Skip to content
Back to announcement

20260126_BELL_Public Expose_32022262_lamp1.pdf

Other Text extracted BELL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1

          
Page 2
 Hari/Tanggal           : Jumat, 23 Januari 2026
 Waktu                  : 10.00 – 11.00 WIB
 Tempat                 : Video Conference via Zoom Meeting

 Agenda                 : 1. Tentang Perseroan
                          2. Bisnis Perseroan
                          3. Kinerja Keuangan 3Q-2025
                          4. Target dan Strategi Tahun 2026


 Paparan Publik (Public Expose) Insidentil PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) telah
 dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2026 dengan metode video conference melalui Zoom
 Meeting, mulai pukul 10.00 WIB dengan pembahasan mengenai sekilas Perseroan, bisnis
 Perseroan, pembahasan mengenai kinerja 3Q-2025, serta target dan strategi tahun 2026.
 Berikut adalah jajaran Manajemen Perseroan yang hadir:
   1. Karsongno Wongso Djaja         : Direktur Utama
   2. Heru Jatmiko Harrianto         : Direktur
   3. Wagiyono                       : Direktur
   4. Lukas Ginting                  : Direktur




                Transkrip Tanya Jawab Paparan Publik Insidentil Perseroan

Mutiara – Bisnis Indonesia

  1     Q    Seperti apa prospek industri tekstil tahun ini?
        A    Jawaban ini tidak mewakili industri tekstil secara keseluruhan. Namun dapat
             kami sampaikan bahwa BELL selalu berupaya menghadirkan produk yang
             berbeda dari yang ada di pasar. Secara umum, pasar selalu menginginkan
             produk yang unik dan memiliki nilai pembeda, sehingga dalam kondisi
             sesulit apa pun, produk kami tetap dapat diterima. Di tengah tantangan
             industri, BELL berhasil melalui tahun 2025 dengan baik melalui penguatan
             unit R&D serta konsistensi dalam peremajaan mesin yang digunakan untuk
             mengembangkan produk-produk inovasi kami.
  2     Q    Menjelang Ramadan dan lebaran, seberapa besar dampak momentum
             tahun ini untuk membangkitkan hulu dan hilir tekstil?
        A    Menjelang lebaran, berdasarkan informasi yang ada di pasar termasuk di
             Trisula sendiri, kapasitas saat ini berjalan sesuai target yang telah ditetapkan
             Perseroan.
  3     Q    Apa yang diperlukan pelaku industri saat ini dari pemerintah untuk
             mendorong pemulihan industri TPT?
        A    Pada dasarnya, industri TPT nasional memiliki kepentingan yang sama, yaitu
             mendorong penghapusan atau setidaknya pengurangan masuknya produk
             impor ilegal agar tidak membanjiri pasar, terutama pada periode
             permintaan tinggi seperti Ramadhan, Natal, dan Imlek
Page 3
Rama – Bisnis Indonesia

  1     Q     Pemerintah berencana menggelontorkan Rp101 triliun ke industri tekstil.
              Bagaimana BELL memandang rencana ini? Seberapa besar insentif ini
              mampu mendorong kinerja BELL yang belakangan tengah tertekan?
        A     Terkait dana Rp101 triliun yang disiapkan pemerintah, hingga saat ini kami
              belum memperoleh informasi spesifik mengenai bentuk maupun
              mekanisme insentif tersebut, sehingga dampaknya terhadap industri masih
              belum dapat kami perkirakan. Namun apabila dana tersebut dialokasikan
              untuk pembiayaan industri TPT, misalnya untuk peremajaan mesin serta
              penguatan ekosistem hulu melalui penyediaan pemasok dalam negeri
              dalam menggantikan produk atau bahan baku impor, maka manfaatnya
              akan lebih optimal. Pendekatan ini kami rasa akan lebih tepat dibandingkan
              pendirian pabrik baru yang bisa berpotensi menjadi pesaing bagi para
              pelaku industri TPT yang sudah ada.

