Skip to content
Back to announcement

Checklist lap keu ISM Jun 26 Signed.pdf

Financial statement Text extracted INDF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1 OCR 0.927
Page 1 of 49

CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist:

1.

Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini,
kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek, Setiap Perusahaan Efek harus
menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).

Tanda (V) diisi pada kolom "Ada" apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.

Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka
tanda vV) diisi pada kolom 'Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom
keterangan.

Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom 'N/A'.

Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).

Data Umum

Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Bidang Usaha Manufaktur

Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi

Juni 2026 Tahun 2025
(Unaudited) (Audited)

Nama Kantor Akuntan Publik N/A Purwanto, Susanti &
surja

Nama Partner N/A Sinarta

Opini Akuntan N/A Wajar tanpa
Pengecualian

Catatan tentang Opini (jika ada) N/A NJA

x

disesuaikan dengan perlode penyajian laporan keuangan.

Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung Jawab v
Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi v
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”

Page 2 OCR 0.909
Page 2 0149

Data Keuangan Penting (dalam jutaan ruplah)
30 Jun 2026 | 30 Jun 2025
Periode laporan keuangan (Unaudited) | (Unaudited)
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 65.525.522 59.843.246
Laba (rugi) bruto 21.377.030 19.828.530
Laba (rugi) usaha/operasional 13.285.813 11,692.147
EBITDA 15.453.388 13.710.485
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 6.951.268 8.100.615
Laba (rugi) komprehensif 8.628.377 7.585.914
Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 538 665
Laba Per saham (dilusian) NYA N/A
30 Jun 2025 | 31 Des 2025
Laporan Posisi keuangan (Unaudited) (Audited)
Jumlah Aset 231.245.059 217.981.765
Jumlah Aset Lancar 101.706.946 90.391.256
Jumlah Aset Tidak Lancar 129.538.113 127.590.509
Jumlah Liabilitas 106.532.925 97.746.518
Jumlah Llabilitas Jangka Pendek 50.120.902 42.399.644
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 56.412.023 55.346.874
Jumlah Ekuitas 124.712.134 120.235.247
Modal Disetor 878.043 878.043
Saldo Laba 63.631.240 61.459.220
Rasio Keuangan"
Rasio Lancar (x) 2.0x 21x
ROA 6,596 140
ROE 12,2Yo 13,646
Ebitda thd pendapatan 23,6Yo 23,3Yo

“dapat disesuaikan berdasarkan industrinya

Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali
pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik.
Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri
apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan
keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-l.K No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek,

Laporan Keuangan Terdiri dari:

Laporan posisi kesangan pada akhir periode

Laporan laba rugi komprehensif selama periode

Laporan perubahan ekuitas selama periode

SIKIs Iki

Laporan arus kas selama periode

ujalu'in|ie

Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif v
yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu
kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.

6 Catatan atas Laporan Keuangan V

Page 3 OCR 0.924
Page 3 of 49

Keterangan Mn NN

“Keterangan:

Ketentuan Umum

Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan

sebagai berikut:

a. gambaran umum Perusahaan:

b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan:

C. Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan, laporan laba rugl komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing pos: dan

d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:

1) Informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan: dan

2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan.

Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian darl suatu jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”,

Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos
mengenal Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan.

Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai
aset yang diasuransikan, nilat pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus dlungkapkan, antara lain:

Pendirian perusahaan

Riwayat ringkas perusahaan:

Catatan 1

Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan darl
Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara,

Catatan 1

3)

Kegiatan usaha sesual anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang
dijalankan pada periode pelaporan:

Catatan 1

4)

Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha,

Catatan 1

5)

Tanggal mulal beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal
perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan
pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya,
dan

SIS al ai

Catatan 1

6)

Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.

Catatan 1

7)

Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.

8)

Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan tol tersebut.

9)

Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang.

10)

Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagal bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).

11)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :

Page 4 OCR 0.900
Page 4 of 49

3) Area Eksplorasi, meliputi:

» Nama lokasi:

« Nama pemilik Izin lokasi:

« Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya:

« Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin
lokasi, dan

« Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan
Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan:

Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:

» Nama lokasi:

» Nama pemilik Ijin lokasi:

« Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya:

« Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin
lokasi,

# Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi:

« Jumlah produksi pada tahun berjalan: dan

@ Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan
eksploitasl/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi
keuangan.

b:

12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan keglatan pengusahaan hutan,
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa
manfaat HPH, dan
Cc) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara laln:
1) Tanggal danfatau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan 1
Efek yang diterbitkan di luar Indonesia,
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan, V Catatan 1
3) Bursa tempat Efek dicatatkan: dan v Catatan 1
4 Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan vV Catatan 1
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan perlode
pelaporan terakhir.
Ken Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan
(EBK) tidak memiliki
Yang harus diungkapkan antara lain: EBK
1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1
maupun tidak langsung,
2) | Tempat kedudukan, v Catatan 1
3) | Jenis usaha, v Catatan 1
4) | Tahun beroperasi secara komersial, v Catatan 1
5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1
6) | Totat Aset: dan v Catatan 1
7) | Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas Induk v Catatan 1

tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalul entitas anak,
lebih dari 5046 (lima puluh perseratus) hak suara yang sah,

b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih
dari 5094 (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
Investee tidak diikuti dengan pengendalian:

C) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan

keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan

konsolldasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan
keuangan entitas Induk, dan alasan menggunakan tanggal atau perlode
yang berbeda:

sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak

untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau

pembayaran kembali pinjaman atau uang muka,

suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian

kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengaklbatkan

hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik

d

e,

Page 5 OCR 0.941
Page 5 of 49

entitas Induk: dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas Induk
harus mengungkapkan:

(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian,

(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan,

(3) jumlah harga yang diterima:

(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas,

(S) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan: dan

(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis tainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang
dlikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan Komisaris, Catatan 1
dan komite audit:
2) | Cakupan manajemen kunci, dan Catatan 1
3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir perlode atau rata-rata Catatan 1
jumlah karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi
untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) | Tanggal taporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan Catatan 1
2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. Catatan 1

Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:

Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun
dan disajikan sesuai dengan SAK.

Catatan 2

Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan

1)

Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis
(historical cost), biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net
reallzabie value), Nilai Wajar (fair valve) atau jumlah yang dapat dipulihkan
berdasarkan SAK yang berlaku.

Catatan 2

2

Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuall untuk
laporan arus kas.

Catatan 2

3)

Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:

a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak,

b) fakta dan alasan perubahan, apablla terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan

Cc) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada).

Catatan 2

4)

Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada).

Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh
Manajemen

1)

Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan atas taporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan:

Catatan 3

2)

Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya: dan

Catatan 3

3)

Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2),
catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir periode pelaporan.

Catatan 3

Page 6 OCR 0.903
Page 6 of 49

Kebijakan Akuntansi Tertentu

Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang
diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan
akuntansi tertentu meliputi, tetapl tidak terbatas pada hal-hal sebagai
berikut:

EN

1) | Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos- v Catatan 2
pos entitas Induk dan entitas anak,
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolldasikan ke dalam laporan v Catatan 2
keuangan entitas induk:
Cc) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | Catatan 2
kehilangan Pengendalian atas entitas anak,
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas v Catatan 2
entitasanak,
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian v Catatan 2
kepentingan nonpengendali: dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang v Catatan 2
dikonsolidasi telah dieliminasi.
2) | Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode v Catatan 2
yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali,
b) pengakuan awal untuk goodwill, v Catatan 2
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwilf, dan v Catatan 2
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang
ada di Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon, v Catatan 2
(2) akulsisi secara bertahap: dan V Catatan 2
(3) Imbalan kontinjensi, V
3) | Kas dan setara kas, vV Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen
kas dan setara kas.
4) | Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara laln:
(1) pengakuan awal Instrumen keuangan setlap kategori, termasuk V Catatan 2
perlakuan atas biaya transaksi:
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2
kategori:
(3) ketentuan saling hapus dari Instrumen keuangan, v Catatan 2
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen v Catatan 2
keuangan:
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2
penurunan nilai dari aset keuangan:
(65) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan: v Catatan 2
(7) khusus Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, v
selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka
(2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib
ditambahkan penjelasan mengenai,
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai,
(b) klasifikasi lindung nllai untuk tujuan akuntansi lindung nilai
atas instrumen keuangan derivatif: dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansl
tindung nilai. v
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)klasifikasi dan reklasifikasi investasl pada Sukuk:
(2)pengakuan awal Sukuk:
(3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk,
(4)Penyajian pendapatan sukuk: dan
(5)penyajlan amortisasi biaya transaksi.
€) Sukuk yang diterbitkan v

Yang harus dijelaskan antara lain:

