Skip to content
Back to announcement

20251124_BBTN_Penyampaian Bukti Iklan_31987186_lamp1.pdf

Other Text extracted BBTN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
                   Bukti Publikasi Penyampaian Prospektus Ringkas
      PUB Obligasi Berwawasan Sosial dan PUB Obligasi Subordinasi Tahun 2025
               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“Perseroan”)

1. Website Bursa (www.idx.co.id)
   https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/2
   02511/7e9d48b724_15d4af80ca.pdf




2. Website Perseroan (www.btn.co.id)
   Bahasa Indonesia
   https://www.btn.co.id/id/About/Investor-Relation/Investor-Information/Public-Offering-Prospectus
Page 2
Bahasa Inggris
https://www.btn.co.id/en/about/investor-relation/investor-information/public-offering-prospectus
Page 3
HALAMAN 8 l JUMAT, 21 NOVEMBER 2025

                                         PERKIRAAN JADWAL                                                                                                                                                                                                                                                                                dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi Subordinasi yang dimiliki oleh
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Pemegang Obligasi Subordinasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan
  Masa Penawaran Awal                                    :                     21 - 28 November 2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi Subordinasi yang tercantum dalam KTUR tersebut.
  Perkiraan Tanggal Efektif                              :                           4 Desember 2025
  Perkiraan Masa Penawaran Umum                          :                       8 - 9 Desember 2025                                                                                                                                                                                                                                e. RUPO diselenggarakan pada setiap waktu dan sewaktu-waktu menurut ketentuan-ketentuan
  Perkiraan Tanggal Penjatahan                           :                          10 Desember 2025                                                                                                                                                                                                                                     sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan, antara lain untuk maksud-maksud
  Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan          :                          12 Desember 2025                                                                                                                                                                                                                                     sebagai berikut:
  Perkiraan Tanggal Distribusi secara Elektronik         :                          12 Desember 2025               INFORMASI DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA                                                                 i.    Mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi
  Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia   :                          15 Desember 2025               KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH PERNYATAAN EFEKTIF DARI OJK. PROSPEKTUS RINGKAS INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM RANGKA PENAWARAN AWAL TERHADAP                                                                      Subordinasi mengenai perubahan jangka waktu Obligasi Subordinasi, Pokok Obligasi
                               PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN                                                        EFEK INI. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OJK MENJADI EFEKTIF. PEMESANAN UNTUK MEMBELI EFEK INI HANYA                                                              Subordinasi, suku Bunga Obligasi Subordinasi, perubahan tata cara atau periode
                                                                                                                   DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEMBELI ATAU PEMESAN MENERIMA ATAU MEMPUNYAI KESEMPATAN UNTUK MEMBACA PROSPEKTUS RINGKAS.                                                                                                  pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi, dan dengan memperhatikan Peraturan Otoritas
  KETERANGAN TENTANG OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL YANG DITAWARKAN
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Jasa Keuangan Nomor 20/POJK.04/2020 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14
  NAMA OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL                                                                                  PROSPEKTUS RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI                                                                      Tahun 2025;
  Obligasi yang diterbitkan ini diberi nama “Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap             DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.                                                                                                                                                                                           ii. Menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan
  I Tahun 2025”.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas
  JENIS OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL                                                                                 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI BERTANGGUNG
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk
  Obligasi Berwawasan Sosial diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Berwawasan                 JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;
  Sosial sebagai bukti hutang, yang diterbitkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi                                                                                                                                                                                                                                       iii. Memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan
  Berwawasan Sosial pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi Berwawasan Sosial oleh                                                                                                                                                                                                                                                Perjanjian Perwaliamanatan;
  Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi Berwawasan Sosial bagi Pemegang Obligasi                                                                                                                                                                                                                                             iv. Mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi Subordinasi
  Berwawasan Sosial adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening.                                                                                                                                                                                                                                              termasuk dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian
  Obligasi Berwawasan Sosial harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah pokok yang tertulis                                                                                                                                                                                                                                           sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan dalam Peraturan
  pada Konfirmasi Tertulis dan jumlah pokok yang tercantum pada Sertifikat Jumbo Obligasi Berwawasan                                                                                                                                                                                                                                           Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/POJK.04/2020 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
  Sosial pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi Berwawasan Sosial.                                                                                                                                                                                                                                                                              Nomor 14 Tahun 2025;
  Pelunasan Pokok Obligasi Berwawasan Sosial dan/atau pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan                                                                                       PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK.                                                                                                                  v.     Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat
  Sosial akan dibayarkan oleh KSEI, selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan                                                                                                                                                                                                                                                   dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
  syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran, kepada                                                                                                               Kegiatan Usaha Utama:
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               berlaku di Negara Republik Indonesia.
  Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadual waktu                                                                                                                    Jasa Perbankan
  pembayaran sebagaimana yang telah ditentukan, seperti yang tertera pada Bab ini. Bilamana tanggal                                                                                                                                                                                                                                 KELALAIAN PERSEROAN
                                                                                                                                                                                                                 Kantor Pusat:
  pembayaran oleh KSEI jatuh pada bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari                                                                                                                                                                                                                                        Keterangan lebih lanjut mengenai kelalaian Perseroan dapat dilihat pada Bab I Propektus.
                                                                                                                                                                                                              Gedung Menara BTN
  Bursa berikutnya.                                                                                                                                                                             Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130, Indonesia                                                                                      RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI (RUPO)
  Hak kepemilikan Obligasi Berwawasan Sosial beralih dengan pemindahbukuan Obligasi Berwawasan                                                                                                             P.O. BOX 3198 / JKT 10130                                                                                                Keterangan lebih lanjut mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Obligasi (RUPO) dapat dilihat pada
  Sosial dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek yang lainnya. Perseroan, Wali Amanat dan Agen                                                                                               Tel.: (021) 633-6733, 633-6789 Fax.: (021) 633-6737                                                                                   Bab I Prospektus.
  Pembayaran memperlakukan setiap Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial sebagai pemegang                                                                                                            E-mail: csd@btn.co.id Website: www.btn.co.id                                                                                      WALI AMANAT
  Obligasi Berwawasan Sosial yang sah sebagaimana dibuktikan dalam Konfirmasi Tertulis untuk
  menerima pelunasan Pokok Obligasi Berwawasan Sosial, pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan                                                Per 30 Juni 2025, Perseroan memiliki 8 kantor wilayah, 82 Kantor Cabang, 538 Kantor Cabang Pembantu , 4 Kantor Fungsional, 35 Kantor Cabang Syariah,                                     Perseroan telah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dalam
  Sosial dan hak-hak lainnya yang berhubungan dengan Obligasi Berwawasan Sosial. Penarikan                                                           75 Kantor Cabang Pembantu Syariah, 3.686 Kantor Pos Online, dan 1.053 Anjungan Tunai Mandiri dan 1.045 cash recycle machine.                                                   penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi ini sesuai dengan ketentuan yang
  Obligasi Berwawasan Sosial ke luar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat Obligasi                                                                             PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN                                                                                                                    tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat
  Berwawasan Sosial tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi                                                                       OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL BERKELANJUTAN I BANK BTN                                                                                                        Indonesia (Persero) Tbk.
  Berwawasan Sosial di KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan memperhatikan                                                              DENGAN TARGET DANA YANG DIHIMPUN SEBESAR Rp10.000.000.000.000,- (SEPULUH TRILIUN RUPIAH)                                                                                   Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:
  peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal Indonesia dan keputusan RUPO.                                                      BAHWA DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN                                                                                                                               WALI AMANAT
  HARGA PENAWARAN                                                                                                                                              OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL BERKELANJUTAN I BANK BTN TAHAP I TAHUN 2025
                                                                                                                                         DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR Rp300.000.000.000,- (TIGA RATUS MILIAR RUPIAH)                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  100% (seratus persen) dari nilai nominal Obligasi Berwawasan Sosial.                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Investment Services Group
                                                                                                                                                                                                 DAN
  JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI DAN JATUH TEMPO OBLIGASI                                                                                                                    PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN                                                                                                                                                             Gedung BRI II Lantai 6
  Jumlah Pokok Obligasi Berwawasan Sosial pada Tanggal Emisi sebanyak-banyaknya sebesar                                                                                     OBLIGASI SUBORDINASI BERKELANJUTAN I BANK BTN                                                                                                                                              Jl. Jend. Sudirman Kav. 44 – 46
  Rp300.000.000.000,- (tiga ratus miliar Rupiah).                                                                                                          DENGAN TARGET DANA YANG DIHIMPUN SEBESAR Rp5.000.000.000.000,- (LIMA TRILIUN RUPIAH)                                                                                                                                  Jakarta 10210
  Obligasi Berwawasan Sosial ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Berwawasan                                        BAHWA DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN                                                                                                                           Telepon: (021) 5758143
  Sosial yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”).                                                                   OBLIGASI SUBORDINASI BERKELANJUTAN I BANK BTN TAHAP I TAHUN 2025                                                                                                                                         e-mail: tcs_aet@bri.co.id
  Obligasi Berwawasan Sosial dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun,                                                  DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SUBORDINASI SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR Rp2.000.000.000.000,- (DUA TRILIUN RUPIAH)                                                                                                                   Website: bri.co.id
  berjangka waktu 3 (tiga) Tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Berwawasan Sosial yang                                                                                                                                                                                                                                                 Up.: Dhany Ramadhanto – Department Head Trust & Corporate Services
                                                                                                                 Obligasi Berwawasan Sosial ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Berwawasan Sosial yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”). Obligasi
  ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah).                                                                Berwawasan Sosial dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) Tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Berwawasan Sosial yang ditawarkan adalah                                                     Investment Services Group
  Obligasi Berwawasan Sosial ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok                 sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah).
  Obligasi Berwawasan Sosial. Bunga Obligasi Berwawasan Sosial dibayarkan setiap triwulan, sesuai
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        RENCANA PENGGUNAAN DANA
  dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan Sosial. Pembayaran Bunga Obligasi                          Obligasi Berwawasan Sosial ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi Berwawasan Sosial. Bunga Obligasi Berwawasan Sosial dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Seluruh dana yang hasil Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial ini, setelah dikurangi biaya-
  Berwawasan Sosial pertama akan dilakukan pada tanggal 12 Maret 2026 sedangkan pembayaran                       tanggal pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan Sosial. Pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan Sosial pertama akan dilakukan pada tanggal 12 Maret 2026 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    biaya emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali,
  Bunga Obligasi Berwawasan Sosial terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi Berwawasan Sosial adalah              Berwawasan Sosial terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi Berwawasan Sosial adalah pada tanggal 12 Desember 2028.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    baik seluruh maupun sebagian, proyek sosial baru dan/atau sudah ada yang mendukung kategori
  pada tanggal 12 Desember 2028.                                                                                 Obligasi Subordinasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”). Obligasi Subordinasi       layanan infrastruktur dasar yang terjangkau baik dari segi akses maupun harga, perumahan yang
  JADWAL PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL                                                             dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) Tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah).         terjangkau, dan/atau penciptaan lapangan kerja, serta program yang dirancang untuk mencegah dan/
  Jadwal pembayaran bunga untuk masing-masing Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel                  Obligasi Subordinasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi Subordinasi. Bunga Obligasi Subordinasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-     atau mengurangi pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil menengah dan pembiayaan mikro.
  di bawah ini:                                                                                                  masing Bunga Obligasi Subordinasi. Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi pertama akan dilakukan pada tanggal 12 Maret 2026 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi terakhir sekaligus jatuh                Perseroan berencana setiap penerbitan dalam kerangka kerja ini dapat dialokasikan sepenuhnya dalam
                                                                                                                 tempo Obligasi Subordinasi adalah pada tanggal 12 Desember 2030.                                                                                                                                                   waktu dua tahun sejak tanggal penerbitan. Untuk porsi alokasi dana, Perseroan menetapkan bahwa
                      Bunga Ke
                                                                                                                                       Obligasi Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.                                        porsi pembiayaan baru (new financing) akan menjadi mayoritas, yaitu berkisar antara 80% hingga
                          1                                           12 Maret 2026
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    100% dari total dana, sedangkan porsi pembiayaan kembali (refinancing) dibatasi maksimum 20%,
                         2                                             12 Juni 2026
                                                                                                                                                                                                      PENTING UNTUK DIPERHATIKAN                                                                                                    dengan periode tinjauan maksimal tiga tahun akan berlaku untuk proyek-proyek yang dibiayai ulang.
