Back to announcement
20251229_INET_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_32015690_lamp1.pdf
Other Text extracted INETSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI
KEPADA PEMEGANG SAHAM
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI KETERBUKAAN INFORMASI INI.
SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM
INFORMASI INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN
PIHAK YANG KOMPETEN.
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK (“PERSEROAN” ATAU “INET”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN
KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN INFORMASI INI.
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA Tbk
Bidang Usaha
Bergerak di bidang teknologi informasi sebagai penyedia jasa internet/Internet Service Provider/ISP dan penyewaan Fiber Optic melalui Perusahaan Anak
Kantor Pusat : Kantor Operasional :
Gedung Cyber 1, Lantai 10 Ruko Rich Palace
Jl. Kuningan Barat No.8, Jl. Meruya Ilir Raya No. 36 – 40 Blok A1
Jakarta Selatan 12710 Jakarta Barat 11630
Telp.: 021 – 5265943/ 5835854 Telp.: 021 – 5265943/ 5835854
Email : info@sinergynetworks.co.id Email : info@sinergynetworks.co.id
Website : www.siapnetworks.co.id Website : www.siapnetworks.co.id
PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU I (“PMHMETD I”)
Perseroan berencana untuk menerbitkan HMETD sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (dua belas miliar delapan ratus juta) saham biasa atas nama dengan
nilai nominal Rp10 ,- (sepuluh Rupiah) setiap saham yang mewakili sebanyak-banyakanya 57,14% (lima puluh tujuh koma satu empat persen) dari modal
ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD. Setiap pemegang 3 (tiga) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan
pada tanggal 6 Januari 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 4 (empat) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk
membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat
mengajukan Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham. Jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam PMHMETD ini sebanyak-banyaknya
Rp3.200.000.000.000,- (tiga triliun dua ratus miliar Rupiah).
Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Dalam hal Pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai
dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu sebagaimana terakhir kali diubah berdasarkan Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas Peraturan OJK No.
32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“POJK No. 32/2015”), maka hak
atas pecahan saham tersebut akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukan ke dalam rekening Perseroan. Saham hasil pelaksanaan
HMETD yang ditawarkan melalui PMHMETD I memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal (termasuk hak atas dividen, hak atas sisa hasil likuidasi,
HMETD dan hak atas pembagian saham bonus) dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD ini akan
dicatatkan di BEI.
Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.304.000.000 (dua miliar tiga ratus empat juta) lembar Waran Seri II yang menyertai
Saham Baru atau sebanyak-banyaknya 10,29% (sepuluh koma dua sembilan persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I
yang menyertai Saham Biasa Atas Nama yang dikeluarkan dalam rangka PMHMETD I. Waran Seri II diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para
pemegang saham baru yang melaksanakan haknya dalam PMHMETD I. Setiap pemegang HMETD yang melaksanakan 50 (lima puluh) lembar saham baru
Perseroan dalam PMHMETD I berhak memperoleh 9 (sembilan) lembar Waran Seri II dimana setiap 1 (satu) lembar Waran Seri II memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 10,-
(sepuluh Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp300,- (tiga ratus Rupiah) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan
yaitu mulai tanggal 13 Juli 2026 – 13 Juli 2028, Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen selama Waran
Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri II tersebut menjadi
kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Masa berlaku Waran Seri II tidak dapat diperpanjang lagi. Total Hasil Pelaksanaan Waran Seri II sebanyak-banyaknya
Rp 691.200.000.000,- (enam ratus sembilan puluh satu miliar dua ratus juta Rupiah).
Bahwa sehubungan dengan pelaksanaan PMHMETD I Perseroan, bahwa PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (“AKUN”) selaku pemegang 5.360.707.200 (lima
miliar tiga ratus enam puluh juta tujuh ratus tujuh ribu dua ratus) lembar saham atau setara dengan 60.62% (enam puluh koma enam duapersen) dari modal
ditempatkan dan disetor Perseroan per tanggal 15 September 2025 menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diperoleh yaitu sejumlah
7.147.609.600 (tujuh miliar serratus empat puluh tujuh juta enam ratus sembilan ribu enam ratus) HMETD yang dimilikinya melalui Surat Pernyataan tanggal 23
September 2025 dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) sehingga keseluruhan AKUN akan melaksanakan Pelaksanaan
HMETD sejumlah Rp1.786.902.400.000,- (satu triliun tujuh ratus delapan puluh enam miliar Sembilan ratus dua juta empat ratus ribu Rupiah).
Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya dilaksanakan oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada
pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, seperti yang tercantum dalam HMETD atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham
Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi pemesanan Saham Tambahan, masih terdapat sisa saham
porsi Publik maka berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Untuk Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu I PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk No.1.329 tanggal 19 September 2025 yang dibuat di hadapan Mohamad Fajri Mekka Putra, SH., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan, AKUN (“Pembeli Siaga”) telah menyatakan sanggup menjadi Pembeli Siaga jika Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini
tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, dengan jumlah saham sebanyak-banyaknya 5.652.377.067 (lima miliar lima
ratus enam puluh dua juta tiga ratus tujuh puluh tujuh ribu enam puluh tujuh) saham pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah)
setiap saham dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp1.413.094.266.750,- (satu triliun empat ratus tiga belas miliar Sembilan puluh empat juta dua ratus enam
puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh Rupiah).
HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN DI DALAM ATAU DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA SELAMA TIDAK KURANG DARI 5 (LIMA) HARI KERJA SEJAK TANGGAL 8 JANUARI
2026 SAMPAI DENGAN TANGGAL 22 JANUARI 2026. PENCATATAN SAHAM BARU HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA PADA
TANGGAL 12 JANUARI 2026 SAMPAI DENGAN 26 JANUARI 2026. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 22 JANUARI 2026 DENGAN KETERANGAN
BAHWA HMETD YANG TIDAK DILAKSANAKAN SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT MENJADI TIDAK BERLAKU LAGI.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM
PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN DALAM PMHMETD I INI SESUAI DENGAN HMETD-
NYA AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA DALAM PERSEROAN (DILUSI) MAKSIMUM SEBESAR 57,14% (LIMA PULUH TUJUH KOMA
SATU EMPAT PERSEN) DARI TOTAL PORSI KEPEMILIKAN SAHAM DARI MASING-MASING PEMEGANG SAHAM PADA SAAT PELAKSANAAN HMETD .
RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PERIZINAN. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB 6
PROSPEKTUS PMHMETD I.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-1
Page 2
JADWAL PMHMETD I
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 12 Juni 2025
Tanggal Pernyataan Pendaftaraan menjadi Efektif : 22 Desember
2025
Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan HMETD di:
- Pasar Reguler dan Negosiasi : 2 Januari 2026
- Pasar Tunai : 6 Januari 2026
Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD:
- Pasar Reguler dan Negosiasi : 5 januari 2026
- Pasar Tunai : 7 Januari 2026
Tanggal Pencatatan dalam DPS yang berhak atas HMETD : 6 Januari 2026
Tanggal Distribusi SBHMETD : 7 Januari 2026
Tanggal Pencatatan SBHMETD di BEI : 8 Januari 2026
Awal Perdagangan SBHMETD : 8 Januari 2026
Akhir Perdagangan SBHMETD : 22 Januari 2026
Periode Pelaksanaan HMETD : 8 Januari 2026 -
22 Januari 2026
Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 12 Januari 2026 -
26 Januari 2026
Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 23 Januari 2026
Tanggal Penjatahan atas Pemesanan Saham Tambahan : 26 Januari 2026
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan : 28 Januari 2026
Tanggal Awal Perdagangan Waran Seri II : 8 Januari 2026
Tanggal Akhir Perdagangan Waran Seri II :
-Pasar Reguler dan Negosiasi : 11 Juli 2028
-Pasar Tunai : 13 Juli 2028
Tanggal Awal Pelaksanaan Waran Seri II : 13 Juli 2026
Tanggal Akhir Pelaksanaan Waran Seri II : 13 Juli 2028
Tanggal Akhir Masa Berlaku Waran Seri II : 13 Juli 2028
PMHMETD I
Dalam rangka pelaksanaan PMHMETD I, para pemegang saham Perseroan telah memberikan: (i) Persetujuan atas
rencana Perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
("PMHMETD") sejumlah sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (dua belas miliar delapan ratus juta) saham baru,
dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal,
khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan
Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu, termasuk menyetujui perubahan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan susunan
permodalan Perseroan dalam rangka PMHMETD. (ii) Persetujuan untuk memberikan wewenang dan kuasa kepada
Direksi Perseroan, untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut di atas,
termasuk tetapi tidak terbatas untuk:
a. Dalam rangka atau sehubungan dengan PMHMETD, menentukan kepastian jumlah saham yang dikeluarkan,
menentukan kepastian modal ditempatkan dan disetor Perseroan, serta merubah Anggaran Dasar Perseroan
sehubungan dengan perubahan modal ditempatkan dan disetor tersebut (termasuk menegaskan susunan
pemegang saham Perseroan), selanjutnya menyatakan/menuangkannya dalam akta-akta yang dibuat di
hadapan Notaris, kemudian mengajukan permohonan kepada pihak/pejabat yang berwenang, untuk
memperoleh persetujuan dan/atau menyampaikan pemberitahuan atas keputusan Rapat ini dan/atau
perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam keputusan Rapat ini, dan melakukan semua dan setiap
tindakan yang diperlukan, sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku;
b. Menentukan kepastian jadwal PMHMETD;
c. Menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka PMHMETD termasuk dokumen-dokumen
sehubungan dengan pernyataan pendaftaran untuk diajukan kepada OJK;
d. Menegosiasikan dan menandatangani dokumen-dokumen lainnya terkait dengan pembeli siaga (sepanjang
relevan) dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang dianggap baik untuk Perseroan oleh Direksi
Perseroan;
e. Menitipkan saham Perseroan dalam penitipan kolektif KSEI sesuai dengan peraturan Kustodian Sentral Efek
Indonesia;
f. Mencatatkan seluruh saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan disetor penuh pada Bursa Efek Indonesia;
dan
g. Melakukan segala tindakan yang diperlukan dan/atau disyaratkan sehubungan dengan PMHMETD, termasuk
yang disyaratkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku untuk Perseroan
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-2
Page 3
sebagaimana dinyatakan dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sinergi Inti Andalan
Prima Tbk No. 014 tanggal 12 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Selo Selieana, SH., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan.
Selain itu, para pemegang saham Perseroan juga telah memberikan Persetujuan atas rencana Perseroan untuk
menerbitkan sebanyak-banyaknya 3.200.000.000 (tiga miliar dua ratus juta) Waran Seri II bersamaan dengan Rencana
Perseroan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Teriebih Dahulu ("PMHMETD")
sejumlah sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (dua belas miliar delapan ratus juta) saham baru, yang sebelumnya
telah memperoleh persetujuan RUPSLB pada tanggal 12 Juni 2025, berikut dengan pemberian kuasa dan wewenang
kepada Direksi Perseroan untuk:
a. Menetapkan jumlah saham yang ditawarkan dalam PMHMETD serta jumlah Waran Seri II;
b. Menetapkan harga pelaksanaan PMHMETD dan harga pelaksanaan Waran Seri II;
c. Melakukan segala tindakan yang diperlukan dalam pelaksanaan PMHMETD dengan memperhatikan
peraturan perundang- undangan yang berlaku; dan
d. Melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor setelah pelaksanaan PMHMETD dan
pelaksanaan Waran Seri II.
sebagaimana dinyatakan dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sinergi Inti Andalan
Prima Tbk No. 12 tanggal 20 Agustus 2025 yang dibuar di hadapan Rini Yulianti, SH, Notarius di Jakarta Timur.
a. Jumlah Saham Baru : Sebanyak-banyaknya 12.800.000.000 (dua belas
miliar delapan ratus juta) lembar saham biasa atas
nama yang mewakili 57,14% (lima puluh tujuh koma
satu empat persen) dari modal ditempatkan dan
disetor penuh setelah PMHMETD I.
b. Nilai Emisi PMHMETD I : Sebanyak-banyaknya Rp3.200.000.000.000,- (tiga
triliun dua ratus miliar Rupiah)..
c. Rasio HMETD : 3 : 4 yaitu dimana setiap pemegang 3 (tiga) Saham
Lama berhak atas 4 (empat) HMETD, di mana 1
(satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham
Baru.
d. Harga Pelaksanaan HMETD : Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham.
e. Hak atas Saham Baru : Saham Baru ini mempunyai hak yang sama dan
sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas
nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor
penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak
terbatas pada hak suara, hak dalam pembagian
dividen, dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan
hak atas pembagian saham bonus.
f. Dilusi Setelah HMETD : Bagi yang tidak melaksanakan HMETD, dilusi sampai
dengan maksimum sebesar 57,14% (lima puluh tujuh
koma satu empat persen) dari total porsi kepemilikan
saham dari masing-masing pemegang saham pada
saat pelaksanaan HMETD.
g. Pembeli Siaga : PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (“AKUN”) selaku
Pemegang Saham Pengendali Perseroan
menyatakan kesediaannya untuk menjadi Pembeli
Siaga dalam PMHMETD I Perseroan.
h. Jumlah dan Nilai Pembeli Siaga : Berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham
Dalam Rangka Penawaran Umum Untuk
Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu I PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
No.1.329 tanggal 19 September 2025 yang dibuat di
hadapan Mohamad Fajri Mekka Putra, SH., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan, AKUN (“Pembeli Siaga”)
telah menyatakan sanggup menjadi Pembeli Siaga
jika Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD
I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang
saham atau pemegang HMETD, dengan jumlah
saham sebanyak-banyaknya 5.652.377.067 (lima
miliar lima ratus enam puluh dua juta tiga ratus tujuh
puluh tujuh ribu enam puluh tujuh) saham pada Harga
Pelaksanaan sebesar Rp250,- (dua ratus lima puluh
Rupiah) setiap saham dengan nilai sebanyak-
banyaknya Rp1.413.094.266.750,- (satu triliun empat
ratus tiga belas miliar Sembilan puluh empat juta dua
ratus enam puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh
Rupiah)
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-3
Page 4
i. Rasio Waran Seri II : 50 : 9 yaitu dimana setiap pemegang 50 (lima puluh)
Saham Hasil Pelaksanaan HMETD berhak atas 9
(sembilan) Waran Seri II, di mana 1 (satu) Waran Seri
II berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru.
j. Jumlah Waran Seri II : Sebanyak-banyaknya 2.304.000.000 (dua miliar tiga
ratus empat juta) lembar Waran Seri II.
k. Nilai Emisi Waran Seri II : Sebanyak-banyaknya Rp 691.200.000.000,- (enam
ratus sembilan puluh satu miliar dua ratus juta
Rupiah).
l. Penggunaan Dana Hasil PMHMETD I : Seluruh dana hasil dari PMHMETD I Perseroan,
setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan
oleh Perseroan untuk:
1. Sekitar Rp2.935.000.000.000,- (dua triliun
sembilan ratus tiga puluh lima miliar Rupiah)
untuk penyetoran modal kepada
Perusahaan Anak, GPI yang mana akan
digunakan oleh GPI untuk:
a. Sekitar Rp2.800.000.000.000,- (dua
triliun delapan ratus miliar Rupiah) akan
digunakan GPI untuk pengembangan
jaringan Fiber To The Home (FTTH)
berkecepatan tinggi dengan tenologi
Wi-Fi 7 sebanyak 2 Juta Pelanggan di
Pulau Bali dan Lombok;
b. Sisanya sebesar Rp135.000.000.000,-
(seratus tiga puluh lima miliar Rupiah)
akan digunakan sebagai modal kerja
GPI, yaitu biaya pembelian
perlengkapan penunjang, biaya
pengembangan layanan, biaya
pemasaran, biaya pelatihan serta biaya
overhead lainnya.
