Skip to content
Back to announcement

20260805_IRSX_Laporan Informasi dan Fakta Material_32117848_lamp2.pdf

Other Text extracted IRSX

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 19

Page 1
    Lampiran
                                         Daftar Permintaan Penjelasan
                                     PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX)


    11. Berdasarkan CALK nomor 16 mengenai utang usaha pihak ketiga, saldo utang usaha kepada PT
        Era Media Sejahtera Tbk mengalami penurunan dari sebesar Rp32,19 miliar per 31 Desember 2025
        menjadi Rp17 miliar per 31 Maret 2026. Adapun utang usaha pihak ketiga tersebut tidak ada bunga
        atau jaminan secara khusus. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
        a. Latar belakang penurunan utang usaha pihak ketiga Perseroan.
            Penjelasan:
            Penurunan utang usaha pihak ketiga antara Perseroan melalui entitas anak PT Folago Karya
            Indonesia dan PT Folago Digital Media dengan PT Era Media Sejahtera Tbk disebabkan karena
            entitas anak Perseroan telah membayarkan utang tersebut.

         b. Sehubungan dengan tidak ada bunga atau jaminan, agar dijelaskan bagaimana pemenuhan
            prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (arm's length principle).
            Penjelasan:
            Meskipun utang usaha pihak ketiga tersebut tidak dikenakan bunga maupun jaminan khusus,
            transaksi tetap memenuhi prinsip kewajaran (arm’s length principle) karena dalam hubungan
            usaha dengan pemasok jasa atau mitra bisnis, utang usaha biasanya bersifat jangka pendek tanpa
            bunga maupun jaminan. Perseroan dan entitas anak memperlakukan PT Era Media Sejahtera
            Tbk sebagai pihak ketiga independen, dengan syarat pembayaran yang sama sebagaimana
            berlaku untuk mitra usaha lainnya.

    12. Berdasarkan CALK nomor 17 mengenai utang lain – lain, Perseroan membukukan peningkatan
        utang lain – lain dari sebelumnya Rp3,7 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp7,8 miliar per 31
        Maret 2026. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
        a. Latar belakang peningkatan utang lain – lain per 31 Maret 2026.
            Penjelasan:
            Utang lain-lain Perseroan meningkat sebesar Rp4.106.973.452 atau 110,63% dari
            Rp3.712.549.700 pada 31 Desember 2025 menjadi Rp7.819.523.152 pada 31 Maret 2026.

                Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh bertambahnya kewajiban kepada pihak ketiga
                yang berasal dari transaksi dan biaya operasional Grup yang sampai dengan 31 Maret 2026
                belum dilakukan pembayaran. Sementara itu, utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar
                Rp620.839.700 pada 31 Desember 2025 telah diselesaikan selama periode berjalan sehingga
                tidak terdapat saldo utang lain-lain kepada pihak berelasi pada 31 Maret 2026.

                Utang lain-lain tersebut tidak dikenakan bunga dan berdasarkan profil jatuh tempo liabilitas
                keuangan Grup dalam CALK mengenai manajemen risiko likuiditas, seluruh saldo
                diklasifikasikan sebagai kewajiban yang akan diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.




                         Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id            Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                         X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 2
         b. Rincian pihak ketiga per 31 Maret 2026 dengan mengisi tabel berikut:
            Penjelasan:

                No.     Nama                 Tanggal              Nilai          Hubungan dengan
                        Pihak               Transaksi             (Rp)              Perseroan
                1.    PT AFTERLAB           Januari 2026       3.091.710.000           Pihak Ketiga
                      PERSISTEN
                      KREASI
                      INDONESIA

                 2    PT Sanraya Adi         Januari 2026        127.731.865           Pihak Ketiga
                      Nattaya

                 3    PT Global Loket       Februari 2026        931.260.000           Pihak Ketiga
                      Sejahtera

                 4    PT Warna Musik         Maret 2026        3.543.121.287           Pihak Ketiga
                      Asia

                 5    Lain-lain              Maret 2026          125.700.000           Pihak Ketiga
                      dibawah 100 jt
                                  Total                         7.819.523.152


    13. Berdasarkan CALK nomor 18 mengenai perpajakan, Perseroan membukukan peningkatan utang
        pajak dari sebelumnya Rp1,06 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp5,05 miliar per 31 Maret
        2026. Perseroan masih membukukan rugi fiskal namun tetap mengakui aset pajak tangguhan. Atas
        hal tersebut, agar dijelaskan:
        a. Latar belakang peningkatan utang pajak pada 31 Maret 2026.
            Penjelasan:
            Peningkatan utang pajak Perseroan dari sebelumnya Rp1,06 miliar per 31 Desember 2025
            menjadi Rp5,05 miliar per 31 Maret 2026 hal ini terutama disebabkan karena Perseroan
            mencatat estimasi beban pajak kini atas laba komersial yang diperoleh.

         b. Sehubungan dengan pengakuan aset pajak tangguhan, agar dijelaskan dasar pertimbangan
            manajemen dalam mengakui aset pajak tangguhan tersebut, termasuk dasar keyakinan bahwa
            Perseroan akan memperoleh laba kena pajak di masa mendatang sehingga aset pajak tangguhan
            tersebut dapat dimanfaatkan.
            Penjelasan:
            Saat ini Perseroan masih membukukan rugi fiskal, manajemen tetap mengakui aset pajak
            tangguhan dengan pertimbangan:
                - Kompensasi rugi fiskal yang dapat dimanfaatkan di masa mendatang sesuai ketentuan
                    perpajakan.
                - Proyeksi laba kena pajak berdasarkan rencana bisnis dan strategi ekspansi, sehingga
                    terdapat keyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan.
                - Kepatuhan PSAK 46, di mana aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan
                    laba kena pajak tersedia untuk dimanfaatkan




