Back to announcement
20260112_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_32019051_lamp1.pdf
Other Text extracted PSABSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2025/I/001 tanggal 12 Januari 2026
Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan IV Tahun 2025
Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan Oktober, November dan Desember
(“Triwulan IV”) tahun 2025:
1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.
1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
Exploration.
1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi dilakukan di area
Upper Tobayagan, Main Ridge dan area di sekitarnya, dimana kegiatan yang
dilakukan adalah melanjutkan kegiatan pengeboran, kegiatan survey geofisika dan
melakukan kegiatan pemetaan geologi. Selain itu, dilakukan juga kegiatan analisa
spektral SWIR analisis dan XRF analisis pada contoh batuan hasil pengumpulan
dari program pemetaan geologi dan pengeboran. Seluruh kegiatan eksplorasi yang
dilakukan bertujuan untuk mencari area baru dan potensi penambahan sumber
daya.
Seperti yang telah disampaikan dalam laporan eksplorasi sebelumnya, metode
geologi yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa
geokimia bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan
menggunakan metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana
metode tersebut bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk
Page 1 of 5
Page 2
menafsirkan kondisi geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi
target pengeboran.
1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
Sampai dengan periode Triwulan IV tahun 2025, sebanyak 126 lubang pengeboran
telah diselesaikan dan sebanyak 4 lubang masih dalam proses pengeboran, dengan
total kedalaman pengeboran adalah 23.146,60 meter. Selain itu, pada periode ini
kegiatan pemetaan permukaan geologi juga dilakukan untuk menilai
keterhubungan zona alterasi dan mineralisasi di antara zona Upper Tobayagan dan
Magazine. Hasil pemetaan mengidentifikasi distribusi permukaan yang berkisar
dari alterasi argilik hingga batuan segar dengan mineralisasi minor.
Kegiatan survey geofisika masih dilanjutkan pada periode ini, dimana sampai
dengan akhir periode Triwulan IV ini, kegiatan survey Induced Polarization (IP)
Dipole–Dipole dengan jarak dipol 100 meter telah menyelesaikan kemajuan sekitar
90% dari jalur survey yang direncanakan untuk tahun 2025. Akuisisi data selama
bulan November dilakukan di area Villa–North Villa dan diperluas menuju Osela.
Penggunaan jarak dipol 100 meter dimaksudkan untuk mencapai penetrasi
kedalaman yang lebih besar dibandingkan konfigurasi sebelumnya yang berjarak
50 meter. Hal ini memberikan kemampuan yang lebih baik untuk memetakan
kontinuitas vertikal zona mineralisasi.
Salah satu hasil kegiatan pengeboran yang paling signifikan pada periode ini
berasal dari program pengeboran di Main Ridge bagian utara, yang
mengindikasikan adanya ekstensi zona mineralisasi ke arah timur sejauh 150-200
meter dan secara kedalaman masih cukup dangkal dari topografi saat ini. Zona
ekstensi mineralisasi pada lubang bor MRD1897 teridentifikasi sepanjang total
37,6 meter dan berada pada kedalaman relatif dangkal. Zona ini terbagi menjadi
dua interval mineralisasi. Interval pertama memiliki ketebalan 33,30 meter dengan
kadar 0,15 g/t AuFA dan 0,12 g/t AuCN, berasosiasi dengan tuf andesitik yang
mengalami alterasi silika masif serta tingkat oksidasi dari teroksidasi kuat hingga
sempurna. Interval kedua memiliki ketebalan 4,30 meter dengan kadar 0,10 g/t
AuFA dan 0,10 g/t AuCN, berasosiasi dengan breksi monomik yang mengalami
alterasi argilik lanjut dan teroksidasi sempurna.