Page 7 OCR 0.919
Page 7 of 49

(1)pengakuan awal Sukuk:
(2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:
(3)biaya transaksi penerbitan Sukuk:
(4)posisi penyajian Sukuk: dan
(S)akad syariah yang digunakan.
5) | Khusus Industri Perbankan v
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro
wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada
Bank Indonesia dan Bank Lain.
6) | Piutang Reverse Repo v
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo,
metode pencatatan dan pengukurannya.
7) | Khusus Industri Perbankan v
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki:
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapitalisasi Pemerlntah,dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) | Khusus Industri Perbankan v
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan:
(2)Dasar penyajian atas kredit,
(3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko
portofolio kredit:
(4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada):
dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara fain dasar penyajian atas
tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara laln:
(1)Dasar penilaian dan penyajian:
(2)Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang
diberikan dengan saldo piutang/pemblayaan yang tidak dapat
ditagih, dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi
penjualan agunan.
9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen, dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik Kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya.
10) | Anjak Piutang v
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse):
b) Penyajian transaksi anjak plutang,
C) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan
jumlah bersih piutang dialihkan: dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) | Sewa
Yang harus dijelaskan antara tain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung Suatu sewa: Catatan 2
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pernbiayaan atau Catatan 2
sewa operasi, dan

Page 8 OCR 0.907
Page 8 of 49

c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai 'essee
dan/atau lessor. v Catatan 2
12) | Persediaan : v Catatan 2
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang
digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitallsasl, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, v Catatan 2
tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan:
(2) Dasar penllalan dan pengukuran: v Catatan 2
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke v Catatan 2
tanaman telah menghasilkan:
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang dlsusutkan, v Catatan 2
dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. v Catatan 2
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(4) Hewan ternak telah menghasilkan :
ta) Metode penilaian:
(b) Metode amortisasi (deplesi): dan
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika
ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian: dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah
menjadi hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara tain:
a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: vV Catatan 2
Cc) pengelompokan Aset Tetap: v Catatan 2
d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap: v Catatan 2
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan: v Catatan 2
9) penghentian pengakuan, v Catatan 2
h) nilai residu: dan v Catatan 2
pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi v Catatan 2
umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir
perlode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
Investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasl dalam Ventura Bersama v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
bagian partisipasl dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama

Yang harus dijelaskan antara lain:

a)
b)

c)

Kriteria dari bentuk kerjasama,

Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul,
dan

Sistem pembagian hasil, jika ada.

Page 9 OCR 0.921
Page 9 of 49

17

Aset Tak Berwujud

Yang harus dijelaskan antara !ain :

a) pengakuan awal Aset Takberwujud:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud:

C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabita umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur
manfaatnya:

d) sumber terjadinya Aset Takberwujud:

e) metode amortisasi yang digunakan:

f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan

9) riset dan pengembangan (jika ada).

SL

SL

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

18)

Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimillki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual: dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual.

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

3) pengakuan awal Properti Investasi:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi:

Cc) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya:

d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya:
dan

e) penghentian pengakuan Properti Investasi.

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat
bruto,

b) Kriteria kapitalisasi blaya, penurunan nilai ((mpairment) dan penilaian
kembali aset (revaluasi):

Cc) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan,

d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan,
dan

e) Pertanggungan Asuransi.

21)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nllal aset nonkeuangan dan
pembalikannya.

Catatan 2

Catatan 2

22)

Khusus Industri Perbankan

Liabilitas Segera

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Ilabilitas segera.
Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan: dan

b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan

b) Dasar penyajlan simpanan dari bank lain.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)

Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakui: dan
b) dasar penentuan nilai provisi.

Catatan 2
Catatan 2

Page 10 OCR 0.915
Page 19 of 49

24) Utang Repo vV
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.

25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH,
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan,
C) Metode penyusutan prasarana PLH: dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:

(1) Lokasi penambangan:

(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi,

(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi

penambangany dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.

26) Khusus Industri Pertambangan Umum v
Blaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang

masih berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak
untuk Area of Interest yang bersangkutan:

b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang
sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan
bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya
produksi,

C) Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan
kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana: dan

d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan
penjelasan jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur
ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi.

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/

Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan blaya PLH,

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan, dan

c) Metode penyusutan prasarana PLH.

27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara laln:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar v Catatan 2
pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang
ada, dan v
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan
pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan
serta beban terkait.

b'

Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan v
metode persentase penyelesaian

Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesaian suatu kontrak.

c,

Khusus Industri Asuransi v
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara laln:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan,
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif
dan retroaktif, dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam taporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
fa) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui,
klaim dalam proses penyelesaian, Klalm yang terjadi namun
belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim: dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.

Page 11 OCR 0.921
Page 11 of 49

d) Khusus Industri Real Estate

Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan
Real Estat

Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat,

(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek:

(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih
rendah dari nllai tercatat proyek:

(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real
Estat,

(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar
pada estimasi kini: dan

(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas
pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2
asing,
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2
Iiabilitas moneter, dan
Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan vV Catatan 2
saldo dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak beretasi, v Catatan 2
b) Pengungkapan Pihak-pthak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan / Catatan 2
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode
penyajian dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak v Catatan 2
tangguhan,
b) ketentuan mengenal saling hapus, v Catatan 2
Cc) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan: dan v Catatan 2
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak v Catatan 2
tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan, v Catatan 2 & 20
b) deskripsi umum mengenal jenis program Imbalan pascakerja yang v Catatan 2 & 20
diselenggarakan oleh Perusahaan,
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan v Catatan 2 & 20
kerugian aktuarial: dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan vV Catatan 2 & 20
penyelesalan.
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksl
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui Instrumen ekuitas
dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi:
b) Dasar penentuan nllal wajar Aset dan Liabilitas: dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman v Catatan 2

Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya

Page 12 OCR 0.913
Page 12 of 49

pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.

Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham
dasar dan laba (rugi) per saham dilusian.

38) Segmen Operasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi.

39) Laba (Rugi) per saham v Catatan 2

Ta En

Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

Aset

Kas dan Setara Kas

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga:

b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta
jenis mata uang asing,

c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode
pelaporan, dan

d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha disertal pendapat manajemen.

Lt

Catatan 4
Catatan 4

Catatan 4

2)

Khusus Industri Perbankan

a) Kas
Yang harus dlungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis
mata uang.

b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1)Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata
uang (nilai dalam mata uang original): dan

(2)Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi
GWM bank pada saat periode pelaporan.

Cc) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian Jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang,
(1)Jumlah penyisihan penurunan nilai,

(2)Perubahan penyisihan selama perlode berjalan untuk masing-
masing giro,

(3)Rinctan jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang
mempunyal hubungan istimewa dan pihak ketiga,

(4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan

(5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.

d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang:

(2)Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai
(Impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpalred):

(3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok):

(4)Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan,

(5)Rinctan jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga:

(6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(?)Jumlah dana yang diblokir dan alasannya,

(8)Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan informasi dari
otoritas yang berwenang: dan

(9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nllal.

3)

Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: | v

b) jumlah plutang menurut debitur,
Cc) jumtah piutang menurut mata uang: v

Catatan 6

Catatan 6

Page 13 OCR 0.918
Page 13 of 49

@) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nllal,

8) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan
piutang:

f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau
keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan:

9g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan:

h!

jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif:

dan

i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,

meliputi:

(4) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan
ikatan penting lain yang diatur dalam perjanjian: dan

(2) jaminan yang diberikan (bila ada).

Catatan 6
Catatan 6

Catatan 6

Catatan 6, tidak ada
piutang yang
dijaminkan

9

Khusus Industri Asuransi

a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi, dan
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas,
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:
(4) Jumlah berdasarkan ko-asuradurj
(2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan
(3) Jumlah plutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
C) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(4) Jumlah piutang berdasarkan reasuradurj
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan

(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

d) Plutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara plutang kepada pihak berefasi dan pihak ketiga,
(2) Jumlah piutang menurut jenis Investasi,
(3) Jumlah piutang menurut mata uang: dan

(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

5)

Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus diungkapkan antara laln:

(1)Jumtah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain):

(2)Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen:

(3)Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja

(4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan pengambllalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiKo tidak tertagihnya piutang tersebut
dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas:

(S)Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui,

(6)Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas
piutang pemblayaan konsumen yang diberlkan-berdasarkan
objek pembiayaan:

(7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(8)Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.

b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan
recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak piutang (tanpa recourse) serta pendapatan

Page 14 OCR 0.911
Page 14 of 49

anjak piutang tangguhan (dengan recourse): dan

(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan
jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur
dalam perjanjian anjak piutang.

Cc) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rinclan jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(2) Rekonsiliasi antara Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di
samping itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto dan nilai
kinl piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode
pelaporan, untuk setiap perlode berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai Ilma tahun
(c) lebih dari Ilma tahun

(3) pendapatan keuangan yang belum diterima:

(4) nilai residu yang tidak dijamln yang diakru sebagai manfaat
lessor,

akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran
sewa minimum,

(6) rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan dalam periode:
dan

(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material,

(5.

d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam
sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap perlode
berikut,

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun

(2) total rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan pada
periode: dan

(3) penjelasan umum isi perjanjlan sewa lessor.

6)

Khusus Kontrak Konstruksi

Piutang Retensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi: dan

b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi.

7

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap
ontral
konstruksi.

Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaltu :

a) biaya kontrak yang terjadi,

b) laba yang diakul:

Cc) kerugian yang terjadi, dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

8)

Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan:

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali
Efek,

€) Nama pihak/counterparty:
d) Lokasi Efek jaminan,

e) Tingkat bunga piutang reverse repo,
? Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan
9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jlka ada).

