Back to announcement
20260115_TOBA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32020544_lamp2.pdf
Other Text extracted TOBASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
INFORMASI INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN PADA TANGGAL 16 DESEMBER 2025.
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN
DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT TBS ENERGI UTAMA TBK (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN
KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI.
PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN OBLIGASI TAHAP KE-2 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I YANG TELAH MENJADI EFEKTIF
PT TBS ENERGI UTAMA TBK
Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
Kegiatan Usaha Utama:
Investasi di bidang pertambangan dan perdagangan batubara, perkebunan kelapa sawit dan sedang mengembangkan usahanya sebagai produsen pembangkit listrik mandiri,
serta investasi di energi terbarukan dan bisnis pengelolaan sampah serta perdagangan besar dan eceran kendaraan melalui Entitas Anak.
Kantor Pusat:
Treasury Tower, Level 33, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Telp. (62 21) 5020 0353 | Faks. (62 21) 5020 0352
Website: www.tbsenergi.com | Email: corsec@tbsenergi.com
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA
DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP800.000.000.000,- (DELAPAN RATUS MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI BERKELANJUTAN I”)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I tersebut, Perseroan telah menerbitkan:
OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA TAHAP I TAHUN 2025
DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP125.000.000.000,- (SERATUS DUA PULUH LIMA MILIAR RUPIAH)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:
OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA TAHAP II TAHUN 2026
DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP500.000.000.000,- (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH)
(“OBLIGASI”)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama KSEI, sebagai bukti utang kepada Pemegang Obligasi. Obligasi ini ditawarkan
dengan nilai 100% (seratus persen), dimana sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) akan dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) dan terdiri dari 3 (tiga) seri dengan
ketentuan sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25% (tujuh koma dua lima persen) per tahun
dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok
Obligasi.
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp175.000.000.000,- (seratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00% (delapan koma nol nol
persen) per tahun dengan jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal
Pelunasan Pokok Obligasi.
Seri C : Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp225.000.000.000,- (dua ratus dua puluh lima miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,65% (delapan koma enam lima
persen) per tahun dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat
Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sekali, terhitung sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal
22 April 2026, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri Obligasi adalah pada tanggal 22 Januari 2029 untuk Obligasi Seri A, pada tanggal 22 Januari 2031
untuk Obligasi Seri B dan pada tanggal 22 Januari 2033 untuk Obligasi Seri C.
OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA TAHAP III DAN/ATAU TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITENTUKAN KEMUDIAN.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS MAUPUN OLEH PIHAK KETIGA LAINNYA, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG BERGERAK
MAUPUN TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN PASAL 1132 KITAB UNDANG-UNDANG
HUKUM PERDATA INDONESIA. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARI PASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAIN SESUAI DENGAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DARI WAKTU KE WAKTU DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI
(BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SEBELUM TANGGAL PELUNASAN POKOK OBLIGASI DAN PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI
(BUY BACK) TERSEBUT UNTUK DISIMPAN YANG KEMUDIAN HARI DAPAT DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR ATAU SEBAGAI PELUNASAN OBLIGASI. PERSEROAN WAJIB MENGUMUMKAN
DALAM 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG MEMPUNYAI PEREDARAN NASIONAL MENGENAI RENCANA DILAKUKANNYA PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI
SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM TANGGAL PERMULAAN PENAWARAN PEMBELIAN (BUY BACK) OBLIGASI, DENGAN KETENTUAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI
SEBELUM DILAKSANAKANNYA PENGUMUMAN DALAM SURAT KABAR, PERSEROAN WAJIB MELAPORKAN KEPADA OJK MENGENAI RENCANA PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI
TERSEBUT. KETERANGAN MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) LAINYA DAPAT DILIHAT PADA BAB I INFORMASI TAMBAHAN.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM
BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS OBLIGASI DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (“PEFINDO”):
idA
(Single A)
KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KETERGANTUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN ANAK DIMANA PERSEROAN BERGANTUNG PADA PENDAPATAN USAHA, LABA
INVESTASI DAN PEMBAGIAN DIVIDEN DARI PERUSAHAAN ANAK. RISIKO UTAMA PERUSAHAAN ANAK ADALAH RISIKO FLUKTUASI HARGA DAN PASOKAN BATUBARA YANG DAPAT MEMBERIKAN
DAMPAK MATERIAL DAN MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PERSEROAN.
RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI ANTARA LAIN DISEBABKAN
KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
OBLIGASI INI AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”)
PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI DIJAMIN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK
PT Sucor Sekuritas PT Indo Premier Sekuritas PT RHB Sekuritas Indonesia
WALI AMANAT
PT BANK MEGA TBK
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI DITERBITKAN DI JAKARTA PADA TANGGAL 15 JANUARI 2025
Page 2
JADWAL SEMENTARA
Tanggal Efektif : 30 Juni 2025
Masa Penawaran Umum : 15 Januari 2026
Tanggal Penjatahan : 20 Januari 2026
Tanggal Pembayaran dari Investor 21 Januari 2026
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 22 Januari 2026
Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 22 Januari 2026
Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 23 Januari 2026
PENAWARAN UMUM OBLIGASI
KETERANGAN TENTANG OBLIGASI YANG AKAN DITERBITKAN
Nama Obligasi
Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap II Tahun 2026
Jenis Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI
sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dan didaftarkan pada tanggal
diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi
adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening.
Harga Penawaran
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi pada Tanggal Emisi.
Jumlah Pokok Obligasi, Bunga Obligasi dan Jatuh Tempo Obligasi
Seluruh nilai Pokok Obligasi yang akan dikeluarkan sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) ini terdiri dari:
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah) dengan tingkat
bunga tetap sebesar 7,25% (tujuh koma dua lima persen) per tahun dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun
terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment)
pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp175.000.000.000,- (seratus tujuh puluh lima miliar Rupiah)
dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00% (delapan koma nol nol persen) per tahun dengan jangka waktu 5
(lima) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet
payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
Seri C : Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp225.000.000.000,- (dua ratus dua puluh lima miliar Rupiah)
dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,65% (delapan koma enam lima persen) per tahun dengan jangka waktu
7 (tujuh) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh
(bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sekali, terhitung sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran
Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 22 April 2026, sedangkan pembayaran
Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri Obligasi adalah pada tanggal 22 Januari 2029 untuk
Obligasi Seri A, pada tanggal 22 Januari 2031 untuk Obligasi Seri B dan pada tanggal 22 Januari 2033 untuk Obligasi Seri C.
Dalam hal tanggal pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Kerja, maka Bunga Obligasi dibayar pada
Hari Kerja sesudahnya tanpa dikenakan Denda.
Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari
Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah
30 (tiga puluh) hari. Bunga Obligasi dibayarkan setiap Triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi pada Tanggal Pembayaran
Bunga Obligasi.
Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang
dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi
dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.
Jadwal pembayaran Bunga untuk masing-masing Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini:
Bunga Ke- Seri A Seri B Seri C
1 22 April 2026 22 April 2026 22 April 2026
2 22 Juli 2026 22 Juli 2026 22 Juli 2026
3 22 Oktober 2026 22 Oktober 2026 22 Oktober 2026
4 22 Januari 2027 22 Januari 2027 22 Januari 2027
1
Page 3
Bunga Ke- Seri A Seri B Seri C
5 22 April 2027 22 April 2027 22 April 2027
6 22 Juli 2027 22 Juli 2027 22 Juli 2027
7 22 Oktober 2027 22 Oktober 2027 22 Oktober 2027
8 22 Januari 2028 22 Januari 2028 22 Januari 2028
9 22 April 2028 22 April 2028 22 April 2028
10 22 Juli 2028 22 Juli 2028 22 Juli 2028
11 22 Oktober 2028 22 Oktober 2028 22 Oktober 2028
12 22 Januari 2029 22 Januari 2029 22 Januari 2029
13 22 April 2029 22 April 2029
14 22 Juli 2029 22 Juli 2029
15 22 Oktober 2029 22 Oktober 2029
16 22 Januari 2030 22 Januari 2030
17 22 April 2030 22 April 2030
18 22 Juli 2030 22 Juli 2030
19 22 Oktober 2030 22 Oktober 2030
20 22 Januari 2031 22 Januari 2031
21 22 April 2031
22 22 Juli 2031
23 22 Oktober 2031
24 22 Januari 2032
25 22 April 2032
26 22 Juli 2032
27 22 Oktober 2032
28 22 Januari 2033
Hak-Hak Pemegang Obligasi
a. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain
oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4
(empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi
tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh
KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku.
b. Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri RUPO dan menggunakan
hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinya.
c. Pemegang Obligasi yang berhak hadir dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO yang diterbitkan oleh KSEI.
d. Bila terjadi keterlambatan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi. Pemegang Obligasi
menerima pembayaran Denda untuk setiap ketiadaan pembayaran sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat
Bunga Obligasi masing-masing seri Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian, sejak
hari keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu kewajiban yang harus dibayar berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan
adalah 30 (tiga puluh) hari.
e. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen)
dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Emiten dan/atau Afiliasinya, kecuali
Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal pemerintah, mengajukan permintaan tertulis
kepada Wali Amanat untuk diselenggarakan RUPO dengan melampirkan asli KTUR.
Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak KTUR tersebut, Obligasi yang
dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI
sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya
dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.
f. RUPO diselenggarakan pada setiap waktu dan sewaktu-waktu menurut ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, antara lain untuk maksud-maksud sebagai berikut:
I. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi mengenai perubahan jangka
waktu Obligasi, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi,
dan/atau ketentuan lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, dengan memperhatikan POJK No. 20/2020;
II. menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan pengarahan kepada Wali
Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi serta akibat-akibatnya, atau untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan
kelalaian;
III. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan-ketentuan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi;
IV. mengambil tindakan yang dikuasakan untuk diambil oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk tetapi tidak
terbatas pada merubah Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi serta ketentuan berlaku atau menentukan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan
terjadinya kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan POJK No.
20/2020;
2
Page 4
V. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi atau berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
Indonesia.
Satuan Pemindahbukuan dan Jumlah Minimum Pemesanan
Satu Satuan Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO. Satu Satuan
Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO.
Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan mengacu kepada syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam
peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000,- (lima juta
Rupiah) dan/atau kelipatannya atau dengan nilai sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek dan/atau perjanjian
tersendiri yang ditandatangani oleh Perseroan dan Bursa Efek.
Pembelian Kembali Obligasi (Buy Back)
Keterangan selengkapnya mengenai Pembelian Kembali dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi Tambahan.
Pembatasan dan Kewajiban Perseroan
Keterangan selengkapnya mengenai Pembatasan dan Kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi
Tambahan.
Kelalaian Perseroan
Keterangan selengkapnya mengenai Kelalaian Perseroan dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi Tambahan.
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO)
Keterangan selengkapnya mengenai Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi
Tambahan.
Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi
Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
I. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dilakukan sebelum Tanggal Emisi, maka perubahan dan/atau
penambahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi tersebut harus dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang
ditandatangani oleh Wali Amanat dan Perseroan dan setelah perubahan tersebut dilakukan, memberitahukan
kepada OJK dengan tidak mengurangi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
Indonesia.
II. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dilakukan setelah Tanggal Emisi, maka perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari RUPO dan perubahan
dan/atau penambahan tersebut dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan
Emiten, kecuali dalam hal perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dilakukan karena akibat terbitnya
peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan-peraturan dan/atau ketentuan-ketentuan baru beserta
peraturan pelaksanaan dan/atau ketentuan yang terkait yang wajib ditaati oleh Emiten.
Hasil Pemeringkatan Obligasi
Untuk memenuhi ketentuan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/2020, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang
dilaksanakan oleh Pefindo. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan Surat Pefindo
No. RTG-374/PEF-DIR/XII/2025 tanggal 4 Desember 2025 perihal Surat Keterangan Peringkat atas Obligasi Berkelanjutan I
TBS Energi Utama Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan melalui rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), Pefindo
menerangkan bahwa peringkat atas Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap II Tahun 2026 adalah sebagaimana
yang tertera pada Sertifikat Pemeringkatan No. RC-352/PEFDIR/III/2025 tanggal 17 Maret 2025 perihal Sertifikat
Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi utama Tbk periode 17 Maret 2025.
idA
(Single A)
Peringkat ini berlaku untuk periode 16 Oktober 2025 sampai dengan 1 Oktober 2026.
Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pefindo yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat.
Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas
Obligasi tersebut belum lunas, sebagaimana diatur dalam POJK No. 49/2020.
3
Page 5
Keterangan Tentang Wali Amanat
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, Perseroan dan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat telah menandatangani
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.
Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:
PT Bank Mega Tbk
Menara Bank Mega Lantai 16
Jalan Kapten P. Tendean No 12-14 A
Jakarta 12790, Indonesia
Telepon: (021) 791 75000 ext. 16210
Faksimili: (021) 799 0720
Email: waliamanat@bankmega.com
www.bankmega.com
Keterangan lebih lengkap mengenai Penawaran Umum Obligasi dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi Tambahan.
PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk seluruhnya
akan digunakan oleh Perseroan dengan rincian:
(i) Sebesar Rp400.930.000.000,- (empat ratus miliar sembilan ratus tiga puluh juta Rupiah) akan digunakan Perseroan
untuk melunasi sebagian pokok Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri A (“Obligasi I”) dengan rincian sebagai
berikut:
Nama surat utang : Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri A
Sifat hubungan afiliasi dengan kreditur : Tidak terafiliasi
Nilai Obligasi I saat Informasi Tambahan : Rp425.000.000.000,- (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah)
diterbitkan
Tingkat kupon : 8,80%
Jatuh tempo : 3 Maret 2026
Nilai Obligasi I yang akan dilunasi : Rp400.930.000.000,- (empat ratus miliar Sembilan ratus tiga puluh
menggunakan Penawaran Umum juta Rupiah)
Sisa Obligasi I setelah dibayarkan* : Rp24.070.000.000,- (dua puluh empat miliar tujuh puluh juta Rupiah)
Persyaratan pelunasan dipercepat (jika : Tidak ada persyaratan khusus dalam hal pelunasan dipercepat
ada)
Pinalti dan sumber daya yang digunakan : Tidak ada pinalti
untuk membayarnya (jika ada)
Sumber dana pembayaran bunga Obligasi : Arus kas internal Perseroan
I terutang
Penggunaan dana Obligasi I : Pelunasan Fasilitas Pinjaman Berjangka dari PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (“Bank Mandiri”)
Nomor dan tanggal perjanjian dengan : Akta Perjanjian Kredit No. 101 tanggal 28 Juni 2021 yang dibuat di
Bank Mandiri hadapan Aulia Taufani S.H. Notaris di Kota Administrasi Jakarta
Selatan, sebagaimana yang telah diubah dengan Perubahan Pertama
Atas Perjanjian Kredit tanggal 22 September 2021 dan Perubahan
Kedua Atas Perjanjian Kredit Tanggal 27 Mei 2022
Penggunaan dana Fasilitas Pinjaman : Membiayai pelunasan pinjaman sindikasi termasuk untuk keperluan
Berjangka umum korporasi dan biaya pembiayaan
*) Sisa Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri A sebesar Rp24.070.000.000,- akan dibayarkan menggunakan dana
Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap I Tahun 2025 yang telah diterbitkan Perseroan. Penggunaan dana
Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap I Tahun 2025 tersebut akan terealisasi saat Obligasi I jatuh tempo
pada Maret 2026.
(ii) Sebesar Rp46.390.000.000,- (empat puluh enam miliar tiga ratus sembilan puluh juta Rupiah) sebagai setoran modal
kepada PT Trisensa Mineral Utama (“TMU”), yang sahamnya dimiliki secara langsung oleh Perseroan sebesar 99,99%,
yang akan digunakan oleh TMU sebagai modal kerja pertambangan batubara termasuk namun tidak terbatas pada biaya
jasa kontraktor pengupasan lapisan penutup, pengambilan, dan pengangkutan batubara kepada kontraktor jasa
pertambangan yaitu CV Multindo Prima Teknik (“MPT”). TMU dan MPT telah bekerjasama sejak ditandatanganinya
Perjanjian Jasa Pertambangan pada 1 Februari 2024. Perseroan secara grup tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
kontraktor jasa pertambangan MPT.
Setoran modal secara langsung akan dilakukan oleh Perseroan kepada TMU, dengan rencana realisasi pada Maret 2026,
sehingga proforma struktur permodalan TMU sebagai berikut:
4
Page 6
Proforma Struktur Permodalan TMU sebelum dan setelah dilakukan setoran modal
Sebelum Setoran Modal Setelah Setoran Modal
Nilai Nominal Rp 1.000.000,- setiap saham Nilai Nominal Rp 1.000.000,- setiap saham
Keterangan
Jumlah Nilai Jumlah Nilai
% %
Saham Nominal Saham Nominal
Modal Dasar 31.301 1.000.000 100,000 77.691 1.000.000 100,000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh:
PT TBS Energi Utama Tbk 31.300 1.000.000 99,999 77.690 1.000.000 99,999
PT Adimitra Baratama Nusantara 1 1.000.000 0,001 1 1.000.000 0,001
Jumlah Modal Ditempatkan dan 31.301 1.000.000 100,000 77.691 1.000.000 100,000
Disetor Penuh
Saham Dalam Portepel - - - -
(iii) Sisanya digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada beban
operasional rutin seperti beban gaji, beban sewa kantor, perawatan dan perbaikan kantor, serta keperluan umum
korporasi (general corporate purposes) seiring dengan kebutuhan usaha Perseroan.
Keterangan lebih lengkap mengenai Penggunaan Dana yang Diperoleh dari Hasil Penawaran Umum dapat dilihat pada Bab II
Informasi Tambahan.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Tabel-tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting dari Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September 2024 (tidak diaudit) dan untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota dari Ernst &
Young Global Limited), akuntan publik independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik
Indonesia (IAPI) sebagaimana tercantum dalam Laporan Auditor Independen No. 01544/2.1032/AU.1/02/0685-1/1/VI/2025
9 Juni 2025, dengan pendapat wajar tanpa modifikasi yang ditandatangani oleh Benyanto Suherman (Registrasi Akuntan
Publik No. AP.0685) selaku Rekan PSS.
