Skip to content
Back to announcement

20251209_BINO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32011984_lamp1.pdf

Other Text extracted BINO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 39

Page 1
334/CORSEC/BINO/XII/2025


Jakarta, 09 Desember 2025

Kepada Yth.
Indonesia Stock Exchange Building
Tower I, 6th Floor,
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53,
Jakarta 12190



Up : - I Gede Nyoman Yetna (Direktur)
    - Lidia M. Panjaitan (Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3)

Perihal : Penjelasan Perseroan atas Surat Bursa Efek Indonesia S-13645/BEI.PP3/12-2025

The Company’s Explanation regarding the Letter from the Indonesia Stock Exchange S-13645/BEI.PP3/12-2025

Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat dari Bursa Efek Indonesia No. S-13645/BEI.PP3/12-2025 tertanggal 04 Desember 2025,
perihal permintaan penjelasan PT Perma Plasindo Tbk. Bersama ini kami kami sampaikan penjelasan dari
Perseroan sebagai berikut :

Dear Sir/Madam,
In connection with the letter from the Indonesia Stock Exchange No. S-13645/BEI.PP3/12-2025 dated December
4, 2025, regarding the request for clarification from PT Perma Plasindo Tbk, we hereby convey the Company’s
explanation as follows:

   A. Operasional dan Kondisi Terkini Perseroan
      The Company’s Operations and Current Condition

       1. Kondisi operasional terkini untuk masing-masing entitas anak Perseroan
          The current operational condition of each of the Company’s subsidiaries
          Tanggapan Response:
          i.      PT Batara Indah              : Beroperasi secara normal Operating normally
          ii.     PT Bino Mitra Sejati         : Beroperasi secara normal Operating normally
          iii.    PT Batara Indah Mulia        : Tidak aktif beroperasi dan berhenti produksi per akhir September 2024 Not
                   operational and ceased production as of the end of September 2024
           iv.     Bino Digital Solutions Pte Ltd : Tidak beroperasi secara normal Not operating normally
           v.      PT Bino Digital Solusi       : Beroperasi secara normal Operating normally
           vi.     PT Solusi Mandiri Abadi : Beroperasi secara normal Operating normally
           vii.    Bantex Malaysia Sdn Bhd : Beroperasi secara normal Operating normally
           viii.   PT APLI Stationery           : Sudah tidak beroperasi-dalam proses penutupan-Pencabutan NPWP No
                   longer operational – in the process of closure – Tax ID (NPWP) revocation
           ix.     PT. Anugraha Karsa Solusi I: Sudah tidak beroperasi-dalam proses penutupan-Pencabutan NPWP No
                   longer operational – in the process of closure – Tax ID (NPWP) revocation
Page 2
2. Fokus Strategi usaha yang saat ini sedang dilakukan Perseroan
    The business strategy focus currently being implemented by the Company
    Tanggapan Response:
    Fokus Strategi usaha yang saat ini sedang dilakukan Perseroan adalah :
    The business strategy focus currently being implemented by the Company is
    a. Meningkatkan penjualan dengan turunan strategi yang di terapkan di masing-masing kanal penjualan.
       Increasing sales through derivative strategies applied to each sales channel.
    b. Memperbaiki pondasi perusahaan dalam hal system dan prosedur kerja, sumber daya manusia, serta mesin-
       mesin produksi.
       Improving the Company’s foundation in terms of work systems and procedures, human resources, and
       production machinery.
    c. Effisiensi biaya pembelian dan biaya operasional
       Efficiency in purchasing costs and operational expenses

3. Strategi pengembangan ke depan yang akan dilakukan Perseroan
   Future development strategies to be undertaken by the Company
   Tanggapan Response:
   Strategi pengembangan kedepan yang akan dilakukan Perseroan adalah :
   The future development strategy to be undertaken by the Company is :
   a. Secara berkelanjutan menambah jenis produk stationery dan non stationery yang bisa di terima pasar guna
       meningkatkan penjualan
       Continuously adding types of stationery and non-stationery products that are acceptable to the market in order
       to increase sales
   b. Secara berkelanjutan untuk memperluas penyebaran produk-produk baru Perseroan agar mudah di temukan
       dan dekat dengan pelanggan. Dengan penyebaran yang baik maka akan ada peluang untuk meningkatkan
       turnover setiap produk yang di pasarkan oleh Perseroan
       Continuously expanding the distribution of the Company’s new products to ensure they are easily found and
       close to customers. With effective distribution, there will be opportunities to increase the turnover of each
       product marketed by the Company.
   c. Membuat dan menerapkan strategi marketing yang bertujuan meningkatkan market share terhadap produk
       yang dipasarkan oleh Perseroan.
       Developing and implementing marketing strategies aimed at increasing the market share of the products
       marketed by the Company.
   d. Mengembangkan kerjasama dengan distributor dan melakukan analisa untuk memperkuat titik pasar melalui
       penujukkan distributor baru.
       Developing cooperation with distributors and conducting analyses to strengthen market points through the
       appointment of new distributors.
   e. Meningkatkan pemasaran untuk pasar Internasional dengan pengembangan pelanggan yang telah ada dan
       penunjukkan pelanggan baru.
       Enhancing marketing for the international market by developing existing customers and appointing new
       customers.
   f. Mencari peluang bisnis produk OEM agar memenuhi kapasitas pabrik Perseroan
       Seeking OEM product business opportunities to fully utilize the Company’s factory capacity.
   g. Melakukan upgrade terhadap beberapa mesin yang telah dimiliki oleh pabrik entitas anak, baik dengan
       modifikasi ataupun dengan modul tambahan.
       Upgrading several machines owned by the subsidiary’s factory, either through modifications or additional
       modules.

4. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam merealisasikan strategi Perseroan yang telah di rencanakan sebelumnya.
   Challenges faced by the Company in realizing the previously planned strategies
Page 3
   Tanggapan Response:
   Kendala yang dihadapi Perseroan dalam merealisasikan strategi Perseroan yang telah direncanakan sebelumnya
   adalah :
   The challenges faced by the Company in implementing the previously planned strategies are:
   Adanya hambatan proses penjualan dan distribusi barang kepada pelanggan, karena peningkatan dan perubahan
   sistem operasional.
   There are obstacles in the sales and distribution process to customers due to upgrades and changes in the
   operational system.
   a. Penyebaran produk baru masih memerlukan waktu. Produk baru belum tersebar merata ke seluruh titik
        pemasaran yang dimiliki perseroan. Kanal penjualan seperti pasar tradisional dan pasar retail belum
        sepenuhnya bisa menerima beragam produk baru. Namun sudah ada peningkatan yang baik dan Perseroan
        yakin akan terus ada peningkatan seiring dengan bertambahnya waktu.
        The distribution of new products still requires time. The new products have not yet been evenly distributed
        across all the Company’s marketing points. Sales channels such as traditional markets and retail markets have
        not fully accepted the variety of new products. However, there has been good progress, and the Company is
        confident that further improvements will continue over time.
   b. Turnover tenaga pemasaran yang menyebabkan Perseroan membutuhkan waktu dalam menggantikan dengan
        tenaga pemasaran yang baru.
        Turnover of marketing personnel, which causes the Company to require time to replace them with new
        marketing staff.

5. Ada tidaknya kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak yang aktivitasnya sedang berhenti.
   The existence of business activities of the Company and its subsidiaries that are currently suspended
   Tanggapan Response:
   Ada kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak yang aktivitasnya sedang berhenti, yaitu untuk entitas anak :
   PT Batara Indah Mulia, dan Bino Digital Solutions Pte Ltd.
   There are business activities of the Company and its subsidiaries that are currently suspended, namely for the
   subsidiaries:
   PT Batara Indah Mulia and Bino Digital Solutions Pte Ltd.

6. Produk baru yang akan atau telah diluncurkan oleh Perseroan
   New products that will be or have been launched by the Company
   Tanggapan Response:
   Produk baru di 2025 yang telah diluncurkan oleh Perseroan adalah produk dengan kategori sekolah seperti
   berbagai macam produk mewarnai, buku tulis, pensil dan lain sebagainya
   Produk baru di 2026 yang terdekat adalah produk-produk yang masuk dalam kategori kebutuhan perkantoran
   seperti filing dengan bahan PP, L Folder, quotation folder, box folder dan lain sebagainya
   The new products launched by the Company in 2025 are school-related products, such as various coloring
   supplies, notebooks, pencils,and others.
   The upcoming new products in 2026 are items in the office supplies category, such as PP filing materials, L
   folders, quotation folders, box folders, and others.

7. Rencana Perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha baru (jika ada).
   The Company’s plan to develop new business activities (if any).
   Tanggapan Response:
   Rencana Perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha baru sampai dengan saat ini belum ada.
   As of now, the Company has no plans to develop new business activities.
Page 4
8. Latar Belakang dan Alasan Perseroan atas pembubaran entitas anak yaitu PT APLI dan PT AKSI.
   Background and Reasons for the Company’s Dissolution of its Subsidiaries, namely PT APLI and PT AKSI

    Tanggapan Response:
    Latar Belakang dan Alasan Perseroan atas pembubaran entitas anak yaitu PT APLI dan PT AKSI adalah sbb
    berikut :
    The background and reasons for the Company’s dissolution of its subsidiaries, PT APLI and PT AKSI, are as
    follows:
    a. PT APLI. Dikarenakan secara volume penjualan sangat kecil dan bidang usaha stationery sama dengan PT
        Bino Mitra Sejati, maka untuk mengeffisienkan proses dan sumber daya, PT APLI di bubarkan, dan
        operasionalnya digabungkan dalam PT Bino Mitra Sejati.
        PT APLI. Due to its very low sales volume and the fact that its stationery business overlaps with PT Bino
        Mitra Sejati, PT APLI was dissolved to optimize processes and resources, and its operations were merged into
        PT Bino Mitra Sejati.
    b. PT AKSI. Dikarenakan produk yang dijual adalah lem industry dimana lem industri tidak sesuai dengan bisnis
        utama dari Perseroan, disamping itu volume penjualannya juga sangat kecil, maka manajemen mengambil
        keputusan melakukan pembubaran PT AKSI
        PT AKSI. Since the products sold were industrial adhesives, which do not align with the Company’s core
        business, and the sales volume was very low, management decided to dissolve PT AKSI.

9. Dampak keuangan bagi Perseroan atas pembubaran entitas anak yaitu PT APLI dan PT AKSI. Perseroan agar
   menyampaikan kontribusi aset dan pendapatan PT APLI dan PT AKSI pada laporan keuangan konsolidasian.
   The financial impact on the Company from the dissolution of its subsidiaries, PT APLI and PT AKSI. The
   Company should disclose the asset and revenue contributions of PT APLI and PT AKSI in the consolidated
   financial statements
   Tanggapan Response:
   Dampak keuangan bagi Perseroan atas pembubaran entitas anak yaitu PT APLI dan PT AKSI. Perseroan agar
   menyampaikan kontribusi aset dan pendapatan PT APLI dan PT AKSI pada laporan keuangan konsolidasian
   adalah sebagai berikut :
   The financial impact on the Company from the dissolution of its subsidiaries, PT APLI and PT AKSI. The
   Company should disclose the asset and revenue contributions of PT APLI and PT AKSI in the consolidated
   financial statements as follows:
   a. Dampak keuangan. Tidak ada dampak keuangan yang signifikan atas pembubaran entitas anak PT APLI dan
       PT AKSI.
       Financial impact. There is no significant financial impact from the dissolution of the subsidiaries PT APLI and
       PT AKSI.
   b. Kontribusi aset dan pendapatan adalah sebagai berikut :
       The asset and revenue contributions are as follows:
       i.       Aset PT APLI Per Juni 2025 (sebelum Nihil) sebesar Rp. 1.111.866.372
                PT APLI’s assets as of June 2025 (before becoming nil) amounted to IDR 1,111,866,372.
       ii.      Aset PT AKSI Per April 2025 (sebelum Nihil) sebesar Rp. 1.182.277.410
                PT AKSI’s assets as of April 2025 (before becoming nil) amounted to IDR 1,182,277,410.
       iii.     Pendapatan PT APLI Th 2025 sebesar Rp. 0, Th 2024 Rp. 4.496.965
                PT APLI’s revenue in 2025 amounted to IDR 0, and in 2024 amounted to IDR 4,496,965.
       iv.      Pendapatan PT AKSI Th 2025 sebesar Rp. 0, Th 2024 Rp. 3.147.900.000
                PT AKSI’s revenue in 2025 amounted to IDR 0, and in 2024 amounted to IDR 3,147,900,000.

10. Rencana pengembangan dan kolaborasi dengan grup pengendali Perseroan setelah adanya perubahan pengendali
    Perseroan pada tahun 2024.
Page 5
       Plans for development and collaboration with the Company’s controlling group following the change of control in
       2024.

       Tanggapan Response:
       Rencana pengembangan dan kolaborasi dengan grup pengendali Perseroan setelah adanya perubahan pengendali
       Perseroan pada tahun 2024, sampai dengan saat ini adalah :
       The plans for development and collaboration with the Company’s controlling group following the change of
       control in 2024, up to the present, are as follows:
       i.       Kerjasama terkait dengan pembelian bahan baku dan barang jadi kepada vendor dalam grup pengendali,
                sehingga bisa mendapatkan harga beli lebih murah, tempo pembayaran yang lebih panjang, dan waktu
                pengiriman yang lebih cepat.
                Collaboration related to the purchase of raw materials and finished goods from vendors within the
                controlling group, enabling the Company to obtain lower purchase prices, longer payment terms, and faster
                delivery times.
       ii.      Kerjasama terkait dengan system operasional (ERP) SAP, untuk memperbaiki dan meningkatkan
                kecepatan dan kemudahan penyajian laporan, serta memberikan standar/keseragaman untuk system
                operasional yang dipakai oleh perseroan dan entitas anaknya.
                Collaboration related to the SAP operational system (ERP), aimed at improving and accelerating report
                generation, as well as providing standardization and uniformity for the operational systems used by the
                Company and its subsidiaries.
       iii.     Kerjasama terkait dengan upgrade mesin-mesin produksi dan peningkatan kemampuan sumber daya
                manusia untuk mendapatkan effisiensi biaya produksi, peningkatan kualitas, peningkatan output produksi,
                sehingga menghasilkan harga jual yang lebih bersaing di pasar.
                Collaboration related to the upgrade of production machinery and the enhancement of human resource
                capabilities to achieve production cost efficiency, improved quality, increased production output, and
                consequently more competitive selling prices in the market.


B. Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
   Use of Proceeds from the Public Offering

   1. Sehubungan dengan penggunaan dana untuk pinjaman PT Batara Indah selaku entitas anak Perseroan untuk
      pembelian mesin, agar dijelaskan :
      Regarding the use of funds for a loan to PT Batara Indah, as a subsidiary of the Company, for the purchase of
      machinery, please provide an explanation.
      a. Informasi mesin yang sudah dibeli PT Batara Indah
         Information on the machinery that has been purchased by PT Batara Indah.
         Tanggapan : Informasi mengenai mesin yang sudah dibeli PT Batara Indah adalah sebagai berikut : Mesin Left
         & Right BiColour Film, Mesin Sheets Extruder, dan Mesin Horizontal Type Mixer.
         Response: Information regarding the machinery that has been purchased by PT Batara Indah is as follows:
         Left & Right BiColour Film Machine, Sheets Extruder Machine, and Horizontal Type Mixer Machine.
      b. Informasi mengenai penggunaan mesin yang sudah dibeli PT Batara Indah.
         Information regarding the utilization of the machinery that has been purchased by PT Batara Indah.
         Tanggapan : Informasi mengenai penggunaan mesin yang sudah dibeli PT Batara Indah adalah mesin-mesin,
         yang saat ini dipergunakan untuk operasional produksi, yaitu untuk pembuatan Cover Display Book dengan 2
         (dua) warna, dan untuk pengaduk warna.
         Response: Information regarding the utilization of the machinery purchased by PT Batara Indah is as follows:
         the machines are currently used for production operations, specifically for manufacturing two-color Cover
         Display Books and for color mixing.
      c. Peningkatan kapasitas mesin setelah adanya pembelian mesin baru,
Page 6
        Increase in machine capacity following the purchase of new machinery.
        Tanggapan : Ada Peningkatan kapasitas mesin setelah adanya pembelian mesin baru serta bisa menghasilkan
        produk baru.
        Response: There has been an increase in machine capacity following the purchase of new machinery, which
        also enables the production of new products.

2. Sehubungan dengan penggunaan dana untuk membeli aset berupa tanah, agar dijelaskan.
   Regarding the use of funds for the purchase of assets in the form of land, please provide an explanation.
   a. Latar belakang dan penyebab Perseroan belum meresalisasikan sebagian dana untuk pembelian tanah.
      The background and reasons why the Company has not yet utilized a portion of the funds for the purchase of
      land.
      Tanggapan : Latar belakang dan penyebab Perseroan belum meresalisasikan sebagian dana untuk pembelian
      tanah, adalah masih belum selesai/tuntasnya pengurusan balik nama dari pemilik tanah sebelumnya, dimana
      pemilik sebelumnya telah meninggal dunia dan harus diproses balik nama ke para ahli warisnya. Prosess balik
      nama masih terkendala di BPN terkait dengan perijinan pengeringan tanah serta berubahnya status tanah
      tersebut yang sebelumnya statusnya “kuning”berubah menjadi “hijau”.
      Response: The background and reasons why the Company has not yet utilized a portion of the funds for the
      purchase of land are due to the incomplete transfer of title from the previous owner, who has passed away, and
      the need to process the transfer to the heirs. The title transfer process is still facing obstacles at the National
      Land Agency (BPN) related to land drying permits and the change in land status from “yellow” to “green.”
   b. Dampak bagi Perseroan dikarenakan belum merealisasikan pembelian tanah.
      Impact on the Company due to the non-realization of the land purchase.
      Tanggapan : Dampak bagi Perseroan dikarenakan belum merealisasikan pembelian tanah, saat ini tidak ada.
      Dikarenakan dalam rencana sebelumnya, tanah tersebut akan dibangun untuk gudang/pabrik sebagai tambahan
      Pabrik Jombor yang sudah ada. Dan dalam perkembangannya sekarang, pabrik Jombor sudah sepenuhnya di
      pusatkan di Sentul.
      Response: The impact on the Company due to the non-realization of the land purchase is currently none. This
      is because, in the previous plan, the land was intended for the construction of a warehouse/factory as an
      addition to the existing Jombor Factory. However, currently, the Jombor Factory operations have been fully
      centralized in Sentul.
   c. Hambatan atau kendala Perseroan untuk merealisasikan penggunaan dana untuk pembelian tanah (jika ada).
      Obstacles or challenges faced by the Company in utilizing the funds for the land purchase (if any).
      Tanggapan : Hambatan atau kendala Perseroan untuk merealisasikan penggunaan dana untuk pembelian tanah
      adalah masih belum selesai/tuntasnya pengurusan balik nama dari pemilik tanah sebelumnya, dimana pemilik
      sebelumnya telah meninggal dunia dan harus diproses balik nama ke para ahli warisnya. Prosess balik nama
      masih terkendala di BPN terkait dengan perijinan pengeringan tanah serta berubahnya status tanah tersebut
      yang sebelumnya statusnya “kuning”berubah menjadi “hijau”.
      Response: The obstacles or challenges faced by the Company in utilizing the funds for the land purchase are
      due to the incomplete transfer of title from the previous owner, who has passed away, and the need to process
      the transfer to the heirs. The title transfer process is still facing obstacles at the National Land Agency (BPN)
      related to land drying permits and the change in the land’s status from “yellow” to “green.”

    d. Informasi mengenai tanah yang sudah dibeli oleh Perseroan
       Information regarding the land that has already been purchased by the Company
       Tanggapan Response:
       Informasi mengenai tanah yang sudah dibeli oleh Perseroan adalah sebagai berikut : tanah yang sudah dibeli
       Perseroan berlokasi di Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Kabupatan Klaten, Propinsi Jawa Tengah, dengan luas
       1952 M2, atas nama PT Perma Plasindo, dengan Harga Perolehan senilai Rp. 1.521.050.000,-
Page 7
         The information regarding the land that has already been purchased by the Company is as follows: the land
         purchased by the Company is located in Jombor Village, Ceper Subdistrict, Klaten Regency, Central Java
         Province, with an area of 1,952 m², registered under the name of PT Perma Plasindo, with an acquisition cost
         of IDR 1,521,050,000.

    e. Informasi mengenai penggunaan tanah yang dibeli dari dana penawaran umum Perseroan.
       Information regarding the use of the land purchased with the Company’s public offering funds
       Tanggapan Response:
       Informasi mengenai penggunaan tanah yang dibeli dari dana penawaran umum Perseroan adalah : sampai
       dengan saat ini tanah tersebut masih berupa tanah kosong, belum dibangun atau digunakan untuk hal lainnya.
       The information regarding the use of the land purchased with the Company’s public offering funds is as
       follows: as of now, the land remains vacant and has not been developed or used for any other purposes.

    f.   Rencana realisasi pembelian asset tanah dan perkembangan terkini atas proses pembelian tanah tersebut.
         Plan for the realization of the land purchase and the latest developments in the land acquisition process
         Tanggapan Response:
         Rencana realisasi pembelian asset tanah dan perkembangan terkini atas proses pembelian tanah tersebut,
         sampai dengan saat ini masih menunggu perkembangan pengurusan sertifikat, atau akan diajukan perubahan
         penggunaan dana atau pengembalian dana penawaran umum tersebut.
         The plan for the realization of the land purchase and the latest developments in the land acquisition process,
         up to the present, are still pending the progress of the certificate processing, or will involve submitting a request
         for a change in the use of funds or the return of the public offering proceeds.

3. Sehubungan dengan penggunaan dana untuk pinjaman modal kerja entitas anak Perseroan PT Bino Mitra Sejati
   untuk membeli persediaan, agar dijelaskan :
   Regarding the use of funds for working capital loans to the Company’s subsidiary, PT Bino Mitra Sejati, for
   inventory purchases, please provide an explanation:
   a. Dampak keuangan dan operasional bagi PT Bino Mitra Sejati dengan adanya pembelian persediaan.
       The financial and operational impact on PT Bino Mitra Sejati resulting from the inventory purchases.
       Tanggapan : Dampak keuangan dan operasional bagi PT Bino Mitra Sejati dengan adanya pembelian
       persediaan, adalah memberikan dampak positif, karena memberikan tambahan dana/modal kerja untuk
       pembelian persediaan.
       Response: The financial and operational impact on PT Bino Mitra Sejati resulting from the inventory
       purchases is positive, as it provides additional funds/working capital for the purchase of inventory.
   b. Informasi mengenai peningkatan omzet PT Bino Mitra Sejati dengan adanya pembelian persediaan dari dana
       penawaran umum.
       Information on the increase in revenue of PT Bino Mitra Sejati as a result of inventory purchases using
       proceeds from the public offering.
       Tanggapan Response:
       Informasi mengenai peningkatan omzet PT Bino Mitra Sejati dengan adanya pembelian persediaan dari dana
       penawaran umum, bahwa pada akhir tahun 2021 memberikan andil untuk menambah omzet PT Bino Mitra
       Sejati, karena tahun tersebut adalah masa sulit pasca wabah Covid-19, sehingga omzet tahun 2021 bisa
       dikatakan stabil dibanding omzet tahun 2020.
       Information on the increase in revenue of PT Bino Mitra Sejati as a result of inventory purchases using
       proceeds from the public offering: At the end of 2021, these purchases contributed to increasing the revenue
       of PT Bino Mitra Sejati, as that year was a challenging period following the Covid-19 pandemic. Therefore,
       the revenue in 2021 can be considered stable compared to the revenue in 2020.
Page 8
4. Sehubungan dengan penggunaan dana untuk pinjaman modal kerja entitas anak Perseroan yaitu Bino Digital
   Solutions Pte Ltd, yang akan digunakan untuk pengembangan Bantex Hybrid File Digital, agar dijelaskan :
   Regarding the use of funds for working capital loans to the Company’s subsidiary, Bino Digital Solutions Pte Ltd,
   which will be used for the development of Bantex Hybrid Digital Files, please provide an explanation:
   a. Dampak bagi Bino Digital Solutions Pte Ltd, dan proses pengembangan Bantex Hybrid File Digital dengan
       adanya pinjaman dari Perseroan.
       The impact on Bino Digital Solutions Pte Ltd and the development process of Bantex Hybrid Digital Files
       with the loan from the Company.
       Tanggapan Response:
       Dampak bagi Bino Digital Solutions Pte Ltd, dan proses pengembangan Bantex Hybrid File Digital dengan
       adanya pinjaman dari Perseroan adalah memberikan modal kerja untuk membuat dan mengembangkan
       aplikasi Bantex Hybrid File Digital.
       Response: The impact on Bino Digital Solutions Pte Ltd and the development process of the Bantex Hybrid
       Digital File with the loan from the Company is that it provides working capital to create and develop the
       Bantex Hybrid Digital File application.

    b. Informasi mengenai perkembangan terkini atas proses pengembangan Bantex Hybrid File Digital.
       Information on the latest developments in the Bantex Hybrid Digital File development process.
       Tanggapan Response:
       Informasi mengenai perkembangan terkini atas proses pengembangan Bantex Hybrid File Digital adalah
       sebagai berikut : Aplikasi Bantex Hybrid File Digital sudah dikembangkan sampai dengan mobile apps.
       Manajemen masih melakukan evaluasi untuk perkembangan lanjutan atas aplikasi ini.
       The information on the latest developments in the Bantex Hybrid Digital File development process is as
       follows: The Bantex Hybrid Digital File application has been developed up to the mobile app stage.
       Management is still conducting evaluations for further development of this application.

5. Sehubungan dengan penggunaan dana hasil penawaran umum Perseroan yang belum digunakan sebesar Rp. 1,32
   miliar, agar dijelaskan :
   Regarding the use of the Company’s proceeds from the public offering that have not yet been utilized, amounting
   to IDR 1.32 billion, please provide an explanation:
   a. Rencana Perseroan atas sisa dana hasil penawaran umum tersebut
       The Company’s plan for the remaining proceeds from the public offering
       Tanggapan Response:
       Rencana Perseroan atas sisa dana hasil penawaran umum tersebut saat ini masih menunggu keputusan lebih
       lanjut dari manajemen. apakah akan diajukan ke OJK-Bursa untuk pengalihan penggunaan dana atau ada
       keputusan lainnya.
       The Company’s plan for the remaining proceeds from the public offering is currently pending further
       management decisions, whether to submit a request to the Otoritas Jasa Keuangan (OJK) and the Bursa for a
       reallocation of the funds or to take another course of action.
   b. Informasi mengenai ada tidaknya rencana perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum tersebut.
       Information regarding whether there is any plan to change the use of the proceeds from the public offering
       Tanggapan Response:
       Informasi mengenai ada tidaknya rencana perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum tersebut, saat
       ini masih menunggu keputusan lebih lanjut apakah akan diajukan ke OJk-Bursa untuk pengalihan penggunaan
       dana atau tetap akan menunggu proses perijinan balik nama atas tanah yang akan dibeli tersebut.
       Information regarding whether there is a plan to change the use of the proceeds from the public offering is
       currently still pending further management decisions, whether it will be submitted to the OJK/Stock Exchange
       for fund reallocation or will continue to wait for the completion of the land title transfer process for the
       intended purchase.
Page 9
        c. Dampak dan konsekuensi bagi Perseroan dengan adanya sisa dana hasil penawaran umum tersebut.
           The impact and consequences for the Company of the remaining funds from the public offerin
           Tanggapan Response:
           Dampak dan konsekuensi bagi Perseroan dengan adanya sisa dana hasil penawaran umum tersebut, saat ini
           tidak ada dampaknya bagi Perseroan.
           The impact and consequences for the Company of the remaining funds from the public offering, currently
           there is no impact for the Company.

C. Pemenuhan Free Float dan Kewajiban Pengalihan Kembali Saham
   Fulfillment of Free Float Requirements and Mandatory Share Divestment

1. Perkembangan terkini atas pemenuhan kewajiban pengalihan kembali saham oleh pengendali Perseroan
   The latest development regarding the fulfillment of the controlling shareholder’s obligation to retransfer shares
   Tanggapan : Pemegang saham pengendali saat ini sedang mendiskusikan rencana pengalihan ekuitas sesuai dengan
   persyaratan rasio kepemilikan saham, termasuk namun tidak terbatas pada penerbitan hak, penempatan swasta,
   penjualan blok, dll.
   The controlling shareholder is currently discussing equity transfer plans in accordance with the shareholding ratio
   requirements, including but not limited to rights issue, private placement, block sale, etc

2. Informasi mengenai strategi atas pemenuhan kewajiban pengalihan kembali saham oleh pengendali Perseroan
   Information on the strategy for fulfilling the controlling shareholder’s obligation to retransfer shares.
   Tanggapan: Perseroan akan memenuhi kewajiban pengalihan saham melalui berbagai cara dalam waktu yang
   ditentukan
   Response : Fulfill the obligation to transfer shares through various ways within the required time

3. Informasi mengenai lini masa atau time line beserta tindak lanjut atas rencana pemenuhan kewajiban pengalihan
   kembali saham oleh pengendali Perseroan
   Information on the timeline as well as follow-up actions related to the plan for fulfilling the controlling shareholder’s
   share retransfer obligation
   Tanggapan : Pemegang saham pengendali berencana untuk menyelesaikan pekerjaan pengalihan kembali saham
   sebelum Agustus 2026
   Response : The controlling shareholder plans to complete the equity transfer work before August 2026.

