Back to announcement
20251209_LUCY_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32011849_lamp1.pdf
Other Text extracted LUCYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
B. 031-Corpsec/LDLT-LUCY/XII/2025 Jakarta, 9 Desember 2025
Kepada Yth/Attn,
Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1 lantai 6
Jl. Jend Sudirman Kav 52 – 53, SCBD
Jakarta 12190
Up: Ibu Lidia M. Panjaitan
Kepala Divisi Penilai Perusahaan 3
PERIHAL: PERMINTAAN PENJELASAN BURSA
Dengan Hormat,
Merujuk surat BEI dengan nomor S-13824/BEI.PP3/12-2025 Tanggal 08 Desember 2025 Perihal
Permintaan Penjelasan Bursa, Dengan Ini Kami Sampaikan Penjelasan Tertulis Dari Perseroan Untuk
Diketahui Publik Mengenai Hal-Hal Sebagai Berikut:
1. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025, terdapat informasi bahwa
kinerja profitabilitas Perseroan mengalami penurunan dimana Perseroan membukukan rugi
tahun berjalan per 30 Juni 2025 sebesar Rp10,46 miliar sedangkan per 30 Juni 2024 hanya
dibukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp6,95 miliar. Atas haltersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang rugi tahun berjalan Perseroan mengalami penambahan dibandingkan periode
sebelumnya.
b. Strategi bisnis Perseroan kedepannya untuk meningkatkan kinerja profitabilitas Perseroan
sehingga dapat membukukan laba.
c. Jumlah outlet yang dimiliki Perseroan saat ini beserta informasi lokasi masing-masing outlet.
Jawab:
1. Latar Belakang Peningkatan Rugi Tahun Berjalan
Kenaikan rugi bersih pada periode berjalan menjadi Rp 10,46 Miliar disebabkan oleh kombinasi
faktor investasi infrastruktur dan perubahan fundamental perilaku pasar yang sedang kami
antisipasi, antara lain:
a. Perubahan Perilaku Pasar & Tren Wellness (Market Trend Shift): Industri gaya hidup
saat ini sedang mengalami transisi besar. Terjadi penurunan minat pada pure nightlife
konvensional karena pasar beralih ke tren "Wellness & Mindful Lifestyle". Perubahan ini
berdampak pada fluktuasi pendapatan di outlet-outlet legacy kami, sementara Perseroan
sedang dalam tahap investasi untuk menyesuaikan (re-concepting) produk dan layanan agar
relevan dengan gaya hidup baru yang lebih sehat ini.
b. Beban Depresiasi & Amortisasi: Adanya peningkatan beban penyusutan aset tetap dan
amortisasi hak guna aset dari pembukaan outlet baru yang secara akuntansi menekan angka
laba bersih, meskipun secara operasional aset-aset ini adalah modal pertumbuhan masa depan.
c. Fase "Ramp-Up" Outlet Baru: Beberapa unit bisnis baru (seperti jaringan Lucy Beer Mart)
masih berada dalam kurva awal pertumbuhan (ramp-up period), di mana pendapatan belum
mencapai titik optimal untuk menutup biaya tetap (fixed cost) dan biaya pembukaan awal.
Lot 14, Fairgrounds Building – Sudirman Central Business District, Jl. Jend. Sudirman Kav 52 – 53 – Jakarta 12190
www.lucyintheskyjakarta.com
Page 2
2. Strategi Bisnis untuk Turnaround Profitabilitas
Perseroan menerapkan strategi "Operational Excellence & Asset Optimization" untuk kembali
membukukan laba:
Optimalisasi Outlet Existing: Meningkatkan traffic di hari kerja (weekdays) dan menerapkan
dynamic pricing serta menu high-margin.
Efisiensi COGS & OPEX: Sentralisasi pembelian bahan baku (terutama alkohol & fresh food)
dan digitalisasi kontrol inventori untuk menekan pemborosan (waste).
Fokus EBITDA Positif: Manajemen menjadikan EBITDA positif di setiap outlet sebagai indikator
kinerja utama (KPI) untuk memastikan kesehatan arus kas operasional.
3. Jumlah dan Lokasi Outlet Saat Ini
Saat ini Perseroan mengelola portofolio outlet di lokasi-lokasi strategis Jakarta dan sekitarnya:
● Lucy In The Sky (Flagship): SCBD (Jakarta Selatan) & SPARK (Jakarta Pusat).
● Lucy By The Beach: PIK 2 (Tangerang/Jakarta Utara).
● Lucy Steak and Buns: Jakarta Selatan.
● Lucy Beer Mart (LBM): PIK, Bintaro, Kemang, Blok M, dan Adityawarman.
4. Development Strategi Bisnis
Perseroan melakukan penyesuaian strategi dari sekadar ekspansi fisik menjadi Pengembangan
Bisnis yang Adaptif dan Terbuka. Fokus utama kami meliputi:
Diversifikasi Format & Switching Trend: Kami tidak lagi hanya bertumpu pada konsep
hiburan malam. Perseroan secara aktif melakukan "Switching Trend" dengan
mengembangkan format bisnis yang mengakomodasi gaya hidup Wellness. Kami akan
menghadirkan konsep venue atau produk yang relevan dengan kesehatan, aktivitas sosial
komunitas, dan pengalaman kuliner yang lebih wholesome, sehingga relevan bagi pasar
dari pagi hingga malam hari.
Strategic Partnership & Open Investment (Retail Modern): Untuk mempercepat pertumbuhan
tanpa membebani arus kas operasional, kami membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi
para investor—baik institusi maupun perorangan—untuk bergabung dan berkolaborasi.
Fokus utama kemitraan ini adalah diversifikasi ke dalam bentuk Retail Modern. Kami
mengundang investor untuk bersama-sama mengembangkan produk FMCG (Fast-Moving
Consumer Goods) atau lifestyle product di bawah jenama "LUCY" yang dapat
didistribusikan secara massal, sehingga bisnis tidak lagi terbatas pada lokasi fisik (brick &
mortar) semata.
Inovasi Teknologi: Integrasi penuh AI untuk analisis perilaku konsumen guna mendukung
keputusan bisnis yang berbasis data (data-driven decision).
________________________________________
Transformasi dari sekadar Nightlife Company menjadi Lifestyle & Wellness Group adalah langkah
besar kami. Kami mengundang seluruh pemegang saham dan calon investor untuk menjadi bagian
dari evolusi LUCY menuju diversifikasi bisnis retail modern yang scalable dan berkelanjutan.
Lot 14, Fairgrounds Building – Sudirman Central Business District, Jl. Jend. Sudirman Kav 52 – 53 – Jakarta 12190
www.lucyintheskyjakarta.com
Page 3
Demikian tanggapan yang disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.
Hormat kami/Sincerely,
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk,
Ryad
Sekretaris Perusahaan
Lot 14, Fairgrounds Building – Sudirman Central Business District, Jl. Jend. Sudirman Kav 52 – 53 – Jakarta 12190
www.lucyintheskyjakarta.com
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Lidia M. Panjaitan Kepala Divisi Penilai
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.