Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
Page 2
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
HASIL PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE) TAHUNAN 2025
PT CASHLEZ WORLDWIDE INDONESIA TBK
I. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari, tanggal : Senin, 15 Desember 2025
Waktu : 15.00 WIB – selesai
Tempat : Gedung Atria @Sudirman Lantai 23, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A, Karet
Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10220
Media : Via Aplikasi Zoom (Meeting ID: 838 5123 5908, Passcode: 691104)
Link akses
https://us02web.zoom.us/j/83851235908?pwd=zP5bTrESHqbJy3FZb5avjMNd
zh4l3Z.1
II. Daftar Kehadiran
Dihadiri oleh Direksi PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (“Perseroan”) sebagai berikut:
Direksi:
1. Willy Chandry : Presiden Direktur
2. Oktavianus : Direktur
III. Pokok Bahasan
Pokok-pokok bahasan yang telah disampaikan dalam Paparan Publik adalah:
• Profil Perusahaan
• Kinerja Keuangan Semester 1 2025
• Potensi Pertumbuhan: Keberlanjutan Bisnis melalui Transformasi yang Menyeluruh
IV. Daftar Pertanyaan dan Jawaban
Pertanyaan diajukan secara langsung dari peserta dan dijawab langsung oleh Direksi Perseroan
sebagai berikut:
1. Media : industry.co.id
Nama : Kormen
Pertanyaan : 1. Bagaimana prospek bisnis 2026 dan apa saja transformasi
bisnis yang dilakukan?
2. Apakah perusahaan turut melakukan edukasi kepada
pengguna baru terkait keamanan transaksi digital?
Jawaban : 1. Perseroan menyambut tahun 2026 dengan optimis melalui
fondasi yang kuat maupun tren industri fintech yang terus
berkembang dan perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional
yang positif. Dengan target memperluas pangsa pasar dan
memperkuat teknologi, perusahaan telah menyiapkan
sejumlah rencana strategis untuk memanfaatkan momentum
pertumbuhan yang diprediksi akan terjadi. Jika melihat
transaksi digital, pertumbuhan terus terjadi terutama
transaksi-transaksi QRIS, dimana dalam kurun year-on-year
pertumbuhan sudah lebih dari double digit dan sudah
Page 3
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
mengalahkan transaksi kartu kredit. Apalagi kalau kita melihat
transaksi kartu debit yang cenderung menurun. Jadi, jika kita
melihat tren yang sudah terjadi dan menyesuaikan dengan
industri kita sebenarnya ini sudah align. Menanggapi
tantangan tersebut, cashUP telah merancang beberapa
rencana yang mencakup diversifikasi kegiatan usaha. Rencana
strategis ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan
tapi juga memperkuat efisiensi dan daya saing perusahaan di
tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan arah
perkembangan tersebut, kami menempatkan diri sebagai
penyedia solusi pembayaran yang fokus pada keamanan,
inovasi dan kolaborasi, sehingga dapat memberikan
pengalaman transaksi yang aman, terukur, dan sesuai dengan
kebutuhan masa depan. Kami percaya dan yakin bahwa
strategi ini akan memungkinkan Perseroan untuk
memaksimalkan potensi laba di kuartal-kuartal mendatang.
Perseroan tetap optimis dan berkomitmen untuk memberikan
nilai tambah kepada pemegang saham dan para pemangku
kepentingan lainnya. Kedepan, cashUP akan terus beradaptasi
sesuai dengan perkembangan pasar dan regulasi guna
menjadi mitra solusi yang trusted dan reliable untuk partner
kami.
2. Ya, tentu cashUP aktif dalam melakukan edukasi, karena kami
bergerak di bidang payment, saya rasa keyword-nya itu adalah
keamanan dalam bertransaksi. Keamanan dan kenyamanan
ini harus di-balancing dengan cara berpartisipasi aktif
melakukan edukasi kepada pengguna solusi-solusi
pembayaran kami melalui media sosial. Edukasi yang
diberikan mulai dari berhati-hati dalam transaksi yang fraud
hingga mencurigakan. Kami juga mempunyai beberapa solusi
unggulan seperti soundbox yang align seiring dengan transaksi
QRIS semakin besar, bertumbuh eksponensial, namun juga
dibarengi dengan resiko. Apabila diperhatikan, transaksi-
transaksi QRIS itu banyak yang disalahgunakan oleh
pengguna. Banyak sekali kasus dimana transaksi yang belum
terbayar namun berpura-pura seolah sudah terbayar, tentu
hal itu sangat merugikan merchant kami. Untuk mengatasi hal
tersebut, CASH membawa solusi agar dapat melindungi
kepentingan merchant-merchant kami sehingga transaksi
yang terjadi bersifat genuine, asli dan benar sudah berhasil,
Page 4
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
serta diterima oleh merchant kami. Jadi, itu positioning yang
diambil oleh cashUP saat ini.