                        Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id           Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                        X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 3
         c. Per 31 Maret 2026, Perseroan masih membukukan pajak dibayar dimuka sebesar Rp11,37
            miliar. Atas hal tersebut, agar perseroan melengkapi tabel berikut:
            Penjelasan:

                 No.    Jenis      Transaksi yang            Saldo          Rencana Penyelesaian (Kompensasi/
                        Pajak        Mendasari               (Rp)           Restitusi/ Pemanfaatan Lainnya)
                PT. Folago Global Nusantara, Tbk
                  1 PPN          Pembelian Persediaan     3.868.973.719 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
                      Masukan Produk Digital                            penjualan produk digital
                PT. Digital Nata Karya
                  1 PPN          Pembelian Persediaan     7.441.101.108 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
                      Masukan Produk Digital                            penjualan
                PT. Folago Digital Media
                  1 PPN          Pembelian barang dan        10.027.760 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
                      Masukan jasa                                      penjualan
                PT. Folago Karya Indonesia
                  1 PPN          Pembelian barang dan        50.833.149 Akan digunakan sebagai pengurang PPN Keluaran atas
                      Masukan jasa                                      penjualan
                                 Total                   11.370.935.736


    14. Berdasarkan CALK nomor 19 mengenai beban masih harus dibayar, Perseroan membukukan beban
        masih harus dibayar per 31 Maret 2026 sebesar Rp4.197.501.355 namun demikian apabila
        dilakukan penjumlahan manual, terdapat selisih pada saldo per 31 Maret 2026 tersebut. Berikut
        tabel hasil perhitungan Bursa:




         Penjelasan:
         Pada saldo beban masih harus dibayar per 31 Maret 2026 yang tercatat Rp. 4.197.501.355 dengan
         hasil rekapitulasi pada akun tenaga ahli, gaji, dan utilitas dengan total Rp. 4.197.501.348, terdapat
         selisih Rp. 7. hal ini disebabkan akibat pembulatan (rounding) pada saat konsolidasi data saat
         pencatatan. Selisih tersebut bukan merupakan kesalahan yang material sehingga tidak
         mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan. Perseroan akan melakukan penyesuaian
         pencatatan pada periode berikutnya agar saldo akun sesuai dengan rincian pendukungnya.
         Selain itu, beban masih harus dibayar juga mengalami peningkatan bila dibandingkan saldo per
         31 Desember 2025 sebesar Rp3,3 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
         a. Agar Perseroan menjelaskan penyebab adanya perbedaan tersebut jumlah beban masih harus
             dibayar tersebut.
             Penjelasan:
             Penyebab dari peningkatan saldo pada akun beban masih harus dibayar pada 31 maret 2026
             disebabkan karena peningkatan jumlah karyawan pada entitas anak perseroan yaitu pada PT
             Folago Karya Indonesia dan PT Folago Digital Media. serta terjadinya penurunan pada tenaga




                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                          X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 4
                ahli yang telah direalisasikan atas jasa tenaga ahli dan penurunan pada utilitas yang disebabkan
                sudah tidak adanya lagi beban sewa atas periode berjalan.

         b. Latar belakang adanya peningkatan beban masih harus dibayar khususnya kenaikan pada akun
            gaji pada 31 Maret 2026.
            Penjelasan:
            Latar belakangnya karena adanya peningkatan jumlah karyawan pada anak perusahaan
            perseroan, yaitu pada PT Folago Karya Indonesia dan PT Folago Digital Media. Dengan adanya
            penambahan tersebut sejalan dengan meningkatnya saldo pada akun gaji periode 31 maret 2026.

    15. Berdasarkan CALK nomor 21 mengenai liabilitas sewa, terdapat ketidaksesuaian penyajian tabel
        pembayaran sewa minimum di masa mendatang (future minimum lease payment) per 31 Maret 2026
        dengan rincian sebagai berikut:




         Penjelasan:
         Terjadi kekeliruan atas penyajian laporan keuangan periode 31 maret 2026. Perseroan akan
         melakukan koreksi penyajian pada CALK No. 21 - liabilitas Sewa pada periode pelaporan
         berikutnya.

         Selain itu terdapat ketidaksesuaian angka bagian liabilitas sewa bagian jangka panjang per 31
         Desember 2025 antara CALK dengan BS. Berikut merupakan angka pada CALK 21:




         Selanjutnya berikut merupakan angka pada BS:




         Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
         a. Latar belakang adanya selisih nilai kini liabilitas sewa per 31 Maret 2026 pada CALK 21 bila
            dibandingkan dengan hasil perhitungan manual.
            Penjelasan:
            Nilai kini liabilitas sewa per 31 maret 2026 yang tercatat pada CALK No. 21 sebesar Rp
            1.805.768.465 merupakan kekeliruan atas penyajian pada laporan keuangan.




