Back to announcement
20251229_ARKA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32015820_lamp1.pdf
Other Text extracted ARKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Bogor, 28 Desember 2025
Nomor : 010/AJP-CS/BEI/XII/25
Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal :
Penjelasan dari Permintaan Penjelasan atas Laporan Keuangan per 30 September 2025
PT Arkha Jayanti Persada Tbk
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Jakarta
UP. : Divisi Penilaian Perusahaan 2 – PT Bursa Efek Indonesia
Sehubungan dengan Surat Bursa Efek Indonesia Nomor : S-14467/BEI.PP2/12-2025
tertanggal 22 Desember 2025, Perihal Permintaan Penjelasan Atas Laporan Keuangan per 30
September 2025, maka bersama ini kami sampaikan tanggapan sebagai berikut :
1. Per 30 September 2025, kas dan setara kas Perseroan tercatat meningkat sebesar
Rp1,18 miliar atau sekitar 50,6% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang
hanya sebesar Rp2,34 miliar. Peningkatan tersebut selaras dengan kenaikan penerimaan
dari pelanggan yang tercatat pada laporan arus kas sebesar Rp96,71 miliar. Selain itu,
pendapatan Perseroan juga naik menjadi Rp102,94 miliar, atau bertambah sebesar
Rp25,96 miliar (33,7%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan CALK nomor 15 – Penjualan, peningkatan tersebut terutama berasal dari
penjualan konstruksi baja dan komponen, sementara penjualan body dump mengalami
penurunan. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
1. Faktor utama yang mendorong peningkatan kas dan setara kas pada periode berjalan.
2. Terkait peningkatan penerimaan dari pelanggan, apakah terdapat perubahan signifikan
dalam terms of payment yang diberlakukan pada pelanggan? Kemudian adakah risiko
kolektibilitas piutang tertentu yang dapat mempengaruhi keberlanjutan penerimaan kas
kedepannya?
3. Terkait peningkatan pendapatan, mohon jelaskan:
i. Faktor utama peningkatan penjualan atas konstruksi baja dan komponen. Apakah ada
investasi pada peningkatan kapasitas produksi atau ekspansi pasar yang mendorong
pertumbuhan penjualan konstruksi baja dan komponen?
ii. ii. Faktor utama penurunan penjualan atas body dump.
4. Kebijakan Perseroan dalam menjaga kualitas pendapatan (quality of earning).
Tanggapan:
1. Peningkatan kas dan setara kas pada periode berjalan adalah hasil dari peningkatan
performa perusahaan dalam hal peningkatan pencairan piutang dan efisiensi biaya.
2. Tidak terdapat perubahan terms of payment kepada pelanggan. Perusahaan selalu
berupaya untuk melakukan pencairan piutang secepat mungkin.
3. i. Peningkatan penjualan atas konstruksi baja dan komponen disebabkan adanya kontrak
baru/pesanan dari pelanggan.
iii. Penurunan penjualan atas body dump disebabkan karena turunnya permintaan dari
pelanggan yang kemungkinan karena kondisi dunia usaha yang belum sepenuhnya
pulih.
Page 2
4. Perusahaan selalu berupaya dengan optimal untuk menjaga kualitas dan kuantitas
pendapatan.
2. Berdasarkan CALK nomor 6 – Persediaan, total persediaan Perseroan per 30 September
2025 tercatat sebesar Rp119,81 miliar atau meningkat 33,8% dibandingkan dengan posisi
per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp89,51 miliar. Peningkatan tersebut terutama
berasal dari kenaikan saldo bahan baku menjadi Rp90,19 miliar dari sebelumnya Rp50,46
miliar. Hal tersebut sejalan dengan total pembelian bahan baku yang tercatat pada CALK
nomor 16 – Beban Langsung. Sementara itu, komponen persediaan lain seperti bahan
pembantu, barang jadi, dan barang dalam proses justru menunjukkan penurunan. Selain
itu, beberapa persediaan diketahui digunakan sebagai jaminan atas utang bank. Atas hal
tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor utama yang menyebabkan peningkatan persediaan sebesar 33,8%.
b. Latar belakang bahan baku mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga
78,8%.
c. Rincian bahan baku yang meningkat (jenis, pemasok, dan nilai kontribusi masing-
masing).
d. Faktor penyebab penurunan pada bahan pembantu, barang jadi, dan barang dalam
proses.
e. Langkah Perseroan dalam melakukan pengawasan terhadap risiko persediaan slow
moving, usang (obsolescence), atau penurunan nilai.
f. Terkait persediaan yang dijadikan sebagai jaminan utang bank, mohon dijelaskan:
a. Rincian nilai persediaan yang dijaminkan, serta dampak pembatasan yang
mungkin dikenakan oleh kreditur.
b. Dasar pemilihan persediaan sebagai jaminan dibandingkan aset lainnya.
