Back to announcement
20251210_FILM_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32012172_lamp1.pdf
Other Text extracted FILMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Jakarta, 10 Desember 2025
Nomor : 061/FILM-BEI/XII/2025
Perihal : Tanggapan Permintaan Penjelasan
Kepada Yth,
Kepala Divisi Penilai Perusahan 2
PT Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, Lantai 4
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190
Dengan hormat,
Merujuk surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-13889/BEI.PP2/12-2025 tanggal 9 Desember 2025
perihal Permintaan Penjelasan Bursa, maka dengan ini kami sampaikan penjelasan sebagaimana
terlampir.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT MD Entertainment Tbk
Fadel Ramadhia
Corporate Secretary
www.idx.co.id
Page 2
Tanggapan Permintaan Penjelasan
PT MD Entertainment Tbk (FILM)
1. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 30 September 2025, Perseroan memperoleh rugi
bersih sebesar Rp85 miliar dan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp107 miliar. Adapun
kondisi tersebut disebabkan beban usaha Perseroan yang melebihi laba bruto serta
terdapatnya beban keuangan dan provisi sengketa pajak masing-masing sebesar Rp43 miliar
dan Rp37 miliar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang beban keuangan sebesar Rp43 miliar tidak disajikan sebagai line of
account yang terpisah dan bagaimana kesesuaian penyajian tersebut dengan ketentuan
VIII. G7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
Publik Berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan.
Jawaban :
Latar belakang beban keuangan sebesar Rp43 miliar tidak disajikan sebagai line of
account yang terpisah karena perusahaan menjaga konsistensi penyajian dari periode ke
periode. Line of account beban keuangan disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.
b. Bagaimana upaya Perseroan untuk dapat menekan beban keuangan Perseroan.
Jawaban :
Perseroan telah berhasil melaksanakan aksi korporasi Right Issue I pada bulan Juli 2025 dan
memperoleh dana segar sebesar Rp791 miliar. Dana tersebut kemudian digunakan untuk
melunasi seluruh utang kepada Bank Mandiri pada bulan Agustus 2025. Langkah strategis
ini dilakukan untuk mengurangi beban finansial di masa mendatang serta memperkuat
struktur permodalan Perseroan agar lebih sehat dan berkelanjutan.
c. Sehubungan dengan sengketa pajak sebesar Rp37 miliar, agar dapat disampaikan perincian
dengan melengkapi tabel berikut ini:
Jawaban :
Jenis Masa pajak Status hukum
Jumlah sengketa Upaya Perseroan
pajak (tahun dan bulan) saat ini
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Januari 1.458.964.760 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Februari 972.959.099 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Maret 5.656.201.717 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - April 2.274.881.920 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Mei 2.438.823.936 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Juni 1.712.704.042 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
www.idx.co.id
Page 3
Jenis Masa pajak Status hukum
Jumlah sengketa Upaya Perseroan
pajak (tahun dan bulan) saat ini
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Agustus 2.553.146.730 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - September 5.985.672.982 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Oktober 8.067.962.935 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
Perseroan telah melakukan upaya terakhir
Selesai Peninjauan
PPN 2019 - Desember 6.354.089.670 Kembali
dengan melakukan Peninjauan Kembali ke
MA.
d. Latar belakang terdapatnya sengketa pajak Perseroan dan bagaimana upaya Perseroan
untuk memitigasi hal yang sama di masa mendatang.
Jawaban :
Pada tahun 2020 perusahaan mengajukan restitusi atas lebih bayar pajak penghasilan
Badan Tahun 2019. Atas pengajuan restitusi tersebut dilakukan pemeriksaan oleh otoritas
pajak. Dalam proses pemeriksaan terdapat perbedaan Interpretasi antara Wajib Pajak
dengan Pemeriksa khususnya terkait Objek PPN atas Sharing Revenue dari Pendapatan
Tontonan Film yang menjadi Objek Pajak Daerah. Selain itu terdapat perbedaan
Interpretasi terkait perlakukan pembebanan HPP Film. Pemeriksa melakukan perhitungan
berdasarkan data komersil, sementara perusahaan menggunakan perhitungan fiskal yang
telah dilakukan secara konsisten pada tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan Interpretasi
berkaitan dengan beda sementara waktu (temporary timing difference) pengakuan HPP
Film. Untuk memitigasi hal yang sama di masa mendatang, perusahaan telah berkordinasi
dengan konsultan pajak untuk memberikan advise terkait perlakuan sengketa tersebut
untuk dimasa mendatang.
e. Pada perincian beban usaha sebagaimana diungkapkan pada Catatan atas Laporan
Keuangan (CALK) nomor 30, agar dapat dijelaskan:
i. Terdapat peningkatan beban usaha imbalan kerja dari semula sebesar Rp182 juta per
30 September 2024 menjadi sebesar Rp14,3 miliar per 30 September 2025. Agar dapat
dijelaskan alasan dan penyebab dari peningkatan beban usaha imbalan kerja tersebut.
