Skip to content
Back to announcement

20251228_BULL_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32015574_lamp3.pdf

Other Text extracted BULL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1
Jakarta, 26 December 2025
Nomor: 155/BULL/DIR/IDX/XII/2025

Kepada Yth,
PT Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building Tower I 6th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta 12190

UP.              : Direktur Penilaian Perusahaan – Bapak I Gede Nyoman Yetna

Perihal          : Laporan Hasil Public Expose 2025 PT Buana Lintas Lautan Tbk


Dengan hormat,

Merujuk pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep 00015/BEI101-2021 tanggal
29 Januari 2021 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi,
Surat Edaran Bursa Nomor SE-00003/BEI|OS-2020 perihal Tata Cara Pelaksanaan Public Expose Secara
Elektronik, bersama ini kami sampaikan laporan pelaksanaan Public Expose Tahunan Perseroan yang
diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal         : Senin, 22 Desember 2025
Waktu                : 10:00 – 11:15 Waktu Indonesia Barat (WIB)
Tempat/Media         : Pertemuan Virtual (Aplikasi Zoom)
Manajemen yang hadir : 1. Direktur – Wong Kevin
                       2. Sekretaris Perusahaan - Krisnanto Tedjaprawira
Jumlah Peserta       : 72 Orang (di luar Manajemen yang hadir)
Agenda Materi        : 1. Profil Perseroan
                       2. Kinerja Keuangan
                       3. Prospek Usaha
                       4. Tanya Jawab

Public Expose dibuka dengan presentasi oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira yang mencakup Profil
Perseroan, Kinerja Keuangan, dan Prospek Usaha Perseroan yang terkini termasuk tantangan yang
dihadapi, upaya untuk meningkatkan kinerja Perseroan, dan juga target kinerja Perseroan tahun
berjalan, dan hal-hal lainnya yang dipandang perlu diungkapkan kepada publik.

Setelah presentasi, acara Public Expose dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Daniel - Investor
   Pertanyaan:
    Strategi spesifik apa yang BULL lakukan untuk menjaga laba perusahaan? Apakah ada rencana
       masuk ke bisnis lain, misalnya kapal khusus atau jasa logistik yang lebih lengkap, agar tidak
       terlalu bergantung pada bisnis kapal barang biasa yang sangat terpengaruh kondisi pasar?
    Untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, langkah konkret apa yang sudah BULL ambil
       dalam hal teknologi digital?



                                                                                                  1
Page 2
   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Mengenai strategi spesifik yang BULL lakukan untuk menjaga laba Perusahaan, BULL sendiri sejak
   awal fokus pada pengangkutan kargo cair (minyak dan gas), dan seperti yang telah disampaikan
   mengenai 4 pilar yang akan kita jalankan ke depan merupakan diversifikasi dari BULL untuk
   mengurangi ketergantungan dari sektor tanker minyak, sehingga untuk sektor jasa lepas pantai,
   LNG, yang merupakan pasar khusus, dan juga FSRU yang mirip dengan FSO FPSO yang memiliki
   kontrak jangka panjang, kami harapkan dapat memberikan balancing dari masing-masing pilar
   terutama menyeimbangkan dinamika pasar yang terjadi di oil tanker kedepannya.

   Lalu untuk meningkatkan efisiensi daya saing, langkah konkrit dalam hal teknologi digital, di kapal
   sendiri investasi di teknologi digital lebih ke arah dari operasional maupun Market Intelligence,
   yang kami lakukan terutama di sektor tanker minyak karena pasar international merupakan pasar
   yang besar, sehingga memerlukan analisa pasar berupa Market Intelligence yang sangat baik,
   sehingga kita dapat mengantisipasi pergerakan-pergerakan yang terjadi di pasar internasional, di
   mana saat ini terutama dengan adanya sanksi-sanksi perdagangan terhadap Russia, Iran dan
   Venezuela, kami memerlukan Market Intelligence yang baik mengenai inefisiensi tersebut
   sehingga arah pergerakan kapal maupun positioning kapal dapat dilakukan dengan lebih baik
   untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tiba-tiba di pasar.

