Back to announcement
Checklist lap keu ISM Jun 26 Signed.pdf
Financial statement Text extracted INDFSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1 OCR 0.927
Page 1 of 49 CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA Petunjuk Pengisian Checklist: 1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek, Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17). Tanda (V) diisi pada kolom "Ada" apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda vV) diisi pada kolom 'Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom 'N/A'. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited). Data Umum Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk Bidang Usaha Manufaktur Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi Juni 2026 Tahun 2025 (Unaudited) (Audited) Nama Kantor Akuntan Publik N/A Purwanto, Susanti & surja Nama Partner N/A Sinarta Opini Akuntan N/A Wajar tanpa Pengecualian Catatan tentang Opini (jika ada) N/A NJA x disesuaikan dengan perlode penyajian laporan keuangan. Ya Tidak Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung Jawab v Direksi Atas Laporan Keuangan” Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi v Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Page 2 OCR 0.909
Page 2 0149 Data Keuangan Penting (dalam jutaan ruplah) 30 Jun 2026 | 30 Jun 2025 Periode laporan keuangan (Unaudited) | (Unaudited) Laba Rugi Komprehensif Pendapatan 65.525.522 59.843.246 Laba (rugi) bruto 21.377.030 19.828.530 Laba (rugi) usaha/operasional 13.285.813 11,692.147 EBITDA 15.453.388 13.710.485 Laba (rugi) Bersih periode berjalan 6.951.268 8.100.615 Laba (rugi) komprehensif 8.628.377 7.585.914 Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 538 665 Laba Per saham (dilusian) NYA N/A 30 Jun 2025 | 31 Des 2025 Laporan Posisi keuangan (Unaudited) (Audited) Jumlah Aset 231.245.059 217.981.765 Jumlah Aset Lancar 101.706.946 90.391.256 Jumlah Aset Tidak Lancar 129.538.113 127.590.509 Jumlah Liabilitas 106.532.925 97.746.518 Jumlah Llabilitas Jangka Pendek 50.120.902 42.399.644 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 56.412.023 55.346.874 Jumlah Ekuitas 124.712.134 120.235.247 Modal Disetor 878.043 878.043 Saldo Laba 63.631.240 61.459.220 Rasio Keuangan" Rasio Lancar (x) 2.0x 21x ROA 6,596 140 ROE 12,2Yo 13,646 Ebitda thd pendapatan 23,6Yo 23,3Yo “dapat disesuaikan berdasarkan industrinya Catatan: 1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. 2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-l.K No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek, Laporan Keuangan Terdiri dari: Laporan posisi kesangan pada akhir periode Laporan laba rugi komprehensif selama periode Laporan perubahan ekuitas selama periode SIKIs Iki Laporan arus kas selama periode ujalu'in|ie Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif v yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. 6 Catatan atas Laporan Keuangan V
Page 3 OCR 0.924
Page 3 of 49 Keterangan Mn NN “Keterangan: Ketentuan Umum Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut: a. gambaran umum Perusahaan: b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan: C. Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugl komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos: dan d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi: 1) Informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan: dan 2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan adanya bagian darl suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”, Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenal Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan, nilat pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya. Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan Gambaran Umum Perusahaan Hal-hal yang harus dlungkapkan, antara lain: Pendirian perusahaan Riwayat ringkas perusahaan: Catatan 1 Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan darl Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara, Catatan 1 3) Kegiatan usaha sesual anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada periode pelaporan: Catatan 1 4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha, Catatan 1 5) Tanggal mulal beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya, dan SIS al ai Catatan 1 6) Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya. Catatan 1 7) Khusus Industri Media Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. 8) Khusus Industri Jalan Tol Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan jalan tol tersebut. 9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. 10) Khusus untuk Industri Perbankan Izin usaha sebagal bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada). 11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan. Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
Page 4 OCR 0.900
Page 4 of 49 3) Area Eksplorasi, meliputi: » Nama lokasi: « Nama pemilik Izin lokasi: « Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya: « Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi, dan « Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan: Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi: » Nama lokasi: » Nama pemilik Ijin lokasi: « Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya: « Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi, # Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi: « Jumlah produksi pada tahun berjalan: dan @ Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasl/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan. b: 12) Khusus Industri Kehutanan Yang harus diungkapkan antara lain: a) pelaksanaan keglatan pengusahaan hutan, b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH, dan Cc) sisa umur HPH. b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara laln: 1) Tanggal danfatau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan 1 Efek yang diterbitkan di luar Indonesia, 2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan, V Catatan 1 3) Bursa tempat Efek dicatatkan: dan v Catatan 1 4 Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan vV Catatan 1 (corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan perlode pelaporan terakhir. Ken Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan (EBK) tidak memiliki Yang harus diungkapkan antara lain: EBK 1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1 maupun tidak langsung, 2) | Tempat kedudukan, v Catatan 1 3) | Jenis usaha, v Catatan 1 4) | Tahun beroperasi secara komersial, v Catatan 1 5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1 6) | Totat Aset: dan v Catatan 1 7) | Informasi penting lainnya antara lain: a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas Induk v Catatan 1 tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalul entitas anak, lebih dari 5046 (lima puluh perseratus) hak suara yang sah, b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 5094 (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas Investee tidak diikuti dengan pengendalian: C) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolldasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas Induk, dan alasan menggunakan tanggal atau perlode yang berbeda: sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka, suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengaklbatkan hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik d e,
Page 5 OCR 0.941
Page 5 of 49 entitas Induk: dan f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas Induk harus mengungkapkan: (1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian, (2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan, (3) jumlah harga yang diterima: (4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas, (S) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan: dan (6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis tainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang dlikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit Yang harus diungkapkan antara lain: 1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan Komisaris, Catatan 1 dan komite audit: 2) | Cakupan manajemen kunci, dan Catatan 1 3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir perlode atau rata-rata Catatan 1 jumlah karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak. e. Penerbitan Laporan Keuangan 1) | Tanggal taporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan Catatan 1 2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. Catatan 1 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut: Pernyataan kepatuhan terhadap SAK Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK. Catatan 2 Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan 1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost), biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net reallzabie value), Nilai Wajar (fair valve) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku. Catatan 2 2 Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuall untuk laporan arus kas. Catatan 2 3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi: a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak, b) fakta dan alasan perubahan, apablla terdapat perubahan mata uang fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan Cc) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada). Catatan 2 4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen 1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau bagian lain dari catatan atas taporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Catatan 3 2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya: dan Catatan 3 3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan. Catatan 3
Page 6 OCR 0.903
Page 6 of 49 Kebijakan Akuntansi Tertentu Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapl tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: EN 1) | Prinsip-prinsip konsolidasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos- v Catatan 2 pos entitas Induk dan entitas anak, b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolldasikan ke dalam laporan v Catatan 2 keuangan entitas induk: Cc) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | Catatan 2 kehilangan Pengendalian atas entitas anak, d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas v Catatan 2 entitasanak, e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian v Catatan 2 kepentingan nonpengendali: dan f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang v Catatan 2 dikonsolidasi telah dieliminasi. 2) | Kombinasi bisnis Yang harus dijelaskan antara lain: a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode v Catatan 2 yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali, b) pengakuan awal untuk goodwill, v Catatan 2 c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwilf, dan v Catatan 2 d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di Perusahaan, antara lain: (1) pembelian dengan diskon, v Catatan 2 (2) akulsisi secara bertahap: dan V Catatan 2 (3) Imbalan kontinjensi, V 3) | Kas dan setara kas, vV Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara kas. 4) | Instrumen Keuangan a) Instrumen Keuangan selain Sukuk Yang harus dijelaskan antara laln: (1) pengakuan awal Instrumen keuangan setlap kategori, termasuk V Catatan 2 perlakuan atas biaya transaksi: (2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2 kategori: (3) ketentuan saling hapus dari Instrumen keuangan, v Catatan 2 (4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen v Catatan 2 keuangan: (5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2 penurunan nilai dari aset keuangan: (65) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan: v Catatan 2 (7) khusus Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, v selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai, (a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai, (b) klasifikasi lindung nllai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas instrumen keuangan derivatif: dan (c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansl tindung nilai. v b) Investasi pada Sukuk Yang harus dijelaskan antara lain: (1)klasifikasi dan reklasifikasi investasl pada Sukuk: (2)pengakuan awal Sukuk: (3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk, (4)Penyajian pendapatan sukuk: dan (5)penyajlan amortisasi biaya transaksi. €) Sukuk yang diterbitkan v Yang harus dijelaskan antara lain:
Page 7 OCR 0.919
