Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
No : 082/INTA-CORSEC/XII/2022 Jakarta, 05 Desember 2025
Lampiran :
1. Ringkasan Public Expose
2. Daftar Hadir
3. Pemberitaan di Media
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Up. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2
Indonesia Stock Exchange Building
Tower I, 16th Floor
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 52-53, Jakarta Selatan, 12190
Perihal: Pelaporan hasil Public Expose Tahunan - PT Intraco Penta Tbk
Dengan hormat,
Menunjuk pada Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian
Informasi, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Intraco Penta Tbk (“Perseroan”)
bermaksud menyelenggarakan Public Expose Tahunan 2025 yang akan dilaksanakan
pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 05 Desember 2025
Waktu : 14.10 WIB – 15.00 WIB
Tempat : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
tautan berikut:
https://zoom.us/j/96612006703?pwd=R4hUc7sTA3WNlKWyec6bqr
UISBgHXW.1
Meeting ID: 966 1200 6703
Passcode: 026448
Sebagai dokumen pendukung, kami lampirkan pula ringkasan pelaksanaan Public
Expose Tahunan Perseroan, copy daftar hadir dan kliping pemberitaan di media.
Demikian hal ini kami sampaikan, Terima kasih.
Hormat kami,
PT Intraco Penta Tbk
Calvin Pratama
Corporate Secretary
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 2
Lampiran 1.
Ringkasan Public Expose Tahunan 2025
PT Intraco Penta Tbk
Jumat, 05 Desember 2025
Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah
dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Jumat, 05 Desember 2025
Waktu : 14.10 WIB – 15.00 WIB
Tempat : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
tautan sebagai berikut:
https://zoom.us/j/96612006703?pwd=R4hUc7sTA3WNlKWyec6bqrUIS
BgHXW.1
Meeting ID: 966 1200 6703
Passcode: 026448
Agenda materi Pembahasan dalam acara Public Expose (Paparan Publik) Tahunan,
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Sekilas Perseroan;
2. Kinerja Perseroan 2025;
3. Ikhtisar Keuangan (Konsolidasi) 2025;
4. Prospek dan Tantangan Bisnis 2026;
5. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan;
6. Sesi Tanya dan Jawab.
Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan melalui mekanisme online dan dihadiri
oleh seluruh Direksi yang sekaligus memberikan pemaparannya mengenai kondisi
Perseroan. Public Expose ini juga diikuti oleh kurang lebih 22 (dua puluh dua) tamu
undangan yang terdiri dari Pemegang Saham, Media, dan Tamu Undangan lainnya.
Dipandu oleh MC (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) dan Moderator (Ibu Cynthia), kegiatan
Public Expose Tahunan ini dibawakan oleh:
- Bapak Petrus Halim : Direktur Utama Perseroan
- Bapak Willianto Febriansa : Direktur Perseroan
- Bapak Calvin Pratama : Sekretaris Perseroan
Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:
Sekilas Perseroan, disampaikan oleh Bapak Calvin Pratama selaku Sekretaris
Perseroan;
Kinerja Perseroan dan Ikhtisar Keuangan (konsolidasi) Perseroan tahun 2025
disampaikan oleh Bapak Willianto Febriansa selaku Direktur Perseroan;
Presentasi mengenai Aktivitas Perseroan disampaikan oleh Bapak Calvin
Pratama selaku Sekretaris Perseroan;
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 3
Paparan tentang Prospek dan Tantangan Bisnis pada tahun 2026 disampaikan
oleh Bapak Petrus Halim selaku Direktur Utama Perseroan;
Paparan tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan disampaikan oleh Bapak
Calvin Pratama selaku Sekretaris Perseroan;
Selanjutnya, sesi tanya jawab akan dipandu oleh moderator Ibu Cynthia.
Setelah paparan disampaikan oleh Direksi Perseroan, diberikan waktu kepada para
tamu untuk memberikan pertanyaan melalui fitur Chat pada Aplikasi Zoom Meeting.
Sesi Tanya Jawab ini dipandu langsung oleh Moderator dan MC.
Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:
1. Pertanyaan dari William – Investor
Q Apakah perseroan akan melakukan divestasi aset dalam waktu dekat ?
A Perseroan saat ini memang tengah merencanakan untuk divestasi aset
sesuai dengan RUPSLB yang dilakukan pada bulan November lalu.
Perseroan berencana untuk melakukan penjualan gedung dan tanah
yang menjadi kantor pusat Perseroan saat ini.
