Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
No. JRAP/SKLR/CSD/2025/XII/151 Jakarta, 30 Desember 2025
Lampiran: 2 (dua) dokumen
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Up : Direktur Pencatatan Perusahaan
Perihal : Penyampaian Laporan Pelaksanaan Public Expose PT J Resources Asia Pasifik Tbk
(“Perseroan”) Tahun 2025
Dengan hormat,
Sehubungan dengan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tanggal 19 Juli 2004 tentang
Kewajiban Penyampaian Informasi dan perubahannya, bersama ini kami sampaikan bahwa
Paparan Publik (Public Expose) Perseroan Tahun 2025 pada hari Selasa, tanggal 23 Desember
2025 telah dilaksanakan dengan baik.
Berikut kami lampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut:
a. Laporan pelaksanaan Paparan Publik Perseroan Tahun 2025; dan
b. Daftar hadir Paparan Publik Perseroan Tahun 2025.
Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT J Resources Asia Pasifik Tbk
Page 2
Lampiran Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2025/XII/151
Laporan Pelaksanaan Paparan Publik
PT J Resources Asia Pasifik Tbk
Selasa, 23 Desember 2025
Perwakilan Perseroan: 1. Bapak Sanjaya J - Direktur
2. Bapak Adi Maryono - Direktur
Peserta: Daftar terlampir
PAPARAN PUBLIK
Paparan Publik Perseroan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 23 Desember 2025. Selain
dihadiri oleh anggota Direksi Perseroan, Paparan Publik tersebut juga turut dihadiri oleh
manajemen dari anak perusahaan Perseroan, yaitu Bapak Baharudin. Pembawa acara membuka
Paparan Publik Perseroan dan memperkenalkan perwakilan dari Perseroan yang menghadiri
acara tersebut. Pada Paparan Publik tersebut Perseroan memberikan informasi mengenai kinerja
operasional dan kondisi keuangan Perseroan di tahun 2025, serta prospek usaha Perseroan.
Setelah Perseroan selesai melakukan presentasi, pembawa acara membuka sesi tanya jawab
dengan ringkasan sebagai berikut:
A. Pertanyaan dari Sdr. Steven Sulaiman-First Asia Capital
1. “Tadi dijelaskan, untuk eksplorasi lebih banyak kemungkinan cadangan dan sumber daya
di kedalaman 2 km. Yang ingin saya tanyakan, dengan rencana eksplorasi yang ke level
sampai di kedalaman 2 km itu, bisa deteksi kira-kira cadangan sumber daya berapa dan
untuk capex tahun depan kira-kira berapa?”
Jawaban dari Bapak Adi Maryono:
Sebelum ke arah sana, saya berikan gambaran dulu yang saat ini ada. Yang saat ini ada
itu, sumber daya dan cadangan yang ada tidak jauh dari pit limit. Jadi, bapak bisa lihat
di grafik pit limitnya. Jadi, kita sudah melakukan studi oleh konsultan independen
namanya Geomine, kalau kita kembangkan, kita cuma butuh capex 40 juta dan kita
membuat 1 shaft cuma ratusan meter pak dan itu sudah dapat ore-nya. Jadi langsung
kita bisa proses. Jadi untuk resource sama reserve yang ada, itu bisa langsung kita
tambang.
Kita ingin melakukan pemboran dulu pak, supaya kita nanti bisa melihat proyeksi umur
tambang yang panjang. Nah, kalau bapak tanya berapa targetnya, memang di dalam
eksplorasi ada namanya exploration target pak, namun tidak ada seorang pun yang bisa
memberikan kepastian itu berapa. Namun di dalam model, kita sudah modelkan itu pak.
Page 3
2. “Kalau harga emas rata-ratanya, katakan 2026 sampai rata-rata sekarang, 4.300.
Sepanjang tahun depan, 4.300 mungkin 5.000. Kemungkinan penjualan sales dan
pendapatan itu berarti hampir 2 kali lebih seharusnya. Apakah itu mungkin?”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Impact harga emas terhadap kinerja keuangan pasti membaik, karena yang tadi, kalau
kita assume harga emas sepanjang 2025 naik ke 4.400, kalau kita terapkan ke tahun
depan, full year, 4.400, otomatis selisih 4.400 dengan 3.300, ada additional cash flow
yang dimiliki oleh Perseroan, tapi jangan lupa royalty-nya 16%, kalau royalty 16%, 4.400
itu sendiri saja sudah 700 USD per ounce.
