Skip to content
Back to announcement

20260731_VISI_Laporan Informasi dan Fakta Material_32116671_lamp6.pdf

Financial statement Text extracted VISI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 18

Page 1
                                       PENDAPAT KEWAJARAN
                                                          atas
                        Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap
                                 Berupa Tanah dan Bangunan

                                                          Oleh

                                             PT Satu Visi Putra Tbk

                                            Blok B, Jl Greges Jaya II No. 19.
                                             Kel. Greges, Kec. Asem Rowo,
                                             Surabaya – Jawa Timur 60184




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                             0
                                                                                0

Page 2
                                                                                           22 Juni 2026
 Yth.
 PT Satu Visi Putra Tbk
 Blok B, Jl Greges Jaya II No. 19.
 Kel. Greges, Kec. Asem Rowo,
 Surabaya – Jawa Timur 60184

 File No.           : 00222/2.0131-09/BS/05/0643/1/VI/2026
 Hal                : Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap
                      Berupa Tanah dan Bangunan PT Satu Visi Putra Tbk.

 Dengan hormat.

 Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
 Kewajaran ini adalah Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik
 Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan
 Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik Bisnis
 No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal
 17 Mei 2023. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
 Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
 No. STTD.PPB-47/PM.02/2023 Tanggal 17 Juli 2023.

 Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
 beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar
 Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memiliki Izin
 Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu
 No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto
 Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di Masyarakat Profesi Penilai
 Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda
 Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.

 Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00104/2.0131-09/SVP/KJPPSPR/APP-BS/IV/2026
 tertanggal 09 April 2026 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan (selanjutnya disebut
 “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Satu Visi Putra Tbk (selanjutnya disebut
 “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan aksi korporasi yang
 dilakukan oleh Perseroan dalam rangkaian transaksi jual beli aset berupa penjualan Aset Tetap berupa
 Tanah dan Bangunan dengan total luas tanah ± 13.339 m2 dan Bangunan dengan total luas ± 5.449,25
 m2 yang terletak di 8 lokasi berbeda yang dimiliki oleh Perseroan sebagai penjual dengan pihak ketiga
 yaitu PT Inti Megah Putra sebagai pembeli. Rangkaian Kegiatan Transaksi Jual Beli yang dilakukan oleh
 Perseroan selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                 1
                                                                                                    1

Page 3
 Pihak-pihak yang melakukan transaksi dalam Rangkaian Rencana Transaksi ini adalah PT Satu Visi Putra Tbk
 sebagai penjual, dan PT Inti Megah Putra sebagai pembeli.

 Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah rencana transaksi penjualan aset tetap berupa Tanah
 dan Bangunan dengan total tanah seluas ± 13.339 m 2 dan Bangunan dengan total luas ± 5.449,25 m 2
 yang terletak di 8 lokasi berbeda yang dimiliki oleh Perseroan yaitu PT Satu Visi Putra Tbk sebagai penjual
 dengan pihak ketiga yaitu PT Inti Megah Putra sebagai pembeli.

 Transaksi ini dilakukan dalam rangka memperbaiki struktur keuangan Perseroan dengan menjual tanah dan
 bangunan yang tidak produktif karena bukan bangunan utama produksi Perseroan. Aset Tetap yang akan
 ditransaksikan oleh Perseroan saat ini merupakan aset tetap yang belum dimanfaatkan.

 Maksud dan tujuan Transaksi ini dilakukan dalam rangka adanya kebutuhan atau dalam rangka memperbaiki
 struktur keuangan Perseroan dengan menjual tanah dan bangunan yang bukan merupakan Gudang Utama
 dan melunasi utang pinjaman bank untuk memperkecil biaya depresiasi dan biaya bunga.

 Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
   • Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
   • Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
       pendapat kewajaran yang dilakukan;
   • Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
       dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
       pendukung lain yang terbatas;
   • Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
       mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu
       suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian
       disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki;
   • Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
       penyusunan Pendapat Kewajaran.
   • Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
   • Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
       yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
       manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
   • Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
       keuangan.
   • Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
       bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
   • Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran;
   • Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
       perjanjian yang terkait dengan Transaksi dari Perseroan.

 Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan Laporan Keuangan yang
 digunakan dalam analisis adalah Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Yulianti Sugiarta selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
 (KAP) Hadori Sugiarto Adi & Rekan.

 Aset ini tidak digunakan dalam operasional utama Perseroan. Dalam rangka meningkatkan efisiensi
 pengelolaan aset dan untuk mendukung strategi bisnis yang lebih berkelanjutan, Perseroan memutuskan
 untuk melakukan penjualan Aset Tetap kepada Pihak Ketiga yang tidak terafiliasi.

 Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
 kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
 sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                    2
                                                                                                       2

Page 4
 dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan
 tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi
 dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
 demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
 diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

 Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
 1. Analisis atas Rencana Transaksi
 2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
 3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
 4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

 Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini adalah
 Perseroan dan Pembeli. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang mengandung unsur
 transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
 No. 42/POJK.04/2020, karena Perseroan dan Pembeli tidak memiliki pengurus atau pemegang saham
 yang sama. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan
 karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan
 perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.
 Sehubungan adanya Rencana Transaksi perjanjian yang disepakati para pihak adalah draf perjanjian jual
 beli antara PT Satu Visi Putra Tbk sebagai penjual dengan PT Inti Megah Putra sebagai pembeli
 Dalam transaksi ini juga terdapat manfaat dan risiko yang mungkin akan muncul sehubungan dengan Rencana
 Transaksi, berikut adalah uraiannya:
      1. Manfaat Keuangan
         Meningkatkan Likuiditas (Cash Inflow)
         Meningkatkan Likuiditas (Cash Inflow), dimana Penjualan tanah menghasilkan kas masuk langsung
         tanpa adanya modal tambahan yang bisa digunakan untuk menambah dana Perseroan untuk
         melunasi Utang Pinjaman Bank.
         Rencana Transaksi berdampak pada pelunasan seluruh utang bank Perseroan, yang
         sebelumnya tercatat sebesar Rp74,93 miliar per 31 Desember 2025 menjadi nihil setelah
         dilaksanakannya transaksi. Pelunasan tersebut juga mengakibatkan tidak adanya lagi beban
         bunga pinjaman sebesar Rp7,53 miliar. Manfaat likuiditas yang diperoleh dari Rencana
         Transaksi diharapkan dapat meningkatkan rasio likuiditas Perseroan, antara lain current ratio
         dan quick ratio, sehingga berpotensi memperkuat tingkat kepercayaan kreditor dan investor
         terhadap kondisi keuangan Perseroan.

