Back to announcement
20251211_PIGN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32012683_lamp1.pdf
Other Text extracted PIGNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Nomor : HM.03.02/11/12/1/HLIV/SKPR/PLND-25 Jakarta, 11 Desember 2025
Lampiran : 1
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa Efek
Indonesia terkait Dampak Bencana Banjir dan Tanah
Longsor di Wilayah Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan
Sumatera Barat
Kepada Yth. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan
Bursa Efek Indonesia
di
Jalan Jenderal Sudirman Jakarta
1. Menunjuk surat dari Bursa Efek Indonesia tanggal 9 Desember 2025 perihal Permintaan Penjelasan terkait
dampak bencana banjir dan tanah longsor pada sejumlah wilayah operasional Perseroan dan entitas dalam
grup.
2. Tersebut butir 1 (satu) di atas, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ("Pelindo") telah melakukan konsolidasi data
dengan seluruh Regional, Subholding, dan Unit Kerja terkait. Penjelasan lengkap atas seluruh pertanyaan dari
Bursa Efek Indonesia, mencakup kondisi fasilitas terdampak, status operasional, dampak keuangan, langkah
penanganan, serta informasi material lainnya, tercantum dalam lampiran.
3. Demikian kami sampaikan. Sesuai dengan ketentuan pelaporan insidental sebagaimana diatur dalam
Peraturan Bursa Nomor I-E, atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.
DIREKSI PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO)
DIREKTORAT UTAMA
GROUP HEAD SEKRETARIAT PERUSAHAAN
Pelaksana Harian
DEPARTMENT HEAD HUBUNGAN LEMBAGA DAN INVESTOR
ARYA ADHIGUNA SAYOGYO
NIP. 105065
Tembusan Yth. : Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
Pelindo Tower Jl. Yos Sudarso No.9, Kec. Koja, Jakarta Utara 14230, Indonesia IND/HLIV/15/2025
T +62-21 4301080 | E kantorpusat@pelindo.co.id www.pelindo.co.id
Page 2
TANGGAPAN ATAS PERMINTAAN PENJELASAN BURSA EFEK I NDONESIA
TERKAIT DAMPAK BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR
DI WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA, ACEH DAN SUMATERA BARAT
1. Apakah Perseroan atau entitas dalam grup usaha memiliki fasilitas produksi atau operasional yang
berada di kota dan kabupaten yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor? Jika ya, agar dapat
dijelaskan:
a. Jenis fasilitas produksi dan operasional yang terdampak bencana banjir atau tanah longsor
Fasilitas Perseroan yang terdampak merupakan sejumlah pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat layanan
kepelabuhanan, mencakup dermaga multipurpose, terminal petikemas, terminal curah cair dan curah
kering, lapangan penumpukan (CY), gudang penyimpanan, fasil itas pelayanan kapal, serta area
perkantoran operasional.
Pelabuhan yang terdampak meliputi Belawan, Malahayati, Lhokseumawe, Kuala Langsa, Sibolga,
Gunungsitoli. Gangguan yang terjadi bervariasi berupa ketidakstabilan utilitas (listrik dan internet),
kerusakan gudang, terputusnya akses darat, keterbatasan logist ik, dan hambatan layanan bongkar muat
tertentu.
Sedangkan untuk wilayah Sumatera Barat dimana Pelabuhan Teluk Bayur dan Muara Padang berada, dari
sejak bencana banjir dan tanah longsor, Pelabuhan tersebut beroperasi dengan normal 24/7 sampai
dengan saat ini.
b. Detail lokasi, jenis kegiatan, status kepemilikan atau pengelolaan fasilitas tersebut, serta nominal dan
persentase pendapatan yang produksinya melibatkan fasilitas tersebut
REGIONAL 1 – SUMATERA UTARA & ACEH
1. Pelabuhan Belawan
Lokasi: Kota Medan, Sumatera Utara
Jenis Kegiatan:
● Terminal petikemas domestik dan internasional
● Terminal multipurpose (general cargo, curah cair, curah kering)
● Layanan kapal dan pelayanan barang
● Lapangan penumpukan (CY) untuk impor dan domestik
Status Kepemilikan/Pengelolaan : Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
melalui unit operasional Regional 1.
