Skip to content
Back to announcement

20260126_PPGL_Laporan Informasi dan Fakta Material_32022264_lamp5.pdf

Other Text extracted PPGL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




                                           LAPORAN
                                      PENDAPAT KEWAJARAN
                PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
                            (“PPGL”)




                                              LOKASI DI :
                                                JAKARTA




      NO. LAPORAN : 00001/2.0041-00/PI/NB-1/0384/1/I/2026



                                       Trusted Appraisal Services
Page 2
                    KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
                    DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
                    AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




              No. Laporan : 00001/2.0041-00/PI/NB-1/0384/1/I/2026

              Jakarta, 22 Januari 2026

              Kepada Yth.
              PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
              Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
              Cakung Timur, Cakung
              Jakarta Timur
              DKI Jakarta – 13910

              Dengan hormat,

              KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (“DYR”) telah ditunjuk oleh
              PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk (“PPGL”) berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran
              Jasa Pendapat Kewajaran No. PR.DYR-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352 tanggal 25 September
              2025 dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran atas
              Rencana Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL
              kepada pihak terafiliasi.

              Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (d/h KJPP YANUAR BEY
              DAN REKAN) adalah sebuah usaha persekutuan dan bergerak dalam bidang layanan jasa Penilai
              dengan izin Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI No. KEP–497/KM.1/2009,
              tanggal 12 Mei 2009 dan atas perubahan nama tersebut telah mendapatkan Izin Usaha Kantor
              Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI No. 174/KM.1/2020, tanggal 18 Maret 2020 dan
              telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
              d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“OJK d/h Bapepam dan LK”).


              1.     Status Penilai

                     Penilai adalah Partner dari Kantor Jasa Penilai Publik DYR dengan kualifikasi sebagai
                     berikut:

                     Nama Penilai                         : Ivan Teguh Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
                     Ijin Penilai Publik                  : B.1-14.00384
                     STTD Pasar Modal                     : STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
                     STTD IKNB                            : 086/NB.122/STTD-P/2017
                     MAPPI                                : 10-S-02664
                     Klasifikasi Izin                     : Penilaian Bisnis (B)

                     DYR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
                     Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan Pendapat Kewajaran ini.




Business & Property Appraisal (PB) :
The Manhattan Square - Mid Tower
15th Floor Unit D
Jl. TB. Simatupang Kav.1S
Cilandak Timur, Jakarta Selatan, 12560
T : +62-21 2780 8586 (Hunting)
E : info@dyr.co.id                                                    i
www.dyr.co.id                                             Trusted Appraisal Services
                                                                 Branch Office :
                   Jakarta (P), Semarang (PB), Medan (P), Surabaya (P), Denpasar (P), Bandung (P), Pekanbaru (P), Lampung (P)
                            Tangerang (P), Sleman (P), Surakarta (PS), Banyumas (PS), Balikpapan (PS), Manado (PS)
Page 3
     KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
     DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
     AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




      Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara independen
      tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek
      Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek
      Pendapat Kewajaran. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
      terkait dengan penugasan ini.

      Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
      merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
      oleh opini yang dihasilkan.


2.    Identitas Pemberi Tugas

        Nama Perusahaan                              :   PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
        Jenis Usaha                                  :   Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
                                                         forwarding).
        Alamat                                       :   Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
                                                         Cakung Timur, Cakung
                                                         Jakarta Timur
                                                         DKI Jakarta – 13910
        No. Telp/Fax                                 :   (021) 4609736 / 4609765
        E-mail                                       :   corporate@pgl-logistic.com
        Situs web                                    :   https://www.pgl-logistic.com


3.    Identitas Pengguna Laporan

        Nama Perusahaan                              :   PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
        Jenis Usaha                                  :   Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
                                                         forwarding).
        Alamat                                       :   Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
                                                         Cakung Timur, Cakung
                                                         Jakarta Timur
                                                         DKI Jakarta – 13910
        No. Telp/Fax                                 :   (021) 4609736 / 4609765
        E-mail                                       :   corporate@pgl-logistic.com
        Situs web                                    :   https://www.pgl-logistic.com


4.    Tanggal Pendapat Kewajaran dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal penilaian adalah per 30 September 2025 dimana batas tersebut diambil atas dasar
      pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Sehingga masa berlaku laporan Pendapat Kewajaran ini berakhir pada tanggal 31 Maret
      2026.


5.    Objek Pendapat Kewajaran

      Bahwa objek pendapat kewajaran sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi
      tugas adalah pendapat kewajaran atas rencana transaksi afiliasi dan material berupa
      pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada pihak terafiliasi.




                                                         ii



                                           Trusted Appraisal Services
Page 4
     KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
     DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
     AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




6.    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
      Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada
      pihak terafiliasi.

      Berkenaan dengan hal tersebut maksud dan tujuan pemberian pendapat kewajaran ini
      adalah untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020
      tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
      Usaha, POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”)
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
      Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018.


7.    Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Dalam penugasan ini nilai Rencana Transaksi dinyatakan dalam mata uang Rupiah.


8.    Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini DYR bertindak secara independen
      tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PPGL ataupun pihak-pihak
      yang terafiliasi dengan PPGL. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
      keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Berdasarkan Penawaran
      No. PR.DYR-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352 tanggal 25 September 2025, penugasan
      DYR adalah untuk memberikan Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana
      Transaksi Afiliasi dan Material.


9.    Tanggung Jawab Penilai

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan DYR sebagai penilai, DYR menyatakan bahwa
      semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Pendapat Kewajaran telah
      dilakukan dengan benar dan DYR bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang
      diterbitkan.


10. Uraian Mengenai Ada atau Tidaknya Benturan Kepentingan atas Transaksi yang Akan
    Dilakukan

      Rencana Transaksi antara PPGL dengan pihak yang akan bertransaksi menunjukkan adanya
      hubungan afiliasi dan memiliki unsur transaksi material. Manajemen menyatakan Rencana
      Transaksi akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan tidak ada unsur benturan
      kepentingan atas Rencana Transaksi ini.




                                                       iii



                                           Trusted Appraisal Services
Page 5
   KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




11. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”)

    Unsur Transaksi Afiliasi

    Berikut struktur kepengurusan yang menggambarkan hubungan afiliasi antara PPGL dengan
    pihak yang akan bertransaksi. Pihak-pihak yang akan membeli saham JAYA dan Entitas Anak
    adalah Bapak Darmawan Suryadi SM dan Ibu Jap Astrid Patricia yang masing-masing pihak
    memiliki jabatan dan kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA.

    -      Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepengurusan

           Hubungan Afiliasi PPGL dan JAYA
             No                          Nama                           PPGL                            JAYA
              1      Jap Astrid Patricia                              Komisaris                    Komisaris Utama
              2      I Made Satyaguna                         Komisaris Independen
              3      Darmawan Suryadi SM                           Direktur Utama                  Direktur Utama
              4      Hafez Salammudin                                 Direktur
              5      Franklin William Kayhatu                                                    Komisaris Independen
              6      Baja Erikson Naibaho                                                        Direktur Independen
           Sumber: Manajemen

           Struktur kepengurusan diatas menggambarkan adanya hubungan afiliasi antara PPGL
           dengan pihak yang akan bertransaksi, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak
           Darmawan Suryadi SM tercatat sebagai komisaris utama dan direktur utama pada PPGL
           dan JAYA.

    -      Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepemilikan

           Struktur Kepemilikan PPGL
                                                                                   Persentase          Jumlah Modal
                         Pemegang Saham                   Jumlah Saham
                                                                                  Kepemilikan           Disetor (Rp)
             Darmawan Suryadi SM                             406.076.333                  52,66%           8.933.679.326
             Jap Astrid Patricia                             177.926.767                  23,07%           3.914.388.874
             Suryawarni Surli                                    40.093.000                5,20%            882.046.000
             Masyarakat (masing-masing dengan
                                                             147.081.920                  19,07%           3.235.802.240
             pemilikan di bawah 5%)
             Total                                          771.178.020                 100,00%         16.965.916.440
           Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL per 30 September 2025

           Struktur Kepemilikan JAYA
                                                                                   Persentase      Jumlah Modal Disetor
                         Pemegang Saham                  Jumlah Saham
                                                                                  Kepemilikan             (Rp)
             PT Prima Globalindo Logistik Tbk                365.597.400                45,79%           36.559.740.000
             Darmawan Suryadi                                152.459.030                19,09%           15.245.903.000
             Jap Astrid Patricia                                 58.130.265              7,28%             5.813.026.500
             Masyarakat (masing-masing dengan
                                                             222.312.699                27,84%           22.231.269.900
             pemilikan di bawah 5%)
             Total                                          798.499.394                100,00%          79.849.939.400
           Sumber: Laporan Keuangan Audit JAYA per 30 September 2025




                                                            iv



                                                Trusted Appraisal Services
Page 6
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




 Selain dari struktur kepengurusan, adanya hubungan afiliasi juga terlihat dari struktur
 kepemilikan, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak Darmawan Suryadi SM mencatatkan
 kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA. Kepemilikan saham Ibu Jap Astrid Patricia sebesar
 23,07% pada PPGL dan 7,28% pada JAYA. Sementara kepemilikan Bapak Darmawan Suryadi
 SM tercatat sebesar 52,66% pada PPGL dan 19,09% pada JAYA.

 Berdasarkan struktur kepengurusan dan kepemilikan yang berkaitan dengan Rencana
 Transaksi yang akan dilakukan oleh PPGL, dapat disimpulkan bahwa terdapat unsur
 transaksi afiliasi yang mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
 Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

 Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi

 Berdasarkan atas Laporan Keuangan PPGL per 30 September 2025 yang telah di review oleh
 Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan dengan Nomor Laporan No. 00005/2.0459/
 RA/05/1487-6/1/I/2026 tanggal 13 Januari 2026 dan Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli
 Saham Bersyarat (“PPJB”) antara Bapak Darmawan Suryadi SM, Ibu Jap Astrid Patricia, dan
 PT Prima Globalindo Logistik Tbk . Nilai Rencana Transaksi yang akan dilakukan adalah
 sebagai berikut:

 Rencana Transaksi PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
                                          Jumlah Ekuitas
    Rencana Transaksi                                             Nilai Rencana Transaksi   Persentase
                                      per 30 September 2025
      Penjualan 45,79%
      Ekuitas JAYA dan                     Rp144.920.527 Ribu           Rp44.602.883 Ribu                30,50%
        Entitas Anak
 Sumber: Manajemen, diolah DYR

 Total ekuitas PPGL per 30 September 2025 adalah sebesar Rp144.920.527 Ribu. Dari data
 diatas, diketahui bahwa nilai Rencana Transaki pelepasan saham JAYA dan Entitas
 Anak adalah sebesar Rp44.602.883 Ribu. Sesuai dengan penjelasan dari POJK
 No. 17/POJK.04/2020 pada pasal 3 mengenai batasan nilai transaksi material yaitu “Suatu
 transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20%
 (Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Berdasarkan Rencana
 Transaksi terhadap ekuitas PPGL memenuhi unsur transaksi material yang mana persentase
 yang ditransaksikan lebih dari 20%.

 Selanjutnya, Berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Bagian Kedua, Pasal 3 ayat (2) disebutkan
 bahwa “Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
 dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal: a) nilai transaksi sama dengan 20%
 (Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka; b) total aset yang menjadi
 objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari
 20% (Dua Puluh Persen); c) laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih
 Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (Dua Puluh Persen); atau
 d) pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
 nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (Dua Puluh Persen).” Perhitungan diatas disajikan
 pada tabel berikut:

 Materialitas atas Total Aset (Dalam Ribuan Rupiah)
         Keterangan                           PPGL                        JAYA              Persentase

          Total Aset                       Rp303.907.174 Ribu              Rp273.804.683                 90,09%
 Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA dan
         Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR




                                                              v



                                            Trusted Appraisal Services
Page 7
   KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




    Materialitas atas Pendapatan (Dalam Ribuan Rupiah)
            Keterangan                      PPGL                          JAYA               Persentase

            Pendapatan                   Rp130.704.664 Ribu             Rp53.382.202 Ribu                 40,84%
    Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA dan
            Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR

    Materialitas atas Laba Bersih (Dalam Ribuan Rupiah)
            Keterangan                      PPGL                          JAYA               Persentase

            Laba Bersih                    Rp7.006.778 Ribu              Rp3.209.193 Ribu                 45,80%

    Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA dan
            Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR

    Berdasarkan figur di atas, kami telah menghitung materialitas dan terdapat angka
    materialitas pada akun total aset, pendapatan dan laba bersih. Nilai total aset JAYA dan
    Entitas Anak terhadap total aset PPGL adalah sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma
    Sembilan Persen), nilai pendapatan JAYA dan Entitas Anak terhadap pendapatan PPGL
    adalah sebesar 40,84% (Empat Puluh koma Delapan Puluh Empat Persen), nilai laba bersih
    JAYA dan Entitas Anak terhadap laba bersih PPGL adalah sebesar 45,80% (Empat Puluh Lima
    koma Delapan Puluh Persen), sehingga materialitas atas total aset dalam transaksi ini
    sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma Sembilan Persen) termasuk kedalam Transaksi
    Material sebagaimana dimaksud dalam Bab II bagian kedua Pasal 3 Peraturan POJK Nomor
    17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Rencana
    Transaksi ini perlu memperoleh persetujuan RUPS dikarenakan Rencana Transaksi ini
    melampaui transaksi material lebih dari 50% berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Pasal 3
    ayat (1) dan ayat (2) transaksi material lebih dari 50% (lima puluh persen) wajib terlebih
    dahulu memperoleh persetujuan RUPS.


12. Tingkat Kedalaman Invetigasi

    Dalam Pendapat Kewajaran ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
    keyakinan yang memadai di antaranya dengan melakukan wawancara melalui media
    elektronik dan inspeksi. Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya
    dengan Objek Pendapat Kewajaran, yaitu:

    No. Surat Tugas                      : ST-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352
    Tanggal                              : 08 Januari 2026

    Pihak Yang Diwawancarai
             Pihak Yang Diwawancarai                          Jabatan                       Entitas
                   Darmawan Suryadi                     Direktur Utama                      PPGL



13. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
    Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
    informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi :




                                                         vi



                                         Trusted Appraisal Services
Page 8
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




  •     Data laporan keuangan audit dan limited review.

                                                  Jenis
             Tahun                Auditor                                 Nomor dan Tanggal                  Opini
                                                 Laporan
                                            PT Prima Globalindo Logistik Tbk dan Entitas Anak

                             KAP Heliantono                 No : 00190/2.0459/AU.1/05/1487-3/1/IV/2021    Wajar tanpa
              2020                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 05 April 2021                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00361/2.0459/AU.1/05/1493-1/1/IV/2022    Wajar tanpa
              2021                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 14 April 2022                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00266/2.0459/AU.1/05/1493-2/1/III/2023   Wajar tanpa
              2022                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 27 Maret 2023                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00341/2.0459/AU.1/05/1487-4/III/2024     Wajar tanpa
              2023                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 24 Maret 2024                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00376/2.0459/AU.1/05/1487-5/1/III/2025   Wajar tanpa
              2024                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 27 Maret 2025                       modifikasian

                              KAP Heliantono      Limited   No : 00005/2.0459/RA/05/1487-6/1/I/2026
           30-Sep-25                                                                                          N/A
                                dan Rekan         Review    Tanggal : 13 Januari 2026
                                               PT Armada Berjaya Trans Tbk dan Entitas Anak

                             KAP Heliantono                 No : 00071/2.0459/AU.1/06/1487-3/1/III/2021   Wajar tanpa
              2020                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 3 Maret 2021                        modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00132/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2022   Wajar tanpa
              2021                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 18 Maret 2022                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00252/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2023   Wajar tanpa
              2022                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 24 Maret 2023                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00305/2.0459/AU.1/06/1487-4/1/III/2024   Wajar tanpa
              2023                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 27 Maret 2024                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00375/2.0459/AU.1/06/1487-5/1/III/2025   Wajar tanpa
              2024                                Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 27 Maret 2025                       modifikasian

                             KAP Heliantono                 No : 00035/2.0459/AU.1/06/1487-6/1/I/2026     Wajar tanpa
           30-Sep-25                              Audited
                               dan Rekan                    Tanggal : 12 Januari 2026                     modifikasian


  •     Proforma Keuangan PPGL per 30 September 2025 nomor 00006/2.0459/RA/05/1487-
        6/1/1/2026 tanggal 19 Januari 2026 yang disiapkan oleh KAP Heliantono dan Rekan.
  •     Proyeksi keuangan PPGL Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober
        2025 sampai dengan 2030 yang disiapkan oleh Manajemen PPGL.
  •     Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat(“PPJB”) antara Bapak
        Darmawan Suryadi SM, Ibu Jap Astrid Patricia, dan PPGL.
  •     Laporan Penilaian 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak No. Laporan 00003/2.0041-
        00/PI/06/0384/0/I/2026 tanggal 22 Januari 2026 oleh KJPP Dasa’at, Yudistira dan
        Rekan;
  •     Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek yang menyangkut sejarah singkatnya,
        struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja keuangan,
        serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
  •     Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari
        instansi terkait seperti Bank Indonesia (www.bi.go.id).




                                                            vii



                                            Trusted Appraisal Services
Page 9
   KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




14. Penjelasan Mengenai Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

    Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan pendapat kewajaran ini, kami tidak
    mengetahui dan memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak
    secara material terhadap hasil pendapat kewajaran.


15. Asumsi dan Asumsi Khusus

    Asumsi dan asumsi khusus yang digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi
    khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana penilaian
    diperlukan.

    Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal
    penilaian atau hal yang tidak dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi
    pada tanggal penilaian. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari
    suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai.

    Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
    sebagai fakta dalam konteks penugasan penilaian tanpa penyelidikan tertentu atau
    verifikasi.


16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

    Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan permintaan dari PPGL yang dipakai
    semata-mata untuk membantu PPGL dalam memberikan gambaran mengenai Rencana
    Transaksi yang memerlukan pendapat dari pihak independen, pendapat tertulis yang akan
    diserahkan ke OJK dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya.

    Persetujuan Penilai harus didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
    sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai
    laporan keuangan perusahaan/objek penilaian, dan/atau laporan direksi/pimpinan
    perusahaan/objek penilaian, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
    pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek penilaian.

    Tanda tangan Penilai Publik dan cap DYR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
    Pendapat Kewajaran yang dihasilkan.


17. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan OJK

    Maksud dan tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK
    Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan,
    POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
    POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
    Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor
    17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
    Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
    (“SPI”) Edisi VII-2018.




                                                     viii



                                         Trusted Appraisal Services
Page 10
   KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




18. Pendapat Mengenai Kewajaran Rencana Transaksi

    Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh
    dan digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana
    diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana
    Transaksi ini adalah Wajar.

    Kesimpulan akhir diatas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
    material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
    pada, perubahan kondisi baik secara internal pada PPGL maupun secara eksternal yaitu
    kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta
    peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
    Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
    Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut diatas, maka kesimpulan
    mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.

    Demikian hasil penilaian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar penilaian
    dan kode etik yang berlaku.


    Hormat kami,
    KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN




    Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
    Partner

    Ijin Penilai                               : B.1-14.00384
    STTD Penunjang Pasar Modal                 : STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
    STTD IKNB                                  : 086/NB.122/STTD-P/2017
    MAPPI                                      : No. 10-S-02664




                                                     ix



                                         Trusted Appraisal Services
Page 11
    KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
    DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
    AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




                              PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda-tangan
dibawah ini menerangkan bahwa :
1. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
    tanggal Penilaian dan dilakukan secara independen;
2. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
    sebagai kesimpulan nilai;
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
4. Penugasan Pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan terhadap Objek Pendapat
    Kewajaran pada tanggal penilaian (cut off date) per 30 September 2025;
5. Analisa dan lingkup penugasan telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan
    dalam Laporan Pendapat Kewajaran;
6. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan
    yang berlaku;
7. Opini pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
    disajikan sebagai opini pendapat kewajaran;
8. Kesimpulan opini pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
    pembatas;
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai
    sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
10. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini;
11. Penilai bertanggungjawab atas laporan Pendapat Kewajaran ini;
12. Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Otoritas
    Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
    Usaha, POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor
    17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
    Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
    (“SPI”) Edisi VII-2018.


Jakarta, 22 Januari 2026



Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) – Penanggungjawab      ………………………………
No. Izin Penilai : B.1-14.00384
No. MAPPI        : 10-S-02664
No. RMK          : RMK-2017.00343



Lieke Herianto, B.Comm. – Reviewer                                          ………………………………
No. MAPPI      : 18-T-08709
No. RMK        : RMK-2021.03771



Synthia Ayu Disha, S.P., RSA. – Penilai                                     ………………………………
No. MAPPI      : 20-P-10310
No. RMK        : RMK-2022.04332


                                                      x



                                          Trusted Appraisal Services
Page 12
    KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP)
    DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
    AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




Michelle Maria Meylan Nender, S.E – Penilai                            ………………………………
MAPPI     : No.21-P-10757
RMK       : RMK-2024.04941




                                                      xi



                                          Trusted Appraisal Services
Page 13
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)




                                       DAFTAR ISI
                                                                                                    Halaman

SERTIFIKAT PENILAIAN
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGUR
1     PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1    Latar Belakang Penugasan ........................................................................ 1
1.2    Identitas Penilai .................................................................................... 1
1.3    Identitas Pemberi Tugas .......................................................................... 2
1.4    Identitas Pengguna Laporan ...................................................................... 2
1.5    Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan .................................................. 2
1.6    Objek Pendapat Kewajaran dan Kepemilikan .................................................. 2
1.7    Jenis Mata Uang Yang Digunakan ................................................................ 2
1.8    Maksud Dan Tujuan Pendapat Kewajaran ...................................................... 2
1.9    Uraian Mengenai Ada atau Tidaknya Benturan Kepentingan atas Transaksi yang
        Akan Dilakukan .................................................................................... 3
1.10 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
        (“POJK”) ........................................................................................... 3
1.10.1 Unsur Transaksi Afiliasi .......................................................................... 3
1.10.2 Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi.......................................... 4
1.11 Penugasan Penilaian Profesional ................................................................ 6
1.12 Pernyataan Penilai ................................................................................. 6
1.13 Data, Informasi dan Prosedur .................................................................... 7
1.13.1 Data Dan Informasi Rencana Transaksi ........................................................ 7
1.13.2 Prosedur yang Digunakan Manajemen ......................................................... 8
1.14 Ruang Lingkup ...................................................................................... 9
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................... 9
2     TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ..............................................11
2.1    Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 11
2.2    Bentuk Rencana Transaksi dan Besarnya Dana Rencana Transaksi ........................ 11
2.3    Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen PPGL ............................... 12
2.4    Objek Rencana Transaksi ........................................................................ 12
2.4.1 Ringkasan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) ................................. 12
2.5    Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi ......................................................... 17
2.5.1 Pihak Penjual - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)............................... 17
2.5.2 Pihak Pembeli .................................................................................... 23
2.6    Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan ................................................ 23
3     ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF .....................................................24
3.1    Analisis Kualitatif ................................................................................. 24
3.1.1 Riwayat Perusahaan ............................................................................. 24
3.1.2 Sifat Kegiatan Usaha ............................................................................ 25
3.1.3 Struktur Organisasi PPGL ....................................................................... 26
3.1.4 Analisis Makro Indonesia ........................................................................ 27
3.1.5 Perkembangan Industri Logistik dan Freight Forwarding di Indonesia ................... 31
3.1.6 Analisis Operasional dan Prospek PPGL ....................................................... 33
3.1.7 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perusahaan..................................... 35
3.1.8 Analisis Kemampuan PPGL untuk Penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas
        Anak serta Sumber Dana Rencana Transaksi ................................................. 36
3.1.9 Analisis Dampak Likuiditas ..................................................................... 36
3.1.10 Analisis Dampak Keuangan Perusahaan ....................................................... 37
3.1.11 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi ............. 38

                                                      xiii
Page 14
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


                                                                                                   Halaman

3.1.12 Analisis Manfaat dan Risiko .................................................................... 39
3.2    Analisis Kuantitatif ............................................................................... 39
3.2.1 Kinerja Historis ................................................................................... 39
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ............................................................. 48
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan Atas Proyeksi Keuangan ........................................... 54
3.2.4 Laporan Keuangan Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi (Proforma) .......... 55
3.2.5 Analisis Dampak Keuangan Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan ............... 62
3.2.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan PPGL Dibandingkan Dengan Industri
        Yang Sejenis dan Sebanding .................................................................... 63
3.2.7 Analisis Inkremental ............................................................................. 63
3.2.8 Analisis Atas Faktor Lain yang Relevan ....................................................... 66
3.2.9 Analisis Sensitivitas .............................................................................. 66
4     ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI .........................................71
4.1    Alasan dan Latar Belakang PPGL untuk Melakukan Rencana Transaksi Pelepasan
        Ekuitas JAYA dan Entitas Anak: ................................................................ 71
4.2    Analisis Kewajaran Kualitatif.................................................................... 72
4.3    Analisis Kewajaran Kuantitatif ................................................................. 72
4.4    Analisis atas kewajaran nilai transaksi......................................................... 72
5     PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................73
6     KUALIFIKASI PENILAI USAHA ....................................................................74




                                                     xiv
Page 15
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


                                  DAFTAR FIGUR
                                                                                                   Halaman

Figur 1. Tabel Hubungan Afiliasi PPGL dan JAYA .................................................... 3
Figur 2. Struktur Kepemilikan PPGL ................................................................... 3
Figur 3. Struktur Kepemilikan JAYA ................................................................... 4
Figur 4. Rencana Transaksi PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................... 4
Figur 5. Materialitas atas Total Aset (Dalam Ribuan Rupiah) ...................................... 5
Figur 6. Materialitas atas Pendapatan (Dalam Ribuan Rupiah) .................................... 5
Figur 7. Materialitas atas Laba Bersih (Dalam Ribuan Rupiah) ..................................... 5
Figur 8. Laporan Penilaian JAYA dan Entitas Anak .................................................. 8
Figur 9. Susunan Pemegang Saham PPGL ............................................................ 17
Figur 10. Ikhtisar Laba (Rugi) PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) ........................................ 18
Figur 11. Ikhtisar Posisi Keuangan PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) .................................. 19
Figur 12. Ikhtisar Arus Kas PPGL (Dalam Ribuan Rupiah) ........................................... 21
Figur 13. Susunan Perusahaan PPGL ................................................................... 26
Figur 14. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran ................................................... 27
Figur 15. Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 ......................... 28
Figur 16. Peta Inflasi Daerah September Tahun 2025 ............................................... 29
Figur 17. Industri Logistik ............................................................................... 31
Figur 18. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 35
Figur 19. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 36
Figur 20. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 37
Figur 21. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 37
Figur 22. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 37
Figur 23. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 37
Figur 24. Ikhtisar Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah) ............................................... 39
Figur 25. Grafik Pertumbuhan Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah).................................. 41
Figur 26. Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................... 41
Figur 27. Grafik Laporan Posisi Keuangan ............................................................. 44
Figur 28. Rasio Keuangan PPGL ......................................................................... 44
Figur 29. Laporan Arus Kas .............................................................................. 46
Figur 30. Pertumbuhan Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas ........................ 48
Figur 31. Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025 sampai
          dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan
          Rupiah) ......................................................................................... 49
Figur 32. Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025 sampai
          dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan
          Rupiah) ......................................................................................... 50
Figur 33. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1
          Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan
          tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah) ......................................................... 50
Figur 34. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per 1
          Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan
          tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah) ......................................................... 52
Figur 35. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi ............................................... 54
Figur 36. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ................................................. 55
Figur 37. Proforma Posisi Keuangan PPGL (dalam Ribuan Rupiah) ................................ 56
Figur 38. Struktur Kepemilikan Saham PPGL dan JAYA sebelum Rencana Transaksi ............ 58
Figur 39. Struktur Kepemilikan Saham PPGL setelah Rencana Transaksi ......................... 59
Figur 40. Struktur Kepemilikan Saham JAYA setelah Rencana Transaksi ......................... 59
Figur 41. Proforma Laba (Rugi) PPGL (dalam Ribuan Rupiah) ...................................... 61
Figur 42. Pembanding Liabilities to Equity Ratio .................................................... 63
Figur 43. Nilai Tambah atas Proyeksi Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah) ....................... 63
Figur 44. Nilai Tambah atas Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah) .................. 64
                                                     xv
Page 16
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


                                                                                               Halaman

Figur 45. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
          Turun 5% (Dalam Ribuan Rupiah) ........................................................... 66
Figur 46. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
          Turun 7,5% (Dalam Ribuan Rupiah) ......................................................... 67
Figur 47. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
          Turun 10% (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................................... 68
Figur 48. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Naik
          5% (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................................... 68
Figur 49. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Naik
          7,5% (Dalam Ribuan Rupiah) ................................................................. 69
Figur 50. Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha Naik
          10% (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................. 69




                                                   xvi
Page 17
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


1     PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Penugasan

       KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (“DYR”) telah ditunjuk
       oleh PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk (“PPGL”) berdasarkan persetujuan atas Surat
       Penawaran Jasa Pendapat Kewajaran No. PR.DYR-00/IT/PI/PPGL/IX/2025/ITK/0352
       tanggal 25 September 2025 dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat
       mengenai kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan
       45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada pihak terafiliasi.