B. Pertanyaan dari Sdri. Sabrina-Kontan
1. “Yang pertama mungkin terkait dengan penerapan biaya keluar emas ya dari
Kementerian Keuangan. Kan mulai tahun depan itu biaya keluar emasnya mau 15%. Nah,
kalau dari PSAB sendiri dampak dari penerapan biaya keluar emas ini seperti apa?
Kemudian kan PSAB juga punya tambang yang di dalam negeri nih, apakah nanti memang
pasarnya akan fokus untuk dijual di dalam negeri saja? Atau seperti apa kedepannya?”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Terkait dengan tantangan biaya keluar emas, karena Perseroan tidak memiliki kontrak
eksklusif, jadi kita bisa jual kepada pembeli siapapun, termasuk pembeli utama misalnya
di Indonesia seperti Antam.
2. “Yang kedua soal progres akuisisi Doup itu seperti apa?”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Progres akuisisi Doup, kalau tidak hari ini atau besok, kami akan menerbitkan KI
sehubungan dengan perpanjangan tanggal penyelesaian untuk transaksinya, ditunggu
saja KI nya.
3. “Yang ketiga, secara garis besar untuk proyeksi emas daripada PSAB sendiri untuk di
tahun 2026, untuk target penjualannya akan seperti apa dan apakah akan ada ekspansi
lanjutan di 2026, terutama untuk tambang-tambang di dalam negeri maupun di luar
negeri.”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Untuk sales target tahun depan, kami menargetkan di ounces-nya kurang lebih sama,
85.000-90.000.
C. Pertanyaan dari Sdr. Ben-Individu
1. “Tadi Bapak jelaskan kan akan butuh capex yang cukup besar untuk eksplorasi. Eksplorasi
ini kan nggak bisa dalam waktu singkat pak. Bisa jelasin pak, pakai metode apa?”
Jawaban dari Bapak Adi Maryono:
Jadi di dalam melakukan eksplorasi emas Pak Ben, tipe-tipe depositnya banyak sekali.
Nah, masing-masing deposit itu mempunyai karakter yang berbeda dan emas itu
bersarang di rumah yang mempunyai karakteristik yang berbeda. Emas itu tidak bisa
Page 4
dieksplorasi langsung mendeteksi emasnya, tidak ada metode yang seperti itu, tapi
mendeteksi rumahnya emas. Nah, dalam mendeteksi rumahnya emas, misalkan emas di
Batu Hijau berbeda dengan emas yang ada di Penjom atau di Bakan. Nah, kita harus tahu
karakter rumah yang emas itu berada. Sehingga, metode yang kita pakai adalah metode-
metode yang sesuai dengan bagaimana menangkap karakter-karakter rumah emas itu
berada.
Jadi di Penjom, kita memakai IP, induced polarization, kita mencoba untuk meng-inject
listrik, itu adalah transmitter, kemudian ditangkap oleh repeater, ketika kita inject,
material itu akan melepaskan kembali listrik itu. Nah, respon listrik itulah yang kita
catat. Kalau dia responnya lambat, berarti dia berhubungan dengan resistor. Tapi kalau
dia cepat, berarti dia konduktor. Nah, emas itu ada pada material yang resistor atau dia
konduktor, itulah yang kita pelajari, yang kita tangkap itu. Kemudian yang di Penjom
juga kita melakukan MT, magnetic telluride, itu juga hal yang sama hanya saja kita
menggunakan sumber alam.
Selain itu, kita juga melakukan mapping, kita melihat parameter-parameter dan kita juga
melihat sampling, kita melihat pathfinder, emas itu berasosiasi dengan apa. Jadi, semua
aspek daripada metode geofisik, geologi, kemudian geokimia kita lakukan.
2. “Dengan harga emas yang berfluktuasi ini mengenai revenue perusahaan itu
pembayarannya, customernya itu kontraknya berapa berapa lama sih pak? Maksudnya
kalau harga, katakanlah hari ini harga emasnya naik, apakah berdampak langsung ke
revenue? Sedangkan bayar itu kan per kontrak ya, berapa lama sih kontraknya baru
berefek ke revenue?”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Untuk kontrak sales, Perseroan tidak memiliki kontrak eksklusif dengan pembeli
manapun. Jadi, kita bebas jual kepada siapapun at spot price LBMA.
D. Pertanyaan dari Sdr. Cepi-Petromindo
“Saya menyambung saja, yang tadi underground potential untuk di Penjom itu, kira-kira sudah
ada bayangan targetnya kapan bisa mulai?”