2. William - Investor
   Pertanyaan:
   Apakah backlog kontrak akan menjadikan Perseroan mengalami pertumbuhan laba?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Saat ini kapal-kapal BULL lebih banyak beroperasi di pasar spot, jadi bukan merupakan kontrak
   jangka panjang, namun kontrak spot adalah kontrak yang sangat luas dan komoditas kita adalah
   komoditas minyak di pasar internasional itu merupakan pasar yang sangat besar dan armada kami
   merupakan armada yang kecil, sehingga untuk memperoleh kontrak-kontrak tersebut merupakan
   hal yang biasa dilakukan, mudah dilakukan, mengingat komoditas minyak selalu dibutuhkan dan
   produksi minyak dunia terus meningkat, sehingga kita berkompetisi dengan para pesaing-pesaing
   kita di pasar internasional dengan melakukan positioning kapal yang baik untuk pengangkutan
   minyak.

3. David Gunawan - Investor
   Pertanyaan:
   Dengan adanya pengiriman kapal pengangkut LNG yang akan diterima oleh BULL dan adanya
   kenaikan harga sewa time charter akhir tahun 2025, berapa target pendapatan Perseroan untuk
   tahun 2026?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk menerima 1 kapal LNG, di mana persiapan dibutuhkan
   seperti pergantian bendera dan lain-lainnya dimana akan kami umumkan lebih lanjut mengenai
   kapal tersebut. Dan juga mengenai kenaikan time charter equivalent untuk membandingkan
   revenue di kapal-kapal time charter dan untuk peningkatan time charter equivalent di tahun 2026
   dengan pemaparan yang tadi kita sampaikan mengenai inefisiensi logistik yang masih terus terjadi
   dan kita harapkan sampai tahun 2026 juga masih berlangsung, sebenarnya target Perseroan
   apabila tidak dikombinasi dengan hal-hal yang lain sebetulnya tidak terlalu banyak meningkat,
   akan tetapi dengan penambahan 3 pilar yang baru tersebut, yang mudah-mudahan dapat kami
   realisasikan di tahun 2026, penambahan pendapatan Perseroan akan meningkat cukup signifikan,
   akan tetapi ini akan kami proses selama tahun 2026, di mana setiap kuartal akan terlihat proses
   tersebut dan juga mengenai penambahan-penambahan aset ataupun penambahan-penambahan