2. Sekitar Rp215.384.400.000,- (dua ratus lima
belas miliar tiga ratus delapan puluh empat
juta empat ratus ribu Rupiah) untuk
penyetoran modal kepada Perusahaan
Anak, PFI yang mana akan digunakan oleh
PFI untuk melunasi biaya Indefeasible Right
of Use (IRU) Jaringan kabel bawah laut
(Submarine Cable) kepada PT JMP.
3. Sisanya akan digunakan sebagai modal
kerja Perseroan, yaitu biaya pembelian
perlengkapan penunjang, biaya
pengembangan layanan, biaya pemasaran,
biaya pelatihan serta biaya overhead
lainnya.
Sedangkan dana hasil pelaksanaan Waran Seri II
akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, yaitu
biaya pembelian perlengkapan penunjang, biaya
pengembangan layanan, biaya pemasaran, biaya
pelatihan serta biaya overhead lainnya.
m. Periode Perdagangan HMTED : 8 - 22 Januari 2026
n. Periode Pelaksanaan HMTED : 8 - 22 Januari 2026
o. Periode Perdagangan Waran Seri II : 8 Januari 2026 – 13 Juli 2028
p. Periode Pelaksanaan Waran Seri II : 13 Juli 2026 – 13 Juli 2028
Bahwa sehubungan dengan pelaksanaan PMHMETD I Perseroan, bahwa PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara selaku
pemegang 5.360.707.200 (lima miliar tiga ratus enam puluh juta tujuh ratus tujuh ribu dua ratus) atau setara dengan
dengan 60,62% (enam puluh koma enam dua persen) saham Perseroan menyatakan akan melaksanakan seluruh
HMETD yang akan diperoleh yaitu sejumlah 7.147.609.600 (tujuh miliar serratus empat puluh tujuh juta enam ratus
sembilan ribu enam ratus) HMETD yang dimilikinya melalui Surat Pernyataan tanggal 19 September 2025 dengan
Harga Pelaksanaan sebesar Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) sehingga keseluruhan AKUN akan melaksanakan
Pelaksanaan HMETD sejumlah Rp1.786.902.400.000,- (satu triliun tujuh ratus delapan puluh enam miliar Sembilan
ratus dua juta empat ratus ribu Rupiah).
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang dikeluarkan
oleh BAE sampai dengan tanggal 31 Oktober 2025 berdasarkan Surat No. 010/SP/SINERGY/XI.2025 tanggal 6
November 2025 berdasarkan sebagai berikut:
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-4
Page 5
MODAL SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) (%)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara 5.360.707.200 53.607.072.000 60,62
Muhammad Arif 10.000 100.000 0,01
Masyarakat dibawah 5% 3.786.189.722 37.861.897.220 39,37
Total Modal Ditempatkan & Disetor 8.894.552.519 88.945.525.190 100,00
Saham dalam Portepel 21.105.447.481 211.054.474.810
Bahwa per tanggal 15 September 2025 masih terdapat Waran Seri I yang berlaku berjumlah 757.003.890 (tujuh ratus
lima puluh tujuh juta tiga ribu delapan ratus sembilan puluh lembar) Waran Seri I. Waran Seri I. Waran Seri I adalah
efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai
nominal Rp 10,- (sepuluh Rupiah) setiap sahamnya dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp 91,- (sembilan puluh satu
Rupiah) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 24 januari 2024 sampai
dengan 26 Januari 2026.
Pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen selama Waran Seri I
tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya,
maka Waran Seri I tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Masa berlaku Waran Seri I tidak dapat
diperpanjang lagi.
Saham hasil pelaksanaan Waran Seri I akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam
segala hal dengan saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen,
hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (HMETD).
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I tidak lagi melaksanakan Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah
5% melaksanakan seluruh HMETD:
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 5.360.707.200 53.607.072.000 60,62 12.508.316.800 125.083.168.000 60,62
Muhammad Arif 10.000 100.000 0,01 23.333 233.330 0,01
Masyarakat dibawah 5% 3.482.278.910 34.822.789.100 39,37 8.125.317.456 81.253.174.560 39,37
Total Modal Ditempatkan & Disetor
8.842.996.110 88.429.961.100 100,00 20.633.567.589 206.336.575.890 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 21.157.003.890 211.570.038.900 9.366.342.411 93.663.424.110
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I tidak lagi melaksanakan Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah
5% melaksanakan seluruh HMETD dan setelah pelaksanaan Waran Seri II:
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Setelah PMHMETD I Setelah Pelaksanaan Waran Seri II
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 12.508.316.800 125.083.168.000 60,62 13.794.886.528 137.948.865.280 60,62
Muhammad Arif 23.333 233.330 0,01 25.732 257.320 0,01
Masyarakat dibawah 5% 8.125.317.456 81.253.174.560 39,37 8.961.064.394 89.610.643.940 39,37
Total Modal Ditempatkan & Disetor
20.633.567.589 206.336.575.890 100,00 22.755.976.654 227.559.766.540 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 9.366.342.411 93.663.424.110 7.244.023.346 72.440.233.460
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-5
Page 6
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I tidak lagi melaksanakan Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah
5% tidak melaksanakan HMETD sama sekali:
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 5.360.707.200 53.607.072.000 60,62 17.151.355.346 171.513.553.460 83,11
Muhammad Arif 10.000 100.000 0,01 23.333 233.330 0,01
Masyarakat dibawah 5% 3.482.278.910 34.822.789.100 39,37 3.482.278.910 34.822.789.100 16,88
Total Modal Ditempatkan & Disetor
8.842.996.110 88.429.961.100 100,00 20.633.567.589 206.336.575.890 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 21.157.003.890 211.570.038.900 9.366.342.411 93.663.424.110
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I tidak lagi melaksanakan Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah
5% tidak melaksanakan HMETD sama sekali dan setelah pelaksanaan Waran Seri II:
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Setelah PMHMETD I Setelah Pelaksanaan Waran Seri II
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 17.151.355.346 171.513.553.460 83,11 19.273.672.012 192.736.720.120 84,70
Muhammad Arif 23.333 233.330 0,01 25.732 257.320 0,01
Masyarakat dibawah 5% 3.482.278.910 34.822.789.100 16,88 3.482.278.910 34.822.789.100 15,29
Total Modal Ditempatkan & Disetor
20.633.567.589 206.336.575.890 100,00 22.755.967.654 227.559.766.540 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 9.366.342.411 93.663.424.110 7.244.023.346 72.440.233.460
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I melaksanakan seluruh Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah 5%
melaksanakan seluruh HMETD:
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 5.360.707.200 53.607.072.000 55,84 12.508.316.800 125.083.168.000 55,84
Muhammad Arif 10.000 100.000 0,01 23.333 233.330 0,01
Masyarakat dibawah 5% 4.239.282.800 42.392.828.000 44,15 9.891.659.867 98.916.598.670 44,15
Total Modal Ditempatkan & Disetor
9.600.000.000 96.000.000.000 100,00 22.400.000.000 224.000.000.000 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 20.400.000.000 204.000.000.000 7.600.000.000 76.000.000.000
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I melaksanakan seluruh Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah 5%
melaksanakan seluruh HMETD setelah pelaksanaan Waran Seri II:
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-6
Page 7
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Setelah PMHMETD I Setelah Pelaksanaan Waran Seri II
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 12.508.316.800 125.083.168.000 55,84 13.794.886.528 137.948.865.280 55,84
Muhammad Arif 23.333 233.330 0,01 25.733 257.330 0,01
Masyarakat dibawah 5% 9.891.659.867 98.916.598.670 44,15 10.909.087.739 109.090.877.390 44,15
Total Modal Ditempatkan & Disetor
22.400.000.000 224.000.000.000 100,00 24.704.000.000 247.040.000.000 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 7.600.000.000 76.000.000.000 5.296.000.000 52.960.000.000
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I melaksanakan seluruh Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah 5%
tidak melaksanakan HMETD sama sekali:
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 5.360.707.200 53.607.072.000 55,84 18.160.693.867 181.606.938.670 81,06
Muhammad Arif 10.000 100.000 0,01 23.333 233.330 0,01
Masyarakat dibawah 5% 4.239.282.800 42.392.828.000 44,15 4.239.282.800 42.392.828.000 18,93
Total Modal Ditempatkan & Disetor
9.600.000.000 96.000.000.000 100,00 22.400.000.000 224.000.000.000 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 20.400.000.000 204.000.000.000 7.600.000.000 76.000.000.000
Berikut ini proforma permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan kepemilikan yang
dikeluarkan oleh BAE per tanggal 15 September 2025 sebelum dan sesudah dilakukan PMHMETD I, dengan asumsi
seluruh pemegang Waran Seri I melaksanakan seluruh Waran Seri I dan pemegang saham masyarakat dibawah 5%
tidak melaksanakan HMETD sama sekali dan setelah pelaksanaan Waran Seri II:
PROFORMA PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp10,- (sepuluh Rupiah) setiap saham
Setelah PMHMETD I Setelah Pelaksanaan Waran Seri II
Uraian Nilai Nominal Nilai Nominal
Jumlah Saham (%) Jumlah Saham (%)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 30.000.000.000 300.000.000.000 30.000.000.000 300.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra 18.160.693.867 181.606.938.670 81,06 20.464.691.467 204.646.914.671 91,36
Muhammad Arif 23.333 233.330 0,01 25.733 257.329 0,01
Masyarakat dibawah 5% 4.239.282.800 42.392.828.000 18,93 4.239.282.800 42.392.828.000 18,93
Total Modal Ditempatkan & Disetor
22.400.000.000 224.000.000.000 100,00 24.704.000.000 247.040.000.000 100,00
Penuh
Saham dalam Portepel 7.600.000.000 76.000.000.000 15.296.000.000 152.960.000.000
PENGGUNAAN DANA HASIL PMHMETD I
Seluruh dana hasil dari PMHMETD I Perseroan, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh Perseroan
untuk:
1. Sekitar Rp2.935.000.000.000,- (dua triliun sembilan ratus tiga puluh lima miliar Rupiah) akan digunakan untuk
melakukan penyetoran modal pada perusahaan anak yaitu GPI yang mana oleh GPI seluruh dana tersebut akan
digunakan untuk:
a. Sekitar Rp2.800.000.000.000,- (dua triliun delapan ratus miliar Rupiah) akan digunakan untuk Belanja modal
untuk pembangunan jaringan FTTH (Fiber To The Home) dengan teknologi termutakhir yaitu WIFI 7 untuk
2.000.000 (dua juta) homepass yang berlokasi di Pulau Bali dan Pulau Lombok dengan rencana
pembangunan sebanyak 780.000 (tujuh ratus delapan puluh ribu) homepass pada tahun 2026 dan 1.220.000
(satu juta dua ratus dua puluh ribu) homepass pada tahun 2027. Biaya pembangunan tersebut terdiri dari
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-7
Page 8
antara lain perangkat (i) Optical Line Terminal (OLT) dengan teknologi XGSPON; (ii) Optical Distribution
Cabinet (ODC) dengan kapasitas 96-576 core; (iii) Fiber Optic Distribution Wire; (iv) Optical Distribution Point
(ODP) 4,8,12,dan 16 port; (v) Drop Wire; (vi) Optical Network Terminal (ONT) Dual Band 2,4 GHz dan 5 GHz
dengan Throughput sampai dengan 5,8 Gbps; serta (vii) biaya jasa penggelaran. Adapun vendor maupun
kontraktor yang ditunjuk oleh GPI untuk melakukan pembangunan adalah pihak ketiga yang kredibel dan
berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Sampai Prospektus ini diterbitkan, GPI masih
melakukan review untuk setiap penawaran-penawaran dari vendor maupun kontraktor GPI yang
diestimasikan penandatanganan perikatan dengan vendor maupun kontraktor tersebut akan dilaksanakan
selambat-lambatnya pada akhir Tahun 2025.
GPI melakukan pembangunan jaringan FTTH (Fiber To The Home) untuk melakukan penetrasi pasar dengan
menyalurkan internet berkecepatan tinggi dengan teknologi terkini yakni WIFI 7 dengan harga langganan
Rp299 ribu per bulan dan speed up to 2 Gbps yang diproyeksikan akan menjadi sumber revenue utama GPI.
Target penyelesaian pembangunan tersebut yaitu pada akhir tahun 2027.
GPI telah memperoleh perizinan yang dibutuhkannya untuk melakukan pembangunan jaringan FTTH (Fiber
To The Home) dengan teknologi termutakhir yaitu WIFI 7 untuk 2.000.000 (dua juta) homepass (jumlah rumah
yang tercakup jaringan)yang berlokasi di Pulau Bali dan Pulau Lombok, yaitu Izin Penyelenggara Jaringan
Telekomunikasi No. 91202017739020003 tanggal 17 Juni 2023 dan Izin Penyelenggaraan Jasa Akses
Internet Internet Service Provider (ISP) No. 722/TEL.02.02/2020 tanggal 14 September 2020. Perseroan
maupun GPI saat ini belum memiliki perjanjian apapun terkait penyewaan backbone maupun pembelian
bandwidth, dimana pembelian bandwidth dapat dilakukan kepada penyedia bandwidth yang berbeda di setiap
lokasi.
b. Sisanya sebesar Rp135.000.000.000,- (seratus tiga puluh lima miliar Rupiah) akan digunakan sebagai modal
kerja GPI, yaitu biaya pembelian perlengkapan penunjang, biaya pembelian bandwidth, biaya pengembangan
layanan, biaya pemasaran, biaya gaji, biaya pelatihan serta biaya overhead lainnya.
2. Sekitar Rp215.384.400.000,- (dua ratus lima belas miliar tiga ratus delapan puluh empat juta empat ratus ribu
Rupiah) akan digunakan untuk melakukan penyetoran modal pada perusahaan anak yaitu PFI yang mana oleh PFI
seluruh dana tersebut akan digunakan untuk melakukan pelunasan biaya Indefeasible Right of Use (“IRU”) kepada
PT Jejaring Mitra Persada (”JMP”) sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Penyediaan Fiber Optic Core Dalam
Jaringan Telekomunikasi Jakarta – Batam Submarine Cable System (Rising-8) secara Indefeasible Right of Use
(IRU) Nomor 020/JMP-PFI/LEG/PKS/V/2025 yang ditandatangani oleh dan antara PFI dan JMP pada tanggal 2
Mei 2025, dimana IRU merupakan hak pakai atas aset kabel bawah laut tersebut. Sampai dengan saat Prospektus
ini diterbitkan, aset kabel bawah laut tersebut belum selesai dibangun dimana pergelaran (pemasangan dan
penataan kabel bawah laut) akan dimulai pada pekan ke-4 bulan Desember 2025 dan target selesai dibangun pada
April 2026. Sehingga, atas hal ini PFI belum mendapatkan manfaat atas aset tersebut selama Pembangunan aset
kabel bawah laut belum selesai dilalukan. JMP merupakan pihak ketiga dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
Perseroan. Setelah pergelaran selesai, akan dilakukan tes komisioning yang ditargetkan pada bulan April 2026.
