Skip to content
Back to announcement

20251229_ATIC_Public Expose_32015694_lamp1.pdf

Other Text extracted ATIC

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                                  LAPORAN PELAKSANAAN
                                     PAPARAN PUBLIK
                              PT ANABATIC TECHNOLOGIES TBK
                                         (“ATIC”)

1.   UMUM

     a.   Latar Belakang
          Paparan Publik (Public Expose) Tahunan ATIC diselenggarakan dalam rangka
          memenuhi kewajiban ATIC berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang
          Kewajiban Penyampaian Informasi.

     b.   Waktu Penyelenggaraan
          Paparan Publik (Public Expose) diselenggarakan pada:
          Tanggal   : 12 Desember 2025
          Waktu     : 09.30 – 11.00 WIB
          Tempat    : Ms. Teams Meeting

     c.   Manajemen Perseroan yang Hadir:
          1.   Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur
          2.   Lie David Limina, Direktur
          3.   Adriansyah Adnan, Direktur
          4.   Camelia Suryana Bong, Sekretaris Perusahaan

     d.   Susunan Acara
          1.   Pembukaan oleh Sekretaris Perusahaan
          2.   Presentasi oleh Presiden Direktur dan 2 (dua) Direktur lainnya
          3.   Tanya Jawab
          4.   Penutup oleh Sekretaris Perusahaan

     e.   Materi Presentasi
          Terlampir

     f.   Tanya Jawab
          1. Pihak Yang Bertanya:
              Bapak Daniel, Investor

              Pertanyaan:
              1. Kapan kontribusi Laba Kotor dari segmen margin tinggi (Cloud, Security, dan
                  Recurring Revenue) diproyeksikan melampaui 50% dari total Laba Kotor
                  Perseroan, dan apa taktik akselerasinya?

              2. Bagaimana rencana tegas Perseroan terkait penyelesaian utang Obligasi
                 Konversi untuk menghindari dilusi?

              Pihak Yang Menjawab:
              Bapak Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur




                                                                                           1
Page 2
Jawaban:
1. Hingga saat ini belum terdapat kepastian waktu yang bersifat absolut mengenai
   kapan kontribusi laba kotor dari segmen margin tinggi (Cloud, Security, dan
   Recurring Revenue) akan melampaui 50% dari total laba kotor Perseroan. Hal ini
   disebabkan oleh karakteristik masing-masing segmen serta dinamika pasar yang
   sangat kompetitif. Perseroan meyakini bahwa segmen margin tinggi, khususnya
   Cloud dan Security, tetap memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan. Namun
   demikian, segmen Cloud sendiri memiliki cakupan yang sangat luas. Fokus
   Perseroan saat ini lebih diarahkan pada solusi infrastruktur dan platform, yang
   pada praktiknya menghadapi tingkat persaingan yang sangat ketat, demikian pula
   pada segmen Security.

    Di sisi lain, Perseroan secara konsisten melakukan pengembangan portofolio
    produk melalui Value Added Technology (VAT). Perseroan tidak hanya
    mengandalkan produk-produk legacy seperti server, storage, dan network,
    melainkan secara aktif menambah produk-produk baru yang inovatif dan relevan
    dengan kebutuhan pasar terkini. Seiring dengan bertambahnya jumlah dan
    ragam produk yang dibawa, sebagian di antaranya berkontribusi pada perolehan
    margin yang lebih tinggi. Manajemen menegaskan bahwa bisnis Perseroan
    secara keseluruhan tetap menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Seiring
    dengan meningkatnya porsi service content dibandingkan dengan penjualan
    produk semata, struktur margin Perseroan dari waktu ke waktu diharapkan akan
    semakin membaik.

