Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
PT Nusantara Infrastructure Tbk.
Equity Tower 38th Floor, Sudirman Central Business District (SCBD)
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Lot 9, Jakarta 12190 - Indonesia
P : +62 21 515 0100, F : +62 21 515 1221
www.nusantara infrastructure.com
W: www.nantarainfrastructure.com
Laporan Pelaksanaan
Public Expose Tahunan Tahun 2025
PT Nusantara Infrastructure Tbk
A. Pelaksanaan Public Expose
Sehubungan dengan kewajiban PT Nusantara Infrastructure Tbk (“Perseroan”) untuk melaksanakan
Public Expose Tahunan sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E Perihal Perubahan
Peraturan No I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Indonesia Nomor: Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022. Public Expose Tahunan
Tahun 2025 diselenggarakan secara elektronik oleh Perseroan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 3 Desember 2025
Tempat : Live Event melalui Media konferensi video Zoom Webinar.
Waktu : Pukul 14.19 – 15.59 WIB
B. Peserta yang Hadir
Pelaksanaan Public Expose Tahunan tahun 2025 Perseroan dihadiri oleh peserta yaitu :
Perseroan
Secara fisik
• Direksi (Pemberi Presentasi)
- M. Ramdani Basri : Direktur Utama
- Danni Hasan : Direktur
- Ridwan Irawan : Direktur
- Satria Surjati : Direktur
Secara virtual
• Dewan Komisaris
- Jose Ma. K. Lim : Komisaris
- Farid Harianto : Komisaris Independen
• Direksi
- Francis Emmanuel D. Rojas : Direktur
- Marisa V. Conde : Direktur
Perbankan/Investor/Analis/Media/Publik:
Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 74 (tujuh puluh empat) peserta tidak
termasuk manajemen dan karyawan.
Page 2
C. Moderator
- Indah D. P. Pertiwi : Head of Corporate Communication and CSR
D. Penyampaian Materi Public Expose
Kegiatan Public Expose Tahunan Perseroan dilaksanakan secara virtual/elektronik melalui aplikasi
Zoom Cloud Meeting Webinar yang disediakan oleh Perseroan. Pelaksanaan Public Expose
Tahunan Perseroan dibuka pada pukul 14.19 WIB oleh Master of Ceremony (MC) dengan
menjelaskan tata cara atau mekanisme dan maksud dari pelaksanaan Public Expose Tahunan, lalu
dilanjutkan oleh Ibu Indah D. P. Pertiwi selaku Moderator, yang menjelaskan sekilas gambaran
tentang Perseroan dan entitas anak Perseroan dan memandu selama berlangsungnya pelaksanaan
Public Expose Tahunan 2025.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Public Expose Tahunan Perseroan oleh
Bapak Ramdani Basri yang menjelaskan terkait dengan gambaran umum Perseroan dan
perkembangan terkini Perseroan kemudian presentasi dilanjutkan dengan pembahasan terkait
dengan Perkembangan dari unit bisnis oleh Bapak Danni Hasan dan Bapak Ridwan Irawan, terakhir
presentasi diakhiri dengan pembahasan terkait Kinerja Keuangan dilakukan oleh Bapak Satria
Surjati.
Adapun materi yang dipaparkan secara rinci dijelaskan sebagai berikut:
• Perkembangan Terkini Perseroan, yang mencakup:
− Penawaran Tender Sukarela (PTS)
− Struktur Perseroan
− Penghargaan, Standar dan Inisiatif Keberlanjutan
• Perkembangan Terkait Unit Bisnis
− Sektor Jalan Tol
− Sektor Utilitas: Air Bersih dan Energi Terbarukan
− Proyek JORR-Elevated
• Kinerja Keuangan
E. Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban
Setelah pemaparan presentasi oleh Bapak Ramdani Basri, Bapak Danni Hasan, Bapak Ridwan
Irawan, dan Bapak Satria Surjati, Moderator membuka sesi tanya jawab. Pertanyaan disampaikan
oleh peserta melalui chat box/fitur tanya jawab yang terdapat pada aplikasi Zoom kemudian
dibacakan oleh Moderator dan dijawab oleh Direksi Perseroan.
Berikut pertanyaan yang diajukan oleh peserta Public Expose Tahunan beserta penjelasan dari
Direksi:
1. Aldebaran Martimo Harli_(Investor)
Pertanyaan
Dalam materi paparan publik, Perseroan memaparkan banyak rencana pengembangan proyek
dan membuat saya ingin menjadi salah satu pemegang saham Perseroan secara tertutup
Page 3
setelah masa tender sukarela. Untuk itu dapatkah saya diberikan kesempatan membeli saham
Perseroan secara tertutup? Mohon informasi lebih lanjut agar segera diproses.
