Skip to content
Back to announcement

20260107_CHIP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32017988_lamp1.pdf

Other Text extracted CHIP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
[Type text]                                                                       [Type text]




No. 001/CHIP-CORSEC/I/2026

Kepada:
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl, Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

U.p: Yth. Ibu Mita Dwijayanti
Kepala P.H. Divisi Penilaian Perusahaan III


Perihal: Permintaan Penjelasan


Dengan Hormat,

Menindaklanjuti surat elektronik dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-
00087/BEI.PP3/01-2026 tanggal 05 Januari 2026 terkait dengan penjelasan penjelasan,
melalui surat ini izinkan Perseroan untuk menyampaikan penjelasan atas surat yang ditujukan
kepada Perseroan:

1.   Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 6a dan 6b, Perseroan telah
     menjelaskan latar belakang peningkatan mesin dan peningkatan peralatan pabrik.
     Namun, Perseroan belum menyebutkan sumber dana yang digunakan Perseroan atas
     peningkatan tersebut.

     Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan sumber dana atas peningkatan mesin
     per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,21 miliar atau setara 19,25% dibandingkan per 31
     Desember 2023, dan sumber dana atas peningkatan peralatan pabrik per 31 Desember
     2024 sebesar Rp8,49 miliar atau setara 239,57% dibandingkan per 31 Desember 2023.
     Jawaban:
     Peningkatan mesin dan peningkatan peralatan pabrik masing-masing sebesar Rp3,21
     miliar dan Rp8,49 miliar per 31 Desember 2024 diperoleh dari sumber dana kas internal
     Perseroan yang berasal dari hasil bersih usaha atau saldo laba.

2.   Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 10, Perseroan menjelaskan
     bahwa sejak 31 Desember 2023, Perseroan tidak lagi membukukan komponen
     penghasilan komprehensif pada ekuitas karena tidak ada transaksi atau peristiwa yang
     mendasari timbulnya akun tersebut.

     Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan transaksi atau peristiwa ekonomi yang
     mendasari timbulnya komponen penghasilan komprehensif pada 31 Desember 2023.
     Jawaban:
     Dalam hal ini Perseroan tidak terdampak atas transaksi atau kejadian ekonomi yang
     mencatat komponen penghasilan komprehensif secara langsung pada ekuitas.

     Berdasarkan informasi yang Perseroan ketahui bahwa penghasilan komprehensif lain
     yang tercatat langsung pada ekuitas terdiri dari beberapa transaksi atau peristiwa ekonomi
     diantaranya:
     a. Keuntungan/kerugian belum terealisasi dari pos-pos tertentu seperti Surplus
         Revaluasi Aset Tetap (sesuai PSAK 16)




                                         [Type text]                              [Type text]
Page 2
[Type text]                                                                      [Type text]




     b. Keuntungan/kerugian dari instrumen keuangan tertentu (misalnya, AFS - Available-
        for-Sale Securities, atau FVTOCI - Fair Value Through Other Comprehensive
        Income).
     c. Keuntungan/kerugian dari translasi laporan keuangan entitas asing

     Namun Perseroan mengakui penghasilan komprehensif melalui pencatatan pada laporan
     laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atas dari penilaian aktuaria terkait employee
     benefit (PSAK 24).

     Apabila ada informasi dan arahan peraturan terbaru, selanjutnya Perseroan akan
     memperhatikan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia terkait komponen
     penghasilan komprehensif lainnya.

3.   Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 11a, Perseroan menjelaskan
     bahwa komponen penjualan – warehouse telah direklasifikasi oleh auditor eksternal ke
     komponen pendapatan lain-lain per 31 Desember 2024.

     Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang dan pertimbangan
     Perseroan tidak menyajikan warehouse pada komponen pendapatan lain-lain per 30 Juni
     2025.
     Jawaban:
     Perseroan menjelaskan bahwa reklasifikasi komponen penjualan – warehouse ke dalam
     pendapatan lain-lain pada laporan keuangan per 31 Desember 2024 dilakukan
     berdasarkan pertimbangan auditor eksternal, sehubungan dengan sifat transaksi pada
     periode tersebut yang tidak terkait langsung dengan kegiatan usaha utama Perseroan di
     bidang IT solutions, melainkan berupa sewa warehouse tanpa dukungan sistem atau
     layanan IT.

