Back to announcement
20260805_IRSX_Laporan Informasi dan Fakta Material_32117848_lamp2.pdf
Other Text extracted IRSXSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
Lampiran
Daftar Permintaan Penjelasan
PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX)
11. Berdasarkan CALK nomor 16 mengenai utang usaha pihak ketiga, saldo utang usaha kepada PT
Era Media Sejahtera Tbk mengalami penurunan dari sebesar Rp32,19 miliar per 31 Desember 2025
menjadi Rp17 miliar per 31 Maret 2026. Adapun utang usaha pihak ketiga tersebut tidak ada bunga
atau jaminan secara khusus. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan utang usaha pihak ketiga Perseroan.
Penjelasan:
Penurunan utang usaha pihak ketiga antara Perseroan melalui entitas anak PT Folago Karya
Indonesia dan PT Folago Digital Media dengan PT Era Media Sejahtera Tbk disebabkan karena
entitas anak Perseroan telah membayarkan utang tersebut.
b. Sehubungan dengan tidak ada bunga atau jaminan, agar dijelaskan bagaimana pemenuhan
prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (arm's length principle).
Penjelasan:
Meskipun utang usaha pihak ketiga tersebut tidak dikenakan bunga maupun jaminan khusus,
transaksi tetap memenuhi prinsip kewajaran (arm’s length principle) karena dalam hubungan
usaha dengan pemasok jasa atau mitra bisnis, utang usaha biasanya bersifat jangka pendek tanpa
bunga maupun jaminan. Perseroan dan entitas anak memperlakukan PT Era Media Sejahtera
Tbk sebagai pihak ketiga independen, dengan syarat pembayaran yang sama sebagaimana
berlaku untuk mitra usaha lainnya.
12. Berdasarkan CALK nomor 17 mengenai utang lain – lain, Perseroan membukukan peningkatan
utang lain – lain dari sebelumnya Rp3,7 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp7,8 miliar per 31
Maret 2026. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan utang lain – lain per 31 Maret 2026.
Penjelasan:
Utang lain-lain Perseroan meningkat sebesar Rp4.106.973.452 atau 110,63% dari
Rp3.712.549.700 pada 31 Desember 2025 menjadi Rp7.819.523.152 pada 31 Maret 2026.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh bertambahnya kewajiban kepada pihak ketiga
yang berasal dari transaksi dan biaya operasional Grup yang sampai dengan 31 Maret 2026
belum dilakukan pembayaran. Sementara itu, utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar
Rp620.839.700 pada 31 Desember 2025 telah diselesaikan selama periode berjalan sehingga
tidak terdapat saldo utang lain-lain kepada pihak berelasi pada 31 Maret 2026.
Utang lain-lain tersebut tidak dikenakan bunga dan berdasarkan profil jatuh tempo liabilitas
keuangan Grup dalam CALK mengenai manajemen risiko likuiditas, seluruh saldo
diklasifikasikan sebagai kewajiban yang akan diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 2
b. Rincian pihak ketiga per 31 Maret 2026 dengan mengisi tabel berikut:
Penjelasan:
No. Nama Tanggal Nilai Hubungan dengan
Pihak Transaksi (Rp) Perseroan
1. PT AFTERLAB Januari 2026 3.091.710.000 Pihak Ketiga
PERSISTEN
KREASI
INDONESIA
2 PT Sanraya Adi Januari 2026 127.731.865 Pihak Ketiga
Nattaya
3 PT Global Loket Februari 2026 931.260.000 Pihak Ketiga
Sejahtera
4 PT Warna Musik Maret 2026 3.543.121.287 Pihak Ketiga
Asia
5 Lain-lain Maret 2026 125.700.000 Pihak Ketiga
dibawah 100 jt
Total 7.819.523.152
13. Berdasarkan CALK nomor 18 mengenai perpajakan, Perseroan membukukan peningkatan utang
pajak dari sebelumnya Rp1,06 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp5,05 miliar per 31 Maret
2026. Perseroan masih membukukan rugi fiskal namun tetap mengakui aset pajak tangguhan. Atas
hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan utang pajak pada 31 Maret 2026.
Penjelasan:
Peningkatan utang pajak Perseroan dari sebelumnya Rp1,06 miliar per 31 Desember 2025
menjadi Rp5,05 miliar per 31 Maret 2026 hal ini terutama disebabkan karena Perseroan
mencatat estimasi beban pajak kini atas laba komersial yang diperoleh.
b. Sehubungan dengan pengakuan aset pajak tangguhan, agar dijelaskan dasar pertimbangan
manajemen dalam mengakui aset pajak tangguhan tersebut, termasuk dasar keyakinan bahwa
Perseroan akan memperoleh laba kena pajak di masa mendatang sehingga aset pajak tangguhan
tersebut dapat dimanfaatkan.
Penjelasan:
Saat ini Perseroan masih membukukan rugi fiskal, manajemen tetap mengakui aset pajak
tangguhan dengan pertimbangan:
- Kompensasi rugi fiskal yang dapat dimanfaatkan di masa mendatang sesuai ketentuan
perpajakan.
