Skip to content
Back to announcement

20260102_GLOB_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32016459_lamp1.pdf

Other Text extracted GLOB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 13

Page 1
No. GLOB/CORSEC/01/I/2026

Jakarta, 02 Januari 2026

Kepada Yth.
Bapak Hendra Ahmad Hidayat
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190

Perihal:   Penyampaian Penjelasan Lanjutan


Dengan hormat,

Mengacu pada Surat Bursa No.: S-14518/BEI.PP2/12-2025 tanggal 23 Desember 2025, yang kami
terima pada tanggal 29 Desember 2025 perihal Permintaan Penjelasan, maka dengan ini
Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

1.   Agar Perseroan sampaikan informasi mengenai perbandingan Anggaran dan Realisasi jumlah
     pendapatan per segmen untuk tahun 2025.

     Penjelasan:
     Perseroan menetapkan anggaran pendapatan per segmen untuk tahun 2025 dengan asumsi
     pertumbuhan penjualan yang wajar, normal, dan berkelanjutan, sejalan dengan tren historis
     dan strategi pengembangan usaha yang telah direncanakan. Namun demikian, realisasinya
     masih berada di bawah anggaran yang telah ditetapkan.

2.   Apabila terdapat perbandingan Anggaran dan Realisasi jumlah pendapatan per segmen yang
     belum memenuhi target hingga akhir tahun 2025, agar disampaikan kendala yang dihadapi
     Perseroan sehingga tidak memenuhi target tersebut.

     Penjelasan:
     Melihat perkembangan bisnis disegmen telepon seluler, tingginya tingkat persaingan dan
     dinamika pasar yang terus berubah, serta tingginya modal kerja yang dibutuhkan dalam
     segmen bisnis ini dan margin yang relatif rendah, Perseroan merubah strategi untuk
     mempertahankan penjualan di-online saja dan memfokuskan pengembangan bisnis di
     segmen lain. Pada segmen ekosistem kopi, tren pertumbuhan terus menunjukkan
     perkembangan, namun kondisi ekonomi yang menantang memberikan tekanan sendiri
     terhadap pertumbuhan bisnis tersebut di Perseroan; diharapkan pada tahun 2026 pendapatan
     Perseroan dari segmen ini akan meningkat. Sedangkan bisnis ekonomi hijau sudah dimulai di
     akhir tahun 2025 dengan estimasi mulai memberikan hasil di tahun 2026.

3.   Penjelasan Perseroan mengenai kerjasama-kerjasama yang sampai dengan saat ini masih
     berlanjut baik dengan pemerintah maupun swasta yang cukup material untuk mencapai target
     tahun 2025 serta bagaimana strategi Perseroan kedepannya.

     Penjelasan:
     Hingga saat ini, Perseroan masih memiliki kerja sama yang berjalan dengan pihak ketiga yang
     sejalan dengan kegiatan usaha Perseroan dan memberikan kontribusi dalam mendukung
     kinerja Perseroan. Perseroan akan terus melanjutkan dan mengoptimalkan kerja sama dengan
Page 2
     pihak ketiga dengan tetap memperhatikan kesesuaian terhadap strategi bisnis Perseroan ke
     depan.

     Dengan mempertimbangkan pencapaian kinerja tahun 2025, Perseroan melakukan
     penyesuaian dan pengembangan kegiatan usaha melalui diversifikasi bisnis, termasuk
     pengembangan usaha di sektor ekonomi hijau di bidang pengelolaan sampah melalui
     teknologi TOSS (Teknologi Olah Sampah Sirkular) dan perdagangan pupuk organik. Selain
     itu, Perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha perdagangan perangkat telekomunikasi
     melalui online, menambah portofolio produk berupa mesin espresso untuk kebutuhan rumah
     tangga dan kantor skala kecil serta penambahan portofolio produk dan merek dari pemasok
     lokal.

4.   Terkait dengan proyek TOSS, agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
     a. Perkembangan terkait proyek TOSS hingga saat ini.
     b. Perkembangan penjajakan atas investor potensial pada proyek tersebut, mengingat
         Perseroan menyatakan bahwa pada bulan Desember 2025 menargetkan
         penandatanganan dokumen kerja sama dan memulai tahap produksi.
     c. Informasi aset tetap dan/atau hak guna yang telah Perseroan dapatkan hingga akhir tahun
         2025 ini untuk proyek TOSS sebagai tahap awal produksi.
     d. Dana yang telah dikeluarkan untuk TOSS hingga akhir tahun 2025 serta;
     e. Rencana penggunaan dana untuk pengembangan proyek TOSS di tahun 2026.

     Penjelasan:
     a. Proyek pencontohan TOSS di Lokasi Bank Sampah Kranggan sudah dimulai sejak bulan
        November 2025. Setelah melihat hasil yang didapatkan, maka persiapan untuk memulai
        produksi dilakukan di awal bulan Desember 2025. Sampai saat ini, produksi sudah mulai
        berjalan dan rencana akan mulai eskalasi jumlah produksi secara bertahap mulai Januari
        2026.
     b. Saat ini, bisnis TOSS masih dibiayai dengan pendanaan internal Perseroan dan Perseroan
        juga telah melakukan penjajakan dengan pihak ketiga sebagai calon mitra pendanaan
        untuk meningkatkan bisnis TOSS.
     c. Hingga akhir tahun 2025, proyek TOSS Kranggan telah melakukan investasi untuk
        perapian area dan mesin produksi di lokasi Kranggan, Bekasi dengan nilai di bawah Rp50
        juta.
     d. Dana yang telah dikeluarkan oleh TOSS hingga akhir tahun 2025 sekitar Rp75 juta
        termasuk biaya operasional.
     e. Rencana pengembangan TOSS pada tahun 2026 diperkirakan akan membutuhkan
        belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 miliar.