9)

Agunan Yang Diambil Allh
Yang harus diungkapkan antara laln:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih:

b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih
dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan

C) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah

Page 15 OCR 0.925
Page 15 of 49

pengambilalihan agunan tersebut.

10)

Piutang Dividen dan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan
dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain.

11)

Piutang Lain-Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jenis dan jumlah piutang:

b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), dan
Cc) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.

Catatan 31

12)

Aset Keuangan Lainnya

Pengungkapan in! telah diterapkan untuk aset keuangan fainnya yang

bersifat lancar maupun tidak tancar,

a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian
Investasinya:

(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan
berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang diakul sebagai laba atau rugi
periode berjalan:

(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nila)
wajar melalul laba rugi:

(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang
belum dlamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo,

(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).

(6) uralan tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo,

(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori,

(b) alasan reklasifikasi, dan

(c) sisa Investasi dalam kelompok dimilikl hingga jatuh tempo
yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual.

(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagal agunan
untuk Llabliltas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi
yang terkait dengan penjaminan tersebut:

NN

Catatan 9, tidak ada
aset keuangan
lainnya ke pihak
berelasi

Catatan 9 dan
laporan posisi
keuangan

Laporan perubahan
ekuitas konsolidasian

(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami
penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang
dihitung secara Kolektif dan Individual, termasuk beban penurunan
nilai yang diakui dalam laba rugi, dan

(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi
menjadi dimiliki hingga jatuh tempo.

Catatan 9 dan 34

13)

Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak beretasi,
b) kisaran suku bunga kontraktual selama perlode pelaporan:
C) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: dan

d) hal-hal fain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito
tersebut.

SL

Catatan 4
Catatan 4
Catatan 4

14)

Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerblt dan akad syariah:
b) tujuan model usaha yang digunakan:

C) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya,
dan

d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan.

Page 16 OCR 0.909
Page 16 of 49

15) | Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah v
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis:
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga,
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan
d) Informasi penting lainnya.
16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana v
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih, dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada
pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba
atau rugi periode berjalan
17) | Khusus Wesel Tagih v
Tambahan pengungkapan mengenaiantara laln, pihak penerbit, kisaran
tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan
asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya).
18) | Khusus Industri Asuransl
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) | Pinjaman Polis
Yang harus dlungkapkan antaralain rinclan berdasarkan:
3) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang:
b) Tingkat suku bunga.
20) | Khusus Industri Perbankan v
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi
dan jangka waktu serta kolektibilitas:
b) Jumlah cadangan keruglan penurunan nilai dan mutasi selama
perlode berjalan:
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan,
&e) Tingkat suku bunga rata-rata pertahun:
f Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia:
9) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang
telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankeruglan
penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia:
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan
kolektibilitas,
DJ Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi:
» Ikhtisar pembeljan kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian,
jika ada,
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia,
|) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai.
21) | Tagihan dan Liabilitas Akseptasi v
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang,
dan jatuh tempo:
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan Kolektibilitas, jumlah
cadangan penghapusan dan mutasi selama perlode berjalan,
c) Rincian jumlah tagihan dan llabilitas berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga: .
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai tagihan akseptasi
22) | Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(4) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat Catatan 7
menurut klasifikasi yang sesual bagi Perusahaan:
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar Catatan 7
dikurangi biaya untuk menjual,
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode Catatan 7

Page 17 OCR 0.917
Page 17 of 49

berjalan,
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang v
jumlah persediaan yang diakut sebagai beban datam periode
berjalan:
(S) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang v
diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan:

Catatan 7

Catatan 7

(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilat v
persediaan yang diturunkan:

(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk
persediaan yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka
diungkapkan:

(I) jumtah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan

(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.

(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima v
jaminan, dan alasan dijaminkan: dan

(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai v
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Catatan 7

Catatan 7, tidak ada
persediaan yang
dijaminkan
Catatan 7

b)

Khusus Industri Perhotelan

Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi
yang harus diungkapkan antara lain:

(Ll) Makanan dan minuman:

(2) Perlengkapan: dan

(3) Barang Dagangan.

c)

Tambahan pengungkapan antara lain:

Khusus Industri Real Estat

(1) Pengungkapan nllai tercatat persediaan menurut klasifikasl:
(a) Tanah Matang,
(b) Unit Bangunan, dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian.

(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual
belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakui,
termasuk jumlah utang terkalt yang akan dialihkan, bila ada.

d)

Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan,

(2) Jumlah blaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah
untuk pengembangan, dan

(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.

8)

Tambahan pengungkapan antara lain:

Khusus Industri Media

(1) Materi program : lokal, impor (media televisi),

(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak):
(3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan

(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya.

Tambahan pengungkapan antara lain:

Khusus Industri Rumah Sakit

(1) Obat-obatan:
(2) Perlengkapan medis (disposable): dan
(3) Persediaan lainnya

Khusus Industri Peternakan

(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut
klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi:

fa) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.

Page 18 OCR 0.919
Page 18 of 49

(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
fa) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi
hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan,
tb) Rekonsiliasi saido awal dan akhir hewan ternak tiap
kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir,

(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
menghasilkan,

(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan
atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang:

(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan
asuransi dan risiko yang ditutup,

(P Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat
cadangan kematian atau metode penghapusan langsung:

(9g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilal pertanggungan
asuransi: dan

(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.

23) | Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara laln:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan Catatan 18
b) uralan mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. Catatan 18
24) | Biaya Dibayar Dimuka Saldo biaya dibayar
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. dimuka berada di
bawah threshold
yang ditetapkan oleh
peraturan 8 G7
25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkan antara laln:
(1) uratan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan,
(2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan:
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan
nilat,
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan
dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang periode penyelesatan penjualan menjadi lebih dari
satu tahun,
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang
dimiliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan
SAK yang berlaku: dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk
dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya,
diungkapkan:
(a)nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok
lepasan diklasifikasikan sebagai dimlllki untuk dijual,
disesualkan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian
kembali yang telah diakui apabita aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual, dan
II. jumlah terpullhkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak
menjual,
(b)uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan
tersebut, dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan
periode sajlan sebelumnya.
26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang,

b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai
serta penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut:

Cc) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian

Catatan 31

Page 19 OCR 0.916
Page 19 of 49

penurunan nilai secara individyal dan kolektif, dan penghapusan
piutang,

d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilal: dan

e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, hal
tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.

27)

Investasi pada Entitas Asosiasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama entitas asoslasi,

b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan,
beserta alasannya,

c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang
kuotasi harganya tersedia:

d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumiah
agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi,

€e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan
memiliki lebih dari 2045 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak
suara potensial investee secara langsung atau tidak langsung,

P akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika
laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode
ekuitas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan,
dan alasan menggunakan tanggal atau perlode yang berbeda:

9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan
entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan:

h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakul dan alasannya, apabila
Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas
asosiasi, baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut maupun
secara kumulatif,

i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asostasi yang terjadi bersama-
sama dengan Investor lain,

j) llabilitas kontinjensl yang terjadi karena Investor berkewajiban
bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabititas entitas asosiasi,
dan

k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau
dalam ketompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas termasuk total Aset, total Ltabilitas, Pendapatan, dan laba atau
rugi.

SL

Catatan 1 & 9
Catatan 1 & 2

Catatan 1 & 9
Kuotasi harga tidak
tersedia

Catatan 9

28)

Khusus Industri Konstruksi
Jaminan

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan
jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan
adanya jaminan tersebut.

29)

Khusus Industri Kehutanan

HTI dan HTI dalam pengembangan

Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTi,
yang disajikan sebagai berikut:

a) Saldo awal,

b) Penyisihan periode berjalan,

Cc) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan

d) Saldo akhir.

Catatan 10

30)

Khusus Industri Jalan Tol

Hak Bagi Hasil Tol

Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal

berikut:

(a) Dasar pengukuran hak bagi hasll tol,

(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya,

(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan: dan

(d) Reklasifikasi proyek Kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi
hasil tol.

31)

Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dlungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis
tanaman,
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman
untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir,
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam,

Catatan 10

Catatan 10

Catatan 10

Page 20 OCR 0.907
Page 20 of 49

(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi
penanamanz

(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasiikan selama paling
sedikit 2 tahun: dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal

IL Tambahan tahun berjalan

Il Biaya langsung

Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal

terjadi depreslasi luar blasa

IL. Pengurangan tahun berjalan

HI, Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah
menghasilkan
(c) Pengurangan lalnnya
(d) Saldo akhir,

(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti
Plasma yang menjadi millk perusahaan (intI) dan tanaman yang
bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma),
dan

(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.

(4)

Catatan 10

Nilai tanaman telah

menghasilkan ti

Idak

dapat dibagi
berdasarkan area
lokasi karena total
nllal tanaman telah

menghasilkan
termasuk
alokasi
kombinasi bisnis.