Page 7 of 49 (1)pengakuan awal Sukuk: (2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk: (3)biaya transaksi penerbitan Sukuk: (4)posisi penyajian Sukuk: dan (S)akad syariah yang digunakan. 5) | Khusus Industri Perbankan v a) Giro Wajib Minimum Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib minimum. b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain. c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain. 6) | Piutang Reverse Repo v Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 7) | Khusus Industri Perbankan v Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki: b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi Pemerlntah,dan c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan. 8) | Khusus Industri Perbankan v a) Kredit Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan: (2)Dasar penyajian atas kredit, (3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit: (4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada): dan (5) Kebijakan bank akan agunan kredit. b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi Yang harus dijelaskan antara fain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi. c) Agunan yang Diambil Alih Yang harus dijelaskan antara laln: (1)Dasar penilaian dan penyajian: (2)Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan dengan saldo piutang/pemblayaan yang tidak dapat ditagih, dan (3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan. 9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen, dan b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik Kembali aset pembiayaan konsumen dari konsumennya. 10) | Anjak Piutang v Yang harus dijelaskan antara lain: a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse): b) Penyajian transaksi anjak plutang, C) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih piutang dialihkan: dan d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan). 11) | Sewa Yang harus dijelaskan antara tain: a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung Suatu sewa: Catatan 2 b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pernbiayaan atau Catatan 2 sewa operasi, dan
Page 8 OCR 0.907
Page 8 of 49 c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai 'essee dan/atau lessor. v Catatan 2 12) | Persediaan : v Catatan 2 yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan rumusan biaya yang digunakan. a) Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10 HTI Dalam Pengembangan Yang harus dijelaskan antara lain: Beban-beban yang dikapitallsasl, antara lain: kewajiban kepada negara, pemeliharaan sarana dan pra-sarana. HTI Siap Panen Yang harus dijelaskan antara lain: Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi. b) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, v Catatan 2 tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan: (2) Dasar penllalan dan pengukuran: v Catatan 2 (3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke v Catatan 2 tanaman telah menghasilkan: (4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang dlsusutkan, v Catatan 2 dan (5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. v Catatan 2 c) Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Yang harus dijelaskan antara lain: (4) Hewan ternak telah menghasilkan : ta) Metode penilaian: (b) Metode amortisasi (deplesi): dan (c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada. (2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) : (a) Metode penilaian: dan (b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan ternak telah menghasilkan. 13) Aset Tetap: Yang harus dijelaskan antara tain: a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2 b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: vV Catatan 2 Cc) pengelompokan Aset Tetap: v Catatan 2 d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2 e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap: v Catatan 2 f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan: v Catatan 2 9) penghentian pengakuan, v Catatan 2 h) nilai residu: dan v Catatan 2 pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi v Catatan 2 umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir perlode pelaporan. 14) Investasi pada Entitas Asosiasi v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat Investasi pada asosiasi. 15) Bagian partisipasl dalam Ventura Bersama v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian partisipasl dalam Ventura Bersama. 16) Pola Kerjasama Yang harus dijelaskan antara lain: a) b) c) Kriteria dari bentuk kerjasama, Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul, dan Sistem pembagian hasil, jika ada.
Page 9 OCR 0.921
Page 9 of 49 17 Aset Tak Berwujud Yang harus dijelaskan antara !ain : a) pengakuan awal Aset Takberwujud: b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud: C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabita umur manfaat terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya: d) sumber terjadinya Aset Takberwujud: e) metode amortisasi yang digunakan: f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan 9) riset dan pengembangan (jika ada). SL SL Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimillki untuk dijual Yang harus dijelaskan antara lain: a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual: dan b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual. 19) Properti Investasi : Yang harus dijelaskan antara lain: 3) pengakuan awal Properti Investasi: b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi: Cc) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya: d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya: dan e) penghentian pengakuan Properti Investasi. 20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto, b) Kriteria kapitalisasi blaya, penurunan nilai ((mpairment) dan penilaian kembali aset (revaluasi): Cc) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan, d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan, dan e) Pertanggungan Asuransi. 21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan nilai dan b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nllal aset nonkeuangan dan pembalikannya. Catatan 2 Catatan 2 22) Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Ilabilitas segera. Simpanan Nasabah Yang harus dijelaskan antara lain: a) Penjelasan atas simpanan: dan b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan. Simpanan dari bank lain Yang harus dijelaskan antara lain: a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan b) Dasar penyajlan simpanan dari bank lain. Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto. 23) Provisi Yang harus dijelaskan antara lain: a) kondisi provisi yang harus diakui: dan b) dasar penentuan nilai provisi. Catatan 2 Catatan 2
Page 10 OCR 0.915
Page 19 of 49 24) Utang Repo vV Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan. Yang harus dijelaskan antara lain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH, b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan, C) Metode penyusutan prasarana PLH: dan d) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Lokasi penambangan: (2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi, (3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangany dan (4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan. 26) Khusus Industri Pertambangan Umum v Blaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang bersangkutan: b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi, C) Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana: dan d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi. Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan blaya PLH, b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan, dan c) Metode penyusutan prasarana PLH. 27) Pengakuan Pendapatan a) Yang harus dijelaskan antara laln: (1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar v Catatan 2 pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada, dan v (2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. b' Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan v metode persentase penyelesaian Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap penyelesaian suatu kontrak. c, Khusus Industri Asuransi v (1) Pengakuan pendapatan premi Penjelasan yang harus ditambahkan antara laln: (a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan pendapatan, (b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif, dan (c) Penyajian pendapatan premi dalam taporan laba rugi. (2) Beban Klaim Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: fa) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam proses penyelesaian, Klalm yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim: dan (b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
Page 11 OCR 0.921
Page 11 of 49 d) Khusus Industri Real Estate Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat, (2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek: (3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nllai tercatat proyek: (4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat, (5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini: dan (6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya. 28) Program Loyalitas Pelangan Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas pelanggan 29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2 asing, b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2 Iiabilitas moneter, dan Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan vV Catatan 2 saldo dalam mata uang asing. 30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penetapan Pihak-pihak beretasi, v Catatan 2 b) Pengungkapan Pihak-pthak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan / Catatan 2 31) Hibah Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam laporan keuangan. 32) Pajak Penghasilan Yang harus dijelaskan antara lain: a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak v Catatan 2 tangguhan, b) ketentuan mengenal saling hapus, v Catatan 2 Cc) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan: dan v Catatan 2 d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak v Catatan 2 tangguhan. 33) Imbalan Kerja Yang harus dijelaskan antara lain: a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan, v Catatan 2 & 20 b) deskripsi umum mengenal jenis program Imbalan pascakerja yang v Catatan 2 & 20 diselenggarakan oleh Perusahaan, c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan v Catatan 2 & 20 kerugian aktuarial: dan d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan vV Catatan 2 & 20 penyelesalan. 34) Saham Treasuri Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri. 35) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksl pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui Instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya. 36) Kuasi-Reorganisasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi: b) Dasar penentuan nllal wajar Aset dan Liabilitas: dan c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas. Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013. 37) Biaya Pinjaman v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya
Page 12 OCR 0.913
Page 12 of 49 pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham dilusian. 38) Segmen Operasi v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi. 39) Laba (Rugi) per saham v Catatan 2 Ta En Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan Aset Kas dan Setara Kas Yang harus diungkapkan antara laln: a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga: b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang asing, c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan, dan d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha disertal pendapat manajemen. Lt Catatan 4 Catatan 4 Catatan 4 2) Khusus Industri Perbankan a) Kas Yang harus dlungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata uang. b) Giro pada Bank Indonesia Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam mata uang original): dan (2)Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank pada saat periode pelaporan. Cc) Giro pada Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian Jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang, (1)Jumlah penyisihan penurunan nilai, (2)Perubahan penyisihan selama perlode berjalan untuk masing- masing giro, (3)Rinctan jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyal hubungan istimewa dan pihak ketiga, (4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan (5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang: (2)Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (Impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpalred): (3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok): (4)Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan, (5)Rinctan jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga: (6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (?)Jumlah dana yang diblokir dan alasannya, (8)Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang berwenang: dan (9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nllal. 3) Piutang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: | v b) jumlah plutang menurut debitur, Cc) jumtah piutang menurut mata uang: v Catatan 6 Catatan 6