           Mengurangi Beban Utang dan Risiko Finansial
           Dana hasil penjualan dapat digunakan untuk restrukturisasi utang :
                • Melunasi pinjaman berbunga tinggi
                • Mengurangi beban bunga
           Hal ini berdampak dapat memperbaiki leverage ratio dan menurunkan risiko kebangkrutan

           Meningkatkan Kinerja Laporan Keuangan
           Dengan menjual aset non-produktif:
            • Aset total menurun, tetapi efisiensi aset meningkat (karena yang tersisa lebih produktif).
            • Return on Assets (ROA) bisa meningkat, sebab laba bersih dibandingkan dengan aset
                yang lebih efisien.
           Dalam hal ini terlihat pada rasio Return on Assets Perusahaan pada proforma sebelum transaksi
           sebesar 0,39% dan setelah transaksi 3,51% yang mengindikasikan bahwa penjualan aset ini

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                 3
                                                                                                    3

Page 5
           sangat berpengaruh pada efektivitas aset perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Hal ini
           pun juga berdampak pada kinerja keuangan terlihat lebih sehat di mata investor dan kreditur.

      2. Manfaat Operasional
         Fokus pada aset ini
         Penjualan aset yang tidak digunakan membantu manajemen fokus pada aset yang masih produktif.
         Menurut Perseroan kebutuhan akan gudang penyimpanan dapat dilakukan dengan cara menyewa
         karena lebih sesuai dengan kebutuhan.

           Efisiensi Biaya Pemeliharaan
           Tanah dan bangunan yang tidak efisien menimbulkan biaya pajak, perawatan dan depresiasi tanpa
           manfaat langsung. Menjualnya menghilangkan beban biaya ini.

           Fleksibilitas Operasional
           Kas tambahan memungkinkan perusahaan lebih fleksibel untuk mendanai restrukturisasi operasional
           (seperti efisiensi produksi atau pembenahan SDM).

      3. Manfaat Strategis
         Menarik Investor Baru
         Perusahaan yang menunjukkan langkah proaktif menyehatkan keuangan akan lebih menarik bagi
         investor karena meningkatkan “credit rating” Perseroan karena perbaikan likuiditas, solvabilitas dan
         rentabilitas Perseroan. Dimana Perseroan dengan likuiditas yang lebih baik dan utang yang lebih
         rendah, juga nilai ekuitas dan stabilitas perusahaan cenderung meningkat.

           Meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang
           Perusahaan dengan likuiditas yang lebih baik dan utang yang lebih rendah, mengakibatkan nilai
           ekuitas dan stabilitas perusahaan cenderung meningkat dan juga Perseroan ingin meningkatkan
           dan memperbaiki kompetensi dasar Perseroan.

      4. Analisis Risiko Transaksi Bagi Perseroan
         Berikut adalah risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi:

                •     Dampak Potensi kehilangan peluang masa depan: Jika tanah dan bangunan berpotensi
                      tinggi untuk dikembangkan di masa depan, penjualan cepat bisa mengorbankan nilai jangka
                      panjang. Namun Perseroan jadi memiliki kemampuan finansial untuk dapat mengurangi
                      beban kewajibannya yaitu Utang Bank dan biaya bunga yang dapat membuat Perseroan
                      lebih efektif dan lebih efisien.
                •     Dampak pajak: Penjualan aset tetap dapat menimbulkan pajak penghasilan dari selisih nilai
                      jual dan nilai buku.
                •     Persepsi negatif pasar jika dianggap “menjual aset untuk bertahan hidup,” investor bisa
                      menilai perusahaan sedang dalam kesulitan serius. Namun anggapan ini salah, karena
                      Perseroan secara likuiditas dan solvabilitas menjadi lebih baik.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                       4
                                                                                                          4

Page 6
 Secara kualitatif, PT Satu Visi Putra Tbk bergerak dibidang perdagangan besar karet dan plastik, bahan dan
 barang kimia, produk lainnya yang tidak diklasifikasikan di tempat lain, barang lainnya dari tekstil, berbagai
 macam barang, angkutan bermotor untuk barang umum dan pergudangan serta penyimpanan.

 Transaksi ini dilakukan dalam rangka reorganisasi/restrukturisasi dan/atau pengelompokan aset yang dimiliki
 dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga akan memaksimalkan aset sesuai dengan fungsinya. Aset Tetap
 yang dimiliki oleh Perseroan saat ini merupakan aset non-produktif.

 Industri bahan advertising dan printing di Indonesia sepanjang tahun 2025 menghadapi dinamika yang
 cukup kompleks, seiring dengan perubahan pola promosi pelaku usaha, digitalisasi pemasaran, serta
 penyesuaian anggaran belanja iklan dari berbagai sektor usaha. Di tengah meningkatnya penggunaan
 media digital, kebutuhan terhadap media promosi fisik seperti banner, display, papan informasi, material
 dekoratif, dan media cetak luar ruang tetap memiliki peran penting, khususnya untuk kegiatan promosi
 ritel, pameran, event, kampanye produk, serta komunikasi visual di ruang publik.