Catatan 10

Catatan 10

Catatan 35

nilai
dari

32)

Khusus Industri Peternakan

Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan,

b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir,

c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan:

d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan tokasi/area peternakan,

€) Kondisi hewan ternak,

f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir,

9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi
dan risiko yang ditutup,

h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung:

I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada,

i) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika
ada, dan

k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.

33)

Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan,
mode! Nilal Wajar atau model blaya,

(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam
menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi,

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti
pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat
properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat
diperbandingkan:

(4) nama Penilal, tanggal penilaian, dan tanggal taporan penilaian
terakhir,

(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
fa) penghasilan sewa dari Properti Investasi:

(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti
Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut,
dan

(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang dtakui

Page 21 OCR 0.922
Page 21 of 49

b)

ka

d)

dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke
kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar:

(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti
Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan:
dan

(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.

Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai

Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a)

ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada
awal dan akhir pericde dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi:

(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan
secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasl antara penilaian
tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan
dafam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah:
ta) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah

ditambahkan kembali: dan
(b) penyesualan signifikan lain.

Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya,

selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)

ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) umur manfaat,

(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan
Properti Investasl pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing perlode penyajian dan
alokasi beban penyusutan,

(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakul, dan jumlah pemulihan
rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang
berlaku,

(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan
sendiri, dan

(6) Nilai Wajar Properti Investasi.

Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan

pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian Properti Investasi dalarn proses pembangunan dan
pengembangan:

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak,

(3) estimasi saat penyelesalan,

(4) hambatan kelanjutan penyelesaian,

(5) jumlah pengeluaran yang djakui dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, dan

(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti
investasi yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisas) setama periode
berjalan: dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.

34)

Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)

9
d)

9

setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah
berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau
aset-sewa pembiayaan:

rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset
Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajlan dan
alokasi beban penyusutan:

rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakul
dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada):

jumlah komitmen Kontraktual dalam perolehan Aset Tetap,

jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan
dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada
laporan laba rugi komprehensif,

Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:

SS

Catatan 12 (tidak
ada aset sewa
pembiayaan pada
tanggal pelaporan)
Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12

Page 22 OCR 0.915
Page 22 of 49

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

(2) tanggai efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan
Jumlah revaluasian:

(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset:

(5) jumlah tercatat Untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut
dicatat dengan model blaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nllal, yang menunjukkan
prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:

(4) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan: Catatan 12
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak,
(3) estimasi saat penyelesalan, Catatan 12
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada): v
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap v
dalam pembangunan: dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: Catatan 12
ta) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang tayak dikapitalisasi.
W) Pengungkapan lainnya antara lain:
(4) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakal sementara: v
(2) jumtah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah Catatan 12
disusutkan penuh dan masih digunakan,
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan
aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual,
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap
apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat,
(S) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Catatan 12
Tetap yang dihentikan pengakuannya,
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan
menurut jenls Aset Tetap:
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan
nllai atau pemulihan penurunan nilai,
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang Catatan 12, tidak
menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan ada Aset tetap yang
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai dijaminkan
pertanggungan asuransi, dan Catatan 12
(11) risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi,
(12) apabila tidak diasuransikan agar dlungkapkan alasannya. v
35) | Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi v
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated
acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan,
peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam
pengerjaan:
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan:
(b) Saldo awal untuk masing-maslng lokasi:
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak
tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan
tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) | Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi: Catatan 13
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba v

rugi Komprehensif:

Page 23 OCR 0.925
Page 23 of 49

c)

d

B

9

h

)
»

rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasl Aset

Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan

penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi:

dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang

memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka harus diungkapkan:

(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode
berjalan: dan

(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi:

jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan

dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur

manfaat tidak terbatas,

penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap

Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan

Perusahaan,

Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan

awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku,

diungkapkan:

(1) Nital Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut,

(2) jumlah tercatatnya: dan

(3) Aset tersebut diukur setelah pengakvan awal dengan model blaya
atau model revaluasij

keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang

kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang

menjadi jaminan untuk Liabilitas:

nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud:

Aset Takberwujud disajikan pada jumtah revaluaslan, diungkapkan:

(1) tanggat efektif revaluasi (Tanggal Penllaian):

(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir:

(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset:

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model biaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selarna periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

Catatan 13

Catatan 13

Catatan 2 dan 13

37)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum

a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan

tentang :

(1) Satdo awal:

(2) Penambahan dan pengurangan:

(3) Saldo akhir.

b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:

(L)rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of
Interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan
pengurangan, dan saldo akhir, dan

(2)Jumlah aset, Itabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi,
dan arus kas Investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.

Cc) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah

tambang.
Yang harus diungkapkan antara laln:

(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:

(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.

(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri
dari (1) biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan tanjutan
dengan penjelasan mengenal perbedaan antara rasio aktual
tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya,

(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada):

(4) Blaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi, metiputi penjelasan :

(a) Alasan terjadinya penundaan:

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulalnya
produksi, dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya

Page 24 OCR 0.931
Page 24 of 49

evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.

d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama

tahun berjalan dengan menunjukkan:

fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan:

(b) Saldo awal:

(c) Penambahan/pengurangan:

(dj Amortisasi, dan

(e) Saldo akhir,

Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan

pengembangan yang masih berjalan,

Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan

pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan

manajemen tidak dapat dipulihkan:

Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan

dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:

(a) Alasan terjadinya penundaan,

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya
produksi, dan

(c) Jurnlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasl
bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.

(5) Apabila terdapat lebih darl satu Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan
untuk tiap-tiap Area of Interest.

(2.

(3,

(4

Liabilitas

Utang Usaha

Yang harus dlungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan plhak
berelasi,

b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan

c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan.

Catatan 16 & 31

Provisi

a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan
provisi jangka panjang.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode,

(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan:

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan,

(4) jumlah yang dibatalkan selama perlode bersangkutan atas jumlah
yang belum digunakan,

(S) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini,
yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap
perubahan tingkat diskonto:

(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi,

(7) Indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar
sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan,
Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa depan: dan

(8) jumlah estimasl penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut.

Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama
beban yang belum jatuh tempo.

Catatan 17

Khusus Industri Perbankan

Llabilitas Segera

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan
b) Uralan mengenai sifat masing-masing kewajiban.

Utang Repo
Yang harus dlungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada

Page 25 OCR 0.914
Page 25 of 49

transaksi repo,
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali
Efek.

Khusus Kontrak Konstruksi

Utang Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain Ilabilitas bruto dari setiap
kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci
daiam bentuk tabel yaltu :

a) biaya kontrak yang terjadi,

b) laba yang diakui:

c) kerugian yang dialami: dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang
mengungkapkan: |
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu:
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga:
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan: dan
(6) Pemberian fasilitas Istimewa kepada pemilik rekening giro.

b) Simpanan dari Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito,
dan

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.

Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi:
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan:
(3) Rincian berdasarkan mata uang,
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris, dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

b) Utang Klalm
Yang harus diungkapkan antara lain:
(4) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga:
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung:
(3) Jumiah utang klaim menurut jenis asuransi, dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang.

6) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi,
(2) Jumtah menurut tertanggung:
(3) Jumtah menurut mata uang: dan
(4) Jumlah estimasi kialm yang sudah terjadi namun belum
dilaporkan.

d) Premi yang belum merupakan Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah menurut program asuransi,

(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan:

(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan
kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:

(4) Metode perhitungan yang digunakan: dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada plhak berelasi dan pihak

Page 26 OCR 0.910
Page 26 of 49

ketiga,

(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang, dan

(4) Jumlah menurut umur utang.

f) Utang Reasuransi

Yang harus diungkapkan antara laln:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(2) Jumlah berdasarkan reasuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang,

(4) Jumlah menurut umur utang, dan

(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.

9) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah menurut jenis mata uang: dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi.

h) Titipan Premi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi.
)1 Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan

Yang harus diungkapkan:

(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang sahamj

(2) Dasar perhitungan: dan

(3) Saldo menurut usia.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya.

Catatan 17

Utang Pajak

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis dan jumlahnya, dan

b) Informasi mengenal ketetapan pajak,

Catatan 18

Khusus Industri Pembiayaan

Kewajiban Anjak Piutang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Jumlah llabilitas anjak plutang dalam rangka anjak piutang dengan
recoursej dan

b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh
tempo serta ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjlan anjak
piutang.

Khusus Kontrak Konstruksi

Uang Muka Kontrak

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang
diterima.

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang

Yang harus dlungkapkan antara lain bagian lancar atas Ilabilitas jangka
panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan
jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checklist Ini.

Catatan 19

Llabilltas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pengungkapan untuk Ilabilitas keuangan lainnya berlaku
untuk Iiabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek
dan jangka panjang:

(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,

(3) Yang harus diungkapkan antara Izin:

(a) nllai tercatat Ilabilitas keuangan untuk setiap kategori:
(b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan: dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesaian utang:

(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak
pajak penghasilan yang terkait,

(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset
yang diakui selama periode tersebut: dan

(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat
utang yang telah direstrukturisasl.