              Jika ditanya mengenai seberapa besar insentif tersebut mendorong kinerja
              Perseroan, secara historis kinerja BELL pada Q4 selalu lebih baik
              dibandingkan Q3. Saat ini Perseroan masih dalam proses finalisasi laporan
              keuangan tahun buku 2025. Namun, dengan berbagai strategi yang sudah
              dijalankan, kami optimistis kinerja Q4 akan lebih baik dibandingkan Q3,
              sehingga kami optimis dapat menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang
              positif.
  2     Q     Berapa capex yang BELL alokasikan di tahun 2026? Dan bagaimana arah
              ekspansi BELL di tahun ini dengan capex tersebut?
        A     Tahun ini kami berencana menganggarkan capex sebesar Rp21 miliar.
              Alokasi ini mencakup restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses,
              pengembangan dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi
              yang lebih optimal, peningkatan otomatisasi dan ekspansi retail. Anggaran
              tersebut juga termasuk capex untuk pembukaan outlet baru retail JOBB dan
              Jack Nicklaus. Seluruh investasi capex dirancang sejalan dengan arus kas
              Perseroan dan diarahkan untuk memberikan return yang terukur melalui
              peningkatan produktivitas dan penguatan fondasi bisnis jangka panjang.


Daniel - Analis

  1     Q     Melihat penurunan Laba Bersih sebesar 29% pada 9M25 yang disebabkan
              oleh gempuran produk impor dan lesunya pasar domestik serta baru-baru
              ini Kementerian Keuangan, Pak Purbaya, membuat kebijakan stop impor
              thrifting. Apakah perusahaan berencana melakukan penyesuaian harga
              atau lebih fokus pada efisiensi biaya produksi? Apakah perusahaan
              berencana melakukan penyesuaian harga atau lebih fokus pada efisiensi
              biaya produksi ?
        A     Penurunan kinerja Q3 BELL secara historis dapat kami perbaiki di Q4 karena
              sebagian besar bisnis BELL seiring meningkatnya permintaan bisnis B2B.
              Selain itu, momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) turut mendorong
              kenaikan permintaan produk ritel JOBB dan Jack Nicklaus, yang belum
              terlihat pada Q3 karena belum adanya faktor musiman. Dengan demikian,
              kami tetap optimistis Q4 dapat mencatatkan kinerja yang solid, sehingga
              kami harap target penjualan 2025 berpeluang meningkat dibandingkan
              tahun buku 2024.
Page 4
        Terkait efisiensi biaya produksi, kami selalu memperkuat R&D, dan inovasi
        menjadi keunggulan dan keunikan bagi BELL. Sehingga pengaruh dari
        produk impor China bisa dikurangi pengaruhnya terhadap produk-produk
        yang dihasilkan BELL, sehingga kami tidak mengalami gangguan signifikan
        dalam penjualan. Sejalan dengan preferensi pasar yang menginginkan
        produk berbeda dan bernilai tambah, kami memproduksi sesuai kebutuhan
        pasar. Selain itu, konsistensi dalam peremajaan mesin turut menjaga
        efisiensi dan produktivitas, yang berdampak pada penekanan biaya
        produksi. Dengan demikian, kami berharap kinerja bottom line BELL dapat
        membaik dibandingkan tahun sebelumnya, dengan hasil (laporan keuangan)
        yang akan kami sampaikan melalui situs IDX.
2   Q   Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% untuk
        tahun 2026, sementara kinerja hingga September 2025 (9M25) masih
        mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 3%. Faktor apa yang akan
        berubah di tahun 2026 yang membuat manajemen optimis bisa
        membalikkan keadaan menjadi positif 8%?
    A   Seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa kinerja Q4 nantinya akan
        membantu BELL untuk meningkatkan kinerja penjualan.
3   Q   Terkait rencana pendirian Trisula Innovation Center (TIC). Bagaimana
        pusat inovasi ini akan secara spesifik membantu BELL memenangkan
        persaingan dengan produk impor yang lebih murah? Apakah fokusnya
        pada pengembangan material baru (R&D) atau pada kecepatan time-to-
        market untuk produk fashion?
    A   Kedua hal ini nantinya akan dilakukan di Trisula Innovation Center (TIC).
        Seperti yang kita ketahui, bahwa kekuatan dari BELL adalah ekosistem
        terintegrasi dengan PT Trisula Internasional Tbk (TRIS). Dengan adanya TIC,
        kami akan memperkuat kolaborasi dengan ekosistem internal Perusahaan
        serta menjalin kerja sama eksternal dengan para pemasok (supplier) untuk
        mendorong inovasi dalam menghadirkan produk unik dan fungsional yang
        dapat diterima pasar yang lebih luas. Saat ini, BELL telah memproduksi
        material daur ulang (recycle), kain tahan api, serta menjadi salah satu pabrik
        yang memiliki kapabilitas memproduksi kain stretch. Langkah ini menjadi
        strategi BELL untuk bersaing dengan produk asal China, melalui diferensiasi
        produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
4   Q   Saat ini BELL memiliki jaringan ritel yang luas dengan 129 gerai JOBB dan
        70 gerai Jack Nicklaus. Apakah akan ada rasionalisasi gerai yang kurang
        produktif, atau fokusnya murni pada efisiensi biaya administrasi tanpa
        mengurangi jumlah titik penjualan?
    A   Dalam mengoperasikan seluruh gerai, kami secara rutin melakukan evaluasi
        triwulanan untuk menilai kinerja setiap POS (Point of Sales), baik yang
        kurang produktif maupun yang memberikan kontribusi optimal. POS dengan
        kinerja baik akan terus kami kembangkan dan diperluas, sementara gerai
        yang kurang menguntungkan atau berada di pasar yang tidak prospektif
        akan ditutup dan digantikan dengan gerai baru yang memiliki prospek lebih
        baik.
Page 5
Alvaro & Tama – Publik dan Teddy – Analis