 PT Satu Visi Putra Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan besar bahan
 advertising dan printing, antara lain banner, display, tinta, dan PVC Board. Produk-produk tersebut
 digunakan oleh pelaku usaha percetakan digital, perusahaan advertising, penyelenggara event, pelaku
 usaha ritel, serta berbagai sektor komersial yang membutuhkan media promosi visual. Dengan demikian,
 perkembangan usaha Perseroan sangat dipengaruhi oleh aktivitas industri percetakan digital, belanja
 promosi, kegiatan pameran, pertumbuhan UMKM, serta kebutuhan perusahaan terhadap media
 komunikasi visual.

 Sepanjang tahun 2025, industri percetakan digital masih menunjukkan prospek yang relevan meskipun
 menghadapi tekanan dari pergeseran promosi ke kanal digital. Banyak pelaku usaha tetap membutuhkan
 media promosi fisik karena efektivitasnya dalam menjangkau konsumen secara langsung, terutama pada
 lokasi usaha, pusat perbelanjaan, pameran, kegiatan komunitas, dan area publik. Banner dan display
 masih menjadi pilihan utama karena memiliki biaya relatif terjangkau, mudah diproduksi, fleksibel dari sisi
 ukuran dan desain, serta dapat digunakan untuk kebutuhan promosi jangka pendek maupun menengah.

 Namun demikian, industri ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Persaingan harga di antara pelaku
 usaha percetakan dan distributor bahan baku semakin ketat, terutama akibat banyaknya produk
 substitusi dan tekanan dari barang impor. Ketergantungan terhadap bahan baku impor juga
 menyebabkan pelaku usaha rentan terhadap fluktuasi nilai tukar, biaya logistik, kebijakan perdagangan
 internasional, serta perubahan harga bahan baku global. Kondisi tersebut dapat memengaruhi struktur
 biaya dan margin keuntungan perusahaan yang bergerak dalam distribusi bahan advertising dan printing.

 Di sisi permintaan, perubahan perilaku konsumen dan pelaku usaha mendorong kebutuhan terhadap
 produk yang lebih variatif, berkualitas, dan cepat tersedia. Pelanggan industri percetakan digital tidak
 hanya membutuhkan harga yang kompetitif, tetapi juga menuntut konsistensi kualitas bahan, ketahanan
 warna, daya tahan terhadap cuaca, serta ketersediaan stok yang stabil. Hal ini mendorong distributor
 bahan printing untuk memperkuat manajemen persediaan, memperluas jaringan distribusi, serta menjaga
 hubungan dengan pemasok utama agar dapat memenuhi kebutuhan pasar secara tepat waktu.

 Digitalisasi turut memberikan pengaruh signifikan terhadap rantai nilai industri advertising dan printing.
 Perkembangan teknologi mesin cetak digital membuat proses produksi menjadi lebih cepat, efisien, dan
 mampu melayani pesanan dalam jumlah kecil maupun besar. Bagi pelaku usaha bahan baku seperti PT
 Satu Visi Putra Tbk, tren ini menciptakan peluang karena semakin banyak percetakan digital yang
 membutuhkan pasokan bahan berkualitas, seperti banner, tinta, display, dan PVC Board untuk
 mendukung kebutuhan produksi pelanggan akhir.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                       5
                                                                                                          5

Page 7
 Berikut analisis operasional dan prospek perusahaan atas transaksi penjualan tanah tersebut:
1. Analisis Operasional
a) Optimalisasi Aset Perusahaan
   Penjualan aset adalah untuk optimalisasi beberapa gudang yang kurang produktif dan memakan biaya
   perbaikan berkala yang cukup besar. Dimana Perseroan akan memenuhi kebutuhan akan gudang
   penyimpanan dengan cara menyewa, hal ini lebih murah dibandingkan biaya penyusutan dan biaya
   perawatan.
b) Efisiensi Biaya Operasional
   Pelunasan utang bank akan mengakibatkan tiadanya pembayaran biaya bunga bank. Berkurangnya
   biaya diharapkan pengeluaran Perseroan atas biaya operasional lebih produktif sehingga berdampak
   pada peningkatan rasio likuiditas dan rasio solvabilitas Perseroan lebih baik sehingga profit Perseroan
   dan arus kas operasional menjadi lebih sehat.
c) Meningkatkan Likuiditas Operasional
   Dana tunai dari penjualan tanah dapat digunakan untuk:
      • menutupi kebutuhan kas jangka pendek (seperti gaji, bahan baku, atau utilitas),
      • membiayai program efisiensi atau investasi kecil yang langsung berdampak pada kinerja
           operasi.
   Dampak: stabilitas kegiatan operasional meningkat dan ketergantungan pada pinjaman jangka
   pendek berkurang.
     Fokus utama adalah membayar utang jangka pendek atau bunga pinjaman, memperkecil biaya
     perawatan, pajak dan depresiasi pada bangunan. Hal ini sejalan dengan rencana manajemen.
     Dampak: memperkuat laba perusahaan melalui efisiensi pada biaya-biaya yang diakibatkan oleh
     kepemilikan bangunan.
2. Analisis Prospek Perusahaan
a) Perbaikan Struktur Keuangan Meningkatkan Daya Saing
   Fokus Utama penjualan aset adalah untuk melunasi utang bank, sehingga penurunan aset tetap juga
   akan menurunkan liabilitas Perseroan. Sehingga secara rasio likuiditas dan rasio solvabilitas
   perusahaan yang lebih sehat, perusahaan memiliki:
       • ruang manuver lebih luas untuk melakukan ekspansi atau inovasi,
       • kemampuan lebih baik untuk mendapatkan pembiayaan baru dari investor atau bank.
   Dampak: prospek keberlanjutan (going concern) meningkat.
b) Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan
   Restrukturisasi yang ditopang oleh hasil penjualan aset non-produktif menunjukkan manajemen
   proaktif dan rasional, bukan reaktif, Juga adanya komitmen untuk memperbaiki kinerja dan
   transparansi keuangan.
   Dampak: memperbaiki persepsi pasar, meningkatkan kepercayaan investor, kreditur, dan mitra bisnis.
c) Risiko terhadap Prospek
   Meski banyak manfaat, ada beberapa risiko prospektif yang perlu diperhatikan:
       • Kehilangan potensi masa depan: jika tanah dan bangunan tersebut di lokasi strategis, nilai jual
           bisa melonjak di masa depan.
       • Ketergantungan pada aset yang tersisa: jika tidak diimbangi investasi baru, kapasitas ekspansi
           perusahaan bisa terbatas.
       • Sinyal negatif jangka pendek: pasar bisa menafsirkan penjualan aset sebagai tanda tekanan
           keuangan, terutama jika dilakukan tergesa-gesa.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                  6
                                                                                                     6

