Back to announcement
20260123_ANJT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32022060_lamp1.pdf
Other Text extracted ANJTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Jakarta, 23 Januari 2026
Nomor: 001-01/CS/ANJ/2026
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia (“Bursa”)
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Up. Yth. Ibu Vera Florida - Kepala Penilaian Perusahaan 1
Perihal : Jawaban atas Permintaan Penjelasan Bursa
Dengan hormat,
Kami mengacu pada surat dari Bursa No. S-00778/BEI.PP1/01-2026 tertanggal 20 Januari 2026
perihal Permintaan Penjelasan. Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini PT Austindo
Nusantara Jaya Tbk. (“Perseroan”), menyampaikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan
yang disampaikan oleh Bursa, sebagaimana diuraikan di bawah ini.
Penjelasan ini disusun berdasarkan data dan informasi yang tersedia pada Perseroan hingga
tanggal penyampaian surat ini, serta merujuk pada laporan keuangan Perseroan dan
keterbukaan informasi yang telah disampaikan sebelumnya kepada publik, dengan tetap
memperhatikan prinsip keterbukaan informasi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
1. Pada tanggal 19 Desember 2025, Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi
sehubungan dengan adanya Transaksi Material atas fasilitas term loan dengan PT Bank
Rakyat Indonesia (“BRI”) limit sebesar Rp 4.845.000.000.000 yang masing-masing dapat
dimanfaatkan oleh perusahaan terkendali Perseroan, dengan detail sebagai berikut:
• PT Sahabat Mewah dan Makmur (“SMM”) dengan limit sebesar Rp 1.635.000.000.000;
• PT Kayung Agro Lestari (“KALE”) dengan limit sebesar Rp 1.390.000.000.000;
• PT Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) dengan limit sebesar Rp 760.000.000.000;
• PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (“ANJAS”) dengan limit sebesar Rp
1.060.000.000.000.
Transaksi tersebut termasuk transaksi material karena nilainya melebihi 70,76% dari ekuitas
Perseroan. Agar dijelaskan terkait:
a. Alasan Perseroan memberikan term loan kepada empat perusahaan yang dikendalikan,
dengan total nilai Rp4.845.000.000.000.
Jawaban:
Fasilitas term loan dari BRI diberikan sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk
memperbaiki dan menata struktur pendanaan Perseroan secara keseluruhan.
Page 2
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
b. Tujuan penggunaan pinjaman tersebut oleh masing-masing perusahaan terkendali.
Jawaban:
Pinjaman tersebut digunakan untuk pembayaran kembali utang jangka pendek
(refinancing) serta mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha masing-
masing perusahaan terkendali ke depan.
c. Apakah terdapat aset Perseroan yang dijaminkan atas fasilitas pinjaman yang
ditandatangani dengan BRI? Jika iya, agar memberikan informasi terkait dengan aset-
aset Perseroan yang dijaminkan.
Jawaban:
Terdapat aset yang dijaminkan atas fasilitas pinjaman tersebut, berupa aset tanaman,
tanah, bangunan, serta fasilitas pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh masing-masing
perusahaan terkendali.
d. Potensi dampak terhadap kewajiban finansial Perseroan yang timbul akibat transaksi
pinjaman ini, terutama terkait dengan bunga dan pembayaran kembali pinjaman oleh
perusahaan terkendali.
Jawaban:
Pembayaran bunga dan kewajiban pelunasan pinjaman tidak diperkirakan menimbulkan
dampak material terhadap kinerja keuangan masing-masing perusahaan terkendali di
masa mendatang.
e. Bagaimana proses pengelolaan risiko dilakukan terkait dengan pinjaman yang diberikan,
dan apakah Perseroan memastikan bahwa perusahaan terkendali dapat memenuhi
kewajiban utangnya dengan lancar?
Jawaban:
Perseroan tetap melakukan pengelolaan risiko secara hati-hati, termasuk memastikan
kemampuan perusahaan terkendali dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
f. Apa dampak transaksi pinjaman material ini terhadap rasio-rasio keuangan Perseroan,
seperti Debt to Equity Ratio atau Debt to Asset Ratio?
Jawaban:
Dengan adanya pinjaman tersebut, rasio keuangan Perseroan seperti Debt to Equity Ratio
dan Debt to Asset Ratio mengalami peningkatan, namun masih berada dalam batas yang
wajar.
g. Pengaruh transaksi pinjaman ini terhadap hubungan Perseroan dengan kreditor lainnya.
Jawaban:
Perseroan tetap menjaga hubungan yang baik dengan para kreditor lainnya yang selama
ini mendukung kegiatan usaha Perseroan.
2. Berdasarkan Keterbukaan Informasi yang disampaikan Perseroan pada tanggal 2 Januari
2026, pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan menetapkan penghentian kegiatan
operasional 3 (tiga) anak usahanya, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Bogor, PT ANJ Agri
Papua, dan PT Gading Mas Indonesia Teguh. Keputusan tersebut diambil setelah
mempertimbangkan evaluasi kinerja operasional dan keuangan, di mana Direksi menilai
bahwa kegiatan operasional entitas-entitas anak tersebut tidak lagi sejalan dengan strategi
bisnis jangka menengah dan jangka panjang Perseroan. Penghentian kegiatan operasional
Page 3
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
atas entitas-entitas anak tersebut tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap
kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha
Perseroan secara keseluruhan. Agar dijelaskan terkait:
a. Apa alasan utama yang mendasari keputusan Perseroan untuk menghentikan kegiatan
operasional PT Austindo Nusantara Jaya Bogor, PT ANJ Agri Papua, dan PT Gading
Mas Indonesia Teguh?