     Adapun pada laporan keuangan interim per 30 Juni 2025, warehouse yang dimaksud
     merupakan penjualan managed service system yang terintegrasi dengan solusi IT dan
     merupakan bagian dari produk utama Perseroan. Oleh karena itu, pendapatan yang
     berasal dari transaksi tersebut disajikan sebagai pendapatan usaha, dan tidak
     diklasifikasikan sebagai pendapatan lain-lain.

4.   Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 12a, Perseroan menjelaskan
     bahwa tingginya nilai biaya perbaikan dan perawatan pabrik per 30 Juni 2025 merupakan
     dampak dari reklasifikasi atas transaksi pembelian barang yang seharusnya tidak tercatat
     pada akun tersebut.

     Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan memberikan rincian perhitungan beban
     pokok penjualan per 30 Juni 2025, sebagaimana yang disajikan pada Catatan atas
     Laporan Keuangan (CALK) 23 setelah Perseroan mengkoreksi biaya perbaikan dan
     perawatan pabrik yang seharusnya




                                        [Type text]                              [Type text]
Page 3
[Type text]                                                                                                           [Type text]




    Jawaban:
    Berikut terlampir rincian koreksi reklasifikasi akun perbaikan dan perawatan pabrik per 30
    Juni 2025:
                                                              Sebelum                                                Setelah
                                                            reklasifikasi             Penyesuaian                  reklasifikasi
    Laporan laba rugi
    Beban Pokok Pendapatan
     Operating system & sim-card
       Pembelian                                            18.136.770.237             3.740.786.026               21.877.556.263
     Overhead
       Perbaikan dan perawatan pabrik                        3.809.933.166          (3.740.786.026)                    69.147.140
    Jumlah                                                  21.946.703.403                        -                21.946.703.403


    Sehingga rincian perhitungan beban pokok penjualan per 30 Juni 2025, sebagai mana
    yang di sajikan pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 23 setelah Perseroan
    mengkoreksi biaya perbaikan dan perawatan pabrik yang seharusnya adalah sebagai
    berikut:
                                            30 Juni/           30 Juni/
                                            June 30,           June 30,
                                              2025               2024
    Operating system & sim-card                                                   Operating system & sim-card
     Saldo awal bahan baku                 40.894.758.896     15.598.575.629 Beginning balance of raw materials
     Pembelian                             21.877.556.263     55.760.480.672                         Purchase
     Saldo akhir bahan baku              (35.583.490.145)   (28.268.356.965)   Ending balance of raw materials
     Bahan baku digunakan                 27.188.825.014     43.090.699.336                   Raw material used
     Biaya pendukung:                                                                          Supporting cost:
       Direct Wages                        1.136.080.763        925.064.730                     Direct Wages
       Outsource                             812.639.750     15.542.064.081                        Outsource
       Freight Cost                          688.112.895      1.166.125.027                      Freight Cost
       Consumable Factory                    182.094.821        928.959.848               Consumable Factory
       Import Duty Cost                      108.072.734         79.811.967                  Import Duty Cost
     Sub jumlah                           30.115.825.977     61.732.724.989                              Sub total

    Scracth card                                                                                   Scracth card
     Saldo awal bahan baku                  1.261.677.103      2.188.367.983 Beginning balance of raw materials
     Pembelian                              4.568.341.923      3.828.690.809                         Purchase
     Saldo akhir bahan baku               (1.234.477.898)    (2.156.346.256)   Ending balance of raw materials
     Bahan baku digunakan                  4.595.541.128      3.860.712.536                   Raw material used
     Biaya pendukung:                                                                           Supporting cost:
       Outsource                              41.352.850        904.813.479                         Outsource
       Security and Cleaning Expense          21.852.300         32.161.232                       Freight Cost
     Sub jumlah                            4.658.746.278      4.797.687.247                            Sub total

