Skip to content
Back to announcement

20251210_INTA_Public Expose_32012193_lamp1.pdf

Other Text extracted INTA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 16

Page 1
       No       : 082/INTA-CORSEC/XII/2022                          Jakarta, 05 Desember 2025
       Lampiran :
          1. Ringkasan Public Expose
          2. Daftar Hadir
          3. Pemberitaan di Media

       Kepada Yth.
       PT Bursa Efek Indonesia
       Up. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2
       Indonesia Stock Exchange Building
       Tower I, 16th Floor
       Jl. Jend. Sudirman, Kav. 52-53, Jakarta Selatan, 12190

       Perihal: Pelaporan hasil Public Expose Tahunan - PT Intraco Penta Tbk

       Dengan hormat,

       Menunjuk pada Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian
       Informasi, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Intraco Penta Tbk (“Perseroan”)
       bermaksud menyelenggarakan Public Expose Tahunan 2025 yang akan dilaksanakan
       pada:
             Hari/Tanggal      :   Jumat, 05 Desember 2025
             Waktu             :   14.10 WIB – 15.00 WIB
             Tempat            :   Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
                                   tautan berikut:
                                   https://zoom.us/j/96612006703?pwd=R4hUc7sTA3WNlKWyec6bqr
                                   UISBgHXW.1
                                   Meeting ID: 966 1200 6703
                                   Passcode: 026448
       Sebagai dokumen pendukung, kami lampirkan pula ringkasan pelaksanaan Public
       Expose Tahunan Perseroan, copy daftar hadir dan kliping pemberitaan di media.

       Demikian hal ini kami sampaikan, Terima kasih.

       Hormat kami,
       PT Intraco Penta Tbk




       Calvin Pratama
       Corporate Secretary




Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 2
                                                Lampiran 1.
                                   Ringkasan Public Expose Tahunan 2025
                                           PT Intraco Penta Tbk
                                         Jumat, 05 Desember 2025

       Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah
       dilaksanakan pada :

       Hari/Tanggal            : Jumat, 05 Desember 2025
       Waktu                   : 14.10 WIB – 15.00 WIB
       Tempat                  : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
                               tautan sebagai berikut:
                               https://zoom.us/j/96612006703?pwd=R4hUc7sTA3WNlKWyec6bqrUIS
                               BgHXW.1
                               Meeting ID: 966 1200 6703
                               Passcode: 026448

       Agenda materi Pembahasan dalam acara Public Expose (Paparan Publik) Tahunan,
       Perseroan adalah sebagai berikut:

           1.   Sekilas Perseroan;
           2.   Kinerja Perseroan 2025;
           3.   Ikhtisar Keuangan (Konsolidasi) 2025;
           4.   Prospek dan Tantangan Bisnis 2026;
           5.   Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan;
           6.   Sesi Tanya dan Jawab.

       Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan melalui mekanisme online dan dihadiri
       oleh seluruh Direksi yang sekaligus memberikan pemaparannya mengenai kondisi
       Perseroan. Public Expose ini juga diikuti oleh kurang lebih 22 (dua puluh dua) tamu
       undangan yang terdiri dari Pemegang Saham, Media, dan Tamu Undangan lainnya.

       Dipandu oleh MC (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) dan Moderator (Ibu Cynthia), kegiatan
       Public Expose Tahunan ini dibawakan oleh:
          - Bapak Petrus Halim          : Direktur Utama Perseroan
          - Bapak Willianto Febriansa : Direktur Perseroan
          - Bapak Calvin Pratama        : Sekretaris Perseroan

       Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:
            Sekilas Perseroan, disampaikan oleh Bapak Calvin Pratama selaku Sekretaris
             Perseroan;
            Kinerja Perseroan dan Ikhtisar Keuangan (konsolidasi) Perseroan tahun 2025
             disampaikan oleh Bapak Willianto Febriansa selaku Direktur Perseroan;
            Presentasi mengenai Aktivitas Perseroan disampaikan oleh Bapak Calvin
             Pratama selaku Sekretaris Perseroan;


Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 3
            Paparan tentang Prospek dan Tantangan Bisnis pada tahun 2026 disampaikan
             oleh Bapak Petrus Halim selaku Direktur Utama Perseroan;
            Paparan tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan disampaikan oleh Bapak
             Calvin Pratama selaku Sekretaris Perseroan;
            Selanjutnya, sesi tanya jawab akan dipandu oleh moderator Ibu Cynthia.

       Setelah paparan disampaikan oleh Direksi Perseroan, diberikan waktu kepada para
       tamu untuk memberikan pertanyaan melalui fitur Chat pada Aplikasi Zoom Meeting.
       Sesi Tanya Jawab ini dipandu langsung oleh Moderator dan MC.

       Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:

          1.   Pertanyaan dari William – Investor
                Q    Apakah perseroan akan melakukan divestasi aset dalam waktu dekat ?
                A    Perseroan saat ini memang tengah merencanakan untuk divestasi aset
                     sesuai dengan RUPSLB yang dilakukan pada bulan November lalu.
                     Perseroan berencana untuk melakukan penjualan gedung dan tanah
                     yang menjadi kantor pusat Perseroan saat ini.
          2.   Pertanyaan dari Tjang Paoli – Investor
                Q    Terkait dengan rencana pelunasan hutang dengan bank mandiri, apakah
                     perusahaan berencana untuk melunaskan sebagian atau semua?
                A    Perseroan dalam hal percepatan pelunasan hutang salah satunya upaya
                     yang dilakukan yakni divestasi aset yang dipandang kurang produktif
                     sehingga dapat mengurangi beban hutang terutama hutang bank,
                     dimana hasil dari divestasi aset ini nantinya akan dibayar untuk melakukan
                     percepatan pelunasan hutang bank sehingga nantinya posisi neraca
                     keuangan Perseroan akan lebih sehat.
                Q    Penjualan asset di cakung apakah sudah ada deal dengan penjual ? Dan
                     berapa nilai penjualan asset tersebut?
                A    Saat ini Perseroan masih dalam tahap negosiasi dan juga diskusi dengan
                     calon pembeli.
          3.   Pertanyaan dari Sulianto – Ritel
                Q    Dengan kondisi kas yang hanya sekitar ±50 miliar sementara total utang
                     mencapai ±2,855 triliun dan ekuitas masih negatif –1,868 triliun, apa
                     sumber pendanaan utama yang akan digunakan Perseroan untuk
                     menjalankan strategi percepatan pelunasan utang, serta bagaimana
                     rencana konkret Perseroan untuk memenuhi ketentuan Pasar Pemantauan
                     Khusus dan batas waktu FCA ekuitas negatif yang harus dipulihkan
                     selambat-lambatnya pada akhir Juni 2026?
                A    Perseroan dalam hal percepatan pelunasan hutang salah satunya upaya
                     yang dilakukan yakni divestasi aset yang dipandang kurang produktif
                     sehingga dapat mengurangi beban hutang terutama hutang bank,
                     dimana hasil dari divestasi aset ini nantinya akan dibayar untuk melakukan
                     percepatan pelunasan hutang bank sehingga nantinya posisi neraca
                     keuangan Perseroan akan lebih sehat.


Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 4
          4.   Pertanyaan dari Welly – Investor
                Q        - Berapa luas lahan yang akan dijual oleh perseroan? Jika luas lahan
                             signifikan, apakah akan berdampak terhadap operasional
                             perseroan?
                         - Apakah perseroan sudah menemukan lokasi kantor yang baru?
                         - Berdasarkan data yang tertulis pada laporan keuangan kuartal III -
                             2025, nilai revaluasian seluruh tanah perseroan adalah 722 miliar
                             rupiah, apakah nilai tersebut sudah mewakili nilai pasarnya dan
                             berapakah perkiraan nilai pasar dari lahan yang akan dijual?
                A    Saat ini Perseroan masih dalam tahap negosiasi dan juga diskusi dengan
                     calon pembeli.
          5.   Pertanyaan dari Heri – Antara
                Q    Berapa belanja modal (capex) yang sudah digunakan pada tahun 2025
                     ini? Bagaimana proyeksi capex untuk tahun mendatang?
                A    CAPEX yang sudah dibelanjakan Perseroan untuk tahun 2025 ini sampai
                     dengan bulan September 2025 adalah sebesar Rp50 Miliar yang mana
                     sebagain besar dialokasikan untuk pengadaan alat berat untuk
                     disewakan. Sedangkan untuk CAPEX 2026, Perseroan masih dalam proses
                     finalisasi untuk RKAB 2026 dan nanti akan diinformasikan.
                Q    Berapa target laba dan pendapatan perseroan pada tahun depan?
                A    Perseroan masih dalam proses finalisasi untuk RKAB 2026 dan nanti akan
                     diinformasikan.
          6.   Pertanyaan dari Nova – Kontan
                Q    Bagaimana proyeksi kinerja INTA tahun ini dari segi laba dan pendapatan,
                     apakah sesuai dengan target yg ditetapkan?
                A    Sampai dengan kuartal III-2025, Perseroan masih mencatat pertumbuhan
                     yang cukup baik yaitu 12%, diproyeksi sampai dengan Desember 2025 ini,
                     Perseroan masih optimis dapat mencapai pertumbuhan yang positif dan
                     dapat memberikan sumbangan laba kepada Perseroan.
          7    Pertanyaan dari Wawan – Shangbao Indonesia
                Q    Apakah bencana Sumatra saat ini mempengaruhi kinerja INTA atau unit
                     usaha yg lain?
                A    Perseroan turut berduka cita atas bencana Sumatra yang terjadi. Untuk
                     bencana Sumatra tersebut, tidak memberikan dampak signifikan (sangat
                     kecil) terhadap Perseroan mengingat kegiatan operasional Perseroan
                     tidak ada di daerah terdampak bencana Sumatra sehingga tidak akan
                     berdampak apapun kepada Perseroan.

