Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1 OCR 0.935
RINGKASAN PERTANYAAN DAN JAWABAN PUBLIC EXPOSE SUMMARY OF PUBLIC EXPOSE GUESTIONS AND ANSWERS PT MIZUHO LEASING INDONESIA Tbk (“Perseroan/ The Company”) Selasa, 23 Desember 2025 Tuesday, December 23, 2025 e Santi Palupi Pertanyaan/Ouestion : 1. Bagaimana dengan rencana CAPEX Perseroan di tahun 2026 ? How about the Company's CAPEX plan in 2026? 2. Terkait dengan Unit Bisnis Ritel, penyaluran pembiayaan yang dilakukan untuk produk apa saja? Selanjutnya, bagaimana dengan rencana penyaluran pembiayaan untuk UMKM? In regards to the Retail Business Unit, what products are included in the financing distribution? Furthermore, what are the plans for financing distribution to MSME? 3. Kegiatan CSER apa yang telah dilakukan Perseroan? What CSER activities has the Company carried out? Jawaban/Answer: 1. CAPEX Perseroan untuk tahun 2026 ditargetkan sekitar Rp14 miliar, yang antara lain adalah untuk pembukaan Kantor Cabang. Namun demikian, Perseroan tetap akan mempertimbangkan kondisi ekonomi pada tahun mendatang untuk menentukan apakah tetap membuka Kantor Cabang atau tidak, mengingat proses pembukaan Kantor Cabang memerlukan periode break-even sekitar 1 hingga 1,5 tahun. Perseroan juga akan melihat wilayah- wilayah yang memiliki potensi untuk pembukaan Kantor Cabang. Selain untuk pembukaan Kantor Cabang, CAPEX juga dialokasikan untuk investasi di bidang teknologi informasi (IT). Saat ini, risiko serangan siber dan peretasan semakin meningkat sehingga perlu diantisipasi secara serius. Oleh karena itu, Perseroan sangat berhati-hati terhadap keamanan siber (cyber security). Setiap hari Perseroan mendapat percobaan sekitar 5.000 serangan siber, sehingga investasi di bidang IT merupakan hal yang sangat krusial. Meskipun nilainya relatif besar, investasi ini berperan penting dalam menjaga integritas Perseroan, khususnya terkait keamanan data dan pelindungan data konsumen. Perseroan menaruh perhatian serius terhadap investasi IT, tidak hanya untuk peningkatan efisiensi proses kerja digitalisasi, tetapi juga untuk penguatan keamanan data, jaringan, dan sistem lain yang digunakan oleh Perseroan. The Company's Capex for 2026 is targeted at approximately IDR 14 billion, which will be allocated, among others, for the opening of new Branch Offices. Nevertheless, the Company will continue to take into account the economic conditions in the coming year to determine whether the Branch Office openings will proceed, considering that the Branch Office establishment process reguires a break-even period of approximately 1 to 1.5 years. The Company will also assess regions with strong potential for Branch Office expansion In addition to Branch Office expansion, CAPEX is also allocated for investments in information technology (IT) Currently, the risks of cyberattacks and hacking are increasing and therefore need to be anticipoted seriously. Accordingly, the Company places strong emphasis on cybersecurity. £ Halaman / Page 1 dari / of 4 ye
Page 2 OCR 0.943
The Company experiences approximately 5,000 attempted cyberattacks every day. Investment in IT is highly critical. Although the investment value is relatively significant, it plays an essential role in maintaining the Company' integrity, particularly with regard to data security and consumer data protection. The Company gives serious attention to IT investments, not only to enhance efficiency through digitalized work processes, but also to strengthen the security of data, networks, and other systems used by the Company. 2. Unit Bisnis Retail Perseroan bergerak di bidang pembiayaan mobil bekas, antara lain pembiayaan sale and lease back dan juga pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK. Namun saat ini Perseroan berfokus pada pembiayaan mobil bekas. Sementara itu, untuk segmen UMKM, pembiayaan yang saat ini dilakukan oleh Perseroan diberikan kepada rekanan Perseroan, yaitu showroom. The Company's Retail Business Unit is engaged in used car financing, including sale and leaseback financing and other financing after obtaining OJK approval. But currently, the Company is still focusing on used car financing. Meanwhile, for the MSME segment, the financing currently provided by the Company is extended to the Company's