Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 1
Page 1
7 MACRO ECONOMICS
jumat, 31 juli 2026
DBH Belum Cair Ganggu Pengelolaan APBD
Total Kurang Bayar DBH Total Lebih Bayar DBH Total Kurang Bayar DBH setelah
JAKARTA, ID – Pemerintah daerah (pemda) menghadapi kesulitan dalam sampai dengan Tahun Anggaran 2024 sampai dengan Tahun Anggaran 2024 Dikurangi
Total Lebih Bayar DBH
pengelolaan anggaran. Salah satu penyebabnya, pemerintah pusat belum Rp 83.587.272.319.000
terdiri atas:
Rp 13.327.551.000
terdiri atas:
Rp 70.259.315.768.000
Rincian:
mencairkan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2024 Kurang Bayar DBH Pajak
Rp 43.301.222.962.000
Lebih Bayar DBH Pajak
Rp1.266.561.661.000
31 provinsi
317 kabupaten
sebesar Rp70,2 triliun. Dana tersebut belum tersalurkan ke Kurang Bayar DBH SDH Lebih Bayar DBH SDA
Rp9.669.336.400.000
83 kota
Rp 40.286.049.357.000
431 pemerintah daerah (pemda). Lebih Bayar DBH Sawit
Rp2.392.058.490.000 SUMBER: KEMENTERIAN
DALAM NEGERI
Oleh Arnoldus Kristianus DBH setelah Peraturan Men-
teri Keuangan diterbitkan.
strategis nasional di daerah,”
pungkas Bursah.
Kalau (DBH) ini dibayar-
kan maka P3K ini sebagian
bayar, total kewajiban ber-
sih pemerintah menjadi
SUN LIFE melalui penambahan Dana
tetap mengalami kekuran-
Alokasi Umum (DAU). Hal
gan karena tidak memiliki
3 kolom X 200mm
K
Lalu, pentingnya mencipta- Pada kesempatan itu, Men- besar daerah ini beres. Kecuali, sekitar Rp70 triliun. tersebut sudah direstui
DBH maka pemerintah
etua Umum Asosiasi kan DBH sawit yang lebih teri Dalam Negeri Tito Karna- daerah-daerah itu tidak memi- Tito mengatakan oleh Menteri Keuangan
akan memberikan tam-
Pemerintah Kabu-
paten Seluruh Indo-
berpihak pada daerah peng-
hasil buat penyesuaian DBH
vian mengatakan, berdasar-
kan data Kementerian Dalam
liki DBH atau mengalami DBH
kurang bayar,” tutur Tito.
bahwa untuk daerah yang BW Purbaya Yudhi Sadewa.
bahan pendanaan (top up)
nesia (Apkasi) Bur- kurang baik secara penuh dan Negeri (Kemendagri) tercatat Adapun DBH kurang bayar
sah Zarnubi menga- tepat. Saat ini kepala daerah DBH yang belum dicairkan sebesar Rp83,5 triliun lalu
takan, penyaluran DBH sering menghadapi dilema, karena untuk 431 pemda tersebut dikurangi lebih bayar sebesar
tertunda padahal merupakan di satu sisi harus melakukan terdiri atas31 provinsi, 317 Rp13,3 triliun. Bila dirinci DBH
hak dari pemda. Dalam hal pembangunan daerah tetapi kabupaten, 83 kota. kurang bayar senilai Rp83,5 tri-
ini belum ada komunikasi an- di sisi lain terjadi keterbatasan Bila dana tersebut disalur- liun terbagi dalam kurang ba-
tara pemerintah pusat dengan fiskal. Pemda mengalami pe- kan, jelas Mendagri, dihara- yar DBH pajak sebesar Rp43,3
pemda terkait penyaluran DBH. motongan dan diwajibkan pkan memberikan sokongan triliun dan DBH Sumber Daya
“Bahkan, kami tidak tahu melakukan efisiensi anggaran. terhadap keuangan pemda. Alam (SDA) senilai Rp40,2 tri- PENGUMUMAN PEMISAHAN UNIT USAHA
sama sekali. Tidak pernah diajak “Untuk itu, kami memohon Apalagi saat ini banyak pemda liun. Sedangkan DBH lebih ba- SYARIAH PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA
berunding, tidak pernah diajak pada tahun 2027 nanti tidak ada yang sedang mengalami kesuli- yar meliputi DBH pajak Rp1,2
berdiskusi. Bagaimana rumu- lagi pemotongan anggaran agar tan membayarkan gaji Pegawai triliun, DBH SDA Rp9,6 triliun,
san DBH ini, sehingga meng- kami dapat leluasa memperce- Pemerintah dengan Perjanjian dan DBH sawit Rp2,3 triliun.