Jawaban:
Keputusan penghentian kegiatan operasional ketiga anak usaha tersebut merupakan
bagian dari penyesuaian strategi jangka panjang Perseroan, dengan fokus pada
pengembangan usaha sesuai dengan kompetensi inti Perseroan di bidang perkebunan
kelapa sawit serta optimalisasi entitas anak yang memberikan kontribusi positif.
b. Bagaimana evaluasi kinerja operasional dan keuangan Perseroan mempengaruhi
keputusan untuk menghentikan kegiatan operasional di ketiga anak usaha tersebut?
Jawaban:
Berdasarkan evaluasi kinerja operasional dan keuangan, ketiga anak usaha tersebut
tidak menunjukkan perbaikan kinerja yang memadai dalam jangka waktu yang panjang,
sehingga dipandang tidak lagi sejalan dengan arah strategi Perseroan.
c. Apakah penghentian kegiatan operasional ini sejalan dengan perubahan strategi bisnis
jangka menengah dan jangka panjang Perseroan, dan bagaimana hal ini mendukung
tujuan jangka panjang perusahaan?
Jawaban:
Penghentian kegiatan operasional tersebut sejalan dengan strategi jangka menengah
dan jangka panjang Perseroan, sebagaimana dijelaskan pada poin a di atas, dan
mendukung fokus Perseroan terhadap penguatan usaha inti.
d. Apa dampak finansial yang diharapkan dari penghentian kegiatan operasional anak
usaha tersebut, baik dalam hal penghematan biaya maupun potensi kerugian yang
ditanggungkan?
Jawaban:
Penghentian kegiatan operasional atas ketiga anak usaha tersebut diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi dan profitabilitas Perseroan secara keseluruhan pada periode
mendatang.
e. Apakah Perseroan telah melakukan evaluasi menyeluruh mengenai dampak hukum dari
penghentian kegiatan operasional ini, terutama terkait dengan kewajiban kontraktual
atau hubungan dengan pihak ketiga?
Jawaban:
Perseroan telah melakukan evaluasi atas dampak hukum dari penghentian kegiatan
operasional tersebut dan tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban kontraktual
yang berlaku terhadap pihak ketiga.
f. Bagaimana keputusan ini mempengaruhi reputasi dan hubungan Perseroan dengan
pemangku kepentingan, termasuk investor, karyawan, dan pihak ketiga terkait?
Jawaban:
Perseroan tetap menjaga reputasi serta hubungan yang baik dengan para pemangku
kepentingan, termasuk investor, karyawan, dan pihak ketiga terkait.
g. Apakah terdapat rencana untuk mengalihkan sumber daya atau aset yang ada di ketiga
Page 4
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
anak usaha tersebut?
Jawaban:
Untuk sementara waktu, sumber daya dan aset pada ketiga anak usaha tersebut masih
dipertahankan, sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari manajemen.
h. Berapa kontribusi pendapatan masing-masing entitas anak (PT Austindo Nusantara
Jaya Bogor, PT ANJ Agri Papua, dan PT Gading Mas Indonesia Teguh) terhadap
pendapatan konsolidasian Perseroan dalam 3 (tiga) tahun buku terakhir?
Jawaban:
Kontribusi pendapatan ketiga anak usaha tersebut terhadap pendapatan konsolidasian
Perseroan dalam tiga tahun buku terakhir masing-masing berada di bawah 3%.
i. Apakah terdapat entitas anak yang secara individual memenuhi kriteria materialitas
(misalnya >5% atau >10%) terhadap pendapatan, aset, atau laba rugi Perseroan?
Jawaban:
Tidak terdapat entitas anak yang secara individual memenuhi kriteria materialitas
terhadap pendapatan, aset, maupun laba rugi Perseroan.
j. Berapa persentase kontribusi laba/rugi masing-masing entitas anak terhadap laba rugi
konsolidasian Perseroan?
Jawaban:
Ketiga anak usaha tersebut secara konsisten mencatatkan kerugian dan tidak
memberikan kontribusi positif terhadap laba rugi konsolidasian Perseroan.
3. Melanjutkan pertanyaan nomor 2, di website Perseroan, operasional Perseroan di area
Sorong Selatan dijalankan oleh PT ANJ Agri Papua yang melakukan penanaman sagu.
Dalam Laporan Keuangan, Perseroan juga mengungkapkan tiga Entitas Anak yang
beroperasi di Sorong Selatan yaitu PT Putera Manunggal Perkasa, PT Permata Putera
Mandiri, dan PT Lestari Sagu Papua. Selain itu dalam Catatan atas Laporan Keuangan
(CALK) nomor 13 tentang tanaman produktif, Perseroan membukukan saldo bersih
tanaman menghasilkan terbesar berlokasi di Sorong Selatan dengan nilai US$115,2 juta.