Terkait dengan Laporan Keuangan Auditan per 31 Desember 2024

5. Perseroan telah menyampaikan laporan keuangan tahunan auditan per 31 Desember 2024
   (LKT 2024) pada 26 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Gideon
   Adi & Rekan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelas Going
   Concern, dimana terdapat keraguan atas kemampuan Grup dalam menyelesaikan
   hutangnya yang mencatatkan saldo akumulasi kerugian dan defisiensi modal sebesar Rp1,3
   triliun. Sepanjang tahun 2024, Grup melaksanakan langkah-langkah yang telah diterapkan
   dalam berbagai strategi seperti meningkatkan toko online menjadi 30 toko, live sales menjadi
   12 jam per hari, meningkatkan bisnis di ekosistem kopi, ekonomi hijau, dan influencer marketing
   agency, agar dapat dijelaskan:
    a. Toko online saat ini yang masih beroperasi dan menghasilkan pendapatan.
    b. Jumlah jam per hari untuk live sales saat ini.
    c. Terkait Influencer Marketing Agency, mohon penjelasan mengenai:
           i. Produk yang dipasarkan.
Page 3
         ii. Pihak-pihak yang diajak bekerja sama.
        iii. Status operasional atas Influencer Marketing Agency saat ini.
        iv. Kontribusi pendapatan sepanjang tahun 2025.

    Penjelasan:
    a. Sampai saat ini, jumlah toko online Perseroan ada 5 toko dengan status official store.
    b. Saat ini, LiveSales dilakukan sekitar 4-5 jam per hari.
    c. i. Produk yang dipasarkan adalah produk atau layanan milik brand klien yang bekerja
            sama dengan TEROKAIROS. Aktivasi dilakukan melalui strategi Influencer/KOL
            Marketing dengan pendekatan konten kreatif dan relevan di platform digital (seperti
            Instagram, TikTok, YouTube, dan platform lainnya), yang bertujuan untuk
            meningkatkan brand awareness, engagement, consideration, hingga conversion,
            sesuai dengan objektif dan KPI campaign yang disepakati bersama klien.
       ii. Pihak-pihak yang diajak bekerja sama, antara lain:
            - Brand/Perusahaan (klien) sebagai pemilik produk atau layanan yang
                dipromosikan.
            - Influencer/KOL/Content Creator yang dipilih berdasarkan kesesuaian dengan
                target audience, kategori produk, serta objektif campaign.
            - Community Partner atau Media Partner (jika diperlukan) untuk memperluas
                jangkauan dan memperkuat distribusi konten.
            - Talent management.
       iii. Hingga saat ini, Perseroan menilai bahwa peluang bisnis Influencer Marketing Agency
            masih cukup baik seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar digital.
            Oleh karena itu, Perseroan berencana untuk melanjutkan kegiatan usaha ini pada
            tahun 2026 dengan tetap melakukan evaluasi secara berkala.
       iv. Sampai dengan bulan November 2025, bisnis Influencer Marketing Agency sudah
            berkontribusi hampir 9% dari seluruh pendapatan Perseroan.

    Perseroan menargetkan fokus 2026 dalam bisnis ekonomi hijau dan gaya hidup melalui bisnis
    mesin kopi dan juga Influencer Marketing Agency.

6. Untuk rencana tahun 2025, Perseroan menerapkan strategi yaitu memperkuat bisnis ekosistem
   kopi, ada potensi bisnis baru yaitu Meetu Pet dan mesin kopi espresso bekas, meningkatkan
   kinerja TEROKAIROS, agen pemasaran influencer, melalui konsultasi dan eksekusi kampanye
   pemasaran digital, agar dapat dijelaskan:
   a. Kerja sama – kerja sama yang telah dibentuk untuk ekosistem bisnis kopi sepanjang tahun
       2025.
   b. Elaborasi kinerja TEROKAIROS saat ini dan kontribusinya sepanjang tahun 2025.
   c. Perkembangan bisnis baru Meetu Pet berupa lokasi operasional dan kontribusi pendapatan
       sepanjang tahun 2025.

    Penjelasan:
    a. Perseroan menjalin kerja sama dengan pelaku usaha dalam ekosistem bisnis kopi, baik
       kafe maupun perusahaan yang menjalankan usaha penjualan minuman kopi, guna
       mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan.
    b. Mohon lihat penjelasan No 5.c di atas.
    c. Dikarenakan Perseroan belum mendapatkan visibility yang memadai atas keberlanjutan
       usaha MeetU Pet, maka rencana tersebut untuk sementara waktu tidak dilanjutkan.