hasilkan fiskal yang adil untuk pat pembangunan infrastruktur Kerja (P3K) karena adanya Setelah diperhitungkan dengan PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life Indonesia”) dengan
di daerah. Baik adil bagi pusat, dan meningkatkan pelayanan pengurangan alokasi Transfer mekanisme saling mengurangi bangga mengumumkan tonggak strategis dalam misinya untuk
adil juga bagi daerah. Pen- publik serta mendukung proyek ke Daerah (TKD). antara kurang bayar dan lebih memperluas dan meningkatkan layanan perlindungan finansial
yaluran DBH belum dengan prinsip Syariah. Sun Life Indonesia akan melakukan
memberikan kepastian pemisahan Unit Usaha Syariah (“UUS”) dengan melakukan
waktu dan jumlah,” pengalihan portofolio kepesertaan, termasuk pengalihan data
kata Bursah dalam nasabah dari UUS Sun Life Indonesia kepada PT Sun Life
rapat kerja dengan
Komisi II Dewan Per-
Financial Syariah Indonesia (“Sun Life Syariah”) yang telah
wakilan Rakyat (DPR) sah berdiri sebagai badan hukum dan telah memperoleh
di Gedung DPR pada persetujuan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
Kamis (30/7/2026). pada tanggal 22 Juli 2026.
Bursah yang juga
Bupati Lahat menga- Sebagai bagian dari proses pemisahan tersebut, Sun Life
takan, formula DBH Indonesia akan mengajukan permohonan kepada OJK untuk
sawit belum mem- mendapatkan persetujuan pengalihan portofolio kepesertaan
berikan kontribusi
terhadap str uktur beserta data pribadi nasabah UUS Sun Life Indonesia yang
penerimaan dalam terkait direncanakan untuk dialihkan kepada Sun Life Syariah.
Anggaran Pendapatan Sun Life Indonesia berkomitmen pada transparansi dan akan
dan Belanja Daerah senantiasa memberikan informasi dan pelayanan terbaik
(APBD). Bahkan, DBH kepada nasabah pada setiap tahap dan proses pemisahan
kurang bayar pun UUS ini, serta menjalankan seluruh proses pemisahan UUS
masih dibayarkan se- sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang
cara bertahap. Kondisi IST berlaku.
tersebut berimbas Bank BSN Kian Tak Terbendung, Pangsa Pasar KPR Subsidi Tembus 24%
p ad a p e n g g u n a a n
keuangan daerah. “Ka- Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor dan Direktur Consumer Banking Bank BSN Pemisahan UUS ini menandai babak baru yang penting bagi
dang-kadang asumsi Mochamad Yut Penta mengunjungi booth Bank BSN di sela acara Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Sun Life Indonesia dan industri layanan finansial Syariah di
kita sekian tiba-tiba Perumahan Sebesar Rp880 Miliar di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Bank BSN menegaskan komitmennya Indonesia, serta membuka peluang untuk solusi inovatif yang
dalam mendukung Program Perumahan Nasional melalui penyaluran pembiayaan KPR Subsidi kepada sekitar 5.100
DBH tertunda lagi. sesuai dengan prinsip Syariah dan kebutuhan unik nasabah
Ja d i m e n g g a n g g u nasabah senilai total pembiayaan mencapai Rp850 miliar yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jaringan kantor
Bank BSN di Indonesia. Dengan dukungan ekosistem yang kuat bersama lebih dari 4.000 developer dan 3.000 notaris Indonesia.