Page 8
     Pertimbangan penjualan tanah dan bangunan tetap dilaksanakan karena :
         • Perseroan dihadapkan kepada restrukturisasi utangnya dan tidak bisa memenuhi kebutuhan
             belanja modal untuk mempertahankan daya saing yang semakin menurun jika tidak menjual
             tanah tersebut.
         • Penurunan dari biaya tetap perusahaan karena berkurangnya biaya depresiasi, pajak dan
             bunga bank.
     Mitigasi: pastikan komunikasi publik yang jelas — bahwa penjualan dilakukan dalam rangka efisiensi
     dan optimalisasi aset, bukan darurat keuangan

     Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi Secara Kualitatif

     Analisis Kualitatif Rencana Penjualan Tanah yang Belum Diolah

          A. Keuntungan (Manfaat) Kualitatif
          1. Optimalisasi Aset Perusahaan
             Penjualan aset adalah untuk optimalisasi beberapa gudang yang kurang produktif dan jika ada
             kebutuhan akan gudang penyimpanan, maka Perseroan akan melakukan dengan cara
             menyewa. Nilai sewa ini lebih efisien dibandingkan dengan biaya penyusutan dan perawatan
             atas aset gudang sebelumnya dimana Perseroan akan melakukannya berdasarkan
             kebutuhan.

          2. Efisiensi Biaya
             Perseroan akan dapat mengurangi biaya operasional yang cukup besar antara lain:
                • Biaya Bunga sebesar Rp 7,53 milyar per tahun
                • Biaya Penyusutan sebesar Rp 2,43 milyar per tahun
                • Biaya Perawatan sebesar Rp 0,35 milyar per tahun
                • Biaya Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 35,45 juta per tahun
             Namun Perseroan juga akan ada penambahan biaya operasional:
                • Biaya Sewa Gudang sebesar Rp 1,35 milyar per tahun
             Sehingga secara bersih transaksi ini masih lebih besar keuntungannya, membuktikan keputusan
             Perseroan terkait transaksi ini adalah keputusan yang proaktif dan bukan keputusan yang reaktif.

          3. Meningkatkan Likuiditas dan Stabilitas Keuangan
             • Perusahaan menjadi lebih likuid dan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.
             • Memberikan ruang gerak lebih luas dalam proses restrukturisasi keuangan atau investasi
                  produktif.
              Makna kualitatif: menunjukkan kemampuan perusahaan mengelola aset secara bijak dan adaptif
              terhadap tekanan keuangan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                      7
                                                                                                         7

Page 9
          B. Kerugian (Risiko) Kualitatif
          1. Kehilangan Potensi Nilai Aset di Masa Depan
             Jika tanah tersebut berada di lokasi strategis atau wilayah berkembang, penjualan saat ini dapat
             mengorbankan potensi keuntungan besar di masa depan.
             Makna kualitatif: keputusan jangka pendek yang memperkuat keuangan saat ini bisa melemahkan
             peluang pertumbuhan jangka panjang.

          2. Ketergantungan pada pihak ketiga atas sewa gudang
             Perseroan akan kehilangan posisi tawar jika pihak ketiga menaikkan harga gudang sewa secara
             tidak wajar
             Makna kualitatif: memperbesar biaya perusahaan yang mengakibatkan penurunan laba.

          3. Jika penjualan dilakukan dalam situasi tekanan keuangan, publik atau investor bisa menafsirkan
             bahwa:
              • perusahaan sedang kesulitan keuangan, atau
              • menjual aset untuk bertahan hidup.
             Makna kualitatif: bisa menurunkan kepercayaan sementara dan memengaruhi harga saham atau
             reputasi bisnis.

          4. Dampak terhadap Struktur Aset dan Neraca
             Menjual tanah dan bangunan mengurangi total aset perusahaan.
             Secara kualitatif, ini bisa mempersempit ruang ekspansi dan mengurangi aset jaminan di masa
             depan.
             Makna kualitatif: menurunkan kapasitas perusahaan untuk menarik pembiayaan berbasis aset.

          5. Risiko Penggunaan Dana yang Tidak Produktif
             Jika hasil penjualan tidak diarahkan ke kegiatan yang produktif (misalnya hanya untuk menutup
             defisit sementara), maka manfaat jangka panjang akan hilang.
             Makna kualitatif: menunjukkan kelemahan dalam perencanaan strategis dan tata kelola keuangan.

 Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena
 memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-
 undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan. Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
 Rp75.000.000.000 sedangkan jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31
 Desember 2025 adalah sebesar Rp 181.963.831.052 atau sebesar 41,22% dari ekuitas Perseroan, dengan
 demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
 Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020.

 Secara kuantitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam transaksi ini adalah Perseroan
 dengan Pembeli. Rencana Transaksi ini merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi material
 sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena nilai
 transaksi lebih dari 20% ekuitas perusahaan.

 Secara Laporan Posisi Keuangan historis Perseroan Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset
 Lancar secara historis memiliki porsi 56,81% - 76,87% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 38,94%.
 Aset Tidak Lancar secara historis memiliki porsi 23,13% - 43,19% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD
 38,94%. Secara keseluruhan historis aset Perusahaan mengalami rata-rata kenaikan 28,43%.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                     8
                                                                                                        8

Page 10
 Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Lancar dan Liabilitas Tidak Lancar. Liabilitas Jangka Pendek secara
 historis memiliki porsi 31,23% - 55,32% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 32,14%. Liabilitas Jangka
 Panjang secara historis memiliki porsi 0,10% - 5,08% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 435,60%.