4. Komitmen pengendali Perseroan untuk memenuhi kewajiban pengalihan kembali saham oleh pengendali Perseroan
   sebelum batas waktu yang ditentukan
   The commitment of the controlling shareholder to fulfill the share retransfer obligation before the designated deadline
   Tanggapan : Pemegang saham pengendali berkomitmen untuk memenuhi kewajiban pengalihan ekuitas dalam waktu
   yang ditentukan.
   Response : The controlling shareholder commit to fulfill the obligation of equity transfer within the required time.

5. Informasi terkini atas koordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah dan akan dilakukan oleh
   Perseroan sehubungan dengan pemenuhan kewajiban pengalihan kembali saham sebagaimana diatur dalam Peraturan
   OJK Nomor 9/POJK.04/2018.
   The latest information on coordination with the Financial Services Authority (OJK) that has been and will be conducted
   by the Company in relation to fulfilling the share retransfer obligation as regulated under OJK Regulation Number
   9/POJK.04/2018.
   Tanggapan : Pemegang saham pengendali telah menunjuk bank investasi lokal untuk membantu menerbitkan rencana
   eksekusi guna memenuhi persyaratan OJK yang relevan
Page 10
    Response : The controlling shareholder has pointed a local investment bank to assist in issuing an execution plan to
    meet the relevant requirements of OJK.

6. Informasi mengenai penyampaian perkembangan pemenuhan kewajiban pengalihan kembali saham yang dilakukan
   Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara berkala sampai dengan seluruh kewajiban pengalihan kembali
   saham selesai dilaksanakan, sebagaimana diatur dalam Pasal 22 ayat (1) Peraturan OJK Nomor 9/POJK.04/2018
   tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
   Information regarding the submission of periodic updates by the Company to the Financial Services Authority (OJK)
   concerning the progress of fulfilling the share retransfer obligation until all such obligations are completed, as
   required under Article 22 paragraph (1) of OJK Regulation Number 9/POJK.04/2018 on the Takeover of Public
   Companies.
   Tanggapan : Pemegang saham pengendali akan memberikan pembaruan berkala mengenai perkembangan kewajiban
   pengalihan saham sesuai dengan persyaratan OJK.
   Response : The controlling shareholder will provide regular updates on the progress of the obligation to transfer shares
   in accordance with OJK's requirements.

7. Perkembangan terkini atas rencana pemenuhan ketentuan jumlah saham free float oleh Perseroan.
   The latest development regarding the Company’s plan to fulfill the free float share requirement.
   Tanggapan : Perseroan berencana untuk meningkatkan jumlah saham beredar bebas menjadi 7,5% dan telah menunjuk
   bank investasi lokal untuk membantu menerbitkan rencana implementasi
   Response : The company plans to increase the number of free float shares to 7.5% and has pointed a local investment
   bank to assist in issuing an implementation plan.

8. Informasi mengenai strategi Perseroan dalam melakukan pemenuhan ketentuan jumlah saham free float.
    Information on the Company’s strategy in meeting the free float share requirement.
    Tanggapan : Dengan menggunakan proporsi saham beredar bebas yang dipersyaratkan oleh peraturan OJK sebagai
    referensi, memenuhi persyaratan kebijakan melalui berbagai cara.
    Response : Using the proportion of free float shares required by OJK regulations as a reference, meet policy
    requirements through various means
9. Lini masa atau time line beserta tindak lanjut Perseroan atas rencana yang akan dilakukan dalam rangka pemenuhan
    ketentuan free float selama masa dua tahun sebagaimana batas waktu yang diatur dalam ketentuan V.1.4 Peraturan
    Bursa Nomor I-A.
    The timeline and follow-up actions of the Company regarding the plans to fulfill the free float requirements within the
    two-year period as stipulated under provision V.1.4 of Exchange Regulation Number I-A.
    Tanggapan : Diharapkan dapat memenuhi persyaratan saham free float pada Agustus 2026. Kami akan merujuk pada
    pendapat bank investasi lokal untuk menyelesaikan tindakan lanjutan.
    Response : Expected to fullfill the requirements for free float shares by August 2026. We will refer to the opinions of
    local investment banks to complete the follow-up actions
10. Komitmen Perseroan dan Pengendali Perseroan untuk tetap tercatat di Bursa dan memenuhi ketentuan free float
    sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa I-A sebelum batas waktu yang ditentukan.
    The commitment of the Company and its controlling shareholder to remain listed on the Exchange and to fulfill the
    free float requirements as stipulated under Exchange Regulation I-A before the designated deadline.
    Tanggapan : Perseroan dan Pengendali Perseroan berkomitmen untuk terus mencatatkan sahamnya di Bursa dan
    memenuhi persyaratan saham free float yang ditetapkan oleh Peraturan Bursa sebelum 31 Agustus 2026
    Response : The company and its controlling shareholders promise to continue listing on the exchange and meet the
    free float requirements set by the Exchange Regulation before August 31, 2026
Page 11
D. Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2025

D. The Company's Financial Statements as of September 30, 2025

1. Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2025

1. The Company's Financial Statements as of September 30, 2025

Sehubungan dengan CALK 5 tentang kas dan setara kas, agar dijelaskan:
Regarding CALK 5 (Notes to Financial Statements No. 5) concerning Cash and Cash Equivalents, please explain:
a. Strategi manajemen kas Perseroan khususnya untuk menghindari risiko mismatch dalam melakukan pemenuhan kewajiban
jangka pendek Perseroan.
a. The Company's cash management strategy, specifically to avoid the risk of a mismatch in meeting the Company's short-
term obligations.
Jawaban :
Perseroan menerapkan beberapa strategi pengelolaan kas:

•   Prioritas pembayaran pada kewajiban yang jatuh tempo lebih cepat dan vendor strategis.

•   Pengetatan belanja operasional untuk menjaga ketersediaan kas, termasuk pengendalian pembelian non-essensial.

•   Perseroan rutin memonitor perputaran piutang dan persediaan agar penagihan tetap lancar dan stok tidak berlebih,
    sehingga kas perusahaan tetap sehat.
Dengan kas sebesar Rp10,47 miliar, manajemen berkeyakinan tidak terjadi mismatch signifikan.

Answer:

The Company implements several cash management strategies:

• Prioritizing Payments: Prioritizing payments for liabilities with earlier maturities and to strategic vendors.
• Tightening Operational Spending: Imposing strict controls on operational expenditures to maintain cash availability,
including controlling non-essential purchases.
• Monitoring Working Capital: The Company regularly monitors the turnover of accounts receivable and inventory to
ensure smooth collection and prevent excess stock, thereby maintaining the Company's cash health.
• Conclusion: With cash amounting to Rp10.47 billion, management is confident that no significant mismatch will occur.

b. Strategi pendanaan yang sedang dan akan dilakukan oleh Perseroan.
Jawaban :

•   Penggantian fasilitas bank dengan pinjaman pemegang saham yang memiliki biaya lebih rendah dan struktur lebih
    fleksibel.

•   Optimalisasi pembiayaan internal dengan percepatan penagihan piutang dan manajemen persediaan.

•   Perseroan menjaga agar jumlah hutangnya tidak berlebihan, sehingga operasi tetap stabil dan risiko keuangan tetap
    rendah

b. The Company's current and future funding strategies.
Page 12
Answer:

• Replacing Bank Facilities: Replacing bank facilities with shareholder loans which offer lower costs and a more flexible
structure.
• Optimizing Internal Financing: Optimizing internal financing by accelerating the collection of accounts receivable and
efficient inventory management.
• Maintaining Low Leverage: The Company ensures that its debt level is not excessive, thereby maintaining stable
operations and low financial risk.

2. Sehubungan dengan CALK 6 tentang piutang usaha, agar dijelaskan.
2. Regarding CALK 6 (Notes to Financial Statements No. 6) concerning Accounts Receivable, please explain.
a. Strategi dan upaya Perseroan agar piutang usaha Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditentukan.
a. The Company's strategy and efforts to ensure that accounts receivable can be collected within the stipulated timeframe.
Jawaban :

•   Pengetatan credit approval pelanggan baru.

•   Penerapan credit limit dan monitoring aging harian.

•   Intensifikasi penagihan langsung oleh tim AR.

•   Negosiasi ulang termin pembayaran bagi pelanggan yang mengalami penurunan permintaan namun tetap berpotensi.
Answer:
    •   Credit Approval Tightening: Imposing stricter credit approval processes for new customers.
    •   Credit Limit and Aging Monitoring: Implementing credit limits and daily aging monitoring.
    •   Intensified Direct Collection: Intensifying direct collection efforts by the Accounts Receivable (AR) team.
    •   Payment Term Renegotiation: Renegotiating payment terms for customers experiencing declining demand but who
        still maintain potential for future business.



b. Kebijakan pencadangan kerugian penurunan nilai piutang dalam Perseroan.
b. The Company's policy for the allowance for impairment loss on receivables.
Jawaban :
Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp. 3.588.140.458,- ditetapkan melalui metode Expected Credit
Loss (ECL) yang menerapkan pendekatan sederhana (simplified approach). Perseroan juga memasukkan pertimbangan
kondisi terkini serta proyeksi ekonomi (forward-looking information) untuk mengantisipasi potensi peningkatan risiko gagal
bayar di masa depan.
Answer: The allowance for impairment loss on trade receivables of Rp3,588,140,458 is determined using the Expected
Credit Loss (ECL) method, applying the simplified approach. The Company also incorporates current conditions and
economic projections (forward-looking information) to anticipate potential increases in default risk in the future.
c. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menagih pembayaran ke pelanggan dan upaya Perseroan dalam memitigasi risiko
tidak dapat ditagihnya piutang Perseroan.
Page 13
Jawaban :
Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menagih pembayaran ke pelanggan antara lain :
- Kendala administrasi pada pelanggan end-user

•   Proses tukar faktur melalui portal online sering tertunda karena dokumen GR (goods received) dari pelanggan terlambat
    muncul di sistem, sehingga pengajuan tukar faktur tidak dapat diproses tepat waktu.

•   Struktur keuangan pelanggan tidak terpusat; penanganan pembayaran dibedakan berdasarkan nomor PO, sehingga tim
    penagihan harus menghubungi unit keuangan yang berbeda-beda untuk setiap PO.

•   Beberapa pelanggan, termasuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, sulit dihubungi sehingga proses klarifikasi dan
    follow-up membutuhkan waktu lebih lama.
- Kendala pada pelanggan kategori grosir/toko

•   Pemilik toko sering tidak berada di tempat, dan staf penjaga toko tidak memiliki kewenangan atau informasi yang
    memadai untuk menyelesaikan penagihan.

•   Respons melalui telepon atau pesan seringkali tidak kooperatif, sehingga memperlambat proses konfirmasi dan
    pembayaran.



Upaya Mitigasi risiko untuk mengatasi kendala penagihan, Perseroan melakukan langkah-langkah mitigasi sebagai berikut :

- Percepatan penyelesaian dokumen GR (goods received)

•   Melakukan kunjungan langsung ke lokasi pelanggan untuk menindaklanjuti keterlambatan penerbitan GR.
•   Berkoordinasi dengan unit penerimaan barang pelanggan untuk memastikan proses penerimaan dilakukan tepat waktu.
•   Memberikan penjelasan kepada pelanggan bahwa keterlambatan GR akan menghambat pemrosesan pesanan berikutnya
    karena sistem secara otomatis melakukan pemblokiran (block order) apabila GR belum terbit.
- Kolaborasi tim finance dan tim sales dalam penagihan

•   Untuk pelanggan yang sulit merespons, tim keuangan meminta dukungan tim sales untuk melakukan pendekatan langsung
    dalam proses penagihan.
•   Mekanisme ini mempercepat follow-up karena tim sales memiliki akses komunikasi yang lebih intens dengan pelanggan.
- Penagihan ke grosir/toko

•   Meminta dukungan tim sales untuk follow-up langsung kepada pemilik toko, terutama ketika pemilik jarang berada di
    tempat.
•   Mengirimkan surat tagihan resmi yang dititipkan kepada penjaga toko, berisi permintaan agar pemilik toko memberikan
    jadwal pelunasan yang jelas dan tertulis.
•   Langkah ini membantu mempercepat komitmen pembayaran dari pelanggan toko/grosir.
Constraints faced by the Company in collecting payments from customers include:
    •   Administrative Constraints for End-User Customers:
            o   Delayed Document Processing: Invoice exchange processes through online portals are often delayed because
                the Goods Received (GR) documents from customers appear late in the system, preventing timely invoice
                submission.
Page 14
            o   Decentralized Customer Finance Structure: Customer finance structure is not centralized; payment handling
                is segregated based on Purchase Order (PO) numbers, requiring the collection team to contact different
                finance units for each PO.
            o   Difficult Customer Contact: Some customers, including healthcare facilities such as hospitals, are difficult to
                contact, making clarification and follow-up processes time-consuming.
    •   Constraints for Wholesale/Store Category Customers:
            o   Owner Absence: Store owners are often unavailable, and the store staff lack the authority or adequate
                information to settle the collection.
            o   Uncooperative Response: Responses via phone or message are often uncooperative, which slows down the
                confirmation and payment process.
Mitigation Efforts to address collection constraints, the Company is taking the following mitigation steps:
    •   Accelerating GR (Goods Received) Document Completion:
            o   Conducting direct visits to customer locations to follow up on delayed GR issuance.
            o   Coordinating with the customer's goods receiving unit to ensure timely acceptance processing.
            o   Explaining to customers that GR delays will obstruct the processing of subsequent orders, as the system
                automatically implements an order block if the GR is not issued.
    •   Collaboration between Finance and Sales Teams for Collection:
            o   For customers who are difficult to reach, the finance team requests support from the sales team to undertake
                a direct approach in the collection process.
            o   This mechanism accelerates follow-up because the sales team has more intensive communication access with
                customers.
    •   Collection for Wholesale/Store Customers:
            o   Requesting support from the sales team for direct follow-up with store owners, especially when the owners
                are rarely present.
            o   Sending official collection letters entrusted to the store staff, requesting that the owner provide a clear and
                written payment schedule.
            o   This step helps accelerate the commitment to payment from store/wholesale customers.



d. Latar belakang dan alasan tidak terdapat kenaikan CKPN meskipun terdapat kenaikan piutang yang telah jatuh tempo
lebih dari 90 hari.
Jawab :

•   Piutang >90 hari telah dianalisis individual dan dipastikan masih dapat tertagih berdasarkan riwayat pembayaran
    pelanggan.

•   Terdapat jaminan hubungan usaha jangka panjang dengan pelanggan tersebut

•   Tidak ada indikasi penurunan kualitas kredit yang signifikan.
Page 15
Answer:

• Individual Analysis: The receivables overdue by >90 days have been individually analyzed and are deemed collectible
based on the customer's payment history.
• Long-Term Business Relationship Guarantee: There is a guarantee of a long-term business relationship with these
customers.
• No Significant Deterioration: There is no indication of significant deterioration in credit quality.

e. Informasi mengenai rata-rata nilai AR days untuk periode 30 September 2025.
Jawab :
Berdasarkan perhitungan dari laporan keuangan, AR days Perseroan berada di kisaran 70–75 hari
Answer: Based on the calculation from the financial statements, the Company's AR days are in the range of 70–75 days.