                          3                                         12 September 2026
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lebih lanjut, porsi alokasi dana per kategori proyek sosial akan bersifat fleksibel selama tetap sesuai
                          4                                         12 Desember 2026                               OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG BERGERAK MAUPUN                                                               dengan kriteria Use of Proceeds yang telah ditetapkan dalam kerangka kerja, namun Perseroan akan
                          5                                           12 Maret 2027                                BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI MENJADI JAMINAN BAGI PEMEGANG OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL INI SESUAI                                                             mengungkapkan porsi alokasi aktual pada laporan tahunan penggunaan dana (allocation reporting)
                          6                                            12 Juni 2027                                DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. HAK PEMEGANG OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL ADALAH PARIPASSU TANPA HAK
                          7                                         12 September 2027                                                                                                                                                                                                                                               sesuai dengan praktik pasar yang berlaku umum.
                                                                                                                   PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAINNYA BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN DI KEMUDIAN HARI, KECUALI HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN
                          8                                         12 Desember 2027                               SECARA KHUSUS DENGAN KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI.                                                                                                               Dana dari masing-masing Instrumen Pembiayaan Sosial akan disetorkan ke dalam rekening khusus dan
                          9                                           12 Maret 2028                                                                                                                                                                                                                                                 dialokasikan untuk Proyek Sosial yang Memenuhi Syarat sebagaimana diatur dalam pasal 11 angka
                                                                                                                   OBLIGASI SUBORDINASI TIDAK DIPROTEKSI MAUPUN DIJAMIN OLEH PERSEROAN ATAU PERUSAHAAN ANAK SESUAI DENGAN KETENTUAN PASAL 19 AYAT 1 HURUF F PERATURAN                                                               (1) POJK No. 18/2023. Perseroan akan secara berkala menyesuaikan saldo dana yang terlacak agar
                         10                                            12 Juni 2028
                                                                                                                   OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 34/POJK.03/2016 TANGGAL 22-09-2016 (DUA PULUH DUA SEPTEMBER TAHUN DUA RIBU ENAM BELAS) TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN                                                             sesuai dengan alokasi untuk proyek-proyek yang memenuhi syarat.
                         11                                         12 September 2028
                                                                                                                   OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.03/2016 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK UMUM SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN PERATURAN
                         12                                         12 Desember 2028                                                                                                                                                                                                                                                Jika Perseroan melakukan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berwawasan
                                                                                                                   OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 TAHUN 2022 TANGGAL 26-12-2022 (DUA PULUH ENAM DESEMBER DUA RIBU DUA PULUH DUA) TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN
  SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL                                                                 OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.03/2016 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK UMUM. HAK PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI ADALAH PARIPASU                                                             Sosial, maka Perseroan memastikan akan memenuhi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
  Obligasi Berwawasan Sosial ini diterbitkan dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian                             TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAINNYA YANG MEMEGANG KEWAJIBAN PEMBAYARAN PERSEROAN YANG DISUBORDINASI, BAIK YANG ADA SEKARANG                                                             Keuangan mengenai laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum. Perubahan
  Perwaliamanatan, dengan satuan jumlah Obligasi Berwawasan Sosial yang dapat dipindahbukukan                      MAUPUN YANG AKAN ADA DIKEMUDIAN HARI. PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI MEMILIKI HAK TAGIH YANG LEBIH RENDAH DARI KREDITUR PREFEREN, KREDITUR YANG MEMPUNYAI                                                         penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial hanya dapat dilakukan pada
  dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya adalah senilai Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya            HAK ISTIMEWA DAN KREDITUR KONKUREN YANG BUKAN PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI TETAPI MEMILIKI HAK TAGIH YANG TIDAK LEBIH RENDAH DARI PEMEGANG SAHAM                                                                KUBS sesuai dengan tujuan atau tema penerbitannya. Perubahan penggunaan dana hasil Penawaran
  sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Setiap Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial                  PERSEROAN.                                                                                                                                                                                                       Umum Obligasi Berwawasan Sosial wajib disertai dengan hasil reviu dari Penyedia Reviu Eksternal.
  senilai Rp1,- (satu Rupiah) mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO.                                                                                                                                                                                                                                           Rencana perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial dan hasil
  SATUAN PERDAGANGAN OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL                                                                    PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN                                                                 reviu dari Penyedia Reviu Eksternal wajib disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat
                                                                                                                   KEMBALI UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL SEBELUM TANGGAL PELUNASAN POKOK OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL. PERSEROAN MEMPUNYAI                                                                   14 (empat belas) hari sebelum penyelenggaraan rapat umum pemegang Obligasi Berwawasan Sosial
  Pemesanan pembelian Obligasi Berwawasan Sosial harus dilakukan dalam jumlah sekurang-
                                                                                                                   HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI TERSEBUT UNTUK DIPERGUNAKAN SEBAGAI PELUNASAN OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL ATAU UNTUK DISIMPAN DENGAN                                                                    sebagaimana diatur dalam pasal 19 POJK No. 18/2023.
  kurangnya Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.Tingkat bunga Obligasi Berwawasan
  Sosial merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang              MEMPERHATIKAN KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN DAN PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU. KETERANGAN MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI DAPAT                                                                     Sesuai dengan POJK No. 18/2023 Pasal 22, untuk Obligasi Berwawasan Sosial Perseroan juga wajib
  lewat, di mana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) hari dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus          DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS INI.                                                                                                                                                                               menyampaikan laporan yang paling sedikit memuat informasi:
  enam puluh) hari. Obligasi Berwawasan Sosial harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah                 PERSEROAN TIDAK DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SUBORDINASI.                                                                                                   a. realisasi penggunaan dana terhadap KUBS yang dipilih;
  Pokok Obligasi Berwawasan Sosial yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang                                                                                                                                                                                                                               b. pencapaian atas realisasi kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain;
  Obligasi Berwawasan Sosial, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi Berwawasan Sosial dan                 PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK                                                             c. perubahan atas realisasi kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain, jika terdapat perubahan; dan
  ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.                                                                            INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.                                                                                     d. dampak KUBS yang dibiayai.
  JAMINAN                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Laporan dengan poin-poin yang disebutkan di atas wajib :
  Obligasi Berwawasan Sosial ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh                RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT SEHUBUNGAN DENGAN KELANCARAN PEMBAYARAN KEMBALI POKOK PINJAMAN DAN/ATAU BUNGA                                                               a. disampaikan secara berkala setiap 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun;
  harta kekayaan Perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada                  PINJAMAN, YANG APABILA JUMLAH KREDIT YANG TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN CUKUP MATERIAL, DAPAT MEMPENGARUHI KINERJA PERSEROAN. RISIKO USAHA LAINNYA YANG MUNGKIN                                                       b. mendapatkan reviu dari Penyedia Reviu Eksternal; dan
  maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial                   DIHADAPI PERSEROAN DAPAT DILIHAT PADA BAB VII PROSPEKTUS.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    c. disampaikan oleh Perseroan kepada OJK dengan dilekatkan pada laporan tahunan.
  ini sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.                                                                                                                                                                                                                                          Penyampaian laporan tersebut wajib dilakukan sampai Obligasi Berwawasan Sosial jatuh tempo.
                                                                                                                   RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL YANG DITAWARKAN PADA PENAWA-
  PERPAJAKAN                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam hal seluruh dana hasil penerbitan telah dialokasikan secara penuh, laporan tersebut tidak
                                                                                                                   RAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
  Keterangan mengenai perpajakan terkait dengan penerbitan Obligasi ini diuraikan dalam Bab X                                                                                                                                                                                                                                       wajib mendapatkan reviu dari Ahli Sosial namun tetap memperhatikan ketentuan terkait laporan atas
  Prospektus.                                                                                                      RISIKO YANG DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI SUBORDINASI ADALAH (i) OBLIGASI SUBORDINASI DAPAT DI WRITE DOWN APABILA OJK MENETAPKAN BAHWA PERSEROAN BERPO-                                                     penggunaan dana hasil penawaran umum sesuai POJK No. 30/2015.
                                                                                                                   TENSI TERGANGGU KELANGSUNGAN USAHANYA (POINT OF NON-VIABILITY) SESUAI DENGAN PASAL 19.1.C PERATURAN OJK NO. 11/POJK.03/2016 SEBAGAIMANA TERAKHIR DIUBAH DEN-
  PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK)                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dana yang diperoleh dari hasil emisi Obligasi Subordinasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
                                                                                                                   GAN PERATURAN OJK NO. 27 TAHUN 2022 DAN/ATAU TERJADINYA HAL-HAL SEBAGAIMANA DIATUR DALAM SURAT EDARAN OJK NO. 20/SEOJK.03/2016, (ii) PENANGGUHAN PEMBAYARAN
  Keterangan lebih lanjut mengenai ketentuan pembelian kembali dapat dilihat pada Bab I Prospektus.                POKOK DAN BUNGA OBLIGASI SUBORDINASI PADA PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI SEBAGAI DAMPAK DARI PEMENUHAN ATAS PASAL 19.1.E PERATURAN OJK NO. 11/ POJK.03/2016                                                       seluruhnya akan dipergunakan oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dengan
  PENYISIHAN DANA (SINKING FUND)                                                                                   SEBAGAIMANA TERAKHIR DIUBAH DENGAN PERATURAN OJK NO. 27 TAHUN 2022.                                                                                                                                              diperhitungkan sebagai modal pelengkap (Tier-2) dalam rangka ekspansi kredit.
  Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan pokok Obligasi Berwawasan Sosial                                                                                                                                                                                                                                       Perseroan berkewajiban menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum
  dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi sesuai dengan rencana                                  DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN DARI:                                                                 ini kepada Wali Amanat dengan tembusan kepada OJK, sampai dengan seluruh dana hasil Penawaran
  penggunaan dana Emisi.                                                                                                                                                   PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (“PEFINDO”)                                                                                                                Umum telah direalisasikan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 30. Laporan realisasi penggunaan
  HASIL PEMERINGKATAN                                                                                                                                                                                                                                                                                                               dana tersebut wajib dibuat secara berkala setiap 6 (enam) bulan dengan tanggal laporan 30 Juni dan
                                                                                                                                                     Obligasi Berwawasan Sosial                                                                                 Obligasi Subordinasi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    31 Desember. Laporan realisasi penggunaan dana tersebut untuk pertama kali dibuat pada tanggal
  Untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 7/2017 dan Peraturan OJK No. 49/2020 tentang                                                                    AAA (Triple A)                                                                                         AA (Double A)
                                                                                                                                                            id                                                                                                     id                                                               laporan terdekat setelah Tanggal Distribusi.
  Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, Perseroan telah melakukan pemeringkatan
  Obligasi Berwawasan Sosial yang dilaksanakan oleh Pefindo.                                                                                       UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS                                                                           Laporan penggunaan dana hasil emisi Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap II Tahun 2022,
  Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo                                                                                                                                                                                                                                       setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum tersebut
                                                                                                                                                        OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI INI AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA                                                                          seluruhnya telah dipergunakan oleh Perseroan sebagai sumber pembiayaan kredit, sebagaimana telah
  No. RC-1101/PEF-DIR/IX/2025 tanggal 9 September 2025, hasil pemeringkatan atas Obligasi
  Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 untuk periode 8 September 2025                                               EMISI OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI INI DIJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)                                                                       disampaikan dalam Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum kepada Otoritas
  sampai dengan 1 September 2026 adalah:                                                                                                                                                                                                                                                                                            Jasa Keuangan dalam surat Perseroan No. 123/FICD/CM/VII/2022 tanggal 12 Juli 2022.
                                                                                                                                                         PENJAMIN PELAKSANA EMISI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI
                                                        AAA                                                                                                                                                                                                                                                                         Apabila dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi
                                                     id
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    belum dipergunakan seluruhnya, maka penempatan sementara dana hasil Penawaran Umum
                                                   (Triple A)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Obligasi Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi tersebut harus dilakukan Perseroan dengan
  Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dan perusahaan pemeringkat yang melakukan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    memperhatikan keamanan dan likuiditas serta dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar
  pemeringkatan atas Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan yang diterbitkan oleh Perseroan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    bagi Perseroan dengan mengindahkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor: 20/
  Sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 49/2020 Perseroan akan melakukan                                      PT CIMB NIAGA SEKURITAS                               PT BCA SEKURITAS                              PT INDO PREMIER SEKURITAS                     PT MANDIRI SEKURITAS (TERAFILIASI)                   POJK.04/2020.
  pemeringkatan atas Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila Perseroan bermaksud untuk melakukan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum
  sekali selama kewajiban atas Efek tersebut belum lunas.                                                                                                                                                    WALI AMANAT
                                                                                                                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                                                                                           Obligasi Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi, maka Perseroan wajib memenuhi ketentuan
  HAK SENIORITAS ATAS UTANG                                                                                                                                                                                                                                                                                                         pada Peraturan OJK No. 30 dan Perseroan wajib menyampaikan rencana dan alasan perubahaan
  Hak Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial adalah paripassu tanpa hak preferen dengan hak-hak                                                                                                                                                                                                                                        penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi kepada OJK paling lambat 14 hari sebelum
  kreditur Perseroan lainnya baik yang ada sekarang maupun yang akan ada di kemudian hari, kecuali                                                                               Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 21 November 2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    penyelenggaraan RUPO dan memperoleh persetujuan dari RUPO.
  hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah
  ada maupun yang akan ada di kemudian hari.                                                                                                         e-mail: tcs_aet@bri.co.id                                             Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.Tingkat bunga Obligasi Subordinasi merupakan                                      IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
  PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN PERSEROAN                                                                                                          Website: bri.co.id                                                persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat, di             Tabel dibawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan Penting Perseroan tanggal 30 Juni 2025,
  Keterangan lebih lanjut mengenai pembatasan-pembatasan dan kewajiban Perseroan dapat dilihat                              Up.: Dhany Ramadhanto – Department Head Trust & Corporate Services                             mana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) hari dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam       31 Desember 2024 dan 2023 yang diambil dari laporan keuangan tanggal 30 Juni 2025 dan
  pada Bab I Prospektus.                                                                                                                            Investment Services Group                                              puluh) hari. Obligasi Subordinasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok              31 Desember 2024 dan 2023 serta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
  HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL                                                               KETERANGAN TENTANG SUBORDINASI YANG DITAWARKAN                                                                 Obligasi Subordinasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi         30 Juni 2025 dan 2024 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024
                                                                                                            NAMA OBLIGASI SUBORDINASI                                                                                      Subordinasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi dan ketentuan Perjanjian         dan 2023, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini.
  a. Menerima pelunasan Pokok Obligasi Berwawasan Sosial dan/atau pembayaran Bunga Obligasi
                                                                                                                                                                                                                           Perwaliamanatan.                                                                                         Laporan keuangan tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 dan 2023 serta untuk periode enam
        Berwawasan Sosial dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran               Obligasi Subordinasi yang diterbitkan ini diberi nama “Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN
        pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi Berwawasan Sosial dan/atau Tanggal Pembayaran                 Tahap I Tahun 2025”.                                                                                           JAMINAN                                                                                                  bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir
        Bunga yang bersangkutan. Pokok Obligasi Berwawasan Sosial harus dilunasi dengan harga yang                                                                                                                         Obligasi Subordinasi tidak diproteksi maupun dijamin oleh Perseroan atau perusahaan anak sesuai          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai
                                                                                                            JENIS OBLIGASI SUBORDINASI
        sama dengan jumlah pokok yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang                                                                                                                        dengan ketentuan Pasal 19 ayat 1 huruf f Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 34/POJK.03/2016          dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia serta Peraturan Regulator Pasar Modal yang berlaku
        Obligasi Berwawasan Sosial.                                                                         Obligasi Subordinasi diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi sebagai            tanggal 22-09-2016 (dua puluh dua September tahun dua ribu enam belas) Tentang Perubahan Atas            untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian
                                                                                                            bukti hutang, yang diterbitkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi Subordinasi                  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 Tentang Kewajiban Penyediaan Modal                dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” dan disajikan dalam mata
  b. Yang berhak atas pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan Sosial adalah Pemegang Obligasi
                                                                                                            pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti             Minimum Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan              uang Rupiah, telah diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja (the Indonesian member firm of
        Berwawasan Sosial yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat)
                                                                                                            kepemilikan Obligasi Subordinasi bagi Pemegang Obligasi Subordinasi adalah Konfirmasi Tertulis yang            Nomor 27 Tahun 2022 tanggal 26-12-2022 (dua puluh enam Desember dua ribu dua puluh dua)                  Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh
        Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan Sosial, kecuali ditentukan
                                                                                                            diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening. Obligasi Subordinasi harus dilunasi dengan harga yang            Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 Tentang              Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dengan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf “hal-hal
        lain oleh KSEI atau peraturan perundangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi
                                                                                                            sama dengan jumlah pokok yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis dan jumlah pokok yang tercantum                Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.                                                            lain” yang menyatakan (i) informasi keuangan konsolidasian interim 30 Juni 2024 tidak diaudit dan
        Obligasi Berwawasan Sosial setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga
        Obligasi Berwawasan Sosial tersebut, maka pihak yang menerima pengalihan tersebut tidak             pada Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi.                                                                                                                           direviu, serta (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen sehubungan dengan penerbitan
                                                                                                                                                                                                                           PERPAJAKAN
        berhak atas Bunga Obligasi Berwawasan Sosial pada periode pembayaran Bunga Obligasi                 Pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi akan                                                                                                                                kembali dalam laporannya tertanggal 29 Oktober 2025, yang ditandatangani oleh Christophorus Alvin
                                                                                                                                                                                                                           Keterangan mengenai perpajakan terkait dengan penerbitan Obligasi ini diuraikan dalam Bab X              Kossim (Registrasi Akuntan Publik No. AP.1681. Laporan keuangan yang telah diaudit ini tercantum
        Berwawasan Sosial yang bersangkutan.                                                                dibayarkan oleh KSEI, selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat
                                                                                                                                                                                                                           Prospektus.                                                                                              dalam Prospektus ini.
  c. Bila terjadi keterlambatan pelunasan Pokok Obligasi Berwawasan Sosial dan/atau pembayaran              dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran, kepada Pemegang Obligasi
                                                                                                            Subordinasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadual waktu pembayaran sebagaimana yang                   PENYISIHAN DANA (SINKING FUND)                                                                           LAPORAN POSISI KEUANGAN
        Bunga Obligasi Berwawasan Sosial, Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial menerima
        pembayaran denda untuk setiap ketiadaan pembayaran sebesar 1% (satu persen) di atas Bunga           telah ditentukan, seperti yang tertera pada Bab ini. Bilamana tanggal pembayaran oleh KSEI jatuh pada          Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan pokok Obligasi Subordinasi                                                                                                                   (dalam jutaan Rupiah)
        Obligasi Berwawasan Sosial yang berlaku atas jumlah yang terhutang sesuai ketentuan Perjanjian      bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya.                                   dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi sesuai dengan rencana                                                                                               30 Juni           31 Desember
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Keterangan
        Perwaliamanatan. Nilai denda dihitung perhari, terhitung sejak tanggal pembayaran sehingga          Hak kepemilikan Obligasi Subordinasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi Subordinasi dari                   penggunaan dana Emisi.                                                                                                                                                                    2025          2024         2023
                                                                                                                                                                                                                           HASIL PEMERINGKATAN                                                                                      ASET
        jumlah terhutang terbayar sepenuhnya, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus        satu Rekening Efek ke Rekening Efek yang lainnya. Perseroan, Wali Amanat dan Agen Pembayaran                                                                                                                                Kas                                                                          1.706.034     2.105.620      2.127.489
        enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari.                                    memperlakukan setiap Pemegang Obligasi Subordinasi sebagai pemegang obligasi Subordinasi yang                  Untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 7/2017 dan Peraturan OJK No. 49/2020 tentang                      Giro pada Bank Indonesia                                                    15.205.849    22.739.920     18.145.761
  d. Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial baik sendiri maupun secara bersama-sama yang                       sah sebagaimana dibuktikan dalam Konfirmasi Tertulis untuk menerima pelunasan Pokok Obligasi                   Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, Perseroan telah melakukan pemeringkatan                   Giro pada bank lain – setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai     1.849.001     5.949.175      2.201.594
        mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi Berwawasan Sosial    Subordinasi, pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi dan hak-hak lainnya yang berhubungan dengan                 Obligasi Subordinasi yang dilaksanakan oleh Pefindo.                                                        Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain                                 11.852.151     4.661.104     30.561.122
        (termasuk didalamnya jumlah Obligasi Berwawasan Sosial yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi       Obligasi Subordinasi. Penarikan Obligasi Subordinasi ke luar dari Rekening Efek untuk dikonversikan            Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo No.             Efek-efek – setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai              25.983.681    25.362.623      5.282.970
        Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi Berwawasan Sosial yang dimiliki oleh        menjadi sertifikat Obligasi Subordinasi tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan                                                                                                                          Obligasi Pemerintah                                                          34.089.317    35.475.529     35.893.929
                                                                                                                                                                                                                           RC-1102/PEF-DIR/IX/2025 tanggal 9 September 2025, hasil pemeringkatan atas Obligasi Subordinasi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali                             1.954.805       175.625              -
        Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan) mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat            pendaftaran Obligasi Subordinasi di KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan                     Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 untuk periode 8 September 2025 sampai dengan 1                Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang Syariah
        untuk diselenggarakan RUPO dengan melampirkan asli KTUR. Permintaan tertulis dimaksud               memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal Indonesia dan keputusan                 September 2026 adalah:                                                                                    Kredit yang diberikan – setelah dikurangi cadangan kerugian
        harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut,               RUPO.                                                                                                                                                               AA                                                       penurunan nilai                                                           314.603.108   302.352.171    282.392.324
        Obligasi Berwawasan Sosial yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi Berwawasan Sosial yang              HARGA PENAWARAN
                                                                                                                                                                                                                                                                             id
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Pembiayaan/piutang syariah – setelah dikurangi cadangan kerugian
        mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi                                                                                                                                                                      (Double A)                                                     penurunan nilai                                                            47.150.600 42.563.574 35.713.853
        Berwawasan Sosial yang tercantum dalam KTUR tersebut.                                               100% (seratus persen) dari nilai nominal Obligasi Subordinasi.                                                 Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dan perusahaan pemeringkat yang melakukan               Tagihan derivatif                                                                     396      102.843     32.176
  e. RUPO diselenggarakan pada setiap waktu dan sewaktu-waktu menurut ketentuan-ketentuan                   JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI DAN JATUH TEMPO OBLIGASI                                                 pemeringkatan atas Obligasi Subordinasi Berkelanjutan yang diterbitkan oleh Perseroan.                    Tagihan akseptasi – setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai           622.777      939.911    520.691
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Aset tetap – neto                                                               9.425.063    9.176.131  8.117.812
        sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan, antara lain untuk maksud-maksud                Obligasi Subordinasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi                Sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 49/2020 Perseroan akan melakukan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Bunga yang masih akan diterima                                                 11.489.262 11.518.574 11.526.687
        sebagai berikut:                                                                                    yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”). Obligasi               pemeringkatan atas Obligasi Subordinasi Berkelanjutan yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali       Aset pajak tangguhan – neto                                                     1.786.374    2.286.038  2.998.282
        i.    Mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi                 Subordinasi dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun, berjangka waktu 5 (lima)           selama kewajiban atas Efek tersebut belum lunas.                                                          Biaya dibayar dimuka                                                            1.369.021      985.821    698.200
              Berwawasan Sosial mengenai perubahan jangka waktu Obligasi Berwawasan Sosial, Pokok           Tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi yang ditawarkan adalah sebesar                    HAK SENIORITAS ATAS UTANG                                                                                 Pajak dibayar dimuka                                                              958.052      754.095          -
              Obligasi Berwawasan Sosial, suku Bunga Obligasi Berwawasan Sosial, perubahan tata cara        Rp[●],- ([●] Rupiah).                                                                                          Pemegang Obligasi Subordinasi tidak mempunyai hak untuk didahulukan dari kreditur lainnya dan             Aset Tidak Berwujud                                                               307.195      122.009          -
              atau periode pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan Sosial, dan dengan memperhatikan                                                                                                                                                                                                                                     Aset lain-lain                                                                  4.454.575   2.343.739.  2.536.846
                                                                                                            Obligasi Subordinasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi              Obligasi Subordinasi tidak dijamin dengan jaminan apapun sebagaimana tersebut dalam Perjanjian
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Jumlah Aset                                                                   484.807.261 469.614.502 438.749.736
              Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/POJK.04/2020 dan Peraturan Otoritas Jasa            Subordinasi. Bunga Obligasi Subordinasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran           Perwaliamanatan dan para Pemegang Obligasi Subordinasi untuk menuntut pembayaran jumlah
              Keuangan Nomor 14 Tahun 2025;                                                                 masing-masing Bunga Obligasi Subordinasi. Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi pertama akan                   terutang oleh Perseroan maupun pembayaran jumlah lain dari Perseroan dibatasi sebagaimana                LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS
        ii. Menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan                    dilakukan pada tanggal 12 Maret 2026 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi terakhir                  tersebut dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan ketentuan mengenai status Obligasi Subordinasi             LIABILITAS
              pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas                                                                                                                                                                                                                                         Liabilitas segera                                                              2.356.971   2.275.949   2.587.727
                                                                                                            sekaligus jatuh tempo Obligasi Subordinasi adalah pada tanggal 12 Desember 2030.                               sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Simpanan dari nasabah                                                        374.457.868 352.437.480 322.501.148
              suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk     JADWAL PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI SUBORDINASI                                                                   PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN PERSEROAN                                                              Simpanan dari Bank Lain                                                           60.547      70.035      91.312
              mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;                                                                                                                                                                                                                                                                    Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali                                      -   3.409.426           -
                                                                                                                                    Bunga Ke                                                                               Keterangan lebih lanjut mengenai pembatasan-pembatasan dan kewajiban Perseroan dapat dilihat
        iii. Memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan                                                                                                                               pada Bab I Prospektus.                                                                                     Liabilitas akseptasi                                                             622.813     941.898     544.567
              Perjanjian Perwaliamanatan;                                                                                               1                                   12 Maret 2026                                                                                                                                             Utang Pajak                                                                      239.720     368.473     689.787
                                                                                                                                        2                                    12 Juni 2026                                  HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI                                                                      Surat-surat berharga yang diterbitkan                                          4.765.644   5.444.524   8.272.098
        iv. Mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi Berwawasan
                                                                                                                                        3                                 12 September 2026                                a. Menerima pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi                        Pinjaman yang diterima                                                        32.141.746 33.485.084 33.762.089
              Sosial termasuk dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya
                                                                                                                                        4                                 12 Desember 2026                                       Subordinasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada                 Bunga yang masih harus dibayar                                                   556.800     658.070     647.496
              kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan dalam
                                                                                                                                        5                                   12 Maret 2027                                        Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga yang                  Estimasi kerugian komitmen dan kontijensi                                          2.846       3.385       3.580
              Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/POJK.04/2020 dan Peraturan Otoritas Jasa                                                                                                                                                                                                                                      Liabilitas Imbalan Kerja                                                       1.584.812   1.745.282   2.009.520
                                                                                                                                        6                                    12 Juni 2027                                        bersangkutan. Pokok Obligasi Subordinasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan
              Keuangan Nomor 14 Tahun 2025;                                                                                                                                                                                                                                                                                           Pinjaman subordinasi dan efek-efek subordinasi                                 1.500.000   6.328.105   9.112.837
                                                                                                                                        7                                 12 September 2027                                      jumlah pokok yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi
        v. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat                                       8                                 12 Desember 2027                                                                                                                                            Liabilitas lain-lain                                                             722.378     626.886     943.328
                                                                                                                                                                                                                                 Subordinasi.                                                                                         Jumlah Liabilitas                                                            419.012.145 407.794.597 381.164.489
              dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan yang                                       9                                   12 Maret 2028
              berlaku di Negara Republik Indonesia.                                                                                                                                                                        b. Yang berhak atas pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi adalah Pemegang Obligasi
                                                                                                                                       10                                    12 Juni 2028                                                                                                                                           DANA SYIRKAH TEMPORER
                                                                                                                                                                                                                                 Subordinasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Kerja
  KELALAIAN PERSEROAN                                                                                                                  11                                 12 September 2028                                                                                                                                          Simpanan nasabah                                                               31.836.925    29.216.772     27.082.860
                                                                                                                                                                                                                                 sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau       Simpanan dari Bank Lain                                                            32.175        31.244         23.235
  Keterangan lebih lanjut mengenai kelalaian Perseroan dapat dilihat pada Bab I Propektus.                                             12                                 12 Desember 2028
                                                                                                                                                                                                                                 peraturan perundangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi Subordinasi    Jumlah Dana Syirkah Temporer                                                    31.869.100    29.248.016     27.106.095
  RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI (RUPO)                                                                                                  13                                   12 Maret 2029
                                                                                                                                                                                                                                 setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi Subordinasi tersebut,
                                                                                                                                       14                                    12 Juni 2029                                                                                                                                           EKUITAS
  Keterangan lebih lanjut mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Obligasi (RUPO) dapat dilihat pada                                                                                                                                  maka pihak yang menerima pengalihan tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi Subordinasi
                                                                                                                                       15                                 12 September 2029                                                                                                                                          Modal ditempatkan dan disetor penuh                                             7.017.222     7.017.222      7.017.222
  Bab I Prospektus.                                                                                                                                                                                                              pada periode pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi yang bersangkutan.