Page 13 OCR 0.918
Page 13 of 49 @) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nllal, 8) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang: f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan: 9g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan: h! jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif: dan i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi: (4) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting lain yang diatur dalam perjanjian: dan (2) jaminan yang diberikan (bila ada). Catatan 6 Catatan 6 Catatan 6 Catatan 6, tidak ada piutang yang dijaminkan 9 Khusus Industri Asuransi a) Piutang Premi Tambahan pengungkapan mengenalantara lain: (1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur, (2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi, dan (3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas, b) Piutang Koasuransi Tambahan pengungkapan mengenalantara lain: (4) Jumlah berdasarkan ko-asuradurj (2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan (3) Jumlah plutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. C) Piutang Reasuransi Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: (4) Jumlah piutang berdasarkan reasuradurj (2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan (3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. d) Plutang Hasil Investasi Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: (1) Pemisahan antara plutang kepada pihak berefasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah piutang menurut jenis Investasi, (3) Jumlah piutang menurut mata uang: dan (4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. 5) Khusus Industri Pembiayaan a) Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus diungkapkan antara laln: (1)Jumtah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain): (2)Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen: (3)Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja (4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, penerusan pinjaman dan pengambllalihan piutang apabila perusahaan membagi risiKo tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas: (S)Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, (6)Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang pemblayaan konsumen yang diberlkan-berdasarkan objek pembiayaan: (7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan (8)Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai jaminan atas utang. b) Tagihan Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa recourse) serta pendapatan
Page 14 OCR 0.911
Page 14 of 49 anjak piutang tangguhan (dengan recourse): dan (2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang. Cc) Piutang Sewa Pembiayaan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rinclan jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Rekonsiliasi antara Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto dan nilai kinl piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk setiap perlode berikut: (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai Ilma tahun (c) lebih dari Ilma tahun (3) pendapatan keuangan yang belum diterima: (4) nilai residu yang tidak dijamln yang diakru sebagai manfaat lessor, akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum, (6) rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan dalam periode: dan (7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material, (5. d) Piutang Sewa Operasi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap perlode berikut, (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun (c) lebih dari lima tahun (2) total rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan pada periode: dan (3) penjelasan umum isi perjanjlan sewa lessor. 6) Khusus Kontrak Konstruksi Piutang Retensi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi: dan b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi. 7 Tagihan Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap ontral konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaltu : a) biaya kontrak yang terjadi, b) laba yang diakul: Cc) kerugian yang terjadi, dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). 8) Piutang Reverse Repo Yang harus diungkapkan antara laln: a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan: b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek, €) Nama pihak/counterparty: d) Lokasi Efek jaminan, e) Tingkat bunga piutang reverse repo, ? Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan 9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jlka ada). 9) Agunan Yang Diambil Allh Yang harus diungkapkan antara laln: a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih: b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan C) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
Page 15 OCR 0.925
Page 15 of 49 pengambilalihan agunan tersebut. 10) Piutang Dividen dan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain. 11) Piutang Lain-Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jenis dan jumlah piutang: b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), dan Cc) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan. Catatan 31 12) Aset Keuangan Lainnya Pengungkapan in! telah diterapkan untuk aset keuangan fainnya yang bersifat lancar maupun tidak tancar, a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian Investasinya: (2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakul sebagai laba atau rugi periode berjalan: (3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nila) wajar melalul laba rugi: (4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum dlamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo, (5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). (6) uralan tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo, (7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan: (a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori, (b) alasan reklasifikasi, dan (c) sisa Investasi dalam kelompok dimilikl hingga jatuh tempo yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual. (8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagal agunan untuk Llabliltas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut: NN Catatan 9, tidak ada aset keuangan lainnya ke pihak berelasi Catatan 9 dan laporan posisi keuangan Laporan perubahan ekuitas konsolidasian (9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang dihitung secara Kolektif dan Individual, termasuk beban penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi, dan (10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh tempo. Catatan 9 dan 34 13) Khusus Deposito Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak beretasi, b) kisaran suku bunga kontraktual selama perlode pelaporan: C) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: dan d) hal-hal fain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut. SL Catatan 4 Catatan 4 Catatan 4 14) Khusus Investasi pada Sukuk Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerblt dan akad syariah: b) tujuan model usaha yang digunakan: C) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya, dan d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan.
Page 16 OCR 0.909
Page 16 of 49 15) | Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah v Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis: b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga, c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan d) Informasi penting lainnya. 16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana v Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih, dan b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan 17) | Khusus Wesel Tagih v Tambahan pengungkapan mengenaiantara laln, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya). 18) | Khusus Industri Asuransl Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan. 19) | Pinjaman Polis Yang harus dlungkapkan antaralain rinclan berdasarkan: 3) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang: b) Tingkat suku bunga. 20) | Khusus Industri Perbankan v Kredit Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka waktu serta kolektibilitas: b) Jumlah cadangan keruglan penurunan nilai dan mutasi selama perlode berjalan: c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan, &e) Tingkat suku bunga rata-rata pertahun: f Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia: 9) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankeruglan penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia: h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas, DJ Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan, agen, atau anggota sindikasi: » Ikhtisar pembeljan kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada, k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, |) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. 21) | Tagihan dan Liabilitas Akseptasi v Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo: b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan Kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan dan mutasi selama perlode berjalan, c) Rincian jumlah tagihan dan llabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: . d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi 22) | Persediaan a) Yang harus diungkapkan antara lain: (4) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat Catatan 7 menurut klasifikasi yang sesual bagi Perusahaan: (2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar Catatan 7 dikurangi biaya untuk menjual, (3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode Catatan 7
Page 17 OCR 0.917
Page 17 of 49 berjalan, (4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang v jumlah persediaan yang diakut sebagai beban datam periode berjalan: (S) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang v diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan: Catatan 7 Catatan 7 (6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilat v persediaan yang diturunkan: (7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan: (I) jumtah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan (ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. (8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima v jaminan, dan alasan dijaminkan: dan (9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai v pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya. Catatan 7 Catatan 7, tidak ada persediaan yang dijaminkan Catatan 7 b) Khusus Industri Perhotelan Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus diungkapkan antara lain: (Ll) Makanan dan minuman: (2) Perlengkapan: dan (3) Barang Dagangan. c) Tambahan pengungkapan antara lain: Khusus Industri Real Estat (1) Pengungkapan nllai tercatat persediaan menurut klasifikasl: (a) Tanah Matang, (b) Unit Bangunan, dan (c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian. (2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkalt yang akan dialihkan, bila ada. d) Tanah untuk Pengembangan Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan, (2) Jumlah blaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan, dan (3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. 8) Tambahan pengungkapan antara lain: Khusus Industri Media (1) Materi program : lokal, impor (media televisi), (2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak): (3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan (4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya. Tambahan pengungkapan antara lain: Khusus Industri Rumah Sakit (1) Obat-obatan: (2) Perlengkapan medis (disposable): dan (3) Persediaan lainnya Khusus Industri Peternakan (1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi: fa) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan (b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.
