Back to announcement
20260102_GLOB_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32016459_lamp1.pdf
Other Text extracted GLOBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
No. GLOB/CORSEC/01/I/2026
Jakarta, 02 Januari 2026
Kepada Yth.
Bapak Hendra Ahmad Hidayat
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Perihal: Penyampaian Penjelasan Lanjutan
Dengan hormat,
Mengacu pada Surat Bursa No.: S-14518/BEI.PP2/12-2025 tanggal 23 Desember 2025, yang kami
terima pada tanggal 29 Desember 2025 perihal Permintaan Penjelasan, maka dengan ini
Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai berikut:
1. Agar Perseroan sampaikan informasi mengenai perbandingan Anggaran dan Realisasi jumlah
pendapatan per segmen untuk tahun 2025.
Penjelasan:
Perseroan menetapkan anggaran pendapatan per segmen untuk tahun 2025 dengan asumsi
pertumbuhan penjualan yang wajar, normal, dan berkelanjutan, sejalan dengan tren historis
dan strategi pengembangan usaha yang telah direncanakan. Namun demikian, realisasinya
masih berada di bawah anggaran yang telah ditetapkan.
2. Apabila terdapat perbandingan Anggaran dan Realisasi jumlah pendapatan per segmen yang
belum memenuhi target hingga akhir tahun 2025, agar disampaikan kendala yang dihadapi
Perseroan sehingga tidak memenuhi target tersebut.
Penjelasan:
Melihat perkembangan bisnis disegmen telepon seluler, tingginya tingkat persaingan dan
dinamika pasar yang terus berubah, serta tingginya modal kerja yang dibutuhkan dalam
segmen bisnis ini dan margin yang relatif rendah, Perseroan merubah strategi untuk
mempertahankan penjualan di-online saja dan memfokuskan pengembangan bisnis di
segmen lain. Pada segmen ekosistem kopi, tren pertumbuhan terus menunjukkan
perkembangan, namun kondisi ekonomi yang menantang memberikan tekanan sendiri
terhadap pertumbuhan bisnis tersebut di Perseroan; diharapkan pada tahun 2026 pendapatan
Perseroan dari segmen ini akan meningkat. Sedangkan bisnis ekonomi hijau sudah dimulai di
akhir tahun 2025 dengan estimasi mulai memberikan hasil di tahun 2026.
3. Penjelasan Perseroan mengenai kerjasama-kerjasama yang sampai dengan saat ini masih
berlanjut baik dengan pemerintah maupun swasta yang cukup material untuk mencapai target
tahun 2025 serta bagaimana strategi Perseroan kedepannya.
Penjelasan:
Hingga saat ini, Perseroan masih memiliki kerja sama yang berjalan dengan pihak ketiga yang
sejalan dengan kegiatan usaha Perseroan dan memberikan kontribusi dalam mendukung
kinerja Perseroan. Perseroan akan terus melanjutkan dan mengoptimalkan kerja sama dengan
Page 2
pihak ketiga dengan tetap memperhatikan kesesuaian terhadap strategi bisnis Perseroan ke
depan.
Dengan mempertimbangkan pencapaian kinerja tahun 2025, Perseroan melakukan
penyesuaian dan pengembangan kegiatan usaha melalui diversifikasi bisnis, termasuk
pengembangan usaha di sektor ekonomi hijau di bidang pengelolaan sampah melalui
teknologi TOSS (Teknologi Olah Sampah Sirkular) dan perdagangan pupuk organik. Selain
itu, Perseroan tetap menjalankan kegiatan usaha perdagangan perangkat telekomunikasi
melalui online, menambah portofolio produk berupa mesin espresso untuk kebutuhan rumah
tangga dan kantor skala kecil serta penambahan portofolio produk dan merek dari pemasok
lokal.
4. Terkait dengan proyek TOSS, agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
a. Perkembangan terkait proyek TOSS hingga saat ini.
b. Perkembangan penjajakan atas investor potensial pada proyek tersebut, mengingat
Perseroan menyatakan bahwa pada bulan Desember 2025 menargetkan
penandatanganan dokumen kerja sama dan memulai tahap produksi.
c. Informasi aset tetap dan/atau hak guna yang telah Perseroan dapatkan hingga akhir tahun
2025 ini untuk proyek TOSS sebagai tahap awal produksi.
d. Dana yang telah dikeluarkan untuk TOSS hingga akhir tahun 2025 serta;
e. Rencana penggunaan dana untuk pengembangan proyek TOSS di tahun 2026.
Penjelasan:
a. Proyek pencontohan TOSS di Lokasi Bank Sampah Kranggan sudah dimulai sejak bulan
November 2025. Setelah melihat hasil yang didapatkan, maka persiapan untuk memulai
produksi dilakukan di awal bulan Desember 2025. Sampai saat ini, produksi sudah mulai
berjalan dan rencana akan mulai eskalasi jumlah produksi secara bertahap mulai Januari
2026.
b. Saat ini, bisnis TOSS masih dibiayai dengan pendanaan internal Perseroan dan Perseroan
juga telah melakukan penjajakan dengan pihak ketiga sebagai calon mitra pendanaan
untuk meningkatkan bisnis TOSS.
c. Hingga akhir tahun 2025, proyek TOSS Kranggan telah melakukan investasi untuk
perapian area dan mesin produksi di lokasi Kranggan, Bekasi dengan nilai di bawah Rp50
juta.
d. Dana yang telah dikeluarkan oleh TOSS hingga akhir tahun 2025 sekitar Rp75 juta
termasuk biaya operasional.
e. Rencana pengembangan TOSS pada tahun 2026 diperkirakan akan membutuhkan
belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 miliar.