                                                                                                                                       16                                 12 Desember 2029                                                                                                                                           Tambahan modal disetor                                                          4.418.900     4.418.900      4.418.900
  WALI AMANAT                                                                                                                          17                                   12 Maret 2030                                  c. Bila terjadi keterlambatan pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi dan/atau pembayaran Bunga              Dana setoran modal                                                                      -             -              -
  Perseroan telah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dalam                                            18                                    12 Juni 2030                                        Obligasi Subordinasi, Pemegang Obligasi Subordinasi menerima pembayaran denda untuk                 Kerugian neto yang belum direalisasi dan cadangan kerugian penurunan nilai
                                                                                                                                                                                                                                 setiap ketiadaan pembayaran sebesar 1% (satu persen) di atas Bunga Obligasi Subordinasi                atas efek-efek dan obligasi pemerintah diukur pada nilai wajar melalui
  penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi ini sesuai dengan ketentuan yang                                      19                                 12 September 2030                                                                                                                                             penghasilan komprehensif lain - setelah pajak tangguhan                      (898.059)   (1.107.982)      (769.001)
  tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat                                        20                                 12 Desember 2030                                       yang berlaku atas jumlah yang terhutang sesuai ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan. Nilai          Pengukuran kembali program imbalan pasti - setelah pajak tangguhan              (355.630)     (424.015)      (560.339)
  Indonesia (Persero) Tbk.                                                                                                                                                                                                       denda dihitung perhari, terhitung sejak tanggal pembayaran sehingga jumlah terhutang terbayar       Bagian efektif lindung nilai - arus kas                                                 -       (44.082)       (32.346)
                                                                                                            SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI SUBORDINASI                                                                           sepenuhnya, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu)
  Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:                                                                                                                                                                                                                                                                                         Surplus revaluasi aset tetap                                                    3.642.936     3.565.773      3.565.773
                                                                                                            Obligasi Subordinasi ini diterbitkan dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan,                      bulan adalah 30 (tiga puluh) hari.                                                                  Saldo laba
                                                WALI AMANAT
                                                                                                            dengan satuan jumlah Obligasi Subordinasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek                   d. Pemegang Obligasi Subordinasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling                Telah ditentukan penggunaannya                                              18.237.500    15.982.004     13.181.214
                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                                                                                                            ke Rekening Efek lainnya adalah senilai Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya sebagaimana diatur                     sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi Subordinasi (termasuk didalamnya
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Belum ditentukan penggunaannya                                               1.863.129     3.164.069      3.657.729
                                          Investment Services Group                                                                                                                                                                                                                                                                  Total ekuitas yang dapat diatribusikan
                                                                                                            dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Setiap Pemegang Obligasi Subordinasi senilai Rp1,- (satu Rupiah)                   jumlah Obligasi Subordinasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia
                                            Gedung BRI II Lantai 6                                                                                                                                                                                                                                                                   Kepada entitas induk                                                           33.925.998             -              -
                                                                                                            mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO.                                                          namun tidak termasuk Obligasi Subordinasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi
                                       Jl. Jend. Sudirman Kav. 44 – 46                                                                                                                                                                                                                                                               Kepentingan non-pengendali                                                             18             -              -
                                                 Jakarta 10210                                              SATUAN PERDAGANGAN OBLIGASI SUBORDINASI                                                                              Perseroan) mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat untuk diselenggarakan RUPO             Jumlah Ekuitas                                                                 33.926.016    32.571.889     30.479.152
                                            Telepon: (021) 5758143                                          Pemesanan pembelian Obligasi Subordinasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya                             dengan melampirkan asli KTUR. Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta,         Jumlah Liabilitas, Dana Syirkah Temporer dan Ekuitas                          484.807.261   469.614.502    438.749.736




 03_Ringkas BTN MediaIndonesia 21_November_2025.indd 1                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               11/20/25 9:10 PM
Page 4
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 l HALAMAN 9

 LAPORAN LABA RUGI                                                                                                                        b. Liabilitas                                                                                                           8. Risiko Perubahan Teknologi                                                                                     Pada tanggal Prospektus, telah terdapat orang-perorangan (individu) yang menjadi pemilik manfaat
                                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)     Jumlah Liabilitas Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar                               9. Risiko Kelangkaan Sumber Daya                                                                                  dari Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1 Peraturan Presiden Republik Indonesia
                                                                  Periode 6 (enam) bulan yang     Tahun yang berakhir pada                Rp419.012.145 juta, meningkat 2,75% atau setara dengan Rp11.217.548 juta dibandingkan Jumlah                            10. Risiko Keamanan Siber                                                                                         No.13 Tahun 2018 Tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat Dari Korporasi Dalam
                          Keterangan                              berakhir pada tanggal 30 Juni tanggal-tanggal 31 Desember               Liabilitas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp407.794.597 juta.                        11. Risiko Ketahanan Negara Lain atau Peraturan Internasional                                                     Rangka Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Tindak Pidana
                                                                      2025           2024*          2024            2023                  Kenaikan ini disebabkan pada periode 30 Juni 2025 terdapat peningkatan Simpanan dari Nasabah                       Penjelasan atas risiko usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VII Prospektus.                                          Pendanaan Terorisme dimana berdasarkan Informasi Penyampaian Data tanggal 26 Maret 2025 kepada
 Pendapatan dan Beban Operasional                                                                                                         sebesar 6,25% atau setara Rp22.020.388 juta dari 31 Desember 2024.                                                                                                                                                                        Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dinyatakan bahwa pemilik manfaat
 Pendapatan bunga dan bagi hasil                                     18.500.696       14.965.534           29.541.592        28.281.252
                                                                                                                                          Jumlah Liabilitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar                           KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN                                                         dari Perseroan adalah Nixon Lambok Pahotan Napitupulu dalam jabatannya selaku Direktur Utama
 Beban bunga, bagi hasil dan bonus                                   (9.252.593)      (9.044.306)        (18.048.940)      (14.850.962)                                                                                                                                                                                                                                             Perseroan. Adapun kriteria yang dipenuhi oleh Direktur Utama untuk menjadi pemilik manfaat (Beneficial
 Pendapatan bunga dan bagi hasil - neto                                9.248.103        5.921.228          11.492.652        13.430.290
                                                                                                                                          Rp407.794.597 juta, meningkat 6,99% atau setara dengan Rp26.630.108 juta dibandingkan Jumlah                       Sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, tidak terdapat kejadian penting yang
                                                                                                                                          Liabilitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp381.164.489 juta.                     mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan yang                               Owner) adalah sebagai pihak yang menerima manfaat dari perseroan terbatas sebatas kapasitasnya
 Pendapatan operasional lainnya                                        1.859.125        1.958.048           4.575.919         3.891.147
                                                                                                                                          Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan Simpanan dari Nasabah sebesar 9,28% atau setara                         terjadi setelah tanggal laporan auditor independen tertanggal 29 Oktober 2025 atas laporan keuangan                    berdasarkan jabatannya. Namun demikian Pemilik Manfaat yang telah dilaporkan Perseroan tersebut,
 Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan
    aset non-keuangan                                                (3.658.011)          (927.692)       (1.981.495)       (3.765.397)   Rp29.936.332 juta dibandingkan dengan 31 Desember 2023.                                                            tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 dan 2023 serta untuk periode enam bulan yang berakhir                        bukan merupakan orang perseorangan yang dimaksud dalam definisi Pemilik Manfaat pada Perpres
 pembalikan estimasi kerugian penurunan nilai komitmen                                                                                                                                                                                                       pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir pada tanggal-                       No.13 Tahun 2018 dan bukan merupakan orang perseorangan yang dimaksud dalam criteria Pemilik
                                                                                                                                          c. Dana Syirkah Temporer
    dan kontijensi                                                           539            2.509                  195            1.139                                                                                                                      tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan                                 Manfaat dari perseroan terbatas yang diatur dalam Pasal 4 ayat 1 butir f Perpres No.13 Tahun 2018,
 Beban operasional lainnya                                           (5.352.780)      (5.038.117)        (10.262.558)       (9.017.450)   Jumlah Dana Syirkah Temporer Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025                                                                                                                                              mengingat yang bersangkutan tidak dapat menunjuk atau memberhentikan direksi atau dewan
                                                                                                                                          sebesar Rp31.869.100 juta, meningkat 8,96% atau setara dengan Rp2.621.084 juta dibandingkan                        Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia serta Peraturan Regulator Pasar Modal yang berlaku
 Laba Operasional                                                      2.096.976       1.915.976            3.824.713         4.539.729                                                                                                                                                                                                                                             komisaris Perseroa, kemampuan untuk mengendalikan Perseroan hanya terbatas dalam kapasitasnya
 Pendapatan (beban) bukan operasional – neto                              33.403         (38.844)             (51.872)        (159.519)   Jumlah Dana Syirkah Temporer untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar                     untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian
                                                                                                                                                                                                                                                             dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” dan disajikan dalam mata                              sebagai Direktur Utama, menerima manfaat dari Perseroan berupa gaji dan tunjangan serta fasilitas
 Laba Sebelum Beban Pajak                                              2.130.379       1.877.132            3.772.841         4.380.210   Rp29.248.016 juta. Kenaikan ini disebabkan pada periode 30 Juni 2025 terdapat peningkatan Simpanan                                                                                                                                        sesuai dengan jabatannya dan yang bersangkutan bukan pemilik sebenarnya dari saham Perseroan.
 Beban pajak                                                           (423.990)        (375.270)           (765.513)         (879.222)   Nasabah sebesar 8,97% atau setara Rp2.620.153 juta dan adanya peningkatan Simpanan dari Bank                       uang Rupiah yang diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja (firma anggota Ernst & Young Global
 Laba Tahun Berjalan                                                   1.706.389       1.501.862            3.007.328         3.500.988                                                                                                                      Limited) berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”) dan                   Pada tanggal Prospektus diterbitkan, pihak pengendali Perseroan adalah Negara Republik Indonesia.
                                                                                                                                          Lain sebesar 2,98% atau setara Rp931 juta dari 31 Desember 2024.
 Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                               2.105.942       1.253.734            2.792.935         3.848.720                                                                                                                      ditandatangani oleh Christophorus Alvin Kossim (Registrasi Akuntan Publik No. 1681) yang menyatakan                    4. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN
 Laba bersih per saham dasar (nilai penuh)                                   122              107                  214              249
                                                                                                                                          Jumlah Dana Syirkah Temporer Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                                                                                                                                                                                             opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf “hal-hal lain” yang menyatakan (i) informasi keuangan
                                                                                                                                          31 Desember 2024 sebesar Rp29.248.016 juta, meningkat 7,90% atau setara dengan Rp2.141.921                                                                                                                                                Untuk memenuhi Peraturan OJK No. 33 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
 *Tidak diaudit
                                                                                                                                          juta dibandingkan Jumlah Dana Syirkah Temporer untuk tahun yang berakhir pada tanggal                              konsolidasian interim 30 Juni 2024 tidak diaudit dan direviu, serta (ii) penerbitan kembali laporan auditor
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Publik, susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang sah berlaku pada tanggal Prospektus ini diterbitkan
                                                                                                                                          31 Desember 2023 sebesar Rp27.106.095 juta. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan                             independen sehubungan dengan penerbitan kembali dalam laporan auditor independen tertanggal
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    adalah berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No.44 tanggal 26 Maret
 RASIO KEUANGAN                                                                                                                           Simpanan Nasabah sebesar 7,88% atau setara Rp2.133.912 juta dan adanya peningkatan                                 29 Oktober 2025 yang juga tercantum dalam Prospektus ini.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2025 (Akta Risalah No.44/2025) juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
                                                                                          30 Juni                 31 Desember             Simpanan dari Bank Lain sebesar 34,47% atau setara Rp8.009 juta dibandingkan dengan                                  KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK SERTA KEGIATAN                                                         Tahunan No.40 tanggal 23 April 2025 yang dibuat dihadapan Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di
                                 Keterangan                                                                                               31 Desember 2023.                                                                                                                                                                                                                         Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang pemberitahuan perubahan data Perseroan telah diterima
                                                                                   2025         2024**          2024       2023
                                                                                                                                                                                                                                                                        USAHA, KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA
 Rasio Pertumbuhan                                                                                                                        d. Ekuitas                                                                                                                                                                                                                                oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia - Direktorat Jenderal Administrasi Hukum
  Pendapatan bunga dan bagi hasil - neto                                           56,19%         -7,28%        -14,43%        -10,45%                                                                                                                       1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN                                                                                           Umum di bawah No.AHU-AH.01.09-0205085 tanggal 24 April 2025 dan telah didaftarkan dalam daftar
                                                                                                                                          Jumlah Ekuitas Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
  Laba operasional                                                                  9,45%         -4,22%        -15,75%         19,00%
                                                                                                                                                                                                                                                             Perseroan didirikan dengan nama Postpaarbank sebagaimana diumumkan dalam Staatsblad van                                Perseroan di bawah No.AHU-0089029.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal 24 April 2025 (“Akta PKR
  Laba tahun berjalan                                                              13,62%          1,86%        -14,10%         14,97%    Rp33.926.016 juta, meningkat 4,16% atau setara dengan Rp1.354.127 juta dibandingkan Jumlah
                                                                                                                                          Ekuitas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp32.571.889 juta.                       Nederlandsch-Indie No. 653 Tahun 1934 yang kemudian berganti nama menjadi Bank Tabungan Pos                            No.40/2025”), susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
  Jumlah aset                                                                       6,41%         13,75%          7,03%          9,10%
  Jumlah liabilitas dan dana syirkah temporer                                       6,20%         14,09%          7,05%          8,51%    Kenaikan ini disebabkan pada periode 30 Juni 2025 terdapat peningkatan Surplus Revaluasi Aset Tetap                berdasarkan Undang-undang Darurat No. 9 Tahun 1950 jo Undang-undang No. 36 Tahun 1953. Bank                            Dewan Komisaris:
  Jumlah ekuitas                                                                    9,32%          9,29%          6,87%         17,64%    sebesar 2,16% atau setara Rp77.163 juta dan adanya peningkatan Saldo Laba yang telah ditentukan                    Tabungan Pos kemudian menjadi Bank Tabungan Negara berdasarkan Undang-Undang No. 2 Tahun
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Komisaris Utama                    :   Suryo Utomo;
 Permodalan                                                                                                                               penggunaannya sebesar 14,11% atau setara Rp2.255.496 juta dari 31 Desember 2024.                                   1964 juncto Undang-Undang No.20 Tahun 1968 tentang Bank Tabungan Negara.