2. Pertanyaan dari Tjang Paoli – Investor
Q Terkait dengan rencana pelunasan hutang dengan bank mandiri, apakah
perusahaan berencana untuk melunaskan sebagian atau semua?
A Perseroan dalam hal percepatan pelunasan hutang salah satunya upaya
yang dilakukan yakni divestasi aset yang dipandang kurang produktif
sehingga dapat mengurangi beban hutang terutama hutang bank,
dimana hasil dari divestasi aset ini nantinya akan dibayar untuk melakukan
percepatan pelunasan hutang bank sehingga nantinya posisi neraca
keuangan Perseroan akan lebih sehat.
Q Penjualan asset di cakung apakah sudah ada deal dengan penjual ? Dan
berapa nilai penjualan asset tersebut?
A Saat ini Perseroan masih dalam tahap negosiasi dan juga diskusi dengan
calon pembeli.
3. Pertanyaan dari Sulianto – Ritel
Q Dengan kondisi kas yang hanya sekitar ±50 miliar sementara total utang
mencapai ±2,855 triliun dan ekuitas masih negatif –1,868 triliun, apa
sumber pendanaan utama yang akan digunakan Perseroan untuk
menjalankan strategi percepatan pelunasan utang, serta bagaimana
rencana konkret Perseroan untuk memenuhi ketentuan Pasar Pemantauan
Khusus dan batas waktu FCA ekuitas negatif yang harus dipulihkan
selambat-lambatnya pada akhir Juni 2026?
A Perseroan dalam hal percepatan pelunasan hutang salah satunya upaya
yang dilakukan yakni divestasi aset yang dipandang kurang produktif
sehingga dapat mengurangi beban hutang terutama hutang bank,
dimana hasil dari divestasi aset ini nantinya akan dibayar untuk melakukan
percepatan pelunasan hutang bank sehingga nantinya posisi neraca
keuangan Perseroan akan lebih sehat.
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 4
4. Pertanyaan dari Welly – Investor
Q - Berapa luas lahan yang akan dijual oleh perseroan? Jika luas lahan
signifikan, apakah akan berdampak terhadap operasional
perseroan?
- Apakah perseroan sudah menemukan lokasi kantor yang baru?
- Berdasarkan data yang tertulis pada laporan keuangan kuartal III -
2025, nilai revaluasian seluruh tanah perseroan adalah 722 miliar
rupiah, apakah nilai tersebut sudah mewakili nilai pasarnya dan
berapakah perkiraan nilai pasar dari lahan yang akan dijual?
A Saat ini Perseroan masih dalam tahap negosiasi dan juga diskusi dengan
calon pembeli.
5. Pertanyaan dari Heri – Antara
Q Berapa belanja modal (capex) yang sudah digunakan pada tahun 2025
ini? Bagaimana proyeksi capex untuk tahun mendatang?
A CAPEX yang sudah dibelanjakan Perseroan untuk tahun 2025 ini sampai
dengan bulan September 2025 adalah sebesar Rp50 Miliar yang mana
sebagain besar dialokasikan untuk pengadaan alat berat untuk
disewakan. Sedangkan untuk CAPEX 2026, Perseroan masih dalam proses
finalisasi untuk RKAB 2026 dan nanti akan diinformasikan.
Q Berapa target laba dan pendapatan perseroan pada tahun depan?
A Perseroan masih dalam proses finalisasi untuk RKAB 2026 dan nanti akan
diinformasikan.
6. Pertanyaan dari Nova – Kontan
Q Bagaimana proyeksi kinerja INTA tahun ini dari segi laba dan pendapatan,
apakah sesuai dengan target yg ditetapkan?
A Sampai dengan kuartal III-2025, Perseroan masih mencatat pertumbuhan
yang cukup baik yaitu 12%, diproyeksi sampai dengan Desember 2025 ini,
Perseroan masih optimis dapat mencapai pertumbuhan yang positif dan
dapat memberikan sumbangan laba kepada Perseroan.
7 Pertanyaan dari Wawan – Shangbao Indonesia
Q Apakah bencana Sumatra saat ini mempengaruhi kinerja INTA atau unit
usaha yg lain?
A Perseroan turut berduka cita atas bencana Sumatra yang terjadi. Untuk
bencana Sumatra tersebut, tidak memberikan dampak signifikan (sangat
kecil) terhadap Perseroan mengingat kegiatan operasional Perseroan
tidak ada di daerah terdampak bencana Sumatra sehingga tidak akan
berdampak apapun kepada Perseroan.