                         Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id            Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                         X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 5
         b. Berapa nilai kini liabilitas sewa per 31 Maret 2026 yang sesuai?
            Penjelasan:
            Berdasarkan hasil rekalkulasi atas komponen kurang dari 1 tahun (Rp. 1.350.677.404), lebih
            dari 1 tahun (Rp. 227.647.035), nilai kini liabilitas sewa per 31 maret 2026 yang sesuai adalah
            sebesar Rp. 1.350.474.394.
         c. Latar belakang adanya perbedaan bagian jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025
            pada CALK 21 dibandingkan dengan BS Perseroan.
            Penjelasan:
            Bagian jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025 yang tercantum pada tabel CALK
            No. 21 sebesar Rp 742.498.358 merupakan kekeliruan penyajian. Perseroan akan melakukan
            koreksi pada CALK tersebut agar sesuai dengan BS pada periode selanjutnya.
         d. Berapa nilai bagian jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025 yang sesuai?
            Penjelasan:
            Nilai jangka panjang liabilitas sewa per 31 Desember 2025 yang sesuai adalah Rp. 907.829.355,
            yang telah sesuai dengan angka yang disajikan pada laporan posisi keuangan (BS) Perseroan.

    16. Berdasarkan perbandingan antara CALK nomor 3, CALK nomor 22, dan BS, terdapat
        ketidakkonsistenan penyajian jumlah tercatat liabilitas imbalan pascakerja. Angka per 31 Maret
        2026 dan 31 Desember 2025 yang disajikan pada CALK nomor 3 tidak sesuai dengan saldo akhir
        liabilitas imbalan pascakerja yang disajikan pada CALK nomor 22 maupun Laporan Posisi
        Keuangan.




         Berikut angka pada CALK 22:




         Berikut merupakan angka pada BS




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                      X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 6
         Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
         a. Latar belakang adanya ketidaksesuaian pada saldo akhir liabilitas imbalan pasca kerja pada
            CALK 3.
            Penjelasan:
            Ketidaksesuaian tersebut disebabkan oleh kekeliruan penulisan/pengutipan angka pada saat
            penyusunan CALK No. 3, di mana angka yang disajikan tidak mengacu pada saldo akhir
            liabilitas imbalan pascakerja sebagaimana tercantum pada CALK No. 22 (rincian pergerakan
            liabilitas imbalan pascakerja), melainkan tercampur dengan angka dari pos/periode yang tidak
            tepat.
         b. Berapa nilai liabilitas imbalan pascakerja yang tepat?
            Penjelasan:
            Nilai liabilitas imbalan pascakerja yang tepat, sesuai dengan saldo akhir pada CALK No. 22
            dan telah konsisten dengan Laporan Posisi Keuangan, adalah sebesar Rp 129.279.282 per 31
            Maret 2026 dan Rp129.018.371 per 31 Desember 2025.

    17. Berdasarkan CALK nomor 30 mengenai Utang Pemegang Saham, saldo utang pemegang saham
        meningkat signifikan dari sebesar Rp550 juta per 31 Desember 2025 menjadi Rp10,13 miliar per
        31 Maret 2026. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
        a. Latar belakang peningkatan utang pemegang saham.
           Penjelasan:
           Peningkatan saldo utang pemegang saham dari Rp550 juta per 31 Desember 2025 menjadi
           Rp10,13 miliar per 31 Maret 2026 bukan disebabkan oleh adanya pinjaman baru dari pemegang
           saham, melainkan merupakan kesalahan klasifikasi (misposting) akun. Penerimaan kas yang
           sebenarnya merupakan pembayaran tagihan (piutang) dari pihak ketiga keliru
           dibukukan/diklasifikasikan sebagai penerimaan utang pemegang saham, sehingga saldo akun
           tersebut tercatat meningkat secara tidak tepat.
        b. Tujuan penggunaan dana yang berasal dari utang pemegang saham.
           Penjelasan:
           Sehubungan dengan penjelasan pada poin a di atas, penerimaan dana dimaksud pada dasarnya
           bukan merupakan dana pinjaman dari pemegang saham, melainkan pelunasan piutang dari
           pihak ketiga. Dengan demikian, tidak terdapat penggunaan dana yang berasal dari utang
           pemegang saham sebagaimana disebutkan, karena kenaikan saldo tersebut timbul akibat
           kesalahan klasifikasi pencatatan.
        c. Ketentuan utama atas utang tersebut, termasuk jangka waktu, mekanisme pelunasan, tingkat
           bunga (apabila ada), dan perjanjian yang mendasarinya.
           Penjelasan:
           Sebagaimana dijelaskan pada poin a dan b, kenaikan saldo utang pemegang saham per 31 Maret
           2026 merupakan kekeliruan klasifikasi akun atas penerimaan pelunasan piutang dari pihak
           ketiga, dan bukan merupakan transaksi utang baru dari pemegang saham. Dengan demikian,
           tidak terdapat ketentuan baru (jangka waktu, mekanisme pelunasan, tingkat bunga, maupun
           perjanjian) yang mendasari kenaikan saldo tersebut. Perseroan akan melakukan
           reklasifikasi/koreksi pencatatan untuk memindahkan penerimaan tersebut ke akun yang
           seharusnya, yaitu pelunasan piutang pihak ketiga.