       Setelah Sesi Tanya Jawab dilakukan, MC menutup acara pada pukul 15.00 WIB dan
       setelah acara selesai dilakukan sesi foto terlebih dahulu sebelum meninggalkan
       ruangan pada Aplikasi Zoom Meeting.

       Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk yang
       dapat kami laporkan. Terimakasih.



Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 5
                                                 Lampiran 2.
                                          082/INTA-CORSEC/XII/2025
                                                DAFTAR HADIR

              No                 Nama                                Instansi
               1    Tjang Paoli                     Investor
               2    Wawan                           Indonesia Shangbao
               3    Sulianto                        Ritel
               4    Welly                           Investor
               5    Heri                            Antara
               6    Nova                            Kontan
               7    Dwi Handayani                   INTA
               8    Ivan Lingga                     INTA
               9    M. Ismail Mirza                 INTA
              10    Cynthia                         EO
              11    Petrus Halim                    Direktur Utama – INTA
              12    Yunita R. Riyadi                Corsec – IBFN
              13    Willianto Febriansa             Direktur – INTA
              14    Calvin Pratama                  Corsec – INTA
              15    Feri Naomi                      INTA
              16    Fifi Maila F.                   INTA
              17    Annisa Farikhati                IBFN
              18    Hera                            Publik
              19    Dian                            Publik
              20    Rina                            Publik
              21    Fajar Prasetio                  Publik
              22    Emon                            Publik




Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 6
                                                 Lampiran 3.
                                        Klipping – Pemberitaan Media

       Online

           1. Intraco Penta ungkap strategi jaga pertumbuhan bisnis di 2026
                antaranews.com
                Oleh: Hariyanto
                Minggu, 07 Desember 2025
                https://www.antaranews.com/berita/5291416/intraco-penta-ungkap-strategi-jaga-
                pertumbuhan-bisnis-di-
                2026?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category




                Jakarta (ANTARA) - Perusahaan penyedia alat berat, alat konstruksi & pendukung,
                fabrikasi & infrastruktur, dan pembangkit listrik PT Intraco Penta Tbk (INTA),
                mengungkapkan berbagai strategi sebagai upaya menjaga pertumbuhan bisnis
                pada tahun 2026.

                “Tahun depan ada empat fokus kinerja yang akan kami jalankan yakni dari sisi
                finance, sales, rental, dan capital expenditure (capex),” ujar Direktur Utama INTA
                Petrus Halim sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

                Dari sisi finance, Petrus mengatakan perseroan akan mempercepat pelunasan
                hutang, dan dari sisi sales, akan melakukan penguatan segmen pelanggan pada
                Key Account & Project-based.

                Dari sisi rental, perseroan akan mendorong bisnis rental alat berat sebagai pilar
                pendapatan yang lebih stabil dan berulang, dan dari sisi capex, akan
                mengalokasikan belanja modal hanya pada aset yang mendukung strategi bisnis
                inti.

                “Berbagai strategi di atas akan menjawab sejumlah peluang ke depan, diantaranya,
                efisiensi biaya di pelanggan, sehingga produk alat berat asal China dengan struktur
                harga yang lebih kompetitif menjadi pilihan utama,” ujar Petrus.

                Petrus mengatakan, perseroan juga melihat akan adanya efisiensi biaya dari sisi
                pelanggan, khususnya untuk produk alat berat asal China dengan struktur harga
                yang lebih kompetitif.




Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 7
               Selain itu, juga kendaraan listrik (EV) dari China yang semakin memiliki posisi yang
               kuat di segmen EV yang didorong oleh penghematan bahan bakar.

               Ia melanjutkan, rencana Liu Gong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia
               dapat meningkatkan komponen dalam negeri, serta peluang lain yakni perkebunan
               sawit mulai pulih dan bisnis Rental Equipment yang terus bertumbuh.

               “Namun kami juga masih melihat sejumlah tantangan di antaranya penurunan RKAB
               untuk menekan produksi komoditas tambang dan mengendalikan harga komoditas.
               Selain itu geopolitik dunia, perlambatan ekonomi global, kurs rupiah terhadap US
               dollar dan China Yuan melemah, Overcapacity & Persaingan OEM China,
               pembiayaan ketat untuk alat berat, dan ketidakpastian regulasi,” ujar Petrus.

