Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Tanya Jawab Public Expose Insidentil
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Tanggal 23 Desember 2025
• Investor: Bapak Daniel
1. Perseroan berencana melakukan diversifikasi ke komoditas lain, seperti bauksit dan nikel.
Mengingat infrastruktur yang dimiliki Perseroan saat ini sangat spesifik untuk komoditas batubara,
apa target spesifik kontribusi pendapatan dari non-batubara untuk tahun 2026, dan bagaimana
manajemen memitigasi risiko volatilitas harga pada komoditas baru tersebut? Langkah konkret apa
yang akan diambil dalam road map tersebut untuk menghadapi tekanan global terkait transisi
energi hijau dan dekarbonisasi rantai pasok?
Jawaban:
- Proyeksi kegiatan usaha Perseroan di tahun 2026 masih akan didominasi oleh permintaan
atas komoditas batubara. Perseroan masih berupaya untuk memenuhi permintan dari 2
pelanggan utama Perseroan seiring dengan peningkatan volume produksi dari 2 pelanggan
utama Perseroan tersebut kedepannya. Adapun upaya diversifikasi layanan ke berbagai jenis
komoditas sumber daya alam lain selain batubara (bauksit, nikel, dan mineral cair lainnya),
pada tahun 2026 masih terus diupayakan oleh manajemen sebagai bagian dari target jangka
menengah dan/atau jangka panjang Perseroan. Perseroan terus melakukan penjajakan-
penjajakan kepada pihak-pihak terkait agar pergerakan Perseroan kearah diversifikasi ini
menjadi lebih cepat terealisasi.
- Terkait dengan volatilas harga komoditas batubara, sebagaimana kita ketahui bersama,
fluktuasi harga sangat bergantung dengan mekanisme pasar. Tarif pengangkutan yang
dikenakan Perseroan kepada 2 pelanggan utama Perseroan sangat erat kaitannya dengan
pergerakan harga komoditas batubara tersebut. Untuk mengantisipasi volatilitas tersebut,
langkah yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah dengan mengelola biaya Perseroan
secara optimal (better cost management). Dengan demikian, ketika kondisi bisnis batubara
atau perekonomian makro sedang mengalami tekanan, Perseroan masih memiliki ruang untuk
melakukan improvisasi untuk menjaga tingkat margin dari laba Perseroan. Pada tahun 2026,
better cost management juga menjadi salah satu fokus utama Perseroan dan hal ini telah
dijalankan Perseroan sejak tahun 2025 disaat terjadi penurunan harga batubara.
- Terkait dengan transisi menuju energi hijau, hingga tahun ini pembangkit listrik tenaga uap
(PLTU) di Indonesia masih didominasi oleh produsen pembangkit listrik berbasis energi fosil.
Hal ini didukung oleh data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang
menunjukkan bahwa sekitar 60–70% bauran energi pembangkit listrik nasional masih
menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama. Sepanjang pengetahuan manajemen,
PLTU di Tiongkok dan India hingga saat ini juga masih mengandalkan batubara dan menjadi
pendorong utama permintaan energi batubara secara global. Oleh karena itu, manajemen
menilai bahwa dalam jangka waktu kurang lebih 20 tahun ke depan, komoditas batubara masih
akan menjadi komoditas yang menarik dan menjanjikan di Indonesia.
- Perseroan juga melihat bahwa tekanan global terhadap dekarbonisasi serta transisi menuju
energi terbarukan dan berkelanjutan, bagi sebagian kalangan dianggap sebagai suatu hal yang
dibesar-besarkan. Disisi lain secara praktek kita juga melihat permintaan terhadap batubara
terus meningkat secara konsisten. Berdasarkan pemberitaan terbaru, Amerika Serikat telah
mengeluarkan mandat untuk menangguhkan seluruh proyek pembangkit listrik tenaga angin
di wilayah pesisir timur Amerika Serikat. Mengingat Amerika Serikat merupakan penggerak
utama energi hijau dan dekarbonisasi, kebijakan ini menunjukkan adanya perubahan arah
kebijakan energi di tingkat global. Memperhatikan kondisi-kondisi tersebut, manajemen menilai
bahwa tekanan atas persyaratan energi hijau dan dekarbonisasi di tingkat global tidak lagi
sebesar sebelumnya. Kami melihat kedepannya adanya pendekatan yang lebih realistis,
khususnya di negara-negara berkembang.