Terkait dengan Laporan Keuangan Auditan per 31 Desember 2024
5. Perseroan telah menyampaikan laporan keuangan tahunan auditan per 31 Desember 2024
(LKT 2024) pada 26 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Gideon
Adi & Rekan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelas Going
Concern, dimana terdapat keraguan atas kemampuan Grup dalam menyelesaikan
hutangnya yang mencatatkan saldo akumulasi kerugian dan defisiensi modal sebesar Rp1,3
triliun. Sepanjang tahun 2024, Grup melaksanakan langkah-langkah yang telah diterapkan
dalam berbagai strategi seperti meningkatkan toko online menjadi 30 toko, live sales menjadi
12 jam per hari, meningkatkan bisnis di ekosistem kopi, ekonomi hijau, dan influencer marketing
agency, agar dapat dijelaskan:
a. Toko online saat ini yang masih beroperasi dan menghasilkan pendapatan.
b. Jumlah jam per hari untuk live sales saat ini.
c. Terkait Influencer Marketing Agency, mohon penjelasan mengenai:
i. Produk yang dipasarkan.
Page 3
ii. Pihak-pihak yang diajak bekerja sama.
iii. Status operasional atas Influencer Marketing Agency saat ini.
iv. Kontribusi pendapatan sepanjang tahun 2025.
Penjelasan:
a. Sampai saat ini, jumlah toko online Perseroan ada 5 toko dengan status official store.
b. Saat ini, LiveSales dilakukan sekitar 4-5 jam per hari.
c. i. Produk yang dipasarkan adalah produk atau layanan milik brand klien yang bekerja
sama dengan TEROKAIROS. Aktivasi dilakukan melalui strategi Influencer/KOL
Marketing dengan pendekatan konten kreatif dan relevan di platform digital (seperti
Instagram, TikTok, YouTube, dan platform lainnya), yang bertujuan untuk
meningkatkan brand awareness, engagement, consideration, hingga conversion,
sesuai dengan objektif dan KPI campaign yang disepakati bersama klien.
ii. Pihak-pihak yang diajak bekerja sama, antara lain:
- Brand/Perusahaan (klien) sebagai pemilik produk atau layanan yang
dipromosikan.
- Influencer/KOL/Content Creator yang dipilih berdasarkan kesesuaian dengan
target audience, kategori produk, serta objektif campaign.
- Community Partner atau Media Partner (jika diperlukan) untuk memperluas
jangkauan dan memperkuat distribusi konten.
- Talent management.
iii. Hingga saat ini, Perseroan menilai bahwa peluang bisnis Influencer Marketing Agency
masih cukup baik seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar digital.
Oleh karena itu, Perseroan berencana untuk melanjutkan kegiatan usaha ini pada
tahun 2026 dengan tetap melakukan evaluasi secara berkala.
iv. Sampai dengan bulan November 2025, bisnis Influencer Marketing Agency sudah
berkontribusi hampir 9% dari seluruh pendapatan Perseroan.
Perseroan menargetkan fokus 2026 dalam bisnis ekonomi hijau dan gaya hidup melalui bisnis
mesin kopi dan juga Influencer Marketing Agency.
6. Untuk rencana tahun 2025, Perseroan menerapkan strategi yaitu memperkuat bisnis ekosistem
kopi, ada potensi bisnis baru yaitu Meetu Pet dan mesin kopi espresso bekas, meningkatkan
kinerja TEROKAIROS, agen pemasaran influencer, melalui konsultasi dan eksekusi kampanye
pemasaran digital, agar dapat dijelaskan:
a. Kerja sama – kerja sama yang telah dibentuk untuk ekosistem bisnis kopi sepanjang tahun
2025.
b. Elaborasi kinerja TEROKAIROS saat ini dan kontribusinya sepanjang tahun 2025.
c. Perkembangan bisnis baru Meetu Pet berupa lokasi operasional dan kontribusi pendapatan
sepanjang tahun 2025.
Penjelasan:
a. Perseroan menjalin kerja sama dengan pelaku usaha dalam ekosistem bisnis kopi, baik
kafe maupun perusahaan yang menjalankan usaha penjualan minuman kopi, guna
mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan.
b. Mohon lihat penjelasan No 5.c di atas.
c. Dikarenakan Perseroan belum mendapatkan visibility yang memadai atas keberlanjutan
usaha MeetU Pet, maka rencana tersebut untuk sementara waktu tidak dilanjutkan.
