Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Jakarta, 23 Januari 2026
No.: 007/Corp-CS-K/I/26
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53
Jakarta 12190
u.p: Kepala Divisi Penilaian Perusahaan
Perihal: Laporan Hasil Penyelenggaraan Paparan Publik Insidental PT
Sreeya Sewu Indonesia Tbk (“Perseroan”).
Dengan hormat,
Merujuk kepada Pengumuman yang disampaikan Perseroan pada tanggal 20 Januari 2026
melalui sarana Keterbukaan Informasi https://www.idx.co.id mengenai Rencana
Penyelenggaraan Paparan Publik Insidental Perseroan.
Bersama ini kami sampaikan Laporan Hasil penyelenggaraan Paparan Publik Insidental
sebagai berikut:
Hari/Tanggal : Kamis, 22 Januari 2026
Waktu : Pukul 10.15 – 11.30 WIB
Tempat : Daring melalui aplikasi Google Meet
Narasumber :
1. Eddy Tamboto – Direktur Utama Perseroan
2. Irvan Cahyana – Direktur Perseroan
3. Natanael Yuyun Suryadi – Direktur Perseroan dan
Sekretaris Perusahaan
4. Kent Kurnadi Sarosa – Direktur Perseroan
Kehadiran Peserta:
Acara dihadiri oleh Direksi Perseroan, para pemegang saham, undangan serta emiten yang
seluruhnya berjumlah 42 orang.
Pembukaan:
1. Paparan Publik dibuka pada pukul 10.15 WIB oleh Pembawa Acara dan diawali
dengan memperkenalkan Direksi Perseroan.
2. Pembawa acara menjelaskan mengenai peraturan dan tata tertib serta
menginformasikan susunan agenda acara.
3. Selanjutnya Direksi Perseroan menyampaikan materi acara.
Page 2
Materi Paparan Publik:
No. Agenda Pemaparan
1. Analisa Manajemen terkait dengan Natanael Yuyun Suryadi
pergerakan saham Perseroan;
2. Profil Perseroan; Natanael Yuyun Suryadi
3. Kinerja Keuangan Perseroan; Natanael Yuyun Suryadi
4. Kondisi Bisnis Terkini; Natanael Yuyun Suryadi
5. Strategi Perseroan; Eddy Tamboto
6. Tanya Jawab. Pembawa Acara dan Direksi Perseroan
Tanya Jawab;
Sesi tanya jawab dilaksanakan dengan durasi 30 menit.
No. Daftar Pertanyaan Penjelasan Perseroan
1. Bagaimana manajemen melihat Kami dari management tetap melihat
prospek industri perunggasan nasional prospek industri ini dengan kacamata
pada 2026, khususnya terkait segmen yang lumayan optimistik, karena kami
usaha perseroan di sektor, pakan,
tetap percaya bahwa dengan
poultry, dan produk olahan?
pertumbuhan ekonomi Indonesia dan
dari riset-riset yang ada masih
diperkirakan pertumbuhan Indonesia
sebesar 5% dari real GDP growth, dan
kalau kita menganalisa pertumbuhan
industri ini biasanya dengan adanya
pertumbuhan ekonomi yang positif
industri ini juga bisa berkembang
dengan positif.
Jadi secara keseluruhan memang kami
melihat masih optimis untuk prospek
industri ini, tapi tentu saja kami juga
tidak hanya melihat bahwa ini akan
selalu positif dan kami mempunyai
persiapan-persiapan, serta kami
menyadari bahwa industri ini
mempunyai volatilitas, apakah itu dari
pergerakan harga dan lain-lain.
Secara keseluruhan positif untuk semua
lini bisnis tetapi tentu saja kami secara
Page 3
seksama mengamati perkembangan
semua input yang mungkin bisa
memberikan volatility kepada bisnis
kami.