Sebagaimana diatur di dalam perjanjian, Berita Acara Serah Terima (“BAST”) dilakukan selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari kalender setelah tes komisioning selesai dilakukan. Adapun tabel pembayaran yang merefleksikan nilai
yang akan dibayarkan PFI kepada JMP dari hasil emisi berdasarkan perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
Nomor Lokasi Tahap dan Nilai DPP DPP + PPN Telah Belum Keterangan
Kontrak Waktu Jatuh Dibayarkan dibayarkan
Tempo
Berdasarkan
Perjanjian
019/JMP- Batam - Tahap I 24.255.000.000 26.923.050.000 26.923.050.000 -
PFI/LEG/PKS Singapore (31 Mei 2025)
/V/2025
Tahap II 15.345.000.000 17.032.950.000 17.032.950.000 -
(31 Juli 2025)
020/JMP- Jakarta - Tahap I 8.910.000.000 9.890.100.000 9.890.100.000 -
PFI/LEG/PKS Batam (31 Juli 2025)
/V/2025
Tahap II 48.510.000.000 53.846.100.000 53.846.100.000 Tahap II sampai
(30 September dengan Tahap V
2025)* akan dibayarkan
Tahap III 48.510.000.000 53.846.100.000 53.846.100.000 dari dan
(30 November PMHMETD dan
2025)* akan dibayarkan
Tahap IV 48.510.000.000 53.846.100.000 53.846.100.000 segera setelah
(31 Januari dana emisi
2026)* diterima
Tahap V 48.510.000.000 53.846.100.000 53.846.100.000
(30 Maret 2026)*
TOTAL 242.550.000.000 269.230.500.000 53.846.100.000 215.384.400.000
*Keterangan: Berdasarkan hasil negosiasi, target pembayaran untuk tahap II sampai dengan tahap V belum PFI
bayarkan sesuai dengan jadwal pembayaran sehubungan dengan adanya penyesuaian jadwal pembangunan. PFI
akan melakukan pembayaran untuk tahap II sampai dengan tahap V tersebut pada tanggal 27 Februari 2026.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-8
Page 9
PFI tidak memerlukan izin sehubungan dengan rencana penggunaan dana, dikarenakan dana yang akan disalurkan
PFI akan digunakan untuk pelunasan biaya Indefeasible Right of Use (IRU) kepada JMP berdasarkan (i) Perjanjian
Penyediaan Fiber Optic Core Dalam Jaringan Telekomunikasi Jakarta – Batam Submarine Cable System (Rising-8)
secara Indefeasible Right of Use (IRU) No.020/JMP-PFI/LEG/PKS/V/2025 tanggal 2 Mei 2025.
3. Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, yaitu biaya pembelian perlengkapan penunjang, biaya
pembelian bandwidth, biaya pengembangan layanan, biaya pemasaran, biaya gaji, biaya pelatihan serta biaya
overhead lainnya.
Sedangkan seluruh dana hasil pelaksanaan Waran Seri II akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja yaitu
biaya pembelian perlengkapan penunjang, biaya pembelian bandwidth, biaya pengembangan layanan, biaya
pemasaran, biaya gaji, biaya pelatihan serta biaya overhead lainnya.
Dalam hal dana hasil PMHMETD I dan hasil pelaksanaan Waran Seri II tersebut tidak mencukupi pembiayan rencana
penggunaan dana, maka sumber lain yang menjadi alternatif diantaranya adalah kas internal Perseroan dan
pendanaan dari pihak ketiga.
Sehubungan dengan penyertaan modal yang dilakukan oleh Perseroan kepada GPI dan PFI, sesuai dengan Pasal 12
ayat (8) huruf e Anggaran Dasar Perseroan (sebagaimana didefinisikan di bawah ini), Perseroan telah memperoleh
persetujuan Dewan Komisaris melalui Surat Persetujuan Dewan Komisaris tanggal 19 Desember 2025 yang
menyetujui rencana Direksi Perseroan untuk melakukan penyertaan modal oleh Perseroan kepada (i) GPI sekitar
Rp2.935.000.000.000 dan (ii) PFI sekitar Rp215.384.400.000 yang dananya berasal dari hasil pelaksanaan PMHMETD
I.
Sehubungan dengan rencana penggunaan dana hasil PMHEMTD I untuk penyertaan modal Perseroan kepada GPI
dan PFI merupakan transaksi afiliasi yang tidak wajib melakukan prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 serta
tidak wajib memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020 (sebagaimana
didefinisikan di bawah ini) karena dilakukan antara Perseroan dengan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki
paling sedikit 99% dari modal disetor perusahaan terkendali. Perseroan wajib melaporkan transaksi afiliasi
sebagaimana di atas kepada OJK paling lambat hari kerja kedua setelah tanggal transaksi afiliasi tersebut dilakukan
sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (2) POJK No. 42/2020
Dalam hal rencana penggunaan dana hasil PMHEMTD I yang akan digunakan untuk penyertaan modal Perseroan
kepada GPI dan PFI memenuhi kualifikasi transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020 dan/atau
merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020, maka Perseroan wajib
memenuhi dan mentaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020 dan/atau POJK No. 42/2020
tersebut.
Sehubungan dengan rencana penggunaan dana hasil PMHEMTD I dan penggunaan dana hasil pelaksanaan Waran
Seri II yang digunakan untuk modal kerja Perseroan, bukan merupakan transaksi afiliasi berdasarkan POJK No.
42/2020 karena dilakukan dengan pihak ketiga. Namun, dalam hal dana tersebut disalurkan oleh Perseroan kepada
Perusahaan Anak untuk digunakan sebagai modal kerja, maka transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi. Meski
demikian, transaksi tersebut dikecualikan dari kewajiban prosedur sebagaimana Pasal 3 dan ketentuan Pasal 4 ayat
(1) POJK No. 42/2020, karena dilakukan antara Perseroan dengan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki
paling sedikit 99% dari modal disetor. Perseroan tetap wajib melaporkan transaksi afiliasi tersebut kepada OJK paling
lambat pada hari kerja kedua setelah tanggal pelaksanaan transaksi, sesuai Pasal 6 ayat (2) POJK No. 42/2020.
Dalam hal rencana penggunaan dana hasil PMHEMTD I dan penggunaan dana hasil pelaksanaan Waran Seri II yang
digunakan untuk modal kerja Perseroan dan Perusahaan Anak memenuhi kualifikasi transaksi material sebagaimana
diatur dalam POJK No. 17/2020 dan/atau merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020, maka Perseroan wajib memenuhi dan mentaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/2020 dan/atau POJK No. 42/2020 tersebut.
Apabila di kemudian hari penggunaan dana hasil PMHMETD I diubah maka Perseroan wajib memperhatikan kembali
ketentuan POJK No. 42/2020 dan POJK No. 17/2020.
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Umum (“POJK No. 30/2015”), Perseroan akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil PMHMETD I
ini kepada OJK dan wajib mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil PMHMETD I ini dalam RUPS
Tahunan Perseroan sampai dengan seluruh dana hasil PMHMETD I telah direalisasikan. Laporan realisasi
penggunaan dana yang disampaikan kepada OJK akan dibuat secara berkala setiap enam bulan (Juni dan Desember)
sampai dengan seluruh dana hasil PMHMETD I ini telah direalisasikan. Perseroan akan menyampaikan laporan
tersebut selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.
Dalam penggunaan dana hasil PMHMETD I ini, Perseroan akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Apabila Perseroan
bermaksud mengubah penggunaan dana dari hasil PMHMETD I ini, maka rencana tersebut harus dilaporkan terlebih
dahulu kepada OJK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan harus mendapat persetujuan dari
Pemegang Saham dalam RUPS.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-9
Page 10
Berdasarkan Pasal 13 huruf a POJK No. 30/2015, dalam hal terdapat dana hasil PMHMETD I yang belum
direalisasikan, Perseroan wajib:
a. Menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid;
b. Mengungkapkan bentuk dan tempat dimana dana tersebut ditempatkan;
c. Mengungkapkan tingkat suku bunga atau imbal hasil yang diperoleh; dan
d. Mengungkapkan ada atau tidaknya hubungan Afiliasi dan sifat hubungan Afiliasi antara Perseroan dengan
pihak dimana dana tersebut ditempatkan.
Apabila di kemudian hari Perseroan bermaksud untuk mengubah rencana penggunaan dana, maka Perseroan wajib
melaksanakan ketentuan POJK No. 30/2015 yaitu:
a. menyampaikan rencana dan alasan perubahan penggunaan dana hasil penawaran HMETD kepada OJK
paling lambat 14 hari sebelum penyelenggaraan RUPS; dan
b. memperoleh persetujuan dari RUPS
dimana selanjutnya Perseroan harus menyampaikan hasil RUPS sebagaimana dimaksud di atas kepada OJK paling
lambat dua hari kerja setelah penyelenggaraan RUPS.
Sehubungan dengan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Perseoran, Perseroan telah
menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum kepada OJK melalui surat No.
020/SP/SINERGY/VII.2025 tanggal 15 Juli 2025. Sehubungan dengan tersebut, Per 30 Juni 2025, terdapat sisa dana
hasil Penawaran Umum Perseroan sebesar Rp2.226.883.516, yang ditempatkan oleh Perseroan di rekening giro.
Target dana tersebut dapat direalisasikan seluruhnya adalah pada akhir tahun 2025 dan peruntukannya adalah untuk
Pembelian perlengkapan penunjang, biaya pembelian bandwidth, biaya pengembangan layanan, biaya pemasaran,
biaya gaji, biaya pelatihan serta biaya overhead lainnya.
Sedangkan sehubungan dengan realisasi penggunaan dana hasil Konversi Efek Yang Dapat Dikonversi Menjadi
Saham Perseoran, Perseroan telah menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Pelaksanaan Waran
Sei I kepada OJK melalui surat No. 019/SP/SINERGY/VII.2025 tanggal 15 Juli 2025. Sehubungan dengan tersebut,
Per 30 Juni 2025, terdapat sisa dana hasil Penawaran Umum Perseroan sebesar Rp64.617.433.496, yang ditempatkan
oleh Perseroan di rekening giro. Target dana tersebut dapat direalisasikan seluruhnya adalah pada tahun 2026 dan
peruntukannya adalah untuk Pembelian perlengkapan penunjang, biaya pembelian bandwidth, biaya pengembangan
layanan, biaya pemasaran, biaya gaji, biaya pelatihan serta biaya overhead lainnya.
RINGKASAN IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon Investor harus membaca ikhtisar dari data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersama dengan
laporan keuangan Grup beserta catatan atas laporan keuangan. Investor juga harus membaca Bab V Prospektus ini
yang berjudul Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Tabel berikut ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan dan Entitas Anaknya untuk tahun-tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025, 31 Desember 2024 dan 2023 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan
lain).
Data-data keuangan penting tersebut berasal dari Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anaknya
untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
2024 dan 2023 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain). Laporan keuangan konsolidasian untuk tanggal 31
Juli 2025 telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Suharli, Sugiharto & Rekan dengan Opini Audit Tanpa Modifikasian atas laporan keuangan
tersebut yang ditandatangani oleh Akuntan Publik Ridho Fathoni, CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1629 yang
dalam laporannya No. 00427/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/XII/2025 pada tanggal 4 Desember 2025. Laporan keuangan
konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 telah diaudit berdasarkan standar audit yang
ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dra. Suhartati & Rekan dengan
Opini Audit Tanpa Modifikasian atas laporan keuangan tersebut yang ditandatangani oleh Akuntan Publik Dulgani,
CPA dengan izin Akuntan Publik No. AP. 0165 yang dalam laporannya No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025
pada tanggal 27 Maret 2025. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Morhan & Rekan dengan Opini Audit Tanpa Modifikasian atas laporan keuangan tersebut yang
ditandatangani oleh Akuntan Publik David Kurniawan, CPA dengan izin Akuntan Publik No. AP. 1023 yang dalam
laporannya No. 00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024 pada tanggal 8 April 2024.
a. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
JUMLAH ASET LANCAR 151.587.072.145 66.980.456.860 65.764.792.556
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 187.314.324.852 162.874.228.243 158.153.181.200
JUMLAH ASET 338.901.396.997 229.854.685.103 223.917.973.756
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-10
Page 11
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 20.530.658.169 12.593.365.343 7.490.677.601
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 9.179.169.087 1.389.639.618 1.888.338.889
JUMLAH LIABILITAS 29.709.827.256 13.983.004.961 9.379.016.490
JUMLAH EKUITAS 309.191.569.741 215.871.680.142 214.538.957.266
b. Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
PENDAPATAN USAHA 53.058.935.749 18.493.320.272 30.437.200.682 28.889.381.869
BEBAN POKOK PENDAPATAN (33.419.616.026) (11.336.657.878) (19.563.574.082) (20.619.611.538)
LABA BRUTO 19.639.319.723 7.156.662.394 10.873.626.600 8.269.770.331
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 14.390.202.365 1.695.729.276 1.696.037.943 1.310.129.398
LABA PERIODE/TAHUN BERJALAN 11.269.152.458 1.343.567.826 1.328.358.953 875.692.019
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN 13.441.948 1.048.863 (1.798.051) (49.293.852)
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 11.282.594.406 1.344.616.689 1.326.560.902 826.398.167
LABA PER SAHAM DASAR 1,42 0,18 0,18 0,13
LABA PER SAHAM DILUSIAN 1,24 0,14 0,14 -
EBITDA 23.585.049.595 3.328.691.843 3.893.655.470 2.463.354.940
Bunga Berjalan 116.280.816 131.575.166 111.698.031 131.305.772
c. Laporan Arus Kas Konsolidasian
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
8.957.153.485 6.064.114.656 6.106.898.077 (27.031.986.002)
aktivitas Operasi
Kas bersih digunakan untuk aktivitas
(48.002.255.793) (5.808.279.895) (5.625.407.742) (61.872.742.425)
investasi
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
90.752.304.263 (225.151.940) (372.476.766) 148.690.316.908
aktivitas Pendanaan
d. Rasio-Rasio Penting
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Rasio Pertumbuhan (%)
Pendapatan Usaha 186,91% 9,74% 5,36% 44,82%
Beban Pokok Pendapatan 194,79% -5,75% -5,12% 43,49%
Laba Bruto 174,42% 48,35% 31,49% 48,25%
Laba Usaha 829,58% 40,51% -2,69% -29,41%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 748,61% 59,34% 29,46% -26,59%
Laba Periode/Tahun Berjalan 738,75% 65,70% 51,69% -36,26%
Jumlah Aset 46,68% 5,53% 2,65% 206,80%
Jumlah Liabilitas 99,42% 189,44% 49,09% 20,54%
Jumlah Ekuitas 43,04% 1,10% 0,62% 229,03%
Rasio Usaha (%)
Laba Bruto / Pendapatan Usaha 37,01% 38,70% 35,72% 28,63%
Jumlah laba (rugi) komprehensif 21,26% 7,27% 4,36% 2,86%
periode/tahun berjalan / Pendapatan
Usaha
Jumlah laba (rugi) komprehensif 205,65% 23,91% 13,59% 11,87%
periode/tahun berjalan / Beban Usaha
Jumlah laba (rugi) komprehensif 3,65% 0,62% 0,61% 0,39%
periode/tahun berjalan / Ekuitas (ROE)
Jumlah laba (rugi) komprehensif 3,33% 0,58% 0,58% 0,37%
periode/tahun berjalan / Aset (ROA)
Rasio Keuangan (x)
Aset / Liabilitas 11,41 15,51 16,44 23,87
Liabilitas / Ekuitas (Debt to Equity) 0,10 0,07 0,06 0,04
Liabilitas / Aset (Debt to Asset) 0,09 0,06 0,06 0,04
Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek
(Current Ratio) 7,38 5,22 5,32 8,78
Interest Coverage Ratio (ICR) (EBITDA /
Beban Bunga Pinjaman) 202.83 25,30 34,86 18,76
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 2,30 2,40 2,73 8,05
Debt to EBITDA 1,26 4,48 3,59 3,81
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-11
Page 12
RINGKASAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
1. Umum
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 16 Desember 2016 dari
Notaris Devi Prihartanti, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU 0002586.AH.01.01.Tahun 2016, tanggal 20 Januari 2017.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan perubahan terakhir ternyata dalam Akta
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk No. 1.670 tanggal 12 Desember
2025, yang dibuat di hadapan Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah (i)
diberitahukan kepada Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0253540 tanggal 12 Desember 2025, dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0281104.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal 12 Desember 2025 (”Akta Perseroan No. 1.670/2025”), yang mana
berdasarkan Akta Perseroan No. 1.670/2025 para pemegang saham Perseroan menyetujui pengeluaran saham dalam
simpanan portepel dan perubahan isi Pasal 4 ayat 2 anggaran dasar Perseroan.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang
bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha utama Perseroan berupa internet service provider dan
kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa sistem komunikasi data, interkoneksi
internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.
