Skip to content
Back to announcement

20260731_MLBI_Penyampaian Bukti Iklan_32116663_lamp2.pdf

Other Text extracted MLBI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
                                                                                                     SWASEMBADA GULA                                                                                                                                                   KAMIS, 30 JULI 2026                              5

                                                                                                                                                                                                                                                              Bangun
                                                                                                                                                                                                                                                              Kemitraan
                                                                                                                                                                                                                                                              dengan
   PEREMAJAAN
 TEBU NASIONAL:
                                                                                                                                                                                                                                                              Petani
     Petani memanggul
tebu saat panen raya di                                                                                                                                                                                                                                       Pemerintah harus mendorong
  Nganjuk, Jawa Timur,                                                                                                                                                                                                                                        penguatan hilirisasi industri gula
    pekan lalu. Menteri                                                                                                                                                                                                                                       agar ketergantungan terhadap
 Pertanian Andi Amran                                                                                                                                                                                                                                         bahan baku impor dapat
 Sulaiman menyatakan                                                                                                                                                                                                                                          dikurangi.
     siap mempercepat
  program peremajaan
  tebu nasional melalui                                                                                                                                                                                                                                       KETUA Dewan Pembina DPP Asosiasi
       modernisasi budi                                                                                                                                                                                                                                       Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI)
     daya, peningkatan                                                                                                                                                                                                                                        HM Arum Sabil menilai penguatan sektor
          produktivitas,                                                                                                                                                                                                                                      pergulaan harus dilakukan secara menye­
     penggunaan benih                                                                                                                                                                                                                                         luruh dengan melibatkan seluruh pelaku
    unggul, mekanisasi                                                                                                                                                                                                                                        industri. Menurutnya, pabrik gula kristal
        pertanian, serta                                                                                                                                                                                                                                      putih (GKP) dan pabrik gula kristal rafinasi
  penguatan kemitraan                                                                                                                                                                                                                                         (GKR) merupakan dua pilar penting yang
         dengan petani                                                                                                                                                                                                                                        harus saling memperkuat dalam mem­
       dan industri gula                                                                                                                                                                                                                                      bangun industri gula nasional. Karena itu,
     demi mewujudkan                                                                                                                                                                                                                                          ia mengusulkan agar pabrik GKR tidak
      swasembada gula                                                                                                                                                                                                                                         hanya berperan mengolah gula mentah
       dalam dua tahun                                                                                                                                                                                                                                        impor untuk kebutuhan industri, tetapi
 sesuai target Presiden                                                                                                                                                                                                                                       juga berinvestasi di sektor hulu melalui
    Prabowo Subianto.                                                                                                                                                                                                                                         pembangunan kebun tebu dan kemitraan
                                                                                                                                                                                                                              ANTARA/MUHAMMAD MADA            dengan petani.




                     Butuh Kerja Keras
                                                                                                                                                                                                                                                                “Pabrik gula rafinasi harus menjadi
                                                                                                                                                                                                                                                              bagian utuh dari mata rantai pergulaan
                                                                                                                                                                                                                                                              nasional dengan ikut membangun kebun
                                                                                                                                                                                                                                                              tebu, memperluas kemitraan bersama
                                                                                                                                                                                                                                                              petani, meningkatkan produktivitas, se­
                                                                                                                                                                                                                                                              kaligus memperkuat fondasi swasembada