3. Sehubungan dengan CALK 8 tentang persediaan, agar dijelaskan.
a. Informasi mengenai jenis persediaan lain-lain per 31 Desember 2024.
Jawab :
Saldo persediaan lain-lain per 31 Desember 2024 sebesar Rp118.979.106 merupakan selisih biaya (cost variance) yang muncul
akibat perbedaan antara biaya aktual dan biaya standar yang digunakan oleh sistem pada saat penghitungan harga pokok
persediaan.
Selisih tersebut terjadi karena pada akhir periode, biaya aktual belum sepenuhnya tersedia, sehingga sistem sementara
menggunakan biaya standar. Setelah seluruh biaya aktual masuk secara lengkap, sistem akan melakukan penyesuaian
(adjustment) secara otomatis pada periode berikutnya untuk memastikan bahwa nilai persediaan dan biaya produksi disajikan
secara wajar dan akurat.
Secara karakteristik, saldo ini lebih tepat diklasifikasikan sebagai “barang dalam proses (work in process)”, bukan sebagai
persediaan lain-lain. Namun demikian, nilai tersebut tidak material dan akan diperbaiki klasifikasinya dalam penyajian laporan
keuangan berikutnya.
Answer: The balance of other inventory as of December 31, 2024, amounting to Rp118,979,106, represents a cost variance
arising from the difference between the actual cost and the standard cost used by the system during the inventory cost
calculation. The difference occurred because, at the end of the period, the actual costs were not fully available, so the system
temporarily used standard costs. After all actual costs are fully entered, the system will automatically perform an adjustment
in the subsequent period to ensure that the value of inventory and cost of goods manufactured are presented fairly and
accurately. Characteristically, this balance is more appropriately classified as "Work in Process," rather than "Other
Inventory." However, the value is immaterial and its classification will be corrected in the presentation of the next financial
statements.
b. Latar belakang dan alasan Perseroan tidak terdapat membukukan cadangan penurunan nilai persediaan.
Jawab :

•   Tidak ditemukan persediaan usang atau slow moving yang material.

•   Persediaan barang jadi dan bahan baku memiliki rotasi yang baik dan masih digunakan dalam proses produksi.
Answer:
    •   No Material Obsolescence: No material obsolete or slow-moving inventory was identified.
    •   Good Rotation: Finished goods and raw material inventories have good rotation and are still being utilized in the
        production process.
Page 16
c. Latar belakang dan penyebab terdapat kenaikan persediaan barang jadi dan penurunan bahan baku per 30 September 2025.
Jawab :
Pada periode berjalan, Perseroan memperoleh pemasok baru dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga strategi pengadaan
bahan baku menjadi lebih selektif. Di saat yang sama, pemakaian bahan baku meningkat untuk mendukung volume produksi
yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan saldo bahan baku menurun, sementara produk hasil produksi meningkat, sehingga
terjadi kenaikan persediaan barang jadi per 30 September 2025.
Answer: During the current period, the Company acquired new suppliers with more competitive prices, leading to a more
selective raw material procurement strategy. Concurrently, the consumption of raw materials increased to support higher
production volumes. This resulted in a decrease in the raw material balance, while the resulting product volume increased,
leading to an increase in finished goods inventory as of September 30, 2025.
d. Informasi mengenai rata-rata nilai inventory days untuk periode 30 September 2025.
Jawaban :

Berdasarkan data Januari–September 2025, inventory days berada pada kisaran 65–70 hari.
Answer: Based on data from January–September 2025, the inventory days are in the range of 65–70 days


4. Sehubungan dengan CALK 9 tentang dibayar di muka, agar dijelaskan
a. Latar belakang dan penyebab terdapat penurunan sigfikan pada beban dibayar di muka atas perlengkapan peralatan kantor,
asuransi bangunan dan asuransi kendaraaan sehingga per 30 September 2025 bersaldo nihil.
Jawab :
Penurunan tersebut bukan disebabkan oleh berkurangnya transaksi, melainkan karena perbedaan klasifikasi pencatatan antara
tahun 2024 dan 2025. Pada tahun 2025, akun perlengkapan peralatan kantor, asuransi bangunan, dan asuransi kendaraan
tidak lagi disajikan secara terpisah, karena seluruhnya telah digabungkan ke dalam akun “Biaya Dibayar di Muka – Lain-lain
(DDM Lain)”.
Dengan perubahan klasifikasi tersebut, saldo masing-masing akun menjadi nihil per 30 September 2025. Penyajian ini akan
dirapihkan dan disesuaikan kembali pada laporan periode selanjutnya agar lebih konsisten dan mudah dipahami.
Answer: The decrease was not due to a reduction in transactions but rather a difference in classification between 2024 and
2025. In 2025, the accounts for office supplies/equipment, building insurance, and vehicle insurance are no longer presented
separately, as they have all been merged into the account "Prepaid Expenses – Others (DDM Lain)." Due to this
classification change, the balance of each individual account became zero as of September 30, 2025. This presentation will
be tidied up and adjusted again in the subsequent reporting period for consistency and clarity.
b. Rincian biaya dibayar di muka lainnya sebesar Rp2,2 miliar berdasarkan jenisnya.
Jawab :
 Perlengkapan dan peralatan kantor                    150.742.846
 Asuransi bangunan                                    393.053.846
 Biaya Promosi & Iklan                                 20.783.840
 DDM THR 2025                                       1.378.339.396
 Asuransi DDM                                          12.931.038
 DDM Ke Supplier                                      312.236.022
                                                    2.268.086.988
Page 17
5. Sehubungan dengan CALK 10 tentang uang muka, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab terdapat kenaikan signifikan atas uang muka pembelian aset tetap.
Jawab :
Kenaikan pada pos Uang Muka Pembelian Aset Tetap terutama disebabkan oleh:

•       Pembayaran uang muka untuk kegiatan renovasi pabrik/fasilitas produksi yang bertujuan meningkatkan kapasitas
        operasional.

•       Pembelian mesin dan peralatan produksi baru yang dibayarkan secara bertahap.
Investasi tersebut dilakukan dalam rangka:

•       Meningkatkan kapasitas produksi, dan

•       Mendukung pengembangan produk baru serta efisiensi proses produksi.

•       Saldo Uang Muka Pembelian Aset Tetap tersebut akan direklasifikasi menjadi aset tetap jika aset tersebut telah siap
        digunakan sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku.
Answer: The increase in the 'Advances for the Purchase of Fixed Assets' account is primarily caused by:
Down Payments for Renovation: Payment of advances for the renovation of factory/production facilities aimed at increasing
operational capacity.
Installment Payments: Purchase of new machinery and production equipment paid for in installments.
These investments are made in the context of:
Increasing Production Capacity, and
Supporting new product development as well as production process efficiency.
Classification Note: The balance of Advances for the Purchase of Fixed Assets will be reclassified to Fixed Assets when the
assets are ready for use, in accordance with applicable accounting standards.


b. Informasi rincian uang muka pembelian aset tetap berdasarkan nama pihak pemasok.
    PT Indonesia Xin Hai Steel Structur                      7.459.784.157
    NINGBO DELI IMP. AND EXP. CO.,                           4.068.682.740
                                                            11.528.466.897


c. Informasi mengenai jenis aset tetap yang akan dibayar melalui pembayaran uang muka pembelian aset tetap.
    No.          Nama Pemasok                 Nilai                       Keterangan                Jenis Aset Tetap
          PT Indonesia Xin Hai Steel
    1     Structur                     Rp   2.566.496.961   Pembayaran Termin I Renovasi Pabrik        Bangunan
          PT Indonesia Xin Hai Steel
    2     Structur                     Rp   1.650.096.154   Pembayaran Termin II Renovasi Pabrik       Bangunan
          PT Indonesia Xin Hai Steel
    3     Structur                     Rp   3.243.191.042   Pembayaran Termin III Renovasi Pabrik      Bangunan
          NINGBO DELI IMP. AND                              1011235001-FLAT SCREEN PRINTING-
    5     EXP. CO.,                    Rp      56.776.748   25ID001-11/02/2025                           Mesin
    6     NINGBO DELI IMP. AND                              1011235001-NAIL CLAMPING MACHIN-
          EXP. CO.,                    Rp    759.225.238    25ID002-03/03/2025                           Mesin
          NINGBO DELI IMP. AND                              1011235001-ELECTRIC PALLET TRUC-
    7     EXP. CO.,                    Rp    222.816.024    25ID003-03/03/2025                         Kendaraan
Page 18
8    NINGBO DELI IMP. AND                       1011235001-PAPER CUTTING MACHIN-
     EXP. CO.,              Rp    330.097.965   25ID003-03/03/2025                  Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       1011235001-PAPER COUNTING MACHI-
 9   EXP. CO.,              Rp    185.680.075   25ID003-03/03/2025                  Mesin
10   NINGBO DELI IMP. AND                       1011235001-E35B-30-FORKLIFT-
     EXP. CO.,              Rp    324.541.678   25ID004-1PC-28.03.2025             Kendaraan
     NINGBO DELI IMP. AND                       1011235001-E20B-01-FORKLIFT-
11   EXP. CO.,              Rp    174.753.173   25ID004-1PC-28.03.2025             Kendaraan
12   NINGBO DELI IMP. AND                       DEHUMIDIFIER-25ID007-1PCS-DY-
     EXP. CO.,              Rp     18.360.797   6480/A-PIB:376499                   Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       DEHUMIDIFIER-25ID007-1PCS-DY-
13   EXP. CO.,              Rp     18.360.797   6480/A-PIB:376499                   Mesin
14   NINGBO DELI IMP. AND                       DEHUMIDIFIER-25ID007-1PCS-DY-
     EXP. CO.,              Rp     18.360.797   6480/A-PIB:376499                   Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       DEHUMIDIFIER-25ID007-1PCS-DY-
15   EXP. CO.,              Rp     18.360.797   6480/A-PIB:376499                   Mesin
16   NINGBO DELI IMP. AND                       INDUSTRIAL FAN-25ID007-1PCS-
     EXP. CO.,              Rp     18.360.769   PIB:376499                          Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       INDUSTRIAL FAN-25ID007-1PCS-
17   EXP. CO.,              Rp     18.360.769   PIB:376499                          Mesin
18   NINGBO DELI IMP. AND                       INDUSTRIAL FAN-25ID007-1PCS-
     EXP. CO.,              Rp     18.360.769   PIB:376499                          Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       THICKNESS MEASURING
19   EXP. CO.,              Rp      6.936.350   INSTRUMENT-25ID007-PIB:376499       Mesin
20   NINGBO DELI IMP. AND                       HANDLIFT-25IDWL002-1PCS-
     EXP. CO.,              Rp      6.161.084   PIB:397657                         Kendaraan
     NINGBO DELI IMP. AND                       STAPLER MACHINE-25IDWL002-1 PCS-
21   EXP. CO.,              Rp     10.679.333   PIB:397657                          Mesin
22   NINGBO DELI IMP. AND                       ROLLER-25IDWL002-1-1 PCS-
     EXP. CO.,              Rp     11.295.376   PIB:397657                          Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       ROLLER-25IDWL002-2-1 PCS-
23   EXP. CO.,              Rp     11.295.376   PIB:397657                          Mesin
24   NINGBO DELI IMP. AND                       ROLLER-25IDWL002-3-1 PCS-
     EXP. CO.,              Rp     11.295.376   PIB:397657                          Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       ROLLER-25IDWL002-4-1 PCS-
25   EXP. CO.,              Rp     11.295.376   PIB:397657                          Mesin
26   NINGBO DELI IMP. AND                       PUNCHING MOLD-25IDWL002-1-1PCS-
     EXP. CO.,              Rp      6.161.237   PIB:397657                          Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       PUNCHING MOLD-25IDWL002-2-1PCS-
27   EXP. CO.,              Rp      6.161.236   PIB:397657                          Mesin
28   NINGBO DELI IMP. AND                       AUTOMATIC DOUBLE LOOP WIRE-
     EXP. CO.,              Rp    624.155.556   25ID005-PIB:235972                  Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       AUTOMATIC DOUBLE LOOP WIRE-
29   EXP. CO.,              Rp    624.155.555   25ID005-PIB:235972                  Mesin
30   NINGBO DELI IMP. AND                       AUTOMATIC PUNCHING MACHINE-
     EXP. CO.,              Rp    152.336.290   25ID005-PIB:235972                  Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       DOUBLE CORNER CUTTING
31   EXP. CO.,              Rp     95.210.118   MACHINE-25ID005-PIB:235972          Mesin
32   NINGBO DELI IMP. AND                       ROLLER CONVEYOR-25IDWL004-
     EXP. CO.,              Rp     30.845.767   3SETS-PIB:452099                    Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       1011235001-ASET NOTEBOOK-
33   EXP. CO.,              Rp     25.696.457   25IDWL006-PIB:477859                Mesin
34   NINGBO DELI IMP. AND                       1011235001-ASET NOTEBOOK-
     EXP. CO.,              Rp     45.590.351   25IDWL006-PIB:477859                Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       1011235001-ASET NOTEBOOK-
35   EXP. CO.,              Rp     45.590.351   25IDWL006-PIB:477859                Mesin
36   NINGBO DELI IMP. AND                       PUNCHING MOLD-25IDWL007-1-1PCS-
     EXP. CO.,              Rp      8.675.306   PIB:504635                          Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       CASEMAKER MACHINE SPAREPARTS-
37   EXP. CO.,              Rp    132.090.676   124PCS-KURS:16341                   Mesin
38   NINGBO DELI IMP. AND                       CASEMAKER MACHINE SPAREPARTS-
     EXP. CO.,              Rp     14.984.043   124PCS-KURS:16341                   Mesin
     NINGBO DELI IMP. AND                       ULTRASONIC VIBRATOR-25IDWL008-
39   EXP. CO.,              Rp      5.655.130   1PCS-KURS:16341                     Mesin
                            Rp 11.528.466.897
Page 19
6. Sehubungan dengan CALK 11 tentang investasi saham, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab terdapat kenaikan perubahan sebesar Rp1 atas investasi pada entitas asosiasi PT Persada
Bina Rekat Sejati.
Jawab:
Perubahan sebesar Rp 1 tersebut bukan disebabkan oleh transaksi atau perubahan nilai investasi yang sebenarnya, melainkan
akibat ketidaksesuaian pencatatan pada laporan periode sebelumnya. Seharusnya nilai investasi pada tahun 2024 tetap
konsisten dengan nilai yang tercantum pada tahun 2025, namun secara administratif pada laporan 2024 tercatat lebih rendah
Rp 1. Pada tahun berjalan, Perseroan melakukan koreksi penyajian atas selisih tersebut sehingga nilai investasi yang dilaporkan
pada tahun 2025 telah disesuaikan dan disajikan secara wajar sesuai dengan nilai yang semestinya. Penyesuaian ini bersifat
administratif dan tidak berdampak material terhadap laporan keuangan maupun posisi keuangan Perseroan secara keseluruhan.
Answer:
The change of Rp1 was not caused by an actual transaction or a change in the investment value, but rather due to an
inconsistency in the recording in the previous reporting period. The investment value in 2024 should have been consistent with
the value recorded in 2025, but administratively, the 2024 report recorded a value that was lower by Rp1. During the current
year, the Company performed a correction of presentation for this difference, so that the investment value reported in 2025
has been adjusted and is fairly presented according to its proper value. This adjustment is administrative in nature and does
not have a material impact on the financial statements or the overall financial position of the Company.