                                                                                                    2
Page 3
   lini bisnis yang baru di kemudian hari.

   Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
   Jika kita lihat di tahun-tahun pandemi Covid, market sangat challenging, tetapi dengan itu kita
   sudah konsolidasi the last few years di mana kita mulai bisa benefit dari improving market. Untuk
   tahun ke depan kami berkeyakinan bahwa masih ada peluang even on the oil tanker side untuk
   improvement, karena di depan saat ini kita belum melihat dampak dari pengurangan kecepatan
   kapal maupun dari tariff war, karena ini masih diundur maka dari itu dampaknya belum terasa, di
   mana tahun depan kalau memang terjadi itu akan berefek yang mirip dengan perubahan jalur
   trading seperti dengan Rusia dan Ukraina itu. Contohnya, seperti di Indonesia sendiri. Indonesia
   biasanya beli minyak dari Singapura, di mana jaraknya cuma 2-3 hari, tetapi seperti diketahui
   komitmen Indonesia adalah membeli banyak minyak dari Amerika, di mana jaraknya 45-50 hari
   satu arah, yang berarti di mana kalau yang angkut minyak dari Singapura memerlukan 10 kapal,
   ke depannya akan memerlukan lebih banyak kapal, 20 kali lipat lebih banyak, jadi akan
   memerlukan kapal banyak sekali. Itu tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga Eropa, Korea,
   Jepang dan negara-negara lainnya. Dan juga kita lihat, Eropa sendiri juga berkomitmen untuk
   membeli USD 750 miliar worth of energy dari Amerika, yang tentu itu sangat besar. Ini belum
   mulai, yang di mana ke depan akan mulai, maka dari itu efeknya untuk kapal tanker minyak dan
   gas akan sangat signifikan. Belum lagi efek dari Amerika sekarang sangat berposisi keras dengan
   Venezuela, di mana dengan dilakukannya blokir terhadap Venzuela, akan mengurangi supply
   dunia 1 juta barrel per day, yang tadinya tidak diangkut oleh kapal-kapal non-sanction seperti kita.
   Dengan itu harus diangkut oleh kapal-kapal lain seperti kita, berarti akan meningkatkan kebutuhan
   minyak dunia lebih dari 1 juta barrel per day. Maka dari itu, ke depan even on the oil tanker side,
   kami cukup optimis akan lebih kuat, seperti yang bisa dilihat dalam 1-2 bulan terakhir, tarif sewa
   kapal tanker minyak meningkat hampir 100% dan akan baru kita lihat dampaknya di tahun depan.
   Kita juga lihat prospek kapal LNG juga sangat signifikan, yang di mana dalam 3-4 tahun ke depan,
   volume LNG yang akan diangkut kapal tanker LNG dunia akan meningkat 70-80%. Itu akan menjadi
   peningkatan volume LNG terbesar dalam sejarah. Ini juga menyangkut bahwa, seperti untuk
   minyak, kenapa jalur angkut minyak berubah total semenjak Rusia invade Ukraina dan Rusia
   disanksi, karena itu jalurnya berubah total, sampai saat ini LNG Rusia belum disanksi, mulai 2026
   ini dan mulai awal 2027 seluruh impor LNG Eropa dari Rusia LNG akan dihentikan. Itu dampaknya
   sangat besar, karena sampai tahun ini Eropa masih impor LNG sekitar 51 billion cubic meter, yang
   di mana setengah LNG disalurkan dari pipa. Artinya, yang biasanya LNG jalurnya hanya butuh 2-3
   hari, sekarang harus memutar sehingga menjadi 20-40 hari. Selain dari itu, setengah LNG dari tadi
   yang harus pakai pipa sekarang harus melalui kapal. Maka dampak dari LNG ini untuk tahun depan
   akan sangat substantial. Maka dari itu yang bisa kita lihat secara immediate itu akan substantial
   untuk kinerja keuangan kita di tahun 2026 dan tentunya disokong juga dengan sekarang kita akan
   sangat aktif berpartisipasi untuk tender FPSO, FSO dan FSRU yang bukan hanya berpotensi untuk
   meningkatkan laba Perusahaan tetapi juga akan sangat create a very solid base foundation untuk
   stabilitas dari kinerja keuangan, maka dari itu dengan very stable base dari kontrak-kontrak ini,
   kami lebih berkeyakinan untuk dapat berkembang lebih banyak lagi on the oil tanker and LNG side.
   Kami actually very excited untuk 2026 ke depan.

4. Grace - Sally Maritime
   Pertanyaan:
    Bagaimana strategi BULL dalam menjaga stabilitas pendapatan di tengah fluktuasi tarif sewa
       kapal dan permintaan pasar?
    Apa langkah perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan manajemen risiko untuk
       mendukung pertumbuhan jangka panjang?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:


                                                                                                     3
Page 4
   Jadi seperti yang kami sampaikan, 4 pilar dari pengembangan BULL ke depan yaitu pengembangan
   di sektor tanker LNG, FSRU dan juga FSO dan FPSO, di mana khusus untuk FPSO, FSO dan FSRU
   merupakan 1 lini usaha yang memberikan kepastian pendapatan untuk kontrak jangka panjang
   dan stabil. Ini merupakan salah satu strategi kami untuk mengurang fluktuasi yang terjadi di pasar
   tanker minyak dan juga pasar tanker LNG. Mengenai langkah Perusahaan dalam memperkuat tata
   kelola dan manajemen risiko untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, dari komponen
   stratei ESG kami mengenai governance, yang pertama tata Kelola, kami melihat BULL sebagai
   perusahaan terbuka memiliki batasan dan koridor yang telah ditetapkan oleh peraturan, sehingga
   kami melihat untuk tata kelola kami mencoba untuk comply dan harus mengikuti peraturan-
   peraturan yang telah ditetapkan, baik diri sisi operasional maupun keuangan. Baik dari sisi
   operasional, sebagai pemain yang beroperasi di laut ada syarat-syarat kelaiklautan dan
   keselamatan yang telah ditetapkan oleh IMO untuk kami patuhi sebagai standar operasional untuk
   kapal-kapal kami yang berlayar di perairan internasional. Manajemen resiko untuk mendukung
   pertumbuhan jangka panjang, ini kembali lagi ke dalam 4 pilar yang telah kami tetapkan, di mana
   untuk pertumbuhan jangka panjang kami harus memperhatikan resiko fluktuasi seperti yang tadi
   disampaikan dalam nomor satu, di mana dengan ke-4 pilar tersebut kami harapkan dapat
   memberikan satu antisipasi dan mitigasi resiko dari ketidakstabilan pasar.

5. Akbar – Bisnis Indonesia
   Pertanyaan:
    Berapa realisasi capex 2025? Berapa alokasi capex 2026? Rincian penggunaannya? Ada
       rencana penambahan armada?
    Berapa target pendapatan dan target laba bersih 2025? Berapa target 2026?
    Bagaimana strategi perseroan melakukan pendanaan ekspansi bisnis ke depan?

   Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
   Untuk realisasi tahun ini dan kedepan belum bisa bicara terlalu banyak secara detail karena itu
   bagian dari confidential, kita belum bisa bicara terlalu banyak dan mendetail karena itu akan
   membuka isi dapur. Tetapi tahun ini kita memang baru mulai dalam pelaksanaan strategi kami
   dan di tahun 2026 baru akan kami execute, mulai execute secara material, tetapi pengembangan
   kami ke depan yang mungkin para investor bisa lihat seperti di tahun-tahun sebelumnya, kita juga
   mulai sisi after perkembangan itu material and will move the needle, berkenaan dengan itu karena
   memang rencana kami itu sangat besar. Karena selain dari pengembangan armada tanker minyak
   dan LNG kami, kami juga melihat prospek di FPSO, FSO dan FSRU, masing-masing sangat baik dan
   Fitch Investment bisa grading anywhere dari 150 juta sampai 1 milyar dollar. Maka dari itu untuk
   bisa merambah semua secara optimal kami melihat dan menjajaki kemungkinan untuk strategic
   investor maupun strategic investment. Oleh karena itu karena proyek-proyek ini sangat accretive,
   kami yakin kedepan bisa didukung dengan strategic investor.

6. Ridwan – Kontan
   Pertanyaan:
    Apakah boleh dielaborasi, bagaimana kontribusi dari 4 pilar pengembangan usaha (oil tanker,
       LNG, FSRU, FPSO, FSO) terhadap pendapatan dan laba BULL pada tahun 2026? Bagaimana
       proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba BULL pada 2026 dibandingkan dengan tahun
       2025 ini?
    Saat ini berapa total jumlah armada BULL dan tingkat utilisasinya? Bagaimana rencana
       ekspansi/penambahan armada BULL pada 2026? Berapa total investasi/capex yang disiapkan
       untuk tahun 2026? Dari mana saja sumber dananya?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Dari 4 pilar tersebut, kami sudah sejak beberapa tahun yang lalu sudah masuk dalam 1 pilar yaitu


                                                                                                   4
Page 5
   oil tanker, tetapi untuk yang LNG, FSRU FSO dan FPSO mengenai komposisi pendapatan dan laba
   BULL itu tergantung pada pengembangan yang akan kami lakukan pada 3 pilar yang lain. Akan
   tetapi yang pasti dari oil tanker dan juga dari LNG tanker akan terdapat kontribusi pada tahun
   2026, sedangkan dengan FSO, FPSO dan FSRU, kita akan melihat komposisinya tergantung dari
   pengembangan yang akan kita lakukan di 2026.

   Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
   Tetapi untuk FPSO dan FSRU pada masa pembangunannya itu memang akan berdampaknya di
   tahun 2028. Kalau untuk FSO kami rencanakan early next 2026 mulai bisa berkontribusi. Saat ini
   armada kita, banyak misconception dari para investor, bahwa kalau kapal on spot itu susah dapat
   pendapatan, di sini saya jelaskan bahwa itu tidak, kapal kami selalu kerja, dengan utilisasi minimal
   90-95%. Jadi walaupun tidak kontrak bukan berarti dia tidak bisa earn cash flow. Malah dengan
   keadaan market yang seperti kita yakini kedepan yang sehat, itu kita yakin bisa earn lebih dari
   pada dari tahun 2025 secara material. Mengenai seberapa besar kemungkinan kita
   mengembangkan armada di tahun 2026, kami yakini bisa meningkat 50%, karena memang selain
   dari peluang pasar yang cukup baik, kita juga tidak terkendala oleh market dalam negeri dan juga
   pasar luar negeri, selain itu juga karena the last few years kami sudah deleverage so much,
   kemampuan keuangan kami untuk bisa mengembangkan armada itu sekarang jauh lebih besar
   dari pada permulaan tahun ini. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut, memberikan kami
   keyakinan bahwa di tahun 2026 kami bisa meningkatkan armada minimal 50%.

7. Farhan – Investor
   Pertanyaan:
    Apakah supply kapal tanker masih akan ketat di 2026 mendatang?
    Apakah akan nada penambahan investasi lagi dari Fortune Street Limited atau investor lain?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Untuk supply kapal tanker di tahun 2026 dengan melihat fundamental dari kondisi pasar
   internasional seperti yang telah dipaparkan sebelumnya mengenai inefisiensi logistik yang
   kemungkinan besar masih terjadi di tahun 2026, berikut regulasi dari IMO yang juga akan
   berlangsung dan berlaku seluruhnya juga di tahun 2026, mengenai pembatasan dari engine power
   dari kapal, kami melihat peningkatan ton mile dari pengangkutan minyak di dunia, masih akan
   meningkat cukup signifikan dan ini masih belum dapat di-cover oleh delivery kapal-kapal baru di
   tahun 2026 dan kita melihat bahwa hal ini akan menyebabkan tarif sewa kapal tanker akan masih
   berada di level yang baik, di atas normal di atas rata-rata.

   Kami belum dapat memastikan tapi akan ada kemungkinan-kemungkinan karena mode ekspansi
   kami di tahun 2026 mengharuskan kami menggalang dana, baik dari sisi ekuitas, pinjaman bank
   dan maupun dari sisi obligasi yang terus akan kami pertimbangkan untuk mem-balancing struktur
   permodalan yang sudah ada saat ini.

8. Yoseph – Investor
   Pertanyaan:
    Tender apa saja yang sudah didapatkan pada tahun 2025 dengan periode kontrak jangka
       pendek, panjang dan menengah?
    Berapa tambahan revenue dan net profit margin dari tender yang sudah didapatkan tersebut?
    Apakah ada potensial tender untuk tahun 2026 yang rencana didapat oleh Perusahaan?

   Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
   Untuk tahun 2026 kita memang saat ini mengikuti 3 tender FPSO, sesuai jadwal kami antisipasi 2
   akan dikasih keputusan di kuartal kedua tahun 2026, untuk itu kami cukup berkeyakinan position


                                                                                                     5
Page 6
   kami untuk peluang mendapatkan kontrak, yang ke 3 masih menjalani proses. Untuk FSRU
   undangan pertama baru muncul, yang seperti tadi kita katakan itu masih menunggu timeline-nya,
   tapi pasti nanti akan kami infokan lebih lanjut, tapi ini baru 1 dari yang sesuai RUPTL PLN, harusnya
   ada 5 dalam waktu dekat yang ditenderkan. Dan selain dari itu kita sedang bernegosiasi untuk
   proyek FSO yang cukup substantial, kami berkeyakinan dapat kita finalkan mungkin dalam Januari
   atau Februari.

