Skip to content
Back to announcement

20251202_DMMX_Laporan Informasi dan Fakta Material_31999033_lamp1.pdf

Other Text extracted DMMX

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
Bumilangit Entertainment and MAGMA to Begin Production of Si Buta dari Gua Hantu: Mata
                                     Malaikat




Jakarta, 2 December 2025 – PT Digital Mediatama Maxima Tbk (“DMMX Group”), through its
member PT Bumilangit Entertainment Corpora (“Bumilangit”), together with MAGMA
Entertainment (“MAGMA”), announced the development of the feature film Si Buta dari Gua
Hantu: Mata Malaikat (The Blind Warrior from the Phantom Cave: Angel Eyes) at the 20th Jogja-
NETPAC Asian Film Festival. This initiative reflects DMMX Group’s commitment to supporting
Indonesian character-based intellectual property and strengthening its presence in the broader
creative ecosystem.

Si Buta dari Gua Hantu is an iconic Indonesian martial arts comic character and remains one of
the most frequently adapted heros, with nine films and an 86-episode television series to date.
For this new adaptation, Bumilangit has appointed Charles Gozali as Director and MAGMA as the
production company. Film production will begin in 2026, with a planned theatrical release in
2027. Gozali and MAGMA have already previously released successful action-horror films such
as Qodrat (2022) and Qodrat 2 (2025).

Created by Ganes TH, Si Buta dari Gua Hantu first appeared in 1967 and has since grown into one
of Indonesia’s most recognized legacy IPs, with over 180 comic volumes and a readership of more
than 20 million. The character—A blind martial arts warrior from Banten in the 1870s—journeys
across the archipelago battling criminal forces and oppression. The upcoming film will adapt one
of the most well-known arcs, in which Si Buta confronts his adversary Mata Malaikat, a ruthless
blind crime lord, set against the backdrop of Indonesia under Dutch colonial rule.

Bismarka Kurniawan, Founder and CEO of Bumilangit, said, “This production is an honor for
us. Adapting such a longstanding and beloved Indonesian character into a feature film is a
meaningful opportunity, and we are committed to delivering a film that resonates with audiences
and supports national pride.”

Charles Gozali, Director of Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat and CEO of MAGMA
Entertainment, added, “I started this journey as a director, action director, and even a stuntman
on TV series before stepping into feature films and introducing the trend of horror-action with
Qodrat. Today, MAGMA Entertainment and I are very proud to stand here side by side with
Page 2
Bumilangit to resurrect one of the biggest and most iconic IPs Indonesia has to offer, Si Buta dari
Gua Hantu. To us, this is not just a film, this is part of our dream to preserve, celebrate, and
introduce our legacy of stories to generations to come.”

Budiasto Kusuma, CEO of DMMX Group, stated, “We are delighted to see Bumilangit
collaborating with MAGMA to bring this legendary classic character back to the big screen. We
believe this initiative will add significant value to the DMMX Group platform ecosystem,
particularly by enriching our content offerings and strengthening the AI-powered Smart Retail
Platform ecosystem of DMMX Group.”



                                               ***
Page 3
About Bumilangit

Bumilangit is an IP-based entertainment group with one of Asia’s most extensive libraries of
comic heroes and martial arts characters—over 1,200 in total—including Gundala, Sri Asih,
Godam, and Virgo. The Company focuses on film and animation production, comic publishing,
licensing and merchandising, and digital initiatives, and is a driving force in developing
Indonesia’s local comic-based character industry.

For more information, visit: http://www.bumilangit.com/



About PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX)

PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) is a leading technology company in Indonesia
specializing in cloud-based digital advertising solutions with extensive reach across the retail and
business sectors. The company integrates artificial intelligence (AI) to enhance its services,
enabling the implementation of smart retail and personalized customer interactions. As part of
its global expansion, DMMX has also established strategic partnerships with international
companies.

For more information, visit: www.dmmgroup.id



About Magma Entertainment

MAGMA Entertainment is a film production company that continues the creative legacy of
Garuda Film, founded by the late Hendrick Gozali, a well-renowned Indonesian film producer.
Founded in 2003 by Hendrick Gozali’s successors, Linda Gozali and Charles Gozali, MAGMA has
produced several Indonesian box-office titles, including Qodrat (2022) and its sequel Qodrat 2
(2025), as well as Pemukiman Setan (2024) and Tumbal Darah (2025). MAGMA’s portfolio also
spans drama and comedy, with works such as Sobat Ambyar / The Heartbreak Club for Netflix
(2022), Juara (2016), Nada Untuk Asa (2015), Finding Srimulat (2013), Demi Dewi (2010), and
Rasa (2009).
Page 4
 Bumilangit Entertainment dan MAGMA Mulai Produksi Film Si Buta dari Gua Hantu: Mata
                                    Malaikat




Jakarta, 2 Desember 2025 – PT Digital Mediatama Maxima Tbk (“DMMX Group”), melalui PT
Bumilangit Entertainment Corpora (“Bumilangit”) sebagai salah satu member DMMX Group,
bersama MAGMA Entertainment (“MAGMA”), resmi mengumumkan pengembangan film layar
lebar Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat pada perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival
ke-20. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen DMMX Group dalam mendukung pengembangan
kekayaan intelektual berbasis karakter Indonesia, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di
ekosistem industri kreatif nasional.