7. Terkait dengan Hal Audit Utama yang disampaikan KAP, bahwa terdapat catatan kemampuan
   Grup dalam menyelesaikan utangnya dilihat dari utang usaha, beban masih harus dibayar, dan
   utang bank jangka pendek yang telah melampaui total aset, agar dapat dijelaskan:
   a. Progress restrukturisasi utang dan konversi piutang Sukses Perdana Prima terhadap TRIO
       menjadi saham Perseroan.
Page 4
   b. Agar Perseroan sampaikan estimasi kapan waktu atas penyelesaiannya progres
      restrukturisasi utang dan konversi piutang tersebut.
   c. Progress restrukturisasi utang dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, agar Perseroan
      sampaikan dokumen terakhir yang diminta Bank Mandiri dan dokumen yang dikirimkan
      oleh Perseroan.
   d. Agar Perseroan sampaikan estimasi kapan waktu atas penyelesaiannya progres
      restrukturisasi utang dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut.

    Penjelasan:
    a. Sampai saat ini, restrukturisasi utang dan konversi piutang PT Sukses Perdana Prima
       terhadap TRIO menjadi saham Perseroan masih dalam proses mendapatkan persetujuan
       dari kreditor perbankan TRIO.
    b. Penyelesaian restrukturisasi utang dan konversi piutang bergantung pada proses
       persetujuan dari para kreditur TRIO. Perseroan melakukan usaha terbaik untuk
       menyelesaikan proses ini dengan harapan pada tahun 2026 sudah ada kejelasan.
    c. Proses restrukturisasi utang Mandiri terus berjalan, beberapa inisiatif sedang dibahas
       dengan Bank Mandiri dan Perseroan mengharapkan pada tahun 2026 sudah dapat terjadi.
    d. Perseroan telah melakukan komunikasi dan pembahasan dengan pihak Bank terkait
       restrukturisasi utang. Perseroan mengharapkan proses restrukturisasi ini dapat
       diselesaikan pada kuartal 1 tahun 2026.


Terkait dengan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025

8. Pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) 5 tentang Piutang Usaha, Perseroan memiliki
   piutang usaha yang telah lewat jatuh tempo sebesar Rp440 juta atau 99% dari total piutang
   usaha Perseroan, mohon penjelasan mengenai:
   a. Latar belakang tingginya piutang usaha telah jatuh tempo tersebut.
   b. Strategi yang dilakukan Perseroan agar piutang Perseroan memiliki kolektabilitas yang
       lebih lancar.
   c. Perincian pelunasan piutang usaha sampai dengan saat ini dengan melengkapi tabel
       berikut:

           Keterangan        Jumlah (Rp)     Pelunasan (Rp)      Outstanding       Outstanding
                                                                    (Rp)              (%)
        Belum jatuh tempo        3.377.800                …                    …             …
        Telah jatuh tempo:
        1-30 hari              373.753.645
        31-90 hari              16.536.251
        Lebih dari 90 hari      50.548.555
        Total                  444.216.251

   d. Dasar penentuan dan kecukupan cadangan penurunan nilai piutang usaha.
   e. Evaluasi Perseroan atas risiko gagal bayar (credit risk) dan potensi kerugian penurunan
      nilai di masa mendatang, khususnya atas piutang yang telah lewat jatuh tempo lebih dari
      90 hari.

   Penjelasan:
   a. Piutang per tanggal 30 September 2025 ini, 92%-nya sudah lunas diperiode Oktober –
      November 2025. Hal ini terjadi pada karena ada sedikit perbedaan waktu pelunasan
      dengan pelanggan.
   b. Melakukan pendekatan lebih intensif dengan pelanggan.
Page 5
   c.
                                                                      Outstanding Outstanding
                Keterangan         Jumlah (Rp)      Pelunasan (Rp)
                                                                         (Rp)         (%)
        Belum jatuh tempo               3.377.800         3.377.800             0            0%
        Telah jatuh tempo:
          1-30 hari                   373.753.645      371.283.895       2.469.750           1%
          31-90 hari                   16.536.251         7.358.552      9.177.699          56%
          Lebih dari 90 hari           50.548.555        27.245.500    23.303.055           46%
        Total                         444.216.251      409.265.747     34.950.504            8%

   d. Perseroan tidak melakukan pencadangan penurunan piutang usaha karena Perseroan
      berpendapat bahwa piutang yang ada masih tergolong lancar.
   e. Perseroan menilai bahwa piutang tersebut memiliki tingkat risiko yang rendah dan paralel
      Perseroan tetap mengupayakan penagihan.

9. Pada CALK 6 terkait Persediaan, Perseroan mencatatkan persediaan sebesar Rp1,4 miliar
   pada 30 September 2025 yang terdiri dari Biji Kopi, Mesin, Peralatan Kopi, dan Aksesoris lain-
   lain, agar dapat dijelaskan:
   a. Rata-rata inventory turnover ratio Perseroan selama tahun 2025.
   b. Apakah Perseroan mengasuransikan Persediaan pada periode 30 September 2025?
        Apabila tidak, agar dapat disampaikan latar belakang Perseroan tidak mengasuransikan
        persediaan yang ada.
   c. Bagaimana Perseroan mengoptimalkan penjualan persediaan lebih cepat untuk akhir tahun
        2025 dan periode tahun 2026?

   Penjelasan:
   a. Rata-rata inventory turnover ratio Perseroan selama tahun 2025 adalah 12 kali, yang
      mencerminkan rata-rata umur persediaan sekitar satu bulan.
   b. Persediaan milik Perseroan sudah termasuk asuransi dari pihak supplier, dimana
      Persediaan Mesin Kopi yang merupakan mayoritas nilai Persediaan dititipkan di gudang
      supplier .
   c. Perseroan mengutamakan pembelian persediaan yang perputarannya lebih tinggi dan
      terus mengadakan pendekatan kepada pelanggan baik regular maupun baru serta
      memberikan pilihan layanan pre-order.