       PPGL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, didirikan dan
       menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha PPGL adalah
       Jasa Pengurusan Transportasi. PPGL berencana untuk melakukan pelepasan ekuitas
       miliknya pada JAYA. Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, PPGL mengharapkan
       adanya efisiensi dalam operasional PPGL sehingga hal tersebut dapat memberikan
       kontribusi positif atas kinerja keuangan konsolidasian PPGL pada masa yang akan datang,
       sehingga PPGL dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham PPGL.

       Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN (d/h KJPP YANUAR
       BEY DAN REKAN) adalah sebuah usaha persekutuan dan bergerak dalam bidang layanan
       jasa Penilai dengan izin Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI
       No. KEP–497/KM.1/2009, tanggal 12 Mei 2009 dan atas perubahan nama tersebut telah
       mendapatkan Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan RI
       No. 174/KM.1/2020, tanggal 18 Maret 2020 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang
       Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
       Keuangan (“OJK d/h Bapepam dan LK”).


1.2    Identitas Penilai

       Penilai adalah Partner dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) DASA’AT, YUDISTIRA DAN
       REKAN (“DYR”) dengan kualifikasi sebagai berikut :

       Nama Penilai          :   Ivan Teguh Khristian SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
       No. Ijin Penilai      :   B.1-14.00384
       No. STTD              :   STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
       No. MAPPI             :   10-S-02664
       Klasifikasi Izin      :   Penilaian Bisnis (B)

      DYR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
      Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan Pendapat Kewajaran ini.

      Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
      Tugas, Objek Pendapat bKewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi
      Tugas dan Objek Pendapat Kewajaran. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
      keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

      Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
      merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
      oleh opini yang dihasilkan.




                                                                                      Halaman 1
Page 18
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Nama Perusahaan                        :   PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
      Jenis Usaha                            :   Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
                                                 forwarding).
      Alamat                                 :   Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
                                                 Cakung Timur, Cakung
                                                 Jakarta Timur
                                                 DKI Jakarta – 13910
      No. Telp/Fax                           :   (021) 4609736 / 4609765
      E-mail                                 :   corporate@pgl-logistic.com
      Situs web                              :   https://www.pgl-logistic.com


1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Nama Perusahaan                        :   PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk
      Jenis Usaha                            :   Bidang jasa pengurusan transportasi (freight
                                                 forwarding).
      Alamat                                 :   Green Sedayu Bizpark Blok GS7 No. 19
                                                 Cakung Timur, Cakung
                                                 Jakarta Timur
                                                 DKI Jakarta – 13910
      No. Telp/Fax                           :   (021) 4609736 / 4609765
      E-mail                                 :   corporate@pgl-logistic.com
      Situs web                              :   https://www.pgl-logistic.com


1.5   Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal penilaian adalah per 30 September 2025 dimana batas tersebut diambil atas
      dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Sehingga masa berlaku laporan Pendapat Kewajaran ini berakhir pada tanggal 31 Maret
      2026.


1.6   Objek Pendapat Kewajaran dan Kepemilikan

      Bahwa objek pendapat kewajaran sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi
      tugas adalah pendapat kewajaran atas rencana transaksi afiliasi dan material berupa
      pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada pihak terafiliasi.


1.7   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Dalam penugasan ini nilai Rencana Transaksi dinyatakan dalam mata uang Rupiah.


1.8   Maksud Dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
      Transaksi Afiliasi dan Material berupa pelepasan 45,79% ekuitas JAYA milik PPGL kepada
      pihak terafiliasi.



                                                                                     Halaman 2
Page 19
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


      Berkenaan dengan hal tersebut maksud dan tujuan pemberian pendapat kewajaran ini
      adalah untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020
      tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
      Usaha, POJK Nomor 35/POJK.4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”)
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
      Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018.

1.9   Uraian Mengenai Ada atau Tidaknya Benturan Kepentingan atas Transaksi yang Akan
      Dilakukan

      Transaksi antara PPGL dengan pihak yang akan bertransaksi menunjukkan adanya
      hubungan afiliasi dan memiliki unsur transaksi material. Manajemen menyatakan
      Rencana Transaksi akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan tidak ada unsur
      benturan kepentingan atas Rencana Transaksi ini.


1.10 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”)

1.10.1 Unsur Transaksi Afiliasi

        Berikut struktur kepengurusan yang menggambarkan hubungan afiliasi antara PPGL
        dengan pihak yang akan bertransaksi. Pihak-pihak yang akan membeli saham JAYA dan
        Entitas Anak adalah Bapak Darmawan Suryadi SM dan Ibu Jap Astrid Patricia yang
        masing-masing pihak memiliki jabatan dan kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA.

        Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepengurusan

        Figur 1. Tabel Hubungan Afiliasi PPGL dan JAYA
           No                   Nama                    PPGL                             JAYA
           1       Jap Astrid Patricia                Komisaris                     Komisaris Utama
           2       I Made Satyaguna              Komisaris Independen
           3       Darmawan Suryadi SM              Direktur Utama                  Direktur Utama
           4       Hafez Salammudin                    Direktur
           5       Franklin William Kayhatu                                    Komisaris Independen
           6       Baja Erikson Naibaho                                        Direktur Independen
        Sumber: Manajemen

        Struktur kepengurusan diatas menggambarkan adanya hubungan afiliasi antara PPGL
        dengan pihak yang akan bertransaksi, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak
        Darmawan Suryadi SM tercatat sebagai komisaris utama dan direktur utama pada PPGL
        dan JAYA.

        Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Kepemilikan

        Figur 2. Struktur Kepemilikan PPGL
                                                                      Persentase         Jumlah Modal
                    Pemegang Saham             Jumlah Saham
                                                                     Kepemilikan          Disetor (Rp)
         Darmawan Suryadi SM                       406.076.333             52,66%           8.933.679.326
         Jap Astrid Patricia                       177.926.767             23,07%           3.914.388.874




                                                                                                Halaman 3
Page 20
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


                                                                         Persentase      Jumlah Modal
                    Pemegang Saham                 Jumlah Saham
                                                                        Kepemilikan       Disetor (Rp)
         Suryawarni Surli                                 40.093.000             5,20%        882.046.000
         Masyarakat (masing-masing dengan
                                                        147.081.920             19,07%      3.235.802.240
         kepemilikan di bawah 5%)
         Total                                         771.178.020            100,00%     16.965.916.440
        Sumber : Laporan Keuangan Limited Review PPGL per 30 September 2025

        Figur 3. Struktur Kepemilikan JAYA
                                                                         Persentase      Jumlah Modal
                    Pemegang Saham                 Jumlah Saham
                                                                        Kepemilikan       Disetor (Rp)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk              365.597.400              45,79%     36.559.740.000
         Darmawan Suryadi                              152.459.030              19,09%     15.245.903.000
         Jap Astrid Patricia                              58.130.265             7,28%      5.813.026.500
         Masyarakat (masing-masing dengan
                                                       222.312.699              27,84%     22.231.269.900
         kepemilikan di bawah 5%)
         Total                                        798.499.394             100,00%    79.849.939.400
        Sumber : Laporan Keuangan Audit JAYA per 30 September 2025

        Selain dari struktur kepengurusan, adanya hubungan afiliasi juga terlihat dari struktur
        kepemilikan, dimana Ibu Jap Astrid Patricia dan Bapak Darmawan Suryadi SM
        mencatatkan kepemilikan saham pada PPGL dan JAYA. Kepemilikan saham Ibu Jap
        Astrid Patricia sebesar 23,07% pada PPGL dan 7,28% pada JAYA. Sementara kepemilikan
        Bapak Darmawan Suryadi SM tercatat sebesar 52,66% pada PPGL dan 19,09% pada JAYA.

        Berdasarkan struktur kepengurusan dan kepemilikan yang berkaitan dengan Rencana
        Transaksi yang akan dilakukan oleh PPGL, dapat disimpulkan bahwa terdapat unsur
        transaksi afiliasi yang mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
        Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
        Kepentingan.


1.10.2 Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi

        Berdasarkan atas Laporan Keuangan PPGL per 30 September 2025 yang telah di review
        oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan dengan Nomor Laporan
        No. 00005/2.0459/RA/05/1487-6/1/I/2026 tanggal 13 Januari 2026 dan Draf Perjanjian
        Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat (“PPJB”) antara Bapak Darmawan Suryadi SM, Ibu
        Jap Astrid Patricia, dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk, Nilai Rencana Transaksi yang
        akan dilakukan adalah sebagai berikut:

        Figur 4. Rencana Transaksi PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
                                      Jumlah Ekuitas
          Rencana Transaksi                                   Nilai Rencana Transaksi    Persentase
                                  per 30 September 2025
           Penjualan 45,79%
           Ekuitas JAYA dan             Rp144.920.527 Ribu          Rp44.602.883 Ribu             30,50%
             Entitas Anak
        Sumber: Manajemen, diolah DYR

        Total ekuitas PPGL per 30 September 2025 adalah sebesar Rp144.920.527 Ribu. Dari
        data diatas, diketahui bahwa nilai Rencana Transaksi pelepasan saham JAYA dan Entitas
        Anak adalah sebesar Rp44.602.883 Ribu. Sesuai dengan penjelasan dari POJK
        No. 17/POJK.04/2020 pada pasal 3 mengenai batasan nilai transaksi material yaitu
        “Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
        dengan 20% (Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.


                                                                                              Halaman 4
Page 21
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Berdasarkan Rencana Transaksi terhadap ekuitas PPGL memenuhi unsur transaksi
        material yang mana persentase yang ditransaksikan lebih dari 20%.

        Selanjutnya, Berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Bagian Kedua, Pasal 3 ayat (2)
        disebutkan bahwa “Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau
        segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal: a) nilai transaksi
        sama dengan 20% (Dua Puluh Persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka; b)
        total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya
        sama dengan atau lebih dari 20% (Dua Puluh Persen); c) laba bersih objek transaksi
        dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%
        (Dua Puluh Persen); atau d) pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan
        pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (Dua
        Puluh Persen).” Perhitungan di atas disajikan pada tabel berikut:

        Figur 5. Materialitas atas Total Aset (Dalam Ribuan Rupiah)
              Keterangan                PPGL                       JAYA             Persentase

              Total Aset             Rp303.907.174 Ribu      Rp273.804.683 Ribu             90,09%

        Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA
                dan Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR

        Figur 6. Materialitas atas Pendapatan (Dalam Ribuan Rupiah)
             Keterangan                PPGL                       JAYA              Persentase

             Pendapatan             Rp130.704.664 Ribu       Rp53.382.202 Ribu              40,84%

        Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA
                dan Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR

        Figur 7. Materialitas atas Laba Bersih (Dalam Ribuan Rupiah)
             Keterangan                PPGL                       JAYA              Persentase

             Laba Bersih              Rp7.006.778 Ribu           Rp3.209.193 Ribu           45,80%

        Sumber: Laporan Keuangan Limited Review PPGL serta Laporan Keuangan Audit JAYA
                dan Entitas Anak per 30 September 2025, diolah DYR

        Per 30 September 2025, JAYA dan Entitas Anak mencatatkan total aset sebesar
        Rp273,8 Miliar, sementara PPGL mencatatkan total aset sebesar Rp303,9 Miliar,
        sehingga diperoleh perhitungan materialitas atas total aset JAYA dan Entitas Anak
        terhadap total aset PPGL adalah sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma Sembilan
        Persen).

        Berdasarkan pendapatan, JAYA dan Entitas Anak mencatatkan pendapatan per
        30 September 2025 sebesar Rp53,38 Miliar, sementara PPGL mencatatkan pendapatan
        sebesar Rp130,7 Miliar, sehingga diperoleh perhitungan materialitas atas pendapatan
        JAYA dan Entitas Anak terhadap pendapatan PPGL adalah sebesar 40,84% (Empat Puluh
        Koma Delapan Puluh Empat Persen).

        Berdasarkan laba bersih, JAYA dan Entitas Anak mencatatkan laba bersih per
        30 September 2025 sebesar Rp3,2 Miliar, sementara PPGL mencatatkan laba bersih
        sebesar Rp7 Miliar, sehingga diperoleh perhitungan materialitas atas laba bersih JAYA
        dan Entitas Anak terhadap pendapatan PPGL adalah sebesar 45,80% (Empat Puluh Lima
        Koma Delapan Puluh Persen).




                                                                                        Halaman 5
Page 22
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa materialitas terdapat pada
        akun total aset, pendapatan dan laba bersih JAYA dan Entitas Anak. Persentase
        Materialitas terbesar berasal dari total aset yaitu sebesar 90,09% (Sembilan Puluh Koma
        Sembilan Persen), maka transaksi ini termasuk kedalam Transaksi Material sebagaimana
        dimaksud dalam Bab II bagian kedua Pasal 3 Peraturan POJK Nomor 17/POJK.04/2020
        tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Rencana Transaksi ini perlu
        memperoleh persetujuan RUPS dikarenakan Rencana Transaksi ini melampaui transaksi
        material lebih dari 50% berdasarkan POJK 17/POJK.4/2020 Pasal 3 ayat (1) dan ayat (2)
        transaksi material lebih dari 50% (lima puluh persen) wajib terlebih dahulu memperoleh
        persetujuan RUPS.

1.11 Penugasan Penilaian Profesional

      • Dalam menyusun laporan ini, DYR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
        informasi yang disediakan oleh PPGL dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang
        tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan
        untuk perhitungan dan analisis telah dilakukan dengan benar. DYR tidak terlibat dan
        tidak melakukan audit atas informasi yang disediakan tersebut.
      • Sebagai tambahan, kami tidak terlibat dalam diskusi dengan PPGL sehubungan dengan
        Rencana Transaksi tersebut dan kami tidak terlibat dalam komunikasi ataupun
        interaksi apapun dalam mencapai konsensus mengenai persyaratan dan kondisi
        Rencana Transaksi tersebut.


1.12 Pernyataan Penilai

       •   Laporan kami disusun berdasarkan permintaan dari PPGL yang dipakai semata-mata
           untuk membantu PPGL dalam memberikan gambaran mengenai Rencana Transaksi
           yang memerlukan pendapat dari pihak independen, pendapat tertulis yang akan
           diserahkan ke OJK dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya. Karena pihak
           lain mungkin bermaksud untuk menggunakan laporan ini untuk tujuan yang lain,
           perlu ditegaskan bahwa laporan ini tidak dapat dikutip, direferensikan atau
           diperlihatkan ke pihak lain tanpa ijin tertulis dari kami terlebih dahulu kecuali
           diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku.

       •   PPGL telah membebaskan DYR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari
           kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan PPGL,
           perusahaan afiliasi, konsultan atau pihak ketiga, kepada DYR dalam penyusunan
           laporan ini.

       •   Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus
           hanya terbatas pada aspek komersial dan finansial transaksi, di luar dari aspek
           perpajakan, aspek lingkungan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup
           penugasan kami.

       •   Manajemen PPGL menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
           Rencana Transaksi telah diungkapkan seluruhnya kepada DYR dan tidak ada
           pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

       •   Manajemen menyatakan tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi
           tersebut. Manajemen menilai Rencana Transaksi akan memberikan nilai tambah bagi
           perusahaan dan tidak ada unsur benturan kepentingan atau adanya pihak pengambil
           keputusan yang diuntungkan atas Rencana Transaksi ini.




                                                                                    Halaman 6
Page 23
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


       •       Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami bertindak secara
               independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PPGL
               ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan PPGL. DYR juga tidak memiliki
               kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
               pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
               merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
               dipengaruhi oleh pendapat kewajaran yang disimpulkan.

       •       Perhitungan dan Analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah
               dilakukan dengan benar.

       •       DYR bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan pendapat
               kewajaran yang dihasilkan.


1.13 Data, Informasi dan Prosedur

1.13.1 Data Dan Informasi Rencana Transaksi

        Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa
        sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi :

           •    Data laporan keuangan audit dan limited review.

                                               Jenis
                Tahun         Auditor                                  Nomor dan Tanggal                   Opini
                                              Laporan
                                        PT Prima Globalindo Logistik Tbk dan Entitas Anak

                           KAP Heliantono                No : 00190/2.0459/AU.1/05/1487-3/1/IV/2021     Wajar tanpa
                 2020                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 05 April 2021                        modifikasian

                           KAP Heliantono                No : 00361/2.0459/AU.1/05/1493-1/1/IV/2022     Wajar tanpa
                 2021                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 14 April 2022                        modifikasian

                           KAP Heliantono                No : 00266/2.0459/AU.1/05/1493-2/1/III/2023    Wajar tanpa
                 2022                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 27 Maret 2023                        modifikasian

                           KAP Heliantono                No : 00341/2.0459/AU.1/05/1487-4/III/2024      Wajar tanpa
                 2023                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 24 Maret 2024                        modifikasian

                           KAP Heliantono                No : 00376/2.0459/AU.1/05/1487-5/1/III/2025    Wajar tanpa
                 2024                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 27 Maret 2025                        modifikasian

                           KAP Heliantono      Limited   No : 00005/2.0459/RA/05/1487-6/1/I/2026
               30-Sep-25                                                                                    N/A
                             dan Rekan         Review    Tanggal : 13 Januari 2026
                                            PT Armada Berjaya Trans Tbk dan Entitas Anak

                           KAP Heliantono                No : 00071/2.0459/AU.1/06/1487-3/1/III/2021    Wajar tanpa
                 2020                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 3 Maret 2021                         modifikasian

                           KAP Heliantono                No : 00132/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2022    Wajar tanpa
                 2021                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 18 Maret 2022                        modifikasian

                           KAP Heliantono                No : 00252/2.0459/AU.1/06/1493-2/1/III/2023    Wajar tanpa
                 2022                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 24 Maret 2023                        modifikasian

                           KAP Heliantono                No : 00305/2.0459/AU.1/06/1487-4/1/III/2024    Wajar tanpa
                 2023                          Audited
                             dan Rekan                   Tanggal : 27 Maret 2024                        modifikasian




                                                                                                     Halaman 7
Page 24
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


                                              Jenis
              Tahun          Auditor                                        Nomor dan Tanggal                         Opini
                                             Laporan
                         KAP Heliantono                    No : 00375/2.0459/AU.1/06/1487-5/1/III/2025             Wajar tanpa
               2024                           Audited
                           dan Rekan                       Tanggal : 27 Maret 2025                                 modifikasian

                         KAP Heliantono                    No : 00035/2.0459/AU.1/06/1487-6/1/I/2026               Wajar tanpa
             30-Sep-25                        Audited
                           dan Rekan                       Tanggal : 12 Januari 2026                               modifikasian


         •    Proforma      Keuangan       PPGL     per   30     September   2025    nomor
              00006/2.0459/RA/05/1487-6/1/1/2026 tanggal 19 Januari 2026 yang disiapkan
              oleh KAP Heliantono dan Rekan.
         •    Proyeksi keuangan PPGL Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1
              Oktober 2025 sampai dengan 2030 yang disiapkan oleh Manajemen PPGL.
         •    Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat(“PPJB”) antara Bapak
              Darmawan Suryadi SM, Ibu Jap Astrid Patricia, dan PPGL.
         •    Laporan Penilaian 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak No. Laporan
              00003/2.0041-00/PI/06/0384/0/I/2026 tanggal 22 Januari 2026 oleh KJPP Dasa’at,
              Yudistira dan Rekan;
         •    Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek yang menyangkut sejarah
              singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan
              kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada;
         •    Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari
              instansi terkait seperti Bank Indonesia (www.bi.go.id).


1.13.2 Prosedur yang Digunakan Manajemen

        Manajemen dalam melakukan Rencana Transaksi termasuk dalam Peraturan Otoritas
        Jasa Keuangan (“OJK”) Republik Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
        dan Perubahan Kegiatan Usaha. Oleh karenanya atas rencana ini perlu dilakukan
        penilaian ekuitas atas objek rencana transaksi serta pendapat kewajaran dari pihak
        Independen. PPGL telah menunjuk KJPP Dasa’at Yudistira dan Rekan untuk melakukan
        penilaian ekuitas yang dijadikan objek Rencana Transaksi dan menunjuk KJPP Dasa’at
        Yudistira dan Rekan untuk melakukan penyusunan laporan Pendapat Kewajaran
        terhadap Rencana Transaksi.

        Berikut laporan penilaian ekuitas yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi:

        Figur 8. Laporan Penilaian JAYA dan Entitas Anak
                            Nomor &           Cut Off
              KJPP                                                Penilai             Objek                Hasil
                         Tanggal laporan     Penilaian




                                                            Ivan Teguh
                         No. Laporan                        Khristian, SE.,                        Rp42.809.000.000,00-
                                                                                  Penilaian
         KJPP Dasa’at    00003/2.0041-                      M.Ec.Dev., MAPPI                         (Empat Puluh Dua
                                            30 September                          45,79% Ekuitas
         Yudistira dan   00/PI/06/0384/                     (Cert.) dengan                          Miliar Delapan Ratus
                                                2025                              JAYA & Entitas
         Rekan           0/I/2026 tanggal                   Nomor Ijin                             Sembilan Juta Rupiah)
                                                                                  Anak
                         22 Januari 2026                    Penilaian Bisnis
                                                            B.1-14.00384




        Sumber: Diolah DYR




                                                                                                           Halaman 8
Page 25
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


1.14 Ruang Lingkup

      Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 17/POJK.04/2020 tentang
      Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, ketentuan-ketentuan yang tercantum
      dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal yang mencakup hal-hal meliputi:

          •   Analisis transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak
              yang terlibat dalam Rencana Transaksi, analisis perjanjian dan persyaratan
              dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana Transaksi.
          •   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi. Analisis kualitatif yang
              meliputi riwayat PPGL dan kegiatan usaha PPGL, analisis industri dan lingkungan,
              analisis operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
              Keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi. Analisis kuantitatif meliputi analisis
              laporan keuangan historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis
              sensitivitas, analisis proyeksi keuangan, analisis inkremental kontribusi nilai
              tambah PPGL, prosedur pengambilan keputusan dan hal material lainnya.
          •   Analisis atas kewajaran nilai transaksi meliputi perbandingan antara rencana nilai
              transaksi dengan hasil Penilaian atas transaksi, analisis bahwa Rencana Nilai
              Transaksi memberikan nilai tambah dan analisis nilai transaksi berada dalam
              kisaran nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian.
          •   Analisis atas faktor lain yang relevan.


1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas

      Berdasarkan POJK 35/POJK.04/2020 Bab IX Pasal 35, berikut ini adalah beberapa asumsi
      dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini:

      •    Laporan pendapat kewajaran bersifat non disclaimer opinion.
      •    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
           proses pendapat kewajaran.
      •    Dalam menyusun laporan ini, DYR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
           informasi yang disediakan oleh PPGL dan atau data yang diperoleh dari informasi
           yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
           relevan.
      •    Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
           penugasan pendapat kewajaran telah diungkapkan seluruhnya kepada DYR dan tidak
           ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
      •    DYR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh PPGL dan telah
           disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan
           kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
      •    Laporan pendapat kewajaran yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat
           informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional PPGL.
      •    DYR bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      •    DYR telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
           pemberi tugas.
      •    Laporan pendapat kewajaran ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar
           Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan atau
           kepentingan lain diluar kepentingan Pasar Modal.
      •    Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
           kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait




                                                                                       Halaman 9
Page 26
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


           dengan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini
           diterbitkan.
      •    Dalam penyusunan pendapat kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
           seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban PPGL dan semua pihak yang
           terlibat dalam aksi korporasi serta keakuratan informasi mengenai rencana aksi
           korporasi yang diungkapkan oleh Manajemen PPGL.
      •    Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
           sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis
           lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan
           kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran.
           Penyusunan pendapat kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan
           mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
      •    Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini
           sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi perubahan
           apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan
           dalam penyusunan pendapat kewajaran ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk
           menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
           karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
           setelah tanggal laporan ini.
      •    Laporan Pendapat Kewajaran ini dianalisa berdasarkan aspek kewajaran rencana
           penjualan yang akan dilakukan oleh PPGL.
      •    DYR bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      •    DYR telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
           pemberi tugas.




                                                                                 Halaman 10
Page 27
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


2     TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

2.1    Latar Belakang Rencana Transaksi

       PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Alang,
       S.H. No. 54 tanggal 19 Juni 2015. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-2444860.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 23 Juni 2015. Akta PPGL telah mengalami
       beberapa kali perubahan, terakhir melalui Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H.,
       M.Hum., M.Kn., No. 44 tanggal 28 Juli 2022, antara lain sehubungan dengan perubahan
       tempat kedudukan dan domisili PPGL. Akta Perubahan tersebut telah mendapatkan
       persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No. AHU-0055021.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 4 Agustus 2022. PPGL
       memiliki penyertaan pada PT Armada Berjaya Trans Tbk dan Entitas Anak (“JAYA”)
       sebesar 45,79%.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan, saat ini PPGL bergerak dalam bidang
       jasa pengurusan transportasi (freight forwarding). Sementara itu, JAYA adalah
       perusahaan yang bergerak dalam bidang angkutan bermotor untuk barang umum,
       aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya.
       Sejalan dengan hasil evaluasi strategis PPGL terhadap fokus dan arah pengembangan
       usaha ke depan, PPGL berencana untuk melakukan pelepasan saham JAYA guna
       meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha PPGL secara keseluruhan.
       Melalui pelaksanaan pelepasan tersebut, PPGL diharapkan dapat lebih memusatkan
       sumber daya dan perhatian manajemen pada kegiatan usaha utama (core business) yang
       memberikan nilai tambah secara optimal bagi PPGL. Pelaksanaan tersebut juga
       diharapkan dapat menyederhanakan struktur kelompok usaha serta mengurangi tingkat
       kompleksitas dalam pengelolaan operasional dan keuangan. Dengan demikian,
       manajemen PPGL dapat lebih fokus dalam upaya peningkatan kinerja operasional dan
       daya saing usaha utama PPGL di masa mendatang.

       Selain itu, melalui pelepasan ini, JAYA diharapkan memiliki fleksibilitas yang lebih besar
       dalam menentukan strategi pendanaan dan pengembangan usahanya secara mandiri,
       termasuk dalam memperoleh akses pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan dan profil
       usahanya. Dengan demikian, PPGL tidak lagi menanggung kebutuhan pendanaan JAYA,
       sehingga struktur permodalan dan arus kas PPGL dapat dikelola secara lebih optimal.
       Berdasarkan pertimbangan atas kinerja JAYA serta evaluasi terhadap kontribusinya
       terhadap kinerja PPGL, pelepasan ini diyakini tidak akan menimbulkan dampak negatif
       yang material terhadap kelangsungan usaha PPGL. Sebaliknya, langkah ini diharapkan
       dapat mendukung peningkatan fokus usaha serta perbaikan kinerja keuangan PPGL secara
       berkelanjutan. Dengan dilaksanakannya pelepasan ini, diharapkan fundamental bisnis
       PPGL menjadi lebih kuat, struktur keuangan menjadi lebih sehat, serta nilai PPGL dapat
       terus terjaga dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pemegang saham,
       termasuk pemegang saham publik, dalam jangka panjang. Oleh karena itu, PPGL
       berencana untuk melakukan pelepasan 45,79% ekuitas JAYA dan Entitas Anak. Rencana
       pelepasan tersebut oleh PPGL selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.


2.2    Bentuk Rencana Transaksi dan Besarnya Dana Rencana Transaksi

       Berdasarkan pembahasan unsur afiliasi dan materialitas atas Rencana Transaksi di atas,
       dapat disimpulkan bahwa rencana transaksi yang akan dilakukan berupa rencana
       pelepasan 45,79% ekuitas JAYA dan Entitas Anak yang merupakan transaksi material.
       Rencana Transaksi tersebut memenuhi kriteria Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
       17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.