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                      X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 7
    18. Pada CALK nomor 31 mengenai Instrumen Keuangan, Perseroan menyatakan bahwa arus kas masa
        depan atas utang pemegang saham tidak dapat ditentukan sehingga nilai wajarnya tidak dapat diukur
        secara andal. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
        a. Dasar pertimbangan manajemen dalam menyimpulkan bahwa arus kas masa depan atas utang
            pemegang saham tidak dapat ditentukan.
            Penjelasan:
            Sebagaimana telah dijelaskan pada CALK No. 30, kenaikan saldo utang pemegang saham per
            31 Maret 2026 bukan merupakan transaksi pinjaman baru dari pemegang saham, melainkan
            timbul akibat kesalahan klasifikasi (misposting) atas penerimaan pembayaran piutang dari
            pihak ketiga. Dengan demikian, pernyataan mengenai ketidakpastian arus kas masa depan pada
            CALK No. 31 tersebut tidak relevan untuk porsi kenaikan dimaksud, karena secara substansi
            bukan merupakan liabilitas kepada pemegang saham. Adapun untuk saldo utang pemegang
            saham yang sebenarnya (di luar porsi salah saji tersebut), yaitu saldo sebesar Rp550 juta,
            manajemen menyimpulkan arus kas masa depannya tidak dapat ditentukan secara andal karena
            tenor pinjaman secara berulang diperpanjang (roll over) dan pembayaran bunga/pokok tidak
            dilakukan tepat waktu sesuai perjanjian.

         b. Karakteristik utang pemegang saham yang menyebabkan nilai wajarnya tidak dapat diukur
            secara andal.
            Penjelasan:
            Untuk saldo utang pemegang saham yang sebenarnya (setelah dikeluarkannya porsi salah saji
            sebagaimana dijelaskan pada CALK No. 30), karakteristik yang menyebabkan nilai wajarnya
            tidak dapat diukur secara andal adalah:
            Tenor formal tidak mencerminkan substansi ekonomi, karena pinjaman secara konsisten
            diperpanjang melampaui jangka waktu yang diperjanjikan;
            Pembayaran bunga (6% per tahun) dan/atau pokok tidak dilakukan tepat waktu sesuai jadwal
            yang disepakati; dan
            Sebagai transaksi pihak berelasi, tidak terdapat data pasar pembanding untuk memvalidasi
            kewajaran tingkat bunga tersebut.

         c. Keterkaitan antara ketentuan dalam perjanjian utang pemegang saham dengan kesimpulan
            bahwa nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
            Penjelasan:
            Perjanjian utang pemegang saham mengatur tenor selama 12 bulan dan tingkat bunga sebesar
            6% per tahun, namun untuk tenor bersifat roll over (perpanjangan tenor), sehingga substansi
            pelaksanaan perjanjian tidak mencerminkan kepastian arus kas. Perseroan juga mencatat bahwa
            sebagian besar kenaikan saldo per 31 Maret 2026 merupakan salah saji akibat kesalahan
            klasifikasi sebagaimana dijelaskan pada CALK No. 30, dan bukan bagian dari instrumen
            keuangan yang dimaksud pada CALK No. 31. Perseroan akan melakukan
            koreksi/penyempurnaan pengungkapan pada CALK No. 31 agar konsisten dengan koreksi pada
            CALK No. 30.




                     Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id        Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                     X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 8
    19. Berdasarkan CALK nomor 23 mengenai modal saham, terdapat perbedaan jumlah pelaksanaan
        waran seri 1 di mana pada tabel rekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir jumlah pelaksanaan waran
        Perseroan adalah sebagai berikut:




         Namun pada paragraf penjelasan disebutkan jumlah waran sebagai berikut:




         Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
         a. Jumlah pelaksanaan Waran Seri I yang benar.
            Penjelasan:
            Jumlah pelaksanaan Waran Seri I yang benar sampai dengan 31 Desember 2025 adalah
            sebanyak 1.194.693.401 waran, yang masing-masing dikonversi menjadi satu saham Perseroan.

                Dengan nilai nominal sebesar Rp15 per saham, pelaksanaan Waran Seri I tersebut meningkatkan
                modal     saham      sebesar:    1.194.693.401      x    Rp15     =       Rp17.920.401.015
                Rekonsiliasi     kenaikan       modal        saham       adalah        sebagai      berikut:

                 Uraian                                                        Nilai

                 Modal saham pada 1 Januari 2025                               Rp75.005.309.640

                 Kenaikan modal dari pelaksanaan Waran Seri I                  Rp17.920.401.015

                 Modal saham pada 31 Desember 2025                             Rp92.925.710.655
                Dengan demikian, jumlah 1.194.692.401 pada tabel rekonsiliasi merupakan jumlah pelaksanaan
                Waran Seri I yang benar.




                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                          X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 9
         b. Penyebab terjadinya perbedaan jumlah pelaksanaan Waran Seri I antara tabel rekonsiliasi dan
            narasi penjelasan.
            Penjelasan:
            Perbedaan terjadi karena kesalahan pengetikan dan penggunaan dasar perhitungan yang tidak
            tepat pada narasi penjelasan (clerical error). Dalam narasi tertulis pelaksanaan Waran Seri I
            sebanyak 1.195.047.377 waran, sedangkan jumlah yang benar adalah 1.194.693.401 waran.

                Angka yang tercantum dalam narasi dihitung menggunakan jumlah awal sebanyak
                5.000.000.000 saham, yaitu: 6.195.047.377−5.000.000.000=1.195.047.377 saham.

                Sementara itu, saldo awal saham yang sebenarnya pada 1 Januari 2025 adalah sebanyak
                5.000.353.976 saham, bukan 5.000.000.000 saham. Oleh karena itu, jumlah pelaksanaan Waran
                Seri I yang benar adalah: 6.195.047.377−5.000.353.976=1.194.693.401 saham.

                Selisih antara angka dalam narasi dan tabel adalah sebanyak 353.976 waran/saham, yang
                berasal dari jumlah saham yang telah diterbitkan sebelum periode pelaporan tetapi tidak
                diperhitungkan dalam penyusunan narasi tersebut.

