Skip to content
Back to announcement

20260123_ANJT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32022060_lamp1.pdf

Other Text extracted ANJT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 16

Page 1
               PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
              Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                                 Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




Jakarta, 23 Januari 2026


Nomor: 001-01/CS/ANJ/2026

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia (“Bursa”)
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

Up. Yth. Ibu Vera Florida - Kepala Penilaian Perusahaan 1

Perihal : Jawaban atas Permintaan Penjelasan Bursa

Dengan hormat,

Kami mengacu pada surat dari Bursa No. S-00778/BEI.PP1/01-2026 tertanggal 20 Januari 2026
perihal Permintaan Penjelasan. Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini PT Austindo
Nusantara Jaya Tbk. (“Perseroan”), menyampaikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan
yang disampaikan oleh Bursa, sebagaimana diuraikan di bawah ini.

Penjelasan ini disusun berdasarkan data dan informasi yang tersedia pada Perseroan hingga
tanggal penyampaian surat ini, serta merujuk pada laporan keuangan Perseroan dan
keterbukaan informasi yang telah disampaikan sebelumnya kepada publik, dengan tetap
memperhatikan prinsip keterbukaan informasi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

1.    Pada tanggal 19 Desember 2025, Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi
      sehubungan dengan adanya Transaksi Material atas fasilitas term loan dengan PT Bank
      Rakyat Indonesia (“BRI”) limit sebesar Rp 4.845.000.000.000 yang masing-masing dapat
      dimanfaatkan oleh perusahaan terkendali Perseroan, dengan detail sebagai berikut:
     • PT Sahabat Mewah dan Makmur (“SMM”) dengan limit sebesar Rp 1.635.000.000.000;
     • PT Kayung Agro Lestari (“KALE”) dengan limit sebesar Rp 1.390.000.000.000;
     • PT Austindo Nusantara Jaya Agri (“ANJA”) dengan limit sebesar Rp 760.000.000.000;
     • PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (“ANJAS”) dengan limit sebesar Rp
         1.060.000.000.000.
     Transaksi tersebut termasuk transaksi material karena nilainya melebihi 70,76% dari ekuitas
     Perseroan. Agar dijelaskan terkait:

     a. Alasan Perseroan memberikan term loan kepada empat perusahaan yang dikendalikan,
        dengan total nilai Rp4.845.000.000.000.
        Jawaban:
        Fasilitas term loan dari BRI diberikan sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk
        memperbaiki dan menata struktur pendanaan Perseroan secara keseluruhan.
Page 2
               PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
              Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                                 Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




     b. Tujuan penggunaan pinjaman tersebut oleh masing-masing perusahaan terkendali.
        Jawaban:
        Pinjaman tersebut digunakan untuk pembayaran kembali utang jangka pendek
        (refinancing) serta mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha masing-
        masing perusahaan terkendali ke depan.
     c. Apakah terdapat aset Perseroan yang dijaminkan atas fasilitas pinjaman yang
        ditandatangani dengan BRI? Jika iya, agar memberikan informasi terkait dengan aset-
        aset Perseroan yang dijaminkan.
        Jawaban:
        Terdapat aset yang dijaminkan atas fasilitas pinjaman tersebut, berupa aset tanaman,
        tanah, bangunan, serta fasilitas pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh masing-masing
        perusahaan terkendali.
     d. Potensi dampak terhadap kewajiban finansial Perseroan yang timbul akibat transaksi
        pinjaman ini, terutama terkait dengan bunga dan pembayaran kembali pinjaman oleh
        perusahaan terkendali.
        Jawaban:
        Pembayaran bunga dan kewajiban pelunasan pinjaman tidak diperkirakan menimbulkan
        dampak material terhadap kinerja keuangan masing-masing perusahaan terkendali di
        masa mendatang.
     e. Bagaimana proses pengelolaan risiko dilakukan terkait dengan pinjaman yang diberikan,
        dan apakah Perseroan memastikan bahwa perusahaan terkendali dapat memenuhi
        kewajiban utangnya dengan lancar?
        Jawaban:
        Perseroan tetap melakukan pengelolaan risiko secara hati-hati, termasuk memastikan
        kemampuan perusahaan terkendali dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman
        sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
     f. Apa dampak transaksi pinjaman material ini terhadap rasio-rasio keuangan Perseroan,
        seperti Debt to Equity Ratio atau Debt to Asset Ratio?
        Jawaban:
        Dengan adanya pinjaman tersebut, rasio keuangan Perseroan seperti Debt to Equity Ratio
        dan Debt to Asset Ratio mengalami peningkatan, namun masih berada dalam batas yang
        wajar.
     g. Pengaruh transaksi pinjaman ini terhadap hubungan Perseroan dengan kreditor lainnya.
        Jawaban:
        Perseroan tetap menjaga hubungan yang baik dengan para kreditor lainnya yang selama
        ini mendukung kegiatan usaha Perseroan.