Catatan 15, 16 dan
19

Catatan 15

Catatan 15

Page 27 OCR 0.913
Page 27 of 49

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rinclan Jenis dan jumlahnya.

Khusus Industri Pertambangan Umum

Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup yang Jatuh Tempo datam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara faln rincian jenis dan jumlahnya.

Liabilitas terkait aset atau kelompok fepasan yang dimiliki untuk
dijual.

Yang harus diungkapkan antara Ialn liabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung
dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang

diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.

Liabilitas Jangka Panjang

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara tain :

a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang, vV Catatan 31
b) jumlah utang menurut mata uang: dan v Catatan 37
C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan v Catatan 15 dan 19
jenis mata uang,
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan, v Catatan 15 dan 19
Cc) tanggal jatuh tempo: v Catatan 15 dan 19
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) v Catatan 15 dan 19
bulan,
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk v Catatan 15 dan 19
jumlah dan tujuan peroletannya, v Catatan 15 dan 19
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-
masing fasilitas pinjaman:
9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
namenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi v Catatan 15 dan 19
utang dan kondisi default):
h) laminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang v Catatan 15 dan 19
gan,
v Catatan 15 dan 19

1) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian
dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan
utang baru, dan

D» pengungkapan Informasi sehubungan dengan Ilabilitas berbunga
jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua
belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetap! tetap
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/tembaga keuangan dan jumlahnya: dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal

kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.

Utang Sewa Pembiayaan

Yang harus dlungkapkan antara lain :

a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi
sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan,

b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan
pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai Kininya. Selain itu
wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa
depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk
setiap periode berikut:

(1) sampal dengan satu tahun,
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun: dan
(3) tebih dari 5 (lima)tahun.

Cc) pembayaran sewa Kontinjen yang dlakul sebagai beban pada periode
tersebut,

d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat
dibatalkan (non-cancellable sublease) pada tanggal laporan posisi
keuangan,

e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta arnortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback): dan

9 penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:

Page 28 OCR 0.924
Page 28 of 49

(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:

(2) ada tidaknya ktausul-klausul yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-
syaratnya: dan

(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian
sewa.

Khusus Industri Perbankan v
a) Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak beretasi dan plhak ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan
pemeringkat,

(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan:

(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance):

(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas
surat berharga yang diterbitkan.

b) Pinjaman Diterima

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang,

(2) Rinclan jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo,
nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance):

(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance,

(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari
pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih
rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih.

Cc) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan:

(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank
pada saat periode pelaporan: dan

(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai komitmen dan kontinjensi,

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v

Llabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:

(1) Saldo awal,

(2) Penyisihan yang dibentuk:

(3) Pengeluaran yang terjadi: dan
(4) Saldo akhir.

b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan:

Cc) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Ilabilitas bersyarat
lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan,

d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material,
misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat
menyajikannya dalam pos yang terpisah,

e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:

(1) Saldo awal:
(2) Penambahan dan Pengurangan :
(3) Saldo akhir.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) Imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program.

Catatan 2, 3 dan 20

Page 29 OCR 0.909
Page 29 of 49

(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini Kewajiban imbalan

(3)

(4)

(5)

(6)

7)

(8)

»)

pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama

periode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:

ta) blaya jasa klni:

(b) biaya bunga:

tc) Iuran oleh peserta program,

(d) keuntungan dan kerugian aktuarial:

(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur
dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian,

(Ff) imbalan yang dibayarkan:

(9) biaya jasa lalu,

(h) kombinasi bisnis:

Ci) curtaliment: dan

) penyelesaian.

analisis Kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan

dari program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang

dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai,
rekonsillasi saldo awal dan akhir dart Nilai Wajar aset program
serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakul
sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah,
dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap:

(a) hasli yang diharapkan dari aset program,

(b) keuntungan dan kerugian aktuarlal:

(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang
diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian,

(d) turan oleh pemberi pekerja:

(e) iuran oleh peserta program,

(P) Imbalan yang dibayarkan:

(9) kombinasi bisnis, dan

(h) penyelesaian,

rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana

dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program

sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas
yang diakul dalam laporan posisl keuangan, pallng kurang
mengungkapkan:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakul
dalam laporan posisi keuangan:

(b) biaya jasa lalu yang tidak dlakul dalam laporan posisi
keuangan:

(c) setiap jumlah yang tidak dlakul sebagai Aset, dikarenakan
oleh batasan datam SAK:

(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagal Aset sesuai dengan SAK,
dan

te) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan:

total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut

dan nama pos dimana hal tersebut termasuk:

(a) biaya jasa kini,

(b) biaya bunga,

(c) hasil yang diharapkan dari aset program,

(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK:

(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih
metode koridor 1096 (sepuluh per seratus),

(f) biaya jasa lalu,

(9g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan
penyelesaiannya: dan

(h) dampak dari batasan dalam SAK:

jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain

yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial: dan

(b) dampak dari batasan dalam SAK:

Jumtah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarlal yang

diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalarn hal Perusahaan

mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan
komprehensif lain sesuai dengan SAK:

persentase atau jumlah setiap Kategori utarna yang merupakan

Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari

aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada,

Instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset

lain:

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 30 OCR 0.921
Page 30 of 49

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:

(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan: dan

(b) setiap properti atau Aset laln yang digunakan oleh
Perusahaan:

(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat
pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan,
termasuk dampak kategori utama darl aset program:

(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas
setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset:

(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampal pada akhir periode
pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak
hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya,
termasuk:

(a) tingkat diskonto,

(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program
untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan:

(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang
disajikan dalam laporan keuangan pada setlap hak
penggantian yang diakul sebagai Aset,

(d) tingkat kenalkan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam
Indeks atau varjabel tertentu lainnya dalam masa program
formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan
Imbalan masa depan):

(e) tingkat tren blaya kesehatan: dan

(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria:

(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam
tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:

(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari blaya
kesehatan pascakerja perlodik neto, dan

(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya
kesehatan.

(c) Dalam hat program dioperasikan dalam lingkungan Inflasi
yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase
kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka
persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah.

(15) Jumlah periode tahunan saat Ini dan perlode empat tahun
sebelumnya dari:

(a) nilai kini kewajiban Imbalan pasti, Nilai Wajar aset program
dan surplus atau defislt pada program, dan

(b) penyesualan yang timbul pada:

(ID Ilabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari Ilabilitas program pada akhir perlade
pelaporan: dan

(il) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari aset program pada akhir periode
pelaporan,

(16) estimasi terbalk pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan
secara andal, dari luran yang diharapkan akan dibayar dalam
program selarna periode tahunan dimulai setelah perlode
pelaporan,

(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar
entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:

(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulls untuk
pembebanan biaya imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak
ada kebijakan seperti itu,

(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi blaya Imbalan pasti
neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:

(i) Informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat pragram imbatan
pasti dan dampak keuangan atas perubahan program
selama periode tersebut,

(Jl) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai
dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik
Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif
termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan pasti,
dan

(lil)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk
perlode sesuai SAK informasi tentang program secara
keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir
(2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
dan butir (16) serta butir ii.

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 31 OCR 0.920
Page 31 of 49

b) Iuran Pasti

Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus Catatan 20
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program
luran pasti.
C) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling Kurang jenis dan jumlah imbalan kerja
jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja,
dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada).
Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah Catatan 19
dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan
penerbitannyaj Catatan 19
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
C) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan:
d) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, Catatan 19
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada:
) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: Catatan 19

9) kejadlan penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default): dan

h) persyaratan penting lainnya.

Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah
yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(4) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skerna transaksi syariah yang
digunakan,
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari:
(c) nilai nominal,
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk Ijarah):
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah):
(Ph rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau
pembayaran imbalan atau bagi hasil:
(9g) jangka waktu:
(h) tujuan penerbitannya: dan
() persyaratan penting lain,
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan,
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan,
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada).
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan, dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau
Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).

Utang Subordinasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan
kisaran suku bunga kontraktual selama perlode pelaporan

b) tujuan perolehannya:

€C) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi:

d) kejadian penting lainnya antara laln kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default):

Page 32 OCR 0.918
Page 32 of 49

e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan,
dan

f) persyaratan penting lainnya.

Obligasi Konversi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenal jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh
tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat
obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya:

b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain mellputi raslo
konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti,

Cc) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise
price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang
obligasi konversi:

d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya:

e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,

f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan,

9) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,

h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada):

D kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default):

j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui
penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama
pembeli,

k) komponen Liabilitas dari obilgasi konversi:

I) keberadaan fitur derivatif melekat: dan

m) persyaratan penting lainnya

Ekuitas

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Induk

1)

Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode:
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap
jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan
pembayaran kembali atas modal, dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan
kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan:
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam
ekuitas,
Cc) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar
saham dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1)Pemegang saham yang memiliki 54 (lima perseratus) atau lebih:
(2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan
(3)Pemegang saham lainnya:
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
(1)Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait,
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),
(2)Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi
aglo, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum
dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta
konversi obligasi, dan
(3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka
ekspansi, penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan
modal:
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di

Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang
tidak dicatatkan pada Bursa Efek.

