Back to announcement
20260120_ATLA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32020946_lamp1.pdf
Other Text extracted ATLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 40
Page 1
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Jakarta, 19 Januari 2026
Le er No : 002/ASI/DTR/I/2026
Subject : Surat Tanggapan Permintaan Penjelasan atas Surat No. S-00055/BEI.PPI/01-2026
Menindaklanju Surat No. S-00055/BEI.PPI/01-2026 tanggal 05 Januari 2026, perihal Permintaan
Penjelasan, berikut dibawah ini kami ingin menginformasikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan CALK 6 terkait dengan piutang usaha pihak ke ga, terdapat penurunan sebesar -
42,41% antara 30 September 2025 dengan 31 Desember 2024. Penurunan pada piutang usaha pihak
ke ga yang signifikan dikarenakan penurunan nilai transaksi piutang dengan PT Timas Suplindo. Tetapi,
untuk PT Tri Mitra Resources dan PT Timas Samudera Indonesia nilainya piutangnya dak berubah dan
bahkan meningkat dibanding periode 31 Desember 2024. Hal ini juga tergambar pada umur piutang
usaha Perseroan yang meningkat untuk periode lebih dari 90 hari. Perseroan juga sudah menentukan
bahwa piutang dengan PT Tri Mitra Resources akan masuk dalam cadangan kerugian kredit
ekspektasian untuk menutupi kemungkinan kerugian dan dak tertagihnya piutang usaha. Agar
dijelaskan sebagai berikut:
a. Jelaskan mengenai penurunan piutang usaha pihak ke ga sebesar 42,41% antara 31 Desember
2024 dan 30 September 2025, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut.
Jawab:
Penurunan piutang usaha dipengaruhi dari PT Meindo Elang Indah dan PT Timas Suplindo, Adapun
perbandingan per 30 September 2025 dibandingkan dengan 31 Desember 2024 berkisaran seluruh
nilai piutang sebesar 42,41% disebabkan karena indikasi posi f dari efek vitas pengelolaan modal
kerja. Penurunan ini disebabkan oleh kombinasi strategis. Pertama, terjadi penurunan proporsi
penjualan secara kredit, yang mencerminkan kebijakan penjualan yang lebih selek f dan berha -ha
untuk memprioritaskan kualitas pembeli dan kepas an pembayaran. Kedua, adalah keberhasilan
dalam percepatan penagihan, di mana realisasi pembayaran dari pelanggan atas piutang yang telah
jatuh tempo berjalan dengan sangat efek f selama periode ini. Dengan kata lain, perusahaan dak
hanya mengurangi eksposur piutang baru yang berisiko, tetapi juga secara ak f dan sukses mengonversi
piutang yang telah ada menjadi kas atau bank, sehingga meningkatkan likuiditas dan kesehatan
keuangan secara keseluruhan.
Penurunan saldo piutang usaha dimaksud dipengaruhi oleh faktor-faktor seper pelunasan piutang
pelanggan, kondisi usaha, serta penghapusan piutang dak tertagih sesuai dengan kebijakan akuntansi
Perseroan. Atas hal tersebut manajemen telah melakukan penelaahan atas kualitas piutang usaha,
Page 2
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
sehingga penyajiannya dalam laporan keuangan interim telah disusun sesuai dengan standar akuntansi
yang berlaku.
b. Jelaskan secara detail terkait kondisi piutang usaha dengan pelanggan PT Tri Mitra Resources
dan PT Timas Samudera Indonesia yang nilainya dak berubah atau meningkat dibandingkan dengan
periode 31 Desember 2024?
Jawab:
Mengenai kondisi piutang usaha Perseroan, saldo piutang pada PT Tri Mitra Resources tercatat sebesar
Rp7.698.120.000 dan dak mengalami perubahan dibandingkan periode 31 Desember 2024
dikarenakan saldo tersebut telah diklasifikasikan sebagai piutang tak tertagih (uncollec ble accounts)
yang bersumber dari penyelesaian proyek pada Desember 2018, di mana pihak pelanggan telah
melakukan wanprestasi secara sepihak dengan dak melakukan pembayaran meskipun telah
menerima pelunasan dari pemberi proyek utama. Atas permasalahan tersebut, Perseroan telah
menempuh jalur hukum pidana sesuai Pasal 378 KUHP hingga ngkat Kasasi di Mahkamah Agung
dengan Putusan No. 127/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan
menyatakan pihak PT Tri Mitra Resources bersalah atas ndak pidana penggelapan, sehingga sebagai
langkah mi gasi dan pemulihan aset, Perseroan saat ini sedang mengawal proses hukum lanjutan
terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Direktur utama pelanggan sebagaimana
tercantum dalam Laporan Polisi Nomor STTLP/B/2453/V/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA, serta secara
konserva f telah menetapkan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKPN) sebesar 100% terhadap
seluruh saldo piutang tersebut.
Sementara itu, untuk PT Timas Samudera Indonesia. Peningkatan saldo piutang usaha dari
Rp3.344.152.500 per 31 Desember 2024 menjadi Rp5.975.568.375 per September 2025 secara
substansial disebabkan oleh strategi dan kinerja operasional perusahaan selama periode berjalan.
Peningkatan sebesar Rp2.631.415.875 ini terutama merupakan dampak langsung dari pertumbuhan
signifikan dalam volume penjualan secara kredit kepada para pelanggan.
Kenaikan penjualan kredit tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperluas pasar,
meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan merespons permintaan yang kuat. Namun, sesuai dengan
syarat pembayaran yang disepaka dalam kontrak penjualan, sebagian besar dari penjualan kredit ini
memiliki termin pembayaran yang jatuh tempo di luar periode laporan saat ini. Dengan kata lain,
piutang yang mbul dari penjualan periode berjalan secara alami akan tertagih pada kuartal atau
periode fiskal berikutnya, sesuai dengan siklus usaha normal.
Oleh karena itu, peningkatan piutang ini bukan merupakan indikasi masalah penagihan, melainkan
konsekuensi wajar dari kebijakan penjualan yang agresif dan sukses. Piutang-piutang tersebut dianggap
sehat dan memiliki jamianan pembayaran yang kuat, mengingat berasal dari transaksi penjualan yang
sah/layak kepada pelanggan dengan riwayat kredit yang baik. Peningkatan ini justru menjadi cerminan
Page 3
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
dari potensi pendapatan kas/bank yang signifikan yang akan direalisasikan dalam periode akuntansi
mendatang, sehingga menguatkan prospek likuiditas perusahaan di masa depan.
c. Seluruh nilai piutang pihak ke ga pada 30 September 2025 sudah melewa jatuh tempo.
Periode umur piutang yang menyumbang nilai cukup besar adalah periode 31-60 hari dan yang lebih
dari 90 hari. Pelanggan apa saja yang masuk dalam dua kategori tersebut dan langkah-langkah apa saja
yang dilakukan Perseroan dalam mengatasi permasalahan jatuh tempo piutang usaha pihak ke ga?
Jawab:
Berikut pelanggan yang masuk dalam dua katergori 31-60 hari dan lebih dari 90 hari:
31 - 60 hari
PT. Timas Samudera Indonesia 5.681.646.000
PT. Timas Suplindo 4.888.677.870
Lebih dari 90 hari
PT. Meindo Elang Indah 3.450.675.000
PT Tri Mitra Resources 7.698.120.000
Mengenai komposisi umur piutang usaha pihak ke ga per 30 September 2025, Perseroan mencatat
bahwa nilai piutang yang telah melewa jatuh tempo terkonsentrasi pada dua kategori utama, yaitu
kategori lebih dari 90 hari dan kategori 31-60 hari. Pada kategori lebih dari 90 hari, kontribusi terbesar
berasal dari piutang PT Tri Mitra Resources (TMR) senilai Rp7.698.120.000 yang saldonya dak
berubah dibandingkan periode 31 Desember 2024 dikarenakan telah diklasifikasikan sebagai piutang
tak tertagih (uncollec ble accounts). Piutang TMR ini bersumber dari penyelesaian proyek pada
Desember 2018, di mana pihak pelanggan melakukan wanprestasi secara sepihak meskipun telah
menerima pelunasan dari pemberi proyek utama; atas hal tersebut, telah terdapat putusan pidana
yaitu Putusan MA No. 127/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel dan saat ini tengah mengawal proses hukum lanjutan
terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sesuai Laporan Polisi Nomor
STTLP/B/2453/V/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA, serta telah menetapkan Cadangan Kerugian Kredit
Ekspektasian (CKPN) sebesar 100%.
Selain itu, kategori ini juga mencakup piutang PT Meindo Elang Indah (MEI) sebesar Rp3.450.675.000,
yang berdasarkan perkembangan terkini telah dilunasi sepenuhnya pada Desember 2025.
Sementara itu, untuk kategori 31-60 hari, saldo piutang didominasi oleh PT Timas Samudera Indonesia
dengan peningkatan signifikan sebesar Rp2.631.415.875 dari periode akhir tahun sebelumnya menjadi
Rp5.975.568.375 per September 2025. Kenaikan penjualan kredit tersebut mencerminkan
keberhasilan perusahaan dalam memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan
merespons permintaan yang kuat. Kategori ini juga mencakup sebagian sisa saldo piutang dari PT Timas
Suplindo, dimana untuk perkembangan terkini dapat disampaikan bahwa PT Timas Suplindo dan PT
Timas Samudera Indonesia telah melakukan pembayaran sepenuhnya pada Desember 2025.
Page 4
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Dalam mengatasi permasalahan jatuh tempo tersebut, Perseroan telah menerapkan langkah-langkah
penanganan yang berjenjang dan sistema s yang terbagi menjadi dua pendekatan utama. Pertama,
melalui Langkah Proak f dan Administra f yang ditujukan bagi seluruh piutang, khususnya kategori
31-60 hari, dengan melakukan pengiriman pengingat (reminder) penagihan secara berkala, rekonsiliasi
saldo ru n untuk memas kan akurasi data, serta pertemuan langsung guna menyelesaikan hambatan
pembayaran. Kedua, melalui Langkah Eskalasi dan Khusus untuk piutang kategori lebih dari 90 hari, di
mana pada kasus hukum PT TMR, Perseroan berfokus pada eksekusi putusan pengadilan dan koordinasi
terkait proses penyidikan TPPU. Selain itu, untuk keterlambatan yang bersifat kronis, Perseroan
melakukan negosiasi ulang termin pembayaran, penerbitan somasi resmi, peninjauan ulang kelayakan
kredit, serta penguatan kebijakan pencegahan melalui prosedur pemeriksaan kelayakan kredit (credit
scoring) dan peninjauan syarat pembayaran (payment terms) bagi seluruh mitra bisnis untuk
meminimalisir risiko di masa depan.
d. Jelaskan dasar per mbangan dan penilaian risiko dalam porsi umur piutang yang lebih dari 90
hari, hanya PT Tri Mitra Resources yang dimasukan ke dalam kerugian kredit ekspektasian, sementara
sisa utang lainnya pada periode yang sama dak dimasukkan?
Jawab:
Dasar per mbangan dilakukan berdasarkan pada ketentuan PSAK 71, Perseroan berkewajiban untuk
mengakui Kerugian Kredit Ekspektasian (ECL) pada se ap tanggal pelaporan yang diukur berdasarkan
selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari es masi arus kas masa depan, dengan
memper mbangkan variabel probabilitas gagal bayar (probability of default) dan ngkat pemulihan
aset. Dalam kaitan ini, Perseroan menetapkan penyisihan penuh sebesar 100% terhadap piutang PT Tri
Mitra Resources (TMR) senilai Rp7.698.120.000 atas dasar adanya buk penurunan nilai objek f, yakni
adanya Putusan Mahkamah Agung terkait ndak pidana penggelapan serta adanya proses hukum
lanjutan berupa penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Direksi TMR. Kondisi
tersebut, ditambah dengan dak adanya i kad pembayaran pasca-mediasi dan somasi, menjadikan
es masi arus kas masa depan dari piutang TMR dinilai nihil sehingga seluruh nilai tercatatnya harus
diakui sebagai kerugian kredit sesuai standar akuntansi yang berlaku.
Di sisi lain, terhadap piutang dengan umur lebih dari 90 hari lainnya, seper pada PT Meindo Elang
Indah (MEI) per 30 September 2025, Perseroan menilai bahwa kriteria buk penurunan nilai objek f
belum terpenuhi karena keterlambatan yang terjadi murni bersifat komersial tanpa adanya unsur
hukum pidana. Penilaian risiko terhadap piutang selain TMR ini didasarkan pada masih terjalinnya
komunikasi dan negosiasi yang menunjukkan adanya i kad baik dari pelanggan, yang kemudian
terbuk secara faktual melalui pelunasan seluruh sisa piutang oleh PT Meindo Elang Indah pada bulan
Desember 2025. Dengan demikian, pada tanggal pelaporan 30 September 2025, masih terdapat
es masi arus kas masa depan yang dapat direalisasikan dari piutang tersebut sehingga Perseroan dak
Page 5
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
memasukkannya ke dalam kategori kerugian kredit ekspektasian penuh sebagaimana yang diterapkan
pada piutang PT Tri Mitra Resources.
2. Pada CALK 7 terkait dengan uang muka dan biaya dibayar di muka, untuk nilai porsian jangka
pendeknya terdapat nilai pada bagian perlengkapan proyek sebesar Rp20,19 miliar yang belum
terealisasi. Untuk porsian jangka panjangnya, terdapat bagian pada perlengkapan proyek nilainya
adalah Rp20,32 miliar yang belum terealisasi. Bursa ingin meminta penjelasan:
a. Jelaskan perlengkapan proyek yang terkait dengan uang muka dan biaya dibayar di muka
sebesar Rp20,19 miliar (jangka pendek) dan Rp20,32 miliar (jangka panjang), termasuk vendor atau
pihak terkait.
Jawab:
Perseroan ditunjuk secara eksklusif untuk menyediakan perangkat pengeboran guna mendukung
pekerjaan pengeboran eksploitasi dan eksplorasi di wilayah Pertamina EP Zona 4 serta PT Pertamina EP
Ramba, dengan es masi pengerjaan tahun 2025 hingga 2027.