Page 18 OCR 0.919
Page 18 of 49 (2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek Yang harus diungkapkan antara lain: fa) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan, tb) Rekonsiliasi saido awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, (c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan, (d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang: (e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup, (P Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan langsung: (9g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilal pertanggungan asuransi: dan (h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 23) | Pajak Dibayar Di muka Yang harus diungkapkan antara laln: a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan Catatan 18 b) uralan mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. Catatan 18 24) | Biaya Dibayar Dimuka Saldo biaya dibayar Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. dimuka berada di bawah threshold yang ditetapkan oleh peraturan 8 G7 25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual Yang harus diungkapkan antara laln: (1) uratan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan, (2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan: (3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilat, (4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode penyelesatan penjualan menjadi lebih dari satu tahun, (5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku: dan (6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan: (a)nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara: I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimlllki untuk dijual, disesualkan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabita aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, dan II. jumlah terpullhkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual, (b)uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut, dan (c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajlan sebelumnya. 26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang, b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai serta penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut: Cc) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian Catatan 31
Page 19 OCR 0.916
Page 19 of 49 penurunan nilai secara individyal dan kolektif, dan penghapusan piutang, d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilal: dan e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, hal tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya. 27) Investasi pada Entitas Asosiasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) nama entitas asoslasi, b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya, c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi harganya tersedia: d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumiah agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi, €e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari 2045 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee secara langsung atau tidak langsung, P akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau perlode yang berbeda: 9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan: h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakul dan alasannya, apabila Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif, i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asostasi yang terjadi bersama- sama dengan Investor lain, j) llabilitas kontinjensl yang terjadi karena Investor berkewajiban bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabititas entitas asosiasi, dan k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam ketompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total Aset, total Ltabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi. SL Catatan 1 & 9 Catatan 1 & 2 Catatan 1 & 9 Kuotasi harga tidak tersedia Catatan 9 28) Khusus Industri Konstruksi Jaminan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut. 29) Khusus Industri Kehutanan HTI dan HTI dalam pengembangan Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTi, yang disajikan sebagai berikut: a) Saldo awal, b) Penyisihan periode berjalan, Cc) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan d) Saldo akhir. Catatan 10 30) Khusus Industri Jalan Tol Hak Bagi Hasil Tol Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut: (a) Dasar pengukuran hak bagi hasll tol, (b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya, (c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan: dan (d) Reklasifikasi proyek Kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. 31) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Untuk tanaman telah menghasilkan (1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman, (2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir, (3) Status tanah yang digunakan untuk menanam, Catatan 10 Catatan 10 Catatan 10
Page 20 OCR 0.907
Page 20 of 49 (4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanamanz (5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasiikan selama paling sedikit 2 tahun: dan (6) Tanaman yang dijaminkan. b) Untuk tanaman belum menghasilkan (1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut : (a) Saldo awal IL Tambahan tahun berjalan Il Biaya langsung Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi depreslasi luar blasa IL. Pengurangan tahun berjalan HI, Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan (c) Pengurangan lalnnya (d) Saldo akhir, (2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang menjadi millk perusahaan (intI) dan tanaman yang bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma), dan (3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. (4) Catatan 10 Nilai tanaman telah menghasilkan ti Idak dapat dibagi berdasarkan area lokasi karena total nllal tanaman telah menghasilkan termasuk alokasi kombinasi bisnis. Catatan 10 Catatan 10 Catatan 35 nilai dari 32) Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang Yang harus diungkapkan antara lain: a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan, b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan: d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan tokasi/area peternakan, €) Kondisi hewan ternak, f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir, 9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup, h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan langsung: I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada, i) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada, dan k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 33) Properti Investasi a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, mode! Nilal Wajar atau model blaya, (2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi, (3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan: (4) nama Penilal, tanggal penilaian, dan tanggal taporan penilaian terakhir, (5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk: fa) penghasilan sewa dari Properti Investasi: (b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut, dan (c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang dtakui
Page 21 OCR 0.922
Page 21 of 49 b) ka d) dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar: (6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan: dan (7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir pericde dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi: (2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasl antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan dafam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah: ta) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan kembali: dan (b) penyesualan signifikan lain. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (1) umur manfaat, (2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasl pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, (3) jumlah penyusutan untuk masing-masing perlode penyajian dan alokasi beban penyusutan, (4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakul, dan jumlah pemulihan rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku, (5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri, dan (6) Nilai Wajar Properti Investasi. Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain: (1) rincian Properti Investasi dalarn proses pembangunan dan pengembangan: (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, (3) estimasi saat penyelesalan, (4) hambatan kelanjutan penyelesaian, (5) jumlah pengeluaran yang djakui dalam jumlah tercatat Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, dan (6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti investasi yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: (a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisas) setama periode berjalan: dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. 34) Aset Tetap Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) 9 d) 9 setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset-sewa pembiayaan: rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajlan dan alokasi beban penyusutan: rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakul dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada): jumlah komitmen Kontraktual dalam perolehan Aset Tetap, jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif, Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan: SS Catatan 12 (tidak ada aset sewa pembiayaan pada tanggal pelaporan) Catatan 12 Catatan 12 Catatan 12
Page 22 OCR 0.915
Page 22 of 49 (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian): (2) tanggai efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan Jumlah revaluasian: (3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir: (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset: (5) jumlah tercatat Untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat dengan model blaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nllal, yang menunjukkan prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham. h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara lain: (4) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan: Catatan 12 (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, (3) estimasi saat penyelesalan, Catatan 12 (4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada): v (5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap v dalam pembangunan: dan (6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: Catatan 12 ta) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang tayak dikapitalisasi. W) Pengungkapan lainnya antara lain: (4) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakal sementara: v (2) jumtah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah Catatan 12 disusutkan penuh dan masih digunakan, (3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, (4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat, (S) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Catatan 12 Tetap yang dihentikan pengakuannya, (6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan (7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenls Aset Tetap: (8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nllai atau pemulihan penurunan nilai, (9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang Catatan 12, tidak menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan ada Aset tetap yang (10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai dijaminkan pertanggungan asuransi, dan Catatan 12 (11) risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, (12) apabila tidak diasuransikan agar dlungkapkan alasannya. v 35) | Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi v Aset Minyak dan Gas Bumi (khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan: (2) Tabel yang memuat penjelasan tentang : (a) Lokasi penambangan: (b) Saldo awal untuk masing-maslng lokasi: (c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan, dan (d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan (3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan. 36) | Aset Tak Berwujud Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain: a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi: Catatan 13 b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba v rugi Komprehensif:
Page 23 OCR 0.925
Page 23 of 49 c) d B 9 h ) » rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasl Aset Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi: dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka harus diungkapkan: (1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode berjalan: dan (2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi: jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak terbatas, penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan, Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan: (1) Nital Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut, (2) jumlah tercatatnya: dan (3) Aset tersebut diukur setelah pengakvan awal dengan model blaya atau model revaluasij keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas: nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud: Aset Takberwujud disajikan pada jumtah revaluaslan, diungkapkan: (1) tanggat efektif revaluasi (Tanggal Penllaian): (2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir: (3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi: (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset: (5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat dengan model biaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selarna periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham. Catatan 13 Catatan 13 Catatan 2 dan 13 37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang : (1) Satdo awal: (2) Penambahan dan pengurangan: (3) Saldo akhir. b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi Yang harus diungkapkanantara lain: (L)rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of Interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir, dan (2)Jumlah aset, Itabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas Investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan. Cc) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang. Yang harus diungkapkan antara laln: (1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan: (a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan (b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup. (2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan tanjutan dengan penjelasan mengenal perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya, (3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada): (4) Blaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, metiputi penjelasan : (a) Alasan terjadinya penundaan: (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulalnya produksi, dan (c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya
Page 24 OCR 0.931