 Ekuitas dalam akun saldo laba secara historis memiliki porsi 43,83% - 63,68% dengan tren penurunan historis
 rata-rata YTD 31,33%. Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami kenaikan
 rata-rata sebesar 28,43%.

 Secara Laba Rugi Historis Perseroan, Perusahaan membukukan Pendapatan secara tren kenaikan historis
 rata-rata 15,67%. Beban Pokok Pendapatan 86,66% dari pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-
 rata YTD 16,04%. EBITDA 8,00% dari pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-rata YTD 21,04%.

 EBIT 7,10% dari pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-rata 18,87%. Beban Pendanaan (1,96%)
 dari pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-rata YTD 7,22%. EBT 4,17% dari pendapatan dan
 secara tren kenaikan historis rata-rata YTD 17,92%. EAT 3,17% dari pendapatan dan secara tren kenaikan
 historis rata-rata YTD 14,63%.

 Secara Laporan Arus Kas Perseroan, Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional sebagian besar berupa
 penerimaan kas dari pelanggan, pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran kas kepada direksi dan
 karyawan, dan pembayaran bunga. Arus kas Perusahaan dari aktivitas investasi sebagian besar merupakan
 penjualan aset tetap dan perolehan aset tetap. Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan sebagian besar
 berupa penerimaan utang pihak bank dan pembayaran utang bank. Saldo kas akhir tahun Perusahaan berkisar
 antara (18,09) Miliar – 14,47 Miliar Rupiah per tahun.

 Secara Rasio Keuangan Historis Perseroan, dari segi Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang
 bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka
 pendeknya. Secara umum semakin tinggi rasio ini berarti semakin aman Perseroan.

 Rasio Aktivitas Perseroan menunjukkan pada 31 Desember 2025 rasio lancar adalah 1,73 menurun jika
 dibandingkan pada 31 Desember 2024 yang sebesar 2,15, sedangkan rasio cepat pada 31 Desember 2025
 adalah sebesar 1,05 menurun jika dibandingkan pada 31 Desember 2024 sebesar 1,27.

 Rasio Solvabilitas Perseroan menunjukkan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024, 2023,
 2022, 2021, dan 2020 Debt to Equity ratio atau rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas adalah 0,60 , 0,57 , 1,28
 , 0,77 , 0,75 sedangkan Debt to Assets Ratio atau rasio jumlah liabilitas terhadap total aset adalah 0,38 , 0,36
 , 0,56 , 0,44 , 0,43.

 Rasio profitabilitas Perseroan menunjukkan Rata – rata Return on Assets pada tahun historis Perusahaan
 sebesar 5,90% dan rata – rata Return on Equity pada tahun historis perusahaan sebesar 11,47%.

 Pada sisi perbandingan Laporan Posisi Keuangan, aset lancar akan mengalami peningkatan, utamanya
 karena adanya kas masuk dari penjualan aset pada tahun 2026. Sedangkan aset tidak lancar akan mengalami
 penurunan yang signifikan dikarenakan penjualan aset tetap tersebut.

 Pada sisi liabilitas lancar, Rencana Transaksi akan menurunkan jumlah liabilitas lancar pada tahun proyeksi
 dikarenakan adanya pembayaran liabilitas jangka pendek di tahun 2026 sehingga liabilitasnya turun dari 68,70
 Miliar sebelum transaksi menjadi 13,17 Miliar setelah transaksi.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                          9
                                                                                                             9

Page 11
 Pada sisi Ekuitas, pada tahun 2026 pasca-transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan. Kenaikan tersebut
 utamanya dipicu oleh perolehan margin laba bersih yang lebih optimal jika dibandingkan dengan skenario
 sebelum dilaksanakannya transaksi.

 Pada sisi perbandingan Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, Rencana
 Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laba bruto Perseroan. Hal ini disebabkan objek yang
 ditransaksikan bukan merupakan gudang utama yang digunakan dalam kegiatan produksi, sehingga tidak
 berkontribusi secara langsung terhadap pendapatan utama Perseroan.

 Rencana dari transaksi ini akan menghemat beban penyusutan sebagai dampak dari penjualan aset tetap,
 yaitu sebesar Rp2.434.669.755. dan penghematan beban keuangan berupa bunga pinjaman sehubungan
 dengan pelunasan utang bank sebesar Rp7.532.157.030.

 Pada sisi perbandingan Laporan Arus Kas, arus kas dari aktivitas operasi tidak mengalami perubahan karena
 penjualan aset tidak berpengaruh terhadap aktivitas operasi Perseroan. Pada sisi arus kas aktivitas investasi,
 terdapat peningkatan arus kas masuk pada tahun 2026 setelah transaksi dilakukan sebesar
 Rp75.354.278.793. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya penerimaan kas dari penjualan aset tetap
 Perseroan dalam Rencana Transaksi.

 Pada sisi arus kas aktivitas pendanaan, terdapat perubahan yang signifikan setelah transaksi dilakukan. Pada
 tahun 2026, arus kas aktivitas pendanaan setelah transaksi tercatat lebih rendah dibandingkan sebelum
 transaksi, yaitu dari sebesar negatif Rp5.857.652.444 menjadi negatif Rp73.058.455.555. Penurunan tersebut
 terutama disebabkan oleh adanya penggunaan dana hasil transaksi untuk pembayaran kewajiban atau
 pelunasan utang Perseroan.

 Pada sisi perbandingan rasio keuangan, rasio lancar perusahaan mengalami peningkatan utamanya
 diakibatkan adanya penurunan utang bank atas pelunasan utang dari penjualan aset dan juga peningkatan
 arus kas bersih yang masuk ke Perseroan di tahun-tahun proyeksi.

