Skip to content
Back to announcement

20260114_ASLI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32019836_lamp1.pdf

Other Text extracted ASLI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
Nomor            : 010/CORSEC/AKL/I/2026                                              Bekasi, 14 Januari 2025
Lampiran         :1

Kepada Yth
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung BEI Tower I, lantai 6
Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53, Jakarta

Perihal          : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan


Dengan Hormat,
Merujuk kepada Surat Bursa Efek Indonesia dengan nomor S-00044/BEI.PP1/01-2026 tertanggal 02 Januari 2026
yang kami terima pada tanggal 05 Januari 2026 perihal Permintaan Penjelasan, melalui surat ini kami bermaksud
untuk menyampaikan penjelasan/tanggapan kami sebagaimana terlampir dalam surat ini.

Demikian hal ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami
PT Asri Karya Lestari Tbk




Yudra Saputra
Direktur




                                                       1
Page 2
Lampiran 1


1     Pada Laporan Keuangan per 30 September 2025, Perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar -
      24,58% menjadi Rp136,5 miliar. Adapun kami menyoroti penurunan jasa konstruksi sebesar -15,41% dan
      pendapatan sewa sebesar -77,75%. Pada tahun 2024, Perseroan memiliki dua pelanggan dengan kontribusi
      signifikan yaitu PT Pembangunan Deltamas dengan pendapatan sebesar Rp52,8 miliar dan Dinas Pekerjaan
      Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kalimantan Selatan dengan nilai Rp51,2 miliar. Pada tahun 2025,
      pelanggan dengan kontribusi signifikan hanya Dinas PUPR Kalimantan Selatan dengan nilai Rp61,1 miliar.
      Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan:
      a. Penyebab penurunan pendapatan Perseroan pada tahun 2025.
      b. Latar belakang pelanggan dengan kontribusi pendapatan signifikan pada tahun 2025 hanya Dinas PUPR
            Kalimantan Selatan.
      c. Rincian proyek-proyek Perseroan yang masih berjalan dan status penyelesaiannya.
      d. Metode pengakuan pendapatan atas proyek Perseroan dan kesesuaiannya dengan PSAK terkait.
      e. Dengan mempertimbangkan Perseroan mencatatkan rugi usaha dan rugi tahun berjalan per 30
            September 2025, jelaskan strategi manajemen dalam memperbaiki kinerja operasional dan profitabilitas
            Perseroan hingga akhir tahun buku 2025.

     Penjelasan:

      a. Penurunan pendapatan Perseroan pada periode yang berakhir 30 September 2025 terutama disebabkan
         oleh perbedaan portofolio dan tahapan proyek yang dikerjakan dibandingkan periode sebelumnya, serta
         pergeseran waktu pengakuan pendapatan. Penurunan pendapatan jasa konstruksi terjadi karena pada
         tahun 2024 Perseroan berada pada fase penyelesaian beberapa proyek besar yang memberikan
         kontribusi pendapatan signifikan, sementara pada tahun 2025 sebagian proyek tersebut telah selesai dan
         proyek-proyek baru masih berada pada tahap awal pelaksanaan, sehingga pendapatan yang dapat diakui
         hingga periode pelaporan menjadi lebih terbatas. Adapun penurunan pendapatan sewa terutama
         disebabkan oleh berakhirnya atau berkurangnya kontrak sewa tertentu.

      b. Pada tahun 2025, pelanggan dengan kontribusi pendapatan signifikan Perseroan adalah Dinas PUPR
         Provinsi Kalimantan Selatan, sehubungan dengan pelaksanaan proyek infrastruktur strategis berupa
         pembangunan jalan dan jembatan dengan skala besar dan durasi kontrak berdurasi jamak (multi-years).
         Sementara itu, kontribusi pendapatan dari PT Pembangunan Deltamas menurun dibandingkan tahun
         2024 karena proyek utama Perseroan di kawasan tersebut telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan
         sebagian besar pendapatannya telah diakui pada periode sebelumnya