7. Terkait dengan Hal Audit Utama yang disampaikan KAP, bahwa terdapat catatan kemampuan
Grup dalam menyelesaikan utangnya dilihat dari utang usaha, beban masih harus dibayar, dan
utang bank jangka pendek yang telah melampaui total aset, agar dapat dijelaskan:
a. Progress restrukturisasi utang dan konversi piutang Sukses Perdana Prima terhadap TRIO
menjadi saham Perseroan.
Page 4
b. Agar Perseroan sampaikan estimasi kapan waktu atas penyelesaiannya progres
restrukturisasi utang dan konversi piutang tersebut.
c. Progress restrukturisasi utang dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, agar Perseroan
sampaikan dokumen terakhir yang diminta Bank Mandiri dan dokumen yang dikirimkan
oleh Perseroan.
d. Agar Perseroan sampaikan estimasi kapan waktu atas penyelesaiannya progres
restrukturisasi utang dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut.
Penjelasan:
a. Sampai saat ini, restrukturisasi utang dan konversi piutang PT Sukses Perdana Prima
terhadap TRIO menjadi saham Perseroan masih dalam proses mendapatkan persetujuan
dari kreditor perbankan TRIO.
b. Penyelesaian restrukturisasi utang dan konversi piutang bergantung pada proses
persetujuan dari para kreditur TRIO. Perseroan melakukan usaha terbaik untuk
menyelesaikan proses ini dengan harapan pada tahun 2026 sudah ada kejelasan.
c. Proses restrukturisasi utang Mandiri terus berjalan, beberapa inisiatif sedang dibahas
dengan Bank Mandiri dan Perseroan mengharapkan pada tahun 2026 sudah dapat terjadi.
d. Perseroan telah melakukan komunikasi dan pembahasan dengan pihak Bank terkait
restrukturisasi utang. Perseroan mengharapkan proses restrukturisasi ini dapat
diselesaikan pada kuartal 1 tahun 2026.
Terkait dengan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025
8. Pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) 5 tentang Piutang Usaha, Perseroan memiliki
piutang usaha yang telah lewat jatuh tempo sebesar Rp440 juta atau 99% dari total piutang
usaha Perseroan, mohon penjelasan mengenai:
a. Latar belakang tingginya piutang usaha telah jatuh tempo tersebut.
b. Strategi yang dilakukan Perseroan agar piutang Perseroan memiliki kolektabilitas yang
lebih lancar.
c. Perincian pelunasan piutang usaha sampai dengan saat ini dengan melengkapi tabel
berikut:
Keterangan Jumlah (Rp) Pelunasan (Rp) Outstanding Outstanding
(Rp) (%)
Belum jatuh tempo 3.377.800 … … …
Telah jatuh tempo:
1-30 hari 373.753.645
31-90 hari 16.536.251
Lebih dari 90 hari 50.548.555
Total 444.216.251
d. Dasar penentuan dan kecukupan cadangan penurunan nilai piutang usaha.
e. Evaluasi Perseroan atas risiko gagal bayar (credit risk) dan potensi kerugian penurunan
nilai di masa mendatang, khususnya atas piutang yang telah lewat jatuh tempo lebih dari
90 hari.
Penjelasan:
a. Piutang per tanggal 30 September 2025 ini, 92%-nya sudah lunas diperiode Oktober –
November 2025. Hal ini terjadi pada karena ada sedikit perbedaan waktu pelunasan
dengan pelanggan.
b. Melakukan pendekatan lebih intensif dengan pelanggan.
Page 5
c.
Outstanding Outstanding
Keterangan Jumlah (Rp) Pelunasan (Rp)
(Rp) (%)
Belum jatuh tempo 3.377.800 3.377.800 0 0%
Telah jatuh tempo:
1-30 hari 373.753.645 371.283.895 2.469.750 1%
31-90 hari 16.536.251 7.358.552 9.177.699 56%
Lebih dari 90 hari 50.548.555 27.245.500 23.303.055 46%
Total 444.216.251 409.265.747 34.950.504 8%
d. Perseroan tidak melakukan pencadangan penurunan piutang usaha karena Perseroan
berpendapat bahwa piutang yang ada masih tergolong lancar.
e. Perseroan menilai bahwa piutang tersebut memiliki tingkat risiko yang rendah dan paralel
Perseroan tetap mengupayakan penagihan.
9. Pada CALK 6 terkait Persediaan, Perseroan mencatatkan persediaan sebesar Rp1,4 miliar
pada 30 September 2025 yang terdiri dari Biji Kopi, Mesin, Peralatan Kopi, dan Aksesoris lain-
lain, agar dapat dijelaskan:
a. Rata-rata inventory turnover ratio Perseroan selama tahun 2025.
b. Apakah Perseroan mengasuransikan Persediaan pada periode 30 September 2025?
Apabila tidak, agar dapat disampaikan latar belakang Perseroan tidak mengasuransikan
persediaan yang ada.
c. Bagaimana Perseroan mengoptimalkan penjualan persediaan lebih cepat untuk akhir tahun
2025 dan periode tahun 2026?
