Back to announcement
20251224_KIOS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32015394_lamp1.pdf
Other Text extracted KIOSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Permintaan Penjelasan
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk
17 Desember 2025
1. Merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan per 30 September 2025, tercatat nilai persediaan
sebesar Rp 44,82 miliar atau 29,66% dari total aset yaitu Rp 151,1 miliar. Di sisi lain, pendapatan
per 30 September 2025 adalah sebesar Rp 8,12 miliar. Agar dijelaskan:
a. Mengingat besarnya nilai persediaan yang tercatat, bagaimana Perseroan menilai tingkat
perputaran persediaan sehubungan dengan total aset yang tercatat?
Jawaban:
Perseroan menilai tingkat perputaran persediaan sehubungan dengan total aset yang tercatat
masih cukup rendah, hal ini dikarenakan penjualan belum mampu mengimbangi dengan stock
yang dimiliki.
b. Strategi pemanfaatan persediaan dengan mempertimbangkan nilai pendapatan yang kecil.
Jawaban:
Strategi yang telah dilakukan Perseroan untuk meningkatkan pendapatan yaitu Perseroan telah
berupaya memberikan harga jual yang kompetitif bagi para pelanggan guna untuk memperoleh
peningkatan pendapatan/penjualan.
c. Penilaian manajemen atas risiko obsolete yang dapat menyebabkan dampak penurunan nilai
persediaan.
Jawaban:
Perseroan menyampaikan bahwa sebagian besar persediaan berupa pulsa elektronik yang tidak
memiliki masa kadaluarsa sehingga tidak terdampak penurunan nilai persediaan.
2. Merujuk laporan arus kas per 30 September 2025, terdapat penurunan kas bersih yang digunakan
dalam aktivitas operasi sebesar Rp 719 juta untuk periode yang berakhir pada 30 September 2025,
serta penurunan kas dan bank dari Rp 1,33 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp 615 juta pada
30 September 2025. Agar dijelaskan apakah Perseroan mengalami kesulitan dalam likuiditas yang
dapat mempengaruhi kelancaran operasionalnya dalam jangka pendek? Jelaskan juga langkah
konkret yang diambil untuk memperbaiki posisi kas Perseroan dalam waktu dekat.
Jawaban:
Perseroan menyampaikan tidak dalam kesulitan yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional
jangka pendek. Penurunan kas bersih ini dipergunakan oleh Perseroan untuk operasional.
Perseroan yakin atas kecukupan kas dan setara kas yang dimiliki Perseroan untuk membiayai
kelangsungan operasional Perseroan di masa yang akan datang dengan mengutamakan penerimaan
kas dari kegiatan utama Perseroan, mengingat Perseroan masih memiliki persediaan yang dapat
dijual dan piutang usaha yang dapat ditagih dan digunakan untuk memenuhi Kewajiban Jangka
Pendek Perseroan.
3. Laporan laba rugi menunjukkan penurunan pendapatan dari Rp 91,46 miliar pada 30 September
2024 menjadi hanya Rp 8,12 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Selain itu, Perseroan
mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 2,41 miliar pada periode ini. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Analisa manajemen terhadap penyebab utama penurunan pendapatan yang begitu signifikan?
Apakah ada perubahan strategi bisnis atau gangguan operasional yang mempengaruhi
penurunan tersebut?
Jawaban:
Penyebab utama penurunan pendapatan yang signifikan adalah hilangnya beberapa pelanggan
strategis Perseroan yang penjualannya melebihi 10% dari total pendapatan, terutama dalaman
penjualan segmen digital produk.
Page 2
b. Apakah terdapat rencana perubahan model bisnis untuk meningkatkan profitabilitas?
Jawaban:
Perseroan menyampaikan saat ini belum ada rencana perubahan model bisnis.
4. Merujuk laporan posisi keuangan per 30 September 2025, tercatat liabilitas jangka pendek sebesar
Rp 14,62 miliar dan liabilitas jangka panjang yang relatif kecil, yaitu hanya Rp 413 juta. Namun,
pada saat yang sama, Perseroan mencatatkan defisit sebesar Rp 97,88 miliar pada ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dengan mempertimbangkan defisit yang cukup besar,
bagaimana Perseroan menjelaskan posisi ekuitasnya yang terkendala dengan liabilitas yang ada?
Apakah Perseroan berencana untuk melakukan restrukturisasi utang atau ada rencana lain untuk
memperbaiki posisi keuangan ini?
Jawaban :
Perseroan menjelaskan bahwa ekuitas negatif disebabkan oleh akumulasi kerugian yang cukup
besar, liabilitas jangka pendek dan jangka panjang relatif lebih kecil dibandingkan defisit ekuitas,
artinya beban utama bukan berarti hutang melainkan dari kerugian yang belum tertutup. Perseroan
masih mampu mengelola liabilitas jangka pendek, terlihat dari penurunan utang usaha menjadi Rp
7.544miliar pada 30 September 2025 dari Rp 7.787miliar pada 31 Desember 2024 atau turun
sebesar Rp 243 juta atau sebesar 3%, serta hutang lain-lain turun sebesar Rp 842 juta atau sebesar
16% dari Rp 5.420milyar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp 4.578milyar pada 30 September
2025. Pembayaran hutang ini dengan mempertimbangkan kecukupan dana internal Perseroan.
5. Model bisnis perusahaan yang berfokus pada e-commerce untuk UMKM melalui Kioson Cash
Point (KCP) dan kemitraan dengan Kioson Corporate Correspondence (KCC) merupakan inti dari
operasi perusahaan. Agar dijelaskan:
a. Apakah model bisnis berbasis kemitraan ini masih dianggap sebagai pendorong utama
pertumbuhan perusahaan?