business partners, namely showrooms 3. Setiap tahun, Perseroan menyelenggarakan kegiatan CSER yang dilaksanakan secara terintegrasi (“3 in 1”) dengan kegiatan Inklusi Keuangan dan Literasi Keuangan. Kegiatan Inklusi Keuangan dan Literasi Keuangan tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali setiap tahun sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, baik secara daring (online) maupun luring (offline). Untuk pelaksanaan secara daring, materi Inklusi dan Literasi Keuangan disampaikan melalui website Pinjam Dana. Sementara itu, untuk pelaksanaan secara luring pada tahun ini, kegiatan dilakukan di SMA Negeri 54 Kemayoran dengan pembahasan mengenai Inklusi dan Literasi Keuangan. Dalam kegiatan tersebut, Perseroan juga melaksanakan CSER dengan memberikan sumbangan berupa kebutuhan yang diperlukan oleh pihak sekolah. Each year, the Company organizes CSER activities that are implemented in an integrated 3-in-1 program together with Financial Inclusion and Financial Literacy. The Financial Inclusion and Financial Literacy activities are conducted twice a year in occordance with the regulations of the Financial Services Authority (OJK), both online and offline. For the online implementation, Financial Inclusion and Financial Literacy materials are delivered through the Pinjam Dana website. Meanwhile, for the offline implementation in the current year, the activities were conducted at SMA Negeri 54 Kemayoran, with discussions focusing on Financial Inclusion and Financial Literacy. As part of these activities, the Company also carried out CSER initiatives by providing donations in the form of supplies needed by the school. Effendie- Media 1. Perseroan berfokus pada Pembiayaan mobil bekas, mohon dapat dijelaskan alasannya? The Company focuses on used car financing. Could you please explain the reasons for this strategy? 2. Disaat kondisi ekonomi global dan nasional seperti ini, apakah Perseroan melakukan Rasionalisasi atau efisiensi karyawan ? Given the current global and national economic conditions, has the Company implemented any rationalization or employee efficiency measures? Jawaban/Answer: 1. Dari sisi persaingan, pembiayaan mobil baru saat ini sangat kompetitif, terutama dalam hal tingkat suku bunga yang ditawarkan. Perseroan menyadari bahwa persaingan tidak hanya terjadi antar perusahaan pembiayaan, tetapi juga dengan perbankan yang turut masuk ke segmen pembiayaan mobil baru. Kondisi persaingan yang sangat ketat tersebut berpotensi menekan margin Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan t Halaman / Page 2 dari/ofay K
Page 3 OCR 0.942
memfokuskan strategi pada pembiayaan mobil bekas, mengingat tingkat bunga jualnya masih relatif baik, sementara profil risikonya tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan pembiayaan mobil baru. From a competitive standpoint, new car financing is currently highly competitive, particularly in terms of the interest rates offered. The Company recognizes that competition is not only among financing companies, but also with banks that have entered the new car financing segment. Such intense competition has the potential to put pressure on the Company's margins. Therefore, the Company has focused its strategy on used car financing, as the selling interest rates remain relatively attractive, while the risk profile is not significantly different compared to new car financing. 2. Perseroan tidak akan melakukan rasionalisasi karyawan karena Perseroan memandang karyawan sebagai aset yang sangat penting. Pada pandemi COVID-19 Perseroan juga tidak melakukan rasionalisasi. Langkah yang diambil Perseroan adalah mengimplementasikan RPA (Robotic Process Automation). Dengan adanya program tersebut, Perseroan membantu karyawan bekerja lebih efisien. Selain itu, Perseroan juga telah menyiapkan berbagai tools dan program berbasis teknologi informasi, serta menerapkan teknologi mobile, yang digunakan oleh front liner baik dalam kegiatan penagihan maupun dalam penyaluran pembiayaan baru. The Company will not implement workforce rationalization, as it considers its employees to be a very important asset. During the COVID-19 pandemic, the Company did not implement workforce rationalization as well. Instead, the Company implemented RPA (Robotic Process