Back to announcement
20260112_BEKS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32019069_lamp1.pdf
Other Text extracted BEKSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1 OCR 0.952
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN No. 037/SPH-HI/BB/1/2026 Serang, 8 Januari 2026 Kepada Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building Tower I, Lt.6 Jl Jenderal Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190 U.p. Yth. Ibu Vera Florida Kadiv Penilaian Perusahaan 1 Perihal : Tanggapan atas Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-14487/BEI.PP1/12-2025 Dengan hormat, Menunjuk Surat dari PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-14487/BEI.PP1/12-2025 tanggal 23 Desember 2025 perihal Permintaan Penjelasan, serta menyambung surat PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk No. 610/SPH-HI/BB/XII/2025 tanggal 30 Desember 2025 perihal Tanggapan atas Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-14487/BEI.PP1/12-2025. Terkait hal tersebut bersama ini kami sampaikan penjelasan atas beberapa pertanyaan PT Bursa Efek Indonesia sebagai berikut : 1. Pertanyaan : Berdasarkan laporan laba rugi Perseroan pada 30 September 2025, laporan yang dibuat Perseroan menggunakan periode 9 bulan yaitu 30 September 2025. Namun, Perseroan menyajikan periode sebelumnya menggunakan periode 12 bulan yaitu 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023. Berdasarkan pemantauan Bursa, hal yang sama juga terjadi pada LKTW I dan LKTW II dlimana Perseroan menggunakan periode 3 bulan yaitu 31 Maret 2025 dengan komparasi menggunakan periode 12 bulan yaitu 31 Desember 2024 dan periode 6 bulan yaitu 30 Juni 2025 dengan komparasi periode 12 bulan yaitu 31 Desember 2024. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Dasar pertimbangan Perseroan menyajikan laporan laba rugi interim periode 9 bulan (30 September 2025) dengan komparasi 12 bulan (31 Desember 2024 dan 2023), yang tidak sebanding secara periode? b. Mengapa pada LKTW | (31 Maret 2025) dan LKTW II (30 Juni 2025) Perseroan juga menggunakan komparasi 12 bulan 31 Desember 2024, bukan periode interim yang dapat diperbandingkan. Cc. Agar dijelaskan kesesuaian periode laporan laba rugi tersebut dengan PSAK 234 Laporan Keuangan Interim. Jawab : Periode Pelaporan Interim dan Kesesuaian dengan PSAK 234 a. Dasar pertimbangan penyajian laporan laba rugi interim 9 bulan dengan komparasi 12 bulan: Laporan Laba Rugi yang diunggah di website Bank Banten telah sesuai PSAK 234 karena informasi inti telah disajikan dengan pembanding periode interim yang setara (9 bulan vs 9 bulan). Ketidaksesuaian hanya terdapat pada Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), namun Perseroan menyadari pentingnya penyajian yang sebanding. Ke depan, Perseroan akan menyajikan angka perbandingan interim yang sebanding (periode x bulan tahun sebelumnya) sesuai prinsip keterbandingan. Prioritas utama adalah memastikan bahwa untuk periode-periode interim ke depan, tidak lagi terjadi pemisahan antara laporan inti Kantor Pusat Grha Bank Banten Jl. Veteran No. 04, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Provinsi Banten -42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Page 2 OCR 0.941
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAN BANTEN yang sudah sesuai PSAK 234 dengan CaLK yang belum sesuai. Kami pastikan proses penyusunan ke depan sudah memiliki checklist yang mencegah terulangnya kejadian serupa. b. Alasan penggunaan komparasi 12 bulan pada LKTW | dan Il: Alasan penggunaan komparasi 12 bulan pada LKTW I dan II sejalan dengan dasar pertimbangan pada poin a. Cc. Kesesuaian dengan PSAK 234: i. Berdasarkan hasil verifikasi, Laporan Keuangan Interim yang telah diunggah di website resmi Bank Banten pada dasarnya telah memenuhi prinsip utama PSAK 234. Laporan Laba Rugi (contoh: 9 bulan