Page 24 of 49 evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. d) Biaya Pengembangan Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun berjalan dengan menunjukkan: fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan: (b) Saldo awal: (c) Penambahan/pengurangan: (dj Amortisasi, dan (e) Saldo akhir, Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan yang masih berjalan, Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan: Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan: (a) Alasan terjadinya penundaan, (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi, dan (c) Jurnlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasl bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. (5) Apabila terdapat lebih darl satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest. (2. (3, (4 Liabilitas Utang Usaha Yang harus dlungkapkan antara lain: a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan plhak berelasi, b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Catatan 16 & 31 Provisi a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi jangka panjang. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode, (2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan: (3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan, (4) jumlah yang dibatalkan selama perlode bersangkutan atas jumlah yang belum digunakan, (S) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto: (6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi, (7) Indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan: dan (8) jumlah estimasl penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut. Beban akrual Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo. Catatan 17 Khusus Industri Perbankan Llabilitas Segera Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan b) Uralan mengenai sifat masing-masing kewajiban. Utang Repo Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada
Page 25 OCR 0.914
Page 25 of 49 transaksi repo, b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek. Khusus Kontrak Konstruksi Utang Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain Ilabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci daiam bentuk tabel yaltu : a) biaya kontrak yang terjadi, b) laba yang diakui: c) kerugian yang dialami: dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). Khusus Industri Perbankan a) Simpanan Nasabah Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang mengungkapkan: | (1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu: (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: (4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: (5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan: dan (6) Pemberian fasilitas Istimewa kepada pemilik rekening giro. b) Simpanan dari Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: (4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito, dan (5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan. Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Rincian berdasarkan program asuransi: (2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan: (3) Rincian berdasarkan mata uang, (4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris, dan (5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. b) Utang Klalm Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: (2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung: (3) Jumiah utang klaim menurut jenis asuransi, dan (4) Jumlah utang menurut mata uang. 6) Estimasi Klaim Retensi Sendiri Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah menurut jenis asuransi, (2) Jumtah menurut tertanggung: (3) Jumtah menurut mata uang: dan (4) Jumlah estimasi kialm yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. d) Premi yang belum merupakan Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah menurut program asuransi, (2) Jumlah menurut jenis pertanggungan: (3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: (4) Metode perhitungan yang digunakan: dan (5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. e) Utang Koasuransi (rewrite) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada plhak berelasi dan pihak
Page 26 OCR 0.910
Page 26 of 49 ketiga, (2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur, (3) Jumlah menurut jenis mata uang, dan (4) Jumlah menurut umur utang. f) Utang Reasuransi Yang harus diungkapkan antara laln: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah berdasarkan reasuradur, (3) Jumlah menurut jenis mata uang, (4) Jumlah menurut umur utang, dan (5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan. 9) Utang Komisi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur, (2) Jumlah menurut jenis mata uang: dan (3) Jumlah menurut jenis asuransi. h) Titipan Premi Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. )1 Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan Yang harus diungkapkan: (1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang sahamj (2) Dasar perhitungan: dan (3) Saldo menurut usia. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. Catatan 17 Utang Pajak Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis dan jumlahnya, dan b) Informasi mengenal ketetapan pajak, Catatan 18 Khusus Industri Pembiayaan Kewajiban Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah llabilitas anjak plutang dalam rangka anjak piutang dengan recoursej dan b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjlan anjak piutang. Khusus Kontrak Konstruksi Uang Muka Kontrak Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima. Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang Yang harus dlungkapkan antara lain bagian lancar atas Ilabilitas jangka panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checklist Ini. Catatan 19 Llabilltas Keuangan Lainnya a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pengungkapan untuk Ilabilitas keuangan lainnya berlaku untuk Iiabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang: (2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, (3) Yang harus diungkapkan antara Izin: (a) nllai tercatat Ilabilitas keuangan untuk setiap kategori: (b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan: dan (c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default). b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian utang: (2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan yang terkait, (3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui selama periode tersebut: dan (4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah direstrukturisasl. Catatan 15, 16 dan 19 Catatan 15 Catatan 15
Page 27 OCR 0.913
Page 27 of 49 Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara lain rinclan Jenis dan jumlahnya. Khusus Industri Pertambangan Umum Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo datam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara faln rincian jenis dan jumlahnya. Liabilitas terkait aset atau kelompok fepasan yang dimiliki untuk dijual. Yang harus diungkapkan antara Ialn liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Liabilitas Jangka Panjang Utang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang Harus diungkapkan antara tain : a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang, vV Catatan 31 b) jumlah utang menurut mata uang: dan v Catatan 37 C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang Yang Harus diungkapkan antara lain: a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan v Catatan 15 dan 19 jenis mata uang, b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan, v Catatan 15 dan 19 Cc) tanggal jatuh tempo: v Catatan 15 dan 19 d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) v Catatan 15 dan 19 bulan, e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk v Catatan 15 dan 19 jumlah dan tujuan peroletannya, v Catatan 15 dan 19 f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing- masing fasilitas pinjaman: 9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam namenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi v Catatan 15 dan 19 utang dan kondisi default): h) laminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang v Catatan 15 dan 19 gan, v Catatan 15 dan 19 1) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru, dan D» pengungkapan Informasi sehubungan dengan Ilabilitas berbunga jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetap! tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain adalah: (1) nama bank/tembaga keuangan dan jumlahnya: dan (2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting. Utang Sewa Pembiayaan Yang harus dlungkapkan antara lain : a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan, b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai Kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut: (1) sampal dengan satu tahun, (2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun: dan (3) tebih dari 5 (lima)tahun. Cc) pembayaran sewa Kontinjen yang dlakul sebagai beban pada periode tersebut, d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan, e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta arnortisasinya sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback): dan 9 penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
Page 28 OCR 0.924
Page 28 of 49 (1) dasar penentuan utang sewa kontinjen: (2) ada tidaknya ktausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat- syaratnya: dan (3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa. Khusus Industri Perbankan v a) Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak beretasi dan plhak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat, (5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan: (6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt Covenance): (7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas surat berharga yang diterbitkan. b) Pinjaman Diterima Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang, (2) Rinclan jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance): (4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance, (5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih. Cc) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan: (4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode pelaporan: dan (5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi, Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v Llabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain : a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan: (1) Saldo awal, (2) Penyisihan yang dibentuk: (3) Pengeluaran yang terjadi: dan (4) Saldo akhir. b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan: Cc) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Ilabilitas bersyarat lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan, d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang terpisah, e) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Saldo awal: (2) Penambahan dan Pengurangan : (3) Saldo akhir. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang a) Imbalan Pasti Yang harus diungkapkan antara lain: (1) gambaran umum mengenai jenis program. Catatan 2, 3 dan 20
Page 29 OCR 0.909
Page 29 of 49 (2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini Kewajiban imbalan (3) (4) (5) (6) 7) (8) ») pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam: ta) blaya jasa klni: (b) biaya bunga: tc) Iuran oleh peserta program, (d) keuntungan dan kerugian aktuarial: (e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian, (Ff) imbalan yang dibayarkan: (9) biaya jasa lalu, (h) kombinasi bisnis: Ci) curtaliment: dan ) penyelesaian. analisis Kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai, rekonsillasi saldo awal dan akhir dart Nilai Wajar aset program serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakul sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap: (a) hasli yang diharapkan dari aset program, (b) keuntungan dan kerugian aktuarlal: (c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian, (d) turan oleh pemberi pekerja: (e) iuran oleh peserta program, (P) Imbalan yang dibayarkan: (9) kombinasi bisnis, dan (h) penyelesaian, rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas yang diakul dalam laporan posisl keuangan, pallng kurang mengungkapkan: (a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakul dalam laporan posisi keuangan: (b) biaya jasa lalu yang tidak dlakul dalam laporan posisi keuangan: (c) setiap jumlah yang tidak dlakul sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan datam SAK: (d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagal Aset sesuai dengan SAK, dan te) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan: total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal tersebut termasuk: (a) biaya jasa kini, (b) biaya bunga, (c) hasil yang diharapkan dari aset program, (d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK: (e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor 1096 (sepuluh per seratus), (f) biaya jasa lalu, (9g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya: dan (h) dampak dari batasan dalam SAK: jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi: (a) keuntungan dan kerugian aktuarial: dan (b) dampak dari batasan dalam SAK: Jumtah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarlal yang diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalarn hal Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK: persentase atau jumlah setiap Kategori utarna yang merupakan Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada, Instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain: Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20
Page 30 OCR 0.921
Page 30 of 49 (10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: (a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan: dan (b) setiap properti atau Aset laln yang digunakan oleh Perusahaan: (11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori utama darl aset program: (12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset: (13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampal pada akhir periode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya, termasuk: (a) tingkat diskonto, (b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan: (c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan pada setlap hak penggantian yang diakul sebagai Aset, (d) tingkat kenalkan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam Indeks atau varjabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan Imbalan masa depan): (e) tingkat tren blaya kesehatan: dan (f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria: (14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada: (a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari blaya kesehatan pascakerja perlodik neto, dan (b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan. (c) Dalam hat program dioperasikan dalam lingkungan Inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah. (15) Jumlah periode tahunan saat Ini dan perlode empat tahun sebelumnya dari: (a) nilai kini kewajiban Imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus atau defislt pada program, dan (b) penyesualan yang timbul pada: (ID Ilabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari Ilabilitas program pada akhir perlade pelaporan: dan (il) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset program pada akhir periode pelaporan, (16) estimasi terbalk pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari luran yang diharapkan akan dibayar dalam program selarna periode tahunan dimulai setelah perlode pelaporan, (17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut: (a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulls untuk pembebanan biaya imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu, (b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi blaya Imbalan pasti neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan: (i) Informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat pragram imbatan pasti dan dampak keuangan atas perubahan program selama periode tersebut, (Jl) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan pasti, dan (lil)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk perlode sesuai SAK informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14), dan butir (16) serta butir ii. Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20