10. Pada CALK 7 terkait Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka, Perseroan mencatatkan saldo
    uang muka pembelian per 30 September 2025 sebesar Rp383 juta, agar dapat dijelaskan:
    a. Rincian komponen pos “Uang Muka Pembelian” termasuk nilai masing-masing, periode
       manfaat, dan pihak penyedia jasa/barang.
    b. Dasar pertimbangan akuntansi Perseroan dalam mengklasifikasikan transaksi-transaksi
       tersebut sebagai uang muka pembelian, bukan sebagai beban periode berjalan atau aset
       tetap/aset tak berwujud, serta kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku.
    c. Periode amortisasi dan pola pembebanan ke laba rugi, termasuk jadwal realisasi manfaat
       ekonomi dari masing-masing komponen biaya dibayar di muka tersebut.

   Penjelasan:
   a. Rincian komponen pos “Uang Muka Pembelian” yakni:

         No                              Keterangan                                  Jumlah (Rp)

          1     Pembayaran Influencer untuk Project Paragon                           160.028.226
          2     Pembayaran Influencer untuk Project Konimex                           121.287.179
          3     Pembayaran Influencer untuk Project Novell Pharmaceutical              29.487.180
          4     Pembayaran Influencer untuk Project Lion Superindo                     28.081.842
          5     Pembayaran Influencer untuk Project Lainnya                            44.328.737
                                         TOTAL                                        383.213.164
Page 6
   b. Dasar pertimbangan Perseroan mencatat dalam uang muka pembelian karena nature dari
      bisnis ini adalah Perseroan melakukan pembayaran dimuka kepada Content Creator dan
      customer/klien akan melakukan pembayaran kepada Perseroan setelah project selesai.
   c. Perseroan mencatat pembebanan ke laba rugi atas uang muka tersebut setelah project
      selesai.

11. Pada CALK nomor 8 terkait Aset Tetap, agar Perseroan jelaskan latar belakang atas tidak
    diasuransikan aset tetap terhadap risiko banjir kebakaran dan risiko lainnya. Selain itu, adakah
    rencana untuk menambahkan asuransi atas aset tetap tersebut di kemudian hari? Agar
    dielaborasi.

   Penjelasan:
   Asset tetap berupa kendaraan sudah diasuransikan. Aset tetap lainnya berupa komputer/laptop
   dan Office equipment tidak diasuransikan karena nilainya tidak signifikan.

12. Pertimbangan Perseroan membayarkan pajak dibayar di muka sebesar Rp460 juta pada
    30 September 2025 dibandingkan periode 31 Desember 2024 hanya sebesar Rp24 juta,
    mengingat Perseroan memiliki kewajiban lain yang telah jatuh tempo.

   Penjelasan:
   Pajak dibayar dimuka tersebut merupakan angsuran PPH ps.25 yang mengalami peningkatan
   dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta PPH ps.23 atas pendapatan management fee
   yang diterima Perseroan dalam periode tahun 2025.

13. Pada CALK 16 tentang Utang Usaha, Perseroan memiliki utang usaha sebesar Rp225,6 miliar
    per 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
    a. Mohon agar Perseroan menyampaikan klasifikasi kolektabilitas saat ini untuk utang tersebut
        dengan mengisi tabel berikut:

             Keterangan             Jumlah          Jumlah         Outstanding         Outstanding
                                     (Rp)         pembayaran          (Rp)                (%)
          Lancar                 2.692.034.270             ...                   ...                 ...
          Jatuh tempo:
          1-30 hari              1.582.319.360
          31-60 hari             3.115.322.161
          61-90 hari               721.933.741
          91-120 hari              802.336.131
          Lebih dari 90 hari   216.756.159.660
          Total                225.670.105.323

   b. Agar disampaikan 5 (lima) pihak terbesar atas utang usaha Perseroan dari lain-lain sebesar
      Rp22,92 miliar per 30 September 2025.
   c. Strategi rencana pelunasan utang usaha serta sumber dana dalam melunasi utang usaha.
   d. Pada Utang Usaha Pihak Berelasi, bagaimana Perseroan memastikan bahwa setiap utang
      usaha tersebut sudah dijalankan dengan prinsip arm’s lenght? Agar dielaborasi.
Page 7
   Penjelasan:
   a.
                                                              Jumlah                              Outstanding
                    Keterangan           Jumlah (Rp)                          Outstanding (Rp)
                                                            Pembayaran                                (%)
        Lancar                             2.692.034.270      1.540.381.800       1.151.652.470          43%
        Jatuh tempo:
          1-30 hari                        1.582.319.360          2.570.363       1.579.748.997         100%
          31-60 hari                       3.115.322.161      2.513.009.155        602.313.006           19%
          61-90 hari                         721.933.741         40.624.108        681.309.633           94%
          91-120 hari                        802.336.131         40.624.108        761.712.023           95%
          Lebih dari 90 hari             216.756.159.660      2.249.000.000    214.507.159.706           99%
        Total                            225.670.105.323      6.386.209.534    219.283.895.835           97%