                                                                                     Halaman 11
Page 28
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)



        Berdasarkan Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dengan Rencana Transaksi ini
        sebesar Rp122 (Seratus Dua Puluh Dua Rupiah) per Saham atau sejumlah
        Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus Dua Juta Delapan Ratus
        Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah).


2.3     Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen PPGL

        Pertimbangan bisnis yang digunakan manajemen PPGL, sebagai berikut:

        a.     Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka melakukan pelepasan JAYA guna
               meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha PPGL secara keseluruhan.
               Melalui pelaksanaan pelepasan tersebut, PPGL diharapkan dapat lebih memusatkan
               sumber daya dan perhatian manajemen pada kegiatan usaha utama (core business)
               yang memberikan nilai tambah secara optimal bagi PPGL.

        b.     Rencana Transaksi yang dilakukan oleh PPGL, JAYA diharapkan memiliki fleksibilitas
               yang lebih besar dalam menentukan strategi pendanaan dan pengembangan
               usahanya secara mandiri, termasuk dalam memperoleh akses pendanaan yang sesuai
               dengan kebutuhan dan profil usahanya. Dengan demikian, PPGL tidak lagi
               menanggung kebutuhan pendanaan JAYA, sehingga struktur permodalan dan arus kas
               PPGL dapat dikelola secara lebih optimal.

        c.     Berdasarkan pertimbangan atas kinerja JAYA serta evaluasi terhadap kontribusinya
               terhadap kinerja PPGL, Rencana Transaksi ini diyakini tidak akan menimbulkan
               dampak negatif yang material terhadap kelangsungan usaha PPGL. Sebaliknya,
               langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan fokus usaha serta perbaikan
               kinerja keuangan PPGL secara berkelanjutan.

        d.     Diharapkan fundamental bisnis PPGL menjadi lebih kuat, struktur keuangan menjadi
               lebih sehat, serta nilai PPGL dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang
               optimal bagi seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik, dalam
               jangka panjang.


2.4     Objek Rencana Transaksi

        Objek rencana transaksi adalah Rencana Pelepasan 45,79% ekuitas JAYA dan Entitas Anak
        oleh PPGL.


2.4.1    Ringkasan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB)

                                  PERJANJIAN JUAL BELI SAHAM BERSYARAT

         Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (“Perjanjian”) ini dibuat pada tanggal XXX 2026
         antara:

             1. PT PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK TBK, suatu perseroan terbatas terbuka yang
                didirikan secara sah berdasarkan hukum negara Republik Indonesia, berkedudukan
                di Jakarta dan beralamat terdaftar di Green Sedayu Bizpark Cakung Blok GS7 No.
                19, Cakung, Jakarta Timur (selanjutnya disebut "Pihak Pertama");




                                                                                     Halaman 12
Page 29
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


         2. DARMAWAN SURYADI SM, perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan
            Swadarma Raya Green Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003,
            Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu
            Tanda Penduduk No. 3174092109730004, dan

         3. JAP ASTRID PATRICIA, perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan
            Swadarma Raya Green Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003,
            Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu
            Tanda Penduduk No. 317409630880006,

        (selanjutnya bersama-sama disebut “Pihak Kedua”)

        PERNYATAAN-PERNYATAAN PENDAHULUAN:
         a. BAHWA Pihak Pertama adalah pemegang saham 365.597.400 (Tiga ratus enam
            puluh lima juta lima lima ratus sembilan puluh tujuh ribu empat ratus) saham yang
            pada tanggal Perjanjian ini merupakan 45,79% (Empat puluh lima koma tujuh
            sembilan) dari saham PT Armada Berjaya Trans Tbk yang telah dikeluarkan dan
            disetor penuh dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp.100,- (Seratus
            Rupiah) (selanjutnya disebut "Saham Yang Dijual");

         b. BAHWA Pihak Kedua adalah masing-masing sebagai Direktur Utama dan Komisaris
            Utama dari PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“Perseroan”);

         c. BAHWA Pihak Kedua masing-masing adalah pemegang saham 409.637.667 (Empat
            ratus sembilan juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus enam puluh tujuh)
            saham yang pada tanggal Perjanjian ini merupakan 53,12% (Lima puluh tiga koma
            satu dua persen) dan pemegang saham 175.818.833 (Seratus tujuh puluh lima juta
            delapan ratus delapan belas ribu delapan ratus tiga puluh tiga) saham yang pada
            tanggal Perjanjian ini merupakan 22,80% (Dua puluh dua koma delapan kosong
            persen) dari saham Perseroan;

         d. BAHWA Pihak Pertama bermaksud untuk menjual Saham Yang Dijual, dan Pihak
            Kedua bermaksud untuk membeli Saham Yang Dijual sesuai dengan syarat-syarat
            dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini.

         e. BAHWA Para Pihak sepakat untuk        mendokumentasikan      pemahaman dan
            kesepakatan Para Pihak dalam Perjanjian ini dengan tunduk kepada syarat-syarat
            dan ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam Perjanjlan ini.

        Maka, Oleh karenanya,berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Para Pihak setuju dan
        sepakat untuk melaksanakan Perjanjian ini dengan syarat-syarat dan ketentuan-
        ketentuan sebagai berikut:

                                                 PASAL 1
                                                JUAL BELI

         1. Dengan tunduk pada ketentuan-ketentuan Perjanjian ini, Pihak Pertama dengan
            ini setuju untuk menjual kepada Pihak Kedua, dan Pihak Kedua dengan ini setuju
            untuk membeli dan menerima dari Pihak Pertama penjualan, pemindahan, dan
            pengalihan atas Saham Yang Dijual, termasuk seluruh hak dan alas hak atas serta
            kepentingan yang terkandung dalam Saham Yang Dijual, bebas dari segala
            pembebanan;

         2. Perjanjian ini berlaku efektif pada tanggal Perjanjian ini namun pengalihan yang
            dimaksudkan di sini hanya akan efektif pada penyelesaian transaksi penjualan dan


                                                                                 Halaman 13
Page 30
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


             pembelian Saham Yang Dijual, setelah dipenuhinya (atau dikesampingkannya oleh
             Pihak Kedua) persyaratan-persyaratan pendahuluan sebagaimana dinyatakan
             dalam Pasal 4 Perjanjian ini.

                                             PASAL 2
                                 JUMLAH SAHAM YANG DITRANSAKSIKAN

         1. Pihak Pertama akan menjual Saham Yang Dijual kepada Pihak Kedua sejumlah
            365.597.400 (Tiga ratus enam puluh lima juta lima lima ratus sembilan puluh tujuh
            ribu empat ratus) saham dari Saham Yang Dijual.

         2. Pihak Kedua Tuan Darmawan Suryadi SM akan membeli 256.220.600 (Dua Ratus
            lima puluh enam juta dua ratus dua puluh ribu enam ratsu) saham dan Nyonya Jap
            Astrid Patricia akan membeli 109.376.800 (Seratus sembilan juta tiga ratus tujuh
            puluh enam ribu delapan ratus) saham dari Saham Yang Dijual.

                                               PASAL 3
                                            HARGA JUAL BELI

         1. Jumlah harga yang kan dibayarkan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama atas
            penjualan Saham Yang Dijual adalah sejumlah Rp122 (Seratus Dua Puluh Dua
            Rupiah) per Saham atau sejumlah Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar
            Enam Ratus Dua Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah)
            (“Harga Jual Beli”) yang akan dibayarkan sesuai dengan Pasal 3 Perjanjian ini;

         2. Pihak Kedua akan membayar Harga Jual Beli dalam dua tahap sebagai berikut:

             i.   Uang muka tahap pertama sebesar Rp17.841.153.120 (Tujuh belas milyar
                  delapan ratus empat puluh satu juta seratus lima puluh tiga ribu seratus dua
                  puluh Rupiah) (“Uang Muka Tahap Pertama”) atau sebesar 40% paling lambat
                  pada bulan Juli 2026, sebagai pembayaran sebagian dari Harga Jual Beli
                  Saham, dimana seluruh Uang Muka Tahap Pertama akan dikembalikan kepada
                  Pihak Kedua apabila penyelesaian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 4
                  tidak terjadi sampai dengan berakhirnya Tanggal Target Penyelesaian karena
                  kesalahan Pihak Pertama dan Kedua;

              ii. tunduk pada pemenuhan Kondisi Prasyarat, sisa Harga Jual Beli setelah
                  dikurangi Uang Muka Tahap Pertama,             yaitu 60% atau sebesar
                  Rp. 26.761.729.680 (Dua puluh enam milyar tujuh ratus enam puluh satu juta
                  tujuh ratus dua puluh sembilan ribu enam ratus delapan puluh Rupiah)
                  ("Pelunasan Harga Jual Beli") paling lambat bulan Desember 2026 atau
                  sebelum penandatanganan akta pengalihan saham sehubungan dengan Saham
                  Yang Dijual.

         3. Pembayaran Harga Jual Beli berdasarkan Pasal 3.1 harus dilakukan oleh Pihak
            Kedua kepada Pihak Pertama melalui transfer bank ke rekening sebagai berikut:
             Nama Rekening      : PT Prima Globalindo Logistik
             Nama Bank          : Bank BCA KCP Griya Utama
             Nomor Rekening     : 6460320915

         4. Setiap Pihak akan bertanggung jawab atas pajak-pajak, potongan-potongan atau
            biaya-biaya yang berlaku terhadap penjualan Saham Yang Dijual berdasarkan
            peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku.




                                                                                  Halaman 14
Page 31
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


                                             PASAL 4
                              PERSYARATAN-PERSYARATAN PENDAHULUAN

         1. Perjanjian ini dan penyelesaian atasnya akan bergantung pada dilaksanakan dan
            dipenuhinya hal-hal berikut ini ("Kondisi Prasyarat");
             a. Keputusan pemegang saham Perseroan untuk menyetujui antara lain: (i)
                 rencana penjualan dan pengalihan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua
                 atas Saham Yang Dijual, (ii) struktur permodalan dan komposisi peyertaan
                 permodalan perseroan sesuai pengalihan Saham Yang Dijual;

             b. setiap persetujuan     korporasi yang wajib diperoleh         Pihak Pertama
                dan/atau Pihak Kedua untuk menandatangani         dan          melaksanakan
                transaksi yang dibuat berdasarkan Perjanjian ini;

             c. Perseroan telah menjalankan dan memperoleh semua pengajuan dan
                persetujuan berdasarkan peraturan yang diwajibkan oleh hukum dan
                peraturan perundang-undangan     yang berlaku di Indonesia, termasuk
                namun tidak terbatas      pada persetujuan     dari Badan Koordinasi
                Penanaman Modal mengenai susunan pemegang saham Perseroan yang baru
                sehubungan dengan pengalihan Saham Yang Dijual; dan

             d. Pihak Pertama telah menyiapkan laporan penilai atas transaksi yang
                dimaksud di dalam Perjanjian ini yang menyatakan transaksi ini wajar
                dan tanpa pengecualian sebagaimana yang disyaratkan dalam Peraturan
                OJK No. 17 Tahun 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
                Usaha dan Peraturan OJK No. 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
                Benturan Kepentingn untuk kepentingan pembelian Saham Yang Dijual.

         2. Para Pihak wajib mengusahakan dengan sebaik-baiknya dan dengan itikad baik
            untuk memenuhi Kondisi Prasyarat terlebih dahulu selambat-lambatnya pada
            tanggal XXX (''Tanggal Target Penyelesaian").

         3. Apabila setelah lewatnya Tanggal Target Penyelesaian, ternyata masih ada Kondisi
            Prasyarat yang belum terpenuhi,       maka Para Pihak akan berdiskusi dan
            memutuskan untuk mengesampingkan hal-hal yang belum terpenuhi tersebut,
            mengundurkan tanggal pemenuhan tersebut, ataupun menunda pemenuhan hal-
            hal yang belum terpenuhi tersebut

                                                 PASAL 5
                                              PENYELESAIAN

         1. Penyelesaian Perjanjian ini akan dilakukan paling lambat 30 hari kalender setelah
            dipenuhinya (atau dikesampingkan oleh Pihak Kedua) semua Kondisi Prasyarat
            (''Tanggal Penyelesaian") di tempat yang disetujui oleh Para Pihak;

         2. Pada Tanggal Penyelesaian hal-hal tersebut di bawah ini harus terjadi secara
            berurutan:

             a. Pihak Pertama akan menyerahkan kepada Pihak Kedua keputusan pemegang
                saham Perseroan untuk menyetujui, antara lain, (i) penjualan dan pengalihan
                oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua atas Saham Yang Dijual, dan (ii)
                struktur   permodalan dan komposisi penyertaan permodalan Perseroan
                sesuai pengalihan Saham Yang Dijual;




                                                                                 Halaman 15
Page 32
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


             b. Pihak Kedua telah melakukan pembayaran Pelunasan Harga Jual Beli untuk
                pembelian Saham Yang Dijual kepada Pihak Pertama dan Kedua;

             c. Para Pihak akan membuat dan menandatangani akta pengalihan saham dalam
                bentuk yang dapat diterima oleh Para Pihak dalam bentuk akta notaris;

         3. Sesegera mungkin setelah Tanggal Penyelesaian, Para Pihak harus bekerja sama
            menggunakan semua upaya yang wajar untuk mengambil semua langkah yang
            diperlukan   untuk memastikan notaris melakukan pelaporan sebagaimana
            diperlukan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan pendaftaran
            dalam Daftar Perusahaan.

                                                 PASAL 6
                                                PENUTUP

         1. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua), di antaranya bermaterai cukup dan
            mempunyai kekuatan hukum yang sama , setelah masing-masing PIHAK
            menandatanganinya dan untuk keperluan administrasi dapat dibuat salinan
            secukupnya.

         2. Jika terjadi perselisihan, kedua belah PIHAK diselesaikan secara musyawarah, dan
            apabila secara musyawarah tidak diperoleh penyelesaian, maka kedua belah pihak
            memilih tempat kediaman yang sah dan tidak berubah di kantor Panitera
            Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

         3. Hal-hal yang belum diatur dan timbul setelah perjanjian ini ditandatangani,
            dituangkan dalam bentuk addendum yang merupakan bagian yang tidak
            terpisahkan dari perjanjian ini.




                                                                                Halaman 16
Page 33
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


2.5     Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi

2.5.1    Pihak Penjual - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         Sejarah

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Alang,
         S.H. No. 54 tanggal 19 Juni 2015. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU-2444860.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 23 Juni 2015. Anggaran Dasar PPGL
         telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi
         Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 44 tanggal 28 Juli 2022, antara lain sehubungan
         dengan perubahan tempat kedudukan dan domisili PPGL. Akta Perubahan tersebut telah
         mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0055021.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
         4 Agustus 2022.
         Kegiatan Usaha
         Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PPGL, ruang lingkup kegiatan utama PPGL
         meliputi usaha dalam bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding). PPGL
         memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2015. Kantor PPGL berlokasi di
         Green Sedayu Bizpark Cakung Gs 7 No. 19, Cakung Timur, Jakarta Timur.

         Susunan Pemegang Saham
         Berdasarkan Laporan keuangan limited review PPGL per 30 September 2025 oleh KAP
         Heliantono dan Rekan, susunan pemegang saham PPGL adalah sebagai berikut:
         Figur 9. Susunan Pemegang Saham PPGL
                                                                   Persentase
                      Pemegang Saham             Lembar Saham                      Jumlah
                                                                  Kepemilikan

         Darmawan Suryadi SM                        406.076.333         52,66%     8.933.679.326
         Jap Astrid Patricia                        177.926.767         23,07%     3.914.388.874
         Suryawarni Surli                            40.093.000          5,20%      882.046.000
         Masyarakat (masing-masing dengan
                                                    147.081.920         19,07%     3.235.802.240
         pemilikan di bawah 5%)
         Total                                     771.178.020         100,00%   16.965.916.440
         Sumber: Manajemen

         Susunan Kepengurusan

         Komisaris                          : Jap Astrid Patricia
         Komisaris Independen               : I Made Satyaguna
         Direktur Utama                     : Darmawan Suryadi SM
         Direktur                           : Hafez Salammudin

         Profil Keuangan PPGL

         Analisis kinerja keuangan historis PPGL didasarkan atas Laporan Keuangan yang telah
         diaudit tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 dan di review per 30 September 2025
         oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan.




                                                                                   Halaman 17
Page 34
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Berikut profil keuangan PPGL:

        Figur 10. Ikhtisar Laba (Rugi) PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                       2020            2021            2022            2023            2024          30 Sept 2025
                Keterangan
                                      Audited         Audited         Audited         Audited         Audited       Limited Review


         PENDAPATAN                  136.611.674     258.805.384     291.113.648     184.209.898     211.734.531       130.704.664


         BEBAN POKOK
                                    (101.665.793)   (199.731.420)   (225.687.935)   (127.522.122)   (151.674.908)      (89.857.318)
         PENDAPATAN


         LABA (RUGI) KOTOR           34.945.880      59.073.964      65.425.713      56.687.776      60.059.623        40.847.345


         Beban umum dan
                                     (23.956.183)    (31.394.292)    (36.552.134)    (37.424.672)    (37.975.172)      (29.977.509)
         administrasi
         Beban bunga                  (3.602.156)     (2.522.447)     (1.683.812)     (2.313.233)     (3.682.680)       (4.622.579)
         Laba (rugi) penjualan
         aset tetap dan properti        (178.839)       (323.375)       (468.861)      3.919.742        (320.914)        2.996.106
         investasi
         Penghasilan bunga                91.265         194.745          43.819         445.216         285.021           252.038
         Pendapatan klaim
                                         399.236         428.435          37.678         120.257         280.991            29.277
         asuransi kendaraan
         Keuntungan atas
                                       1.398.795        (276.181)         36.865          73.234                0                0
         penjualan efek
         Lain-lain                        76.063          28.603         115.201       1.171.423         579.023           282.968
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK FINAL
                                      9.174.062      25.209.452      26.954.468      22.679.742      19.225.892         9.807.647
         DAN PAJAK
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK FINAL                      0         (7.100)        (53.694)       (306.970)       (657.152)        (483.295)


         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                  9.174.062      25.202.352      26.900.774      22.372.772      18.568.740         9.324.352
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK
         PENGHASILAN
         Kini                         (1.189.348)     (4.834.430)     (6.530.528)     (4.992.417)     (5.798.245)       (2.368.157)

         Tangguhan                    (1.217.187)        (57.663)         74.424          52.156         108.172            50.584

         Beban Pajak Penghasilan      (2.406.535)     (4.892.093)     (6.456.104)     (4.940.261)     (5.690.074)       (2.317.574)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                      6.767.527      20.310.259      20.444.670      17.432.511      12.878.666         7.006.778
         BERJALAN


         PENGHASILAN (BEBAN)
         KOMPREHENSIF LAIN
         Pos yang tidak akan
         direklasifikasi ke laba
         rugi:
         Pengukuran kembali
                                          46.495          38.804         203.593          41.716         107.904             5.061
         liabilitas imbalan kerja
         Efek pajak terkait                     0               0               0         (9.178)        (23.739)           (1.113)
         Penghasilan
                                          46.495          38.804         203.593          32.539          84.165             3.948
         komprehensif lain




                                                                                                           Halaman 18
Page 35
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        2020             2021             2022           2023            2024         30 Sept 2025
                Keterangan
                                       Audited          Audited          Audited        Audited         Audited      Limited Review
         LABA (RUGI)
         KOMPREHENSIF TAHUN             6.814.022      20.349.063        20.648.263     17.465.049     12.962.831        7.010.726
         BERJALAN
        Sumber : Laporan keuangan PPGL

        Figur 11. Ikhtisar Posisi Keuangan PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        2020             2021             2022           2023            2024         30 Sept 2025
                Keterangan
                                       Audited          Audited          Audited        Audited         Audited      Limited Review


         ASET



         ASET LANCAR

         Kas dan setara kas              6.298.398       3.663.407        9.653.356     10.778.945      10.852.664       10.000.505

         Investasi jangka pendek                 0                  0     5.130.869            968            968               968

         Piutang usaha                 46.728.945       54.220.296       53.578.022     42.685.136      48.226.730       32.978.441

         Piutang lain-lain               1.899.265       1.773.215        2.722.499      3.015.744       3.246.118        3.508.671

         Persediaan                              0                  0    19.067.216     21.599.892      19.779.892       19.584.892

         Pajak dibayar dimuka                    0                  0        86.806      2.466.440       3.187.708        6.520.293
         Biaya dibayar dimuka dan
                                       10.858.675       34.203.280        1.078.780      3.065.924       1.458.811        4.204.380
         uang muka
         Kas di Bank dan deposito
         yang dibatasi                           0                  0     4.500.000               0      3.067.870          129.722
         penggunaannya
         JUMLAH ASET LANCAR           65.785.283       93.860.197        95.817.549     83.613.049     89.820.760       76.927.872



         ASET TIDAK LANCAR

         Aset tetap                    60.359.747       61.152.145       53.573.113     71.373.239     107.253.769      161.767.129

         Properti investasi                      0       5.121.768       22.881.191     37.627.051      50.649.160       53.622.300

         Aset pajak tangguhan                    0                  0     3.006.670        245.406        329.839           379.309

         Aset hak guna                    215.076          185.428          202.428      5.383.789       6.311.597        6.142.141
         Uang muka pembelian
                                                 0                  0              0              0      2.650.000        2.250.000
         tanah
         Taksiran klaim pajak
                                         2.297.864       2.642.416        1.534.994        659.780        659.780         1.879.287
         penghasilan
         Aset lain-lain                     20.000          20.000                 0        25.000        939.136           939.136
         JUMLAH ASET TIDAK
                                      62.892.686       69.121.757        81.198.396    115.314.266    168.793.280      226.979.302
         LANCAR


         JUMLAH ASET                 128.677.970      162.981.954       177.015.945    198.927.314    258.614.040      303.907.174



         LIABILITAS DAN EKUITAS



         LIABILITAS




                                                                                                            Halaman 19
Page 36
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        2020             2021            2022          2023           2024          30 Sept 2025
                Keterangan
                                       Audited          Audited         Audited       Audited        Audited       Limited Review
         LIABILITAS JANGKA
         PENDEK
         Utang bank                              0                  0    4.050.000              0     3.761.500         2.962.371

         Utang usaha                   22.041.126       17.705.343       9.024.254     6.378.772      7.864.970         5.688.166

         Utang lain-lain                         0         204.695       5.286.924     5.122.169     10.163.292        45.710.616

         Utang pajak                      839.194          957.469       1.277.062     1.691.777        912.381           973.188

         Beban akrual                     623.378          640.452         157.227       247.765        171.125           791.126
         Uang muka penjualan dan
         pendapatan diterima di              1.340         482.300          12.948    13.520.720     24.794.905        29.965.769
         muka
         Liabilitas jangka panjang
         yang jatuh tempo dalam
         waktu satu tahun:
           Utang bank                            0                  0             0             0       352.939           379.602
           Utang pembiataan
                                         3.298.488         968.717         766.214     7.873.663     17.021.708        20.761.132
           konsumen
           Liabilitas sewa
                                         6.155.372       3.821.775       1.700.824     2.026.367      4.901.523         8.716.972
           pembiayaan
         Utang dividen                           0       4.500.128                0             0              0                0
         Utang ke lembaga
                                         6.551.496       3.995.482       9.263.060     2.065.256     11.343.662         7.017.527
         keuangan lainnya
         JUMLAH LIABILITAS
                                      39.510.394       33.276.361       31.538.512    38.926.488     81.288.004      122.966.470
         JANGKA PENDEK


         LIABILITAS JANGKA
         PANJANG
         Liabilitas jangka panjang
         setelah dikurangi bagian
         yang jatuh tempo dalam
         waktu satu tahun:
           Utang bank                            0                  0             0             0     3.591.499         4.303.370
            Utang pembiayaan
                                          579.093        1.248.769         482.556    12.957.652     20.730.229        21.728.662
            konsumen
            Liabilitas sewa
                                         2.540.032       3.137.424       1.436.600       192.836      6.287.212         8.503.069
            pembiayaan
         Liabilitas diestimasi atas
                                          889.677          842.855         876.866     1.043.828      1.244.056         1.485.076
         imbalan kerja
         JUMLAH LIABILITAS
                                        4.008.803       5.229.048        2.796.021    14.194.316     31.852.996       36.020.177
         JANGKA PANJANG
         JUMLAH LIABILITAS            43.519.197       38.505.409       34.334.533    53.120.804    113.141.500      158.986.647



         EKUITAS

         Modal saham                   16.500.000       16.500.470      16.965.916    16.965.916     16.965.916        16.965.916

         Tambahan modal disetor        10.458.519       10.461.294      13.211.662    13.211.662     13.211.662        13.211.662
         Selisih transaksi
         perubahan ekuitas               7.740.890       8.272.136       9.682.178    10.857.290     11.896.959        11.896.959
         Entitas Anak
         Saldo laba
           Telah ditentukan
                                                 0                  0             0             0     1.000.000         2.000.000
           penggunaannya
           Belum ditentukan
                                         3.530.841      15.530.878      26.215.898    34.675.914     35.093.332        33.962.015
           penggunaannya
         Penghasilan
                                          (70.748)         (62.141)         64.926       105.180        180.279           178.450
         komprehensif lain
         Sub-jumlah                    38.159.502       50.702.635      66.140.581    75.815.962     78.348.148        78.215.002
         Kepentingan Non-
                                       46.999.271       73.773.909      76.540.831    69.990.548     67.124.392        66.705.525
         Pengendali



                                                                                                         Halaman 20
Page 37
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        2020             2021              2022            2023            2024          30 Sept 2025
                Keterangan
                                       Audited          Audited           Audited         Audited         Audited       Limited Review
         JUMLAH EKUITAS               85.158.773      124.476.545       142.681.412     145.806.511     145.472.540       144.920.527
         JUMLAH LIABILITAS DAN
                                     128.677.970      162.981.954       177.015.945     198.927.314     258.614.040       303.907.174
         EKUITAS
        Sumber : Laporan keuangan PPGL

        Figur 12. Ikhtisar Arus Kas PPGL (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        2020             2021              2022            2023            2024          30 Sept 2025
                Keterangan
                                       Audited          Audited           Audited         Audited         Audited       Limited Review


         ARUS KAS DARI
         AKTIVITAS OPERASI
         Penerimaan kas dari
                                      114.266.040      251.794.994       291.286.569     208.610.556     217.467.123       151.123.817
         pelanggan
         Pembayaran kas kepada:

         Pemasok                      (93.461.722)   (191.045.897)      (250.887.184)   (129.862.616)   (143.968.677)      (86.866.572)

         Operasional lainnya          (18.771.874)    (25.819.316)       (27.315.691)    (38.453.185)    (30.879.129)      (29.866.846)

         Pembayaran beban pajak        (1.707.824)     (5.067.808)        (5.244.013)     (6.389.092)     (8.511.665)       (4.622.579)

         Pembayaran beban bunga        (3.602.156)     (2.522.447)        (1.683.812)     (2.313.233)     (3.285.933)       (4.090.539)
         Penerimaan penghasilan
                                          399.236          428.435            43.819         445.216         298.748           252.038
         bunga
         Penghasilan klaim
                                            91.265         194.745            37.678         120.257         280.991            29.277
         asuransi kendaraan
         Lain-lain                          76.063          28.603           115.201       1.171.423         168.549                 0
         Kas bersih yang
         diperoleh dari
                                       (2.710.971)      27.991.309         6.352.568      33.329.326      31.570.007       25.958.597
         (digunakan untuk)
         aktivitas operasi


         ARUS KAS DARI
         AKTIVITAS INVESTASI
         Hasil penjualan aset
                                         8.917.000       3.802.636         1.383.576       9.612.477      20.071.862        32.465.548
         tetap
         Perolehan properti
                                                 0     (5.196.685)       (17.920.232)    (16.181.572)    (18.576.494)       (6.006.906)
         investasi
         Perolehan aset tetap          (2.212.463)     (4.707.326)        (2.275.970)     (2.232.426)    (17.670.745)      (22.912.911)
         Hasil penjualan properti
                                                 0                  0               0      1.000.000       4.950.000         3.732.000
         investasi
         Penempatan kas di bank
         dan deposito yang                       0                  0               0               0     (3.067.870)        2.938.147
         dibatasi penggunaannya
         Uang muka pembelian
                                                 0    (33.530.000)        33.530.000      (1.185.854)     (2.650.000)       (1.542.019)
         aset tetap
         Aset lain-lain                          0                  0               0        (25.000)       (914.136)                0