Rincian Vendor dan Alokasi Pembayaran Untuk menjalankan proyek tersebut, Perseroan telah
melakukan pembayaran uang muka kepada dua subkontraktor utama :
- Perangkat RIG 750 HP di wilayah Jambi PT Wijaya Bangun Sak (WBS);
- Perangkat RIG 250 HP di wilayah Jambi PT Indo Jaya Karya Murni (IJKM).
- Biaya Pengiriman dan Instalasi
Total pembayaran kepada pihak ke ga tersebut dialokasikan ke dalam dua kategori pada laporan posisi
keuangan berdasarkan jangka waktu realisasi manfaatnya:
1. Jangka Pendek dengan pembayaran sebesar Rp20,19 Miliar, merupakan bagian dari uang muka
yang manfaatnya akan direalisasikan dalam siklus operasi satu tahun ke depan (tahun fiskal
2025/2026).
2. Jangka Panjang dengan pembayaran sebesar Rp20,32 Miliar, Merupakan bagian dari uang muka
perlengkapan proyek yang manfaatnya akan direalisasikan melebihi periode satu tahun,
mengingat kontrak dengan MSS berdurasi hingga tahun 2027 dan kontrak dengan subkontraktor
(IJKM & WBS) memiliki jangka waktu dua tahun sejak Desember 2024.
Secara keseluruhan, saldo uang muka ini mencerminkan langkah proak f Perseroan dalam
mengamankan kapasitas perangkat pengeboran (RIG) dan operasional pendukung untuk memenuhi
kontrak jangka panjang dengan grup Pertamina.
Page 6
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
b. Jelaskan jadwal realisasi perlengkapan proyek tersebut sesuai dengan kontrak atau perjanjian
yang mendasarinya, serta alasan pengklasifikasian sebagian sebagai jangka panjang?
Jawab:
Realisasi penggunaan perlengkapan proyek dan jasa subkontraktor diatur secara ketat mengiku
linimasa proyek utama bersama PT Mul tekno Surya Mandiri (MSM). Tahapan awal dimulai pada tahun
2025 melalui fase instalasi yang mencakup proses pengecekan serta pemasangan perangkat RIG untuk
memas kan kesiapan operasional. Memasuki fase in , pelaksanaan pekerjaan penyediaan perangkat
pengeboran eksploitasi dan eksplorasi ini diperkirakan akan mulai dilakukan pada bulan April 2026 dan
dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih ga tahun hingga es masi penyelesaian di tahun 2027.
Guna mendukung keberlangsungan teknis di lapangan, Perseroan juga telah mengamankan kontrak
jasa pengoperasian RIG 250 HP dan 750 HP melalui kerja sama dengan PT Indo Jaya Karya Murni (IJKM)
dan PT Wijaya Bangun Sak (WBS) yang memiliki masa berlaku selama dua tahun sejak Desember 2024.
Klasifikasi Aset Tidak Lancar (Jangka Panjang)
Dalam laporan posisi keuangan per 31 Desember 2024, Perseroan mengklasifikasikan porsi sebesar
Rp20,32 miliar sebagai aset dak lancar atau jangka panjang berdasarkan per mbangan akuntansi yang
komprehensif. Sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sebuah aset dikategorikan sebagai jangka
panjang jika manfaat ekonomisnya diharapkan akan dikonsumsi atau direalisasikan lebih dari satu
tahun sejak tanggal pelaporan. Karena proyek ini bersifat jamak tahun dengan pengerjaan utama yang
baru akan dimulai pada April 2026 dan berlanjut hingga 2027, maka sebagian besar manfaat dari uang
muka tersebut baru akan diakui sebagai biaya setelah melewa tahun fiskal 2025.
Per mbangan ini juga didukung oleh durasi kontrak dengan IJKM dan WBS yang mencakup periode dua
tahun, sehingga porsi jasa yang diberikan pada tahun 2026 secara otoma s harus dipisahkan dari aset
lancar. Secara keseluruhan, klasifikasi jangka panjang ini mencerminkan komitmen modal strategis
Perseroan yang tertanam dalam proyek pengeboran sumur eksploitasi dan eksplorasi untuk periode
mendatang, mengingat tahapan kerja yang panjang dan nilai investasi yang direalisasikan secara
bertahap.
c. Apakah terdapat risiko penurunan nilai atau potensi ke dakpulihan atas uang muka dan biaya
dibayar di muka tersebut, serta langkah yang telah dilakukan Perseroan untuk mengamankan realisasi
atau pengembaliannya?
Jawab:
Perseroan menilai bahwa risiko penurunan nilai atau potensi ke dakpulihan atas total uang muka
perlengkapan proyek berada pada ngkat yang minimal karena dialokasikan untuk proyek di wilayah
kerja Pertamina EP, yang sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki profil risiko yang sangat
rendah. Penilaian risiko yang rendah tersebut juga didukung oleh kredibilitas vendor yang ditunjuk
Page 7
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
perusahaan, vendor memiliki rekam jejak kredibel dalam menyediakan kebutuhan operasional, yang
mempengaruhi keberlanjutan proyek dengan PT Mul tekno Surya Mandiri (MSM) yang telah menunjuk
perusahaan secara eksklusif, sehingga terdapat jaminan kepas an arus pendapatan.
Dalam upaya memi gasi risiko teknis maupun finansial secara efek f, Perusahaan telah
mengimplementasikan serangkaian langkah perlindungan strategis, dimulai dengan penguatan aspek
kontraktual melalui perjanjian mengenai jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun serta penetapan
sanksi atas kegagalan penyediaan jasa operasional. Guna mengamankan tahapan mobilisasi,
perusahaan mengalokasikan uang muka ke dalam kategori jangka panjang sebesar Rp20,32 miliar
memungkinkan perusahaan melakukan pemantauan berkala melalui pengujian penurunan nilai pada
se ap periode pelaporan untuk memas kan kapasitas finansial serta teknis vendor tetap terjaga hingga
kontrak berakhir di tahun 2027.
3. Merujuk pada CALK 9 terkait dengan Aset Tetap, terjadi peningkatan pada nilai total aset
sebesar 58,20% antara periode 30 September 2025 dengan 31 Desember 2025. Hal ini disebabkan
terdapat penambahan peralatan proyek sebesar Rp30,66 miliar. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Jelaskan peralatan proyek apa saja yang menyebabkan penambahan aset tetap sebesar Rp30,66
miliar, termasuk jumlah unit dan fungsi penggunaannya dalam kegiatan operasional Perseroan.
Jawab:
Berdasarkan laporan keuangan PT Atlan s Subsea Indonesia Tbk per 30 September 2025, peningkatan
aset tetap sebesar Rp30,66 miliar bersumber sepenuhnya dari penambahan nilai Peralatan Proyek yang
berasal dari pencatatan uang muka. Penambahan ini sangat erat kaitannya dengan perluasan
operasional perusahaan, terutama setelah memasuki perjanjian kerja sama untuk mendukung kegiatan
pengeboran sumur eksplorasi, eksploitasi dan peralatan pendukungnya. Aset tersebut merupakan
komponen kunci dalam mengembangkan kapasitas operasional perusahaan di bidang jasa survei dan
layanan energi. Dengan demikian, investasi ini dak hanya memperkuat struktur aset, tetapi juga
mendukung kontrak jangka panjang serta peningkatan skala bisnis perseroan.
Page 8
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Keterangan Fungsi Jum lah
Menerima sinyal dari satelit GPS, Galileo, dan GLONASS untuk
kemudian sinyal tersebut diolah menjadi data yang mendefinisikan
C-NAV X1 System 1.695.495.496
posisi dari suatu objek (seperti kapal, rig, atau pipa di laut lepas)
dengan nilai akurasi yang sangat tinggi.
Sensor yang mampu mengidentifikasi kecepatan suara saat
merambat di dalam medium air. Sensor ini diperlukan untuk
AML-1, SV Probe 56.720.721
mengkoreksi data yang direkam oleh Multibeam Echo Sounder
sehingga tiada kesalahan perambatan suara.
Menentukan orientasi objek relatif terhadap kerangka acuan inersia
atau benda lain. Umumnya disebut sebagai motion sensor. Motion
sensor ini menggunakan 3 accelerometers and 3 gyroscopes yang
SMC 108-30 1.232.792.792
diintegrasikan dengan Digital Signal Processor, untuk menghasilkan
informasi pitch dan rolland heave yang akurat dalam format standar
industri.
Menentukan orientasi objek relatif terhadap kerangka acuan inersia
atau benda lain. Umumnya disebut sebagai motion sensor. Motion
sensor ini menggunakan 3 accelerometers and 3 gyroscopes yang
SMC 106 79.819.820
diintegrasikan dengan Digital Signal Processor, untuk menghasilkan
informasi pitch dan rolland heave yang akurat dalam format standar
industri.
Digunakan untuk memberikan referensi geografis dalam survey
R2Sonic I2NS Inertial Navigation System Typpe III (OEM hidrografi. I2NS sangat diperlukan untuk mendapatkan nilai roll, pitch,
527.963.964
POS//MV SurfMaster) heave, heading, posisi, dan kecepatan kapal dengan akurasi yang
tinggi.
Sensor pemeruman yang mampu mengumpulkan data kedalaman
dalam cakupan yang luas dalam w aktu singkat sehingga profil dari
R2Sonic 2026 dasar laut dapat dipetakan secara efektif dan efisien. Sensor ini 7.188.756.757
menggunakan metode akustik (memanfaatkan gelombang suara)
dalam proses akuisis data.
Merupakan sensor side scan sonar yang membantu dalam
Klein 4K-SVY (diganti Side Scan Sonar CMAX CM2 EDF) mendapatkan citra dasar laut dengan cara kerja menyapu area yang 4.656.432.432
dilalui sensor dengan tingkat akurasi tinggi.
Alat yang digunakan untuk mendeteksi dan memetakan objek metal di
baw ah air, seperti jangkar, rantai, kabel, pipa, batu ballast, dan puing-
puing kapal tercecer lainnya, amunisi dari semua ukuran (UXO),
Geometrics G-882SX Marine Cesium Magnetometer 1.474.810.811
pesaw at, mesin, dan objek lainnya dengan ekspresi magnetik. Alat
ini juga dapat digunakan untuk studi geologi, karakterisasi tanda
magnetik bumi, dan survei profesional di perairan dangkal atau dalam.
Merupakan kabel data w ater proof yang tidak hanya berf unsi untuk
Geometrics Umbilical Piggyback menarik alat-alat yang dipasang di belakang kapal seperti side scan 37.945.946
sonar atau magnetometer, tetapi juga berfunsi untuk transfer data.
Page 9
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Keterangan Fungsi Jum lah
Sonarw iz sebagai perangkat pengolahan data Side Scan Sonar
diharapkan dapat memberikan gambaran nyata citra dasar laut
Sonarw iz Doest It All 630.486.486
sehingga dapat meningkatkan kinerja dari pelaksanaan survei Side
Scan Sonar.
Kongsberg Topas PS 120 adalah alat yang digunakan untuk prof il
sub-bottom. Alat ini menghasilkan gambaran lapisan sedimen di
Kongsberg Topas PS 120 baw ah dasar laut dengan resolusi yang sangat tinggi. Alat ini dapat 3.990.054.054
digunakan untuk memetakan lapisan sedimen di baw ah dasar laut
dengan kedalaman antara 3 hingga 400 meter
Merupakan sensor yang mampu melakukan perekaman data arus
secara real time dan bisa dioperasikan dari jarak jauh sehingga
Sonardyne Origin 600 datanya bisa langsung dimanfaatkan untuk kepentingan lanjutan 380.612.613
terutama dalam proses konstruksi. Alat ini menggunakan efek doppler
sebagai landasan.
Sonardyne Ranger 2 system adalah sistem penentuan posisi akustik
Ultra-Short BaseLine (USBL) tingkat survei yang menghitung posisi
Sonardyne Ranger 2 System 4000 meter target baw ah laut, misalnya ROV, dengan mengukur jangkauan dan 8.019.693.693
arah dari transceiver yang dipasang di kapal ke transponder akustik
yang dipasang pada target.
Sonardyne WSM6+ 8370 Directional Transponder adalah alat yang
digunakan untuk menentukan posisi objek baw ah air seperti ROV,
tow fish, dan target bergerak lainnya di kedalaman air hingga 4.000
meter. Alat ini mendukung sinyal Wideband 2, yang menaw arkan
Sonardyne WSM6+ 8370 Directional Transponder akurasi jangkauan superior dan pembaruan posisi USBL yang cepat. 522.594.595
Alat ini juga dilengkapi dengan sensor kedalaman dan saklar on/off
eksternal untuk menghemat daya baterai ketika tidak digunakan 1.
WSM6+ 8370 juga dapat dikonfigurasi untuk digunakan dengan
semua sistem navigasi akustik frekuensi MF populer.
Sensor pemeruman yang mampu mengumpulkan data kedalaman
dalam cakupan yang luas dalam w aktu singkat sehingga profil dari
Sonardyne WSM6+ Comms/Charger Assembly 5-w ay dasar laut dapat dipetakan secara efektif dan efisien. Sensor ini 31.135.135
menggunakan metode akustik (memanfaatkan gelombang suara)
dalam proses akuisis data.
Box pelindung yang dirancang untuk menyimpan dan mengangkut
barang-barang sensitif dengan aman. Berikut fungsi utama dan fitur-
Pelican Case Black 1660 fiturnya:Perlindungan Terhadap Benturan, Tahan Air & Debu, 92.940.000
Perlindungan Terhadap Tekanan, Busa Dalam, Penguncian Aman
untuk Peralatan Proyek
Alat ukur leveling otomatis. Automatic level memiliki kompensator
internal yang secara otomatis menstabilkan garis penglihatan (optik)
w alaupun statif tidak sempurna rata.