   b.     No                               Pihak                              Jumlah (Rp)
           1        PT Mastro Kreasi Estetika                                 4.871.225.050
                    Akumulasi utang kepada supplier lokal untuk store
           2                                                                    486.353.000
                    improvement dan operasional di Sulawesi
                    Akumulasi utang kepada supplier lokal untuk store
           3                                                                    247.618.500
                    improvement dan operasional di Jawa Timur
                    Akumulasi utang kepada supplier lokal untuk store
           4                                                                    242.571.500
                    improvement dan operasional di Jabodetabek
           5        KAP Gideon & Rekan                                           91.791.000
                                        Total                                 5.939.559.050


   c. Perseroan tetap berupaya melakukan pelunasan dengan cara melakukan cicilan sesuai
      dengan kemampuan kas Perseroan.
   d. Utang usaha pihak berelasi sudah dijalankan dengan prinsip arm’s length yaitu dengan
      melakukan transaksi dengan diferensiasi harga dan tetap mengenakan pajak sesuai dengan
      peraturan pajak yang berlaku.

14. Pada CALK 11 tentang Utang Lain-lain, Perseroan mencatatkan utang lain-lain sebesar Rp1,4
    miliar per 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
    a. Nature dari utang lain-lain tersebut.
    b. Agar disampaikan 3 (tiga) pihak terbesar atas utang lain-lain tersebut.
    c. Kontribusi yang diharapkan atas adanya utang lain-lain bagi operasional Perseroan.
    d. Strategi rencana pelunasan utang lain-lain serta sumber dana dalam melunasi utang lain-
        lain.

   Penjelasan:
   a. Nature dari utang lain-lain tersebut adalah pencatatan atas penerimaan uang muka dari
      customer sebelum terjadi transaksi penjualan.
   b.
            No                             Pelanggan                            Jumlah (Rp)

                1     RM. Pagi Sore                                                476.625.000
                2     PT. Mitra Tiga Rekanan                                       140.653.153
                3     PT. Jendela Kuliner Indonesia (Kopi NAKO)                    112.750.000
                                        TOTAL                                      730.028.153


   c. Utang lain-lain yang dicatat oleh Perseroan akan dilunasi langsung setelah transaksi
      penjualan dengan pihak customer difinalisasi.
Page 8
   d. Perseroan akan membukukan utang lain-lain tersebut setelah transaksi penjualan
      terjadi dan customer melakukan pelunasan akhir.

15. Pada CALK 12 tentang Beban Masih Harus Dibayar, Perseroan mencatatkan Beban Masih
    Harus Dibayar sebesar Rp408 miliar per 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
    a. Nature dari lain-lain (di bawah Rp100juta) sebesar Rp2,03 miliar.
    b. Informasi jasa tenaga ahli yang dibayarkan oleh Perseroan dan kontribusinya.
    c. Kontribusi yang diharapkan atas adanya lain-lain (di bawah Rp100 juta) bagi operasional
       Perseroan.
    d. Strategi rencana pembayaran beban yang masih harus dibayar serta sumber dana dalam
       melunasi tersebut.

   Penjelasan:
   a. Nature dari transaksi tersebut adalah pembebanan atas beban non-commodity yang harus
      dibayar Perseroan, diantaranya biaya logistik dan biaya transportasi.
   b. Jasa tenaga ahli yang dibayarkan Perseroan adalah pencadangan biaya audit untuk tahun
      buku 2025.
   c. Merujuk pada point a di atas, biaya lain-lain adalah sebagai biaya penunjang atas
      operasional Perseroan.
   d. Perseroan tetap berupaya melakukan pembayaran kewajiban sesuai dengan kemampuan
      kas Perseroan.

16. Terkait dengan perpajakan, agar dapat dijelaskan:
    a. Apakah pernah terdapat temuan dari Dirjen Pajak atas adanya kekurangan/kelebihan bayar
       Perseroan selama tahun 2023-2025? agar dapat dielaborasi jika ada.
    b. Strategi pengaturan pajak secara internal sehingga meminimalisir temuan pajak kurang
       bayar dan/atau lebih bayar di kemudian hari.

   Penjelasan:
   a. Perseroan pernah ada temuan dari Dirjen Pajak atas adanya kekurangan bayar dengan
      nomor surat Nmr : 0019/206/19/054/24 tanggal 11 Oktober 2024, dengan total SKPKB
      Rp1.481.904.744, dan sampai dengan saat ini Perseroan sudah melakukan cicilan
      pembayaran atas kewajiban tersebut sebesar Rp491.392.500.
   b. Perseroan berupaya melakukan pembukuan sesuai dengan kaidah-kaidah PSAK dan
      ketentuan peraturan pajak yang berlaku.

17. Pada CALK 15 tentang Utang Bank, Perseroan memiliki utang bank sebesar Rp460,28 miliar
    pada periode 30 September 2025 atau 115x lebih besar dari total aset, agar dapat dijelaskan:
    a. Perincian utang bank Perseroan saat ini dengan melengkapi tabel berikut:

           Bank          Fasilitas        Saldo         Plafon        Tingkat      Periode Dan
                                        Terutang                      Bunga       Jatuh Tempo
      PT Bank                …             …               …             …              …
      Mandiri
      (Persero) Tbk
      …                      …              …              …             …              …

   b. Strategi Perseroan agar utang bank sesuai dengan jadwal pembayaran tepat waktu dan
      tidak menambah denda/penalti utang bank.
   c. Kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang
      bank dimaksud sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
   d. Sumber arus kas utama yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban utang bank.
   e. Langkah-langkah mitigasi risiko yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk menjaga
      keberlangsungan usaha dalam kondisi struktur permodalan yang sangat leverage.
Page 9
   f.   Apakah dalam periode historis Perseroan pernah mengalami pelanggaran (breach)
        terhadap batasan financial covenants sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian
        kredit? Agar dielaborasi.