hingga 30 September 2025) telah disajikan dengan membandingkannya pada periode interim yang setara tahun sebelumnya (contoh: 9 bulan hingga 30 September 2024). Ii. Penyajian ini telah mematuhi prinsip keterbandingan (comparability) yang menjadi esensi PSAK 234, sehingga pengguna laporan dapat menganalisis tren kinerja dan posisi keuangan secara lebih akurat dan relevan. iii. Ketidaksesuaian terbatas hanya pada sebagian penyajian dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Kondisi ini terjadi karena dalam penyusunan rincian dan tabel pendukung di CaLK, secara teknis masih mengacu pada template yang menggunakan posisi akhir tahun sebelumnya (31 Desember 2024) sebagai pembanding untuk beberapa akun, alih-alih posisi interim yang setara (30 September 2024). Perseroan berkomitmen untuk menyempurnakan penyajian CALK pada periode pelaporan interim berikutnya, dengan memastikan seluruh tabel dan narasi komparatif juga menggunakan periode pembanding interim yang setara, sehingga mencapai kesesuaian 1009 secara keseluruhan. 2. Pertanyaan : Merujuk pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 10 Kredit bagian (b) berdasarkan Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas Bank Indonesia, terdapat peningkatan signifikan pada pembiayaan rumah di 30 September 2025 sebesar Rp888,38 miliar atau sebesar 2908944 apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2024. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Faktor apa yang mendorong peningkatan signifikan pembiayaan rumah sebesar Rp388,38 miliar atau setara dengan 290894 apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2024. b. Profilrisiko (kolektibilitas, tenor, agunan) pembiayaan rumah tersebut? c. Apakah terdapat konsentrasi kredit pada segmen atau debitur tertentu? Jawab : Peningkatan Signifikan Pembiayaan Rumah a. Faktor peningkatan pembiayaan rumah sebesar Rp888,38 miliar (29.08994): Berdasarkan tabel di bawah, peningkatan nominal pembiayaan rumah sebesar Rp888,38 miliar (setara dengan 29.08994) terutama disebabkan oleh perubahan klasifikasi atau pemetaan ulang (mapping) metadata sektor ekonomi (sekom) pada tahun 2025, bukan semata-mata berasal dari pertumbuhan pembiayaan baru. Kantor Pusat Grha Bank Banten Jl. Veteran No. 04, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Provinsi Banten -42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Page 3 OCR 0.890
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN 2021 2025 Sokom Pembiayaan RumahlPembiayaan Rumah como - 268.081.528 558.708.451 00120 - 600.372.029 463.681.793 00130 - 670.081.779 W.7ro.rat oc121o - 1.050.720.093 944.722.886 001220 - 63.672.530 59.638.132 c0a120 618.885.424 - 581.352.234 coe17o 327.139.827 - 307.837.032 oo4180 201.339.816 - 192.718.980 ooa19o | B01.a53161e5a - | moore.osa1 o0es00 | 7e.228102420 - 88.641.057.639 002900 | - ba 422.523.108 (Grand Total | 267508629373| Soss.coeso| 801.425.104315 Pada tahun 2024, kategori Pembiayaan Rumah hanya mencakup 5 sekom. Seiring dengan penyempurnaan sistem pelaporan dan pemetaan metadata di tahun 2025, cakupan sekom dalam kategori tersebut diperluas menjadi 11 sekom. Hal ini mengakibatkan sejumlah pos pembiayaan yang sebelumnya dilaporkan di bawah kategori "Lain-lain" pada tahun 2024, dialihkan dan dikonsolidasikan ke dalam kategori "Pembiayaan Rumah" pada tahun 2025. Dengan demikian, peningkatan yang signifikan tersebut secara substansial mencerminkan perubahan klasifikasi dan perluasan cakupan pelaporan, yang memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan terpadu mengenai portofolio pembiayaan rumah pada periode pelaporan 2025. Profil risiko pembiayaan rumah: i. Perluasan cakupan sektor ekonomi (sekom) dalam kategori Pembiayaan Rumah dari 5 menjadi 11 sekom mengubah komposisi portofolio pembiayaan rumah itu sendiri, meskipun porsinya relatif kecil (sekitar 0,024 dari total kredit Bank yang mencapai Rp4.447 triliun). ii. Dengan outstanding sebesar Rp891,43 miliar dan rata-rata tenor 8 tahun, karakteristik utama portofolio ini adalah: 1) Kualitas Kredit yang Baik: Sebesar 93,0796 dari outstanding pembiayaan rumah termasuk dalam kolektibilitas 1 (lancar), menunjukkan performa pembayaran yang sehat hingga saat ini. 2) Risiko Jangka Panjang: Tenor rata-rata yang panjang (8 tahun) memerlukan ketahanan analisis kelayakan debitur dan penilaian agunan terhadap siklus ekonomi di masa depan. 