Setelah Sesi Tanya Jawab dilakukan, MC menutup acara pada pukul 15.00 WIB dan
setelah acara selesai dilakukan sesi foto terlebih dahulu sebelum meninggalkan
ruangan pada Aplikasi Zoom Meeting.
Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk yang
dapat kami laporkan. Terimakasih.
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 5
Lampiran 2.
082/INTA-CORSEC/XII/2025
DAFTAR HADIR
No Nama Instansi
1 Tjang Paoli Investor
2 Wawan Indonesia Shangbao
3 Sulianto Ritel
4 Welly Investor
5 Heri Antara
6 Nova Kontan
7 Dwi Handayani INTA
8 Ivan Lingga INTA
9 M. Ismail Mirza INTA
10 Cynthia EO
11 Petrus Halim Direktur Utama – INTA
12 Yunita R. Riyadi Corsec – IBFN
13 Willianto Febriansa Direktur – INTA
14 Calvin Pratama Corsec – INTA
15 Feri Naomi INTA
16 Fifi Maila F. INTA
17 Annisa Farikhati IBFN
18 Hera Publik
19 Dian Publik
20 Rina Publik
21 Fajar Prasetio Publik
22 Emon Publik
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 6
Lampiran 3.
Klipping – Pemberitaan Media
Online
1. Intraco Penta ungkap strategi jaga pertumbuhan bisnis di 2026
antaranews.com
Oleh: Hariyanto
Minggu, 07 Desember 2025
https://www.antaranews.com/berita/5291416/intraco-penta-ungkap-strategi-jaga-
pertumbuhan-bisnis-di-
2026?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan penyedia alat berat, alat konstruksi & pendukung,
fabrikasi & infrastruktur, dan pembangkit listrik PT Intraco Penta Tbk (INTA),
mengungkapkan berbagai strategi sebagai upaya menjaga pertumbuhan bisnis
pada tahun 2026.
“Tahun depan ada empat fokus kinerja yang akan kami jalankan yakni dari sisi
finance, sales, rental, dan capital expenditure (capex),” ujar Direktur Utama INTA
Petrus Halim sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Dari sisi finance, Petrus mengatakan perseroan akan mempercepat pelunasan
hutang, dan dari sisi sales, akan melakukan penguatan segmen pelanggan pada
Key Account & Project-based.
Dari sisi rental, perseroan akan mendorong bisnis rental alat berat sebagai pilar
pendapatan yang lebih stabil dan berulang, dan dari sisi capex, akan
mengalokasikan belanja modal hanya pada aset yang mendukung strategi bisnis
inti.
“Berbagai strategi di atas akan menjawab sejumlah peluang ke depan, diantaranya,
efisiensi biaya di pelanggan, sehingga produk alat berat asal China dengan struktur
harga yang lebih kompetitif menjadi pilihan utama,” ujar Petrus.
Petrus mengatakan, perseroan juga melihat akan adanya efisiensi biaya dari sisi
pelanggan, khususnya untuk produk alat berat asal China dengan struktur harga
yang lebih kompetitif.
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 7
Selain itu, juga kendaraan listrik (EV) dari China yang semakin memiliki posisi yang
kuat di segmen EV yang didorong oleh penghematan bahan bakar.
Ia melanjutkan, rencana Liu Gong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia
dapat meningkatkan komponen dalam negeri, serta peluang lain yakni perkebunan
sawit mulai pulih dan bisnis Rental Equipment yang terus bertumbuh.
“Namun kami juga masih melihat sejumlah tantangan di antaranya penurunan RKAB
untuk menekan produksi komoditas tambang dan mengendalikan harga komoditas.
Selain itu geopolitik dunia, perlambatan ekonomi global, kurs rupiah terhadap US
dollar dan China Yuan melemah, Overcapacity & Persaingan OEM China,
pembiayaan ketat untuk alat berat, dan ketidakpastian regulasi,” ujar Petrus.
Sebagai perusahaan yang mendistribusikan alat berat segmen khusus di Indonesia,
INTA melalui PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) telah dipercaya memasarkan
berbagai merek alat berat dan suku cadang, diantaranya dari pabrikan China
seperti merek LiuGong yang ditunjuk menjadi distributor resmi sejak tahun 2020.
Kemudian berbagai merek lainnya seperti : Bobcat Portable Power, Techking,
Sinotruk, Leoch dan KWO LOF.