Perseroan memulai kegiatan operasional pada tahun 2017.
Perseroan berdomisili di Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang
Prapatan, Jakarta Selatan dan operasi Perusahan di Rich Palace A1, Jl. Meruya Ilir Raya No. 36-40, Jakarta
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017.
Induk perusahaan adalah PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara,.
Saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki Entitas Anak yang dikonsolidasikan yang dimiliki baik langsung
maupun tidak langsung dengan ringkasan sebagai berikut:
Entitas Anak – Langsung
Tahun
Nama Kegiatan Tahun Status Persentase
No Penyertaa Domisili
Perusahaan Usaha Pendirian Operasional Kepemilikan
n
Sudah
PT Data Perdagangan,
Kabupaten Beroperasi
1 Prima informasi dan 2019 2022 99,99%
Tangerang secara
Solusindo Komunikasi
komersial
Perdagangan,
informasi dan
komunikasi, Sudah
PT Pusat
konstruksi, Jakarta Beroperasi
2 Fiber 2022 2022 99,99%
aktivitas Barat secara
Indonesia
professional, komersial
ilmiah dan
teknis
Perdagangan
besar,
konstruksi Sudah
PT Internet sipil, Jakarta Beroperasi
3 2025 2025 99%
Anak Bangsa konstruksi Barat secara
khusus, komersial
konstruksi
gedung
Sudah
PT Garuda Perdagangan,
Beroperasi
4 Prima informasi dan 2019 2025 Bali 99,99%
secara
Internetindo *) Komunikasi
komersial
*Keterangan: Pelaksanaan akuisisi PT Garuda Prima Internetindo oleh Perseroan dilaksanakan pada tanggal
19 September 2025 dan telah terkonsolidasi pada Laporan Keuangan Interim Perseroan untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-12
Page 13
2. Kebijakan Akuntansi Penting
Perseroan menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Kebijakan
akuntansi penting dijelaskan secara rinci dalam catatan atas laporan keuangan.
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perseroan, manajemen diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi, dan
asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait
didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
dengan estimasi tersebut.
Standar dan interpretasi standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen dan penyesuaian terhadap standar
akuntansi keuangan yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2025 namun tidak berdampak secara material terhadap pelaporan kinerja ataupun posisi keuangan
Perusahaan adalah sebagai berikut:
• PSAK No. 117 tentang “Kontrak Asuransi”;
• Amendemen PSAK No. 117 tentang “Kontrak Asuransi - Penerapan Awal PSAK No. 117 dan PSAK No. 109
- Informasi Komparatif”; dan
• Amendemen PSAK No. 221 tentang “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran”.
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, terdapat pula beberapa standar dan interpretasi standar akuntansi
keuangan yang baru serta amendemen ataupun penyesuaian terhadap standar akuntansi keuangan lainnya yang telah
diterbitkan namun belum berlaku efektif. Standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian tersebut akan
berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2026 dan 2027, sebagai berikut:
1 Januari 2026
• Amendemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan” tentang “Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan”.
1 Januari 2027
• PSAK No. 118 tentang “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Penerapan dini untuk standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian terhadap standar akuntansi keuangan
di atas diperkenankan.
Perseroan masih mengevaluasi penerapan dari standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian tersebut dan
belum dapat menentukan dampak yang mungkin timbul terhadap pelaporan keuangan Perseroan secara keseluruhan.
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kondisi Keuangan Dan Kinerja Perseroan
Berikut ini merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan dan kinerja Perseroan:
Faktor Perizinan atau Regulasi Pemerintah
Layanan infrastruktur telekomunikasi yang ditawarkan Perseroan tunduk pada peraturan dan perizinan yang cenderung
lebih ketat dibandingkan sebagian besar industri lain. Perseroan tunduk pada pengawasan dan peraturan di bawah
berbagai otoritas berwenang Indonesia termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan
badan pemerintah terkait lainnya. Perseroan menjalankan kegiatan usaha berdasarkan peraturan tersebut melalui izin-
izin yang diberikan. Peraturan-peraturan yang kerapkali berubah mengakibatkan perlunya penyesuaian izin-izin yang
telah diperoleh.
Dalam hal Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan dalam izin-izin yang diberikan, melakukan kegiatan usaha yang
tidak sesuai atau dianggap melanggar izin/peraturan perundangan yang berlaku oleh instansi pemerintah yang
berwenang termasuk pemenuhan atas pembatasan kepemilikan investor asing dalam kegiatan usahanya, maka izin-
izin Perseroan dapat sewaktu-waktu dihentikan dan/atau dicabut. Apabila hal ini terjadi, dapat mempengaruhi kinerja
Perseroan sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatan, kegiatan usaha, kondisi keuangan, kinerja dan prospek
Perseroan. Perizinan yang dimaksud antara lain antara lain Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang diterbitkan oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal diantaranya Izin Internet Service Provider (ISP), dan
Izin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup dengan Media Fiber Optik Terestrial.
Faktor Sumber Daya Manusia (SDM)
Perseroan memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi serta memiliki kompetensi dan
keterampilan teknis yang mumpuni, terutama pada posisi teknisi dan staf teknis operasional. Hal ini disebabkan oleh
karakteristik industri jasa akses internet yang menuntut pemahaman mendalam mengenai infrastruktur jaringan,
perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem keamanan informasi. SDM yang memiliki keahlian di bidang tersebut
berperan penting dalam menjaga keandalan layanan, stabilitas jaringan, dan kepuasan pelanggan.
Kekurangan keterampilan teknis di dalam tim dapat berdampak pada menurunnya kemampuan perusahaan dalam
memelihara, mengembangkan, dan mengoptimalkan infrastruktur jaringan, serta menghambat pemberian dukungan
teknis yang cepat dan tepat kepada pelanggan. Oleh karena itu, Perseroan perlu secara konsisten melaksanakan
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-13
Page 14
program pelatihan dan pengembangan SDM, baik melalui pelatihan internal yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan, maupun pelatihan eksternal bekerja sama dengan lembaga profesional atau vendor teknologi. Program pengembangan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk membangun kompetensi adaptif terhadap kemajuan teknologi dan inovasi di sektor telekomunikasi dan internet. Dengan demikian, Perseroan diharapkan dapat memiliki tenaga kerja yang kompeten, tanggap terhadap perubahan, dan mampu memberikan layanan yang unggul dan berdaya saing tinggi di tengah persaingan industri yang semakin ketat untuk dapat menciptakan kinerja dan kondisi keuangan yang baik Faktor Pendanaan Dalam menunjang program kerja dan pengembangan usaha di industri jasa telekomunikasi dan akses internet, Perseroan memerlukan ketersediaan dana investasi yang cukup besar sebagai modal awal dalam pembangunan dan perluasan jaringan infrastruktur. Investasi tersebut meliputi pembangunan jaringan fiber optik, penyediaan perangkat transmisi dan distribusi, instalasi perangkat pelanggan, serta pengadaan sistem pendukung operasional dan pemeliharaan. Dengan strategi pembiayaan yang tepat, didukung oleh pengelolaan pemasaran yang efektif, Perseroan dapat memastikan bahwa investasi jaringan yang dilakukan memberikan nilai tambah ekonomi dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Faktor Jaringan Optik Perseroan memiliki tingkat ketergantungan yang sangat tinggi terhadap jaringan kabel yang menjadi tulang punggung operasional layanan, dengan panjang jaringan mencapai ratusan kilometer yang tersebar di wilayah perkotaan maupun daerah terbuka. Infrastruktur jaringan tersebut merupakan aset vital yang berfungsi sebagai media utama dalam penyaluran data, suara, dan layanan internet kepada pelanggan. Oleh karena itu, keandalan jaringan menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Namun demikian, jaringan kabel yang membentang luas tersebut memiliki potensi kerentanan terhadap berbagai risiko fisik, seperti tindakan pencurian kabel, pemotongan oleh pihak tidak bertanggung jawab, kebakaran, kerusakan pada tiang atau jalur pendukung, serta dampak dari bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau gempa bumi. Gangguan-gangguan tersebut tidak hanya menyebabkan penurunan kualitas layanan (service degradation) dan terhentinya konektivitas pelanggan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian finansial akibat biaya perbaikan, kehilangan potensi pendapatan, serta menurunnya tingkat kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan Perseroan. Apabila gangguan tersebut terjadi secara berulang atau meluas, dampaknya dapat berimplikasi pada menurunnya daya saing Perseroan di pasar, berkurangnya daya tarik bagi calon pelanggan baru, serta meningkatnya risiko churn atau perpindahan pelanggan ke penyedia layanan lain. Oleh sebab itu, Perseroan melakukan pengelolaan risiko infrastruktur secara proaktif, antara lain melalui pemantauan jaringan secara real-time, peningkatan sistem keamanan fisik, kerja sama dengan pihak keamanan setempat, serta penerapan standar keselamatan dan ketahanan infrastruktur yang tinggi. Dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat, Perseroan dapat meminimalkan dampak gangguan jaringan, menjaga kontinuitas layanan, serta mempertahankan reputasi dan kepercayaan pelanggan sebagai penyedia layanan telekomunikasi yang andal dan profesional. Faktor Ketersediaan Layanan Internet Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan inovasi secara berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah yang relevan bagi pelanggan guna memperkuat daya saing di pasar. Inovasi tidak hanya difokuskan pada pengembangan produk dan layanan, tetapi juga pada peningkatan pengalaman pelanggan secara menyeluruh, sehingga dapat memberikan kepuasan dan loyalitas jangka panjang. Dalam menghadapi dinamika industri telekomunikasi yang terus berkembang, Perseroan perlu mengikuti perkembangan teknologi terbaru dan mengadopsi inovasi digital untuk menciptakan efisiensi serta menghadirkan layanan yang unggul. Melalui langkah tersebut, Perseroan dapat memperluas variasi dan fleksibilitas paket berlangganan, sekaligus memastikan tersedianya layanan dengan kualitas tinggi, keandalan yang baik, serta harga yang kompetitif. Dengan strategi inovasi yang terarah dan berkelanjutan, Perseroan diharapkan mampu mempertahankan pelanggan yang sudah ada, menarik pelanggan baru, serta memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-14
Page 15
4. Keuangan
A. Analisis Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
PENDAPATAN NETO 53.058.935.749 18.493.320.272 30.437.200.682 28.889.381.869
BEBAN POKOK PENDAPATAN (33.419.616.026) (11.336.657.878) (19.563.574.082) (20.619.611.538)
LABA BRUTO 19.639.319.723 7.156.662.394 10.873.626.600 8.269.770.331
Beban penjualan (434.510.279) (676.437.441) (1.108.176.734) (834.198.370)
Beban umum dan administrasi (5.051.745.940) (4.947.452.998) (8.655.795.317) (6.129.423.499)
Penghasilan (beban) lain-lain - neto 24.169.628 (7.643.309) 200.640.188 40.327.718
LABA USAHA 14.177.233.132 1.525.128.646 1.310.294.737 1.346.476.180
Penghasilan keuangan 329.250.049 302.175.796 497.441.237 94.958.990
Beban keuangan (116.280.816) (131.575.166) (111.698.031) (131.305.772)
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 14.390.202.365 1.695.729.276 1.696.037.943 1.310.129.398
Beban Pajak Penghasilan
Kini (3.076.705.407) (278.384.810) (385.810.167) (605.630.152)
Tangguhan (44.344.500) (73.776.640) 18.131.177 171.192.773
LABA PERIODE/TAHUN
BERJALAN 11.269.152.458 1.343.567.826 1.328.358.953 875.692.019
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran kembali dari liabilitas
imbalan pasti 17.233.266 1.343.001 (2.302.288 (63.197.246 )
Pajak penghasilan terkait (3.791.318) (294.138) 504.237 13.903.394
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN 13.441.948 1.048.863 (1.798.051) (49.293.852)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
PERIODE/TAHUN BERJALAN 11.282.594.406 1.344.616.689 1.326.560.902 826.398.167
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
LABA PERIODE/TAHUN
BERJALAN YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 11.270.624.360 1.343.567.360 1.328.358.920 875.692.735
Kepentingan nonpengendali (1.471.902) 466 33 (716)
Jumlah 11.269.152.458 1.343.567.826 1.328.358.953 875.692.019
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF
PERIODE/TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Entitas induk 11.284.066.291 1.344.616.223 1.326.560.866 826.398.901
Kepentingan nonpengendali (1.471.885) 466 36 (734 )
Jumlah 11.282.594.406 1.344.616.689 1.326.560.902 826.398.167
LABA PER SAHAM DASAR 1,42 0,18 0,18 0,13
LABA PER SAHAM DILUSIAN 1,24 0,14 0,14 -
PENDAPATAN NETO
Rincian pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025, 31 Juli 2024, 31 Desember
2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Penjualan Internet 52.381.678.439 18.493.320.272 30.437.200.682 28.889.381.869
Konstruksi 677.257.310 - - -
Pendapatan Neto 53.058.935.749 18.493.320.272 30.437.200.682 28.889.381.869
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-15
Page 16
Rincian berdasarkan jenis pelanggan adalah sebagai berikut:
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Pihak ketiga 53.058.935.749 18.493.320.272 30.437.200.682 28.889.381.869
Pihak berelasi - - - -
Jumlah 53.058.935.749 18.493.320.272 30.437.200.682 28.889.381.869
Pendapatan neto untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 mengalami kenaikan naik sebesar Rp
34.565.615.477 atau 186,91% dibandingkan dengan 31 Juli 2024 hal ini disebabkan oleh kenaikan segmen
pendapatan internet dan mulai adanya penjualan dari segmen konstruksi yang dilakukan oleh entitas anak Perseroan.
Kenaikan ini sejalan dengan pengembangan jaringan kabel fiber optic yang semakin besar sehingga dapat
memberikan peningkatan yang signifikan bagi pendapatan Perseroan yang seluruhnya merupakan pendapatan dari
pihak ketiga.