b. Latar belakang dan penyebab tidak terdapat penyesuaian nilai wajar atas investasi saham Hamelin Brands Pty. Ltd. pada
tahun 2025.
Jawab :
Pada tahun 2025 tidak dilakukan penyesuaian nilai wajar karena:

•   Tidak terdapat perubahan signifikan atas nilai wajar investasi berdasarkan informasi keuangan dan operasional terbaru
    dari Hamelin Brands Pty. Ltd.;

•   Tidak terdapat transaksi atau indikator penurunan nilai yang mengharuskan perusahaan melakukan penilaian kembali
    sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku;

•   Perusahaan mempertahankan nilai tercatat sebelumnya karena nilai tersebut masih mencerminkan nilai wajar yang dapat
    diandalkan berdasarkan kondisi pasar dan kinerja entitas yang bersangkutan.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, saldo investasi saham Hamelin Brands Pty. Ltd. disajikan tanpa penyesuaian nilai
wajar pada tahun 2025.
Answer:
No fair value adjustment was performed in 2025 because:
No Significant Change: There was no significant change in the fair value of the investment based on the latest financial and
operational information from Hamelin Brands Pty. Ltd.;
No Impairment Indicators: There were no transactions or indicators of impairment that required the company to perform a
re-assessment in accordance with applicable accounting standards;
Reliable Carrying Value: The Company maintained the previous carrying value because it still reflects a reliable fair value
based on market conditions and the performance of the investee entity.
Page 20
Considering these factors, the investment balance in Hamelin Brands Pty. Ltd. is presented without fair value adjustment in
2025.


7. Sehubungan dengan CALK 12 tentang aset tetap, agar dijelaskan:
a. Informasi mengenai aset tetap Perseroan yang telah disusutkan penuh beserta kondisi terkini atas penggunaan aset tetap
tersebut.
Jawab :
Aset tetap Perseroan yang telah disusutkan penuh per 30 Sept 2025 memiliki Nilai Perolehan Bruto sebesar Rp
16.056.475.097 dan Akumulasi Penyusutan sebesar Rp 16.056.475.097, sehingga Nilai Buku Bersihnya adalah Rp 0.
Rincian aset tersebut adalah sebagai berikut:
The Company's fixed assets that have been fully depreciated as of 30 Sept 2025 have a Gross Acquisition Value of Rp
16,056,475,097 and Accumulated Depreciation of Rp 16,056,475,097, so that the Net Book Value is Rp 0. The details of
these assets are as follows:

             Kategori Aset                  Nilai Perolehan           Akum Penyusut

    Mesin                                    3.521.293.665            3.521.293.665

    Inventaris Kantor                        7.197.103.297            7.197.103.297

    Kendaraan                                5.338.078.135            5.338.078.135

    Total                                   16.056.475.097           16.056.475.097


b. Rekonsiliasi antara mutasi penambahan aset tetap dengan laporan arus kas investasi.
Jawaban:
Rincian nilai dalam laporan arus kas investasi :

•     Pengeluaran kas untuk perolehan asset tetap senilai Rp24.848.467.362 terdiri dari.
    Pembelian mesin                               :       Rp13.753.153.247
    Pembelian perlengkapan dan peralatan kantor   :       Rp 1.066.127.486
    Kenaikan nilai Uang Muka Pembelian Aset Tetap :       RP10.029.186.629
                                                          Rp24.848.467.362

•     Penerimaan kas dari penjualan asset tetap senilai Rp337.974.227 terdiri dari.
    Penerimaan dari penjualan asset tetap
    Harga perolehan asset                                 (Rp5.546.681.618)
    Akum. penyusutan asset yang dijual                     Rp3.113.994.404
                                                          (Rp2.432.687.214)
    Rugi penjualan asset tetap                             Rp2.094.712.987
                                                          (Rp 337.974.227)


c. Kebijakan akuntansi Perseroan terkait revaluasi aset tetap.
Jawaban:
Perseroan menerapkan model revaluasi untuk aset tetap tertentu sesuai dengan ketentuan PSAK 16. Revaluasi dilakukan secara
berkala, yaitu setiap 3 (tiga) tahun. Nilai aset setelah revaluasi disajikan sebesar nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi
Page 21
penyusutan selanjutnya. Selisih revaluasi dicatat sebagai surplus revaluasi pada ekuitas, kecuali jika terjadi penurunan nilai
yang melebihi saldo surplus revaluasi aset terkait.
Answer:
The Company applies a revaluation model for certain fixed assets in accordance with PSAK 16. Revaluations are conducted
periodically, every three years. The value of assets after revaluation is presented at their fair value on the revaluation date
less subsequent depreciation. Revaluation differences are recorded as a revaluation surplus in equity, unless there is a
decrease in value that exceeds the balance of the related asset's revaluation surplus.
d. Informasi mengenai rencana dan kebijakan Perseroan untuk melakukan revaluasi aset tetap Perseroan secara berkala.
Perseroan agar menyampaikan frekuensi untuk melakukan revaluasi aset tetap Perseroan.
Jawaban :
Perseroan menerapkan kebijakan untuk melakukan revaluasi aset tetap secara berkala guna memastikan bahwa nilai aset yang
disajikan dalam laporan keuangan tetap mencerminkan nilai wajar sesuai ketentuan PSAK 16: Aset Tetap.
Sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan terbuka, Perseroan melaksanakan revaluasi aset tetap setiap 3 (tiga) tahun.
Revaluasi dilakukan oleh penilai independen yang terdaftar di OJK, dan hasil revaluasi tersebut dicatat sesuai dengan kebijakan
akuntansi Perseroan dan ketentuan PSAK 16.
Answer:
The Company implements a policy of periodically revaluing fixed assets to ensure that the asset values presented in the
financial statements continue to reflect fair value in accordance with PSAK 16: Fixed Assets.
In line with good corporate governance practices for public companies, the Company revaluates its fixed assets every three
years.
Revaluations are conducted by an independent appraiser registered with the Financial Services Authority (OJK), and the
results are recorded in accordance with the Company's accounting policies and PSAK 16.
e. Latar belakang Perseroan menggunakan metode revaluasi dalam menghitung metode aset tetap Perseroan.
Jawaban :
Perseroan memilih menggunakan model revaluasi dalam pengukuran aset tetap tertentu berdasarkan pertimbangan bahwa
metode ini memberikan penyajian nilai aset yang lebih mencerminkan nilai wajar dibandingkan model biaya historis.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan berkewajiban menjaga transparansi, kewajaran, dan relevansi informasi dalam laporan
keuangan. Dengan menggunakan model revaluasi, nilai aset tetap—khususnya tanah dan bangunan—dapat disajikan secara
lebih akurat sesuai perkembangan nilai pasar.
Selain itu, ketentuan PSAK 16 memungkinkan penggunaan model revaluasi untuk memastikan bahwa nilai tercatat aset tidak
berbeda secara material dari nilai wajar pada tanggal pelaporan. Penggunaan model revaluasi ini juga mendukung berbagai
kebutuhan korporasi, seperti:
• penyajian laporan keuangan yang lebih andal,
• peningkatan tata kelola dan transparansi kepada publik, serta
• memastikan nilai aset yang digunakan sebagai jaminan atau dasar pengambilan keputusan tetap representatif.
Answer:
The Company chose to use the revaluation model to measure certain fixed assets based on the consideration that this method
provides a presentation of asset values that better reflects fair value than the historical cost model.
Page 22
As a public company, the Company is obliged to maintain transparency, fairness, and relevance of information in its
financial statements. By using the revaluation model, the value of fixed assets—particularly land and buildings—can be
presented more accurately in line with market value developments.
In addition, PSAK 16 provisions permit the use of the revaluation model to ensure that the carrying value of assets does not
differ materially from their fair value at the reporting date. The use of this revaluation model also supports various
corporate needs, such as:
• presenting more reliable financial statements,
• improving governance and transparency to the public, and
• ensuring that the value of assets used as collateral or as a basis for decision-making remains representative.


8. Sehubungan dengan CALK 13 tentang properti investasi, agar dijelaskan:
a. Lokasi properti investasi beserta pihak yang menggunakan properti investasi tersebut.
Jawaban :
Perlu kami sampaikan terlebih dahulu bahwa properti investasi yang dimaksud merupakan aset berupa tanah dan bangunan
yang secara fisik merupakan satu kesatuan dengan aset tetap Perseroan. Pemisahan antara aset tetap dan properti investasi
hanya dilakukan berdasarkan alokasi persentase penggunaan sesuai ketentuan akuntansi, bukan karena adanya pemisahan
fisik aset.
Lokasi Property Investasi Perseroan : JL. Raya Boulevard Barat Blok. LC VI No. 23, Kelapa Gading Barat
Answer:
We first need to clarify that the investment properties in question are assets in the form of land and buildings that are
physically integrated with the Company's fixed assets. The separation between fixed assets and investment properties is only
based on the allocation of the percentage of use in accordance with accounting provisions, not because of any physical
separation of the assets.
Location of the Company's Investment Property: Jl. Raya Boulevard Barat Blok. LC VI No. 23, Kelapa Gading Barat
b. Informasi mengenai rencana dan kebijakan Perseroan untuk melakukan revaluasi properti investasi Perseroan secara
berkala. Perseroan agar menyampaikan frekuensi untuk melakukan revaluasi properti investasi Perseroan.
Jawaban:
Perseroan memiliki kebijakan untuk melakukan revaluasi atas properti investasi secara berkala sejalan dengan kebijakan
revaluasi aset tetap Perseroan. Mengingat properti investasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan secara fisik dari aset
tetap berupa tanah dan bangunan, maka frekuensi revaluasi properti investasi mengikuti frekuensi revaluasi aset tetap, yaitu
dilakukan secara periodik setiap tiga (3) tahun.
Answer:
The Company has a policy of periodically revaluing investment properties in line with the Company's fixed asset revaluation
policy. Given that investment properties are physically inseparable from fixed assets in the form of land and buildings, the
frequency of investment property revaluation follows the frequency of fixed asset revaluation, which is every three (3) years.


9. Sehubungan dengan CALK 14 tentang goodwill, agar dijelaskan dampak adanya pembubaran atas PT APLI terhadap nilai
goodwill mengingat goodwill Perseroan berasal dari akuisisi PT APLI.
Page 23
Jawaban :
Goodwill yang dicatat Perseroan berasal dari akuisisi PT APLI. Saat ini, proses pembubaran PT APLI masih berjalan dan
belum selesai secara hukum, sehingga goodwill tersebut masih tetap ditampilkan dalam laporan posisi keuangan Perseroan.

Goodwill baru akan dihapus (derecognized) dari laporan keuangan apabila:

• Proses pembubaran PT APLI telah selesai secara hukum, termasuk penyelesaian seluruh proses likuidasi dan
  diterbitkannya keputusan formal pembubaran; atau
• Hasil pengujian penurunan nilai (impairment test) menunjukkan bahwa nilai goodwill tersebut sudah tidak dapat
  dipulihkan lagi.
Answer:

The goodwill recorded by the Company stems from the acquisition of PT APLI. Currently, the dissolution process for PT
APLI is still ongoing and has not been legally finalized, therefore, the goodwill remains reflected in the Company's statement
of financial position.

Goodwill will only be derecognized from the financial statements if:

• The dissolution process for PT APLI has been legally completed, including the completion of all liquidation proceedings
and the issuance of a formal dissolution decree; or

• The results of the impairment test indicate that the goodwill is no longer recoverable.



10. Sehubungan dengan CALK 15 tentang utang bank, agar dijelaskan:
a. Informasi status pemenuhan Perseroan atas pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian utang bank.
    Jawaban:
    Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan dan pembatasan yang diwajibkan dalam perjanjian utang bank, termasuk
    namun tidak terbatas pada:
  • Pembatasan operasional dan tindakan korporasi, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan pembagian dividen, pengalihan
    aset material, dan penambahan pinjaman baru;
  • Kewajiban penyampaian laporan keuangan dan dokumen terkait secara tepat waktu sesuai jadwal pelaporan yang ditentukan
    bank.
  • Sampai dengan tanggal pelaporan tidak terdapat kejadian wanprestasi dan Perseroan berada dalam kondisi compliance
    terhadap seluruh pembatasan dalam perjanjian utang bank yang berlaku.