1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam US$)
30 September 31 Desember
Uraian
2025* 2024 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 89.007.068 67.831.883 50.275.131
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya 14.947.148 6.490.333 10.152.095
Piutang usaha - pihak ketiga 45.383.353 46.970.405 61.812.783
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 16.485 15.741 6.180
Pihak ketiga 8.032.983 5.063.774 3.367.950
Persediaan 24.766.202 17.237.482 24.095.421
Pajak dibayar dimuka 5.459.587 3.594.303 5.730.732
Biaya dibayar dimuka 2.906.746 2.335.796 3.178.194
Uang muka 17.480.788 13.587.090 12.541.604
Piutang yang belum difakturkan - pihak ketiga - 66.654.552 66.654.552
Aset lancar lainnya 8.492.742 93.383 65.575
Total Aset Lancar 216.493.102 229.874.742 237.880.217
ASET TIDAK LANCAR
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya - 14.415.136 25.707.056
Piutang yang belum difakturkan - pihak ketiga - 420.240.929 437.290.765
Uang muka 5.364.763 4.967.634 4.694.749
Investasi saham 9.875.735 8.414.386 10.150.040
Estimasi tagihan pajak 8.040.715 3.080.914 2.813.270
Aset hak guna 58.745.914 3.463.948 4.823.729
Piutang lain-lain
Pihak berelasi - 37.712.298 36.143.379
Pihak ketiga 42.452.001 3.570.508 3.404.919
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 4.244.369 4.066.413 4.613.919
Aset pajak tangguhan 6.888.940 5.320.928 6.498.920
Aset tak berwujud 9.919.232 11.223.448 14.588.133
Properti investasi 8.581.848 6.573.927 7.048.177
Aset tetap 219.838.508 33.649.148 35.576.915
Aset eksplorasi dan evaluasi 4.846.532 4.846.532 4.846.532
Properti pertambangan 51.783.472 49.708.925 60.202.036
5
Page 7
(dalam US$)
30 September 31 Desember
Uraian
2025* 2024 2023
Goodwill 144.003.370 41.226.415 41.435.923
Aset tidak lancar lainnya 14.610.938 11.379.897 10.119.049
Total Aset Tidak Lancar 589.196.337 663.861.386 709.957.511
TOTAL ASET 805.689.439 893.736.128 947.837.728
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 13.860.000 22.312.450 32.189.741
Utang usaha - pihak ketiga 31.827.279 27.700.797 47.434.737
Utang lain-lain
Pihak ketiga 16.869.699 11.488.586 1.893.660
Pihak berelasi 95.546 214
Biaya yang masih harus dibayar 22.568.256 11.946.145 16.145.613
Utang derivatif 11.192.918 2.699.380 829.163
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 9.328.694 971.668 1.333.545
Utang pajak 6.491.185 7.697.970 4.996.037
Liabilitas kontrak 6.309.217 6.499.581 1.839.548
Bagian lancar liabilitas jangka panjang:
Utang bank 22.974.134 39.446.691 40.286.194
Sewa 10.134.800 1.265.018 1.412.778
Utang Obligasi 27.465.563
Total Liabilitas Jangka Pendek 179.021.745 132.123.832 148.361.230
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 44.325.221 1.799.457 2.688.258
Utang lain-lain - pihak ketiga 39.412.678 3.403.971 3.235.423
Utang bank jangka panjang 227.802.593 244.913.888 294.364.547
Utang obligasi 30.606.000 32.208.297 32.093.749
Liabilitas kontrak 1.546.121 2.003.105 541.840
Liabilitas pajak tangguhan 24.205.057 24.719.294 26.649.484
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 10.982.659 11.100.976 10.845.996
Liabilitas imbalan kerja 7.579.393 4.803.078 5.369.556
Liabilitas jangka panjang lainnya 2.147.155
Total Liabilitas Jangka Panjang 388.606.877 324.952.066 375.788.853
TOTAL LIABILITAS 567.628.622 457.075.898 524.150.083
EKUITAS
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal saham - nilai nominal
Rp50 per saham (angka penuh)
Modal dasar - 24.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
8.167.826.970 saham
(2023: 8.106.700.622 saham) 44.725.117 44.450.566 44.263.841
Tambahan modal disetor 136.580.836 134.004.578 132.206.357
Saham treasuri (303.546)
Saham bonus 223.295 655.354 505.852
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali (90.522.804) (90.522.804) (94.547.286)
Saldo laba
Dicadangkan 5.097.531 4.809.830 4.019.179
Belum dicadangkan 142.695.484 280.361.840 252.075.893
Penghasilan komprehensif lainnya (22.131.627) (16.405.966) (10.720.132)
216.364.286 357.353.398 327.803.704
Kepentingan nonpengendali 21.696.531 79.306.832 95.883.941
TOTAL EKUITAS 238.060.817 436.660.230 423.687.645
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 805.689.439 893.736.128 947.837.728
*tidak diaudit
2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam US$)
30 September* 31 Desember
Uraian
2025 2024 2024 2023
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 288.171.488 336.646.256 445.648.315 501.262.751
Beban pokok pendapatan (266.143.835) (258.306.687) (364.549.166) (437.435.940)
Laba bruto 22.027.653 78.339.569 81.099.149 63.826.811
Beban penjualan (223.785) (1.952.750) (1.112.771) (901.394)
Beban umum dan administrasi (46.264.104) (33.741.847) (45.365.789) (51.582.981)
6
Page 8
(dalam US$)
30 September* 31 Desember
Uraian
2025 2024 2024 2023
Pendapatan operasi lain 17.252.905 49.966.382 60.933.861 53.464.667
Beban operasi lain (4.107.098) - (1.648.760) (905.266)
(Rugi)/Laba usaha (11.314.429) 92.611.354 93.905.690 63.901.837
Rugi atas divestasi entitas anak (96.869.293) -
Penghasilan keuangan 2.346.178 2.244.192 3.476.304 5.253.718
Beban keuangan (23.078.618) (27.237.723) (35.879.709) (38.022.352)
Bagian atas laba entitas asosiasi ventura bersama 177.956 165.602 (624.439) 1.718.410
(Rugi)/Laba sebelum pajak penghasilan (128.738.206) 67.783.425 60.877.846 32.851.613
Manfaat/(beban) pajak penghasilan 850.910 (13.356.513) (12.901.719) (12.005.343)
(Rugi)/Laba tahun berjalan (127.887.296) 54.426.912 47.976.127 20.846.270
Penghasilan komprehensif lain
Pos – pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
Laba atas pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja - 27.502 1.311.101 25.617
Pajak penghasilan terkait laba atas pengukuran kembali
- - (253.233) (18.356)
liabilitas imbalan kerja
Perubahan nilai wajar investasi saham (99.750) (4.420.847) (1.735.652) (9.342.041)
Pajak penghasilan terkait perubahan nilai wajar investasi
21.945 972.586 (1.988.609) 2.055.249
saham
(77.805) (3.420.759) (2.666.393) (7.279.531)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi :
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan entitas anak 3.309.789 (82.616) (172.872) 377.340
Perubahan nilai wajar instrumen derivatif - lindung nilai arus
(8.933.097) 74.189 (1.896.466) (1.458.672)
kas
(5.623.308) (8.427) (2.069.338) (1.081.332)
Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. setelah
(5.701.113) (3.429.186) (4.735.731) (8.360.863)
pajak
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan (133.588.409) 50.997.726 43.240.396 12.485.407
Rugi/Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (127.378.655) 34.836.322 28.470.034 7.906.516
Kepentingan nonpengendali (508.641) 19.590.590 19.506.093 12.939.754
(127.887.296) 54.426.912 47.976.127 20.846.270
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (133.104.316) 31.548.142 23.390.764 (344.776)
Kepentingan nonpengendali (484.093) 19.449.584 19.849.632 12.830.183
(133.588.409) 50.997.726 43.240.396 12.485.407
(Rugi)/Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk (0.0154) 0.0043 0.0035 0.0010
Dividen per saham - - - 0.0009
*tidak diaudit
3. Rasio-Rasio Penting
30 September 31 Desember
Rasio Keuangan
2025* 2024 2023
I. Liquidity
Cash Ratio (%) 49,7 51,3 33,9
Current Ratio (%) 120,9 174,0 160,3
Quick Ratio (%) 107,1 160,9 144,1
II. Profitability
Gross Profit Margin (%) 7,6 18,2 12,7
Operating Profit Margin (%) (3,9) 21,1 12,7
Net Profit Margin (%) (44,4) 10,8 4,2
Adjusted EBITDA Margin (%) 8,2 28,8 18,1
Return on Asset (ROA) (%) (15,9) 5,4 2,2
Return on Equity (ROE) (%) (53,7) 11,0 4,9
III. Leverage
Debt to Equity (DER) (x) 1,7 0,8 1,0
Debt to Total Asset (DAR) (x) 0,5 0,4 0,4
Equity to Asset Ratio (x) ) 0,3 0,5 0,4
Liability to Asset Ratio (x) 0,7 0,5 0,6
Interest Service Coverage Ratio (x) 1,0 3,7 2,4
7
Page 9
30 September 31 Desember
Rasio Keuangan
2025* 2024 2023
Debt Service Coverage Ratio (x) 0,3 1,5 0,6
Liability to Equity Ratio (x) 2,4 1,0 1,2
IV. Efficiency
Collection Period (days/hari) 48,6 43,9 44,4
Inventory Turnover (x) 10,9 17,6 18,2
Total Asset Turnover (x) 0,3 0,5 0,5
V. Growth
Revenue Growth (%) (14,4) (11,1) (21,2)
Operating Profit Growth (%) (112,2) 47,0 (53,7)
Adjusted EBITDA Growth (%) (79,8) 41,7 (79,6)
Net Profit Growth (%) (335,0) 130,1 (77,8)
Total Asset Growth (%) (9,9) (5,7) 5,4
Total Liability Growth (%) 24,2 (12,8) 10,2
Total Equity Growth (%) (45,5) 3,1 (0,0)
*tidak diaudit
Catatan:
1) Cash ratio dihitung dengan membagi kas dan setara kas dengan total liabilitas jangka pendek.