2. Dengan masih fluktuatifnya harga Sangat setuju dengan pertanyaan ini,
ayam hidup dan pakan, bagaimana bahwa memang banyak hal yang
outlook margin industri pada 2026 dan mempunyai sifat sangat fluktuatif di
strategi SIPD dalam menjaga
industri ini salah satunya dengan harga
profitabilitas di tengah tekanan biaya
operasional? ayam dan harga-harga komoditas yang
merupakan raw material. Sejalan
Bagaimana target kinerja keuangan dengan yang disampaikan bahwa kami
apa yang dipasang perseroan untuk terus memonitor dengan seksama
2026, baik dari sisi pertumbuhan pergerakan tersebut.
pendapatan, laba bersih, maupun
perbaikan margin, seiring upaya
Perusahaan juga menekankan untuk
penyehatan industri perunggasan?
kami lebih resilient dengan kondisi
fluktuatif market dan kami
mengedepankan operational excellence
dimana di dalam operational excellence
itu salah satunya adalah efisiensi dan
efektivitas perusahaan, kami percaya
apabila kami memiliki operational
excellence yang tinggi dapat lebih
menekan operational expense, cost of
goods perusahaan, dimana kami terus
menjaga agar lebih berkurang
kerentanannya terhadap fluktuasi yang
ada di pasar.
Tentu saja diluar itu juga ada agility
yang ditekankan kepada team, untuk
fluktuasi harga raw material kami
memiliki nutritionist team yang terus
berupaya agar bisa memadukan
pergerakan harga dengan kualitas mutu
pakan kami, salah satu kompetensi
perusahaan yang terus dikembangkan.
Kami percaya hubungan kami dengan
pelanggan adalah hubungan jangka
panjang dan akan selalu menjaga
kualitas produk kita. Kami meyakini
untuk membuat “long term win-win”
untuk perusahaan dan juga untuk
pelanggan. Kami menekankan bahwa
pelanggan adalah yang utama.
Untuk target kami tidak dapat
Page 4
menginformasikan target spesifik di
tahun 2026, namun dengan peluang
yang optimistik di industri ini, kami
mempunyai rencana terus memperbaiki,
meningkatkan dan mengoptimalkan
kinerja keuangan di seluruh aspek.
Pernyataan tambahan:
Seperti yang diketahui bahwa outlook
margin industri itu sangat bergantung
kepada harga jagung dan SBM, melihat
kondisi iklim saat ini yang cenderung
basah prediksi kami harga jagung akan
relatif stabil, kemungkinan tidak akan
jauh berbeda dengan harga di 2025,
tetapi yang patut diwaspadai adalah
ketidak pastian global berpengaruh
terhadap produksi dan ketersediaan
bungkil kedelai, hal ini merupakan
sesuatu yang harus di assess ke
depannya.
Tetapi secara total dari sisi perusahaan
mengharapkan pertumbuhan di sisi
margin dan harus tetap berhati-hati
menyikapi hal ini untuk memantapkan
target 2026 karena ada ketidakpastian
secara makro terutama nilai tukar
rupiah. Ekspektasi kami dapat tumbuh
melebihi angka pertumbuhan ekonomi.
3. Sejauh mana produk hilir dan olahan Bagi kami semua pilar bisnis
menjadi pendorong pertumbuhan SIPD mempunyai loyal dengan berdiri sendiri
pada 2026? Strategi apa saja yang dan support semua tujuan dari
disiapkan perusahaan untuk
perusahaan.
memaksimalkan setiap lini bisnis di
sepanjang 2026.
Khususnya di hilir adalah salah satu
strategi kami untuk memperbesar porsi
bisnis kami di B2C, karena sebelumnya
mayoritas bisnis kami di B2B, termasuk
di rumah potong ayam sendiri, secara
tradisional kami cukup besar di bisnis
B2B.