 Answer:
 The Company has complied with all requirements and restrictions stipulated in the bank loan agreement, including but not
   limited to:
 • Operational restrictions and corporate actions, including compliance with provisions regarding dividend distribution,
   transfer of material assets, and the addition of new loans;
 • The obligation to submit financial reports and related documents in a timely manner in accordance with the reporting
   schedule determined by the bank.
 • As of the reporting date, there have been no instances of default, and the Company is in compliance with all restrictions
   stipulated in the bank loan agreement.

b. Informasi mengenai penarikan utang bank beserta pembayaran utang bank yang dilakukan Perseroan beserta rekonsiliasinya
dengan arus kas pendanaan.
Page 24
Jawaban :
    Jenis Utang Bank      31 Desember 2024                   Mutasi                30 September 2025                      Penjelasan
 Utang Bank BCA               Rp5.666.666.661           (Rp1.500.000.006)             Rp4.166.666.655      Pembayaran utang bank per bulan
 IDR Kredit Investasi                                                                                      sebesar Rp166.666.667. Selama 9
 - (Jangka Panjang)                                                                                        bulan total pembayaran
                                                                                                           Rp1.500.000.003. Selisih saldo antara
                                                                                                           bulan Desember dan September
                                                                                                           sebesar Rp1.500.000.006, selisih Rp3
                                                                                                           berasal dari saldo 31 Desember 2024
                                                                                                           yang seharusnya bernilai
                                                                                                           Rp5.666.666.658.
 Utang Bank BCA              Rp2.000.000.003                              Rp1         Rp2.000.000.004
 IDR Kredit Investasi
 – Yang Jatuh Tempo
 Satu Tahun
 Utang Bank BCA              Rp2.500.000.000            (Rp2.500.000.000)                             -    Utang milik salah satu anak perseroan
 Time Loan – (Jangka                                                                                       dilunasi pada 26 Maret 2025.
 Pendek)
 Utang Bank BCA              Rp3.941.905.988             (Rp503.608.612)              Rp3.438.297.376      Nilai utang bank yang tercatat adalah
 Kredit Lokal Rupiah                                                                                       saldo pemanfaatan atas fasilitas kredit.
 – Jangka Pendek
 Utang Bank BCA              Rp9.381.429.104            (Rp9.381.429.104)                             -    Nilai utang bank yang tercatat adalah
 Kredit Lokal USD –                                                                                        saldo pemanfaatan atas fasilitas kredit.
 Jangka Pendek
 Utang          Bank         Rp5.648.968.091                                              4.262.040.755    Nilai utang bank yang tercatat adalah
 Sinarmas – (Jangka                                     (Rp1.386.927.336)                                  saldo pemanfaatan atas fasilitas kredit.
 Pendek)

                                                        Rp15.271.965.057


Mutasi saldo senilai Rp15.271.965.057 sesuai dengan nilai pembayaran utang bank di arus kas dari aktivitas pendanaan.

c. Informasi mengenai rincian jenis utang bank, batas plafon, dan nilai utang bank per 30 September 2025 beserta bunganya
dengan mengisi tabel berikut:
Jawaban :
                                    Jenis                                                                          Jangka waktu
  No          Nama Bank                                      Plafon             Jumlah Utang     Bunga (%)                              Jatuh Tempo
                                Kredit/Fasilitas                                                                   (bulan/tahun)
 1      BCA                   Working Capital            15.000.000.000              0             7,75%               1 Th          temporary extension
                                                                                                                                     until 11 Okt 2025
 2      BCA                   Working Capital            usd 400.000                 0             5,50%               1 Th          temporary extension
                                                                                                                                     until 11 Okt 2025
 3      BCA                   Working Capital (Time      10.000.000.000              0             7,75%               1 Th          temporary extension
                              Loan Revolving)                                                                                        until 11 Okt 2025
 4      BCA                   Investment       Credit    10.000.000.000         6.166.666.659      7,75%               5 Th          Due 5 Okt 2028
                              (Installment Loan)
        BCA                   Working Capital -          16.000.000.000                            7,75%               1 Th          temporary extension
                              Bantex                                                                                                 until 11 Okt 2025

        BCA                   Working    Capital    -    5.000.000.000                             7,75%               1 Th          temporary extension
                              Paper                                                                                                  until 11 Okt 2025

        BCA                   Working Capital            USD 200.000                               5,50%               1 Th          temporary extension
                                                                                                                                     until 11 Okt 2025
        Sinarmas              Distributor Financing      18.500.000.000         4.262.040.754    10%-10,5%             1 Th          Due 31 Jan 2026
                              (DIFI) - Paper

        BCA                   Standby Loan ( Rek         1.000.000.000                             7,75%               1 Th          temporary extension
                              Koran)                                                                                                 until 11 Okt 2025




d. Strategi Perseroan dan sumber dana dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang bank.
Jawaban :
Page 25
Perseroan memiliki strategi yang terukur dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang bank. Pembayaran dilakukan
menggunakan arus kas operasional yang stabil dari kegiatan usaha Perseroan. Selain itu, Perseroan juga telah menyiapkan
sumber pendanaan alternatif, termasuk dukungan pendanaan dari pemegang saham pengendali apabila diperlukan.

Answer:

The Company has a measurable strategy for meeting its bank debt repayment obligations. Payments are made using stable
operating cash flow from the Company's business activities. In addition, the Company has prepared alternative funding
sources, including funding support from controlling shareholders if needed.

11. Sehubungan dengan CALK 16 tentang utang usaha, agar dijelaskan:

a. Strategi dan upaya Perseroan agar dapat melakukan pelunasan utang usaha sesuai dengan jangka waktu pembayaran yang
telah ditentukan.

Jawaban:
Untuk memastikan kemampuan memenuhi kewajiban tepat waktu, Perseroan menerapkan strategi pengelolaan kas yang
efektif, antara lain dengan:

•    Mengoptimalkan proses penagihan piutang dari pelanggan, termasuk percepatan penagihan dan pemantauan jatuh tempo
piutang secara berkala untuk memastikan arus kas masuk tersedia sesuai kebutuhan operasional.

•    Melakukan pengelolaan saldo kas dan kebutuhan pembayaran secara terencana, sehingga dana yang diterima dari
pelanggan dapat dialokasikan untuk pembayaran utang usaha tepat waktu.

Answer:

To ensure its ability to meet its obligations on time, the Company implements an effective cash management strategy, including:

• Optimizing the collection process for receivables from customers, including accelerating collections and periodically
monitoring receivable maturity dates to ensure sufficient cash inflows to meet operational needs.

• Managing cash balances and payment needs in a planned manner, so that funds received from customers can be allocated
to timely repayment of trade payables.

b. Sumber pendanaan untuk pelunasan utang usaha Perseroan.
Jawaban:
Sumber pendanaan untuk pelunasan utang usaha Perseroan Adalah dari hasil usaha.

Answer:

The source of funding for the Company's trade payables repayment is from operating results.

c. Latar belakang dan penyebab terdapat kenaikan utang usaha.
Jawaban :
Kenaikan utang usaha pada periode pelaporan terutama disebabkan oleh:
• Perseroan menjalin kerja sama dengan pemasok baru yang menawarkan harga yang lebih kompetitif, sehingga pembelian
   dilakukan menggunakan termin pembayaran kredit sesuai kesepakatan yang berlaku.
• Terjadi peningkatan pemakaian bahan baku untuk mendukung volume produksi yang lebih tinggi, sehingga Perseroan
   melakukan pembelian bahan baku dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, saldo utang usaha Perseroan mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya aktivitas
   pembelian bahan baku melalui fasilitas kredit pemasok.
Page 26
Answer:
The increase in accounts payable during the reporting period was primarily due to:
• The Company established partnerships with new suppliers offering more competitive prices, resulting in purchases using
   credit payment terms in accordance with the applicable agreement.
• There was an increase in raw material usage to support higher production volumes, resulting in the Company purchasing
   raw materials in larger quantities than in the previous period.
Under these conditions, the Company's accounts payable balance increased in line with the increased activity of purchasing
   raw materials through supplier credit facilities.

d. Latar belakang dan penyebab pembayaran kas kepada pemasok untuk periode 30 September 2025 mengalami penurunan.
   Jawaban:
   •    Adanya penurunan volume pembayaran utang usaha pada periode tersebut, karena sebagian besar pembelian bahan
   baku dilakukan melalui fasilitas kredit pemasok (term payment) dan belum mencapai jatuh tempo pembayaran pada periode
   30 September 2025.
   •    Perseroan menerima dukungan termin pembayaran yang lebih panjang dari pemasok, seiring dengan adanya kerja
   sama pemasok baru serta peningkatan kondisi hubungan bisnis antara Perseroan dan pemasok;

Answer:

• There was a decrease in the volume of accounts payable payments during the period, because the majority of raw material
purchases were made through supplier credit facilities (term payments) and had not yet reached their payment maturity date
by September 30, 2025.

• The Company received support in the form of longer payment terms from suppliers, in line with the new supplier
partnerships and the improvement in the business relationship between the Company and its suppliers;

12. Sehubungan dengan CALK 17 tentang beban akrual, agar dijelaskan latar belakang dan penyebab terjadinya penurunan
    signifikan sehingga saldo per 30 September 2025 menjadi nihil atas beban ekspor impor dan jasa profesional.
    Jawaban:
    Penurunan saldo akrual atas beban ekspor-impor dan jasa profesional tidak disebabkan oleh penurunan aktivitas
    operasional ataupun perubahan akun, melainkan karena perbedaan tingkat rincian penyajian (breakdown) akun pada
    periode dibandingkan tahun sebelumnya.
    Pada tahun sebelumnya, akrual atas beban ekspor-impor dan jasa profesional disajikan secara terpisah sebagai akun-akun
    individual, sedangkan pada tahun 2025 kedua beban tersebut dicatat dalam satu akun akrual yang sama tanpa dipisahkan
    per jenis beban karena berada dalam kelompok biaya yang sama. Dengan demikian, masing-masing akun individual per
    30 September 2025 tampak nihil, namun nilai akrualnya tetap tercatat dalam akun akrual gabungan tersebut.
    Perubahan ini merupakan penyesuaian penyajian (presentation adjustment) dan tidak berdampak pada jumlah total beban
    maupun kinerja keuangan Perseroan.

    Answer:
    The decrease in the accrued balance of export-import and professional services expenses was not due to a decrease in
    operational activity or a change in accounts, but rather due to differences in the level of detail of the account
    presentation in the period compared to the previous year.
    In the previous year, accruals for export-import and professional services expenses were presented separately as
    individual accounts, whereas in 2025, both expenses were recorded in the same accrual account without being
    separated by expense type because they are in the same expense group. Therefore, each individual account as of
    September 30, 2025, appears to be zero, but the accrued amount remains recorded in the combined accrual account.
Page 27
    This change is a presentation adjustment and does not impact the total amount of expenses or the Company's financial
    performance.
13. Sehubungan dengan CALK 19 tentang perpajakan, agar dijelaskan:

    a. Transaksi yang menyebabkan Perseroan dapat membukukan pajak dibayar di muka atas PPh pasal 23, dan PPh pasal
       25.
       Jawaban:
       Pajak dibayar di muka atas PPh 23 timbul karena Perseroan menerima pemotongan pajak dari pihak ketiga atas
       transaksi yang menjadi objek PPh 23. PPh 23 yang dipotong oleh pihak lain tersebut menjadi kredit pajak bagi
       Perseroan dan dicatat sebagai pajak dibayar di muka sampai diperhitungkan dalam SPT Tahunan

       Pajak dibayar di muka atas PPh 25 berasal dari setoran angsuran pajak bulanan yang wajib dibayar oleh Perseroan
       sebagai pelunasan sebagian Pajak Penghasilan Badan untuk tahun berjalan.
       Setoran PPh 25 ini dicatat sebagai pajak dibayar di muka sampai dilakukan penghitungan pajak di akhir tahun.
       Answer:
       Prepaid tax on Income Tax Article 23 arises because the Company receives tax deductions from third parties for
       transactions subject to Income Tax Article 23. The Income Tax Article 23 withheld by these other parties becomes a
       tax credit for the Company and is recorded as prepaid tax until it is calculated in the Annual Tax Return.

       Prepaid tax on Income Tax Article 25 originates from monthly tax installment payments that the Company is required
       to pay as partial payment of Corporate Income Tax for the current year.
       These Income Tax Article 25 payments are recorded as prepaid tax until the tax calculation is made at the end of the
       year.

    b. Transaksi yang menyebabkan Perseroan dapat membukukan pajak dibayar di muka atas income tax refund.
       Jawaban :
       income tax refund timbul ketika Perseroan mengajukan permohonan restitusi atas kelebihan pembayaran pajak pada
       tahun-tahun sebelumnya.

       Answer:

       Income tax refunds arise when the Company submits a request for a refund for overpaid taxes from previous years.

    c. Transaksi yang menyebabkan entitas anak Perseroan dapat membukukan pajak dibayar di muka atas PPh pasal 22,
       PPh pasal 23 dan PPh pasal 25.
       Jawaban :
       PPh Pasal 22
       • Pembelian bahan baku dari distributor yang mewajibkan pemungutan PPh 22.
       • Pembayaran bea masuk impor barang yang dikenakan PPh 22 impor.
       PPh Pasal 23
       • Penerimaan pendapatan Lain-lain yang memotong PPh 23, seperti penggantian biaya SPG

       PPh Pasal 25
       • Setoran angsuran pajak bulanan PPh 25 yang dilakukan oleh entitas anak berdasarkan perhitungan pajak tahun
       sebelumnya



14. Sehubungan dengan CALK 20 tentang liabilitas imbalan kerja, agar dijelaskan latar belakang dan penyebab terdapat
    penurunan signifikan pada pembayaran imbalan kerja.
Page 28
    Jawaban :
    Penurunan pembayaran imbalan kerja pada periode 30 September 2025 terutama disebabkan oleh tidaknya terdapat
    transaksi pembayaran manfaat pesangon atau penyelesaian imbalan kerja dalam jumlah besar, berbeda dengan periode
    sebelumnya.
    Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pembayaran imbalan kerja sebesar Rp5,92 miliar, antara lain terkait
    penyelesaian manfaat atas karyawan yang pensiun atau mengundurkan diri. Sementara pada periode berjalan hingga 30
    September 2025, pembayaran aktual hanya sebesar Rp950 juta, sejalan dengan minimnya karyawan yang pensiun atau
    mengakhiri masa kerja serta tidak adanya transaksi settlement dalam jumlah besar.
    Kondisi tersebut menyebabkan pembayaran imbalan kerja tercatat turun signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
    Answer:
    The decrease in employee benefit payments for the period ended September 30, 2025, was primarily due to the absence
    of severance benefit payments or significant employee benefit settlements, unlike the previous period.
    In 2024, the Company recorded employee benefit payments of IDR 5.92 billion, related, among other things, to the
    settlement of benefits for employees who retired or resigned. Meanwhile, for the period ending September 30, 2025,
    actual payments were only IDR 950 million, in line with the minimal number of employees retiring or terminating their
    employment and the absence of significant settlement transactions.
    These conditions resulted in a significant decrease in employee benefit payments compared to the previous period.

15. Sehubungan dengan CALK 28 tentang pendapatan, agar dijelaskan:
    a. Latar belakang dan faktor utama yang menyebabkan penurunan pendapatan dari penjualan barang.
       Jawaban :
       •       Permintaan pasar yang melemah.
       •       Penurunan volume order pelanggan besar.

       Answer:

       • Weakening market demand.

       • Decrease in the volume of large customer orders.

    b. Latar belakang dan penyebab terdapat penurunan signifikan pada diskon penjualan dan retur penjualan.
     Jawaban:
     Penurunan saldo diskon penjualan dan retur penjualan bukan disebabkan oleh penurunan aktivitas penjualan, melainkan
     karena adanya perubahan sistem pencatatan sebagai bagian dari proses transisi dari sistem lama ke sistem baru.

     Pada tahun sebelumnya, Perseroan masih dalam transisi sistem lama ke system baru dimana diskon penjualan dicatat
     secara terpisah dalam akun khusus diskon, sehingga nilai diskon terlihat lebih besar karena disajikan dalam akun
     terpisah. Sedangkan pada periode berjalan, dengan penggunaan sistem baru, penjualan dicatat secara netto dan nilai
     diskon telah langsung diperhitungkan dalam nilai penjualan, sehingga tidak lagi muncul secara terpisah pada akun diskon
     penjualan.

     Perubahan metode pencatatan tersebut menyebabkan saldo akun Diskon Penjualan dan Retur Penjualan tampak menurun
     signifikan, walaupun secara komersial jumlah transaksi diskon maupun retur tidak mengalami penurunan material.