- Proyeksi laba kena pajak berdasarkan rencana bisnis dan strategi ekspansi, sehingga
terdapat keyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan.
- Kepatuhan PSAK 46, di mana aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan
laba kena pajak tersedia untuk dimanfaatkan
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 3
c. Per 31 Maret 2026, Perseroan masih membukukan pajak dibayar dimuka sebesar Rp11,37
miliar. Atas hal tersebut, agar perseroan melengkapi tabel berikut:
Penjelasan:
No. Jenis Transaksi yang Saldo Rencana Penyelesaian (Kompensasi/
Pajak Mendasari (Rp) Restitusi/ Pemanfaatan Lainnya)
PT. Folago Global Nusantara, Tbk
1 PPN Pembelian Persediaan 3.868.973.719 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
Masukan Produk Digital penjualan produk digital
PT. Digital Nata Karya
1 PPN Pembelian Persediaan 7.441.101.108 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
Masukan Produk Digital penjualan
PT. Folago Digital Media
1 PPN Pembelian barang dan 10.027.760 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
Masukan jasa penjualan
PT. Folago Karya Indonesia
1 PPN Pembelian barang dan 50.833.149 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
Masukan jasa penjualan
Total 11.370.935.736
14. Berdasarkan CALK nomor 19 mengenai beban masih harus dibayar, Perseroan membukukan beban
masih harus dibayar per 31 Maret 2026 sebesar Rp4.197.501.355 namun demikian apabila
dilakukan penjumlahan manual, terdapat selisih pada saldo per 31 Maret 2026 tersebut. Berikut
tabel hasil perhitungan Bursa:
Penjelasan:
Pada saldo beban masih harus dibayar per 31 Maret 2026 yang tercatat Rp. 4.197.501.355 dengan
hasil rekapitulasi pada akun tenaga ahli, gaji, dan utilitas dengan total Rp. 4.197.501.348, terdapat
selisih Rp. 7. hal ini disebabkan akibat pembulatan (rounding) pada saat konsolidasi data saat
pencatatan. Selisih tersebut bukan merupakan kesalahan yang material sehingga tidak
mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan. Perseroan akan melakukan penyesuaian
pencatatan pada periode berikutnya agar saldo akun sesuai dengan rincian pendukungnya.
Selain itu, beban masih harus dibayar juga mengalami peningkatan bila dibandingkan saldo per
31 Desember 2025 sebesar Rp3,3 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Agar Perseroan menjelaskan penyebab adanya perbedaan tersebut jumlah beban masih harus
dibayar tersebut.
Penjelasan:
Penyebab dari peningkatan saldo pada akun beban masih harus dibayar pada 31 maret 2026
disebabkan karena peningkatan jumlah karyawan pada entitas anak perseroan yaitu pada PT
Folago Karya Indonesia dan PT Folago Digital Media. serta terjadinya penurunan pada tenaga
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 4
ahli yang telah direalisasikan atas jasa tenaga ahli dan penurunan pada utilitas yang disebabkan
sudah tidak adanya lagi beban sewa atas periode berjalan.
b. Latar belakang adanya peningkatan beban masih harus dibayar khususnya kenaikan pada akun
gaji pada 31 Maret 2026.
Penjelasan:
Latar belakangnya karena adanya peningkatan jumlah karyawan pada anak perusahaan
perseroan, yaitu pada PT Folago Karya Indonesia dan PT Folago Digital Media. Dengan adanya
penambahan tersebut sejalan dengan meningkatnya saldo pada akun gaji periode 31 maret 2026.
15. Berdasarkan CALK nomor 21 mengenai liabilitas sewa, terdapat ketidaksesuaian penyajian tabel
pembayaran sewa minimum di masa mendatang (future minimum lease payment) per 31 Maret 2026
dengan rincian sebagai berikut:
Penjelasan:
Terjadi kekeliruan atas penyajian laporan keuangan periode 31 maret 2026. Perseroan akan
melakukan koreksi penyajian pada CALK No. 21 - liabilitas Sewa pada periode pelaporan
berikutnya.
Selain itu terdapat ketidaksesuaian angka bagian liabilitas sewa bagian jangka panjang per 31
Desember 2025 antara CALK dengan BS. Berikut merupakan angka pada CALK 21:
Selanjutnya berikut merupakan angka pada BS:
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang adanya selisih nilai kini liabilitas sewa per 31 Maret 2026 pada CALK 21 bila
dibandingkan dengan hasil perhitungan manual.
Penjelasan:
Nilai kini liabilitas sewa per 31 maret 2026 yang tercatat pada CALK No. 21 sebesar Rp
1.805.768.465 merupakan kekeliruan atas penyajian pada laporan keuangan.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 5
b. Berapa nilai kini liabilitas sewa per 31 Maret 2026 yang sesuai?