  1     Q    Pertanyaan terkait dengan pergerakan saham BELL saat ini yang sudah
             suspend 2 kali, kapan kira-kira selesai suspendnya dan apakah ada
             perubahan fundamental atau aksi korporasi besar yang belum terungkap
             ke publik yang membenarkan lonjakan harga BELL?
        A    Terkait dengan pergerakan saham, secara manajemen kami sangat
             mengapresiasi atas kepercayaan dari investor atau pemegang saham
             kepada kami. Namun secara manajemen hanya fokus untuk memperkuat
             fundamental bisnis dengan mengeksekusi rencana maupun target jangka
             panjang kami dari hari ke hari agar lebih baik.

             Strategi jangka panjang kami difokuskan pada penguatan fundamental
             melalui perbaikan margin dengan meningkatkan efisiensi produksi. Langkah
             ini telah kami lakukan melalui penerapan digitalisasi di seluruh Trisula
             Group, khususnya BELL, serta konsistensi dalam peremajaan mesin.
             Kehadiran mesin baru memungkinkan pengembangan produk yang lebih
             berkualitas dan inovatif, sekaligus mendukung efisiensi energi dan
             peningkatan produktivitas SDM.

             Dari inovasi yang terus kami lakukan diharapkan menghasilkan produk-
             produk unik dan disukai pasar dan berdaya saing. Selain itu, produk kami
             yaitu seragam banyak dilakukan di banyak instansi pemerintah, BUMN,
             perusahaan swasta, dan lainnya yang menginginkan produk berbeda dari
             yang mereka kenakan. Karena seperti yang kita tahu bahwa seragam
             merupakan identitas perusahaan.

             Untuk menciptakan inovasi, kami berkolaborasi dengan internal Trisula
             Group serta didukung pemasok eksternal, baik dari sisi bahan kimia maupun
             bahan baku benang. Salah satu inovasi yang kami kembangkan adalah
             benang daur ulang (recycle), dan pada tahun 2026 kami akan mulai
             mengekspor produk-produk daur ulang tersebut.