     Answer:

     The decrease in the sales discount and sales returns balance was not due to a decrease in sales activity, but rather due
     to a change in the recording system as part of the transition process from the old system to the new one.
Page 29
 In the previous year, the Company was still transitioning from the old system to the new one, where sales discounts were
 recorded separately in a special discount account, making the discount value appear larger because it was presented in
 a separate account. However, in the current period, with the use of the new system, sales are recorded net, and the
 discount value is directly calculated into the sales value, so it no longer appears separately in the sales discount account.

 This change in recording method caused the Sales Discount and Sales Returns account balance to appear to decrease
 significantly, even though commercially, the number of discount and return transactions did not experience a material
 decrease.

c. Kontribusi pendapatan dari Perseroan dan masing-masing entitas anak. Perseroan agar menyampaikan rincian
   kontribusi dari masing-masing entitas anak.
   Jawaban :

   Rincian kontribusi pendapatan dari Perseroan dan masing-masing entitas anak per September 2025 :

  •   PT Perma Plasindo Tbk: Rp. 10.207.140.000
  •   PT BINO: Rp. 229.345.439.278
  •   PT Batara Indah: Rp. 113.038.579.324
  •   PT Batara Indah Mulia : Rp. 814.834.681
  •   PT Bino Digital Solusi : Rp. 62.397.705
  •   PT Solumitra Mandiri Abadi : Rp. 376.518.288



d. Informasi mengenai jenis pendapatan yang memberikan kontribusi tertinggi bagi Perseroan.
   Jawaban :

   Pendapatan dengan kontribusi tertinggi bagi Perseroan masih berasal dari penjualan barang, khususnya produk
   stationery   dan    office       supplies    yang     merupakan      lini     usaha     utama     Perseroan.
   Answer:

   The highest revenue contribution to the Company still comes from sales of goods, particularly stationery and office
   supplies, which are the Company's main business lines.

e. Upaya dan strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan.
   Jawaban:
   Untuk meningkatkan pendapatan, Perseroan menjalankan beberapa strategi, antara lain:

   • Penetrasi pasar baru, baik secara geografis maupun segmen pelanggan, untuk memperluas basis pendapatan.
   • Penguatan channel B2B, termasuk peningkatan kerja sama dengan institusi dan perusahaan untuk mendorong
     volume penjualan yang lebih stabil.
   • Diversifikasi produk dengan margin lebih tinggi, guna meningkatkan profitabilitas dan mengoptimalkan komposisi
     pendapatan Perseroan.
   Answer:

   To increase revenue, the Company is implementing several strategies, including:

   • Penetrating new markets, both geographically and by customer segment, to expand the revenue base.
Page 30
   • Strengthening B2B channels, including increasing collaboration with institutions and companies to drive more stable
   sales volume.

   • Diversifying products with higher margins to increase profitability and optimize the Company's revenue composition.


16. Sehubungan dengan CALK 29 tentang beban pokok pendapatan, agar dijelaskan:
 a. Latar belakang dan faktor utama yang menyebabkan terjadi kenaikan signifikan pada biaya pabrikasi.
    Jawaban :

   Peningkatan Volume Produksi : Jika Perseroan mengalami peningkatan signifikan dalam volume penjualan dan
   produksi, otomatis akan terjadi peningkatan konsumsi energi, bahan penolong, dan jam kerja lembur, yang secara
   langsung meningkatkan biaya pabrikasi.

   Investasi Kualitas dan Efisiensi : Sebagian biaya overhead dialokasikan untuk meningkatkan kualitas, seperti
   pembelian instrumen pengujian baru, biaya sertifikasi, atau biaya implementasi sistem mutu yang lebih ketat, yang
   bertujuan untuk mengurangi reject atau limbah di masa depan.
   Answer:

   Increased Production Volume: If the Company experiences a significant increase in sales and production volume,
   this will automatically result in increased consumption of energy, auxiliary materials, and overtime, which directly
   increases manufacturing costs.

   Investing in Quality and Efficiency: A portion of overhead costs is allocated to improve quality, such as purchasing
   new testing instruments, certification costs, or implementing a stricter quality system, aimed at reducing rejects or
   waste in the future.

b. Informasi mengenai komponen utama atas biaya pabrikasi lain-lain sebesar Rp17,40 miliar.
   Jawaban:
   Kenaikan biaya pabrikasi sebesar 17,4 Milyar pada periode laporan disebabkan utamanya oleh lonjakan biaya energi
   dan utilitas serta peningkatan intensitas pemeliharaan mesin produksi untuk memaksimalkan efisiensi produksi dan
   menjaga kualitas produk di tengah tingginya permintaan pasar.

   Answer:

   The IDR 17.4 billion increase in manufacturing costs during the reporting period was primarily due to a surge in
   energy and utility costs and increased maintenance of production machinery to maximize production efficiency and
   maintain product quality amidst high market demand.

c. Strategi Perseroan melakukan efisiensi beban Perseroan.
   Jawaban:
   Dalam rangka meningkatkan efisiensi beban operasional, Perseroan menjalankan beberapa inisiatif, antara lain:

   • Penggantian mesin-mesin tua dengan peralatan yang lebih efisien, untuk menurunkan biaya perawatan serta
     meningkatkan produktivitas.
   • Pengendalian biaya lembur (overtime) melalui perencanaan produksi yang lebih optimal dan manajemen sumber
     daya manusia yang lebih efektif.
   • Optimasi layout produksi, sehingga alur kerja lebih cepat, mengurangi bottleneck, serta menekan biaya material
     handling
     Answer:
Page 31
          To improve operational cost efficiency, the Company is implementing several initiatives, including:
          • Replacing aging machinery with more efficient equipment to reduce maintenance costs and increase
          productivity.
          • Control overtime costs through more optimal production planning and more effective human resource
          management.
          • Optimizing production layouts to speed up workflows, reduce bottlenecks, and reduce material handling costs.
17. Sehubungan dengan CALK 30 tentang beban penjualan, agar dijelaskan:
    a. Latar belakang dan penyebab terjadinya penurunan atas beban gaji dan tunjangan.
       Jawaban:
       Penurunan beban gaji dan tunjangan terutama disebabkan oleh efisiensi struktur tenaga penjualan, termasuk
       penyesuaian jumlah tenaga kerja dan optimalisasi pembagian tugas di divisi penjualan, sehingga biaya kompensasi
       menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

       Answer:

       The decrease in salaries and benefits expenses was primarily due to the efficiency of the sales force structure, including
       adjustments to the number of employees and optimization of task allocation within the sales division, resulting in lower
       compensation costs compared to the previous period.



    b. Latar belakang dan penyebab terjadinya kenaikan atas beban iklan promosi.
       Jawaban :

       Kenaikan ini adalah keputusan strategis untuk Mencapai Target Pertumbuhan Pasar dan Mendukung Peluncuran
       Produk Baru. Kenaikan tersebut terutama dialokasikan untuk :


           -   Digital Marketing dan E-commerce: Peningkatan investasi yang signifikan pada kanal digital, termasuk
               program digital marketing yang komprehensif (SEM, Social Media Ads, Affiliate Marketing) untuk
               mengoptimalkan penjualan melalui platform e-commerce
           -   Penguatan Brand Campaign: Pelaksanaan program kampanye merek (brand campaign) secara terstruktur
               dan masif, yang mencakup iklan berjangka waktu lama di media utama dan billboard di kota-kota besar,
               bertujuan untuk memperkuat posisi dan citra merek Perseroan.
           -   Promosi Penjualan: Peningkatan alokasi untuk trade promotion dan insentif diskon di tingkat distributor dan
               ritel guna mempercepat perputaran produk dan meningkatkan volume penjualan
       Answer:

       This increase is a strategic decision to achieve market growth targets and support new product launches. The
       increase is primarily allocated for:

       - Digital Marketing and E-commerce: Significantly increased investment in digital channels, including a
       comprehensive digital marketing program (SEM, Social Media Ads, Affiliate Marketing) to optimize sales through e-
       commerce platforms.

       - Brand Campaign Strengthening: Implementing a structured and massive brand campaign program, including long-
       term advertising in mainstream media and billboards in major cities, aimed at strengthening the Company's brand
       position and image.
Page 32
       - Sales Promotion: Increasing allocations for trade promotions and discount incentives at the distributor and retail
       levels to accelerate product turnover and increase sales volume.

    c. Latar belakang dan penyebab terdapat penurunan signifikan pada beban natura dan depresiasi sehingga untuk periode
    30 September 2025 menjadi nihil.
    Jawaban :
    Beban Depresiasi dan Beban Natura tidak hilang, namun nilainya saat ini telah tersebar dan dicatat di akun-akun biaya
    lain sebagai bagian dari penyempurnaan klasifikasi akun dan penyesuaian kebijakan akuntansi Perseroan.
    c. Background and causes of the significant decrease in in-kind and depreciation expenses, resulting in zero for the
    period ending September 30, 2025.
    Answer:
    Depreciation and In-kind Expenses have not disappeared, but their current values have been distributed and recorded
    in other expense accounts as part of the refinement of account classification and adjustments to the Company's
    accounting policies.


18. Sehubungan dengan CALK 31 tentang beban umum dan administrasi, agar dijelaskan:
    a. Strategi Perseroan melakukan efisiensi beban Perseroan.
       Jawaban :

       Untuk meningkatkan efisiensi beban operasional, Perseroan menerapkan beberapa langkah strategis, antara lain:

       • Pengendalian perjalanan dinas, melalui pembatasan perjalanan yang tidak mendesak dan optimalisasi penggunaan
           rapat daring.
       • Pengurangan biaya kantor, termasuk pengaturan penggunaan alat tulis, utilitas, dan pengelolaan kebutuhan
           administrasi secara lebih efisien.
       • Efisiensi biaya IT dan langganan, dengan meninjau ulang layanan berlangganan, konsolidasi sistem yang tidak
           esensial, serta negosiasi ulang biaya layanan.
       Answer:
       To improve operational expense efficiency, the Company has implemented several strategic measures, including:
       • Controlling business travel, by limiting non-essential travel and optimizing the use of online meetings.
       • Reducing office costs, including managing the use of stationery, utilities, and managing administrative needs more
       efficiently.
       • Efficient IT and subscription costs, by reviewing subscription services, consolidating non-essential systems, and
       renegotiating service fees.
    b. Latar belakang dan alasan Perseroan menyajikan rincian beban tidak diurutkan berdasarkan saldo terbesar
       sebagaimana penyajian pada laporan keuangan auditan.
       Jawaban :
       Penyajian rincian beban tidak diurutkan berdasarkan saldo terbesar karena Perseroan mengikuti struktur akun dan
       klasifikasi beban sebagaimana digunakan dalam sistem akuntansi internal dan SAP, sehingga urutan disajikan
       berdasarkan nature of expense dan kelompok akun yang dipakai secara konsisten setiap periode. Meskipun tidak
       diurutkan berdasarkan saldo terbesar, informasi yang disajikan tetap lengkap dan tidak mengurangi transparansi
       maupun pemahaman atas komposisi beban Perseroan.

       Answer:
       The presentation of expense details is not in order of largest balance because the Company follows the account
       structure and expense classification used in its internal accounting system and SAP, so the order is presented based
Page 33
       on the nature of the expense and the account groups used consistently each period. Although not in order of largest
       balance, the information presented remains complete and does not reduce transparency or understanding of the
       composition of the Company's expenses.
    c. Latar belakang dan penyebab terdapat kenaikan pada beban pajak.
       Jawaban :
       Kenaikan beban pajak terutama disebabkan oleh adanya pembayaran atas hasil pemeriksaan pajak PT Bino Mitra Sejati
       untuk tahun pajak 2020 dan 2022, yang dibebankan pada periode berjalan.
       Answer:
       The increase in tax expense was primarily due to payments for tax audit results of PT Bino Mitra Sejati for the 2020
       and 2022 fiscal years, which were charged to the current period.
    d. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan penyusutan aset tak berwujud.
       Jawaban :
       Penyusutan yang tercatat pada akun aset tak berwujud berasal dari amortisasi atas biaya pengembangan sistem dan
       lisensi perangkat lunak yang digunakan Perseroan. Dalam sistem akuntansi Perseroan, akun amortisasi aset tak
       berwujud diklasifikasikan dan ditampilkan dalam kelompok penyusutan untuk tujuan konsistensi pelaporan di
       sistem. Secara substansi, transaksi tersebut merupakan amortisasi aset tak berwujud, namun tersaji dalam akun
       penyusutan sesuai konfigurasi sistem yang digunakan.

       Answer:
       The depreciation recorded in the intangible assets account stems from the amortization of system development costs
       and software licenses used by the Company. In the Company's accounting system, the intangible asset amortization
       account is classified and presented in the depreciation group for reporting consistency purposes across the system.
       In substance, this transaction represents amortization of intangible assets, but is presented in the depreciation
       account according to the system configuration used.

19. Sehubungan dengan laporan arus kas, agar dijelaskan:
      a. Latar belakang dan penyebab terdapat penurunan pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk beban usaha
      untuk periode 30 September 2025.
      Jawaban :

      Penurunan pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk beban usaha terutama disebabkan oleh:
      • Optimalisasi rantai pasok, di mana Perseroan mulai melakukan pembelian bahan baku kepada pemasok baru dengan
      harga yang lebih kompetitif sehingga nilai pembayaran menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
      • Kebijakan pengelolaan kas yang lebih konservatif, termasuk penundaan sebagian pembayaran kepada pemasok dan
      penjadwalan ulang pembayaran beban usaha guna menjaga posisi kas Perseroan di tengah kondisi operasional yang
      masih dalam proses pemulihan.
      Answer:
      The decrease in payments to suppliers and payments for operating expenses was primarily due to:
      • Supply chain optimization, where the Company began purchasing raw materials from new suppliers at more
      competitive prices, resulting in lower payment amounts compared to the previous period.
      • A more conservative cash management policy, including deferring some payments to suppliers and rescheduling
      payments for operating expenses to maintain the Company's cash position amidst the ongoing operational recovery
      process.
      b. Latar belakang dan penyebab penerimaan kas dari pelanggan periode 30 September 2025 mengalami penurunan.
Page 34
Jawaban :
Penurunan penerimaan kas dari pelanggan pada periode tersebut terutama disebabkan oleh:
• Penurunan volume penjualan, sehingga jumlah penagihan kepada pelanggan juga lebih rendah dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya.
• Perlambatan pembayaran dari beberapa pelanggan utama, yang menyebabkan tertundanya arus masuk kas meskipun
penjualan telah dicatat. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh proses persetujuan internal pelanggan yang lebih panjang
serta penyesuaian jadwal pembayaran yang mereka lakukan.
Answer:
The decrease in cash receipts from customers during the period was primarily due to:
• A decrease in sales volume, resulting in lower amounts billed to customers compared to the same period the previous
year.
• Delays in payments from several key customers, which delayed cash inflows even though sales had been recorded.
This condition was also influenced by lengthier internal customer approval processes and adjustments to their
payment schedules.
c. Rekonsiliasi pembayaran uang muka pembelian aset tetap dengan penyajian arus kas Perseroan.
Jawaban :

Perolehan aset tetap yang disajikan dalam Laporan Arus Kas Perseroan pada bagian Aktivitas Investasi mencerminkan
total kas yang benar-benar dikeluarkan oleh Perseroan selama periode tersebut, termasuk pembayaran untuk Uang Muka
Pembelian Aset Tetap (UM AT) dan pembayaran final atas aset tetap yang telah diterima.