         Perolehan aset hak guna                 0                  0     (3.069.550)     (2.521.080)       (150.000)                0
         Penerimaan deposito
         yang dibatasi                           0                  0               0      4.500.000                0                0
         penggunaannya
         Penjualan investasi pada
                                         8.488.795      24.381.764         3.459.256      12.862.346                0                0
         portofolio efek
         Penempatan investasi
                                       (7.090.000)    (24.657.945)        (8.553.261)     (7.659.211)               0                0
         pada portofolio efek
         Kas bersih yang
         diperoleh dari
                                         8.103.332    (39.907.556)         6.553.819      (1.830.319)    (18.007.383)       8.673.860
         (digunakan untuk)
         aktivitas investasi




                                                                                                               Halaman 21
Page 38
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        2020             2021              2022            2023            2024          30 Sept 2025
               Keterangan
                                       Audited          Audited           Audited         Audited         Audited       Limited Review


         ARUS KAS DARI
         AKTIVITAS PENDANAAN
         Penerimaan dari:

           Utang bank                            0                  0      4.050.000                0      7.705.938         5.674.868
           Utang ke lembaga
                                       56.341.856      157.583.729       123.909.181      28.817.150      30.084.870         8.041.811
           keuangan lainnya
           Utang lain-lain                       0                  0               0      4.789.908                0                0
           Utang pembiayaan
                                         1.920.000                  0               0               0               0                0
           konsumen
           Utang dividen                         0                  0     (4.500.128)               0               0                0

         Pembayaran untuk:

           Utang bank                            0                  0               0    (4.050.000)                0       (7.717.302)
           Utang pembiayaan
                                       (6.959.038)     (3.820.888)          (968.717)    (3.247.912)    (14.835.387)       (17.486.784)
           konsumen
           Liabilitas sewa
                                       (6.251.378)     (7.810.678)        (3.821.775)    (8.004.071)     (2.690.660)        (6.048.363)
           pembiayaan
           Utang ke lembaga
                                      (57.955.113)   (160.139.743)      (118.641.603)   (36.014.954)    (20.806.464)       (12.367.945)
           keuangan lainnya
           Pembayaran dividen          (1.500.000)                  0     (6.932.514)    (3.084.712)     (8.125.692)        (5.398.246)
         Penurunan modal pada
         Entitas Anak dari
                                          (40.919)                  0               0    (5.912.959)     (2.657.000)                 0
         Kepentingan Non-
         Pengendali
         Perolehan dari
         penawaran umum
         perdana setelah               13.689.549                   0               0               0               0                0
         dikurangi biaya emisi
         saham
         Pembayaran dividen dari
         Entitas Anak kepada             (264.060)       (502.034)        (1.857.669)    (3.665.868)     (2.164.510)        (2.164.514)
         pihak Non-Pengendali
         Penempatan deposito
         yang dibatasi                           0                  0     (4.500.000)               0               0                0
         penggunaannya
         Pelaksanaan waran                       0           3.244         3.215.815                0               0                0
         Setoran modal dari
         Kepentingan Non-                        0      23.967.627         3.130.971                1               0               21
         Pengendali
         Kas bersih yang
         diperoleh dari
                                      (1.019.102)       9.281.256        (6.916.438)    (30.373.417)    (13.488.906)      (37.466.454)
         (digunakan untuk)
         aktivitas pendanaan


         KENAIKAN (PENURUNAN)
         BERSIH KAS DAN SETARA          4.373.258      (2.634.991)        5.989.948       1.125.590          73.719        (2.833.998)
         KAS
         KAS DAN SETARA KAS
                                        1.925.140       6.298.398         3.663.407       9.653.356      10.778.945        10.852.664
         AWAL TAHUN
         KAS DAN SETARA KAS
                                        6.298.398       3.663.407         9.653.356      10.778.945      10.852.664         8.018.666
         AKHIR TAHUN
        Sumber : Laporan keuangan PPGL




                                                                                                              Halaman 22
Page 39
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


2.5.2    Pihak Pembeli

         DARMAWAN SURYADI SM

         Perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan Swadarma Raya Green
         Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003, Kelurahan Ulujami,
         Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu Tanda Penduduk
         No. 3174092109730004.

         JAP ASTRID PATRICIA

         Perorangan, Warga Negara Indonesia, beralamat di Jalan Swadarma Raya Green
         Permata Jalan Boulevard Nomor 36, RT. 017, RW. 003, Kelurahan Ulujami,
         Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pemegang Kartu Tanda Penduduk
         No. 3174092109730004.


2.6     Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan

        Berdasarkan informasi dari manajemen bahwa tidak ada perubahan antara isi dari
        Perjanjian antara PPGL dengan pihak yang akan bertransaksi yang disampaikan dengan
        perjanjian yang disepakati nantinya.




                                                                               Halaman 23
Page 40
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


3     ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF

3.1     Analisis Kualitatif

3.1.1    Riwayat Perusahaan

         PPGL didirikan berdasarkan Akta Notaris Alang, S.H. No. 54 tanggal 19 Juni 2015. Akta
         pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-2444860.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal
         23 Juni 2015. Akta PPGL telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir melalui
         Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 44 tanggal 28 Juli 2022,
         antara lain sehubungan dengan perubahan tempat kedudukan dan domisili PPGL. Akta
         Perubahan      tersebut     telah    mendapatkan     persetujuan     dari     Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
         No. AHU-0055021.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 4 Agustus 2022.

         PPGL memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2015. Kantor PPGL berlokasi
         di Green Sedayu Bizpark Cakung Gs 7 No. 19, Cakung Timur, Jakarta Timur.

         Produk dan Layanan

         1.   Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding)
              Ini merupakan lini bisnis utama PPGL yang melayani pengiriman barang secara
              door-to-door maupun port-to-port.

               •   Sea Freight (Angkutan Laut)
                   Layanan pengiriman menggunakan kontainer, baik dalam skala besar (Full
                   Container Load/FCL) maupun skala kecil (Less Container Load/LCL) untuk
                   rute internasional dan domestik.

               •   Air Freight (Angkutan Udara)
                   Layanan pengiriman barang yang membutuhkan kecepatan                   tinggi
                   menggunakan maskapai kargo untuk komoditas ekspor dan impor.

               •   Multimodal Transport
                   Kombinasi berbagai moda transportasi (darat, laut, udara) untuk memastikan
                   barang sampai ke lokasi tujuan di pedalaman dengan biaya yang paling efisien.

         2.   Jasa Kepabeanan (Customs Clearance)
              PPGL memiliki keahlian dalam menangani administrasi dan regulasi pemerintah
              terkait arus barang keluar dan masuk wilayah pabean Indonesia.

               •   Customs Brokerage
                   Pengurusan dokumen pabean, pengklasifikasian kode HS (Harmonized
                   System), hingga perhitungan pajak dalam rangka impor (PDRI).

               •   Export-Import Licensing
                   Pendampingan dan pengurusan izin-izin khusus yang diperlukan untuk
                   komoditas tertentu agar sesuai dengan regulasi perdagangan internasional.

         3.   Pergudangan dan Penyimpanan (Warehousing)
              Layanan ini bertujuan untuk mendukung manajemen inventori pelanggan sebelum
              barang dikirim ke tujuan akhir.

               •   Inventory Management


                                                                                    Halaman 24
Page 41
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


                  Pengelolaan stok barang dengan sistem pelaporan yang akurat.

             •    Cross-Docking
                  Proses bongkar muat barang dari truk pengangkut langsung ke truk pengirim
                  dengan waktu penyimpanan yang minim untuk mempercepat distribusi.

             •    Value Added Services
                  Layanan tambahan di dalam gudang seperti pelabelan (labeling), pengemasan
                  ulang (re-packing), dan penyortiran barang sesuai permintaan pelanggan.

        4.   Transportasi Darat (Trucking)
             Untuk menjamin konektivitas dari pelabuhan atau bandara ke lokasi gudang
             pelanggan, PPGL menyediakan armada transportasi darat.

             •    Inland Transport
                  Pengiriman barang menggunakan berbagai tipe truk (CDD, Fuso, hingga
                  Wingbox) yang disesuaikan dengan volume dan jenis kargo.

             •    Container Haulage
                  Jasa pengangkutan peti kemas dari pelabuhan menuju pabrik atau gudang
                  (dan sebaliknya) menggunakan truk trailer.

        5.   Manajemen Proyek Logistik (Project Logistics)
             Layanan khusus untuk pengiriman barang-barang dengan dimensi besar (oversized)
             atau berat berlebih (heavy lift) yang biasanya diperlukan oleh industri
             infrastruktur, energi, dan manufaktur besar. Ini mencakup perencanaan rute
             khusus dan penggunaan alat berat untuk proses loading/unloading.


3.1.2   Sifat Kegiatan Usaha

        Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan utama PPGL
        meliputi usaha dalam bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding). Saat
        ini, PPGL melakukan kegiatan usaha sesuai dengan Anggaran Dasar tersebut.




                                                                                 Halaman 25
Page 42
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


3.1.3   Struktur Organisasi PPGL

        Berikut adalah struktur organisasi PPGL:

        Figur 13. Susunan Perusahaan PPGL




        Sumber: Laporan Tahunan PPGL per 31 Desember 2024




                                                                 Halaman 26
Page 43
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)



3.1.4   Analisis Makro Indonesia

        Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

        Perekonomian dunia masih dalam tren melambat akibat dampak tarif Amerika Serikat
        (AS) yang mendorong ketidakpastian tetap tinggi. AS kembali mengenakan tambahan
        tarif kepada sektor farmasi, mebel, dan otomotif sejak 1 Oktober 2025 serta
        mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan sebesar 100% terhadap produk asal
        Tiongkok. Berbagai indikator menunjukkan kebijakan tarif AS memperlemah kinerja
        perdagangan global, tecermin dari melambatnya ekspor dan impor di sebagian besar
        negara. Di AS, pertumbuhan ekonomi masih lemah sehingga mendorong berlanjutnya
        penurunan kondisi ketenagakerjaan. Ekonomi Jepang, Eropa, dan India belum kuat
        dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, di tengah stimulus fiskal-moneter yang telah
        dilakukan. Sementara itu, perekonomian Tiongkok pada triwulan III 2025 meningkat
        didorong oleh stimulus fiskal. Probabilitas penurunan kembali Fed Funds Rate (FFR)
        semakin besar sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan di AS yang lemah. Sejalan
        dengan itu, yield US Treasury jangka pendek kembali menurun dan indeks mata uang
        dolar AS (DXY) cenderung melemah. Aliran modal ke emerging market (EM) masih
        berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan
        kapasitas perekonomian. Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi
        pada triwulan III 2025 ditopang oleh kenaikan ekspor sebagai antisipasi terhadap
        pengenaan tarif resiprokal AS, terutama terjadi pada komoditas minyak kelapa sawit
        (CPO) dan besi baja. Sementara itu, permintaan domestik masih perlu terus diperkuat
        sehingga dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi. Belanja
        Pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan pertumbuhan
        ekonomi triwulan III 2025. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi
        didorong oleh kinerja produksi LU Pertanian, LU Industri Pengolahan, dan LU
        Perdagangan yang tetap baik. Secara spasial, pertumbuhan wilayah Jawa dan Sumatera
        diprakirakan lebih baik dari prakiraan didorong oleh LU Industri Pengolahan dan LU
        Pertanian.

        Figur 14. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




        Sumber: BPS dalam Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2025



                                                                                Halaman 27
Page 44
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal.
        Transaksi berjalan pada triwulan III 2025 diprakirakan mencatat surplus ditopang oleh
        berlanjutnya surplus neraca perdagangan pada September 2025. Ekspor nonmigas
        meningkat di tengah perlambatan ekonomi global sejalan dengan antisipasi eksportir
        terhadap tarif resiprokal AS, termasuk ekspor ke India dan Tiongkok untuk komoditas
        minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja. Kinerja transaksi modal dan finansial
        diprakirakan mengalami defisit dengan terjadinya net outflows investasi portofolio
        seiring tingginya ketidakpastian global dan pembayaran utang luar negeri, di tengah
        tetap positifnya penanaman modal langsung. Sejak September 2025 hingga 20 Oktober
        2025, investasi portofolio tercatat net outflows sebesar 5,26 miliar dolar AS yang
        mengharuskan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi dalam rangka stabilisasi nilai
        tukar Rupiah. Posisi cadangan devisa pada akhir September 2025 tetap kuat sebesar
        148,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor
        dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3 bulan impor.

         Figur 15.   Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025




        Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
        Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2025.

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, didukung oleh
        kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat
        sebesar Rp16.585 per dolar AS, atau menguat 0,45% (ptp) dibandingkan dengan level
        pada akhir September 2025. Rupiah sempat melemah pada September 2025 sebesar
        1,05% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Agustus 2025 sejalan dengan
        ketidakpastian yang cukup tinggi. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
        Indonesia menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan pasar NDF
        baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder.
        Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan Rupiah
        yang kembali menguat pada Oktober 2025. Peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh
        eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
        (DHE SDA) juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.


                                                                                  Halaman 28
Page 45
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)



        Perkembangan Inflasi

        Tekanan inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK September
        tercatat sebesar 2,65% (yoy). Inflasi inti tetap rendah sebesar 2,19% (yoy), dipengaruhi
        oleh pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi
        suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkau ekspektasi inflasi
        sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang rendah. Inflasi kelompok
        administered prices (AP) juga tetap rendah sebesar 1,10% (yoy) seiring menurunnya
        tarif angkutan dan bensin di tengah kenaikan harga jual eceran rokok. Sementara itu,
        inflasi kelompok volatile food (VF) meningkat menjadi 6,44% (yoy) didorong terutama
        oleh kenaikan harga komoditas cabai, bawang, beras, dan daging ayam ras seiring
        berakhirnya masa panen dan peningkatan biaya input produksi.

         Figur 16.   Peta Inflasi Daerah September Tahun 2025




        Sumber: BPS dalam Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2025

        Perkembangan Suku Bunga

        Seiring dengan penurunan BI-Rate sebesar 150 bps sejak September 2024 dan ekspansi
        likuiditas moneter Bank ndonesia, suku bunga INDONIA turun sebesar 204 bps dari 6,03%
        pada awal 2025 menjadi 3,99% pada 21 Oktober 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6,
        9, dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 251 bps, 254 bps, dan 257 bps
        sejak awal 2025 menjadi 4,67%; dan 4,70% pada 17 Oktober 2025. Imbal hasil SBN untuk
        tenor 2 tahun menurun sebesar 218 bps dari 6,96% pada awal 2025 menjadi 4,78% pada
        21 Oktober 2025, sementara untuk tenor 10 tahun menurun sebesar 132 bps dari tingkat
        tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025 menjadi 5,94%. Namun demikian,
        penurunan suku bunga perbankan masih berjalan lambat dan karenanya perlu
        dipercepat. Dibandingkan dengan penurunan BI-Rate sebesar 150 bps, suku bunga
        deposito 1 bulan hanya turun sebesar 29 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,52%
        pada September 2025, terutama dipengaruhi oleh pemberian special rate kepada
        deposan besar yang mencapai 26% dari total DPK bank. Penurunan suku bunga kredit
        perbankan bahkan berjalan lebih lambat, yaitu sebesar 15 bps dari 9,20% pada avval
        2025 menjadi sebesar 9,05% pada September 2025.




                                                                                    Halaman 29
Page 46
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Kredit perbankan pada September 2025 masih tercatat 7,70% (yoy), meskipun sedikit
        meningkat dari 7,56% (yoy) pada Agustus 2025. Permintaan kredit belum kuat
        dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih wait and see, optimal'sasi pembiayaan
        internal oleh korporasi, dan suku bunga kedit yang masih relatif tinggi. Perkembangan
        ini tecermin dari fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) pada
        September 2025 yang masih cukup besar, yaitu mencapai Rp 2.374,8 triliun atau 22,54%
        dari plafon kredit yang tersedia, terutama pada segmen korporasi dengan kontribusi
        utama dari sektor Perdagangan, Industri, dan Pertambangan, serta dengan jenis kredit
        modal kerja. Dari Sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank memadai ditopang oleh
        rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 29,29% dan DPK yang
        tumbuh sebesar 11,18% (yoy) pada September 2025 seiring ekspansi keuangan
        Pemerintah termasuk penempatan dana Pemerintah pada beberapa bank besar serta
        kebijakan pelonggaran likuiditas dan insentif kebijakan makroprudensial Bank
        Indonesia. Minat penyaluran kredit perbankan pada umumnya cukup haik sebagaimana
        tecermin pada persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang cukup
        longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM seiring dengan sikap kehati-
        hatian bank di tengah risiko kredit pada kedua segmen tersebut. Pertumbuhan kredit
        modal kerja dan kredit konsumsi melambat menjadi masing-masing sebesar 3,37% (yoy)
        dan 7,42% (yoy), sedangkan pertumbuhan kredit investasi meningkat menjadi 15,18%
        (yoy). Kredit UMKM dan pembiayaan syariah tumbuh melambat menjadi masing-masing
        sebesar 0,23% (yoy) dan 7,55% (yoy).

        Ketahanan perbankan tetap kuat. Permodalan terjaga pada evel tinggi, likuiditas
        perbankan tetap memadai, dan risiko kredit rendah. Dari si5i permodalan, ras io
        kecukupan modal (Capitai Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Agustus 2025
        meningkat menjadi Sebesar 26,03% sehingga semakin kuat dalam menyerap risiko. Rasio
        kredit bermasalah (Non-Performing Loa/NPL) perbankan terjaga rendah sebesar (bruto)
        dan (neto) pada Agustus 2025. NPL (bruto) UMKM sudah mulai memurun dari 4,55% pada
        Agustus 2025 menjadi 4,45% pada September 2025, meşkipun masih pada level yang
        tinggi. Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat,
        ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.

        Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan III 2025 terus meningkat,
        didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi
        pembayaran digital mencapai 12,99 miliar transaksi atau tumbuh 38,08% (yoy) pada
        triwulan III 2025 didukung oleh perluasan akseptasi dan kanal pembayaran digital.
        Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 13,11%
        (yoy) dan 17,80%(yoy), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 147,65%(yoy). Kinerja
        positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi
        infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAS mencapai 1.223,82
        juta atau tumbuh 32,34% (yoy) dengan nilai transaksi menyentuh Rp3.024,08 triliun
        pada triwulan III 2025. Volume transaksi nilai beşar yang diproses melalui Sistem BI-
        RTGS tercatat sebanyak 2,76 juta transaksi, dengen nilai sebesar Rp56.422,87 triliun
        pada triwulan III 2025. Sementara dari sisi penge olaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
        Diedarkan (UYD) tumbuh 13,49% (yay) menjadi Rp1.200,05 triliun pada triwulan III 2025.

        Infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank
        Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan
        pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan III 2025. Struktur
        industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran
        yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (FKD) yang
        meluas. Perluasan adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) mendukung
        penguatan interkoneksi, tecermin dari transaksi pembayaran berbasis SNAP yang terus
        meningkat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan keamanan dan keandalan
        infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran


                                                                                  Halaman 30
Page 47
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        industri. Selain itu, struktur industri sistem pembayaran akan terus diperkuat dengan
        fokus pada aspek manajemen risiko operasional dan infrastruktur teknologi pelaku
        industri dan ekosistem ekonomi keuangan digital. Bank Indonesia terus menjaga
        ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di
        seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR1), termasuk daerah
        Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).


3.1.5   Perkembangan Industri Logistik dan Freight Forwarding di Indonesia

        Perkembangan industri di tahun 2025 akan dipengaruhi oleh perekonomian nasional dan
        global. Dalam proyeksi lembaga internasional seperti IMF, perekonomian Indonesia
        diprediksi tetap tumbuh positif di level 5,1%, dengan sektor konsumsi, investasi, dan
        ekspor tetap menjadi tulang punggung perekonomian. Pertumbuhan global juga
        diprediksi lebih baik dibanding tahun sebelumnya meski diiringi dengan risiko
        ketidakpastian yang meningkat. Kebijakan pemerintahan baru Amerika Serikat di bawah
        kepemimpinan Donald Trump yang menekankan America First berpotensi mengubah
        konstelasi perekonomian dan perdagangan dunia.

         Figur 17.     Industri Logistik
           Indikator Ekonomi        Data Tahun 2024    Proyeksi Tahun 2025           Sumber Data
                                                                                BPS & Supply Chain
         Pertumbuhan Sektor                 8,69%                12,53%
                                                                                Indonesia (SCI)
         Nilai Pasar (Market
                                      USD 318 Miliar   USD 72,4 Miliar (Core)   Statista & IMARC Group
         Size)
                                                                                Supply Chain Indonesia
         Kontribusi PDB (Rp)         Rp1.436 Triliun     Rp1.623,65 Triliun
                                                                                (SCI)
                                                                                Pemerintah RI /
         Target Biaya Logistik             14% - 15%              12%
                                                                                ANTARA News
                                                                                Kementerian Investasi /
         Investasi Sektor             Rp42,7 Triliun               0
                                                                                BKPM
         Pasar Logistik Rantai
                                     USD 5,08 Miliar               0            Tech in Asia (2025)
         Dingin

        Industri logistik Indonesia mencatatkan performa yang sangat impresif dengan
        pertumbuhan yang konsisten di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan
        tumbuh sebesar 8,69% pada tahun 2024, jauh melampaui pertumbuhan ekonomi
        nasional yang berada di angka 5,03% (BPS, 2025). Pertumbuhan ini mencerminkan peran
        krusial sektor logistik sebagai tulang punggung distribusi barang di negara kepulauan.
        Memasuki tahun 2025, Supply Chain Indonesia (SCI) memproyeksikan akselerasi
        pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni mencapai 12,53%, didorong oleh peningkatan
        aktivitas di sektor manufaktur dan perdagangan domestik (SCI, 2025).

        Secara nilai pasar, industri logistik Indonesia telah menjelma menjadi pasar raksasa di
        Asia Tenggara. Statista Market Insights mengestimasi nilai pasar logistik Indonesia
        mencapai USD 318 miliar (sekitar Rp5,2 kuadriliun) pada tahun 2024 (Statista, 2024).
        Sementara itu, laporan dari IMARC Group menyebutkan ukuran pasar logistik secara
        spesifik menyentuh USD 72,4 miliar pada tahun 2025 dan diprediksi akan terus
        berkembang dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,91%
        hingga tahun 2034 (IMARC Group, 2025). Skala ekonomi ini menarik minat investor
        besar, di mana Kementerian Investasi/BKPM mencatat aliran investasi ke sektor logistik
        mencapai Rp42,7 triliun pada 2024 (BKPM, 2024).

        Segmen freight forwarding internasional juga menunjukkan dinamika yang menarik
        pasca-pandemi. Meskipun sempat tertekan oleh kenaikan biaya operasional dan kendala
        rute global, kapasitas pengiriman laut (sea freight) mulai kembali stabil di tahun 2024,


                                                                                           Halaman 31
Page 48
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        terkecuali pada rute-rute yang melewati kawasan konflik seperti Timur Tengah (Asosiasi
        Logistik Indonesia, 2024). Menariknya, pasar logistik Indonesia masih didominasi oleh
        pemain lokal sebesar 70%, sementara pemain internasional menguasai sisa 30% (Edsen
        Consulting, 2024). Hal ini menunjukkan adanya ruang kompetisi yang luas bagi
        perusahaan domestik untuk terus melakukan ekspansi layanan dan peningkatan standar
        kualitas.

        Digitalisasi menjadi faktor pembeda utama bagi keberlanjutan bisnis freight forwarding
        di tahun 2025 dan 2026. Perusahaan kini mulai masif mengadopsi teknologi seperti
        Artificial Intelligence (AI) untuk optimasi rute, Internet of Things (IoT) untuk pelacakan
        barang secara real-time, hingga penggunaan blockchain untuk transparansi dokumen
        (SMB Cargo, 2024). Transformasi digital ini tidak hanya berfungsi meningkatkan efisiensi
        operasional tetapi juga menjawab tuntutan konsumen yang menginginkan pengiriman
        lebih cepat dan transparan, terutama untuk segmen last-mile delivery yang saat ini
        menguasai porsi investasi terbesar di startup logistik sebesar 90,2% (Tech in Asia, 2025).

        Pemerintah Indonesia terus berupaya menurunkan biaya logistik nasional yang secara
        historis masih tergolong tinggi dibanding negara-negara tetangga. Pada tahun 2025,
        pemerintah menargetkan biaya logistik turun hingga ke angka 12% dari PDB melalui
        penyederhanaan birokrasi dan integrasi koridor logistik nasional (ANTARA News, 2025).
        Upaya ini didukung oleh pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol,
        pelabuhan, dan bandara sebagai hub utama distribusi. Efisiensi biaya ini sangat penting
        untuk meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia di pasar global serta menjaga
        stabilitas harga barang di wilayah pelosok.

        Sektor pergudangan juga mengalami evolusi signifikan dengan permintaan tinggi
        terhadap fasilitas penyimpanan yang modern dan terspesialisasi. Saat ini, jumlah
        gudang di Indonesia terus tumbuh dengan dominasi gudang tertutup tipe A sebanyak
        44,73% (BPS via Tech in Asia, 2025). Selain itu, pasar cold chain logistics (logistik rantai
        dingin) diperkirakan mencapai nilai USD 5,08 miliar pada 2024 seiring meningkatnya
        konsumsi produk segar dan kebutuhan industri farmasi (Tech in Asia, 2025). Hal ini
        membuka peluang bagi para pelaku jasa forwarding untuk menawarkan layanan nilai
        tambah (value-added services) selain sekadar pengiriman barang biasa.

        Ke depan, tren keberlanjutan atau green logistics diprediksi akan menjadi standar baru
        pada tahun 2026. Banyak perusahaan freight forwarding mulai beralih ke penggunaan
        kendaraan listrik dan hybrid serta optimasi rute untuk mengurangi emisi karbon
        (TheLorry, 2025). Dengan dukungan ekonomi digital yang diproyeksikan berkontribusi
        8-9% terhadap PDB pada 2025, sektor logistik akan terus bertransformasi menjadi
        industri yang lebih "pintar", ramah lingkungan, dan terintegrasi secara global (Kemenko
        Perekonomian, 2025). Ketahanan sektor ini terhadap guncangan global di tahun-tahun
        sebelumnya memberikan optimisme kuat bahwa logistik akan tetap menjadi motor
        penggerak utama ekonomi Indonesia.

        Dalam prospek usaha yang disusun oleh Direksi, pada tahun 2025 Perseroan tetap fokus
        pada usaha freight forwarding untuk pengiriman barang-barang industri melalui
        pergudangan maupun Pelabuhan. Selain itu memberikan dukungan penuh pada usaha
        Entitas Anak yang bergerak di sektor logistik. Perseroan terus berupaya meningkatkan
        kualitas layanan kepada pelanggan melalui pengiriman barang tepat waktu dan
        penyediaan armada yang tangguh sesuai dengan kebutuhan. Perseroan juga
        menawarkan harga yang kompetitif kepada pelanggan setia agar terjaga hubungan
        bisnis dalam jangka panjang.




                                                                                       Halaman 32
Page 49
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


3.1.6   Analisis Operasional dan Prospek PPGL

        PPGL bergerak dalam bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) dengan
        kegiatan usaha utama berupa layanan jasa Pengurusan Transportasi (JPT). Layanan yang
        diberikan meliputi usaha pengiriman serta pengepakan barang dalam volume besar,
        melalui angkutan kereta api, angkutan darat, laut, maupun udara.

        Selain itu PPGL juga mengembangkan bisnis penunjang yakni Pengurusan Jasa
        Kepabeanan yang meliputi pengurusan pemenuhan kewajiban pabean (customs
        clearance) eksportir dan importir, serta kewajiban-kewajiban terkait lainnya yang
        diperlukan dalam kegiatan eksporimpor.

        Visi

        Menjadi pilihan utama bagi eksportir dan importir.

        Misi

        Memberi pelayanan yang prima untuk jasa ekspor dan impor, serta memberi layanan
        one stop service untuk kegiatan ekspor dan impor.