2.   Berdasarkan Keterbukaan Informasi yang disampaikan Perseroan pada tanggal 2 Januari
     2026, pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan menetapkan penghentian kegiatan
     operasional 3 (tiga) anak usahanya, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Bogor, PT ANJ Agri
     Papua, dan PT Gading Mas Indonesia Teguh. Keputusan tersebut diambil setelah
     mempertimbangkan evaluasi kinerja operasional dan keuangan, di mana Direksi menilai
     bahwa kegiatan operasional entitas-entitas anak tersebut tidak lagi sejalan dengan strategi
     bisnis jangka menengah dan jangka panjang Perseroan. Penghentian kegiatan operasional
Page 3
         PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
        Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                           Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




atas entitas-entitas anak tersebut tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap
kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha
Perseroan secara keseluruhan. Agar dijelaskan terkait:
a. Apa alasan utama yang mendasari keputusan Perseroan untuk menghentikan kegiatan
    operasional PT Austindo Nusantara Jaya Bogor, PT ANJ Agri Papua, dan PT Gading
    Mas Indonesia Teguh?
    Jawaban:
    Keputusan penghentian kegiatan operasional ketiga anak usaha tersebut merupakan
    bagian dari penyesuaian strategi jangka panjang Perseroan, dengan fokus pada
    pengembangan usaha sesuai dengan kompetensi inti Perseroan di bidang perkebunan
    kelapa sawit serta optimalisasi entitas anak yang memberikan kontribusi positif.
b. Bagaimana evaluasi kinerja operasional dan keuangan Perseroan mempengaruhi
    keputusan untuk menghentikan kegiatan operasional di ketiga anak usaha tersebut?
    Jawaban:
    Berdasarkan evaluasi kinerja operasional dan keuangan, ketiga anak usaha tersebut
    tidak menunjukkan perbaikan kinerja yang memadai dalam jangka waktu yang panjang,
    sehingga dipandang tidak lagi sejalan dengan arah strategi Perseroan.
c. Apakah penghentian kegiatan operasional ini sejalan dengan perubahan strategi bisnis
    jangka menengah dan jangka panjang Perseroan, dan bagaimana hal ini mendukung
    tujuan jangka panjang perusahaan?
    Jawaban:
    Penghentian kegiatan operasional tersebut sejalan dengan strategi jangka menengah
    dan jangka panjang Perseroan, sebagaimana dijelaskan pada poin a di atas, dan
    mendukung fokus Perseroan terhadap penguatan usaha inti.
d. Apa dampak finansial yang diharapkan dari penghentian kegiatan operasional anak
    usaha tersebut, baik dalam hal penghematan biaya maupun potensi kerugian yang
    ditanggungkan?
    Jawaban:
    Penghentian kegiatan operasional atas ketiga anak usaha tersebut diharapkan dapat
    meningkatkan efisiensi dan profitabilitas Perseroan secara keseluruhan pada periode
    mendatang.
e. Apakah Perseroan telah melakukan evaluasi menyeluruh mengenai dampak hukum dari
    penghentian kegiatan operasional ini, terutama terkait dengan kewajiban kontraktual
    atau hubungan dengan pihak ketiga?
    Jawaban:
    Perseroan telah melakukan evaluasi atas dampak hukum dari penghentian kegiatan
    operasional tersebut dan tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban kontraktual
    yang berlaku terhadap pihak ketiga.
f. Bagaimana keputusan ini mempengaruhi reputasi dan hubungan Perseroan dengan
    pemangku kepentingan, termasuk investor, karyawan, dan pihak ketiga terkait?
    Jawaban:
    Perseroan tetap menjaga reputasi serta hubungan yang baik dengan para pemangku
    kepentingan, termasuk investor, karyawan, dan pihak ketiga terkait.
g. Apakah terdapat rencana untuk mengalihkan sumber daya atau aset yang ada di ketiga
Page 4
           PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
          Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                             Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




      anak usaha tersebut?
      Jawaban:
      Untuk sementara waktu, sumber daya dan aset pada ketiga anak usaha tersebut masih
      dipertahankan, sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari manajemen.
h.    Berapa kontribusi pendapatan masing-masing entitas anak (PT Austindo Nusantara
      Jaya Bogor, PT ANJ Agri Papua, dan PT Gading Mas Indonesia Teguh) terhadap
      pendapatan konsolidasian Perseroan dalam 3 (tiga) tahun buku terakhir?
      Jawaban:
      Kontribusi pendapatan ketiga anak usaha tersebut terhadap pendapatan konsolidasian
      Perseroan dalam tiga tahun buku terakhir masing-masing berada di bawah 3%.
i.    Apakah terdapat entitas anak yang secara individual memenuhi kriteria materialitas
      (misalnya >5% atau >10%) terhadap pendapatan, aset, atau laba rugi Perseroan?
      Jawaban:
      Tidak terdapat entitas anak yang secara individual memenuhi kriteria materialitas
      terhadap pendapatan, aset, maupun laba rugi Perseroan.
j.    Berapa persentase kontribusi laba/rugi masing-masing entitas anak terhadap laba rugi
      konsolidasian Perseroan?
      Jawaban:
      Ketiga anak usaha tersebut secara konsisten mencatatkan kerugian dan tidak
      memberikan kontribusi positif terhadap laba rugi konsolidasian Perseroan.

3. Melanjutkan pertanyaan nomor 2, di website Perseroan, operasional Perseroan di area
   Sorong Selatan dijalankan oleh PT ANJ Agri Papua yang melakukan penanaman sagu.
   Dalam Laporan Keuangan, Perseroan juga mengungkapkan tiga Entitas Anak yang
   beroperasi di Sorong Selatan yaitu PT Putera Manunggal Perkasa, PT Permata Putera
   Mandiri, dan PT Lestari Sagu Papua. Selain itu dalam Catatan atas Laporan Keuangan
   (CALK) nomor 13 tentang tanaman produktif, Perseroan membukukan saldo bersih
   tanaman menghasilkan terbesar berlokasi di Sorong Selatan dengan nilai US$115,2 juta.
   Rincian sebagai berikut:




     Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan:
     a. Apakah penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua berdampak pada
         operasional tiga Entitas Anak yang beroperasi di Sorong Selatan?
         Jawaban:
Page 5
         PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
        Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                           Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




      Penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua tidak berdampak terhadap
      kegiatan operasional entitas lain maupun aktivitas tanaman menghasilkan di Sorong
      Selatan, karena kegiatan usaha lainnya yang masih berada dalam kelompok usaha
      Perseroan tetap berjalan.
   b. Apakah penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua berdampak pada nilai
      tanaman menghasilkan di Sorong Selatan mengingat nilainya merupakan komposisi
      terbesar dari seluruh tanaman menghasilkan?
      Jawaban:
      Penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua tidak berdampak terhadap nilai
      tanaman menghasilkan Perseroan di Sorong Selatan, mengingat kegiatan usaha
      yang dihentikan tidak terkait langsung dengan pengelolaan tanaman menghasilkan
      lainnya yang masih berada dalam kelompok usaha Perseroan.
   c. Tanaman dan produk agrikultur yang dikelola pada masing-masing daerah.
      Jawaban:
      Di wilayah Sorong Selatan, Perseroan mengelola tanaman kelapa sawit serta
      kegiatan pengolahan sagu.
   d. Dampak penghentian kegiatan operasional lainnya dari kedua Entitas Anak yang lain
      terhadap Entitas Anak Tidak Langsung dan tanaman menghasilkan Perseoran.
      Jawaban:
      Penghentian kegiatan operasional atas PT ANJ Agri Papua tidak menimbulkan
      dampak terhadap kegiatan operasional entitas lain yang masih menjadi bagian dari
      Perseroan maupun terhadap tanaman menghasilkan Perseroan secara keseluruhan.

4. Berdasarkan CALK nomor 7 dan 41 pada Laporan Keuangan TW III Tahun 2025, terdapat
   kenaikan signifikan pada saldo piutang usaha pihak berelasi.
Page 6
        PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
      Jakarta Office    : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                          Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




Perseroan mencatatkan saldo piutang usaha per 30 September 2025 sebesar US$24,95
juta dari sebelumnya sebesar US$869.778 per 31 Desember 2024. Selain itu, terdapat
perbedaan jumlah saldo piutang pihak berelasi yang belum dilunasi sebesar US$24,3 juta
pada CALK 7 dan US$21,9 juta pada CALK 41. Saat ini juga belum terdapat disclosure atas
umur piutang usaha. Agar dijelaskan terkait:

a. Apa penyebab peningkatan signifikan piutang usaha Perseroan kepada pihak berelasi?
   Jawaban:
   Peningkatan piutang usaha kepada pihak berelasi terutama disebabkan oleh
   perubahan ketentuan perdagangan (trading terms) atas penjualan produk dari
   sebelumnya pembayaran tunai menjadi pembayaran dengan jangka waktu tertentu.
b. Penyebab pada tahun sebelumnya tidak terdapat piutang atas produk kelapa sawit
   kepada pihak berelasi tersebut.
   Jawaban:
   Pada tahun sebelumnya, sebagian besar penjualan dilakukan secara tunai atau
   dengan pembayaran di muka, sehingga tidak terdapat saldo piutang usaha kepada
   pihak berelasi.
c. Rincian transaksi dengan pihak berelasi dan penjelasan yang dilakukan dengan setiap
   pihak berelasi yang terjadi sepanjang tahun 2025.
   Jawaban:




d. Rincian atas umur piutang usaha.
   Jawaban:
   Seluruh piutang usaha kepada pihak berelasi masih berada dalam jangka waktu
   pembayaran sesuai dengan ketentuan yang disepakati dan belum melewati jatuh
   tempo material.
Page 7
           PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
          Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                             Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




    e. Penyebab belum terdapat disclosure atas umur piutang usaha mempertimbangkan
       pengungkapan tersebut membantu untuk menilai kolektibilitas pelanggan Perseroan.
       Jawaban:
       Pada saat penyusunan laporan keuangan, piutang usaha kepada pihak berelasi dinilai
       masih berada dalam kondisi tertagih, sehingga belum disajikan pengungkapan umur
       piutang secara terperinci.
    f. Nature dari piutang berelasi tersebut.
       Jawaban:
       Piutang usaha pihak berelasi tersebut merupakan piutang yang timbul dari transaksi
       penjualan produk kepada pihak berelasi dengan ketentuan pembayaran tertentu.
    g. Penyebab terdapat perbedaan terhadap saldo piutang pihak berelasi pada CALK 7 dan
       CALK 41 tersebut.
       Jawaban:
       Perbedaan saldo piutang pihak berelasi antara CALK 7 dan CALK 41 disebabkan oleh
       perbedaan ruang lingkup pengungkapan dan klasifikasi akun sesuai dengan tujuan
       masing-masing catatan atas laporan keuangan.
    h. Apakah Perseroan memiliki transaksi dengan pihak berelasi selain yang dijelaskan
       dalam CALK 41?
       Jawaban:
       Selain yang telah diungkapkan dalam CALK 41, tidak terdapat transaksi lain dengan
       pihak berelasi.