                 Uraian                                                         Nilai

                 Jumlah dalam narasi                                            Rp1.195.047.377

                 Jumlah yang benar                                              (Rp1.194.693.401)

                 Selisih                                                        Rp353.976

                Kekeliruan tersebut hanya terdapat dalam narasi pengungkapan dan tidak mempengaruhi saldo
                modal saham, tambahan modal disetor, jumlah saham beredar, maupun jumlah equitas yang
                dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian.

    20. Pada bagian ekuitas terdapat ketidaksesuaian penulisan nilai nominal di mana pada versi bahasa
        Indonesia tertulis nilai nominal Rp15 per lembar saham. Sedangkan pada bahasa Inggris tertulis
        Rp1.000 per lembar saham. Selain itu informasi jumlah lembar saham antara versi bahasa Indonesia
        dan Inggris juga tidak sesuai.




    \




                           Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id              Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 10
         Atas hal tersebut, agar dijelaskan berapa nilai nominal saham Perseroan beserta latar belakang
         adanya perbedaan nilai nominal dan jumlah saham pada kedua versi bahasa tersebut. Selain itu agar
         disampaikan berapa nilai nominal dan jumlah saham yang sesuai.
         Penjelasan:
         Nilai nominal saham Perseroan yang benar adalah sebesar Rp15 per lembar saham, sebagaimana
         tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan dan penyajian laporan keuangan versi bahasa
         Indonesia.

        Pencantuman nilai nominal sebesar Rp1.000 per lembar saham pada terjemahan bahasa Inggris
        merupakan kesalahan penulisan karena informasi tersebut belum diperbarui sesuai dengan
        perubahan nilai nominal dan struktur permodalan Perseroan. Kesalahan serupa juga terjadi pada
        pencantuman jumlah saham dalam versi bahasa Inggris. Kekeliruan tersebut hanya terdapat pada
        uraian tekstual dan tidak mempengaruhi nilai modal saham yang dicatat dalam laporan posisi
        keuangan                                                                       konsolidasian.

        Berdasarkan nilai nominal sebesar Rp15 per lembar saham, rincian modal saham Perseroan yang
        benar adalah sebagai berikut:

          Uraian                                     31 Maret 2026                               31 Desember 2025

          Nilai nominal per saham                    Rp15                                        Rp15

          Modal dasar                                Rp300.000.000.000                           Rp300.000.000.000

          Jumlah saham yang diotorisasi              20.000.000.000 saham                        20.000.000.000 saham

          Jumlah saham ditempatkan dan               6.195.047.377 saham                         6.195.047.377 saham
          disetor penuh

          Modal ditempatkan dan disetor              Rp92.925.710.655                            Rp92.925.710.655
          penuh

        Perbedaan informasi antara versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris disebabkan oleh kekeliruan
        dalam proses pembaruan terjemahan bahasa Inggris. Uraian bahasa Inggris masih menggunakan
        informasi permodalan dari periode sebelumnya, sedangkan nilai modal saham pada laporan posisi
        keuangan           telah           menggunakan             data           yang           benar.

        Perseroan akan meningkatkan proses penelaahan silang antara Anggaran Dasar, Catatan 23, laporan
        posisi keuangan, dan terjemahan bahasa Inggris untuk memastikan konsistensi nilai nominal,
        jumlah saham, serta periode penyajian.

    21. Berdasarkan Laporan Perubahan Ekuitas, saldo Kepentingan Nonpengendali meningkat signifikan
        dari Rp99,96 juta pada 1 Januari 2025 menjadi Rp14,48 miliar pada 31 Maret 2025. Namun, pada
        laporan perubahan ekuitas tidak terdapat mutasi yang memadai untuk menjelaskan peningkatan
        saldo tersebut selain laba tahun berjalan yang relatif tidak material.




                        Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id           Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                        X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 11
    Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
        a. Latar belakang peningkatan saldo Kepentingan Nonpengendali per 31 Maret 2025.
            Penjelasan:
            Adanya kekeliruan penyajian Laporan Perubahan Ekuitas dan perseroan akan melakukan koreksi
            dalam laporan keuangan tersebut.




         b. Latar belakang adanya selisih perhitungan Kepentingan Non Pengendali per 31 Maret 2025
            dibandingkan dengan kalkulasi manual.
            Penjelasan:
            Adanya kekeliruan penyajian Laporan Perubahan Ekuitas dan perseroan akan melakuakn koreksi
            dalam laporan keuangan tersebut.




    22. Berdasarkan hasil perhitungan ulang, terdapat selisih pada penjumlahan Kepentingan
        Nonpengendali pada 31 Maret 2026 sebagai berikut:




                     Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id        Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                     X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 12
         Atas hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang adanya selisih perhitungan Kepentingan Non
         Pengendali per 31 Maret 2026 dibandingkan dengan kalkulasi manual.
         Penjelasan:
         Selisih perhitungan KNP per 31 Maret 2026 dibandingkan dengan kalkulasi manual timbul karena
         adanya penyesuaian konsolidasi dalam proses eliminasi transaksi intragrup. Penyesuaian tersebut
         mencakup eliminasi atas transaksi antar entitas dalam Grup yang memengaruhi proporsi KNP. Selain
         itu, selisih juga muncul akibat pembulatan angka dalam proses konsolidasi, sehingga hasil akhir berbeda
         dengan kalkulasi manual sederhana.