        Lokasi Usaha

        PPGL mempunyai wilayah operasional pengiriman ke dalam negeri maupun luar negeri
        karena memiliki relasi yang baik dengan berbagai perusahaan logistik dalam negeri
        maupun luar negeri. Dengan begitu, PPGL dapat memberikan harga kompetitif dengan
        layanan berkualitas untuk semua klien.

        Lini Bisnis

        Sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), PPGL bergerak di
        bidang usaha jasa logistik terintegrasi yang mencakup:
         • Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding) (52291): Mencakup usaha
            pengiriman dan/atau penerimaan barang melalui angkutan darat, laut, maupun
            udara, yang mencakup kegiatan pengumpulan (consolidation), pengiriman barang,
            pengurusan dokumen transportasi, hingga penyelesaian pembayaran biaya angkut
            dan jasa lainnya terkait pengiriman.
         • Angkutan Jalan Raya Untuk Barang (49231): Mencakup usaha pengangkutan barang
            dengan kendaraan bermotor umum untuk satu atau lebih jenis barang, seperti
            angkutan barang umum, angkutan dengan peti kemas, dan angkutan barang khusus
            yang menggunakan armada truk.
         • Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221): Mencakup kegiatan operasional
            yang mendukung transportasi laut baik untuk penumpang maupun barang,
            termasuk manajemen administrasi dan operasional di pelabuhan.
         • Pergudangan dan Penyimpanan (52101): Mencakup usaha pengoperasian fasilitas
            penyimpanan untuk segala jenis barang, termasuk di kawasan berikat, guna
            mendukung rantai pasok konsumen sebelum barang didistribusikan lebih lanjut.
            PPGL mengelola operasional logistik dengan fokus pada efisiensi rantai pasok
            global, didukung oleh jaringan kemitraan internasional yang luas. Untuk
            menunjang efektivitas distribusi dan layanan kepada pelanggan, PPGL
            memanfaatkan infrastruktur gudang dan armada transportasi yang terintegrasi,
            yang memungkinkan penanganan kargo secara end-to-end, baik untuk komoditas
            ekspor maupun impor di berbagai pelabuhan utama di Indonesia.




                                                                                Halaman 33
Page 50
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        PPGL mengorganisir bisnisnya berdasarkan jenis layanan yang diberikan dan segmentasi
        kebutuhan pelanggan melalui segmen operasi. Segmen operasi pada PPGL diidentifikasi
        berdasarkan laporan internal yang secara reguler ditelaah oleh "pengambil keputusan
        operasional" guna mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja setiap unit. PPGL
        membagi segmen bisnisnya menjadi 3 segmen utama yang terdiri dari:

         1. Jasa Ekspor: Layanan pengurusan transportasi barang dari dalam negeri ke
            mancanegara, mencakup pengurusan pabean (customs clearance), pemesanan
            ruang kapal/pesawat, hingga pengantaran ke tujuan akhir.
         2. Jasa Impor: Layanan pengiriman barang dari luar negeri menuju Indonesia,
            termasuk penanganan logistik masuk (inbound logistics) dan kepatuhan regulasi
            impor.
         3. Jasa Domestik dan Lainnya: Mencakup distribusi barang antar wilayah di Indonesia
            melalui jalur darat, laut, dan udara, serta layanan pendukung lainnya seperti
            pergudangan dan manajemen pengiriman lokal.

        Dengan pengelompokan segmen operasi ini, PPGL dapat lebih efisien dalam mengelola
        alur dokumen, koordinasi armada, dan strategi pemasaran jasa logistik sesuai dengan
        dinamika perdagangan internasional dan domestik. Hal ini membantu PPGL dalam
        mengoptimalkan sumber daya serta memberikan solusi logistik yang kompetitif bagi
        setiap pelanggan.

        Prospek Perusahaan

        Memasuki tahun 2026, perekonomian dunia diprediksi mulai menunjukkan stabilitas
        yang lebih kokoh dengan proyeksi pertumbuhan global di level 3,4%, didukung oleh
        normalisasi suku bunga yang memicu kembali gairah perdagangan lintas batas. Di
        tengah dinamika tersebut, ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap resilien dengan
        target pertumbuhan sebesar 5,3%. Fokus pemerintah pada keberlanjutan hilirisasi
        industri dan penguatan ekonomi digital menjadi katalis positif bagi sektor jasa
        pengurusan transportasi (freight forwarding). Dalam upaya merespons peluang
        tersebut, PPGL mengambil langkah strategis melalui rencana pelepasan saham JAYA
        guna merestrukturisasi portofolio aset, sehingga Perusahaan dapat lebih fokus pada
        penguatan bisnis inti di tengah meningkatnya volume ekspor-impor nasional.

        Prospek industri logistik pada tahun 2026 sangat dipengaruhi oleh integrasi teknologi
        dan efisiensi rantai pasok, di mana sektor transportasi dan pergudangan diprediksi akan
        tumbuh di atas 10% seiring rampungnya berbagai proyek infrastruktur strategis. Langkah
        pelepasan saham JAYA dipandang sebagai momentum bagi PPGL untuk melakukan
        efisiensi pada beberapa bidang yang tidak lagi menjadi fokus utama, sehingga sumber
        daya perusahaan dapat dialokasikan sepenuhnya untuk mengoptimalkan jasa logistik
        terintegrasi. Dengan semakin matangnya ekosistem National Logistics Ecosystem (NLE)
        pada 2026, PPGL berpeluang memperkuat margin keuntungan melalui efisiensi
        operasional dan administrasi pabean yang lebih terpusat dan efisien pasca-transaksi.

        Di sektor ekspor, PPGL melihat peluang besar pada komoditas manufaktur menengah
        yang menjadi prioritas utama ke wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah seiring
        implementasi penuh perjanjian RCEP. Fokus baru ini memerlukan fleksibilitas modal
        dan manajemen yang lebih tajam, yang mana hal tersebut didukung oleh penguatan
        struktur permodalan hasil dari pelepasan saham JAYA. Dana yang diperoleh dari
        transaksi ini diharapkan dapat memperkuat investasi PPGL dalam sistem manajemen
        logistik berbasis digital dan transparansi pelacakan barang, yang menjadi nilai tawar
        utama dalam memenangkan kontrak dengan mitra internasional yang mengedepankan
        akurasi data di tahun 2026.



                                                                                   Halaman 34
Page 51
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Tantangan di tahun 2026 akan berfokus pada adaptasi terhadap regulasi green logistics
        dan persaingan ketat dengan pemain regional dari Singapura serta Vietnam. Melalui
        pelepasan aset non-inti seperti saham JAYA, PPGL dapat lebih lincah dalam mengadopsi
        praktik bisnis ramah lingkungan, seperti optimasi rute untuk menekan emisi karbon dan
        penggunaan dokumentasi paperless. Diversifikasi layanan yang mencakup penanganan
        kargo khusus dan penguatan armada distribusi domestik akan menjadi pilar
        pertumbuhan perusahaan. Dengan organisasi yang lebih ramping dan fokus, PPGL
        berada pada posisi yang lebih kompetitif untuk menghadapi persaingan global
        dibandingkan saat masih mengelola portofolio investasi yang terdiversifikasi luas namun
        kurang sinergis.

        Secara keseluruhan, kinerja PPGL pada tahun 2026 diperkirakan akan sangat bergantung
        pada kemampuan navigasi terhadap fluktuasi biaya pengapalan (freight rate) dan nilai
        tukar. Namun, dengan strategi manajemen risiko yang disiplin dan struktur keuangan
        yang lebih sehat pasca-pelepasan saham JAYA, perusahaan memiliki ruang
        pertumbuhan yang stabil. Sinergi antara keahlian dalam customs clearance dan
        penguasaan rute domestik menjadikan PPGL sebagai mitra strategis utama bagi industri
        manufaktur. Dengan memanfaatkan hasil transaksi penjualan saham untuk peningkatan
        kapasitas SDM dan teknologi, PPGL berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target
        pertumbuhan berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global pada tahun 2026.


3.1.7   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perusahaan
        Berikut adalah analisis dampak leverage PPGL terkait dengan pelepasan 45,79% ekuitas
        JAYA dan Entitas Anak:

        Figur 18. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                               Okt-Des 2025    2026       2027       2028       2029         2030
            Keterangan
                                 Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi     Proyeksi
         Rasio total
         liabilitas terhadap         13,99%     10,72%      9,16%      7,95%      6,99%        6,21%
         aset
         Rasio total
         liabilitas terhadap         16,26%     12,01%     10,09%      8,64%      7,52%        6,62%
         ekuitas
        Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR

        Jika dilihat dari rasio leverage PPGL untuk Rasio total liabilitas terhadap ekuitas selama
        masa proyeksi memiliki rata-rata sebesar 10,19% dengan rasio di akhir masa proyeksi
        adalah sebesar 6,62%.

        Hal ini jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang bergerak di bidang cargo
        ground transportation dan passenger ground transportation per September 2025,
        dimana PT Mitra International Resources Tbk memiliki rasio liabilitas terhadap ekuitas
        sebesar 59,83%, PT Utama Radar Cahaya Tbk sebesar 114,37%, dan PT Grahaprima
        Suksesmandiri Tbk sebesar 201,93% atau dengan rata-rata keseluruhan perusahaan
        pembanding ini sebesar 125,38%. Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata rasio
        liabilitas terhadap ekuitas PPGL selama periode proyeksi berada di bawah rata-rata
        industri.

        Sedangkan untuk Rasio total liabilitas terhadap aset PPGL selama masa proyeksi
        memiliki rata-rata sebesar 9,17% dengan rasio di akhir masa proyeksi adalah sebesar
        6,21%.

        Hal ini jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang bergerak di bidang cargo
        ground transportation dan passenger ground transportation per September 2025,


                                                                                          Halaman 35
Page 52
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        dimana PT Mitra International Resources Tbk memiliki rasio liabilitas terhadap aset
        sebesar 37,43%, PT Utama Radar Cahaya Tbk sebesar 53,35%, dan PT Grahaprima
        Suksesmandiri Tbk sebesar 66,88% atau dengan rata-rata keseluruhan perusahaan
        pembanding ini sebesar 52,56%. Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata rasio liabilitas
        terhadap aset PPGL selama periode proyeksi berada di bawah rata-rata industri.

        Figur 19. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                               Okt-Des 2025    2026       2027       2028       2029         2030
            Keterangan
                                 Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi     Proyeksi
         Rasio total
         liabilitas terhadap         57,37%     53,88%     51,29%     42,44%     39,67%       36,77%
         aset
         Rasio total
         liabilitas terhadap        134,56%    116,84%    105,32%     73,74%     65,75%       58,15%
         ekuitas
        Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR

        Jika dilihat dari rasio leverage PPGL untuk Rasio total liabilitas terhadap ekuitas selama
        masa proyeksi memiliki rata-rata sebesar 46,90% dengan rasio di akhir masa proyeksi
        adalah sebesar 36,77%. Sedangkan untuk Rasio total liabilitas terhadap aset PPGL
        selama masa proyeksi memiliki rata-rata sebesar 92,39% dengan rasio di akhir masa
        proyeksi adalah sebesar 58,15%.


3.1.8   Analisis Kemampuan PPGL untuk Penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak
        serta Sumber Dana Rencana Transaksi

        Skema pembayaran Rencana Transaksi pelepasan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak
        disepakati dilakukan dalam bentuk pembayaran bertahap sebanyak 2 (dua) tahap
        pembayaran.

         a) Uang muka tahap pertama sebesar Rp17.841.153.120 (Tujuh Belas Miliar Delapan
            Ratus Empat Puluh Satu Juta Seratus Lima Puluh Tiga Ribu Seratus Dua Puluh
            Rupiah) (“Uang Muka Tahap Pertama”) atau sebesar 40% paling lambat pada bulan
            Juli 2026, sebagai pembayaran sebagian dari Harga Jual Beli Saham, dimana
            seluruh Uang Muka Tahap Pertama akan dikembalikan kepada Pihak Kedua apabila
            penyelesaian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 4 PPJB tidak terjadi sampai
            dengan berakhirnya Tanggal Target Penyelesaian karena kesalahan Pihak Pertama
            dan Kedua;
         b) Tunduk pada pemenuhan Kondisi Prasyarat, sisa Harga Jual Beli setelah dikurangi
            Uang Muka Tahap Pertama, yaitu 60% atau sebesar Rp26.761.729.680 (Dua Puluh
            Enam Miliar Tujuh Ratus Enam Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Sembilan
            Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Rupiah) ("Pelunasan Harga Jual Beli") paling lambat
            bulan Desember 2026 atau sebelum penandatanganan akta pengalihan saham
            sehubungan dengan Saham Yang Dijual.


3.1.9   Analisis Dampak Likuiditas

        Rasio likuiditas keuangan pada periode proyeksi (Okt 2025 – 2030) adalah sebagai
        berikut:




                                                                                          Halaman 36
Page 53
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Figur 20. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                                Okt-Des 2025      2026         2027         2028         2029         2030
            Keterangan
                                  Proyeksi       Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
         Rasio lancar                846,72%      977,53%     1144,80%     1319,57%     1501,82%     1692,17%
         Rasio cepat                 794,78%      807,77%      821,54%      836,13%      851,60%      868,00%
        Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR

        Figur 21. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                                Okt-Des 2025      2026         2027         2028         2029         2030
            Keterangan
                                  Proyeksi       Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
         Rasio lancar                158,25%      123,11%      149,09%      188,31%      210,84%      234,21%
         Rasio cepat                  97,42%       78,20%       83,91%       89,17%       81,20%       81,28%
        Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR

        Likuiditas PPGL mengalami tren yang meningkat signifikan untuk periode Okt 2025 –
        2030 jika transaksi terjadi. Hal ini disebabkan jika penjualan terjadi, maka terdapat
        penurunan signifikan pada liabilitas lancar dikarenakan dalam periode tersebut PPGL
        berencana untuk mengembangkan usahanya guna mendukung peningkatan fokus usaha
        serta perbaikan kinerja keuangan PPGL secara berkelanjutan.


3.1.10 Analisis Dampak Keuangan Perusahaan

        Berikut dampak keuangan PPGL yang diidentifikasikan dengan rasio keuangan jika
        Dengan Rencana Transaksi.

        Figur 22. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
             Keterangan          Okt-Des 2025       2026         2027         2028         2029         2030
                                   Proyeksi       Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
         Rasio profitabilitas
         Marjin laba kotor              49,80%       33,25%       35,25%       35,25%       35,25%       35,25%
         Marjin laba bersih              7,25%       10,27%       11,38%       11,57%       12,05%       12,33%
         Rasio laba atas aset            5,13%       20,58%       20,79%       19,27%       18,52%       17,68%
         Rasio laba atas
                                         5,96%       23,05%       22,89%       20,94%       19,92%       18,85%
         ekuitas
        Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR

        Pada periode proyeksi 2026 - 2030, rata-rata marjin laba bersih PPGL sebesar 11,52%.
        Adanya transaksi penjualan JAYA dan Entitas Anak dapat meningkatkan penjualan PPGL
        selama masa proyeksi.

        Peningkatan marjin laba bersih, rasio laba atas aset, dan rasio laba atas ekuitas dari
        tahun ke tahun disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan, laba kotor, dan laba
        bersih.

        Berikut dampak keuangan PPGL yang diidentifikasikan dengan rasio keuangan tanpa
        Rencana Transaksi:




                                                                                                   Halaman 37
Page 54
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Figur 23. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
             Keterangan         Okt-Des 2025    2026       2027       2028       2029       2030
                                  Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
         Rasio profitabilitas
         Marjin laba kotor            48,01%     32,33%     33,80%     34,11%     34,22%     34,54%
         Marjin laba bersih            3,18%      5,66%      5,99%      5,99%      6,07%      6,23%
         Rasio laba atas aset          0,52%      2,70%      2,90%      2,86%      2,80%      2,85%
         Rasio laba atas
                                       1,21%      5,86%      5,96%      4,96%      4,64%      4,50%
         ekuitas
        Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR

        Pada periode proyeksi 2026 – 2030, rata-rata rasio laba atas aset dan rasio laba atas
        ekuitas PPGL sebesar 2,82% dan 5,19%. Hal ini menjelaskan bahwa Tanpa adanya
        Rencana Transaksi penjualan PPGL lebih rendah dibandingkan Dengan Adanya Rencana
        Transaksi.

        Dengan PPGL melakukan Rencana Transaksi terdapat dampak pada marjin laba bersih
        dan marjin laba kotor.


3.1.11 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi

        Keuntungan yang akan diperoleh PPGL dari Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
         • Perusahaan diharapkan dapat melakukan efisiensi pada berbagai bidang, terutama
            dalam pengalokasian sumber daya manajerial dan operasional. Dengan pelepasan
            kepemilikan saham pada entitas tersebut, PPGL dapat lebih fokus pada inti
            bisnisnya (core business) yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan
            kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian PPGL di masa yang akan
            datang melalui struktur organisasi yang lebih ramping dan efektif.
         • Melalui penerimaan dana dari hasil penjualan saham, PPGL akan mendapatkan
            tambahan likuiditas yang dapat digunakan untuk memperkuat neraca, mendanai
            proyek strategis lainnya, atau memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
         • Mengurangi eksposur PPGL terhadap risiko operasional dan keuangan yang melekat
            pada JAYA, sehingga profil risiko konsolidasian menjadi lebih terukur.

        Kerugian yang akan diperoleh PPGL dari Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
         • Terdapat biaya-biaya yang muncul secara langsung akibat rencana transaksi
            pelepasan saham ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang (seperti
            jasa penilai independen, konsultan hukum, dan notaris), pajak atas pengalihan
            saham, serta biaya pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk
            mendapatkan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
         • PPGL tidak lagi memiliki hak atas bagian laba (dividen) atau potensi peningkatan
            nilai aset (capital gain) dari entitas tersebut setelah transaksi selesai dilakukan.
         • Munculnya kewajiban pajak penghasilan atas keuntungan penjualan saham (jika
            ada) yang dapat memengaruhi nilai bersih yang diterima PPGL dari transaksi
            tersebut.




                                                                                        Halaman 38
Page 55
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


3.1.12 Analisis Manfaat dan Risiko

         Manfaat yang akan diperoleh PPGL dari transaksi adalah sebagai berikut:
           • Memperkuat posisi kas dan struktur permodalan PPGL, yang memberikan
              fleksibilitas keuangan untuk mendanai rencana ekspansi atau membayar liabilitas
              jangka pendek maupun jangka panjang.
           • Optimalisasi Portofolio Investasi, yang merupakan bagian dari strategi
              restrukturisasi portofolio untuk melepaskan aset non-inti (non-core assets),
              sehingga PPGL dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama yang
              memiliki pertumbuhan tinggi.
           • Memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan melalui pencatatan
              keuntungan atas pelepasan saham, yang pada akhirnya meningkatkan nilai
              ekuitas bagi para pemegang saham PPGL.
           • Mengurangi beban konsolidasi atau tanggung jawab manajerial terhadap entitas
              yang dilepas, sehingga sumber daya Perusahaan dapat dialokasikan secara lebih
              efisien ke unit bisnis yang lebih strategis.
           • Struktur keuangan yang lebih ramping dan fokus pasca-penjualan dapat
              meningkatkan kepercayaan pasar dan menarik calon investor baru untuk
              berinvestasi pada bisnis utama PPGL.

         Risiko yang akan diperoleh PPGL dari transaksi adalah sebagai berikut:
            • Dengan dilepaskannya kepemilikan saham, PPGL akan kehilangan hak
                pengendalian serta potensi pendapatan berupa dividen atau pertumbuhan nilai
                aset dari entitas tersebut di masa yang akan datang.
            • Terdapat risiko harga jual yang tidak sesuai ekspektasi akibat volatilitas pasar
                atau kondisi ekonomi makro pada saat transaksi dilakukan, yang dapat
                memengaruhi nilai akhir yang diterima Perusahaan.
            • Pelepasan aset strategis dapat menimbulkan persepsi negatif di pasar jika tidak
                dikomunikasikan dengan baik, serta adanya potensi gangguan hubungan bisnis
                jika entitas yang dilepas memiliki keterkaitan operasional yang kuat dengan
                Perusahaan asal.
            • Terdapat risiko di mana pembeli tidak mampu memenuhi kewajiban
                pembayarannya sesuai jadwal yang disepakati, yang dapat dimitigasi dengan
                skema pembayaran melalui akun escrow atau jaminan pembayaran lainnya.


3.2     Analisis Kuantitatif

3.2.1    Kinerja Historis

         Analisis kinerja keuangan historis PPGL didasarkan atas Laporan Keuangan yang telah
         diaudit pada tahun 2020 sampai dengan 2024 dan di review per 30 September 2025:

         Figur 24.     Ikhtisar Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah)
          PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
          LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
          (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        2020            2021            2022            2023            2024          30 Sept 2025
                 Keterangan
                                       Audited         Audited         Audited         Audited         Audited       Limited Review


          PENDAPATAN                  136.611.674     258.805.384     291.113.648     184.209.898     211.734.531       130.704.664



          BEBAN POKOK PENDAPATAN     (101.665.793)   (199.731.420)   (225.687.935)   (127.522.122)   (151.674.908)      (89.857.318)




                                                                                                       Halaman 39
Page 56
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                           2020           2021           2022           2023           2024          30 Sept 2025
                     Keterangan
                                          Audited        Audited        Audited        Audited        Audited       Limited Review


         LABA (RUGI) KOTOR               34.945.880     59.073.964     65.425.713     56.687.776     60.059.623        40.847.345



         Beban umum dan administrasi     (23.956.183)   (31.394.292)   (36.552.134)   (37.424.672)   (37.975.172)      (29.977.509)

         Beban bunga                      (3.602.156)    (2.522.447)    (1.683.812)    (2.313.233)    (3.682.680)       (4.622.579)
         Laba (rugi) penjualan aset
                                           (178.839)      (323.375)      (468.861)      3.919.742      (320.914)         2.996.106
         tetap dan properti investasi
         Penghasilan bunga                    91.265        194.745         43.819        445.216        285.021           252.038
         Pendapatan klaim asuransi
                                             399.236        428.435         37.678        120.257        280.991            29.277
         kendaraan
         Keuntungan atas penjualan
                                           1.398.795      (276.181)         36.865         73.234               0                0
         efek
         Lain-lain                            76.063         28.603        115.201      1.171.423        579.023           282.968
         LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
         PAJAK FINAL DAN PAJAK            9.174.062     25.209.452     26.954.468     22.679.742     19.225.892         9.807.647
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK FINAL                          0        (7.100)       (53.694)     (306.970)      (657.152)         (483.295)


         LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
                                          9.174.062     25.202.352     26.900.774     22.372.772     18.568.740         9.324.352
         PAJAK PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                             (1.189.348)    (4.834.430)    (6.530.528)    (4.992.417)    (5.798.245)       (2.368.157)

         Tangguhan                        (1.217.187)       (57.663)        74.424         52.156        108.172            50.584

         Beban Pajak Penghasilan          (2.406.535)    (4.892.093)    (6.456.104)    (4.940.261)    (5.690.074)       (2.317.574)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                          6.767.527     20.310.259     20.444.670     17.432.511     12.878.666         7.006.778
         BERJALAN


         PENGHASILAN (BEBAN)
         KOMPREHENSIF LAIN
         Pos yang tidak akan
         direklasifikasi ke laba rugi:
         Pengukuran kembali liabilitas
                                              46.495         38.804        203.593         41.716        107.904             5.061
         imbalan kerja
         Efek pajak terkait                         0              0              0        (9.178)       (23.739)           (1.113)

         Penghasilan komprehensif lain        46.495         38.804        203.593         32.539         84.165             3.948
         LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
                                          6.814.022     20.349.063     20.648.263     17.465.049     12.962.831         7.010.726
         TAHUN BERJALAN
        Sumber : Laporan keuangan PPGL

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian PPGL memperoleh pendapatan utamanya
        dari jasa logistik dan pengiriman barang. Pendapatan PPGL menunjukkan tren yang
        sangat fluktuatif selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2020, perusahaan mencatat
        pendapatan sebesar Rp136,61 Miliar, yang kemudian melonjak drastis sebesar 89%
        menjadi Rp258,80 Miliar pada tahun 2021. Tren kenaikan berlanjut hingga puncaknya
        di tahun 2022 dengan capaian Rp291,11 Miliar. Namun, pada tahun 2023, pendapatan
        mengalami penurunan signifikan sekitar 36,7% menjadi Rp184,20 Miliar, sebelum
        akhirnya berhasil pulih dan naik kembali sebesar 14,9% menjadi Rp211,73 Miliar pada


                                                                                                      Halaman 40
Page 57
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        penutupan tahun 2024. Per 30 September 2025 pendapatan PPGL adalah sebesar
        Rp130,70 Miliar.

        Sejalan dengan pendapatan, laba kotor perusahaan juga mengalami dinamika yang
        serupa namun dengan marjin yang cenderung lebih terjaga. Di tahun 2020, laba kotor
        tercatat Rp34,94 Miliar dan meningkat pesat menjadi Rp59,07 Miliar di tahun 2021,
        serta mencapai titik tertinggi Rp65,42 Miliar pada tahun 2022. Meskipun pendapatan
        turun tajam pada tahun 2023, laba kotor hanya terkoreksi menjadi Rp56,68 Miliar, yang
        menunjukkan efisiensi pada beban pokok pendapatan. Di tahun 2024, seiring dengan
        membaiknya bisnis, laba kotor kembali naik menjadi Rp60,05 Miliar. Per 30 September
        2025 laba kotor PPGL adalah sebesar Rp40,85 Miliar.

        Untuk laba sebelum pajak dan laba bersih, perusahaan mencatat pertumbuhan yang
        kuat di awal periode, namun melambat pada tahun 2024. Laba sebelum pajak tumbuh
        dari Rp6,77 Miliar pada 2020 menjadi Rp20,44 Miliar pada 2022, sebelum akhirnya turun
        berturut-turut hingga mencapai Rp18,57 Miliar pada 2024. Kondisi yang sama terlihat
        pada laba bersih tahun berjalan, setelah sempat meningkat tajam dari Rp6,76 Miliar
        pada tahun 2020 ke angka Rp20,44 Miliar pada tahun 2022, laba bersih terus mengalami
        penurunan hingga menyentuh Rp12,88 Miliar pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh
        peningkatan biaya operasional dan beban pajak yang lebih tinggi dibandingkan tahun-
        tahun sebelumnya. Per 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan dan laba
        bersih PPGL adalah sebesar Rp9,32 Miliar dan Rp7 Miliar.