               Sebagai perusahaan yang mendistribusikan alat berat segmen khusus di Indonesia,
               INTA melalui PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) telah dipercaya memasarkan
               berbagai merek alat berat dan suku cadang, diantaranya dari pabrikan China
               seperti merek LiuGong yang ditunjuk menjadi distributor resmi sejak tahun 2020.

               Kemudian berbagai merek lainnya seperti : Bobcat Portable Power, Techking,
               Sinotruk, Leoch dan KWO LOF.

           2. Strategi Intraco Penta (INTA) Genjot Kinerja di 2026
               Investor.id
               Oleh: Erta
               Jumat, 05 Desember 2025
               https://investor.id/market/420365/strategi-intraco-penta-inta-genjot-kinerja-di-
               2026#goog_rewarded

               JAKARTA, investor.id - Emiten penyedia alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA)
               menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot kinerja perseroan di tahun 2026.

               Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk (INTA) Petrus Halim mengatakan, perseroan telah
               menetapkan strategi untuk mencapai target dalam peningkatan penjualan, yang
               mana perseroan akan fokus pada empat indikator.

               Empat indikator tersebut di antaranya, di bidang finance melalui percepatan
               pelunasan hutang, dan di bidang sales melalui penguatan segmen pelanggan,
               khususnya pada key account dan project-based.

               Adapun dua indikator lainnya, yakni di bisnis rental akan mendorong bisnis rental alat
               berat sebagai pilar pendapatan yang lebih stabil dan berulang, dan dari sisi capital
               expenditur (capex) akan alokasikan belanja modal pada aset yang mendukung
               strategi bisnis inti.

               “Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh
               pendapatan secara berkesinambungan,” kata Petrus dalam paparan publik INTA,
               Jumat (5/12/2025).

               Adapun Petrus mengungkap perseroan masih mencatat pertumbuhan laba yang
               cukup baik yaitu 12% hingga kuartal III-2025.

               “Kami proyeksikan sampai dengan periode akhir tahun Desember 2025, perusahaan
               masih akan mencatat pertumbuhan yang positif,” tambahnya.


Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 8
               Perseroan optimistis akan pertumbuhan yang positif                dan   berharap     dapat
               memberikan sumbangan laba terhadap perseroan.

               Sementara itu, saham INTA terpantau melesat 10% ke harga Rp 88 per saham,
               hingga penutupan perdagangan Jumat (5/12/2025).

           3. Intraco Penta (INTA) Ungkap Peluang Bisnis dan Tantangan di 2026
               Investor.id
               Oleh: Erta
               Jumat, 05 Desember 2025
               https://investor.id/market/420370/intraco-penta-inta-ungkap-peluang-bisnis-dan-tantangan-di-
               2026




               JAKARTA, investor.id - Emiten penyedia alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA)
               mengungkap sejumlah peluang dan tantangan yang mesti dihadapi perseroan di
               tahun 2026.

               Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk (INTA) Petrus Halim mengungkap sejumlah
               peluang di antaranya, efisiensi biaya di pelanggan diperlukan sehingga produk alat
               berat asal China memiliki struktur harga yang lebih kompetitif dan dapat menjadi
               pilihan utama.

               “Kendaraan listrik atau EV juga semakin meningkat didorong oleh penghematan
               biaya bahan bakar di mana produsen China memiliki posisi yang kuat di segmen
               EV,” kata Petrus dalam paparan publik INTA, Jumat (5/12/2025).

               Selanjutnya, dia menjabarkan peluang lainnya, yakni keberlanjutan hilirisasi dan
               infrastruktur proyek strategis nasional, serta transisi energi baru terbarukan.

               Kemudian, Petrus menjelaskan dengan LiuGong juga membangun fasilitas
               manufaktur di Indonesia, sehingga ini dapat meningkatkan tingkat komponen dalam
               negeri. Lalu, perkebunan sawit mulai pulih, dan bisnis rental equipment juga kembali
               tumbuh.

               Sedangkan untuk tantangan yang dihadapi perseroan tahun 2026, Petrus
               mengungkap di antaranya, perlambatan ekonomi global, stabilitas geopolitik, kurs
               rupiah terhadap dollar AS dan yuan China melemah, overcapacity dan persaingan
               original equipment manufaktur China, pembiayaan ketat untuk alat berat dan
               ketidakpastian regulasi.



Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 9
               Adapun Petrus mengungkap perseroan masih mencatat pertumbuhan laba yang
               cukup baik yaitu 12% hingga kuartal III-2025.

               “Kami proyeksikan sampai dengan periode akhir tahun Desember 2025, perusahaan
               masih akan mencatat pertumbuhan yang positif,” tambahnya.

               Perseroan optimistis akan pertumbuhan yang positif                 dan    berharap     dapat
               memberikan sumbangan laba terhadap perseroan.

               Sementara itu, Petrus juga mengatakan, sampai dengan periode September tahun
               2025 jumlah belanja modal ataupun capital expenditure (capex) yang sudah
               dikeluarkan perusahaan adalah Rp 50 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk
               pengadaan alat berat untuk disewakan.