Penjelasan:
a. Rata-rata inventory turnover ratio Perseroan selama tahun 2025 adalah 12 kali, yang
mencerminkan rata-rata umur persediaan sekitar satu bulan.
b. Persediaan milik Perseroan sudah termasuk asuransi dari pihak supplier, dimana
Persediaan Mesin Kopi yang merupakan mayoritas nilai Persediaan dititipkan di gudang
supplier .
c. Perseroan mengutamakan pembelian persediaan yang perputarannya lebih tinggi dan
terus mengadakan pendekatan kepada pelanggan baik regular maupun baru serta
memberikan pilihan layanan pre-order.
10. Pada CALK 7 terkait Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka, Perseroan mencatatkan saldo
uang muka pembelian per 30 September 2025 sebesar Rp383 juta, agar dapat dijelaskan:
a. Rincian komponen pos “Uang Muka Pembelian” termasuk nilai masing-masing, periode
manfaat, dan pihak penyedia jasa/barang.
b. Dasar pertimbangan akuntansi Perseroan dalam mengklasifikasikan transaksi-transaksi
tersebut sebagai uang muka pembelian, bukan sebagai beban periode berjalan atau aset
tetap/aset tak berwujud, serta kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku.
c. Periode amortisasi dan pola pembebanan ke laba rugi, termasuk jadwal realisasi manfaat
ekonomi dari masing-masing komponen biaya dibayar di muka tersebut.
Penjelasan:
a. Rincian komponen pos “Uang Muka Pembelian” yakni:
No Keterangan Jumlah (Rp)
1 Pembayaran Influencer untuk Project Paragon 160.028.226
2 Pembayaran Influencer untuk Project Konimex 121.287.179
3 Pembayaran Influencer untuk Project Novell Pharmaceutical 29.487.180
4 Pembayaran Influencer untuk Project Lion Superindo 28.081.842
5 Pembayaran Influencer untuk Project Lainnya 44.328.737
TOTAL 383.213.164
Page 6
b. Dasar pertimbangan Perseroan mencatat dalam uang muka pembelian karena nature dari
bisnis ini adalah Perseroan melakukan pembayaran dimuka kepada Content Creator dan
customer/klien akan melakukan pembayaran kepada Perseroan setelah project selesai.
c. Perseroan mencatat pembebanan ke laba rugi atas uang muka tersebut setelah project
selesai.
11. Pada CALK nomor 8 terkait Aset Tetap, agar Perseroan jelaskan latar belakang atas tidak
diasuransikan aset tetap terhadap risiko banjir kebakaran dan risiko lainnya. Selain itu, adakah
rencana untuk menambahkan asuransi atas aset tetap tersebut di kemudian hari? Agar
dielaborasi.
Penjelasan:
Asset tetap berupa kendaraan sudah diasuransikan. Aset tetap lainnya berupa komputer/laptop
dan Office equipment tidak diasuransikan karena nilainya tidak signifikan.
12. Pertimbangan Perseroan membayarkan pajak dibayar di muka sebesar Rp460 juta pada
30 September 2025 dibandingkan periode 31 Desember 2024 hanya sebesar Rp24 juta,
mengingat Perseroan memiliki kewajiban lain yang telah jatuh tempo.
Penjelasan:
Pajak dibayar dimuka tersebut merupakan angsuran PPH ps.25 yang mengalami peningkatan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta PPH ps.23 atas pendapatan management fee
yang diterima Perseroan dalam periode tahun 2025.
13. Pada CALK 16 tentang Utang Usaha, Perseroan memiliki utang usaha sebesar Rp225,6 miliar
per 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
a. Mohon agar Perseroan menyampaikan klasifikasi kolektabilitas saat ini untuk utang tersebut
dengan mengisi tabel berikut:
Keterangan Jumlah Jumlah Outstanding Outstanding
(Rp) pembayaran (Rp) (%)
Lancar 2.692.034.270 ... ... ...
Jatuh tempo:
1-30 hari 1.582.319.360
31-60 hari 3.115.322.161
61-90 hari 721.933.741
91-120 hari 802.336.131
Lebih dari 90 hari 216.756.159.660
Total 225.670.105.323
b. Agar disampaikan 5 (lima) pihak terbesar atas utang usaha Perseroan dari lain-lain sebesar
Rp22,92 miliar per 30 September 2025.
c. Strategi rencana pelunasan utang usaha serta sumber dana dalam melunasi utang usaha.
d. Pada Utang Usaha Pihak Berelasi, bagaimana Perseroan memastikan bahwa setiap utang
usaha tersebut sudah dijalankan dengan prinsip arm’s lenght? Agar dielaborasi.
Page 7
Penjelasan:
a.