    23. Berdasarkan Laporan Perubahan Ekuitas, pada baris "Pelaksanaan Waran" periode yang berakhir
        pada 31 Maret 2025, jumlah kenaikan ekuitas sebesar Rp301.210 hanya disajikan pada kolom
        "Jumlah Ekuitas", namun tidak tercermin pada kolom "Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
        kepada Pemilik Entitas Induk".




         Atas hal tersebut, agar Perseroan menjelaskan latar belakang informasi jumlah pelaksanaan waran
         tidak disampaikan pada jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk.
         Penjelasan:
         Tidak disajikannya kenaikan ekuitas dari pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp301.210 pada kolom
         “Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk” disebabkan oleh kekeliruan
         penyajian         pada        saat       penyusunan         Laporan        Perubahan        Ekuitas.

         Pelaksanaan waran tersebut meningkatkan modal saham sebesar Rp 49.650 dan tambahan modal disetor
         sebesar Rp 251.560, dengan jumlah kenaikan ekuitas sebesar Rp 301.210. Karena Waran Seri I
         diterbitkan oleh Perseroan selaku entitas induk dan pelaksanaannya mengakibatkan penerbitan saham
         Perseroan, seluruh kenaikan ekuitas sebesar Rp 301.210 merupakan ekuitas yang dapat diatribusikan
         kepada pemilik entitas induk. Transaksi tersebut tidak menimbulkan bagian yang dapat diatribusikan
         kepada kepentingan nonpengendali. Dengan demikian, jumlah yang seharusnya disajikan pada baris
         “Pelaksanaan Waran” adalah sebagai berikut:
                            Kolom penyajian                                                Nilai yang seharusnya

          Modal saham                                                    Rp49.650

          Tambahan modal disetor - neto                                  Rp251.560

          Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Rp301.210
          pemilik entitas induk

          Kepentingan nonpengendali                                      -

          Jumlah ekuitas                                                 Rp301.210




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                      X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 13
         Kekeliruan tersebut hanya berupa tidak dicantumkannya nilai Rp301.210 pada kolom subtotal ekuitas
         yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilai kenaikan modal saham, tambahan modal
         disetor, dan jumlah ekuitas telah disajikan dalam masing-masing kolom terkait sehingga tidak
         memengaruhi jumlah ekuitas konsolidasian secara keseluruhan. Perseroan akan meningkatkan prosedur
         penelaahan dan pengendalian mutu dokumen. termasuk pemeriksaan silang antara setiap komponen ekuitas,
         subtotal ekuitas pemilik entitas induk, kepentingan nonpengendali, dan jumlah ekuitas agar kesalahan serupa tidak
         terulang.

    24. Terdapat ketidaksesuaian penyajian tahun pada terjemahan bahasa Inggris dalam Laporan
        Perubahan Ekuitas, di mana tertulis "Balance as of January 1, 2024" dan "Balance as of March 31,
        2025", sementara tabel dimaksud merupakan periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.




         Atas hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang penulisan tanggal pada Laporan Perubahan Ekuitas
         Perseroan tidak konsisten.
         Penjelasan:
        Ketidaksesuaian tahun pada terjemahan bahasa inggris dalam Laporan Perubahan Ekuitas disebabkan oleh
        kesalahan pengetikan dan proses pembaruan dokumen (typo). Keterangan periode dalam versi bahasa inggris
        belum diperbarui sehingga masih mencantumkan “Balance as of Januari 1, 2024” dan “Balance as of March 31,
        2025”.
        Seharusnya         keterangan       periode       tersebut        disajikan        sebagai       berikut:

          Tertulis                                                        Seharusnya

          Balance as of January 1, 2024                                   Balance as of January 1, 2026

          Balance as of March 31, 2025                                    Balance as of March 31, 2026

        Kesalahan tersebut hanya terdapat pada penulisan tahun dalam terjemahan bahasa inggris dan tidak memengaruhi
        angka, perhitungan, saldo ekuitas, maupun periode pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan
        konsolidasian interim Perseroan. Tabel dimaksud telah menggunakan angka dan transaksi untuk periode tiga bulan
        yang             berakhir            pada             tanggal           31             Maret             2026.

        Perseroan akan meningkatkan prosedur penelaahan dan pengendalian mutu dokumen. termasuk pemeriksaan silang
        atas tanggal, periode pelaporan, judul tabel, serta konsistensi antara versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, agar
        kesalahan serupa tidak terulang.
    25. Perseroan per 31 Maret 2026 membukukan pendapatan Rp170,7 miliar, meningkat 233% dibanding
        periode yang sama pada tahun 2025 sebesar Rp51,2 miliar. Peningkatan tersebut akibat peningkatan
        produk digital dan adanya lini pendapatan baru yaitu pemasaran digital dan komisi.
         Namun demikian terdapat ketidaksesuaian pendapatan Perseroan, di mana pada CALK 26 pendapatan
         per 31 Maret 2026 tertulis Rp105.246.609.591 sebagai berikut:




                       Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id          Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                       X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 14
         Sedangkan pada Laporan Profit or Loss (PL) tertulis Rp170.734.078.319 sebagai berikut:




         Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

         a. Latar belakang peningkatan pendapatan Perseroan.
            Penjelasan:
            Peningkatan pendapatan yang dicatat Perseroan pada 31 Maret 2026 mayoritas dipengaruhi oleh
            adanya penjualan sebagian persediaan produk digital yang dimiliki Perseroan secara bulky
            kepada pihak ketiga dan adanya lini usaha baru.