5. Berdasarkan CALK 8, Perseroan mencatatkan peningkatan pada piutang lain-lain sebesar
   54,40% atau meningkat dari sebelumnya US$480.366 menjadi US$741.673. Peningkatan
   ini terutama dari segmen lain-lain yang mengalami peningkatan sebesar 116,52% dari
   sebelumnya US$259.803 menjadi US$562.538 ribu per 30 September 2025. Pada tahun
   2024, entitas anak langsung Perseroan yaitu PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT)
   melakukan penghapusan atas piutang dari petani sebesar Rp3,4 miliar (setara dengan
   US$220.822) yang seluruhnya telah dilakukan penyisihan kerugian penurunan nilai. Agar
   dijelaskan terkait:
    a. Penyebab peningkatan piutang lain-lain sebesar 54,40% dari US$480.366 per 31
        Desember 2024 menjadi US$741.673 per 30 September 2025.
        Jawaban:
        Peningkatan piutang lain-lain terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan barang
        gudang kepada pihak berelasi yang pada tanggal pelaporan belum dilakukan
        penyelesaian pembayaran.
    b. Faktor utama yang mendorong segmen lain-lain mengalami peningkatan sebesar
        116,52%, dari US$259.803 menjadi US$562.538 per 30 September 2025.
        Jawaban:
        Peningkatan segmen lain-lain terutama berasal dari penambahan piutang karyawan
        serta piutang petani atas produk agricultural.
    c. Penyebab pada tahun 2024 PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) menghapus
        piutang dari petani sebesar Rp3,4 miliar (setara dengan US$220.822).
        Jawaban:
Page 8
            PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
          Jakarta Office    : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                              Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




       Penghapusan piutang petani dilakukan setelah Perseroan memperoleh kepastian
       bahwa piutang tersebut tidak memiliki kemungkinan tertagih, dan seluruh nilai piutang
       tersebut telah dilakukan penyisihan kerugian penurunan nilai sebelumnya.
    d. Bagaimana pengaruh penghapusan piutang petani tersebut terhadap kinerja keuangan
       GMIT dan laporan keuangan konsolidasian Perseroan?
       Jawaban:
       Penghapusan piutang petani tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap
       kinerja keuangan GMIT maupun laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
    e. Potensi risiko piutang lain-lain yang dapat mengalami penurunan nilai atau
       penghapusan serupa di masa mendatang, dan bagaimana Perseroan mengelola risiko
       tersebut?
       Jawaban:
       Perseroan melakukan pengelolaan piutang lain-lain secara prudent, dan penurunan
       nilai atau penghapusan piutang hanya dilakukan apabila terdapat indikasi yang kuat
       bahwa piutang tidak dapat tertagih.

6. Berdasarkan CALK 12, terdapat penurunan signifikan atas saldo investasi pada efek
   ekuitas dari sebelumnya sebesar US$4,26 juta menjadi US$803. Penurunan signifikan
   terutama pada Cyprium Australia Pty Ltd. dari sebelumnya harga perolehan sebesar
   US$2,91 juta menjadi US$803 namun belum terdapat penjelasan terkait kapan penurunan
   nilai tersebut terjadi. Agar dijelaskan terkait:
    a. Latar belakang dan faktor utama yang mendasari penurunan signifikan nilai investasi
         tersebut, termasuk periode penurunan nilai.
         Jawaban:
         Penurunan nilai investasi pada Cyprium Australia Pty Ltd. terjadi sebagai akibat dari
         penurunan harga pasar saham perusahaan tersebut pada periode berjalan.
    b. Bagaimana penurunan nilai investasi tersebut diakui? Apakah secara bertahap pada
         beberapa periode atau dibebankan dalam satu periode pelaporan?
         Jawaban:
         Penurunan nilai investasi tersebut diakui secara berkala dengan membandingkan nilai
         tercatat investasi terhadap nilai pasar saham yang berlaku pada setiap periode
         pelaporan.
    c. Rencana tindak lanjut atas investasi pada Cyprium Australia Pty Ltd., termasuk opsi
         pelepasan, penambahan investasi, atau penghentian investasi ke depan.
         Jawaban:
         Perseroan saat ini masih mempertahankan investasi pada Cyprium Australia Pty Ltd.
         dan tidak memiliki rencana penambahan investasi ke depan.

7. Berdasarkan CALK 15, terdapat penurunan signifikan atas saldo aset tak berwujud dari
   sebelumnya US$893.806 menjadi US$210.760 per 30 September 2025 atau mengalami
   penurunan sebesar 76,42%. Penurunan ini terutama dikarenakan adanya reklasifikasi hak
   atas tanah pada tahun berjalan sebesar US$636.530. Agar dijelaskan terkait:
   a. Penyebab penurunan signifikan yang disebabkan adanya reklasifikasi hak atas tanah
        pada tahun berjalan sebesar US$636.530.
Page 9
           PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
          Jakarta Office    : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                              Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




        Jawaban:
        Penurunan signifikan aset tak berwujud terutama disebabkan oleh reklasifikasi hak
        atas tanah ke dalam akun aset tetap pada tahun berjalan.
   b.   Bagaimana pengaruh reklasifikasi hak atas tanah sebesar US$636.530 terhadap nilai
        tercatat aset tak berwujud.
        Jawaban:
        Reklasifikasi hak atas tanah tersebut mengakibatkan penurunan nilai tercatat aset tak
        berwujud sesuai dengan perubahan klasifikasi akuntansi.
   c.   Apakah ada potensi penurunan lebih lanjut atau penghapusan lainnya terkait dengan
        aset tak berwujud yang perlu dipertimbangkan oleh Perseroan di masa depan?
        Jawaban:
        Sampai dengan tanggal pelaporan, Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan
        penurunan nilai atau penghapusan tambahan atas aset tak berwujud.
   d.   Bagaimana Perseroan memastikan bahwa hak atas tanah yang direklasifikasi tersebut
        sudah sesuai dengan ketentuan?
        Jawaban:
        Reklasifikasi hak atas tanah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan praktik akuntansi
        yang berlaku umum.

