Skip to content
Back to announcement

20260121_BBSS_Public Expose_32021416_lamp1.pdf

Other Text extracted BBSS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
Laporan Paparan Publik Insidental
PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk

Selasa, 20 Januari 2026
Pukul 10.00-10.40
Melalui Zoom Meeting

Peserta dari Perseroan:
1. Felix Soesanto, Direktur Utama
2. Loeminto, Manajer Finance
3. Eki, Staf Legal

Peserta dari Umum:
1. Daniel, Analis
2. Bryan Junus Pritanto, Investor Retail
3. Daiz La Ode, Stockwatch.id
4. Predi, Investor Retail
5. Rengga Prasetyo Nugroho, Investor Retail
6. Vicky Rachman, SWA
7. Yusuf Wibisono, Investor Retail

Materi Paparan:
Kinerja Perseroan

Pertanyaan
Daniel, Analis
   1. Mengapa Beban Umum & Administrasi (Rp1,29 miliar) nilainya melonjak jauh melampaui
       total Pendapatan (Rp524 juta)? Selain itu, mohon klarifikasi mengapa angka pendapatan
       pada tabel periode Juli-September di Slide 6 (Rp524.078.887) sama persis dengan total
       pendapatan kumulatif 9 bulan di Slide 8? Apakah ini berarti tidak ada pendapatan sama
       sekali pada periode Januari hingga Juni 2025?
   2. Perseroan memiliki Jumlah Aset yang sangat besar, yaitu Rp249,86 miliar, namun hanya
       menghasilkan pendapatan Rp524 juta (rasio perputaran aset sangat rendah) tertera di slide
       9 dan 11. Mengingat Perseroan masih mencatatkan Rugi Periode Berjalan sebesar
       Rp770,59 juta, bagaimana strategi konkret manajemen untuk mendanai penyelesaian
       pembangunan gudang dalam rencana 3-5 tahun ke depan tanpa menggerus ekuitas lebih
       lanjut?
   3. Dengan total aset hampir Rp250 miliar kalau dilihat di slide 8 dan 9, mengapa pendapatan
       yang dihasilkan masih di bawah Rp1 miliar (rasio perputaran aset sangat rendah)? Aset
       berupa apa saja yang mendominasi porsi "Aset Tidak Lancar" sebesar Rp166,45 miliar
       tersebut, dan kapan aset-aset ini diproyeksikan mulai menghasilkan pendapatan yang
       signifikan bagi perusahaan?
Page 2
Predi - Investor Ritel
   1. Melihat kinerja BBSS yang kurang baik beberapa periode ke belakang, apa strategi yang
       sedang dilakukan manajemen untuk memperbaiki kinerja? Lalu, apakah akan ada aksi
       korporasi strategis yang sedang dirancang dalam waktu dekat oleh Perseroan.
   2. Apakah terdapat dampak positif signifikan bagi kinerja perseroan dengan adanya rencana
       kebijakan pembebasan ppn oleh pemerintah pada sektor properti?

Bryan - Investor Ritel
   1. Apakah dalam waktu dekat akan ada melakukan pengembangan di Gresik seluas 200 Ha?

Vicky Rachman (SWA)
   1. Berapa capex di 2026 dan alokasi peruntukannya?

Rengga Prasetyo Nugroho - Investor Individu
   1. Terkait rencana Perseroan mengembangkan proyek residensial, dapatkah manajemen
      menjelaskan estimasi kontribusi proyek tersebut terhadap pendapatan dan laba Perseroan
      dalam jangka menengah, baik secara persentase maupun nilai nominal?

Yusuf Wibisono
   1. Kira-kira berapa nominal taksiran proyek yang akan dikerjakan dengan mitra strategis?

Felix Soesanto Direktur Utama
Jawaban:
    1. Beban umum dan administrasi: sebagian besar overhead, rata-rata per 9 bulan. Fixed cost
       operasional kantor Rp 130 juta per bulan dan kami nilai itu masih wajar. Pendapatan
       tersebut kumulatif dari Januari sampai September dengan pelaporan per periode 30
       September 2025.
    2. Perseroan akui pendapatan berbanding nilai aset yang dimiliki Perseroan belum optimal.
       Kami tidak ada masalah untuk mendanai pembangunan gudang dan saat ini tidak
       memerlukan pendanaan dari pihak luar. Meski begitu, jika perlu pendanaan bisa beralih ke
       perbankan. Perseroan fokus meningkatkan pendapatan dari sektor penjualan dan
       persewaan gudang.
    3. Aset yang tidak lancar: belum ada rencana pengembangan landbank. Land bank tersebut
       akan dikembangkan jika aset lancar sudah terjual habis. Perseroan masih punya stok
       gudang yang siap dijual atau disewakan. Kalau persediaan tersebut sudah habis, baru
       melanjutkan pembangunan unit gudang baru.
       Nilai aset tersebut itu tidak mencerminkan nilai pasar saat ini. Nilai yang tercantum di
       neraca adalah nilai perolehan beberapa tahun yang lalu. Jika dilakukan appraisal, pasti
       nilainya lebih besar daripada nilai buku saat ini. Perseroan tidak melakukan penilaian ulang
       karena akan dikenakan pajak atas aset yang belum menghasilkan. Tidak menutup
Page 3
        kemungkinan, Perseroan melakukan penilaian ulang tergantung kondisi keuangan
        Perseroan.
   4.   Strategi: Selain tetap fokus meningkatkan penjualan dari aset sendiri, Perseroan menjajaki
        kerja sama dengan pihak lain yang memiliki aset yang “tidur”, baik dari pihak Pemerintah
        maupun swasta. Mereka memiliki lahan dengan potensi baik, ada beberapa lokasi dan
        proyek yang sedang kami jajaki dan tahun ini diharapkan mulai ada proyek yang
        dikerjakan. Karena belum ada detailnya, Perseroan belum bisa sampaikan ke pemegang
        saham.
   5.   Landbank Perseroan di Benowo Gresik, dilakukan pengembangan secara bertahap sesuai
        kebutuhan pasar.
   6.   Perseroan mengapresiasi kebijakan pemerintah atas insentif pembebasan PPN tapi ini
        berlaku di kategori tertentu dengan nilai tertentu juga. Salah satu proyek yang sedang
        Perseroan rencanakan antara lain di bidang residensial. Jika kerja sama ini terealisasi maka
        Perseroan bisa menikmati kebijakan pembebasan insentif tersebut.
   7.   Capex pada tahun 2026 dan alokasi peruntukannya: Nilai capex belum bisa disampaikan
        karena kesepakatan dengan pihak lain belum difinalisasi. Jika ada kepastian terkait hal ini,
        Perseroan akan mengumumkan secepatnya.
   8.   Perseroan belum bisa memberikan informasi terkait proyek yang sedang dalam penjajakan
        tersebut. Meski demikian, Perseroan memiliki kriteria pemilihan proyek, yaitu suatu
        proyek dikerjakan minimal dapat menghasilkan pendapatan minimal Rp 500 miliar.

Absensi Kehadiran Paparan Publik




Kehadiran yang tidak ter-capture:
Vicky Rachman dari Swa
Yusuf Wibisono investor retail

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.6 MB
Published21 Jan 2026
Pages3
Characters5,984
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Felix Soesanto · Direktur Utama p.1 ×2
possible person Yusuf Wibisono p.1 ×3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result