9. Tom – Publik
   Pertanyaan:
   Untuk kontrak yang jangka panjang itu berapa lama dan rata-rata sewa kapal itu berapa? Saya cek
   di Transformasi Strategis “LNG Transportasi mendapatkan USD 65.167/hari. Transportasi minyak
   mentah dan produk minyak BIMCO Desember USD 62.987/hari.” Ini kontrak berapa lama? Atau
   spot saja?

   Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
   Itu memang tarif sewa rata-rata yang ada pada saat ini, yang di mana memang sudah meningkat
   cukup baik karena seasonality dan juga peningkatan permintaan karena memang dampak dari
   opex unwinding dari production cuts juga baru mulai kerasa, sebelumnya sudah mulai di reduce
   production cuts tapi masih di absorb di Timur Tengah sendiri karena masih musim panas tetapi ini
   sekarang mulai keluar. Jadi kalau melihat tarif sewa yang sudah meningkat cukup substantial dan
   harga minyak tetapi kami lihat belum tercermin dalam laporan keuangan kita karena memang
   baru mulai terasa dalam 1-2 bulan terakhir ini. Jadi saya katakan cukup yakin untuk tahun 2026
   sangat optimistis karena ini akan flow through untuk tahun depan. Selain dari situ dari segi LNG
   ada kemiripan juga, memang sebelumnya karena banyak LNG plants yang delay construction-nya,
   karena seperti kita ketahui pada masa Biden semua distop tapi itu semua sekarang mulai diizinkan
   lagi dan berjalan, maka dari itu hal itu akan baru terasanya di akhir tahun ini sampai di 2026-2027.
   Apalagi seperti yang saya katakan, selain dari segi demand-nya memang volumenya meningkat
   tetapi jalur trading-nya pun akan menjadi lebih panjang karena LNG Rusia disanksi oleh Eropa,
   which is actually konsumen terbesar LNG Rusia. Jadi, dampaknya akan sangat besar di tahun 2026,
   dengan kombinasi dua hal ini maka kami bisa sangat berkeyakinan kinerja tahun 2026 akan
   significantly better than 2025.

10. Riyan – Investor
    Pertanyaan:
    Berapa jumlah kapal yang direncanakan akan diutilisasikan masing-masing untuk ekspansi di kapal
    tanker LNG, FSRU, FPSO dan FSO?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Kalau untuk jumlah kapal sendiri seperti yang telah disampaikan sebelumnya oleh Pak Kevin
   mengenai target penambahan kapal, kami tidak pernah melakukan target menambah sekian
   kapal, tetapi mengikuti perkembangan dari pasar yang saat ini kita juga monitor. Akan tetapi,
   karena penambahan aset atau investasi dalam kapal maupun dalam unit-unit FSO, FPSO dan FSRU,
   itu memerlukan kapital yang cukup besar sehingga penambahannya akan merupakan
   penambahan yang organik, penambahan kapal, tetapi untuk yang jenis FSO, FPSO dan FSRU itu
   merupakan suatu proses melalui satu tender sehingga berproses dalam waktu 1-2 tahun di mana
   penambahan-penambahan tersebut tidak bisa ditargetkan langsung tahun ini sekian, tahun ini
   sekian, itu tergantung dari proses tender tersebut.

11. Raskha – Investor
    Pertanyaan:
     Beredar rumor di market bahwa Sinarmas akan melakukan investasi di BULL dan sudah


                                                                                                      6
Page 7
        memiliki porsi kepemilikan minority. Apa kepentingan Sinarmas untuk berinvestasi ke BULL?
       Apakah akan ada financing yang akan dilakukan oleh pihak Sinarmas jika benar, terutama
        untuk ekspansi bisnis BULL ke depan ke vertikal LNG tanker?
       Siapa group di belakang Fortune Street Limited?

    Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
    Dilihat dari historical financial, Grup Sinarmas melalui Bank Sinarmas telah mendukung
    pengembangan BULL sejak tahun 2018 sampai saat ini. Jadi, hubungan BULL dengan Grup
    Sinarmas melalui Bank Sinarmas sudah terjalin cukup lama tetapi tidak menutup kemungkinan
    kita akan berkolaborasi lebih lanjut di tahun-tahun ke depan.

    Fortune Street Limited merupakan investor di Hong Kong, di mana kami tidak dapat
    menginformasikan grup di belakangnya, namun investor tersebut memang berminat untuk
    berinvestasi di dalam BULL, akan tetapi ke depannya kami berharap ada banyak investor-investor
    lainnya yang dapat melihat BULL sebagai satu Perusahaan yang dapat diinvestasikan.

    Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
    Tentunya kalau mengenai itu kita mungkin tidak ada komentar apapun sebelum ada spesifik final
    atau apa, jadi itu kita totally no comment. Tapi, kalau kita lihat prospek usaha kami ke depan
    sangat material dan boleh dibilang transformational, karena itu segala kemungkinan untuk
    memastikan kita bisa merambah semua peluang ini secara optimal. Baik dari segi corporate action,
    dari segi pinjaman baru, maupun dengan specific investor ataupun investment. Maka dari itu
    karena memang peluang kami itu sangat attractive, kami berkeyakinan bahwa kita bisa execute
    rencana overall plan kita.

12. Rizman Fardela – Investor, Pengamat & Analis Sosial-Ekonomi
    Pertanyaan:
     Bila kita melihat beban hutang cukup besar dengan Debt to Equity Ratio (“DER”) sebesar 0,59%
        (jauh diatas maksimum DER ideal untuk usaha dibidang ini) hal ini juga tercermin dari Laporan
        Keuangan posisi 31 Des 2024 pada post beban keuangan Rp. 291 Milyar dan ini merupakan
        beban terbesar. Bagaimana strategi manajemen dalam menyikapi hal ini?
     Current Ratio & Quick Ratio juga dibawah angka ideal industri sejenis. Langkah-langkah konkrit
        seperti apa yang akan diambil untuk meningkatkan CR & QR?
     Porsi saham yang di pegang oleh masyarakat non warkat sebesar 60,76%. Hal ini tentunya
        akan berpotensi menghambat pertumbuhan harga saham. Apakah ke depannya akan ada
        rencana dari perseroan untuk mengurangi porsi kepemilikan saham dari masyarakat non
        warkat?

    Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
    Untuk DER sendiri apabila kita melihat Laporan Keuangan BULL 3 tahun terakhir sejak tahun 2022
    sampai dengan sekarang, kami melakukan konsolidasi dan perbaikan struktur permodalan BULL,
    itu merupakan suatu strategi yang kami lakukan setelah terkena krisis pada saat pandemi Covid,
    di mana tujuan dari Perseroan adalah untuk mengurangi beban keuangan dan hutang, sehingga
    apabila dilihat Debt to Equity Ratio dari Perseroan saat ini semakin turun, semakin membaik, dan
    itu sangat dibutuhkan untuk fondasi pengembangan armada Perseroan di tahun 2026 yang telah
    kita canangkan.

    Mengenai Current Ratio dan Quick Ratio, memang Current Ratio sendiri dalam beberapa tahun
    terakhir masih di bawah 1, terutama akibat dari kita mencoba melunasi hutang lebih cepat,
    sehingga menurunkan Debt to Equity Ratio di mana semua ini saling terkait, namun di 2025 kami
    harapkan Current Ratio akan kembali di atas 1 dan Debt to Equity Ratio juga telah siap menjadi


                                                                                                   7
Page 8
   fondasi pengembangan Perseroan ke depan.

   Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
   Membicarakan mengenai float saat ini masih terlalu pagi, tetapi bisa dikatakan float merupakan
   salah satu fundamental requirement untuk inclusion di MSCI. Jadi kami lihat float yang cukup baik
   merupakan kunci untuk kita mengoptimalkan nilai Perusahaan dengan ada partisipasi dari Publik.

