Back to announcement
20260805_SSIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32117826_lamp2.pdf
Other Text extracted SSIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Siaran Pers – 5 Agustus 2025
Kinerja Semeter I 2026
Ketangguhan yang Tercermin dalam Kinerja
Ikhtisar Laporan Keuangan PT Surya Semesta Internusa Tbk (“SSIA”) 1H26
• SSIA membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3.353,5 miliar pada Semester I 2026,
meningkat signifikan sebesar 58,4% dibandingkan Rp2.117,1 miliar pada Semester I 2025.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pengakuan penjualan secara akuntansi (accounting
sales recognition) yang kuat pada bisnis kawasan industri. Segmen properti mencatatkan
pertumbuhan tertinggi dengan pendapatan mencapai Rp1.267,0 miliar, meningkat 274,1%
secara tahunan (YoY). Segmen konstruksi tetap stabil dengan pendapatan sebesar Rp1.700,2
miliar, dibandingkan Rp1.700,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara
itu, segmen perhotelan membukukan pendapatan sebesar Rp471,1 miliar, meningkat 113,3%
YoY.
• Didukung oleh kinerja kuat dari segmen properti, SSIA mencatat laba bruto sebesar Rp1.086,2
miliar pada Semester I 2026. Segmen properti menyumbang laba bruto sebesar Rp612,3 miliar,
meningkat signifikan 315,4% YoY. Segmen perhotelan juga menunjukkan pertumbuhan yang
kuat dengan laba bruto meningkat 152,9% YoY menjadi Rp279,4 miliar, sementara segmen
konstruksi mencatat kenaikan laba bruto sebesar 11,4% YoY menjadi Rp204,8 miliar.
• SSIA berhasil meningkatkan margin di seluruh segmen usaha melalui eksekusi operasional yang
solid. EBITDA konsolidasian Semester I 2026 mencapai Rp692,5 miliar, dengan margin EBITDA
sebesar 20,7%, meningkat signifikan dibandingkan EBITDA sebesar Rp106,0 miliar dan margin
EBITDA 5,0% pada Semester I 2025. Segmen properti memimpin peningkatan tersebut dengan
margin EBITDA mencapai 42,9%, dibandingkan 14,5% pada Semester I 2025. Segmen
perhotelan juga kembali mencatat EBITDA positif dengan margin EBITDA sebesar 9,7%, setelah
pada tahun sebelumnya masih mencatat margin EBITDA negatif. Perbaikan ini terutama
didorong oleh meningkatnya jumlah malam kamar terjual (room nights) serta kenaikan rata-
rata tarif kamar (Average Room Rate/ARR) di Paradisus by Meliá Bali, yang didukung oleh
penawaran paket all-inclusive. Sementara itu, segmen konstruksi juga meningkatkan margin
EBITDA menjadi 8,2%, dari 7,3% pada Semester I 2025.
• SSIA membukukan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar pada Semester I 2026, yang terutama
ditopang oleh kinerja kuat segmen properti. Segmen properti menghasilkan laba bersih
sebesar Rp459,3 miliar, meningkat dibandingkan Rp44,9 miliar pada Semester I 2025. Segmen
konstruksi juga mencatat pertumbuhan yang solid dengan laba bersih meningkat 21,1% YoY
menjadi Rp93,2 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan masih membukukan rugi bersih
sebesar Rp83,8 miliar, namun kerugian tersebut membaik 20,3% dibandingkan rugi bersih
sebesar Rp105,1 miliar pada Semester I 2025.
• Posisi kas Perseroan pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp1.093,0 miliar, turun 4,2%
dibandingkan Rp1.140,9 miliar pada Kuartal I 2026. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
pembayaran bunga atas renovasi Paradisus by Meliá Bali serta biaya pengembangan lahan.
• Utang berbunga Perseroan pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp2.269,1 miliar, turun 3,5%
dibandingkan Rp2.350,6 miliar pada Kuartal I 2026. Rasio utang terhadap ekuitas (gearing
ratio) pada Semester I 2026 berada pada level 26,8%.