2. Media : indonewstoday.com
Nama : Ahmad Fauzi
Pertanyaan : Bagaimana Perseroan melihat teknologi AI dan bagaimana
tantangan pemanfaatan AI yang dilakukan oleh Perseroan dalam
mengantisipasi transaksi yang tidak wajar?
Jawaban : Ya, tentu kami memanfaatkan teknologi machine learning dan
juga AI-based behavioural analysis untuk mendeteksi pola
transaksi yang tidak wajar secara otomatis dan real-time. Kami
memanfaatkan machine learning untuk melakukan deteksi di
transaksi tidak wajar melalui analisis pola abnormal pada data
transaksi real-time seperti cash out dan transfer yang beresiko
tinggi. Algoritma yang kami gunakan seperti random forest
dengan akurasi kurang lebih 99%, XGBoost 98,9% dan decision
tree 97%. Diterapkan untuk mengklasifikasikan transaksi
mencurigakan dengan memproses feature mulai dari sisi volume
transaksi, frekuensi dan juga lokasi.
Perusahaan juga menerapkan pendekatan Cross Industry
Standard Procedure for Data Mining atau CRISP-DM yang
mencakup pra-pemrosesan data, undersampling untuk data yang
tidak seimbang dan feature engineering guna meningkatkan
akurasi dari deteksi fraud secara otomatis. Model AI ini
memungkinkan identifikasi secara cepat terhadap aktivitas yang
mencurigakan. Mengurangi kerugian dari fraud dengan
membandingkan pola historis terhadap transaksi yang baru.
Pendekatan ini lebih unggul dari pada metode tradisional karena
adaptif terhadap pola fraud yang berevolusi. Meskipun
menghadapi keterbatasan seperti data sintetis untuk privasi dan
resiko overfitting. Pendekatan ini juga didukung oleh regulasi dan
standard keamanan yang tinggi seperti PCI-DSS yang sudah diikuti
dan di comply oleh perusahaan untuk menjamin perlindungan
data dan transaksi terhadap pelanggan dan merchant-merchant
kami.
3 Media : TVRINews.com
Nama : Asep Sulaeman
Pertanyaan : Bagaimana strategi perusahaan untuk menghadapi semakin
ketatnya persaingan di industri pembayaran digital?
Jawaban : Tentu tantangan itu selalu ada, tinggal bagaimana kita mengubah
tantangan itu menjadi strategi dan serangkaian peluang untuk
kami. Beberapa strategi yang kami lakukan tentunya dengan
membentuk kemitraan strategis seperti kerja sama dengan
beberapa Switching seperti Jalin Pembayaran Nusantara untuk
meningkatkan layanan QRIS kami dalam rangka memperluas akses
Page 5
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
pembayaran digital. Selain itu, kami juga melakukan kemitraan
dengan PT Arranet Indonesia Sejahtera, yang memungkinkan
penjangkauan pasar mass-market yang lebih luas lagi dengan
jaringan ribuan agent banking untuk meningkatkan efisiensi
transaksi dan inovasi produk baru kami. Perseroan berpartisipasi
aktif dalam mendukung event-event bergengsi sebagai penyedia
layanan pembayaran. Tak hanya itu, perusahaan juga berfokus
pada pengembangan solusi integrasi seperti payment gateway
dengan dukungan kartu, QRIS dan juga payment link yang kami
sebut dengan CashlezLink untuk e-commerce dan virtual account,
dilengkapi juga dengan fitur POS serta backoffice reporting real-
time kami untuk memantau transaksi merchant. Kami juga
melakukan rebranding menjadi cashUP pada bulan Agustus 2025
untuk memperkuat fokus inovasi, menjawab tantangan industri
dengan platform multi-acquiring bank dalam satu aplikasi yang
telah membantu lebih dari 28.000 pelaku usaha di Indonesia.