Rincian sebagai berikut:
Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan:
a. Apakah penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua berdampak pada
operasional tiga Entitas Anak yang beroperasi di Sorong Selatan?
Jawaban:
Page 5
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua tidak berdampak terhadap
kegiatan operasional entitas lain maupun aktivitas tanaman menghasilkan di Sorong
Selatan, karena kegiatan usaha lainnya yang masih berada dalam kelompok usaha
Perseroan tetap berjalan.
b. Apakah penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua berdampak pada nilai
tanaman menghasilkan di Sorong Selatan mengingat nilainya merupakan komposisi
terbesar dari seluruh tanaman menghasilkan?
Jawaban:
Penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua tidak berdampak terhadap nilai
tanaman menghasilkan Perseroan di Sorong Selatan, mengingat kegiatan usaha
yang dihentikan tidak terkait langsung dengan pengelolaan tanaman menghasilkan
lainnya yang masih berada dalam kelompok usaha Perseroan.
c. Tanaman dan produk agrikultur yang dikelola pada masing-masing daerah.
Jawaban:
Di wilayah Sorong Selatan, Perseroan mengelola tanaman kelapa sawit serta
kegiatan pengolahan sagu.
d. Dampak penghentian kegiatan operasional lainnya dari kedua Entitas Anak yang lain
terhadap Entitas Anak Tidak Langsung dan tanaman menghasilkan Perseoran.
Jawaban:
Penghentian kegiatan operasional atas PT ANJ Agri Papua tidak menimbulkan
dampak terhadap kegiatan operasional entitas lain yang masih menjadi bagian dari
Perseroan maupun terhadap tanaman menghasilkan Perseroan secara keseluruhan.
4. Berdasarkan CALK nomor 7 dan 41 pada Laporan Keuangan TW III Tahun 2025, terdapat
kenaikan signifikan pada saldo piutang usaha pihak berelasi.
Page 6
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Perseroan mencatatkan saldo piutang usaha per 30 September 2025 sebesar US$24,95
juta dari sebelumnya sebesar US$869.778 per 31 Desember 2024. Selain itu, terdapat
perbedaan jumlah saldo piutang pihak berelasi yang belum dilunasi sebesar US$24,3 juta
pada CALK 7 dan US$21,9 juta pada CALK 41. Saat ini juga belum terdapat disclosure atas
umur piutang usaha. Agar dijelaskan terkait:
a. Apa penyebab peningkatan signifikan piutang usaha Perseroan kepada pihak berelasi?
Jawaban:
Peningkatan piutang usaha kepada pihak berelasi terutama disebabkan oleh
perubahan ketentuan perdagangan (trading terms) atas penjualan produk dari
sebelumnya pembayaran tunai menjadi pembayaran dengan jangka waktu tertentu.
b. Penyebab pada tahun sebelumnya tidak terdapat piutang atas produk kelapa sawit
kepada pihak berelasi tersebut.
Jawaban:
Pada tahun sebelumnya, sebagian besar penjualan dilakukan secara tunai atau
dengan pembayaran di muka, sehingga tidak terdapat saldo piutang usaha kepada
pihak berelasi.
c. Rincian transaksi dengan pihak berelasi dan penjelasan yang dilakukan dengan setiap
pihak berelasi yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Jawaban:
d. Rincian atas umur piutang usaha.
Jawaban:
Seluruh piutang usaha kepada pihak berelasi masih berada dalam jangka waktu
pembayaran sesuai dengan ketentuan yang disepakati dan belum melewati jatuh
tempo material.
Page 7
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
e. Penyebab belum terdapat disclosure atas umur piutang usaha mempertimbangkan
pengungkapan tersebut membantu untuk menilai kolektibilitas pelanggan Perseroan.
Jawaban:
Pada saat penyusunan laporan keuangan, piutang usaha kepada pihak berelasi dinilai
masih berada dalam kondisi tertagih, sehingga belum disajikan pengungkapan umur
piutang secara terperinci.
f. Nature dari piutang berelasi tersebut.
Jawaban:
Piutang usaha pihak berelasi tersebut merupakan piutang yang timbul dari transaksi
penjualan produk kepada pihak berelasi dengan ketentuan pembayaran tertentu.
g. Penyebab terdapat perbedaan terhadap saldo piutang pihak berelasi pada CALK 7 dan
CALK 41 tersebut.
Jawaban:
Perbedaan saldo piutang pihak berelasi antara CALK 7 dan CALK 41 disebabkan oleh
perbedaan ruang lingkup pengungkapan dan klasifikasi akun sesuai dengan tujuan
masing-masing catatan atas laporan keuangan.
h. Apakah Perseroan memiliki transaksi dengan pihak berelasi selain yang dijelaskan
dalam CALK 41?
Jawaban:
Selain yang telah diungkapkan dalam CALK 41, tidak terdapat transaksi lain dengan
pihak berelasi.