3) Perluasan Risiko Spesifik Sektor: Penambahan 6 sekom baru memperkenalkan karakteristik risiko baru yang perlu dipahami dan dipantau secara terpisah. Implikasi terhadap manajemen risiko adalah perlunya pemantauan yang lebih granular terhadap performa per sekom dan penilaian kecukupan penyisihan kerugian (CKPN) dengan mempertimbangkan profil risiko yang lebih beragam, meskipun dampaknya terhadap profil risiko keseluruhan Bank tidak signifikan mengingat porsinya yang kecil. Konsentrasi kredit: Tidak terdapat konsentrasi signifikan pada segmen atau debitur tertentu. Portofolio tersebar dengan debitur terbesar di bawah 54 dari total pembiayaan rumah. Kantor Pusat Grha Bank Banten Jl. Veteran No, 04, Cipare, Kec, Serang, Kota Serang Provinsi Banten - 42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Page 4 OCR 0.896
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN 3. Pertanyaan : Berdasarkan CALK 10 kredit bagian (m), Rasio Non-Performing Loan (NPL) Perseroan secara bruto pada 30 September 2025 adalah sebesar 5,539. Namun, besaran NPL neto Perseroan adalah sebesar 1,7296. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Penjelasan atas perbedaan signifikan antara NPL bruto 5,5396 dan NPL neto 1,7296 per 30 September 2025. b. Kebijakan dan asumsi utama apa yang digunakan Perseroan dalam pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)? c. Strategi Perseroan untuk menurunkan NPL bruto ke depan? Jawab : Perbedaan NPL Bruto dan Neto serta Kebijakan CKPN a. Perbedaan NPL bruto (5,5396) dan neto (1,7296): Perbedaan disebabkan oleh cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang telah dibentuk sebesar Rp169,71 miliar, yang mengurangi NPL bruto menjadi NPL neto. Cadangan ini mencerminkan estimasi kerugian berdasarkan penilaian kolektibilitas. ae | 1 2.056163.144.515 2na2aannsr3 | 2 145.192 608.250 72102042 | II 3 4.612.518.148 820.938.223 | | a 15:094.357.215 Tns.002.a25 | s 226.425.718.880 161.695.208.785 | | rotat AAA7AR2427.12 201.205.480.550 NPL OS 245.06.374.205.20 | NPL CPKN 169.71.230.436.84 Coveraga Gnar: NPL Gross S5ax NPL Not 1721| b. Kebijakan dan asumsi pembentukan CKPN: CKPN dibentuk berdasarkan PSAK 71, dengan asumsi probability of default (PD), loss given default (LGD), dan exposure at default (EAD). Perseroan menggunakan model internal (regresi linier berganda) dan melakukan review secara triwulanan. Cc. Strategi penurunan NPL bruto: Strategi meliputi: restrukturisasi kredit bermasalah, intensifikasi penagihan, penguatan analisis kredit, dan optimalisasi pengelolaan agunan serta optimalisasi ekspansi bisnis / pertumbuhan kredit 4. Pertanyaan : Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Perseroan memiliki saldo efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) sebesar Rp1,14 triliun atau sebesar 12,074 dari keseluruhan aset Perseroan. Perseroan tidak memiliki saldo akun reverse repo pada periode 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 dan tidak terdapat catatan atas laporan keuangan lebih lanjut yang menjelaskan terkait dengan transaksi tersebut. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Latar belakang dan tujuan Perseroan melakukan transaksi (reverse repo) dengan nilai material tersebut? b. Dengan pihak mana transaksi reverse repo dilakukan dan bagaimana kualitas kredit lawan transaksi? €. Mengapa tidak terdapat pengungkapan rinci terkait transaksi reverse repo dalam CALK? Kantor Pusat Grha Bank Banten JI. Veteran No. 04, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Provinsi Banten - 42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Page 5 OCR 0.948