                                                      2
Page 3
c. Rincian Proyek Perseroan yang masih berjalan adalah sebagai berikut:

                             Proyek                            Pemberi Kerja        Nilai Kontrak  Status
                                                                                         (Rp)
       Pekerjaan Peningkatan Kapasitas Lajur Tahap 2 (Rest   PT Jasamarga          28.272.969.000 On-
       Area KM. 207 A) pada Ruas Jalan Tol Palikanci Tahun   Tollroad                             going
       2025                                                  Maintenance
       Pekerjaan Pemeliharaan Periodik Scrapping Filling     PT Jasamarga          32.558.709.000 On-
       Overlay (SFO) dan Rekonstruksi pada Ruas Jalan Tol    Tollroad                             going
       Palikanci Tahun 2025                                  Maintenance
       Pekerjaan Struktur Abutment Proyek Pembangunan        HUTAMA-               868.357.379      On-
       Jalan Tol Serang - Panimbang Seksi III (Cileles -     ABIPRAYA-JAKON-                        going
       Panimbang) Fase 2 Paket 2                             YASA (KSO)
       Pekerjaan Struktur Pembangunan Jalan Tol Serang -     HUTAMA-               2.311.741.560    On-
       Panimbang Seksi III (Cileles - Panimbang) Pase 2      ABIPRAYA-JAKON-                        going
       Paket 2                                               YASA (KSO)
       Pekerjaan Rehabilitasi Irigasi Proyek Rehabilitasi    PT Hutama Karya       2.354.800.470    On-
       Jaringan Irigasi D.I. Kewenangan Pemerintah Daerah    (Persero)                              going
       Di BBWS Bengawan Solo Paket II
       Pekerjaan Borepile D150 Proyek Pembangunan            HUTAMA-               5.806.972.125    On-
       Tanjung Priok Timur Baru / New Priok Eastern Access   ABIPRAYA KSO                           going
       (NPEA) Seksi I STA 0+000 (IC NPEA) - STA 2+777
       (P38) DKI Jakarta

d. Perseroan mengakui pendapatan atas proyek konstruksi berdasarkan metode persentase penyelesaian,
   yang mencerminkan tingkat penyelesaian pekerjaan pada tanggal pelaporan. Metode tersebut diterapkan
   secara konsisten dan telah disesuaikan dengan ketentuan PSAK yang berlaku, di mana pendapatan diakui
   sepanjang kriteria pengakuan terpenuhi dan progres pekerjaan dapat diukur secara andal.

e. Sehubungan dengan rugi usaha dan rugi tahun berjalan yang tercatat per 30 September 2025,
   manajemen telah dan akan terus melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain:
   - Optimalisasi struktur biaya proyek, termasuk pengendalian biaya mobilisasi, tenaga kerja, dan biaya
      operasional lainnya.
   - Fokus pada percepatan progres proyek yang telah berjalan, guna meningkatkan volume pendapatan
      yang dapat diakui.
   - Penyesuaian strategi tender dan seleksi proyek, dengan mempertimbangkan profil risiko dan margin
      yang lebih seimbang.
   - Penguatan manajemen arus kas dan likuiditas, seiring dengan percepatan penagihan dan
      pengendalian liabilitas jangka pendek.




                                               3
Page 4
2   Selain membukukan penurunan pendapatan sebesar -24,58% pada tahun 2025, Perseroan juga membukukan
    penurunan beban pokok keuangan sebesar -5.70% pada periode yang sama. Atas hal tersebut, Bursa meminta
    penjelasan:
    a. Latar belakang penurunan beban pokok keuangan tidak sejalan dengan penurunan pendapatan.
    b. Penyebab kenaikan beban upah dan operasional dan beban sewa alat dan kendaraan ketika pendapatan
         mengalami penurunan.
    c. Latar belakang munculnya beban asuransi.

    Penjelasan:

    a. Penurunan beban pokok pendapatan Perseroan pada tahun 2025 yang tidak sepenuhnya sejalan dengan
       penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh perbedaan karakteristik proyek dan tahapan
       pelaksanaan pekerjaan dibandingkan periode sebelumnya. Pada periode berjalan, sebagian proyek
       Perseroan berada pada tahap awal hingga menengah pelaksanaan, sehingga volume pekerjaan yang
       dapat diakui sebagai pendapatan lebih rendah, sementara sebagian beban pokok, khususnya yang
       bersifat variabel, belum terealisasi secara penuh. Selain itu, terdapat komponen biaya yang bersifat
       langsung terkait volume pekerjaan, sehingga ketika aktivitas proyek menurun, beban tersebut ikut
       menurun meskipun tidak secara proporsional terhadap pendapatan.