2) Current ratio dihitung dengan membagi total aset lancar dengan total liabilitas jangka pendek.
3) Quick ratio dihitung dengan membagi total kas dan setara kas ditambah piutang usaha, neto dan bagian lancar atas piutang yang
belum difakturkan dengan total liabilitas jangka pendek.
4) Gross profit margin dihitung dengan membagi laba bruto periode/tahun berjalan dengan pendapatan periode/tahun berjalan.
5) Operating profit margin dihitung dengan (rugi)/laba operasi periode/tahun berjalan dengan pendapatan periode/tahun berjalan.
6) Net profit margin dihitung dengan membagi (rugi)/laba periode/tahun berjalan dengan pendapatan periode/tahun berjalan.
7) Adjusted EBITDA margin dihitung dengan membagi Adjusted EBITDA periode/tahun berjalan dengan pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan periode/tahun berjalan. Adjusted EBITDA merupakan hasil perhitungan laba/rugi usaha ditambah beban depresiasi dan
amortisasi, pencadangan nilai aset dan/atau penurunan nilai aset dan/atau penghapusan nilai aset bersifat non kas (jika ada) serta
ditambah realisasi piutang yang belum difakturkan dari PLN (untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi secara komersial).
Adjusted EBITDA adalah pengukuran tambahan atas kinerja Penerbit yang tidak diwajibkan atau disajikan sesuai dengan SAK. Adjusted
EBITDA bukan pengukuran atas kinerja keuangan atau liabilitas sesuai dengan SAK dan tidak harus dipertimbangkan sebagai alternatif
laba periode/tahun berjalan, laba usaha periode/tahun berjalan atau pengukuran kinerja apa pun yang berasal dari SAK atau alternatif
pengukuran arus kas atas kegiatan operasi sebagai pengukuran likuiditas. Penyajian kami atas Adjusted EBITDA mungkin tidak sama
dengan pengukuran dengan istilah serupa yang disajikan oleh pihak lain. Pemegang Obligasi sebaiknya tidak membandingkan Adjusted
EBITDA yang kami sajikan dengan EBITDA yang disajikan pihak lain karena tidak semua pihak menggunakan definisi yang sama. Kami
menyertakan perhitungan Adjusted EBITDA karena kami percaya Adjusted EBITDA adalah pengukuran indikatif atas kinerja operasi
kami dan digunakan oleh investor dan analis untuk mengevaluasi perseroan dalam industri serupa. Dibawah ini adalah rekonsiliasi
periode/tahun berjalan terhadap Adjusted EBITDA menurut definisi kami:
(dalam US$)
30 September* 31 Desember
Uraian
2025 2024 2024 2023
Laba/ (Rugi) Usaha (11.314.429) 92.611.354 93.905.690 63.901.837
Ditambah:
Beban Depresiasi 21.638.298 5.782.193 8.813.689 6.470.796
Beban Amortisasi 5.403.888 5.458.171 8.738.706 5.325.172
Realisasi Piutang Yang Belum Difakturkan dari PLN 7.804.223 12,597,877 17.049.836 14.980.560
Pencadangan, Penghapusan, dan Penurunan Nilai
Aset - - - -
Total 23.576.980 116.449.595 128.507.921 90.678.365
*tidak diaudit
8) Return on assets dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan total aset.
9) Return on equity dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk neto.
10) Debt to equity dihitung dengan membagi total debt dengan total ekuitas. Debt dihitung dengan menjumlahkan utang bank jangka
pendek dan jangka panjang, utang obligasi dan sewa.
11) Debt to total asset dihitung dengan membagi total debt dengan total aset. Debt dihitung dengan menjumlahkan utang bank jangka
pendek dan jangka panjang, utang obligasi dan sewa.
12) Equity to asset ratio dihitung dengan membagi total ekuitas dengan total aset.
13) Liability to asset ratio dihitung dengan membagi total liabilitas dengan total aset.
14) Interest Coverage Ratio dihitung dengan EBITDA dibagi beban bunga.
15) Debt Services Coverage Ratio dihitung dengan EBITDA dibagi penjumlahan pokok dan beban bunga.
16) Liability to equity ratio dihitung dengan membagi total liabilitas dengan total ekuitas.
17) Collection period dihitung dengan membagi rata-rata piutang usaha. neto dengan pendapatan tahun berjalan dikali 360.
18) Inventory turnover dihitung dengan membagi beban pokok pendapatan tahun berjalan dengan rata-rata persediaan. neto.
19) Total asset turnover dihitung dengan membagi pendapatan dengan rata-rata total aset.
20) Revenue growth dihitung dengan membagi pendapatan tahun berjalan dan pendapatan pada awal tahun kurang 1.
21) Operating growth profit dihitung dengan membagi laba operasi tahun berjalan dengan laba operasi pada awal tahun dikurang 1.
22) EBITDA growth dihitung dengan membagi EBITDA tahun berjalan dengan EBITDA pada awal tahun dikurang 1.
23) Net profit growth dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan laba pada awal tahun dikurang 1.
8
Page 10
24) Total asset growth dihitung dengan membagi total aset akhir tahun dengan total aset pada awal tahun dikurang 1.
25) Total liability growth dihitung dengan membagi total liabilitas akhir tahun dengan total liabilitas pada awal tahun dikurang 1.
26) Total equity growth dihitung dengan membagi total ekuitas akhir tahun dengan total ekuitas pada awal tahun dikurang 1.
4. Rasio Keuangan yang Dipersyaratkan di Perjanjian Kredit dan/atau Kewajiban Lain Serta Pemenuhannya
Rasio per 30 September
Uraian Perjanjian Kredit
2025*
Asian Development Bank
Current Ratio (DER) (x) 1) 1,21 > 1,00
Debt to Equity Ratio (x) 2) 1,69 < 2,50
Debt Service Perseroan to EBITDA Perseroan (x) 3) 2,77 > 1,20
*tidak diaudit
Catatan:
1) Current ratio dihitung dengan membagi aset lancar dengan liabilitas lancar.
2) Debt to equity dihitung dengan membagi total debt dengan total ekuitas. Debt dihitung dengan menjumlahkan utang bank jangka
pendek dan jangka panjang, utang obligasi dan sewa.
3) Debt service Perseroan to EBITDA Perseroan dihitung dengan membagi penjumlahan pokok dan beban bunga dengan
EBITDA milik Perseroan.
5. Nilai Kurs
Berikut adalah Nilai Kurs US$ terhadap Rupiah per tanggal 30 September 2025.
Nilai Kurs Tertinggi Nilai Kurs Terendah Nilai Kurs Rata-Rata
Nilai Kurs Untuk Tahun yang Berakhir Untuk Tahun yang Berakhir Untuk Tahun yang Berakhir
per 30 September 2025 Pada Tanggal 30 September Pada Tanggal 30 September Pada Tanggal 30 September
2025 2025 2025
Rp16.680,- Rp16.943,- Rp16.109,- Rp16.404,-
Sumber: Kurs Tengah Bank Indonesia yang diakses dari www.bi.go.id.
Keterangan selengkapnya mengenai Ikhtisar Data Keuangan Penting dapat dilihat pada Bab IV dalam Informasi Tambahan.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen di bawah ini berasal dari dan/atau dihitung berdasarkan Laporan Keuangan
Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September 2024 (tidak
diaudit) dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh KAP
Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota dari Ernst & Young Global Limited), akuntan publik independen, berdasarkan
Standar Audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebagaimana tercantum dalam Laporan Auditor
Independen No. 01544/2.1032/AU.1/02/0685-1/1/VI/2025 9 Juni 2025, dengan pendapat wajar tanpa modifikasi yang
ditandatangani oleh Benyanto Suherman (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0685) selaku Rekan PSS.