Penjelasan:
Berdasarkan hasil rekalkulasi atas komponen kurang dari 1 tahun (Rp. 1.350.677.404), lebih
dari 1 tahun (Rp. 227.647.035), nilai kini liabilitas sewa per 31 maret 2026 yang sesuai adalah
sebesar Rp. 1.350.474.394.
c. Latar belakang adanya perbedaan bagian jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025
pada CALK 21 dibandingkan dengan BS Perseroan.
Penjelasan:
Bagian jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025 yang tercantum pada tabel CALK
No. 21 sebesar Rp 742.498.358 merupakan kekeliruan penyajian. Perseroan akan melakukan
koreksi pada CALK tersebut agar sesuai dengan BS pada periode selanjutnya.
d. Berapa nilai bagian jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025 yang sesuai?
Penjelasan:
Nilai jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025 yang sesuai adalah Rp. 907.829.355,
yang telah sesuai dengan angka yang disajikan pada laporan posisi keuangan (BS) Perseroan.
16. Berdasarkan perbandingan antara CALK nomor 3, CALK nomor 22, dan BS, terdapat
ketidakkonsistenan penyajian jumlah tercatat liabilitas imbalan pascakerja. Angka per 31 Maret
2026 dan 31 Desember 2025 yang disajikan pada CALK nomor 3 tidak sesuai dengan saldo akhir
liabilitas imbalan pascakerja yang disajikan pada CALK nomor 22 maupun Laporan Posisi
Keuangan.
Berikut angka pada CALK 22:
Berikut merupakan angka pada BS
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 6
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang adanya ketidaksesuaian pada saldo akhir liabilitas imbalan pasca kerja pada
CALK 3.
Penjelasan:
Ketidaksesuaian tersebut disebabkan oleh kekeliruan penulisan/pengutipan angka pada saat
penyusunan CALK No. 3, di mana angka yang disajikan tidak mengacu pada saldo akhir
liabilitas imbalan pascakerja sebagaimana tercantum pada CALK No. 22 (rincian pergerakan
liabilitas imbalan pascakerja), melainkan tercampur dengan angka dari pos/periode yang tidak
tepat.
b. Berapa nilai liabilitas imbalan pascakerja yang tepat?
Penjelasan:
Nilai liabilitas imbalan pascakerja yang tepat, sesuai dengan saldo akhir pada CALK No. 22
dan telah konsisten dengan Laporan Posisi Keuangan, adalah sebesar Rp 129.279.282 per 31
Maret 2026 dan Rp129.018.371 per 31 Desember 2025.
17. Berdasarkan CALK nomor 30 mengenai Utang Pemegang Saham, saldo utang pemegang saham
meningkat signifikan dari sebesar Rp550 juta per 31 Desember 2025 menjadi Rp10,13 miliar per
31 Maret 2026. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan utang pemegang saham.
Penjelasan:
Peningkatan saldo utang pemegang saham dari Rp550 juta per 31 Desember 2025 menjadi
Rp10,13 miliar per 31 Maret 2026 bukan disebabkan oleh adanya pinjaman baru dari pemegang
saham, melainkan merupakan kesalahan klasifikasi (misposting) akun. Penerimaan kas yang
sebenarnya merupakan pembayaran tagihan (piutang) dari pihak ketiga keliru
dibukukan/diklasifikasikan sebagai penerimaan utang pemegang saham, sehingga saldo akun
tersebut tercatat meningkat secara tidak tepat.
b. Tujuan penggunaan dana yang berasal dari utang pemegang saham.
Penjelasan:
Sehubungan dengan penjelasan pada poin a di atas, penerimaan dana dimaksud pada dasarnya
bukan merupakan dana pinjaman dari pemegang saham, melainkan pelunasan piutang dari
pihak ketiga. Dengan demikian, tidak terdapat penggunaan dana yang berasal dari utang
pemegang saham sebagaimana disebutkan, karena kenaikan saldo tersebut timbul akibat
kesalahan klasifikasi pencatatan.
c. Ketentuan utama atas utang tersebut, termasuk jangka waktu, mekanisme pelunasan, tingkat
bunga (apabila ada), dan perjanjian yang mendasarinya.
Penjelasan:
Sebagaimana dijelaskan pada poin a dan b, kenaikan saldo utang pemegang saham per 31 Maret
2026 merupakan kekeliruan klasifikasi akun atas penerimaan pelunasan piutang dari pihak
ketiga, dan bukan merupakan transaksi utang baru dari pemegang saham. Dengan demikian,
tidak terdapat ketentuan baru (jangka waktu, mekanisme pelunasan, tingkat bunga, maupun
perjanjian) yang mendasari kenaikan saldo tersebut. Perseroan akan melakukan
reklasifikasi/koreksi pencatatan untuk memindahkan penerimaan tersebut ke akun yang
seharusnya, yaitu pelunasan piutang pihak ketiga.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 7
18. Pada CALK nomor 31 mengenai Instrumen Keuangan, Perseroan menyatakan bahwa arus kas masa
depan atas utang pemegang saham tidak dapat ditentukan sehingga nilai wajarnya tidak dapat diukur
secara andal. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Dasar pertimbangan manajemen dalam menyimpulkan bahwa arus kas masa depan atas utang
pemegang saham tidak dapat ditentukan.
