Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Paparan Publik Tahunan (Public Expose)
PT Sampoerna Agro Tbk (“Perseroan”)
Tahun Buku 2025
18 Desember 2025
Pertanyaan Jawaban
No. Dari/Instansi Pertanyaan Manajemen Perseroan
Public Expose
1. Indro Lukito – 1. Jelaskan latar belakang Posco akuisisi Dijawab oleh Direktur Utama (Bapak Budi Setiawan Halim)
Investor Retail Sampoerna Agro oleh Posco, apakah
karena kebijakan B40, B50, atau 1. Latar belakang Grup Posco International Corporation
pasar tradisional? (“Posco”) melakukan akuisisi dan menjadi pemegang saham
pengendali baru PT Sampoerna Agro Tbk, (“Perseroan”) tidak
2. Seperti diketahui, China dan India semata-mata didorong oleh kebijakan B40 atau B50 maupun
memiliki demand yang paling tinggi pasar tradisional, melainkan lebih pada strategi penguatan
atas CPO tapi mengapa negara- bisnis Grup Posco secara menyeluruh. Seiring dengan mulai
negara tersebut tidak menanam beroperasinya pabrik penyulingan minyak kelapa
kelapa sawit sendiri? sawit/refinery milik Grup Posco di Balikpapan, Kalimantan
Timur, Grup Posco membutuhkan dukungan untuk
memperkuat dan mengamankan rantai pasok minyak kelapa
sawit yang stabil dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Perseroan yang berada pada sektor
upstream, dinilai memiliki posisi strategis sebagai perusahaan
perkebunan kelapa sawit dengan basis produksi yang kuat.
Sehingga terjadi sinergi antara Perseroan dan AGPA Pte Ltd,
Public Expose PT Sampoerna Agro Tbk 18 Desember 2025
Page 2
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Paparan Publik Tahunan (Public Expose)
PT Sampoerna Agro Tbk (“Perseroan”)
Tahun Buku 2025
18 Desember 2025
Pertanyaan Jawaban
No. Dari/Instansi Pertanyaan Manajemen Perseroan
yang merupakan anak usaha Grup Posco dan pemegang
saham pengendali Perseroan, khususnya dalam integrasi
rantai pasok, optimalisasi operasional, serta penciptaan nilai
tambah dari hulu ke hilir, yang diharapkan dapat memperkuat
daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka
panjang Grup Posco.
2. India dan China memiliki permintaan CPO yang besar,
namun tidak dapat menjadi produsen utama karena
keterbatasan kondisi alam. Kelapa sawit dapat tumbuh
optimal pada wilayah tropis, sementara China dan India
berada di wilayah subtropis. India sendiri memiliki sebagian
kecil wilayah yang cocok untuk ditanami kelapa sawit di
wilayah selatan tapi tentu produktivitasnya tidak akan sebaik
dengan di wilayah tropis. Indonesia yang memiliki
keunggulan iklim tropis, mampu menghasilkan sawit dengan
produktivitas yang lebih tinggi dan optimal. Kondisi ini yang
menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama CPO dunia
pada saat ini.
Public Expose PT Sampoerna Agro Tbk 18 Desember 2025
Page 3
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Paparan Publik Tahunan (Public Expose)
PT Sampoerna Agro Tbk (“Perseroan”)
Tahun Buku 2025
18 Desember 2025
Pertanyaan Jawaban
No. Dari/Instansi Pertanyaan Manajemen Perseroan
2. Max – Investor 1. Apakah terdapat lokasi kebun Dijawab oleh Direktur Utama (Bapak Budi Setiawan Halim) dan
Retail Sampoerna Agro yang terdampak Direktur Keuangan (Bapak Heri Harjanto):
oleh bencana?
2. Bagaimana dengan kontribusi 1. Perseroan turut menyampaikan keprihatinan dan duka cita
biodiesel dan non-biodiesel, mana atas bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan
yang lebih menguntungkan? Sumatera Barat. Namun demikian, lokasi perkebunan
3. Bagaimana proyeksi keuangan per Perseroan berada di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan
Desember 2025? Kalimantan Tengah, sehingga tidak terdampak oleh bencana
4. Penjelasan terkait kenaikan harga dan kegiatan operasional tetap berjalan normal.
saham Sampoerna Agro 2. Pada prinsipnya Perseroan tetap melakukan eksplorasi
potensi-potensi ke bisnis downstream. Namun, dengan
mempertimbangkan jumlah produksi CPO Perseroan yang
saat ini di sekitar 350–400 ribu ton, Perseroan melihat bahwa
produksi CPO Perseroan untuk mendukung aktivitas
downstream hanya dapat memberikan sekitar 60 – 75% untuk
dapat masuk ke aktivitas downstream. Oleh sebab itu, fokus
utama Perseroan saat ini adalah tetap pada bisnis hulu
(upstream) sebagai sumber utama kinerja dan nilai jangka
panjang.