               Sementara itu, saham INTA terpantau melesat 10% ke harga Rp 88 per saham,
               hingga penutupan perdagangan Jumat (5/12/2025).

           4. Intraco Penta (INTA) Siapkan Strategi Bisnis 2026 untuk Pertahankan Pertumbuhan
               Kontan.co.id
               Oleh: Noverius
               Jumat, 05 Desember 2025
               https://amp.kontan.co.id/news/intraco-penta-inta-siapkan-strategi-bisnis-2026-untuk-
               pertahankan-pertumbuhan

               KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA), perusahaan penyedia alat
               berat, alat konstruksi, fabrikasi, infrastruktur, dan pembangkit listrik dengan
               pengalaman lebih dari 50 tahun di Indonesia, menyiapkan sejumlah strategi bisnis
               untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2026.

               Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim, mengatakan meski menghadapi
               berbagai tantangan di 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan
               sebesar Rp 739 miliar hingga 30 September 2025, naik 12% dibanding periode yang
               sama tahun sebelumnya.

               Kinerja positif ini membuat perusahaan optimistis menghadapi tahun depan. “Tahun
               depan, kami akan fokus pada empat pilar utama, yakni Finance, Sales, Rental, dan
               Capex,” ujar Petrus dalam Paparan Publik, Jumat (5/12/2025).

               Dari sisi finansial, INTA akan mempercepat pelunasan hutang untuk menjaga struktur
               modal yang sehat. Untuk penjualan, perusahaan menargetkan penguatan pada
               segmen Key Account dan proyek-proyek berbasis kontrak.

               Sedangkan bisnis rental alat berat diproyeksikan menjadi pilar pendapatan yang
               lebih stabil dan berulang. Sementara itu, belanja modal (Capex) akan dialokasikan
               hanya pada aset yang mendukung strategi inti perusahaan.

               Menurut Petrus, sejumlah peluang akan mendorong pertumbuhan 2026, antara lain
               meningkatnya efisiensi biaya pelanggan sehingga produk alat berat asal China
               dengan harga kompetitif menjadi pilihan utama.

               Selain itu, kendaraan listrik (EV) dari China diprediksi semakin diminati karena
               menawarkan penghematan bahan bakar.



Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 10
               “Rencana Liu Gong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia juga akan
               meningkatkan komponen lokal. Selain itu, pemulihan industri perkebunan sawit dan
               pertumbuhan bisnis rental alat berat menjadi peluang tambahan,” ujar Petrus.

               Meski optimistis, INTA tetap mewaspadai sejumlah tantangan, seperti penurunan
               RKAB untuk menekan produksi komoditas tambang, ketidakpastian geopolitik,
               perlambatan ekonomi global, fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS dan Yuan,
               persaingan alat berat China (OEM), pembiayaan yang ketat, serta ketidakpastian
               regulasi.

               Dengan strategi yang terfokus dan peluang pasar yang masih terbuka, INTA
               menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan pada tahun depan.

           5. Strategi Intraco (INTA) Cetak Laba, Dongkrak Pendapatan hingga Divestasi Aset
               Kontan.co.id
               Oleh: Ridwan Nanda
               Jumat, 05 Desember 2025
               https://amp.kontan.co.id/news/strategi-intraco-inta-cetak-laba-dongkrak-pendapatan-
               hingga-divestasi-aset

               KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA) menggelar sejumlah strategi
               untuk kembali meraih laba bersih sekaligus memperbaiki fundamental keuangan.
               INTA bakal memacu penjualan alat berat dan pendapatan dari bisnis sewa, serta
               menyiapkan divestasi aset guna mempercepat pembayaran utang.

               Direktur Intraco Penta, Willianto Febriansa mengungkapkan bahwa kinerja keuangan
               INTA hingga kuartal III-2025 mengalami perbaikan. Rugi bersih INTA turun 31,48%
               secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 72,49 miliar menjadi Rp 49,67 miliar
               hingga September 2025.

               Rugi INTA menyusut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha, yang mengalami
               pertumbuhan sebesar 11,86% (yoy) dari Rp 660,75 miliar menjadi Rp 739,16 miliar.
               Segmen penjualan alat-alat berat dan suku cadang menyumbang sebesar Rp
               573,87 miliar atau setara dengan 77,63% terhadap total pendapatan INTA hingga
               kuartal III-2025.

               Jika dirinci, penjualan alat-alat berat INTA tercatat sebesar Rp 353,61 miliar dan
               penjualan suku cadang sebesar Rp 220,25 miliar. Masing-masing mengalami
               penurunan 4,72% dan 11,70% (yoy).

