Back to announcement
20260112_MARI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32018994_lamp1.pdf
Other Text extracted MARISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
Jakarta, 12 January 2026 Nomor : 001/PTMARI/LGL/I/2026 Kepada Yth: Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lantai 6 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta Selatan 12190, Indonesia Up: Ibu Vera Florida Di tempat Perihal: Jawaban atas surat nomor S-14654/BEI.PP1/12-2025 Dengan hormat, Menjawab surat yang kami terima, berikut adalah penjelasan dari management perseroan terkait pertanyaan yang disampaikan. 1. Merujuk pada Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) nomor 5 mengenai Piutang Usaha, umur piutang usaha baik yang bersifat pihak ketiga maupun pihak berelasi didominasi oleh yang telah jatuh tempo dan lebih dari 365 hari, sebagai berikut:
Page 2
Bursa meminta penjelasan lebih lanjut: a. Apakah terdapat kesulitan dalam kolektabilitas selama ini? Penjelasan Perseroan: Hal ini terjadi sesuai dengan karakteristik dari industri radio penyiaran, dimana industri ini melibatkan rantai pihak yang cukup panjang (dimulai dari brand, ke creatives agency & kemudian ke radio buying) sebelum akhirnya iklan tersebut tayang di media / radio yang dikelola perseroan. Hal itulah yang menyebabkan rata-rata umur piutang yang terjadi di industri ini menjadi relatif lebih panjang ketimbang industri lainnya. Namun demikian manajemen perseroan tetap melakukan upaya yang semaksimal mungkin untuk dapat mengelola piutang ini dengan baik. b. Pihak terkait piutang usaha pihak berelasi dengan umur lebih dari 365 hari. Penjelasan Perseroan: Detail dari akun ini telah disajikan dalam catatan atas laporan keuangan nomor 26 huruf a, sebagai berikut: Dalam hal ini perseroan menerapan kebijakan dan perlakuan yang sama, baik kepada pihak ketiga maupun kepada pihak berelasi. c. Pihak terkait piutang usaha pihak ketiga dengan umur lebih dari 365 hari. Penjelasan Perseroan: Perseroan senantiasa memonitor pergerakan dari akun ini, saat ini hampir seluruh dari piutang tersebut sudah mendapatkan jaminan dari pihak pengiklan, baik dalam bentuk: giro / cek mundur, surat jaminan, dsb.
Page 3
d. Upaya kedepannya untuk memperbaiki kondisi kolektabilitas piutang usaha
Perseroan.
Penjelasan Perseroan:
Ditengah kondisi ini sudah barang tentu, penerapan SOP penagihan yang lebih
baik akan menjadi perhatian perseroan, sehingga diharapkan outstanding
piutangnya menurun.
Saat ini perseroan juga sudah menerapkan pembayaran dimuka bagi klien
barunya, demikian pula dengan seluruh order iklan yang membutuhkan biaya
produksi. Disamping jaminan giro / cek mundur yang sudah diterapkan bagi para
pengiklannya.
2. Merujuk pada CaLK nomor 9 mengenai aset tetap, diketahui bahwa terdapat
pelepasan aset tetap berupa bangunan non permanen per 30 September 2025. Nilai
buku aset tetap tersebut senilai Rp5,35 miliar. Di sisi lain, arus kas masuk pelepasan
aset tetap pada laporan arus kas tercatat senilai Rp11,41 miliar. Dengan demikian,
terdapat selisih berupa keuntungan senilai Rp6,06 miliar. Bursa meminta
penjelasan:
a. Alasan penjualan aset tetap ini.
b. Pihak pembeli aset tetap tersebut.
c. Harga penjualan aset tetap tersebut beserta penentuan harga
Penjelasan Perseroan:
Angka yang disajikan di dalam laporan arus kas mencakup baik aset tetap mapun aset
hak guna yang dimiliki perseroan. Dengan demikian tidak seluruh dari angka yang
muncul dalam laporan arus kas berasal dari pelepasan / penghapusan aset tetap
perseroan.
