Skip to content
Back to announcement

20251126_SPRE_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31987913_lamp1.pdf

Other Needs review SPRE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                                                                        Padang 26 November 2025

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Divisi Pencatatan Sektor Riil Indonesia Stock Exchange Building,
Tower I, Lantai 4, Jl. Jend. Sudirman, Kav.52 – 53,
Jakarta 12190, Indonesia.



UP : Direktur Penilaian Perusahaan

Perihal : Penjelasan Tanggapan Perseroan surat Bursa no. S-13368/BEI.PP1/11-2025.

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan surat Bursa no. S-13368/BEI.PP1/11-2025, mengenai :

      1.Laporan Keuangan Tengah Tahun 2025 PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (Perseroan) yang
      disampaikan tanggal 30 Juli 2025;

      2.Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perseroan per 30 Juni 2025 yang
      disampaikan tanggal 15 Juli 2025; dan

      3.Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Perseroan per 30 September 2025 yang disampaikan
      pada tanggal 7 Oktober 2025,

Terlampir penjelasan dari Perseroan.




Rizet Ramawi
Direktur Utama
Page 2
                                  Permintaan Penjelasan



   Untuk point 3 sampai dengan 9.


3. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, Persediaan Perseroan meningkat sebesar Rp13,39
   miliar menjadi Rp40,96 miliar dari sebelumnya pada taggal 30 Desember 2024 sebesar Rp27,57
   miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penambahan persediaan bahan baku sebesar Rp12,46
   miliar atau 102,07% dibandingkan periode 31 Desember 2024. Berdasarkan informasi tersebut,
   Bursa meminta penjelasan terkait:
   a. Informasi pemasok utama beserta nilai pembelian dan persentase terhadap total pembelian
       persediaan.
       Jawaban :
       Informasi pemasok utama beserta nilai pembelian dan persentase terhadap total pembelian
       persediaan sebagai berikut :
                       Pemasok                           Nilai                 Persentase
        PT. Buana Oasis Chemicals                         9.038.285.303                    39%
        PT Bintang Mas Perkasa Texindo                    3.051.179.922                    13%


   b. Latar belakang dan factor utama yang mendorong penambahan persediaan bahan baku sebesar
      102,07%.
      Jawaban :
      Latar belakang dan factor utama yang mendorong penambahan persediaan bahan baku sebesar
      102,07% di sebabkan oleh pembelian persediaan dari hasil dana hasil IPO.

   c. Apakah kenaikan persediaan ini bersifat musiman atau berkelanjutan? Jelaskan.
      Jawaban :
      Kenaikan persediaan ini bersifat musiman di karenakan penambahan tersebut berasal dari dana
      hasil IPO.

   d. Strategi atau kebijakan yang dimiliki Perseroan untuk memastikan tidak terjadi risiko
      keusangan, penurunan nilai, atau overstock akibat kenaikan persediaan tersebut.
      Jawaban :
      Strategi atau kebijakan yang dimiliki Perseroan untuk memastikan tidak terjadi risiko
      keusangan , penurunan nilai, atau overstock akibat kenaikan persediaan dengan cara melakukan
      pemantauan dan pemeriksaan secara rutin dan melakukan stok opname setiap bulan dan
      Perseroan melakukan penyimpanan barang yang sesuai standar dan Perseroan juga menetapkan
      kebijakan persediaan tersebut bisa diperbaiki atau dijual dengan harga diskon.
Page 3
4. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, utang usaha Perseroan meningkat sebesar
   Rp395,30 juta atau 47,56% menjadi sebesar Rp1,22 miliar dibandingkan periode 31 Desember
   2024 sebesar 831,14 juta. Peningkatan tersebut disebabkan adanya pembelian persediaan.
   Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
   a. Strategi Perseroan untuk mengelola peningkatan utang usaha ini dan bagaimana Perseroaan
      menjaga likuiditas khususnya akibat peningkatan utang usaha.
      Jawaban :
      Strategi Perseroan untuk mengelola peningkatan utang usaha ini dan bagaimana Perseroaan
      menjaga likuiditas khususnya akibat peningkatan utang usaha yaitu Perseroan menjaga
      likuiditas dengan mengatur arus kas secara ketat, mempercepat penerimaan dari penjualan,
      mengendalikan biaya, dan mengatur waktu pembayaran ke pemasok. Dengan langkah tersebut,
      Perseroan yakin mampu memenuhi kewajiban tepat waktu.