5. Berdasarkan CALK 8, Perseroan mencatatkan peningkatan pada piutang lain-lain sebesar
54,40% atau meningkat dari sebelumnya US$480.366 menjadi US$741.673. Peningkatan
ini terutama dari segmen lain-lain yang mengalami peningkatan sebesar 116,52% dari
sebelumnya US$259.803 menjadi US$562.538 ribu per 30 September 2025. Pada tahun
2024, entitas anak langsung Perseroan yaitu PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT)
melakukan penghapusan atas piutang dari petani sebesar Rp3,4 miliar (setara dengan
US$220.822) yang seluruhnya telah dilakukan penyisihan kerugian penurunan nilai. Agar
dijelaskan terkait:
a. Penyebab peningkatan piutang lain-lain sebesar 54,40% dari US$480.366 per 31
Desember 2024 menjadi US$741.673 per 30 September 2025.
Jawaban:
Peningkatan piutang lain-lain terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan barang
gudang kepada pihak berelasi yang pada tanggal pelaporan belum dilakukan
penyelesaian pembayaran.
b. Faktor utama yang mendorong segmen lain-lain mengalami peningkatan sebesar
116,52%, dari US$259.803 menjadi US$562.538 per 30 September 2025.
Jawaban:
Peningkatan segmen lain-lain terutama berasal dari penambahan piutang karyawan
serta piutang petani atas produk agricultural.
c. Penyebab pada tahun 2024 PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) menghapus
piutang dari petani sebesar Rp3,4 miliar (setara dengan US$220.822).
Jawaban:
Page 8
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Penghapusan piutang petani dilakukan setelah Perseroan memperoleh kepastian
bahwa piutang tersebut tidak memiliki kemungkinan tertagih, dan seluruh nilai piutang
tersebut telah dilakukan penyisihan kerugian penurunan nilai sebelumnya.
d. Bagaimana pengaruh penghapusan piutang petani tersebut terhadap kinerja keuangan
GMIT dan laporan keuangan konsolidasian Perseroan?
Jawaban:
Penghapusan piutang petani tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap
kinerja keuangan GMIT maupun laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
e. Potensi risiko piutang lain-lain yang dapat mengalami penurunan nilai atau
penghapusan serupa di masa mendatang, dan bagaimana Perseroan mengelola risiko
tersebut?
Jawaban:
Perseroan melakukan pengelolaan piutang lain-lain secara prudent, dan penurunan
nilai atau penghapusan piutang hanya dilakukan apabila terdapat indikasi yang kuat
bahwa piutang tidak dapat tertagih.
6. Berdasarkan CALK 12, terdapat penurunan signifikan atas saldo investasi pada efek
ekuitas dari sebelumnya sebesar US$4,26 juta menjadi US$803. Penurunan signifikan
terutama pada Cyprium Australia Pty Ltd. dari sebelumnya harga perolehan sebesar
US$2,91 juta menjadi US$803 namun belum terdapat penjelasan terkait kapan penurunan
nilai tersebut terjadi. Agar dijelaskan terkait:
a. Latar belakang dan faktor utama yang mendasari penurunan signifikan nilai investasi
tersebut, termasuk periode penurunan nilai.
Jawaban:
Penurunan nilai investasi pada Cyprium Australia Pty Ltd. terjadi sebagai akibat dari
penurunan harga pasar saham perusahaan tersebut pada periode berjalan.
b. Bagaimana penurunan nilai investasi tersebut diakui? Apakah secara bertahap pada
beberapa periode atau dibebankan dalam satu periode pelaporan?
Jawaban:
Penurunan nilai investasi tersebut diakui secara berkala dengan membandingkan nilai
tercatat investasi terhadap nilai pasar saham yang berlaku pada setiap periode
pelaporan.
c. Rencana tindak lanjut atas investasi pada Cyprium Australia Pty Ltd., termasuk opsi
pelepasan, penambahan investasi, atau penghentian investasi ke depan.
Jawaban:
Perseroan saat ini masih mempertahankan investasi pada Cyprium Australia Pty Ltd.
dan tidak memiliki rencana penambahan investasi ke depan.
7. Berdasarkan CALK 15, terdapat penurunan signifikan atas saldo aset tak berwujud dari
sebelumnya US$893.806 menjadi US$210.760 per 30 September 2025 atau mengalami
penurunan sebesar 76,42%. Penurunan ini terutama dikarenakan adanya reklasifikasi hak
atas tanah pada tahun berjalan sebesar US$636.530. Agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab penurunan signifikan yang disebabkan adanya reklasifikasi hak atas tanah
pada tahun berjalan sebesar US$636.530.
Page 9
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Jawaban:
Penurunan signifikan aset tak berwujud terutama disebabkan oleh reklasifikasi hak
atas tanah ke dalam akun aset tetap pada tahun berjalan.
b. Bagaimana pengaruh reklasifikasi hak atas tanah sebesar US$636.530 terhadap nilai
tercatat aset tak berwujud.
Jawaban:
Reklasifikasi hak atas tanah tersebut mengakibatkan penurunan nilai tercatat aset tak
berwujud sesuai dengan perubahan klasifikasi akuntansi.
c. Apakah ada potensi penurunan lebih lanjut atau penghapusan lainnya terkait dengan
aset tak berwujud yang perlu dipertimbangkan oleh Perseroan di masa depan?
Jawaban:
Sampai dengan tanggal pelaporan, Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan
penurunan nilai atau penghapusan tambahan atas aset tak berwujud.
d. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa hak atas tanah yang direklasifikasi tersebut
sudah sesuai dengan ketentuan?