2. Strategi Intraco Penta (INTA) Genjot Kinerja di 2026
Investor.id
Oleh: Erta
Jumat, 05 Desember 2025
https://investor.id/market/420365/strategi-intraco-penta-inta-genjot-kinerja-di-
2026#goog_rewarded
JAKARTA, investor.id - Emiten penyedia alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA)
menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot kinerja perseroan di tahun 2026.
Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk (INTA) Petrus Halim mengatakan, perseroan telah
menetapkan strategi untuk mencapai target dalam peningkatan penjualan, yang
mana perseroan akan fokus pada empat indikator.
Empat indikator tersebut di antaranya, di bidang finance melalui percepatan
pelunasan hutang, dan di bidang sales melalui penguatan segmen pelanggan,
khususnya pada key account dan project-based.
Adapun dua indikator lainnya, yakni di bisnis rental akan mendorong bisnis rental alat
berat sebagai pilar pendapatan yang lebih stabil dan berulang, dan dari sisi capital
expenditur (capex) akan alokasikan belanja modal pada aset yang mendukung
strategi bisnis inti.
“Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh
pendapatan secara berkesinambungan,” kata Petrus dalam paparan publik INTA,
Jumat (5/12/2025).
Adapun Petrus mengungkap perseroan masih mencatat pertumbuhan laba yang
cukup baik yaitu 12% hingga kuartal III-2025.
“Kami proyeksikan sampai dengan periode akhir tahun Desember 2025, perusahaan
masih akan mencatat pertumbuhan yang positif,” tambahnya.
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 8
Perseroan optimistis akan pertumbuhan yang positif dan berharap dapat
memberikan sumbangan laba terhadap perseroan.
Sementara itu, saham INTA terpantau melesat 10% ke harga Rp 88 per saham,
hingga penutupan perdagangan Jumat (5/12/2025).
3. Intraco Penta (INTA) Ungkap Peluang Bisnis dan Tantangan di 2026
Investor.id
Oleh: Erta
Jumat, 05 Desember 2025
https://investor.id/market/420370/intraco-penta-inta-ungkap-peluang-bisnis-dan-tantangan-di-
2026
JAKARTA, investor.id - Emiten penyedia alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA)
mengungkap sejumlah peluang dan tantangan yang mesti dihadapi perseroan di
tahun 2026.
Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk (INTA) Petrus Halim mengungkap sejumlah
peluang di antaranya, efisiensi biaya di pelanggan diperlukan sehingga produk alat
berat asal China memiliki struktur harga yang lebih kompetitif dan dapat menjadi
pilihan utama.
“Kendaraan listrik atau EV juga semakin meningkat didorong oleh penghematan
biaya bahan bakar di mana produsen China memiliki posisi yang kuat di segmen
EV,” kata Petrus dalam paparan publik INTA, Jumat (5/12/2025).
Selanjutnya, dia menjabarkan peluang lainnya, yakni keberlanjutan hilirisasi dan
infrastruktur proyek strategis nasional, serta transisi energi baru terbarukan.
Kemudian, Petrus menjelaskan dengan LiuGong juga membangun fasilitas
manufaktur di Indonesia, sehingga ini dapat meningkatkan tingkat komponen dalam
negeri. Lalu, perkebunan sawit mulai pulih, dan bisnis rental equipment juga kembali
tumbuh.
Sedangkan untuk tantangan yang dihadapi perseroan tahun 2026, Petrus
mengungkap di antaranya, perlambatan ekonomi global, stabilitas geopolitik, kurs
rupiah terhadap dollar AS dan yuan China melemah, overcapacity dan persaingan
original equipment manufaktur China, pembiayaan ketat untuk alat berat dan
ketidakpastian regulasi.
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 9
Adapun Petrus mengungkap perseroan masih mencatat pertumbuhan laba yang
cukup baik yaitu 12% hingga kuartal III-2025.
“Kami proyeksikan sampai dengan periode akhir tahun Desember 2025, perusahaan
masih akan mencatat pertumbuhan yang positif,” tambahnya.
Perseroan optimistis akan pertumbuhan yang positif dan berharap dapat
memberikan sumbangan laba terhadap perseroan.
Sementara itu, Petrus juga mengatakan, sampai dengan periode September tahun
2025 jumlah belanja modal ataupun capital expenditure (capex) yang sudah
dikeluarkan perusahaan adalah Rp 50 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk
pengadaan alat berat untuk disewakan.