penetapan APBD. Ini
juga keluhan semua di seluruh Indonesia, Bank BSN terus memperluas akses pembiayaan rumah berbasis syariah bagi pekerja formal,
kepala daerah,” terang pekerja informal, pelaku UMKM, hingga masyarakat berpenghasilan rendah. Kepercayaan masyarakat mengantarkan
bank syariah beraset terbesar kedua di Indonesia ini meraih pangsa pasar sekitar 24% dalam penyaluran KPR Subsidi Hormat kami,
Bursah. PT Sun Life Financial Indonesia
Berkaitan itu, Ap- menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan inklusif.
kasi mengusulkan
tiga hal. Pertama, di-
lakukan penyempur-
naan tata kelola dan
rekonsiliasi data DBH.
Kedua, kepastian pen-
yaluran DBH setelah
diterbitkan Peraturan LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Menteri Keuangan. Tanggal 30 Juni 2026 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026
(disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ketiga, penyempur- Untuk periode enam bulan yang Untuk periode enam bulan yang
naan formula DBH 30 Juni 2026
(Tidak Diaudit)
31 Desember 2025
(Diaudit)
berakhir pada tanggal 30 Juni
2026 2025
berakhir pada tanggal 30 Juni
2026 2025
sawit yang lebih ber- PENDAPATAN
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
ASET
pihak kepada daerah Kas dan setara kas 97.429 172.515 Pendapatan pembiayaan konsumen 489.524 408.180 Penerimaan kas dari:
Pembiayaan konsumen 13.062.713 12.203.094
Pendapatan sewa pembiayaan 160.955 143.227
penghasil. “Kami in- Piutang sewa pembiayaan
Pihak berelasi - setelah dikurangi pendapatan sewa pembiayaan Pendapatan sewa ijarah - neto 669 507
Sewa pembiayaan
Sewa ijarah
1.563.586
3.179
1.516.358
4.041
belum diakui sebesar Rp1.342 dan Rp1.932 masing-masing
gin sekali, perlu ada pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 5.247 6.793 Pendapatan bunga
Pendapatan lain-lain
856
44.490
953
13.608
Penerimaan dari pendapatan
denda keterlambatan
Pihak ketiga - setelah dikurangi pendapatan sewa pembiayaan
payung hukum agar belum diakui dan pendapatan dan beban ditangguhkan sebesar
Rp235.120 dan Rp260.063 masing-masing pada tanggal-tanggal TOTAL PENDAPATAN 696.494 566.475
dan pelunasan dipercepat
Pendapatan bunga
43.301
547
34.159
763
ada keadilan dari peng- 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Total piutang sewa pembiayaan
2.582.366
2.587.613
2.655.904
2.662.697 BEBAN
(Pengeluaran)/Penerimaan kas sehubungan
dengan pembiayaan bersama-neto - (24)
hasil sawit itu untuk Cadangan kerugian penurunan nilai (27.691) (23.068) Beban pendanaan
Beban tenaga kerja
119.624
93.136
111.235
84.551
Pembayaran kas untuk transaksi
pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan (7.093.886) (5.316.809)
Neto 2.559.922 2.639.629
PAD (Pendapatan Asli Piutang pembiayaan konsumen
Pihak berelasi - setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen
Beban pemasaran 8.391 7.394 Pembayaran kas untuk dealer
Pembelian aset tetap ijarah
(7.114.224)
(2.035)
(6.858.625)
(3.560)
Beban kerugian penurunan nilai 44.426 42.390
Daerah) di daerah,” belum diakui sebesar Rp2.035 dan Rp2.819 masing-masing
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 12.356 15.300 Beban penyusutan aset tetap 3.860 3.341
Pembayaran bunga
Pembayaran beban umum dan administrasi
(122.183)
(191.080)
(108.742)
(188.128)
tutur Bursah. Pihak ketiga - setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen
belum diakui dan pendapatan dan beban ditangguhkan
Beban amortisasi aset hak guna
Beban provisi dan komisi
1.501
1.256
1.696
1.043
Pembayaran pajak penghasilan badan (29.173) (28.819)
Dia mengatakan sebesar Rp1.944.725 dan Rp1.941.860 masing-masing