Penjelasan:
Sebagaimana telah dijelaskan pada CALK No. 30, kenaikan saldo utang pemegang saham per
31 Maret 2026 bukan merupakan transaksi pinjaman baru dari pemegang saham, melainkan
timbul akibat kesalahan klasifikasi (misposting) atas penerimaan pembayaran piutang dari
pihak ketiga. Dengan demikian, pernyataan mengenai ketidakpastian arus kas masa depan pada
CALK No. 31 tersebut tidak relevan untuk porsi kenaikan dimaksud, karena secara substansi
bukan merupakan liabilitas kepada pemegang saham. Adapun untuk saldo utang pemegang
saham yang sebenarnya (di luar porsi salah saji tersebut), yaitu saldo sebesar Rp550 juta,
manajemen menyimpulkan arus kas masa depannya tidak dapat ditentukan secara andal karena
tenor pinjaman secara berulang diperpanjang (roll over) dan pembayaran bunga/pokok tidak
dilakukan tepat waktu sesuai perjanjian.
b. Karakteristik utang pemegang saham yang menyebabkan nilai wajarnya tidak dapat diukur
secara andal.
Penjelasan:
Untuk saldo utang pemegang saham yang sebenarnya (setelah dikeluarkannya porsi salah saji
sebagaimana dijelaskan pada CALK No. 30), karakteristik yang menyebabkan nilai wajarnya
tidak dapat diukur secara andal adalah:
Tenor formal tidak mencerminkan substansi ekonomi, karena pinjaman secara konsisten
diperpanjang melampaui jangka waktu yang diperjanjikan;
Pembayaran bunga (6% per tahun) dan/atau pokok tidak dilakukan tepat waktu sesuai jadwal
yang disepakati; dan
Sebagai transaksi pihak berelasi, tidak terdapat data pasar pembanding untuk memvalidasi
kewajaran tingkat bunga tersebut.
c. Keterkaitan antara ketentuan dalam perjanjian utang pemegang saham dengan kesimpulan
bahwa nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Penjelasan:
Perjanjian utang pemegang saham mengatur tenor selama 12 bulan dan tingkat bunga sebesar
6% per tahun, namun untuk tenor bersifat roll over (perpanjangan tenor), sehingga substansi
pelaksanaan perjanjian tidak mencerminkan kepastian arus kas. Perseroan juga mencatat bahwa
sebagian besar kenaikan saldo per 31 Maret 2026 merupakan salah saji akibat kesalahan
klasifikasi sebagaimana dijelaskan pada CALK No. 30, dan bukan bagian dari instrumen
keuangan yang dimaksud pada CALK No. 31. Perseroan akan melakukan
koreksi/penyempurnaan pengungkapan pada CALK No. 31 agar konsisten dengan koreksi pada
CALK No. 30.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 8
19. Berdasarkan CALK nomor 23 mengenai modal saham, terdapat perbedaan jumlah pelaksanaan
waran seri 1 di mana pada tabel rekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir jumlah pelaksanaan waran
Perseroan adalah sebagai berikut:
Namun pada paragraf penjelasan disebutkan jumlah waran sebagai berikut:
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Jumlah pelaksanaan Waran Seri I yang benar.
Penjelasan:
Jumlah pelaksanaan Waran Seri I yang benar sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
sebanyak 1.194.693.401 waran, yang masing-masing dikonversi menjadi satu saham Perseroan.
Dengan nilai nominal sebesar Rp15 per saham, pelaksanaan Waran Seri I tersebut meningkatkan
modal saham sebesar: 1.194.693.401 x Rp15 = Rp17.920.401.015
Rekonsiliasi kenaikan modal saham adalah sebagai berikut:
Uraian Nilai
Modal saham pada 1 Januari 2025 Rp75.005.309.640
Kenaikan modal dari pelaksanaan Waran Seri I Rp17.920.401.015
Modal saham pada 31 Desember 2025 Rp92.925.710.655
Dengan demikian, jumlah 1.194.692.401 pada tabel rekonsiliasi merupakan jumlah pelaksanaan
Waran Seri I yang benar.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 9
b. Penyebab terjadinya perbedaan jumlah pelaksanaan Waran Seri I antara tabel rekonsiliasi dan
narasi penjelasan.
Penjelasan:
Perbedaan terjadi karena kesalahan pengetikan dan penggunaan dasar perhitungan yang tidak
tepat pada narasi penjelasan (clerical error). Dalam narasi tertulis pelaksanaan Waran Seri I
sebanyak 1.195.047.377 waran, sedangkan jumlah yang benar adalah 1.194.693.401 waran.
Angka yang tercantum dalam narasi dihitung menggunakan jumlah awal sebanyak
5.000.000.000 saham, yaitu: 6.195.047.377−5.000.000.000=1.195.047.377 saham.
Sementara itu, saldo awal saham yang sebenarnya pada 1 Januari 2025 adalah sebanyak
5.000.353.976 saham, bukan 5.000.000.000 saham. Oleh karena itu, jumlah pelaksanaan Waran
Seri I yang benar adalah: 6.195.047.377−5.000.353.976=1.194.693.401 saham.