             Kami terus meningkatkan layanan untuk menjaga kepuasan pelanggan
             dengan memastikan pengiriman tepat waktu, kualitas produk sesuai
             harapan, serta menerapkan transparansi dan tata kelola perusahaan yang
             baik. Kepercayaan investor kami bangun melalui kinerja nyata dan
             komunikasi yang konsisten.
Page 6
Alif – Analis Ciptadana Sekuritas

  1     Q    Produk apa yang dipasarkan kepada pasar luar negeri? Apakah ke depan
             ada niat meningkatkan pangsa ekspor dan bagaimana strateginya? Pasar
             ekspor BELL bersifat niche karena kami tidak memproduksi produk umum.
             Meskipun secara omzet masih relatif kecil, dari sisi kuantitas ekspor terus
             meningkat setiap tahun. Strategi utama kami adalah memperkuat tim
             R&D dengan fokus pada inovasi produk sebagai kunci pengembangan
             pasar ekspor.
        A    Dalam memasarkan produk untuk diekspor, kami terlebih dahulu
             melakukan survei pasar. Kami memanfaatkan fasilitas Trisula Innovation
             Center untuk mengadakan live trade show bekerja sama dengan atase
             perdagangan dan ITPC di berbagai negara. Melalui kegiatan ini, kami
             memperkenalkan produk sekaligus mencari tahu kebutuhan masing-masing
             negara, yang kemudian menjadi dasar bagi tim R&D untuk mengembangkan
             produk yang sesuai. Dengan strategi ini, kami memanfaatkan keunggulan
             yang kami miliki dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar ekspor
             yang dituju
  2     Q    Dari capex Rp21 miliar, berapa % alokasi untuk peremajaan mesin?
             Kemudian berapa persen dari seluruh mesin existing yang direncanakan
             untuk diremajakan?
        A    Dari total capex, sekitar 70% dialokasikan untuk peremajaan mesin dan 30%
             untuk perluasan outlet retail JOBB dan Jack Nicklaus. Pada tahun 2026, kami
             memperkirakan peremajaan mesin sekitar 5–10%. Seluruh rencana capex
             akan didukung dengan visibility study yang mendalam agar investasi
             berjalan efektif, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mencapai
             target return on investment atau BEP yang telah ditetapkan.
  3     Q    Dari strategi konsolidasi back office serta automasi ke depannya, berapa
             dampak peningkatan operating/EBITDA margin?
        A    Konsolidasi back office dan otomasi menjadi bagian dari rencana kerja tahun
             2026, sejalan dengan langkah efisiensi dan penguatan R&D. Kami meyakini
             langkah ini akan meningkatkan EBITDA margin. Ke depan, selain otomasi,
             BELL juga akan memanfaatkan AI dalam perencanaan produksi untuk
             memperpendek lead time dan mengurangi waste.
  4     Q    Berapa % penjualan ke BUMN/Swasta? Apakah akan ada tambahan
             proyek dari pemerintah di 2026?
        A    Secara spesifik kami tidak membagi penjualan berdasarkan BUMN atau
             Swasta. Namun sebagai gambaran pada tahun 2025, 26% penjualan kami
             berasal dari institusi (Pemerintah & Swasta), 60% dari pasar ritel, dan sekitar
             6% dari ekspor.
Page 7
Dokumentasi Paparan Publik Perseroan melalui Zoom Meeting
Page 8
         Daftar Registrasi/Hadir Paparan Publik Insidentil Perseroan