13. Denny – Publik
    Pertanyaan:
    Berapa kira-kira profit margin per masing-masing segmen baru antara lain kapal LNG, FSRU, FPSO
    dan FSO?

   Jawaban oleh Bapak Wong Kevin:
   Sehubungan dengan margin, karena bisnis kita lumayan fixed cost jadi any increase in rates
   langsung flow directly to bottom line. Untuk LNG saat ini EBITDA margin sekitar 70-75% dan
   tentunya kalau naik akan lebih lagi begitu pula kalau turun akan mengecil. Namun dengan margin
   sekitar 70% an buffer-nya substantial apalagi dengan outlook kami market akan positif untuk 2025.
   Untuk oil tanker mirip tetapi tergantung dari ukuran. Untuk kapal lebih kecil di 70-75% dan kapal
   lebih besar di 80-85%. Oleh karena itu in the last few years kita dapat menurunkan debt ratio kita
   substantially.

14. Daffa – Investor
    Pertanyaan:
    Berdasarkan Laporan Keuangan Q3 2025, cadangan penurunan nilai piutang tercatat sekitar USD
    5,2 Juta atau lebih dari 20% total piutang usaha dan yang termasuk cukup besar. Bagaimana
    manajemen melihat resiko ini? Mohon penjelasan mengenai karakter piutang tersebut serta
    langkah konkret yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kualitas penagihan ke depan?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Sehubungan dengan bisnis kami yang merupakan kapal-kapal oil tanker yang beroperasi di pasar
   internasional, di mana jarak tempuh atau jarak perjalanan dari kapal-kapal tanker tersebut 1 kapal
   bisa memakan waktu round trip itu sekitar 2 bulan. Jadi bisa dilihat memang di piutang usaha
   terdapat nilai yang cukup signifikan karena proses untuk penyelesaian dari 1 round trip itu cukup
   panjang dan nilai dari 1 voyage tersebut bisa mencapai USD 7-8 juta per kapal dan ini cukup
   signifikan sehingga kami melakukan monitoring sangat ketat terhadap piutang usaha tersebut, di
   mana rata-rata piutang usaha diwajibkan untuk dilunasi sebelum dilakukan pembongkaran
   muatan, itu yang kita mitigasi untuk mengurangi resiko-resiko piutang usaha yang tidak terbayar.

15. Eddy Lim – Investor
    Pertanyaan:
    Bagaimana cara BULL menghadapi tantangan cuaca global mengingat kondisi cuaca buruk lebih
    sering?

   Jawaban oleh Bapak Krisnanto Tedjaprawira:
   Sebagai Perusahaan pelayaran yang beroperasi di perairan international, melewati samudra yang
   luas, awak kapal kami baik saat ini maupun sebelumnya maupun kedepannya, ini merupakan
   resiko dari suatu usaha, dari suatu kapal, terutama kapal-kapal besar yang berlayar di perairan
   samudra. Sehingga sebetulnya bukan merupakan hal yang baru mengenai cuaca buruk melainkan
   makanan kami sehari-hari. Baik dari sisi awak kapal yang menghadapinya secara langsung dan dari
   sisi operator kapal yang memonitor perjalanan kapal setiap waktu.




                                                                                                   8
Page 9
Demikian sesi tanya jawab yang telah dilangsungkan sampai ditutupnya acara Public Expose PT Buana
Lintas Lautan Tbk untuk tahun 2025. Berikut ini adalah dokumentasi dari acara tersebut:

Dokumentasi




                                                                                               9
Page 10
10
Page 11
Hormat kami,

PT Buana Lintas Lautan Tbk.




Krisnanto Tedjaprawira
Sekretaris Perusahaan


                              11

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.46 MB
Published28 Dec 2025
Pages11
Characters29,025
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Buana Lintas Lautan Tbk p.1 ×8
linked person Wong Kevin p.1 ×16
linked org Fortune Street Limited p.5 ×5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved person Krisnanto Tedjaprawira · Sekretaris Perusahaan p.1 ×12
unresolved person Kevin p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result