Automatic Level Leica NA 324 4.774.775
Operator hanya perlu meletakkannya di tripod, cek gelembung
nivometer kasar, lalu teropong akan menampilkan garis pandang
horizontal yang presisi.
Aki mobil digunakan sebagai sumber daya listrik sementara
(temporary pow er supply) saat proses instalasi aw al kaki jacket/rig,
Aki Mobil Toyota NS 70L (65D26L) 65 Ah GS Goldshine 6.240.000
khususnya sebelum struktur diposisikan dan dikunci secara
permanen (fix position).
Pow er inverter pure sine w ave 12V–220V 2000W berfungsi sebagai
pengubah daya sementara dari sumber DC (aki mobil 12V) menjadi
Pow er Inverter Pure Sine Wave DC 12V to AC220V 2000 Watt 2.730.000
listrik AC 220V yang stabil, untuk mendukung peralatan instalasi dan
penyesuaian posisi kaki rig sebelum difiksasi permanen.
Alat konverter USB-to-serial yang berf ungsi sebagai hub untuk
ATEN UC2324 1 Usb to 4 Port RS-232 Converter menambahkan beberapa port serial RS-232 ke komputer atau 4.300.000
perangkat yang hanya punya port USB.
Stabilizer 2000 VA berfungsi sebagai penjaga kestabilan tegangan
Stabilizer 2000VA - KAGAYAMA listrik agar alat-alat survey proyek tidak mudah rusak akibat f luktuasi 4.300.000
listrik kapal (over-voltage maupun under-voltage).
Hard drive eksternal (HDD portable) berkapasitas besar untuk
HDD 4TB HD710 PRO - ADATA 3.200.000
penyimpanan dokumen-dokumen proyek
Connector listrik tipe micro circular inline dengan 5 pin (f emale) yang
biasanya digunakan untuk sambungan kabel di lingkungan yang
MCIL5F CONNECTOR menuntut ketahanan terhadap air, tekanan, dan kondisi keras, 12.051.450
khususnya aplikasi baw ah air / subsea seperti pada robot baw ah
laut, sensor underw ater, dan peralatan proyek.
Jum lah 30.655.851.539
Page 10
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
b. Apakah penambahan peralatan proyek tersebut telah direncanakan dalam belanja modal
(capital expenditure) Perseroan, dan apabila dak, apa per mbangan manajemen melakukan
penambahan di luar proyeksi? Jelaskan.
Jawab:
Ya, Perusahaan sudah merencanakan bagian dari belanja modal (capital expenditure) Perseroan, yang
didanai terutama dari hasil Penawaran Umum Perdana (IPO) pada April 2024. IPO tersebut berhasil
menghimpun dana sebesar Rp120 miliar, yang sebagian dialokasikan untuk ekspansi operasional,
termasuk modal kerja. Hal ini tercermin dari adanya pos "Uang Muka Pembelian Aset Tetap" pada 31
Desember 2024, yang kemudian terealisasi menjadi perolehan peralatan proyek pada periode
berikutnya.
c. Bagaimana penambahan peralatan proyek tersebut berdampak terhadap kapasitas produksi,
efisiensi operasional, atau pendapatan Perseroan? Jelaskan secara detail.
Jawab:
Penambahan peralatan proyek, secara signifikan memperkuat kapasitas produksi Perseroan dengan
memungkinkan penanganan lebih banyak proyek secara simultan, termasuk proyek dengan spesifikasi
teknis yang lebih kompleks, serta mengurangi ketergantungan pada penyewaan alat dari pihak ke ga.
Dari sisi efisiensi operasional, kepemilikan aset tetap ini memberikan kontrol penuh atas penjadwalan
dan u lisasi peralatan, yang dapat menurunkan biaya variabel jangka panjang, meningkatkan
fleksibilitas logis k, dan berpotensi memperbaiki margin operasional melalui op masi biaya.
Dampaknya terhadap pendapatan juga cukup substan f, karena peralatan baru ini langsung
mendukung pelaksanaan kontrak jangka panjang yang bernilai besar serta membuka peluang
pendapatan tambahan dari proyek-proyek baru, sekaligus meningkatkan kredibilitas Perseroan dalam
mengiku tender-tender berkapasitas nggi. Namun, investasi ini juga diiringi oleh peningkatan beban
depresiasi dan biaya perawatan, sehingga keberhasilan jangka panjangnya akan bergantung pada
kemampuan Perseroan dalam mengamankan proyek berkelanjutan dan menjaga efisiensi operasional
di tengah dinamika sektor energi.
d. Jelaskan kontrak perolehan terkait dengan penambahan aset tetap dan juga penjelasan detail
mengenai informasi pihak yang menjual aset? Jika ada dokumen pendukung bisa dilampirkan.
Jawab:
Dapat disampaikan bahwa penambahan aset tersebut kami peroleh beberapa vendor beserta
dokumen pendukungnya (terlampir).
Page 11
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
4. Berdasarkan CALK 10 terkait dengan aset tak berwujud, terjadi peningkatan pada nilai aset tak
berwujud sebesar 83,39% antara periode 30 September 2025 dengan 31 Desember 2025. Hal ini
disebabkan oleh penambahan perangkat lunak yang digunakan Perseroan dalam menjalankan kegiatan
operasional. Perseroan dak melakukan pengungkapan terkait detail transaksi dari akun. Agar
dijelaskan sebagai berikut:
a. Berikan penjelasan terkait dengan perangkat lunak apa saja yang menyebabkan peningkatan
nilai aset tak berwujud sebesar 83,39%, termasuk fungsi dan penggunaannya dalam kegiatan
operasional Perseroan.
Jawab:
Peningkatan nilai aset tak berwujud sebesar 83,39% mencerminkan komitmen strategis Perseroan
dalam melakukan digitalisasi dan modernisasi operasional seiring ekspansi bisnis pasca-IPO.
Page 12
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Penambahan ini terutama berasal dari pengembangan perangkat lunak (so ware) yang berfungsi
untuk memperkuat kapabilitas teknis in Perseroan, seper perangkat lunak survei dan pemetaan
bawah laut untuk pengolahan data geofisika, simulasi dan pemodelan teknik untuk analisis integritas
infrastruktur, serta sistem manajemen proyek untuk mengintegrasikan perencanaan, pelacakan
progres. Investasi dalam aset digital ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi analisis, mempercepat
penyelesaian proyek, mendukung skala operasi yang lebih besar, serta memperkuat daya saing
Perseroan dalam menawarkan layanan yang lebih kompleks kepada klien di sektor energi.
b. Apakah penambahan perangkat lunak tersebut merupakan bagian dari rencana belanja modal
Perseroan, dan apabila dak, apa per mbangan manajemen dalam melakukan pembelian tersebut?
Jelaskan secara detail.
Jawab:
Tidak, penambahan perangkat lunak tersebut bukan merupakan bagian dari rencana belanja modal
(capital expenditure) Perseroan dan dak didanai dari dana hasil Penawaran Umum Perdana (IPO).
Se ap pembelian perangkat lunak dilakukan secara situasional berdasarkan kebutuhan masing-masing
proyek, dengan sumber pendanaan berasal dari dana operasional Perseroan. Pembelian ini bersifat
project-based, yaitu dilakukan ke ka terdapat proyek baru yang membutuhkan dukungan teknologi
tertentu guna menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Perangkat lunak tersebut digunakan untuk mendukung operasional proyek, termasuk namun dak
terbatas pada perencanaan teknis, pengendalian pekerjaan, serta pelaporan kegiatan proyek.
c. Bagaimana kebijakan amor sasi yang diterapkan atas perangkat lunak tersebut, termasuk
umur manfaat yang digunakan? Jelaskan secara detail.
Jawab:
Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) PT Atlan s Subsea Indonesia Tbk, Perseroan
menerapkan kebijakan amor sasi metode garis lurus (straight-line method) atas perangkat lunak yang
merupakan aset tak berwujud. Perangkat lunak tersebut dianggap memiliki umur manfaat ekonomis
selama 4 tahun, yang berar biaya perolehan perangkat lunak akan dialokasikan secara merata sebagai
beban amor sasi se ap tahunnya sepanjang masa manfaat tersebut. Amor sasi mulai dihitung pada
saat perangkat lunak siap digunakan untuk mendukung operasional Perseroan, dan dak diterapkan
nilai residu (nilai sisa) sehingga seluruh biaya perolehan akan diamor sasi penuh dalam periode 4
tahun. Beban amor sasi ini kemudian dibebankan ke beban pokok pendapatan (cost of revenue)
karena fungsi perangkat lunak secara langsung terkait dengan kegiatan operasional utama Perseroan,
seper survei, pemodelan teknis, dan manajemen proyek. Kebijakan ini diterapkan secara konsisten
Page 13
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
untuk semua perangkat lunak yang dimiliki Perseroan, termasuk penambahan signifikan selama
periode pelaporan, guna memas kan pengakuan beban yang sistema s dan transparan sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum.
d. Jelaskan kontrak perolehan terkait dengan penambahan aset dak berwujud dan juga
penjelasan de l mengenai informasi pihak yang menjual aset tersebut? Jika ada dokumen pendukung
bisa dilampirkan.
Jawab :
Terkait dengan penambahan aset dak berwujud yaitu perangkat lunak tersebut adalah nyata dan
telah melalui proses verifikasi internal sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di
Indonesia. Buk pendukung transaksinya kami lampirkan dan atas dokumen internal yang menjadi
dasar bagi auditor dan manajemen untuk mencantumkan nilai tersebut dalam laporan keuangan. hal
ini memberikan keyakinan bahwa aset tersebut memiliki eksistensi fisik/legal dan memberikan manfaat
ekonomi masa depan bagi operasional Perseroan.
Buk pendukung (Terlampir)
5. Merujuk pada CALK 12 terkait dengan utang usaha, Perseroan melakukan pengungkapan
pembagian utang usaha dengan membagi berdasarkan mata uang. Nilai utang usaha terbesar pada 30
September 2025 adalah dari mata uang Singapore Dollar (SGD) sebesar Rp2,56 miliar. Selain itu
berdasarkan informasi pada umur utang usaha, seluruh utang usaha Perseroan sudah jatuh tempo.
Periode terbesar yang menyumbang nilai utang usaha adalah 31-60 hari dengan nilai Rp2,59 miliar.
Bursa ingin meminta penjelasan:
a. Jelaskan kepada pihak mana utang usaha dalam mata uang Singapore Dollar (SGD) sebesar
Rp2,56 miliar tersebut berasal, serta untuk transaksi apa utang tersebut mbul? Selain itu, Mengingat
utang usaha dalam mata uang SGD merupakan porsi terbesar, apakah Perseroan memiliki kebijakan
pengelolaan risiko nilai tukar atas kewajiban tersebut.
Jawab :
Utang usaha dalam mata uang Singapore Dollar (SGD) senilai Rp2,56 miliar merupakan kewajiban
kepada pihak ke ga yang mbul dari perolehan jasa teknis dan penyewaan peralatan subsea guna
mendukung proyek-proyek berjalan Perseroan. Porsi ini menjadi yang terbesar karena keterlibatan
vendor spesialis internasional yang menggunakan SGD sebagai mata uang transaksi utama. Untuk
memi gasi risiko fluktuasi nilai tukar, Perseroan menerapkan kebijakan pengelolaan risiko pasar
dengan melakukan pemantauan kurs secara berkala dan memas kan ketersediaan saldo kas dalam
mata uang asing atau melakukan konversi tepat waktu guna meminimalkan dampak vola litas kurs
terhadap laba rugi tahun berjalan.
Page 14
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
b. Penjelasan mengenai kondisi seluruh utang usaha Perseroan yang telah melewa jatuh tempo
per 30 September 2025, termasuk penyebab terjadinya keterlambatan pembayaran.
Jawab:
Seluruh utang usaha yang telah melewa masa jatuh tempo per 30 September 2025 disebabkan oleh
ke daksesuaian arus kas masuk (mismatch) antara penagihan piutang dari pelanggan dengan jadwal
pembayaran vendor. Perseroan mengalami tantangan likuiditas sementara akibat adanya hambatan
pembayaran dari salah satu mitra utama yaitu PT Meindo Elang Indah. Hal ini mengakibatkan
tertahannya dana operasional yang seharusnya dialokasikan untuk penyelesaian kewajiban jangka
pendek kepada pemasok.
c. Mengapa porsi utang usaha terbesar berada pada periode umur 31–60 hari dengan nilai Rp2,59
miliar, serta apakah terdapat kesepakatan ulang terkait termin pembayaran dengan pemasok? Jelaskan
secara detail.
Jawab :
Konsentrasi utang pada periode 31-60 hari sebesar Rp2,59 miliar mencerminkan akumulasi tagihan
dari termin pengerjaan proyek di kuartal ke ga tahun 2025. Perseroan secara ak f telah melakukan
komunikasi dan negosiasi ulang dengan para pemasok utama untuk memperpanjang termin
pembayaran tanpa dikenakan denda penal yang memberatkan. Kesepakatan ini dilakukan secara
goodwill untuk menjaga hubungan bisnis jangka panjang, di mana pemasok memahami kondisi
operasional Perseroan yang sedang berupaya memulihkan piutang melalui jalur hukum dan penagihan
intensif kepada pelanggan lainnya.
d. Langkah konkret apa yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk menyelesaikan utang
usaha yang telah jatuh tempo tersebut dan dampaknya terhadap likuiditas Perseroan? Jelaskan.
Jawab:
Langkah konkret yang diambil Perseroan mencakup akselerasi penagihan piutang usaha yang dak
bermasalah. Selain itu, Perseroan sedang mengupayakan penyelesaian sengketa hukum untuk
memulihkan hak atas dana yang tertahan guna menyun kkan likuiditas tambahan. Meskipun kondisi
Page 15
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
saat ini menekan rasio likuiditas, manajemen berkeyakinan bahwa dengan proyeksi pendapatan dari
kontrak-kontrak baru yang sedang berjalan, Perseroan mampu menyelesaikan seluruh tunggakan
secara bertahap sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga tanpa mengganggu keberlangsungan usaha
(going concern).
