengikatan Jual Beli Saham.
Nilai Pasar
Berdasarkan Laporan Penilaian 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak dengan Nomor
Laporan No. 00003/2.0041-00/PI/06/0384/0/I/2026 tanggal 22 Januari 2026, yang
disusun oleh KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan, yaitu nilai pasar 45,79% Ekuitas JAYA dan
Entitas Anak yang akan dibeli oleh PPGL adalah sebesar Rp42.809.000.000,00- (Empat
Puluh Dua Miliar Delapan Ratus Sembilan Juta Rupiah).
Harga Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli, disepakati bahwa harga penjualan 45,79%
Ekuitas JAYA dan Entitas Anak sebesar Rp42.809.000.000,00- (Empat Puluh Dua Miliar
Delapan Ratus Sembilan Juta Rupiah).
Perbandingan harga Rencana Transaksi dengan nilai Pasar
Dengan membandingkan Harga Rencana Transaksi dan Nilai Pasar yaitu sebagai berikut:
Harga Transaksi penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak sebesar
Rp42.809.000.000,00- (Empat Puluh Dua Miliar Delapan Ratus Sembilan Juta Rupiah) atau
4,19% (Empat Koma Sembilan Belas Persen) di atas Nilai Pasar.
Halaman 71
Page 88
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
4.2 Analisis Kewajaran Kualitatif
Manfaat yang akan diperoleh PPGL dari transaksi penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan
Entitas Anak adalah sebagai berikut:
• Memperkuat posisi kas dan struktur permodalan PPGL, yang memberikan fleksibilitas
keuangan untuk mendanai rencana ekspansi atau membayar liabilitas jangka pendek
maupun jangka panjang.
• Optimalisasi Portofolio Investasi, yang merupakan bagian dari strategi restrukturisasi
portofolio untuk melepaskan aset non-inti (non-core assets), sehingga PPGL dapat
lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama yang memiliki pertumbuhan
tinggi.
• Memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan melalui pencatatan keuntungan
atas pelepasan saham/ekuitas, yang pada akhirnya meningkatkan nilai ekuitas bagi
para pemegang saham PPGL.
• Mengurangi beban konsolidasi atau tanggung jawab manajerial terhadap entitas yang
dilepas, sehingga sumber daya Perusahaan dapat dialokasikan secara lebih efisien
ke unit bisnis yang lebih strategis.
• Struktur keuangan yang lebih ramping dan fokus pasca-penjualan dapat
meningkatkan kepercayaan pasar dan menarik calon investor baru untuk berinvestasi
pada bisnis utama PPGL.
4.3 Analisis Kewajaran Kuantitatif
1. Dari rasio-rasio keuangan terdapat pengaruh atas Rencana Transaksi ini.
2. Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian pada akun perhitungan tambahan
modal disetor - selisih nilai kombinasi bisnis entitas sepengendali, piutang
pemegang saham, uang muka, uang muka penjualan pendapatan, beban pokok
pendapatan, dan beban umum dan administrasi.
3. Berdasarkan analisis nilai tambah, diketahui bahwa terdapat nilai tambah dari
adanya rencana transaksi ini. Simpangan dari Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai
Pasar adalah sebesar 4,19% di bawah Nilai Rencana Transaksi untuk JAYA dan
Entitas Anak, maka simpangan tersebut adalah wajar, karena berada pada batas
atas dan batas bawah tidak melebihi 7,5%.
4. Prosedur yang dilakukan manajemen adalah Manajemen dalam melakukan Rencana
Transaksi termasuk dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) Republik
Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan dan POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Oleh karena itu, atas rencana ini perlu
dilakukan penilaian ekuitas atas objek rencana transaksi serta pendapat kewajaran
dari pihak Independen.
4.4 Analisis atas kewajaran nilai transaksi
Berdasarkan analisis nilai tambah, diketahui bahwa terdapat nilai tambah dari adanya
rencana transaksi ini yaitu rata-rata laba bersih selama masa proyeksi (2026 – 2030)
sebesar Rp12.891.144 Ribu. Simpangan dari Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
adalah sebesar 4,19% di bawah Nilai Rencana Transaksi untuk JAYA dan Entitas Anak,
maka simpangan tersebut adalah wajar, karena berada pada batas atas dan batas bawah
tidak melebihi 7,5%.
Halaman 72
Page 89
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
5 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh
dan digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi ini adalah wajar.
Kesimpulan akhir diatas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada PPGL maupun secara eksternal yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut diatas, maka kesimpulan
mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Halaman 73
Page 90
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
6 KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN adalah
sebuah usaha persekutuan dan bergerak dalam bidang layanan jasa Penilai. Kantor Jasa
Penilai Publik ini sebelumnya bernama KJPP YANUAR BEY DAN REKAN dengan izin Kantor
Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuagna RI No. KEP–497/KM.1/2009, tanggal 12 Mei2009
dan atas perubahan nama tersebut telah mendapatkan Izin Usaha Kantor Jasa Penilai
Publik dari Menteri Keuangan RI No. 174/KM.1/2020, tanggal 18 Maret 2020 dan telah
terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“OJK d/h Bapepam dan LK”).
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut :
Ijin Penilai Publik : B.1-14.00384
STTD Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
STTD IKNB : 086/NB.122/STTD-P/2017
MAPPI : 10-S-02664
Halaman 74
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP YANUAR BEY DAN REKAN
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.2 ×5
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.2 ×3
unresolved
org
Bapepam
p.2 ×6
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik DYR
p.2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.2 ×2
unresolved
person
Hafez Salammudin
· Direktur
p.5 ×2
unresolved
person
Baja Erikson Naibaho
· Direktur
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan
p.6 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono
p.6 ×4
unresolved
person
PPGL
· Direktur Utama
p.7
unresolved
org
Heliantono
p.8 ×27
unresolved
org
Audited dan Rekan
p.8 ×22
unresolved
org
A dan Rekan
p.8 ×2
unresolved
org
Heliantono dan Rekan
p.8 ×3
unresolved
org
KJPP Dasa’at
p.8 ×83
unresolved
org
Yudistira dan Rekan
p.8 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×14
unresolved
org
YUDISTIRA DAN REKAN Ivan Teguh Khristian
p.10
unresolved
person
WORLD WIDE Michelle Maria Meylan Nender
p.12
unresolved
—
Identit
· Penilai
p.13 ×2
unresolved
org
KJPP Dasa’at Yudistira dan Rekan
p.24 ×2
unresolved
org
KJPP Dasa’at Yudistira
p.24 ×2
unresolved
person
Khristian
p.24
unresolved
person
Akta Notaris Alang
p.27 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.27 ×6
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.27 ×3
unresolved
org
PT Prima Globalindo Logistik Nama Bank
p.30
unresolved
org
Bank BCA KCP Griya Utama Nomor Rekening
p.30
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.31
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.32
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
p.32
unresolved
org
Bank Indonesia. Minat
p.46
unresolved
org
Kementerian Investasi
p.47 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.47
unresolved
org
Penyesuaian Saldo Proforma Logistik Tbk
p.72 ×3
unresolved
person
Jap Astrid Patricia. Pembayaran
· Komisaris
p.76 ×45
unresolved
org
Yudistira & Rekan
p.87
unresolved
org
Menteri Keuagna RI
p.90
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.