4 Media : Investor Publik
Nama : Goei Siauw Hong
Pertanyaan : 1. Dalam 2 tahun terakhir, apa driver utama arus kas operasional
yang masih negatif, dan pada titik apa (volume transaksi,
MDR, atau efisiensi biaya) CASH bisa mencapai cash-flow
breakeven tanpa tambahan pendanaan eksternal?
2. Di tengah dominasi pemain besar seperti GoTo, OVO dan bank
digital, segmen merchant mana yang secara sadar dipilih oleh
Cashlez sebagai core focus, dan apa keunggulan struktur
(bukan promosi atau pricing sementara) yang membuat
merchant tersebut dapat bertahan. Lalu mitigasi resiko yang
dipersiapkan oleh Perseroan dalam 2 sampai 3 tahun seperti
apa?
Jawaban : 1. Ini pertanyaan yang menarik, kalau dilihat sebenarnya apa sih
yang mendorong sampai negatif. Nah, simple-nya begini,
kalau di industri payment, otomatis salah satu metrix-nya itu
adalah berapa banyak volume transaksi yang diproses oleh
fintech seperti kami. Jika ditarik mundur ke belakang memang
terjadi down-trend ya sejak dua tahun terakhir. Bahkan, kalau
kita tarik mundur agak jauh itu dari Januari 2023, itu trennya
menurun, volume per bulan itu menurun, our lowest point
terjadi di Februari 2025. Setelah itu transaksi yang terjadi
adalah mulai rebround ke atas, itu yang kami pertahankan
hingga dengan saat ini. Jadi, memang terjadi usage yang
seperti itu. Terdapat banyak faktor salah satunya eksternal,
Page 6
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
seperti kompetitor. Kalau di industri payment ini kan kami
tidak sendirian, tapi juga perbankan juga dalam industri
payment. Faktor internal juga berpengaruh, mulai dari people,
management dan system yang ada dalam perusahaan.
Dengan begitu dapat dikatakan saat ini perusahaan
mengalami transformasi menyeluruh. Hal ini sebenarnya tidak
hanya mengenai perubahan nama, tetapi juga memberi
makna bahwa down-trend yang selama ini terjadi harus
berubah menjadi up-trend, sehingga namanya berubah
menjadi cashUP.
Nah, yang telah dilakukan tentunya people, dimana banyak
sekali pergantian pemain, termasuk perubahan struktur
manajemen. Secara menyeluruh bisnis model pun sudah kami
lakukan perubahan, khususnya upgrade sistem karena industri
payment digital berpengaruh sangat dominan. Kalau
transaksinya sering bermasalah, sering error, otomatis mitra
kami akan kehilangan kepercayaan. Nah, itu hal-hal yang kami
antisipasi dan hindari. Jadi, kalau dilihat selama ini menurun
karena memang volume transaksinya saat itu sedang
mengalami penurunan. Perseroan saat ini we are picking up,
sedang menuju ke atas dengan serangkaian strategi dan
inisiatif yang telah dipaparkan.
2. Ya betul, kami sadari bahwa CASH memiliki keunggulan dari
perusahaan yang tadi disebutkan. Dimana keunggulan yang
menjadi DNA cashUP adalah kami bisa memproses transaksi
pembayaran kartu. Pada presentasi, saya sempat sebutkan
kami mempunyai solusi namanya cashlez. Boleh dibilang EDC
kami ini lebih lengkap dibanding yang disediakan oleh bank
dalam hal untuk penerimaan transaksi digital. Jadi, di dalam
EDC kami, dalam device-nya saat ini bisa memproses transaksi
selain kartu debit, GPN, Visa, Mastercard, JCB, UnionPay,
Amex, Alipay, WeChatpay, Kredivo, Indodana, ShopeePay,
sehingga cukup lengkap. Nah, itu adalah product proposition
yang kami bawa di sini. Terlepas dari contactless, kalau QRIS
itu sudah pasti ya.
