Skip to content
Back to announcement

20260801_KIJA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32116916_lamp1.pdf

Other Text extracted KIJA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
SIARAN PERS
Untuk Segera Dirilis


PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Melaporkan Kinerja Semester Pertama Tahun 2026
Pilar Infrastruktur Tumbuh 15% dan Meningkatkan Kontribusi Pendapatan Berulang Menjadi 57% dari
Total Pendapatan; Rugi Bersih Mencerminkan Biaya Refinancing yang Bersifat Satu Kali, Sementara
Bisnis Operasional Tetap Mencatatkan Laba

Jakarta, 31 Juli 2026 – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (“Jababeka” atau “Perseroan”; IDX: KIJA)
hari ini mengumumkan laporan keuangan konsolidasian untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni
2026 (“1H26”).
Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp2.436,5 miliar pada semester pertama
2026 (1H26), turun 11% dibandingkan Rp2.726,4 miliar pada semester pertama 2025 (1H25), serta
mencatat rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar, dibandingkan laba bersih sebesar Rp627,6 miliar pada
1H25. Rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban non-operasional yang bersifat satu kali
(one-off) terkait refinancing Senior Notes Perseroan menjadi pinjaman bank, yang meliputi rugi selisih
kurs, biaya penghentian instrumen derivatif (lindung nilai/hedging), serta beban amortisasi yang
dipercepat terkait Senior Notes yang jatuh tempo pada tahun 2027. Biaya-biaya tersebut merupakan
konsekuensi dari langkah strategis Perseroan dalam melakukan refinancing atas Senior Notes
berdenominasi Dolar AS menjadi fasilitas pinjaman bank dalam mata uang Rupiah, yang diharapkan
memberikan manfaat keuangan jangka panjang meskipun berdampak sementara terhadap kinerja
keuangan Perseroan periode berjalan.

Refinancing dan pelunasan Senior Notes yang jatuh tempo pada tahun 2027 merupakan langkah
strategis Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan profil keuangannya. Transaksi ini
memperpanjang jatuh tempo utang melalui fasilitas pinjaman baru bertenor 15 tahun, menyelesaikan
refinancing secara proaktif lebih dari 18 bulan sebelum jatuh tempo, memperkuat likuiditas dan
fleksibilitas keuangan, mengurangi risiko nilai tukar melalui penyelarasan mata uang pembiayaan
dengan mata uang pelaporan Perseroan, serta menurunkan risiko refinancing di tengah volatilitas
pasar.

Di luar pos-pos yang bersifat non-berulang tersebut, Perseroan tetap membukukan laba operasional,
sebesar Rp524,0 miliar pada 1H26, dibandingkan Rp822,8 miliar pada 1H25. Penurunan laba operasi
selama semester pertama tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya pengakuan
pendapatan dari penjualan lahan industri akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan di Kendal,
sementara fundamental bisnis Perseroan tetap solid. Pilar Infrastruktur terus menunjukkan
pertumbuhan dengan kenaikan pendapatan sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga
meningkatkan kontribusi pendapatan berulang menjadi 57% dari total pendapatan konsolidasian,
dibandingkan 45% pada 1H25. Hal ini mencerminkan semakin besarnya kontribusi bisnis infrastruktur
dan sumber pendapatan berulang Perseroan terhadap struktur pendapatan yang lebih seimbang dan
tangguh.

Page 2
IKHTISAR KINERJA 1H26 DIBANDINGKAN 1H25
 • Pendapatan konsolidasian: Rp2.436,5 miliar, turun 11% dari Rp2.726,4 miliar.
 • Laba operasional: Rp524,0 miliar, dibandingkan Rp822,8 miliar; tetap positif meskipun pendapatan
   lahan industri yang diakui pada periode ini lebih rendah.
 • Rugi bersih: Rp6,4 miliar, dibandingkan laba bersih Rp627,6 miliar; dipengaruhi biaya refinancing yang
   bersifat satu kali, sementara laba operasional tetap terjaga.
 • Pendapatan Pilar Infrastruktur: Rp1.398,2 miliar, naik 15% dari Rp1.220,6 miliar; kini berkontribusi
   57% terhadap total pendapatan, meningkat dari 45%.
 • Pendapatan Pilar Pengembangan Lahan & Properti: Rp974,9 miliar, turun 32% dari Rp1.442,6 miliar.
 • Laba bruto konsolidasian: Rp840,5 miliar dengan marjin bruto 34%, dibandingkan Rp1.116,5 miliar
   dengan marjin bruto 41% pada 1H25.
 • EBITDA: Rp747,7 miliar, turun 25% dari Rp995,3 miliar.
 • Marketing sales: Rp1.187,6 miliar atau 32% dari target marketing sales Perseroan tahun 2026 sebesar
   Rp3,75 triliun.