    Fullfillment                                                                                     Fullfillment
     Saldo awal bahan baku                   359.741.014         857.246.427 Beginning balance of raw materials
     Pembelian                             6.062.405.743       4.338.116.548                          Purchase
     Saldo akhir bahan baku                (421.855.944)     (1.256.387.649)   Ending balance of raw materials
     Sub jumlah                            6.000.290.813      3.938.975.326                            Sub total

    Application                                                                                      Application
     Biaya pendukung                       1.481.000.000        272.000.000                      Supporting cost
    WMS                                                                                                    WMS
     Biaya gudang                            110.421.982                   -                    Warehouse cost
    Overhead:                                                                                            Overhead:
     Penyusutan aset tetap (Catatan 8)     2.717.790.804      2.576.079.689Depreciation of fixed assets (Note 8)
     Penyusutan aset hak-guna pabrik                                               Depreciation of use-of-right
       (Catatan 9)                         1.600.215.035      1.600.876.932                    factory (Note 9)
     Listrik pabrik                          788.820.731        597.880.055                     Electricity factory
     Perbaikan dan perawatan pabrik           69.147.140         66.165.300               Factory Maintenance
     Sub jumlah                            5.175.973.710      4.841.001.976                            Sub total
    Jumlah                                47.542.258.760     75.582.389.538                                  Total




                                                       [Type text]                                                    [Type text]
Page 4
[Type text]                                                                      [Type text]




5.   Berdasarkan tanggapan atas permintaan penjelasan poin 16, Perseroan menjelaskan
     bahwa kesalahan penyajian arus kas uang muka pembelian aset tetap per 30 Juni 2024
     komparatif disebabkan karena kesalahan teknis pada penerapan rumus (formula).
     Namun, setelah kami melakukan penelaahan atas Koreksi LKTT 30 Juni 2025 yang
     disampaikan pada 30 Desember 2025, tidak terdapat perubahan yang dilakukan
     Perseroan atas akun tersebut.

     Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang tidak adanya perubahan
     arus kas uang muka pembelian aset tetap per 30 Juni 2024 komparatif pada Koreksi LKTT
     30 Juni 2025.
     Jawaban:
     Dalam hal ini kesalahan penyajian arus kas uang muka pembelian aset tetap pada laporan
     keuangan interim per 30 Juni 2024 (komparatif) sebelumnya disebabkan oleh kesalahan
     teknis dalam penerapan rumus (formula) pada saat penyusunan laporan.

     Kemudian pada proses audit laporan keuangan tahunan per 31 Desember 2024, auditor
     eksternal telah melakukan penelaahan dan reklasifikasi atas transaksi terkait berdasarkan
     substansi transaksi yang sebenarnya, dimana transaksi yang sebelumnya disajikan
     sebagai uang muka pembelian aset tetap telah direalisasikan dan memenuhi kriteria
     sebagai pembelian aset tetap.

     Sehubungan dengan reklasifikasi tersebut, pada saat penyusunan Koreksi Laporan
     Keuangan Tengah Tahunan (LKTT) per 30 Juni 2025, tidak dilakukan perubahan kembali
     atas penyajian arus kas uang muka pembelian aset tetap untuk periode komparatif 30 Juni
     2024 karena transaksi dimaksud secara substansi telah selesai dan tidak lagi memenuhi
     definisi uang muka pembelian.

Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Jakarta, 07 Januari 2026
PT Pelita Teknologi Global Tbk




Mulyo Suseno
Direktur dan Corporate Secretary




                                        [Type text]                              [Type text]

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.51 MB
Published7 Jan 2026
Pages4
Characters13,285
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Pelita Teknologi Global Tbk p.4 ×2
linked person Mulyo Suseno p.4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1
unresolved person Mita Dwijayanti Kepala P.H. Divisi Penilaian p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result