Pendapatan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp
1.547.818.813 atau 5,36% dibandingkan dengan 31 Desember 2023 hal ini disebabkan oleh kenaikan pada segmen
pendapatan internet. Kenaikan ini sejalan dengan pengembangan jaringan kabel fiber optic yang semakin besar
sehingga dapat memberikan peningkatan yang signifikan bagi pendapatan Perseroan yang seluruhnya merupakan
pendapatan dari pihak ketiga.
Kenaikan volume penjualan ini berasal dari perluasan pasar, peningkatan permintaan pelanggan, serta strategi
pemasaran yang lebih efektif. Sementara itu, Perseroan tidak menetapkan kenaikan harga jual yang merupakan
kebijakan manajemen Perseroan untuk meningkatkan occupancy. Selain itu, terdapat layanan atau jasa baru yang
dikembangkan oleh Perseroan, masing - masing penyebab yang disampaikan berkontribusi terhadap pertumbuhan
pendapatan serta pertumbuhan usaha Perseroan
Beban Pokok Pendapatan
Rincian Beban Pokok Pendapatan pada tanggal 31 Juli 2025 dan 2024, 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Bandwidth 23.247.969.968 9.870.529.110 16.622.991.855 19.882.938.552
Penyusutan aset tetap 8.943.313.370 1.233.128.768 1.870.186.738 489.687.820
Sewa jaringan 1.468.536.000 - - -
Konstruksi 541.796.688 - - -
Colocation server 218.000.000 233.000.000 1.070.395.489 246.985.166
Beban Pokok Pendapatan 33.419.616.026 11.336.657.878 19.563.574.082 20.619.611.538
Beban pokok pendapatan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp
22.082.958.148 atau sebesar 194,79% dibandingkan dengan 31 Juli 2024. Hal ini disebabkan oleh peningkatan beban
pokok pendapatan dari pembelian Bandwidth yang sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan dari penjualan
internet.
Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar
Rp 1.056.037.456 atau sebesar -5,12% dibandingkan dengan 31 Desember 2023. Hal ini disebabkan oleh penurunan
beban pokok pendapatan dari pembelian Bandwidth.
Beban Penjualan
Rincian beban penjualan pada tanggal 31 Juli 2025 dan 2024 serta 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Komisi penjualan 240.481.257 453.432.260 782.958.029 540.465.834
Jamuan 138.879.942 153.616.293 238.389.877 237.199.738
Ekspedisi 54.599.580 3.955.000 7.894.940 13.532.798
Pemasaran 549.500 65.433.888 78.933.888 43.000.000
Beban Penjualan 434.510.279 676.437.441 1.108.176.734 834.198.370
Beban penjualan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 mengalami penurunan sebesar Rp
241.927.162 atau sebesar -35,76% dibandingkan dengan 31 Juli 2024. Hal ini disebabkan oleh efisiensi yang dilakukan
Perseroan pada beban komisi penjualan dan jamuan.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-16
Page 17
Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp
273.978.364 atau sebesar 32,84% dibandingkan dengan 31 Desember 2023. Hal ini disebabkan oleh kenaikan komisi
penjualan dan beban pemasaran yang dilakukan oleh Perseroan untuk dapat meningkatkan pendapatan.
Beban Umum dan Administrasi
Rincian beban umum dan administrasi pada tanggal 31 Juli 2025 dan 2024 serta 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Gaji dan upah 3.001.606.034 3.217.709.777 5.244.749.887 3.383.742.831
Tenaga ahli 569.150.059 92.694.500 765.732.839 242.738.076
Penyusutan aset tetap 375.045.411 313.671.452 568.963.563 428.510.490
Materai dan biaya kantor 268.433.104 244.420.508 505.885.618 614.215.925
Sewa 188.552.935 271.051.161 558.552.161 226.884.994
Utilitas 123.556.872 155.940.598 182.399.012 144.371.759
Transportasi 120.493.887 144.972.959 275.779.063 230.050.647
Imbalan pascakerja 103.095.621 70.825.303 121.414.805 99.616.556
Pemeliharaan 95.423.307 73.298.000 18.600.000 38.572.059
Penyusutan aset hak guna 89.457.681 256.762.977 144.239.904 198.680.450
Cadangan penurunan nilai
piutang usaha 72.210.561 - 94.364.849 120.181.391
Asuransi 25.499.526 13.507.480 29.460.163 32.633.942
Beban pajak 16.373.581 14.678.096 48.069.384 224.824.539
Sumbangan 2.000.000 - - 19.900.000
Perijinan 847.361 53.785.187 67.449.069 75.151.350
Keanggotaan - 24.135.000 30.135.000 49.348.490
Beban Umum dan
Administrasi 5.051.745.940 4.947.452.998 8.655.795.317 6.129.423.499
Beban umum dan administrasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 mengalami kenaikan sebesar
Rp 104.292.942 atau sebesar 2,11% dibandingkan dengan 31 Juli 2024. Hal ini disebabkan oleh kenaikan beban
tenaga ahli yang digunakan oleh Perseroan dalam menjalankan operasinya.
Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 mengalami kenaikan
sebesar Rp 2.526.371.818 atau sebesar 41,22% dibandingkan dengan 31 Desember 2023. Hal ini disebabkan oleh
kenaikan beban gaji untuk mendukung operasional Perseroan.
Laba Periode/Tahun Berjalan
Laba untuk periode yang berakhir pada 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp 11.269.152.458 mengalami kenaikan sebesar
Rp 9.925.584.632 atau sebesar 738,75% dibandingkan 31 Juli 2024. Peningkatan laba tersebut dikarenakan adanya
peningkatan signifikan pada penjualan internet yang diperoleh oleh Perseroan.
Laba untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 1.328.358.953 mengalami kenaikan
sebesar Rp 452.666.934 atau sebesar 51,69% dibandingkan 31 Desember 2023. Peningkatan laba tersebut
dikarenakan adanya peningkatan pada penjualan internet yang diperoleh oleh Perseroan.
Jumlah Laba Komprehensif Periode/Tahun Berjalan
Jumlah laba komprehensif untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp 11.282.594.406
mengalami kenaikan sebesar Rp 9.937.977.715 atau sebesar 739,09% dibandingkan 31 Juli 2024. Peningkatan jumlah
laba komprehensif tersebut dikarenakan adanya peningkatan signifikan pada penjualan internet yang diperoleh oleh
Perseroan.
Jumlah laba komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp
1.326.560.902 mengalami kenaikan sebesar Rp 500.162.735 atau sebesar 60,52% dibandingkan 31 Desember 2023.
Peningkatan jumlah laba komprehensif tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada penjualan internet yang
diperoleh oleh Perseroan.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-17
Page 18
B. Analisis Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
Berikut adalah ringkasan laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tanggal 31 Juli
2025, 31 Desember 2024 dan 2023.
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
ASET LANCAR 151.587.072.145 66.980.456.860 65.764.792.556
ASET TIDAK LANCAR 187.314.324.852 162.874.228.243 158.153.181.200
JUMLAH ASET 338.901.396.997 229.854.685.103 223.917.973.756
LIABILITAS JANGKA PENDEK 20.530.658.169 12.593.365.343 7.490.677.601
LIABILITAS JANGKA PANJANG 9.179.169.087 1.389.639.618 1.888.338.889
JUMLAH LIABILITAS 29.709.827.256 13.983.004.961 9.379.016.490
JUMLAH EKUITAS 309.191.569.741 215.871.680.142 214.538.957.266
Aset
Komposisi aset Perseroan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 113.618.642.420 61.911.440.465 61.802.426.896
Piutang usaha - pihak ketiga - neto 29.685.954.450 4.824.019.494 3.660.631.541
Piutang lain-lain - pihak ketiga 18.052.123 1.630.000 116.621.907
Pajak dibayar di muka 821.124.689 19.991.051 73.803.972
Uang muka 6.279.592.130 24.989.710 24.989.710
Biaya dibayar di muka 348.686.333 198.386.140 86.318.530
Biaya emisi ditangguhkan 815.020.000 - -
Jumlah Aset Lancar 151.587.072.145 66.980.456.860 65.764.792.556
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka setelah dikurangi bagian
lancar 45.241.350.000 29.487.150.000 75.497.309.355
Aset pajak tangguhan – neto 209.741.375 257.877.193 239.241.779
Aset tetap – neto 140.915.265.621 132.496.368.609 79.867.743.720
Aset hak guna – neto 374.918.909 59.783.494 1.881.007.399
Goodwill 553.048.947 553.048.947 553.048.947
Uang jaminan 20.000.000 20.000.000 114.830.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 187.314.324.852 162.874.228.243 158.153.181.200
JUMLAH ASET 338.901.396.997 229.854.685.103 223.917.973.756
Aset Lancar
Aset lancar konsolidasian pada tanggal 31 Juli 2025 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 mengalami kenaikan
sebesar Rp 84.606.615.285 atau sebesar 126,31% dari Rp 66.980.456.860 pada tanggal 31 Desember 2024 menjadi
sebesar Rp 151.587.072.145 pada tanggal 31 Juli 2025. Kenaikan aset lancar konsolidasian ini terjadi karena adanya
peningkatan pada piutang usaha pada pihak ketiga dan uang muka. Peningkatan piutang usaha mengalami
peningkatan dikarenakan meningkatnya pendapatan Perseroan pada tahun 2025. Sedangkan peningkatan uang muka
dikarenakan pada tahun 2025 Perseroan melakukan pengembangan jaringan kabel fiber optik sehingga menyebabkan
peningkatan atas uang muka project telco tersebut.
Aset lancar konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami
kenaikan sebesar Rp 1.215.664.304 atau sebesar 1,85% dari Rp 65.764.792.556 pada tanggal 31 Desember 2023
menjadi sebesar Rp 66.980.456.860 pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan aset lancar konsolidasian ini terjadi
karena adanya peningkatan pada piutang usaha pada pihak ketiga. Peningkatan piutang usaha mengalami
peningkatan dikarenakan meningkatnya pendapatan Perseroan pada tahun 2024.
Aset Tidak Lancar
Aset tidak lancar konsolidasian pada tanggal 31 Juli 2025 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 mengalami kenaikan
sebesar Rp 24.440.096.609 atau sebesar 15,01% dari Rp 162.874.228.243 pada tanggal 31 Desember 2024 menjadi
sebesar Rp 187.314.324.852 pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan aset tidak lancar konsolidasian ini terjadi
karena adanya peningkatan pada uang muka jangka panjang dan aset tetap Perseroan. Hal ini disebabkan pada tahun
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-18
Page 19
2025 Perseroan melakukan penambahan aset tetap dan uang muka yang cukup signifikan untuk pengembangan
jaringan kabel fiber optik.
Aset tidak lancar konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami
kenaikkan sebesar Rp 4.721.047.043 atau sebesar 2,99% dari Rp 158.153.181.200 pada tanggal 31 Desember 2023
menjadi sebesar Rp 162.874.228.243 pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan aset tidak lancar konsolidasian ini
terjadi karena adanya peningkatan pada aset tetap Perseroan dan penurunan uang muka jangka panjang. Hal ini
disebabkan pada tahun 2024 Perseroan melakukan penambahan aset tetap dan telah terealisasinya uang muka
pengembangan jaringan kabel fiber optik.
Jumlah Aset
Jumlah aset konsolidasian pada tanggal 31 Juli 2025 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 mengalami kenaikan
sebesar Rp 109.046.711.894 atau sebesar 47,44% dari Rp 229.854.685.103 pada tanggal 31 Desember 2024 menjadi
sebesar Rp 338.901.396.997 pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan aset konsolidasian ini terjadi karena adanya
peningkatan pada aset lancar seperti piutang usaha pihak ketiga dan uang muka, serta peningkatan pada aset tidak
lancar seperti peningkatan pada aset tetap dan uang muka jangka panjang Perseroan.
Jumlah aset konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami
kenaikan sebesar Rp 5.936.711.347 atau sebesar 2,65% dari Rp 223.917.973.756 pada tanggal 31 Desember 2023
menjadi sebesar Rp 229.854.685.103 pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan aset konsolidasian ini terjadi karena
adanya peningkatan pada aset lancar seperti piutang usaha pihak ketiga dan peningkatan pada aset tidak lancar
seperti peningkatan pada aset tetap dan penurunan uang muka jangka panjang Perseroan.
Liabilitas
Komposisi liabilitas Perseroan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 13.323.440.891 11.444.724.311 6.221.278.715
Utang lain-lain
Pihak ketiga 122.963.350 121.400.000 151.000.000
Pihak berelasi 83.993.364 184.433.640 170.997.140
Utang pajak 4.036.532.177 184.823.523 366.734.575
Biaya masih harus dibayar 1.041.149.769 289.123.090 197.100.000
Uang muka penjualan 117.902.435 - -
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 1.285.714.284 - -
Utang pembiayaan konsumen 349.900.442 330.314.049 174.666.781
Liabiltas sewa 169.061.457 38.546.730 208.900.390
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 20.530.658.169 12.593.365.343 7.490.677.601
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank jangka panjang 7.714.285.716 - -
Utang pembiayaan konsumen 778.246.444 986.823.767 -
Liabilitas sewa 225.759.218 27.800.497 1.637.040.628
Liabilitas imbalan pascakerja 460.877.709 375.015.354 251.298.261
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.179.169.087 1.389.639.618 1.888.338.889
JUMLAH LIABILITAS 29.709.827.256 13.983.004.961 9.379.016.490
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek konsolidasian pada tanggal 31 Juli 2025 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 mengalami
kenaikkan sebesar Rp 7.937.292.826 atau sebesar 63,03% dari Rp 12.593.365.343 pada tanggal 31 Desember 2024
menjadi sebesar Rp 20.530.658.169 pada tanggal 31 Juli 2025. Kenaikan liabilitas jangka pendek konsolidasian ini
terjadi karena adanya peningkatan pada utang pajak dan utang bank. Peningkatan pada utang pajak perseroan
dikarenakan peningkatan pendapatan dan laba bersih Perseroan yang menyebabkan peningkatan utang pajak
terutama pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan pasal 29. Sementara itu peningkatan atas utang bank
Perseroan dikarenakan adanya kebutuhan pendanaan yang diperlukan oleh Perseroan untuk pembelian tanah dan
bangunan oleh Perseroan.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-19
Page 20
Liabilitas jangka pendek konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan posisi 31 Desember 2023
mengalami kenaikkan sebesar Rp 5.102.687.742 atau sebesar 68,12% dari Rp 7.490.677.601 pada tanggal 31
Desember 2023 menjadi sebesar Rp 12.593.365.343 pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan liabilitas jangka
pendek konsolidasian ini terjadi karena adanya peningkatan pada utang usaha pihak ketiga Perseroan.
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang konsolidasian pada tanggal 31 Juli 2025 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 mengalami
kenaikkan sebesar Rp 7.789.529.469 atau sebesar 560,54% dari Rp 1.389.639.618 pada tanggal 31 Desember 2024
menjadi sebesar Rp 9.179.169.087 pada tanggal 31 Juli 2025. Kenaikan liabilitas jangka panjang konsolidasian ini
terjadi karena adanya kenaikan pada utang bank jangka panjang Perseroan. Peningkatan liabilitas jangka panjang
pada tahun 2025 dikarenakan adanya kebutuhan pendanaan yang diperlukan oleh Perseroan dalam untuk pembelian
tanah dan bangunan oleh Perseroan.