Namun memang selama periode pelaporan perseroan telah melakukan pelepasan /
penghapusan sebagian dari aset tetapnya, yang berupa bangunan non permanen,
furniture and fixtures.
Pelepasan / penghapusan aset ini terjadi terkait dengan perpindahan kantor dari
salah satu unit usaha yang dikelola oleh perseroan, untuk dijadikan satu lokasi
dengan kantor perseroan. Nilai perolehan dari aset ini adalah Rp 7.892.828.467
Tujuan perseroan untuk melakukan hal ini adalah untuk mengurangi beban sewa
pada tahun-tahun mendatang. Dan meningkatkan koordinasi operasi diantara unit-
unit yang ada di dalam pengendaliannya.
3. Terkait goodwill, pada CaLK nomor 11 hanya tersedia informasi perhitungan
goodwill per periode 31 Desember 2024. Bursa meminta penjelasan:
a. Apakah perhitungan goodwill hanya dilakukan pada periode LK Desember dan
tidak pada periode interim lainnya? Jelaskan.
Page 4
Penjelasan Perseroan:
Sesuai arahan dari pihak Auditor maka perseroan melakukan penilaian secara
berkala, dimana penilaian secara komprehensif akan dilakukan pada setiap akhir
periode tahun buku perseroan.
b. Salah satu asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan nilai goodwill
adalah volume penjualan iklan dan laba bersih. Volume penjualan adalah
estimasi pertumbuhan tahunan selama 17 tahun mendatang. Asumsi ini
didasarkan pada kinerja masa lalu dan ekspektasi manajemen pada
perkembangan pasar. Mengingat bahwa pada periode 31 Desember 2024 dan 30
September 2025 Perseroan membukukan penurunan pendapatan dari iklan dan
juga membukukan rugi bersih, Bursa meminta penjelasan komprehensif atas
potensi penyesuaian nilai goodwill tersebut.
Penjelasan Perseroan
Saat ini perseroan memiliki 2 unit bisnis yaitu, unit bisnis radio dan unit bisnis
digital.
Walaupun selama periode pelaporan terjadi penurunan penjualan, namun untuk
unit usaha yang terkait dengan akun goodwill ini tidak semuanya mengalami
penurunan, bahkan ada unit yang justru mengalami kenaikan penjualan, dan
menjadi penopang performance penjualan perseroan.
Seluruh unit terkait masih memberikan arus kas positif kepada perseroan.
Secara keseluruhan semuanya masih sejalan dengan asumsi-asumsi yang
digunakan oleh perseoran dalam melakukan penilaian atas goodwill.
Namun sekiranya terjadi perubahan kondisi, tentunya perseroan akan melakukan
penyesuaian yang diperlukan, sesuai dengan ketentuan yang ada. Perhitungan
mana juga akan ditelaah lebih lanjut oleh Auditor yang ditunjuk oleh perseroan,
pada laporan auditan mendatang.