   b. Latar belakang Perseroan pada 30 Juni 2025 memiliki utang usaha yang telah jatuh tempo
      sebesar Rp216,53 juta.
      Jawaban :
      Latar belakang Perseroan pada 30 Juni 2025 memiliki utang usaha yang telah jatuh tempo
      sebesar Rp216,53 juta karena kebutuhan produksi untuk motif dan bahan tertentu di order
      Perseroan untuk menunjang peningkatan penjualan. Akan tetapi Perseroan sedang
      memperbaiki arus kas dan melakukan pembayaran secara bertahap agar seluruh kewajiban
      dapat diselesaikan dengan baik.




5. Perseroan memiliki utang lain-lain pada 30 Juni 2025 sebesar Rp1,86 miliar yang merupakan
   pinjaman dari pemegang saham untuk keperluan operasional Perseroan, utang tersebut dikenakan
   Bunga sebesar 6,25% dengan jangka waktu selama 12 bulan setelah tanggal perjanjian, Bursa
   meminta penjeasan terkait:
   a. Apakah utang tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional tertentu, seperti pembelian
       bahan baku, investasi, atau modal kerja lainnya? Jelaskan.
       Jawaban :
       Utang tersebut digunakan untuk kegiatan operasional untuk membiayai pembayaran utang dan
       operasional terkait aktivitas Perseroan.

   b. Apakah pinjaman tersebut sudah mempertimbangkan prinsip arm”s length transaction? Apakah
      terdapat jaminan atau klausul khusus seperti perpanjangan jangka waktu? Jelaskan.
      Jawaban :
      Pinjaman tersebut sudah mempertimbangkan prinsip arm”s length transaction. Dan ada
      Addendum atas perjanjian utang lain-lain pada tanggal 30 April 2025.

   c. Berdasarkan Analisa manajemen, bagaimana Perseroan menilai kemampuan untuk membayar
      pinjaman sebelum jatuh tempo.
      Jawaban :
Page 4
        Berdasarkan Analisa manajemen Perseroan masih mengatur arus kas Perseroan guna untuk
        membayar pinjaman sebelum jatuh tempo sesuai dengan addendum perjanjian pada tanggal 30
        April 2025.

6. Perseroan mencatatkan penurunan penjualan pada 30 Juni 2025 sebesar Rp1,14 miliar atau 4,59%
   menjadi Rp23,75 miliar dibandingkan periode 30 Juni 2024 sebesar Rp24,89 miliar. Penurunan ini
   disebabkan adanya penurunan pada penjualan produk sprei set sebesar 13,72% yang terjadi di
   wilayah Sumatera Barat dan Riau. Perseroan telah membuka toko baru di wilayah Jambi yang
   sudah beroperasi namun pendapatan yang dihasilkan belum mampu menutup penurunan
   pendapatan yang terjadi. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
   a. Latar belakang penurunan pendapatan tersebut, khususnya di wilayah Sumatera Barat dan Riau
       Jawaban :
       Penurunan pendapatan di sebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat, kondisi ekonomi
       yang belum sepenuhnya stabil, membuat konsumen menjadi lebih selektif dan berhati-hati
       dalam melakukan pengeluaran. Ini berdampak langsung terhadap penurunan penjualan tetapi
       Perseroan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan penjualan dengan strategi - strategi
       yang di lakukan.
   b. Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penurunan tersebut.
       Jawaban :
       Dari hasil evaluasi Perseroan, penurunan penjualan pada periode tersebut tidak disebabkan oleh
       faktor internal. Seluruh aspek operasional, termasuk produksi, distribusi, kualitas produk,
       ketersediaan stok, serta efektivitas tenaga penjualan, berada dalam kondisi stabil dan berjalan
       sesuai rencana kerja. Dengan demikian, penurunan penjualan lebih bersumber dari faktor
       eksternal di luar kendali Perseroan (penurunan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi yang
       belum stabil).