Kami berstrategi untuk mengeluarkan
merk “Ayam Nanas” dengan quality yang
dapat memenuhi kebutuhan kelas
menengah keatas, Ayam Nanas bagi
Page 5
kami “unique” dan diharapkan di mata consumer juga “unique” karena secara pakan yang mengandung enzyme bromelain yang merupakan bagian dari proses integrated yang ada di induk (group) kami. Ayam ini lebih rendah lemak, lebih juicy, lebih lembut, dan di klaim oleh customer kami bahwa sangat kurang dari bau, dan terbukti di tahun 2025 penjualan ayam nanas membuat kami bangga dan harapannya di 2026 kami bisa lebih besar lagi, itu salah satu strategi kami. Dan yang kedua kami memiliki merek- merek lain di makanan beku seperti brand “Royal” di tahun 2023 diamplifikasi dengan berbagai komunikasi dan perbaikan quality product Royal dan Belfoods, Royal sendiri sudah mengeluarkan produk dengan quality yang kami rasa bisa memenuhi kebutuhan konsumen dan bahkan kami mempunyai varian tertentu dengan meet content 80%. Hal itu menunjukan komitmen kami terhadap penyediaan makanan dengan protein yang cukup untuk konsumen di Indonesia. Dengan mengembangkan brand dan menyasar ke segmen menengah ke atas kami harap bisa tumbuh lebih kuat sehingga kami lebih mempunyai kesempatan berkembang lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya, dan tentunya tidak kami lupakan untuk di hilir bahwa pada dasarnya kami tidak mau membagikan ketidakefisienan kami ke harga yang bisa memberatkan ke konsumen, untuk itu kami berusaha sebaik-baiknya berinovasi dalam product, terus melakukan efisiensi dan efektivitas yang berkelanjutan di manufacturing maupun di rantai pasok, sehingga dapat memberikan harga yang
Page 6
lebih baik dan bersaing dalam kategori
ini yang mempunyai kesempatan yang
cukup besar.
4. Risiko apa yang paling diwaspadai Risiko pertama adalah pergerakan dari
perseroan pada 2026, dan bagaimana harga komoditas, seperti yang sudah
mitigasinya? dipaparkan bahwa saat ini cuaca
cenderung basah, yang sebenarnya
bagus untuk pertumbuhan jagung.
Namun, dalam kondisi perubahan iklim,
apabila curah hujan terlalu berlebihan
dan menyebabkan banjir atau bencana
alam, tentu ini akan berpengaruh
terhadap suplai jagung untuk pakan
ternak. Itu risiko dari sisi ekologi yang
mungkin perlu kami cermati.
Risiko berikutnya berasal dari
ketidakpastian global yang dapat
mempengaruhi pasokan bungkil kedelai,
mengingat sebagian besar bahan baku
tersebut masih bergantung pada impor
dari negara-negara Amerika Latin,
seperti Brasil dan Argentina. Dan tarif
barrier yang mungkin dalam hal ini
menjadi salah satu skema yang
disepakati oleh pemerintah indonesia
dan pemerintah US akan menyebabkan
pergerakan dimana SBM juga
diproduksi oleh US, jadi ketidakpastian
dari supply SBM itu akan menjadi
mempengaruhi, dan apabila Bapak/ibu
mengikuti perkembangan terakhir
bahwa ada wacana dari pemerintah
untuk mensentralisasi proses
pengadaan SBM melalui PT Berdikari.
Risiko ketiga ada di nilai tukar,
terutama US Dollar yang mengalami
kenaikan yang cukup signifikan dalam
beberapa waktu terakhir, itu adalah
sesuatu yang sedang kami pelajari
apakah ini sifatnya jangka panjang atau
akan recover kembali ke di bawah Rp
17.000/USD. Karena kami mencermati
bahwa implikasi dari nilai tukar ini ke
imported cost kami baik untuk material
Page 7
atau capex spending.
Dan yang terakhir adalah daya beli
masyarakat. Harapan kami pemerintah
dapat mendorong uang yang beredar di
masyarakat dan meningkatkan
pertumbuhan permintaan, sehingga
pertumbuhan ekonomi dapat sejalan
dengan pertumbuhan industri
perunggasan
5. Mengapa di saat Penjualan Bersih Apabila melihat Sreeya secara
mengalami penurunan 1,72%, Beban konsolidasi, penurunan 1,72% ini
Penjualan justru membengkak disebabkan oleh banyak faktor salah
signifikan sebesar 10,86% di slide 14
satunya dari sisi volume pakan
dan 16 ? Hal ini tampaknya
kontradiktif dengan pilar strategi sebenarnya mengalami pertumbuhan
'Operational Excellence' dan 'Cost tetapi kita tahu bahwa dalam industri
Leadership' yang diusung. Bisa ini setiap kali terjadi pergerakan
dijelaskan efektivitas pengeluaran material cost, seluruh pemain di
tersebut terhadap target pertumbuhan industri perunggasan berusaha
volume di tahun 2026 menyesuaikan harga jual product nya
supaya tetap kompetitif di market.