1
Page 2
Laporan Keuangan Konsolidasi Semester I 2026
(dalam miliar rupiah)
1H26 1H25 YoY
Pendapatan 3.353,5 2.117,2 58,4%
Properti 1.267,0 338,7 274,1%
Konstruksi 1.700,2 1.700,5 0,0%
Perhotelan 471,1 220,9 113,3%
Lain-lain 11,7 20,4 -42,4%
Laba Kotor 1.086,2 441,8 145,9%
EBITDA 692,5 106,0 553,2%
Pendapatan Bersih 262,6 -32,3 911,8%
Laba Komprehensif 243,0 -35,16 791,0%
Marjin EBITDA 20,7% 5,0% 15,6 ppts
Marjin Laba Bersih 7,8% -1,5% 9,4 ppts
1H26 1Q26 QoQ
Kas dan Setara Kas 1.093,0 1.140,9 -4,2%
Total Aset 13.026,8 12.896,5 1,0%
Utang kena Bunga 2.269,1 2.350,6 -3,5%
Total Liabilitas 4.544,4 4.639,0 -2,0%
Kepentingan non-pengendali 2.698,0 2.623,7 2,8%
Ekuitas 5.784,4 5.634,2 2,7%
Business Segment Analysis
1H26 Segmen Bisnis
(dalam miliar rupiah) Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan 1.267,0 1.700,2 471,1 3.353,5
Persentase segmen 37% 49% 14% 100%
Laba Kotor 612,3 204,8 279,4 1.086,2
Persentase segmen 56% 19% 25% 100%
EBITDA 543,4 138,8* 45,9 692,5
Persentase segmen 75% 19% 6% 100%
Marjin Laba Kotor 48,3% 12,0% 59,3% 32,4%
Marjin EBITDA 42,9% 8,2% 9,7% 20,7%
*termasuk laba dari JO Rp4 miliar
1H25 Segmen Bisnis
(dalam miliar rupiah) Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan 338,7 1.700,5 220,9 2.117,2
Persentase segmen 15% 75% 10% 100%
Laba Kotor 147,4 183,8 110,4 441,8
Persentase segmen 33% 42% 25% 100%
EBITDA 49,0 124,1* -54,1 106,0
Persentase segmen 41% 104% -45% 100%
Marjin Laba Kotor 43,5% 10,8% 50,0% 20,8%
Marjin EBITDA 14,5% 7,3% -25,1% 5,0%
*termasuk laba dari JO Rp1,6 miliar
2
Page 3
Properti
• Segmen properti SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp1.267,0 miliar pada Semester I
2026, meningkat 274,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja yang solid ini ditopang oleh
pengakuan penjualan akuntansi (accounting sales recognition) yang kuat mencapai 64,7
hektare senilai Rp1.075,9 miliar dari dua proyek andalan Perseroan, yakni Subang Smartpolitan
dan Suryacipta City of Industry Karawang.
• Pada Semester I 2026, PT Suryacipta Swadaya (SCS) mencatat penjualan pemasaran
(marketing sales) lahan industri seluas 9,4 hektare dengan nilai Rp195,9 miliar. Perlambatan
penjualan pada Semester I 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di
Timur Tengah yang menyebabkan perusahaan-perusahaan global menunda keputusan
investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI).
• Hingga Semester I 2026, backlog penjualan lahan SCS tercatat sebesar Rp84,3 miliar, yang
mewakili penjualan lahan seluas 4,1 hektare.
Konstruksi
• PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), unit usaha konstruksi SSIA, membukukan pendapatan
konsolidasian sebesar Rp1.704,9 miliar pada Semester I 2026, relatif stabil dibandingkan
Rp1.704,4 miliar pada Semester I 2025. Di tengah pendapatan yang stabil, NRCA berhasil
mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 21,5% menjadi Rp93,0 miliar.
• NRCA memperoleh kontrak baru senilai Rp1.370,9 miliar pada Semester I 2026, turun 3,8%
dibandingkan Rp1.425,5 miliar pada Semester I 2025.
• Proyek-proyek utama yang diperoleh pada Semester I 2026 meliputi Pabrik Pou Chen
Pekalongan, Lampung City Mall Tahap 2, New Malio Hotel Hayam Wuruk Jakarta, Rumah Sakit
Saint Carolus Gading Serpong, Little Sun School Surabaya, Grha Baramulti Jakarta, Blue Coral
Resort Gili Trawangan, Lombok Utara, serta Oakwood Jimbaran Villas & Residence Bali.