8. Berdasarkan CALK 16, Perseroan mencatatkan peningkatan signifikan saldo aset hak-guna
   dari sebelumnya US$124.484 menjadi US$548.243 per 30 September 2025 atau
   mengalami peningkatan sebesar 76,42%. Peningkatan ini terutama berasal dari adanya
   penambahan aset hak guna atas properti neto sebesar US$471.378. Agar dijelaskan
   terkait:
   a. Jenis properti yang dimaksud dengan penambahan aset hak-guna tersebut.
        Jawaban:
        Penambahan aset hak-guna tersebut berasal dari perjanjian sewa ruang kantor di
        Menara SMBC Jakarta.
   b. Bagaimana properti tersebut mendukung operasional Perseroan?
        Jawaban:
        Ruang kantor tersebut digunakan untuk kegiatan kantor pusat dan mendukung
        operasional Perseroan.

9. Berdasarkan CALK 21, utang bank jangka pendek Perseroan meningkat signifikan menjadi
   US$143,43 juta dari sebelumnya US$14,20 juta per 31 Desember 2024. Kenaikan sebesar
   910% ini mencerminkan peningkatan ketergantungan Perseroan pada pendanaan jangka
   pendek. Agar dijelaskan terkait:
   a. Penyebab peningkatan signifikan pada utang bank jangka pendek Perseroan.
       Jawaban:
       Peningkatan utang bank jangka pendek merupakan pendanaan sementara yang
       digunakan dalam rangka refinancing atas utang bank yang telah ada.
   b. Bagaimana dampak dari kenaikan utang bank jangka pendek sebesar 910% terhadap
       struktur pendanaan dan arus kas operasional Perseroan?
       Jawaban:
Page 10
             PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
           Jakarta Office      : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                                 Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




         Perseroan sedang melakukan penataan struktur pendanaan melalui pengajuan
         fasilitas pinjaman jangka panjang kepada BRI guna meningkatkan pengelolaan arus
         kas dan profil jatuh tempo kewajiban. Persetujuan atas fasilitas pinjaman tersebut telah
         diperoleh pada 19 Desember 2025.
    c.   Apa tujuan utama penggunaan utang bank jangka pendek yang diterima selama
         periode berjalan?
         Jawaban:
         Utang bank jangka pendek digunakan sementara waktu untuk keperluan refinancing
         atas utang bank sebelumnya.
    d.   Bagaimana Perseroan mengelola risiko terkait dengan ketergantungan pada utang
         jangka pendek yang sangat besar, terutama dalam hal pengelolaan likuiditas dan risiko
         suku bunga?
         Jawaban:
         Pengelolaan risiko pendanaan dilakukan melalui penataan kembali struktur utang
         sebagaimana dijelaskan pada poin b di atas, sehingga risiko likuiditas dan suku bunga
         tetap dapat dikelola dengan baik.

10. Berdasarkan CALK 5, pada tanggal 31 Desember 2024, rekening milik anak usaha
    Perseroan yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA), PT Sahabat Mewah dan Makmur
    (SMM), PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS), PT Permata Putera Mandiri (PPM)
    dan PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) di PT Bank OCBC NISP Tbk digunakan sebagai
    jaminan atas utang bank yang diperoleh dari PT Bank OCBC NISP Tbk. Agar dijelaskan
    terkait:
     a. Alasan Perseroan dan anak usaha menggunakan rekening di PT Bank OCBC NISP
         Tbk sebagai jaminan atas utang bank yang diperoleh dari bank tersebut.
         Jawaban:
         Penggunaan rekening milik entitas tersebut merupakan jaminan tambahan atas
         fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank OCBC NISP Tbk.
     b. Total utang bank yang dijamin dengan rekening anak usaha Perseroan, dan
         bagaimana hal ini mempengaruhi kewajiban jangka panjang atau jangka pendek
         Perseroan.
         Jawaban:
         Fasilitas pinjaman yang dijamin dengan rekening tersebut telah dilunasi sepenuhnya,
         sehingga tidak lagi menimbulkan kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang
         bagi Perseroan.
     c. Bagaimana penggunaan rekening sebagai jaminan ini mempengaruhi arus kas dan
         fleksibilitas finansial anak usaha yang terlibat dalam jaminan?
         Jawaban:
         Penggunaan rekening sebagai jaminan tidak berdampak terhadap arus kas maupun
         fleksibilitas finansial entitas terkait, mengingat fasilitas pinjaman tersebut telah dilunasi
         sepenuhnya.
     d. Apakah ada risiko likuiditas yang timbul bagi anak usaha terkait dengan pembatasan
         penggunaan rekening yang dijadikan jaminan, dan bagaimana hal ini dikelola oleh
         manajemen?
Page 11
           PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
          Jakarta Office    : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                              Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




        Jawaban:
        Tidak terdapat risiko likuiditas yang timbul dari penggunaan rekening sebagai jaminan,
        karena pinjaman terkait telah diselesaikan seluruhnya.
   e.   Apakah ada rencana untuk menghapus jaminan rekening ini dalam waktu dekat, dan
        bagaimana hal ini akan mempengaruhi struktur utang dan modal kerja Perseroan?
        Jawaban:
        Sehubungan dengan telah dilunasinya fasilitas pinjaman dimaksud, jaminan rekening
        tersebut tidak lagi berlaku.
   f.   Bagaimana pengaruh penggunaan rekening anak usaha sebagai jaminan terhadap
        kebijakan keuangan dan strategi pendanaan jangka panjang Perseroan dan anak
        usaha yang terlibat?
        Jawaban:
        Dengan berakhirnya fasilitas pinjaman tersebut, tidak terdapat dampak terhadap
        kebijakan keuangan maupun strategi pendanaan jangka panjang Perseroan.