Jawaban:
Reklasifikasi hak atas tanah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan praktik akuntansi
yang berlaku umum.
8. Berdasarkan CALK 16, Perseroan mencatatkan peningkatan signifikan saldo aset hak-guna
dari sebelumnya US$124.484 menjadi US$548.243 per 30 September 2025 atau
mengalami peningkatan sebesar 76,42%. Peningkatan ini terutama berasal dari adanya
penambahan aset hak guna atas properti neto sebesar US$471.378. Agar dijelaskan
terkait:
a. Jenis properti yang dimaksud dengan penambahan aset hak-guna tersebut.
Jawaban:
Penambahan aset hak-guna tersebut berasal dari perjanjian sewa ruang kantor di
Menara SMBC Jakarta.
b. Bagaimana properti tersebut mendukung operasional Perseroan?
Jawaban:
Ruang kantor tersebut digunakan untuk kegiatan kantor pusat dan mendukung
operasional Perseroan.
9. Berdasarkan CALK 21, utang bank jangka pendek Perseroan meningkat signifikan menjadi
US$143,43 juta dari sebelumnya US$14,20 juta per 31 Desember 2024. Kenaikan sebesar
910% ini mencerminkan peningkatan ketergantungan Perseroan pada pendanaan jangka
pendek. Agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab peningkatan signifikan pada utang bank jangka pendek Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan utang bank jangka pendek merupakan pendanaan sementara yang
digunakan dalam rangka refinancing atas utang bank yang telah ada.
b. Bagaimana dampak dari kenaikan utang bank jangka pendek sebesar 910% terhadap
struktur pendanaan dan arus kas operasional Perseroan?
Jawaban:
Page 10
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Perseroan sedang melakukan penataan struktur pendanaan melalui pengajuan
fasilitas pinjaman jangka panjang kepada BRI guna meningkatkan pengelolaan arus
kas dan profil jatuh tempo kewajiban. Persetujuan atas fasilitas pinjaman tersebut telah
diperoleh pada 19 Desember 2025.
c. Apa tujuan utama penggunaan utang bank jangka pendek yang diterima selama
periode berjalan?
Jawaban:
Utang bank jangka pendek digunakan sementara waktu untuk keperluan refinancing
atas utang bank sebelumnya.
d. Bagaimana Perseroan mengelola risiko terkait dengan ketergantungan pada utang
jangka pendek yang sangat besar, terutama dalam hal pengelolaan likuiditas dan risiko
suku bunga?
Jawaban:
Pengelolaan risiko pendanaan dilakukan melalui penataan kembali struktur utang
sebagaimana dijelaskan pada poin b di atas, sehingga risiko likuiditas dan suku bunga
tetap dapat dikelola dengan baik.
10. Berdasarkan CALK 5, pada tanggal 31 Desember 2024, rekening milik anak usaha
Perseroan yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA), PT Sahabat Mewah dan Makmur
(SMM), PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS), PT Permata Putera Mandiri (PPM)
dan PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) di PT Bank OCBC NISP Tbk digunakan sebagai
jaminan atas utang bank yang diperoleh dari PT Bank OCBC NISP Tbk. Agar dijelaskan
terkait:
a. Alasan Perseroan dan anak usaha menggunakan rekening di PT Bank OCBC NISP
Tbk sebagai jaminan atas utang bank yang diperoleh dari bank tersebut.
Jawaban:
Penggunaan rekening milik entitas tersebut merupakan jaminan tambahan atas
fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank OCBC NISP Tbk.
b. Total utang bank yang dijamin dengan rekening anak usaha Perseroan, dan
bagaimana hal ini mempengaruhi kewajiban jangka panjang atau jangka pendek
Perseroan.
Jawaban:
Fasilitas pinjaman yang dijamin dengan rekening tersebut telah dilunasi sepenuhnya,
sehingga tidak lagi menimbulkan kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang
bagi Perseroan.
c. Bagaimana penggunaan rekening sebagai jaminan ini mempengaruhi arus kas dan
fleksibilitas finansial anak usaha yang terlibat dalam jaminan?
Jawaban:
Penggunaan rekening sebagai jaminan tidak berdampak terhadap arus kas maupun
fleksibilitas finansial entitas terkait, mengingat fasilitas pinjaman tersebut telah dilunasi
sepenuhnya.
d. Apakah ada risiko likuiditas yang timbul bagi anak usaha terkait dengan pembatasan
penggunaan rekening yang dijadikan jaminan, dan bagaimana hal ini dikelola oleh
manajemen?
Page 11
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Jawaban:
Tidak terdapat risiko likuiditas yang timbul dari penggunaan rekening sebagai jaminan,
karena pinjaman terkait telah diselesaikan seluruhnya.
e. Apakah ada rencana untuk menghapus jaminan rekening ini dalam waktu dekat, dan
bagaimana hal ini akan mempengaruhi struktur utang dan modal kerja Perseroan?
Jawaban:
Sehubungan dengan telah dilunasinya fasilitas pinjaman dimaksud, jaminan rekening
tersebut tidak lagi berlaku.
f. Bagaimana pengaruh penggunaan rekening anak usaha sebagai jaminan terhadap
kebijakan keuangan dan strategi pendanaan jangka panjang Perseroan dan anak
usaha yang terlibat?