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN d. Apakah transaksi reverse repo tersebut bersifat jangka pendek (liguidity management) atau memiliki tujuan investasi tertentu? Jawab: Transaksi Reverse Repo Rp1,14 Triliun a. Latar belakang dan tujuan transaksi reverse repo: Transaksi reverse repo dilakukan untuk mengoptimalkan likuiditas dengan imbal hasil yang kompetitif, sekaligus menjaga kualitas aset. Transaksi bersifat jangka pendek dan digunakan sebagai instrumen manajemen likuiditas. b. Pihak lawan transaksi dan kualitas kredit: Transaksi dilakukan dengan bank dan institusi keuangan terpercaya (rating minimal BBB). Kualitas kredit lawan transaksi dipantau secara berkala. c. Alasan tidak ada pengungkapan rinci dalam CALK: Transaksi reverse repo dianggap sebagai bagian dari kegiatan treasury biasa dan telah diungkapkan dalam pos efek yang dibeli dengan janji dijual kembali. Namun, Perseroan akan meningkatkan pengungkapan detail transaksi material ke depan. d. Jangka waktu dan tujuan: Transaksi bersifat jangka pendek (« 3 bulan) dan murni untuk tujuan liguidity management. 5. Pertanyaan : Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan pada 30 September 2025, saldo akun simpanan dari nasabah pihak berelasi mengalami peningkatan sebesar Rp618,60 miliar atau sebesar 13496 apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Berdasarkan CALK 17 simpanan dari nasabah, saldo simpanan nasabah pihak berelasi didominasi oleh giro sebesar Rp1,05 triliun. Berdasarkan CALK 32 transaksi pihak-pihak berelasi, terdapat tiga pihak berelasi yang memiliki transaksi dengan Perseroan sehubungan dengan giro yaitu Pemerintah Provinsi Banten, PD BPR Serang, dan Direksi, Komisaris dan penjabat eksekutif. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Faktor apa yang menyebabkan peningkatan signifikan simpanan pihak berelasi pada periode pelaporan? Apakah terdapat kesepakatan khusus terkait penempatan dana pihak berelasi tersebut? c. Apakah transaksi simpanan pihak berelasi tersebut telah memenuhi prinsip arm's-length? d. Bagaimana mekanisme Perseroan dalam mengelola potensi benturan kepentingan terkait simpanan Direksi, Komisaris, dan Pejabat Eksekutif? e. Apakah terdapat kebijakan khusus yang membedakan perlakuan terhadap simpanan manajemen dibandingkan nasabah umum? Jawab : Peningkatan Simpanan Pihak Berelasi a. Faktor peningkatan simpanan pihak berelasi: Peningkatan disebabkan oleh penempatan dana operasional Pemerintah Provinsi Banten dan entitas terkait lainnya, seiring dengan peningkatan aktivitas pembangunan daerah. b. Kesepakatan khusus penempatan dana: Tidak ada kesepakatan khusus. Penempatan dilakukan berdasarkan suku bunga pasar dan ketentuan produk simpanan biasa. c. Prinsip arm's-length: Transaksi dilakukan dengan prinsip arm's-length, sesuai kebijakan transaksi pihak berelasi Perseroan. d. Mekanisme pengelolaan benturan kepentingan: Transaksi dengan Direksi/Komisaris/Pejabat Eksekutif tunduk pada persetujuan batasan limit yang ditetapkan. e. Kebijakan khusus untuk simpanan manajemen: Kantor Pusat Grha Bank Banten JI. Veteran No, 04, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Provinsi Banten -42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Page 6 OCR 0.948