    c. Strategi yang akan diterapkan Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan mengantisipasi
       penurunan lebih lanjut di masa depan.
       Jawaban :
       Strategi yang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan mengantisipasi
       penurunan lebih lanjut di masa depan yaitu Perseroan lebih fokus ke pemasaran online,
       pameran dan canvassing dan marketing dan saluran distribusi B2B (rumah sakit, hotel dan
       Instansi Pemerintahan).

    d. Apakah Perseroan memiliki rencana untuk membuka toko di wilayah baru untuk meningkatkan
       pendapatan? Jelasakan
       Jawaban :
       Perseroan belum memiliki rencana untuk membuka toko di wilayah baru.

7. Merujuk pada Laporan Keuangan 30 Juni 2025, Perseroan mencatatkan peningkatan beban usaha
   pada 30 Juni 2025 sebesar Rp1,50 miliar atau 31,37% menjadi Rp6,28 miliar dibandingkan tanggal
   30 Juni 2024 sebesar Rp4,78 milliar. Peningkatan terbesar terjadi pada beban gaji sebesar Rp1,25
   miliar atau 76,01%. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
   a. Latar belakang kenaikan beban gaji.
Page 5
       Jawaban :
       Penyebab atas kenaikan pos beban gaji di sebabkan oleh adanya penyesuaian gaji pokok dan
       tunjangan menyesuaikan dengan kebijakan internal Perseroan dan ketentuan Upah Minimum
       Kabupaten/Kota yang berlaku per tahun 2025. Selain itu peningkatan komposisi karyawan
       level manajerial dan professional.

   b. Apakah terdapat perubahan signifikan dalam struktur organisai atau adanya peningkatan
      jumalah karyawan?Jelaskan.
      Jawaban :
      Tidak terdapat perubahan signifikan dalam struktur organisasi maupun peningkatan jumlah
      karyawan. Kenaikan di sebabkan oleh penyesuaian gaji pokok dan tunjangan menyesuaikan
      dengan kebijakan internal Perseroan dan ketentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang
      berlaku per tahun 2025. Selain itu peningkatan komposisi karyawan level manajerial dan
      professional.

   c. Bagaimana peningkatan ini mempengaruhi rencana bisnis Perseroan? Apakah terdapat
      Langkah strategis untuk mengelola atau mengurangi beban tersebut? Jelaskan.
      Jawaban :
      Peningkatan beban gaji mempengaruhi pada rencana bisnis dikarena menurunkan laba. Akan
      tetapi Perseroan lebih mengatur ulang prioritas pengeluaran dan memastikan setiap aktivitas
      operasional berkontribusi langsung pada pertumbuhan pendapatan.

8. Merujuk pada Laporan Keuangan, bahwa Perseroan memiliki aset hak guna berupa bangunan
   dengan nilai bersih sebesar Rp1,36 miliar. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta
   penjelasan terkait penggunaan bangunan tersebut.
   Jawaban :
   Bangunan yang tercatat sebagai aset hak guna digunakan oleh Perseroan untuk mendukung
   kegiatan operasional meliputi pabrik yang berada di kota pekanbaru dan toko di wilayah Sumatera
   Barat, Riau dan Jambi.

9. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
   Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada public.
   Jawaban :
   Per 30 Juni 2025 hingga saat ini, tidak terdapat informasi material lain yang belum diungkapkan
   dan dapat mempengaruhi harga efek maupun kelangsungan usaha Perseroan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.54 MB
Published26 Nov 2025
Pages5
Characters10,961
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Soraya Berjaya Indonesia Tbk p.1 ×2
linked person Rizet Ramawi p.1
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Divisi Pencatatan Sektor Riil p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved org PT. Buana Oasis Chemicals p.2
unresolved org PT Bintang Mas Perkasa Texindo p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.000 919 ms 12 Sep 2026 22:33

unrecognised registrar template; first line: Padang 26 November 2025

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result