   Penjelasan:

   a. Posisi per 30 November 2025
                                       Saldo Utang Pokok                         Tingkat   Periode Dan
              Bank         Fasilitas                            Plafon
                                           Terutang                               bunga    Jatuh Tempo
         PT Bank Mandiri     KMK       142.282.211.452,33   178.957.211.452,33   8,50%      10-Sep-25
          (Persero) Tbk      KMK       316.000.000.000,00   316.000.000.000,00   8,50%      10-Sep-25


   b. Perseroan menjaga pemenuhan kewajiban utang bank melalui komunikasi yang intensif
      dengan pihak Bank dan tetap melakukan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan
      arus kas. Walaupun pembayaran belum sepenuhnya sesuai jadwal, pihak Bank tetap
      mengapresiasi komitmen Perseroan dalam melakukan pembayaran, sehingga hubungan
      kerja sama dapat terus terjaga.
   c. Pemenuhan kewajiban pembayaran utang bank oleh Perseroan dilakukan dengan
      mempertimbangkan kondisi keuangan dan arus kas yang tersedia. Meskipun pembayaran
      belum sepenuhnya sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, Perseroan tetap melakukan
      pembayaran secara berkesinambungan dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak
      Bank Mandiri.
   d. Sumbernya dari hasil operasi Perseroan, baik dari bisnis saat ini maupun bisnis yang terus
      diupayakan ke depannya.
   e. Perseroan melakukan mitigasi risiko antara lain melalui pengelolaan arus kas yang ketat,
      efisiensi biaya operasional, serta komunikasi yang berkelanjutan dengan kreditur. Di sisi
      operasional, Perseroan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kegiatan usaha,
      termasuk pengembangan bisnis ekonomi hijau yang relatif tidak memerlukan belanja modal
      besar guna menjaga keberlangsungan usaha di tengah kondisi leverage yang tinggi dan
      keterbatasan arus kas.
   f. Situasi tersebut terjadi karena kondisi kinerja dan arus kas Perseroan. Seluruh kondisi
      tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak Bank Mandiri. Perseroan terus
      mengupayakan melakukan cicilan pembayaran kepada Bank Mandiri dan terus
      mengusahakan peningkatan pembayaran termasuk upaya menambah lini bisnis yang
      dapat mengkontribusikan keuntungan yang baik dengan investasi modal minimal. Selain
      itu, Perseroan juga berdiskusi dengan pihak Bank terkait opsi penyelesaian kewajiban
      melalui langkah-langkah tertentu untuk mempercepat pelunasan.

18. Pada CALK 21 terkait Pendapatan Bersih, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar
    Rp39,6 miliar pada 30 September 2025 atau menurun signifikan dari sebesar Rp149,39 miliar
    per 30 September 2024
Page 10
•   Penurunan paling material berasal dari segmen Telepon Seluler, yang turun drastis dari
    Rp98,82 miliar (2024) menjadi Rp10,11 miliar (2025).
•   Segmen mesin dan peralatan kopi serta kartu perdana dan voucher isi ulang juga
    mengalami penurunan signifikan, sementara segmen lain relatif kecil dan tidak mampu
    mengkompensasi penurunan utama.
•   Terjadi pergeseran struktur pendapatan, di mana pada 2024 pendapatan sangat
    terkonsentrasi pada satu segmen utama, sedangkan pada 2025 pendapatan menjadi lebih
    tersebar namun dengan basis yang jauh lebih rendah.

Atas dasar hal tersebut, agar dapat dijelaskan:
a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan pendapatan bersih secara signifikan pada
   tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, khususnya penurunan tajam pada segmen telepon
   seluler.
b. Apakah penurunan pendapatan pada segmen-segmen utama tersebut bersifat sementara
   atau struktural? Agar dielaborasi.
c. Mohon dijelaskan kondisi pasar dan strategi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan
   pendapatan masing-masing segmen.
d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan di tahun 2026 dengan kegiatan
   eksisting yang ada saat ini.