Liabilitas jangka panjang konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan posisi 31 Desember 2023
mengalami penurunan sebesar Rp 498.699.271 atau sebesar -26,41% dari Rp 1.888.338.889 pada tanggal 31
Desember 2023 menjadi sebesar Rp 1.389.639.618 pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan liabilitas jangka
panjang konsolidasian ini terjadi karena adanya penurunan pada liabilitas sewa Perseroan atas aset hak guna yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas konsolidasian pada tanggal 31 Juli 2025 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 mengalami kenaikan
sebesar Rp 15.726.822.295 atau sebesar 112,47% dari Rp 13.983.004.961 pada tanggal 31 Desember 2024 menjadi
Rp 29.709.827.256 pada tanggal 31 Juli 2025. Kenaikan ini disebabkan karena adanya peningkatan pada liabilitas
jangka pendek dan juga peningkatan pada liabilitas jangka panjang seperti utang bank jangka panjang dan utang pajak
Perseroan, dimana peningkatan ini dikarenakan kebutuhan pendanaan Perseroan yang diperlukan untuk pembelian
tanah dan bangunan oleh Perseroan dan juga adanya peningkatan pada laba periode berjalan Perseroan.
Jumlah liabilitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 mengalami
kenaikan sebesar Rp 4.603.988.471 atau sebesar 49,09% dari Rp 9.379.016.490 pada tanggal 31 Desember 2023
menjadi Rp 13.983.004.961 pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini disebabkan karena adanya peningkatan
pada liabilitas jangka pendek yaitu utang usaha pihak ketiga Perseroan
Ekuitas
Komposisi ekuitas Perseroan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
EKUITAS
Ekuitas yang dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal Rp 10 per
saham
Modal dasar - 30.000.000.000 saham
pada 31 Juli 2025 dan 10.000.000.000
saham pada 31 Desember 2024 dan
2023
Modal ditempatkan dan disetor -
8.408.626.310 saham pada
31 Juli 2025, 7.500.067.714 saham
pada 31 Desember 2024 dan
7.500.000.000 saham pada tanggal 31
Desember 2023 84.086.263.100 75.000.677.140 75.000.000.000
Tambahan modal disetor - neto 207.106.785.120 133.514.991.658 133.509.506.824
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 3.600.000.000 3.300.000.000 3.000.000.000
Belum ditentukan penggunaanya 14.404.165.777 4.093.625.646 3.065.266.726
Rugi komprehensif lainnya (24.249.044) (37.690.975) (35.892.921)
Jumlah Ekuitas yang dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 309.172.964.953 215.871.603.469 214.538.880.629
Kepentingan Nonpengendali 18.604.788 76.673 76.637
JUMLAH EKUITAS 309.191.569.741 215.871.680.142 214.538.957.266
Pada tanggal 31 Juli 2025 ekuitas Perseroan mengalami kenaikkan sebesar 43,23% atau sebesar Rp 93.319.889.599
dari Rp 215.871.680.142 pada tanggal 31 Desember 2024 menjadi Rp 309.191.569.741 pada tanggal 31 Juli 2025.
Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan tambahan modal disetor melalui pelaksanaan waran sebesar Rp
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-20
Page 21
73.591.793.462 dan peningkatan pada saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya akibat kenaikan laba
periode berjalan sebesar Rp 10.310.540.131.
Pada tanggal 31 Desember 2024 ekuitas Perseroan mengalami kenaikkan sebesar 0,62% atau sebesar Rp
1.332.722.876 dari Rp 214.538.957.266 pada tanggal 31 Desember 2023 menjadi Rp 215.871.680.142 pada tanggal
31 Desember 2024. Kenaikan ini disebabkan peningkatan pada saldo laba ditahan yang belum ditentukan
penggunaannya akibat kenaikan laba tahun berjalan sebesar Rp 1.328.358.920.
C. Analisis Arus Kas Konsolidasian
Berikut adalah ringkasan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2025 dan 2024, 31 Desember 2024 dan 2023:
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 28.242.692.667 17.122.152.906 29.179.447.880 28.859.808.819
Pembayaran kas kepada
pemasok (14.096.786.073) (6.829.382.251) (14.308.302.233) (49.409.446.235)
Pembayaran kas kepada
karyawan (3.235.927.794) (3.662.285.267) (6.024.158.092) (3.899.050.890)
Pembayaran kas atas kegiatan
operasi lainnya (1.880.615.239) (269.968.626) (2.569.073.279) (2.031.603.566)
Kas dihasilkan dari (digunakan
untuk) operasi 9.029.363.561 6.360.516.762 6.277.914.276 (26.480.291.872)
Penerimaan bunga 314.882.926 302.175.797 497.441.237 94.958.990
Pembayaran beban keuangan (74.626.269) (131.575.166) (104.367.358 ) (87.224.334)
Pembayaran pajak penghasilan (312.466.733) (467.002.737) (564.090.078) (559.428.786)
Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas
Operasi 8.957.153.485 6.064.114.656 6.106.898.077 (27.031.986.002)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Aset tetap
Perolehan (17.737.255.793) (5.808.279.895) (10.129.912.247) (3.198.252.908)
Hasil Penjualan - - 4.504.504.505 -
Penambahan uang muka sewa (24.255.000.000) - - -
Penambahan uang muka
pembelian aset tetap (6.010.000.000) - - (58.674.489.517)
Kas Neto Digunakan untuk
Aktivitasi Investasi (48.002.255.793) (5.808.279.895) (5.625.407.742 ) (61.872.742.425)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Hasil dari penerbitan saham 82.677.379.422 3.032.393 6.161.974 151.500.000.000
Penerimaan utang bank jangka
panjang 9.000.000.000 - - -
Penerimaan dari kepentingan
nonpengendali pendirian
entitas anak 20.000.000 - - -
Pembayaran deviden (660.084.229) - - -
Pembayaran utang pembiayaan
konsumen (188.990.930) (203.332.333) (339.038.740) (224.989.916)
Pembayaran liabilitas sewa (96.000.000) (24.852.000) (39.600.000) (178.000.000 )
Pembayaran biaya emisi saham - - - (2.406.693.176)
Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas
Pendanaan 90.752.304.263 (225.151.940) (372.476.766) 148.690.316.908
KENAIKAN NETO KAS DAN
SETARA KAS 51.707.201.955 30.682.821 109.013.569 59.785.588.481
KAS DAN SETARA KAS
AWAL PERIODE/TAHUN 61.911.440.465 61.802.426.896 61.802.426.896 2.016.838.415
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-21
Page 22
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE/TAHUN 113.618.642.420 61.833.109.717 61.911.440.465 61.802.426.896 • Arus Kas dari Aktivitas Operasi Perolehan kas dari kegiatan operasi di tanggal 31 Juli 2025 sebesar Rp 8.957.153.485 berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 28.242.692.667 dan penerimaan bunga sebesar Rp 314.882.926, dikurangi dengan pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 14.096.786.073, pembayaran kas kepada karyawan sebesar Rp 3.235.927.794, pembayaran kas atas kegiatan operasi lainnya sebesar Rp 1.880.615.239, pembayaran pajak penghasilan sebesar Rp 312.466.733, serta pembayaran beban keuangan sebesar Rp 74.626.269. Perolehan kas dari kegiatan operasi di tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 6.064.114.656 berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 17.122.152.906, dan penerimaan bunga sebesar Rp 302.175.797, dikurangi dengan pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 6.829.382.251, pembayaran kas kepada karyawan sebesar Rp 3.662.285.267, pembayaran kas atas kegiatan operasi lainnya sebesar Rp 269.968.626, pembayaran pajak penghasilan sebesar Rp 467.002.737, serta pembayaran beban keuangan sebesar Rp 131.575.166. Perolehan kas dari kegiatan operasi di tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 6.106.898.077 berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 29.179.447.880, dan penerimaan bunga sebesar Rp 497.441.237, dikurangi dengan pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 14.308.302.233, pembayaran kas atas kegiatan operasi lainnya sebesar Rp 2.569.073.279, pembayaran kas kepada karyawan sebesar Rp 6.024.158.092, pembayaran pajak penghasilan sebesar Rp 564.090.078 serta pembayaran beban keuangan sebesar Rp 104.367.358. Penggunaan kas dari kegiatan operasi di tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 27.031.986.002 berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 28.859.808.819, dan penerimaan bunga sebesar Rp 94.958.990, dikurangi dengan pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 49.409.446.235, pembayaran kas atas kegiatan operasi lainnya sebesar Rp 2.031.603.566, pembayaran kas kepada karyawan sebesar Rp 3.899.050.890, pembayaran pajak penghasilan sebesar Rp 559.428.786 serta pembayaran beban keuangan sebesar Rp 87.224.334. • Arus Kas dari Aktivitas Investasi Dari kegiatan investasi selama periode 31 Juli 2025, Perseroan dan Entitas anak mencatatkan penggunaan kas untuk investasi sebesar Rp 48.002.255.793 terdiri perolehan aset tetap sebesar Rp 17.737.255.793, pembayaran uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp 6.010.000.000 dan pembayaran uang muka sewa sebesar Rp 24.255.000.000. Dari kegiatan investasi selama periode 31 Juli 2024, Perseroan dan Entitas anak mencatatkan penggunaan kas untuk investasi sebesar Rp 5.808.279.895 terdiri dari perolehan aset tetap sebesar Rp 5.808.279.895. Pada tanggal 31 Desember 2024, kas neto digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 5.625.407.742 terdiri dari pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp 10.129.912.247 dan penerimaan penjualan aset tetap sebesar Rp 4.504.504.505. Pada tanggal 31 Desember 2023, kas neto digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 61.872.742.425 terdiri dari pembayaran untuk perolehan aset tetap sebesar Rp 3.198.252.908 dan penambahan uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp 58.674.489.517. • Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Dari kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Juli 2025 sebesar Rp 90.752.304.263 terutama berasal dari hasil penerbitan saham atas pelaksanaan waran sebesar Rp 82.677.379.422, penerimaan utang bank sebesar Rp 9.000.000.000, penerimaan dari kepentingan nonpengendali pendirian entitas anak Rp 20.000.000 dan dikurangi pembayaran utang pembiayaan konsumen sebesar Rp 188.990.930, pembayaran liabilitas sewa Rp 96.000.000 dan pembayaran dividen Rp 660.084.229. Dari kas yang digunakan dari aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 225.151.940 terutama berasal dari hasil penerbitan saham atas pelaksanaan waran sebesar Rp 3.032.393 dikurangi pembayaran utang pembiayaan konsumen sebesar Rp 203.332.333 dan pembayaran liabilitas sewa Rp 24.852.000. Dari kas yang digunakan dari aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 372.476.766 terutama berasal dari hasil penerbitan saham atas pelaksanaan waran sebesar Rp 6.161.974 dikurangi pembayaran utang pembiayaan konsumen sebesar Rp 339.038.740 dan pembayaran liabilitas sewa Rp 39.600.000. Pada tanggal 31 Desember 2023, kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 148.690.316.908 berasal dari penambahan setoran modal sebesar Rp 151.500.000.000 dan dikurangi pembayaran biaya emisi saham sebesar Rp 2.406.693.176, pembayaran utang pembiayaan konsumen Rp 224.989.916 dan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 178.000.000. Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-22
Page 23
D. Likuiditas dan Sumber Modal
Sumber pendanaan Perseroan dan Entitas Anak berasal dari 2 (dua) sumber yakni internal dan eksternal. Pembiayaan
dari internal berasal dari kas internal Perseroan dan Entitas Anak. Saat ini Perseroan dan Entitas Anak memiliki arus
kas internal yang kurang memadai untuk menjaga likuiditas Perseroan dan Entitas Anak, sehingga Perseroan dan
Entitas Anak harus berfokus pada pencarian sumber dana eksternal seperti penerbitan surat utang.
Langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan dan Entitas Anak terkait dengan kecukupan untuk mendapatkan modal
kerja tambahan adalah dengan melakukan penerbitan surat utang atau pinjaman.
Tidak ada sumber likuiditas material yang belum digunakan.
Tidak ada kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian
yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas Perseroan.
Jika modal kerja tidak mencukupi, maka Perseroan akan mengajukan pinjaman dari Bank atau pihak ketiga untuk
mendapatkan modal kerja tambahan yang diperlukan.
E. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Tingkat likuiditas mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek dengan
menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Tingkat likuiditas diukur dengan rasio lancar, yaitu perbandingan aset
lancar terhadap liabilitas jangka pendek pada waktu tertentu dan merupakan indikator kemampuan Perseroan untuk
memenuhi semua liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio Lancar Perseroan
pada tanggal 31 Juli 2025, 31 Desember 2024, dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar 7,38x, 5,32x dan
8,78x. Selain perjanjian-perjanjian yang telah diungkapkan di Prospektus, tidak terdapat perjanjian material lainnya
yang menyebabkan peningkatan/penurunan atau penurunan likuiditas.
Solvabilitas
Solvabilitas Perseroan dan Entitas Anak merupakan alat ukur untuk mengetahui kemampuan Perseroan dalam
memenuhi liabilitias jangka pendek dan jangka panjangnya dan tercermin dari perbandingan antara jumlah liabilitias
dengan modal sendiri dan juga perbandingan antara jumlah liabilitias dengan total aset Perseroan.
Rasio Solvabilitas Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Juli 2025, 31 Desember 2024, dan 31 Desember 2023 masing-
masing sebesar 0,10x, 0,06x dan 0,04x, serta Rasio Solvabilitas Aset Perseroan pada tanggal 31 Juli 2025, 31
Desember 2024, dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar 0,09x, 0,06x dan 0,04x.
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
Jumlah Aset 338.901.396.997 229.854.685.103 223.917.973.756
Jumlah Liabilitas 29.709.827.256 13.983.004.961 9.379.016.490
Jumlah Ekuitas 309.191.569.741 215.871.680.142 214.538.957.266
Solvabilitas (x)
Liabilitas terhadap Aset 0,09 0,06 0,04
Liabilitas terhadap Ekuitas 0,10 0,06 0,04
Imbal Hasil Aset
Imbal hasil aset (Return on Asset) adalah rasio yang menggambarkan kemampuan Perseroan dan Entitas Anak dalam
menghasilkan laba dari perputaran asetnya. Rasio ini diukur dengan membandingkan antara rugi bersih dengan jumlah
aset konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak.
Imbal hasil aset Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025, 31 Juli 2024, 31 Desember
2024, dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar 3,33%, 0,58%, 0,58% dan 0,37%.
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Jumlah Laba Komprehensif
Periode/Tahun Berjalan 11.282.594.406 1.344.616.689 1.326.560.902 826.398.167
Jumlah Aset 338.901.396.997 231.050.532.409 229.854.685.103 223.917.973.756
Imbal Hasil Aset (%) 3,33% 0,58% 0,58% 0,37%
Imbal Hasil Ekuitas
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-23
Page 24
Imbal hasil ekuitas (Return on Equity) adalah rasio yang menggambarkan kemampuan Perseroan dan Entitas Anak
dalam menghasilkan laba bersih bagi para pemegang sahamnya. Rasio ini diukur dengan membandingkan antara laba
bersih dengan ekuitas.
Imbal hasil ekuitas Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025, 31 Juli 2024, 31 Desember
2024, dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar 3,65%, 0,62%, 0,61% dan 0,39%.