               Willianto membeberkan, penurunan penjualan alat berat dan suku cadang
               disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, perlambatan aktivitas di sektor
               pertambangan dan konstruksi, yang menurunkan permintaan terhadap alat berat
               dan suku cadang.

               Kedua, penundaan realisasi proyek dari sejumlah pelanggan. Hal ini berdampak
               terhadap keputusan pembelian unit baru. Ketiga, adanya persaingan harga yang
               semakin ketat, khususnya dari produk-produk substitusi dan merek-merek alternatif.
               Keempat, fluktuasi nilai tukar yang berdampak kepada harga jual produk impor.

               "Di samping itu, kami mencatat adanya pengetatan dari pembiayaan oleh lembaga
               keuangan, sehingga kemampuan pendanaan pelanggan menjadi terbatas," jelas
               Willianto dalam paparan publik pada Jumat (5/12/2025).


Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 11
               Tak hanya dari penjualan alat-alat berat dan suku cadang, pendapatan INTA dari
               segmen jasa perbaikan dan manufaktur juga tersungkur. Meski begitu, INTA berhasil
               mendongkrak secara signifikan pendapatan dari segmen bisnis jasa persewaan.

               Pendapatan INTA dari jasa persewaan alat berat meroket 4.836,79% (yoy) dari Rp
               3,18 miliar menjadi Rp 156,99 miliar hingga September 2025. "Peningkatan signifikan
               jasa persewaan terjadi karena adanya beberapa proyek rental dari pelanggan
               kami," ungkap Willianto.

               Pelanggan rental INTA di antaranya adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT
               Petrosea Tbk (PTRO), PT Duta Bangun Trans Abadi dan PT Mitra Stania Prima. Willianto
               pun optimistis INTA bisa menjaga laju pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun
               2025.

               Sejalan dengan itu, INTA akan bisa memperbaiki sisi profitabilitas seiring perbaikan
               aktivitas di sektor industri, optimalisasi strategi pemasaran, dan peningkatan efisiensi
               operasional. INTA juga akan memperkuat layanan purna jual dan ketersediaan suku
               cadang untuk mempertahankan basis pelanggan yang sudah ada.

               "Sampai kuartal III-2025, Perseroan masih mencatat pertumbuhan (pendapatan)
               yang cukup baik, hampir 12%. Proyeksi sampai akhir tahun 2025 kami optimistis atas
               pertumbuhan yang positif. Kami harapkan dapat memberikan sumbangan laba
               kepada Perseroan," ungkap Willianto.

               Outlook 2026 dan Divestasi Aset
               Willianto menambahkan, bencana yang menimpa sejumlah wilayah di Pulau
               Sumatra tidak berdampak signifikan bagi kinerja INTA. Sebab, wilayah terdampak
               seperti Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara bukan menjadi area operasional
               dan bisnis utama INTA.

               "Kegiatan operasional (INTA) sangat kecil di daerah terdampak bencana, sehingga
               kami melihat bahwa bencana yang terjadi di Sumatera tidak akan berdampak
               terhadap perusahaan," ujar Willianto.

               Saat ini, INTA masih dalam proses finalisasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
               (RKAP) untuk tahun 2026. Dus, Willianto masih belum membeberkan terkait proyeksi
               pendapatan dan laba INTA untuk tahun depan.

               Meski begitu, Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim menggambarkan sejumlah
               peluang dan tantangan industri alat berat pada tahun 2026. Petrus bilang, INTA
               menyoroti sejumlah peluang, antara lain tren efisiensi biaya di kalangan pelanggan.

               Hal itu menjadi peluang bagi INTA, lantaran produk alat berat asal China memiliki
               struktur harga yang lebih kompetitif. Kedua, keberlanjutan Proyek Strategis Nasional
               (PSN) infrastruktur maupun hilirisasi.

               Ketiga, LiuGong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia, sehingga
               meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Keempat, bisnis rental
               mengalami pertumbuhan. Sementara itu, Petrus menyoroti enam tantangan yang
               perlu dicermati pada tahun depan.

               Mencakup perlambatan ekonomi global, stabilitas geopolitik, pelemahan kurs rupiah
               terhadap dolar Amerika Serikat dan China Yuan, overcapacity & persaingan Original

Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 12
               Equipment Manufacturer (OEM) China, pembiayaan ketat untuk alat berat, serta
               ketidakpastian regulasi.

               Menimbang peluang dan tantangan tersebut, INTA mengusung empat strategi
               utama. Pertama, percepatan pelunasan utang. Kedua, penguatan segmen
               pelanggan pada key account & project based. Ketiga, mengalokasikan belanja
               modal (capex) secara selektif, hanya pada aset yang mendukung strategi bisnis inti.

               Keempat, mendorong bisnis rental alat berat sebagai pilar pendapatan yang lebih
               stabil dan berulang. "Strategi ini merupakan langkah untuk memperkuat usaha serta
               memperoleh pendapatan secara berkesinambungan," terang Petrus.