Penjelasan:
a. Penurunan pendapatan bersih secara signifikan khususnya pada segmen telepon seluler,
   terutama disebabkan oleh tingginya tingkat persaingan serta dinamika pasar yang terus
   berubah, tingginya modal kerja yang dibutuhkan dalam segmen bisnis ini dan margin yang
   relatif rendah. Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan juga secara bertahap
   mempersiapkan transformasi usaha menuju bisnis gaya hidup, yang mencakup
   pengembangan ekosistem kopi serta layanan manajemen digital marketing/influencer
   management. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan menjaga dan dalam beberapa hal
   mengurangi fokus pada bisnis telepon seluler dan penjualan produk operator, sambil
   mempersiapkan pengembangan usaha di bidang ekonomi hijau.
b. Penurunan pendapatan pada segmen utama dipengaruhi oleh perubahan strategi dan
   kondisi pasar. Pada segmen tertentu, penurunan bersifat struktural seiring dengan
   penyesuaian fokus usaha, sementara pada segmen lainnya bersifat sementara dan masih
   bergantung pada dinamika pasar dan kinerja usaha baru. Perseroan fokus pada usaha
   yang menghasilkan keuntungan (Ebitda) lebih baik dibandingkan hanya kepada
   pendapatan saja.
c. Pada segmen perdagangan telepon seluler, persaingan harga yang sangat ketat dan
   perubahan selera pasar terhadap merek dan tipe produk yang sangat cepat menjadi
   pertimbangan Perseroan untuk melakukan perubahan strategi untuk fokus ke segmen
   bisnis lain, sambil terus memonitor perkembangan barang-barang yang berbasis pada
   kecerdasan buatan (AI).
   Pada segmen mesin kopi dan ekosistem kopi, pasar dan persaingan meningkat seiring
   berkembangnya tren gaya hidup café. Perseroan menjaga keberlanjutan pendapatan
   setiap segmen dengan upaya diversifikasi channel dan juga produk.
   Sementara itu, pada segmen jasa digital marketing dan influencer management, Perseroan
   memanfaatkan peluang pasar dengan menawarkan layanan yang fleksibel dan efisien
   sesuai kebutuhan klien.
d. Pada tahun 2026, Perseroan terus menjaga pendapatan dari hasil usaha penjualan telepon
   seluler melalui channel online, sementara itu Perseroan juga berupaya meningkatkan bisnis
   disegmen ekosistem kopi, influencer marketing dan ekonomi hijau.
Page 11
19. Pada CALK 22 terkait Beban Pokok Pendapatan, Perseroan mencatat Beban Pokok
    Pendapatan turun signifikan dari Rp41,24 miliar per 30 September 2024 menjadi Rp36,21 miliar
    30 September 2025, atau turun sekitar 74%, sejalan dengan penurunan pendapatan. Agar
    dapat dijelaskan:
    a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan beban pokok pendapatan secara signifikan
       pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, serta keterkaitannya dengan perubahan
       volume penjualan.
    b. Mengingat pembelian dari pihak berelasi masih mencapai porsi yang signifikan pada tahun
       2025, mohon Perseroan menjelaskan kebijakan pengadaan, mekanisme penetapan harga,
       dan langkah yang dilakukan untuk memastikan transaksi dilakukan secara wajar (arm’s
       length).
    c. Mohon Perseroan menjelaskan kebijakan pengelolaan persediaan di tengah penurunan
       penjualan, termasuk risiko penumpukan stok dan langkah mitigasi yang dilakukan.
    d. Apakah penurunan beban pokok pendapatan dan pembelian pada tahun 2025 bersifat
       sementara atau mencerminkan perubahan struktural dalam model bisnis Perseroan?
       Mohon dijelaskan implikasinya terhadap keberlanjutan operasional.

   Penjelasan:
   a. Faktor utama dari penyebab penurunan beban pokok pendapatan secara signifikan adalah
      adanya penurunan fokus dari bisnis Perseroan, yang menyebabkan pendapatan atas
      penjualan telepon seluler menurun.
   b. Pembelian kepada pihak berelasi sudah dijalankan dengan prinsip arm’s length yaitu
      dengan melakukan transaksi dengan diferensiasi harga dan tetap mengenakan pajak
      sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku.
   c. Di tengah penurunan penjualan, Perseroan melakukan pengendalian persediaan secara
      lebih ketat melalui penyesuaian volume pembelian dan pemantauan perputaran stok untuk
      meminimalkan risiko penumpukan persediaan dan menjaga efisiensi modal kerja.
   d. Penurunan beban pokok pendapatan dan pembelian pada tahun 2025 bersifat struktural
      untuk segmen telepon seluler seiring dengan strategi bisnis Perseroan. Sedangkan untuk
      segmen lainnya, perubahan beban pokok pendapatan bersifat sementara dan bergantung
      pada tingkat pendapatan masing-masing segmen, di mana peningkatan pendapatan akan
      diikuti oleh kenaikan beban pokok pendapatan, dan sebaliknya.

20. Pada CALK 23 terkait Beban Usaha, total beban usaha menurun signifikan dari Rp7,29 miliar
    per 30 September 2024 menjadi Rp5,14 miliar per 30 September 2025, atau turun sekitar 29%,
    sejalan dengan kontraksi pendapatan, agar dapat dijelaskan:
    a. Langkah efisiensi biaya yang telah dan akan dilakukan, mengingat penurunan pendapatan
        pada tahun 2025 belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan beban usaha secara
        proporsional.
    b. Alasan beban transportasi, jasa tenaga ahli dan lain-lain masih relatif tinggi di tengah
        penurunan volume penjualan, serta upaya optimalisasi biaya distribusi dan metode
        pembayaran yang dilakukan Perseroan.
    c. Apakah struktur biaya Perseroan saat ini bersifat fleksibel mengikuti perubahan volume
        usaha, atau masih didominasi biaya tetap? Mohon dijelaskan implikasinya terhadap
        profitabilitas ke depan.