2. Secara prinsip, dilusi akan terjadi apabila obligasi konversi tersebut dikonversikan
   oleh investor sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati sejak awal,
   khususnya dengan harga pelaksanaan (strike price) yang tercantum dalam
   perjanjian. Apabila konversi dilakukan oleh pemegang obligasi dengan harga
   strike price tersebut, maka konsekuensi dilusi merupakan bagian yang telah
   diperhitungkan dan menjadi satu kesatuan dari struktur transaksi pada saat
   obligasi konversi diterbitkan. Namun demikian, apabila kondisi harga saham tidak
   memenuhi ketentuan strike price, maka status obligasi konversi tersebut dapat
   berubah dan tidak secara otomatis menimbulkan dilusi. Dengan demikian,
   potensi dilusi sangat bergantung pada terpenuhinya syarat konversi
   sebagaimana diatur dalam perjanjian obligasi konversi yang berlaku.

Tambahan Jawaban:
Pihak yang Menjawab:
Bapak Lie David Limina, Direktur Perseroan

2. Bahwa opsi konversi sepenuhnya berada pada pemegang obligasi konversi.
   Berdasarkan perjanjian, pemegang obligasi memiliki hak untuk melakukan
   konversi dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.400 per lembar saham.
   Apabila hingga jatuh tempo obligasi konversi tersebut tidak dikonversikan, maka
   Perseroan memiliki hak untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan
   pembayaran kembali atas obligasi konversi atau melakukan perpanjangan jangka
   waktu obligasi konversi tersebut.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan belum mencapai kesepakatan
    konversi dengan pemegang obligasi. Di sisi lain, Perseroan pada periode tersebut
    juga belum memiliki kecukupan dana untuk melakukan pelunasan, sehingga
    sekitar dua hingga tiga tahun kebelakang Perseroan memilih untuk melakukan
    perpanjangan jatuh tempo obligasi konversi. Pada saat ini, manajemen menilai


                                                                                     2
Page 3
       bahwa kemungkinan terjadinya dilusi masih belum terlihat secara signifikan. Ke
       depan, Perseroan akan terus mengevaluasi kemampuan keuangan Perusahaan
       secara berkelanjutan untuk menentukan mekanisme penyelesaian obligasi
       konversi yang paling tepat, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan
       Perseroan dan kepentingan para pemegang saham.

2. Pihak yang Bertanya:
   Ibu Aurelia, Investor

   Pertanyaan:
    1. Margin kotor di segmen Solutions & Services terus tertekan meskipun
       pendapatan tumbuh. Faktor biaya spesifik apa yang meningkat secara struktural,
       dan langkah konkret apa (penyesuaian harga, outsourcing, otomatisasi, atau
       perubahan product mix) yang akan Anda lakukan dalam 12 bulan ke depan untuk
       mengembalikan ekspansi margin?

    2. Porsi pendapatan berulang (recurring) dari managed services dan solusi cloud
       masih relatif kecil dibandingkan para pesaing. Apa target yang realistis dan
       terukur terkait pergeseran revenue mix menuju layanan berulang bernilai tambah
       tinggi, serta investasi atau kemitraan apa yang diperlukan untuk mencapainya?

   Pihak Yang Menjawab:
   1. Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur Perseroan
   2. Adriansyah Adnan, Direktur Perseroan

   Jawaban:
   1. Tekanan terhadap margin kotor pada segmen Solutions & Services, meskipun
      terjadi pertumbuhan pendapatan, terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya
      sumber daya manusia secara struktural. Hal ini terjadi karena karakteristik bisnis
      Solutions & Services yang sangat bergantung pada kapabilitas tenaga kerja,
      serta adanya perbedaan kebutuhan kompetensi antara tim yang menangani VAD
      dan tim yang menangani layanan jasa (services). Dalam beberapa tahun terakhir,
      Perseroan melakukan penyesuaian organisasi, termasuk perubahan komposisi
      dan penambahan jumlah tenaga kerja untuk mendukung bisnis Solutions &
      Services. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi
      Perseroan, khususnya pada entitas KPSG.