                    dari Hulu hingga Hilir
                                                                                                                                                                                                                                                              gula Indonesia,” tutur Arum.
                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam catatannya, kinerja sektor per­
                                                                                                                                                                                                                                                              gulaan nasional menunjukkan tren yang
                                                                                                                                                                                                                                                              semakin positif. Pada 2026, luas areal tebu
                                                                                                                                                                                                                                                              nasional meningkat dari 563.000 hektare
                                                                                                                                                                                                                                                              menjadi 576.537,70 hektare. Produktivitas
                                                                                                                                                                                                                                                              naik dari 69,35 ton per hektare menjadi
                                                                                                                                                                                                                                                              70,87 ton per hektare. Adapun rendemen
• Banyak pabrik gula di                            peningkatan produktivitas di hulu                   TIDAK SEDERHANA                                    “Jadi kita juga harus bicara ten­                  Amran merujuk pada Pasal 43                      meningkat dari 6,83% menjadi 7,45%.
                                                   hingga hilir, serta pemahaman                         Persiapan itu, kata Aditya, terbi­             tang bagaimana mendatangkan                        UU No 39/2014 tentang Perkebun­                      Peningkatan tersebut mendorong
  Indonesia yang sudah                             terhadap kompleksitas rantai                        lang tidak sederhana. Swasemba­                  bahan-bahan yang tidak bisa                        an yang mewajibkan setiap unit                     proyeksi produksi GKP nasional mencapai
  uzur sehingga biaya                              pasok industri gula nasional.                       da gula harus mampu memenuhi                     diproduksi dari perkebunan kita                    pengolahan hasil perke­bunan ber­                  3,044 juta ton pada 2026, naik jika diban­
  produksinya menjadi                                Head of Agriculture Research                      beragam kebutuhan gula, mu­                      sendiri. Ini untuk memenuhi ke­                    bahan baku impor untuk memba­                      dingkan dengan produksi tahun sebelum­
                                                   Center for Indonesian Policy                        lai dari gula kristal putih untuk                butuhan industri, itu juga yang                    ngun kebun sendiri paling lambat                   nya sebesar 2,67 juta ton. Jumlah tersebut
  tidak efisien.                                   Studies (CIPS) Aditya Alta menga­                   konsumsi rumah tangga, gula                      harus diperhatikan,” pungkasnya.                   tiga tahun setelah unit pengolah­                  diperkirakan telah melampaui kebutuhan
• Pemerintah                                       takan, tantangan utama industri                     rafinasi, hingga molases dan gula                                                                   annya beroperasi.                                  gula konsumsi rumah tangga nasional yang
  mengingatkan setiap                              gula nasional masih terletak                        untuk kebutuhan industri. Setiap                 KEBUN TEBU                                                                                            berada di kisaran 2,9 juta ton.
                                                   pada rendahnya produktivitas                        jenis gula tersebut memiliki ting­                 Di kesempatan berbeda, Menteri                   TEGAKKAN ATURAN                                      Meski demikian, kebutuhan gula untuk
  usaha pengolahan gula                            perkebunan tebu maupun pabrik                       kat kemurnian, bahan baku, dan                   Pertanian (Mentan) Andi Amran                        Jauh sebelum undang-undang                       industri makanan dan minuman masih
  wajib memiliki kebun                             gula. Menurutnya, banyak pabrik                     proses produksi yang tidak sama                  Sulaiman menegaskan pemerin­                       itu terbit, kewajiban serupa se­                   berkisar 3,8 juta–3,9 juta ton per tahun.
                                                   gula di Indonesia yang sudah uzur                   sehingga membutuhkan pende­                      tah akan memperkuat produksi                       sungguhnya sudah diatur melalui                    Karena itu, pemerintah harus mendorong
  tebu.                                            sehingga biaya produksinya men­                     katan kebijakan yang berbeda.                    gula nasional sesuai perintah                      peraturan Menteri Pertanian ta­                    penguatan hilirisasi industri gula agar
• Dari 11 perusahaan                               jadi tidak efisien.                                   “Pembuat kebijakan harus me­                   Presiden untuk mempercepat                         hun 2013 yang juga mewajibkan                      ketergantungan terhadap bahan baku
  gula rafinasi, hanya                               “Produktivitas gula kita secara                   nyadari bahwa gula itu tidak se­                 swasembada pangan.                                 pabrik pengolahan gula memiliki                    impor dapat dikurangi sekaligus mening­
                                                   keseluruhan memang masih                            ragam. Supply chain-nya beragam                    Ia kembali menegaskan soal                       kebun tebu sendiri.                                katkan daya saing industri nasional.
  satu perusahaan yang                             rendah, baik dari sisi perkebunan                   dan tidak semuanya memiliki                      kewajiban usaha p engolahan                          Meski demikian, kepatuhan
  memiliki kebun tebu.                             tebunya maupun produktivitas                        rantai yang linear dari tebu, masuk              tebu yang wajib memiliki kebun                     terhadap ketentuan itu selama                      TEBU PETANI
                                                   pabrik gulanya. Banyak pabrik                       ke pabrik gula, lalu menjadi gula,”              tebu. Kewajiban itu, sambungnya,                   bertahun-tahun sangat rendah.                        Sebelumnya, Ketua Komisi VI DPR RI
                                                   gula kita yang sudah beroperasi                     katanya.                                         sejatinya bukan aturan baru, me­                   Dari 11 perusahaan gula rafinasi                   Anggia Erna Rini mendorong pabrik gula
Naufal Zuhdi                                       cukup lama sehingga efisiensinya                      Ia juga menyoroti kebutuhan                    lainkan penegasan kembali atas                     yang beroperasi, hanya satu pe­                    untuk memaksimalkan penyerapan hasil
naufal@mediaindonesia.com                          juga turun dari waktu ke waktu,”                    industri makanan dan minuman                     norma yang sudah ada sejak lama                    rusahaan yang benar-benar patuh                    panen tebu dari petani. Dengan demikian,