Kontribusi terhadap Pendapatan: Pelabuhan Belawan merupakan salah satu penyumbang pendapatan
terbesar Perseroan untuk wilayah barat Indonesia. Kontribusinya berasal dari layanan bongka/muat
petikemas, layanan kapal, dan multipurpose.
2. Pelabuhan Malahayati
Lokasi: Kabupaten Aceh Besar, Aceh
Jenis Kegiatan:
● Terminal multipurpose
● Layanan general cargo dan curah
● Pelayanan kapal dan kegiatan logistik bantuan
Status Kepemilikan/Pengelolaan: Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
melalui unit operasional Regional 1.
Kontribusi Pendapatan: Kontributor pendapatan melalui layanan multipurpose dan pelayanan kapal.
Secara strategis menjadi salah satu distribusi logistik di wilayah Aceh.
3. Pelabuhan Lhokseumawe
Lokasi: Kota Lhokseumawe, Aceh
Jenis Kegiatan:
● Terminal multipurpose
● General cargo, curah kering, curah cair, dan pelayanan kapal
● Titik distribusi bantuan pada masa bencana
Status Kepemilikan/Pengelolaan: Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
IND/HLIV/15/2025
melalui unit operasional Regional 1.
Kontribusi Pendapatan: Memberikan kontribusi pendapatan dari layanan multipurpose dan curah.
Page 3
4. Pelabuhan Kuala Langsa
Lokasi: Kota Langsa, Aceh
Jenis Kegiatan:
● Terminal multipurpose
● Gudang penyimpanan (termasuk Gudang 01 yang terdampak)
● Pelayanan kapal dan kegiatan bongkar muat barang umum
Status Kepemilikan/Pengelolaan: Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
melalui unit operasional Regional 1.
Kontribusi Pendapatan: Kontribusi berasal dari kegiatan general cargo dan curah.
5. Pelabuhan Sibolga
Lokasi: Kota Sibolga, Sumatera Utara
Jenis Kegiatan:
● Bongkar muat general cargo dan kebutuhan pokok
● Pelayanan kapal dan logistik bantuan
● Berfungsi sebagai pintu distribusi menuju Kepulauan Nias
Status Kepemilikan/Pengelolaan: Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
melalui unit operasional Regional 1.
Kontribusi Pendapatan: Memiliki kontribusi strategis pada distribusi logistik wilayah barat Sumatera Utara.
6. Pelabuhan Gunungsitoli
Lokasi: Kota Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara
Jenis Kegiatan:
● Bongkar muat barang kebutuhan pokok dan semen
● Pelayanan kapal inter - island
● Terminal multipurpose skala lokal
Status Kepemilikan/Pengelolaan: Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
melalui unit operasional Regional 1.
Kontribusi Pendapatan: Salah satu k ontribusi berasal dari layanan barang umum Ro - Ro.
B. REGIONAL 2 – SUMATERA BARAT
7. Pelabuhan Teluk Bayur
Lokasi: Kota Padang, Sumatera Barat
Jenis Kegiatan:
● Terminal petikemas domestik
● Curah cair, curah kering, dan general cargo
● Pelayanan kapal dan logistik multipurpose
● Operasional terminal berjalan normal selama bencana
Status Kepemilikan/Pengelolaan: Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
melalui unit operasional Regional 2.
Kontribusi Pendapatan: Merupakan pelabuhan utama sebagai pintu gerbang logistik di pantai barat
Sumatera.
8. Pelabuhan Muaro Padang
Lokasi: Kota Padang, Sumatera Barat
Jenis Kegiatan:
● Terminal multipurpose
● Pelayanan kapal dan kegiatan bongkar muat skala lokal
● Tidak terdampak dan beroperasi normal
Status Kepemilikan/Pengelolaan: Dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
melalui unit operasional Regional 2.
Kontribusi Pendapatan: Kontribusi berasal dari kegiatan bongkar muat barang dan penumpang ke Pulau -
Pulau terluar (Mentawai dan Nias).