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 6.018.172 5.786.026 Kerugian transaksi mata uang asing (754 ) (74) Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 120.745 1.253.708
Beban lain-lain 30.956 33.337
ada ketidakadilan ke- Total piutang pembiayaan konsumen
Cadangan kerugian penurunan nilai
6.030.528
(46.654)
5.801.326
(36.829) TOTAL BEBAN 302.396 284.913
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap 142 170
tika daerah penghasil Neto
Piutang lain-lain
5.983.874 5.764.497
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK PENGHASILAN 394.098 281.562
Pembelian aset tetap
Penambahan aset hak guna
(3.828)
(589 )
(1.651)
(1.249 )
kelapa sawit yang se- Pihak ketiga
Cadangan kerugian penurunan nilai
39.492
(110)
8.860
(185) Beban pajak final (171) (191)
Penerimaan dividen - -
harusnya memiliki Neto 39.382 8.675
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 393.927 281.371
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (4.275) (2.730)
Aset diperoleh untuk Ijarah – setelah dikurangi akumulasi
tingkat kesejahteraan penyusutan sebesar Rp7.975 dan Rp5.464 masing-masing
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 10.388 11.332 BEBAN PAJAK PENGHASILAN (85.616) (62.446)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank 550.000 1.350.000
tinggi, tetapi malah Investasi dalam saham 159.504 159.504
LABA PERIODE BERJALAN 308.311 218.925
Penerimaan dari penerbitan obligasi
Pembayaran utang bank
-
(741.667) (1.616.667)
-
Beban dibayar dimuka dan uang muka 29.589 25.633
memiliki jumlah pen- Pajak dibayar dimuka 65.480 - Penghasilan komprehensif lain
Pelunasan obligasi
Pembayaran dividen
-
-
(800.000)
(158.250)
Aset pajak tangguhan - neto 13.601 15.950
duduk miskin tinggi. Aset tetap dan Aset Hak Guna-setelah dikurangi total akumulasi Pos yang tidak akan direklasifikasi ke Penghasilan:
Pembayaran biaya penerbitan obligasi (649) -
penyusutan Aset tetap sebesar Rp83.916 dan Rp81.135 Kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan (192.316) (1.224.917)
Yang menikmati man- masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
Keuntungan aktuarial atas liabilitas imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait dengan komponen
- -
dan akumulasi amortisasi aset hak guna sebesar Rp11.585 dan DAMPAK NETO PERUBAHAN
faat ekonomi dari Rp10.084 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026
dan 31 Desember 2025 54.713 55.703
pendapatan komprehensif lainnya - - NILAI TUKAR ATAS KAS DAN BANK 687 47
kelapa sawit malah Aset lain-lain
TOTAL ASET
56.885
9.070.767
44.260
8.897.698
Laba komprehensif lainnya - setelah pajak - - KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (75.159) 26.108
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 172.631 48.614
perusahaan pengel- LIABILITAS DAN EKUITAS TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 97.472 74.722
LIABILITAS PERIODE BERJALAN 308.311 218.925
ola yang beroperasi di Utang bank KAS DAN BANK TERDIRI DARI:
Pihak berelasi - -
perusahaan tersebut. Pihak ketiga 2.809.028 3.000.695 LABA PER SAHAM DASAR
(Dinyatakan dalam nilai penuh Rupiah) 9.525 6.763
Kas
Bank
470
97.002
470
74.252
Total utang bank 2.809.028 3.000.695
“Rasanya sangat tidak Utang dealer 133.248 144.087 TOTAL 97.472 74.722
Utang pajak 98.499 41.290
adil. Di daerah kelapa Utang lain-lain
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM Catatan:
Pihak berelasi 15.058 10.643 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026
sawit itu kemiskinan Pihak ketiga 92.716 75.394
(disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. Informasi keuangan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (tidak
Total utang lain-lain 107.774 86.037 diaudit).