P
                                                   ungkap Aditya saat berdiskusi de­                   yang masih bergantung pada                       tapi selama ini longgar dalam                      menjalankan kewajiban memiliki                     peningkatan produktivitas gula berjalan
         E M E R I N TA H m e n a r­               ngan jajaran redaksi Media Group                    bahan baku tertentu yang belum                   penerapannya.                                      kebun tebu sejak aturan terse­                     paralel dengan membaiknya kesejahteraan
         getkan Indonesia dapat                    di Jakarta, kemarin.                                dapat dipenuhi oleh produksi da­                   “Ketentuan wajib kebun ini                       but berlaku pada 2014. Sepuluh                     petani tebu.
         mencapai swasembada                         “Karena itu, target dua tahun                     lam negeri. Beberapa jenis gula in­              sudah ada sejak 2014 melalui Un­                   perusahaan lainnya diduga tidak                      “Jika pabriknya bagus dan produkti­
         gula dalam dua tahun                      yang dipatok pemerintah untuk                       dustri, lanjut dia, berasal dari gula            dang-Undang Perkebunan. Seka­                      memiliki kebun tebu sama sekali,                   vitasnya tinggi, serapan tebu petani juga
ke depan. Target tersebut dinilai                  swasembada gula, kita nilai masuk                   mentah yang tidak sepenuhnya                     rang kita pastikan seluruh pelaku                  meski telah bertahun-tahun me­                     tinggi. Poinnya, kami dari Komisi VI DPR
realistis, tetapi hanya dapat di­                  akal karena banyak hal yang harus                   dapat dihasilkan dari perkebunan                 usaha benar-benar menjalankan­                     nikmati keleluasaan mengimpor                      mendukung industri gula dalam negeri,”
capai apabila dibarengi dengan                     disiapkan,” imbuhnya.                               tebu nasional.                                   nya,” ujar Mentan, kemarin.                        bahan baku. (E-1)                                  tegasnya. (Fal/Ant/E-1)




                                            PT MULTI BINTANG INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK                                                                    PT MULTI BINTANG INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK                          PT MULTI BINTANG INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK
                                                                                                                                                                       LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN                                             LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN                                                                                 KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                                                                                                                                                                                                                                                          UNTUK PERIODE ENAM BULAN
                                                            30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025                                                                                  UNTUK PERIODE ENAM BULAN
                                                                                                                                                                       YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2026 DAN 2025                                       YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026 DAN 2025
                                                 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                                                          (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                   (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

   ASET                                                              31 Desember LIABILITAS DAN EKUITAS                                          31 Desember                                                     2026        2025                                                               2026         2025
                                                      30 Juni 2026       2025                                                     30 Juni 2026       2025
   ASET LANCAR                                                                     LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                    PENJUALAN BERSIH                                 1.719.760   1.471.845   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI:

                                                                                   UTANG USAHA                                                                                                                                           Penerimaan kas dari pelanggan                         1.613.503    1.495.230
   KAS                                                  1.290.928       982.613                                                                                BEBAN POKOK PENJUALAN                            (652.509)   (604.527)
                                                                                     PIHAK KETIGA                                    524.180        287.160                                                                               Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan            (965.927)    (854.782)
                                                                                     PIHAK BERELASI                                    6.158              -    LABA KOTOR                                       1.067.251    867.318
   PIUTANG USAHA                                                                   PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK                        75.000         75.000                                                                              Kas dihasilkan dari operasi                            647.576      640.448
                                                                                   UTANG PAJAK                                                                   Beban penjualan                                (221.006)   (180.453)    Penerimaan bunga                                        11.445       16.769
     PIHAK KETIGA                                         659.590       547.130      PAJAK PENGHASILAN BADAN                          54.433        146.727      Beban umum dan administrasi                    (171.153)   (133.051)
                                                                                     PAJAK-PAJAK LAINNYA                             109.524         46.806                                                                              Pembayaran bunga                                         (5.046)      (5.456)
                                                                                                                                                                 Laba (rugi) selisih kurs - bersih                (3.125)        118
                                                                                   JAMINAN EMBALASI                                  158.558        152.528
     PIHAK BERELASI                                         1.391         1.564                                                                                  Pendapatan lain-lain                                249         623     Pembayaran kas untuk pajak penghasilan                 (249.967)    (270.565)
                                                                                   LIABILITAS DERIVATIF                                    -            256
                                                                                   LIABILITAS SEWA - BAGIAN JANGKA PENDEK             10.249          9.930                                                     (395.035)   (312.763)     Penerimaan pengembalian pajak                                -      15.958
   PERSEDIAAN                                             281.411       201.477    BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
                                                                                     DAN UTANG LAIN-LAIN                           1.858.727      1.261.917    LABA OPERASI                                      672.216     554.555        Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi         404.008      397.154