6. Merujuk pada CALK 13 terkait dengan utang pembiayaan konsumen, terdapat penurunan pada
akun utang pembiayaan konsumen sebesar 82,07%, hal ini dikarenakan terdapat penurunan pada
pembayaran angsuran ru n kepada PT Mandiri Tunas Finance. Berdasarkan informasi pada CALK,
tanggal jatuh tempo fasilitas kredit ini adalah pada Maret 2026 dan November 2026, maka saldo utang
akan terus mengecil seiring berjalannya waktu hingga lunas di tahun depan. Agar dijelaskan sebagai
berikut:
a. Rincian fasilitas utang pembiayaan konsumen dengan PT Mandiri Tunas Finance yang
mengalami penurunan saldo sebesar 82,07%, termasuk saldo awal, nilai angsuran yang telah
dibayarkan hingga 30 September 2025, dan sisa saldo utang.
Jawab:
Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 13, Perseroan memiliki dua perjanjian
pembiayaan konsumen (finance lease) dengan PT Mandiri Tunas Finance untuk pembelian
kendaraan. Rincian per fasilitas hingga 30 September 2025 menunjukkan bahwa berdasarkan
Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2024, saldo total sebesar Rp3.227.274.781 terbagi
menjadi bagian jangka pendek (current) sebesar Rp1.792.954.959 dan bagian jangka panjang
sebesar Rp1.434.319.822. Berdasarkan tanggal jatuh tempo masing-masing fasilitas, dapat
diasumsikan bahwa bagian jangka pendek tersebut bersumber dari Fasilitas No. 5912401296 yang
akan jatuh tempo dalam setahun (November 2026), sedangkan bagian jangka panjang berasal dari
Fasilitas No. 9002300313 yang jatuh tempo lebih dari setahun (Maret 2026).
Total pembayaran yang dilakukan selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mencapai
Rp2.625.577.513, yang dihitung dari selisih saldo awal dan saldo akhir setelah penyesuaian atas
bagian yang direklasifikasi sebagai jangka pendek. Pola pembayaran ini konsisten dengan informasi
arus kas pada tahun 2024 untuk pos "Pembayaran utang pembiayaan konsumen" sebesar
Rp3.125.737.870, yang mengindikasikan adanya disiplin dan ak vitas pelunasan yang proak f dari
Perseroan. Selanjutnya, terkait status Fasilitas No. 5912401296, fasilitas tersebut telah dilunasi
seluruhnya sebelum atau pada periode yang berakhir 30 September 2025, sehingga saldo yang
tercatat pada tanggal tersebut adalah nol.
b. Jelaskan mengenai pola dan konsistensi pembayaran angsuran ru n yang dilakukan Perseroan,
termasuk apakah terdapat perubahan jadwal atau percepatan pembayaran selama periode berjalan.
Page 16
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Jawab :
Perseroan menunjukkan komitmen dan disiplin yang nggi dalam memenuhi kewajiban pembayaran
angsuran ru n, sebagaimana dibuk kan oleh pelunasan satu fasilitas kredit, yaitu Fasilitas No.
5912401296, lebih cepat dari jadwal—sekitar 13 bulan sebelum jatuh tempo pada November 2026—
serta pengurangan saldo signifikan pada fasilitas kredit lainnya. Terdapat pula indikasi akselerasi
pelunasan (early se lement) pada fasilitas tersebut, yang dapat didorong oleh strategi manajemen kas
untuk mengurangi beban bunga dan liabilitas, atau karena tersedianya likuiditas yang memadai dari
ak vitas operasi maupun hasil Ini al Public Offering (IPO).
c. Bagaimana dampak penurunan saldo utang pembiayaan konsumen tersebut terhadap arus kas
Perseroan dan proyeksi liabilitas hingga seluruh fasilitas tersebut lunas pada tahun 2026.
Jawab :
Dari sisi historis, pelunasan dan pembayaran angsuran telah menimbulkan arus kas keluar sebesar Rp
2,63 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2025, yang bersumber dari kas operasional atau kas
yang tersedia dan dikategorikan sebagai arus keluar dari ak vitas pendanaan. Meskipun mengurangi
likuiditas jangka pendek, strategi pelunasan ini berdampak posi f bagi jangka panjang dengan
mengurangi total liabilitas serta beban bunga di masa depan, sehingga pada akhirnya meningkatkan
fleksibilitas keuangan Perseroan. Memproyeksikan liabilitas hingga tahun 2026, sisa saldo Fasilitas No.
9002300313 sebesar Rp 601,7 juta yang jatuh tempo pada Maret 2026 diperkirakan akan dilunasi
sepenuhnya, sementara Fasilitas No. 5912401296 telah terlunasi lebih awal. Implikasi dari penyelesaian
kewajiban ini adalah beban bunga dari utang pembiayaan konsumen akan menjadi nol setelah Maret
2026, sehingga berkontribusi pada peningkatan laba bersih dan arus kas operasi bersih ke depannya.
Lebih lanjut, pengurangan total liabilitas ini akan memperbaiki struktur modal Perseroan, termasuk
rasio leverage seper Debt to Equity Ra o.
d. Nilai yang akan dilunasi pada Maret 2026 dan kecukupan dana Perseroan.
Jawab :
Berdasarkan ketentuan perjanjian, nilai yang wajib dilunasi Perseroan pada atau sebelum tanggal jatuh
tempo 5 Maret 2026 adalah sebesar Rp 601.697.268. Jumlah ini merupakan sisa pokok dan bunga
terakhir dari Fasilitas No. 9002300313. Dari sisi kecukupan dana, posisi keuangan Perseroan sangat kuat
untuk memenuhi kewajiban tersebut. Hal ini dibuk kan dengan saldo Kas dan Bank per 30 September
2025 yang mencapai Rp 16,0 miliar, atau lebih dari 26 kali lipat dari jumlah yang harus dilunasi. Terlebih
lagi, kinerja operasi Perseroan juga menghasilkan arus kas yang sehat, dengan Kas Neto dari Ak vitas
Operasi sebesar Rp 24,7 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2025. Ini
menunjukkan bahwa sumber pelunasan dak hanya bergantung pada kas yang tersimpan, tetapi juga
Page 17
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
didukung oleh kemampuan bisnis in untuk terus menghasilkan likuiditas. Atas dasar kondisi tersebut,
dapat disimpulkan bahwa Perseroan sama sekali dak memiliki risiko gagal bayar (default) dalam
memenuhi pelunasan akhir di Maret 2026.
e. Jelaskan terkait dengan seluruh kontrak dari perolehan aset tersebut beserta pihak yang
menjual aset? Jika suppor ng document harap dilampirkan.
Jawab :
Berdasarkan ketentuan yang diungkapkan dalam CALK 13, seluruh aset terkait diperoleh
melalui perjanjian pembiayaan konsumen (finance lease) yang resmi dengan PT Mandiri Tunas Finance.
Dalam struktur pembiayaan ini, PT Mandiri Tunas Finance ber ndak sebagai pihak yang membeli aset
(kendaraan) dari suplier atau dealer mobil terpilih, kemudian menyewakannya kepada
Perseroan. Dokumen pendukung (terlampir)
7. Dalam penyajian laporan laba rugi periode 30 September 2025, Perseroan menggunakan
informasi pembanding periode 31 Desember 2024 pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), hal
tersebut dak sesuai dengan ketentuan paragraf 20 PSAK 234 poin B. Bursa ingin meminta penjelasan:
a. Alasan teknis Perseroan menggunakan informasi pembanding periode 31 Desember 2024
dalam Catatan atas Laporan Keuangan untuk laporan laba rugi periode 30 September 2025? Jelaskan
secara detail.
Jawab :
Alasan Teknis Penggunaan Pembanding Desember 2024 dan Kepatuhan PSAK 234 Penggunaan saldo
31 Desember 2024 dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) pada dasarnya merujuk pada
pembanding untuk Laporan Posisi Keuangan (Neraca), di mana saldo akun-akun aset dan liabilitas
memang harus dibandingkan dengan akhir tahun buku sebelumnya. Namun, terkait Laporan Laba Rugi,
Perseroan menyadari adanya ke daksinkronan dalam penyajian rincian CALK yang seharusnya
membandingkan periode berjalan dengan periode interim yang sama di tahun sebelumnya (30
September 2024). Alasan teknis di balik hal ini adalah adanya upaya manajemen untuk memberikan
gambaran progres akumulasi kinerja dari k awal tahun buku terakhir kepada pemangku kepen ngan.
Meskipun demikian, Perseroan mengakui bahwa secara norma f sesuai PSAK 234 paragraf 20 poin B,
laporan laba rugi interim seharusnya disajikan dengan pembanding periode yang sama pada tahun
fiskal sebelumnya untuk menunjukkan pertumbuhan year-on-year.
b. Berikan penjelasan apakah Perseroan telah memper mbangkan ketentuan PSAK 234 yang
mensyaratkan penyajian informasi pembanding untuk periode interim yang sebanding pada tahun
sebelumnya, khususnya untuk laporan laba rugi?
Jawab :
Page 18
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Perseroan telah sepenuhnya memper mbangkan ketentuan PSAK 234 (Pelaporan Keuangan Interim),
khususnya Paragraf 20 poin B yang mensyaratkan penyajian informasi pembanding untuk periode
interim yang sebanding pada tahun sebelumnya. Dalam Penyajian Laporan Keuangan Perseroan telah
menyampaikan periode pembanding yang sesuai, sebagaimana yang disampaikan pada laporan
keuangan unaudited periode 30 September 2025 – 30 september 2024 dan Perseroan tetap
berkomitmen penuh pada kepatuhan PSAK.
c. Jelaskan apakah terdapat rencana dari Perseroan untuk melakukan penyesuaian penyajian atau
perbaikan pengungkapan Catatan atas Laporan Keuangan agar sesuai dengan ketentuan PSAK 234 pada
periode pelaporan selanjutnya?
Jawab :
Sesuai yang dijelaskan pada poin diatas huruf b. Bahwa perseroan akan memper mbangkan ketentuan
PSAK 234, namun dalam proses penyusunan laporan interim yang sebelumnya dilakukan Perseroan
menilai telah selaras dengan PSAK.
d. Penjelasan apakah terdapat kendala sistem, data, atau kebijakan akuntansi internal yang
menyebabkan Perseroan dak menyajikan laporan laba rugi interim pembanding yang sesuai dengan
PSAK 234.
Jawab :
Dari penjelasan diatas Perseroan mengonfirmasi bahwa Perseroan akan memper mbangkan
ketentuan PSAK 234, namun dalam proses penyusunan laporan interim yang sebelumnya dilakukan
Perseroan menilai telah selaras dengan PSAK.
8. Dalam penyajian laporan perubahan ekuitas periode 30 September 2025, Perseroan
menggunakan informasi dari periode 31 Desember 2023 pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK),
dimana seharusnya menggunakan angka per 30 September 2024 dan hal tersebut dak sesuai dengan
ketentuan paragraf 20 PSAK 234 poin C.
a. Alasan teknis Perseroan menggunakan informasi pembanding periode 31 Desember 2024
dalam Catatan atas Laporan Keuangan untuk laporan perubahan ekuitas periode 30 September 2025?
Jelaskan secara detail.
Jawab :
Alasan Teknis Penggunaan Pembanding 31 Desember 2023 Secara teknis, pencantuman saldo per 31
Desember 2023 dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) periode 30 September 2025 dilakukan
Page 19
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
untuk menyajikan kon nuitas mutasi ekuitas secara kumula f sejak k awal tahun buku terakhir yang
telah diaudit sepenuhnya sebelum Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) dan untuk
selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan laporan
Keuangan.
b. Berikan penjelasan apakah Perseroan telah memper mbangkan ketentuan PSAK 234 yang
mensyaratkan penyajian informasi pembanding untuk periode interim yang sebanding pada tahun
sebelumnya, khususnya untuk laporan perubahan ekuitas?
Jawab :
Untuk selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan laporan
Keuangan.
c. Jelaskan apakah terdapat rencana dari Perseroan untuk melakukan penyesuaian penyajian atau
perbaikan pengungkapan Catatan atas Laporan Keuangan agar sesuai dengan ketentuan PSAK 234 pada
periode pelaporan selanjutnya?
Jawab :
Sebagai langkah konkret untuk memenuhi standar transparansi OJK dan Bursa, Perseroan berkomitmen
melakukan penyesuaian penyajian pada periode pelaporan berikutnya
Untuk selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan laporan
Keuangan.
d. Penjelasan apakah terdapat kendala sistem, data, atau kebijakan akuntansi internal yang
menyebabkan Perseroan dak menyajikan laporan perubahan ekuitas interim pembanding yang sesuai
dengan PSAK 234.
Jawab :
Untuk selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan laporan
Keuangan.
9. Dalam penyajian laporan arus kas periode 30 September 2025, Perseroan menggunakan
informasi pembanding periode 31 Desember 2024 pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), hal
tersebut dak sesuai dengan ketentuan paragraf 20 PSAK 234 poin D. Bursa meminta penjelasan:
Page 20
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
a. Alasan teknis Perseroan menggunakan informasi pembanding periode 31 Desember 2024
untuk laporan arus kas periode 30 September 2025? Jelaskan secara detail.
Jawab :
Secara teknis, penggunaan data pembanding per 31 Desember 2024 dalam rincian Catatan Atas
Laporan Keuangan (CALK) untuk Laporan Arus Kas periode 30 September 2025 dimaksudkan untuk
memberikan visualisasi mutasi kas secara kumula f sejak akhir tahun buku terakhir yang telah diaudit
dan Untuk selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan
laporan Keuangan.
b. Berikan penjelasan apakah Perseroan telah memper mbangkan ketentuan PSAK 234 yang
mensyaratkan penyajian informasi pembanding untuk periode interim yang sebanding pada tahun
sebelumnya, khususnya untuk laporan arus kas?