PENGEMBANGAN LAHAN & PROPERTI
Pendapatan dari Pilar Pengembangan Lahan & Properti turun 32% menjadi Rp974,9 miliar dari
Rp1.442,6 miliar pada 1H25. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pendapatan penjualan
lahan industri sebesar Rp783,7 miliar, turun 41% dibandingkan tahun sebelumnya, yang terutama
disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan di Kendal. Di sisi lain, penjualan lahan
industri dan bangunan pabrik siap pakai meningkat signifikan menjadi Rp94,3 miliar dari Rp18,3 miliar,
sementara penjualan lahan dan rumah hunian meningkat menjadi Rp33,7 miliar dari Rp22,7 miliar.
Hal ini mencerminkan permintaan yang tetap sehat terhadap properti industri maupun properti
residensial.

INFRASTRUKTUR
Pendapatan dari Pilar Infrastruktur meningkat 15% menjadi Rp1.398,2 miliar pada 1H26 dibandingkan
Rp1.220,6 miliar pada 1H25. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh segmen Listrik, yang
meningkat menjadi Rp921,6 miliar dari Rp849,1 miliar, seiring meningkatnya konsumsi listrik tenant
di Kendal dan Cikarang. Pendapatan dari segmen Jasa dan Pemeliharaan (penyediaan air bersih,
pengolahan air limbah, pengelolaan kawasan, dan layanan lainnya) meningkat 39% menjadi Rp347,2
miliar dari Rp250,2 miliar, terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari tenant di Kendal.
Pendapatan Cikarang Dry Port (CDP) meningkat menjadi Rp129,4 miliar dari Rp121,3 miliar, terutama
didorong oleh kenaikan volume peti kemas yang ditangani sebesar 13% dibandingkan tahun
sebelumnya serta pertumbuhan bisnis logistik pendukung.
Pendapatan berulang yang dihasilkan Pilar Infrastruktur mencapai 57% dari total pendapatan
konsolidasian pada 1H26, meningkat dari 45% pada 1H25.

LEISURE & HOSPITALITY
Pendapatan dari Pilar Leisure & Hospitality relatif stabil sebesar Rp63,4 miliar, didukung oleh
kontribusi yang konsisten dari bisnis golf yang menyumbang sekitar 65% dari total pendapatan pilar

Page 3
ini. Meskipun kontribusinya terhadap total pendapatan Perseroan relatif kecil, stabilitas kinerja pilar
ini mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi sumber pendapatan Perseroan.

