Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Notulensi
Public Expose Insidentil PT Fast Food Indonesia Tbk
Jumat, 28 November 2025
Public Expose dibuka pada Pukul 10:00 WIB
1. Muhammad Aksan Putra Sunandar - Investor
a. Dalam rencana penambahan 300 store hingga 2030, berapa komposisi store untuk KFC
dan Taco Bell ?
b. Berapa capex yang dibutuhkan dalam penambahan 1 store, baik store untuk KFC maupun
Taco Bell ?
c. Berapa license fee yang dibayarkan emiten kepada KFC Asia dan Taco Bell Asia per 3Q25?
d. Apakah license fee tersebut ada kemungkinan meningkat dalam lima tahun ke depan?
Tanggapan:
a. Dari total rencana penambahan 300 gerai hingga tahun 2030, mayoritas akan didominasi
oleh KFC, sementara Taco Bell diperkirakan berkontribusi sekitar 5%–10%.
b. Kebutuhan capex bervariasi tergantung tipe gerai:
Freestanding: sekitar Rp10–12 miliar
Inline store: sekitar Rp6–8 miliar
Gerai di mal: sekitar Rp3–6 miliar (tergantung luas area)
Tipe “box”: sekitar Rp2–3 miliar per gerai
c. License fee merupakan biaya awal pembukaan gerai yang berlaku untuk masa
operasional 10 tahun. Saat ini, license fee per gerai berada di kisaran Rp1,1 miliar.
d. Pada saat perpanjangan, license fee biasanya bisa turun hingga 50%. Penyesuaian
kenaikan license fee untuk gerai baru umumnya mengikuti tingkat inflasi dengan kisaran
2%–5% per tahun.
Untuk rencana pembukaan sekitar 20 gerai hingga akhir tahun 2025, total license fee
diperkirakan sekitar Rp20,2 miliar.
Adapun royalty fee ditetapkan sebesar 6,6% dari penjualan kotor bulanan. Dengan target
omzet tahun 2025 sebesar Rp4,9 triliun, besaran royalty mengikuti proyeksi tersebut.
2. Fahmi AB – Bisnis Indonesia
a. Kapan proyeksinya FAST bisa membukukan laba? Seperti apa juga proyeksinya pada 2026?
Apa saja peluang dan tantangannya?
b. Bagaimana proyeksi capex 2026 dan berapa? Untuk apa saja capex itu? Apakah akan
bergeliat ekspansi?
Tanggapan:
a. Berdasarkan proyeksi internal, Perseroan menargetkan pembukuan laba pada tahun
2026. Tantangan utama saat ini adalah melemahnya daya beli masyarakat, peningkatan
pengangguran, serta tekanan pada sektor manufaktur.
1|P a g e
Page 2
Namun demikian, peluang ke depan cukup positif seiring dengan berbagai program
pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk optimalisasi belanja
daerah yang diharapkan dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat.
b. Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan pembukaan sekitar 60 gerai dengan estimasi
rata-rata capex Rp5 miliar per gerai sehingga total capex diperkirakan sekitar Rp300
miliar.
Sumber pendanaan:
30% dari dana internal Perseroan
70% melalui skema kerja sama usaha dengan investor atau landlord dengan
model revenue sharing sebesar 5%–7% dari gross sales.
3. David - Individu Masyarakat
a. Apa penyebab penurunan revenue Perseoran khususnya dibeberapa kuartal terakhir?
Bagaimana strategi Perseroan untuk menjaga kinerja dalam menghadapi daya beli
masyarakat yang sedang melemah?
b. Bagaimana strategi Perseroan menjaga market share terkait dengan persaingan dengan
kompetitor? di samping Mcd, Richeese, A&W dll, saat ini ritel misalnya seperti Family
Mart, Lawson juga sudah memiliki produk khususnya ayam goreng yang secara harga lebih
terjangkau masyarakat saat daya beli melemah seperti saat-saat ini. Apakah kompetitor-
kompetitor khususnya kompetitor lokal (Hisana, Sabana, Rocket Chicken, dll) yang
menjamur ini juga berpengaruh terhadap penurunan pendapatan Perseroan?
Tanggapan:
a. Penurunan pendapatan terjadi terutama pada dua kuartal terakhir tahun 2025.
Perseroan fokus pada dua strategi utama:
Menyediakan produk dengan value proposition yang menarik melalui
promosi berkelanjutan dan peluncuran produk baru mulai pertengahan
Desember hingga menjelang Lebaran dan libur sekolah.
Memperkuat aktivitas promosi melalui media televisi, media sosial, serta
kanal pemasaran lainnya.
b. Dalam menjaga market share, Perseroan mengandalkan tiga pilar utama:
1. Produk berkualitas dengan value kompetitif
2. Pelayanan optimal
3. Penyajian asset yang excellence untuk penguatan aspek pengalaman
pelanggan (customer experience)
Perseroan menyadari intensitas persaingan meningkat, baik dari QSR internasional
(McDonald’s, Richeese, A&W) maupun pemain lokal (Hisana, Sabana, Rocket
Chicken, dan lainnya), namun strategi Perseroan tidak semata-mata berfokus pada
perang harga, melainkan pada diferensiasi nilai yang menyeluruh.
2|P a g e
Page 3
4. Muawwan Daelami – Investore Daily
a. Apakah FAST berencana menggelar aksi fundraising lagi setelah private placement pada
Mei lalu? Bagaimana komitmen dukungan Salim Grup dan Gelael terhadap pemulihan
modal kerja perseroan?
b. Kapan target perseroan bisa mengembalikan ekuitas kembali positif?
c. Izin tanya satu lagi, apakah FAST masih merasakan dampak dari boikot hingga hari ini atau
justru sekarang sudah cenderung lebih cair? Masih terasa di beberapa daerah namun tidak
seaktif spt dulu,
Tanggapan:
a. Komitmen dukungan Salim Grup dan Gelael Grup terhadap pemulihan kerja itu
sangat positif dan sangat kuat, contohnya April tahun lalu mereka melakukan
penambahan modal untuk mendukung perusahaan dan juga kedepannya kami belum
mempunyai rencana untuk melakukan penambahan modal lagi terhadap perusahaan.
b. Ekuitas Perseroan tidak berada pada posisi negatif, namun mengalami penurunan.
Saat ini Perseroan tengah melakukan revaluasi aset, mengingat banyak aset yang
belum direvaluasi selama lebih dari 20 tahun. Dari proses tersebut, Perseroan
memproyeksikan penambahan ekuitas sekitar Rp300 miliar,
c. Dampak boikot masih dirasakan di beberapa wilayah, namun intensitasnya jauh
menurun dibandingkan tahun 2024 dan awal 2025. Saat ini sifatnya lebih sporadis
dan individual, tidak lagi masif seperti sebelumnya..
Public Expose ditutup pada Pukul 10:38 WIB
3|P a g e
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.