Skip to content
Back to announcement

20260107_BBRM_Public Expose_32017909_lamp1.pdf

Other Text extracted BBRM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
                       RESUME HASIL PAPARAN PUBLIK INSIDENTIL
               PT PELAYARAN NASIONAL BINA BUANA RAYA Tbk (“Perseroan”)

Diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal : Rabu, 07 Januari 2026
Tempat         : Zoom Online (Teams)
Pukul          : 10.00 WIB - selesai.

Dihadiri oleh:
Direktur Utama      : Na’im Machzyumi
Direktur            : Lie Ly
Corporate Secretary : Susanti Novita

Dan para wartawan serta investor yang seluruhnya berjumlah 29 (dua puluh sembilan) orang (Daftar Hadir
terlampir).

Public expose insidentil dilaksanakan pada pukul 10:00 WIB sampai dengan selesai dan dibuka oleh
Direktur Utama Bapak Na’im Machzyumi, dengan materi sebagai berikut :

   a. Analisa Manajemen terkait dengan pergerakan harga saham Perseroan.
   b. Kinerja Keuangan terkini dan Kondisi Bisnis terkini Perseroan.
   c. Upaya Management di tahun 2026 mendatang.

Setelah seluruh materi paparan publik telah selesai dipresentasikan, maka Manajemen Perseroan
memberikan kesempatan kepada para wartawan untuk mengajukan pertanyaan.

Adapun pertanyaan yang diajukan dan juga respon jawaban dari manajemen adalah sebagai berikut :

Saudara William (Investor):

Bagaimana Perseroan menargetkan laba lebih tinggi di kuartal 1 tahun 2026?

Untuk mencapai hal itu, tentunya kami akan terus melakukan terobosan – terobosan untuk mencari
customer-customer kami yang sudah ada dan yang lain, itu akan bisa meningkatkan profit di kuartal
pertama 2026. Karena untuk penambahan kapal yang baru itu akan beroperasi pada pertengahan tahun
2026, jadi pada pertengahan tahun dan sampai akhir tahun 2026 itu akan lebih meningkat lagi.

Tahun depan BBR rencana akan menambah 1 kapal yang diharapkan dapat meningkatkan laba
perusahaan dan terus akan menambah kapal sesuai dengan dana yang dimiliki Perseroan.
Page 2
Saudara Daniel (Investor Analis):

1. Dengan kinerja keuangan yang membaik dan struktur utang yang menurun sesuai halaman 9,11,13,
serta rencana penambahan capex yang cukup besar, apakah Perseroan mempertimbangkan untuk
membagikan deviden kepada pemegang saham dalam waktu dekat? Jika tidak, bagaimana manajemen
menyeimbangkan antara kepentingan investasi jangka panjang (ekspansi armada) dengan memberikan
return yang nyata bagi pemegang saham, terutama setelah kenaikan harga saham yang signifikan ?

2. Pada halaman 12 dan 13, perseroan menyatakan akan menambah 1 kapal penunjang lepas pantai pada
pertengahan 2026 dan berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan. Bagaimana strategi pendanaan
untuk penambahan aset tersebut (apakah melalui kas operasi, pinjaman, atau rights issue)? Selain itu,
mengingat volatilitas pasar pelayaran dan biaya operasi yang tinggi, risiko apa yang diidentifikasi
manajemen dalam rencana ekspansi ini, dan bagaimana mitigasinya? Apakah telah ada kontrak atau
komitmen dari pihak ketiga yang akan mengoperasikan kapal baru tersebut ?

3. Kemudian di halaman 9 dan 11 laporan keuangan per 30 September 2025 menunjukkan peningkatan
pendapatan dan laba kotor, namun tidak disertai rincian laba bersih atau arus kas operasi. Dapatkah
manajemen memberikan penjelasan lebih detail mengenai profitabilitas bersih, struktur biaya
operasional, serta kemampuan perseroan dalam menghasilkan arus kas dari operasi? Mengingat rencana
penambahan kapal dan investasi teknologi (hal. 13), bagaimana Perseroan memastikan bahwa kinerja
keuangan yang saat ini positif dapat berlanjut dan mendanai rencana ekspansi tanpa membebani struktur
utang?

1. Kinerja keuangan sejak 2021 – sekarang, kinerja keuangan Perseroan semakin terus membaik.
Perseroan memang ada mempertimbangkan untuk pembagian dividen kedepannya tetapi karena
Perseroan masih membutuhkan dana untuk mengembangkan perusahaan. Karena kapal kita, sedikit demi
sedikit akan kita tambah. Setelah Perseroan sudah memiliki investasi kapal yang cukup banyak. Mungkin
kita baru akan membagikan dividen ke depannya, namun saat ini Perseroan belum mempertimbangkan
untuk membagikan dividen. Rencana akan ekspansi untuk menambah armada sehingga pendapatan
menjadi lebih tinggi.

Saat ini kami sedang berupaya mendapatkan tarif sewa kapal yang lebih tinggi, dan kami membutuhkan
kapal tambahan untuk mengejar pendapatan yang lebih tinggi di masa mendatang.

2. Dan untuk menjawab pertanyaan tentang arus kas, seperti yang dapat dilihat Neraca Perseroan sedang
Positif dan arus kas yang baik untuk melakukan ekspansi. Sebagian besar rencana ekspansi kami sudah
kami masukkan ke dalam proyeksi arus kas dan juga kami memiliki dukungan Bank untuk ini, jadi tidak
ada masalah untuk kami melakukan ekspansi saat ini.