Analisis Keuangan
Pendapatan
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
Pendapatan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 menurun sebesar
US$48,5 juta atau 14,4% menjadi US$288,2 juta, dibandingkan dengan pendapatan Perseroan untuk periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 sebesar US$336,6 juta. Penurunan pendapatan tersebut utamanya
disebabkan oleh penurunan rata-rata harga dan volume penjualan batubara.
Penurunan penjualan dan perdagangan batubara sebesar US$120,4 juta atau 44,4% terutama disebabkan oleh penurunan
rata-rata harga dan volume penjualan batubara.
Penurunan pendapatan ketenagalistrikan sebesar US$30,2 juta atau 67,8% terutama disebabkan oleh divestasi Entitas Anak
pada segmen ketenagalistrikan yang dilakukan oleh Perseroan selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2025 sehingga terdapat perbedaan periode pengakuan pendapatan dibanding dengan periode yang sama di
tahun 2024.
Peningkatan pendapatan dari treatment dan pembuangan limbah sebesar US$102,2 juta atau 1047,7% terutama disebabkan
oleh adanya kontribusi tambahan yang berasal dari Entitas Anak yang diakuisisi oleh Perseroan pada periode 2025.
Penurunan pendapatan dari penjualan dan sewa kendaraan listrik sebesar US$1,0 juta atau 14,8% terutama disebabkan oleh
penurunan volume penjualan kendaraan listrik.
9
Page 11
Penjualan tandan buah segar, inti sawit dan minyak sawit mentah meningkat sebesar US$0,9 juta atau 21,1% terutama
disebabkan oleh peningkatan harga inti sawit dan minyak sawit mentah.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 menurun sebesar US$55,6 juta atau
11,1% menjadi US$445,6 juta, dibandingkan dengan pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 sebesar US$501,3 juta. Penurunan pendapatan tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan rata-rata
harga dan volume penjualan batubara.
Penurunan penjualan dan perdagangan batubara sebesar US$72,6 juta atau 16,8% terutama disebabkan oleh penurunan
rata-rata harga dan volume penjualan batubara.
Peningkatan pendapatan ketenagalistrikan sebesar US$0,6 juta atau 1,0% terutama disebabkan oleh meningkatnya produksi
listrik pada tahun 2024.
Peningkatan pendapatan dari treatment dan pembuangan limbah sebesar US$9,9 juta atau 312,24% terutama disebabkan
oleh adanya akuisisi yang dilakukan Perseroan pada tahun 2023.
Peningkatan pendapatan dari penjualan dan sewa kendaraan listrik meningkat sebesar US$6,3 juta atau 2.867,4% terutama
disebabkan peningkatan volume penjualan kendaraan listrik.
Penjualan tandan buah segar, inti sawit dan minyak sawit mentah meningkat sebesar US$0,1 juta atau 1,7% terutama
disebabkan oleh peningkatan harga inti sawit dan minyak sawit mentah.
Beban Pokok Pendapatan
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
Beban pokok pendapatan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025
meningkat sebesar US$7,8 juta atau 3,0% menjadi US$266,1 juta, dibandingkan dengan beban pokok pendapatan Perseroan
untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 sebesar US$258,3 juta. Peningkatan beban
pokok pendapatan tersebut utamanya disebabkan peningkatan biaya atas treatment dan pembuangan limbah.
Penurunan beban pokok pendapatan - batubara sebesar US$52,2 juta atau 25,9% terutama disebabkan oleh:
• penurunan biaya produksi sebesar US$30,4 juta atau 32,1%, sehubungan dengan adanya penurunan produksi dan
efisiensi cash cost pada periode sembilan bulan di 2025 jika dibandingkan pada periode sembilan bulan di 2024,
• penurunan royalti sebesar US$12,9 juta atau 64,6% jika dibandingkan dengan September 2024, sehubungan dengan
penurunan volume produksi dan penjualan batubara, dan
• penurunan biaya pengangkutan dan crane sebesar US$4,9 juta atau 42,6%, sehubungan dengan adanya penurunan
volume produksi dan penjualan batubara.
Penurunan biaya operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik sebesar US$28,6 juta atau 69,6% terutama disebabkan oleh
divestasi entitas anak pada segmen ketenagalistrikan yang dilakukan oleh Penerbit selama periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2025 sehingga ada perbedaan periode pengakuan biaya dibanding dengan periode yang
sama di tahun 2024.
Peningkatan biaya atas treatment dan pembuangan limbah sebesar US$87,7 juta atau 1753,9% terutama disebabkan oleh
baru dicatatnya segment treatment dan pembuangan limbah dari Cora Group pada periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 setelah proses akuisisi yang dilakukan oleh Perseroan.
Penurunan biaya penjualan dan sewa kendaraan listrik sebesar US$0,1 juta atau 1,0% terutama disebabkan oleh volume
penjualan kendaraan listrik pada tahun 2025.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023
Beban pokok pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 menurun sebesar US$72,9
juta atau 16,7% menjadi US$364,5 juta, dibandingkan dengan beban pokok pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$437,4 juta. Penurunan beban pokok pendapatan tersebut utamanya disebabkan
oleh penurunan beban pokok pendapatan – batubara dan biaya operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik yang diimbangi
dengan peningkatan biaya atas treatment dan pembuangan limbah serta peningkatan biaya penjualan dan sewa kendaraan
listrik.
Penurunan beban pokok pendapatan - batubara sebesar US$82,0 juta atau 22,1% terutama disebabkan oleh:
10
Page 12
• penurunan biaya produksi sebesar US$19,0 juta atau 13,2%, sehubungan dengan adanya penurunan produksi batubara
dan efisiensi cash cost pada tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun 2023,
• penurunan pembelian batubara sebesar US$70,4 juta atau 38,4% jika dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan
dengan berkurangnya volume,
• penurunan royalti sebesar US$3,1 juta atau 10,9% jika dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan
penurunan volume produksi dan penjualan batubara, dan
• pergerakan persediaan batubara sebesar US$10,9 juta atau 1.055,4% jika dibandingkan dengan tahun 2023,
sehubungan dengan penjualan persediaan batubara.
Penurunan biaya operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik sebesar US$2,4 juta atau 4,2% terutama disebabkan oleh
efisiensi biaya operasional pembangkit listrik.
Peningkatan biaya atas treatment dan pembuangan limbah sebesar US$6,0 juta atau 481,9% terutama disebabkan oleh baru
dicatatnya segmen treatment dan pembuangan limbah di tahun 2024 setelah proses akuisisi yang dilakukan oleh Perseroan.
Peningkatan biaya penjualan dan sewa kendaraan listrik sebesar US$5,5 juta atau 496,9% terutama disebabkan volume
penjualan kendaraan listrik pada tahun 2024.
(Rugi)/Laba Usaha Tahun
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
Perseroan membukukan rugi usaha untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025
menurun sebesar US$103,9 juta atau 112,2% menjadi US$11,3 juta, dibandingkan dengan laba usaha Perseroan untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 sebesar US$92,6 juta. Penurunan laba usaha
tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan harga dan volume penjualan batubara.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023
Laba usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 meningkat sebesar US$30,0 juta atau
47,0% menjadi US$93,9 juta, dibandingkan dengan laba usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 sebesar US$63,9 juta. Peningkatan laba usaha tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan dari biaya
penjualan batubara berpengaruh kepada marjin dari tambang batubara.
(Rugi)/Laba Periode Berjalan
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
Akibat hal-hal yang disebutkan di atas, Perseroan membukukan rugi periode berjalan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2025 menurun sebesar US$182,3 juta atau 335,0% menjadi US$127,9 juta, dibandingkan
dengan laba periode berjalan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
sebesar US$54,4 juta.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023
Akibat hal-hal yang disebutkan di atas, laba periode berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 meningkat sebesar US$27,1 juta atau 130,1% menjadi US$48,0 juta, dibandingkan dengan laba periode berjalan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$20,8 juta.
Total Penghasilan Komprehensif Periode Berjalan
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
Total rugi komprehensif periode berjalan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2025 menurun sebesar US$184,6 juta atau 361,9% menjadi US$133,6 juta, dibandingkan dengan total
penghasilan komprehensif tahun berjalan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
sebesar US$51,0 juta. Penurunan total penghasilan komprehensif periode berjalan Perseroan tersebut utamanya berasal
dari penurunan pendapatan pada periode berjalan dibandingkan periode lalu dan adanya rugi atas kegiatan divestasi Entitas
Anak yang dilakukan oleh Perseroan pada periode berjalan.
11
Page 13
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023
Total penghasilan komprehensif periode berjalan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 meningkat sebesar US$30,8
juta atau 246,3% menjadi US$43,2 juta, dibandingkan dengan total penghasilan komprehensif tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$12,5 juta. Penurunan total penghasilan komprehensif periode
berjalan Perseroan tersebut utamanya berasal dari efisiensi cash cost batubara yang berpengaruh secara langsung terhadap
marjin usaha dari tambang batubara.