Tanggapan:
a. Peningkatan persediaan disebabkan karena adanya harapan kenaikan permintaan
pesanan dari pelanggan.
b. Peningkatan persediaan bahan baku disebabkan karena adanya harapan kenaikan
permintaan pesanan dari pelanggan.
c.
d. Penyebab penurunan padabahan pembantu,barang jadi,dan barang dalam proses
disebabkan adanya dinamisasi permintaan pelanggan.
e. Perusahaan selalu berusaha dengan optimal untuk menjaga kualitas dan selalu
melakukan pengawasan terhadap risiko persediaan.
f. Persediaan yang dijadikan sebagai dasar jaminan utang bank merupakan hasil
kesepakatan antara perusahaan dengan bank selaku debitur dan kreditur.
Page 3
3. Berdasarkan CALK nomor 11a – Pajak Dibayar Di Muka, saldo pajak dibayar di muka
Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp3,88 miliar atau meningkat 23,0%
dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp3,16 miliar.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan saldo PPh 22 yang mencapai
1.516,9%. Sementara itu, saldo PPh 28A justru mengalami penurunan signifikan sebesar
92,1%. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor yang menyebabkan peningkatan PPh 22 secara signifikan.
b. Rincian detail komponen PPh 22 yang meningkat.
c. Faktor yang menyebabkan penurunan PPh 28A hingga 92,1%.
d. Estimasi kapan pajak dibayar di muka tersebut akan dikompensasikan terhadap
beban pajak.
e. Apakah terdapat risiko koreksi fiskal yang dapat mengubah nilai pajak dibayar di muka
dalam laporan keuangan periode selanjutnya?
f. Bagaimana Perseroan memastikan kepatuhan atas ketentuan perpajakan yang
berlaku, khususnya terkait dokumentasi pendukung PPh 22?
Tanggapan:
a. Peningkatan PPh 22 dikarenakan adanya pemotongan pajak yang dilakukan oleh
pelanggan dan peningkatan PPh Impor perusahaan.
b. PPh 22 berasal dari bukti potong pajak yang dilakukan oleh pelanggan dan SSP PPh
Impor Perusahaan.
c. PPh 28A tidak mengalami perubahan signifikan.
d. Pajak dibayar dimuka akan dikompensasikan terhadap beban pajak sesuai dengan
ketentuan dan peraturan yang berlaku.
e. Koreksi fiskal akan dilakukan perhitungan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku.
f. Perusahaan selalu berusaha dengan optimal memastikan bahwa kepatuhan perpajakan
dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
4. Berdasarkan CALK nomor 9 – Utang Usaha, utang usaha Perseroan per 30 September
2025 mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp28,61 miliar atau 81,8% dibandingkan
dengan posisi per 31 Desember 2024. Peningkatan tersebut terutama berasal dari
kenaikan utang usaha kepada pihak ketiga, yang didominasi oleh utang kepada PT Multi
Bangun Sejahtera dengan peningkatan sebesar 4.841,1%. Di samping itu, peningkatan
utang usaha juga disebabkan oleh adanya penambahan pihak baru, yaitu PT Parama
Sakti Mandiri, PT Indo Global Traktor, PT Arthanindo Cemerlang, PT Jasa Langgeng
Mandiri, dan PT Kawan Lama Sejahtera. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
A. Faktor utama yang mendorong peningkatan utang usaha hingga 81,8%.
B. Latar belakang yang menyebabkan peningkatan utang yang sangat signifikan kepada
PT Multi Bangun Sejahtera.
C. Latar belakang pemilihan beberapa pihak baru, seperti PT Parama Sakti Mandiri, PT
Indo Global Traktor, PT Arthanindo Cemerlang, PT Jasa Langgeng Mandiri, dan PT
Kawan Lama Sejahtera.
D. Bagaimana perjanjian termin pembayaran dengan masing-masing pihak?
E. Strategi Perseroan untuk menjaga efisiensi siklus pembayaran dan pengelolaan risiko
ketergantungan pada pihak tertentu.