Catatan 21

Catatan 21

Page 33 OCR 0.915
Page 33 of 49

2) Tambahan Modat Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor: Catatan 22
b) Uralan sumber agio saham, Catatan 22
GC) Rincian biaya emisi ffek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas: v
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor, v
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya: v
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas
sepengendali, antara lain: v
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang
berkombinasi:
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas
yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat
sementara,
(3) Tanggal efektif transaksi,
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual
atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut,
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan
jumlah imbalan yang terjadi,
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta
selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima, dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan Informasi
antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah
dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan
Kembali,
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau
bisnis yang dikombinasikan,
(c) Dampak penyesualan kebijakan akuntansi: dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan
kembali.
3) | Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Catatan 22
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian
yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan,
(2) Nama entitas anak, dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi,
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian: dan
Cc) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan Investasi pada saat
hilangnya Pengendalian.
4) | Saham Treasuri v
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau
pengurangan modal disetor,
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham
treasuri yang diperoleh:
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai
pengurangan modal disetor:
d) Tanggal dan jumlah saham treasurl yang dilepaskan kembali serta
selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham
treasuri, dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
5) Saldo Laba Catatan 23
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada),
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan
RUPS yang terkait, dan
C) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap
pos cadangan.
6) | waran v

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran,

b) dasar penentuan Nilai Wajar waran,

C) nllal waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa),

d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya,
dan

€) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.

Page 34 OCR 0.915
Page 34 of 49

Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pemblayaan konsumen:

7») Pendapatan Komprehensif Lainnya Laporan perubahan
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan ekuitas dan laporan
masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. laba rugi dan

penghasilan
komprehensif !aln
konsolidasian

8) Kepentingan Nonpengendall Catatan 24
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham
nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk.

. Laba Rugi Komprehensif

1) | Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama Catatan 26
periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:

(1) Penjualan barang,

(2) Penjualan jasa,

(3) Bunga:

(4) Royalti: dan/atau

(5) Dividen,

diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

b) Rincian jumlah darl kelompok produk/jasa utama, Catatan 36

c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1096 Catatan 26
(sepuluh perseratus) dari pendapatan,

d) jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika
ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:

(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan Kontrak yang diakui sebagai pendapatan
dalam periode berjalan:
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan
kontrak yang diakui dalarn periode berjalan: dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap
penyelesaian kontrak,
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode
pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadl dan laba/rugl yang diakui
sampai tanggal pelaporan,
(b) Jumlah uang muka yang diterima, dan
(c) Jumlah retensi:
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-
masing sebagai Aset dan Liabilitas,

Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah, antara lain:

(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan,

(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya: dan

(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh
Perusahaan sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara
lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto,
(b) Retur/rabat/diskon terkait: dan
(c) Total pendapatan neto.

2) | Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Dasar ketentuan tarif,

b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif,

Cc) Masa berlaku tarif,

d) Besaran tarif, dan

e) Perjanjian lain yang terkait.

3) Khusus Industri pembiayaan

Page 35 OCR 0.922
Page 35 of 49

b) Pendapatan anjak piutang: dan
c) Pendapatan sewa.

4) | Khusus Industri Rumah Sakit v
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap,
rawat jalan dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi,
b) Subsidi tidak mampu, dan
c) Selisih perhitungan klaim.
5) | Khusus Industri Transportasi vV
Rincian jumlah darl kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi:
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi,
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi:
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus,
taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan
atas dasar kepemilikan armada tersebut.
6) | Khusus Industri Telekomunikasi v
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa Interkoneksi,
jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui
kerjasama dengan pihak lain.
7) | Khusus Industri Asuransi: v
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenatkan) premi
yang belum merupakan pendapatan untuk setlap jenis asuransl.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol: v
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian
pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan Kerjasama operasi
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumtah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setlap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan v
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah,
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang
diakui,
C) Efek-efek: dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain,
10) | Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi Catatan 27
yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku,
(2) Biaya tenaga kerja: dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangl saldo awal dan akhir persediaan:
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1046 (sepuluh Catatan 27
perseratus) dari pendapatan: dan
GC) Untuk Industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa
yang dijual.
11) | Khusus Industri Rumah Sakit

Beban Departementalisasi/Beban Operasional

Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasl:
a) Beban bahan:

b) Beban jasa pelayanan,

Cc) Beban pegawai,

d) Beban penyusutan sarana medis,

Page 36 OCR 0.920
Page 36 of 49

e) Beban pemeliharaan sarana,

f) Beban asuransi:

9) Beban langganan daya dan jasa:
h) Beban depresiasi.

12)

Khusus Industri Asuransi:

a) Beban Klalm Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenalkan (penurunan)
estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.

b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat,
diantaranya : klaim jatuh tempo, Ktalm nilai tunai, dan klaim kematian.

€) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan Komisl dan beban komisi untuk setiap jenis
asuransi.

d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis
Investasi,

13

Khusus Industri Perhotelan

Beban Departementalisasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi,
b) Gaji dan beban pegawai lainnya: dan

c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.

14

Beban Usaha

Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori
fungsinya, yaitu antara taln:

a) Beban penjualan,

b) Beban distribusi, dan

Cc) Beban umum dan administrasi.

Catatan 28

15)

Khusus Industri Perbankan

a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

b) Beban Provisi dan Komisi

Yang harus diungkapkan antara tain rincian jumlah beban beban provisl
dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

16

Khusus Industri Pembiayaan

BebanKerugian Penurunan Nllai

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai
untuk masing-masing akun Plutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Piutang Sewa Pembiayaan.

17)

Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lainnya.
c) Untuk Blaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif,
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai
SAK yang berlaku: dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang
asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai
penyesuaian terhadap bunga:
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen
keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia untuk
dijual,
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai
Wajar melalui laba rugi: dan

(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan
untuk lindung nilai.

d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asostasi dan/atau Ventura

Bersama meliputi :

Tt

Catatan 28
Catatan 28
Catatan 30

Catatan 9

Page 37 OCR 0.932
Page 37 of 49

(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas: dan

(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan,
yang diungkapkan secara terpisah.

18)

Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis
aset keuangan,
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nitai surat-
surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
C) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.

19)

Pendapatan Komprehensif Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset
Takberwujud:

b) keuntungan dan keruglan aktuarial atas program manfaat pasti,

Cc) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan,

d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual,

e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen Ilndung nllal
dalam rangka lindung nilai arus kas: dan
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama,

Laporan Perubahan
Ekultas
Konsolidasian — dan
Laporan laba rugi
dan penghasilan
komprehensif lain
konsolidasian

20)

Pajak Penghasilan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:

(1) beban (penghasilan) pajak kini,

(2) penyesualan yang diakui pada periode atas pajak kini yang
berasal dari periode lalu,

(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari
perbedaan temporer dan pembalikannya,

(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan
perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan
yang barus

(S) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tIdak diakul
sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak
tangguhan,

(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau
pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan,
dan

(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan
akuntansl dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan
laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif,

b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi
yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas,

c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen
pendapatan komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan
komprehensif fain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama,

d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut Ini:

(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian
laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku,
atau

(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak
yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku:

e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan
perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada perlode

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Page 38 OCR 0.919
Page 38 of 49

?

9

h)

»

3)

m)

n)

o)

»

akuntansi sebelumnya:

jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer

yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang

tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan:
jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi
pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi
dalam Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum
dlakul:

rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara

sebagai berikut:

(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi:

(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dlrinci): dan

(3) laba kena pajak:

perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif

pajak sesual dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang

berlaku:

pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar

dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan:

setiap jenis perbedaan temporer dan setiap Jenis rugl pajak yang

betum dikompensasi:

(1) jumlah aset dan Ilabilitas pajak tangguhan yang diakul pada
laporan posisi keuangan untuk perlode sajian: dan

(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakul dalam
laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan
Jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang diakul dalam
laporan posisi keuangan:

beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:

(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian: dan

(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan
selarna periode, bersarna dengan jumlah terkalt untuk setiap
perlode sajian,

Jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada

pemegang saham Perusahaan yang dlusuikan atau dlumumkan

sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak
diakul sebagai Llabliltas dalam laporan keuangan:

uralan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak

tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah plhak pengakuisisi

dalam suatu kombinasi bisnis,

peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak

tangguhan wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang

diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi
tetapi dtakul setelah tanggal akuisisi: dan

jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung

pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila:

(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi
laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan
perbedaan temporer kena pajak yang telah ada, dan

(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode
sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak
tangguhan terkait.