         b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan realisasi penjualan di masa mendatang.
            Penjelasan:
            Untuk meningkatkan realisasi penjualan, Perseroan menyiapkan strategi dengan melakukan
            perluasan lini bisnis baru dan pengembangan pemasaran digital untuk menjaga pertumbuhan
            berkelanjutan.

         c. Latar belakang adanya perbedaan saldo pendapatan tersebut serta agar diinformasikan jumlah
            pendapatan yang sesuai.
            Penjelasan:
            Terdapat kekeliruan dalam penyajian CALK 26 atas detail Pendapatan Perseroan. Terkait hal
            tersebut, perseroan telah melakukan koreksi:




                       Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id          Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                       X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 15
         d. Kebijakan Perseroan dalam mengakui pendapatan untuk masing-masing lini usaha.
            Penjelasan:
            Perseroan menerapkan kebijakan pengakuan pendapatan sesuai PSAK 72, yaitu Pendapatan dari
            Kontrak dengan Pelanggan yang diakui pada saat penyerahan jasa/ barang kepada pelanggan yang
            dibuktikan dengan tagihan dan bukti penyerahan atas jasa/ barang tersebut.
         e. Mekanisme Perseroan dalam memastikan pengakuan pendapatan telah sesuai dengan substansi
            transaksi dan standar akuntansi yang berlaku.
            Penjelasan:
            Untuk memastikan pengakuan pendapatan sesuai substansi transaksi dan standar akuntansi
            yang berlaku, Perseroan menerapkan beberapa mekanisme sebagai berikut:
                - Melakukan evaluasi kontrak pelanggan untuk menentukan waktu pengakuan
                    pendapatan
                - Memastikan kelengkapan dokumentasi dan bukti transaksi seperti invoice, kontrak, dll
                - Pencatatan pendapatan yang diawasi oleh divisi akuntansi untuk menjamin pencatatan
                    dilakukan sesuai dengan PSAK 72
                - Melakukan rekonsiliasi pencatatan pendapatan dan piutang usaha secara berkala.
    26. Berdasarkan CALK nomor 27 perihal beban pokok pendapatan, beban pokok pendapatan Perseroan
        mengalami peningkatan sebesar 202% atau menjadi Rp152,1 miliar per 31 Maret 2026. Atas hal
        tersebut, agar dijelaskan:
        a. Latar belakang peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan.
            Penjelasan:
            Peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan sebesar Rp 101,78 miliar atau 202,15%, dari Rp
            50,35 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025 menjadi Rp152,13
            miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, terutama sejalan dengan
            peningkatan pendapatan dan perluasan kegiatan usaha Grup.
                Pendapatan konsolidasian meningkat sebesar Rp 119,53 miliar atau 233,43%, dari Rp51,21
                miliar menjadi Rp170,73 miliar. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan
                transaksi produk digital serta kontribusi kegiatan pemasaran digital dan kegiatan usaha lainnya
                yang belum memberikan kontribusi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

                    Komponen                31 Maret 2026                31 Maret 2025              Kenaikan/
                                                                                                    Penurunan

                 Produk digital          Rp126.263.630.186           Rp49.967.800.071         Rp76.295.830.115

                 Pemasaran digital       Rp17.113.851.846            -                        Rp17.113.851.846

                 Peranti Lunak IRS       Rp8.554.384.919             Rp123.336.131            Rp8.431.048.788

                 Gaji dan tunjangan Rp10.344.967                     -                        Rp10.344.967

                 Penyusutan aset         Rp61.604.025                -                        Rp61.604.025
                 tetap

                 Amortisasi aset         Rp124.448.875               Rp257.536.970            (Rp133.088.095)
                 takberwujud

                 Jumlah                  Rp152.128.264.818           Rp50.348.673.172         Rp101.779.591.646




                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                          X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 16
         b. Agar dijelaskan komponen beban gaji dan tunjangan yang dibebankan ke beban pokok
            pendapatan serta dasar pengalokasiannya, mengingat nilainya relatif kecil dibandingkan dengan
            skala kegiatan usaha Perseroan.
            Penjelasan:
            Nilai beban gaji dan tunjangan pada beban pokok pendapatan relatif kecil karena:
            1. Sebagian besar beban langsung grup berasal dari pembelian produk digital, biaya pemasaran
            digital, produksi konten, honorarium kreator dan peranti lunak.
            2. Sebagian besar biaya pegawai merupakan biaya fungsi administrasi dan pendukung sehingga
            disajikan sebagai beban umum dan administrasi yaitu sebesar Rp6,88 miliar.

    27. Berdasarkan CALK nomor 28 mengenai Beban Umum dan Administrasi, beban umum dan
        administrasi meningkat signifikan dari Rp1,50 miliar pada 31 Maret 2025 menjadi Rp12,86 miliar
        per 31 Maret 2026, disertai munculnya beberapa jenis beban baru seperti jamuan, lisensi, jasa
        manajemen, dan amortisasi aset takberwujud. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

         a. Latar belakang peningkatan beban umum dan administrasi.
            Penjelasan:
            Peningkatan beban umum dan administrasi pada 31 Maret 2026 jika dibandingkan dengan 31
            Maret 2025, terutama disebabkan oleh adanya perluasan kegiatan usaha yang dilakukan oleh
            Perseroan melalui entitas anak yang baru diakuisisi pada periode kuartal empat tahun 2025.
            Adapun beberapa jenis beban baru yang disebutkan merupakan akun beban dari entitas anak
            tersebut.

         b. Rincian nature jasa manajemen yang diterima Perseroan, pihak pemberi jasa, serta apakah
            transaksi tersebut dilakukan dengan pihak berelasi.
            Penjelasan:
            Nature dari jasa manajemen yang diterima Perseroan merupakan biaya layanan konsultasi
            terkait pengembangan produk digital serta strategi pemasaran. Jasa manajemen yang diterima
            Perseroan dilakukan oleh pihak ketiga independen yang memiliki kompetensi di bidangnya.