 Rasio perputaran aset tetap meningkat pada tahun-tahun proyeksi dikarenakan penjualan aset tetap dan
 peningkatan pendapatan bersih Perseroan di tahun-tahun proyeksi.

 Debt Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio mengalami penurunan karena adanya penurunan pada utang bank
 yang disebabkan oleh pelunasan utang dari penjualan aset sehingga rasio-rasio tersebut mengalami perbaikan
 di tahun-tahun proyeksi.

 Net Profit Margin mengalami peningkatan pada tahun-tahun proyeksi karena adanya penurunan pada biaya-
 biaya Perseroan terutama beban depresiasi dan beban pendanaan (bunga).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                     10
                                                                                                          10

Page 12
                                                       2026               2027               2028               2029               2030
                                                     Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
                           Analisis Inkremental
             Cash
             Sebelum Transaksi                        107.590.546      3.646.292.963      7.293.934.911     11.133.489.716     15.166.690.934
             Setelah Transaksi                     10.836.333.907     19.124.271.293     27.494.864.312     36.030.438.729     44.732.054.815
             Selisih                               10.728.743.360     15.477.978.330     20.200.929.401     24.896.949.014     29.565.363.881
             Selisih %                                      9972%               424%               277%               224%               195%

             Aset Tetap
             Sebelum Transaksi                    103.657.794.469     98.552.502.203     93.447.209.937     88.341.917.671     83.236.625.405
             Setelah Transaksi                     30.739.372.930     28.068.750.419     25.398.127.908     22.727.505.397     20.056.882.886
             Selisih                              (72.918.421.539)   (70.483.751.784)   (68.049.082.029)   (65.614.412.274)   (63.179.742.519)
             Selisih %                                    -70,35%            -71,52%            -72,82%            -74,27%            -75,90%

             Liabilitas Jangka Pendek
             Sebelum Transaksi                     68.704.924.786     68.503.876.626     68.322.802.227     68.145.638.091     67.972.462.424
             Setelah Transaksi                     13.170.428.050     13.345.975.035     13.541.488.176     13.740.911.581     13.944.323.453
             Selisih                              (55.534.496.736)   (55.157.901.591)   (54.781.314.051)   (54.404.726.511)   (54.028.138.971)
             Selisih %                                    -80,83%            -80,52%            -80,18%            -79,84%            -79,49%

             Liabilitas Jangka Panjang
             Sebelum Transaksi                     12.656.369.112     12.572.200.674     12.488.033.936     12.403.867.198     12.319.700.460
             Setelah Transaksi                        990.062.738        990.062.738        990.062.738        990.062.738        990.062.738
             Selisih                              (11.666.306.374)   (11.582.137.936)   (11.497.971.198)   (11.413.804.460)   (11.329.637.722)
             Selisih %                                    -92,18%            -92,12%            -92,07%            -92,02%            -91,96%

             Ekuitas
             Sebelum Transaksi                    182.732.589.784    184.116.174.750    185.741.335.558    187.610.850.360    189.727.501.536
             Setelah Transaksi                    187.742.527.217    195.849.253.325    204.171.280.681    212.710.730.572    221.469.712.092
             Selisih                                5.009.937.433     11.733.078.575     18.429.945.123     25.099.880.212     31.742.210.556
             Selisih %                                      2,74%              6,37%              9,92%             13,38%             16,73%

             Laba Bruto
             Sebelum Transaksi                     40.508.930.375     41.810.831.589     42.647.048.221     43.499.989.185     44.369.988.969
             Setelah Transaksi                     40.508.930.375     41.810.831.589     42.647.048.221     43.499.989.185     44.369.988.969
             Selisih                                            -                  -                  -                  -                  -
             Selisih %                                      0,00%              0,00%              0,00%              0,00%              0,00%

             EBITDA
             Sebelum Transaksi                     19.962.432.296     20.750.671.058     21.060.383.676     21.373.658.027     21.690.499.532
             Setelah Transaksi                     18.647.881.013     19.403.255.993     19.679.283.234     19.958.030.074     20.239.480.880
             Selisih                               (1.314.551.283)    (1.347.415.065)    (1.381.100.442)    (1.415.627.953)    (1.451.018.652)
             Selisih %                                     -6,59%             -6,49%             -6,56%             -6,62%             -6,69%

             Depresiasi
             Sebelum Transaksi                     (5.105.292.266)    (5.105.292.266)    (5.105.292.266)    (5.105.292.266)    (5.105.292.266)
             Setelah Transaksi                     (2.670.622.511)    (2.670.622.511)    (2.670.622.511)    (2.670.622.511)    (2.670.622.511)
             Selisih                               (2.434.669.755)    (2.434.669.755)    (2.434.669.755)    (2.434.669.755)    (2.434.669.755)
             Selisih %                                     47,69%             47,69%             47,69%             47,69%             47,69%

             EBIT
             Sebelum Transaksi                     14.857.140.030     15.645.378.792     15.955.091.410     16.268.365.761     16.585.207.266
             Setelah Transaksi                     15.977.258.502     16.732.633.482     17.008.660.723     17.287.407.563     17.568.858.369
             Selisih                                1.120.118.472      1.087.254.690      1.053.569.313      1.019.041.802        983.651.103
             Selisih %                                      7,54%              6,95%              6,60%              6,26%              5,93%

             Beban Pendanaan
             Sebelum Transaksi                     (7.718.549.837)    (7.718.549.837)    (7.718.549.837)    (7.718.549.837)    (7.718.549.837)
             Setelah Transaksi                       (186.392.807)      (186.392.807)      (186.392.807)      (186.392.807)      (186.392.807)
             Selisih                               (7.532.157.030)    (7.532.157.030)    (7.532.157.030)    (7.532.157.030)    (7.532.157.030)
             Selisih %                                     97,59%             97,59%             97,59%             97,59%             97,59%