Aset
Total aset Perseroan pada tanggal 30 September 2025 menurun sebesar US$88,0 juta atau 9,9% menjadi US$805,7 juta,
dibandingkan dengan total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$893,7 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh penurunan piutang yang belum difakturkan - pihak ketiga dan kas di bank yang dibatasi penggunaannya,
yang diimbangi dengan peningkatan kas dan setara kas, persediaan, aset hak guna, aset tetap dan goodwill.
Kas dan setara kas pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$89,0 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$21,2 juta atau 31,2% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$67,8 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh:
• Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar US$20,4 juta, yang terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan
sebesar US$302,2 juta, pembayaran kepada pemasok sebesar US$266,2 juta, pembayaran kepada karyawan sebesar
US$25,2 juta, pembayaran royalti sebesar US$7,4 juta, pembayaran beban keuangan sebesar US$13,8 juta, penerimaan
penghasilan bunga sebesar US$1,5 juta, penerimaan restitusi pajak penghasilan badan sebesar US$1,8 juta, dan
pembayaran pajak penghasilan badan sebesar US$13,3 juta;
• Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar US$296,4 juta, yang terdiri dari pencairan kas di bank yang
dibatasi penggunaannya sebesar US$7,0 juta, penambahan uang muka sebesar US$1,0 juta, kombinasi bisnis setelah
dikurangi kas dan setara kas yang diperoleh US$273,2 juta, penambahan aset tetap dan aset tidak berwujud sebesar
US$5,6 juta, penambahan properti pertambangan sebesar US$12,4 juta, dan akuisisi kepentingan non pengendali
sebesar US$9,6 juta, penambahan investasi saham US$1,6;
• Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar US$213,1 juta, yang terdiri dari penempatan kas yang
dibatasi penggunaannya sebesar US$6,9 juta, penerimaan utang bank jangka pendek sebesar US$31,3 juta, pembayaran
utang bank jangka pendek sebesar US$27,0 juta, penerimaan utang lain-lain dari pihak ketiga sebesar US$65,7 juta,
pembayaran utang lain-lain pada pihak ketiga sebesar US$19,6 juta, penerimaan dari utang bank jangka panjang sebesar
US$221,7 juta, pembayaran utang bank jangka panjang sebesar US$45,3 juta, penerimaan dari sukuk sebesar US$26,3
juta, pembayaran beban keuangan sebesar US$10,3 juta, pembayaran dividen selama periode berjalan sebesar US$16,4
juta, dan pembayaran liabilitas sewa sebesar US$6,1 juta;
• Dampak perubahan nilai tukar atas kas dan setara kas sebesar US$1,3 juta; dan
• Kenaikan neto kas dan setara kas dari divestasi entitas anak sebesar US$123,6 juta.
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$14,9 juta, dimana terjadi
penurunan sebesar US$6,0 juta atau 28,5% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$20,9 juta.
Saldo US$6,0 juta tersebut merupakan saldo yang dimiliki oleh MCL dan GLP, sehingga divestasi Entitas Anak tersebut, GLP
dan MCL, menyebabkan saldo tersebut dikeluarkan pada buku konsolidasian.
Piutang usaha, neto pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$45,4 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$1,6
juta atau 3,4% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$47,0 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh divestasi Entitas Anak yang dilakukan oleh Perseroan dan menurunnya pendapatan atas batubara pada periode
berjalan.
Persediaan pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$24,8 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$7,5 juta
atau 43,7% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$17,2 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
Entitas Anak pertambangan belum melakukan penjualan atas persediaan batubara.
Piutang lain-lain – pihak ketiga, pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$50,5 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar US$41,9 juta atau 484,7% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$8,6 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh pengalihan piutang Perseroan dari pihak berelasi pada periode berjalan.
Uang muka pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$22,8 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$4,3 juta
atau 23,1% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$18,5 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
adanya peningkatan uang muka pembelian batubara dari segmen perdagangan batubara pada periode berjalan.
Estimasi tagihan pajak pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$8,0 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$5,0 juta atau 161,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$3,1 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh pajak penghasilan periode berjalan Entitas Anak Perseroan.
12
Page 14
Investasi saham pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$9,9 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$1,5
juta atau 17,4% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$8,4 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh penyertaan investasi saham yang dilakukan oleh Perseroan pada periode berjalan.
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$4,2 juta, dimana
terjadi peningkatan sebesar US$0,2 juta atau 4,4% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$4,1
juta. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan laba Entitas Asosiasi Perseroan pada periode berjalan.
Aset tetap, neto pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$219,8 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$186,2 juta atau 553,3% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$33,6 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya akusisi oleh Entitas Anak Perseroan pada periode berjalan.
Aset hak guna, neto pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$58,7 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$55,3 juta atau 1595,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$3,5 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya akusisi oleh Entitas Anak segmen pengelolaan sampah oleh Perseroan pada periode berjalan.
Aset tak berwujud, neto pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$9,9 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$1,3 juta atau 11,6% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$11,2 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya amortisasi pada periode berjalan.
Posisi pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023
Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 menurun sebesar US$54,1 juta atau 5,7% menjadi US$893,7 juta,
dibandingkan dengan total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$947,8 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh penurunan piutang usaha, persediaan, kas di bank yang dibatasi penggunaannya, piutang yang belum
difakturkan – pihak ketiga, properti pertambangan, yang diimbangi oleh kenaikan pada kas dan setara kas.
Kas dan setara kas pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$67,8 juta, dimana terjadi kenaikan sebesar US$17,5
juta atau 34,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$50,3 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh sebagai berikut:
• Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar US$119,1juta, yang terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan
sebesar US$535,7 juta, pembayaran kepada pemasok sebesar US$320,3 juta, pembayaran kepada karyawan sebesar
US$26,5 juta, pembayaran beban keuangan sebesar US$35,6 juta, pembayaran royalti sebesar US$24,3 juta,
pembayaran pajak penghasilan badan sebesar US$11,3 juta dan penerimaan bunga sebesar US$1,4 juta;
• Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar US$14,2 juta, yang terdiri dari hasil penjualan aset tetap
sebesar US$0,7 juta, pencairan penempatan kas di bank yang dibatasi penggunaannya sebesar US$8,8 juta, perolehan
divestasi investasi saham sebesar US$0,1 juta, penambahan properti tambang sebesar US$15,7 juta, penambahan aset
tetap sebesar US$5,5 juta dan penambahan uang muka sebesar US$1,4 juta;
• Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar US$85,1 juta, yang terdiri dari penerimaan dari utang bank
sebesar US$64,0 juta, pembayaran untuk utang bank sebesar US$125,7 juta, penempatan kas di bank yang dibatasi
penggunaannya sebesar US$0,2 juta, pembayaran dividen kepada pemegang saham non-pengendali perusahaan anak
sebesar US$20,9 juta, pembayaran pokok sewa sebesar US$1,3 juta, dan pembayaran pinjaman dari pihak ketiga
sebesar US$1,1juta; dan
• Dampak perubahan nilai tukar atas kas dan setara kas sebesar US$2,3 juta.
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya, 31 Desember 2024 adalah sebesar US$20,9 juta, dimana terjadi penurunan
sebesar US$14,9 juta atau 41,7% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$35,9 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh pencairan penempatan kas di bank yang dibatasi penggunaannya oleh Perseroan dan Perusahaan
Anak.
Piutang usaha, neto pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$47,0 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$14,8 juta atau 24,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$61,8 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh penerimaan pembayaran pihak ketiga kepada Perseroan yang telah jatuh tempo.
Persediaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$17,2 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$6,9 juta
atau 28,5% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$24,1 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
penurunan produksi batubara di tahun berjalan serta penjualan persediaan batubara kepada pihak ketiga oleh Perusahaan
Anak.
Piutang yang belum difakturkan – pihak ketiga, pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$486,9 juta, dimana terjadi
penurunan sebesar US$17,0 juta atau 3,4% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$503,9 juta.
Hal ini terutama disebabkan oleh penagihan ke PLN yang telah dilakukan oleh Entitas Anak sesuai dengan jadwal penagihan
yang telah disepakati bersama.
Piutang lain-lain – pihak ketiga, pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$8,7 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar US$1,9 juta atau 27,5% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$6,8 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh penambahan piutang ke pihak ketiga.
13
Page 15
Uang muka pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$18,5 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$1,3 juta
atau 7,6% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$17,2 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
penambahan uang muka investasi pada proyek energi baru dan terbarukan oleh Entitas Anak.
Estimasi tagihan pajak pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$3,1 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$0,3 juta atau 0,5% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$2,8 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh peningkatan estimasi tagihan pajak pada Entitas Anak.
Investasi saham pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$8,4 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$1,8 juta
atau 17,1% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$10,2 juta. Hal ini terutama disebabkan adanya
penurunan nilai investasi saham yang mengacu pada nilai wajar saham.
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$4,1 juta, dimana
terjadi penurunan sebesar US$0,5 juta atau 4,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$4,6
juta. Hal ini terutama disebabkan adanya penurunan pada laba entitas asosiasi yang diserap oleh Perseroan dan Entitas Anak.