Jumlah Outstanding
Keterangan Jumlah (Rp) Outstanding (Rp)
Pembayaran (%)
Lancar 2.692.034.270 1.540.381.800 1.151.652.470 43%
Jatuh tempo:
1-30 hari 1.582.319.360 2.570.363 1.579.748.997 100%
31-60 hari 3.115.322.161 2.513.009.155 602.313.006 19%
61-90 hari 721.933.741 40.624.108 681.309.633 94%
91-120 hari 802.336.131 40.624.108 761.712.023 95%
Lebih dari 90 hari 216.756.159.660 2.249.000.000 214.507.159.706 99%
Total 225.670.105.323 6.386.209.534 219.283.895.835 97%
b. No Pihak Jumlah (Rp)
1 PT Mastro Kreasi Estetika 4.871.225.050
Akumulasi utang kepada supplier lokal untuk store
2 486.353.000
improvement dan operasional di Sulawesi
Akumulasi utang kepada supplier lokal untuk store
3 247.618.500
improvement dan operasional di Jawa Timur
Akumulasi utang kepada supplier lokal untuk store
4 242.571.500
improvement dan operasional di Jabodetabek
5 KAP Gideon & Rekan 91.791.000
Total 5.939.559.050
c. Perseroan tetap berupaya melakukan pelunasan dengan cara melakukan cicilan sesuai
dengan kemampuan kas Perseroan.
d. Utang usaha pihak berelasi sudah dijalankan dengan prinsip arm’s length yaitu dengan
melakukan transaksi dengan diferensiasi harga dan tetap mengenakan pajak sesuai dengan
peraturan pajak yang berlaku.
14. Pada CALK 11 tentang Utang Lain-lain, Perseroan mencatatkan utang lain-lain sebesar Rp1,4
miliar per 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari utang lain-lain tersebut.
b. Agar disampaikan 3 (tiga) pihak terbesar atas utang lain-lain tersebut.
c. Kontribusi yang diharapkan atas adanya utang lain-lain bagi operasional Perseroan.
d. Strategi rencana pelunasan utang lain-lain serta sumber dana dalam melunasi utang lain-
lain.
Penjelasan:
a. Nature dari utang lain-lain tersebut adalah pencatatan atas penerimaan uang muka dari
customer sebelum terjadi transaksi penjualan.
b.
No Pelanggan Jumlah (Rp)
1 RM. Pagi Sore 476.625.000
2 PT. Mitra Tiga Rekanan 140.653.153
3 PT. Jendela Kuliner Indonesia (Kopi NAKO) 112.750.000
TOTAL 730.028.153
c. Utang lain-lain yang dicatat oleh Perseroan akan dilunasi langsung setelah transaksi
penjualan dengan pihak customer difinalisasi.
Page 8
d. Perseroan akan membukukan utang lain-lain tersebut setelah transaksi penjualan
terjadi dan customer melakukan pelunasan akhir.
15. Pada CALK 12 tentang Beban Masih Harus Dibayar, Perseroan mencatatkan Beban Masih
Harus Dibayar sebesar Rp408 miliar per 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari lain-lain (di bawah Rp100juta) sebesar Rp2,03 miliar.
b. Informasi jasa tenaga ahli yang dibayarkan oleh Perseroan dan kontribusinya.
c. Kontribusi yang diharapkan atas adanya lain-lain (di bawah Rp100 juta) bagi operasional
Perseroan.
d. Strategi rencana pembayaran beban yang masih harus dibayar serta sumber dana dalam
melunasi tersebut.
Penjelasan:
a. Nature dari transaksi tersebut adalah pembebanan atas beban non-commodity yang harus
dibayar Perseroan, diantaranya biaya logistik dan biaya transportasi.
b. Jasa tenaga ahli yang dibayarkan Perseroan adalah pencadangan biaya audit untuk tahun
buku 2025.
c. Merujuk pada point a di atas, biaya lain-lain adalah sebagai biaya penunjang atas
operasional Perseroan.
d. Perseroan tetap berupaya melakukan pembayaran kewajiban sesuai dengan kemampuan
kas Perseroan.
16. Terkait dengan perpajakan, agar dapat dijelaskan:
a. Apakah pernah terdapat temuan dari Dirjen Pajak atas adanya kekurangan/kelebihan bayar
Perseroan selama tahun 2023-2025? agar dapat dielaborasi jika ada.
b. Strategi pengaturan pajak secara internal sehingga meminimalisir temuan pajak kurang
bayar dan/atau lebih bayar di kemudian hari.
Penjelasan:
a. Perseroan pernah ada temuan dari Dirjen Pajak atas adanya kekurangan bayar dengan
nomor surat Nmr : 0019/206/19/054/24 tanggal 11 Oktober 2024, dengan total SKPKB
Rp1.481.904.744, dan sampai dengan saat ini Perseroan sudah melakukan cicilan
pembayaran atas kewajiban tersebut sebesar Rp491.392.500.
b. Perseroan berupaya melakukan pembukuan sesuai dengan kaidah-kaidah PSAK dan
ketentuan peraturan pajak yang berlaku.
17. Pada CALK 15 tentang Utang Bank, Perseroan memiliki utang bank sebesar Rp460,28 miliar
pada periode 30 September 2025 atau 115x lebih besar dari total aset, agar dapat dijelaskan:
a. Perincian utang bank Perseroan saat ini dengan melengkapi tabel berikut:
Bank Fasilitas Saldo Plafon Tingkat Periode Dan
Terutang Bunga Jatuh Tempo
PT Bank … … … … …
Mandiri
(Persero) Tbk
… … … … … …
b. Strategi Perseroan agar utang bank sesuai dengan jadwal pembayaran tepat waktu dan
tidak menambah denda/penalti utang bank.
c. Kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang
bank dimaksud sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
d. Sumber arus kas utama yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban utang bank.
e. Langkah-langkah mitigasi risiko yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk menjaga
keberlangsungan usaha dalam kondisi struktur permodalan yang sangat leverage.