4. Terkait dengan CaLK nomor 12 perihal Aset Tak Berwujud, diketahui bahwa
terdapat penurunan nilai podcast sebesar Rp14,85 miliar dan penurunan nilai
aplikasi “Noice” sebesar Rp11,56 miliar dibandingkan periode sebelumnya, dimana
hal ini disebabkan oleh amortisasi, sebagai berikut
Page 5
Bursa meminta penjelasan mengenai dasar perhitungan amortisasi untuk masing- masing aplikasi “Noice” dan Podcast tersebut. Penjelasan Perseroan: Terkait dengan hal ini perseroan menerapkan kebijakan amortisasi selama 12 bulan terhitung dari saat perolehan, terkait dengan nilai perolehan Podcast. Dan kebijakan amortisasi selama 60 bulan terhitung dari saat perolehan, terkait dengan aplikasi NOICE. Dimana keduanya diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus. 5. Terkait dengan obligasi konversi, berdasarkan CaLK no 18 diketahui bahwa asal obligasi konversi ini merupakan perjanjian antara Creative Audio Stream Technology Pte Ltd (CAST), anak usaha PT Mahaka Digital Inovasi (MDI), dengan beberapa pihak untuk menerbitkan Obligasi dengan pokok sebesar USD21,5 juta atau Rp358,62 miliar. Selanjutnya Bursa meminta penjelasan terkait pergerakan antara 31 Desember 2024 ke 30 September 2025 dari sebesar Rp347,48 miliar menjadi Rp358,62 miliar, agar dijelaskan penyebabnya. Apakah dikarenakan pergerakan kurs? Jelaskan. Penjelasan Perseroan: Pergerakan nilai tercatat dari obligasi konversi terjadi karena perubahan kurs mata uang yang terjadi selama periode pelaporan. 6. Pada periode 30 September 2025, Perseroan mulai membukukan utang pihak berelasi pada liabilitas jangka pendek sebesar Rp11,68 milliar. Berdasarkan CaLK nomor 26.c, diketahui bahwa pada bagian jangka pendek, peningkatan utang pihak berelasi berasal dari JIA Investment Capital Terkait hal ini, Bursa meminta penjelasan: a. Sifat hubungan afiliasi antara JIA Investment Capital dengan Perseroan. b. Alasan diperlukannya utang pihak berelasi jangka pendek dari JIA Investment Capital. c. Dimulainya dan jangka waktu utang dari JIA Investment Capital. d. Dasar penentuan nilai utang dari JIA Investment Capital senilai Rp11,68 miliar tersebut. e. Tingkat suku bunga yang harus Perseroan bayarkan kepada JIA Investment Capital. f. Penentuan telah dipenuhinya prinsip arm’s length transaction pada transaksi afiliasi dengan JIA Investment Capital ini. g. Penggunaan dana atas utang dari JIA Investment Capital tersebut. h. Apakah terdapat pembatasan keuangan tertentu dari JIA Investment Capital kepada Perseroan
Page 6
Penjelasan Perseroan: JIA Investment Capital adalah entitas yang sebagian sahamnya dimiliki oleh salah seorang pemegang saham di PT Mahaka Media Tbk, yang mana PT Mahaka Media Tbk sendiri juga merupakan pemegang saham di Perseroan. Pemberian pinjaman yang dilakukan oleh JIA Investment Capital ini terkait dengan kelanjutan dari perjanjian obligasi konversi yang sudah dilakukan sebelumnya. Dimana nantinya keseluruhan dari nilai tersebut akan dikonversi menjadi modal ke dalam salah unit bisnis perseroan. Pinjaman ini sendiri tidak memiliki bunga, dan pembatasan apapun atas aset & operasional perseroan. Tujuan dari pinjaman ini adalah untuk meneruskan ekspansi perseroan di unit digital yang dikelola oleh perseroan. Pinjaman ini dilakukan dalam USD (USD700.000) dan akan senantiasa disajikan sesuai dengan pergerakan nilai mata uang yang terjadi. 7. Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya meningkat mencapai 253,79% dari sebesar Rp371,12 miliar menjadi Rp1,31 miliar. Belum terdapat penjelasan pada CaLK terkait hal ini. Penjelasan Perseroan: Dalam laporan keuangan perseroan angka yang terkait dengan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya adalah sebagai berikut: Dan angka ini terdiri dari transaksi berbagai transaksi antara lain; titipan uang hadiah dari pihak klien, titipan uang membership dari pendengar, dsb. 8. Pada periode 30 September 2025, Perseroan juga membukukan peningkatan utang pihak berelasi jangka panjang. Berdasarkan CaLK nomor 26.c, diketahui pula bahwa peningkatan ini berasal dari PT Gamma Investa Lestari. Terkait hal ini, Bursa meminta penjelasan: a. Sifat hubungan afiliasi antara GIL dengan Perseroan. b. Alasan diperlukannya utang pihak berelasi jangka panjang dari GIL. c. Dimulainya dan jangka waktu utang dari GIL. d. Dasar penentuan nilai utang dari GIL senilai Rp1,646 miliar. e. Penggunaan dana atas utang dari GIL tersebut. f. Apakah terdapat pembatasan keuangan tertentu dari GIL kepada Perseroan