Tanggapan:
a. Perusahaan selalu berupaya mengoptimalkan pengelolaan utang sehingga menghasilkan
dampak positif kepada perusahaan.
b. Peningkatan utang kepada PT Multi Bangun Sejahtera dikarenakan adanya dinamisasi
permintaan pesanan dari pelanggan.
Page 4
c. Pemilihan pemasok dilakukan oleh Perusahaan berdasarkan kondisi dan situasi usaha
yang dialami oleh perusahaan.
d. Perusahaan selalu berupaya mengoptimalkan perjanjian termin pembayaran dengan
pemasok yang diharapkan memberikan dampak positif kepada perusahaan.
e. Perusahaan selalu berusaha dengan optimal untuk menjaga efisiensi siklus pembayaran
dan pengelolaan risiko ketergantungan pada pihak tertentu.
5. Berdasarkan CALK nomor 11a – Utang Pajak, diketahui bahwa utang pajak Perseroan
per 30 September 2025 mengalami peningkatan sebesar Rp2,31 miliar atau 25,9%
dibandingkan posisi per 31 Desember 2024. Hal tersebut dikarenakan adanya
peningkatan pada total PPN Keluaran dan Utang Pajak PPh 23. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan:
a. Faktor utama yang menyebabkan peningkatkan utang pajak.
b. Latar belakang penyebab saldo PPN Keluaran meningkat.
c. Daftar transaksi yang paling berkontribusi pada peningkatan PPN Keluaran.
d. Perbandingan antara PPN Keluaran dan PPN Masukan pada periode yang sama.
e. Faktor yang melatarbelakangi peningkatan utang PPh 23.
f. Apakah terdapat risiko koreksi fiskal yang dapat membawa implikasi beban pajak
tambahan bagi Perseroan?
Tangapan:
a. Peningkatan utang pajak dikarenakan adanya dinamisasi pembayaran dari pencairan
piutang pelanggan.
b. Saldo PPN Keluaran meningkat dikarenakan adanya dinamisasi pembayaran dari
pencairan piutang pelanggan.
c. Peningkatan PPN Keluaran dikarenakan adanya dinamisasi pembayaran dari pencairan
piutang pelanggan.
d. PPN Keluaran dan PPN Masukan perusahaan seluruhnya dicatat berdasarkan faktur
pajak yang diterbitkan dan diterima oleh perusahaan.
e. Peningkatan utang PPh 23 disebabkan adanya dinamisasi pembayaran kepada
pemasok/penyedia jasa kepada perusahaan.
f. Koreksi fiskal akan dilakukan perhitungan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku.
6. Berdasarkan CALK nomor 18 – Beban Usaha, diketahui bahwa beban usaha Perseroan
per 30 September 2025 adalah sebesar Rp10,65 miliar, meningkat sebesar 30,3% jika
dibandingkan dengan periode sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp8,17 miliar.
Peningkatan tersebut terutama dipicu oleh kenaikan atas biaya perizinan (77,1%), biaya
project & pengembangan sistem (170,5%), serta beban lain-lain (8,2%). Atas hal tersebut,
agar dijelaskan:
A. Faktor utama yang mendorong peningkatan beban usaha.
B. Rincian jenis perizinan yang menyebabkan kenaikan beban hingga 77,1%.
C. Detail proyek dan sistem yang sedang dikembangkan sehingga menyebabkan
kenaikan beban usaha sebesar 170,5%.
D. Bagaimana kontribusi pengembangan sistem terhadap peningkatan efisiensi
operasional dan pendapatan Perseroan ke depan?
E. Rincian komponen dalam akun beban lain-lain yang mengalami peningkatan.
Tanggapan:
a. Peningkatan beban usaha disebabkan adanya dinamisasi usaha perusahaan.
b. Kenaikan beban perizinan disebabkan oleh kenaikan biaya terkait impor yang dilakukan
oleh perusahaan.
Page 5
c. Kenaikan beban usaha disebabkan adanya dinamisasi usaha perusahaan.
d. Perusahaanselaluberupayadenganoptimalmelakukanpengembangansistemuntuk
peningkatan efisiensi operasional dan pendapatan perusahaan.
e. Peningkatan beban lain-lain disebabkan adanya dinamisasi usaha perusahaan.