             EBT
             Sebelum Transaksi                        985.588.118      1.773.826.880      2.083.539.498      2.396.813.849      2.713.655.354
             Setelah Transaksi                      7.408.584.827     10.393.238.600     10.669.265.841     10.948.012.681     11.229.463.487
             Selisih                                6.422.996.709      8.619.411.720      8.585.726.343      8.551.198.832      8.515.808.133
             Selisih %                                    651,69%            485,92%            412,07%            356,77%            313,81%

             EAT
             Sebelum Transaksi                        768.758.732      1.383.584.966      1.625.160.809      1.869.514.802      2.116.651.176
             Setelah Transaksi                      5.778.696.165      8.106.726.108      8.322.027.356      8.539.449.891      8.758.981.520
             Selisih                                5.009.937.433      6.723.141.142      6.696.866.548      6.669.935.089      6.642.330.344
             Selisih %                                     86,70%             82,93%             80,47%             78,11%             75,83%




 Dari segi analisis inkremental (Incremental) menunjukkan bahwa Rencana Transaksi ini akan memberikan
 perbaikan kepada variabel-variabel yang dianalisa terutama pada variabel EBIT dan EBT Perseroan
 dikarenakan hasil penjualan terhadap transaksi ini akan menurunkan biaya depresiasi dan beban pendanaan
 Perseroan seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas.

 Dari sisi aset tetap, Perseroan mendapatkan kerugian dari penjualan aset tetap dikarenakan aset yang akan
 ditransaksikan merupakan aset non-produktif yang tidak berkontribusi pada pendapatan utama Perseroan.
 Laba yang didapatkan dari penjualan aset tetap sebesar Rp 75.000.000.000 dan setelah dikurangi dengan

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                                                           11
                                                                                                                                                 11

Page 13
 nilai buku dari aset tetap yang ditransaksikan sebesar Rp70.894.015.793 dan sebagian dari Aset dalam
 penyelesaian (CIP) yang dicatatkan Rp18.420.071.892 yang dinilai dengan nilai pasar sebesar
 Rp4.460.263.000 dan menghasilkan rugi bersih sebesar Rp(354.278.793) setelah dikurangi dengan nilai buku
 aset tetap dan nilai pasar aset dalam penyelesaian.

 Walaupun mengalami kerugian dalam penjualan aset tetap, Perseroan mengalami kenaikan laba pada
 proyeksi setelah transaksi yang diakibatkan dari penurunan biaya-biaya Perseroan yang signifikan khususnya
 Beban Depresiasi sebesar Rp(2.434.669.755) dan Beban Pendanaan sebesar Rp(7.532.157.030).

 Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas
 Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan
 rencana atas Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
 Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
 internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
 mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
 dengan memperhatikan alternatif lain.

 Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp75.000.000.000 sedangkan jumlah ekuitas Perseroan
 berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp181.963.831.052
 dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud
 dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena nilai transaksi lebih dari 20%
 ekuitas Perseroan. Secara umum, manfaat dari Transaksi ini dilakukan dalam rangka adanya kebutuhan
 atau dalam rangka memperbaiki struktur keuangan Perseroan dengan menjual tanah dan bangunan yang
 tidak produktif.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                 12
                                                                                                      12

Page 14
 Berdasarkan Laporan Penilaian yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo
 dan Rekan dengan Nomor: 00864/2.0131-03/PI/05/0656/0/VI/2026 tanggal 15 Juni 2026, Nilai Pasar dari objek
 transaksi adalah senilai Rp74.327.000.000 dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan dan Metode Arus
 Kas Terdiskonto dengan Teknik Analisis Pengembangan Tanah. Rincian nilai sebagai berikut:

             No. 1                          Uraian                 Luas (m²)           (Rp.)
                     Lokasi :
                     Kawasan Marunda Center Blok Q2 No. 26
                     Kelurahan Segara Makmur
                     Kecamatan Taruma Jaya
                     Kabupaten Bekasi
                     Provinsi Jawa Barat 17211
                     SHGB No 1103

           PENDEKATAN BIAYA (A)
               I  Tanah                                                600,0 m²      4.764.000.000
              II  Bangunan                                             450,0 m²      1.317.897.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                    6.081.897.000
                                               Pembulatan                            6.082.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Marunda                                     6.003.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                    BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                            40%             2.432.800.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                            60%             3.601.800.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                   100%            6.034.600.000
             No. 2                          Uraian                 Luas (m²)           (Rp.)
                     Lokasi :
                     Jalan Greges Jaya II Blok B-19
                     Kelurahan Tambak Sarioso
                     Kecamatan Asemrowo
                     Kota Surabaya
                     Provinsi Jawa Timur 60183
                     SHGB No 606

           PENDEKATAN BIAYA (A)
                I Tanah                                                345,0 m²      2.860.050.000
               II Bangunan                                             345,0 m²        290.766.000
              III Sarana Pelengkap                                           Ls         71.015.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                    3.221.831.000
                                               Pembulatan                            3.222.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                                 3.440.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                    BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                            40%             1.288.800.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                            60%             2.064.000.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                   100%            3.352.800.000



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                13
                                                                                                      13

Page 15
             No. 3                          Uraian                Luas (m²)          (Rp.)
                     Lokasi :
                     Jalan Greges Jaya II Blok B-20
                     Kelurahan Tambak Sarioso
                     Kecamatan Asemrowo
                     Kota Surabaya
                     Provinsi Jawa Timur 60183
                     SHGB No 607

           PENDEKATAN BIAYA (A)
                I Tanah                                               345,0 m²    2.860.050.000
               II Bangunan                                            345,0 m²      292.940.000
              III Sarana Pelengkap                                          Ls       12.409.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                 3.165.399.000
                                               Pembulatan                         3.165.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                             3.440.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                  BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                          40%             1.266.000.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                          60%             2.064.000.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                 100%            3.330.000.000
             No. 4                          Uraian                Luas (m²)          (Rp.)
                     Lokasi :
                     Jalan Greges Jaya II C-05, RT 001 / RW 001
                     Kelurahan Tambak Sarioso
                     Kecamatan Asem Rowo
                     Kota Surabaya
                     Provinsi Jawa Timur 60183
                     SHGB No 608