               Mengenai strategi percepatan pelunasan utang, Willianto menyampaikan bahwa
               langkah yang akan ditempuh oleh INTA adalah divestasi aset yang kurang produktif.
               INTA pun berencana untuk menjual gedung dan tanah yang menjadi kantor pusat di
               Jakarta.

               Saat ini, INTA sedang dalam proses diskusi dan negosiasi dengan calon pembeli. Hasil
               dari penjualan aset ini akan digunakan INTA untuk mempercepat pelunasan utang,
               khususnya utang perbankan.

               "Sehingga nantinya posisi neraca atau posisi keuangan Perseroan menjadi lebih
               sehat, mengurangi beban utang dan beban dari biaya bunga," tandas Willianto.

           6. Strategi INTA Pacu Pendapatan 2026 & Divestasi Aset
               Bisnis.com
               Oleh: Haffiyan
               Jumat, 05 Desember 2025
               https://market.bisnis.com/read/20251205/192/1934557/strategi-inta-pacu-pendapatan-2026-
               divestasi-aset




               Bisnis.com, JAKARTA— PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan pertumbuhan
               pendapatan pada 2026 seiring dengan potensi peningkatan penjualan dan bisnis
               sewa alat berat. Di sisi lain, untuk membenahi neraca keuangan, perseroan
               berencana melakukan divestasi aset tidak produktif. Salah satunya aset tanah dan
               bangunan di Cilincing, Jakarta Utara, yang saat ini menjadi kantor pusat perseroan.
               Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan manajemen melihat peluang


Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 13
               peningkatan kinerja pada 2026 seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih
               baik. Bisnis alat berat diperkirakan semakin positif, terutama dari sejumlah proyek
               hilirisasi, perkebunan sawit, infrastruktur proyek strategis nasional (PSN), hingga transisi
               energi baru terbarukan (EBT).

               Selain itu, LiuGong, sebagai salah satu merek andalan INTA, mengembangkan
               fasilitas manufaktur di Indonesia. Hal itu dapat meningkatkan nilai tingkat komponen
               dalam negeri (TKDN).

               “Kami juga melihat produk alat berat asal China dengan struktur harga yang lebih
               kompetitif sehingga menjadi pilihan pelanggan,” jelasnya dalam Paparan Publik,
               Jumat (5/12/2025). Kendati demikian, Petrus Halim mengakui masih ada sederet
               tantangan yang membayangi kinerja perseroan. Produk Original Equipment
               Manufacturer (OEM) cenderung ketat dan berisiko menyebabkan pasar
               overcapacity.

               INTA juga meninjau faktor makro seperti pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS
               dan yuan China, stabilitas geopolitik, hingga tekanan ekonomi global. Untuk
               meningkatkan pendapatan, INTA melakukan penguatan penjualan di segmen
               pelanggan key account atau pelanggan strategis yang memberikan kontribusi
               besar, dan berbasis proyek (project based).

               Perseroan juga mendorong bisnis rental alat berat sebagai pilar pendapatan yang
               lebih stabil dan berulang. Dalam mengalokasikan investasi, perseroan memfokuskan
               belanja modal pada aset yang mendukung bisnis inti. Selain itu, INTA berkomitmen
               melakukan percepatan pelunasan hutang.

               Direktur Keuangan INTA Willianto Febriansa mengatakan perseroan mencatatkan
               pertumbuhan pendapatan sekitar 12% menjadi Rp739,16 miliar pada 9 bulan 2025
               dari sebelumnya 660,75 miliar. Tren peningkatan ini diharapkan berlanjut hingga akhir
               tahun. “Untuk target 2026, kami masih dalam proses menyusun RKAB,” tuturnya. Per
               September 2025, INTA telah menggelontorkan capex senilai Rp50 miliar.

               Mayoritas dana untuk pembelian alat berat, yang nantinya digunakan untuk bisnis
               rental sebagai pendorong pendapatan berulang. Sementara itu, untuk membenahi
               kas sekaligus membayar kewajiban hutang, perseroan menyiapkan divestasi aset
               tidak produktif, seperti lahan dan bangunan kantor.

               Saat ini, INTA masih dalam proses negosiasi dengan calon pembeli. “Aset di Cakung
               sedang negosiasi dengan calon pembeli. Kami harapkan mengerucut ke transaksi
               penjualan,” imbuhnya. Mengutip laporan keuangan, INTA mencatatkan aset Rp2,40
               triliun per September 2025. Aset tersebut berasal dari liabilitas Rp4,50 triliun dan
               defisiensi modal atau ekuitas negatif Rp2,10 triliun.