Jawaban:
Dengan berakhirnya fasilitas pinjaman tersebut, tidak terdapat dampak terhadap
kebijakan keuangan maupun strategi pendanaan jangka panjang Perseroan.
11. Berdasarkan CALK 22, Perseroan mencatatkan saldo utang usaha per 30 September 2025
sebesar US$12,52 juta atau meningkat 47,15% dari sebelumnya sebesar US$8,51 juta per
31 Desember 2024. Peningkatan signifikan tersebut terutama berasal dari peningkatan
utang usaha atas produk minyak kelapa sawit kepada pihak ketiga sebesar US$4,01 juta.
Tidak terdapat peningkatan signifikan atas utang usaha atas sagu dan lain-lain. Agar
dijelaskan terkait:
a. Penyebab peningkatan signifikan pada saldo utang usaha atas produk minyak kelapa
sawit kepada pihak ketiga sebesar US$4,01 juta Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan saldo utang usaha tersebut disebabkan oleh perubahan strategi
pembelian tandan buah segar, dari sebelumnya pembayaran tunai menjadi
pembayaran dengan jangka waktu tertentu.
b. Bagaimana Perseroan mengelola risiko terkait dengan peningkatan utang usaha yang
lebih tinggi terhadap satu produk (minyak kelapa sawit), yang bisa meningkatkan
ketergantungan pada pemasok tertentu?
Jawaban:
Sebagai bagian dari kelompok usaha First Resources, Perseroan memiliki jaringan
pemasok yang terdiversifikasi, sehingga risiko ketergantungan pada pemasok tertentu
dapat dikelola dengan baik.
12. Berdasarkan CALK 24, utang lain-lain menurun signifikan menjadi US$2,11 juta dari
US$7,29 juta pada akhir 2024, atau turun sekitar 71%. Agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab penurunan signifikan pada saldo utang lain-lain Perseroan.
Jawaban:
Penurunan utang lain-lain terutama disebabkan oleh pelunasan kewajiban yang
dilakukan oleh Kelompok Usaha pada periode berjalan.
b. Kewajiban non-usaha apa saja yang diselesaikan sehingga mengurangi utang lain-lain
secara material pada periode berjalan?
Jawaban:
Page 12
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Selain pelunasan, penurunan saldo utang lain-lain juga dipengaruhi oleh reklasifikasi
utang atas pembelian tandan buah segar (TBS) dari akun utang lain-lain ke utang
akrual pada tahun 2025.
13. Berdasarkan CALK 25, biaya masih harus dibayar meningkat menjadi US$11,09 juta dari
US$5,67 juta pada akhir 2024, atau naik sekitar 95,7%. Agar dijelaskan terkait:
a. Penyebab peningkatan signifikan pada biaya masih harus dibayar Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan biaya masih harus dibayar berasal dari pengakuan biaya operasional
yang telah terjadi namun belum ditagihkan atau belum dibayarkan pada tanggal
pelaporan, termasuk biaya jasa profesional, biaya logistik dan operasional, serta biaya
administrasi dan umum.
b. Rincian dari biaya masih harus dibayar lain-lain yang meningkat signifikan pada tahun
2025.
Jawaban:
Biaya masih harus dibayar lain-lain antara lain mencakup biaya yang direklasifikasikan
dari utang lain-lain ke utang akrual, khususnya terkait pembelian tandan buah segar
(TBS) pada tahun 2025.
c. Biaya masih harus dibayar jenis apa saja yang meningkat secara signifikan pada
periode ini, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kewajiban jangka pendek
Perseroan?
Jawaban:
Peningkatan yang signifikan terutama berasal dari pengakuan biaya operasional yang
belum ditagihkan dan belum dibayarkan pada tanggal pelaporan.
d. Bagaimana manajemen memastikan bahwa kewajiban biaya masih harus dibayar ini
dapat diselesaikan dengan lancar tanpa menambah risiko terhadap stabilitas finansial
Perseroan?
Jawaban:
Perseroan menerapkan pengelolaan risiko keuangan secara hati-hati dan memastikan
bahwa kewajiban biaya masih harus dibayar dapat dipenuhi sesuai dengan
ketersediaan kas dan perencanaan keuangan Perseroan, tanpa menimbulkan risiko
terhadap stabilitas keuangan.
14. Berdasarkan CALK 16, liabilitas sewa Perseroan sebelumnya tercatat sangat kecil namun
meningkat drastis. Total liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang adalah sekitar
US$20 ribu pada 30 September 2025 dibandingkan sekitar US$559 ribu pada 31 Desember
2024, atau meningkat sekitar 26,95 kali dari saldo periode sebelumnya. Agar dijelaskan
terkait:
a. Penyebab peningkatan signifikan pada liabilitas sewa Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan liabilitas sewa disebabkan oleh renewal dan perpanjangan perjanjian
sewa guna usaha yang dilakukan pada bulan April 2025.
b. Apakah peningkatan liabilitas sewa ini terkait dengan penambahan kontrak sewa baru,
atau perubahan dalam klasifikasi liabilitas sewa dari sebelumnya?