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

21)

Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara Ialn :

a)

jumlah yang digunakan sebagai pembltang dalam penghitungan laba per
saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jurnlah tersebut terhadap
laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk
perlode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari
setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham,

b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai

c)

4)

penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan
rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak
Individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba per
saham,

Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbltkan secara kontinjen)
yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun
tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena
Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian,

penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi

Catatan 25

Catatan 25,
terdapat
dilusian

tidak
efek

Page 39 OCR 0.923
Page 39 of 49

e)

saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku,
yang terjadI setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan
mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa
yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan: dan

laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan,

22)

Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi,

yang jumlahnya:

(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk
transaksi dengan orang atau anggota Keluarga terdekat,
dan/atau

(2) lebih dari 0,599 (nol koma lima perseratus) dari modal disetor
untuk transaksi dengan entitas berelasi.

terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga

terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi

serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud:
terkait dengan transaksi dengan entitas berelasl meliputi sifat dan
hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai
transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total
pendapatan dan beban terkait,

(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau
Llabilitas, termasuk komitmen, dan:

(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat
jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk
penyelesaian: dan

(b) rinctan garansi yang diberikan atau diterima,

(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nila) secara Individual dan Kolektif, dan
penghapusan plutang terkait dengan jumlah saldo plutang
usaha dan plutang pihak berelasi non-usaha, dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan
nilai, jika dilakukan pembentukan,

pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam

hurufa) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing

kategori berikut:

(1) entitas Induk:

(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan
terhadap entitas:

(3) entitas anak,

(4) entitas asosiasi,

(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer,

(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas
induknya: dan

(7) pihak-pihak berelasi lainnya.

seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota

atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga

sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-
masing kategori berikut:

(1) imbalan kerja jangka pendek:

(2) imbalan pascakerja:

(3) Imbalan kerja jangka panjang lainnya:

(4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan

(5) pembayaran berbasis saham.

untuk entitas berelasi dengan pemerintah :

(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat
hubungannya dengan Perusahaan:

(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual
signifikan: dan

(3) untuk transaksi lainnya yang secara Kolektif, tetapi tidak secara
individual, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 1

Page 40 OCR 0.910
Page 40 of 49

atas Juasnya transaksi tersebut,

23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing

a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang v Catatan 37
fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain: vV Catatan 37

(1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam mata uang fungsional:

(2) posisi neto dari aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang
asing,

(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang
fungsional,

(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugl, kecuali untuk

selisih kurs yang timbul pada instrumen keuangan yang dlukur

pada nilal wajar melalui laba rugi: dan

selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan

diakumulasikan dalam komponen ekultas yang terpisah, serta

rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.

(5.

24) | Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus dlungkapkan antara lain :

a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama
periode tertentu untuk suatu aset Individual, termasuk goodwil! atau
suatu unit penghasil kas:

(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai,

(2) jumlah rugi penurunan nilal yang diakui dalam laba rugi selama
perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang v Catatan 12 dan 13
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai,

(3) jumtah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakul dalam laba

v Catatan 12 dan 13

rugi selama perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi v
komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai
yang dibalik:

(4) goodwil! yang telah diakul rugi penurunan nilainya: vV

(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui v
datam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut,
dan

(6) Jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluaslan yang v
diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode
tersebut.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan v

untuk setlap kelompok aset.

25) | Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi,
dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi v

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi,

(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode
berjalan: dan

(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal
jumlah dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.

b) Perubahan Kebijakan Akuntansi v

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi,

(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan
Informasi yang andal dan relevan:

(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap perlode
lalu sajlan:

Ca) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian,

(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan perlode-periode
sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis
dilakukan, maka diungkapkan alasannya, dan

(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis
Untuk suatu periode tertentu atau untuk perlode-periode
sebelum periode-periode tersebut disajikan dan tanggal
dimulalnya perubahan kebijakan akuntansi,

c) Kesalahan Perjode Lalu v

Page 41 OCR 0.918
Page 41 of 49

(1)
(2)

(3)
4

Yang harus diungkapkan antara lain :

sifat dari kesalahan periode lalu:

jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:

(a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan

(b) laba per saham dasar dan dilusian:

jumtah koreksi pada awal periode sajian paling awal, dan
keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis
dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif
tidak praktis.

26,

(2)
(2)
(3)

4
(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap
kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:

nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi:
tanggal akuisisi,

biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan
Efek ekuitas, perlode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-
masing kombinasi bisnis:

persentase kepentingan ekultas berhak suara yang diperoleh:

alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang
Cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendallan atas pihak
yang diakulsisi:

penjetasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill
yang diakui,

Nila) Wajar pada saat tanggal akulsisi atas total Imbalan yang
dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisl untuk setiap kelompok
utama Imbalan:
kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset Indemnlfikasi:
ta) jumlah yang dlakul pada tanggal akuisisi,

(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan

jumlah pembayaran, dan

(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat diestirtasikan maka fakta dan alasan
mengapa kisaran tersebut tidak dapat dlestimasikan.
Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas,
maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut,

Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh
berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang
diberikan, sewa pernbiayaan langsung, dan kelompok piutang
lain, yaitu sebagal berikut:

(a) Nilai Wajar piutang:

(b) jumlah piutang bruto kontraktual, dan

(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktua! yang diperkirakan tidak tertagih:

jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih:
setiap Ilabilitas kontinjensl yang diakui pada Nilai Wajar:

(a) uratan mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat

arus keluar sumber daya ekonomi terjadi,

(b) Indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar
tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan
peristiwa masa depan, dan

(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah dlakul untuk estimasi
penggantian tersebut,

dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai
Wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak
pengakuisisi mengungkapkan:

ta) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b)
angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan

(b) alasan Llabilitas tidak dapat diukur secara andal,

dalam hal pembelian dengan diskon:

ta) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba

Page 42 OCR 0.899
Page 42 of 49

44)

(15)

rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui: dan

(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan:

setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuislsI memiliki

kurang dari 10096 (seratus perseratus) dari kepentingan

ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi:

(a) jumlah dari kepentingan nonpengendail pada pihak yang
diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar
pengukurannya: dan

(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan
dalam penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada
Nilai Wajar,

dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara

bertahap:

la) Nilai Wajar pada tanggal akulsisi atas kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi
segera sebelum tanggal akuisisi: dan

(b) jumlah keuntungan atau keruglan yang diakui sebagai hasil
darl pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan
ekuitas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam
laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut,

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan
periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi
wajlb mengungkapkan informasi berikut untuk setlap kombinasi bisnis
yang material atau secara kolektif material:

(1)

(2)

(3)
4
(5)

dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai

untuk Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau

jenis Imbalan dan jumtah yang diakui dalam laporan keuangan

kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan,

maka diungkapkan:

Ca) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum
selesai,

(b) Aset, Llabilitas, kepentingan ekultas atau jenis Imbalan
yang akuntansi awalnya belum selesai, dan

(c) sifat dan jumlah dari setlap penyesualan perlode
pengukuran yang diakui selama perlode pelaporan

setiap perlode pelaporan setelah tanggal akulsisi sampai dengan

Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehllangan hak atas

aset Imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan

menyelesaikan llabititas Imbalan Kontinjensl atau llabilitas

tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan:

(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk
setiap perbedaan yang timbul selama penyelesaian:

(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan
alasan perubahan tersebut, dan

(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan
untuk mengukur Imbalan kontinjensi,

Ilabilitas kontinjensl yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika

ada,

rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwlll pada awal dan akhir

periode pelaporan,

jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau

kerugianyang dlakul pada periode pelaporan yang:

fa) terkalt dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau
Siabilitas yang diambll-alih dalam kombinasi bisnis pada
periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan
sebelumnya: dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan
untuk memahami japoran keuangan Perusahaan hasil
penggabungan:

Cc) pernyataan Kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis: dan

Page 43 OCR 0.925
Page 43 of 49

d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya
selama suatu periode:

(1) jumlah harga yang dibayarkan:

(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas:

(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan

(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada
entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan kategorl utamanya.

27.

Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen,

(1) informasi umum, yang terdiri dari:

(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan

(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari
setiap segmen dilaporkan,

(2) Informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan
dan beban tertentu, aset segmen, dan llabliltas segmen dari
segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya:

(3) rekonsillasi dari total pendapatan segmen, ukuran taba atau rugi
segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur
segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam
taporan keuangan Perusahaan,

b) pengungkapan pada tevel entitas

(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa
atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.

(2) Informasi wilayah geografis
la) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan

kepada:

i. negara domisili Perusahaan, dan

ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari
suatu negara asing secara Individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah,
termasuk dasar pengatribusian pendapatannya Kepada
negara tersebut secara individual.

(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang
ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi
akibat kontrak asuransi yang berlokasi di:

I. negara domisili Perusahaan, dan

Ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing
secara Individual jumlahnya material, maka aset
tersebut diungkapkan secara terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal
tunggal mencapai 105 (sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:
la) fakta,

(b) total pendapatan dari setiap pelanggan: dan

(c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 31

28)

Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) uralan tentang alasan operasi dihentikan:

(2) uraian fakta dan keadaan dari penjuatan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan
dari aset dan liabilitas operasi yang dihentikan: dan

(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan
disajikan sesuai SAK yang berlaku.

b) Yang harus diungkapkan atas Informasi terkait dengan laba (rugi)

Operasi yang dihentikan, antara lain:

Page 44 OCR 0.911
Page 44 of 49

(4) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam taporan laba
rugi komprehensif meliputi:

(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari
operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang
terkait: dan

(b) laba atau rugl yang diakui dalam pengukuran ke Nilai
Wajar setelah dikurangi blaya untuk menjual atau
pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait dengan
Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang
terkait,

(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi,

Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan, dan

(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi
yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas

Induk.