yang sudah akumula- Beban akrual Keuntungan /
Pihak berelasi 416 416 2. Informasi keuangan di atas diambil dari laporan keuangan PT Maybank Indonesia Finance (“Perusahaan”)
tif sekali. Mereka jadi Pihak ketiga 56.513 69.518 Modal
(Kerugian)
Aktuarial
Saldo Laba
pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut, yang disusun oleh
Total beban akrual 56.929 69.934 Ditempatkan Atas Liabilitas
penonton bagi orang- Utang obligasi - neto dan
Disetor Penuh
Imbalan Kerja
Karyawan
Ditentukan
Penggunaannya
Belum
manajemen Perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah diaudit oleh
Ditentukan
Purwanto Susanti & Surja (“PSS”) (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen,
Pihak berelasi 76.883 76.858 Penggunaannya Total Ekuitas
orang pemilik sawit Pihak ketiga 1.171.215 1.170.643 berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, dengan opini audit tanpa
Total utang obligasi 1.248.098 1.247.501 Saldo tanggal 31 Desember 2024 32.370 901 6.500 3.935.346 3.975.117 modifikasian, sebagaimana tercantum dalam laporannya tanggal 24 Februari 2026 yang tidak tercantum
di daerah. Khususnya Liabilitas imbalan kerja 27.736 27.010 dalam publikasi ini. Informasi keuangan tersebut di atas tidak mencakup catatan atas laporan keuangan.
Dividen - - - (158.250) (158.250)
kami penghasil sawit TOTAL LIABILITAS 4.481.312 4.616.554
Laba periode berjalan Juni 2025 - - - 218.925 218.925
3. Laba per saham dasar dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun
EKUITAS berjalan.
tapi jadi penonton di Modal saham - nilai nominal Rp1.000 (nilai penuh) per saham.
Modal dasar - 60.000.000 lembar saham. Saldo tanggal 30 Juni 2025 32.370 901 6.500 3.996.021 4.035.792
sekitar sawit banyak Modal ditempatkan dan disetor penuh - 32.370.000 lembar saham
Keuntungan aktuarial atas liabilitas
32.370 32.370
imbalan kerja - setelah pajak tangguhan 2.728 2.728 Saldo tanggal 31 Desember 2025 32.370 2.728 6.500 4.239.546 4.281.144
terjadi kemiskinan,” Saldo Laba
Ditentukan penggunaannya 6.500 6.500
Jakarta, 30 Juli 2026
Dividen - - - - -
terang dia Belum ditentukan penggunaannya 4.547.857 4.239.546
Laba periode berjalan Juni 2026 - - - 308.311 308.311
PT MAYBANK INDONESIA FINANCE
TOTAL EKUITAS 4.589.455 4.281.144
Apkasi mendorong Direksi
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 9.070.767 8.897.698 Saldo tanggal 30 Juni 2026 32.370 2.728 6.500 4.547.857 4.589.455
kepastian penyaluran
INVESTOR DAILY_7 kol x 200 mmkl_31 Juli 2026
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KEMENTERIAN DALAM NEGERI Oleh Arnoldus Kristianus
p.1
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.1 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.1
unresolved
org
PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA
p.1 ×2
unresolved
org
PT Sun Life
p.1
unresolved
org
Bank BSN Kian Tak Terbendung
p.1
unresolved
org
Bank BSN
p.1 ×6
unresolved
org
PT Sun Life Financial Indonesia Berkaitan
p.1
unresolved
org
Young Global Limited
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.