Page 31 OCR 0.920
Page 31 of 49 b) Iuran Pasti Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus Catatan 20 mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program luran pasti. C) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Yang harus diungkapkan paling Kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka panjang lainnya. d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja Yang harus diungkapkanantara lain: (1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja, dan (2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada). Utang Obligasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah Catatan 19 dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannyaj Catatan 19 b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, C) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: d) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, Catatan 19 e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada: ) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: Catatan 19 9) kejadlan penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): dan h) persyaratan penting lainnya. Sukuk a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan. b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (4) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk: (a) ringkasan akad syariah dan skerna transaksi syariah yang digunakan, (b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari: (c) nilai nominal, (d) besaran imbalan (untuk Sukuk Ijarah): (e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah): (Ph rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan atau bagi hasil: (9g) jangka waktu: (h) tujuan penerbitannya: dan () persyaratan penting lain, (2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, (3) bursa tempat Sukuk dicatatkan, (4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan, (5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, (6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada). (7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, dan (8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default). Utang Subordinasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga kontraktual selama perlode pelaporan b) tujuan perolehannya: €C) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi: d) kejadian penting lainnya antara laln kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default):
Page 32 OCR 0.918
Page 32 of 49 e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, dan f) persyaratan penting lainnya. Obligasi Konversi Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian mengenal jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya: b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain mellputi raslo konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti, Cc) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi konversi: d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya: e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan, 9) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada): D kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli, k) komponen Liabilitas dari obilgasi konversi: I) keberadaan fitur derivatif melekat: dan m) persyaratan penting lainnya Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Induk 1) Modal Saham Yang harus diungkapkan antara lain : a) Bagi setiap jenis saham, antara lain: (1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode: (2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal, dan (3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan: b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas, Cc) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan persentase kepemilikan, yaitu: (1)Pemegang saham yang memiliki 54 (lima perseratus) atau lebih: (2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan (3)Pemegang saham lainnya: d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan: (1)Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), (2)Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi aglo, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi, dan (3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi, penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal: e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek. Catatan 21 Catatan 21
Page 33 OCR 0.915
Page 33 of 49 2) Tambahan Modat Disetor (Additional Paid-in Capital) Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah tambahan modal disetor: Catatan 22 b) Uralan sumber agio saham, Catatan 22 GC) Rincian biaya emisi ffek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas: v d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor, v e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya: v f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain: v (1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi: (2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara, (3) Tanggal efektif transaksi, (4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut, (5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan yang terjadi, (6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima, dan (7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan Informasi antara lain: (a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan Kembali, (b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang dikombinasikan, (c) Dampak penyesualan kebijakan akuntansi: dan (d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali. 3) | Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Catatan 22 Yang harus diungkapkan antara lain : a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi: (1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan, (2) Nama entitas anak, dan (3) Nama pihak yang bertransaksi, b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian: dan Cc) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan Investasi pada saat hilangnya Pengendalian. 4) | Saham Treasuri v Yang harus diungkapkan antara lain: a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal disetor, b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh: c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal disetor: d) Tanggal dan jumlah saham treasurl yang dilepaskan kembali serta selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri, dan e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri. 5) Saldo Laba Catatan 23 Yang harus diungkapkan antara lain: a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada), b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait, dan C) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan. 6) | waran v Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran, b) dasar penentuan Nilai Wajar waran, C) nllal waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa), d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya, dan €) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
Page 34 OCR 0.915
Page 34 of 49 Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain: a) Pendapatan pemblayaan konsumen: 7») Pendapatan Komprehensif Lainnya Laporan perubahan Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan ekuitas dan laporan masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. laba rugi dan penghasilan komprehensif !aln konsolidasian 8) Kepentingan Nonpengendall Catatan 24 Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk. . Laba Rugi Komprehensif 1) | Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain : a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama Catatan 26 periode, termasuk pendapatan yang berasal dari: (1) Penjualan barang, (2) Penjualan jasa, (3) Bunga: (4) Royalti: dan/atau (5) Dividen, diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, b) Rincian jumlah darl kelompok produk/jasa utama, Catatan 36 c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1096 Catatan 26 (sepuluh perseratus) dari pendapatan, d) jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain: (1) Pendapatan kontrak konstruksi: (a) Jumlah pendapatan Kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode berjalan: (b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalarn periode berjalan: dan (c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak, (2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan: (a) Jumlah agregat biaya yang terjadl dan laba/rugl yang diakui sampai tanggal pelaporan, (b) Jumlah uang muka yang diterima, dan (c) Jumlah retensi: (3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing- masing sebagai Aset dan Liabilitas, Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara terpisah, antara lain: (1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan, (2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya: dan (3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari: (a) Pendapatan bruto, (b) Retur/rabat/diskon terkait: dan (c) Total pendapatan neto. 2) | Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator Ketentuan Tarif Yang harus diungkapkan antara laln: a) Dasar ketentuan tarif, b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif, Cc) Masa berlaku tarif, d) Besaran tarif, dan e) Perjanjian lain yang terkait. 3) Khusus Industri pembiayaan
Page 35 OCR 0.922
Page 35 of 49 b) Pendapatan anjak piutang: dan c) Pendapatan sewa. 4) | Khusus Industri Rumah Sakit v Terdiri dari: Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan penunjang medis, Rincian pengurang pendapatan, antara lain: a) Restitusi, b) Subsidi tidak mampu, dan c) Selisih perhitungan klaim. 5) | Khusus Industri Transportasi vV Rincian jumlah darl kelompok produk/jasa utama antara lain: a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi: b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi, c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi: d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada tersebut. 6) | Khusus Industri Telekomunikasi v Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa Interkoneksi, jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain. 7) | Khusus Industri Asuransi: v Pendapatan Premi Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenatkan) premi yang belum merupakan pendapatan untuk setlap jenis asuransl. Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62) 8) Khusus Industri Jalan Tol: v Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan Kerjasama operasi b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumtah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha untuk setlap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan. 9) Khusus Industri Perbankan v Pendapatan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain: Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada : a) Obligasi Pemerintah, b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui, C) Efek-efek: dan d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain, 10) | Beban Pokok Penjualan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi Catatan 27 yang dirinci: (1) Biaya bahan baku, (2) Biaya tenaga kerja: dan (3) Biaya overhead ditambah dan dikurangl saldo awal dan akhir persediaan: b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1046 (sepuluh Catatan 27 perseratus) dari pendapatan: dan GC) Untuk Industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. 11) | Khusus Industri Rumah Sakit Beban Departementalisasi/Beban Operasional Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasl: a) Beban bahan: b) Beban jasa pelayanan, Cc) Beban pegawai, d) Beban penyusutan sarana medis,
Page 36 OCR 0.920
Page 36 of 49 e) Beban pemeliharaan sarana, f) Beban asuransi: 9) Beban langganan daya dan jasa: h) Beban depresiasi. 12) Khusus Industri Asuransi: a) Beban Klalm Asuransi Kerugian Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenalkan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi. b) Beban Klaim Asuransi Jiwa Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim jatuh tempo, Ktalm nilai tunai, dan klaim kematian. €) Komisi Neto Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok pendapatan Komisl dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi. d) Hasil Investasi Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis Investasi, 13 Khusus Industri Perhotelan Beban Departementalisasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi, b) Gaji dan beban pegawai lainnya: dan c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya. 14 Beban Usaha Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara taln: a) Beban penjualan, b) Beban distribusi, dan Cc) Beban umum dan administrasi. Catatan 28 15) Khusus Industri Perbankan a) Beban Bunga Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan kelompok produk/jasa utama. b) Beban Provisi dan Komisi Yang harus diungkapkan antara tain rincian jumlah beban beban provisl dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama. 16 Khusus Industri Pembiayaan BebanKerugian Penurunan Nllai Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk masing-masing akun Plutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang Sewa Pembiayaan. 17) Pendapatan dan Beban Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. b) rincian dan jumlah Beban lainnya. c) Untuk Blaya Keuangan, meliputi : (1) biaya pinjaman meliputi: (a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, (b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang berlaku: dan (c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga: (2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi: (a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia untuk dijual, (b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui laba rugi: dan (c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung nilai. d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asostasi dan/atau Ventura Bersama meliputi : Tt Catatan 28 Catatan 28 Catatan 30 Catatan 9
Page 37 OCR 0.932