           7. Intraco Penta (INTA) siapkan strategi bisnis 2026 untuk pertahankan pertumbuhan
               MSN.com
               Oleh: Fia


Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 14
               Sabtu, 06 Desember 2025
               https://www.msn.com/id-id/berita/other/intraco-penta-inta-siapkan-strategi-bisnis-2026-untuk-
               pertahankan-pertumbuhan/ar-AA1RMDzR?ocid=finance-verthp-feeds
               KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA), perusahaan penyedia alat
               berat, alat konstruksi, fabrikasi, infrastruktur, dan pembangkit listrik dengan
               pengalaman lebih dari 50 tahun di Indonesia, menyiapkan sejumlah strategi bisnis
               untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2026.

               Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim, mengatakan meski menghadapi
               berbagai tantangan di 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan
               sebesar Rp 739 miliar hingga 30 September 2025, naik 12% dibanding periode yang
               sama tahun sebelumnya.

               Kinerja positif ini membuat perusahaan optimistis menghadapi tahun depan. “Tahun
               depan, kami akan fokus pada empat pilar utama, yakni Finance, Sales, Rental, dan
               Capex,” ujar Petrus dalam Paparan Publik, Jumat (5/12/2025).

               Dari sisi finansial, INTA akan mempercepat pelunasan hutang untuk menjaga struktur
               modal yang sehat. Untuk penjualan, perusahaan menargetkan penguatan pada
               segmen Key Account dan proyek-proyek berbasis kontrak.

               Sedangkan bisnis rental alat berat diproyeksikan menjadi pilar pendapatan yang
               lebih stabil dan berulang. Sementara itu, belanja modal (Capex) akan dialokasikan
               hanya pada aset yang mendukung strategi inti perusahaan.

               Menurut Petrus, sejumlah peluang akan mendorong pertumbuhan 2026, antara lain
               meningkatnya efisiensi biaya pelanggan sehingga produk alat berat asal China
               dengan harga kompetitif menjadi pilihan utama.

               Selain itu, kendaraan listrik (EV) dari China diprediksi semakin diminati karena
               menawarkan penghematan bahan bakar.

               “Rencana Liu Gong membangun fasilitas manufaktur di Indonesia juga akan
               meningkatkan komponen lokal. Selain itu, pemulihan industri perkebunan sawit dan
               pertumbuhan bisnis rental alat berat menjadi peluang tambahan,” ujar Petrus.

               Meski optimistis, INTA tetap mewaspadai sejumlah tantangan, seperti penurunan
               RKAB untuk menekan produksi komoditas tambang, ketidakpastian geopolitik,
               perlambatan ekonomi global, fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS dan Yuan,
               persaingan alat berat China (OEM), pembiayaan yang ketat, serta ketidakpastian
               regulasi.

               Dengan strategi yang terfokus dan peluang pasar yang masih terbuka, INTA
               menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan pada tahun depan.




Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 15
           8. Intraco Penta (INTA) Bertujuan Untuk 2026 Peluang Pertumbuhan
               Shangbaoindonesia.com
               Oleh: Hermawan
               Sabtu, 08 Desember 2025
               https://www.shangbaoindonesia.com/read/2025/12/08/economy-1765142028




Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443
Page 16
       Cetak

               Siasat INTA Pacu Performa
               Bisnis Indonesia, 08 Desember 2025
               Berita/Tone; Positif




Head Office :
Jl. Raya Cakung Cilincing km 3,5 Jakarta 14130
Phone : (62-21) 440 1408, Fax : (62-21) 440 8443

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.79 MB
Published10 Dec 2025
Pages16
Characters40,702
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Intraco Penta Tbk p.1 ×55
linked person Calvin Pratama · Corporate Secretary p.1 ×9
linked person Petrus Halim · Direktur Utama p.2 ×13
linked person Willianto Febriansa · Direktur p.2 ×7
linked org Darma Henwa Tbk p.11 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
possible — Welly p.5
possible — Heri p.5
possible — Rina p.5
possible org Petrosea Tbk p.11 ×2
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Up. Kepala Divisi Penilaian p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved person Yunita Rivianti Riyadi p.2
unresolved person Cynthia p.2
unresolved person Cynthia. Setelah p.3
unresolved — Tjang Paoli p.5
unresolved — Wawan p.5
unresolved — Sulianto p.5
unresolved — Nova p.5
unresolved — Dwi Handayani p.5
unresolved — Ivan Lingga p.5
unresolved — M. Ismail Mirza p.5
unresolved — Yunita R. Riyadi p.5
unresolved — Feri Naomi p.5
unresolved — Fifi Maila F. p.5
unresolved — Annisa Farikhati p.5
unresolved — Hera p.5
unresolved — Dian p.5
unresolved — Fajar Prasetio p.5
unresolved — Emon p.5
unresolved org PT Intraco Penta Prima Servis p.7
unresolved org PT Duta Bangun Trans Abadi p.11
unresolved org PT Mitra Stania Prima. Willianto p.11

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result