Terlampir adalah penjabaran sehubungan dengan rasio tersebut:
31 Juli 31 Desember
Keterangan
2025 2024 2024 2023
Jumlah Laba Komprehensif
Periode/Tahun Berjalan 11.282.594.406 1.344.616.689 1.326.560.902 826.398.167
Jumlah Ekuitas 309.191.569.741 216.152.170.595 215.871.680.142 214.538.957.266
Imbal Hasil Ekuitas (%) 3,65% 0,62% 0,61% 0,39%
F. Segmen Operasi
Grup menetapkan segmen berdasarkan wilayah secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan mengenai
alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan posisi keuangan dan laba atau rugi
operasi pada laporan keuangan konsolidasian.
31 Juli 2025
Keterangan
Jawa Bali Jumlah
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Pendapatan neto 51.332.841.179 1.726.094.570 53.058.935.749
Beban pokok pendapatan (32.229.984.780) (1.189.631.246) (33.419.616.026)
Laba bruto 19.102.856.399 536.463.324 19.639.319.723
Beban penjualan (434.510.279) - (434.510.279)
Beban umum dan administrasi (5.051.745.940) (5.051.745.940)
Penghasilan usaha lainnya – neto 24.169.628 - 24.169.628
Laba usaha 13.640.769.808 536.463.324 14.177.233.132
Penghasilan keuangan 329.250.049 - 329.250.049
Beban keuangan (116.280.816) - (116.280.816)
Laba sebelum pajak penghasilan 13.853.739.041 536.463.324 14.390.202.365
Laporan posisi keuangan
konsolidasian
Aset segmen 338.901.396.997 - 338.901.396.997
Liabilitas segmen 29.709.827.256 - 29.709.827.256
Informasi Lainnya
Aset Tetap
Biaya perolehan 154.425.056.225 - 154.425.056.225
Akumulasi penyusutan 13.509.790.604 - 13.509.790.604
31 Juli 2024
Keterangan
Jawa Bali Jumlah
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Pendapatan neto 16.192.812.601 2.300.507.671 18.493.320.272
Beban pokok pendapatan (9.877.933.819) (1.458.724.059) (11.336.657.878)
Laba bruto 6.314.878.782 841.783.612 7.156.662.394
Beban penjualan (676.437.441) - (676.437.441)
Beban umum dan administrasi (4.947.452.998) - (4.947.452.998)
Beban usaha lainnya - neto (7.643.309) - (7.643.309)
Laba usaha 683.345.034 841.783.612 1.525.128.646
Penghasilan keuangan 302.175.796 - 302.175.796
Beban keuangan (131.575.166) - (131.575.166)
Laba sebelum pajak penghasilan 853.945.664 841.783.612 1.695.729.276
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian
Aset segmen 231.050.532.409 - 231.050.532.409
Liabilitas segmen 14.898.361.815 - 14.898.361.815
31 Juli 2024
Keterangan
Jawa Bali Jumlah
Informasi Lainnya
Aset Tetap
Biaya perolehan 89.433.288.245 - 89.433.288.245
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-24
Page 25
Akumulasi penyusutan 4.019.915.075 - 4.019.915.075
31 Desember 2024
Keterangan
Jawa Bali Jumlah
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Pendapatan neto 27.325.879.626 3.111.321.056 30.437.200.682
Beban pokok pendapatan (17.663.748.279) (1.899.825.803) (19.563.574.082)
Laba bruto 9.662.131.347 1.211.495.253 10.873.626.600
Beban penjualan (1.108.176.734) - (1.108.176.734)
Beban umum dan administrasi (8.655.795.317) - (8.655.795.317)
Penghasilan usaha lainnya - neto 200.640.188 - 200.640.188
Laba usaha 98.799.484 1.211.495.253 1.310.294.737
Penghasilan keuangan 497.441.237 - 497.441.237
Beban keuangan (111.698.031) - (111.698.031)
Laba sebelum pajak penghasilan 484.542.690 1.211.495.253 1.696.037.943
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian
Aset segmen 229.854.685.103 - 229.854.685.103
Liabilitas segmen 13.983.004.961 - 13.983.004.961
Informasi Lainnya
Aset Tetap
Biaya perolehan 136.687.800.432 - 136.687.800.432
Akumulasi penyusutan 4.191.431.823 - 4.191.431.823
31 Desember 2023
Keterangan
Jawa Bali Total
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Pendapatan neto 25.563.651.763 3.325.730.106 28.889.381.869
Beban pokok pendapatan (18.763.846.500) (1.855.765.038) (20.619.611.538)
Laba bruto 6.799.805.263 1.469.965.068 8.269.770.331
Beban penjualan (834.198.370) - (834.198.370)
Beban umum dan administrasi (6.129.423.499) - (6.129.423.499)
Penghasilan usaha lainnya - neto 40.327.718 - 40.327.718
Laba usaha (123.488.888) 1.469.965.068 1.346.476.180
Penghasilan keuangan 94.958.990 - 94.958.990
Beban keuangan (131.305.772) - (131.305.772)
Laba sebelum pajak penghasilan (159.835.670) 1.469.965.068 1.310.129.398
Laporan posisi keuangan
konsolidasian
Aset segmen 223.917.973.756 - 223.917.973.756
Liabilitas segmen 9.379.016.490 - 9.379.016.490
Informasi Lainnya
Aset Tetap
Biaya perolehan 82.340.858.575 - 82.340.858.575
Akumulasi penyusutan 2.473.114.855 - 2.473.114.855
5. Fluktuasi Mata Uang Asing dan Suku Bunga
Perseroan tidak memiliki utang/pinjaman dalam mata uang asing. Namun begitu di masa mendatang tidak menutup
kemungkinan bahwa Perseroan akan mendapatkan pinjaman dan/atau mendapaktan penghasilan dalam bentuk mata
uang asing. Fluktuasi mata uang asing yang terjadi dapat mempengaruhi kinerja Perseroan baik dari segi pendapatan
maupun dari segi beban bunga serta kemampuan Perseroan untuk membayar bunga maupun pokok pinjaman dalam
mata uang asing.
Perseroan mengelola risiko fluktuasi mata uang asing dengan menyesuaikan penerimaan dan pembayaran dalam
mata uang yang sama dimana dolar AS menjadi pilihan karena merupakan mata uang yang paling banyak digunakan.
Selain itu Perseroan melakukan pemantauan secara berkala terhadap fluktuasi pertukaran nilai mata uang asing.
Selain itu dalam hal Perseroan memperoleh pinjaman dalam mata uang asing Perseroan akan menjalankan program
lindung nilai yang terkait dengan pinjaman dengan mata uang asing.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-25
Page 26
6. Analisis Jumlah Pinjaman Terutang
Tabel di bawah ini memperlihatkan jumlah pinjaman terutang Perseroan yang angkanya diambil dari laporan posisi
keuangan Perseroan pada tanggal 31 Juli 2025, 31 Desember 2024 dan 2023 yang dinyatakan dalam mata uang
Rupiah dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
Pinjaman PT Bank DKI 9.000.000.000 - -
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun (1.285.714.284) - -
Bagian Jangka Panjang 7.714.285.716 - -
Perseroan tidak memiliki kebutuhan pinjaman musiman karena selama ini modal kerja operasional Perseroan cukup
menggunakan dana internal Perseroan.
Perseroan berkeyakinan bahwa pinjaman terutang tersebut dapat dilunasi menggunakan kas dan setara kas yang
dimiliki. Keyakinan ini didasarkan pada ketersediaan saldo kas dan setara kas saat ini dan riwayat arus kas dari
aktivitas operasi Perseroan yang secara konsisten menunjukkan saldo positif, sehingga mampu mendukung
pemenuhan kewajiban keuangan lainnya.
7. Investasi Barang Modal
31 Desember
Keterangan 31 Juli 2025
2024 2023
Tanah 1.348.593.344 - -
Bangunan 6.247.160.346 - -
Perbaikan prasarana 736.156.446 16.257.500 -
Kendaraan - 1.918.189.900 -
Jaringan internet 9.371.885.925 57.451.613.551 29.585.783.685
Peralatan kantor 33.459.732 73.880.906 75.280.213
Jumlah 17.737.255.793 59.459.941.857 29.661.063.898
Belanja modal Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 adalah sebesar
Rp 17.737.255.793 yang didominasi untuk infrastruktur jaringan internet.
Belanja modal Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp 59.459.941.857 yang didominasi untuk infrastruktur jaringan internet.
Belanja modal Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp 29.661.063.898 yang didominasi untuk infrastruktur jaringan internet.
Tidak terdapat investasi barang modal yang dikeluarkan dalam rangka pemenuhan persyaratan regulasi dan isu
lingkungan hidup.
8. Pembatasan terhadap kemampuan Perusahaan Anak untuk mengalihkan dana kepada Perseroan
Perusahaan Anak mungkin tunduk pada sejumlah pembatasan hukum, regulasi, dan perjanjian kontraktual yang
membatasi kemampuannya untuk mendistribusikan laba, membayar dividen, atau memberikan pinjaman maupun
transfer dana lainnya kepada Perseroan Induk.
Akan tetapi pembatasan tersebut tidak berdampak material terhadap likuiditas dan fleksibilitas keuangan Perseroan,
hal ini disebabkan Perseroan memiliki arus kas yang diperoleh dari lini bisnis dan operasionalnya sendiri, selain itu
Perseroan juga memiliki opsi untuk mendapatkan sumber pendanaan eksternal, seperti pinjaman bank atau penerbitan
surat utang.
9. Risiko Suku Bunga Acuan Pinjaman Dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Usaha Atau Keadaan Keuangan
Pada Masa Yang Akan Datang
Saat ini, Perseroan tidak memiliki ketergantungan secara langsung terhadap mata uang asing tertentu, karena
lebih dari 90% transaksi dilakukan dalam mata uang Rupiah dan berlangsung di wilayah Indonesia. Perseroan
juga tidak memiliki pinjaman dalam mata uang asing, sehingga eksposur langsung terhadap risiko nilai tukar
tergolong rendah. Selain itu, hingga saat ini Perseroan belum melakukan pengadaan barang dan jasa dari luar
negeri dalam mata uang asing, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan terjadi di masa depan. Oleh
karena itu, risiko nilai tukar tetap menjadi perhatian dalam perencanaan usaha dan strategi keuangan jangka
panjang.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-26
Page 27
Manajemen Perseroan secara aktif memantau kondisi pasar dan faktor makroekonomi seperti nilai tukar dan suku
bunga, serta akan mempertimbangkan strategi lindung nilai, diversifikasi sumber pembiayaan, dan pengelolaan
struktur pinjaman guna memitigasi potensi risiko terhadap stabilitas keuangan dan kemampuan pembayaran tunai
di masa yang akan datang
10. Dampak Perubahan Harga Terhadap Penjualan Dan Pendapatan Bersih Emiten Serta Laba Operasi
Eemiten Selama 3 (Tiga) Tahun Terakhir Serta Dampak Inflasi Dan Perbuahan Kurs Valuta Asing
Selama tiga tahun terakhir, Perseroan tidak melakukan penyesuaian harga jual secara signifikan. Strategi utama
yang diambil adalah menjaga stabilitas harga guna mempertahankan daya saing di pasar dan mendorong
peningkatan volume penggunaan atau keterisian (occupancy). Dengan pendekatan ini, pertumbuhan pendapatan
Perseroan lebih banyak ditopang oleh peningkatan volume penjualan atau jasa, termasuk keberhasilan dalam
mendorong tingkat okupansi dan efisiensi operasional.
Perseroan juga mencermati faktor eksternal seperti inflasi dan fluktuasi kurs mata uang asing, namun selama
periode tersebut tidak terdapat dampak yang material terhadap pendapatan, laba operasional, maupun struktur
biaya Perseroan. Mengingat sebagian besar transaksi dilakukan dalam mata uang Rupiah dan beroperasi di dalam
negeri, eksposur terhadap risiko nilai tukar sangat terbatas. Oleh karena itu, kenaikan tren pendapatan dan laba
operasional lebih mencerminkan pertumbuhan organik, bukan hasil dari penyesuaian harga atau dampak
eksternal lainnya.
KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak
cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor
Independen tertanggal 4 Desember 2025 atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk
periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2025 yang telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut
Akuntan Publik Indonesia (IAPI) oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Suharli, Sugiharto & Rekan dengan Opini Audit
Tanpa Modifikasian atas laporan keuangan tersebut yang ditandatangani oleh Akuntan Publik Ridho Fathoni, CPA
dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1629 yang dalam laporannya
No. 00427/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/XII/2025 pada tanggal 4 Desember 2025. Laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut
Akuntan Publik Indonesia (IAPI) oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dra. Suhartati & Rekan dengan Opini Audit Tanpa
Modifikasian atas laporan keuangan tersebut yang ditandatangani oleh Akuntan Publik Dulgani, CPA dengan izin
Akuntan Publik No. AP. 0165 yang dalam laporannya No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025 pada tanggal 27
Maret 2025. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit
berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Morhan & Rekan dengan Opini Audit Tanpa Modifikasian atas laporan keuangan tersebut yang ditandatangani oleh
Akuntan Publik David Kurniawan, CPA dengan izin Akuntan Publik No. AP. 1023 yang dalam laporannya No.
00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024 pada tanggal 8 April 2024, selain yang diungkapkan sebagai berikut:
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 1.670 tanggal 12 Desember 2025, yang dibuat
di hadapan Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah (i) diberitahukan kepada
Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0253540
tanggal 12 Desember 2025, dan (ii) didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0281104.AH.01.11.TAHUN 2025
tanggal 12 Desember 2025 (”Akta Perseroan No. 1.670/2025”), para pemegang saham Perseroan menyetujui
pengeluaran saham dalam simpanan portepel dan perubahan isi Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan.
TATA CARA PELAKSANAAN HMETD DAN PEMESANAN SAHAM TAMBAHAN
Perseroan telah menunjuk PT Ficomindo Buana Registrar selaku BAE yang akan mengelola pelaksanaan administrasi
dalam PMHMETD I Perseroan sesuai dengan Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dalam Rangka
Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk No.
1.328 tanggal 19 September 2025 sebagaimana diubah dengan Addendum I Perjanjian Pengelolaan Administrasi
Saham dalam Rangka Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu PT Sinergi Inti
Andalan Prima Tbk No. 1.267 tanggal 16 Oktober 2025 yang keduanya dibuat oleh dan antara Perseroan dengan BAE
di hadapan Mohamad Fajri Mekka Putra, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan.
Persyaratan pemesanan dan pembelian saham yang diuraikan dibawah ini dapat berubah apabila terdapat peraturan-
peraturan KSEI yang baru.
1. Pemesan yang berhak
Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6
Januari 2026 pukul 16.00 WIB berhak untuk membeli saham baru yang diterbitkan Perseroan dalam PMHMETD
I ini dengan ketentuan bahwa setiap pemilik 3 (tiga) Saham Lama memiliki 4 (empat) HMETD dimana 1 (satu)
HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) saham biasa pada Harga Pelaksanaan.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-27
Page 28
Harga Pelaksanaan Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar pada saat pengajuan
pemesanan pembelian.