PROFITABILITAS
Laba bruto konsolidasian tercatat sebesar Rp840,5 miliar pada 1H26 dibandingkan Rp1.116,5 miliar
pada 1H25, dengan marjin bruto sebesar 34% dibandingkan 41% pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya kontribusi penjualan lahan industri
yang secara umum memiliki marjin lebih tinggi, serta meningkatnya kontribusi Pilar Infrastruktur yang
memberikan pendapatan berulang yang lebih stabil namun dengan marjin yang lebih rendah
dibandingkan penjualan lahan. Selain itu, segmen Listrik juga mencatatkan marjin yang sementara
lebih rendah pada 1H26 akibat faktor operasional yang menurut Perseroan bersifat sementara dan
tidak mencerminkan potensi laba jangka panjang segmen tersebut.
Perseroan membukukan laba operasional sebesar Rp524,0 miliar pada 1H26 dibandingkan Rp822,8
miliar pada 1H25. Penurunan tersebut terutama mencerminkan lebih rendahnya pendapatan lahan
industri akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan di Kendal. Meskipun demikian, Perseroan
tetap membukukan laba operasional yang didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan bisnis
Infrastruktur yang menghasilkan pendapatan berulang. Manajemen tetap optimistis bahwa portofolio
bisnis yang terdiversifikasi serta meningkatnya pendapatan berulang akan terus menjadi fondasi yang
kuat bagi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar pada semester pertama 2026 (1H26). Meskipun
tetap membukukan laba pada tingkat operasional, hasil tersebut dipengaruhi oleh beban non-
operasional yang timbul dari refinancing Senior Notes Perseroan menjadi pinjaman bank, termasuk
rugi selisih kurs sebesar Rp280,7 miliar, kerugian sebesar Rp154,6 miliar atas penghentian instrumen
derivatif (lindung nilai/hedging), serta beban amortisasi yang dipercepat atas penebusan
(redemption) Senior Notes 2027sebesar Rp24,9 miliar. Sebagai perbandingan, pada semester pertama
2025 (1H25) Perseroan mencatat rugi selisih kurs sebesar Rp22,5 miliar dan membukukan laba bersih
sebesar Rp627,6 miliar.
Adjusted EBITDA Perseroan pada 1H26 mencapai Rp747,7 miliar, turun 25% dibandingkan Rp995,3
miliar pada 1H25, terutama mencerminkan penurunan kinerja operasional sebagaimana dijelaskan di
atas.

MARKETING SALES DAN TARGET TAHUN 2026
Marketing sales dari Pilar Pengembangan Lahan & Properti mencapai Rp1.187,6 miliar pada 1H26,
atau setara 32% dari target marketing sales Perseroan tahun 2026. Marketing sales dari Cikarang dan
wilayah lainnya (termasuk joint venture) menyumbang 29%, terutama didorong oleh penjualan lahan
industri seluas 3 hektare kepada perusahaan tekstil Indonesia dan 0,7 hektare kepada perusahaan
importir bahan bangunan asal Tiongkok. Sementara itu, Kendal menyumbang 71% dari total marketing
sales, didukung oleh penjualan lahan seluas 7 hektare kepada produsen baterai serta 9,7 hektare
kepada produsen peralatan rumah tangga asal Indonesia.
Target marketing sales Perseroan untuk tahun 2026 sebesar Rp3,75 triliun, yang terdiri atas Rp1,25
triliun dari Cikarang dan wilayah lainnya—meliputi Rp800 miliar dari penjualan lahan industri dan
bangunan pabrik di Cikarang serta Rp450 miliar dari penjualan properti residensial dan komersial di

Page 4
Cikarang (termasuk joint venture) dan lokasi lainnya—sementara Rp2,5 triliun sisanya diharapkan
berasal dari Kendal.

KOMENTAR MANAJEMEN
“Kinerja kami pada semester pertama mencerminkan semakin besarnya kontribusi bisnis infrastruktur
yang menghasilkan pendapatan berulang, yang kini telah menyumbang lebih dari separuh pendapatan
konsolidasian Perseroan. Meskipun kinerja keuangan pada semester pertama dipengaruhi oleh lebih
rendahnya kontribusi bisnis pengembangan lahan dibandingkan semester pertama tahun lalu yang
sangat kuat, rugi bersih yang dilaporkan terutama disebabkan oleh biaya satu kali yang bersifat non-
operasional berupa rugi selisih kurs dan penghentian instrumen derivatif terkait refinancing Senior
Notes kami. Di luar pos-pos yang tidak berulang tersebut, Jababeka tetap mencatatkan laba pada
tingkat operasional. Kami terus melihat permintaan yang baik terhadap lahan industri baik di Cikarang
maupun Kendal, sembari tetap fokus pada eksekusi yang disiplin di seluruh lini bisnis serta
memperkuat basis pendapatan berulang kami,” ujar Budianto Liman, Wakil Direktur Utama PT
Kawasan Industri Jababeka Tbk.

OUTLOOK
Perseroan terus berupaya mencapai target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp3,75 triliun, di mana
hingga akhir semester pertama telah terealisasi sebesar 32%. Di saat yang sama, Perseroan juga terus
memperbesar kontribusi pendapatan berulang melalui Pilar Infrastruktur. Manajemen meyakini
bahwa permintaan yang berkelanjutan dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal akan terus
mendukung pertumbuhan jangka panjang pendapatan berulang dari utilitas, logistik, dan layanan
pengelolaan kawasan.