Sementara itu, saham INTA terpantau melesat 10% ke harga Rp 88 per saham,
hingga penutupan perdagangan Jumat (5/12/2025).
4. Intraco Penta (INTA) Siapkan Strategi Bisnis 2026 untuk Pertahankan Pertumbuhan
Kontan.co.id
Oleh: Noverius
Jumat, 05 Desember 2025
https://amp.kontan.co.id/news/intraco-penta-inta-siapkan-strategi-bisnis-2026-untuk-
pertahankan-pertumbuhan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA), perusahaan penyedia alat
berat, alat konstruksi, fabrikasi, infrastruktur, dan pembangkit listrik dengan
pengalaman lebih dari 50 tahun di Indonesia, menyiapkan sejumlah strategi bisnis
untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2026.
Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim, mengatakan meski menghadapi
berbagai tantangan di 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan
sebesar Rp 739 miliar hingga 30 September 2025, naik 12% dibanding periode yang
sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini membuat perusahaan optimistis menghadapi tahun depan. “Tahun
depan, kami akan fokus pada empat pilar utama, yakni Finance, Sales, Rental, dan
Capex,” ujar Petrus dalam Paparan Publik, Jumat (5/12/2025).
Dari sisi finansial, INTA akan mempercepat pelunasan hutang untuk menjaga struktur
modal yang sehat. Untuk penjualan, perusahaan menargetkan penguatan pada
segmen Key Account dan proyek-proyek berbasis kontrak.
Sedangkan bisnis rental alat berat diproyeksikan menjadi pilar pendapatan yang
lebih stabil dan berulang. Sementara itu, belanja modal (Capex) akan dialokasikan
hanya pada aset yang mendukung strategi inti perusahaan.
Menurut Petrus, sejumlah peluang akan mendorong pertumbuhan 2026, antara lain
meningkatnya efisiensi biaya pelanggan sehingga produk alat berat asal China
dengan harga kompetitif menjadi pilihan utama.
Selain itu, kendaraan listrik (EV) dari China diprediksi semakin diminati karena
menawarkan penghematan bahan bakar.
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 10
“Rencana Liu Gong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia juga akan
meningkatkan komponen lokal. Selain itu, pemulihan industri perkebunan sawit dan
pertumbuhan bisnis rental alat berat menjadi peluang tambahan,” ujar Petrus.
Meski optimistis, INTA tetap mewaspadai sejumlah tantangan, seperti penurunan
RKAB untuk menekan produksi komoditas tambang, ketidakpastian geopolitik,
perlambatan ekonomi global, fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS dan Yuan,
persaingan alat berat China (OEM), pembiayaan yang ketat, serta ketidakpastian
regulasi.
Dengan strategi yang terfokus dan peluang pasar yang masih terbuka, INTA
menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan pada tahun depan.
5. Strategi Intraco (INTA) Cetak Laba, Dongkrak Pendapatan hingga Divestasi Aset
Kontan.co.id
Oleh: Ridwan Nanda
Jumat, 05 Desember 2025
https://amp.kontan.co.id/news/strategi-intraco-inta-cetak-laba-dongkrak-pendapatan-
hingga-divestasi-aset
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA) menggelar sejumlah strategi
untuk kembali meraih laba bersih sekaligus memperbaiki fundamental keuangan.
INTA bakal memacu penjualan alat berat dan pendapatan dari bisnis sewa, serta
menyiapkan divestasi aset guna mempercepat pembayaran utang.
Direktur Intraco Penta, Willianto Febriansa mengungkapkan bahwa kinerja keuangan
INTA hingga kuartal III-2025 mengalami perbaikan. Rugi bersih INTA turun 31,48%
secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 72,49 miliar menjadi Rp 49,67 miliar
hingga September 2025.
Rugi INTA menyusut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha, yang mengalami
pertumbuhan sebesar 11,86% (yoy) dari Rp 660,75 miliar menjadi Rp 739,16 miliar.
Segmen penjualan alat-alat berat dan suku cadang menyumbang sebesar Rp
573,87 miliar atau setara dengan 77,63% terhadap total pendapatan INTA hingga
kuartal III-2025.
Jika dirinci, penjualan alat-alat berat INTA tercatat sebesar Rp 353,61 miliar dan
penjualan suku cadang sebesar Rp 220,25 miliar. Masing-masing mengalami
penurunan 4,72% dan 11,70% (yoy).
Willianto membeberkan, penurunan penjualan alat berat dan suku cadang
disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, perlambatan aktivitas di sektor
pertambangan dan konstruksi, yang menurunkan permintaan terhadap alat berat
dan suku cadang.