Pemesan yang berhak melakukan pembelian saham baru adalah Pemegang saham Perseroan yang memperoleh
HMETD dari Perseroan dan tidak menjual/mengalihkan kepada pihak lain; dan
Pemesan dapat terdiri dari Perorangan dan/atau Badan Hukum Indonesia maupun Asing sebagaimana diatur
dalam UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Apabila terdapat pecahan atas saham hasil pelaksanaan HMETD maka akan diadakan pembulatan terdekat ke
bawah, dan jika masih timbul pecahan maka akan menjadi milik Perseroan dan harus dijual oleh Perseroan serta
hasil penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan.
2. Distribusi HMETD, Formulir dan Prospektus
Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam Penitipan Kolektif, HMETD akan didistribusikan secara
elektronik melalui rekening efek Perusahaan Efek dan/atau Bank Kustodian masing-masing di KSEI selambat-
lambatnya 1 (satu) Hari Bursa setelah tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal
7 Januari 2026 pukul 16.00 WIB. Prospektus, Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan (FPPS
Tambahan) dan formulir lainnya dapat diperoleh oleh Pemegang Saham dari masing-masing Perusahaan Efek
dan Bank Kustodiannya setiap hari kerja dan jam kerja sejak tanggal 7 Januari 2026 di kantor BAE dengan
menyerahkan:
a. Fotokopi identitas yang masih berlaku dari pemegang saham perorangan (Kartu Tanda
Penduduk/Paspor/Kartu Ijin Tinggal Terbatas); atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran susunan terakhir
anggota Direksi/pengurus dari Pemegang Saham berupa badan hukum/lembaga. Pemegang Saham juga
wajib menunjukkan dokumen asli dari fotokopi tersebut;
b. Asli surat kuasa bermeterai Rp10.000,- (sepuluh ribu Rupiah) (jika dikuasakan) dilengkapi fotokopi identitas
diri lainnya yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa (asli identitas pemberi dan
penerima kuasa wajib diperlihatkan).
3. Prosedur Pelaksanaan HMETD dalam bentuk elektronik
Pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai tanggal 8 Januari 2026 sampai dengan tanggal 22 Januari 2026
dengan prosedur sebagai berikut:
1) Pemegang HMETD memberikan instruksi pelaksanaan HMETD kepada Perusahaan Efek/Bank Kustodian
dan membayar Harga Pelaksanaan HMETD dengan memasukkannya ke dalam rekening yang khusus
ditunjuk oleh KSEI.
2) Pada Hari Bursa yang sama dengan saat disampaikannya instruksi pelaksanaan HMETD oleh
Perusahaan Efek/Bank Kustodian kepada KSEI maka:
a) KSEI akan mendebet HMETD dari masing-masing sub-rekening pemegang HMETD yang memberikan
instruksi Pelaksanaan HMETD ke dalam rekening KSEI dengan menggunakan fasilitas C-BEST; dan
b) Segera setelah uang Harga Pelaksanaan HMETD diterima di dalam rekening bank yang ditunjuk oleh
KSEI, KSEI akan melakukan pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD dari rekening bank
yang ditujuk KSEI tersebut ke rekening bank khusus pada hari kerja berikutnya.
3) Satu Hari Bursa setelah KSEI menerima instruksi pelaksanaan HMETD, KSEI akan menyampaikan
kepada Biro Administrasi Efek dokumen sebagai berikut:
a) Daftar rincian instruksi pelaksanaan HMETD yang diterima KSEI, berikut rincian data pemegang
HMETD (Nomor identitas, nama, alamat, status kewarganegaraan dan domisili) pemegang HMETD
yang melakukan pelaksanaan HMETD;
b) Surat atau bukti pemindahbukuan Harga PMHMETD I yang dilakukan oleh KSEI, dari rekening bank
yang ditunjuk KSEI kedalam rekening bank khusus; dan
c) Instruksi untuk mendapatkan sejumlah saham hasil pelaksanaan HMETD ke dalam rekening khusus
yang telah disediakan oleh KSEI.
4) Segera setelah BAE menerima dari KSEI dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalam butir a.iii di
atas, BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung dari instruksi pelaksanaan
HMETD, bukti pemindahan uang sesuai Harga Pelaksanaan HMETD ke dalam rekening bank khusus
berdasarkan data pada rekening bank khusus serta instruksi untuk mendepositokan sejumlah saham hasil
pelaksanaan HMETD.
5) Selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan
uang Harga pelaksanaan HMETD telah dibayar penuh (in good funds) di rekening bank khusus, BAE akan
menerbitkan/mendepositkan sejumlah saham hasil pelaksanaan HMETD ke dalam rekening khusus yang
telah disiapkan KSEI dan KSEI akan langsung mendistribusikan saham hasil pelaksanaan HMETD
dengan menggunakan fasilitas C-BEST. Selanjutnya KSEI akan memberikan laporan hasil distribusi
saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut kepada Perseroan dan BAE.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-28
Page 29
4. Pemesanan Saham Tambahan
Pemegang Saham yang telah melaksanakan HMETD miliknya dapat memesan Saham Tambahan melebihi hak
yang dimilikinya dengan cara mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan yang telah didistribusikan dengan
melampirkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
b. Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-Best yang sesuai atas
nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif yang telah
melaksanakan haknya melalui sistem C-Best);
c. Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan pendistribusian
Saham hasil penjatahan oleh Biro Administrasi Efek Perseroan;
d. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari bank
tempat menyetorkan pembayaran.
5. Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan
Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan dilakukan pada tanggal 26 Januari 2026 dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan tidak melebihi jumlah
seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini, maka seluruh pesanan atas saham tambahan akan
dipenuhi.
b. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan melebihi jumlah seluruh
saham yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini, maka kepada pemesan yang melakukan pemesahan saham
tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional berdasarkan jumlah HMETD yang telah
dilaksanakan oleh masing-masing pemegang Saham yang meminta pemesanan saham tambahan.
Perseroan akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan kepada OJK mengenai kewajaran dari
pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada POJK 32/2015 selambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal
penjatahan.
6. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham
Perseroan melalui BAE akan menerima pengajuan pemesanan pembelian saham, dan menyerahkan Bukti Tanda
Terima Pemesanan Saham yang telah di cap dan ditandatangani, kepada pemesan untuk menjadi bukti pada
saat mengambil Saham dan untuk pengembalian uang untuk pesanan yang tidak dipenuhi. Pemegang HMETD
dalam penitipan kolektif akan mendapat konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD (exercise) melalui C-
BEST melalui Pemegang Rekening KSEI.
7. Pembatalan Pemesanan Saham
Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan saham, baik sebagian atau keseluruhan dengan
memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan mengenai pembatalan pemesanan saham akan
diumumkan bersamaan dengan penjatahan atas pesanan. Hal-hal yang dapat menyebabkan dibatalkannya
pemesanan saham antara lain:
a. Pengisian FPPS Tambahan tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan saham yang tercantum
dalam HMETD dan Prospektus;
b. Tidak terpenuhinya persyaratan pembayaran; dan
c. Tidak terpenuhinya kelengkapan dokumen permohonan dalam hal terdapat pihak-pihak yang walaupun tidak
diperbolehkan untuk melaksanakan HMETD karena pelaksanaan HMETD ke saham dilarang oleh hukum
yang berlaku tetapi tetap melakukan pemesanan Saham HMETD dan melakukan pembayaran uang
pemesanan, maka Perseroan berhak untuk memperlakukan HMETD tersebut atau dokumentasi HMETD lain
yang disampaikan orang pihak tersebut dalam pemesanan saham baru tidak sah dan mengembalikan seluruh
uang pemesanan yang telah dibayarkan tersebut dalam mata uang Rupiah dengan mentransfer ke rekening
bank atas nama pemesan sesuai dengan tata cara pengembalian uang pemesanan pada angka 8 di bawah
ini
8. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruhnya dari pemesanan saham yang lebih besar daripada
haknya atau dalam hal terjadinya pembatalan pemesanan saham, maka Perseroan akan mengembalikan
sebagian atau seluruh uang pemesanan tersebut dalam mata uang Rupiah (sesuai dengan yang tercantum dalam
FPPS Tambahan) pengembalian uang dilakukan oleh Perseroan selambat-lambatnya tanggal 28 Januari 2026.
Pengembalian uang yang dilakukan Perseroan sampai dengan tanggal 28 Januari 2026 tidak akan disertai bunga,
apabila terjadi keterlambatan maka uang akan dikembalikan dengan disertai bunga yang diperhitungkan mulai
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-29
Page 30
hari kerja ke-3 (tiga) setelah tanggal akhir penjatahan atau tanggal pembatalan sebesar 2% (dua persen) dari
tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia per tahun, yang dihitung secara pro rata setiap hari keterlambatan,
kecuali keterlambatan tersebut disebabkan oleh: (i) kesalahan dari sistem pada bank yang bersangkutan, (ii)
pemesan yang tidak mengambil uang pengembalian sampai dengan hari kerja ke-2 (dua) setelah Tanggal
Penjatahan, (iii) atau hal-hal lain yang bukan disebabkan oleh kesalahan Perseroan.
Pengembalian uang dilakukan dengan mata uang Rupiah dengan menggunakan cek atau pemindah bukuan ke
rekening pemesan.
Uang yang dikembalikan dalam bentuk cek dapat diambil di:
PT Ficomindo Buana Registrar
Jl. Kyai Caringin No. 2-A
Jakarta 10150, Indonesia
Telepon: +62-21 2263 8327
Fax. +62-21 2263 9048
E-mail : helpdesk@ficomindo.com ; ficomindo_br@yahoo.co.id
dengan menunjukkan bukti jati diri Pemesan seperti KTP/Paspor/KITAS asli yang masih berlaku; fotokopi
Anggaran Dasar (bagi badan hukum/lembaga) dan menyerahkan Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian
Saham asli serta menyerahkan fotokopi bukti jati diri tersebut. Pemesan tidak dikenakan biaya bank ataupun
biaya transfer untuk jumlah yang dikembalikan tersebut. Bilamana pemesan berhalangan mengambil sendiri,
maka pemesan dapat memberikan kuasa kepada orang lain yang ditunjuk dengan melampirkan surat kuasa
bermeterai Rp10.000,- (sepuluh ribu Rupiah) dan fotokopi KTP pemberi kuasa dan penerima kuasa serta
menunjukkan KTP asli pemberi dan penerima kuasa tersebut.
9. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD dan Pengkreditan ke Rekening Efek
Saham hasil PMHMETD I bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai dengan haknya akan dikreditkan
pada Rekening Efek dalam 2 (dua) hari kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan
dana pembayaran telah diterima dengan baik di rekening Perseroan.
Saham hasil penjatahan atas pemesanan Saham tambahan akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam
Penitipan Kolektif selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah tanggal penjatahan.
10. Alokasi Sisa Saham Yang Tidak Diambil Oleh Pemegang HMETD
Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya dilaksanakan oleh pemegang HMETD,
maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya,
seperti yang tercantum dalam HMETD atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional
berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi pemesanan Saham Tambahan, masih terdapat sisa
saham porsi Publik maka berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum
Untuk Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk No.1.329
tanggal 19 September 2025 yang dibuat di hadapan Mohamad Fajri Mekka Putra, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, AKUN (“Pembeli Siaga”) telah menyatakan sanggup menjadi Pembeli Siaga jika Saham Baru yang ditawarkan
dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, dengan jumlah
saham sebanyak-banyaknya 5.652.377.067 (lima miliar lima ratus enam puluh dua juta tiga ratus tujuh puluh tujuh ribu
enam puluh tujuh) saham pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham
dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp1.413.094.266.750,- (satu triliun empat ratus tiga belas miliar Sembilan puluh
empat juta dua ratus enam puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh Rupiah).
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-30
Page 31
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS, SERTIFIKAT HMETD DAN FORMULIR
Perseroan telah mengumumkan informasi penting berkaitan dengan PMHMETD I ini melalui iklan di Website Bursa
dan Website Perseroan.
• Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
didistribusikan secara elektronik melalui Rekening Efek Perusahaan Efek atau Bank Kustodian masing-masing di
KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal pencatatan pada DPS yang berhak atas HMETD,
yaitu tanggal 7 Januari 2026. Prospektus dan petunjuk pelaksanaan akan didistribusikan oleh Perseroan kepada
KSEI dan dapat diperoleh oleh pemegang saham dari masing-masing Perusahaan Efek atau Bank Kustodiannya.
• Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan
akan menerbitkan HMETD atas nama pemegang saham.
HMETD, Prospektus, FPPS Tambahan dan formulir lainnya dapat diambil langsung oleh pemegang saham Perseroan
yang tercatat dalam DPS Perseroan mulai tanggal 8 Januari 2026 sampai dengan 22 Januari 2026 pada hari dan jam
kerja (Senin s.d. Jumat pukul 9.00 - 15.00 WIB) dengan menyerahkan bukti jati diri yang sah (KTP/Paspor/KITAS) dan
menyerahkan fotokopinya serta asli surat kuasa bagi yang tidak bisa mengambil sendiri pada BAE Perseroan di:
PT Ficomindo Buana Registrar
Jl. Kyai Caringin No. 2-A
Jakarta 10150, Indonesia
Telepon: +62-21 2263 8327
Fax. +62-21 2263 9048
E-mail : helpdesk@ficomindo.com ; ficomindo_br@yahoo.co.id
Apabila pemegang saham Perseroan yang namanya dengan sah tercatat dalam DPS Perseroan per tanggal 6 Januari
2026 belum menerima atau mengambil HMETD, Prospektus, FPPS Tambahan dan formulir lainnya dan tidak
menghubungi BAE Perseroan, maka setiap dan segala risiko ataupun kerugian yang mungkin timbul bukan menjadi
tanggung jawab Perseroan ataupun BAE Perseroan, melainkan sepenuhnya merupakan tanggung jawab para
pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
HMETD dalam bentuk elektronik akan didistribusikan ke dalam Rekening Efek KSEI atau didistribusikan kepada
pemegang saham melalui Pemegang Rekening KSEI.
INFORMASI TAMBAHAN
Bagi para pemegang saham yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai transaksi ini dapat menghubungi
Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary Perseroan pada setiap jam kerja dengan alamat:
Corporate Secretary
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Kantor Pusat :
Gedung Cyber 1, Lantai 10
Jl. Kuningan Barat No.8,
Jakarta Selatan 12710
Telp.: 021 – 5265943/ 5835854
Email : info@sinergynetworks.co.id
Website : www.siapnetworks.co.id
Jakarta, 23 Desember 2025
Direksi Perseroan.
Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk – 23 Desember 2025 Halaman-31
Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Mohamad Fajri Mekka Putra
· Notaris
p.1 ×11
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.2
unresolved
person
Selo Selieana
· Notaris
p.3
unresolved
person
Rini Yulianti
p.3
unresolved
org
PT JMP.
p.4
unresolved
org
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantra
p.5 ×8
unresolved
org
Sugiharto & Rekan
p.10 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Ridho Fathoni
p.10 ×2
unresolved
person
Dra. Suhartati
p.10 ×2
unresolved
org
Dra. Suhartati & Rekan
p.10 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Dulgani
p.10 ×2
unresolved
org
Morhan & Rekan
p.10 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik David Kurniawan
p.10 ×2
unresolved
person
Devi Prihartanti
p.12
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
PT Garuda
p.12
unresolved
org
PT Garuda Prima Internetindo
p.12
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Menteri Investasi
p.13
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.13
unresolved
org
PT Bank DKI
p.26
unresolved
org
PT Ficomindo Buana Registrar
p.27 ×3
unresolved
org
Indonesia
p.28
unresolved
org
Bank Kustodiannya
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.30
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.