Jawab :
Perseroan telah memper mbangkan dan memahami sepenuhnya ketentuan PSAK 234 Paragraf 20 poin
D, yang mensyaratkan penyajian informasi pembanding untuk periode interim yang sebanding pada
tahun fiskal sebelumnya (yaitu laporan arus kas untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30
September 2024). Untuk selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam
menyajikan laporan Keuangan.
c. Jelaskan apakah terdapat rencana dari Perseroan untuk melakukan penyesuaian penyajian atau
perbaikan pengungkapan Catatan atas Laporan Keuangan agar sesuai dengan ketentuan PSAK 234 pada
periode pelaporan selanjutnya?
Jawab :
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan kepatuhan regulasi Bursa, Perseroan memiliki
rencana konkret untuk melakukan penyesuaian penyajian pada periode pelaporan selanjutnya.
Perseroan akan melakukan perbaikan pengungkapan (restatement atau reklasifikasi) pada laporan
tahunan atau interim berikutnya agar struktur CALK sepenuhnya mengiku kaidah PSAK 234, Untuk
selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan laporan
Keuangan.
d. Penjelasan apakah terdapat kendala sistem, data, atau kebijakan akuntansi internal yang
menyebabkan Perseroan dak menyajikan laporan laba rugi interim pembanding yang sesuai dengan
PSAK 234.
Page 21
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Jawab :
Untuk selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan laporan
Keuangan.
e. Jelaskan apakah terdapat rencana dari Perseroan untuk melakukan penyesuaian penyajian atau
perbaikan pengungkapan Catatan atas Laporan Keuangan agar sesuai dengan ketentuan PSAK 234 pada
periode pelaporan selanjutnya?
Jawab :
Untuk selanjutnya Perseroan akan memper mbangkan ketentuan PSAK 234 dalam menyajikan laporan
Keuangan.
10. Merujuk pada CALK 22 terkait dengan pendapatan per 30 September 2025, terdapat perubahan
komposisi antara 31 Desember 2024 dan 30 September 2025 mengenai pendapatan yang dibagi
berdasarkan pelanggannya. Pada 30 September 2025, pembagian dari dua pelanggan terbesar adalah
PT Timas Suplindo dengan nilai Rp22,85 miliar dengan persentase 36,03% dari total pendapatan dan
PT Timas Samudera Indonesia dengan nilai Rp39,23 miliar dengan persentase 61,87%. Pada 31
Desember 2024, penyumbang terbesar dari pendapatan adalah PT Timas Suplindo dengan nilai
Rp76,20 miliar dengan persentase dari pendapatan sebesar 89,74%. Bursa meminta penjelasan:
a. Alasan mengenai perubahan signifikan komposisi pendapatan Perseroan berdasarkan
pelanggan antara periode 31 Desember 2024 dan 30 September 2025?
Jawab:
Perubahan komposisi pendapatan antara periode tahunan 2024 dan periode 9 bulan pertama 2025
merupakan cerminan langsung dari sifat bisnis Perseroan yang berbasis proyek jasa engineering dan
survei dengan siklus pendapatan yang dak merata sepanjang tahun.
Pada tahun 2024, porsi pendapatan dari PT Timas Suplindo sebesar 89,74% terutama berasal dari
penyelesaian dan penagihan tahap akhir beberapa proyek strategis berjangka menengah yang telah
berjalan sejak tahun-tahun sebelumnya. Proyek-proyek ini mencapai puncak penagihannya di akhir
tahun 2024, sehingga kontribusinya sangat dominan dalam laporan tahunan.
Page 22
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Memasuki tahun 2025, proyek-proyek utama dengan PT Timas Suplindo tersebut telah beralih ke fase
pemeliharaan atau telah selesai, sehingga kontribusi pendapatannya menurun secara natural. Di sisi
lain, proyek baru dengan PT Timas Samudera Indonesia yang telah dimenangkan pada akhir tahun 2024
telah memasuki fase eksekusi dan penagihan ak f di tahun 2025, menghasilkan kontribusi sebesar
61,87%. Pergeseran ini menunjukkan kesinambungan kerja sama yang erat dengan Timas Group secara
keseluruhan, hanya berpindah dari satu en tas grup ke en tas lainnya seiring dengan penyelesaian dan
permulaan siklus proyek. Hal ini merupakan dinamika normal dalam operasional Perseroan dan dak
menunjukkan ketergantungan pada pelanggan baru di luar ekosistem strategis yang telah terjalin.
b. Jelaskan detail dari nilai komposisi pendapatan Perseroan berdasarkan pelanggan untuk
periode 30 September 2024 dan jelaskan alasan jika ada perbedaan nilai dengan periode 30 September
2025?
Jawab :
Untuk periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2024, total pendapatan Perseroan adalah
Rp58,25 miliar. Berdasarkan struktur proyek yang sedang berjalan saat itu, komposisi pendapatan
didominasi oleh PT Timas Suplindo dengan perkiraan porsi di atas 85%, karena proyek-proyek besar
dari tahun 2024 masih dalam tahap pelaksanaan dan penagihan intensif. PT Timas Samudera Indonesia
pada periode yang sama tahun lalu belum memberikan kontribusi material, karena proyek yang
menjadi sumber pendapatan pada 2025 masih dalam tahap mobilisasi dan persiapan kontrak.
Perbedaan yang signifikan antara September 2024 dan September 2025 justru menunjukkan
kesuksesan Perseroan dalam mengamankan dan mengoperasionalkan dari en tas grup yang sama.
Pergan an kontributor pendapatan utama dari satu en tas Timas Group ke en tas lainnya
menandakan kedalaman dan kekuatan hubungan strategis Perseroan dengan seluruh lini bisnis Timas
Group.serta kemampuan untuk terus mendapatkan porsi pekerjaan baru.
c. Apakah terdapat perubahan strategi terkait dari penjualan sehingga menyebabkan perubahan
komposisi pada persentase pendapatan berdasarkan pelanggan? Jelaskan secara detail.
Jawab :
Ya, terdapat penajaman strategi bisnis yang disengaja dan terkendali. Mengacu pada risiko konsentrasi
pendapatan yang nggi pada satu en tas pelanggan di tahun 2024, Manajemen secara ak f
menjalankan strategi untuk:
1. Memperdalam dan Melebarkan Hubungan dengan Grup Pelanggan Strategis: Alih-alih mencari
pelanggan sama sekali baru di luar sektor, strategi utama adalah memberikan layanan kepada
lebih banyak en tas di dalam grup korporasi yang sudah menjadi partner andal, seper Timas
Group. Ini terbuk dengan diraihnya kontrak dari PT Timas Samudera Indonesia.
Page 23
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
2. Manajemen Siklus Proyek yang Proak f: Perseroan secara sengaja mengelola waktu mulai
(commencement) dari proyek-proyek baru agar dapat mengisi pipeline pendapatan ke ka
proyek lama mendeka penyelesaian. Hal ini mengurangi vola litas pendapatan.
3. Diversifikasi Portofolio Layanan dalam Sektor yang Sama: Perseroan tetap fokus pada sektor
energi, tetapi berusaha menawarkan paket jasa yang lebih komprehensif kepada se ap en tas
dalam grup, sehingga menjadi mitra yang lebih integral.
Perubahan komposisi pendapatan ini adalah hasil yang diharapkan dan direncanakan dari strategi di
atas. Ini bukan indikasi berkurangnya bisnis dari PT Timas Suplindo, melainkan buk ekspansi bisnis
yang sehat ke dalam grup yang sama, yang pada akhirnya akan mengurangi risiko konsentrasi dan
menciptakan aliran pendapatan yang lebih berkelanjutan dari beberapa en tas dalam satu ekosistem
korporasi partner utama.
11. Merujuk pada CALK 23 terkait dengan beban pokok pendapatan per 30 September 2025,
terdapat perubahan yang signifikan pada bagian sewa, perbaikan dan pemeliharaan, instalasi
peralatan, upah tenaga ahli dan peneli an dan survei. Bursa ingin miminta penjelasan:
a. Pada periode 2024, nilai dari biaya sewa dan perbaikan dan pemeliharan, tersebut masing-
masing sebesar Rp7,16 miliar dan Rp2,55 miliar. Pada 30 September 2025, kedua akun tersebut
menunjukan menunjukkan nilai nihil. Bursa ingin meminta penjelasan terkait perubahan yang cukup
signifikan pada kedua bagian tersebut.
Jawab:
Perubahan nilai menjadi nihil pada akun biaya sewa serta perbaikan dan pemeliharaan per 30
September 2025 disebabkan oleh adanya reklasifikasi beban dan perubahan strategi operasional. Pada
periode 2024, biaya sewa yang nggi berkaitan dengan penggunaan peralatan pihak ke ga untuk
proyek tertentu. Namun, seiring dengan penambahan aset tetap dan aset takberwujud (perangkat
lunak operasional) yang dilakukan Perseroan di tahun 2025, kebutuhan akan sewa alat dari pihak
eksternal berkurang dras s. Selain itu, biaya yang sebelumnya dikategorikan sebagai perbaikan dan
pemeliharaan kini dialokasikan langsung ke dalam pos beban proyek spesifik atau dikapitalisasi jika
memenuhi kriteria penambahan masa manfaat aset, sesuai dengan kebijakan akuntansi Perseroan
untuk meningkatkan efisiensi biaya langsung.
b. Pada beban instalasi peralatan serta peneli an dan survei terdapat penurunan yang cukup
signifikan bila dibandingkan antara periode 31 Desember 2024 dengan 30 September 2025. Bursa ingin
meminta penjelasan terkait perubahan yang cukup signifikan pada kedua bagian tersebut.
Jawab:
Page 24
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Penurunan signifikan pada beban instalasi peralatan serta peneli an dan survei dibandingkan periode
31 Desember 2024 terjadi karena perbedaan fase dan karakteris k proyek yang dikerjakan pada tahun
berjalan. Pada tahun 2024, Perseroan menyelesaikan proyek-proyek besar yang membutuhkan
intensitas instalasi dan survei lapangan yang nggi di tahap awal. Sementara pada periode sembilan
bulan pertama tahun 2025, sebagian besar proyek berada dalam fase pemeliharaan atau pengerjaan
teknis yang lebih banyak melibatkan penggunaan teknologi internal dan perangkat lunak baru
Perseroan, sehingga menekan biaya out-of-pocket untuk jasa instalasi dan survei pihak ke ga.
c. Pada beban tenaga ahli, terdapat peningkatan yang cukup signifikan bila membandingkan
periode 31 Desember 2024 dengan 30 September 2025. Bursa ingin meminta penjelasan terkait
perubahan yang cukup signifikan pada bagian tersebut.
Jawab:
Peningkatan beban tenaga ahli yang signifikan per 30 September 2025 berbanding lurus dengan
komitmen Perseroan untuk meningkatkan kualitas layanan teknis subsea dan spesialisasi operasional.
Seiring dengan berkurangnya penggunaan jasa sewa alat (sebagaimana dijelaskan pada poin a),
Perseroan melakukan investasi lebih besar pada sumber daya manusia dengan merekrut tenaga ahli
spesialis untuk mengoperasikan teknologi baru dan menjalankan proyek-proyek kompleks secara
mandiri. Hal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk mengurangi
ketergantungan pada vendor eksternal dan meningkatkan margin laba kotor melalui op malisasi
keahlian internal.
11. Rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam jangka waktu 12 bulan ke
depan (jika ada). Informasi/fakta/kejadian pen ng lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
harga efek serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Agar disampaikan menggunakan Form E074 (non-publish)
Jawab :
Rencana aksi korporasi telah disampaikan menggunakan Form E019 (Laporan Informasi dan Fakta
Material).
Page 25
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
12. Berdasarkan CALK 5 terkait akun kas dan setara kas per tanggal 30 September 2025. Realisasi
baru mencapai 9,16% dari target akhir tahun. Terdapat selisih cukup besar (sekitar Rp158 miliar) yang
harus dikejar dalam satu kuartal terakhir untuk mencapai target proyeksi kas sebesar Rp174,6 miliar.
Berdasarkan dari nilai pada arus kas Perseroan, memang belum tercapai untuk masing-masing arus kas
operasi, investasi dan pendanaan. Untuk arus kas operasi sendiri per 30 September 2025, baru tercapai
sebesar 68,80% dari total proyeksi di 31 Desember 2025. Bursa ingin meminta penjelasan terkait
dengan:
Page 26
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
a. Perbedaan antara realisasi kas dan setara kas per 30 September 2025 dengan proyeksi
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025, termasuk rencana Perseroan dalam periode kuartal
terakhir.
Jawab :
Perbedaan signifikan antara realisasi kas per 30 September 2025 (Rp16 miliar) dengan proyeksi akhir
tahun (Rp174,6 miliar) utamanya disebabkan oleh pergeseran siklus penagihan piutang (collec on) dari
beberapa kontrak besar yang pengerjaannya telah diselesaikan di Kuartal III namun baru memasuki
jatuh tempo pembayaran di Kuartal IV 2025. Selain itu, terdapat penempatan dana yang bersifat
strategis pada aset operasional guna mendukung kapasitas proyek baru. Untuk mengejar target di
kuartal terakhir, Perseroan menjalankan rencana aksi berupa akselerasi penagihan termin proyek yang
sudah mencapai 100% serta mengop malkan manajemen modal kerja. Perseroan op mis target
proyeksi kas dapat tercapai seiring dengan masuknya pembayaran termin akhir dari pelanggan utama
di penghujung tahun buku.
b. Penjelasan mengenai realisasi arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan
Perseroan hingga 30 September 2025 dibandingkan dengan proyeksi.
Jawab :
Realisasi Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan Hingga 30 September 2025, realisasi arus kas
Perseroan menunjukkan dinamika sebagai berikut:
Arus Kas Operasi: Telah mencapai 68,80% dari proyeksi. Angka ini mencerminkan kinerja operasional
yang tetap berjalan kuat meskipun terdapat tantangan dalam kecepatan penerimaan kas dari
pelanggan.
Arus Kas Investasi: Realisasi mencerminkan pengeluaran modal (capex) untuk penguatan infrastruktur
teknologi dan peralatan subsea yang krusial bagi keberlangsungan kontrak jangka panjang. Hal ini
menyebabkan arus kas investasi berada pada posisi defisit sesuai rencana pengembangan kapasitas
perusahaan.