        Adapun grafik pertumbuhan Laba Rugi adalah sebagai berikut:

        Figur 25. Grafik Pertumbuhan Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah)
          350.000.000
          300.000.000
          250.000.000
          200.000.000
          150.000.000
          100.000.000
           50.000.000
                     -
                                2020            2021               2022            2023            2024          30-Sep-25

                         Pendapatan                                           Laba (Rugi) Kotor

                         Laba (Rugi) Sebelum Beban Pajak Penghasilan          Laba (Rugi) Tahun Berjalan

                         Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan

        Sumber: Laporan Keuangan PPGL, diolah DYR

        Figur 26.        Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                              2020             2021               2022             2023           2024         30 Sept 2025
                  Keterangan
                                             Audited          Audited            Audited          Audited        Audited      Limited Review


         ASET



         ASET LANCAR

         Kas dan setara kas                    6.298.398       3.663.407          9.653.356       10.778.945     10.852.664       10.000.505

         Investasi jangka pendek                       0                  0       5.130.869                968          968              968




                                                                                                                 Halaman 41
Page 58
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                             2020            2021           2022           2023            2024          30 Sept 2025
                  Keterangan
                                            Audited         Audited        Audited        Audited         Audited       Limited Review
         Piutang usaha                      46.728.945      54.220.296     53.578.022     42.685.136      48.226.730        32.978.441

         Piutang lain-lain                   1.899.265       1.773.215      2.722.499      3.015.744       3.246.118         3.508.671

         Persediaan                                   0               0    19.067.216     21.599.892      19.779.892        19.584.892

         Pajak dibayar dimuka                         0               0        86.806      2.466.440       3.187.708         6.520.293
         Biaya dibayar dimuka dan
                                            10.858.675      34.203.280      1.078.780      3.065.924       1.458.811         4.204.380
         uang muka
         Kas di Bank dan deposito yang
                                                      0               0     4.500.000               0      3.067.870           129.722
         dibatasi penggunaannya
         JUMLAH ASET LANCAR                65.785.283      93.860.197      95.817.549     83.613.049     89.820.760        76.927.872



         ASET TIDAK LANCAR

         Aset tetap                         60.359.747      61.152.145     53.573.113     71.373.239     107.253.769       161.767.129

         Properti investasi                           0      5.121.768     22.881.191     37.627.051      50.649.160        53.622.300

         Aset pajak tangguhan                         0               0     3.006.670        245.406        329.839            379.309

         Aset hak guna                         215.076         185.428        202.428      5.383.789       6.311.597         6.142.141

         Uang muka pembelian tanah                    0               0              0              0      2.650.000         2.250.000
         Taksiran klaim pajak
                                             2.297.864       2.642.416      1.534.994        659.780        659.780          1.879.287
         penghasilan
         Aset lain-lain                         20.000          20.000               0        25.000        939.136            939.136

         JUMLAH ASET TIDAK LANCAR          62.892.686      69.121.757      81.198.396    115.314.266    168.793.280       226.979.302



         JUMLAH ASET                      128.677.970     162.981.954     177.015.945    198.927.314    258.614.040       303.907.174



         LIABILITAS DAN EKUITAS



         LIABILITAS



         LIABILITAS JANGKA PENDEK

         Utang bank                                   0               0     4.050.000               0      3.761.500         2.962.371

         Utang usaha                        22.041.126      17.705.343      9.024.254      6.378.772       7.864.970         5.688.166

         Utang lain-lain                              0        204.695      5.286.924      5.122.169      10.163.292        45.710.616

         Utang pajak                           839.194         957.469      1.277.062      1.691.777        912.381            973.188

         Beban akrual                          623.378         640.452        157.227        247.765        171.125            791.126
         Uang muka penjualan dan
                                                 1.340         482.300         12.948     13.520.720      24.794.905        29.965.769
         pendapatan diterima di muka
         Liabilitas jangka panjang yang
         jatuh tempo dalam waktu
         satu tahun:
         Utang bank                                   0               0              0              0       352.939            379.602

         Utang pembiataan konsumen           3.298.488         968.717        766.214      7.873.663      17.021.708        20.761.132

         Liabilitas sewa pembiayaan          6.155.372       3.821.775      1.700.824      2.026.367       4.901.523         8.716.972

         Utang dividen                                0      4.500.128               0              0               0
         Utang ke lembaga keuangan
                                             6.551.496       3.995.482      9.263.060      2.065.256      11.343.662         7.017.527
         lainnya




                                                                                                          Halaman 42
Page 59
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                             2020            2021           2022           2023           2024         30 Sept 2025
                   Keterangan
                                            Audited         Audited        Audited        Audited        Audited      Limited Review
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA
                                           39.510.394      33.276.361      31.538.512     38.926.488     81.288.004     122.966.470
         PENDEK


         LIABILITAS JANGKA
         PANJANG
         Liabilitas jangka panjang
         setelah dikurangi bagian yang
         jatuh tempo dalam waktu
         satu tahun:
           Utang bank                                 0               0              0              0     3.591.499        4.303.370
           Utang pembiayaan
                                               579.093       1.248.769        482.556     12.957.652     20.730.229       21.728.662
           konsumen
           Liabilitas sewa pembiayaan        2.540.032       3.137.424      1.436.600        192.836      6.287.212        8.503.069
         Liabilitas diestimasi atas
                                               889.677         842.855        876.866      1.043.828      1.244.056        1.485.076
         imbalan kerja
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA
                                            4.008.803       5.229.048       2.796.021     14.194.316     31.852.996      36.020.177
         PANJANG
         JUMLAH LIABILITAS                 43.519.197      38.505.409      34.334.533     53.120.804    113.141.500     158.986.647



         EKUITAS

         Modal saham                        16.500.000      16.500.470     16.965.916     16.965.916     16.965.916       16.965.916

         Tambahan modal disetor             10.458.519      10.461.294     13.211.662     13.211.662     13.211.662       13.211.662
         Selisih transaksi perubahan
                                             7.740.890       8.272.136      9.682.178     10.857.290     11.896.959       11.896.959
         ekuitas Entitas Anak
         Saldo laba
           Telah ditentukan
                                                      0               0              0              0     1.000.000        2.000.000
           penggunaannya
           Belum ditentukan
                                             3.530.841      15.530.878     26.215.898     34.675.914     35.093.332       33.962.015
           penggunaannya
         Penghasilan komprehensif lain         -70.748          -62.141        64.926        105.180        180.279          178.450

         Sub-jumlah                         38.159.502      50.702.635     66.140.581     75.815.962     78.348.148       78.215.002

         Kepentingan Non-Pengendali         46.999.271      73.773.909     76.540.831     69.990.548     67.124.392       66.705.525

         JUMLAH EKUITAS                    85.158.773     124.476.545     142.681.412    145.806.511    145.472.540     144.920.527
         JUMLAH LIABILITAS DAN
                                         128.677.970      162.981.954     177.015.945    198.927.314    258.614.040     303.907.174
         EKUITAS
        Sumber : Laporan keuangan PPGL

        Total aset PPGL menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat konsisten dan signifikan
        setiap tahunnya. Pada tahun 2020, total aset tercatat sebesar Rp128,67 Miliar dan terus
        meningkat hingga mencapai Rp258,61 Miliar pada akhir tahun 2024. Peningkatan besar
        ini terutama didorong oleh ekspansi pada aset tidak lancar, khususnya aset tetap yang
        melonjak drastis dari Rp60,35 Miliar di tahun 2020 menjadi Rp107,25 Miliar di tahun
        2024. Selain itu, pertumbuhan aset juga didukung oleh munculnya pos investasi baru
        seperti properti investasi sejak tahun 2021 yang nilainya terus membesar hingga
        mencapai Rp50,64 Miliar pada 2024. Total aset PPGL per 30 September 2025 adalah
        sebesar Rp303,9 Miliar.

        Di sisi liabilitas atau kewajiban, perusahaan mengalami fluktuasi yang cukup dinamis
        sebelum akhirnya meningkat tajam di akhir periode. Liabilitas PPGL sempat menurun
        dari Rp43,51 Miliar pada 2020 menjadi Rp34,33 Miliar pada 2022 karena pelunasan
        beberapa utang jangka pendek. Namun, pada tahun 2024, total liabilitas melonjak
        drastis menjadi Rp113,14 Miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan utang



                                                                                                          Halaman 43
Page 60
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        pembiayaan konsumen yang sangat besar, baik jangka pendek maupun jangka panjang,
        serta adanya penambahan utang bank baru yang digunakan untuk mendukung aktivitas
        pendanaan dan operasional perusahaan. Total liabilitas PPGL per 30 September 2025
        adalah sebesar Rp158,99 Miliar.

        Sementara itu, posisi ekuitas atau modal bersih perusahaan juga mencatatkan
        pertumbuhan yang sangat positif selama lima tahun terakhir. Ekuitas PPGL meningkat
        dari Rp85,15 Miliar pada tahun 2020 menjadi Rp145,47 Miliar pada tahun 2024. Faktor
        utama yang mendorong kenaikan modal ini adalah akumulasi saldo laba yang belum
        ditentukan penggunaannya, yang melonjak dari Rp3,53 Miliar pada tahun 2020 menjadi
        Rp35,09 Miliar pada tahun 2024. Selain itu, adanya tambahan modal disetor dan
        pertumbuhan pada kepentingan non-pengendali menunjukkan bahwa perusahaan
        berhasil menjaga profitabilitas dan kepercayaan investor meskipun beban kewajiban
        juga meningkat. Total ekuitas PPGL per 30 September 2025 adalah sebesar Rp144,92
        Miliar.

        Figur 27.           Grafik Laporan Posisi Keuangan
          350.000.000

          300.000.000

          250.000.000

          200.000.000

          150.000.000

          100.000.000

           50.000.000

                        -
                                 2020          2021            2022             2023               2024          30-Sep-25

                                           Jumlah Aset     Jumlah Liabilitas     Jumlah Ekuitas

        Sumber : Laporan Keuangan PPGL, diolah oleh DYR

        Figur 28. Rasio Keuangan PPGL
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         RASIO KEUANGAN

                                             2020            2021               2022               2023           2024           30 Sept 2025
                  Keterangan
                                            Audited         Audited            Audited            Audited        Audited        Limited Review


         Rasio likuiditas

         Rasio lancar                          166,50%         282,06%           303,81%            214,80%         110,50%             62,56%

         Rasio cepat                           134,21%         173,95%           216,76%            137,35%          72,68%             34,95%



         Rasio aktivitas

         Hari perputaran piutang usaha             125                76                 67                 85             83               69

         Hari perputaran persediaan                   0               0                  31                 62             48               60

         Hari perputaran utang usaha                  79              32                 15                 18             19               17



         Rasio solvabilitas
         Rasio total liabilitas terhadap
                                                33,82%          23,63%            19,40%             26,70%          43,75%             52,31%
         aset
         Rasio total liabilitas terhadap
                                                51,10%          30,93%            24,06%             36,43%          77,78%            109,71%
         ekuitas




                                                                                                                 Halaman 44
Page 61
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         RASIO KEUANGAN

                                           2020         2021        2022        2023        2024        30 Sept 2025
                  Keterangan
                                          Audited      Audited     Audited     Audited     Audited     Limited Review


         Rasio profitabilitas

         Marjin laba kotor                    25,58%      22,83%      22,47%      30,77%      28,37%           31,25%

         Marjin laba bersih                    4,95%       7,85%       7,02%       9,46%       6,08%            5,36%

         Rasio laba atas aset                  5,26%      12,46%      11,55%       8,76%       4,98%            2,31%

         Rasio laba atas ekuitas               7,95%      16,32%      14,33%      11,96%       8,85%            4,83%

        Sumber : Laporan Keuangan PPGL, diolah oleh DYR

        1. Rasio Likuiditas

           Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
           memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang
           dapat digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut
           jenis-jenis Rasio Likuiditas PPGL:

           a. Rasio Lancar
              Rasio Lancar PPGL per 30 September 2025 tercatat dengan angka di bawah 100%
              yaitu sebesar 62,56%. Hal itu menunjukkan bahwa per 30 September 2025, PPGL
              belum mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset
              lancar.
           b. Rasio Cepat
              Rasio Cepat PPGL per 30 September 2025 tercatat dengan angka di bawah 100%
              yaitu sebesar 34,95%. Hal itu menunjukkan bahwa per 30 September 2025, PPGL
              belum mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan kas dan
              setara kas, investasi jangka pendek, dan piutang usaha.

        2. Rasio Aktivitas

           Rasio Aktivitas perusa rasio yang megukur seberapa efektif suatu perusahaan dalam
           mengelola aset, dalam rangka untuk meraih manfaat ekonomis. Berikut jenis-jenis
           Rasio Aktivitas PPGL:

           a. Rasio Perputaran Piutang Usaha
              Rasio Perputaran Piutang Usaha PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
              perputaran selama 69 hari.
           b. Rasio Perputaran Persediaan
              Rasio Perputaran Persediaan PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
              perputaran selama 60 hari.
           c. Rasio Perputaran Utang Usaha
              Rasio Perputaran Utang Usaha PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
              perputaran selama 17 hari.


        3. Rasio Solvabilitas

           Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
           aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang
           yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Berikut jenis-jenis
           Rasio Solvabilitas PPGL:



                                                                                           Halaman 45
Page 62
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


             a. Rasio Liabilitas terhadap Aset
                Rasio Liabilitas terhadap Aset PPGL per 30 September 2025 menunjukkan angka
                52,31%. Artinya, sebesar 52,31% aset PPGL dibiayai oleh liabilitas pada periode
                tersebut.
             b. Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
                Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
                angka 109,71%. Artinya, porsi liabilitas perusahaan lebih besar daripada
                ekuitasnya, di mana struktur modal PPGL didominasi oleh liabilitas dengan
                perbandingan pinjaman mencapai 109,71% dari total modal bersih.

        4. Rasio Profitabilitas

           Rasio Profitabilitas merupakan merupakan rasio untuk menilai kemampuan
           perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.
           Berikut jenis-jenis Rasio Profitabilitas PPGL:

           a.        Rasio Marjin Laba Kotor dan Rasio Marjin Laba Bersih
                     Rasio Marjin Laba Kotor dan Rasio Margin Laba Bersih PPGL per 30 September
                     2025 masing-masing menunjukkan angka 31,25% dan 5,36%.
           b.        Rasio Laba atas Aset
                     Rasio Laba atas Aset PPGL per 30 September 2025 menunjukkan angka 2,31%.
           c.        Rasio Laba atas Ekuitas
                     Rasio Laba atas Ekuitas PPGL per 30 September 2025 menunjukkan angka 4,83%.

        Figur 29. Laporan Arus Kas
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                             2020            2021            2022            2023            2024          30 Sept 2025
                     Keterangan
                                            Audited         Audited         Audited         Audited         Audited       Limited Review

         ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         OPERASI
         Penerimaan kas dari
                                           114.266.040     251.794.994     291.286.569     208.610.556     217.467.123       151.123.817
         pelanggan
         Pembayaran kas kepada:

         Pemasok                          (93.461.722)    (191.045.897)   (250.887.184)   (129.862.616)   (143.968.677)      (86.866.572)

         Operasional lainnya              (18.771.874)     (25.819.316)    (27.315.691)    (38.453.185)    (30.879.129)      (29.866.846)

         Pembayaran beban pajak            (1.707.824)      (5.067.808)     (5.244.013)     (6.389.092)     (8.511.665)       (4.622.579)

         Pembayaran beban bunga            (3.602.156)      (2.522.447)     (1.683.812)     (2.313.233)     (3.285.933)       (4.090.539)
         Penerimaan penghasilan
                                               399.236         428.435          43.819         445.216         298.748           252.038
         bunga
         Penghasilan klaim asuransi
                                                91.265         194.745          37.678         120.257         280.991            29.277
         kendaraan
         Lain-lain                              76.063          28.603         115.201       1.171.423         168.549                 0
         Kas bersih yang diperoleh
         dari (digunakan untuk)           (2.710.971)      27.991.309       6.352.568      33.329.326      31.570.007        25.958.597
         aktivitas operasi


         ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         INVESTASI
         Hasil penjualan aset tetap          8.917.000       3.802.636       1.383.576       9.612.477      20.071.862        32.465.548

         Perolehan properti investasi                 0     (5.196.685)    (17.920.232)    (16.181.572)    (18.576.494)       (6.006.906)

         Perolehan aset tetap              (2.212.463)      (4.707.326)     (2.275.970)     (2.232.426)    (17.670.745)      (22.912.911)
         Hasil penjualan properti
                                                      0               0               0      1.000.000       4.950.000         3.732.000
         investasi




                                                                                                            Halaman 46
Page 63
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                             2020            2021              2022            2023            2024          30 Sept 2025
                  Keterangan
                                            Audited         Audited           Audited         Audited         Audited       Limited Review
         Penempatan kas di bank dan
         deposito yang dibatasi                       0                0                0               0    (3.067.870)         2.938.147
         penggunaannya
         Uang muka pembelian aset
                                                      0    (33.530.000)       33.530.000     (1.185.854)     (2.650.000)        (1.542.019)
         tetap
         Aset lain-lain                               0                0                0       (25.000)       (914.136)                 0

         Perolehan aset hak guna                      0                0      (3.069.550)    (2.521.080)       (150.000)                 0
         Penerimaan deposito yang
                                                      0                0                0      4.500.000                0                0
         dibatasi penggunaannya
         Penjualan investasi pada
                                             8.488.795      24.381.764         3.459.256      12.862.346                0                0
         portofolio efek
         Penempatan investasi pada
                                           (7.090.000)     (24.657.945)       (8.553.261)    (7.659.211)                0                0
         portofolio efek
         Kas bersih yang diperoleh
         dari (digunakan untuk)             8.103.332     (39.907.556)        6.553.819      (1.830.319)    (18.007.383)        8.673.860
         aktivitas investasi


         ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         PENDANAAN
         Penerimaan dari:

           Utang bank                                 0                0       4.050.000                0      7.705.938         5.674.868
           Utang ke lembaga
                                            56.341.856     157.583.729       123.909.181      28.817.150      30.084.870         8.041.811
           keuangan lainnya
           Utang lain-lain                            0                0                0      4.789.908                0                0
           Utang pembiayaan
                                             1.920.000                 0                0               0               0                0
           konsumen
           Utang dividen                              0                0      (4.500.128)               0               0                0

         Pembayaran untuk:

           Utang bank                                 0                0                0    (4.050.000)                0       (7.717.302)
           Utang pembiayaan
                                           (6.959.038)      (3.820.888)         (968.717)    (3.247.912)    (14.835.387)       (17.486.784)
           konsumen
           Liabilitas sewa pembiayaan      (6.251.378)      (7.810.678)       (3.821.775)    (8.004.071)     (2.690.660)        (6.048.363)
           Utang ke lembaga
                                          (57.955.113)    (160.139.743)     (118.641.603)   (36.014.954)    (20.806.464)       (12.367.945)
           keuangan lainnya
           Pembayaran dividen              (1.500.000)                 0      (6.932.514)    (3.084.712)     (8.125.692)        (5.398.246)
         Penurunan modal pada
         Entitas Anak dari Kepentingan        (40.919)                 0                0    (5.912.959)     (2.657.000)                 0
         Non-Pengendali
         Perolehan dari penawaran
         umum perdana setelah               13.689.549                 0                0               0               0                0
         dikurangi biaya emisi saham
         Pembayaran dividen dari
         Entitas Anak kepada pihak           (264.060)        (502.034)       (1.857.669)    (3.665.868)     (2.164.510)        (2.164.514)
         Non-Pengendali
         Penempatan deposito yang
                                                      0                0      (4.500.000)               0               0                0
         dibatasi penggunaannya
         Pelaksanaan waran                            0             3.244      3.215.815                0               0                0
         Setoran modal dari
                                                      0     23.967.627         3.130.971                1               0               21
         Kepentingan Non-Pengendali
         Kas bersih yang diperoleh
         dari (digunakan untuk)           (1.019.102)       9.281.256        (6.916.438)    (30.373.417)    (13.488.906)      (37.466.454)
         aktivitas pendanaan

         KENAIKAN (PENURUNAN)
                                            4.373.258      (2.634.991)        5.989.948       1.125.590          73.719        (2.833.998)
         BERSIH KAS DAN SETARA KAS
         KAS DAN SETARA KAS AWAL
                                            1.925.140       6.298.398         3.663.407       9.653.356      10.778.945        10.852.664
         TAHUN
         KAS DAN SETARA KAS AKHIR
                                            6.298.398       3.663.407         9.653.356      10.778.945      10.852.664         8.018.666
         TAHUN
        Sumber : Laporan keuangan PPGL


                                                                                                              Halaman 47
Page 64
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Arus kas dari aktivitas operasi

        Arus kas bersih dari aktivitas operasi PPGL per 30 September 2025 menunjukkan arus
        kas masuk sebesar Rp25,96 Miliar. Arus kas ini mengambarkan kemampuan PPGL dalam
        menghasilkan kas dari kegiatan usahanya.

        Arus kas dari aktivitas investasi

        Arus kas bersih untuk aktivitas investasi PPGL per 30 September 2025 menunjukkan arus
        kas masuk dengan adanya penjualan aset tetap, properti investasi, dan penempatan
        kas di bank dan deposito yang dibatasi penggunaannya. Adapun investasi yang
        dikeluarkan oleh PPGL pada periode tersebut sebesar Rp8,67 Miliar.

        Arus kas dari aktivitas pendanaan

        Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan PPGL per 30 September 2025 menunjukkan
        arus kas keluar sebesar Rp37,47 Miliar dikarenakan adanya pembayaran utang bank,
        utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa pembiayaan, utang ke lembaga keuangan
        lainnya, pembayaran dividen, dan pembayaran dividen dari Entitas Anak kepada pihak
        non-pengendali.

        Figur 30. Pertumbuhan Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas
           40.000.000
           30.000.000
           20.000.000
           10.000.000
                    -
          (10.000.000)   2020            2021              2022             2023             2024      30-Sep-25
          (20.000.000)
          (30.000.000)
          (40.000.000)
          (50.000.000)

                                Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi

                                Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi

                                Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan

        Sumber : Laporan Keuangan PPGL, Diolah DYR


3.2.2   Penilaian Atas Proyeksi Keuangan

        Dalam penilaian ini, proyeksi keuangan yang digunakan merupakan proyeksi keuangan
        yang telah disusun oleh manajemen dimana penyesuaian-penyesuaian untuk
        mencerminkan kewajaran asumsi dan pencapaiannya telah didiskusikan dan disesuaikan
        di dalamnya. Penyesuaian yang dilakukan oleh penilai hanya terbatas pada detail dari
        kinerja PPGL selama tahun 2025 hingga 2030 sesuai dengan laporan keuangan yang
        diterima.

        Penggunaan periode proyeksi keuangan selama 5 tahun didasari atas batas minimum
        yang dianjurkan oleh regulasi sesuai dengan yang diatur dalam POJK
        Nomor 35/POJK.4/2020 tentang penilaian dan penyajian laporan penilaian bisnis di
        pasar modal dan SE OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
        Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Selain itu, penggunaan periode
        selama 5 tahun diterapkan guna memberi gambaran finansial PPGL penjualan JAYA dan



                                                                                                       Halaman 48
Page 65
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Entitas Anak. Proyeksi tersebut menggambarkan pengembangan usaha PPGL selama dan
        pasca transaksi.

        Berikut ini adalah proyeksi keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi yang diperoleh
        dari manajemen PPGL:

        Laba (Rugi)

        Figur 31.      Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025
                       sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030
                       (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)b
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                      Okt - Des
                                                        2026            2027            2028            2029          2030
                  Keterangan            2025
                                      Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi


         PENDAPATAN                   55.645.337     182.054.481     194.217.699     203.928.583     214.125.013     224.831.263



         BEBAN POKOK PENDAPATAN      (27.932.413)   (121.524.541)   (125.756.858)   (132.044.700)   (138.646.935)   (145.579.282)



         LABA (RUGI) KOTOR            27.712.924     60.529.940      68.460.841      71.883.883      75.478.077      79.251.981



         Beban usaha                 (25.193.800)    (42.315.176)    (45.424.443)    (47.432.889)    (49.533.874)    (52.010.568)

         Pendapatan lain               7.251.848       8.814.440       9.267.162       9.743.240      10.243.885      10.770.372

         Beban lain-lain              (5.234.949)     (6.231.107)     (7.130.191)     (7.216.437)     (6.572.178)     (6.075.748)
         LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
                                       4.536.022     20.798.097      25.173.369      26.977.797      29.615.911      31.936.037
         PAJAK PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                           (498.962)     (2.107.649)     (3.076.196)     (3.380.794)     (3.819.815)     (4.209.643)

         Beban Pajak Penghasilan       (498.962)     (2.107.649)     (3.076.196)     (3.380.794)     (3.819.815)     (4.209.643)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                       4.037.060     18.690.448      22.097.173      23.597.002      25.796.096      27.726.394
         BERJALAN
        Sumber : Manajemen

        Proyeksi untuk periode Oktober 2025 hingga 2030 menunjukkan pertumbuhan
        pendapatan rata-rata PPGL adalah 26,09% dengan pendapatan tertinggi selama periode
        proyeksi di tahun 2026. COGS selama periode proyeksi rata-rata PPGL sebesar 55,85%
        terhadap pendapatan dengan marjin laba kotor rata-rata sebesar 34,85%. Marjin laba
        bersih PPGL terhadap penjualan rata-rata sebesar 11,52% dengan rasio tertinggi
        di tahun 2030 yang mencapai 12,33%.




                                                                                                      Halaman 49
Page 66
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Figur 32.      Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per 1 Oktober 2025
                       sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai dengan tahun 2030
                       (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                           Okt - Des
                                                              2026            2027            2028            2029          2030
                  Keterangan                 2025
                                           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi


         PENDAPATAN                         55.645.337     167.386.020     174.568.768     179.007.690     183.084.112     187.884.244



         BEBAN POKOK PENDAPATAN           (28.932.413)    (113.263.047)   (115.568.839)   (117.956.347)   (120.429.320)   (122.991.694)



         LABA (RUGI) KOTOR                 26.712.924      54.122.973      58.999.929      61.051.344      62.654.791      64.892.549



         Beban usaha                      (25.193.800)     (41.742.281)    (44.545.048)    (45.925.113)    (47.360.454)    (49.132.319)

         Pendapatan lain                     5.827.380       5.536.011       5.259.211       4.996.250       4.746.438       4.509.116

         Beban lain-lain                   (5.234.949)      (6.710.584)     (7.614.462)     (7.705.552)     (7.066.183)     (6.574.693)
         LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
                                            2.111.555      11.206.119      12.099.630      12.416.929      12.974.592      13.694.652
         PAJAK PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                                (342.271)      (1.736.999)     (1.651.015)     (1.701.684)     (1.867.802)     (1.983.030)

         Beban Pajak Penghasilan            (342.271)      (1.736.999)     (1.651.015)     (1.701.684)     (1.867.802)     (1.983.030)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                            1.769.284       9.469.120      10.448.615      10.715.245      11.106.789      11.711.622
         BERJALAN
        Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR

        Posisi Keuangan

        Berdasarkan posisi keuangan di atas, diketahui PPGL menyeimbangkan komposisi antara
        aset lancar dan aset tidak lancar, sementara untuk liabilitas dan ekuitas memiliki tren
        yang meningkat. Berikut figur yang menggambarkan komposisi tersebut:

        Figur 33. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi per
                  1 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai
                  dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                           Okt - Des
                                                              2026            2027            2028            2029          2030
                  Keterangan                 2025
                                           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi


         ASET



         ASET LANCAR

         Kas dan setara kas                 25.708.257      26.908.257      28.180.257      29.528.577      30.957.797      32.472.769

         Investasi jangka pendek




                                                                                                            Halaman 50
Page 67
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                           Okt - Des
                                                              2026            2027            2028            2029           2030
                  Keterangan                 2025
                                           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi
         Piutang usaha                      47.716.651      47.716.651      47.716.651      47.716.651      47.716.651      47.716.651

         Piutang lain-lain                   2.188.394      13.073.138      27.253.950      42.051.649      57.459.583      73.529.831

         Pajak dibayar dimuka                2.186.663       2.186.663       2.186.663       2.186.663       2.186.663       2.186.663
         Biaya dibayar dimuka dan
                                               423.587         423.587         423.587         423.587         423.587         423.587
         uang muka
         JUMLAH ASET LANCAR                78.223.552      90.308.296      105.761.108     121.907.127     138.744.281     156.329.501



         ASET TIDAK LANCAR

         Aset tetap                            517.033         517.033         517.033         517.033         517.033         517.033

         Properti investasi                            0               0               0               0               0              0

         Aset lain-lain                                0               0               0               0               0              0

         JUMLAH ASET TIDAK LANCAR             517.033          517.033        517.033         517.033         517.033         517.033



         JUMLAH ASET                       78.740.585      90.825.329      106.278.142     122.424.160     139.261.314     156.846.534



         LIABILITAS DAN EKUITAS



         LIABILITAS



         LIABILITAS JANGKA PENDEK

         Utang bank

         Utang usaha                         1.834.596       1.834.596       1.834.596       1.834.596       1.834.596       1.834.596

         Utang pajak                         1.325.218       1.325.218       1.325.218       1.325.218       1.325.218       1.325.218

         Beban akrual                          269.666         269.666         269.666         269.666         269.666         269.666
         Uang muka penjualan dan
                                                       0               0               0               0               0              0
         pendapatan diterima di muka
         Liabilitas jangka panjang yang
         jatuh tempo dalam waktu
         satu tahun:
         Utang pembiayaan konsumen                     0               0               0               0               0              0

         Liabilitas sewa pembiayaan                    0               0               0               0               0              0
         Utang ke lembaga keuangan
                                             5.808.934       5.808.934       5.808.934       5.808.934       5.808.934       5.808.934
         lainnya
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA
                                            9.238.414       9.238.414        9.238.414       9.238.414       9.238.414       9.238.414
         PENDEK


         LIABILITAS JANGKA
         PANJANG
         Liabilitas jangka panjang
         setelah dikurangi bagian yang
         jatuh tempo dalam waktu
         satu tahun:
         Utang bank

         Utang pemegang saham                1.276.819                 0               0                               0              0
                                                                                                       -
         Utang pembiayaan konsumen                     0               0               0               0               0              0