    b. Kenaikan beban upah, operasional, serta beban sewa alat dan kendaraan pada periode berjalan terutama
       disebabkan oleh lokasi proyek utama Perseroan yang berada di luar Pulau Jawa, khususnya di Provinsi
       Kalimantan Selatan, yang memiliki tantangan logistik dan kebutuhan sumber daya yang lebih tinggi.
       Pelaksanaan proyek di wilayah tersebut memerlukan:
       - tenaga kerja terampil dengan tingkat biaya yang relatif lebih tinggi,
       - biaya mobilisasi tenaga kerja, alat berat, dan material dari luar daerah,
       - biaya akomodasi dan operasional pendukung selama masa pelaksanaan proyek.

        Selain itu, biaya-biaya tersebut sebagian besar bersifat tetap atau semi-tetap dan telah terealisasi sejak
        awal proyek, sementara pendapatan masih diakui secara bertahap sesuai dengan progres pekerjaan. Hal
        ini menyebabkan beban meningkat pada periode pelaporan meskipun pendapatan belum terealisasi
        secara optimal.

    c. Beban asuransi pada periode berjalan timbul seiring dengan pelaksanaan proyek-proyek berskala besar
       dan berlokasi di luar Pulau Jawa, yang memiliki tingkat risiko operasional dan logistik lebih tinggi.




                                                      4
Page 5
        Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan melakukan penyesuaian dan peningkatan cakupan asuransi
        guna memenuhi ketentuan kontrak dan menerapkan manajemen risiko yang lebih prudent. Munculnya
        beban asuransi tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko dan penguatan tata kelola, dan
        diharapkan dapat melindungi Perseroan dari potensi risiko finansial yang lebih besar di masa mendatang.


3   Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 5 Piutang Usaha, Perseroan membukukan piutang lewat
    jatuh tempo sebesar Rp6,78 miliar atau sebesar 78,78% total piutang usaha. Atas hal tersebut, Bursa meminta
    penjelasan:
       a. Latar belakang munculnya piutang usaha lewat jatuh tempo tersebut.
       b. Strategi penagihan piutang yang akan dilakukan Perseroan.
       c. Strategi due diligence yang akan dilakukan Perseroan dalam memilih dan mengelola proyek untuk
            menghindari piutang lewat jatuh tempo di masa depan.

      Penjelasan:

      a. Piutang usaha lewat jatuh tempo yang tercatat per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh
         perbedaan waktu antara penyelesaian pekerjaan, proses administrasi penagihan, dan realisasi
         pembayaran oleh pemberi kerja, khususnya pada proyek-proyek berskala besar dan berdurasi jamak
         (multi-years). Selain itu, sebagian besar piutang tersebut berasal dari pemberi kerja BUMN-Karya,
         termasuk proyek-proyek infrastruktur, di mana proses pembayaran memerlukan tahapan verifikasi
         administratif, persetujuan berjenjang, dan pemenuhan dokumen tertentu sebelum pembayaran dapat
         direalisasikan. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan pembayaran secara administratif, namun
         tidak mencerminkan adanya penurunan kualitas piutang, sengketa material, maupun indikasi
         ketidakmampuan bayar dari pemberi kerja. Manajemen menilai piutang usaha tersebut tetap dapat
         ditagih (collectible) dan bersifat sementara.

      b. Dalam rangka mempercepat penagihan dan mengelola risiko piutang lewat jatuh tempo, Perseroan telah
         dan terus melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
          - membentuk tim penagihan khusus di bawah Departemen Keuangan yang fokus pada rekonsiliasi
              data, kelengkapan dokumen, dan koordinasi dengan tim proyek;
          - melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemberi kerja, khususnya terkait percepatan
              verifikasi progres pekerjaan dan penandatanganan berita acara;
          - melakukan pemantauan umur piutang secara berkala, sehingga piutang yang mendekati jatuh
              tempo dapat segera ditindaklanjuti;




                                                     5
Page 6
           -      apabila diperlukan, membuka ruang diskusi dengan pemberi kerja terkait pengaturan jadwal
                  pembayaran yang lebih terstruktur, tanpa mengubah nilai kontrak.