           PENDEKATAN BIAYA (A)
                I Tanah                                               418,0 m²    3.469.400.000
               II Bangunan                                            345,0 m²      269.353.000
              III Sarana Pelengkap                                          Ls       17.454.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                 3.756.207.000
                                               Pembulatan                         3.756.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                             3.440.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                  BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                          40%             1.502.400.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                          60%             2.064.000.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                 100%            3.566.400.000




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                             14
                                                                                                   14

Page 16
             No. 5                          Uraian                        Luas (m²)          (Rp.)
                     Lokasi :
                     Jalan Greges Jaya II C-06, RT 001 / RW 001
                     Kelurahan Tambak Sarioso
                     Kecamatan Asem Rowo
                     Kota Surabaya
                     Provinsi Jawa Timur 60183
                     SHGB No 622

           PENDEKATAN BIAYA (A)
                I Tanah                                                       420,0 m²    3.486.000.000
               II Bangunan                                                    345,0 m²      273.942.000
              III Sarana Pelengkap                                                  Ls       19.257.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                         3.779.199.000
                                               Pembulatan                                 3.779.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                                     3.440.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                          BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                                  40%             1.511.600.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                                  60%             2.064.000.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                         100%            3.575.600.000
             No. 6                          Uraian                        Luas (m²)          (Rp.)
                     Lokasi :
                     Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Jalan
                     Kelurahan Romokalisari
                     Kecamatan Benowo
                     Kota Surabaya
                     Provinsi Jawa Timur 60192
                     SHGB No 558, SHGB No 559 dan SHGB No 1128

           PENDEKATAN BIAYA (A)
              I   Tanah
                  1. SHGB 558                                                 4.050 m²
                  2. SHGB 559                                                 3.860 m²
                  3. SHGB 1128                                                  140 m²
                                                            Total Tanah       8.050 m²   33.029.150.000
                II   Bangunan                                              1.278,75 m²    4.066.665.000
               III   Sarana Pelengkap                                               LS      393.598.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                        37.489.413.000
                                               Pembulatan                                37.489.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Bumi Maspion                                   34.476.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                          BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                                  40%            14.995.600.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                                  60%            20.685.600.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                         100%           35.681.200.000




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                     15
                                                                                                           15

Page 17
             No. 7                          Uraian                  Luas (m²)          (Rp.)
                     Lokasi :
                     Legundi Business Park Blok I-03
                     Desa Banjaran
                     Kecamatan Driyorejo
                     Kabupaten Gresik
                     Provinsi Jawa Timur 61177
                     SHGB NO 276

           PENDEKATAN BIAYA (A)
                I Tanah                                                   544 m²    2.743.936.000
               II Bangunan                                              723,0 m²    1.825.193.000
              III Sarana Pelengkap                                            LS       85.108.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                   4.654.237.000
                                               Pembulatan                           4.654.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Legundi                                   5.162.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                    BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                            40%             1.861.600.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                            60%             3.097.200.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                   100%            4.958.800.000
             No. 8                          Uraian                  Luas (m²)          (Rp.)
                     Lokasi :
                     Jalan Banjardowo Tengah
                     Kelurahan Banjardowo
                     Kecamatan Genuk
                     Kota Semarang
                     Provinsi Jawa Tengah 50117
                     SHGB No 103

           PENDEKATAN BIAYA (A)
                I Tanah                                                 2.617 m²    8.523.569.000
               II Bangunan                                            1.617,5 m²    5.340.919.000
              III Sarana Pelengkap                                            LS      463.800.000


                     Total Nilai Pendekatan Biaya                                  14.328.288.000
                                               Pembulatan                          14.328.000.000

           PENDEKATAN PASAR (B)
                  Pendekatan Pasar Gudang Banjardowo                               13.494.000.000

                              REKONSILIASI NILAI                    BOBOT          NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                            40%             5.731.200.000
               2     Pendekatan Pasar (B)                            60%             8.096.400.000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                   100%           13.827.600.000

                                   TOTAL NILAI PASAR REKONSILIASI                  74.327.000.000




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                               16
                                                                                                     16

Page 18
 Berdasarkan peraturan No.35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di
 Pasar Modal, suatu transaksi dikategorikan wajar apabila transaksi tersebut berada pada kisaran batas atas
 dan batas bawah sebesar 7,5% dari Nilai Pasar. Perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan batas atas
 dan batas bawah disajikan sebagai berikut:
                                     Keterangan               Nilai Pasar (Rp)
                           Nilai Pasar                         74.327.000.000
                           Batas Atas                          79.901.525.000
                           Batas Bawah                         68.752.475.000
                           Nilai Transaksi                      75.000.000.000

Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah nilai Rangkaian Rencana Transaksi penjualan ini dimana
batas atas 7,5% adalah Rp79.901.525.000 sedangkan batas bawah 7,5% adalah Rp68.752.475.000 sedangkan
nilai Rencana Transaksi adalah Rp75.000.000.000, dapat disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih
berada pada batas wajar.
Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kewajaran dari Rangkaian Rencana
Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rangkaian Rencana Transaksi yang akan
dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apa pun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerja sama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN
Public Appraisers and Consultants




Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Penilai Properti & Bisnis Izin Men. Keu.
No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643
STTD.PPB-47/PM.02/2023
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Satu Visi Putra Tbk                                                 17
                                                                                                      17


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.86 MB
Published31 Jul 2026
Pages18
Characters60,920
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Satu Visi Putra Tbk p.1 ×83
linked org PT Inti Megah Putra p.2 ×7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo p.2 ×2
unresolved org Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2 ×3
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP SPR p.2
unresolved — Yulianti Sugiarta · Akuntan Publik p.3
unresolved org Hadori Sugiarto Adi & Rekan p.3
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.14
unresolved org KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN p.18
unresolved person Consultants Ginanjar Rizki Tarekat p.18
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert) · Partner p.18 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result