3. Kinerja Perseroan hingga 30 September 2025 menunjukkan
tren yang sangat baik, didukung oleh kenaikan harga jual
rata-rata dan perbaikan volume penjualan. Dengan
Public Expose PT Sampoerna Agro Tbk 18 Desember 2025
Page 4
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Paparan Publik Tahunan (Public Expose)
PT Sampoerna Agro Tbk (“Perseroan”)
Tahun Buku 2025
18 Desember 2025
Pertanyaan Jawaban
No. Dari/Instansi Pertanyaan Manajemen Perseroan
mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, di mana harga
CPO dan PK masih berada pada level yang relatif baik,
meskipun terdapat koreksi harga saat ini, Perseroan
memandang outlook tahun 2025 tetap positif dan diyakini
dapat ditutup dengan kinerja yang solid.
4. Harga saham sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar,
dan Perseroan tidak memiliki kendali langsung atas fluktuasi
harga saham di bursa.
3. Pulina Nityakanti – 1. Berapa target produksi tahun 2025 Dijawab oleh Direktur Utama (Bapak Budi Setiawan Halim):
Kontan dan sudah berapa persen target yang
terlaksana? 1. Target produksi TBS Perseroan pada tahun 2025 sekitar 2–3%
2. Bagaimana Outlook untuk tahun lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, dan kinerja yang
2026? berjalan saat ini dipastikan berada di atas realisasi tahun
3. Dengan Perseroan diakuisisi oleh sebelumnya. Untuk tahun 2026, target produksi yang masih
Posco, kapan pelaksanaan dalam finalisasi budget, dianggarkan akan tumbuh dalam
Mandatory Tender Offer (MTO)? kisaran 3–5%, seiring dengan peningkatan kapasitas dan
produktivitas. Sejalan dengan kenaikan produksi tersebut,
target penjualan juga diproyeksikan meningkat.
2. Hingga 30 September 2025 harga CPO masih berada pada
level yang lebih tinggi, meskipun terjadi koreksi terbatas pada
harga di kuartal keempat 2025. Namun demikian, rata-rata
harga CPO tahun 2025 tetap lebih tinggi dibandingkan tahun
Public Expose PT Sampoerna Agro Tbk 18 Desember 2025
Page 5
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Paparan Publik Tahunan (Public Expose)
PT Sampoerna Agro Tbk (“Perseroan”)
Tahun Buku 2025
18 Desember 2025
Pertanyaan Jawaban
No. Dari/Instansi Pertanyaan Manajemen Perseroan
2024. Dengan adanya komitmen implementasi B40, produksi
yang relatif stabil, serta keseimbangan pasokan dan
permintaan, harga CPO diharapkan akan tetap kuat (strong),
sehingga outlook tahun 2026 dinilai positif.
3. MTO dilaksanakan oleh Posco. Saat ini, proses pelaksanaan
MTO masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK). Setelah persetujuan OJK diperoleh,
Mandatory Tender Offer (MTO) akan segera dilaksanakan
oleh Posco selama satu bulan, sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
4. Annisa Kurniasari Berapa besar target Capex 2025 dan Dijawab oleh Direktur Keuangan (Bapak Heri Harjanto):
Saumi – Bisnis realisasi Capex sampai dengan 30
Indonesia September 2025? Serta berapa target Anggaran Capex 2025 sekitar Rp400 – 500 Miliar, dengan
Capex tahun 2026? realisasi atau alokasi anggaran Capex sebagian besar untuk fixed
asset dengan porsi 60% dan 40% di plantation asset .
Untuk realisasi Capex sampai dengan 30 September
2025sekitar Rp228 miliar, sebesar 58% dipergunakan untuk
belanja fixed asset dan 42% untuk belanja plantation asset .
Budget Capex 2026 masih dalam tahap finalisasi, namun
dianggarkan lebih besar dari tahun ini.
Public Expose PT Sampoerna Agro Tbk 18 Desember 2025
Page 6
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Paparan Publik Tahunan (Public Expose)
PT Sampoerna Agro Tbk (“Perseroan”)
Tahun Buku 2025
18 Desember 2025
Pertanyaan Jawaban
No. Dari/Instansi Pertanyaan Manajemen Perseroan
5. Aurel – Investor Bagaimana dampak dari rencana Dijawab oleh Direktur Utama (Bapak Budi Setiawan Halim):
Retail Pemerintah untuk implementasi B40 dan
wacana B50 pada 2H26? Rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B35 menuju B40
hingga wacana B50 pada paruh kedua 2026 diperkirakan akan
memberikan dampak positif terhadap permintaan dan harga
CPO. Kenaikan mandatori dari B35 hingga B40 berpotensi
mengalihkan tambahan sekitar 1,5–1,7 juta ton permintaan CPO
ke sektor biodiesel, yang akan menopang harga CPO. Sehingga,
Implementasi dari B40 menjadi B50 diperkirakan dapat
menyerap tambahan sekitar 3–4 juta ton CPO untuk kebutuhan
biofuel. Dengan peningkatan serapan domestik tersebut,
permintaan CPO akan semakin solid sehingga harga CPO
diproyeksikan tetap berada pada level yang kuat.
Public Expose PT Sampoerna Agro Tbk 18 Desember 2025
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Grup Posco International Corporation
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.