Selisih antara angka dalam narasi dan tabel adalah sebanyak 353.976 waran/saham, yang
berasal dari jumlah saham yang telah diterbitkan sebelum periode pelaporan tetapi tidak
diperhitungkan dalam penyusunan narasi tersebut.
Uraian Nilai
Jumlah dalam narasi Rp1.195.047.377
Jumlah yang benar (Rp1.194.693.401)
Selisih Rp353.976
Kekeliruan tersebut hanya terdapat dalam narasi pengungkapan dan tidak mempengaruhi saldo
modal saham, tambahan modal disetor, jumlah saham beredar, maupun jumlah equitas yang
dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian.
20. Pada bagian ekuitas terdapat ketidaksesuaian penulisan nilai nominal di mana pada versi bahasa
Indonesia tertulis nilai nominal Rp15 per lembar saham. Sedangkan pada bahasa Inggris tertulis
Rp1.000 per lembar saham. Selain itu informasi jumlah lembar saham antara versi bahasa Indonesia
dan Inggris juga tidak sesuai.
\
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 10
Atas hal tersebut, agar dijelaskan berapa nilai nominal saham Perseroan beserta latar belakang
adanya perbedaan nilai nominal dan jumlah saham pada kedua versi bahasa tersebut. Selain itu agar
disampaikan berapa nilai nominal dan jumlah saham yang sesuai.
Penjelasan:
Nilai nominal saham Perseroan yang benar adalah sebesar Rp15 per lembar saham, sebagaimana
tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan dan penyajian laporan keuangan versi bahasa
Indonesia.
Pencantuman nilai nominal sebesar Rp1.000 per lembar saham pada terjemahan bahasa Inggris
merupakan kesalahan penulisan karena informasi tersebut belum diperbarui sesuai dengan
perubahan nilai nominal dan struktur permodalan Perseroan. Kesalahan serupa juga terjadi pada
pencantuman jumlah saham dalam versi bahasa Inggris. Kekeliruan tersebut hanya terdapat pada
uraian tekstual dan tidak mempengaruhi nilai modal saham yang dicatat dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Berdasarkan nilai nominal sebesar Rp15 per lembar saham, rincian modal saham Perseroan yang
benar adalah sebagai berikut:
Uraian 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Nilai nominal per saham Rp15 Rp15
Modal dasar Rp300.000.000.000 Rp300.000.000.000
Jumlah saham yang diotorisasi 20.000.000.000 saham 20.000.000.000 saham
Jumlah saham ditempatkan dan 6.195.047.377 saham 6.195.047.377 saham
disetor penuh
Modal ditempatkan dan disetor Rp92.925.710.655 Rp92.925.710.655
penuh
Perbedaan informasi antara versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris disebabkan oleh kekeliruan
dalam proses pembaruan terjemahan bahasa Inggris. Uraian bahasa Inggris masih menggunakan
informasi permodalan dari periode sebelumnya, sedangkan nilai modal saham pada laporan posisi
keuangan telah menggunakan data yang benar.
Perseroan akan meningkatkan proses penelaahan silang antara Anggaran Dasar, Catatan 23, laporan
posisi keuangan, dan terjemahan bahasa Inggris untuk memastikan konsistensi nilai nominal,
jumlah saham, serta periode penyajian.
21. Berdasarkan Laporan Perubahan Ekuitas, saldo Kepentingan Nonpengendali meningkat signifikan
dari Rp99,96 juta pada 1 Januari 2025 menjadi Rp14,48 miliar pada 31 Maret 2025. Namun, pada
laporan perubahan ekuitas tidak terdapat mutasi yang memadai untuk menjelaskan peningkatan
saldo tersebut selain laba tahun berjalan yang relatif tidak material.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 11
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan saldo Kepentingan Nonpengendali per 31 Maret 2025.
Penjelasan:
Adanya kekeliruan penyajian Laporan Perubahan Ekuitas dan perseroan akan melakukan koreksi
dalam laporan keuangan tersebut.
b. Latar belakang adanya selisih perhitungan Kepentingan Non Pengendali per 31 Maret 2025
dibandingkan dengan kalkulasi manual.
Penjelasan:
Adanya kekeliruan penyajian Laporan Perubahan Ekuitas dan perseroan akan melakuakn koreksi
dalam laporan keuangan tersebut.
22. Berdasarkan hasil perhitungan ulang, terdapat selisih pada penjumlahan Kepentingan
Nonpengendali pada 31 Maret 2026 sebagai berikut:
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 12
Atas hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang adanya selisih perhitungan Kepentingan Non
Pengendali per 31 Maret 2026 dibandingkan dengan kalkulasi manual.