PERNYATAAN MENGENAI PROYEKSI KE DEPAN (FORWARD-LOOKING STATEMENTS)
Siaran pers ini memuat pernyataan mengenai proyeksi ke depan (forward-looking statements) yang
mencerminkan pandangan Perseroan saat ini terhadap peristiwa di masa mendatang, termasuk
terkait target marketing sales dan strategi bisnis Perseroan. Pernyataan-pernyataan tersebut
mengandung berbagai risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara
material dari yang diproyeksikan. Perseroan tidak berkewajiban untuk memperbarui pernyataan-
pernyataan tersebut, kecuali sebagaimana diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

TENTANG PT KAWASAN INDUSTRI JABABEKA TBK
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (“Jababeka”) merupakan pengembang kawasan industri dan kota
mandiri terintegrasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: KIJA). Didirikan pada tahun 1989,
Perseroan menjalankan usahanya melalui tiga pilar bisnis, yaitu Pengembangan Lahan & Properti,
Infrastruktur, serta Leisure & Hospitality, dengan kawasan industri di Cikarang, Jawa Barat, dan
Kendal, Jawa Tengah sebagai pusat kegiatan usahanya. Melalui Pilar Infrastruktur, Jababeka
menyediakan berbagai layanan bagi tenant industrinya, meliputi penyediaan tenaga listrik, air bersih,
pengolahan air limbah, pengelolaan kawasan, serta layanan dry port dan logistik. Informasi lebih lanjut
mengenai Perseroan dapat diperoleh melalui www.jababeka.com.

Page 5
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Corporate Secretary                                  Investor Relations
Muljadi Suganda                                      Tim Beekelaar
E: muljadi@jababeka.com                              E: tim_beekelaar@jababeka.com
P: 572 7337 ext 678                                  P: 572 7337 ext 565

Page 6
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Reports First Half 2026 Results
Infrastructure pillar grows 15% and lifts recurring revenue to 57% of total revenue; net loss reflects
one-off refinancing costs as operating business remains profitable

Jakarta, 31 July 2026 – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (“Jababeka” or “the Company”; IDX: KIJA)
today announced its consolidated financial results for the six months ended 30 June 2026 (“1H26”).

The Company recorded consolidated revenue of Rp2,436.5 billion in the first half of 2026 (“1H26”),
down 11% from Rp2,726.4 billion in the first half of 2025 (“1H25”), and reported a net loss of Rp6.4
billion, compared with a net profit of Rp627.6 billion in 1H25. The net loss was primarily attributable
to one-off, non-operating expenses related to the refinancing of the Company’s Senior Notes into
bank loans, including foreign exchange losses, costs associated with the termination of derivative
(hedging) instruments, and accelerated amortization expense related to the Senior Notes due 2027.
These expenses were incurred as a consequence of the Company’s strategic refinancing of its U.S.
dollar-denominated Senior Notes into Rupiah-denominated bank loans, a transaction that is expected
to deliver long-term financial benefits despite its temporary impact on the Company’s financial
performance during the reporting period.

The refinancing and redemption of the Senior Notes due 2027 represent a strategic initiative to
strengthen the Company’s capital structure and long-term financial profile. The transaction extended
the Company’s debt maturity profile through new bank facilities with a 15-year tenor, completed the
refinancing proactively more than 18 months ahead of the original maturity date, strengthened the
Company’s liquidity and financial flexibility, reduced foreign exchange risk by aligning the currency of
its financing with the Company’s reporting currency, and lowered refinancing risk amid continued
market volatility.

Excluding these non-recurring items, the Company remained profitable at the operating level,
recording operating profit of Rp524.0 billion in 1H26, compared with Rp822.8 billion in 1H25. The
decline in operating profit during the first half was primarily attributable to lower recognition of
industrial land sales revenue due to the timing of revenue recognition in Kendal, while the Company’s
business fundamentals remained solid. Meanwhile, the Infrastructure pillar continued to deliver
strong performance, with revenue increasing by 15% year-on-year, raising the contribution of
recurring revenue to 57% of total consolidated revenue, compared with 45% in 1H25. This reflects the
growing contribution of the Company’s infrastructure business and recurring income streams,
resulting in a more balanced and resilient revenue structure.