Selanjutnya, zona ekstensi mineralisasi pada MRD1897 terkonfirmasi menerus ke
arah utara melalui lubang bor BBD1911. Secara geologi, zona mineralisasi pada
lubang bor BBD1911 dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu zona mineralisasi
dangkal dan zona mineralisasi pada kedalaman yang lebih besar. Salah satu hasil
Page 2 of 5
Page 3
signifikan pada zona ekstensi mineralisasi bagian atas menunjukkan interval assay
sepanjang 15,40 meter dengan kadar emas 0,1g/t Au. Mineralisasi ini berasosiasi
dengan litologi tuf andesitik yang mengalami alterasi silika masif serta tingkat
oksidasi yang kuat (strongly oxidized). Selain itu, di area pit Main Ridge bagian
tengah menunjukkan hasil yang positif, dimana lubang bor MRD1919 berhasil
mendelineasi ekstensi mineralisasi pada bagian feeder Main Ridge Tengah.
Kegiatan jaminan dan kontrol kualitas contoh batuan masih tetap dilakukan dengan
memberikan contoh kosong, contoh material tersertifikasi dan contoh batuan
duplikat lapangan dan sejauh ini hasilnya masih dalam batas toleransi yang dapat
diterima.
1.5. Rencana Tindak Lanjut
Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan I tahun 2026 adalah sebagai
berikut:
Melanjutkan kegiatan pengeboran sela di area Main Ridge dan Upper Tobayagan.
Melakukan pengeboran di area Durian untuk mendelineasi target yang lebih
dalam.
Melanjutkan kegiatan survey geofisika dan membangun model geofisika.
Melanjutkan peningkatan fasilitas coreshed untuk menambah area
penyimpanan batuan inti lubang bor tahun 2026 dan program skeletonize
sebagai prioritas kedua.
1.6. Biaya Eksplorasi
Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan IV tahun 2025 adalah
sebesar USD1.059.333.
Page 3 of 5
Page 4
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.
2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
karyawan harian lepas dari PT Tribers.
2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan
adalah melakukan studi tentang potensi limestone (batu gamping) di Proyek Doup.
2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2025 ini, tim eksplorasi melakukan studi desktop,
mengumpulkan sample, melakukan analisis laboratorium untuk CaCO3, me-review
klasifikasi unit batu gamping dan model karbonat. Kegiatan eksplorasi tersebut
dilakukan karena ketersediaan sumber batu gamping dengan kualitas yang baik
akan mempunyai peran yang penting saat Proyek Doup beroperasi. Batu gamping
dan batuan karbonat yang secara umum terdapat pada area Benteng adalah
sebagai grup dari lithologi Benteng Clastic Limestone (“BCLs”) dan batu gamping
hadir melensa sebagai perlapisan unit dengan tebal kurang dari 1 meter hingga 5
meter. Dari data drilling, perpotongan unit batu gamping pada batuan BCLs hanya
4%, dimana batu gamping ini adalah unit yang kecil dalam grup BCLs.
Hasil dari studi desktop mengkonfirmasi bahwa batu gamping formasi BCLs di
Proyek Doup lebih kecil dari yang diharapkan, yaitu hanya 8% dari volume BCLs,
melensa dan berlapis. Selain itu, telah teridentifikasi beberapa daerah prospek
untuk potensial batu gamping, dengan hasil awal dari pXRF menunjukan
kandungan CaCO3 >70%, Silika <2% yang terbentuk di batu gamping yang
diklasifikasikan sebagai packstone, floatstone dan rudstone. Selain itu, kegiatan
review program pengeboran untuk tahun 2026 juga sudah diselesaikan.
2.5. Rencana Tindak Lanjut
Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan I tahun 2026 adalah melakukan
penyusunan proposal pengeboran tahun 2026 dan melakukan kegiatan persiapan
pengeboran tahun 2026.
Page 4 of 5
Page 5
2.6. Biaya Eksplorasi
Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan IV tahun 2025 adalah sebesar
USD74.018.
Page 5 of 5
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT J Resources Bolaang Mongondow
p.1
unresolved
org
PT Tribers.
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.