Kedua, penundaan realisasi proyek dari sejumlah pelanggan. Hal ini berdampak
terhadap keputusan pembelian unit baru. Ketiga, adanya persaingan harga yang
semakin ketat, khususnya dari produk-produk substitusi dan merek-merek alternatif.
Keempat, fluktuasi nilai tukar yang berdampak kepada harga jual produk impor.
"Di samping itu, kami mencatat adanya pengetatan dari pembiayaan oleh lembaga
keuangan, sehingga kemampuan pendanaan pelanggan menjadi terbatas," jelas
Willianto dalam paparan publik pada Jumat (5/12/2025).
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 11
Tak hanya dari penjualan alat-alat berat dan suku cadang, pendapatan INTA dari
segmen jasa perbaikan dan manufaktur juga tersungkur. Meski begitu, INTA berhasil
mendongkrak secara signifikan pendapatan dari segmen bisnis jasa persewaan.
Pendapatan INTA dari jasa persewaan alat berat meroket 4.836,79% (yoy) dari Rp
3,18 miliar menjadi Rp 156,99 miliar hingga September 2025. "Peningkatan signifikan
jasa persewaan terjadi karena adanya beberapa proyek rental dari pelanggan
kami," ungkap Willianto.
Pelanggan rental INTA di antaranya adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT
Petrosea Tbk (PTRO), PT Duta Bangun Trans Abadi dan PT Mitra Stania Prima. Willianto
pun optimistis INTA bisa menjaga laju pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun
2025.
Sejalan dengan itu, INTA akan bisa memperbaiki sisi profitabilitas seiring perbaikan
aktivitas di sektor industri, optimalisasi strategi pemasaran, dan peningkatan efisiensi
operasional. INTA juga akan memperkuat layanan purna jual dan ketersediaan suku
cadang untuk mempertahankan basis pelanggan yang sudah ada.
"Sampai kuartal III-2025, Perseroan masih mencatat pertumbuhan (pendapatan)
yang cukup baik, hampir 12%. Proyeksi sampai akhir tahun 2025 kami optimistis atas
pertumbuhan yang positif. Kami harapkan dapat memberikan sumbangan laba
kepada Perseroan," ungkap Willianto.
Outlook 2026 dan Divestasi Aset
Willianto menambahkan, bencana yang menimpa sejumlah wilayah di Pulau
Sumatra tidak berdampak signifikan bagi kinerja INTA. Sebab, wilayah terdampak
seperti Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara bukan menjadi area operasional
dan bisnis utama INTA.
"Kegiatan operasional (INTA) sangat kecil di daerah terdampak bencana, sehingga
kami melihat bahwa bencana yang terjadi di Sumatera tidak akan berdampak
terhadap perusahaan," ujar Willianto.
Saat ini, INTA masih dalam proses finalisasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
(RKAP) untuk tahun 2026. Dus, Willianto masih belum membeberkan terkait proyeksi
pendapatan dan laba INTA untuk tahun depan.
Meski begitu, Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim menggambarkan sejumlah
peluang dan tantangan industri alat berat pada tahun 2026. Petrus bilang, INTA
menyoroti sejumlah peluang, antara lain tren efisiensi biaya di kalangan pelanggan.
Hal itu menjadi peluang bagi INTA, lantaran produk alat berat asal China memiliki
struktur harga yang lebih kompetitif. Kedua, keberlanjutan Proyek Strategis Nasional
(PSN) infrastruktur maupun hilirisasi.
Ketiga, LiuGong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia, sehingga
meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Keempat, bisnis rental
mengalami pertumbuhan. Sementara itu, Petrus menyoroti enam tantangan yang
perlu dicermati pada tahun depan.
Mencakup perlambatan ekonomi global, stabilitas geopolitik, pelemahan kurs rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat dan China Yuan, overcapacity & persaingan Original
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 12
Equipment Manufacturer (OEM) China, pembiayaan ketat untuk alat berat, serta
ketidakpastian regulasi.
Menimbang peluang dan tantangan tersebut, INTA mengusung empat strategi
utama. Pertama, percepatan pelunasan utang. Kedua, penguatan segmen
pelanggan pada key account & project based. Ketiga, mengalokasikan belanja
modal (capex) secara selektif, hanya pada aset yang mendukung strategi bisnis inti.