Page 9
f. Apakah dalam periode historis Perseroan pernah mengalami pelanggaran (breach)
terhadap batasan financial covenants sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian
kredit? Agar dielaborasi.
Penjelasan:
a. Posisi per 30 November 2025
Saldo Utang Pokok Tingkat Periode Dan
Bank Fasilitas Plafon
Terutang bunga Jatuh Tempo
PT Bank Mandiri KMK 142.282.211.452,33 178.957.211.452,33 8,50% 10-Sep-25
(Persero) Tbk KMK 316.000.000.000,00 316.000.000.000,00 8,50% 10-Sep-25
b. Perseroan menjaga pemenuhan kewajiban utang bank melalui komunikasi yang intensif
dengan pihak Bank dan tetap melakukan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan
arus kas. Walaupun pembayaran belum sepenuhnya sesuai jadwal, pihak Bank tetap
mengapresiasi komitmen Perseroan dalam melakukan pembayaran, sehingga hubungan
kerja sama dapat terus terjaga.
c. Pemenuhan kewajiban pembayaran utang bank oleh Perseroan dilakukan dengan
mempertimbangkan kondisi keuangan dan arus kas yang tersedia. Meskipun pembayaran
belum sepenuhnya sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, Perseroan tetap melakukan
pembayaran secara berkesinambungan dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak
Bank Mandiri.
d. Sumbernya dari hasil operasi Perseroan, baik dari bisnis saat ini maupun bisnis yang terus
diupayakan ke depannya.
e. Perseroan melakukan mitigasi risiko antara lain melalui pengelolaan arus kas yang ketat,
efisiensi biaya operasional, serta komunikasi yang berkelanjutan dengan kreditur. Di sisi
operasional, Perseroan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kegiatan usaha,
termasuk pengembangan bisnis ekonomi hijau yang relatif tidak memerlukan belanja modal
besar guna menjaga keberlangsungan usaha di tengah kondisi leverage yang tinggi dan
keterbatasan arus kas.
f. Situasi tersebut terjadi karena kondisi kinerja dan arus kas Perseroan. Seluruh kondisi
tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak Bank Mandiri. Perseroan terus
mengupayakan melakukan cicilan pembayaran kepada Bank Mandiri dan terus
mengusahakan peningkatan pembayaran termasuk upaya menambah lini bisnis yang
dapat mengkontribusikan keuntungan yang baik dengan investasi modal minimal. Selain
itu, Perseroan juga berdiskusi dengan pihak Bank terkait opsi penyelesaian kewajiban
melalui langkah-langkah tertentu untuk mempercepat pelunasan.
18. Pada CALK 21 terkait Pendapatan Bersih, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar
Rp39,6 miliar pada 30 September 2025 atau menurun signifikan dari sebesar Rp149,39 miliar
per 30 September 2024
Page 10
• Penurunan paling material berasal dari segmen Telepon Seluler, yang turun drastis dari
Rp98,82 miliar (2024) menjadi Rp10,11 miliar (2025).
• Segmen mesin dan peralatan kopi serta kartu perdana dan voucher isi ulang juga
mengalami penurunan signifikan, sementara segmen lain relatif kecil dan tidak mampu
mengkompensasi penurunan utama.
• Terjadi pergeseran struktur pendapatan, di mana pada 2024 pendapatan sangat
terkonsentrasi pada satu segmen utama, sedangkan pada 2025 pendapatan menjadi lebih
tersebar namun dengan basis yang jauh lebih rendah.
Atas dasar hal tersebut, agar dapat dijelaskan:
a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan pendapatan bersih secara signifikan pada
tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, khususnya penurunan tajam pada segmen telepon
seluler.
b. Apakah penurunan pendapatan pada segmen-segmen utama tersebut bersifat sementara
atau struktural? Agar dielaborasi.
c. Mohon dijelaskan kondisi pasar dan strategi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan
pendapatan masing-masing segmen.
d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan di tahun 2026 dengan kegiatan
eksisting yang ada saat ini.
Penjelasan:
a. Penurunan pendapatan bersih secara signifikan khususnya pada segmen telepon seluler,
terutama disebabkan oleh tingginya tingkat persaingan serta dinamika pasar yang terus
berubah, tingginya modal kerja yang dibutuhkan dalam segmen bisnis ini dan margin yang
relatif rendah. Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan juga secara bertahap
mempersiapkan transformasi usaha menuju bisnis gaya hidup, yang mencakup
pengembangan ekosistem kopi serta layanan manajemen digital marketing/influencer
management. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan menjaga dan dalam beberapa hal
mengurangi fokus pada bisnis telepon seluler dan penjualan produk operator, sambil
mempersiapkan pengembangan usaha di bidang ekonomi hijau.
b. Penurunan pendapatan pada segmen utama dipengaruhi oleh perubahan strategi dan
kondisi pasar. Pada segmen tertentu, penurunan bersifat struktural seiring dengan
penyesuaian fokus usaha, sementara pada segmen lainnya bersifat sementara dan masih
bergantung pada dinamika pasar dan kinerja usaha baru. Perseroan fokus pada usaha
yang menghasilkan keuntungan (Ebitda) lebih baik dibandingkan hanya kepada
pendapatan saja.
c. Pada segmen perdagangan telepon seluler, persaingan harga yang sangat ketat dan
perubahan selera pasar terhadap merek dan tipe produk yang sangat cepat menjadi
pertimbangan Perseroan untuk melakukan perubahan strategi untuk fokus ke segmen
bisnis lain, sambil terus memonitor perkembangan barang-barang yang berbasis pada
kecerdasan buatan (AI).