Jawaban:
(Bp. Ramdani Basri – Direktur Utama)
Bapak Ramdani menjelaskan bahwa langkah Perseroan selanjutnya setelah Go Private akan
didiskusikan kemudian dengan pemegang saham mayoritas. Sehingga Perseroan belum dapat
menjawab lebih lanjut untuk pertanyaan ini.
2. Djoko Sudjono_(Publik)
Pertanyaan
Sehubungan dengan musibah banjir dan longsor di Aceh, Sumut & Padang, apakah ada
menyebabkan kerusakan ataupun gangguan operasi pada kondisi pembangkit listrik dan air
bersih yang ada di sana? Jika ada, kapan kira-kira operasionalnya bisa normal kembali?
Jawaban:
(B. Ramdani Basri – Direktur Utama)
Sejauh ini tidak terdapat kerusakan pada aset Perseroan yang terletak di Sumatera Utara,
karena letak lokasinya berada di dataran tinggi. Penjelasan lebih lanjut akan dibantu oleh Bapak
Ridwan terkait dengan status dan kondisi saat ini.
(Bp. Ridwan Irawan – Direktur)
Perseroan saat ini memiliki dua aset di Sumatera Utara yaitu satu Pembangkit Listrik di Lau
Gunung dan satu instalasi air bersih yang terletak di Kawasan Industri Medan (KIM). Pembangkit
Perseroan aman, sehingga tidak terdapat gangguan atau kerusakan kegiatan operasional tetap
berjalan dengan baik. Sementara untuk Water Treatment Plant (WTP) Perseroan yang terletak
di Medan, hanya terdapat sedikit gangguan yang disebabkan oleh akses karyawan yang terbatas
diakibatkan oleh banjir, sehingga gangguan yang terjadi hanya diakibatkan karena akses ke
WTP, namun secara umum kegiatan operasional keduanya berjalan dengan lancar dan baik.
3. Hilda Alexander_(Media Kompas)
Pertanyaan
a. Dalam menghadapi kenaikan biaya operasional, khususnya biaya pemeliharaan
infrastruktur yang menua, langkah efisiensi konkret apa yang telah diimplementasikan, dan
bagaimana target peningkatan Operating Profit Margin (OPM) dalam satu tahun fiskal ke
depan
b. Debt-to-Equity Ratio (DER) dan Net Debt-to-EBITDA merupakan metrik kunci. Mengingat
sifat industri padat modal, bagaimana strategi NI untuk mengoptimalkan struktur
permodalan (terutama dalam penarikan utang baru) sambil menjaga rasio kemampuan
bayar utang (DSCR) tetap sehat, terutama di tengah potensi kenaikan suku bunga?
Page 4
Jawaban: (Bp. Danni Hasan – Direktur) Pertama, terkait dengan Operational Expense (OPEX), jika tidak dilakukan manajemen yang baik, maka mungkin terjadi kenaikan. Misalnya dari sisi manpower, yang disebabkan oleh kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), di sisi lain, dari segi material, terdapat materials yang didenominasi oleh mata uang US Dollar, sehingga keduanya menyebabkan kenaikan. Sebagai langkah preventif, Perseroan telah mempersiapkan rencana jangka panjang 5 (lima) tahun (2025-2030), yang akan dijadikan sebagai pondasi dan underlying untuk menggerakan Perseroan di masa yang akan datang. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa saat ini kondisi geopolitik sedang tidak baik-baik saja, maka dari itu Perseroan harus terus siaga dari sisi pengelolaan atau pengoperasian dan maintenance, strategi Perseroan adalah meningkatkan competitive advantage, yang mana Perseroan senantiasa menggunakan advanced technology dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang lebih maju dan berpengalaman dalam hal mengelola dan maintenance by Capital Expenditure (CAPEX) maupun OPEX. Saat ini sudah terlihat dampak dan hasil, kendati terjadi lonjakan biaya material, machineries, manpower dan sebagainya, Perseroan dengan 3 pilar strategis yaitu planing, methodology, and quality price analysis, Perseroan berhasil menahan kenaikan biaya operasi secara umum, dan hal tersebut dapat dilihat dari EBITDA margin Perseroan yang masih tinggi. Apabila diuraikan di sektor jalan tol, PT Margautama Nusantara (MUN), masih membukukan EBITDA margin sampai dengan 80,5%, sehingga kenaikan daripada kenaikan pada biaya material dan maintenance atau OPEX. Bahkan, dapat dilihat juga dengan masih adanya peningkatan pada EBITDA margin. Demikian