Page 37 of 49 (1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas: dan (2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang diungkapkan secara terpisah. 18) Khusus Industri Perbankan a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan, b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nitai surat- surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. C) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. 19) Pendapatan Komprehensif Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud: b) keuntungan dan keruglan aktuarial atas program manfaat pasti, Cc) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan, d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual, e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen Ilndung nllal dalam rangka lindung nilai arus kas: dan bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama, Laporan Perubahan Ekultas Konsolidasian — dan Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 20) Pajak Penghasilan Yang harus diungkapkan antara lain : a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari: (1) beban (penghasilan) pajak kini, (2) penyesualan yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode lalu, (3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer dan pembalikannya, (4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang barus (S) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tIdak diakul sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhan, (6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan, dan (7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansl dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif, b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas, c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif fain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama, d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut Ini: (1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku, atau (2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku: e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada perlode Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18
Page 38 OCR 0.919
Page 38 of 49 ? 9 h) » 3) m) n) o) » akuntansi sebelumnya: jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan: jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum dlakul: rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut: (1) laba sebelum pajak menurut akuntansi: (2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dlrinci): dan (3) laba kena pajak: perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesual dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku: pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan: setiap jenis perbedaan temporer dan setiap Jenis rugl pajak yang betum dikompensasi: (1) jumlah aset dan Ilabilitas pajak tangguhan yang diakul pada laporan posisi keuangan untuk perlode sajian: dan (2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakul dalam laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan Jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang diakul dalam laporan posisi keuangan: beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: (1) keuntungan atau kerugian atas penghentian: dan (2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selarna periode, bersarna dengan jumlah terkalt untuk setiap perlode sajian, Jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham Perusahaan yang dlusuikan atau dlumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakul sebagai Llabliltas dalam laporan keuangan: uralan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah plhak pengakuisisi dalam suatu kombinasi bisnis, peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi dtakul setelah tanggal akuisisi: dan jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila: (1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah ada, dan (2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait. Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian Yang harus diungkapkan antara Ialn : a) jumlah yang digunakan sebagai pembltang dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jurnlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk perlode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai c) 4) penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba per saham, Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbltkan secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian, penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi Catatan 25 Catatan 25, terdapat dilusian tidak efek
Page 39 OCR 0.923
Page 39 of 49 e) saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadI setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan: dan laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan, 22) Transaksi Pihak Berelasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) c) d) e) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang jumlahnya: (1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan orang atau anggota Keluarga terdekat, dan/atau (2) lebih dari 0,599 (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk transaksi dengan entitas berelasi. terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud: terkait dengan transaksi dengan entitas berelasl meliputi sifat dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan keuangan, paling kurang: (1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban terkait, (2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Llabilitas, termasuk komitmen, dan: (a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian: dan (b) rinctan garansi yang diberikan atau diterima, (3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nila) secara Individual dan Kolektif, dan penghapusan plutang terkait dengan jumlah saldo plutang usaha dan plutang pihak berelasi non-usaha, dan (4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika dilakukan pembentukan, pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam hurufa) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut: (1) entitas Induk: (2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap entitas: (3) entitas anak, (4) entitas asosiasi, (5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer, (6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya: dan (7) pihak-pihak berelasi lainnya. seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing- masing kategori berikut: (1) imbalan kerja jangka pendek: (2) imbalan pascakerja: (3) Imbalan kerja jangka panjang lainnya: (4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (5) pembayaran berbasis saham. untuk entitas berelasi dengan pemerintah : (1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan Perusahaan: (2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan: dan (3) untuk transaksi lainnya yang secara Kolektif, tetapi tidak secara individual, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 1
Page 40 OCR 0.910
Page 40 of 49 atas Juasnya transaksi tersebut, 23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang v Catatan 37 fungsional. b) Yang harus diungkapkan antara lain: vV Catatan 37 (1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya dalam mata uang fungsional: (2) posisi neto dari aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing, (3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional, (4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugl, kecuali untuk selisih kurs yang timbul pada instrumen keuangan yang dlukur pada nilal wajar melalui laba rugi: dan selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekultas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode. (5. 24) | Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus dlungkapkan antara lain : a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset Individual, termasuk goodwil! atau suatu unit penghasil kas: (1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi penurunan nilai, (2) jumlah rugi penurunan nilal yang diakui dalam laba rugi selama perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang v Catatan 12 dan 13 didalamnya tercakup rugi penurunan nilai, (3) jumtah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakul dalam laba v Catatan 12 dan 13 rugi selama perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi v komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik: (4) goodwil! yang telah diakul rugi penurunan nilainya: vV (5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui v datam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut, dan (6) Jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluaslan yang v diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut. b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan v untuk setlap kelompok aset. 25) | Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu a) Perubahan Estimasi Akuntansi v Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi, (2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan: dan (3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus diungkapkan. b) Perubahan Kebijakan Akuntansi v Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi, (2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan Informasi yang andal dan relevan: (3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap perlode lalu sajlan: Ca) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan (b) laba per saham dasar dan dilusian, (4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan perlode-periode sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya, dan (5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis Untuk suatu periode tertentu atau untuk perlode-periode sebelum periode-periode tersebut disajikan dan tanggal dimulalnya perubahan kebijakan akuntansi, c) Kesalahan Perjode Lalu v
Page 41 OCR 0.918
Page 41 of 49 (1) (2) (3) 4 Yang harus diungkapkan antara lain : sifat dari kesalahan periode lalu: jumlah koreksi untuk setiap periode sajian: (a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan (b) laba per saham dasar dan dilusian: jumtah koreksi pada awal periode sajian paling awal, dan keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif tidak praktis. 26, (2) (2) (3) 4 (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Kombinasi Bisnis a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu: nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi: tanggal akuisisi, biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, perlode berjalan, dan akumulasinya untuk masing- masing kombinasi bisnis: persentase kepentingan ekultas berhak suara yang diperoleh: alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang Cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendallan atas pihak yang diakulsisi: penjetasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui, Nila) Wajar pada saat tanggal akulsisi atas total Imbalan yang dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisl untuk setiap kelompok utama Imbalan: kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset Indemnlfikasi: ta) jumlah yang dlakul pada tanggal akuisisi, (b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran, dan (c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak dapat diestirtasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak dapat dlestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut, Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pernbiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagal berikut: (a) Nilai Wajar piutang: (b) jumlah piutang bruto kontraktual, dan (c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktua! yang diperkirakan tidak tertagih: jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih: setiap Ilabilitas kontinjensl yang diakui pada Nilai Wajar: (a) uratan mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi, (b) Indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan, dan (c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah dlakul untuk estimasi penggantian tersebut, dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan: ta) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan (b) alasan Llabilitas tidak dapat diukur secara andal, dalam hal pembelian dengan diskon: ta) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba
Page 42 OCR 0.899
Page 42 of 49 44) (15) rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui: dan (b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan: setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuislsI memiliki kurang dari 10096 (seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi: (a) jumlah dari kepentingan nonpengendail pada pihak yang diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya: dan (b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar, dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap: la) Nilai Wajar pada tanggal akulsisi atas kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal akuisisi: dan (b) jumlah keuntungan atau keruglan yang diakui sebagai hasil darl pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui keuntungan atau kerugian tersebut, b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajlb mengungkapkan informasi berikut untuk setlap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif material: (1) (2) (3) 4 (5) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis Imbalan dan jumtah yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan: Ca) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai, (b) Aset, Llabilitas, kepentingan ekultas atau jenis Imbalan yang akuntansi awalnya belum selesai, dan (c) sifat dan jumlah dari setlap penyesualan perlode pengukuran yang diakui selama perlode pelaporan setiap perlode pelaporan setelah tanggal akulsisi sampai dengan Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehllangan hak atas aset Imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan llabititas Imbalan Kontinjensl atau llabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan: (a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap perbedaan yang timbul selama penyelesaian: (b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan perubahan tersebut, dan (c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk mengukur Imbalan kontinjensi, Ilabilitas kontinjensl yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada, rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwlll pada awal dan akhir periode pelaporan, jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugianyang dlakul pada periode pelaporan yang: fa) terkalt dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau Siabilitas yang diambll-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan sebelumnya: dan (b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami japoran keuangan Perusahaan hasil penggabungan: Cc) pernyataan Kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis: dan
Page 43 OCR 0.925