Pada segmen mesin kopi dan ekosistem kopi, pasar dan persaingan meningkat seiring
berkembangnya tren gaya hidup café. Perseroan menjaga keberlanjutan pendapatan
setiap segmen dengan upaya diversifikasi channel dan juga produk.
Sementara itu, pada segmen jasa digital marketing dan influencer management, Perseroan
memanfaatkan peluang pasar dengan menawarkan layanan yang fleksibel dan efisien
sesuai kebutuhan klien.
d. Pada tahun 2026, Perseroan terus menjaga pendapatan dari hasil usaha penjualan telepon
seluler melalui channel online, sementara itu Perseroan juga berupaya meningkatkan bisnis
disegmen ekosistem kopi, influencer marketing dan ekonomi hijau.
Page 11
19. Pada CALK 22 terkait Beban Pokok Pendapatan, Perseroan mencatat Beban Pokok
Pendapatan turun signifikan dari Rp41,24 miliar per 30 September 2024 menjadi Rp36,21 miliar
30 September 2025, atau turun sekitar 74%, sejalan dengan penurunan pendapatan. Agar
dapat dijelaskan:
a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan beban pokok pendapatan secara signifikan
pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, serta keterkaitannya dengan perubahan
volume penjualan.
b. Mengingat pembelian dari pihak berelasi masih mencapai porsi yang signifikan pada tahun
2025, mohon Perseroan menjelaskan kebijakan pengadaan, mekanisme penetapan harga,
dan langkah yang dilakukan untuk memastikan transaksi dilakukan secara wajar (arm’s
length).
c. Mohon Perseroan menjelaskan kebijakan pengelolaan persediaan di tengah penurunan
penjualan, termasuk risiko penumpukan stok dan langkah mitigasi yang dilakukan.
d. Apakah penurunan beban pokok pendapatan dan pembelian pada tahun 2025 bersifat
sementara atau mencerminkan perubahan struktural dalam model bisnis Perseroan?
Mohon dijelaskan implikasinya terhadap keberlanjutan operasional.
Penjelasan:
a. Faktor utama dari penyebab penurunan beban pokok pendapatan secara signifikan adalah
adanya penurunan fokus dari bisnis Perseroan, yang menyebabkan pendapatan atas
penjualan telepon seluler menurun.
b. Pembelian kepada pihak berelasi sudah dijalankan dengan prinsip arm’s length yaitu
dengan melakukan transaksi dengan diferensiasi harga dan tetap mengenakan pajak
sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku.
c. Di tengah penurunan penjualan, Perseroan melakukan pengendalian persediaan secara
lebih ketat melalui penyesuaian volume pembelian dan pemantauan perputaran stok untuk
meminimalkan risiko penumpukan persediaan dan menjaga efisiensi modal kerja.
d. Penurunan beban pokok pendapatan dan pembelian pada tahun 2025 bersifat struktural
untuk segmen telepon seluler seiring dengan strategi bisnis Perseroan. Sedangkan untuk
segmen lainnya, perubahan beban pokok pendapatan bersifat sementara dan bergantung
pada tingkat pendapatan masing-masing segmen, di mana peningkatan pendapatan akan
diikuti oleh kenaikan beban pokok pendapatan, dan sebaliknya.
20. Pada CALK 23 terkait Beban Usaha, total beban usaha menurun signifikan dari Rp7,29 miliar
per 30 September 2024 menjadi Rp5,14 miliar per 30 September 2025, atau turun sekitar 29%,
sejalan dengan kontraksi pendapatan, agar dapat dijelaskan:
a. Langkah efisiensi biaya yang telah dan akan dilakukan, mengingat penurunan pendapatan
pada tahun 2025 belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan beban usaha secara
proporsional.
b. Alasan beban transportasi, jasa tenaga ahli dan lain-lain masih relatif tinggi di tengah
penurunan volume penjualan, serta upaya optimalisasi biaya distribusi dan metode
pembayaran yang dilakukan Perseroan.
c. Apakah struktur biaya Perseroan saat ini bersifat fleksibel mengikuti perubahan volume
usaha, atau masih didominasi biaya tetap? Mohon dijelaskan implikasinya terhadap
profitabilitas ke depan.