  CAR untuk risiko kredit dan risiko operasional(1)                                17,36%         19,28%         19,17%        20,19%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wakil Komisaris Utama              :   Dwi Ary Purnomo;
                                                                                                                                          Jumlah Ekuitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar                           Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.24 tanggal 29 April 1992 tentang                                Komisaris Independen               :   Ida Nuryanti;
  CAR untuk risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar(1)                  16,93%         18,58%         18,50%        20,07%
                                                                                                                                          Rp32.571.889 juta, meningkat 6,87% atau setara dengan Rp2.092.737 juta dibandingkan Jumlah                         Penyesuaian Bentuk Hukum Bank Tabungan Negara Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)                                   Komisaris Independen               :   Pietra Machreza Paloh;
  Aset tetap terhadap modal(2)                                                     29,35%         27,18%         28,43%        25,99%
                                                                                                                                          Ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp30.479.152 juta.                         Bank Tabungan Negara disesuaikan bentuk hukumnya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)                                Komisaris Independen               :   Panangian Simanungkalit.
 Aset produktif                                                                                                                           Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan Saldo Laba yang telah ditentukan penggunaannya                          sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No.9 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No.12                                Komisaris                          :   Fahri Hamzah;*)
  Aset produktif bermasalah terhadap total asset produktif(3)                       2,77%             2,62%        2,60%        2,58%     sebesar 21,25% atau setara Rp2.800.790 juta dibandingkan dengan 31 Desember 2023.                                  Tahun 1969 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1972. Dengan
  NPL – bersih*)(4)                                                                 1,89%             1,49%        1,89%        1,32%                                                                                                                                                                                                                                               *)    Pengangkatan Fahri Hamzah sebagai Komisaris Perseroan, baru akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan
                                                                                                                                          3.       Arus Kas                                                                                                  disesuaikannya bentuk hukum Bank Tabungan Negara menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)                                      dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) dan memenuhi peraturan
  NPL – bruto*)(5)                                                                  3,31%             3,13%        3,16%        3,01%
                                                                                                                                                                                                                                                             sebagaimana dimaksud di atas, berdasarkan Undang- Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan,                                  perundang-undangan yang berlaku.
 Rentabiltas
                                                                                                                                          a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi                                                                                 Bank Tabungan Negara dinyatakan bubar pada saat pendirian Perusahaan Perseroan (Persero)
                                                                                                                                          Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi untuk periode yang berakhir pada tanggal                                                                                                                                      Masa berlaku jabatan seluruh anggota Dewan Komisaris sampai dengan penutupan RUPS Tahunan
  ROA(6)                                                                            0,91%          0,84%          0,84%         1,07%                                                                                                                        tersebut dengan ketentuan bahwa segala hak dan kewajiban, kekayaan serta pegawai dari Bank
  ROE(7)                                                                           11,82%         11,06%         10,78%        13,86%     30 Juni 2025 surplus sebesar Rp9.374.228 juta, naik 151,15% atau setara dengan surplus Rp27.701.098                                                                                                                                       tahun 2030.
                                                                                                                                                                                                                                                             Tabungan Negara yang ada pada saat pembubarannya beralih kepada Perusahaan Perseroan
  NIM(8)                                                                            4,34%          2,95%          2,81%         3,75%     juta dibandingkan Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi untuk periode yang                   (Persero) yang bersangkutan.                                                                                           Direksi:
  BOPO(9)                                                                          71,74%         83,21%         88,73%        86,10%     berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 defisit sebesar Rp18.326.870 juta. Kenaikan ini disebabkan
                                                                                                                                                                                                                                                             Pendirian Perusahaan Persero BTN dilakukan dengan Akta Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan                         Direktur Utama                                      : Nixon Lambok Pahotan Napitupulu;
                                                                                                                                          pada periode 30 Juni 2025 terdapat peningkatan penerimaan bunga, bagi hasil, dan marjin sebesar
 Likuiditas                                                                                                                                                                                                                                                  (Persero) PT Bank Tabungan Negara “PT Bank Tabungan Negara (Persero)” No. 136 tanggal 3 Juli                           Wakil Direktur Utama                                : Oni Febriarto Rahardjo;
                                                                                                                                          2,28% atau setara Rp333.697 juta dibandingkan dengan periode 30 Juni 2024. Selain itu pada tanggal
   LDR(10)                                                                         92,57%         96,57%         93,75%        95,36%                                                                                                                        1992, yang dibuat di hadapan Muhani Salim, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan                   Direktur Operations                                 : I Nyoman Sugiriyasa;
                                                                                                                                          30 Juni 2025 terdapat perolehan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1.336.922 juta di mana
                                                                                                                                                                                                                                                             dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-6587.HT.01.01.TH.92                         Direktur Treasury & International Banking           : Venda Yuniarti;
                                                                                                                                          pada periode 30 Juni 2024 tidak terdapat perolehan tersebut.
 Kepatuhan (compliance)                                                                                                                                                                                                                                      tanggal 12 Agustus 1992, didaftarkan di dalam register pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Selatan                   Direktur Consumer Banking                           : Hirwandi Gafar;
  Persentase pelanggaran BMPK*(+)                                                   0,00%             0,00%        0,00%        0,00%     Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal                                                                                                                                        Direktur Network & Retail Funding                   : Rully Setiawan;
                                                                                                                                                                                                                                                             tanggal 18 Agustus 1992 di bawah No.603/A.P.T/Wapan/1992/PNJS, dan telah diumumkan dalam Berita
  Persentase pelampauan BMPK*(+)                                                    0,00%             0,00%        0,00%        0,00%     31 Desember 2024 defisit sebesar Rp8.755.616 juta, turun 231,97% atau setara dengan defisit                                                                                                                                               Direktur Corporate Banking                          : Helmy Afrisa Nugroho;*)
                                                                                                                                                                                                                                                             Negara Republik Indonesia No.73 tanggal 11 September 1992, Tambahan No.6A (“Akta Pendirian”).
  GWM                                                                                                                                     Rp15.389.969 juta dibandingkan kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi untuk
                                                                                                                                                                                                                                                             Perseroan memperoleh ijin untuk beroperasi sebagai bank umum berdasarkan Surat Bank Indonesia                          Direktur Commercial Banking                         : Hermita;
  Konvensional Rupiah                                                                                                                     tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 surplus sebesar Rp6.634.353 juta. Penurunan
  Utama*(11)                                                                        4,51%          5,04%          5,38%         6,04%                                                                                                                        No. 22/9/Dir/UPG tanggal 29 April 1989, dan ijin sebagai bank devisa berdasarkan Surat Keputusan                       Direktur Finance & Strategy                         : Nofry Rony Poetra;
                                                                                                                                          ini disebabkan adanya peningkatan defisit arus kas pembayaran bunga dan bonus, provisi dan komisi
  PLM(*12)                                                                         14,08%         11,32%         12,73%         9,66%                                                                                                                        Direksi Bank Indonesia No. 27/55/KEP/DIR tanggal 23 September 1994.                                                    Direktur Information Technology                     : Tan Jacky Chen;
                                                                                                                                          sebesar 20,69% atau setara Rp3.081.514 juta dan peningkatan defisit efek-efek yang diukur pada nilai
  Dolar Amerika Serikat*(11)                                                        4,18%          9,88%          4,18%         4,40%                                                                                                                                                                                                                                               Direktur Risk Management                            : Setiyo Wibowo;
                                                                                                                                          wajar melalui laba rugi sebesar Rp18.040.297 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun                      Anggaran Dasar Perseroan yang termuat dalam Akta Pendirian telah mengalami beberapa kali
  Syariah Rupiah*(11)                                                               3,15%          6,08%          4,70%         6,10%                                                                                                                                                                                                                                               Direktur Human Capital & Compliance                 : Eko Waluyo.
                                                                                                                                          sebelumnya. Selain itu, terdapat pula penurunan aset operasi dari aktivitas obligasi pemerintah yang               perubahan, perubahan terakhir Anggaran Dasar didasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum
  PDN*(13)                                                                          1,59%          3,27%          1,29%         1,73%                                                                                                                                                                                                                                               *)    Pengangkatan Helmy Afrisa Nugroho sebagai Direktur Perseroan, baru akan berlaku efektif setelah mendapatkan
                                                                                                                                          diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sebesar 96,89% atau setara Rp15.298.534 juta dibandingkan                Pemegang Saham Tahunan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Tabungan Negara Tbk disingkat                                  persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) dan memenuhi
 Solvabilitas                                                                                                                             dengan periode yang sama tahun sebelumnya.                                                                         PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 47 tanggal 26 Maret 2025 yang dibuat dihadapan Ashoya                              peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 Rasio total utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) (14)                    113,21%       161,31%        149,41%       167,81%     b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi                                                                               Ratam, S.H, M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang pemberitahuan perubahan
                                                                                                                                                                                                                                                             anggaran dasarnya telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia                       5. PROSPEK USAHA PERSEROAN
 Rasio total utang terhadap aset (debt to asset ratio) (15)                          7,92%        10,99%         10,36%        11,66%
                                                                                                                                          Kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas investasi untuk periode yang berakhir pada tanggal                                                                                                                                    Prospek Jangka Pendek
 Catatan:                                                                                                                                                                                                                                                    - Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dibawah No.AHU-AH.01.03-0111636 tanggal 24 April
                                                                                                                                          30 Juni 2025 defisit sebesar Rp3.080.112 juta, turun 186,49% atau setara dengan defisit Rp6.641.449
 *) Individu                                                                                                                              juta dibandingkan kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas investasi untuk periode yang                 2025 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.AHU-0089046.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal                           Pertumbuhan kredit pada sektor perumahan diprediksi tetap tumbuh sejalan dengan pertumbuhan
 **) Tidak diaudit                                                                                                                        berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 surplus sebesar Rp3.561.337 juta. Penurunan ini disebabkan                      24 April 2025 (“Akta PKR No.47/2025”).                                                                                 kredit. Pada jangka pendek, terdapat 2 (dua) faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan kredit
 (+) Per tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 dan per 31 Desember 2024 dan 2023.                                                                 pada periode 30 Juni 2025 terdapat akuisisi entitas anak sebesar Rp1.540.067 juta. Selain itu, terdapat            Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir, maksud dan tujuan Perseroan adalah                         sektor perumahan, yaitu:
 1) CAR (Capital Adequacy Ratio) untuk risiko kredit dan risiko operasional yang dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas
                                                                                                                                          penurunan penerimaan obligasi pemerintah pada biaya perolehan diamortisasi sebesar 65,02% atau                     melakukan usaha di bidang Perbankan serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki                           -      Faktor pertama adalah potensi peningkatan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) segmen Masyarakat
       Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2016 sebagaimana diubah dengan POJK No. 34/POJK.03/2016 tentang
       Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.                                                                                      defisit sebesar Rp2.660.945 juta dibandingkan dengan periode 30 Juni 2024.                                         Perseroan untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/                               Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dikontribusi oleh peningkatan alokasi KPR Subsidi
 2) Rasio aset tetap terhadap modal yang dihitung sesuai peraturan BI adalah rasio jumlah aset tetap dibagi dengan                        Kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal               mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip                                       Pemerintah. Pada tahun 2025, Pemerintah menetapkan alokasi KPR Fasilitas Likuiditas Pemilikan
       perhitungan modal yang dilakukan berdasarkan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang berlaku.                            31 Desember 2024 defisit sebesar Rp5.306.340 juta, turun 19,53% atau setara dengan defisit                         perseroan terbatas.                                                                                                           Perumahan (FLPP) sebanyak 350.000 unit (Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum dan
 3) Rasio Aset Produktif bermasalah terhadap Jumlah Aset Produktif merupakan rasio jumlah aset non-performing                                                                                                                                                                                                                                                                              Perumahan Rakyat (PUPR)).