Page 13
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Jawaban:
Peningkatan liabilitas sewa tersebut berkaitan dengan renewal dan perpanjangan
sewa guna usaha pada bulan April 2025, dan bukan disebabkan oleh perubahan
klasifikasi liabilitas sewa.
c. Apakah liabilitas sewa yang tercatat dalam laporan keuangan saat ini melibatkan sewa
jangka panjang atau sewa jangka pendek, dan bagaimana hal ini mempengaruhi
struktur pendanaan Perseroan?
Jawaban:
Perjanjian sewa guna usaha tersebut telah diakhiri (terminated) pada bulan November
2025, sehingga tidak terdapat lagi liabilitas sewa guna usaha pada saat pelaporan
periode berikutnya, dan hal tersebut tidak berdampak terhadap struktur pendanaan
Perseroan ke depan
d. Apa langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan untuk mengelola kewajiban sewa
yang meningkat ini dan memastikan bahwa kewajiban tersebut tidak membebani arus
kas operasional?
Jawaban:
Perseroan menerapkan pengelolaan risiko keuangan secara hati-hati dan memastikan
bahwa seluruh kewajiban sewa dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan perjanjian,
tanpa membebani arus kas operasional Perseroan.
15. Berdasarkan CALK 31, per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan
sebesar US$187,79 juta, meningkat dari sebelumnya sebesar US$168,42 juta per 30
September 2024. Perseroan juga berhasil meningkatkan efektivitas pemanfaatan beban
pokok pendapatan dari US$141,88 juta per 30 September 2024 menjadi US$137,61 juta
per 30 September 2025. Laba bersih tahun berjalan per 30 September 2025 meningkat
menjadi US$23,89 juta dari sebelumnya US$1,04 juta per 30 September 2024. Agar
dijelaskan terkait:
a. Penyebab peningkatan pendapatan Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan pendapatan Perseroan terutama disebabkan oleh kenaikan harga jual
produk kelapa sawit pada periode berjalan.
b. Apakah peningkatan pendapatan ini lebih banyak disebabkan oleh volume penjualan
yang lebih tinggi, harga yang lebih baik, atau faktor lain seperti ekspansi pasar atau
produk baru?
Jawaban:
Peningkatan pendapatan tersebut lebih dipengaruhi oleh perbaikan harga jual, bukan
oleh peningkatan volume penjualan maupun ekspansi produk atau pasar baru.
c. Bagaimana Perseroan berhasil menurunkan beban pokok pendapatan dari US$141,88
juta per 30 September 2024 menjadi US$137,61 juta per 30 September 2025,
meskipun ada peningkatan pendapatan?
Jawaban:
Penurunan beban pokok pendapatan terutama berasal dari efisiensi biaya produksi
kelapa sawit serta penghentian kegiatan operasional beberapa anak usaha.
Page 14
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
d. Langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan untuk meningkatkan efektivitas dalam
pengelolaan beban pokok pendapatan.
Jawaban:
Perseroan melakukan pengendalian biaya operasional, optimalisasi proses produksi,
serta sinergi operasional dalam kelompok usaha First Resources untuk meningkatkan
efisiensi.
e. Bagaimana Perseroan mengelola biaya operasional dan struktur pendapatan untuk
memastikan bahwa kenaikan laba bersih ini dapat dipertahankan atau ditingkatkan di
masa depan?
Jawaban:
Perseroan menjaga struktur biaya yang efisien dan organisasi yang ramping untuk
mendukung keberlanjutan kinerja keuangan dan profitabilitas ke depan.
16. Berdasarkan CALK 34, terdapat penurunan sebesar 19,6% dari sebelumnya sebesar
US$3,69 menjadi US$2,97 juta per 30 September 2025. Komponen terbesar atas beban
umum dan administrasi Perseroan berasal dari jasa profesional. Agar dijelaskan terkait:
a. Faktor apa yang menjadi penyebab utama penurunan beban umum dan administrasi
sebesar 19,6% dari US$3,69 juta menjadi US$2,97 juta per 30 September 2025?
Jawaban:
Penurunan beban umum dan administrasi terutama disebabkan oleh penurunan biaya
denda pajak, biaya perjalanan dinas dan transportasi, biaya sewa, serta biaya
keanggotaan.
b. Komponen layanan yang dicakup pada beban jasa profesional.
Jawaban:
Beban jasa profesional mencakup layanan konsultasi profesional yang digunakan
Perseroan untuk mendukung kegiatan operasional dan kepatuhan Perseroan
c. Pihak-pihak penyedia jasanya profesional dan masing-masing besarannya.
Jawaban:
Penyedia jasa profesional merupakan pihak ketiga yang independen, dengan nilai jasa
yang disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan masing-masing.
d. Scope kerja sama kepada pihak-pihak tersebut.
Jawaban:
Ruang lingkup kerja sama dengan penyedia jasa profesional meliputi dukungan
operasional, administrasi, dan kepatuhan, sesuai dengan kebutuhan Perseroan pada
periode berjalan.
e. Apakah terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan penyedia jasa profesional
tersebut, dan jika ada, bagaimana mekanisme penetapan harganya?