Arus Kas Pendanaan: Perseroan berfokus pada pemenuhan kewajiban utang pembiayaan
(sebagaimana tercatat pada penurunan utang pembiayaan konsumen) dan penggunaan dana hasil IPO
secara terukur, sehingga arus kas pendanaan bergerak sesuai dengan jadwal pembayaran liabilitas yang
ada.
c. Terkait dengan masih cukup jauh terealisasinya arus kas operasi, terutama pada bagian
penerimaan dana dari pelanggan serta pengeluaran untuk pembayaran pemasok, langkah apa yang
dilakukan oleh Perseroan untuk menghadapi hal tersebut.
Page 27
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Jawab :
Langkah Menghadapi Kesenjangan Penerimaan Pelanggan dan Pembayaran Pemasok Untuk mengatasi
kesenjangan antara penerimaan dari pelanggan dan kewajiban kepada pemasok, Perseroan telah
mengambil langkah-langkah strategis berikut:
Akselerasi Penagihan : Memperketat monitoring piutang usaha dan melakukan pendekatan intensif
kepada pelanggan besar guna mempercepat verifikasi dokumen penagihan agar dana dapat segera
dicairkan.
Negosiasi Termin Pemasok: Melakukan koordinasi dengan pemasok utama untuk menyesuaikan jadwal
pembayaran (perpanjangan credit term) yang selaras dengan profil arus kas masuk Perseroan, guna
menjaga stabilitas likuiditas tanpa mengganggu hubungan bisnis.
Prioritas Alokasi Kas: Menerapkan manajemen kas yang disiplin dengan memprioritaskan pengeluaran
pada biaya langsung proyek yang memiliki dampak pendapatan instan, sambil tetap mengawasi proses
hukum pemulihan piutang bermasalah (seper kasus TMR) sebagai sumber likuiditas tambahan di
masa depan.
Perseroan yakin bahwa dengan kombinasi strategi penagihan yang lebih agresif dan manajemen vendor
yang fleksibel, target arus kas operasi di akhir Desember 2025 akan tercapai secara op mal sesuai
dengan proyeksi yang telah ditetapkan.
13. Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Tingkat pencapaian
aset lancar, secara keseluruhan berada di angka 25,30%. Rendahnya realisasi ini sangat dipengaruhi
oleh belum masuknya arus kas masuk (cash-in) yang direncanakan dalam proyeksi. Terkait hal tersebut,
Bursa ingin meminta penjelasan:
a. Jelaskan mengenai ngkat pencapaian aset lancar Perseroan per 30 September 2025 yang
berada pada angka 25,30%, termasuk komposisi dan akun utama aset lancar yang realisasinya belum
sesuai dengan proyeksi.
Jawab:
Tingkat pencapaian aset lancar yang berada pada angka 25,30% per 30 September 2025 utamanya
dipengaruhi oleh realisasi akun Kas dan Setara Kas serta Piutang Usaha yang belum mencapai target
proyeksi tahunan. Rendahnya realisasi ini bukan disebabkan oleh penurunan kinerja operasional,
melainkan adanya ming difference dalam siklus penagihan proyek besar yang baru dijadwalkan masuk
(cash-in) pada kuartal keempat 2025. Selain itu, tertahannya dana pada piutang bermasalah terkait PT
Page 28
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Tri Mitra Resources (TMR) yang masih dalam proses hukum turut memberikan andil dalam belum
tercapainya target aset lancar yang diproyeksikan. Secara komposisi, aset lancar saat ini masih
didominasi oleh piutang usaha berjalan dan kas yang digunakan secara intensif untuk pendanaan
modal kerja proyek-proyek baru.
b. Jelaskan mengenai dampak rendahnya realisasi aset lancar terhadap kondisi likuiditas
Perseroan dan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Jawab:
Rendahnya realisasi aset lancar dibandingkan proyeksi memberikan tekanan pada rasio likuiditas
jangka pendek Perseroan. Namun, manajemen memas kan bahwa kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek tetap terjaga melalui manajemen arus kas yang ketat. Meskipun
realisasi kas belum mencapai target penuh, saldo kas yang tersedia sebesar Rp16 miliar per September
2025 masih memadai untuk menutupi beban operasional esensial dan angsuran ru n liabilitas
keuangan. Perseroan memi gasi dampak likuiditas ini dengan melakukan prioritas pembayaran pada
pemasok kri kal dan menunda pengeluaran non-operasional guna menjaga cash runway hingga siklus
penagihan besar terealisasi di akhir tahun.
c. Jelaskan mengenai langkah-langkah dan kebijakan Perseroan dalam menjaga kecukupan aset
lancar dan likuiditas, termasuk kemungkinan penyesuaian proyeksi keuangan dan mi gasi risiko ke
depan.
Jawab:
Kebijakan Menjaga Likuiditas dan Mi gasi Risiko ke Depan Dalam menjaga kecukupan aset lancar dan
likuiditas, Perseroan menerapkan beberapa langkah strategis dan kebijakan proak f, antara lain:
Akselerasi Penagihan : Meningkatkan intensitas penagihan piutang yang telah jatuh tempo dan
memas kan seluruh dokumen pendukung termin proyek segera diverifikasi oleh pelanggan.
Mi gasi Risiko Piutang: Melanjutkan langkah hukum tegas terhadap piutang bermasalah (kasus TMR)
guna memulihkan aset lancar Perseroan serta memperketat kriteria pemilihan mitra bisnis baru guna
menghindari risiko serupa.
Penyesuaian Proyeksi: Perseroan melakukan evaluasi berkala terhadap proyeksi keuangan untuk
menyesuaikan dengan kondisi pasar dan progres hukum yang ada. Jika diperlukan, Perseroan akan
melakukan kalibrasi ulang terhadap anggaran belanja modal (CAPEX) untuk dialokasikan kembali
sebagai modal kerja (working capital) guna memas kan stabilitas keuangan dan kelangsungan usaha
tetap terjaga dengan risiko yang terukur.
Page 29
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Perseroan yakin bahwa dengan masuknya arus kas dari termin proyek di kuartal terakhir dan
pengawasan likuiditas yang disiplin, posisi aset lancar akan mengalami penguatan signifikan pada akhir
tahun buku 2025.
14. Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Untuk pencapaian
proyeksi pada aset tetap (neto), Realisasi mencapai 113,21% dari proyeksi. Angka yang melebihi 100%
dari yang sebelumnya diproyeksikan menunjukkan bahwa saldo aset tetap saat ini lebih nggi dari yang
diperkirakan. Hal ini diakibatkan oleh nilai dari beberapa komponen aset tetap seper kendaraan,
peralatan proyek dan peralatan kantor yang memiliki nilai akuisisi yang nggi serta depresiasi yang
dak sebesar dalam proyeksi. Bursa meminta penjelasan:
a. Penjelasan mengenai realisasi aset tetap (neto) Perseroan per 30 September 2025 yang
mencapai 113,21% dari proyeksi, termasuk faktor-faktor yang menyebabkan realisasi tersebut lebih
nggi dari yang diperkirakan.
Jawab :
Realisasi aset tetap bersih (neto) Perseroan per 30 September 2025 yang mencapai 113,21% dari
proyeksi terutama disebabkan oleh perolehan aset tetap bernilai nggi di luar rencana belanja modal
(capital expenditure) awal tahun, disertai dengan realisasi beban depresiasi aktual yang lebih rendah
daripada proyeksi. Faktor utama yang mendorong nilai aset tetap neto lebih nggi melipu : (1)
Pengadaan kendaraan operasional dan logis k dalam jumlah lebih banyak dari rencana awal untuk
mendukung ekspansi distribusi dan layanan lapangan; (2) Pembelian So ware guna memenuhi
kebutuhan projek; serta (3) Penggan an dan penambahan peralatan kantor serta infrastruktur
pendukung yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan m dan operasi harian. Akumulasi nilai
perolehan (akuisisi) aset-aset ini secara signifikan melampaui asumsi belanja modal dalam proyeksi,
sehingga meningkatkan saldo aset tetap kotor. Secara bersamaan, beban depresiasi yang terealisasi
hingga September 2025 ternyata lebih rendah dari yang dianggarkan, sehingga nilai bersih aset tetap
(setelah depresiasi) menjadi lebih nggi daripada perkiraan.
b. Jelaskan mengenai perbedaan antara beban depresiasi aktual dengan depresiasi yang
diproyeksikan, termasuk asumsi umur manfaat dan metode depresiasi yang digunakan.
Jawab:
Perbedaan antara beban depresiasi aktual dan yang diproyeksikan terjadi karena beberapa asumsi
depresiasi dalam proyeksi dak sepenuhnya tercermin dalam realisasi. Secara aktual, Perseroan
menggunakan metode depresiasi garis lurus (straight-line method) dengan memperha kan es masi
umur manfaat yang ditetapkan berdasarkan kebijakan akuntansi, seper : 5-8 tahun untuk kendaraan,
3-10 tahun untuk peralatan proyek dan kantor, serta 10-20 tahun untuk bangunan. Dalam proyeksi,
Page 30
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
beban depresiasi dihitung berdasarkan rencana perolehan aset dan asumsi umur manfaat standar.
Namun, realisasi yang lebih rendah dapat disebabkan oleh: (1) Perolehan aset baru sebagian besar
terjadi pada paruh kedua periode (misalnya, kuartal ke ga), sehingga beban depresiasi yang diakui
hanya untuk beberapa bulan, bukan setahun penuh; (2) Adanya aset yang masih dalam tahap instalasi
atau belum dioperasikan secara komersial, sehingga belum memulai penyusutan; serta (3)
Kemungkinan penyesuaian es masi umur manfaat untuk aset tertentu berdasarkan penilaian teknis
yang lebih akurat. Kombinasi faktor ini menyebabkan akumulasi depresiasi aktual hingga September
2025 lebih kecil dari proyeksi, sehingga berkontribusi pada nilai aset tetap neto yang lebih nggi.
c. Berikan penjelasan secara detail terkait apa saja aset tetap yang ditambah dan sebelumnya
dak masuk dalam rencana belanja modal (capital expenditure) yang telah diproyeksikan. Selain itu,
jelaskan terkait apakah kegunaan dari aset-aset tersebut untuk kegiatan operasional Perseroan.
Jawab:
Aset tetap yang diperoleh di luar rencana belanja modal awal tahun mencakup beberapa komponen
utama dengan tujuan operasional yang spesifik:
Kendaraan Operasional: Penambahan armada kendaraan niaga dan kendaraan dinas untuk mendukung
peningkatan cakupan distribusi, pengiriman barang, dan mobilitas m lapangan. Perolehan ini
diperlukan untuk menanggapi pertumbuhan permintaan di wilayah baru dan memas kan ketepatan
waktu layanan.
Peralatan Proyek Khusus: Pengadaan alat berat, peralatan tes ng, perangkat lunak (so ware) dan
perangkat teknis spesifik yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek-proyek bernilai nggi yang
diperoleh setelah perencanaan anggaran, seper proyek infrastruktur atau instalasi sistem. Aset ini
pen ng untuk memenuhi kewajiban kontraktual dan standar kualitas.
Peralatan Kantor dan Teknologi: Investasi dalam perangkat komputer berkinerja nggi, server,
perangkat jaringan, serta perabot kantor tambahan untuk mengakomodasi penambahan staf dan
meningkatkan kapasitas kerja hybrid atau remote. Aset ini mendukung produk vitas dan kelancaran
operasi administra f.
Semua aset tersebut diperoleh dengan tujuan spesifik untuk meningkatkan kapasitas operasional,
memperluas jangkauan layanan, dan mendukung realisasi pendapatan. Meskipun dak dianggarkan
sebelumnya, perolehan ini merupakan respons strategis terhadap peluang bisnis dan kebutuhan
operasional yang muncul selama tahun berjalan, dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi
jangka panjang bagi Perseroan.
Page 31
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
15. Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Terdapat realisasi
aset tetap tak berwujud mencapai 20.650,57% dari proyeksi. Angka yang sangat besar ini menunjukkan
bahwa saldo aset tak berwujud saat ini lebih nggi dari yang diperkirakan. Perseroan sendiri
menjelaskan bahwa aset tak berwujud dari Perseroan merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh
Perseroan untuk menjalankan kegiatan operasional. Bursa ingin meminta penjelasan:
a. Penjelasan mengenai realisasi aset tak berwujud Perseroan per 30 September 2025 yang
mencapai 20.650,57% dari proyeksi, termasuk faktor-faktor yang menyebabkan realisasi tersebut lebih
nggi dari yang diperkirakan.
Jawab:
Realisasi aset tetap tak berwujud per 30 September 2025 yang mencapai 20.650,57% dari proyeksi
terjadi terutama karena adanya perolehan aset perangkat lunak berskala besar yang dak dianggarkan
dalam proyeksi awal tahun. Proyeksi awal kemungkinan hanya mencakup pengeluaran ru n untuk
pemeliharaan atau pembaruan lisensi perangkat lunak yang nilainya rela f kecil. Namun, pada periode
pelaporan, Perseroan melakukan investasi strategis dalam teknologi informasi berupa pengadaan atau
pengembangan perangkat lunak enterprise yang komprehensif (seper sistem CRM atau pla orm
digital khusus) untuk mentransformasi dan mengintegrasikan operasional secara keseluruhan. Nilai
investasi ini sangat signifikan sehingga menyebabkan deviasi ekstrem antara realisasi dan proyeksi.
Selain itu, pengakuan aset tak berwujud dari pengembangan internal (capitalized development cost)
yang sebelumnya dak dies masi juga berkontribusi terhadap lonjakan ini.
b. Jelaskan mengenai jenis dan ruang lingkup aset tak berwujud yang dimiliki Perseroan,
khususnya perangkat lunak yang digunakan dalam kegiatan operasional Perseroan.