                                                                                                                                          Rp867.125 juta dibandingkan kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas investasi untuk                    Tahun 2015, Perseroan berperan penting dalam membantu Program Pemerintah “Program Sejuta
       terhadap jumlah aset produktif sesuai dengan Peraturan BI. Menurut peraturan BI aset produktif terdiri dari giro pada
       bank lain,penempatan pada bank lain, tagihan spot dan derivatif, surat berharga, surat berharga yang dijual dengan                 tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 defisit sebesar Rp4.439.215 juta. Penurunan                      Rumah Untuk Rakyat”. Perseroan telah ditunjuk sebagai salah satu Bank yang mendukung program                           -      Faktor kedua adalah kebijakan BI untuk melanjutkan ketentuan Loan to Value (LTV)/Financing to
       janji dibeli kembali (repo), tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo), tagihan           ini disebabkan oleh adanya penurunan arus kas dari penerimaan obligasi pemerintah pada biaya                       pemerintah melalui pembiayaan KPR. Pada tahun 2017, perjalanan proses transformasi digital banking                            Value (FTV) sampai dengan 100% yang diberlakukan sampai akhir tahun 2024. Perpanjangan
       akseptasi, tagihan lainnya-transaksi perdagangan, kredit yang diberikan, dan penyertaan pada akhir tahun yang                      perolehan diamortisasi sebesar 133,96% atau setara Rp2.217.798 juta dan adanya penurunan arus                      Perseroan terus berlanjut. Dari sisi bisnis, Perseroan terus meningkatkan pelayanan perbankan dengan                          kebijakan LTV/FTV berpotensi mendorong permintaan properti pada segmen menengah-atas. Hal
       bersangkutan.                                                                                                                      kas dari penerimaan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar 54,02% atau setara                   mengakselerasi tahapan transformasi di era digital, salah satunya dengan membuka Smart Branch.                                ini tecermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) untuk rumah tipe kecil yang
 4) NPL – bersih adalah rasio total NPL kredit dan pembiayaan/piutang Syariah setelah dikurangi cadangan kerugian                         Rp24.327.194 juta.
       penurunan nilai, terhadap total kredit dan pembiayaan Syariah pada akhir tahun yang bersangkutan.
                                                                                                                                                                                                                                                             Smart Branch Perseroan dilengkapi dengan beragam layanan untuk memfasilitasi kebutuhan nasabah                                lebih tinggi dibandingkan rumah tipe menengah dan besar. Per Maret 2025, IHPR rumah tipe kecil
 5) NPL – bruto adalah rasio total NPL kredit dan pembiayaan/piutang Syariah terhadap total kredit dan pembiayaan/                        c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                                                               dalam memperoleh informasi perbankan, melakukan komunikasi, transaksi, registrasi, dan pembukaan                              meningkat sebesar 1,39% (yoy), rumah tipe menengah meningkat 1,14% (yoy), dan IHPR rumah
       piutang Syariah pada akhir tahun yang bersangkutan
                                                                                                                                          Kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan untuk periode yang berakhir pada                     rekening.                                                                                                                     tipe besar meningkat 0,97% (yoy) (Sumber: Survey Harga Properti Residensial Bank Indonesia).
 6) ROA (Return on Assets) yang dihitung sesuai peraturan BI adalah rasio pendapatan sebelum pajak untuk tahun yang                                                                                                                                          Pada tahun 2019, Perseroan menjadi Housing Market Maker dan memperkuat posisi sebagai Bank
                                                                                                                                          tanggal 30 Juni 2025 defisit sebesar Rp11.137.477 juta, turun 423,93% atau setara dengan defisit                                                                                                                                          Prospek Jangka Menengah dan Pendek
       bersangkutan terhadap rata-rata total aset. Rata-rata total aset dihitung dari rata-rata jumlah total aset setiap bulan
       selama tahun yang bersangkutan.                                                                                                    Rp9.011.735 juta dibandingkan kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan untuk                  Terbesar ke-5. Selanjutnya, tahun 2022 merupakan tahun yang penting karena merupakan kali kedua                        Rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih rendah juga merupakan peluang yang
 7) ROE (Return on Equity) yang dihitung sesuai peraturan BI adalah rasio pendapatan setelah pajak untuk tahun yang                       periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 defisit sebesar Rp2.125.742 juta. Penurunan ini                    Perseroan menggelar Rights Issue atau penerbitan saham baru setelah tahun 2012 lalu. Rights                            akan dikembangkan Perseroan untuk memperluas bisnis perumahan ke depannya. Di September 2025,
       bersangkutan terhadap rata-rata ekuitas dalam tahun yang sama. Rata-rata ekuitas dihitung dari rata-rata total modal               disebabkan pada periode 30 Juni 2025 terdapat pembayaran atas pinjaman subordinasi jatuh tempo                     Issue dimaksud menjadi salah satu upaya Perseroan untuk meningkatkan ekspansi kredit sekaligus                         rasio KPR terhadap PDB Indonesia sebesar 3,42% yang masih lebih kecil dibandingkan dengan negara-
       inti (tier 1) setiap bulan selama tahun yang bersangkutan.                                                                         sebesar Rp4.828.500 juta dan adanya pembayaran atas efek-efek yang dijual dengan janji dijual                      memperkuat modal untuk mengawal misi Perseroan menjadi Best Mortgage Bank in South East Asia.
 8) Rasio NIM (Net Interest Margin) yang dihitung sesuai peraturan BI adalah rasio dari pendapatan bunga bersih untuk
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    negara Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina sebesar 4,21%, Thailand sebesar 30,15%, dan Singapura
                                                                                                                                          kembali sebesar Rp31.836.205 juta.                                                                                 Tahun 2023, sebagai wujud dari salah satu transformasi digital banking, Perseroan merilis BTN Mobile,                  sebesar 38,24% (Sumber: CEIC Data, September 2025).
       masing-masing tahun bersangkutan terhadap rata-rata total aset produktif pada akhir tahun yang bersangkutan.
 9) Rasio BOPO (Beban operasional terhadap pendapatan operasional) adalah rasio total beban operasional (berdasarkan                      Kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir pada                       aplikasi untuk mendukung layanan perbankan melalui ponsel menggantikan BTN Mobile Banking.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan komitmen keberlanjutan Program Pemerintah Sejuta Rumah dan meningkatnya populasi
       formula perhitungan Bank Indonesia, termasuk beban bunga) terhadap total pendapatan operasional, masing-masing                     tanggal 31 Desember 2024 defisit sebesar Rp3.517.424 juta, turun 137,76% atau setara dengan defisit                Pada tanggal 3 Maret 2024, Perseroan melakukan “rebranding” salah satunya dengan meluncurkan                           middle income yang didominasi oleh generasi milenial dan segmen emerging affluent juga menjadi
       untuk tahun yang bersangkutan.                                                                                                     Rp12.833.370 juta dibandingkan kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan untuk                 logo baru. Logo baru yang dirilis merupakan simbol keberhasilan dan komitmen Perseroan dalam
 10) Rasio LDR (Loan to Deposits Ratio) yang dihitung berdasarkan peraturan BI adalah rasio kredit yang diberikan kepada                                                                                                                                                                                                                                                            pertimbangan bagi Perseroan untuk memperluas fokusnya dalam mengembangkan bisnis perumahan
                                                                                                                                          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 surplus sebesar Rp9.315.946 juta. Penurunan                      melanjutkan transformasi menjadi Bank yang lebih modern, dan adaptif dalam menghadapi digitalisasi.                    ke depan, khususnya dalam meningkatkan pangsa pasar di segmen milenial dan emerging affluent.
       pihak ketiga dalam Rupiah dan valuta asing, tidak termasuk kredit kepada bank lain, terhadap dana pihak ketiga yang
                                                                                                                                          ini disebabkan pada tahun 31 Desember 2024 terdapat pembayaran atas pinjaman subordinasi jatuh                                                                                                                                            Untuk menangkap potensi pertumbuhan tersebut, Perseroan akan meningkatkan penjualan KPR Non
       mencakup giro, tabungan dan deposito dalam Rupiah dan valuta asing, tidak termasuk dana antar bank.                                                                                                                                                   2. KEGIATAN USAHA PERSEROAN
 11) GWM (Giro Wajib Minimun) dihitung sesuai dengan PBI yang relevan                                                                     tempo sebesar Rp3.000.000 juta dan adanya pembayaran atas efek-efek yang dijual dengan janji dijual
                                                                                                                                                                                                                                                             Berdasarkan segmen usaha yang dikembangkan oleh Perseroan, produk dan jasa Perseroan meliputi 2                        Subsidi dengan menyasar top developers dan direct selling KPR kepada konsumer (direct to customers)
 12) PLM (Penyangga Likuiditas Makroprudensial) atau yang dahulu dikenal dengan GWM Sekunder, dihitung sesuai                             kembali sebesar Rp139.744.766 juta.
       dengan peraturan BI adalah cadangan likuiditas minimum dalam Rupiah yang wajib dipelihara oleh dan dalam                                                                                                                                              (dua) segmen yaitu konvensional dan syariah, dengan penjelasan sebagai berikut:                                        melalui kerja sama dengan agen properti nasional dan individu.
       bentuk surat berharga yang memenuhi persyaratan tertentu, yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar                     4. Likuiditas, Solvabilitas, Rentabililtas dan Kualitas Aset                                                                                                                                                                              Bonus demografi dan pertumbuhan penduduk kelas menengah (middle class) yang didominasi oleh
       persentase tertentu dari Dana Pihak Ketiga dalam Rupiah.                                                                           Likuiditas                                                                                                                                                                                                                                generasi milenial juga menjadi pendorong bisnis pembiayaan perumahan ke depan yang berdasarkan
 13) PDN (Posisi Devisa Neto) dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 12/10/PBI/2010 tanggal 1 Juli 2010                                                                                                                                                                                                                                                                data Badan Pusat Statistik (BPS) per bulan Mei 2025, saat ini jumlah generasi Z dan generasi milenial
                                                                                                                                          Likuiditas dinilai berdasarkan rasio sebagai berikut:
       yang telah diperbaharui oleh Peraturan Bank Indonesia No. 17/5/PBI/2015 tanggal 29 Mei 2015 tentang Perubahan
       Keempat atas Peraturan Bank Indonesia No. 5/13/PBI/2003 tentang Posisi Devisa Neto Bank Umum.                                                                                                                                                                                                                                                                                mendominasi populasi usia produktif dengan Generasi Z (usia 8-23 tahun) mencapai 36,33% dan
                                                                                                                                                 Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal           Rasio Pinjaman yang diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR)
 14) Rasio total utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) dihitung dari total liabilitas berbunga yang hanya dijumlahkan                              30 Juni 2025                                                 92,57%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Generasi Milenial (usia 24-39 tahun) sebanyak 35,15% yang mana porsi tersebut diprediksi akan terus
       dari total pinjaman yang diterima, Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo), Surat-surat berharga yang                           31 Desember 2024                                                93,75%                                                                                                                                                      tumbuh hingga 10 (sepuluh) tahun ke depan yang merupakan peluang untuk mengembangkan bisnis
       diterbitkan dan Pinjaman subordinasi, dibagi dengan total nilai Ekuitas Perseroan.                                                                                                                                                                                                                                                                                           perumahan di segmen first home buyer yang menjadi captive market Perseroan.