Penjelasan:
a. Perseroan telah melakukan efisiensi dalam operasional bisnis telepon seluler sejak
beberapa tahun terakhir, sehingga penurunan pendapatan di segmen ini tidak berdampak
signifikan terharap penurunan beban usaha. Pada waktu yang bersamaan, Perseroan terus
melakukan upaya pengembangan bisnis disegmen lain yang berdampak pada peningkatan
beban usaha.
b. Seperti penjelasan di point a di atas untuk beban usaha, selain itu jasa tenaga ahli seperti
biaya auditor telah diupayakan untuk tidak naik.
Page 12
c. Struktur biaya Perseroan saat ini merupakan kombinasi antara biaya tetap dan biaya
variabel. Untuk bisnis-bisnis existing seperti segmen telepon seluler, ekosistem kopi dan
influencer management lebih condong bersifat flexibel dan proporsional, sedangkan untuk
bisnis baru seperti segmen ekonomi hijau akan disesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan bisnis.
21. Pada CALK 25 terkait Pendapatan (Beban) Lainnya Bersih, Perseroan mencatatkan
Pendapatan (beban) lainnya bersih meningkat dari Rp2,67 miliar per 30 September 2024
menjadi Rp3,08 miliar 30 September 2025, agar dapat dijelaskan:
a. Mohon Perseroan jelaskan secara rinci komponen utama yang membentuk pos “lain-lain –
bersih” pada tahun 2025, termasuk sifat transaksi dan pihak-pihak yang terlibat.
Apakah pendapatan lainnya tersebut bersifat berulang atau insidental? Mohon dijelaskan
tingkat keberlanjutannya terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
b. Mohon dijelaskan apakah pendapatan lainnya memiliki keterkaitan langsung dengan
kegiatan operasional utama Perseroan atau berasal dari aktivitas di luar core business.
Penjelasan:
a. Pendapatan lain-lain bersifat incidental, sesuai dengan pencapaian target pembelian
periode tertentu.
b. Komponen pendapatan lain-lain memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan
operasional utama Perseroan.
22. Sehubungan dengan kondisi likuiditas Perseroan khususnya penurunan arus kas operasional,
naiknya rasio Debt to Equity dan Debt to Asset, akumulasi rugi yang sangat cukup tinggi, agar
dapat dijelaskan:
a. Kecukupan sumber pendanaan dan arus kas Perseroan dalam memenuhi kewajiban
keuangan yang jatuh tempo.
b. Langkah dan strategi manajemen ke depan dalam memperbaiki struktur permodalan.
c. Langkah dan strategi meningkatkan kinerja keuangan, serta memastikan keberlanjutan
usaha dan kepentingan pemegang saham.
Penjelasan:
a. Perseroan akan fokus kepada keberlanjutan operasional untuk dapat menghasilkan Ebitda
positif, baik dari bisnis existing maupun dari bisnis baru sehingga dapat terus secara rutin
melakukan pembayaran cicilan kepada Bank.
b. Perseroan akan terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan keuangan didalam
meningkatkan bisnis dengan berbagai cara yang tersedia di capital market. Karena itu,
Perseroan memandang penting untuk saham Perseoran dapat diperdagangkan kembali.
Selain itu, Perseroan terus berupaya mencari investor baru, baik di level Perseroan ataupun
melalui entitas anak, terutama dibisnis ekonomi hijau yang memiliki prospek yang baik.
c. Perseroan akan fokus pada optimalisasi kegiatan usaha yang telah berjalan, efisiensi biaya
operasional dengan target mencapai Ebitda yang cukup sehingga dapat melakukan
pembayaran cicilan secara rutin kepada Bank dan melakukan investasi kembali untuk
pengembangan bisnis Perseroan.
23. Apakah ada rencana untuk melakukan aksi korporasi seperti rights issue/private placement
atau mencari investor strategis untuk memperkuat struktur modal? Agar dijelaskan apakah
Perseroan memiliki rencana aksi korporasi lainnya yang akan dilakukan selama 12 bulan
mendatang?
Penjelasan:
Ya, ada, baik melalui right issue di Perseroan ataupun private placement mengundang investor
di entitas anak Perseroan, terutama yang bergerak dibidang ekonomi hijau.
Page 13
24. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan,
PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon
disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.
Penjelasan:
Sepengetahuan kami, tidak ada kejadian perkara hukum yang sedang dihadapi oleh
Perseroan.
25. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Penjelasan:
Hingga saat ini, Perseroan belum mempunyai informasi atau fakta material lainnya yang dapat
mempengaruhi harga Efek Perusahaan.
Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Globe Kita Terang Tbk
Sugiono Wiyono Sugialam
Direktur Utama
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hendra Ahmad Hidayat Kepala Divisi Penilaian
p.1
unresolved
org
Bank Sampah Kranggan
p.2
unresolved
org
Gideon Adi & Rekan
p.2
unresolved
org
PT Sukses Perdana Prima
p.4
unresolved
org
PT Mastro Kreasi Estetika
p.7
unresolved
org
Gideon & Rekan
p.7
unresolved
org
Gideon
p.7
unresolved
org
PT. Mitra Tiga Rekanan
p.7
unresolved
org
PT. Jendela Kuliner Indonesia
p.7
unresolved
org
Mandiri (Persero) Tbk
p.8
unresolved
person
Sugiono Wiyono Sugialam
· Direktur Utama
p.13
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.