Keempat, mendorong bisnis rental alat berat sebagai pilar pendapatan yang lebih
stabil dan berulang. "Strategi ini merupakan langkah untuk memperkuat usaha serta
memperoleh pendapatan secara berkesinambungan," terang Petrus.
Mengenai strategi percepatan pelunasan utang, Willianto menyampaikan bahwa
langkah yang akan ditempuh oleh INTA adalah divestasi aset yang kurang produktif.
INTA pun berencana untuk menjual gedung dan tanah yang menjadi kantor pusat di
Jakarta.
Saat ini, INTA sedang dalam proses diskusi dan negosiasi dengan calon pembeli. Hasil
dari penjualan aset ini akan digunakan INTA untuk mempercepat pelunasan utang,
khususnya utang perbankan.
"Sehingga nantinya posisi neraca atau posisi keuangan Perseroan menjadi lebih
sehat, mengurangi beban utang dan beban dari biaya bunga," tandas Willianto.
6. Strategi INTA Pacu Pendapatan 2026 & Divestasi Aset
Bisnis.com
Oleh: Haffiyan
Jumat, 05 Desember 2025
https://market.bisnis.com/read/20251205/192/1934557/strategi-inta-pacu-pendapatan-2026-
divestasi-aset
Bisnis.com, JAKARTA— PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan pertumbuhan
pendapatan pada 2026 seiring dengan potensi peningkatan penjualan dan bisnis
sewa alat berat. Di sisi lain, untuk membenahi neraca keuangan, perseroan
berencana melakukan divestasi aset tidak produktif. Salah satunya aset tanah dan
bangunan di Cilincing, Jakarta Utara, yang saat ini menjadi kantor pusat perseroan.
Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan manajemen melihat peluang
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 13
peningkatan kinerja pada 2026 seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih
baik. Bisnis alat berat diperkirakan semakin positif, terutama dari sejumlah proyek
hilirisasi, perkebunan sawit, infrastruktur proyek strategis nasional (PSN), hingga transisi
energi baru terbarukan (EBT).
Selain itu, LiuGong, sebagai salah satu merek andalan INTA, mengembangkan
fasilitas manufaktur di Indonesia. Hal itu dapat meningkatkan nilai tingkat komponen
dalam negeri (TKDN).
“Kami juga melihat produk alat berat asal China dengan struktur harga yang lebih
kompetitif sehingga menjadi pilihan pelanggan,” jelasnya dalam Paparan Publik,
Jumat (5/12/2025). Kendati demikian, Petrus Halim mengakui masih ada sederet
tantangan yang membayangi kinerja perseroan. Produk Original Equipment
Manufacturer (OEM) cenderung ketat dan berisiko menyebabkan pasar
overcapacity.
INTA juga meninjau faktor makro seperti pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS
dan yuan China, stabilitas geopolitik, hingga tekanan ekonomi global. Untuk
meningkatkan pendapatan, INTA melakukan penguatan penjualan di segmen
pelanggan key account atau pelanggan strategis yang memberikan kontribusi
besar, dan berbasis proyek (project based).
Perseroan juga mendorong bisnis rental alat berat sebagai pilar pendapatan yang
lebih stabil dan berulang. Dalam mengalokasikan investasi, perseroan memfokuskan
belanja modal pada aset yang mendukung bisnis inti. Selain itu, INTA berkomitmen
melakukan percepatan pelunasan hutang.
Direktur Keuangan INTA Willianto Febriansa mengatakan perseroan mencatatkan
pertumbuhan pendapatan sekitar 12% menjadi Rp739,16 miliar pada 9 bulan 2025
dari sebelumnya 660,75 miliar. Tren peningkatan ini diharapkan berlanjut hingga akhir
tahun. “Untuk target 2026, kami masih dalam proses menyusun RKAB,” tuturnya. Per
September 2025, INTA telah menggelontorkan capex senilai Rp50 miliar.
Mayoritas dana untuk pembelian alat berat, yang nantinya digunakan untuk bisnis
rental sebagai pendorong pendapatan berulang. Sementara itu, untuk membenahi
kas sekaligus membayar kewajiban hutang, perseroan menyiapkan divestasi aset
tidak produktif, seperti lahan dan bangunan kantor.
Saat ini, INTA masih dalam proses negosiasi dengan calon pembeli. “Aset di Cakung
sedang negosiasi dengan calon pembeli. Kami harapkan mengerucut ke transaksi
penjualan,” imbuhnya. Mengutip laporan keuangan, INTA mencatatkan aset Rp2,40
triliun per September 2025. Aset tersebut berasal dari liabilitas Rp4,50 triliun dan
defisiensi modal atau ekuitas negatif Rp2,10 triliun.