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN Tidak ada perlakuan dhusus. Simpanan manajemen diperlakukan sama dengan nasabah umum. 6. Pertanyaan : Merujuk pada laporan keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Perseroan memiliki saldo defisit sebesar Rp2,28 triliun. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Faktor yang menjadi penyebab utama akumulasi defisit Perseroan hingga saat ini. b. Langkah strategis apa yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk memperbaiki kondisi permodalan dan mengurangi defisit? c. Apakah Perseroan telah melakukan penilaian going concern terkait kondisi defisit Perseroan? Jawab : Defisit Rp2,28 Triliun a. Penyebab akumulasi defisit: Defisit terutama disebabkan oleh kerugian operasional yang terakumulasi pada tahun- tahun sebelumnya, serta penyisihan CKPN yang signifikan. b. Langkah strategis perbaikan permodalan: Langkah termasuk: peningkatan efisiensi operasional, fokus pada segmen yang profitable, dan opsi penambahan modal melalui rights issue atau strategic investor. Cc. Penilaian going concern: Perseroan telah melakukan penilaian going concern dan menyimpulkan bahwa dengan rencana perbaikan dan dukungan pemegang saham, Perseroan dapat melanjutkan operasi 7. Pertanyaan : Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan pada 30 September 2025, Perseroan memiliki saldo akun biaya dibayar dimuka sebesar Rp826,38 miliar atau sebesar 8,746 dari keseluruhan aset Perseroan. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Komponen utama apa saja yang membentuk saldo biaya dibayar dimuka tersebut? b. Apakah saldo biaya dibayar dimuka tersebut terkonsentrasi pada pihak atau vendor tertentu? Cc. Apakah terdapat biaya dibayar dimuka yang berisiko tidak terealisasi manfaat ekonominya. Jawab : Biaya Dibayar Dimuka Rp826,38 Miliar a. Komponen utama biaya dibayar dimuka: Komponen meliputi: sewa, pemeliharaan Gedung, premi asuransi, dan biaya lisensi perangkat lunak, b. Konsentrasi pada pihak tertentu: Tidak terkonsentrasi pada pihak tertentu. Penyebaran vendor sesuai dengan kebutuhan operasional. c. Risiko ketidakrealisasian manfaat ekonomi: Manajemen menilai seluruh biaya dibayar dimuka akan memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Tidak ada indikasi impairment signifikan. 8. Pertanyaan : Pada 30 September 2025, Perseroan mencatat aset pajak tangguhan sebesar Rp350,24 miliar, dengan nilai yang tidak berubah dibandingkan 31 Desember 2024. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Komponen utama pembentuk aset pajak tangguhan Perseroan. Kantor Pusat Grha Bank Banten Jl. Veteran No. 04, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Provinsi Banten - 42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Page 7 OCR 0.950
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN b. Mengapa saldo aset pajak tangguhan tidak mengalami perubahan dari 31 Desember 2024 hingga 30 September 2025? C. Dasar apa yang digunakan manajemen untuk menyimpulkan bahwa aset pajak tangguhan tersebut probable dapat dimanfaatkan? d. Apakah Perseroan telah melakukan uji recoverability aset pajak tangguhan sesuai dengan standar yang berlaku? e. Apakah terdapat indikasi overstatement pada pencatatan aset pajak tangguhan? Jawab: Aset Pajak Tangguhan Rp350,24 Miliar a. Komponen utama aset pajak tangguhan Terdiri dari penyisihan CKPN, kompensasi kerugian fiskal, dan perbedaan temporer lainnya. b. Alasan saldo tidak berubah: Tidak terjadi perubahan signifikan dalam perbedaan temporer selama periode tersebut. Cc. Dasar kepastian pemanfaatan aset pajak tangguhan: Manajemen memproyeksikan laba fiskal di masa depan berdasarkan rencana bisnis yang feasible. d. Uji recoverability: Uji recoverability dilakukan setiap periode pelaporan sesuai PSAK 46 (revisi 2020). e. Indikasi overstatement: Tidak terdapat indikasi overstatement. Aset pajak tangguhan dicatat berdasarkan estimasi yang prudent. 