IND/HLIV/15/2025
Page 4
2. Dampak terhadap Strategi Pasokan dan Logistik Perseroan
Bencana banjir dan longsor berdampak signifikan terhadap rantai pasok logistik untuk wilayah barat dan
utara Sumatera, khususnya Sibolga dan Gunungsitoli yang terisolasi karena akses darat terputus total.
Dampak yang terjadi mencakup terhambatnya suplai BB M, kenaikan harga kebutuhan pokok,
keterlambatan logistik industri, serta terhambatnya distribusi barang dari pusat komoditas seperti Kota
Medan.
Untuk menjaga keberlanjutan operasional, Perseroan melakukan langkah - langkah strategis sebagai
berikut:
1. Mengalihkan distribusi bantuan dan logistik melalui pelabuhan yang beroperasi penuh, seperti
Teluk Bayur, Malahayati dan Lhokseumawe.
2. Menyediakan utilitas darurat seperti komunikasi satelit dan genset untuk mendukung operasional
pada pelabuhan yang mengalami blackout.
3. Mengoptimalkan jalur laut untuk suplai logistik ke wilayah yang terisolasi.
4. Berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penyediaan akses dan pendistribusian bantuan.
Dengan langkah - langkah tersebut, layanan kepelabuhanan tetap dapat beroperasi meskipun terdapat
keterbatasan pada wilayah tertentu.
3. Dampak terhadap Aspek Keuangan dan Hukum
Evaluasi sementara menunjukkan bahwa dampak keuangan yang timbul bersifat terbatas dan tidak material
terhadap kinerja Perseroan. Biaya pemulihan meliputi pembersihan fasilitas, penggunaan peralatan
darurat, dukungan logistik kepada pegawai terdampak, sert a potensi perbaikan infrastruktur non - kritikal.
Hingga penjelasan ini disampaikan , Perseroan tidak menerima laporan adanya tuntutan, klaim hukum, atau
perselisihan pihak ketiga terkait gangguan operasional yang disebabkan oleh bencana yang terjadi.
4. Langkah Penanganan dan Mitigasi
Perseroan telah melaksanakan serangkaian tindakan terstruktur untuk menjamin keselamatan pegawai dan
keberlanjutan layanan pelabuhan, meliputi:
● Melakukan pendataan penuh terhadap seluruh pegawai terdampak khususnya pada Regional 1 dan
2.
● Menyediakan tempat pengungsian bagi pekerja dan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan
fasilitas per seroaan.
● Melaksanakan sterilisasi area operasional, perbaikan akses internal, dan pembersihan material
longsor dan sampah kayu.
● Mengoperasikan fasilitas komunikasi darurat dan penunjang utilitas untuk mendukung kegiatan
vital.
● Mengkoordinasikan posko bantuan dan distribusi logistik ke titik - titik kritis seperti Padang, Sibolga
dan Gunungsitoli Bersama dengan pemangku kepentingan terkait.
● Memberikan bantuan langsung kepada pekerja /masyarakat terdampak dalam bentuk pangan, air
bersih, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial.
● Pelabuhan Teluk Bayur berfungsi sebagai posko penyaluran logistik ke Pelabuhan Sibolga, Gunung
Sitoli dan L hokseumawe dengan menggunakan Kapal KRI milik TNI dan ASDP.
● Memberikan prioritas layanan sandar bagi kapal - kapal bantuan logistik kemanusiaan dan alat berat
untuk wilayah terdampak bencana.
5. Perlindungan Asuransi
Seluruh aset Perseroan telah tercakup dalam polis asuransi infrastruktur dan properti. Saat ini seluruh
fasilitas Pelabuhan berjalan normal.
6. Informasi Material Lainnya
Operasional mayoritas pelabuhan telah kembali normal dengan kapasitas penuh. Sebanyak tidak kurang
dari 96% pekerja pada wilayah terdampak telah kembali bekerja. Perseroan memastikan bahwa tidak
terdapat gangguan material terhadap kelangsungan usaha dan kinerja operasional jangka panjang.
Demikian penjelasan dan tanggapan ini kami sampaikan. Perseroan berkomitmen menjaga transparansi
kepada Bursa Efek Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan serta senantiasa melakukan upaya
pemulihan dan peningkatan kesiapsiagaan di seluruh wilayah operasi.
IND/HLIV/15/2025
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.