       Perseroan secara aktif mendorong adopsi teknologi baru ke dalam portofolio
       layanan, dengan keyakinan bahwa sudah saatnya Perseroan menghadirkan
       solusi berbasis teknologi yang lebih maju dan relevan dengan kebutuhan pasar.
       Seiring dengan selesainya proses implementasi teknologi baru tersebut,
       manajemen optimistis bahwa dalam 12 bulan ke depan, kontribusi laba dari
       KPSG akan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini didukung oleh
       kesiapan teknologi yang saat ini telah berada dalam kondisi siap operasional (in
       place), serta telah digunakannya teknologi tersebut oleh sejumlah pelanggan.

       Sebagai bagian dari upaya penguatan bisnis Solutions & Services ke depan,
       Perseroan juga telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan mitra
       strategis dari Jepang untuk pemanfaatan teknologi tersebut dalam operasional
       mereka, khususnya pada bidang Business Process Outsourcing (BPO). Kerja
       sama ini diharapkan dapat menjadi fondasi utama dan tulang punggung
       pertumbuhan bisnis Solutions & Services Perseroan di masa mendatang,
       sekaligus mendukung perbaikan struktur margin secara berkelanjutan.



                                                                                      3
Page 4
   2. Pendapatan berulang secara dominan berada di KPSG, di mana pada prinsipnya
      seluruh pendapatan KPSG bersifat recurring. Sementara itu, pada CTI Group,
      pendapatan berulang terutama berasal dari segmen services, khususnya
      Security, Cloud, Managed Services, dan Managed Security. Secara internal,
      Perseroan mencatat pertumbuhan yang signifikan pada pendapatan services
      yang bersifat recurring. Namun, pertumbuhan tersebut terjadi bersamaan dengan
      peningkatan bisnis distribusi yang memiliki nilai transaksi besar tetapi margin
      yang relatif lebih rendah. Kondisi ini menyebabkan margin operasional
      konsolidasian terlihat tertekan, meskipun secara khusus margin pada operational
      services menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

       Ke depan, Perseroan akan terus meningkatkan porsi pendapatan dari layanan
       berbasis recurring, khususnya layanan bernilai tambah tinggi bagi pelanggan,
       melalui penguatan portofolio services dan optimalisasi kapabilitas internal, guna
       mendorong kualitas pendapatan dan perbaikan margin secara berkelanjutan.

   Tambahan Jawaban:
   Pihak yang Menjawab:
   Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur Perseroan

    2. Tidak seluruh bisnis dengan karakter pendapatan berulang secara otomatis
       memiliki margin yang tinggi. Layanan recurring yang berbasis legacy, cloud,
       maupun infrastruktur pada umumnya memiliki margin yang relatif terbatas. Oleh
       karena itu, faktor utama yang menentukan tingkat margin adalah nilai tambah
       (value added) yang dihasilkan dari layanan tersebut. Fokus Perseroan adalah
       pada penguatan nilai tambah bisnis yang diberikan kepada pelanggan, bukan
       semata-mata pada karakter recurring dari pendapatan.

3. Pihak yang Bertanya:
   Bapak Ridwan, Media Kontan

   Petanyaan:
   1. Apakah dapat diinformasikan, bagaimana proyeksi / target pendapatan ATIC
      sampai akhir tahun (full year) 2025? setidaknya sebagai gambaran, bisa tumbuh
      berapa persen dibandingkan capaian tahun 2024? Apa saja faktor yang
      mendorong pertumbuhan kinerja ATIC sepanjang 2025?

   2. Apa saja ekspansi yang telah dilakukan ATIC pada tahun ini? Termasuk dari sisi
      perluasan pasar dan penambahan pelanggan, seperti apa perkembangannya?

   3. Saat ini, operasional ATIC berada di 3 negara (Indonesia, Malaysia dan Filipina),
      apakah ada rencana ekspansi ke negara lain?

   4. Bagaimana outlook untuk tahun depan (2026)? Berapa persen proyeksi
      pertumbuhan pendapatan dan laba? dan bagaimana strategi ATIC?