Penjelasan:
Selisih perhitungan KNP per 31 Maret 2026 dibandingkan dengan kalkulasi manual timbul karena
adanya penyesuaian konsolidasi dalam proses eliminasi transaksi intragrup. Penyesuaian tersebut
mencakup eliminasi atas transaksi antar entitas dalam Grup yang memengaruhi proporsi KNP. Selain
itu, selisih juga muncul akibat pembulatan angka dalam proses konsolidasi, sehingga hasil akhir berbeda
dengan kalkulasi manual sederhana.
23. Berdasarkan Laporan Perubahan Ekuitas, pada baris "Pelaksanaan Waran" periode yang berakhir
pada 31 Maret 2025, jumlah kenaikan ekuitas sebesar Rp301.210 hanya disajikan pada kolom
"Jumlah Ekuitas", namun tidak tercermin pada kolom "Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk".
Atas hal tersebut, agar Perseroan menjelaskan latar belakang informasi jumlah pelaksanaan waran
tidak disampaikan pada jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk.
Penjelasan:
Tidak disajikannya kenaikan ekuitas dari pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp301.210 pada kolom
“Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk” disebabkan oleh kekeliruan
penyajian pada saat penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas.
Pelaksanaan waran tersebut meningkatkan modal saham sebesar Rp 49.650 dan tambahan modal disetor
sebesar Rp 251.560, dengan jumlah kenaikan ekuitas sebesar Rp 301.210. Karena Waran Seri I
diterbitkan oleh Perseroan selaku entitas induk dan pelaksanaannya mengakibatkan penerbitan saham
Perseroan, seluruh kenaikan ekuitas sebesar Rp 301.210 merupakan ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk. Transaksi tersebut tidak menimbulkan bagian yang dapat diatribusikan
kepada kepentingan nonpengendali. Dengan demikian, jumlah yang seharusnya disajikan pada baris
“Pelaksanaan Waran” adalah sebagai berikut:
Kolom penyajian Nilai yang seharusnya
Modal saham Rp49.650
Tambahan modal disetor - neto Rp251.560
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Rp301.210
pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali -
Jumlah ekuitas Rp301.210
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 13
Kekeliruan tersebut hanya berupa tidak dicantumkannya nilai Rp301.210 pada kolom subtotal ekuitas
yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilai kenaikan modal saham, tambahan modal
disetor, dan jumlah ekuitas telah disajikan dalam masing-masing kolom terkait sehingga tidak
memengaruhi jumlah ekuitas konsolidasian secara keseluruhan. Perseroan akan meningkatkan prosedur
penelaahan dan pengendalian mutu dokumen. termasuk pemeriksaan silang antara setiap komponen ekuitas,
subtotal ekuitas pemilik entitas induk, kepentingan nonpengendali, dan jumlah ekuitas agar kesalahan serupa tidak
terulang.
24. Terdapat ketidaksesuaian penyajian tahun pada terjemahan bahasa Inggris dalam Laporan
Perubahan Ekuitas, di mana tertulis "Balance as of January 1, 2024" dan "Balance as of March 31,
2025", sementara tabel dimaksud merupakan periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Atas hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang penulisan tanggal pada Laporan Perubahan Ekuitas
Perseroan tidak konsisten.
Penjelasan:
Ketidaksesuaian tahun pada terjemahan bahasa inggris dalam Laporan Perubahan Ekuitas disebabkan oleh
kesalahan pengetikan dan proses pembaruan dokumen (typo). Keterangan periode dalam versi bahasa inggris
belum diperbarui sehingga masih mencantumkan “Balance as of Januari 1, 2024” dan “Balance as of March 31,
2025”.
Seharusnya keterangan periode tersebut disajikan sebagai berikut:
Tertulis Seharusnya
Balance as of January 1, 2024 Balance as of January 1, 2026
Balance as of March 31, 2025 Balance as of March 31, 2026
Kesalahan tersebut hanya terdapat pada penulisan tahun dalam terjemahan bahasa inggris dan tidak memengaruhi
angka, perhitungan, saldo ekuitas, maupun periode pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan
konsolidasian interim Perseroan. Tabel dimaksud telah menggunakan angka dan transaksi untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Perseroan akan meningkatkan prosedur penelaahan dan pengendalian mutu dokumen. termasuk pemeriksaan silang
atas tanggal, periode pelaporan, judul tabel, serta konsistensi antara versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, agar
kesalahan serupa tidak terulang.
25. Perseroan per 31 Maret 2026 membukukan pendapatan Rp170,7 miliar, meningkat 233% dibanding
periode yang sama pada tahun 2025 sebesar Rp51,2 miliar. Peningkatan tersebut akibat peningkatan
produk digital dan adanya lini pendapatan baru yaitu pemasaran digital dan komisi.
Namun demikian terdapat ketidaksesuaian pendapatan Perseroan, di mana pada CALK 26 pendapatan
per 31 Maret 2026 tertulis Rp105.246.609.591 sebagai berikut:
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 14
Sedangkan pada Laporan Profit or Loss (PL) tertulis Rp170.734.078.319 sebagai berikut:
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan pendapatan Perseroan.