Automation). Through this program, the Company has helped employees work more efficiently. In addition, the Company has prepared various tools and information technology programs to support the implementation of mobile technology, which are utilized by front-line personnel in both collection activities and new financing processes. Rudi Coy- Media Poros Nusantara Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan, NPF Perseroan masih berada dalam kondisi terkendali. Namun demikian, mohon penjelasan mengapa hingga September 2025 Perseroan masih membukukan kerugian. Apakah kondisi tersebut disebabkan oleh meningkatnya biaya operasional? Selanjutnya, strategi apa yang akan dilakukan Perseroan ke depan untuk mencapai target profitabilitas? Based on the presentation delivered, the Company's NPF remains under control. However, could you please explain why, as of September 2025, the Company is still recorded a loss? Is this condition driven by an increase in operating expenses? Furthermore, what strategies will the Company implement going forward to achieve its profitability target? Jawaban/Answe Dalam industri perusahaan pembiayaan, penyaluran pembiayaan yang dilakukan pada tahun berjalan umumnya baru menunjukkan hasil pada 3 (tiga) tahun ke depan. Sebagai contoh, pada tahun 2024 pasca pandemi COVID-19, kondisi ekonomi terlihat mulai membaik sehingga Perseroan melakukan penyaluran pembiayaan berdasarkan penilaian kelayakan konsumen. Namun, dalam evaluasi yang dilakukan pada periode 2024-2025, Perseroan menemukan bahwa kualitas pembiayaan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi awal. In the financing company industry, financing disbursements made in the current year generally only show their full results over the next three (3) years. For example, in 2024, following the COVID-19 pandemic, economic conditions appeared to improve, prompting the Company to disburse financing based on consumer credit worthiness assessments. However, based on evaluations conducted during the 2024-2025 period, the Company found that the guality of such financing did not fully meet initial expectations t Halaman / Page 3 dari / of 4 h 4
Page 4 OCR 0.926
Permasalahan yang timbul tidak terbatas pada sektor tertentu, melainkan terjadi secara merata di berbagai sektor. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Perseroan melakukan restrukturisasi pembiayaan sebagai upaya membantu konsumen agar tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran cicilan. Selanjutnya, Perseroan melakukan analisis atas kebijakan (underwriting) sehingga pada tahun ini NPF Perseroan tetap terjaga namun penyaluran pembiayaan mengalami penurunan. Perseroan pada tahun ini masih membukukan kinerja negatif karena peningkatan pencadangan atas pembiayaan bermasalah. Perseroan belum merealisasikan kerugian secara penuh karena masih memegang jaminan (collateral). Oleh karena itu, Perseroan terus mengupayakan recovery melalui pelunasan maupun penarikan kendaraan. Namun demikian, potensi kerugian tersebut tetap harus dicadangkan pada tahun berjalan sehingga berdampak negatif terhadap kinerja keuangan Perseroan. The issues arising are not limited to a specific sector, rather, they are occurring uniformly across various Industries. In response to these conditions, the Company has implemented financing restructuring as an effort to assist consumers in meeting their installment obligations. Furthermore, the Company conducted an analysis of its underwriting policies, ensuring that the NPF (Non-Performing Financing) remains stable this year, although this has resulted in a decline in financing distribution. This year, the Company continues to record negative performance due to an increase in provisions for problematic financing. The Company has not yet realized the full extent of the losses as it still holds collateral. Therefore, the Company continues to pursue recovery through both settlements and vehicle repossessions. Nonetheless, the potential for such losses must still be provisioned within the current year, which has negatively impacted the Company's financial performance. L Halaman / Pose 4 dari/ofa
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Financial Services Authority
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.