Jawaban dari Bapak Adi Maryono:
Jadi, memang kalau kita bicara target itu susah pak. Jika kita sedang melakukan pemboran
itu, kita tidak tahu seberapa besar, seberapa banyak. Makanya kalau mudah semua orang
akan jadi geologis dan jadi penambang pak. Kapan targetnya? Ya, mohon doanya agar kami
berhasil drilling dulu, namun kalau dari studi oleh independent party, positif untuk
underground.
Page 5
E. Pertanyaan dari Sdr. Rama-Bisnis Indonesia
1. “Mau tanya sedikit terkait dengan akuisisi United Tractors, bapak bilang ada
perpanjangan dan boleh dijelaskan rencana alokasi dana pascaakuisisi itu akan
digunakan untuk apa?”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Proceeds M&A sebagian besar akan digunakan untuk membayar hutang.
2. “Mengenai realisasi capex sepanjang 2025, mungkin bisa dijelaskan berapa persen yang
sudah realisasi dari total yang dianggarkan manajemen di awal tahun mungkin.”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Kalau untuk realisasi capex 2025 harus tunggu annual report. Mungkin ditunggu laporan
audit 2025.
F. Pertanyaan dari Sdri. Santi Palupi-Individu
“Mau melanjutkan saja, itu yang di Newmont itu dia kan di Rock Mountain pak, jadi struktur
dari tanah dan juga eksplorasinya itu kan beda, memang mirip dengan yang bapak bilang di
Penjom, jadi yang di Penjom itu untuk eksplorasinya mirip dengan yang di Rock Mountain itu,
apa memang ada material yang sama di situ? Karena menurut saya Penjom itu kan dasarnya
memang bukan seperti di Rock Mountain.”
Jawaban dari Bapak Adi Maryono:
Jadi kalau kita lihat, perbandingan antara Penjom dengan Tanami seperti yang tadi saya
jelaskan sebelumnya kalau di permukaan itu panjangnya sama 2 km, itu termasuk world
class. Nah, sedangkan kalau kita lihat yang kita sudah produksi di atas ini adalah 1,6 itu sudah
menunjukkan bahwa dia adalah sistem besar. Padahal baru ditambang 250 shear zone-nya
yang mengandung emas. Ini masih ada 250 meter yang rencananya kami ingin kembangkan
ke depannya. Banyak ruang untuk berkembang jika kita bisa atau berhasil melakukan
eksplorasi. Namun karena ini adalah ke bawah, memang semakin sulit dari perspektif
kompleksitas geologi atau teknikalnya. Makanya, kami tadi terangkan, kami banyak
melakukan studi dan studi itu oleh independent party.
Orogenic itu artinya kita melihat bumi, bumi itu bulat, paling atas itu namanya crust atau
kerak. Nah, emas itu bisa terbentuk pada crust. Crust itu kalau di Indonesia namanya oceanic
crust tebalnya itu 30 sampai 40 km. Tapi kalau di US, continental crust itu, itu bisa 100 km.
Nah, emas terjadi pada level 15 km dari permukaan. Yang orang itu bisa pelajari saat ini, yang
paling dangkal biasanya disebut epitermal, yang lebih dangkal lagi, epitermal seperti di
Bakan, kemudian dibawahnya lagi ada namanya porfiri itu yang ada di Batu Hijau,
dibawahnya lagi namanya IOCG, itu ada di Olympic Dam di Australia atau di Alaska namanya
Pogo. Orogenic itu paling dalam, jadi yang kita lihat ini adalah pembentukan emas yang ada
di 15 km atau lebih dari permukaan 15 km atau lebih dari permukaan ketika dia terbentuk.
Nah, karena proses alam, dia bisa muncul ke atas. Emas terbentuk pada kedalaman itu karena
ada shear zone. Nah inilah shear zone yang ada di dalam Tanami itu, nah inilah shear zone
yang ada di Penjom itu. Shear zone itu adalah tempat patahan yang membuat rongga-rongga
yang akhirnya larutan yang mengandung emas bisa tinggal di situ, kurang lebih seperti itu.
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E
p.1
unresolved
person
Sanjaya J
p.2 ×8
unresolved
person
Adi Maryono
p.2 ×5
unresolved
person
Baharudin. Pembawa
p.2
unresolved
org
Steven Sulaiman-First Asia Capital
p.2
unresolved
person
Sabrina-Kontan
p.3
unresolved
org
Kementerian Keuangan. Kan
p.3
unresolved
person
Ben-Individu
p.3
unresolved
person
Ben
p.3
unresolved
person
Cepi-Petromindo
p.4
unresolved
person
Rama-Bisnis
p.5
unresolved
person
Santi Palupi-Individu
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.