Jawaban :
Peningkatan beban imbalan kerja yang signifikan berasal dari entitas anak MDTV
senilai Rp12,8 miliar. Secara keseluruhan beban imbalan kerja dihitung secara
konservatif berdasarkan historikal tahun sebelumnya. Nilai imbalan kerja akan
disesuaikan kembali berdasarkan perhitungan aktuaria independen per 31 Desember
2025.
ii. Terdapat peningkatan beban usaha pajak menjadi sebesar Rp8,9 miliar per 30
September 2025. Agar dapat dijelaskan nature dari beban tersebut dan alasan serta
penyebab dari peningkatan beban pajak tersebut.
Jawaban :
Peningkatan beban pajak yang signifikan disebabkan pada tahun 2025 ada
penambahan entitas anak yang berasal dari akuisisi PT MDTV Media Technologies Tbk
www.idx.co.id
Page 4
dan Entitas Anak (NETV) oleh Perseroan di bulan Oktober 2024. Adapun beban pajak di
tahun 2025 berasal dari tunjangan PPh pasal 21, biaya pengurusan serta setoran
angsuran PPh pasal 25 atas tahun 2024 yang dibayarkan di awal tahun 2025 (saat ini
dalam proses restitusi pajak).
2. Berdasarkan CALK nomor 28 terkait dengan Penjualan Perseroan, Penjualan Perseroan per 30
September 2025 sebesar Rp402 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp58 miliar
(16%) dibandingkan pendapatan Perseroan per 30 September 2024 yaitu sebesar Rp348 miliar.
Peningkatan ini sehubungan dengan terdapatnya segmen pendapatan baru yaitu pendapatan
televisi sebesar Rp65 miliar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang penurunan pendapatan film digital dari semula sebesar Rp259 miliar
menjadi sebesar Rp160 miliar.
Jawaban :
Pendapatan film digital mengalami kenaikan pada periode 30 September 2024 sebesar
Rp60 miliar menjadi Rp160 miliar pada 30 September 2025. Kenaikan ini merupakan upaya
negosiasi yang cermat pada pelanggan platform digital.
b. Latar belakang peningkatan pendapatan film layar lebar dari semula sebesar Rp60 miliar
menjadi sebesar Rp154 miliar.
Jawaban :
Pendapatan film layar lebar mengalami penurunan pada periode 30 September 2024
sebesar Rp259 miliar menjadi Rp154 miliar pada 30 September 2025. Penurunan tersebut
karena menurunnya minat penonton bioskop atas film-film yang di rilis perseroan.
c. Sehubungan dengan peningkatan pendapatan film layar lebar tersebut, agar dapat
dijelaskan alasan dan latar belakang pendapatan Perseroan dari PT Nusantara Sejahtera
Raya Tbk justru mengalami penurunan dari semula sebesar Rp135 miliar menjadi sebesar
Rp71,8 miliar.
Jawaban :
Pendapatan film layar lebar mengalami penurunan pada periode 30 September 2024
sebesar Rp259 miliar menjadi Rp154 miliar pada 30 September 2025. Sehingga
pendapatan Perseroan dari PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk juga mengalami penurunan.
Untuk pertanyaan huruf a, b, dan c diatas karena terdapat kekeliruan pada tautan
klasifikasi pendapatan per 30 September 2024. Nilai Pendapatan Digital dan Pendapatan
Layar Lebar tertukar dalam penyajiannya, di mana angka Pendapatan Digital yang
seharusnya Rp60.770.908.339 tertulis sebagai Rp259.914.957.634, dan sebaliknya
Pendapatan Layar Lebar yang seharusnya Rp259.914.957.634 tertulis sebagai
Rp60.770.908.339. Namun total pendapatan sebesar Rp348.069.752.293 telah disajikan
dengan benar.
3. Apakah setelah periode Laporan Keuangan Perseroan interim per 30 September 2025 yang
disampaikan ke Bursa, terdapat:
www.idx.co.id
Page 5
a. Perolehan kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan oleh Perseroan? Agar
dijelaskan.
Jawaban :
Tidak ada
b. Transaksi lainnya yang bersifat material, yang belum diungkapkan oleh Perseroan?
Agar dijelaskan.