    28. Terdapat perbedaan informasi penyajian laba (rugi) tahun berjalan pada PL dan CALK nomor 29
        perihal laba per saham. Berikut informasi laba tahun berjalan pada PL:




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                      X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 17
         Kemudian berikut informasi laba tahun berjalan pada CALK nomor 29:




         Atas hal tersebut, agar dijelaskan dasar penentuan laba yang digunakan dalam perhitungan laba per
         saham, mengingat angka laba yang digunakan pada CALK 29 berbeda dengan laba neto tahun
         berjalan yang disajikan pada PL.
         Penjelasan:
         Terdapat kekeliruan atas penyajian CALK 29 Laba Per Saham, sudah kami lakukan koreksi terkait
         hal tersebut.




    29. Perseroan membukukan arus kas operasi secara positif per 31 Maret 2026 sebesar Rp5,9 juta,
        mengalami peningkatan dibandingkan per 31 Maret 2025 sebesar Rp3 miliar. Sehubungan dengan
        peningkatan pendapatan Perseroan menjadi Rp170,73 miliar, penerimaan kas dari pelanggan
        selama periode 31 Maret 2026 hanya sebesar Rp54,1 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan
        rendahnya penerimaan kas dari pelanggan tersebut bila dibandingkan pendapatan Perseroan.
        Penjelasan:
        Terkait hal ini dikarenakan adanya perbedaan basis pencatatan akuntansi:
        ● Pendapatan sebesar Rp 170,73 miliar dicatat berdasarkan accrual basis, yaitu saat hak atas
            pendapatan timbul sesuai kontrak.
        ● Penerimaan kas sebesar Rp 54,1 miliar mencerminkan cash basis, yaitu kas yang benar-benar
            diterima dari pelanggan.




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                      X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 18
        ●       Perbedaan ini disebabkan adanya piutang usaha yang belum tertagih sehingga menyebabkan
                saldo piutang usaha meningkat, dan penerimaan kas tertinggal dibandingkan pengakuan
                pendapatan.

    30. Sehubungan dengan arus kas Perseroan, agar dijelaskan:
        a. Besaran posisi kas dan setara kas yang optimal bagi Perseroan, serta penjelasan kebijakan
           pengelolaan kas Perseroan.
           Penjelasan:
           Perseroan menetapkan besaran kas dan setara kas yang optimal dengan mempertimbangkan
           kebutuhan operasional harian dan kewajiban keuangan jangka pendek terutama terkait dengan
           produksi film.

         b. Strategi Perseroan dalam menjaga nilai kas dan setara kas yang optimal bagi Perseroan.
            Penjelasan:
            Kas dikelola dengan prinsip prudence dan efisiensi serta menghindari idle cash yang tidak
            produktif.

         c. Evaluasi Perseroan atas kecukupan saldo kas dan setara kas dalam memenuhi kebutuhan
            operasional dan kewajiban keuangan Perseroan.
            Penjelasan:
            Perseroan secara berkala melakukan evaluasi atas kecukupan saldo kad dan setara kas dalam
            mendukung kegiatan operasional dan produksi film.

         d. Strategi Perseroan dalam menjaga likuiditas dan cash flow Perseroan ke depan.
            Penjelasan:
            Strategi Perseroan dalam menjaga likuiditas dan cash flow ke depan, perseroan selalu menjaga
            rasio kas terhadap kewajiban lancar pada tingkat konservatif dan mengoptimalkan penerimaan
            kas dari kontrak lisensi jangka panjang untuk menjaga stabilitas arus kas.

    31. Pada CALK 2 mengenai ikhtisar kebijakan akuntansi yang material, Perseroan menjelaskan
        penggunaan kurs Yuan Tiongkok, namun demikian terdapat 3 kurs Yuan pada CALK tersebut di
        mana seharusnya hanya terdapat 2 mengingat laporan keuangan hanya menggambarkan 2 periode
        (31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025).




                        Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id           Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                        X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

Page 19
         Atas hal tersebut, agar disampaikan nilai kurs yang digunakan untuk periode 31 Maret 2026 dan
         31 Desember 2025.
         Penjelasan:
         Terkait hal itu sudah kami tambahkan pada CALK 2 berikut:




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id | WhatsApp: +62 811 81 150515
                      X/TikTok: @idx_bei | Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange


File

File Open PDF
Source IDX
Size2.05 MB
Published5 Aug 2026
Pages19
Characters50,117
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Folago Global Nusantara Tbk p.1 ×4
linked org Era Media Sejahtera Tbk p.1 ×8
possible — Lain-lain p.2
unresolved org PT Folago Karya Indonesia p.1 ×4
unresolved org PT Folago Digital Media p.1 ×4
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1 ×38
unresolved org PT AFTERLAB p.2
unresolved org PT Sanraya Adi p.2
unresolved org PT Global Loket p.2
unresolved org PT Warna Musik p.2
unresolved org PT. Digital Nata Karya p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result