11. Berdasarkan CALK 22, Perseroan mencatatkan saldo utang usaha per 30 September 2025
    sebesar US$12,52 juta atau meningkat 47,15% dari sebelumnya sebesar US$8,51 juta per
    31 Desember 2024. Peningkatan signifikan tersebut terutama berasal dari peningkatan
    utang usaha atas produk minyak kelapa sawit kepada pihak ketiga sebesar US$4,01 juta.
    Tidak terdapat peningkatan signifikan atas utang usaha atas sagu dan lain-lain. Agar
    dijelaskan terkait:
    a. Penyebab peningkatan signifikan pada saldo utang usaha atas produk minyak kelapa
         sawit kepada pihak ketiga sebesar US$4,01 juta Perseroan.
         Jawaban:
         Peningkatan saldo utang usaha tersebut disebabkan oleh perubahan strategi
         pembelian tandan buah segar, dari sebelumnya pembayaran tunai menjadi
         pembayaran dengan jangka waktu tertentu.
    b. Bagaimana Perseroan mengelola risiko terkait dengan peningkatan utang usaha yang
         lebih tinggi terhadap satu produk (minyak kelapa sawit), yang bisa meningkatkan
         ketergantungan pada pemasok tertentu?
         Jawaban:
         Sebagai bagian dari kelompok usaha First Resources, Perseroan memiliki jaringan
         pemasok yang terdiversifikasi, sehingga risiko ketergantungan pada pemasok tertentu
         dapat dikelola dengan baik.

12. Berdasarkan CALK 24, utang lain-lain menurun signifikan menjadi US$2,11 juta dari
    US$7,29 juta pada akhir 2024, atau turun sekitar 71%. Agar dijelaskan terkait:
    a. Penyebab penurunan signifikan pada saldo utang lain-lain Perseroan.
        Jawaban:
        Penurunan utang lain-lain terutama disebabkan oleh pelunasan kewajiban yang
        dilakukan oleh Kelompok Usaha pada periode berjalan.
    b. Kewajiban non-usaha apa saja yang diselesaikan sehingga mengurangi utang lain-lain
        secara material pada periode berjalan?
        Jawaban:
Page 12
            PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
           Jakarta Office    : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                               Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




        Selain pelunasan, penurunan saldo utang lain-lain juga dipengaruhi oleh reklasifikasi
        utang atas pembelian tandan buah segar (TBS) dari akun utang lain-lain ke utang
        akrual pada tahun 2025.

13. Berdasarkan CALK 25, biaya masih harus dibayar meningkat menjadi US$11,09 juta dari
    US$5,67 juta pada akhir 2024, atau naik sekitar 95,7%. Agar dijelaskan terkait:
    a. Penyebab peningkatan signifikan pada biaya masih harus dibayar Perseroan.
        Jawaban:
        Peningkatan biaya masih harus dibayar berasal dari pengakuan biaya operasional
        yang telah terjadi namun belum ditagihkan atau belum dibayarkan pada tanggal
        pelaporan, termasuk biaya jasa profesional, biaya logistik dan operasional, serta biaya
        administrasi dan umum.
    b. Rincian dari biaya masih harus dibayar lain-lain yang meningkat signifikan pada tahun
        2025.
        Jawaban:
        Biaya masih harus dibayar lain-lain antara lain mencakup biaya yang direklasifikasikan
        dari utang lain-lain ke utang akrual, khususnya terkait pembelian tandan buah segar
        (TBS) pada tahun 2025.
    c. Biaya masih harus dibayar jenis apa saja yang meningkat secara signifikan pada
        periode ini, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kewajiban jangka pendek
        Perseroan?
        Jawaban:
        Peningkatan yang signifikan terutama berasal dari pengakuan biaya operasional yang
        belum ditagihkan dan belum dibayarkan pada tanggal pelaporan.
    d. Bagaimana manajemen memastikan bahwa kewajiban biaya masih harus dibayar ini
        dapat diselesaikan dengan lancar tanpa menambah risiko terhadap stabilitas finansial
        Perseroan?
        Jawaban:
        Perseroan menerapkan pengelolaan risiko keuangan secara hati-hati dan memastikan
        bahwa kewajiban biaya masih harus dibayar dapat dipenuhi sesuai dengan
        ketersediaan kas dan perencanaan keuangan Perseroan, tanpa menimbulkan risiko
        terhadap stabilitas keuangan.

14. Berdasarkan CALK 16, liabilitas sewa Perseroan sebelumnya tercatat sangat kecil namun
    meningkat drastis. Total liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang adalah sekitar
    US$20 ribu pada 30 September 2025 dibandingkan sekitar US$559 ribu pada 31 Desember
    2024, atau meningkat sekitar 26,95 kali dari saldo periode sebelumnya. Agar dijelaskan
    terkait:
    a. Penyebab peningkatan signifikan pada liabilitas sewa Perseroan.
         Jawaban:
         Peningkatan liabilitas sewa disebabkan oleh renewal dan perpanjangan perjanjian
         sewa guna usaha yang dilakukan pada bulan April 2025.
    b. Apakah peningkatan liabilitas sewa ini terkait dengan penambahan kontrak sewa baru,
         atau perubahan dalam klasifikasi liabilitas sewa dari sebelumnya?
Page 13
            PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
           Jakarta Office    : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                               Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