No              Nama                 Status Undangan     Nama Instansi / Media

 1   Khorifa                              Media          Infobank
 2   Mutiara Nabila                       Media          Bisnis Indonesia
 3   Putu Rama                            Media          Bisnis Indonesia
 4   Vatrischa Putri                      Media          Kontan
 5   Zsazya                               Media          Investortrust.id
 6   Davy Rizqi Akbar                     Media          IDX
 7   Alif Ihsanario                       Analis         Tuntun Sekuritas
 8   Jovan Lemuel Rianta                  Analis         Tuntun Sekuritas
 9   Permada Darmono                      Analis         UBS
10   Alam Syahkalam                      Investor        Retail
11   Albar Alfandi                       Investor        Retail
12   Ali                                 Investor        Retail
13   Andi Ambar Yusufputra               Investor        Retail
14   Andi Muhammad Rafly                 Investor        Retail
15   BPR Artha Basudewa Abadi            Investor        Retail
16   Daniel                              Investor        Retail
17   Maulana                             Investor        Retail
18   Meyra                               Investor        Retail
19   Alfin Suhenda                       Investor        Retail
20   Riko Jovi Irawan                    Investor        Retail
21   Risang Agnijati                     Investor        Retail
22   Sanjaya                             Investor        Retail
23   Rizal Bangkit Jaya                   Publik
24   Agung AS                             Publik
25   Ais Zakky                            Publik
26   Miftahul Jannah                      Publik
27   Al                                   Publik
28   Alifia AR                            Publik
29   Alvaro                               Publik
30   Andari S                             Publik
31   Nayaka Reswara                       Publik
32   Dedie                                Publik
33   Lisa                                 Publik
34   Erni Rahmawati                       Publik
35   Esa                                  Publik
36   Fahmi A                              Publik
37   Genji Lestari                        Publik
38   Davy Rizqi Akbar                     Media          IDX
39   Ira                                  Publik
40   Lynz                                 Publik
41   Mohammad Alfian Aprilianto           Publik
Page 9
42   MP                           Publik
43   Muhammad Faiz                Publik
44   Muhammad Ichsan Fauzi        Publik
45   Muhammad Yusuf Hilmy         Publik
46   Nadia Suherlan               Publik
47   Narisa                       Publik
48   Nur Afifah                   Publik
49   R Sutejo                     Publik
50   Raymond Hadipratama          Publik
51   Riawan Hanif                 Publik
52   Ridwan Maulana               Publik
53   Siska                        Publik
54   Tama Hudra                   Publik
55   Tomy                         Publik
56   Werdin Suryadi               Publik
57   Yuma Enduro                  Publik
58   Zaki Maajid Al Bukhoori      Publik
59   Hendrawan Tekarang           Publik
60   Husni Mubarok                Publik
61   Ardha Luqman Eka Praditya    Publik
                                            PT Trisula Textile
62
     Terry Aditya                           Industries Tbk
                                            PT Trisula Textile
63
     Trisula Textile Industries             Industries Tbk
                                            PT Trisula Textile
64
     Aditya                                 Industries Tbk
                                            PT Trisula Textile
65
     Irfindo                                Industries Tbk
                                            PT Trisula Textile
66
     Karsongno Wongsodjaja                  Industries Tbk
                                            PT Trisula Textile
67
     Moderator                              Industries Tbk
                                            PT Trisula Textile
68                                IR Team
     F Dion                                 Industries Tbk
                                            PT Trisula Textile
69                                IR Team
     Vani                                   Industries Tbk
70   Jessica Budiman                        Trisula Group
71   Kresna                                 Trisula Group
72   Angelia Rosta                          Trisula Group
73   Marcus Brotoatmodjo                    Trisula Group
74   Patrick Jonathan                       Trisula Group

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.5 MB
Published26 Jan 2026
Pages9
Characters19,517
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Trisula Textile Industries Tbk p.2 ×3
linked person Karsongno Wongso Djaja p.2
linked person Heru Jatmiko Harrianto p.2
linked person Lukas Ginting p.2
possible person Mohammad Alfian p.8
possible person Muhammad Ichsan p.9
possible person Muhammad Yusuf p.9
possible person Jessica Budiman p.9
unresolved org Kementerian Keuangan p.3
unresolved person Purbaya p.3
unresolved org Trisula Internasional Tbk p.4 ×2
unresolved — Khorifa p.8
unresolved — Mutiara Nabila p.8
unresolved — Putu Rama p.8
unresolved — Vatrischa Putri p.8
unresolved — Zsazya p.8
unresolved — Davy Rizqi Akbar p.8 ×2
unresolved — Alif Ihsanario p.8
unresolved — Jovan Lemuel Rianta p.8
unresolved — Permada Darmono p.8
unresolved — Alam Syahkalam p.8
unresolved — Albar Alfandi p.8
unresolved — Ali p.8
unresolved — Andi Ambar Yusufputra p.8
unresolved person Andi Muhammad Rafly p.8 ×2
unresolved — BPR Artha Basudewa Abadi p.8
unresolved — Daniel p.8
unresolved — Maulana p.8
unresolved — Meyra p.8
unresolved — Alfin Suhenda p.8
unresolved — Riko Jovi Irawan p.8
unresolved — Risang Agnijati p.8
unresolved — Sanjaya p.8
unresolved org PT Trisula Textile p.9 ×8
unresolved org Industries Tbk p.9 ×8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result