Rekonsiliasi rinciannya adalah sebagai berikut:

Kas Keluar untuk Perolehan Aset Tetap: Rp24.848.467.362 Ini merupakan total dana yang dikeluarkan dari kas
Perseroan selama periode berjalan.

Uang Muka Pembelian Aset Tetap : Rp10.029.186.629 Nilai ini merepresentasikan kas yang telah dibayarkan kepada
pemasok dan dicatat sebagai aset (Uang Muka Aset Tetap) di Neraca, namun belum dikapitalisasi menjadi aset tetap.

Perolehan Aktiva Tetap (Aset Sudah Jadi): Rp14.819.280.733 Nilai ini merepresentasikan aset tetap yang telah selesai
dibayar dan diterima pada periode berjalan, dan telah dikapitalisasi serta dicatat sebagai penambahan nilai aset tetap di
Neraca.

Nilai Rp24.848.467.362 yang disajikan di LAK (Aktivitas Investasi) adalah penjumlahan dari Pembayaran UM AT
(Rp10.029.186.629) ditambah Pembayaran untuk Perolehan Aset Tetap yang Sudah Dikapitalisasi (Rp14.819.280.733).

Dengan demikian, penyajian di Laporan Arus Kas telah sesuai dengan perlakuan akuntansi, di mana pembayaran uang
muka dan pembayaran final untuk aset tetap dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas investasi pada periode
terjadinya pembayaran.

Answer:

The acquisition of fixed assets presented in the Company's Cash Flow Statement under the Investing Activities section
reflects the total cash actually disbursed by the Company during the period, including payments for Fixed Asset
Purchase Advances (FPA) and final payments for fixed assets received.

The detailed reconciliation is as follows:
Page 35
        Cash Outgoing for Fixed Asset Acquisition: Rp24,848,467,362 This represents the total funds disbursed from the
        Company's cash during the period.

        Fixed Asset Purchase Advances: Rp10,029,186,629 This amount represents cash paid to suppliers and recorded as an
        asset (Fixed Asset Advances) on the Balance Sheet, but not yet capitalized as fixed assets.

        Fixed Asset Acquisition (Completed Assets): Rp14,819,280,733. This value represents fixed assets that have been fully
        paid for and received during the current period and have been capitalized and recorded as an addition to the fixed
        asset value in the Balance Sheet.

        The Rp24,848,467,362 presented in the Investing Activities (LAK) is the sum of the Payment for Fixed Assets
        (Rp10,029,186,629) plus the Payment for the Acquisition of Capitalized Fixed Assets (Rp14,819,280,733).

        Therefore, the presentation in the Statement of Cash Flows is in accordance with the accounting treatment.

        d. Strategi manajemen kas Perseroan untuk mendanai kegiatan operasional Perseroan.
        Jawaban :
        Untuk memastikan kebutuhan kas operasional dapat terpenuhi, Perseroan menerapkan beberapa strategi manajemen
        kas sebagai berikut:
        • Percepatan penagihan piutang, termasuk pengetatan pengawasan umur piutang serta komunikasi proaktif dengan
        pelanggan untuk memastikan pembayaran tepat waktu.
        • Pemanfaatan fasilitas perbankan yang tersedia, seperti kredit modal kerja, untuk menjaga fleksibilitas likuiditas
        ketika arus kas operasional mengalami tekanan sementara.
        • Pengelolaan persediaan yang lebih ketat, dengan mengoptimalkan tingkat persediaan agar tidak terjadi kelebihan stok
        namun tetap menjaga kelancaran operasional produksi dan penjualan.
Answer:
To ensure operational cash requirements are met, the Company has implemented several cash management strategies, as
follows:
• Accelerating accounts receivable collection, including tightening monitoring of accounts receivable aging and proactive
communication with customers to ensure timely payments.
• Utilizing available banking facilities, such as working capital loans, to maintain liquidity flexibility when operational cash
flow experiences temporary pressures.
• Tighter inventory management, by optimizing inventory levels to avoid excess stock while maintaining smooth production
and sales operations.
20. Sampai dengan 30 September 2025 Perseroan membukukan saldo rugi. Agar dijelaskan mengenai strategi Perseroan
untuk memulihkan kondisi saldo rugi dapat menjadi saldo laba positif agar pada masa mendatang Perseroan dapat
membagikan dividen kepada pemegang saham.
Jawaban :

Untuk memulihkan kondisi saldo rugi dan meningkatkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan saldo laba positif
sehingga dapat membagikan dividen kepada pemegang saham di masa mendatang, Perseroan telah dan akan menerapkan
beberapa strategi utama sebagai berikut:

    •    Peningkatan Profitabilitas Operasional
Page 36
        Perseroan fokus pada peningkatan margin melalui optimalisasi harga jual, diversifikasi produk dengan margin lebih
        tinggi, serta penguatan kanal penjualan B2B yang memberikan kontribusi pendapatan dan margin lebih stabil.
    •   Efisiensi Beban Operasional
        Berbagai program efisiensi secara berkelanjutan dilakukan, antara lain pengendalian biaya kantor, optimalisasi
        tenaga kerja, pengurangan overtime, serta efisiensi penggunaan fasilitas dan teknologi untuk menekan beban usaha.
    •   Optimalisasi Utilisasi Aset dan Kapasitas Produksi
        Perseroan melakukan evaluasi dan penggantian mesin tua secara bertahap untuk meningkatkan produktivitas dan
        menurunkan biaya produksi per unit, sehingga mendukung peningkatan laba operasional.
    •   Penguatan Arus Kas dan Struktur Pendanaan
        Perseroan menjaga likuiditas melalui percepatan penagihan piutang, pengelolaan persediaan yang efektif, serta
        pemanfaatan fasilitas pembiayaan dengan biaya bunga yang lebih rendah untuk menurunkan beban keuangan.
    •   Peningkatan Tata Kelola dan Pengendalian Internal
        Perseroan memperkuat proses penganggaran, monitoring kinerja, serta pengendalian biaya agar pertumbuhan beban
        lebih terkendali dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Dengan pelaksanaan strategi-strategi tersebut secara konsisten, Perseroan menargetkan perbaikan kinerja keuangan secara
bertahap, sehingga saldo rugi dapat berkurang dan berbalik menjadi saldo laba positif dalam beberapa periode mendatang

Answer:

To recover from the loss balance and increase the Company's ability to generate a positive profit balance so that it can
distribute dividends to shareholders in the future, the Company has implemented and will implement several key strategies, as
follows:

• Improving Operational Profitability

The Company focuses on increasing margins through optimizing selling prices, diversifying products with higher margins, and
strengthening B2B sales channels that contribute to more stable revenue and margins.

• Operating Expense Efficiency

Various efficiency programs are being implemented continuously, including controlling office costs, optimizing the workforce,
reducing overtime, and streamlining the use of facilities and technology to reduce operating expenses.

• Optimizing Asset Utilization and Production Capacity

The Company is evaluating and gradually replacing aging machinery to increase productivity and lower production costs per
unit, thereby supporting increased operating profit.

• Strengthening Cash Flow and Funding Structure

The Company maintains liquidity by accelerating receivables collection, effective inventory management, and utilizing
financing facilities with lower interest rates to reduce financial burdens.

• Improved Governance and Internal Control

The Company is strengthening its budgeting process, performance monitoring, and cost control to ensure expense growth is
more manageable than revenue growth.

By consistently implementing these strategies, the Company targets gradual improvements in financial performance, thereby
reducing the loss balance and turning it into a positive profit balance in the coming periods.
Page 37
21. Untuk periode 30 September 2025 Perseroan masih membukukan rugi usaha. Agar dijelaskan mengenai strategi
Perseroan agar dapat membukukan laba usaha pada periode yang akan datang.
Jawaban :
Untuk meningkatkan kinerja operasional dan beralih dari kondisi rugi usaha menjadi laba usaha pada periode yang akan
datang, Perseroan menerapkan beberapa strategi utama sebagai berikut:

•   Peningkatan Pendapatan Melalui Penguatan Pasar
    Perseroan fokus memperluas penetrasi pasar, khususnya melalui penguatan kanal penjualan B2B serta pengembangan
    pelanggan baru yang memiliki volume pembelian lebih stabil.

•   Efisiensi Biaya Produksi dan Operasional
    Upaya efisiensi dilakukan melalui penggantian mesin produksi yang sudah tua, pengurangan overtime, optimalisasi
    layout pabrik, serta pengendalian ketat atas biaya operasional harian.

•   Optimasi Pengadaan Bahan Baku
    Perseroan menjalin kerja sama dengan pemasok baru yang menawarkan harga lebih kompetitif sehingga dapat
    menurunkan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas.

•   Peningkatan Produktivitas dan Pengendalian Internal
    Perseroan memperkuat perencanaan produksi, pengawasan biaya, serta penggunaan indikator kinerja untuk memastikan
    bahwa setiap fungsi operasional bekerja lebih efektif dan efisien.

    Dengan implementasi strategi-strategi tersebut secara konsisten, Perseroan menargetkan peningkatan profitabilitas
    sehingga dapat membukukan laba usaha pada periode mendatang.

    Answer:

    • Revenue Increase Through Market Strengthening

    The Company is focused on expanding market penetration, particularly through strengthening B2B sales channels and
    developing new customers with more stable purchase volumes.

    • Production and Operational Cost Efficiency

    Efficiency efforts are being implemented through the replacement of aging production machinery, reducing overtime,
    optimizing factory layouts, and strict control of daily operational costs.

    • Optimizing Raw Material Procurement

    The Company is collaborating with new suppliers who offer more competitive prices, thus reducing production costs
    without compromising quality.

    • Increasing Productivity and Internal Control

    The Company is strengthening production planning, cost monitoring, and the use of performance indicators to ensure
    that each operational function is working more effectively and efficiently.

    By consistently implementing these strategies, the Company targets increased profitability and, therefore, can record
    operating profits in the coming period.
Page 38
22. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).

•   Secara berkelanjutan menambah jenis produk stationery dan non stationery yang bisa di terima pasar guna
    meningkatkan penjualan

•   Secara berkelanjutan untuk memperluas penyebaran produk-produk baru Perseroan agar mudah di temukan dan dekat
    dengan pelanggan. Dengan penyebaran yang baik maka akan ada peluang untuk meningkatkan turnover setiap produk
    yang di pasarkan oleh Perseroan

•   Membuat dan menerapkan strategi marketing yang bertujuan meningkatkan market share terhadap produk yang
    dipasarkan oleh Perseroan.

•   Mengembangkan kerjasama dengan distributor dan melakukan analisa untuk memperkuat titik pasar melalui penujukkan
    distributor baru.

•   Meningkatkan pemasaran untuk pasar Internasional dengan pengembangan pelanggan yang telah ada dan penunjukkan
    pelanggan baru.

•   Mencari peluang bisnis produk OEM agar memenuhi kapasitas pabrik Perseroan

•   Melakukan upgrade terhadap beberapa mesin yang telah dimiliki oleh pabrik entitas anak, baik dengan modifikasi
    ataupun dengan modul tambahan.
22. Corporate action plan for the next 12 months (if any).
• Continuously add stationery and non-stationery products that are acceptable to the market to increase sales.
• Continuously expand the distribution of the Company's new products so that they are easily found and accessible to
customers. With good distribution, there will be opportunities to increase turnover for each product marketed by the
Company.
• Create and implement marketing strategies aimed at increasing market share for the products marketed by the Company.
• Develop collaborations with distributors and conduct analysis to strengthen market share through the appointment of new
distributors.
• Increase marketing for international markets by developing existing customers and appointing new customers.
• Seek OEM product business opportunities to meet the Company's factory capacity.
• Upgrade several machines owned by subsidiaries' factories, either through modifications or additional modules.


23. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat
mempengaruhi harga saham perusahaan.
Jawaban :
Pada periode pelaporan, tidak terdapat kejadian atau informasi material yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
maupun berdampak signifikan terhadap harga saham Perseroan.
23. Other important information/events that are material and could impact the company's survival and share price.
Answer:
During the reporting period, there were no material events or information that could affect business continuity or
significantly impact the Company's share price.
Page 39
                                   Demikian tanggapan kami atas pertanyaan perihal penjelasan PT Perma Plasindo Tbk.
                                   Terima kasih.


                                   This concludes our response to the questions regarding the volatility of PT Perma Plasindo Tbk’s securities
                                   transactions. Thank you



                                   Hormat Saya,
                                   Yours faithfully,


                                   PT Perma Plasindo Tbk,




                                   Lie Fonda
                                   (Corporate Secretary/Direktur)




Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.64 MB
Published9 Dec 2025
Pages39
Characters127,233
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Perma Plasindo Tbk. p.1 ×20
linked person Lie Fonda p.39
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.8 ×3
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1 ×3
unresolved org PT Batara Indah p.1 ×8
unresolved org PT Bino Mitra Sejati p.1 ×19
unresolved org PT Batara Indah Mulia p.1 ×4
unresolved org Bino Digital Solutions Pte Ltd p.1 ×9
unresolved org PT Bino Digital Solusi p.1 ×2
unresolved org PT Solusi Mandiri Abadi p.1
unresolved org Bantex Malaysia Sdn Bhd p.1
unresolved org PT APLI Stationery p.1
unresolved org PT. Anugraha Karsa Solusi I p.1
unresolved org PT APLI p.4 ×22
unresolved org PT AKSI. Background p.4
unresolved org PT APLI. Dikarenakan p.4
unresolved org PT APLI. Due p.4
unresolved org PT APLI Per p.4
unresolved org PT APLI’s p.4 ×2
unresolved org PT AKSI’s p.4 ×2
unresolved org PT APLI Th p.4
unresolved org PT AKSI Th p.4
unresolved org PT Batara Indah Information p.5 ×2
unresolved org PT Batara Indah. Tanggapan p.5 ×2
unresolved org Financial Services Authority p.9 ×3
unresolved org PT Indonesia Xin Hai Steel Structur p.17
unresolved org PT Indonesia Xin Hai Steel p.17 ×3
unresolved org PT Persada Bina Rekat Sejati. Jawab p.19
unresolved org Hamelin Brands Pty. Ltd. p.19 ×5
unresolved org PT APLI. Saat p.23
unresolved org PT APLI. Currently p.23
unresolved org Bank BCA p.24 ×5
unresolved org PT BINO p.29
unresolved org PT Solumitra Mandiri Abadi p.29
unresolved org PT Perma Plasindo Tbk’s p.39

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result