Page 43 of 49 d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama suatu periode: (1) jumlah harga yang dibayarkan: (2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas: (3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan (4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan kategorl utamanya. 27. Segmen Operasi Yang harus diungkapkan antara lain : a) pengungkapan pada level segmen, (1) informasi umum, yang terdiri dari: (a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan (b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen dilaporkan, (2) Informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban tertentu, aset segmen, dan llabliltas segmen dari segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya: (3) rekonsillasi dari total pendapatan segmen, ukuran taba atau rugi segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam taporan keuangan Perusahaan, b) pengungkapan pada tevel entitas (1) Informasi produk dan jasa Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa. (2) Informasi wilayah geografis la) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada: i. negara domisili Perusahaan, dan ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya Kepada negara tersebut secara individual. (b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di: I. negara domisili Perusahaan, dan Ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah. (3) Informasi pelanggan utama Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal mencapai 105 (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan: la) fakta, (b) total pendapatan dari setiap pelanggan: dan (c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut. Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 31 28) Operasi yang Dihentikan a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) uralan tentang alasan operasi dihentikan: (2) uraian fakta dan keadaan dari penjuatan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas operasi yang dihentikan: dan (3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku. b) Yang harus diungkapkan atas Informasi terkait dengan laba (rugi) Operasi yang dihentikan, antara lain:
Page 44 OCR 0.911
Page 44 of 49 (4) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam taporan laba rugi komprehensif meliputi: (a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait: dan (b) laba atau rugl yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah dikurangi blaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait dengan Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait, (2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan, dan (3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas Induk. 29 Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk lindung nilal atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi, b) Perusahaan yang Memiliki atau menerbitkan Instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi Ilndung nilai dan kelompok non lindung nilai: (1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-lain: (2) pihak lawan transaksi (counterpartles): (3) tanggal jatuh tempo, (4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi keuangan: (5) beban atau Pendapatan pada perlode pelaporan, (6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai, dan (7) persyaratan penting lainnya. Cc) Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, (2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi Indung nilai, termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi yang dilindung nilai: dan (3) Bagi Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nllal, disebutkan tujuannya. 30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan Yang harus dlungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan Nabilitas keuangan antara lain: a) Nilat Wajar setiap kelompok Aset dan Liabllltas tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan posisi keuangan, dan b) hlerarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan. Catatan 33 31) Dividen Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada perlode pelaporan: b) jumlah utang dividen untuk: (1) periode pelaporan, dan (2) periode sebelumnya: C) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah perlode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Llabilitas kepada pemillk pada akhir periode pelaporan, dan d) jumtah dividen preferen kumulatif yang tidak diakul. Catatan 23 Catatan 23 32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah agregat dari llabilitas Kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas kontinjensi lainnya secara terpisah: b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya: C) daftar dan penjelasan bagian partislpasi dalam Ventura Bersama
Page 45 OCR 0.891
Page 45 of 49 yang signifikan dan bagian partisipasi kepemillkan dalam pengendalian bersama entitas: dan d) dalam hal Ventura Bersama diakut dalam pengendalian bersama entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang: (1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya: dan (2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, Ilabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama. 33) | Perikatan dan Kontinjensi a) Perikatan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perikatan yang meliputi: ta) perjanjlan sewa, Keagenan dan distribusi, bantuan v Catatan 31 dan 32 manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan: L pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian, Ii. periode berlakunya perikatan, Il. dasar penentuan kompensasi dan denda, Iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan: dan V. pembatasan-pembatasan lainnya: (b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, Ikatan untuk investasi, v Catatan 32 diungkapkan: I. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian: li periode berlakunya perlkatan: NI. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi: dan Iv. sanksi-sanksi: (2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: Ca) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk bihak yang dijamin P 9 v Catatan 15 dan 19 (b) latar belakang dikeluarkannya jaminan, (c) periode berlakunya jaminan, dan (d) nilai jaminan: (3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, Catatan 32 cerukan bank: dan (4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya, Catatan 15 dan 19 b) Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perkara atau sengketa hukum, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang terkait, (b) jumlah yang diperkarakan, (c) latar belakang, Isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion): dan (d) dampak keuangan: (2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uralan singkat tentang peraturan dan estimasi darmpak keuangannya, (3) kemungkinan Ilabilitas pajak tambahan: Ka) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah pokok dan denda atau bunganya, dan (b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau banding): (4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain: Ca) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi: (b) estimasi dari dampak keuangannya, (c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus Keluar sumber daya, dan (dj kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. 34) | Khusus Industri Perkebunan Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma Yang harus diungkapkan antara lain: a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma: b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama, C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan: d) Hak dan Ilabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama: NN Catatan 35 Catatan 35 Catatan 35 Catatan 35
Page 46 OCR 0.921
Page 46 of 49 e) Ketentuan tentang perbahan perjanjlan kerjasama, dan f) Isi perubahan perjanjian, jika ada. 35) | Manajemen Risiko Keuangan a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai berikut: (1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang Catatan 34 belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai: (2) risiko likuiditas, antara lain: Catatan 34 fa) analisis jatuh tempo untuk llabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo Kontraktual yang bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas, dan (b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas, (3) risiko pasar, antara lain analisls sensitivitas untuk setlap jenis risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode Catatan 34 pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada varlabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas, dan (4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. Catatan 34 b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap Catatan 34 jenis risiko yang timbul dari Instrumen keuangan. 36) | Khusus Industri Perbankan a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratlo) Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan posisi kevangan: (2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, dan (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR. b) Posisi Devisa Neto Yang harus diungkapkan antara lain: (Lt) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal laporan posisi keuangan: (2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas dana plhak ketiga di bank. d) Aktivitas Fiduciary Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas fiduclaryyang meliputi jasa kustodian, wal) amanat, pengelolaan Investasi dan reksadana. 37) | Kuasi-Reorganisasi Yang harus diungkapkan antara lain uralan mengenai kegiatan kuasl- reorganisasi yang meliputi: a) b) c) d) e) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi, Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pernegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha dl masa mendatang, Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasl-reorganisasi, Rincian darl jumlah yang membentuk akun selisih penilalan Aset dan Iiabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan Keterangan tentang tanggal terjadinya Kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.
Page 47 OCR 0.932
Page 47 of 49 38) Pengelolaan Modal Yang harus diungkapkan antara lain : a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola permodalannya, termasuk: (1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal: (2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal: dan (3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengetola permodalannya: b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal, Cc) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya: d) pernyataan atas Kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak eksternal (jika ada): dan e) konsekuensi darl ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan. Catatan 21 Catatan 21 39) Transaksi Nonkas Yang harus diungkapkan antara lain : Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal. Catatan 12 40) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian jumlah Ltabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang: b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjlan, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas Opsi yang diberikan, dan metode penyelesalanj c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok opsi satiam, d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama perlode, rata-rata tertimbang harga saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan, e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode: ? penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai berikut: (1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur: dan (2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekultas tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaltu selain opsi saham), 9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya. 4) Khusus Industri Asuransi: a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Yang harus dlungkapkan antara lain : (1) Analisis Kekayaan, (2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas: (3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi: (4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan: dan (5) Jumlah Investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabllitas.
Page 48 OCR 0.911
Page 48 of 49 42) Aset Liabllitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah Hal-hal yang harus dlungkapkan: a) b) c) 9 Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah, Jenis Akad Asuransi Syariah: Rincian Aset, Llabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah: dan Zakat. 43) Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari: a) b) 9 d) 3) Kontrak reasuransi, Perjanjian penting dan ikatan lainnya: Rasio keuangan penting: Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup perusahaan. 4) Khusus Industri Kehutanan : a) b) ka) d) 8) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu): Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan luran wajib lainnya, Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam): Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya: Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode berjalan dan akumulasinyaj dan Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana : “d) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya, lan (2) Jenis jalan yang dibangun pada perlode berjalan dan akumulasinya. 45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah perlode pelaporan tentang Kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesual dengan informasi terkini: dan contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui: dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya: (l)tanggal terjadinya: (2)sifat peristiwa: dan (3)estimasi atas dampak Keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat. 46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara laln: a) b) c) d) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut, sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi, tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan, dan pembahasan mengenal dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar. PN Catatan 38 Catatan 38 Catatan 38 Catatan 38
Page 49 OCR 0.927
Page 49 of 49 47) Reklasifikasi a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos- pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1) sifat reklasifikasi: (2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasis dan (3) alasan reklasifikasi. b) Dalam hat reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka Perusahaan harus mengungkapkan: (1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut, dan (2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan Jika jumlah tersebut direklasifikasi. 48) Hibah Pemerintah Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut: a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah: dan b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah diakul. 49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain, (2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta penjelasannya, dan (3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan faba rugi komprehensif beserta penjelasannya. c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan Oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan, 50) Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara tain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Jakarta, 31 Juli 2926 | Hendra Widjaja Direktur
Page 50
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik N
p.1
unresolved
org
Bapepam
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×13
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.22
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.32
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.