Penjelasan:
Peningkatan pendapatan yang dicatat Perseroan pada 31 Maret 2026 mayoritas dipengaruhi oleh
adanya penjualan sebagian persediaan produk digital yang dimiliki Perseroan secara bulky
kepada pihak ketiga dan adanya lini usaha baru.
b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan realisasi penjualan di masa mendatang.
Penjelasan:
Untuk meningkatkan realisasi penjualan, Perseroan menyiapkan strategi dengan melakukan
perluasan lini bisnis baru dan pengembangan pemasaran digital untuk menjaga pertumbuhan
berkelanjutan.
c. Latar belakang adanya perbedaan saldo pendapatan tersebut serta agar diinformasikan jumlah
pendapatan yang sesuai.
Penjelasan:
Terdapat kekeliruan dalam penyajian CALK 26 atas detail Pendapatan Perseroan. Terkait hal
tersebut, perseroan telah melakukan koreksi:
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 15
d. Kebijakan Perseroan dalam mengakui pendapatan untuk masing-masing lini usaha.
Penjelasan:
Perseroan menerapkan kebijakan pengakuan pendapatan sesuai PSAK 72, yaitu Pendapatan dari
Kontrak dengan Pelanggan yang diakui pada saat penyerahan jasa/ barang kepada pelanggan yang
dibuktikan dengan tagihan dan bukti penyerahan atas jasa/ barang tersebut.
e. Mekanisme Perseroan dalam memastikan pengakuan pendapatan telah sesuai dengan substansi
transaksi dan standar akuntansi yang berlaku.
Penjelasan:
Untuk memastikan pengakuan pendapatan sesuai substansi transaksi dan standar akuntansi
yang berlaku, Perseroan menerapkan beberapa mekanisme sebagai berikut:
- Melakukan evaluasi kontrak pelanggan untuk menentukan waktu pengakuan
pendapatan
- Memastikan kelengkapan dokumentasi dan bukti transaksi seperti invoice, kontrak, dll
- Pencatatan pendapatan yang diawasi oleh divisi akuntansi untuk menjamin pencatatan
dilakukan sesuai dengan PSAK 72
- Melakukan rekonsiliasi pencatatan pendapatan dan piutang usaha secara berkala.
26. Berdasarkan CALK nomor 27 perihal beban pokok pendapatan, beban pokok pendapatan Perseroan
mengalami peningkatan sebesar 202% atau menjadi Rp152,1 miliar per 31 Maret 2026. Atas hal
tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan.
Penjelasan:
Peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan sebesar Rp 101,78 miliar atau 202,15%, dari Rp
50,35 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025 menjadi Rp152,13
miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, terutama sejalan dengan
peningkatan pendapatan dan perluasan kegiatan usaha Grup.
Pendapatan konsolidasian meningkat sebesar Rp 119,53 miliar atau 233,43%, dari Rp51,21
miliar menjadi Rp170,73 miliar. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan
transaksi produk digital serta kontribusi kegiatan pemasaran digital dan kegiatan usaha lainnya
yang belum memberikan kontribusi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Komponen 31 Maret 2026 31 Maret 2025 Kenaikan/
Penurunan
Produk digital Rp126.263.630.186 Rp49.967.800.071 Rp76.295.830.115
Pemasaran digital Rp17.113.851.846 - Rp17.113.851.846
Peranti Lunak IRS Rp8.554.384.919 Rp123.336.131 Rp8.431.048.788
Gaji dan tunjangan Rp10.344.967 - Rp10.344.967
Penyusutan aset Rp61.604.025 - Rp61.604.025
tetap
Amortisasi aset Rp124.448.875 Rp257.536.970 (Rp133.088.095)
takberwujud
Jumlah Rp152.128.264.818 Rp50.348.673.172 Rp101.779.591.646
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 16
b. Agar dijelaskan komponen beban gaji dan tunjangan yang dibebankan ke beban pokok
pendapatan serta dasar pengalokasiannya, mengingat nilainya relatif kecil dibandingkan dengan
skala kegiatan usaha Perseroan.
Penjelasan:
Nilai beban gaji dan tunjangan pada beban pokok pendapatan relatif kecil karena:
1. Sebagian besar beban langsung grup berasal dari pembelian produk digital, biaya pemasaran
digital, produksi konten, honorarium kreator dan peranti lunak.
2. Sebagian besar biaya pegawai merupakan biaya fungsi administrasi dan pendukung sehingga
disajikan sebagai beban umum dan administrasi yaitu sebesar Rp6,88 miliar.
27. Berdasarkan CALK nomor 28 mengenai Beban Umum dan Administrasi, beban umum dan
administrasi meningkat signifikan dari Rp1,50 miliar pada 31 Maret 2025 menjadi Rp12,86 miliar
per 31 Maret 2026, disertai munculnya beberapa jenis beban baru seperti jamuan, lisensi, jasa
manajemen, dan amortisasi aset takberwujud. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan beban umum dan administrasi.
Penjelasan:
Peningkatan beban umum dan administrasi pada 31 Maret 2026 jika dibandingkan dengan 31
Maret 2025, terutama disebabkan oleh adanya perluasan kegiatan usaha yang dilakukan oleh
Perseroan melalui entitas anak yang baru diakuisisi pada periode kuartal empat tahun 2025.