        Jawaban:
        Peningkatan liabilitas sewa tersebut berkaitan dengan renewal dan perpanjangan
        sewa guna usaha pada bulan April 2025, dan bukan disebabkan oleh perubahan
        klasifikasi liabilitas sewa.
   c.   Apakah liabilitas sewa yang tercatat dalam laporan keuangan saat ini melibatkan sewa
        jangka panjang atau sewa jangka pendek, dan bagaimana hal ini mempengaruhi
        struktur pendanaan Perseroan?
        Jawaban:
        Perjanjian sewa guna usaha tersebut telah diakhiri (terminated) pada bulan November
        2025, sehingga tidak terdapat lagi liabilitas sewa guna usaha pada saat pelaporan
        periode berikutnya, dan hal tersebut tidak berdampak terhadap struktur pendanaan
        Perseroan ke depan
   d.   Apa langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan untuk mengelola kewajiban sewa
        yang meningkat ini dan memastikan bahwa kewajiban tersebut tidak membebani arus
        kas operasional?
        Jawaban:
        Perseroan menerapkan pengelolaan risiko keuangan secara hati-hati dan memastikan
        bahwa seluruh kewajiban sewa dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan perjanjian,
        tanpa membebani arus kas operasional Perseroan.

15. Berdasarkan CALK 31, per 30 September 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan
    sebesar US$187,79 juta, meningkat dari sebelumnya sebesar US$168,42 juta per 30
    September 2024. Perseroan juga berhasil meningkatkan efektivitas pemanfaatan beban
    pokok pendapatan dari US$141,88 juta per 30 September 2024 menjadi US$137,61 juta
    per 30 September 2025. Laba bersih tahun berjalan per 30 September 2025 meningkat
    menjadi US$23,89 juta dari sebelumnya US$1,04 juta per 30 September 2024. Agar
    dijelaskan terkait:
    a. Penyebab peningkatan pendapatan Perseroan.
         Jawaban:
         Peningkatan pendapatan Perseroan terutama disebabkan oleh kenaikan harga jual
         produk kelapa sawit pada periode berjalan.
    b. Apakah peningkatan pendapatan ini lebih banyak disebabkan oleh volume penjualan
         yang lebih tinggi, harga yang lebih baik, atau faktor lain seperti ekspansi pasar atau
         produk baru?
         Jawaban:
         Peningkatan pendapatan tersebut lebih dipengaruhi oleh perbaikan harga jual, bukan
         oleh peningkatan volume penjualan maupun ekspansi produk atau pasar baru.
    c. Bagaimana Perseroan berhasil menurunkan beban pokok pendapatan dari US$141,88
         juta per 30 September 2024 menjadi US$137,61 juta per 30 September 2025,
         meskipun ada peningkatan pendapatan?
         Jawaban:
         Penurunan beban pokok pendapatan terutama berasal dari efisiensi biaya produksi
         kelapa sawit serta penghentian kegiatan operasional beberapa anak usaha.
Page 14
            PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
          Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                             Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




   d.   Langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan untuk meningkatkan efektivitas dalam
        pengelolaan beban pokok pendapatan.
        Jawaban:
        Perseroan melakukan pengendalian biaya operasional, optimalisasi proses produksi,
        serta sinergi operasional dalam kelompok usaha First Resources untuk meningkatkan
        efisiensi.
   e.   Bagaimana Perseroan mengelola biaya operasional dan struktur pendapatan untuk
        memastikan bahwa kenaikan laba bersih ini dapat dipertahankan atau ditingkatkan di
        masa depan?
        Jawaban:
        Perseroan menjaga struktur biaya yang efisien dan organisasi yang ramping untuk
        mendukung keberlanjutan kinerja keuangan dan profitabilitas ke depan.

16. Berdasarkan CALK 34, terdapat penurunan sebesar 19,6% dari sebelumnya sebesar
    US$3,69 menjadi US$2,97 juta per 30 September 2025. Komponen terbesar atas beban
    umum dan administrasi Perseroan berasal dari jasa profesional. Agar dijelaskan terkait:
    a. Faktor apa yang menjadi penyebab utama penurunan beban umum dan administrasi
        sebesar 19,6% dari US$3,69 juta menjadi US$2,97 juta per 30 September 2025?
        Jawaban:
        Penurunan beban umum dan administrasi terutama disebabkan oleh penurunan biaya
        denda pajak, biaya perjalanan dinas dan transportasi, biaya sewa, serta biaya
        keanggotaan.
    b. Komponen layanan yang dicakup pada beban jasa profesional.
        Jawaban:
        Beban jasa profesional mencakup layanan konsultasi profesional yang digunakan
        Perseroan untuk mendukung kegiatan operasional dan kepatuhan Perseroan
    c. Pihak-pihak penyedia jasanya profesional dan masing-masing besarannya.
        Jawaban:
        Penyedia jasa profesional merupakan pihak ketiga yang independen, dengan nilai jasa
        yang disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan masing-masing.
    d. Scope kerja sama kepada pihak-pihak tersebut.
        Jawaban:
        Ruang lingkup kerja sama dengan penyedia jasa profesional meliputi dukungan
        operasional, administrasi, dan kepatuhan, sesuai dengan kebutuhan Perseroan pada
        periode berjalan.
    e. Apakah terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan penyedia jasa profesional
        tersebut, dan jika ada, bagaimana mekanisme penetapan harganya?
        Jawaban:
        Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dan penyedia jasa profesional
        tersebut. Penetapan harga dilakukan berdasarkan kesepakatan komersial yang wajar.
    f. Bagaimana proyeksi beban umum dan administrasi, khususnya jasa profesional,
        hingga akhir tahun buku 2025 dan tahun berikutnya?
        Jawaban:
Page 15
           PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
          Jakarta Office   : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                             Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




        Perseroan berupaya menjaga efisiensi biaya, termasuk beban jasa profesional, pada
        periode berikutnya.
   g.   Apakah penurunan beban umum dan administrasi tersebut berdampak pada kualitas
        operasional, kepatuhan, atau fungsi pengendalian internal Perseroan?
        Jawaban:
        Penurunan beban umum dan administrasi tidak berdampak signifikan terhadap
        kualitas operasional, kepatuhan, maupun fungsi pengendalian internal Perseroan.