pula dengan investment company seperti PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB), PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), dan PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang mana sampai dengan September 2025, membukukan EBITDA margin sebesar 83%-84%. Kemudian dapat ditekankan bahwa program kerja yang telah dilakukan oleh Perseroan serta efisiensi control, berhasil. Kedua, terkait dengan Debt-to-Equity (DER), sebagaimana dijelaskan dalam presentasi sebelumnya sangatlah rendah, yaitu 0,12x, on basis of interest bearing liabilities, dan sejauh ini dalam industri infrastruktur ini masih paling rendah. (Bp. Satria Surjati – Direktur) Bahkan lebih rendah lagi dari yang sebelumnya disampaikan oleh Pak Danni yaitu sebesar 0,09x, untuk DER Perseroan di tahun 2025. Sebagaimana disampaikan juga, bahwa Perseroan dapat dinilai cukup sehat, hal tersebut dapat dicapai karena Perseroan terus melakukan efisiensi untuk meningkatkan EBITDA, kemudian Perseroan juga terus berusaha menekan interest dengan melakukan negosiasi untuk memastikan bahwa pembayaran baik principal maupun interest dapat direncanakan dengan baik sehingga tidak mempengaruhi cash flow Perseroan.
Page 5
(Bp. Ridwan Irawan – Direktur)
Upaya Perseroan dalam menjaga Operating Margin, khususnya biaya pemeliharaan,
Perseroan melalui bisnis utilitasnya, sektor pengelolaan air dan energi terbarukan, telah
melakukan digitalisasi. Pada sektor pengelolaan air, Perseroan telah mengembangkan
software, Aguadigi, yang saat ini dipakai untuk keperluan internal, kemudian nantinya akan
dipasarkan kepada pihak ketiga, yaitu perusahaan-perusahaan yang memiliki WTP.
Kemudian untuk sektor energi terbarukan, Perseroan secara internal telah
mengembangkan sebuah software yang dinamakan Promis, yang pada intinya, digunakan
untuk memantau pemeliharaan baik secara preventive maupun corrective. Karena dalam
hal pembangkit listrik bertenaga air (hydro) ini biaya yang cukup besar, selain pada biaya
tenaga kerja, yaitu biaya spare part and maintenance. Maka dari itu, kemudian dilakukan
analisa dan perbaikan terhadap program pemeliharaan baik secara preventive maupun
corrective agar dapat terjadwal dengan baik, yang mana tujuannya yaitu untuk
meminimalisir biaya corrective maintenance untuk meminimalisir terjadinya unscheduled
shut down. Dengan keberhasilan Perseroan untuk meminimalisir unscheduled shut down,
tentunya waktu yang dapat digunakan untuk beroperasi tetap terjaga, produksi tetap terjada
dan harapannya dapat ditingkatkan.
Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, pernah terjadi penurunan yang
signifikan, sehingga setelah dilakukan digitalisasi, tingkat unscheduled shut down menjadi
lebih rendah. Kemudian, software ini akan dikembangkan dengan mengintegrasikan
dengan sistem operasional lalu dapat dipasarkan kepada pihak ketiga yang merupakan
pembangkit listrik lain.
c. Apakah bisnis jalan tol masih prospektif menurut NI?
d. Bagaimana progress Tol JORR Elevated II?
e. Apa future plans yang akan direalisasikan tahun depan? Berapa CAPEX yg disiapkan?
Untuk apa saja?
Jawaban:
(Bp. Ramdani Basri – Direktur Utama)
Secara garis besar kebutuhan akan infrastruktur di Indonesia masih sangat lebih besar dari
perkiraan. Budget pemerintah saat ini ternilai sangat minim sehingga peran dari perusahaan
swasta menjadi sangat dominan ke depannya. Hal ini dapat dijadikan sebagai peluang bagi
perusahaan-perusahaan swasta, untuk dapat mengembangkan bisnis jalan tol di Indonesia.
Maka dari itu, kedepannya Perseroan dapat menerka akan lebih banyak peluang-peluang bisnis
yang dapat digarap untuk dikembangkan, selain, Perseroan juga menyadari bahwa situasi
politik, ekonomi serta budget di Indonesia yang sedikit dilakukan efisiensi dari segala bidang,
yang merupakan salah satu peluang yang baik bagi Perseroan untuk melakukan ekspansi di
masa mendatang. Demikian gambaran garis besarnya.