KEY HIGHLIGHTS — 1H26 VS. 1H25
 • Consolidated revenue: Rp2,436.5 billion, down 11% from Rp2,726.4 billion
 • Operating profit of Rp524.0 billion, versus Rp832.8 billion – remained positive despite lower industrial
   land revenue recognized in the period
 • Net loss of Rp6.4 billion, versus net profit of Rp627.6 billion — driven by one-off refinancing costs;
   operating profit was maintained
 • Infrastructure pillar revenue: Rp1,398.2 billion, up 15% from Rp1,220.6 billion — now 57% of total
   revenue, up from 45%
 • Land Development & Property revenue: Rp974.9 billion, down 32% from Rp1,442.6 billion

Page 7
 • Consolidated gross profit: Rp840.5 billion; gross margin of 34%, versus Rp1,116.5 billion and 41% in
   1H25
 • EBITDA: Rp747.7 billion, down 51% from Rp995.3 billion
 • Marketing sales: Rp1,187.6 billion, or 32% of the Company’s full-year 2026 target of Rp3.75 trillion


LAND DEVELOPMENT & PROPERTY
Revenue from the Land Development & Property pillar declined 32% to Rp974.9 billion, from
Rp1,442.6 billion in 1H25. The decrease was mainly due to industrial land sales revenue of Rp783.7
billion, down 41% year-on-year, primarily attributable to differences in the timing of revenue
recognition in Kendal. Nevertheless, sales of industrial land and standard factory buildings increased
significantly to Rp94.3 billion from Rp18.3 billion, while residential land and housing sales rose to
Rp33.7 billion from Rp22.7 billion, reflecting continued healthy demand for industrial property and
real estate.

INFRASTRUCTURE
Revenue from the Infrastructure pillar increased 15% to Rp1,398.2 billion in 1H26, compared with
Rp1,220.6 billion in 1H25. Growth was partly driven by the Electricity segment, which increased to
Rp921.6 billion from Rp849.1 billion, supported by higher electricity consumption from tenants in
Kendal and Cikarang. Revenue from the Services and Maintenance segment (water supply,
wastewater treatment, estate management, and other services) grew 39% to Rp347.2 billion from
Rp250.2 billion, mainly driven by increased demand from tenants in Kendal. Cikarang Dry Port (CDP)
revenue increased to Rp129.4 billion from Rp121.3 billion, mainly due to a 13% year-on-year increase
in containers handled and growth in supporting logistics businesses.
Recurring revenue generated by the Infrastructure pillar accounted for 57% of total consolidated
revenue in 1H26, up from 45% in 1H25.

LEISURE & HOSPITALITY
Revenue from the Leisure & Hospitality pillar remained relatively stable at Rp63.4 billion, supported
by the consistent contribution from the golf business, which represented approximately 65% of the
pillar’s total revenue. Although this pillar contributes a relatively small share of total revenue, its stable
performance reflects the Company’s continued revenue diversification.

PROFITABILITY
Consolidated gross profit was Rp840.5 billion in 1H26, compared with Rp1,116.5 billion in 1H25;
consolidated gross margin was 34%, compared with 41% in 1H25. The decline was mainly attributable
to the lower contribution from industrial land sales, which generally carry higher margins, and to the
increased contribution from the Infrastructure pillar, which provides more stable recurring revenue
but at lower margins than land sales. The Electricity segment also recorded temporarily lower margins
in 1H26 due to operational factors, which the Company believes are temporary and not reflective of
the segment’s underlying earnings potential.
The Company recorded an operating profit of Rp524.0 billion in 1H26, compared with Rp822.8 billion
in 1H25. The decrease primarily reflected lower industrial land revenue, mainly attributable to