3. Jadi memang di dalam ppt yang saya paparkan itu hanya menunjukkan pendapatan dan laba kotor
saja. Untuk rincian laba bersih dan arus kas operasi itu sebenarnya sudah ada di laporan quarterly report
yang per September seperti itu bisa dilihat di website perseroan.
Page 3
Seperti yang terlihat utang kita terhadap ekuitas hanya 0.06. Kami tidak memiliki pinjaman sejak awal
dan saat ini kami hanya memiliki modal yang sangat minimal. Tetapi kami harus melakukan ekspansi,
kami harus membeli kapal untuk melakukan ekspansi, dan kemudian kami akan meminjam dana. Jadi
kami akan mencari solusinya.

Saudara Ali (Investor):

1. Bagaimana sistem kontrak BBRM dgn klien terkait, apakah price spot pasar atau kontrak berjangka dgn
fixed price? Bagaimana prospek/harga sewa kapal untuk Q1 dan Q2 di tahun 2026?

2. Lokasi atau trayek jalur laut/migas mana yang generate revenue tertinggi?

1. Harga sewa kapal telah naik dari harga yang tertekan sekitar kurang dari satu dolar per horsepower,
sekarang telah naik menjadi sekitar 150 dolar per horsepower. Kami memperkirakan harga tersebut masih
akan naik untuk sementara waktu karena adanya rantai pasokan, dan karena kami sebagian besar
beroperasi di Asia, terutama di Indonesia di mana perairan dalam sedang ramai saat ini dan banyak
kontrak telah ditandatangani, maksud saya banyak kontrak perusahaan minyak besar yang diberikan
kepada SKK Migas. Jadi sekarang kami sebenarnya sedang melakukan ekspansi, kami sedang menunggu
kapal untuk beroperasi di area ini.

2. Untuk lokasi trayek jalur migas yang generate revenue tertinggi itu di kapal offshore support vessel, jadi
jalur kita tidak hanya jalur nasional tetapi juga jalur internasional. Artinya jalur kita lebih banyak di luar
negeri seperti Thailand, Malaysia dan bukan hanya di Indonesia.

Saudara Sukris (LinkBisnis):

Dipaparkan bahwa upaya manajemen di tahun mendatang, apa target di tahun 2026?

Kita akan melihat dipertengahan tahun ini di mana kita memiliki kapal tambahan, sehingga kita
mengharapkan pendapatan yang lebih tinggi di pertengahan tahun 2026.

Saudari Artha (Bloomberg Technoz):

Apakah isu Maduro yang di klaim dapat meningkatkan frekuensi pengiriman oil dari venezuela berdampak
pada perseroan? Kalau iya, apa upaya memaksimalkan potensi tersebut? Kalau tidak apakah perseroan
berminat masuk dalam layanan internasional untuk menangkap peluang tersebut?

Ya tentunya perkembangan atas serangan Amerika ke Venezuela dan rencana penguasaan cadangan
minyak oleh Venezuela pasti ada pengaruhnya tapi tentunya pihak BBRM senantiasa terus mengikuti
perkembangan secara internasional dan jika ada peluang baik untuk BBRM akan kami jalankan.

Saya rasa hal itu belum berdampak di Asia saat ini, dan Asia tampaknya sudah memiliki kesepakatan
untuk agenda tahun depan 2026, atau ini sudah sesuai dengan rencana, jadi saya rasa hal itu tidak akan
banyak berpengaruh saat ini.
Page 4
Saudara Bari (Neraca):

Ada penambahan satu kapal lepas pantai di 2026. Dengan penambahan ini, target kinerja 2026
bagaimana? Laba dll?

Soal teknologi ramah lingkungan, apakah perseroan menyiapkan capex untuk investasi di teknologi
tersebut?

Untuk penambahan satu kapal yang rencananya selesai pertengahan tahun 2026 pasti akan menambah
laba perseroan jadi target 2026 dengan ada tambahan kapal, laba kita juga akan bertambah.

Sebenarnya kami sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi pada kapal yang lebih efisien dan
bertenaga listrik, yang saat ini sedang kami incar. Namun, kami harus memastikan teknologi tersebut
benar-benar sesuai dengan kebutuhan kami.

Saudara Ariel (Investor):

Saya rasa perlu dipertegas apakah akan ada corporate action atau tidak untuk menopang kebutuhan
pengembangan perusahaan?

Saya rasa untuk tindakan korporasi saat ini, kami lebih mempertimbangkan hal itu karena, seperti yang
Anda lihat, neraca keuangan kami sangat kuat saat ini dan kami mungkin membutuhkan korporasi di
masa depan untuk melakukan investasi lebih lanjut, tetapi saat ini kami akan memilih dukungan dari Bank
terlebih dahulu.

Saudara Imam (Investor):

Apakah di masa depan ada kemungkinan perseroan masuk ke pasar international?

Kapal-kapal kami sudah beroperasi di pasar internasional, jadi tidak ada masalah untuk memasuki pasar
internasional. Seperti yang Anda lihat, banyak pemegang saham utama kami berasal dari Marco Polo
yang sudah beroperasi di Singapura, jadi saya rasa tidak ada hambatan karena kami sudah berada di
ruang lingkup tersebut saat ini.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.26 MB
Published7 Jan 2026
Pages4
Characters9,033
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Marco Polo p.4
possible person William p.1
unresolved person Susanti Novita · Corporate Secretary p.1
unresolved person Na’im Machzyumi p.1
unresolved person Daniel p.2
unresolved person Ali p.3
unresolved person Sukris p.3
unresolved person Artha p.3
unresolved person Bari p.4
unresolved person Ariel p.4
unresolved person Imam p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result