(Bp. Satria Surjati – Direktur)
Tentunya Perseroan tidak berhenti untuk melakukan ekspansi, sebagaimana dijabarkan oleh
Pak Danni, yang mana saat ini terdapat proyek di segmen jalan tol, yang mana Perseroan akan
Page 6
berusaha untuk mempersiapkan CAPEX yang cukup untuk membiayai proyek tersebut. Dengan
operating income, EBITDA yang cukup, Perseroan akan terus berupaya untuk menjaga prospek
kedapannya berjalan dengan baik dan akan mempersiapkan CAPEX selanjutnya.
f. adakah perluasan kapasitas proyek renewable energy dan sektor air bersih 2026?
Jawaban:
(Bp. Ridwann Irawan – Direktur)
Saat ini Perseroan berfokus pada optimalisasi. Untuk sektor pengelolaan air, PT Dain Celicani
Cemerlang (DCC) utilisasi kapasitas lebih dari 80%, dan PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK)
berkisar 60%, sehingga saat ini Perseroan berfokus untuk optimalisasi kapasitas produksi dan
disaat yang sama Perseroan juga terus memantau kesempatan untuk mengembangkan sektor
pengelolaan air yang potensinya sangat besar dan sangat dibutuhkan untuk Indonesia, yang
mana ketersediaan air bersih yang sangat terbatas dan penggunaan air bawah tanah yang masih
dominan sehingga perlu pengembangan lebih lanjut. Perseroan senantiasa mengikuti
perkembangan, sehingga pada saat waktu yang tepat dengan persetujuan dari pemegang
saham, akan disampaikan apabila terdapat proyek yang telah memasuki tahapan yang perlu
disclosure kepada pemegang saham.
Selanjutnya untuk energi terbarukan, fokus Perseroan masih di hydro, Perseroan masih ada satu
proyek di Sulawasi Barat sebesar 28 Mega-watt, yang mana saat ini masih menunggu jadwal
lelang yang nantinya akan ditetapkan oleh PLN. Secepatnya, setelah lelang tersebut dimulai,
maka Perseroan akan ikut berpartisipasi dan apabila hasil lelang tersebut diumumkan,
Perseroan akan menyampaikan informasi tersebut kepada pemegang saham.
4. M. Daelami_(Publik)
a. Bagaimana nasib pemegang saham yang belum berpartisipasi pada PTS? Apakah
Perseroan akan melanjutkan perpanjangan kembali periode PTS?
b. Bagaimana potensi META untuk relisting?
c. Apakah dalam waktu dekat META akan melakukan akuisisi kembali jalan-jalan tol milik plat
merah, jika iya, jalan tol mana yang dinilai cukup potensial untuk masuk portofolio
Perseroan?
Jawaban:
(Bp. Ramdani Basri – Direksi)
Untuk relisting, saat ini Perseroan masih dalam proses untuk go private, maka proses ini akan
diselesaikan terlebih dahulu, kemudian mungkin akan dibuat rencana selanjutnya, karena proses
go private ini belum selesai. Kemudian pemegang saham yang belum berpartisipasi, akan
kembali dibicarakan, karena sebelumnya sudah diberikan kesempatan sebanyak tiga kali,
namun mungkin dapat dibicarakan dengan sekuritas untuk kemudian sekuritas bisa
menyampaikan kepada sekretaris perusahaan Perseroan.
Page 7
Kemudian, apakah akan ada akuisisi-akusisi mungkin. Satu hal, Perseroan sebagai perusahaan
publik, akan menyampaikan kepada publik, namun ada beberapa hal yang tidak dapat
didahulukan sebelum Perseroan melakukan kajian dan action. Sehingga, apabila dikemudian
terdapat corporate action dari Perseroan akan kami sampaikan kepada pemegang saham, analis
dan media.
Demikian Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan 2025 Perseroan dibuat.
Page 8
Dokumentasi Public Expose Tahunan Tahun 2025
PT Nusantara Infrastructure Tbk
Names mentioned 20 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Indah D. P. Pertiwi
p.2
unresolved
person
Danni Hasan
p.2 ×3
unresolved
person
Ridwan Irawan
p.2 ×4
unresolved
person
Satria Surjati. Adapun
p.2 ×8
unresolved
person
Ramdani
p.3
unresolved
org
PT Jakarta Lingkar Baratsatu
p.4
unresolved
person
Danni
p.4 ×2
unresolved
person
Ridwann Irawan
p.6
unresolved
org
PT Dain Celicani Cemerlang
p.6
unresolved
org
PT Sarana Catur Tirta Kelola
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.