   Pihak Yang Menjawab:
   1. Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur Perseroan
   2. Adriansyah Adnan, Direktur Perseroan
   3. Lie David Limina, Direktur Perseroan




                                                                                      4
Page 5
Jawaban:
1. Hingga saat ini Perseroan belum mengumumkan secara resmi target pendapatan
   ATIC untuk tahun buku 2025. Namun demikian, sebagai gambaran kinerja,
   Perseroan berharap pendapatan ATIC pada tahun 2025 dapat kembali mendekati
   capaian kinerja tahun 2023, yaitu sekitar Rp10 triliun. Terkait faktor pendorong
   pertumbuhan, Perseroan secara berkelanjutan melakukan penambahan dan
   pengembangan portofolio produk. Pada tahun 2024, kinerja ATIC sempat
   terdampak oleh perubahan kebijakan dari salah satu principal, yaitu VMware,
   yang menimbulkan tantangan tersendiri bagi bisnis Perseroan. Meskipun
   demikian, Perseroan merespons kondisi tersebut dengan melakukan diversifikasi
   dan penambahan produk baru.

   Manajemen menegaskan bahwa industri teknologi informasi bersifat sangat
   dinamis dan terus mengalami perubahan. Oleh karena itu, inovasi menjadi faktor
   kunci dalam menjaga pertumbuhan, baik yang berasal dari pengembangan
   internal maupun melalui kerja sama dan inovasi yang bersumber dari pihak
   eksternal. Strategi tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong utama
   pemulihan dan pertumbuhan kinerja ATIC sepanjang tahun 2025.

2. Bahwa ekspansi ATIC pada tahun berjalan dilakukan melalui dua subholding
   utama, yaitu KPSG dan CTI, dengan fokus pada perluasan pasar, penambahan
   pelanggan, serta penguatan portofolio produk.

   Pada KPSG, setelah menyelesaikan proses modernisasi sistem, Perseroan
   melakukan ekspansi ke sektor perbankan, khususnya bank digital. Selanjutnya,
   pada tahun ini KPSG juga mulai memasuki segmen multifinance sebagai pasar
   berikutnya. Dari sisi penambahan pelanggan, sejumlah perusahaan asuransi dan
   perbankan telah mulai melakukan uji coba implementasi sistem KPSG.
   Manajemen berharap keberhasilan implementasi pada beberapa pelanggan awal
   tersebut dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap solusi teknologi yang
   dikembangkan oleh anak perusahaan dalam negeri. Pada CTI, perluasan pasar
   dari sisi bisnis distribusi sangat bergantung pada jaringan mitra reseller. Namun,
   dari sisi pengembangan produk, CTI secara aktif melakukan diversifikasi
   portofolio, tidak hanya pada produk teknologi informasi, tetapi juga mulai
   memasuki teknologi non-IT, khususnya teknologi energi terbarukan (renewable
   technology). Penambahan produk-produk tersebut diharapkan dapat
   memperkaya portofolio dan memperluas cakupan pasar Perseroan.

   Dari sisi perluasan pasar layanan bisnis, sektor perbankan dan jasa keuangan
   masih menjadi target utama. Namun demikian, Perseroan juga mulai melakukan
   penetrasi ke sektor lain seperti manufaktur, FMCG, dan beberapa industri lainnya.
   Dampak dari perluasan pasar dan diversifikasi tersebut diharapkan akan semakin
   terlihat secara lebih signifikan mulai pertengahan tahun mendatang.

3. Saat ini operasional ATIC telah berjalan di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
   Meskipun Perseroan memiliki aspirasi untuk memperluas wilayah operasional ke
   negara lain, dalam satu tahun ke depan Perseroan belum memiliki rencana
   ekspansi tambahan. Fokus Perseroan saat ini adalah melakukan konsolidasi
   internal, khususnya di Indonesia, guna memperkuat fondasi bisnis sebelum
   melakukan perluasan ke wilayah lain di masa mendatang.