                                                                                                             Halaman 51
Page 68
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                           Okt - Des
                                                              2026            2027            2028            2029           2030
                   Keterangan                2025
                                           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi
         Liabilitas sewa pembiayaan                    0               0               0               0               0              0
         Liabilitas diestimasi atas
                                               499.806         499.806         499.806         499.806         499.806         499.806
         imbalan kerja
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA
                                            1.776.624          499.806         499.806         499.806         499.806         499.806
         PANJANG
         JUMLAH LIABILITAS                 11.015.038       9.738.220        9.738.220       9.738.220       9.738.220       9.738.220



         EKUITAS

         Modal saham                        30.265.283      30.265.283       30.265.283      30.265.283      30.265.283      30.265.283

         Saldo laba
           Telah ditentukan
                                            30.990.181      37.460.264       50.821.827      66.274.639      82.420.658      99.257.811
           penggunaannya
           Belum ditentukan
                                             6.470.083      13.361.563       15.452.812      16.146.019      16.837.154      17.585.220
           penggunaannya
         Sub-jumlah                         67.725.547      81.087.110       96.539.922     112.685.941     129.523.094     147.108.315

         Kepentingan Non-Pengendali

         JUMLAH EKUITAS                    67.725.547      81.087.110       96.539.922     112.685.941     129.523.094     147.108.315
         JUMLAH LIABILITAS DAN
                                           78.740.585      90.825.329      106.278.142     122.424.160     139.261.314     156.846.534
         EKUITAS
        Sumber : Manajemen

        Figur 34. Proyeksi Pertumbuhan Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi per
                  1 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dan tahun 2026 sampai
                  dengan tahun 2030 (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                           Okt - Des
                                                              2026            2027            2028            2029           2030
                   Keterangan                2025
                                           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi


         ASET



         ASET LANCAR

         Kas dan setara kas                  8.328.311       8.459.314        8.584.960       8.654.185       8.725.380       8.798.611

         Investasi jangka pendek

         Piutang usaha                      32.516.468      32.981.459       33.176.756      33.276.357      33.376.954      33.478.557

         Piutang lain-lain                  11.550.171      12.247.442       22.512.212      37.712.251      58.985.737      71.776.293

         Pajak dibayar dimuka                8.516.683       5.866.043        4.998.516       4.589.270       4.410.151       4.347.128
         Biaya dibayar dimuka dan
                                             5.440.849       5.691.712        4.932.157       4.318.059       3.821.202       3.418.927
         uang muka
         JUMLAH ASET LANCAR                66.352.482      65.245.971       74.204.601      88.550.123     109.319.424     121.819.516



         ASET TIDAK LANCAR

         Aset tetap                        152.233.595     159.621.263      159.607.981     160.036.543     160.353.119     161.225.724

         Properti investasi                 53.622.300      53.622.300       53.622.300      53.622.300      53.622.300      53.622.300




                                                                                                             Halaman 52
Page 69
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                           Okt - Des
                                                              2026            2027            2028            2029           2030
                   Keterangan                2025
                                           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi
         Aset lain-lain                     70.968.998      71.636.390      72.337.151      73.072.950      73.845.539      74.656.758

         JUMLAH ASET TIDAK LANCAR         276.824.894      284.879.953     285.567.432     286.731.793     287.820.958     289.504.781



         JUMLAH ASET                      343.177.376      350.125.924     359.772.033     375.281.916     397.140.382     411.324.297



         LIABILITAS DAN EKUITAS



         LIABILITAS



         LIABILITAS JANGKA PENDEK

         Utang bank

         Utang usaha                         4.195.689       4.313.743       4.437.701       4.567.856       4.704.519       4.848.015

         Utang pajak                         1.688.036       1.706.177       1.725.224       1.745.225       1.766.225       1.788.275

         Beban akrual                          269.666         269.666         269.666         269.666         269.666         269.666
         Uang muka penjualan dan
                                            29.965.769      29.965.769      29.965.769      29.965.769      29.965.769      29.965.769
         pendapatan diterima di muka
         Liabilitas jangka panjang yang
         jatuh tempo dalam waktu
         satu tahun:
            Utang pembiayaan
                                                       0     1.591.125       1.626.995                 0               0              0
            konsumen
           Liabilitas sewa pembiayaan                  0     8.557.125       5.937.694       4.666.667       9.333.333       9.333.333
           Utang ke lembaga
                                             5.808.934       6.592.501       5.808.934       5.808.934       5.808.934       5.808.934
           keuangan lainnya
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA
                                           41.928.094       52.996.106      49.771.983      47.024.117      51.848.447      52.013.993
         PENDEK


         LIABILITAS JANGKA
         PANJANG
         Liabilitas jangka panjang
         setelah dikurangi bagian yang
         jatuh tempo dalam waktu
         satu tahun:
           Utang bank                                  0               0               0               0               0              0

           Utang pemegang saham             30.445.833      13.488.009      16.592.772                 0               0              0
           Utang pembiayaan
                                            56.502.037      61.037.641      62.503.410      60.778.348      57.411.093      53.226.047
           konsumen
         Liabilitas sewa pembiayaan         66.748.578      59.855.149      54.355.190      50.112.092      46.875.515      44.551.493
         Liabilitas diestimasi atas
                                             1.244.056       1.281.269       1.320.342       1.361.369       1.404.447       1.449.679
         imbalan kerja
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA
                                          154.940.504      135.662.068     134.771.714     112.251.809     105.691.055      99.227.219
         PANJANG
         JUMLAH LIABILITAS                196.868.598      188.658.173     184.543.697     159.275.926     157.539.501     151.241.212



         EKUITAS

         Modal saham                        30.265.283      30.265.283      30.265.283      30.265.283      30.265.283      30.265.283

         Saldo laba
           Telah ditentukan
                                            30.990.181      39.019.003      47.778.749      56.969.310      66.355.451      76.180.706
           penggunaannya




                                                                                                             Halaman 53
Page 70
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                            Okt - Des
                                                               2026             2027             2028             2029            2030
                  Keterangan                  2025
                                            Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi
           Belum ditentukan
                                             8.028.822        8.759.746        9.190.561         9.386.141        9.825.255       10.184.352
           penggunaannya
           Sub-jumlah                       69.284.286       78.044.032       87.234.593        96.620.734      106.445.989      116.630.341

         Kepentingan Non-Pengendali         77.024.492       83.423.718       87.993.743       119.385.257      133.154.892      143.452.744

         JUMLAH EKUITAS                    146.308.778      161.467.751      175.228.336      216.005.990      239.600.881      260.083.085
         JUMLAH LIABILITAS DAN
                                           343.177.376      350.125.924      359.772.033      375.281.916      397.140.382      411.324.297
         EKUITAS
        Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR


3.2.3   Analisis Rasio Keuangan Atas Proyeksi Keuangan

        Secara umum rasio keuangan atas proyeksi keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
        menunjukkan adanya kondisi dibandingkan Tanpa Adanya Rencana Transaksi.

        Figur 35. Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         RASIO KEUANGAN

                                            Okt - Des
                                                               2026             2027             2028             2029            2030
                  Keterangan                  2025
                                            Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi


         Rasio likuiditas

         Rasio lancar                          846,72%          977,53%         1144,80%         1319,57%         1501,82%         1692,17%

         Rasio cepat                           794,78%          807,77%          821,54%          836,13%          851,60%          868,00%



         Rasio aktivitas

         Hari perputaran piutang usaha               79                 96               90               85               81              77

         Hari perputaran utang usaha                    6               6                5                5                5                5



         Rasio solvabilitas
         Rasio total liabilitas terhadap
                                                13,99%           10,72%            9,16%            7,95%            6,99%               6,21%
         aset
         Rasio total liabilitas terhadap
                                                16,26%           12,01%           10,09%            8,64%            7,52%               6,62%
         ekuitas


         Rasio profitabilitas

         Marjin laba kotor                      49,80%           33,25%           35,25%           35,25%           35,25%           35,25%

         Marjin laba bersih                      7,25%           10,27%           11,38%           11,57%           12,05%           12,33%

         Rasio laba atas aset                    5,13%           20,58%           20,79%           19,27%           18,52%           17,68%

         Rasio laba atas ekuitas                 5,96%           23,05%           22,89%           20,94%           19,92%           18,85%

        Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR




                                                                                                                 Halaman 54
Page 71
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Figur 36. Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         RASIO KEUANGAN

                                     Okt - Des
                                                      2026            2027            2028            2029            2030
                Keterangan             2025
                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi


         Rasio likuiditas

         Rasio lancar                    158,25%        123,11%         149,09%         188,31%         210,84%          234,21%

         Rasio cepat                      97,42%         78,20%          83,91%          89,17%          81,20%           81,28%



         Rasio aktivitas
         Hari perputaran piutang
                                              54                72              69              68              67              65
         usaha
         Hari perputaran utang
                                              13                14              14              14              14              14
         usaha


         Rasio solvabilitas
         Rasio total liabilitas
                                          57,37%         53,88%          51,29%          42,44%          39,67%           36,77%
         terhadap aset
         Rasio total liabilitas
                                         134,56%        116,84%         105,32%          73,74%          65,75%           58,15%
         terhadap ekuitas


         Rasio profitabilitas

         Marjin laba kotor                48,01%         32,33%          33,80%          34,11%          34,22%           34,54%

         Marjin laba bersih                3,18%          5,66%           5,99%           5,99%           6,07%              6,23%

         Rasio laba atas aset              0,52%          2,70%           2,90%           2,86%           2,80%              2,85%

         Rasio laba atas ekuitas           1,21%          5,86%           5,96%           4,96%           4,64%              4,50%

        Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR

        Terlihat adanya pergerakan pada beberapa rasio keuangan PPGL apabila melakukan
        rencana transaksi.

         1. Secara agregat terjadi peningkatan rasio likuiditas yang disebabkan Rencana
            Transaksi ini.
         2. Terjadi penurunan rasio solvabilitas yang disebabkan Rencana Transaksi ini.
         3. Terjadi peningkatan (hari perputaran piutang usaha) dan penurunan (hari
            perputaran utang usaha) rasio aktivitas yang disebabkan Rencana Transaksi ini.
         4. Terjadi peningkatan rasio profitabilitas yang disebabkan Rencana Transaksi ini.


3.2.4   Laporan Keuangan Tanpa dan Dengan Adanya Rencana Transaksi (Proforma)

        Berikut ini adalah Laporan Proforma per 30 September 2025 yang telah disusun oleh
        Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan:




                                                                                                         Halaman 55
Page 72
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Proforma Posisi Keuangan PPGL

        Figur 37. Proforma Posisi Keuangan PPGL (dalam Ribuan Rupiah)
                                                   Saldo Historis
                                                30 September 2025
                        Keterangan             PT Prima Globalindo            Penyesuaian
                                                                                                   Saldo Proforma
                                              Logistik Tbk dan Entitas          Proforma
                                                                                                   (Tidak diaudit)
                                                        Anak                 (Tidak diaudit)


         ASET


         ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                10.000.505            (5.100.229)              4.900.277
           Investasi jangka pendek                                  968                        0                 968
           Piutang usaha                                     32.978.441            (9.968.239)             23.010.202
           Piutang lain-lain                                  3.508.671            (3.287.060)               221.611
           Persediaan                                        19.584.892           (19.584.892)                       0
           Pajak dibayar dimuka                               6.520.293            (6.520.293)                       0
           Biaya dibayar dimuka dan uang
                                                              4.204.380            (3.768.293)              436.087
           muka
           Kas di Bank dan deposito yang
                                                                129.722              (129.722)                       0
           dibatasi penggunaannya
         JUMLAH ASET LANCAR                                 76.927.872           (48.358.727)          28.569.145


         ASET TIDAK LANCAR
           Piutang pemegang saham                                        0         44.602.883           44.602.883
           Aset tetap                                       161.767.129          (161.190.658)              576.471
           Properti investasi                                53.622.300           (53.622.300)                       0
           Aset pajak tangguhan                                 379.309              (195.340)              183.969
           Aset hak guna                                      6.142.141            (6.142.141)                       0
           Uang muka pembelian tanah                          2.250.000            (2.250.000)                       0
           Taksiran klaim pajak penghasilan                   1.879.287              (817.512)            1.061.775
           Aset lain-lain                                       939.136              (939.136)                       0
         JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                         226.979.302          (180.554.204)           46.425.097


         JUMLAH ASET                                      303.907.174          (228.912.932)           74.994.242


         LIABILITAS DAN EKUITAS


         LIABILITAS


         LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank                                         2.962.371            (2.962.371)                       0
           Utang usaha                                        5.688.166            (3.853.570)            1.834.596
           Utang lain-lain                                   45.710.616           (45.708.623)                1.993
           Utang pajak                                          973.188              (488.777)              484.411
           Beban akrual                                         791.126              (521.460)              269.666




                                                                                               Halaman 56
Page 73
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

                                                      Saldo Historis
                                                   30 September 2025
                        Keterangan                PT Prima Globalindo         Penyesuaian
                                                                                                   Saldo Proforma
                                                 Logistik Tbk dan Entitas       Proforma
                                                                                                   (Tidak diaudit)
                                                           Anak              (Tidak diaudit)
           Uang muka penjualan dan
                                                                29.965.769        (29.965.769)                       0
           pendapatan diterima di muka
           Liabilitas jangka panjang yang
           jatuh tempo dalam waktu satu
           tahun:
             Utang bank                                            379.602           (379.602)                       0
             Utang pembiataan konsumen                          20.761.132        (20.593.600)              167.532
             Liabilitas sewa pembiayaan                          8.716.972         (8.716.972)                       0
           Utang ke lembaga keuangan lainnya                     7.017.527         (2.183.073)            4.834.455
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                     122.966.470       (115.373.818)             7.592.652


         LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas jangka panjang setelah
           dikurangi bagian yang jatuh tempo
           dalam waktu satu tahun:
             Utang bank                                          4.303.370         (4.303.370)                       0
             Utang pembiayaan konsumen                          21.728.662        (21.421.520)              307.142
             Liabilitas sewa pembiayaan                          8.503.069         (8.503.069)                       0
           Liabilitas diestimasi atas imbalan
                                                                 1.485.076           (873.921)              611.155
           kerja
         JUMLAH LIABILITAS JANGKA
                                                               36.020.177        (35.101.880)              918.297
         PANJANG
         JUMLAH LIABILITAS                                   158.986.647       (150.475.698)             8.510.949


         EKUITAS
           Modal saham                                          16.965.916                     0        16.965.916
           Tambahan modal disetor                               13.211.662            (80.529)          13.131.132
           Selisih transaksi perubahan ekuitas
                                                                11.896.959        (11.896.959)                       0
           Entitas Anak
           Saldo laba
             Telah ditentukan penggunaannya                      2.000.000                     0          2.000.000
             Belum ditentukan penggunaannya                     33.962.015            274.262           34.236.277
           Penghasilan komprehensif lain                           178.450            (28.483)              149.967
           Sub-jumlah                                           78.215.002        (11.731.709)          66.483.293
           Kepentingan Non-Pengendali                           66.705.525        (66.705.525)                       0
         JUMLAH EKUITAS                                      144.920.527         (78.437.234)          66.483.293
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                       303.907.174       (228.912.932)           74.994.242
        Sumber: Laporan Proforma PPGL per 30 September 2025

        Laporan posisi keuangan tanpa adanya Rencana Transaksi diambil dari laporan keuangan
        PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
        September 2025.

        Penyesuaian merupakan saldo milik entitas yang dikonsolidasi per 30 September 2025
        yaitu PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”).




                                                                                               Halaman 57
Page 74
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Uraian Rencana Transaksi

        PPGL berencana untuk melepas sebanyak 365.597.400 (Tiga Ratus Enam Puluh Lima Juta
        Lima Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus) lembar saham JAYA, yang mewakili
        45,79% dari total kepemilikan ekuitas pada JAYA.

        Pelepasan saham tersebut akan dialihkan oleh PPGL kepada Bapak Darmawan Suryadi
        sebanyak 256.220.600 (Dua Ratus Lima Puluh Enam Juta Dua Ratus Dua Puluh Ribu Enam
        Ratus) lembar saham dengan nilai sebesar Rp31.258.913.220 (Tiga Puluh Satu Miliar Dua
        Ratus Lima Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu Dua Ratus Dua Puluh
        Rupiah), serta kepada Ibu Jap Astrid Patricia sebanyak 109.376.800 (Seratus Sembilan
        Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Enam Ribu Delapan Ratus) lembar saham dengan nilai
        sebesar Rp13.343.969.600 (Tiga Belas Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Sembilan
        Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Enam Ratus Rupiah), sehingga nilai transaksi
        keseluruhan adalah sebesar Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus
        Dua Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah).

        Struktur permodalan masing-masing PPGL per 30 September 2025 sebelum dan setelah
        rencana transaksi adalah sebagai berikut:

        Figur 38. Struktur Kepemilikan Saham PPGL dan JAYA sebelum Rencana Transaksi




        Sumber: Manajemen




                                                                                 Halaman 58
Page 75
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Figur 39. Struktur Kepemilikan Saham PPGL setelah Rencana Transaksi




        Sumber: Manajemen

        Figur 40. Struktur Kepemilikan Saham JAYA setelah Rencana Transaksi




        Sumber: Manajemen

        Asumsi-Asumsi Dasar Signifikan yang Digunakan Dalam Penyusunan Informasi
        Keuangan Interim Proforma yang Tidak Diaudit

        Penyusunan laporan posisi keuangan interim proforma serta laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain interim proforma PPGL dilakukan untuk mencerminkan
        dampak penyesuaian sehubungan dengan rencana PPGL melakukan pelepasan saham
        JAYA. Laporan proforma tersebut disusun untuk mengilustrasikan dampak pelepasan
        sebesar 45,79% (Empat Puluh Lima Koma Tujuh Puluh Sembilan Persen) saham JAYA
        terhadap informasi keuangan historis PPGL, serta penerapan penyesuaian tersebut
        terhadap jumlah-jumlah historis dalam laporan posisi keuangan interim proforma PPGL
        tanggal 30 September 2025 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
        interim proforma untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut.

        Sebelum transaksi pelepasan 45,79% (empat puluh lima koma tujuh puluh sembilan
        persen) saham JAYA yang dimiliki oleh PPGL, yang diasumsikan terjadi pada tanggal
        30 September 2025, PPGL dan para pemegang saham JAYA maupun perorangan di JAYA
        memiliki hubungan istimewa, termasuk adanya hubungan kepemilikan saham dan/atau
        pengendalian. Oleh karena itu, Informasi Keuangan Interim Proforma tanggal 30
        September 2025 menyajikan dampak pelepasan JAYA dari laporan posisi keuangan


                                                                                Halaman 59
Page 76
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        interim serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim PPGL dengan
        melakukan pengurangan atas setiap pos terkait dalam laporan posisi keuangan interim
        dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim berdasarkan saldo
        pada tanggal 30 September 2025 serta jumlah transaksi untuk periode yang berakhir
        pada tanggal tersebut. Penyesuaian tersebut telah memperhitungkan jurnal eliminasi
        antara PPGL dan JAYA sebagaimana dijelaskan dalam bagian Penjelasan atas
        Penyesuaian Proforma.

        Ikhtisar asumsi-asumsi dasar signifikan pada tanggal 30 September 2025 yang digunakan
        manajemen dalam penyusunan informasi keuangan interim proforma yang tidak
        diaudit pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

         a. PPGL dan JAYA diasumsikan telah memenuhi seluruh syarat dan ketentuan yang
            berlaku terkait dengan Rencana Transaksi pelepasan 45,79% (Empat Puluh Lima
            Koma Tujuh Puluh Sembilan Persen) dari total kepemilikan saham pada JAYA.

         b. Nilai rencana transaksi pengalihan kepemilikan saham PPGL pada JAYA
            diasumsikan sebesar Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus Dua
            Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah), yang
            merupakan harga jual saham JAYA kepada Bapak Darmawan Suryadi dan Ibu Jap
            Astrid Patricia.

             Pembayaran atas transaksi tersebut akan dilakukan oleh Bapak Darmawan Suryadi
             dan Ibu Jap Astrid Patricia kepada PPGL selaku pemegang saham JAYA
             sebelumnya, atas saham yang mewakili 45,79% (empat puluh lima koma tujuh
             sembilan persen) dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam
             JAYA.

             Transaksi penyertaan saham dicatat sesuai dengan PSAK No. 338, “Kombinasi
             Bisnis Entitas Sepengendali”. Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset
             dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan kembali ke nilai wajar, melainkan
             diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode penyatuan
             kepentingan.

             Metode penyatuan kepemilikan ini harus diterapkan sejak periode yang paling awal
             pada periode dimana kedua entitas (pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam
             entitas sepengendali untuk pertama kalinya. Selisih harga pelepasan yang dibayar
             dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan sebagai bagian dari akun
             tambahan modal disetor - selisih nilai kombinasi bisnis entitas sepengendali dalam
             ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi ke laba rugi masa depan.

         c. Imbalan yang diterima oleh PPGL dari Rencana Tansaksi masih bersifat piutang
            pemegang saham.

         d. Informasi keuangan interim proforma tidak memperhitungkan biaya-biaya dan
            pajak lainnya.




                                                                                    Halaman 60
Page 77
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Proforma Laba (Rugi) PPGL

        Figur 41. Proforma Laba (Rugi) PPGL (dalam Ribuan Rupiah)
                                                       Saldo Historis
                                                    30 September 2025
                       Keterangan                  PT Prima Globalindo         Penyesuaian
                                                                                                   Saldo Proforma
                                                  Logistik Tbk dan Entitas       Proforma
                                                                                                   (Tidak diaudit)
                                                            Anak              (Tidak diaudit)


         PENDAPATAN                                             130.704.664        (44.265.465)         86.439.199


         BEBAN POKOK PENDAPATAN                                (89.857.318)         21.839.732         (68.017.586)


         LABA (RUGI) KOTOR                                      40.847.345        (22.425.733)         18.421.613


         Beban umum dan administrasi                           (29.977.509)         17.637.805         (12.339.705)
         Beban bunga                                            (4.622.579)           4.154.876           (467.703)
         Laba (rugi) penjualan aset tetap dan
                                                                  2.996.106         (3.177.864)           (181.759)
         properti investasi
         Penghasilan bunga                                          252.038           (215.661)              36.378
         Pendapatan klaim asuransi kendaraan                         29.277            (29.277)                      0
         Lain-lain                                                  282.968           (277.993)               4.975
         LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK
                                                                 9.807.647         (4.333.847)           5.473.799
         FINAL DAN PAJAK PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK FINAL                                        (483.295)            483.295                       0


         LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK
                                                                 9.324.352         (3.850.552)           5.473.799
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN
           Kini                                                 (2.368.157)            648.505          (1.719.653)
           Tangguhan                                                 50.584            (27.979)              22.605
         Beban Pajak Penghasilan                                (2.317.574)            620.526          (1.697.048)


         LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                              7.006.778         (3.230.026)           3.776.752


         PENGHASILAN (BEBAN)
         KOMPREHENSIF LAIN
         Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
         laba rugi:
           Pengukuran kembali liabilitas
                                                                      5.061            (13.661)              (8.600)
             imbalan kerja
           Efek pajak terkait                                       (1.113)               3.005               1.892
         Penghasilan komprehensif lain                                3.948            (10.656)              (6.708)
         LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN
                                                                 7.010.726         (3.240.682)           3.770.044
         BERJALAN
        Sumber: Laporan Proforma PPGL per 30 September 2025




                                                                                                Halaman 61
Page 78
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


3.2.5   Analisis Dampak Keuangan Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan

        Dampak Keuangan berdasarkan laporan proforma per 30 September 2025 adalah
        Penyesuaian pada akun perhitungan tambahan modal disetor - selisih nilai kombinasi
        bisnis entitas sepengendali, piutang pemegang saham, uang muka, uang muka
        penjualan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan beban umum dan administrasi.
        Ikhtisar penjelasan atas penyesuaian proforma signifikan yang digunakan manajemen
        PPGL dalam penyusunan informasi keuangan interim proforma adalah sebagai berikut:

        a.   Perhitungan Tambahan Modal Disetor - Selisih Nilai Kombinasi Bisnis Entitas
             Sepengendali:

                                                                     Nilai wajar diakui pada saat
                                                                  pelepasan (Dalam Ribuan Rupiah)


              Aset
              Aset lancar                                                              48.647.595
              Aset tidak lancar                                                       225.157.087
              Total Aset                                                             273.804.683


              Liabilitas
              Liabilitas jangka pendek                                                115.662.686
              Liabilitas jangka panjang                                                35.101.880
              Total Liabilitas                                                       150.764.566
              Total nilai wajar aset neto teridentifikasi                            123.040.117
              Kepentingan non-pengendali                                                     (26)
                                                                                     123.040.091


              Bagian dari aset neto yang dilepas                                       56.334.592
              Imbalan yang dibayarkan                                                  44.602.883
              Tambahan modal disetor - Selisih nilai transaksi
                                                                                       11.731.709
              restrukturisasi entitas sepengendali

        b.   Piutang pemegang saham

             Dalam laporan posisi keuangan interim proforma yang tidak diaudit PPGL, saldo
             piutang    kepada    pemegang      saham    mengalami    peningkatan     sebesar
             Rp44.602.882.800 (Empat Puluh Empat Miliar Enam Ratus Dua Juta Delapan Ratus
             Delapan Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Rupiah), yang merupakan pendanaan yang
             timbul dari transaksi pelepasan saham JAYA dan akan dibayarkan oleh Bapak
             Darmawan Suryadi sebesar Rp31.258.913.220 (Tiga Puluh Satu Miliar Dua Ratus
             Lima Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu Dua Ratus Dua Puluh
             Rupiah), dan Ibu Jap Astrid Patricia sebesar Rp 13.343.969.600 (Tiga Belas Miliar
             Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Enam
             Ratus Rupiah), selaku pemegang saham PPGL.

        c.   Uang muka, uang muka penjualan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan
             beban umum dan administrasi

             Dalam laporan posisi keuangan interim proforma yang tidak diaudit serta laporan
             laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim proforma yang tidak diaudit


                                                                                    Halaman 62
Page 79
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


               PPGL, terdapat saldo uang muka sebesar Rp288.868.220 (Dua Ratus Delapan Puluh
               Delapan Juta Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Dua Ratus Dua Puluh
               Rupiah), uang muka penjualan sebesar Rp228.868.220 (Dua Ratus Dua Puluh
               Delapan Juta Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Dua Ratus Dua Puluh
               Rupiah), pendapatan sebesar Rp9.116.736.630 (Sembilan Miliar Seratus Enam Belas
               Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tiga Puluh Rupiah), beban
               pokok pendapatan sebesar Rp9.116.736.630 (Sembilan Miliar Seratus Enam Belas
               Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Enam Ratus Tiga Puluh Rupiah), serta beban
               umum dan administrasi sebesar Rp20.833.333 (Dua Puluh Juta Delapan Ratus Tiga
               Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah), yang seluruhnya merupakan
               pembalikan atas transaksi eliminasi antara PPGL dan entitas anak dari JAYA.


3.2.6   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan PPGL Dibandingkan Dengan Industri Yang
        Sejenis dan Sebanding

        Analisa dampak leverage dilakukan dengan membandingkan rasio liabilitas terhadap
        ekuitas/liabilities to equity ratio yang menunjukkan seberapa besar sebuah perusahaan
        menggunakan sumber pendanaannya untuk membiayai operasi maupun ekspansi demi
        mendongkrak kinerja perusahaan.

        Figur 42. Pembanding Liabilities to Equity Ratio
                                                                                            Liabilities to Equity
          No                              Nama Perusahaan
                                                                                                    Ratio
           1      PT Mitra International Resources Tbk (IDX:MIRA)                                              59,83%
           2      PT Utama Radar Cahaya Tbk (IDX:RCCC)                                                       114,37%
           3      PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (IDX:GTRA)                                                 201,93%
                  Rata - Rata                                                                                125,38%
        Sumber : S&P Capital IQ, diolah oleh DYR

        Jika dilihat dari rasio leverage PPGL yang mana rata-rata selama masa proyeksi sebesar
        8,98%, rasio ini jauh dari rasio leverage pasar yaitu sekitar 125,38%%.


3.2.7   Analisis Inkremental

        Analisis inkremental merupakan analisis nilai tambah atas selisih proyeksi Dengan
        Adanya Rencana Transaksi dan Tanpa Adanya Rencana Transaksi.