Si Buta dari Gua Hantu merupakan karakter komik silat ikonik Indonesia dan menjadi salah satu
tokoh yang paling banyak diadaptasi, dengan total sembilan film dan 86 episode serial televisi
hingga saat ini. Untuk adaptasi terbaru ini, Bumilangit menunjuk Charles Gozali sebagai
Sutradara serta menggandeng MAGMA sebagai rumah produksi. Proses produksi dijadwalkan
dimulai pada 2026, dengan penayangan di bioskop direncanakan pada 2027. Gozali dan MAGMA
sebelumnya juga telah melahirkan film-film action-horror sukses seperti Qodrat (2022) dan
Qodrat 2 (2025).

Diciptakan oleh Ganes TH, Si Buta dari Gua Hantu pertama kali terbit pada 1967 dan berkembang
menjadi salah satu IP legendaris Indonesia, dengan lebih dari 180 volume komik serta total
pembaca yang melebihi 20 juta orang. Tokoh ini—seorang pendekar buta dari Banten pada era
1870-an—melanglang buana untuk menumpas kejahatan dan penindasan. Film mendatang
akan mengadaptasi salah satu arc paling populer, yakni pertarungan Si Buta melawan Mata
Malaikat, seorang penguasa kriminal tunanetra yang kejam, berlatar masa kolonial Belanda.

Bismarka Kurniawan, Founder dan CEO Bumilangit, menyampaikan, “Produksi ini merupakan
sebuah kehormatan bagi kami. Mengadaptasi karakter Indonesia yang begitu legendaris ke
dalam film layar lebar adalah kesempatan yang bermakna, dan kami berkomitmen
menghadirkan karya yang mampu menggugah penonton serta menumbuhkan kebanggaan
nasional.”

Charles Gozali, Sutradara Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat sekaligus CEO MAGMA
Entertainment, menambahkan, “Saya memulai perjalanan ini sebagai sutradara, action
Page 5
director, bahkan stuntman dalam serial televisi sebelum akhirnya masuk ke film layar lebar dan
memperkenalkan tren horror-action lewat Qodrat. Hari ini, MAGMA Entertainment dan saya
sangat bangga dapat berdiri bersama Bumilangit untuk menghidupkan kembali salah satu IP
terbesar dan paling ikonik Indonesia, Si Buta dari Gua Hantu. Bagi kami, ini bukan sekadar film,
melainkan bagian dari mimpi untuk melestarikan, merayakan, dan memperkenalkan warisan
cerita Indonesia kepada generasi mendatang.”

Budiasto Kusuma, CEO DMMX Group, menyampaikan, “Kami senang melihat Bumilangit
bekerja sama dengan MAGMA dalam menghadirkan kembali karakter legendaris klasik ini ke layar
lebar. Kami harapkan melalui inisitaif bisa membawa nilai tambah untuk ekosistem platform
DMMX group terutama dari sisi konten untuk melengkapi ekosistem Platform Ritel Cerdas
berbasis AI dari DMMX group.”



                                              ***
Page 6
Tentang Bumilangit

Bumilangit adalah grup hiburan berbasis IP dengan salah satu koleksi karakter pahlawan komik
dan tokoh bela diri terbesar di Asia—lebih dari 1.200 karakter—termasuk Gundala, Sri Asih,
Godam, dan Virgo. Perusahaan berfokus pada produksi film dan animasi, penerbitan komik,
lisensi dan merchandising, serta inisiatif digital, dan menjadi pendorong utama dalam
pengembangan industri karakter berbasis komik lokal di Indonesia.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai Bumilangit, kunjungi http://www.bumilangit.com/



Tentang PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX)

PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) merupakan perusahaan teknologi terkemuka di
Indonesia yang berspesialisasi dalam solusi periklanan digital berbasis cloud dengan jangkauan
luas di sektor ritel dan bisnis. Perusahaan ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) untuk
meningkatkan layanannya, memungkinkan pengaplikasian ritel cerdas (smart retail) dan
interaksi pelanggan yang dipersonalisasi. Sebagai bagian dari ekspansi globalnya, DMMX juga
menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan internasional.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai DMMX, kunjungi www.dmmgroup.id



Tentang MAGMA Entertainment

MAGMA Entertainment adalah perusahaan produksi film yang meneruskan warisan kreatif
Garuda Film, yang didirikan oleh mendiang Hendrick Gozali, seorang produser film Indonesia
ternama. Berdiri pada tahun 2003 oleh penerus Hendrick Gozali, yakni Linda Gozali dan Charles
Gozali, MAGMA telah memproduksi berbagai film box office Indonesia, termasuk Qodrat (2022)
beserta sekuelnya Qodrat 2 (2025), serta Pemukiman Setan (2024) dan Tumbal Darah (2025).

Portofolio MAGMA juga mencakup genre drama dan komedi, dengan karya-karya seperti Sobat
Ambyar / The Heartbreak Club untuk Netflix (2022), Juara (2016), Nada Untuk Asa (2015), Finding
Srimulat (2013), Demi Dewi (2010), dan Rasa (2009).

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.22 MB
Published2 Dec 2025
Pages6
Characters10,013
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Digital Mediatama Maxima Tbk p.1 ×17
linked person Budiasto Kusuma p.2 ×2
unresolved org PT Bumilangit Entertainment Corpora p.1 ×2
unresolved — Charles Gozali · Director p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result