4. Hingga saat ini Perseroan belum menyelesaikan perhitungan final untuk
   menetapkan outlook kinerja tahun 2026, karena Perseroan masih menunggu


                                                                                   5
Page 6
       hasil akhir kinerja tahun buku 2025. Hal ini mengingat karakteristik bisnis
       Perseroan yang bersifat musiman, di mana kontribusi pendapatan dan margin
       umumnya meningkat pada akhir tahun. Dengan asumsi kinerja tahun 2025 telah
       diketahui, Perseroan berharap dapat mencatat pertumbuhan berkelanjutan pada
       tahun 2026. Secara indikatif, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan
       sekitar 5% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

       Terkait strategi, Perseroan akan tetap berfokus pada penguatan bisnis inti,
       optimalisasi portofolio produk dan layanan, serta peningkatan efisiensi
       operasional guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

4. Pihak yang Bertanya:
   Bapak Daniel, Investor

   Petanyaan:
   1. Bagaimana mekanisme manajemen risiko piutang untuk mencegah bad debt dan
      menjaga kualitas aset?

   2. ⁠Apa strategi retensi dan KPI untuk mempertahankan engineer dan consultant
       kunci yang berkompetensi langka?

   Pihak Yang Menjawab:
   1. Lie David Limina, Direktur
   2. Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur

   Jawaban:
   1. Perseroan menerapkan mekanisme manajemen risiko piutang yang
      komprehensif untuk mencegah terjadinya gagal bayar dan menjaga kualitas aset.
      Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pengalihan risiko melalui
      penggunaan asuransi kredit, khususnya untuk piutang dengan nilai yang
      signifikan, guna mengantisipasi potensi kegagalan pembayaran dari pelanggan.
      Selain itu, Perseroan secara konsisten membentuk pencadangan atas kerugian
      kredit ekspektasian (Expected Credit Loss/ECL). Perhitungan ECL dilakukan
      berdasarkan metode yang telah ditetapkan dan didukung oleh perhitungan dari
      pihak ketiga yang independen. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut,
      manajemen meyakini bahwa nilai piutang usaha yang tercatat setelah dikurangi
      cadangan ECL mencerminkan nilai piutang yang realistis dan dapat ditagih.

   2. Strategi retensi yang diterapkan bersifat praktis dan sesuai dengan praktik umum
      di industri konsultansi. Salah satu pendekatan utama adalah pemberian insentif
      atau bonus khusus atas kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang
      dikembangkan oleh engineer atau consultant, khususnya apabila IP tersebut
      berhasil dikomersialisasikan dan diterima oleh pasar. Manajemen menyadari
      bahwa nilai komersial IP bersifat time-bound, sehingga skema insentif
      disesuaikan dengan momentum dan masa manfaat IP tersebut. Selain itu,
      Perseroan juga menerapkan beberapa pendekatan sumber daya manusia yang
      bersifat khusus bagi engineer kunci, dengan tujuan menjaga keterikatan,
      mendorong inovasi, serta memastikan keberlanjutan kompetensi strategis di
      dalam Perseroan.




                                                                                    6
Page 7
5. Pihak yang Bertanya:
   Ibu Aurelia, Investor

   Petanyaan:
   Apakah ada rencana membagi saham bonus dari saldo agio?

   Pihak Yang Menjawab:
   Camelia Suryana Bong, Sekretaris Perusahaan

   Jawaban:
   Hingga saat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk membagikan saham bonus
   dari saldo agio.




                                                                               7

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.35 MB
Published29 Dec 2025
Pages7
Characters18,406
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ANABATIC TECHNOLOGIES TBK p.1 ×2
linked person Lie David Limina p.1 ×4
linked person Adriansyah Adnan p.1 ×3
linked person Harry Surjanto Hambali p.1 ×6
possible org Bursa Efek Indonesia p.1
possible person Ridwan p.4
unresolved person Teams Meeting p.1
unresolved person Daniel p.1 ×2
unresolved person Aurelia p.3 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result