Jawab :
Aset tak berwujud yang dimiliki Perseroan didominasi oleh perangkat lunak (so ware) yang digunakan
untuk mendukung kegiatan operasional dan administra f. Jenisnya melipu : (1) Perangkat Lunak
Sistem Utama (Core Enterprise So ware), dan inventaris; (2) Perangkat Lunak Operasional Khusus,
seper sistem untuk mengelola rantai pasok, logis k, atau layanan pelanggan; (3) Perangkat Lunak
Pendukung Bisnis, termasuk sistem CRM (Customer Rela onship Management), perangkat lunak
analisis data, dan tools kolaborasi internal; serta (4) Lisensi Perangkat Lunak Jangka Panjang untuk
keperluan spesifik seper keamanan siber atau pengolahan database. Ruang lingkup aset-aset ini
mencakup seluruh siklus operasi Perseroan, dari produksi dan distribusi hingga penjualan dan
pelayanan purna jual.
Page 32
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
c. Berikan penjelasan apakah terdapat perolehan atau pengakuan aset tak berwujud, termasuk
perangkat lunak, yang dak tercantum dalam rencana proyeksi awal, serta latar belakang dan tujuan
perolehan tersebut.
Jawab :
Ya, terdapat perolehan atau pengakuan aset tak berwujud dalam jumlah besar yang dak tercantum
dalam rencana proyeksi awal. Latar belakang perolehan ini adalah percepatan transformasi digital dan
peningkatan efisiensi operasional yang diputuskan secara strategis oleh manajemen dan Dewan
Komisaris di tengah tahun berjalan, sebagai respons terhadap tuntutan kompe si dan kebutuhan untuk
skalabilitas bisnis. Tujuan perolehan tersebut adalah untuk: (1) Menggan sistem legacy yang sudah
dak efisien dengan pla orm terintegrasi yang dapat mengurangi biaya operasional jangka panjang;
(2) Meningkatkan kapabilitas layanan dan kecepatan respons kepada pelanggan; serta (3) Menyiapkan
infrastruktur teknologi untuk ekspansi bisnis ke segmen atau wilayah baru. Keputusan ini bersifat
strategis dan dianggap mendesak, sehingga penganggarannya dilakukan di luar siklus perencanaan
anggaran tahunan.
d. Jelaskan mengenai dampak peningkatan signifikan aset tak berwujud tersebut terhadap kinerja
operasional dan proyeksi keuangan Perseroan ke depan.
Jawab :
Peningkatan signifikan aset tak berwujud ini akan memberikan dampak posi f dan nega f terhadap
kinerja operasional dan proyeksi keuangan. Secara operasional, investasi ini diharapkan dapat
meningkatkan produk vitas, akurasi data, dan kecepatan proses bisnis, serta mengurangi
ketergantungan pada proses manual. Namun, dalam jangka pendek, mungkin terjadi gangguan selama
masa implementasi dan kurva pembelajaran bagi karyawan. Secara keuangan, aset ini akan disusutkan
selama masa manfaatnya 4 tahun, yang akan meningkatkan beban penyusutan tahunan dan
mengurangi laba bersih dalam periode mendatang. Di sisi lain, penghematan biaya operasional dari
efisiensi yang dihasilkan diharapkan dapat menutupi peningkatan beban penyusutan tersebut. Proyeksi
keuangan ke depan perlu direvisi untuk mencerminkan beban penyusutan tambahan, serta
memasukkan manfaat peningkatan pendapatan dan pengurangan biaya operasional yang diharapkan
dari penggunaan aset ini. Dengan demikian, investasi ini merupakan strategi jangka panjang untuk
memperkuat fondasi digital Perseroan
16. Pada bagian ekuitas, terdapat informasi mengenai akun tambahan modal disetor baru
terealisasi sebesar 69,30% dan menunjukkan adanya rencana penyetoran modal tambahan yang belum
sepenuhnya terealisasi hingga 30 September 2025. Bursa ingin meminta penjelasan terkait dengan
alasan realisasi dari akun tambahan modal disetor yang baru mencapai 69,30% dari proyeksi, termasuk
Page 33
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
rencana penyetoran modal tambahan yang belum sepenuhnya terealisasi hingga 30 September 2025?
Berikan kepas an mengenai jadwal dari realisasi Pada bagian ekuitas, terdapat informasi mengenai
akun tambahan modal disetor baru terealisasi sebesar 69,30% dan menunjukan adanya rencana
penyetoran modal tambahan yang belum sepenuhnya terealisasi hingga tanggal 30 September 2025.
Bursa ingin meminta penjelasan terkait dengan alasan realisasi dari akun tambahan modal disetor yang
baru mencapai 69,30% dari proyeksi, termasuk rencana penyetoran modal tambahan yang belum
sepenuhnya terealisasi hingga 30 September 2025? Berikan kepas an mengenai jadwal dari realisasi
sisa penyetoran modal tambahan sebagaimana tercantum dalam proyeksi Perseroan.
Jawab :
Realisasi tambahan modal disetor yang baru mencapai 69,30% dari total proyeksi per 30 September
2025 disebabkan terdapat perbedaan perhitungan proyeksi pada biaya emisi dan konversi waran.
Penambahan ekuitas Proyeksi 2024 Proyeksi 2025 LK Sept 2025
Harga nominal 8 8 8
Selisih nominal dan offering price 112 112 92
Jumlah saham ditawarkan 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Modal disetor 9.600.000.000 9.600.000.000 9.600.000.000
Biaya IPO (7.000.000.000) (7.000.000.000) (4.524.685.370)
127.400.000.000 152.804.000.000 105.875.314.630
17. Pencapaian dari akun saldo laba sendiri per 30 September 2025 masih terealisasi cukup rendah,
yaitu hanya 5,80%. Hal ini diakibatkan dampak langsung dari realisasi laba tahun berjalan yang belum
op mal dibandingkan dengan proyeksi pada akhir tahun. Secara keseluruhan, ekuitas terealisasi
sebesar 63,63%. Bursa ingin meminta penjelasan terkait rendahnya realisasi saldo laba per 30
September 2025 dari pandangan manajemen yang baru mencapai 5,80%, termasuk keterkaitannya
dengan realisasi laba tahun berjalan yang belum op mal dibandingkan dengan proyeksi akhir tahun.
Jawab :
Dari sudut pandang manajemen, realisasi saldo laba per 30 September 2025 yang baru mencapai 5,80%
dari proyeksi akhir tahun secara langsung merupakan cerminan dari realisasi laba tahun berjalan
(current year profit) yang masih berada di bawah target dan belum op mal. Saldo laba (retained
earnings) merupakan akumulasi dari laba ditahan periode-periode sebelumnya ditambah dengan laba
bersih tahun berjalan. Dengan demikian, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan saldo laba dalam
periode pelaporan ini seharusnya berasal dari realisasi laba pada tahun 2025. Keterkaitan antara
realisasi saldo laba yang rendah dengan laba tahun berjalan yang belum op mal adalah sangat erat
dan bersifat kausal. Proyeksi saldo laba di akhir tahun 2025 disusun dengan asumsi bahwa laba tahun
berjalan akan mencapai target tertentu. Namun, berdasarkan realisasi hingga September 2025, kinerja
laba bersih Perseroan masih jauh dari trajectory yang diperlukan untuk memenuhi asumsi tersebut. Hal
Page 34
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
ini disebabkan oleh beberapa faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, terutama realisasi pendapatan
yang hanya mencapai 47,23% dari proyeksi dan pembengkakan pada beban umum dan administrasi
yang melampaui anggaran. Kombinasi dari pendapatan yang lebih rendah dan biaya yang lebih nggi
tersebut telah secara signifikan menekan margin laba dan nilai laba bersih yang dapat dikontribusikan
ke saldo laba. Rendahnya realisasi saldo laba ini juga menunjukkan bahwa akumulasi kinerja kuartal I-
III 2025 belum mampu memberikan kontribusi material terhadap pertumbuhan ekuitas dari unsur laba
ditahan. Sementara realisasi total ekuitas mencapai 63,63%, kontribusi terbesar terhadap angka
tersebut kemungkinan besar berasal dari pos ekuitas lain seper modal disetor, bukan dari akumulasi
laba. Kondisi ini menggarisbawahi tantangan utama Perseroan dalam mencapai profitabilitas yang
diproyeksikan. Manajemen menyadari bahwa untuk mendorong realisasi saldo laba mendeka
proyeksi, pencapaian laba pada kuartal IV 2025 harus sangat luar biasa (excep onally strong) guna
menutup gap yang lebar dari sembilan bulan pertama. Namun, dengan memper mbangkan kondisi
pasar dan realisasi hingga saat ini, manajemen juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap relevansi
asumsi proyeksi laba dan kemungkinan penyesuaian agar lebih mencerminkan kondisi operasional yang
sedang dihadapi.
18. Realisasi pendapatan (disetahunkan) berdasarkan data per 30 September 2025 dengan nilai
sebesar Rp84,54 miliar mencapai 47,23% dari proyeksi yang nilainya sebesar Rp178,99 miliar. Bursa
ingin meminta penjelasan:
a. Jelaskan mengenai realisasi pendapatan Perseroan per 30 September 2025 yang hanya
mencapai 47,23% dari proyeksi, termasuk faktor-faktor utama yang mempengaruhi pencapaian
tersebut.
Jawab :
Realisasi pendapatan Perseroan per 30 September 2025 yang hanya mencapai 47,23% dari proyeksi
(Rp84,54 miliar dibandingkan proyeksi Rp178,99 miliar) terutama dipengaruhi oleh kombinasi faktor
eksternal dan internal. Secara eksternal, terjadi perlambatan permintaan pasar di beberapa segmen
utama yang dilayani Perseroan, dipicu oleh tekanan inflasi dan pengetatan moneter yang mengurangi
daya beli pelanggan. Selain itu, persaingan pasar yang semakin ketat dengan masuknya pemain baru
dan agresivitas kompe tor dalam menawarkan harga lebih rendah telah memengaruhi volume
penjualan. Secara internal, terdapat penundaan peluncuran produk atau layanan baru yang semula
dijadikan pendorong pertumbuhan, serta kendala operasional dalam rantai pasok yang mengakibatkan
keterlambatan pemenuhan pesanan. Faktor lain adalah pergeseran ming proyek besar dari klien
korporat yang bergeser dari kuartal I-III ke kuartal IV 2025 atau bahkan awal 2026, sehingga pendapatan
dari kontrak-kontrak bernilai nggi belum dapat diakui pada periode pelaporan ini. Kondisi ini
mengindikasikan adanya gap signifikan antara ekspektasi pertumbuhan dengan realitas dinamika pasar.
Page 35
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
b. Asumsi apa yang digunakan oleh Perseroan pada saat menyusun nilai pendapatan pada saat
pembuatan proyeksi? Jelaskan secara detail.
Jawab :
Dalam menyusun proyeksi pendapatan sebesar Rp178,99 miliar, Perseroan menggunakan beberapa
asumsi kunci yang didasarkan pada kondisi dan outlook saat proyeksi dibuat. Pertama, asumsi
pertumbuhan pasar dan ekonomi makro yang op mis, dengan perkiraan pertumbuhan PDB dan daya
beli masyarakat yang stabil. Kedua, asumsi pangsa pasar yang meningkat sebagai dampak dari strategi
ekspansi dan peluncuran produk baru yang dijadwalkan tepat waktu. Ke ga, asumsi realisasi kontrak
atau proyek besar yang telah dalam pipeline, dengan perkiraan bahwa penandatanganan dan eksekusi
akan berjalan sesuai meline yang direncanakan di awal tahun. Keempat, asumsi harga jual dan volume
penjualan yang dipertahankan atau bahkan di ngkatkan, tanpa gangguan supply chain yang material.
Kelima, asumsi faktor musiman dan siklus bisnis yang mengiku pola tahun-tahun sebelumnya, dengan
kuartal III dan IV biasanya memberikan kontribusi pendapatan terbesar. Asumsi-asumsi ini, yang
tampaknya dak sepenuhnya tercapai pada sembilan bulan pertama, menunjukkan bahwa kondisi
aktual mengalami deviasi yang signifikan dari skenario dasar yang digunakan.
c. Apa langkah dan strategi dari Perseroan pada sisa periode tahun berjalan untuk dapat mengejar
target proyeksi pendapatan sebesar Rp178,9 miliar? Jelaskan secara detail.
Jawab :
Untuk mengejar target proyeksi pendapatan pada sisa periode tahun berjalan, Perseroan akan
mengimplementasikan langkah-langkah korek f dan strategis yang agresif. Pertama, Perseroan akan
mempercepat realisasi proyek atau kontrak yang tertunda dengan membentuk m khusus untuk
memas kan eksekusi, pengiriman, dan penagihan pada kuartal IV 2025. Kedua, akan dilakukan
intensifikasi strategi penjualan dan pemasaran, termasuk program promosi khusus, perluasan jaringan
distribusi, dan penawaran paket nilai tambah untuk mendongkrak volume penjualan. Ke ga, Perseroan
akan mengop malkan penjualan dari produk atau layanan dengan margin nggi dan yang
permintaannya lebih stabil, sekaligus melakukan penetrasi pasar baru yang potensial. Keempat,
manajemen akan memperkuat hubungan dengan klien strategis dan melakukan negosiasi ulang untuk
memajukan waktu pengerjaan atau penandatanganan kontrak baru. Kelima, akan diterapkan insen f
kinerja m penjualan yang lebih agresif untuk memacu pencapaian target. Keenam, Perseroan akan
meningkatkan efisiensi operasional dan rantai pasok untuk memas kan dak ada lagi keterlambatan
yang mengurangi potensi pendapatan. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan berupaya
memaksimalkan kontribusi pendapatan di kuartal IV, meskipun diakui bahwa pencapaian 100% target
proyeksi akan sangat menantang dan mungkin memerlukan penyesuaian realis s terhadap ekspektasi.
19. Pada nilai beban umum dan administrasi per 30 September 2025, akun ini telah melampaui
proyeksi secara signifikan, yaitu 141,62%. Hal ini menunjukkan adanya pembengkakan biaya
Page 36
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
operasional kantor atau administra f yang jauh di atas anggaran awal dan perlu dievaluasi efisiensinya.