Jawaban:
Model bisnus berbasis kemitraan ini tetap menjadi pondasi operasional Perseroan walaupun
terjadi penurunan pendapatan Perseroan.
b. Bagaimana perusahaan memastikan kelangsungan dan efisiensi operasional dari model ini,
mengingat tantangan yang dihadapi dalam pendapatan dan arus kas?
Jawaban:
Perseroan memastikan kelangsungan dan efisiensi operasional dari model ini dengan
melakukan optimalisasi pengelolaan persediaan, pengetatan biaya operasional serta fokus pada
produk dan layanan yang memiliki margin tinggi sehingga dapat meningkatkan profitabilitas
Perseroan.
6. Merujuk pada CALK 9, disebutkan bahwa terdapat biaya ditangguhkan terkait penyesuaian nilai
wajar uang jaminan kepada PT Jaring Logistik Indonesia (JLI) sebesar Rp 62.949.089.873 pada 30
September 2025 dan Rp 59.141.588.982 pada 31 Desember 2024. Agar dijelaskan:
a. Latar belakang pemberian uang jaminan kepada JLI.
Jawaban:
Latar belakang pemberian uang jaminan kepada PT Jaring Logistik Indonesia adalah uang
muka jaminan atas pengelolaan gudang-gudang yang dimiliki oleh PT Jaring Logistik
Indonesia yang dipakai oleh PT Retail Kita Indonesia (Entitas Anak).
b. Latar belakang peningkatan uang jaminan.
Jawaban:
Latar belakang peningkatan uang jaminan adalah reklasifikasi atas biaya ditangguhkan
terhadap uang jaminan.
Page 3
c. Bagaimana transaksi ini dapat meningkatkan profitabilitas dan kinerja Perseroan.
Jawaban:
Manfaat yang diperoleh PT Retail Kita Indonesia atas perjanjian dengan JLI adalah
pengoperasian Digital Distribution Hub milik RKI secara keseluruhan, sehingga RKI dapat
mengendalikan seluruh aktivitas distribusi digital, mulai dari gudang, jaringan mitra, hingga
integrasi dengan UMKM dan brand di Indonesia. Transaksi ini dapat meningkatkan
efisiensi atas biaya distribusi dan gudang penyimpanan. Sesuai dengan perjanjian
kerjasama, RKI akan memberikan profit sharing sebesar 30% kepada JLI dari keuntungan
yang dihasilkan.
7. Merujuk pada CALK 16, disebutkan bahwa penjualan neto Perseroan untuk periode yang berakhir
pada 30 September 2025 tercatat sebesar Rp 8.121.098.783, yang mengalami penurunan signifikan
dibandingkan dengan Rp 91.458.382.523 pada periode yang sama tahun 2024.
Agar dijelaskan:
a. Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk segmen jasa manajemen persediaan.
Jawaban:
Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk segmen jasa manajemen persediaan
adalah model bisnis berbasis layanan fulfillment e-commerce dengan menyediakan gudang,
manajemen stok, packing, pengiriman, hingga retur barang untuk mendukung penjual online.
Fokusnya adalah menciptakan ekosistem multi-channel fulfillment yang efisien bagi pelaku e-
commerce di Indonesia
b. Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk segmen produk digital.
Jawaban:
Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk segmen produk digital adalah
penjualan pulsa elektronik.
c. Latar belakang turunnya penjualan produk digital.
Jawaban:
Latar belakang turunnya penjualan produk digital adalah Penyebab penurunan pendapatan yaitu
berakhirnya beberapa kontrak penyediaan pulsa serta turunnya permintaan pulsa sehingga
menyebabkan omset menurun, selain itu juga terdapat pengaruh eksternal berupa penurunan
tren daya beli masyarakat dan perlambatan makro ekonomi secara global. Selain itu, sekarang
konsumen juga terjadi peralihan perubahan perilaku konsumen, yang saat ini dapat dengan
mudah melakukan pembelian pulsa secara mandiri baik melalui perbankan maupun marketplace
secara online. Selain itu, bertambahnya para pesaing dengan industri sejenis yang dimiliki
perseroan menyebabkan persaingan usaha semakin kompetitif dan mengakibatkan menurunnya
market share yang dikuasai Perseroan.
Page 4
d. Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk segmen bahan makanan.
Jawaban:
Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk segmen bahan makanan adalah
penjualan snack, obat-obatan, minuman, serta bahan pokok lainnya seperti gula, minyak, beras.
e. Latar belakang turunnya penjualan bahan makanan.
Jawaban:
Latar belakang turunnya penjualan bahan makanan adalah melemahnya daya beli masayarakat,
perubahan pola konsumsi masyarakat serta persaingan harga antara offline dan online.
f. Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk PPOB.
Jawaban:
Rincian/deskripsi model bisnis dan revenue drivers untuk PPOB adalah penyediaan akses
pembayaran tagihan seperti tagihan listrik, air maupun top up e wallet.
g. Latar belakang turunnya penjualan PPOB.
Jawaban:
Latar belakang turunnya penjualan PPOB adalah bertambahnya para pesaing dengan industri
sejenis yang dimiliki Perseroan yang menyebabkan persaingan usaha semakin kompetitif dan
mengakibatkan menurunnya market share yang dikuasai Perseroan.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Jaring Logistik Indonesia
p.2 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.