               Strategi tersebut bertujuan untuk memastikan arus kas tetap terjaga dan meminimalkan akumulasi
               piutang lewat jatuh tempo

       c. Untuk meminimalkan risiko piutang lewat jatuh tempo di masa mendatang, Perseroan menerapkan
          sejumlah langkah penguatan tata kelola proyek dan manajemen risiko, antara lain:
           - Penilaian kelayakan dan profil risiko pelanggan (credit assessment):
               Melakukan evaluasi terhadap rekam jejak pembayaran, struktur pendanaan, dan kredibilitas
               calon pelanggan sebelum menandatangani kontrak, khususnya untuk proyek sektor swasta.
           - Selektivitas proyek berdasarkan kepastian pendanaan:
               Memprioritaskan proyek dengan sumber pendanaan yang jelas dan terjamin, termasuk proyek
               dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan atau memiliki dukungan pendanaan yang
               memadai.
           - Penyempurnaan struktur dan klausul kontrak:
               Memastikan kejelasan mekanisme penagihan, tenggat waktu verifikasi administrasi, serta
               ketentuan pembayaran dalam kontrak guna mengurangi potensi keterlambatan.
           - Penguatan sistem monitoring piutang:
               Menerapkan pemantauan umur piutang secara periodik melalui sistem informasi keuangan,
               sehingga manajemen dapat mengambil langkah mitigasi secara lebih dini.


4   Dalam CALK 7 Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja, Perseroan membukukan kenaikan sebesar 263%
    menjadi Rp82,1 miliar per 30 September 2025. Komponen terbesar tagihan bruto tersebut berasal dari Dinas
    PUPR Kalimantan Selatan dengan nilai Rp68,8 miliar. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan:
    a. Nature dari tagihan bruto kepada pemberi kerja.
    b. Latar belakang kenaikan tagihan kepada Dinas PUPR Kalimantan Selatan pada tahun 2025.
    c. Jelaskan rincian proyek yang mendasari tagihan tersebut, termasuk nilai kontrak, progres pekerjaan
        hingga 30 September 2025, serta status penagihannya.
    d. Timeline realisasi tagihan bruto tersebut dan pengakuan pendapatan atas tagihan tersebut.

    Penjelasan:

    a. Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan pendapatan yang telah diakui oleh Perseroan
       berdasarkan progres pekerjaan yang telah diselesaikan, namun pada tanggal pelaporan belum dapat




                                                     6
Page 7
    ditagihkan kepada pemberi kerja karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi tertentu,
    seperti verifikasi progres pekerjaan, persetujuan internal pemberi kerja, atau kelengkapan dokumen
    pendukung.

b. Kenaikan signifikan tagihan bruto kepada pemberi kerja pada tahun 2025, khususnya yang berasal dari
   Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp68,8 miliar,
   terutama disebabkan oleh peningkatan progres fisik pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Perseroan
   pada proyek infrastruktur jalan dan jembatan berskala besar. Pada periode tersebut, progres pekerjaan
   telah mencapai tahapan yang secara substansi memenuhi kriteria pengakuan pendapatan, namun proses
   administratif untuk penerbitan tagihan belum sepenuhnya selesai hingga tanggal pelaporan, sehingga nilai
   tersebut masih tercatat sebagai tagihan bruto kepada pemberi kerja.

c. Rincian proyek yang mendasari Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja adalah sebagai berikut:

                                                             Nilai Kontrak     Progre         Status
                Proyek                 Pemberi Kerja
                                                                  (Rp)           s          Penagihan
     Pekerjaan      Pembangunan      PT Indotaisei Indah
                                                                                         Terbayar
     Jembatan Penghubung di          Development
     Jalan Tol Cipularang KM                               72,760,488,578      92,81%
                                     PT Besland Pertiwi                                  Terbayar
     71+100
     Pekerjaan        Peningkatan
     Kapasitas Lajur Tahap 2 (Rest   PT       Jasamarga
     Area KM. 207 A) pada Ruas       Tollroad           28.272.969.000         92,00%    Tertagih
     Jalan Tol Palikanci Tahun       Maintenance
     2025
     Pekerjaan       Pemeliharaan
     Periodik Scrapping Filling
                                     PT       Jasamarga
     Overlay      (SFO)        dan
                                     Tollroad           32.558.709.000         2,00%     Terbayar
     Rekonstruksi pada Ruas
                                     Maintenance
     Jalan Tol Palikanci Tahun
     2025
                                   Dinas         PUPR
     Pembangunan        Jembatan
                                   Provinsi Kalimantan                         76.88%    Terbayar
     Pulau Kalimantan - Pulau Laut                     186,325,129,056
                                   Selatan

d. Timeline realisasi Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja adalah sebagai berikut:

                                                             Nilai Kontrak
                Proyek                  Pemberi Kerja                          Progres       Realisasi
                                                                  (Rp)




                                                7
Page 8
          Pekerjaan      Pembangunan      PT Indotaisei Indah
                                                                                             Januari
          Jembatan Penghubung di          Development
                                                                                   92,81%
          Jalan Tol Cipularang KM                               72,760,488,578
                                          PT Besland Pertiwi                                 Desember
          71+100
          Pekerjaan        Peningkatan
          Kapasitas Lajur Tahap 2 (Rest   PT       Jasamarga                                 Proses Berita
          Area KM. 207 A) pada Ruas       Tollroad           28.272.969.000        92,00%    Acara
          Jalan Tol Palikanci Tahun       Maintenance                                        Pekerjaan
          2025
          Pekerjaan       Pemeliharaan
          Periodik Scrapping Filling
                                          PT       Jasamarga
          Overlay      (SFO)        dan
                                          Tollroad           32.558.709.000        2,00%     November
          Rekonstruksi pada Ruas
                                          Maintenance
          Jalan Tol Palikanci Tahun
          2025
                                        Dinas         PUPR
          Pembangunan        Jembatan
                                        Provinsi Kalimantan                        76.88%    Desember
          Pulau Kalimantan - Pulau Laut                     186,325,129,056
                                        Selatan


5   Dalam CALK 9 Aset Lancar Lainnya, Perseroan membukukan kenaikan aset lancar dari Rp44,3 miliar
    menjadi Rp50,9 miliar per 30 September 2025. Bursa meminta penjelasan:
    a. Latar belakang penurunan biaya dibayar dimuka lainnya dari sebelumnya Rp30,9 miliar menjadi nihil.
        Sertakan rincian pihak dan nilai pembayaran.
    b. Penyebab kenaikan uang muka pembelian dari Rp10,5 miliar menjadi Rp48,8 miliar. Sertakan rincian pihak,
        produk/jasa yang diberikan, peruntukan proyek, nilai, dan jangka waktu kontrak (jika ada).

    Penjelasan:
    a. Biaya dibayar dimuka lainnya yang tercatat sebesar Rp30,9 miliar per 31 Desember 2024 merupakan
        pembayaran di muka yang secara substansi terkait dengan pengadaan barang dan/atau jasa proyek, yang
        pada saat itu masih diklasifikasikan sebagai biaya dibayar dimuka. Seiring dengan dilakukannya
        penelaahan atas substansi transaksi dan penerapan klasifikasi akuntansi yang lebih tepat, pada periode
        berjalan pembayaran tersebut direklasifikasi menjadi Uang Muka Pembelian, karena memenuhi kriteria
        sebagai pembayaran di muka kepada pemasok untuk pengadaan material dan/atau jasa yang akan
        digunakan langsung dalam kegiatan proyek Perseroan. Dengan dilakukannya reklasifikasi tersebut, saldo
        biaya dibayar dimuka lainnya per 30 September 2025 menjadi nihil. Reklasifikasi ini dilakukan semata-
        mata untuk meningkatkan ketepatan penyajian laporan keuangan.




                                                    8
Page 9
    b. Kenaikan uang muka pembelian per 30 September 2025 terutama berasal dari:
        i) Reklasifikasi biaya dibayar dimuka lainnya sebagaimana dijelaskan pada poin (a); dan
        ii) Pembayaran uang muka tambahan kepada pemasok dan penyedia jasa proyek sehubungan dengan
            peningkatan aktivitas proyek yang sedang berjalan, khususnya proyek-proyek infrastruktur berskala
            besar.

        Uang muka pembelian tersebut pada umumnya digunakan untuk:
        - pengadaan material konstruksi utama,
        - sewa dan pengadaan jasa pendukung proyek,
        - kebutuhan operasional proyek pada tahap awal pelaksanaan.

        Pembayaran uang muka dilakukan kepada pihak ketiga yang memiliki hubungan usaha dengan
        Perseroan, tanpa adanya transaksi dengan pihak berelasi, dengan peruntukan proyek yang sedang
        berjalan dan jangka waktu realisasi yang bersifat jangka pendek, sejalan dengan progres pekerjaan
        proyek terkait. Manajemen menilai bahwa saldo uang muka pembelian tersebut bersifat recoverable dan
        akan direalisasikan menjadi beban atau aset proyek seiring dengan diterimanya barang dan jasa sesuai
        dengan kontrak.