Page 7
Penjelasan Perseroan: PT Gamma Investa Lestari adalah sebuah perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh salah satu pemegang saham perseroan, yang dalam hal ini adalah PT Mahaka Media. Pinjaman ini terjadi dan diterima oleh salah satu unit usaha yang dikelola oleh perseroan dalam rangka modal kerja untuk pelaksanaan suatu proyek bisnis yang sedang dijalankannya. Pinjaman ini memiiki tingkat suku bunga 10% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Maret 2026, dan dapat diperpanjang kembali sesuai dengan kesepakatan para pihak. Tidak terdapat pembatasan apapun terkait dengan pinjaman ini. 9. Terkait dengan Laporan Perubahan Ekuitas, Perseroan membandingkan periode 30 September 2025 dengan 31 Desember 2024, bukan dengan periode 30 September 2024 sebagaimana screenshot berukut: Berdasarkan PSAK 234 tentang Laporan Keuangan Interim., pada paragraf 20 khususnya poin (c) diatur bahwa: Laporan keuangan interim mencakup laporan keuangan (ringkas atau lengkap) untuk periode sebagai berikut: (a) laporan posisi keuangan per akhir periode interim berjalan dan laporan posisi keuangan komparatif per akhir tahun buku terdekat sebelumnya. (b) laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk periode interim berjalan dan secara kumulatif untuk tahun buku berjalan sampai tanggal interim, dengan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain komparatif untuk periode interim yang dapat dibandingkan (periode berjalan dan awal tahun buku sampai tanggal pelaporan) dari tahun buku terdekat sebelumnya. Sebagaimana diizinkan oleh PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan, laporan interim dapat menyajikan untuk setiap periode laporan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain baik digabung maupun dipisah. (c) laporan perubahan ekuitas secara kumulatif untuk tahun buku berjalan sampai dengan tanggal interim, dengan laporan perubahan ekuitas komparatif untuk periode awal tahun buku sampai tanggal pelaporan interim dari tahun buku terdekat sebelumnya.
Page 8
(d) laporan arus kas secara kumulatif untuk tahun buku berjalan sampai dengan
tanggal interim, dengan laporan arus kas komparatif untuk periode awal tahun buku
sampai tanggal pelaporan interim dari tahun buku terdekat sebelumnya
Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai kesesuaian penyajian
Laporan Perubahan Ekuitas Interim dengan PSAK terkait.
Penjelasan Perseroan:
Sampai sejauh ini perseroan masih berpendapat sudah memenuhi ketentuan yang
ada, namun untuk memastikannya setelah ini perseroan akan berkonsultasi dengan
pihak Auditor yang ditunjuk.
10. Merujuk pada CALK mengenai 22 perihal Pendapatan, Perseroan mencatatkan
pendapatan bersih pada 30 September 2025 sebesar Rp51,75 miliar, turun sebesar
14,39 miliar atau sebesar 21,76% dibandingkan periode 30 September 2025 sebesar
Rp66,15 miliar. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh menurunnya
pendapatan dari iklan radio sebesar Rp18,42 miliar dan event off-air sebesar Rp5,39
miliar. Di sisi lain, terdapat peningkatan komponen lain-lain dari Rp8,65 miliar
menjadi Rp14,31 miliar. Bursa meminta penjelasan lebih lanjut:
a. Alasan penurunan pendapatan iklan radio, baik program, spot, maupun adlibs.
b. Alasan penurunan pendapatan event off-air.
c. Rincian peningkatan komponen lain-lain.
d. Upaya Perseroan untuk meningkatkan pendapatan kedepannya.