Dari sisi product-nya, dapat dilihat brand lain typically
biasanya hanya bisa memproses transaksi QRIS. Melihat hal
tersebut, kami berusaha mengisi gap dimana berfokus pada
Page 7
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
merchant yang masih menerima transaksi kartu. Nah, untuk
mencari merchant itu kami cukup selective, dimana kami tidak
lagi directly mengakuisisi semua merchant melainkan lebih
banyak melakukan kolaborasi. Tadi saya sempat mention kita
punya beberapa partner dari bank, POS, PG dan sebagainya
yang dilakukan adalah kolaborasi. Kalau tadi Bapak/Ibu
perhatikan, beberapa bank yang disebutkan tidak mempunyai
solusi acquiring tapi mereka mempunyai nasabah, padahal
salah satu goal-nya bank adalah mendapatkan CASA dengan
pihak ketiga. Untuk mendapatkan CASA, kalau kita merujuk
pada transaction banking ya, end-to-end solution, salah
satunya adalah acceptance EDC untuk bisa menerima
payment karena kalau sudah ada EDC berarti bank tersebut
settlement bank-nya akan masuk ke bank tersebut. Nah, itulah
solusi yang dibawa oleh cashUP saat ini, karena kami sebagai
payment aggregator, bisa melakukan settlement ke rekening
bank mana saja.
Jadi, misalkan Bank A mereferensikan nasabahnya atau
menjadi merchant cashUP, maka dana settlement kami bisa
mengembalikan ke Bank A tersebut. Dengan begitu,
kolaborasi cashUP dengan Bank A itu jadi simbiosis
mutualisme. Contoh lainnya dengan yang kami lakukan
dengan payment gateway seperti Doku, Xendit, Midtrans,
Prismalink dan sebagainya. Perseroan tentu tidak
berkompetisi head-to-head dengan mereka melainkan
bersinergi dan kolaborasi. Jadi, dalam hal tertentu biasanya,
merchant saat ini kan beroperasinya omni-channel offline dan
online. Di saat online, merchant menggunakan solusi dari
payment gateway partner-nya kami, namun seringkali
merchant juga ingin beroperasi secara offline, misalnya
dengan membuka booth pameran. Nah, dalam kondisi seperti
ini tidak bisa dilayani oleh payment gateway tersebut karena
lisensinya untuk memproses pembayaran secara online. Di
sinilah cashUP hadir sebagai partner yang dapat diandalkan
karena menyediakan solusi untuk memproses payment secara
offline. Jadi, kami tidak sacrifice our pricing, kami tidak
burning, tetapi kami masih bisa melakukan sharing revenue
dengan partner-partner tersebut. Nah, itu beberapa hal yang
kami lakukan untuk menghindari akuisisi direct ke merchant-
merchant yang kurang berkualitas.
Page 8
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
Lain halnya dengan merchant-merchant yang small, kita
mempunyai solusi berupa soundbox yang hadir khusus untuk
UMKM. Jadi, solusi yang saat ini kami bangun sesuai dengan
target segmennya. Adapun EDC lebih menyasar pada middle
up merchant sedangkan cashMove merupakan solusi yang
baru untuk menambah revenue para merchant kecil kami
karena bisa melayani transaksi financial lainnya. Dengan
begitu, merchant akan mendapatkan komisi atas transaksi
yang dilakukan. Dengan begitu, kedepannya Perseroan
berupaya untuk melengkapi ekosistem digital yang ada.
Page 9
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
Page 10
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
Page 11
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Gedung Atria @Sudirman Lantai 23,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A
Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10220
DAFTAR HADIR MEDIA ACARA PUBLIC EXPOSE
PT CASHLEZ WORLDWIDE INDONESIA TBK
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari, tanggal : Senin, 15 Desember 2025
Waktu : 15.00 WIB – selesai
Tempat : Gedung Atria @Sudirman Lantai 23, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 33A, Karet
Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10220
Media : Via Aplikasi Zoom (Meeting ID: 838 5123 5908, Passcode: 691104)
Link akses
https://us02web.zoom.us/j/83851235908?pwd=zP5bTrESHqbJy3FZb5avjMNd
zh4l3Z.1
No. Nama Instansi
1 Ahmad Fauzi indonewstoday.com
2 Andry Rusman Bisnis Trust
3 Asep Sulaeman TVRINews.com
4 Chelsea Kontan
5 Dudung Elshinta
6 Ilham Radar Jakarta
7 Iwan tribunpasundan.com
8 Iwan BI RRI
9 Kormen industry.co.id
10 Syam Suara Karya
No. Nama Instansi
1 Goei Siauw Hong investor
2 William investor
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Arranet Indonesia Sejahtera
p.5
unresolved
person
Ahmad Fauzi
p.11
unresolved
—
Andry Rusman
p.11
unresolved
—
Chelsea
p.11
unresolved
—
Dudung
p.11
unresolved
—
Iwan BI
p.11
unresolved
—
Kormen
p.11
unresolved
—
Syam
p.11
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.