        Laba (Rugi)

        Berikut adalah Figur nilai tambah atas proyeksi Laba (Rugi):

        Figur 43. Nilai Tambah atas Proyeksi Laba (Rugi) (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                    Okt - Des
                                                     2026            2027         2028              2029                2030
                Keterangan            2025
                                    Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi


         PENDAPATAN                             0   14.668.461      19.648.930   24.920.893       31.040.901            36.947.020




                                                                                                      Halaman 63
Page 80
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KOSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                       Okt - Des
                                                            2026               2027               2028                2029               2030
                Keterangan               2025
                                       Proyeksi            Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi
         BEBAN POKOK
                                         1.000.000         (8.261.494)       (10.188.019)       (14.088.354)    (18.217.615)            (22.587.588)
         PENDAPATAN


         LABA (RUGI) KOTOR              1.000.000          6.406.968          9.460.912         10.832.539          12.823.286          14.359.432



         Beban usaha                               0        (572.896)          (879.395)         (1.507.776)        (2.173.420)          (2.878.249)

         Pendapatan lain                 1.424.468          3.278.429          4.007.952          4.746.990          5.497.448            6.261.256

         Beban lain-lain                           0          479.477            484.271            489.114            494.005              498.945
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                    2.424.468          9.591.977         13.073.739         14.560.868          16.641.319          18.241.385
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK
         PENGHASILAN
         Kini                            (156.691)          (370.649)         (1.425.181)        (1.679.110)        (1.952.012)          (2.226.613)

         Beban Pajak Penghasilan         (156.691)          (370.649)         (1.425.181)        (1.679.110)        (1.952.012)          (2.226.613)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                        2.267.776          9.221.328         11.648.558         12.881.758          14.689.306          16.014.772
         BERJALAN
        Sumber : Manajemen, diolah oleh DYR

        Posisi Keuangan

        Berikut adalah Figur nilai tambah atas proyeksi Posisi Keuangan:

        Figur 44. Nilai Tambah atas Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                       Okt - Des
                                                              2026                2027                 2028                  2029               2030
                Keterangan               2025
                                       Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi


         ASET



         ASET LANCAR

         Kas dan setara kas              17.379.946          18.448.944           19.595.297          20.874.392          22.232.417          23.674.158

         Investasi jangka pendek                       0                 0                  0                   0                   0                   0

         Piutang usaha                   15.200.183          14.735.192           14.539.896          14.440.295          14.339.697          14.238.094

         Piutang lain-lain              (9.361.777)             825.696            4.741.738           4.339.398         (1.526.154)            1.753.538

         Pajak dibayar dimuka           (6.330.020)          (3.679.381)         (2.811.853)         (2.402.608)         (2.223.489)         (2.160.465)
         Biaya dibayar dimuka dan
                                        (5.017.262)          (5.268.125)         (4.508.570)         (3.894.473)         (3.397.615)         (2.995.340)
         uang muka
         JUMLAH ASET LANCAR             11.871.070          25.062.325           31.556.508          33.357.004          29.424.857          34.509.985



         ASET TIDAK LANCAR




                                                                                                                        Halaman 64
Page 81
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        Okt - Des
                                                            2026             2027             2028             2029             2030
                Keterangan                2025
                                        Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
         Aset tetap                    (151.716.562)     (159.104.230)    (159.090.948)    (159.519.510)    (159.836.086)    (160.708.690)

         Properti investasi             (53.622.300)      (53.622.300)     (53.622.300)     (53.622.300)     (53.622.300)     (53.622.300)

         Aset lain-lain                 (70.968.998)      (71.636.390)     (72.337.151)     (73.072.950)     (73.845.539)     (74.656.758)
         JUMLAH ASET TIDAK
                                      (276.307.860)     (284.362.920)    (285.050.399)    (286.214.760)    (287.303.925)    (288.987.748)
         LANCAR


         JUMLAH ASET                  (264.436.791)     (259.300.595)    (253.493.891)    (252.857.756)    (257.879.068)    (254.477.763)



         LIABILITAS DAN EKUITAS



         LIABILITAS


         LIABILITAS JANGKA
         PENDEK
         Utang bank

         Utang usaha                     (2.361.093)       (2.479.147)      (2.603.105)      (2.733.260)      (2.869.923)      (3.013.419)

         Utang pajak                       (362.818)         (380.959)        (400.007)        (420.007)        (441.007)        (463.058)

         Beban akrual                               0                0                0                0                0                0
         Uang muka penjualan dan
         pendapatan diterima di         (29.965.769)      (29.965.769)     (29.965.769)     (29.965.769)     (29.965.769)     (29.965.769)
         muka
         Liabilitas jangka panjang
         yang jatuh tempo dalam                     0                0                0                0                0                0
         waktu satu tahun:
         Utang pembiayaan
                                                    0      (1.591.125)      (1.626.995)                0                0                0
         konsumen
         Liabilitas sewa
                                                    0      (8.557.125)      (5.937.694)      (4.666.667)      (9.333.333)      (9.333.333)
         pembiayaan
         Utang ke lembaga
                                                    0        (783.567)                0                0                0                0
         keuangan lainnya
         JUMLAH LIABILITAS
                                       (32.689.680)      (43.757.692)     (40.533.569)     (37.785.703)     (42.610.033)     (42.775.579)
         JANGKA PENDEK


         LIABILITAS JANGKA
         PANJANG
         Liabilitas jangka panjang
         setelah dikurangi bagian
         yang jatuh tempo dalam
         waktu satu tahun:
           Utang bank                               0                0                0                0                0                0
            Utang pemegang
                                        (29.169.014)      (13.488.009)     (16.592.772)                0                0                0
            saham
            Utang pembiayaan
                                        (56.502.037)      (61.037.641)     (62.503.410)     (60.778.348)     (57.411.093)     (53.226.047)
            konsumen
         Liabilitas sewa
                                        (66.748.578)      (59.855.149)     (54.355.190)     (50.112.092)     (46.875.515)     (44.551.493)
         pembiayaan
         Liabilitas diestimasi atas
                                           (744.250)         (781.463)        (820.536)        (861.563)        (904.641)        (949.873)
         imbalan kerja
         JUMLAH LIABILITAS
                                      (153.163.879)     (135.162.262)    (134.271.908)    (111.752.003)    (105.191.249)     (98.727.413)
         JANGKA PANJANG
         JUMLAH LIABILITAS            (185.853.559)     (178.919.954)    (174.805.478)    (149.537.706)    (147.801.282)    (141.502.992)



         EKUITAS




                                                                                                             Halaman 65
Page 82
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                       Okt - Des
                                                             2026              2027                 2028                 2029                   2030
               Keterangan                2025
                                       Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi              Proyeksi             Proyeksi
         Modal saham                                 0                0                   0                   0                    0                    0

         Saldo laba                                  0                0                   0                   0                    0                    0
           Telah ditentukan
                                                     0      (1.558.739)        3.043.078            9.305.329           16.065.207            23.077.105
           penggunaannya
           Belum ditentukan
                                        (1.558.739)          4.601.817         6.262.251            6.759.878             7.011.898             7.400.869
           penggunaannya
         Sub-jumlah                     (1.558.739)          3.043.078         9.305.329           16.065.207           23.077.105            30.477.974
         Kepentingan Non-
                                       (77.024.492)        (83.423.718)      (87.993.743)        (119.385.257)        (133.154.892)        (143.452.744)
         Pengendali
         JUMLAH EKUITAS               (78.583.231)        (80.380.641)      (78.688.414)       (103.320.050)         (110.077.786)        (112.974.770)
         JUMLAH LIABILITAS DAN
                                     (264.436.791)       (259.300.595)    (253.493.891)        (252.857.756)         (257.879.068)        (254.477.763)
         EKUITAS
        Sumber: Manajemen, diolah oleh DYR

        Jika dilihat dari sisi laporan posisi keuangan akan terlihat adanya nilai tambah pada
        pendapatan dan laba bersih.

        Nilai tambah pada akun pendapatan pada tahun 2026 sebesar Rp14.668.461 Ribu, tahun
        2027 sebesar Rp19.648.930 Ribu, tahun 2028 sebesar Rp24.920.893 Ribu, tahun 2029
        sebesar Rp31.040.901 Ribu, dan tahun 2030 sebesar Rp36.947.020 Ribu.

        Nilai tambah pada akun laba bersih pada tahun 2026 sebesar Rp9.221.328 Ribu, tahun
        2027 sebesar Rp11.648.558 Ribu, tahun 2028 sebesar Rp12.881.758 Ribu, tahun 2029
        sebesar Rp14.689.306 Ribu, dan tahun 2030 sebesar Rp16.014.772 Ribu.


3.2.8   Analisis Atas Faktor Lain yang Relevan

        Manajemen menyatakan bahwasannya antara Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli
        Saham dan Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan.


3.2.9   Analisis Sensitivitas

        Figur 45.      Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
                       Usaha Turun 5% (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                         Okt - Des
                                                             2026             2027                2028                2029               2030
                Keterangan                 2025
                                         Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi
         PENDAPATAN                      52.863.070       172.951.757      184.506.814         193.732.154         203.418.762         213.589.700



         BEBAN POKOK PENDAPATAN        (26.535.792)      (115.448.314)    (119.469.015)       (125.442.465)       (131.714.589)    (138.300.318)



         LABA (RUGI) KOTOR              26.327.278        57.503.443       65.037.799          68.289.689          71.704.173          75.289.382



         Beban usaha                   (23.934.110)       (40.199.418)     (43.153.221)        (45.061.245)        (47.057.181)        (49.410.040)




                                                                                                                       Halaman 66
Page 83
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                       2026             2027            2028            2029            2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
         Pendapatan lain               6.889.255      8.373.718        8.803.804       9.256.078       9.731.691      10.231.853

         Beban lain-lain             (4.973.202)     (5.919.552)      (6.773.681)     (6.855.616)     (6.243.569)     (5.771.961)
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                  4.309.221     19.758.192       23.914.701      25.628.907      28.135.115      30.339.235
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                          (474.014)     (2.002.266)      (2.922.386)     (3.211.754)     (3.628.824)     (3.999.161)

         Beban Pajak Penghasilan       (474.014)     (2.002.266)      (2.922.386)     (3.211.754)     (3.628.824)     (3.999.161)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                      3.835.207     17.755.926       20.992.314      22.417.152      24.506.291      26.340.074
         BERJALAN
        Sumber : DYR

        Figur 46.      Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
                       Usaha Turun 7,5% (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                       2026             2027            2028            2029            2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
         PENDAPATAN                   51.471.936    168.400.395      179.651.371     188.633.940     198.065.637     207.968.919



         BEBAN POKOK PENDAPATAN     (25.837.482)   (112.410.200)    (116.325.093)   (122.141.348)   (128.248.415)   (134.660.836)



         LABA (RUGI) KOTOR           25.634.455     55.990.195       63.326.278      66.492.592      69.817.221      73.308.083



         Beban usaha                (23.304.265)    (39.141.538)     (42.017.610)    (43.875.423)    (45.818.834)    (48.109.776)

         Pendapatan lain               6.707.959      8.153.357        8.572.125       9.012.497       9.475.594       9.962.594

         Beban lain-lain             (4.842.328)     (5.763.774)      (6.595.427)     (6.675.205)     (6.079.264)     (5.620.067)
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                  4.195.821     19.238.239       23.285.366      24.954.462      27.394.717      29.540.834
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                          (461.540)     (1.949.575)      (2.845.481)     (3.127.235)     (3.533.329)     (3.893.920)

         Beban Pajak Penghasilan       (461.540)     (1.949.575)      (2.845.481)     (3.127.235)     (3.533.329)     (3.893.920)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                      3.734.281     17.288.665       20.439.885      21.827.227      23.861.389      25.646.914
         BERJALAN




                                                                                                         Halaman 67
Page 84
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


        Figur 47.      Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
                       Usaha Turun 10% (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                       2026             2027            2028            2029            2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
         PENDAPATAN                   50.080.803    163.849.033      174.795.929     183.535.725     192.712.511     202.348.137



         BEBAN POKOK PENDAPATAN     (25.139.171)   (109.372.087)    (113.181.172)   (118.840.230)   (124.782.242)   (131.021.354)



         LABA (RUGI) KOTOR           24.941.632     54.476.946       61.614.757      64.695.495      67.930.270      71.326.783



         Beban usaha                (22.674.420)    (38.083.659)     (40.881.999)    (42.689.600)    (44.580.487)    (46.809.511)

         Pendapatan lain               6.526.663      7.932.996        8.340.446       8.768.916       9.219.497       9.693.335

         Beban lain-lain             (4.711.454)     (5.607.997)      (6.417.172)     (6.494.794)     (5.914.960)     (5.468.173)
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                  4.082.420     18.718.287       22.656.032      24.280.017      26.654.320      28.742.433
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                          (449.066)     (1.896.884)      (2.768.577)     (3.042.715)     (3.437.833)     (3.788.679)

         Beban Pajak Penghasilan       (449.066)     (1.896.884)      (2.768.577)     (3.042.715)     (3.437.833)     (3.788.679)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                      3.633.354     16.821.403       19.887.456      21.237.302      23.216.486      24.953.755
         BERJALAN


        Figur 48.      Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
                       Usaha Naik 5% (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                       2026             2027            2028            2029            2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
         PENDAPATAN                   58.427.604    191.157.205      203.928.583     214.125.013     224.831.263     236.072.826



         BEBAN POKOK PENDAPATAN     (29.329.033)   (127.600.768)    (132.044.700)   (138.646.935)   (145.579.282)   (152.858.246)



         LABA (RUGI) KOTOR           29.098.570     63.556.437       71.883.883      75.478.077      79.251.981      83.214.580



         Beban usaha                (26.453.490)    (44.430.935)     (47.695.665)    (49.804.534)    (52.010.568)    (54.611.097)

         Pendapatan lain               7.614.440      9.255.162        9.730.520      10.230.402      10.756.080      11.308.891

         Beban lain-lain             (5.496.697)     (6.542.663)      (7.486.700)     (7.577.259)     (6.900.787)     (6.379.535)
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                  4.762.824     21.838.002       26.432.038      28.326.686      31.096.706      33.532.839
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN




                                                                                                         Halaman 68
Page 85
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                       2026             2027            2028            2029            2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
         Kini                          (523.911)     (2.213.031)      (3.230.006)     (3.549.834)     (4.010.805)     (4.420.125)

         Beban Pajak Penghasilan       (523.911)     (2.213.031)      (3.230.006)     (3.549.834)     (4.010.805)     (4.420.125)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                      4.238.913     19.624.971       23.202.032      24.776.853      27.085.901      29.112.714
         BERJALAN
        Sumber : DYR

        Figur 49.      Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
                       Usaha Naik 7,5% (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                       2026             2027            2028            2029            2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
         PENDAPATAN                   59.818.737    195.708.567      208.784.026     219.223.227     230.184.389     241.693.608



         BEBAN POKOK PENDAPATAN     (30.027.344)   (130.638.881)    (135.188.622)   (141.948.053)   (149.045.456)   (156.497.728)



         LABA (RUGI) KOTOR           29.791.393     65.069.686       73.595.404      77.275.174      81.138.933      85.195.880



         Beban usaha                (27.083.335)    (45.488.815)     (48.831.276)    (50.990.356)    (53.248.915)    (55.911.361)

         Pendapatan lain               7.795.736      9.475.523        9.962.199      10.473.983      11.012.177      11.578.150

         Beban lain-lain             (5.627.571)     (6.698.440)      (7.664.955)     (7.757.670)     (7.065.091)     (6.531.429)
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                  4.876.224     22.357.954       27.061.372      29.001.131      31.837.104      34.331.240
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                          (536.385)     (2.265.722)      (3.306.911)     (3.634.354)     (4.106.301)     (4.525.366)

         Beban Pajak Penghasilan       (536.385)     (2.265.722)      (3.306.911)     (3.634.354)     (4.106.301)     (4.525.366)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                      4.339.840     20.092.232       23.754.461      25.366.778      27.730.803      29.805.874
         BERJALAN


        Figur 50.      Analisis Sensitivitas Ketika Penjualan, Beban Pokok Penjualan dan Beban
                       Usaha Naik 10% (Dalam Ribuan Rupiah)
         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                       2026             2027            2028            2029            2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
         PENDAPATAN                   61.209.870    200.259.929      213.639.468     224.321.442     235.537.514     247.314.390



         BEBAN POKOK PENDAPATAN     (30.725.654)   (133.676.995)    (138.332.543)   (145.249.170)   (152.511.629)   (160.137.210)




                                                                                                         Halaman 69
Page 86
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)

         PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)
         LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
         (Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                     Okt - Des
                                                      2026            2027           2028           2029           2030
                 Keterangan            2025
                                     Proyeksi       Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi


         LABA (RUGI) KOTOR           30.484.216    66.582.934       75.306.925     79.072.271     83.025.885     87.177.179



         Beban usaha                (27.713.180)   (46.546.694)     (49.966.887)   (52.176.178)   (54.487.262)   (57.211.625)

         Pendapatan lain               7.977.033     9.695.884       10.193.878     10.717.564     11.268.274     11.847.409

         Beban lain-lain             (5.758.444)    (6.854.218)      (7.843.210)    (7.938.081)    (7.229.396)    (6.683.323)
         LABA (RUGI) SEBELUM
         BEBAN PAJAK                  4.989.625    22.877.906       27.690.706     29.675.576     32.577.502     35.129.641
         PENGHASILAN


         BEBAN PAJAK PENGHASILAN

         Kini                          (548.859)    (2.318.413)      (3.383.816)    (3.718.874)    (4.201.796)    (4.630.607)

         Beban Pajak Penghasilan       (548.859)    (2.318.413)      (3.383.816)    (3.718.874)    (4.201.796)    (4.630.607)


         LABA (RUGI) TAHUN
                                      4.440.766    20.559.493       24.306.890     25.956.703     28.375.705     30.499.033
         BERJALAN


        Dari analisa sensitivitas, dapat terlihat perubahan pendapatan PPGL terhadap proyeksi
        setelah adanya pelepasan saham “PPGL Dengan Rencana Transaksi”. Dari analisis
        sensitivitas terlihat rencana transaksi yang akan dilakukan sensitif terhadap perubahan.




                                                                                                      Halaman 70
Page 87
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


4     ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI

4.1    Alasan dan Latar Belakang PPGL untuk Melakukan Rencana Transaksi Pelepasan
       Ekuitas JAYA dan Entitas Anak:

       •   Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka melakukan pelepasan JAYA guna
           meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha PPGL secara keseluruhan.
           Melalui pelaksanaan dekonsolidasi tersebut, PPGL diharapkan dapat lebih
           memusatkan sumber daya dan perhatian manajemen pada kegiatan usaha utama
           (core business) yang memberikan nilai tambah secara optimal bagi PPGL.
       •   Rencana Transaksi yang dilakukan oleh PPGL, JAYA diharapkan memiliki fleksibilitas
           yang lebih besar dalam menentukan strategi pendanaan dan pengembangan
           usahanya secara mandiri, termasuk dalam memperoleh akses pendanaan yang sesuai
           dengan kebutuhan dan profil usahanya. Dengan demikian, PPGL tidak lagi
           menanggung kebutuhan pendanaan JAYA, sehingga struktur permodalan dan arus kas
           PPGL dapat dikelola secara lebih optimal.
       •   Berdasarkan pertimbangan atas kinerja JAYA serta evaluasi terhadap kontribusinya
           terhadap kinerja PPGL, Rencana Transaksi ini diyakini tidak akan menimbulkan
           dampak negatif yang material terhadap kelangsungan usaha PPGL. Sebaliknya,
           langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan fokus usaha serta perbaikan
           kinerja keuangan PPGL secara berkelanjutan.
       •   Diharapkan fundamental bisnis PPGL menjadi lebih kuat, struktur keuangan menjadi
           lebih sehat, serta nilai PPGL dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang
           optimal bagi seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik, dalam
           jangka panjang.

       Analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu transaksi dengan
       membandingkan Nilai Pasar dengan harga yang disepakati pada Draf Perjanjian
       Pengikatan Jual Beli Saham.

       Nilai Pasar

       Berdasarkan Laporan Penilaian 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak dengan Nomor
       Laporan No. 00003/2.0041-00/PI/06/0384/0/I/2026 tanggal 22 Januari 2026, yang
       disusun oleh KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan, yaitu nilai pasar 45,79% Ekuitas JAYA dan
       Entitas Anak yang akan dibeli oleh PPGL adalah sebesar Rp42.809.000.000,00- (Empat
       Puluh Dua Miliar Delapan Ratus Sembilan Juta Rupiah).

       Harga Rencana Transaksi

       Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli, disepakati bahwa harga penjualan 45,79%
       Ekuitas JAYA dan Entitas Anak sebesar Rp42.809.000.000,00- (Empat Puluh Dua Miliar
       Delapan Ratus Sembilan Juta Rupiah).

       Perbandingan harga Rencana Transaksi dengan nilai Pasar

       Dengan membandingkan Harga Rencana Transaksi dan Nilai Pasar yaitu sebagai berikut:
       Harga Transaksi penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan Entitas Anak sebesar
       Rp42.809.000.000,00- (Empat Puluh Dua Miliar Delapan Ratus Sembilan Juta Rupiah) atau
       4,19% (Empat Koma Sembilan Belas Persen) di atas Nilai Pasar.




                                                                                  Halaman 71
Page 88
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


4.2   Analisis Kewajaran Kualitatif

      Manfaat yang akan diperoleh PPGL dari transaksi penjualan 45,79% Ekuitas JAYA dan
      Entitas Anak adalah sebagai berikut:
       • Memperkuat posisi kas dan struktur permodalan PPGL, yang memberikan fleksibilitas
           keuangan untuk mendanai rencana ekspansi atau membayar liabilitas jangka pendek
           maupun jangka panjang.
       • Optimalisasi Portofolio Investasi, yang merupakan bagian dari strategi restrukturisasi
           portofolio untuk melepaskan aset non-inti (non-core assets), sehingga PPGL dapat
           lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama yang memiliki pertumbuhan
           tinggi.
       • Memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan melalui pencatatan keuntungan
           atas pelepasan saham/ekuitas, yang pada akhirnya meningkatkan nilai ekuitas bagi
           para pemegang saham PPGL.
       • Mengurangi beban konsolidasi atau tanggung jawab manajerial terhadap entitas yang
           dilepas, sehingga sumber daya Perusahaan dapat dialokasikan secara lebih efisien
           ke unit bisnis yang lebih strategis.
       • Struktur keuangan yang lebih ramping dan fokus pasca-penjualan dapat
           meningkatkan kepercayaan pasar dan menarik calon investor baru untuk berinvestasi
           pada bisnis utama PPGL.


4.3   Analisis Kewajaran Kuantitatif

        1.   Dari rasio-rasio keuangan terdapat pengaruh atas Rencana Transaksi ini.
        2.   Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian pada akun perhitungan tambahan
             modal disetor - selisih nilai kombinasi bisnis entitas sepengendali, piutang
             pemegang saham, uang muka, uang muka penjualan pendapatan, beban pokok
             pendapatan, dan beban umum dan administrasi.
        3.   Berdasarkan analisis nilai tambah, diketahui bahwa terdapat nilai tambah dari
             adanya rencana transaksi ini. Simpangan dari Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai
             Pasar adalah sebesar 4,19% di bawah Nilai Rencana Transaksi untuk JAYA dan
             Entitas Anak, maka simpangan tersebut adalah wajar, karena berada pada batas
             atas dan batas bawah tidak melebihi 7,5%.
        4.   Prosedur yang dilakukan manajemen adalah Manajemen dalam melakukan Rencana
             Transaksi termasuk dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) Republik
             Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
             Benturan Kepentingan dan POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
             Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Oleh karena itu, atas rencana ini perlu
             dilakukan penilaian ekuitas atas objek rencana transaksi serta pendapat kewajaran
             dari pihak Independen.


4.4   Analisis atas kewajaran nilai transaksi

      Berdasarkan analisis nilai tambah, diketahui bahwa terdapat nilai tambah dari adanya
      rencana transaksi ini yaitu rata-rata laba bersih selama masa proyeksi (2026 – 2030)
      sebesar Rp12.891.144 Ribu. Simpangan dari Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
      adalah sebesar 4,19% di bawah Nilai Rencana Transaksi untuk JAYA dan Entitas Anak,
      maka simpangan tersebut adalah wajar, karena berada pada batas atas dan batas bawah
      tidak melebihi 7,5%.




                                                                                   Halaman 72
Page 89
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


5   PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

    Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh
    dan digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana
    diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana
    Transaksi ini adalah wajar.

    Kesimpulan akhir diatas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
    material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
    pada, perubahan kondisi baik secara internal pada PPGL maupun secara eksternal yaitu
    kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta
    peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
    Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
    Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut diatas, maka kesimpulan
    mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.




                                                                              Halaman 73
Page 90
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (“PPGL”)


6   KUALIFIKASI PENILAI USAHA

    Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN adalah
    sebuah usaha persekutuan dan bergerak dalam bidang layanan jasa Penilai. Kantor Jasa
    Penilai Publik ini sebelumnya bernama KJPP YANUAR BEY DAN REKAN dengan izin Kantor
    Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuagna RI No. KEP–497/KM.1/2009, tanggal 12 Mei2009
    dan atas perubahan nama tersebut telah mendapatkan Izin Usaha Kantor Jasa Penilai
    Publik dari Menteri Keuangan RI No. 174/KM.1/2020, tanggal 18 Maret 2020 dan telah
    terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
    d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“OJK d/h Bapepam dan LK”).

    Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
    bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut :

    Ijin Penilai Publik          : B.1-14.00384
    STTD Pasar Modal             : STTD.PB-35/PJ.1/PM.02/2023
    STTD IKNB                    : 086/NB.122/STTD-P/2017
    MAPPI                        : 10-S-02664




                                                                              Halaman 74

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.97 MB
Published26 Jan 2026
Pages90
Characters312,841
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PRIMA GLOBALINDO LOGISTIK Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×423
linked person Ivan Teguh Khristian p.2 ×6
linked person Darmawan Suryadi SM · Direktur Utama p.5 ×39
linked person I Made Satyaguna · Komisaris Independen p.5 ×4
linked person Franklin William Kayhatu · Komisaris Independen p.5 ×3
linked — Suryawarni Surli p.5 ×3
linked org Armada Berjaya Trans Tbk p.8 ×11
linked org Pemerintah RI p.47
linked org Mitra International Resources Tbk p.51 ×8
linked org Utama Radar Cahaya Tbk p.51 ×8
linked org Grahaprima Suksesmandiri Tbk p.51 ×8
linked org PT Prima Globalindo p.72 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×22
possible org negara Republik Indonesia p.28
unresolved org KJPP YANUAR BEY DAN REKAN p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan RI p.2 ×5
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.2 ×3
unresolved org Bapepam p.2 ×6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik DYR p.2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.2 ×2
unresolved person Hafez Salammudin · Direktur p.5 ×2
unresolved person Baja Erikson Naibaho · Direktur p.5 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan p.6 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono p.6 ×4
unresolved person PPGL · Direktur Utama p.7
unresolved org Heliantono p.8 ×27
unresolved org Audited dan Rekan p.8 ×22
unresolved org A dan Rekan p.8 ×2
unresolved org Heliantono dan Rekan p.8 ×3
unresolved org KJPP Dasa’at p.8 ×83
unresolved org Yudistira dan Rekan p.8 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×14
unresolved org YUDISTIRA DAN REKAN Ivan Teguh Khristian p.10
unresolved person WORLD WIDE Michelle Maria Meylan Nender p.12
unresolved — Identit · Penilai p.13 ×2
unresolved org KJPP Dasa’at Yudistira dan Rekan p.24 ×2
unresolved org KJPP Dasa’at Yudistira p.24 ×2
unresolved person Khristian p.24
unresolved person Akta Notaris Alang p.27 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.27 ×6
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.27 ×3
unresolved org PT Prima Globalindo Logistik Nama Bank p.30
unresolved org Bank BCA KCP Griya Utama Nomor Rekening p.30
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.31
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.32
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Timur. p.32
unresolved org Bank Indonesia. Minat p.46
unresolved org Kementerian Investasi p.47 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.47
unresolved org Penyesuaian Saldo Proforma Logistik Tbk p.72 ×3
unresolved person Jap Astrid Patricia. Pembayaran · Komisaris p.76 ×45
unresolved org Yudistira & Rekan p.87
unresolved org Menteri Keuagna RI p.90

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result