29

Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat

a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan
tujuannya, yaitu untuk lindung nilal atau tujuan lainnya (non lindung
nilai), seperti untuk tujuan spekulasi,

b) Perusahaan yang Memiliki atau menerbitkan Instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi Ilndung nilai dan kelompok non lindung nilai:

(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka
dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-lain:

(2) pihak lawan transaksi (counterpartles):

(3) tanggal jatuh tempo,

(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan
posisi keuangan:

(5) beban atau Pendapatan pada perlode pelaporan,

(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai, dan

(7) persyaratan penting lainnya.

Cc) Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi
derivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut,

(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi Indung
nilai, termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas
dan jenis transaksi yang dilindung nilai: dan

(3) Bagi Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung
nllal, disebutkan tujuannya.

30)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Yang harus dlungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan

Nabilitas keuangan antara lain:

a) Nilat Wajar setiap kelompok Aset dan Liabllltas tersebut dengan cara
yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat
dalam laporan posisi keuangan, dan

b) hlerarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan.

Catatan 33

31)

Dividen

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada perlode pelaporan:

b) jumlah utang dividen untuk:

(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya:

C) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau
dideklarasikan setelah perlode pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesaian laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Llabilitas
kepada pemillk pada akhir periode pelaporan, dan

d) jumtah dividen preferen kumulatif yang tidak diakul.

Catatan 23

Catatan 23

32)

Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah agregat dari llabilitas Kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas
kontinjensi lainnya secara terpisah:

b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari
komitmen lainnya:

C) daftar dan penjelasan bagian partislpasi dalam Ventura Bersama

Page 45 OCR 0.891
Page 45 of 49

yang signifikan dan bagian partisipasi kepemillkan dalam
pengendalian bersama entitas: dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakut dalam pengendalian bersama

entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:

(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya:
dan

(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas
jangka pendek, Ilabilitas jangka panjang, penghasilan dan
beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama.

33) | Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) perikatan yang meliputi:
ta) perjanjlan sewa, Keagenan dan distribusi, bantuan v Catatan 31 dan 32

manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:

L pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian,

Ii. periode berlakunya perikatan,

Il. dasar penentuan kompensasi dan denda,

Iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan:
dan

V.  pembatasan-pembatasan lainnya:

(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan
dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian pembelian, Ikatan untuk investasi, v Catatan 32
diungkapkan:

I. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian:
li periode berlakunya perlkatan:
NI. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah
direalisasi: dan
Iv. sanksi-sanksi:
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:

Ca) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk
bihak yang dijamin P 9 v Catatan 15 dan 19

(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan,

(c) periode berlakunya jaminan, dan

(d) nilai jaminan:

(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, Catatan 32
cerukan bank: dan

(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya, Catatan 15 dan 19

b) Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang terkait,

(b) jumlah yang diperkarakan,

(c) latar belakang, Isi dan status perkaradan pendapat hukum
(legal opinion): dan

(d) dampak keuangan:

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uralan singkat
tentang peraturan dan estimasi darmpak keuangannya,

(3) kemungkinan Ilabilitas pajak tambahan:

Ka) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda atau bunganya, dan

(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding):

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:

Ca) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi:

(b) estimasi dari dampak keuangannya,

(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah
atau waktu arus Keluar sumber daya, dan

(dj kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.

34) | Khusus Industri Perkebunan

Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma:

b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama,

C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan:

d) Hak dan Ilabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama:

NN

Catatan 35
Catatan 35
Catatan 35
Catatan 35

Page 46 OCR 0.921
Page 46 of 49

e) Ketentuan tentang perbahan perjanjlan kerjasama, dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
35) | Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko
yang timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai
berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang Catatan 34
belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan
yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai:
(2) risiko likuiditas, antara lain: Catatan 34
fa) analisis jatuh tempo untuk llabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo Kontraktual yang
bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas, dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas,
(3) risiko pasar, antara lain analisls sensitivitas untuk setlap jenis
risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode Catatan 34
pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada varlabel
risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan
ekuitas, dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. Catatan 34
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari
pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap Catatan 34
jenis risiko yang timbul dari Instrumen keuangan.
36) | Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratlo)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(4) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada
tanggal laporan posisi kevangan:
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(Lt) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata
uang pada tanggal laporan posisi keuangan:
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank
Indonesia,
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi
jaminan atas dana plhak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas
fiduclaryyang meliputi jasa kustodian, wal) amanat, pengelolaan
Investasi dan reksadana.
37) | Kuasi-Reorganisasi

Yang harus diungkapkan antara lain uralan mengenai kegiatan kuasl-
reorganisasi yang meliputi:

a)

b)

c)
d)

e)

Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan
dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak
kuasi-reorganisasi,

Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan
pernegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan
prospek usaha dl masa mendatang,

Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasl-reorganisasi,

Rincian darl jumlah yang membentuk akun selisih penilalan Aset dan
Iiabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan
Keterangan tentang tanggal terjadinya Kuasi-reorganisasi pada akun
saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10
tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.

Page 47 OCR 0.932
Page 47 of 49

38)

Pengelolaan Modal

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan
dalam mengelola permodalannya, termasuk:

(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang
disyaratkan oleh pihak eksternal: dan

(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengetola
permodalannya:

b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal,

Cc) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya:

d) pernyataan atas Kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari
pihak eksternal (jika ada): dan

e) konsekuensi darl ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.

Catatan 21

Catatan 21

39)

Transaksi Nonkas

Yang harus diungkapkan antara lain :

Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi
modal.

Catatan 12

40)

Pembayaran Berbasis Saham

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jumlah Ltabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk
jangka pendek ataupun jangka panjang:

b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham
yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum
setiap perjanjlan, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas
Opsi yang diberikan, dan metode penyelesalanj

c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsi satiam,

d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama perlode, rata-rata tertimbang
harga saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan,

e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak
untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode:

? penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal
sebagai berikut:

(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang
Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi
tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur: dan

(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekultas
tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk instrumen ekuitas lain
yang diberikan selama suatu periode (yaltu selain opsi saham),

9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi
Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.

4)

Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus dlungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan,
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas:
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi:
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan:
dan
(5) Jumlah Investasi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabllitas.

Page 48 OCR 0.911
Page 48 of 49

42)

Aset Liabllitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus dlungkapkan:

a)
b)
c)

9

Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah,

Jenis Akad Asuransi Syariah:

Rincian Aset, Llabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi
Syariah: dan

Zakat.

43)

Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:

a)
b)
9
d)
3)

Kontrak reasuransi,

Perjanjian penting dan ikatan lainnya:

Rasio keuangan penting:

Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan

Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.

4)

Khusus Industri Kehutanan :

a)
b)

ka)

d)

8)

Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu):

Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan

luran wajib lainnya,

Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan

penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan

hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian

alam):

Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan

biayanya:

Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada

periode berjalan dan akumulasinyaj dan

Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :

“d) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya,
lan

(2) Jenis jalan yang dibangun pada perlode berjalan dan akumulasinya.

45)

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)

dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah perlode pelaporan

tentang Kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka

Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesual

dengan informasi terkini: dan

contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas

untuk menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya,

atau untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui:

dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode

pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa,

misalnya:

(l)tanggal terjadinya:

(2)sifat peristiwa: dan

(3)estimasi atas dampak Keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.

46)

Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan
yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan

Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang
terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum
efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara laln:

a)
b)

c)
d)

judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut,

sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan
kebijakan akuntansi,

tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan, dan
pembahasan mengenal dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru
atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar.

PN

Catatan 38
Catatan 38

Catatan 38

Catatan 38

Page 49 OCR 0.927
Page 49 of 49

47)

Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-
pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(1) sifat reklasifikasi:
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direklasifikasis dan
(3) alasan reklasifikasi.
b) Dalam hat reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan,
maka Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut, dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan Jika jumlah tersebut
direklasifikasi.

48)

Hibah Pemerintah

Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan

hal-hal sebagai berikut:

a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah: dan

b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas
bantuan pemerintah yang telah diakul.

49)

Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain

a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan
keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk
memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam
rangka penawaran Efek di negara lain.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain,

(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan
beserta penjelasannya, dan

(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan faba rugi
komprehensif beserta penjelasannya.

c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan Oleh otoritas pasar modal di
negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan
tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan,

50)

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara tain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari
peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan,
seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.

Jakarta, 31 Juli 2926

|

Hendra Widjaja
Direktur

Page 50

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.63 MB
Published31 Jul 2026
Pages50
Characters150,886
Text sourceOCR
OCR confidence0.917

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indofood Sukses Makmur Tbk p.1 ×2
linked person Hendra Widjaja p.49
unresolved org Kantor Akuntan Publik N p.1
unresolved org Bapepam p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×13
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.22
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.32

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-II-INDF.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result