Selama tahun 2025 terjadi penurunan
harga material terutama harga jagung
dan harga SBM dibandingkan dengan
posisi 2024 terjadi penurunan selling
price yang cukup significant sehingga
secara total penjualan bersih
pertumbuhan volumenya ter nett off
dengan penurunan dari sisi harga jual.
Sedangkan untuk beban penjualan yang
naik sebesar 10,86% disebabkan dua
faktor utama yaitu kami melakukan
kegiatan pemasaran untuk mendukung
inovasi produk-produk kami terutama di
segmen makanan olahan. Yang kedua
dengan bertambahnya jangkauan
penjualan terutama untuk Ayam Nanas
di berbagai area terutama di Jawa
menyebabkan adanya tambahan di sisi
freight cost.
Manajemen terus berkomitmen untuk
tetap melakukan efisiensi dan
melakukan semua langkah-langkah cost
saving maupun cost avoidance untuk
Page 8
mencapai cost yang lebih competitive.
Karena kuncinya untuk di industri ini
adalah competitive cost.
Dan efektivitas pengeluaran terhadap
target pertumbuhan volume di tahun
2026, seperti yang disampaikan tadi
bahwa di 2025 kami memprediksi pakan
tumbuh di 6,5% tentunya dalam hal ini
terdapat opportunity untuk bisa
tumbuh diatasnya.
Pernyataan tambahan:
Manajemen terus memonitor setiap pos
pengeluaran yang dilakukan oleh
perusahaan dan tentunya untuk cost
selling expense ini kami monitor dengan
sangat jeli, memang terdapat beberapa
expense yang mungkin menurut kami
sifatnya seperti investasi, bahwa inovasi
product yang dilakukan agar
masyarakat lebih mengetahui produk
kami, dan effort-effort marketing dan
promotion yang perlu kami lakukan,
semua ini merupakan langkah-langkah
yang kami ambil dan mudah-mudahan
bisa membuahkan hasil yang baik di
jangka menengah.
Kami melihat untuk effectiveness selling
expense untuk tahun berjalan sudah
lumayan positif dan menurut kami
return dari biaya tersebut sudah
sepadan. Kami percaya apabila dikawal
terus kedepan hasilnya akan jauh lebih
baik.
6. Dalam strategi "Smart Farm" dan Capex yang disusun di 2026 sifatnya
pengembangan merek premium seperti untuk terus memperkuat mata rantai
"Ayam Nanas" serta brand "Royal", perusahaan, kami menyadari bahwa
kalau mengacu dari slide 16, 17, 18 itu
infrastruktur yang dimiliki oleh
berapa besar alokasi belanja modal
(CAPEX) yang disiapkan untuk tahun perusahaan, apakah itu di kandang,
2026 ? Selain itu, bagaimana feed, commercial farm, breeding
manajemen mengukur keberhasilan maupun di fasilitas-fasilitas olahan itu
adopsi teknologi Smart Farm ini yang memperkuat perusahaan. Jadi
terhadap penurunan biaya produksi secara keseluruhan kami memastikan
pakan dan pembibitan secara riil di capex yang disusun itu mencukupi dan
lapangan ?
memperkuat infrastruktrur ke depan.
Page 9
Untuk smart farm adalah teknologi yang
dikembangkan oleh internal yang
bertujuan untuk cogs perusahan akan
lebih optimal. Secara teknologi kami
memastikan bahwa teknologi yang
dikembangkan sepadan dengan tujuan
kami untuk meningkatkan operational
excellence dan menaikan kinerja
perusahaan.
Di akhir sesi pembahasan pertanyaan oleh Direksi, Pembawa acara menyampaikan bahwa
sesi tanya jawab ditutup dan apabila masih ada hadirin/peserta yang akan mengajukan
pertanyaan dapat mengirimkan email ke: info.sreeya@sreeyasewu.com.
Setelahnya acara Paparan Publik Insidental ditutup pada pukul 11:30 WIB.
Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk.
Natanael Yuyun Suryadi
Direktur & Sekretaris Perusahaan
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Berdikari. Risiko
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.