Penjelasan Perseroan:
Dalam kondisi perkonomian seperti saat ini ada kencenderungan dari pengiklan untuk
lebih fokus pada iklan yang dapat mendongkrak penjualannya secara langsung, itu
sebabnya terjadi penurunan dari jenis iklan Spot, Adlibs & Event off-air yang lebih
mengutamakan peningkatan awarness dari brand pengiklan.
Peningkatan penjualan pada komponen lainnya terkait dengan peningkatan
penjualan dari fitur digital dan social media yang dimiliki oleh perseroan. Dimana hal
ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk dapat mempertahankan
penjualannya.
11. Perseroan mencatatkan beban program dan siaran sebesar Rp30,01 miliar pada 30
September 2025, naik sebesar Rp3,45 miliar dibandingkan periode 30 September
2024 sebesar Rp26,56 miliar. Bursa meminta penjelasan mengenai alasan dan latar
belakang peningkatan tersebut, dimana di sisi lain pendapatan dari iklan radio
mengalami penurunan.
Penjelasan Perseroan:
Kenaikan beban program dan siaran ini terkait dengan kenaikan beban produksi
untuk konten pada fitur digital dan sosial media yang ditawarkan perseroan kepada
pengiklan.
Page 9
12. Pada pos beban umum dan administrasi, terdapat penurunan beban penurunan gaji
karyawan dan tunjangan dari sebesar Rp51,10 miliar menjadi Rp37,125 miliar.
Bursa meminta penjelasan:
a. Alasan penurunan gaji dan tunjangan karyawan.
b. Berdasarkan CaLK nomor 1, hanya tertulis jumlah pegawai tetap per 31 Desember
2024 sebanyak 55 karyawan. Namun demikian, belum terdapat informasi jumlah
pegawai tetap per 30 September 2025. Agar dijelaskan terkait hal ini.
c. Apakah penurunan gaji dan tunjangan diakibatkan adanya pengurangan jumlah
karyawan? Jelaskan
Penjelasan Perseroan:
Pada semester kedua 2024, perseroan telah melakukan efisiensi terhadap jumlah
karyawannya, efek dari tindakan ini mulai terlihat pada penurunan beban gaji dan
tunjangan karyawan pada periode pelaporan.
Per 30 September 2025 jumlah karyawan tetap perseroan adalah 61 orang.
13. Perseroan mencatatkan akun “lain-lain – bersih” sebesar -Rp5,16 miliar pada 30
September 2025, dimana pada periode 30 September periode yang sama di tahun
2024 akun ini masih bernilai positif Rp130,72 juta. Namun, tidak ada penjelasan
lebih lanjut pada CaLK atas sumber kerugian tersebut. Bursa meminta penjelasan
terperinci terkait hal ini, dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Rincian Nature / Pihak Nilai
Biaya penghapusan asset 5.439.618.780
Pendapatan lain (274.207.512)
5.165.411.268
14. Posisi kas dan setara kas Perseroan pada 30 September 2025 adalah sebesar Rp7,98
miliar atau hanya sebesar 2,30% dari keseluruhan total aset pada periode ini. Agar
dijelaskan kecukupan saldo kas ini untuk membiayai kebutuhan operasional
Perseroan dan agar dijelaskan mengenai strategi pengelolaan kas Perseroan.
Penjelasan Perseroan:
Pada saat ini perseroan mengelola kas-nya dengan se-efisien dan se-efektif mungkin,
sembari memastikan terjadi pertumbuhan dari sisi bisnis. Sehingga diharapkan
terjadi perbaikan pada posisi kas perseroan pada waktu mendatang.