Jawaban:
Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dan penyedia jasa profesional
tersebut. Penetapan harga dilakukan berdasarkan kesepakatan komersial yang wajar.
f. Bagaimana proyeksi beban umum dan administrasi, khususnya jasa profesional,
hingga akhir tahun buku 2025 dan tahun berikutnya?
Jawaban:
Page 15
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
Perseroan berupaya menjaga efisiensi biaya, termasuk beban jasa profesional, pada
periode berikutnya.
g. Apakah penurunan beban umum dan administrasi tersebut berdampak pada kualitas
operasional, kepatuhan, atau fungsi pengendalian internal Perseroan?
Jawaban:
Penurunan beban umum dan administrasi tidak berdampak signifikan terhadap
kualitas operasional, kepatuhan, maupun fungsi pengendalian internal Perseroan.
17. Berdasarkan Laporan Arus Kas Perseroan, arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas
operasi mengalami penurunan dari US431,65 juta per 30 September 2024 menjadi
US$24,53 juta per 30 September 2025. Penurunan ini terjadi karena menurunnya jumlah
penerimaan kas dari pelanggan sementara pembayaran imbalan kerja meningkat. Agar
dijelaskan terkait:
a. Penyebab utama penurunan arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi.
Jawaban:
Penurunan arus kas operasi terutama disebabkan oleh penurunan penerimaan kas dari
pelanggan akibat perubahan ketentuan perdagangan dari pembayaran tunai menjadi
pembayaran dengan jangka waktu, serta peningkatan pembayaran imbalan kerja pada
periode berjalan.
b. Mengapa terjadi penurunan penerimaan kas dari pelanggan, mengingat pendapatan
dan piutang Perseroan pada tahun berjalan justru meningkat cukup signifikan?
Jawaban:
Penurunan penerimaan kas terjadi karena perubahan ketentuan pembayaran,
sehingga sebagian pendapatan pada periode berjalan belum diterima dalam bentuk
kas pada tanggal pelaporan.
c. Apakah terdapat potensi bahwa piutang tersebut sulit untuk tertagih oleh Perseroan?
Jawaban:
Perseroan tidak menghadapi kesulitan dalam penagihan piutang, mengingat penjualan
dilakukan kepada pihak berelasi sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
d. Bagaimana Perseroan mengelola potensi risiko tersebut?
Jawaban:
Perseroan melakukan pengelolaan risiko piutang secara hati-hati, termasuk
pemantauan atas pemenuhan kewajiban pembayaran oleh pihak terkait.
e. Apakah ada faktor eksternal lain yang mempengaruhi arus kas dari pelanggan pada
periode berjalan?
Jawaban:
Tidak ada faktor eksternal lainnya yang berpengaruh terhadap arus kas dari
pelanggan.
f. Apa yang menyebabkan pembayaran imbalan kerja meningkat?
Jawaban:
Peningkatan pembayaran imbalan kerja terutama disebabkan oleh pembayaran
pesangon kepada karyawan sehubungan dengan adanya perubahan kepemilikan
Perseroan.
Page 16
PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Jakarta Office : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878
g. Bagaimana pengaruh dari peningkatan pembayaran imbalan kerja terhadap likuiditas
Perseroan, dan apakah hal ini mencerminkan perubahan dalam kebijakan
kompensasi?
Jawaban:
Peningkatan pembayaran imbalan kerja tidak mencerminkan perubahan kebijakan
kompensasi Perseroan dan tidak berdampak signifikan terhadap likuiditas, mengingat
sifatnya yang tidak berulang.
h. Bagaimana rencana Perseroan untuk meningkatkan penerimaan kas dari pelanggan
atau mengurangi beban terkait pembayaran imbalan kerja untuk mengembalikan arus
kas operasional?
Jawaban:
Seiring dengan berjalannya waktu, penerimaan kas dari pelanggan diharapkan kembali
normal, dan pembayaran pesangon yang timbul akibat perubahan kepemilikan tidak
akan berulang pada periode berikutnya.
i. Apa dampak dari penurunan arus kas bersih ini terhadap kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek?
Jawaban:
Penurunan arus kas dari aktivitas operasi tidak menimbulkan dampak material
terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
18. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
hidup Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, yang belum
diungkapkan kepada masyarakat.
Jawaban:
Sampai dengan tanggal penyampaian penjelasan ini, tidak terdapat informasi atau kejadian
penting lainnya yang bersifat material yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
Perseroan dan/atau harga saham Perseroan, selain yang telah diungkapkan dalam
keterbukaan informasi dan laporan keuangan Perseroan.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.
Hilman Lukito
Direktur/Sekretaris Perusahaan
***
Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Vera Florida
p.1
unresolved
org
PT Sahabat Mewah
p.1 ×2
unresolved
org
PT Kayung Agro Lestari
p.1
unresolved
org
PT Austindo Nusantara Jaya Agri
p.1 ×2
unresolved
org
PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais
p.1 ×2
unresolved
org
PT Austindo Nusantara Jaya Bogor
p.2 ×3
unresolved
org
PT ANJ Agri Papua
p.2 ×9
unresolved
org
PT Gading Mas Indonesia Teguh.
p.2 ×5
unresolved
org
PT Lestari Sagu Papua. Selain
p.4
unresolved
org
Cyprium Australia Pty Ltd.
p.8 ×4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.