Perhotelan
• Unit usaha perhotelan SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp471,1 miliar pada Semester
I 2026, meningkat 113,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama
didorong oleh implementasi konsep all-inclusive di Paradisus by Meliá Bali serta peningkatan
Average Room Rate (ARR) di seluruh jaringan hotel Perseroan.
• Gran Meliá Jakarta (GMJ) mencatat tingkat okupansi sebesar 37,8% pada Semester I 2026,
dibandingkan 40,2% pada Semester I 2025. Sementara itu, ARR meningkat menjadi Rp1,461
juta, dari Rp1,331 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tingkat
okupansi dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket pesawat dan sedikit berkurangnya aktivitas
MICE pada Kuartal II 2026.
• Umana Bali, LXR Hotels & Resorts mencatat tingkat okupansi sebesar 46,8% pada Semester I
2026, sedikit lebih rendah dibandingkan 47,8% pada Semester I 2025 akibat rendahnya tingkat
hunian pada kuartal pertama sebelum mengalami perbaikan pada kuartal kedua. Namun
demikian, ARR meningkat menjadi Rp9,965 juta, dibandingkan Rp9,120 juta pada Semester I
2025.
• Paradisus by Meliá Bali mencatat tingkat okupansi yang kuat sebesar 44,3% pada Semester I
2026. Angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kapasitas penuh hotel sebanyak 492
kamar, mengingat selama periode soft opening hotel secara bertahap menambah jumlah
kamar yang tersedia sejak Februari hingga Mei. ARR hotel mencapai Rp3,338 juta, melampaui
capaian tahun 2024 sebesar Rp2,468 juta. Perseroan menargetkan paket all-inclusive dapat
berkontribusi sebesar 50% dari total tamu pada akhir tahun.
• BATIQA Hotels, yang terdiri dari tujuh hotel, mencatat tingkat okupansi sebesar 71,0% dan ARR
sebesar Rp456.386 pada Semester I 2026, dibandingkan ARR Rp384.498 dan tingkat okupansi
68,9% pada Semester I 2025. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh bertambahnya
tamu yang menginap dalam jangka panjang di beberapa hotel BATIQA serta pergeseran alokasi
anggaran perjalanan wisatawan domestik dari perjalanan ke luar negeri menjadi perjalanan di
3
Page 4
dalam negeri.
• Platform digital SSIA, Travelio.com, merupakan perusahaan penyewaan properti daring yang
menyediakan layanan sewa apartemen dan rumah untuk jangka pendek, menengah, maupun
panjang di 15 kota utama di Indonesia. Travelio didukung oleh sejumlah investor, termasuk
Pavilion Capital milik Temasek Holdings (Singapura), Mirae Asset, Samsung Ventures, dan Gobi
Partners. Pada Semester I 2026, Travelio mencatat pertumbuhan Gross Merchandise Value
(GMV) sekitar 10% secara tahunan dan menargetkan pertumbuhan sekitar 11% hingga akhir
2026. Sebagai platform pengelolaan hunian pribadi terbesar di Indonesia, Travelio secara
eksklusif mengelola 16.241 unit apartemen pada Semester I 2026 dan ditargetkan meningkat
menjadi lebih dari 16.800 unit pada akhir tahun.
###
Tentang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
SSIA, sebelumnya dikenal sebagai PT Multi Investments Limited, didirikan pada tanggal 15 Juni 1971. Nama
perusahaan kemudian diubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun 1995. Bisnis utama SSIA
adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi, dan perhotelan.
Portofolio investasi SSIA sangat beragam, termasuk Suryacipta City of Industry, Subang Smartpolitan, Edenhaus
Simatupang, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali sebagai SSI Tower), Hotel Gran Melia Jakarta,
Paradisus by Melia Bali, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, dan Hotel BATIQA.
Dalam lebih dari 50 tahun berkecimpung dalam bisnis ini, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi mereknya
sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia. Menandai tonggak sejarah sebagai perusahaan
terkemuka, SSIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan publik pada tanggal
27 Maret 1997. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.suryainternusa.com.
###
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Erlin Budiman
VP of Investor Relations & Corporate Communications
ir@suryainternusa.com
Office: +62215262121
4
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Suryacipta Swadaya
p.3
unresolved
org
PT Multi Investments Limited
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.