Aset tetap, neto pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$33,7 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$1,9
juta atau 5,4% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$35,6 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh adanya Pengurangan aset tetap sebesar US$1,0 juta, dampak translasi sebesar US$0,9 juta, beban penyusutan periode
berjalan sebesar US$6,7 juta, dan diimbangi dengan penambahan aset tetap sebesar US$6,7 juta.
Aset hak guna, neto pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$3,5juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$1,4
juta atau 28,2% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$4,8 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh adanya penambahan aset tetap sebesar US$3,7 juta, penambahan aset tetap yang berasal dari akuisisi, neto, sebesar
US$0,7 juta dan beban penyusutan periode berjalan sebesar US$1,2 juta.
Aset tak berwujud, neto pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$11,4juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$3,7 juta atau 23,1% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$14,6 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya amortisasi aset tak berwujud seiring dengan berkurang sisa umur manfaatnya.
Liabilitas
Posisi pada tanggal 30 September 2025 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024
Total liabilitas Perseroan pada tanggal 30 September 2025 meningkat sebesar US$110,6 juta atau 24,2% menjadi US$567,6
juta, dibandingkan dengan total liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$457,1 juta. Peningkatan
total liabilitas Perseroan tersebut utamanya berasal dari adanya kenaikan biaya yang masih harus dibayar, liabilitas sewa,
utang obligasi dan sukuk, utang usaha, utang pajak, utang lain-lain, serta diimbangi oleh penurunan utang bank jangka
pendek dan utang bank jangka panjang.
Biaya yang masih harus dibayar pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$22,6 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar US$10,6 juta atau 88,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$11,9 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh adanya akuisisi oleh entitas anak Perseroan pada periode berjalan.
Liabilitas sewa pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$54,5 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$51,4
juta atau 1.676,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$3,1 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh adanya akuisisi Entitas Anak yang bergerak di bidang pengelolaan limbah pada periode berjalan.
Utang obligasi dan sukuk pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$58,1 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$25,9 juta atau 80,3% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$32,2 juta. Hal ini disebabkan
oleh adanya penerbitan Sukuk Wakalah Jangka Panjang Yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum I TBS Energi Utama
Tbk 2025 dan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap I Tahun 2025.
Utang usaha – pihak ketiga pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$31,8 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar US$4,1 juta atau 14,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$27,4 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh penerimaan tagihan atas kegiatan operasional dari pihak ketiga di Perseroan dan Entitas Anak
pada akhir periode.
Utang lain-lain – pihak ketiga pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$16,9 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar US$5,4 juta atau 46,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$11,5 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh penerimaan utang dari pihak ketiga pada periode berjalan.
Utang pajak pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$6,5 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$1,2 juta
atau 15,7% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$7,7 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
adanya pembayaran pajak penghasilan badan tahun 2024 pada periode berjalan.
14
Page 16
Utang bank jangka pendek pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$13,9 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$8,5 juta atau 37,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$22,3 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh pembayaran pokok pinjaman selama periode berjalan.
Utang bank jangka panjang pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar US$250,8 juta, dimana terjadi penurunan
sebesar US$33,6 juta atau 11,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$284,4 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh pembayaran pokok pinjaman selama periode berjalan dan atas dampak divestasi Entitas Anak
yang dilakukan oleh Perseroan sehingga utang bank jangka panjang Entitas Anak tersebut dikeluarkan dalam buku
konsolidasian.
Posisi pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023
Total liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 menurun sebesar US$67,1 juta atau 12,8% menjadi US$457,1 juta,
dibandingkan dengan total liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$524,2 juta. Penurunan total
liabilitas Perseroan tersebut utamanya berasal dari penurunan utang usaha – pihak ketiga, beban yang masih harus dibayar,
utang bank jangka pendek, utang bank jangka panjang, yang imbangi oleh kenaikan utang lain-lain – pihak ketiga, utang pajak
dan liabilitas kontrak.
Utang usaha – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$27,7 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$19,7 juta atau 41,6% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$47,4 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh pembayaran kepada pihak ketiga oleh Perseroan dan Entitas Anak atas jasa penambangan yang dilakukan
oleh pihak ketiga.
Utang bank jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$22,3 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$9,9 juta atau 30,7% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$32,2 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya pembayaran utang bank yang jatuh tempo oleh Perseroan dan Entitas Anak di tahun 2024.
Utang bank jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$284,4 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$50,3 juta atau 18,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$334,7 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya pembayaran utang bank yang jatuh tempo oleh Perseroan dan Entitas Anak di tahun 2024 atas
fasilitas pinjaman jangka panjang yang diberikan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Bank Sindikasi.
Beban yang masih harus dibayar pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$11,9 juta, dimana terjadi penurunan
sebesar US$4,2 juta atau 26,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$16,1 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh adanya pembayaran pembayaran kepada pihak ketiga dan penurunan pada biaya akrual atas
kewajiban domestic market obligation di tahun 2024.
Utang lain-lain – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$11,5 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar US$9,6 juta atau 506,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$1,9 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh utang ke pemegang saham nonpengendali atas pembelian saham Entitas Anak.
Utang pajak pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$7,7 juta, dimana terjadi kenaikan sebesar US$2,7 juta atau
54,1% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$5,0 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
peningkatan pajak penghasilan 29 yang sejalan dengan peningkatan laba sebelum pajak penghasilan.
Liabilitas kontrak pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$8,5 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$6,1
juta atau 523,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$2,4 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh penerimaan uang muka penjualan batubara oleh Entitas Anak.
Ekuitas
Posisi pada tanggal 30 September 2025 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024
Total ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2025 menurun sebesar US$198,6 juta atau 45,5% menjadi US$238,1
juta, dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$436,7 juta. Penurunan total
ekuitas Perseroan tersebut utamanya berasal dari kerugian non kas atas divestasi Entitas Anak yang dibukukan oleh
Perseroan dan kerugian Entitas Anak segmen batubara selama periode berjalan.
Posisi pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023
Total ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 meningkat sebesar US$13,0 juta atau 3,1% menjadi US$436,7 juta,
dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$423,7 juta. Peningkatan total
ekuitas Perseroan tersebut utamanya berasal dari pembukuan laba bersih yang dihasilkan Perseroan sepanjang tahun 2024.
Keterangan selengkapnya mengenai Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen dapat dilihat pada Bab V dalam Informasi
Tambahan.
15
Page 17
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
Riwayat Singkat Perseroan
Sejak penerbitan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap I Tahun 2025 sampai dengan tanggal Informasi Tambahan
dan/atau Perbaikan atas Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran
Dasar. Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar
No. 8, tanggal 8 Juli 2025, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan (“Akta No.
8/2025”), Akta No. 8/2025 tersebut menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan sebagai
pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Manajemen dan/atau Karyawan. Akta No. 8/2025 telah diterima dan dicatatkan
dalam database Sisminbakum dengan No. AHU-AH.01.03-0190637 tanggal 21 Juli 2025. Akta 8/2025 telah didaftarkan pada
Daftar Perseroan dengan No. AHU-0164251.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 21 Juli 2025.
Sampai dengan tanggal tanggal Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan atas Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan,
Perseroan menjalankan usaha aktivitas Investasi di bidang pertambangan dan perdagangan batubara, perkebunan kelapa
sawit, dan sedang mengembangkan usahanya sebagai produsen pembangkit listrik mandiri, investasi di energi terbarukan
dan bisnis pengelolaan sampah serta perdagangan besar dan eceran kendaraan melalui Entitas Anak.
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Pada tanggal Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan atas Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, struktur permodalan
Perseroan terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam Akta 110/2020 jo. Akta 8/2025, susunan permodalan Perseroan,
adalah sebagai berikut:
Modal Dasar : Rp1.200.000.000.000,- yang terbagi atas 24.000.000.000 saham, masing-masing saham
bernilai nominal Rp50,-
Modal Ditempatkan dan : Rp412.870.146.550,- yang terbagi atas 8.257.402.931 saham, masing-masing saham
Disetor bernilai nominal Rp50,-
Selanjutnya, struktur pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Daftar Pemegang Saham yang
dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom berdasarkan Surat No. DE/I/2026-0149 tanggal 2 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp50 setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham Nilai Nominal %
Modal Dasar 24.000.000.000 1.200.000.000.000 -
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Pemegang Saham >5%
1. Highland Strategic Holdings Pte Ltd 4.983.799.956 249.189.997.800 60,356
2. PT Toba Sejahtra 658.488.144 32.924.407.200 7,975
Direksi Perseroan
3. Dicky Yordan, Direktur Utama 125.651.321 6.282.566.050 1,522
4. Alvin Firman Sunanda, Direktur 4.018.432 200.921.600 0,049
5. Juli Oktarina, Direktur 3.726.244 186.312.200 0,045
6. Mufti Utomo, Direktur 770.996 38.549.800 0,009
7. Sudharmono Saragih, Direktur 688.996 34.449.800 0,008
8. Masyarakat* 2.472.216.242 123.610.812.100 29,939
9. Saham Treasuri 8.042.600 402.130.000 0,097
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 8.257.402.931 412.870.146.550 100,000
Saham Dalam Portepel 15.742.597.069 787.129.853.450
Note: *) pemegang saham di bawah 5% yang terdiri dari masyarakat.
Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 52 tanggal 25 April 2025 dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di
Jakarta (“Akta 52/2025”), yang telah diberitahukan kepada Menkum dan telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum
berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09-0221141, tanggal 5 Mei 2025, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0096969.AH.01.11.Tahun 2025, tanggal 5 Mei 2025, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Bacelius Ruru
Komisaris Independen : Dr. Ahmad Fuad Rahmany
Komisaris Independen : Yasmin Wirjawan
Komisaris Independen : Kang Tzu Ping (Frances Kang)
16
Page 18
Direksi
Direktur Utama : Dicky Yordan
Direktur : Alvin Firman Sunanda
Direktur : Juli Oktarina
Direktur : Mufti Utomo
Direktur : Sudharmono Saragih
Kegiatan Usaha
Perseroan menjalankan usaha investasi di bidang pertambangan dan perdagangan batubara, perkebunan kelapa sawit dan
sedang mengembangkan usahanya sebagai produsen pembangkit listrik mandiri, serta investasi di energi terbarukan dan
bisnis pengelolaan sampah serta perdagangan besar dan eceran kendaraan melalui Entitas Anak.
Prospek Usaha
Dalam laporannya, IMF dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan stabil, masing-masing sebesar 3,2%
dan 3,3%. Sementara itu, Bank Dunia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 2,7% pada
tahun 2025. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 akan
mencapai 5,2% (sumber: Kementerian Keuangan).
Sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
menargetkan produksi batubara dalam negeri mencapai 735 juta ton pada tahun 2025. Dari total produksi tersebut,
pemanfaatan batubara untuk kepentingan dalam negeri diperkirakan akan mencapai 239 juta ton (sumber: Indonesia Mining
Association www.ima-api.org, 4 Februari 2025, “ESDM Targetkan Produksi Batubara Capai 735 Juta Ton di Tahun 2025”).
Di sisi lain, dalam rangka mewujudkan target net zero emission (NZE) tahun 2060 atau lebih awal, Pemerintah Indonesia
memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik ke depan, diprioritaskan menggunakan teknologi yang rendah emisi dan
ramah lingkungan sekaligus pembatasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru. Implementasi atas
Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 Tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga
Listrik menjadi peluang untuk tumbuh secara berkelanjutan bagi Perseroan. Terkait dengan kendaraan listrik, Pemerintah
telah menetapkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai
(Battery Electric Vehicle). Selain itu, Pemerintah juga memberikan berbagai insentif fiskal untuk mendukung akselerasi
kendaraan bermotor listrik.
Merespon peluang tersebut, keputusan strategis Perseroan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan
respons terhadap perubahan iklim global sangatlah tepat. Hal ini sejalan dengan kesadaran global dan urgensi untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca serta memenuhi target Paris Agreement. Perseroan meyakini bahwa transisi menuju bisnis
keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab moral tetapi juga akan membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan
ketahanan Perseroan dalam jangka panjang.
Perseroan juga aktif melakukan dialog dan pembahasan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk
investor, pelanggan, dan masyarakat umum untuk menjelaskan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial dari transisi ini.
Manajemen menjelaskan bahwa diversifikasi portofolio energi dan investasi dalam energi terbarukan dan manajemen
sampah akan mengurangi ketergantungan terhadap batubara dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih
berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kendaraan listrik, manajemen sampah, dan energi terbarukan akan menjadi driver
utamanya. Dengan transformasi ini, Perseroan secara aktif terus bergerak menuju segmen usaha penghasil EBITDA yang
memiliki high trading multiple segments seperti energi baru terbarukan,manajemen sampah dan kendaraan listrik.
Untuk itu Perseroan telah menetapkan berbagai kebijakan strategis untuk diterapkan pada tahun 2025. Kebijakan strategis
yang dimaksud mencakup tiga prioritas utama mencakup lingkungan dan masyarakat, yakni berfokus pada:
• Risiko Perubahan Iklim: Strategi adaptasi dan mitigasi yang efektif.
• Strategi Transisi Adil: Transisi ekonomi rendah karbon dengan mempertimbangkan aspek sosial.
• Strategi Keberlanjutan Anak Perusahaan: Integrasi nilai Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (TSL) dalam seluruh bisnis.
Selain itu, untuk mendukung pembiayaan ekspansi bisnis yang ramah lingkungan dan transisi energi, Perseroan akan terus
mendalami opsi-opsi pembiayaan yang berorientasi lingkungan seperti green financing, transition financing dan termasuk di
antaranya aksi korporasi di bidang pasar modal dengan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan sebagai salah satu
opsi.
Keterangan selengkapnya mengenai Keterangan Tentang Perseroan, Perusahaan Anak, Kegiatan Usaha Serta Kecenderungan
dan Prospek Usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VI dalam Informasi Tambahan.
PENJAMINAN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan
Perjanjian Penjaminan Emisi, yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada Masyarakat
17
Page 19
Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap II Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp500.000.000.000.- (lima
ratus miliar Rupiah) dengan kesanggupan penuh (full commitment).
Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari anggota Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah sebagai berikut:
Porsi Penjaminan
Keterangan Total Penjaminan %
Seri A Seri B Seri C
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
PT Sucor Sekuritas 78.600.000.000 96.300.000.000 34.900.000.000 209.800.000.000 41,96%
PT Indo Premier Sekuritas 12.800.000.000 10.300.000.000 30.500.000.000 53.600.000.000 10,72%
PT RHB Sekuritas Indonesia 8.600.000.000 68.400.000.000 159.600.000.000 236.600.000.000 47,32%
TOTAL 100.000.000.000 175.000.000.000 225.000.000.000 500.000.000.000 100,00%
Selanjutnya Penjamin Emisi Obligasi yang ikut dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi telah sepakat untuk melaksanakan
tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7.
Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan atas Penawaran Umum Obligasi adalah PT RHB Sekuritas.
Keterangan selengkapnya mengenai Penjaminan Emisi Obligasi dapat dilihat pada Bab VIII dalam Informasi Tambahan.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Konsultan Hukum : Genio Atyanto & Partners
Notaris : Aulia Taufani, S.H.
Wali Amanat : PT Bank Mega Tbk.
Perusahaan Pemeringkat Efek : PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
Keterangan selengkapnya mengenai Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dapat dilihat pada Bab IX dalam Informasi
Tambahan.
TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI
Keterangan selengkapnya mengenai Tata Cara Pemesanan Obligasi dapat dilihat pada Bab XI dalam Informasi Tambahan.
PENYEBARLUASAN INFORMASI TAMBAHAN DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Informasi Tambahan serta Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (FPPO) dan Formulir Pemesanan Pembelian dapat
diperoleh selama tanggal Penawaran Umum melalui e-mail dan juga dapat diperoleh di kantor Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi dari tanggal 15 Januari 2026 jam 09.00 WIB sampai tanggal 15 Januari jam 16.00 WIB di bawah ini:
PT SUCOR SEKURITAS PT INDO PREMIER SEKURITAS
Sahid Sudirman Center Lantai 12 Pacific Century Place Lt. 16
Jl. Jend. Sudirman Kav.86 Jl.Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 10220 Jakarta 12190
Telepon: (021) 8067 3000 Telepon: (021) 5088 7168
Faksimili: (021) 2788 9288 Faksimile: (021) 5088 7167
Website: www.sucorsekuritas.com Website: www.indopremier.com
Email: fi@sucorsekuritas.com Email: fixed.income@ipc.co.id
PT RHB SEKURITAS INDONESIA
District 8 - SCBD, Revenue Tower, Lantai 11.
Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Telepon: (021) 5093 9868
Faksimili: (021) 5093 9859
Website: www.rhbtradesmart.co.od
Email: rhbosk.id.fixedincome@rhbgroup.com
18
Names mentioned 39 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
p.1
unresolved
org
PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
p.1 ×2
unresolved
org
PT Sucor Sekuritas
p.1 ×3
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas
p.1 ×2
unresolved
org
PT RHB Sekuritas Indonesia WALI AMANAT
p.1
unresolved
person
Aulia Taufani S.H.
· Notaris
p.5 ×5
unresolved
org
PT Trisensa Mineral Utama
p.5
unresolved
org
PT Adimitra Baratama Nusantara
p.6
unresolved
org
Purwantono
p.6 ×2
unresolved
org
Young Global Limited
p.6 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10
unresolved
org
Melalui Penawaran Umum I TBS Energi Utama Tbk
p.15
unresolved
org
Bank Sindikasi. Beban
p.16
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.17
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.18
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.18
unresolved
org
PT RHB Sekuritas Indonesia
p.19
unresolved
org
PT RHB Sekuritas.
p.19
unresolved
org
Genio Atyanto & Partners
· Konsultan Hukum
p.19
unresolved
person
H. Wali Amanat
p.19
unresolved
org
PT INDO PREMIER SEKURITAS Sahid Sudirman Center
p.19
unresolved
org
PT RHB SEKURITAS INDONESIA District
p.19
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.