9. Pertanyaan : Berdasarkan laporan laba rugi Perseroan pada 30 September 2025, Perseroan memiliki laba bersih sebesar Rp10,70 miliar, kerugian aktuarial sebesar Rp9,14 miliar dan keuntungan atas perubahan nilai wajar dari efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual - bersih sebesar Rp526 juta. Namun, berdasarkan laporan laba rugi Perseroan, jumlah laba komprehensif Perseroan adalah sebesar Rp19,32 miliar dengan detail sebagai berikut: Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Alasan mengapa kerugian aktuarial justru menambah jumlah laba komprehensif Perseroan? Apakah terdapat kesalahan pada penjumlahan? b. Penyebab pembukuan kerugian aktuarial sebesar Rp9,14 miliar pada periode ini? Jawab : Laba Komprehensif dan Kerugian Aktuarial a. Alasan kerugian aktuarial menambah laba komprehensif: Terdapat kesalahan penulisan pada tabel. Kerugian aktuarial seharusnya mengurangi laba komprehensif. Koreksi telah dilakukan dan akan diungkapkan dalam laporan periode berikutnya. b. Penyebab kerugian aktuarial Rp9,14 miliar: Kerugian aktuarial berasal dari perubahan asumsi demografi dan finansial dalam program manfaat pasti (defined benefit plan) terkait imbalan paska kerja. 10. Pertanyaan : Merujuk laporan arus kas Perseroan pada 30 September 2025, Perseroan tidak mencatatkan adanya arus kas pendanaan pada 30 September 2025 maupun periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2024. Agar dijelaskan sebagai berikut: a. Agar dikonfirmasi bahwa tidak terdapat arus kas pendanaan pada periode 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. b. Apabila tidak terdapat arus kas pendanaan, mohon penjelasan mengenai sumber pendanaan operasional Perseroan. Kantor Pusat Grha Bank Banten Jl. Veteran No. 04, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Provinsi Banten - 42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Page 8 OCR 0.931
bankbanten BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN Jawab : Tidak Ada Arus Kas Pendanaan a. Konfirmasi tidak ada arus kas pendanaan: Benar, tidak terdapat arus kas pendanaan pada periode 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. b. Sumber pendanaan operasional: Sumber pendanaan berasal dari: aktivitas operasi (arus kas operasi positif), kredit, penempatan likuiditas jangka pendek, dan simpanan nasabah. 11. Pertanyaan : Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada). Jawab: Perseroan masih mengkaji terkait rencana tindakan korporasi. Untuk pelaksanaan aksi korporasi (jika ada) Perseroan akan senantiasa memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 12. Pertanyaan : Apakah terdapat rencana pemegang saham pengendali terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan? Jawab : Hingga tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa ini disampaikan, tidak terdapat rencana pemegang saham pengendali terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan 13. Pertanyaan : Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan. Jawab : Tidak terdapat informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik sebagaimana hal-hal yang disyaratkan dalam POJK No. 31/POJK.04/2015. Demikian disampaikan, atas perhatian dan perkenannya kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Bank,Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk Ku) d Nan ' Ferdy Ardian PURBAN BASUKI Corporate Secretary Kepala Divisi Perencanaan Akuntansi & Keuangan Tembusan Yth. 1 2. Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk Kantor Pusat Grha Bank Banten JI. Veteran No. 04, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Provinsi Banten - 42117 Telp 0254-7914966 www.bankbanten.co.id
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
person
Vera Florida Kadiv Penilaian
p.1
unresolved
org
Bank Banten
p.1 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.2
unresolved
org
Bank Banten JI. Veteran
p.4 ×3
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Banten
p.5 ×2
unresolved
person
' Ferdy Ardian PURBAN BASUKI
· Corporate Secretary Kepala Divisi Perencanaan Akuntansi & Keuangan
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.