   KLAIM PENGEMBALIAN PAJAK                                37.984           664    JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                 2.796.829      1.980.324
                                                                                                                                                                Beban keuangan                                    (2.995)     (5.456)
                                                                                   LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                    Pendapatan keuangan                               11.445      16.769    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:
   BEBAN DIBAYAR DIMUKA                                   106.044        46.423                                                                                BEBAN KEUANGAN BERSIH                               8.450      11.313     Perolehan aset tetap dan aset hak-guna                  (90.256)     (84.418)
                                                                                   LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN                         71.907         76.114
   ASET DERIVATIF                                             869           325    LIABILITAS IMBALAN KERJA                           12.745         10.923    LABA SEBELUM PAJAK                                680.666     565.868      Hasil penjualan aset tetap                              2.218             -
                                                                                   LIABILITAS SEWA - BAGIAN JANGKA PANJANG            17.300         21.938
                                                                                                                                                                                                                                            Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi       (88.038)     (84.418)
                                                                                   LIABILITAS JANGKA PANJANG LAINNYA                  10.740          9.397    Beban pajak penghasilan                          (151.443)   (140.080)
   ASET LANCAR LAINNYA                                     34.035        65.847    JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                  112.692        118.372
                                                                                                                                                               LABA                                              529.223     425.788    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN:
   JUMLAH ASET LANCAR                                   2.412.252     1.846.043    JUMLAH LIABILITAS                               2.909.521      2.098.696
                                                                                                                                                                                                                                         Pembayaran dividen tunai                                   (358)    (697.280)
   ASET TIDAK LANCAR                                                               EKUITAS                                                                     JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF                   529.223     425.788     Pembayaran liabilitas sewa                               (7.297)      (7.411)
                                                                                   Modal saham - nilai nominal Rp 10
                                                                                                                                                               JUMLAH LABA BERJALAN YANG DAPAT                                           Penerimaan utang bank jangka pendek                     75.000      250.000
                                                                                     (dalam Rupiah penuh) per saham
   ASET TETAP                                           1.313.216     1.305.836      Modal dasar - 2.107.000.000 saham                                           DIATRIBUSIKAN KEPADA:                                                    Pembayaran utang bank jangka pendek                    (75.000)    (300.000)
                                                                                     Modal dasar ditempatkan dan disetor penuh:                                  Pemilik entitas induk                           529.118     425.750
   ASET HAK-GUNA                                           22.886        27.516      2.107.000.000 saham                              21.070         21.070      Kepentingan nonpengendali                           105          38        Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan        (7.655)   (754.691)
   ASET PAJAK TANGGUHAN                                   180.444       178.421    TAMBAHAN MODAL DISETOR                             19.509         19.509                                                      529.223     425.788
                                                                                   SALDO LABA:
   KLAIM PENGEMBALIAN PAJAK                                71.905        94.919      Ditentukan penggunaannya                             86             76    JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF                                          KENAIKAN (PENURUNAN)
                                                                                     Tidak ditentukan penggunaannya                1.064.087      1.316.676
   GOODWILL                                                11.232              -                                                                                 YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:                                        BERSIH KAS DAN SETARA KAS                              308.315      (441.955)
                                                                                   Ekuitas yang dapat diatribusikan
                                                                                   kepada pemilik entitas induk                    1.104.752      1.357.331      Pemilik entitas induk                           529.118     425.750
   ASET TIDAK LANCAR LAINNYA                                2.892         3.911                                                                                  Kepentingan nonpengendali                           105          38
                                                                                   Kepentingan nonpengendali                             554            619
   JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                             1.602.575     1.610.603                                                                                                                                  529.223     425.788    KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                         982.613     1.055.927
                                                                                   JUMLAH EKUITAS                                  1.105.306      1.357.950

   JUMLAH ASET                                          4.014.827     3.456.646    JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                   4.014.827      3.456.646    Laba dasar per saham dasar (dalam nilai penuh)        251         202    KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                       1.290.928     613.972

  Catatan:                                                                                                                                                                                                                                                             Jakarta, 30 Juli 2026
  Laporan Keuangan Konsolidasian pada dan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 tidak diaudit.                                                                                                                                                             Direksi
                                                                                                                                                                                                                                                              PT MULTI BINTANG INDONESIA TBK


File

File Open PDF
Source IDX
Size1.18 MB
Published31 Jul 2026
Pages1
Characters35,131
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MULTI BINTANG INDONESIA TBK p.1 ×11
unresolved org Menteri Pertanian p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result