Page 2
2. Berdasarkan data operasional per September 2025, volume pengangkutan menggunakan
tongkang 300 feet baru mencapai 942.000 MT atau kurang dari 50% dari pencapaian tahun 2024
sebesar 1.984.000 MT. Apa kendala utama dalam utilitas tongkang 300 feet di tahun 2025, dan
bagaimana strategi manajemen untuk memulihkan volume ini di tahun 2026, mengingat target
ekspansi ke pasar ekspor yang menggunakan jenis armada ini? Sejauh mana tingkat keterisian
(load factor) armada ini dan kapan manajemen pemproyeksikan investasi armada ini akan
memberikan dampak optimal pada pendapatan Perseroan?
Jawaban:
- Jika ditinjau secara regional maupun global, terdapat dinamika bisnis yang cukup tinggi,
ditambah dengan persaingan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok sehingga turut
mempengaruhi ekspor batubara ke 2 negara konsumen utama komoditas tersebut yaitu
Tiongkok dan India. Penurunan volume pengangkutan tongkang 300 feet Perseroan
disebabkan oleh penurunan volume ekspor ke negara-negara tersebut. Sepanjang tahun 2025,
PT Ade Putra Tanrajeng dan PT Guruh Putra Bersama sebagai 2 pelanggan utama Perseroan
lebih banyak melayani permintaan domestik. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor
regional, global, dan kondisi bisnis yang tidak begitu baik, tetapi juga didorong oleh harga
penjualan domestik yang cukup menarik.
- Pada tahun 2026, manjemen Perseroan memproyeksikan pendapatan tongkang 180 feet dan
300 feet Perseroan akan mengalami peningkatan, sejalan dengan peningkatan volume
produksi dari 2 pelanggan utama Perseroan serta arah strategi bisnis Perseroan kedepannya.
Selain itu, Perseroan memproyeksikan peningkatan volume pengangkutan melalui
penambahan fasilitas Intermediate Stockpile (ISP) tambahan, diluar ISP Perseroan saat ini.
3. Data keuangan per September 2025 menunjukkan angka EBITDA sebesar Rp152 miliar, yang
secara proporsional jauh lebih rendah dibandingkan capaian tahun penuh 2024 sebesar Rp385
miliar. Faktor operasional apa yang menyebabkan kontraksi margin yang cukup signifikan ini, dan
bagaimana investasi digitalisasi yang direncakan dapat memperbaiki efisiensi biaya tersebut?
Jawaban:
- Sebagai klarifikasi dari pertanyaan bapak, EBITDA Perseroan per September 2025 yaitu
sebesar Rp379 miliar, sementara pada akhir tahun 2024 sebesar Rp385 miliar. Dengan
memperhatikan kondisi tersebut, Perseroan berkeyakinan EBITDA Perseroan akan meningkat
dibandingkan dengan akhir tahun 2024.
- Sebagai tambahan, apabila merujuk pada ikhtisar keuangan yang telah dipaparkan oleh
manajemen, secara keseluruhan kinerja Perseroan akan lebih baik dibandingkan dengan akhir
tahun 2024, walaupun terjadi dinamika pada volume pengangkutan tongkang 300 feet
Perseroan.
***
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Daniel
p.1
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.1
unresolved
org
PT Ade Putra Tanrajeng
p.2
unresolved
org
PT Guruh Putra Bersama
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.