Bursa ingin meminta penjelasan:
a. Jelaskan secara detail mengenai realisasi beban umum dan administrasi per 30 September 2025
yang mencapai 141,62% dari proyeksi, termasuk faktor-faktor utama yang menyebabkan realisasi
tersebut melampaui anggaran awal.
Jawab :
Realisasi beban umum dan administrasi per 30 September 2025 yang mencapai 141,62% dari proyeksi
disebabkan oleh beberapa faktor kumula f yang bersifat operasional dan strategis. Pertama, terjadi
kenaikan biaya tenaga kerja administra f di luar perencanaan, termasuk penyesuaian tunjangan,
lembur, dan rekrutmen tambahan untuk mendukung ekspansi operasional. Kedua, biaya sewa dan
pemeliharaan kantor serta fasilitas meningkat signifikan akibat renovasi ruangan, penambahan lokasi
kerja, dan kenaikan harga sewa sesuai kontrak. Ke ga, biaya teknologi informasi dan sistem
membengkak akibat percepatan digitalisasi, pembelian perangkat lunak baru, serta peningkatan biaya
keamanan siber yang dak sepenuhnya teranggarkan sebelumnya. Keempat, biaya konsultan hukum,
audit, dan profesional lainnya meningkat melebihi es masi karena Perseroan menghadapi
kompleksitas regulasi dan kebutuhan due diligence untuk beberapa transaksi korporat. Terakhir, biaya
u litas dan operasional kantor harian seper listrik, air, dan logis k juga naik seiring dengan inflasi dan
peningkatan ak vitas kerja.
b. Jelaskan apakah terdapat beban yang bersifat non-recurring atau kejadian tertentu yang
menyebabkan peningkatan beban umum dan administrasi selama periode berjalan.
Jawab :
Ya, terdapat sejumlah beban non-recurring atau kejadian khusus yang berkontribusi terhadap
pembengkakan biaya ini. Di antaranya adalah biaya restrukturisasi internal untuk penyelarasan
organisasi, termasuk pesangon dan pela han ulang pegawai. Selain itu, Perseroan juga menanggung
biaya terkait penyelesaian sengketa hukum dan kepatuhan regulasi yang sifatnya insiden l namun
signifikan jumlahnya. Kejadian lain seper pengadaan darurat peralatan kantor dan teknologi akibat
gangguan operasional, serta biaya par sipasi dalam pameran dan konferensi internasional yang
sebelumnya dak direncanakan, turut mendorong kenaikan ini. Beban-beban ini bersifat satu kali dan
dak akan berulang secara ru n pada periode berikutnya, namun dampaknya sangat material terhadap
realisasi hingga September 2025.
c. Apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan Perseroan untuk mengendalikan dan
meningkatkan efisiensi beban umum dan administrasi pada sisa periode tahun berjalan.
Page 37
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Jawab :
Perseroan akan segera menerapkan langkah-langkah korek f dan preven f untuk mengendalikan
beban umum dan administrasi pada sisa periode tahun berjalan. Pertama, melakukan peninjauan ulang
dan pengetatan anggaran operasional dengan memberlakukan approval mul level untuk pengeluaran
di atas nominal tertentu. Kedua, mengop malkan penggunaan teknologi melalui konsolidasi pla orm
digital dan negosiasi ulang kontrak layanan IT untuk mendapatkan harga lebih kompe f. Ke ga,
menerapkan kebijakan efisiensi energi dan penggunaan sumber daya kantor secara lebih ketat,
termasuk pengurangan penggunaan fasilitas non-esensial. Keempat, menunda pengeluaran yang dak
mendesak seper renovasi non-kri s dan pela han eksternal, serta mengalihkannya ke metode virtual
atau internal. Kelima, melakukan audit operasional secara berkala untuk mengiden fikasi celah
pemborosan dan peluang penghematan. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan berkomitmen
untuk menekan pertumbuhan beban administra f agar lebih sejalan dengan proyeksi tanpa
mengorbankan produk vitas dan kualitas operasional.
20. Perseroan memproyeksikan utang pajak mencapai Rp7,18 miliar pada 31 Desember 2025.
Adapun per 30 September 2025, yang terealisasi adalah hanya senilai Rp833,04 juta. Bursa meminta
penjelasan mengenai:
a. Sehubungan dengan realisasi utang pajak per 30 September 2025 yang hanya sebesar Rp833,04
juta dibandingkan dengan proyeksi sebesar Rp7,18 miliar pada 31 Desember 2025, jelaskan faktor
utama yang menyebabkan perbedaan signifikan tersebut.
Jawab :
Perbedaan yang signifikan antara realisasi utang pajak per 30 September 2025 (Rp833,04 juta) dan
proyeksi 31 Desember 2025 (Rp7,18 miliar) terutama disebabkan oleh ming pengakuan dan
pembayaran kewajiban pajak. Utang pajak yang besar pada proyeksi akhir tahun umumnya terkumpul
dari es masi kewajiban pajak penghasilan badan (PPh Pasal 25/29) yang jatuh tempo pada akhir tahun
atau setelah penutupan buku, serta akrual pajak-pajak lain yang baru dihitung secara penuh setelah
laba tahunan diketahui. Sementara itu, posisi per 30 September 2025 hanya mencerminkan kewajiban
pajak yang telah jatuh tempo hingga akhir kuartal ke ga, seper PPh Pasal 23/26, PPN masa berjalan,
dan angsuran PPh Pasal 25. Dengan kata lain, sebagian besar es masi Rp7,18 miliar merupakan akrual
untuk kewajiban pajak yang baru akan mbul dan diakui pada kuartal IV 2025, terutama terkait
perhitungan tahunan PPh Badan dan penyesuaian pajak akhir tahun.
b. Jelaskan jadwal pengakuan dan pembayaran kewajiban pajak Perseroan hingga akhir tahun
buku 2025, serta apakah terdapat kewajiban pajak yang baru akan mbul pada kuartal IV 2025.
Jawab :
Page 38
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
Jadwal kewajiban pajak Perseroan mengiku ketentuan perpajakan. Hingga September 2025,
kewajiban ru n seper PPN dan PPh Pasal 23/4(2) telah diakui dan dibayar se ap bulan, sedangkan
angsuran PPh Pasal 25 dibayar bulanan. Pada kuartal IV 2025 (Oktober-Desember), Perseroan akan
terus mengakui dan membayar kewajiban pajak ru n tersebut. Yang signifikan, kewajiban pajak besar
baru akan mbul dan diakui menjelang dan setelah penutupan tahun buku, terutama berupa: (1)
Akrual PPh Badan (PPh Pasal 29) yang dihitung berdasarkan laba fiskal tahun 2025, yang
pembayarannya jatuh tempo paling lambat akhir Maret 2026 namun harus diakui sebagai liabilitas di
akhir Desember 2025; dan (2) Penyesuaian akhir tahun untuk pajak yang sifatnya es ma f, seper
pajak atas transaksi antarwaktu. Oleh karena itu, peningkatan dari Rp833,04 juta menjadi Rp7,18 miliar
sangat dimungkinkan dari akrual kewajiban pajak tahunan ini.
c. Jelaskan asumsi utama yang digunakan dalam penyusunan proyeksi utang pajak sebesar Rp7,18
miliar, serta apakah asumsi tersebut masih relevan dengan kondisi keuangan Perseroan saat ini.
Jawab :
Asumsi utama dalam penyusunan proyeksi utang pajak sebesar Rp7,18 miliar didasarkan pada: (1)
Proyeksi laba kena pajak tahun 2025 yang dies masi akan menghasilkan kewajiban PPh Badan tertentu;
(2) Asumsi tarif pajak yang berlaku; (3) Es masi transaksi kena pajak (penjualan, pembelian, dll.) selama
tahun 2025; serta (4) Perhitungan kredit pajak (PPh 22, 23, 25) yang diperkirakan akan mengurangi
utang pajak akhir tahun. Relevansi ini terhadap kondisi keuangan saat ini perlu di njau ulang. Jika
realisasi laba hingga September 2025 lebih rendah dari proyeksi, atau terjadi perubahan kebijakan
fiskal/perpajakan, maka es masi utang pajak akhir tahun mungkin perlu direvisi ke bawah. Namun, jika
asumsi laba dan transaksi masih sesuai dengan realisasi 9 bulan, maka proyeksi tersebut masih dapat
dijadikan acuan dengan penyesuaian minor.
d. Jelaskan apakah terdapat potensi koreksi fiskal, pemeriksaan pajak, atau kewajiban pajak lain
yang belum tercermin dalam saldo utang pajak per 30 September 2025.
Jawab :
Perseroan menyatakan bahwa saldo utang pajak per 30 September 2025 hanya mencerminkan
kewajiban berdasarkan perhitungan internal yang telah jatuh tempo. Terdapat potensi kewajiban lain
yang belum tercermin, antara lain: (1) Koreksi fiskal yang mungkin mbul saat penyusunan SPT
Tahunan, seper atas biaya yang dak boleh dibebankan sepenuhnya; (2) Kewajiban pajak tertunda
yang terkait dengan transaksi yang masih dalam proses pemeriksaan internal atau keberatan; (3)
Potensi kewajiban dari pemeriksaan pajak (audit) untuk tahun-tahun sebelumnya yang masih berjalan
atau dapat diajukan oleh otoritas pajak; serta (4) Pajak atas transaksi kuartal IV yang, seper dijelaskan,
belum diakrual. Oleh karena itu, Perseroan harus mengungkapkan bahwa es masi akhir tahun (Rp7,18
miliar) telah memper mbangkan sebagian dari faktor ini, namun tetap terdapat risiko penyesuaian jika
terdapat temuan atau perubahan peraturan di kemudian hari.
Page 39
PT. ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 6 Jakarta Selatan 12810, Indonesia
Telp : +62-21 831 2530 | Fax : +62-21 8379 7456 | E-mail : jakarta@atlan ssubsea.com
www.atlan ssubsea.com
21. Berdasarkan perbandingan Laporan Keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Terkait
dengan utang pembiayaan konsumen, Perseroan dak melakukan proyeksi sehingga tercatat nihil pada
periode 31 Desember 2025. Per 30 September 2025, tercatat nilai sebesar Rp1,43 miliar untuk bagian
jangka panjang dan Rp321,48 juta untuk bagian jangka pendek. Hal ini terjadi Perseroan
menandatangani beberapa perjanjian utang pembiayaan konsumen untuk pembelian beberapa
kendaraan dengan PT Mandiri Tunas Finance. Agar dijelaskanBerdasarkan perbandingan Laporan
Keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Terkait dengan utang pembiayaan konsumen,
Perseroan dak melakukan proyeksi sehingga tercatat nihil pada periode 31 Desember 2025. Per 30
September 2025, tercatat nilai sebesar Rp1,43 miliar untuk bagian jangka panjang dan Rp321,48 juta
untuk bagian jangka pendek. Hal ini terjadi Perseroan menandatangani beberapa perjanjian utang
pembiayaan konsumen untuk pembelian beberapa kendaraan dengan PT Mandiri Tunas Finance. Agar
dijelaskan sebagai berikut:
a. Jelaskan mengenai latar belakang adanya utang pembiayaan konsumen Perseroan per 30
September 2025 yang dak termasuk dalam proyeksi Perseroan per 31 Desember 2025?
Jawab :
Utang pembiayaan konsumen yang tercatat per 30 September 2025 muncul karena Perseroan
melakukan pembelian kendaraan melalui skema pembiayaan konsumen dengan PT Mandiri Tunas
Finance. Transaksi ini bersifat incidental dan dak direncanakan sebelumnya dalam proyeksi keuangan
hingga 31 Desember 2025. Dalam penyusunan proyeksi, perusahaan mungkin hanya
memper mbangkan liabilitas yang telah terkontrak atau direncanakan secara strategis pada saat
proyeksi dibuat, sementara keputusan untuk pembiayaan kendaraan ini mungkin diambil setelah
proyeksi disusun, atau merupakan respons terhadap kebutuhan operasional mendadak. Oleh karena
itu, utang tersebut dak tercermin dalam proyeksi 31 Desember 2025, sehingga pada periode proyeksi
nilai utang pembiayaan konsumen tercatat nihil. Hal ini menunjukkan adanya deviasi antara realisasi
operasional dan asumsi proyeksi, yang umum terjadi jika terdapat ak vitas pembiayaan di luar rencana
awal.
b. Bagaimana dampak dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang Perseroan
kedepannya dengan adanya pengakuan utang pembiayaan konsumen? Jelaskan secara detail.
Jawab :
Pengakuan utang pembiayaan konsumen ini akan memengaruhi struktur liabilitas Perseroan dalam dua
aspek utama. Untuk liabilitas jangka pendek (Rp321,48 juta), dampaknya adalah meningkatnya
kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun, yang dapat mengurangi likuiditas Perseroan
jika dak diimbangi dengan arus kas operasional yang memadai. Perseroan perlu memas kan
Page 40
Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Timas Suplindo. Tetapi
p.1
unresolved
org
PT Tri Mitra Resources
p.1 ×10
unresolved
org
PT Timas Samudera Indonesia
p.1 ×9
unresolved
org
PT Meindo Elang Indah
p.1 ×5
unresolved
org
PT Timas Suplindo
p.1 ×10
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.2 ×2
unresolved
org
PT Timas Samudera Indonesia. Peningkatan
p.2
unresolved
org
PT TMR
p.4
unresolved
org
PT Pertamina EP Ramba
p.5
unresolved
org
PT Wijaya Bangun Sak
p.5 ×2
unresolved
org
PT Indo Jaya Karya Murni
p.5 ×2
unresolved
org
PT Mul
p.6 ×2
unresolved
org
Milik Negara
p.6
unresolved
org
PT Atlan
p.7 ×2
unresolved
org
Subsea Indonesia Tbk
p.7 ×2
unresolved
org
PT Meindo Elang Indah. Hal
p.14
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance. Agar
p.39 ×2
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance. Transaksi
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.