15. Perseroan mulai mencatatkan ekuitas negatif pada LK Auditan per 31 Desember
2024 dan dilanjutkan hingga LK per 30 September 2025 ini, dari sebesar -Rp14,76
miliar menjadi sebesar -Rp77,27 miliar. Bursa meminta penjelasan lebih lanjut:
a. Upaya Perseroan kedepannya untuk memperbaiki posisi keuangan.
b. Strategi-strategi yang telah diimplementasikan Perseroan untuk memperbaiki
posisi keuangan ini.
Page 10
c. Apakah terdapat rencana aksi korporasi tertentu untuk memperbaiki posisi
keuangan Perseroan? Jelaskan.
d. Alasan belum adanya paragraf penekanan terkait aspek going concern pada LK
per 31 Desember 2024 pada saat Perseroan pertama kali membukukan ekuitas
negatif.
e. Alasan belum adanya CaLK terkait aspek going concern baik pada LK per 31
Desember 2024 dan 30 September 2025 Perseroan.
f. Komitmen pemegang saham Perseroan untuk mendukung bisnis operasional dan
memperbaiki kinerja keuangan Perseroan.
Penjelasan Perseroan:
Manajeman perseroan akan senantiasa berusaha untuk memastikan going concern
perseroan.
Posisi ekuitas perseroan akan membaik sejalan dengan dilakukannya konversi dari
obligasi konversi yang diterbitkan oleh salah unit usaha yang dikendalikan oleh
perseroan. Mengenai hal ini semuanya masih dalam tahap persiapan dan
pembahasan.
Apabila hal ini dilakukan perseroan akan mengikuti seluruh kententuan yang berlaku.
Sedangkan terkait dengan paragraf penekanan terkait aspek going concern pada LK
per 31 Desember 2024, akan dikomunikasikan dengan pihak auditor perseroan.
16. Pada Laporan Arus Kas, Perseroan menyajikan arus kas dari aktivitas investasi
secara neto, untuk masing-masing aset tak berwujud dan aset tetap, sebagai berikut:
Bursa meminta penjelasan mengenai:
a. Alasan Perseroan tidak menyajikan arus kas investasi secara bruto, sebagaimana
PSAK 207 paragraf 21.
b. Kesesuaian penyajian Perseroan tersebut dengan kondisi pada PSAK 207 paragraf
22 di atas, dengan mengisi tabel sebagai berikut:
PSAK Kondisi Perseroan
penerimaan dan pembayaran kas untuk
kepentingan pelanggan jika arus kas
tersebut lebih mencerminkan aktivitas
pelanggan daripada aktivitas entitas; dan
penerimaan dan pembayaran kas untuk
pos-pos dengan perputaran cepat, jumlah
yang besar, dan jangka waktu singkat.
Page 11
Penjelasan Perseroan:
Mengenai hal ini akan segera dikonsultasikan oleh perseroan dengan auditor yang
ditunjuk untuk memastikan perseroan menyajikan semuanya sesuai dengan
kententuan yang ada.
17. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga
saham perusahaan.
Penjelasan Perseroan:
Sejauh ini perseroan telah menyajikan dan menyampaikan semua informasi, fakta
material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham
perusahaan sesuai dengan ketentuan yang ada.
Demikian tanggapan ini kami sampaikan, atas perhatian Ibu kami ucapkan terima kasih
Hormat kami,
PT MAHAKA RADIO INTEGRA Tbk.,
Donny Kurniawan Chandra
Direktur/Corporate Secretary
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Vera Florida Di
p.1
unresolved
org
Creative Audio Stream Technology Pte Ltd
p.5
unresolved
org
PT Mahaka Digital Inovasi
p.5
unresolved
org
PT Gamma Investa Lestari. Terkait
p.6
unresolved
org
PT Gamma Investa Lestari
p.7
unresolved
org
PT Mahaka Media. Pinjaman
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.