Jawaban :
Tidak ada
4. Sehubungan dengan kegiatan bisnis Perseroan, agar dijelaskan perkembangan terkini atas
kegiatan bisnis yang dijalankan oleh Perseroan.
Jawaban :
Perseroan telah berhasil melaksanakan dua aksi korporasi strategis, yaitu akuisisi MDTV pada
Oktober 2024 serta pelaksanaan Right Issue I pada Juli 2025 yang memperkuat permodalan
dan menjadikan Perseroan bebas dari utang bank. Langkah ini membentuk ekosistem bisnis
yang komprehensif, mencakup bioskop, televisi free-to-air (FTA), dan platform over-the-top
(OTT).
Sejalan dengan itu, Perseroan terus meningkatkan efisiensi operasional dan berfokus pada
transformasi MDTV agar dapat menjadi perusahaan yang menghasilkan laba. Upaya ini
merupakan bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat kontribusi anak usaha
terhadap kinerja konsolidasi.
Sebagai bagian dari pengembangan konten, Perseroan juga telah meluncurkan serial terbaru
Ipar Adalah Maut pada November 2025, yang ditayangkan melalui saluran FTA dan platform
Netflix, guna memperluas jangkauan distribusi serta meningkatkan pendapatan..
5. Bagaimana perkembangan saat ini atas faktor-faktor makroekonomi maupun industri
Perseroan yang dapat mempengaruhi prospek usaha Perseroan kedepannya? Agar dapat
dijelaskan.
Jawaban :
Prospek usaha PT MD Entertainment Tbk ke depan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi yang
relatif stabil, pertumbuhan PDB yang tetap positif, inflasi terkendali, serta kebijakan suku bunga
yang berpengaruh pada biaya pendanaan yang secara umum mendukung daya beli dan pasar
iklan. Dari sisi industri, pergeseran belanja iklan ke digital, kebangkitan platform OTT, serta
perubahan perilaku penonton mendorong kebutuhan konten berkualitas dan distribusi
multiplatform. Sementara televisi tetap relevan untuk iklan mass market, pasar bioskop masih
volatil sehingga strategi distribusi hibrida menjadi penting. Faktor-faktor ini memberikan peluang
bagi MD, terutama dengan model “one-stop-shop” (produksi + penyiaran), namun juga
menuntut efisiensi biaya dan diversifikasi pendapatan guna menjaga profitabilitas di tengah
dinamika industri yang berubah cepat.
6. Bagaimana kondisi persaingan usaha Perseroan saat ini? Apakah terdapat pergeseran pangsa
pasar yang signifikan? Agar dapat dijelaskan.
www.idx.co.id
Page 6
Jawaban :
Persaingan usaha MD Entertainment saat ini semakin ketat akibat pergeseran signifikan pangsa
pasar dari televisi tradisional menuju platform digital dan OTT, di mana pemain global seperti
Netflix serta Disney+ mendominasi dan mendorong standar kualitas konten yang lebih tinggi. Di
sisi lain, sektor bioskop mulai pulih namun masih volatil, sehingga pendapatan dari film layar
lebar tidak selalu stabil dan semakin bergantung pada judul-judul yang mampu menarik
penonton dalam jumlah besar. Dalam lingkungan ini, keunggulan MD melalui model “one-stop-
shop” (produksi sekaligus distribusi melalui TV) memberi fleksibilitas, tetapi keberlanjutan
pangsa pasar tetap ditentukan oleh kemampuan Perseroan beradaptasi dengan perubahan
perilaku penonton, meningkatkan kualitas konten, dan memperluas distribusi ke platform digital
agar tidak tertinggal oleh kompetitor internasional maupun lokal.
7. Apakah saat ini terdapat kejadian perkara hukum yang sedang dihadapi oleh Perseroan, Anak
Usaha Perseroan dan/atau anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan yang
berdampak material, yang belum diungkapkan oleh Perseroan? Jika ada, agar dijelaskan.
Jawaban :
Tidak ada
8. Apakah terdapat informasi material di media massa yang dapat memengaruhi harga Efek
Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal, serta belum pernah dilaporkan
kepada Bursa atau sudah pernah dilaporkan namun tidak secara lengkap, atau informasi
material di media massa tersebut tidak benar? Jika ada, agar dijelaskan.
Jawaban :
Tidak ada
9. Apakah terdapat informasi atau fakta material lainnya yang dapat memengaruhi harga Efek
Perusahaan Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal, namun belum pernah
diungkapkan Perseroan? Jika ada, agar dijelaskan.
Jawaban :
Tidak ada
www.idx.co.id
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Jawaban
p.2
unresolved
org
Tahun
p.3
unresolved
org
Media Technologies Tbk
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.