Adapun beberapa jenis beban baru yang disebutkan merupakan akun beban dari entitas anak
tersebut.
b. Rincian nature jasa manajemen yang diterima Perseroan, pihak pemberi jasa, serta apakah
transaksi tersebut dilakukan dengan pihak berelasi.
Penjelasan:
Nature dari jasa manajemen yang diterima Perseroan merupakan biaya layanan konsultasi
terkait pengembangan produk digital serta strategi pemasaran. Jasa manajemen yang diterima
Perseroan dilakukan oleh pihak ketiga independen yang memiliki kompetensi di bidangnya.
28. Terdapat perbedaan informasi penyajian laba (rugi) tahun berjalan pada PL dan CALK nomor 29
perihal laba per saham. Berikut informasi laba tahun berjalan pada PL:
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 17
Kemudian berikut informasi laba tahun berjalan pada CALK nomor 29:
Atas hal tersebut, agar dijelaskan dasar penentuan laba yang digunakan dalam perhitungan laba per
saham, mengingat angka laba yang digunakan pada CALK 29 berbeda dengan laba neto tahun
berjalan yang disajikan pada PL.
Penjelasan:
Terdapat kekeliruan atas penyajian CALK 29 Laba Per Saham, sudah kami lakukan koreksi terkait
hal tersebut.
29. Perseroan membukukan arus kas operasi secara positif per 31 Maret 2026 sebesar Rp5,9 juta,
mengalami peningkatan dibandingkan per 31 Maret 2025 sebesar Rp3 miliar. Sehubungan dengan
peningkatan pendapatan Perseroan menjadi Rp170,73 miliar, penerimaan kas dari pelanggan
selama periode 31 Maret 2026 hanya sebesar Rp54,1 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan
rendahnya penerimaan kas dari pelanggan tersebut bila dibandingkan pendapatan Perseroan.
Penjelasan:
Terkait hal ini dikarenakan adanya perbedaan basis pencatatan akuntansi:
● Pendapatan sebesar Rp 170,73 miliar dicatat berdasarkan accrual basis, yaitu saat hak atas
pendapatan timbul sesuai kontrak.
● Penerimaan kas sebesar Rp 54,1 miliar mencerminkan cash basis, yaitu kas yang benar-benar
diterima dari pelanggan.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 18
● Perbedaan ini disebabkan adanya piutang usaha yang belum tertagih sehingga menyebabkan
saldo piutang usaha meningkat, dan penerimaan kas tertinggal dibandingkan pengakuan
pendapatan.
30. Sehubungan dengan arus kas Perseroan, agar dijelaskan:
a. Besaran posisi kas dan setara kas yang optimal bagi Perseroan, serta penjelasan kebijakan
pengelolaan kas Perseroan.
Penjelasan:
Perseroan menetapkan besaran kas dan setara kas yang optimal dengan mempertimbangkan
kebutuhan operasional harian dan kewajiban keuangan jangka pendek terutama terkait dengan
produksi film.
b. Strategi Perseroan dalam menjaga nilai kas dan setara kas yang optimal bagi Perseroan.
Penjelasan:
Kas dikelola dengan prinsip prudence dan efisiensi serta menghindari idle cash yang tidak
produktif.
c. Evaluasi Perseroan atas kecukupan saldo kas dan setara kas dalam memenuhi kebutuhan
operasional dan kewajiban keuangan Perseroan.
Penjelasan:
Perseroan secara berkala melakukan evaluasi atas kecukupan saldo kad dan setara kas dalam
mendukung kegiatan operasional dan produksi film.
d. Strategi Perseroan dalam menjaga likuiditas dan cash flow Perseroan ke depan.
Penjelasan:
Strategi Perseroan dalam menjaga likuiditas dan cash flow ke depan, perseroan selalu menjaga
rasio kas terhadap kewajiban lancar pada tingkat konservatif dan mengoptimalkan penerimaan
kas dari kontrak lisensi jangka panjang untuk menjaga stabilitas arus kas.
31. Pada CALK 2 mengenai ikhtisar kebijakan akuntansi yang material, Perseroan menjelaskan
penggunaan kurs Yuan Tiongkok, namun demikian terdapat 3 kurs Yuan pada CALK tersebut di
mana seharusnya hanya terdapat 2 mengingat laporan keuangan hanya menggambarkan 2 periode
(31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025).
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 19
Atas hal tersebut, agar disampaikan nilai kurs yang digunakan untuk periode 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025.
Penjelasan:
Terkait hal itu sudah kami tambahkan pada CALK 2 berikut:
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Folago Karya Indonesia
p.1 ×4
unresolved
org
PT Folago Digital Media
p.1 ×4
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1 ×38
unresolved
org
PT AFTERLAB
p.2
unresolved
org
PT Sanraya Adi
p.2
unresolved
org
PT Global Loket
p.2
unresolved
org
PT Warna Musik
p.2
unresolved
org
PT. Digital Nata Karya
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.