   Penjelasan:
   a. Perseroan telah melakukan efisiensi dalam operasional bisnis telepon seluler sejak
      beberapa tahun terakhir, sehingga penurunan pendapatan di segmen ini tidak berdampak
      signifikan terharap penurunan beban usaha. Pada waktu yang bersamaan, Perseroan terus
      melakukan upaya pengembangan bisnis disegmen lain yang berdampak pada peningkatan
      beban usaha.
   b. Seperti penjelasan di point a di atas untuk beban usaha, selain itu jasa tenaga ahli seperti
      biaya auditor telah diupayakan untuk tidak naik.
Page 12
   c. Struktur biaya Perseroan saat ini merupakan kombinasi antara biaya tetap dan biaya
      variabel. Untuk bisnis-bisnis existing seperti segmen telepon seluler, ekosistem kopi dan
      influencer management lebih condong bersifat flexibel dan proporsional, sedangkan untuk
      bisnis baru seperti segmen ekonomi hijau akan disesuaikan dengan kebutuhan dan
      perkembangan bisnis.

21. Pada CALK 25 terkait Pendapatan (Beban) Lainnya Bersih, Perseroan mencatatkan
    Pendapatan (beban) lainnya bersih meningkat dari Rp2,67 miliar per 30 September 2024
    menjadi Rp3,08 miliar 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
    a. Mohon Perseroan jelaskan secara rinci komponen utama yang membentuk pos “lain-lain –
       bersih” pada tahun 2025, termasuk sifat transaksi dan pihak-pihak yang terlibat.
       Apakah pendapatan lainnya tersebut bersifat berulang atau insidental? Mohon dijelaskan
       tingkat keberlanjutannya terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
    b. Mohon dijelaskan apakah pendapatan lainnya memiliki keterkaitan langsung dengan
       kegiatan operasional utama Perseroan atau berasal dari aktivitas di luar core business.

   Penjelasan:
   a. Pendapatan lain-lain bersifat incidental, sesuai dengan pencapaian target pembelian
      periode tertentu.
   b. Komponen pendapatan lain-lain memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan
      operasional utama Perseroan.

22. Sehubungan dengan kondisi likuiditas Perseroan khususnya penurunan arus kas operasional,
    naiknya rasio Debt to Equity dan Debt to Asset, akumulasi rugi yang sangat cukup tinggi, agar
    dapat dijelaskan:
    a. Kecukupan sumber pendanaan dan arus kas Perseroan dalam memenuhi kewajiban
        keuangan yang jatuh tempo.
    b. Langkah dan strategi manajemen ke depan dalam memperbaiki struktur permodalan.
    c. Langkah dan strategi meningkatkan kinerja keuangan, serta memastikan keberlanjutan
        usaha dan kepentingan pemegang saham.

   Penjelasan:
   a. Perseroan akan fokus kepada keberlanjutan operasional untuk dapat menghasilkan Ebitda
      positif, baik dari bisnis existing maupun dari bisnis baru sehingga dapat terus secara rutin
      melakukan pembayaran cicilan kepada Bank.
   b. Perseroan akan terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan keuangan didalam
      meningkatkan bisnis dengan berbagai cara yang tersedia di capital market. Karena itu,
      Perseroan memandang penting untuk saham Perseoran dapat diperdagangkan kembali.
      Selain itu, Perseroan terus berupaya mencari investor baru, baik di level Perseroan ataupun
      melalui entitas anak, terutama dibisnis ekonomi hijau yang memiliki prospek yang baik.
   c. Perseroan akan fokus pada optimalisasi kegiatan usaha yang telah berjalan, efisiensi biaya
      operasional dengan target mencapai Ebitda yang cukup sehingga dapat melakukan
      pembayaran cicilan secara rutin kepada Bank dan melakukan investasi kembali untuk
      pengembangan bisnis Perseroan.

23. Apakah ada rencana untuk melakukan aksi korporasi seperti rights issue/private placement
    atau mencari investor strategis untuk memperkuat struktur modal? Agar dijelaskan apakah
    Perseroan memiliki rencana aksi korporasi lainnya yang akan dilakukan selama 12 bulan
    mendatang?

   Penjelasan:
   Ya, ada, baik melalui right issue di Perseroan ataupun private placement mengundang investor
   di entitas anak Perseroan, terutama yang bergerak dibidang ekonomi hijau.
Page 13
24. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan,
    PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon
    disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.

   Penjelasan:
   Sepengetahuan kami, tidak ada kejadian perkara hukum yang sedang dihadapi oleh
   Perseroan.

25. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
    Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

   Penjelasan:
   Hingga saat ini, Perseroan belum mempunyai informasi atau fakta material lainnya yang dapat
   mempengaruhi harga Efek Perusahaan.



Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
PT Globe Kita Terang Tbk




Sugiono Wiyono Sugialam
Direktur Utama

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.3 MB
Published2 Jan 2026
Pages13
Characters40,601
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sukses Perdana p.3 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.4 ×18
linked org Globe Kita Terang Tbk p.13 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved person Hendra Ahmad Hidayat Kepala Divisi Penilaian p.1
unresolved org Bank Sampah Kranggan p.2
unresolved org Gideon Adi & Rekan p.2
unresolved org PT Sukses Perdana Prima p.4
unresolved org PT Mastro Kreasi Estetika p.7
unresolved org Gideon & Rekan p.7
unresolved org Gideon p.7
unresolved org PT. Mitra Tiga Rekanan p.7
unresolved org PT. Jendela Kuliner Indonesia p.7
unresolved org Mandiri (Persero) Tbk p.8
unresolved person Sugiono Wiyono Sugialam · Direktur Utama p.13

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result