7. Intraco Penta (INTA) siapkan strategi bisnis 2026 untuk pertahankan pertumbuhan
MSN.com
Oleh: Fia
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 14
Sabtu, 06 Desember 2025
https://www.msn.com/id-id/berita/other/intraco-penta-inta-siapkan-strategi-bisnis-2026-untuk-
pertahankan-pertumbuhan/ar-AA1RMDzR?ocid=finance-verthp-feeds
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA), perusahaan penyedia alat
berat, alat konstruksi, fabrikasi, infrastruktur, dan pembangkit listrik dengan
pengalaman lebih dari 50 tahun di Indonesia, menyiapkan sejumlah strategi bisnis
untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2026.
Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim, mengatakan meski menghadapi
berbagai tantangan di 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan
sebesar Rp 739 miliar hingga 30 September 2025, naik 12% dibanding periode yang
sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini membuat perusahaan optimistis menghadapi tahun depan. “Tahun
depan, kami akan fokus pada empat pilar utama, yakni Finance, Sales, Rental, dan
Capex,” ujar Petrus dalam Paparan Publik, Jumat (5/12/2025).
Dari sisi finansial, INTA akan mempercepat pelunasan hutang untuk menjaga struktur
modal yang sehat. Untuk penjualan, perusahaan menargetkan penguatan pada
segmen Key Account dan proyek-proyek berbasis kontrak.
Sedangkan bisnis rental alat berat diproyeksikan menjadi pilar pendapatan yang
lebih stabil dan berulang. Sementara itu, belanja modal (Capex) akan dialokasikan
hanya pada aset yang mendukung strategi inti perusahaan.
Menurut Petrus, sejumlah peluang akan mendorong pertumbuhan 2026, antara lain
meningkatnya efisiensi biaya pelanggan sehingga produk alat berat asal China
dengan harga kompetitif menjadi pilihan utama.
Selain itu, kendaraan listrik (EV) dari China diprediksi semakin diminati karena
menawarkan penghematan bahan bakar.
“Rencana Liu Gong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia juga akan
meningkatkan komponen lokal. Selain itu, pemulihan industri perkebunan sawit dan
pertumbuhan bisnis rental alat berat menjadi peluang tambahan,” ujar Petrus.
Meski optimistis, INTA tetap mewaspadai sejumlah tantangan, seperti penurunan
RKAB untuk menekan produksi komoditas tambang, ketidakpastian geopolitik,
perlambatan ekonomi global, fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS dan Yuan,
persaingan alat berat China (OEM), pembiayaan yang ketat, serta ketidakpastian
regulasi.
Dengan strategi yang terfokus dan peluang pasar yang masih terbuka, INTA
menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan pada tahun depan.
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 15
8. Intraco Penta (INTA) Bertujuan Untuk 2026 Peluang Pertumbuhan
Shangbaoindonesia.com
Oleh: Hermawan
Sabtu, 08 Desember 2025
https://www.shangbaoindonesia.com/read/2025/12/08/economy-1765142028
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 16
Cetak
Siasat INTA Pacu Performa
Bisnis Indonesia, 08 Desember 2025
Berita/Tone; Positif
Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Up. Kepala Divisi Penilaian
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
person
Yunita Rivianti Riyadi
p.2
unresolved
person
Cynthia
p.2
unresolved
person
Cynthia. Setelah
p.3
unresolved
—
Tjang Paoli
p.5
unresolved
—
Wawan
p.5
unresolved
—
Sulianto
p.5
unresolved
—
Nova
p.5
unresolved
—
Dwi Handayani
p.5
unresolved
—
Ivan Lingga
p.5
unresolved
—
M. Ismail Mirza
p.5
unresolved
—
Yunita R. Riyadi
p.5
unresolved
—
Feri Naomi
p.5
unresolved
—
Fifi Maila F.
p.5
unresolved
—
Annisa Farikhati
p.5
unresolved
—
Hera
p.5
unresolved
—
Dian
p.5
unresolved
—
Fajar Prasetio
p.5
unresolved
—
Emon
p.5
unresolved
org
PT Intraco Penta Prima Servis
p.7
unresolved
org
PT Duta Bangun Trans Abadi
p.11
unresolved
org
PT Mitra Stania Prima. Willianto
p.11
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.