7. Berdasarkan CALK nomor 21 – Pendapatan (Beban) Lain-lain, Perseroan mencatatkan
pendapatan lain-lain sebesar Rp95,23 juta per 30 September 2025, berbanding terbalik
dengan posisi per 30 September 2024 yang masih tercatat sebagai beban sebesar
Rp71,39 juta. Perubahan ini terutama disebabkan oleh menurunnya rugi selisih kurs pada
periode berjalan. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
A. Faktor yang menyebabkan rugi selisih kurs menurun secara signifikan di periode
2025.
B. Apakah terdapat transaksi atas kejadian khusus selama 2025 yang memengaruhi
pergerakan nilai pendapatan (beban) lain-lain?
C. Strategi Perseroan dalam melakukan pengelolaan risiko selisih kurs untuk menjaga
stabilitas pos pendapatan (beban) lain-lain di masa mendatang.
Tanggapan:
a. Rugi selisih kurs dikarenakan dinamisasi nilai tukar mata uang asing terkait dengan
transaksi perusahaan.
b. Tidak ada transaksi khusus selama 2025 yang memengaruhi pergerakan nilai
pendapatan (beban) lain-lain.
c. Perusahaan selalu berupaya dengan optimal untuk melakukan pengelolaan risiko
selisih kurs sehingga dapat memberikan dampak positif secara optimal terhadap
perusahaan.
8. Berdasarkan CALK nomor 20 – Beban Keuangan, beban keuangan Perseroan per 30
September 2025 tercatat sebesar Rp498,31 juta atau meningkat 55,1% dibandingkan
dengan posisi per 30 September 2024. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
kenaikan beban bunga pinjaman dan denda pembiayaan sebesar 213,1% serta kenaikan
bunga pinjaman bank dan penalti sebesar 28,5%. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
A. Faktor utama penyebab kenaikan beban keuangan.
B. Jenis pembiayaan yang dikenakan bunga dan denda yang mengalami kenaikan
signifikan.
C. Apakah terdapat keterlambatan pembayaran yang menyebabkan timbulnya denda
pembiayaan?
D. Apakah terdapat perubahan tingkat suku bunga, perjanjian kredit, ataupun syarat
pembayaran yang berdampak pada kenaikan beban bunga?
E. Apakah penalti yang timbul diakibatkan oleh pelanggaran convenant atau early
settlement?
F. Strategi Perseroan dalam mengelola risiko keuangan, khususnya terkait liabilitas
berbunga.
Tanggapan:
a. Kenaikan beban keuangan dikarenakan dinamisasi usaha perusahaan.
b. Bunga dan denda yang menjadi kewajiban perusahaan berasal dari kesepakatan
dengan pihak-pihak yang menyediakan pembiayaan kepada perusahaan.
c. Perusahaan selalu berupaya memenuhi seluruh ketentuan dan menjaga hubungan
baik dengan kreditur perusahaan.
d. Tingkat suku bunga, perjanjian kredit, ataupun syarat pembayaran berasal dari
kesepakatan dengan pihak-pihak yang menyediakan pembiayaan kepada
perusahaan.
Page 6
e. Perusahaan selalu berupaya memenuhi seluruh ketentuan dan menjaga hubungan
baik dengan kreditur perusahaan.
f. Perusahaan selalu berusaha dalam melakukan pengelolaan terhadap risiko keuangan
yang berdampak positif secara optimal.
9. Penjelasan atas informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik.
Tanggapan:
Berdasarkan data dan catatan yang dimiliki perusahaan, tidak terdapat
informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga
efek perusahaan serta kelangsungan hidup perusahaan yang belum diungkapkan
kepada publik.
Demikian tanggapan yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik,
dalam hal ini kami haturkan terima kasih.
Hormat kami,
PT ARKHA JAYANTI PERSADA TBK
Dwi Hartanto
Direktur Utama
Tembusan :
1. PT Arkha Tanto Prima selaku pemegang saham Pengendali;
2. Dewan Komisaris Perseroan;
3. Arsip.
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Jakarta UP.
p.1
unresolved
org
PT Multi Bangun Sejahtera
p.3 ×2
unresolved
org
PT Parama Sakti Mandiri
p.3 ×2
unresolved
org
PT Indo Global Traktor
p.3 ×2
unresolved
org
PT Arthanindo Cemerlang
p.3 ×2
unresolved
org
PT Jasa Langgeng Mandiri
p.3 ×2
unresolved
org
PT Kawan Lama Sejahtera. Atas
p.3
unresolved
org
PT Multi Bangun Sejahtera. C. Latar
p.3
unresolved
org
PT Kawan Lama Sejahtera. D. Bagaimana
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.