6   Dalam CALK 11 Aset Tidak Lancar Lainnya, Perseroan membukukan uang muka pembelian aset tetap sebesar
    Rp35,5 miliar yang saldonya tidak berubah sejak tahun 2024. Adapun uang muka perolehan aset tetap dalam
    CALK disampaikan sebagai pembangunan pabrik batching plant dan pembelian sejumlah alat berat. Bursa
    meminta penjelasan:
    a. Penyebab tidak adanya perubahan saldo uang muka pembelian aset tetap tersebut.
    b. Timeline aset tetap dapat direalisasi dan dikapitalisasi dalam Laporan Keuangan Perseroan.
    c. Pertimbangan Perseroan membukukan uang muka perolehan aset tetap sebagai uang muka dan bukan
        sebagai aset dalam penyelesaian.
    d. Hubungan afiliasi Perseroan dengan PT Satria Intan Teknikatama dan PT Sekawan Berdikari Makmur.

    Penjelasan:

    a. Tidak adanya perubahan saldo uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp35,5 miliar sejak tahun 2024
       disebabkan oleh belum terpenuhinya seluruh persyaratan kontraktual dan administratif yang diperlukan
       untuk merealisasikan perolehan aset tetap tersebut hingga tanggal pelaporan 30 September 2025.

        Uang muka tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan fasilitas batching plant dan pengadaan alat
        berat, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan sangat bergantung pada kesiapan teknis,
        perizinan, serta penyesuaian kebutuhan operasional proyek Perseroan. Hingga akhir periode pelaporan,
        proyek tersebut masih berada berprogres sehingga belum dapat direalisasi menjadi aset tetap.




                                                    9
Page 10
    b. Perseroan memperkirakan bahwa realisasi pembangunan batching plant dan pengadaan alat berat akan
       dilakukan secara bertahap setelah seluruh persyaratan teknis dan administratif terpenuhi. Aset tetap akan
       mulai dikapitalisasi dalam Laporan Keuangan Perseroan pada saat aset tersebut telah siap digunakan
       sesuai dengan tujuan manajemen, sebagaimana ketentuan PSAK yang berlaku. Dengan
       mempertimbangkan perkembangan terakhir, manajemen memperkirakan proses realisasi dan kapitalisasi
       aset tetap tersebut akan mulai dilakukan pada periode setelah tanggal pelaporan, seiring dengan
       penyesuaian rencana investasi dan kebutuhan operasional Perseroan.

    c. Perseroan membukukan uang muka perolehan aset tetap sebagai uang muka dan bukan sebagai aset
       dalam penyelesaian karena berkaitan dengan rencana pembangunan fasilitas batching plant dan
       pengadaan alat berat, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

    d. Perseroan tidak ada hubungan afiliasi dengan PT Satria Intan Teknikatama dan PT Sekawan Berdikari
       Makmur


7   Rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (jika ada).
    Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan
    usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

    Penjelasan:

    Hingga saat ini, Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi selain yang telah diungkapkan kepada
    publik.namun demikian terkait rencana korporasi kedepan akan sangat tergantung kepada proses yang saat
    ini sedang berjalan yang dilakukan oleh pengendali Perseroan. Setiap informasi dan perkembangan akan
    Perseroan sampaikan sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku.




                                                    10

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.31 MB
Published14 Jan 2026
Pages10
Characters25,362
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Asri Karya Lestari Tbk p.1 ×2
linked person Yudra Saputra · Direktur p.1
linked org PT Hutama Karya p.3
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org PT Pembangunan Deltamas p.2 ×2
unresolved org PT Jasamarga p.3 ×2
unresolved org Departemen Keuangan p.5
unresolved org PT Indotaisei Indah Terbayar Jembatan Penghubung p.7
unresolved org PT Besland Pertiwi p.7 ×2
unresolved org PT Indotaisei Indah Januari Jembatan Penghubung p.8
unresolved org PT Satria Intan Teknikatama p.9 ×2
unresolved org PT Sekawan Berdikari Makmur. Penjelasan p.9
unresolved org PT Sekawan Berdikari Makmur p.10

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result