17. Berdasarkan Laporan Arus Kas Perseroan, arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas
    operasi mengalami penurunan dari US431,65 juta per 30 September 2024 menjadi
    US$24,53 juta per 30 September 2025. Penurunan ini terjadi karena menurunnya jumlah
    penerimaan kas dari pelanggan sementara pembayaran imbalan kerja meningkat. Agar
    dijelaskan terkait:
    a. Penyebab utama penurunan arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi.
         Jawaban:
         Penurunan arus kas operasi terutama disebabkan oleh penurunan penerimaan kas dari
         pelanggan akibat perubahan ketentuan perdagangan dari pembayaran tunai menjadi
         pembayaran dengan jangka waktu, serta peningkatan pembayaran imbalan kerja pada
         periode berjalan.
    b. Mengapa terjadi penurunan penerimaan kas dari pelanggan, mengingat pendapatan
         dan piutang Perseroan pada tahun berjalan justru meningkat cukup signifikan?
         Jawaban:
         Penurunan penerimaan kas terjadi karena perubahan ketentuan pembayaran,
         sehingga sebagian pendapatan pada periode berjalan belum diterima dalam bentuk
         kas pada tanggal pelaporan.
    c. Apakah terdapat potensi bahwa piutang tersebut sulit untuk tertagih oleh Perseroan?
         Jawaban:
         Perseroan tidak menghadapi kesulitan dalam penagihan piutang, mengingat penjualan
         dilakukan kepada pihak berelasi sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
    d. Bagaimana Perseroan mengelola potensi risiko tersebut?
         Jawaban:
         Perseroan melakukan pengelolaan risiko piutang secara hati-hati, termasuk
         pemantauan atas pemenuhan kewajiban pembayaran oleh pihak terkait.
    e. Apakah ada faktor eksternal lain yang mempengaruhi arus kas dari pelanggan pada
         periode berjalan?
         Jawaban:
         Tidak ada faktor eksternal lainnya yang berpengaruh terhadap arus kas dari
         pelanggan.
    f. Apa yang menyebabkan pembayaran imbalan kerja meningkat?
         Jawaban:
         Peningkatan pembayaran imbalan kerja terutama disebabkan oleh pembayaran
         pesangon kepada karyawan sehubungan dengan adanya perubahan kepemilikan
         Perseroan.
Page 16
             PT. AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
            Jakarta Office    : APL Tower – Central Park, 28th Floor Podomoro City, Jl Letjend S. Parman Kav 28
                                Grogol-Petamburan, Jakarta 11470 Telp (021) 2929888, Fax (021) 29298878




     g.   Bagaimana pengaruh dari peningkatan pembayaran imbalan kerja terhadap likuiditas
          Perseroan, dan apakah hal ini mencerminkan perubahan dalam kebijakan
          kompensasi?
          Jawaban:
          Peningkatan pembayaran imbalan kerja tidak mencerminkan perubahan kebijakan
          kompensasi Perseroan dan tidak berdampak signifikan terhadap likuiditas, mengingat
          sifatnya yang tidak berulang.
     h.   Bagaimana rencana Perseroan untuk meningkatkan penerimaan kas dari pelanggan
          atau mengurangi beban terkait pembayaran imbalan kerja untuk mengembalikan arus
          kas operasional?
          Jawaban:
          Seiring dengan berjalannya waktu, penerimaan kas dari pelanggan diharapkan kembali
          normal, dan pembayaran pesangon yang timbul akibat perubahan kepemilikan tidak
          akan berulang pada periode berikutnya.
     i.   Apa dampak dari penurunan arus kas bersih ini terhadap kemampuan Perseroan untuk
          memenuhi kewajiban jangka pendek?
          Jawaban:
          Penurunan arus kas dari aktivitas operasi tidak menimbulkan dampak material
          terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

  18. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
      hidup Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, yang belum
      diungkapkan kepada masyarakat.
      Jawaban:
      Sampai dengan tanggal penyampaian penjelasan ini, tidak terdapat informasi atau kejadian
      penting lainnya yang bersifat material yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
      Perseroan dan/atau harga saham Perseroan, selain yang telah diungkapkan dalam
      keterbukaan informasi dan laporan keuangan Perseroan.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.




Hilman Lukito
Direktur/Sekretaris Perusahaan



                                                ***

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.13 MB
Published23 Jan 2026
Pages16
Characters43,829
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK p.1 ×60
linked org PT Putera Manunggal Perkasa p.4 ×3
linked org PT Permata Putera Mandiri p.4 ×3
linked org Bank OCBC NISP Tbk p.10 ×11
linked person Hilman Lukito · Direktur/Sekretaris Perusahaan p.16
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org PT Bank Rakyat Indonesia p.1
unresolved person Vera Florida p.1
unresolved org PT Sahabat Mewah p.1 ×2
unresolved org PT Kayung Agro Lestari p.1
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri p.1 ×2
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais p.1 ×2
unresolved org PT Austindo Nusantara Jaya Bogor p.2 ×3
unresolved org PT ANJ Agri Papua p.2 ×9
unresolved org PT Gading Mas Indonesia Teguh. p.2 ×5
unresolved org PT Lestari Sagu Papua. Selain p.4
unresolved org Cyprium Australia Pty Ltd. p.8 ×4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result