Page 8
differences in the timing of revenue recognition in Kendal. Nevertheless, the Company remained
profitable at the operating level, supported by the continued growth of its recurring Infrastructure
businesses. Management remains confident that its diversified business portfolio and increasing
recurring income will continue to provide a solid foundation for sustainable long-term growth.
The Company recorded a net loss of Rp6.4 billion in 1H26. Despite remaining profitable at the
operating level, the result was affected by non-operating expenses arising from the refinancing of the
Company’s Senior Notes into bank loans, including a foreign exchange loss of Rp280.7 billion, a loss of
Rp154.6 billion on the termination of derivative (hedging) instruments, and accelerated amortization
expense of the Senior Notes due 2027 of Rp24.9 billion. By comparison, the Company recorded a
foreign exchange loss of Rp22.5 billion in 1H25, when it reported a net profit of Rp627.6 billion.
The Company’s Adjusted EBITDA for 1H26 was Rp747.7 billion, down 25% from Rp995.3 billion in
1H25, primarily reflecting the lower operating performance described above.

MARKETING SALES AND FULL-YEAR TARGET
In Land Development & Property marketing sales, the Company achieved Rp1,187.6 billion in 1H26,
representing 32% of its full-year 2026 marketing sales target. Marketing sales from Cikarang and other
areas (including joint ventures) contributed 29%, driven mainly by the sale of 3 hectares of industrial
land to an Indonesian textile company and 0.7 hectares to a Chinese construction materials importer.
Kendal contributed the remaining 71%, supported by the sale of 7 hectares of land to a battery
manufacturer and 9.7 hectares to an Indonesian home appliance manufacturer.
The Company’s full-year 2026 marketing sales target is Rp3.75 trillion, of which Rp1.25 trillion is
expected from Cikarang and other areas — comprising Rp800 billion from industrial land and factory
building sales in Cikarang and Rp450 billion from residential and commercial property sales in Cikarang
(including joint ventures) and other locations — with the remaining Rp2.5 trillion expected from
Kendal.

MANAGEMENT COMMENTARY
“Our first-half results reflect the increasing contribution of Jababeka’s recurring infrastructure
businesses, which now account for more than half of our consolidated revenue. While our financial
performance in the first half was affected by softer contributions from land development compared
with the exceptionally strong first half of last year, the reported net loss was primarily attributable to
one-off, non-operating foreign exchange and derivative-termination costs associated with the
refinancing of our Senior Notes. Excluding these non-recurring items, the Group remained profitable
at the operating level. We continue to see demand for industrial land in both Cikarang and Kendal,
while remaining focused on disciplined execution across our businesses and further strengthening our
recurring income base,” said Budianto Liman, Vice President Director of PT Kawasan Industri Jababeka
Tbk.

OUTLOOK
The Company continues to work toward its full-year 2026 marketing sales target of Rp3.75 trillion, of
which 32% had been achieved as of the end of 1H26, while continuing to grow its recurring revenue
base through its Infrastructure pillar. Management believes that continued industrial tenant demand

Page 9
across the Company's Cikarang and Kendal estates is expected to support the longer-term growth of
recurring utility, logistics, and estate-management revenue.

FORWARD-LOOKING STATEMENTS
This press release contains forward-looking statements that reflect the Company’s current views on
future events, including with respect to marketing sales targets and business strategy. These
statements are subject to risks and uncertainties that could cause actual results to differ materially,
and the Company undertakes no obligation to update them except as required by applicable law or
regulation.

ABOUT PT KAWASAN INDUSTRI JABABEKA TBK
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (“Jababeka”) is an integrated township and industrial estate
developer listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX: KIJA). Founded in 1989, the Company operates
across three business pillars — Land Development & Property, Infrastructure, and Leisure &
Hospitality — anchored by its industrial estates in Cikarang, West Java, and Kendal, Central Java.
Jababeka’s Infrastructure pillar provides electricity, water supply, wastewater treatment, estate
management, and dry port and logistics services to its industrial tenant base. More information is
available at www.jababeka.com.


For more information, please contact:

Corporate Secretary                                              Investor Relations
Muljadi Suganda                                                  Tim Beekelaar
E: muljadi@jababeka.com                                          E: tim_beekelaar@jababeka.com
P: 572 7337 ext 678                                              P: 572 7337 ext 565


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.22 MB
Published1 Aug 2026
Pages9
Characters24,275
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Kawasan Industri Jababeka Tbk p.1 ×20
linked person Budianto Liman p.4 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.4
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.9

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result