                                                                                                                                                        31 Desember 2023                                                95,36%
 15) Rasio total utang terhadap aset (debt to asset ratio) dihitung dari total liabilitas berbunga yang hanya dijumlahkan
       dari total pinjaman yang diterima, Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli Kembali (repo), Surat-surat berharga yang             Likuiditas merupakan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas sewaktu-waktu melalui                                                                                                                                                  Selanjutnya, sebagai sektor yang memiliki multiplier effect kepada 174 sub-sektor industri,
       diterbitkan dan Pinjaman subordinasi, dibagi dengan total nilai Aset Perseroan.                                                    pengelolaan atas simpanan dan hutang lainnya untuk dijadikan aset produktif. Bank Indonesia melalui                                                                                                                                       pengembangan value chain dari bisnis perumahan juga menjadi salah satu strategi pengembangan
 PERSEROAN TELAH MEMENUHI RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG YANG                                                  Surat Edaran No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank                                                                                                                                            bisnis yang akan dilakukan Perseroan. Untuk menangkap peluang tersebut, Perseroan akan
 TELAH DIUNGKAPKAN PERSEROAN DALAM PROSPEKTUS.                                                                                            Umum memberikan ketentuan pokok penilaian Likuiditas, di mana salah satu ukuran Likuiditas adalah                                                                                                                                         mengembangkan produk dan layanan keuangan yang menyasar perluasan value chain bisnis
                                                                                                                                          LDR (Rasio Pinjaman Yang Diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga). Dalam tabel di atas, tingkat posisi                                                                                                                                       konstruksi yaitu akuisisi lahan, bahan bangunan, pengembangan lahan dan properti, jasa konstruksi,
                          ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN                                                                          LDR Perseroan secara berturut-turut pada tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024 dan 31 Desember                                                                                                                                           dan pembiayaan pada pengembang (developer).
 Analisis dan pembahasan pada bagian ini harus dibaca bersamaan dengan laporan keuangan tanggal                                           2023 adalah 92,57%, 93,75% dan 95,36% di mana berdasarkan lampiran 2e surat edaran tersebut, LDR                                                                                                                                          Prospek Usaha dan Strategi ke Depan
 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 dan 2023 serta untuk periode enam bulan yang berakhir pada                                             Perseroan secara berturut-turut pada tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023                                                                                                                                          International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 3,0% di tahun
 tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal                                       diklasifikasikan pada peringkat 4 (100% < Rasio < 120%).                                                                                                                                                                                  2025 dan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia diperkirakan akan tetap tumbuh walaupun
 31 Desember 2024 dan 2023, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Standar                                                   Sumber likuiditas Perseroan berasal dana internal berupa kas dan aktivitas penjualan surat berharga                                                                                                                                       lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2024. Ekonomi pada negara maju seperti Amerika Serikat
 Akuntansi Keuangan di Indonesia serta Peraturan Regulator Pasar Modal yang berlaku untuk                                                 serta berasal dari dana eksternal terutama berupa penghimpunan dana pihak ketiga dan pinjaman pihak                                                                                                                                       diperkirakan juga akan tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun 2024, demikian juga dengan ekonomi
 entitas yang berada dibawah pengawasannya yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan                                            ketiga. Perseroan memiliki LDR dengan rasio yang cukup tinggi mengingat Perseroan dalam melakukan                                                                                                                                         Tiongkok pada tahun 2025 yang mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun 2024.
 Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” dan disajikan dalam mata uang                                               penyaluran kredit dibiayai tidak hanya oleh dana pihak ketiga berupa deposito, giro dan tabungan dan                                                                                                                                      Pertumbuhan ekonomi nasional tetap tumbuh positif pada 2025 di tengah perlambatan ekonomi global,
 Rupiah, telah diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja (the Indonesian member firm of Ernst &                                         obligasi yang diterbitkan namun juga oleh sumber dana lain seperti pinjaman yang diterima, NCD,                                                                                                                                           didorong oleh konsumsi rumah tangga yang masih kuat sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi
 Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut                                       KLBI dan RDI. Sementara itu dalam perhitungan Rasio LDR menurut ketentuan Bank Indonesia hanya                                                                                                                                            nasional, tumbuhnya investasi serta terjaganya kinerja ekspor nasional. Bank Indonesia memprediksi
 Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dengan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf “hal-hal lain”                                      memperhitungkan Dana Pihak Ketiga. Dengan demikian, tingkat LDR yang optimal bagi perseroan                                                                                                                                               pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 akan tetap kuat dan tumbuh positif dalam kisaran 4,6%-5,4%.
 yang menyatakan (i) informasi keuangan konsolidasian interim 30 Juni 2024 tidak diaudit dan direviu,                                     berkisar diatas 100%. Ini menunjukkan bahwa realisasi Perseroan yang semakin meningkat tidak
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian tingkat inflasi di tahun 2025 diperkirakan akan tetap terjaga pada kisaran target Bank Indonesia
 serta (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen sehubungan dengan penerbitan kembali                                            berdampak pada likuiditas karena sumber pembiayaan kredit tersebut juga berasal dari dana di luar
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    yaitu 2,5%±1% yoy. Untuk mencapai tingkat inflasi tersebut, Pemerintah maupun Bank Indonesia akan
 dalam laporannya tertanggal 29 Oktober 2025, yang ditandatangani oleh Christophorus Alvin Kossim                                         dana pihak ketiga dan surat-surat berharga yang diterbitkan antara lain pinjaman yang diterima, NCD,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    melakukan bauran kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran. Sementara, rata-rata
 (Registrasi Akuntan Publik No. AP.1681. Laporan keuangan yang telah diaudit ini tercantum dalam                                          KLBI dan RDI.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terjaga stabil di tahun 2026,
 Prospektus ini.                                                                                                                          Perseroan menjaga likuiditas Perseroan dengan beberapa strategi diantaranya dengan melakukan                                                                                                                                              dengan tetap memperhatikan ketidakpastian di pasar keuangan global seperti kebijakan moneter The
 ANALISIS KEUANGAN                                                                                                                        penerbitan surat berharga, mengembangkan produk kredit yang berjangka waktu pendek dan                                                                                                                                                    Fed serta dinamika geopolitik global. Suku bunga acuan BI turun pada September 2025 menjadi 4,75%
                                                                                                                                          meningkatkan core nominal produk dana pihak ketiga retail.                                                                                                                                                                                dan berpeluang akan turun lagi karena Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melakukan minimal
 1.    Pertumbuhan Pendapatan, Beban, dan Laba
                                                                                                                                          Peningkatan atau penurunan likuiditas Perseroan yang material dapat disebabkan antara lain oleh:                                                                                                                                          1 kali penurunan menjadi 4,50% hingga akhir tahun seiring dengan adanya kecenderungan penurunan
 a. Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil
                                                                                                                                          -     pertumbuhan dana pihak ketiga yang lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan target yang telah                                                                                                                                    suku bunga The Fed.
 Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025                                                ditetapkan; dan                                                                                                                                                                                                                     Sektor Jasa keuangan khususnya perbankan diprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan
 sebesar Rp18.500.696 juta, meningkat 23,62% atau setara dengan Rp3.535.162 juta dibandingkan                                             -     pertumbuhan kredit yang lebih rendah atau tinggi dibandingkan target yang telah ditetapkan.                                                                                                                                         dengan tahun 2024, di mana OJK memperkirakan pada akhir tahun 2025 Dana Pihak Ketiga (DPK) akan
 Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar
                                                                                                                                          Tidak terdapat sumber likuiditas eksternal dan internal dengan jumlah material yang belum digunakan                                                                                                                                       tumbuh pada kisaran 6,0%-8,0% dan penyaluran kredit perbankan akan tumbuh sebesar 9,0%-11,0%.
 Rp14.965.534 juta. Kenaikan ini disebabkan karena adanya kenaikan biaya perolehan diamortisasi dari
                                                                                                                                          oleh Perseroan.                                                                                                                                                                                                                           Untuk tahun 2026, sektor perumahan diprediksi akan menguat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
 kredit yang diberikan sebesar 30,29% atau setara Rp3.539.216 juta dibandingkan dengan periode 30
 Juni 2024. Selain itu, terdapat kenaikan juga dari biaya perolehan diamortisasi dari sisi Giro pada Bank                                 Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan                                                                                                                                      Sektor perumahan berpeluang tumbuh di atas 2% serta mengurangi jumlah backlog didorong oleh
 Indonesia sebesar 118,19% atau setara Rp65.833 juta dari periode 30 Juni 2024.                                                           kegiatan usahanya.                                                                                                                                                                                                                        beberapa faktor antara lain:
 Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember                                             Solvabilitas                                                                                                                                                                                                                              1. Program 3 (tiga) juta rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai
 2024 sebesar Rp29.541.592 juta, meningkat 4,46% atau setara dengan Rp1.260.340 juta dibandingkan                                         Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya dengan menggunakan                                                                                                                                                  program utama untuk pengembangan sektor perumahan.
 Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023                                                  seluruh aset yang dimiliki dan modal sendiri. Rasio permodalan adalah salah satu parameter yang                                                                                                                                           2. Kuota FLPP yang lebih besar di tahun 2026 menjadi 350.000 unit.
 sebesar Rp28.281.252 juta. Kenaikan ini disebabkan karena adanya kenaikan pada biaya perolehan                                           digunakan dalam mengukur rasio solvabilitas. Perseroan memastikan Rasio Kecukupan Modal atau                                                                                                                                              3. Insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) yang diperpanjang oleh pemerintah hingga Desember
 diamortisasi dari sisi Tagihan Lainnya sebesar 134,34% atau setara Rp11.029 juta serta dari sisi Efek-                                   Capital Adequacy Ratio (CAR) mampu memenuhi risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional.                                                                                                                                                  2026.
 Efek sebesar 251,17% atau setara Rp118.039 juta dibandingkan dengan periode 31 Desember 2023.                                            Sesuai dengan peraturan OJK, Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)/CAR yang ditetapkan                                                                                                                                                4. Kebijakan LTV untuk Properti yang masih diperpanjang pada 2026
                                                                                                                                          Bank Indonesia untuk bank dengan profil risiko “2” adalah sebesar 9%.                                                                                                                                                                     5. Terdapat program KUR Perumahan yang bisa dimanfaatkan oleh industri perumahan nasional
 b. Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      yaitu:
                                                                                                                                          Dengan membandingkan total modal dengan ATMR Perseroan, Rasio CAR tahun Perseroan pada
 Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni                                                                                                                                                                                                                                                                                              a. Kredit Program Perumahan sisi penyediaan rumah diberikan kepada Penerima Kredit
                                                                                                                                          tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar 16,93%, 18,50%
 2025 sebesar Rp9.252.593 juta, meningkat 2,30% atau setara dengan Rp208.287 juta dibandingkan                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Program Perumahan dengan jumlah plafon pinjaman di atas Rp500 juta sampai dengan
                                                                                                                                          dan 20,07%. Sementara itu CAR untuk modal inti pada tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024 dan
 Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rp5 miliar. Program ini dapat dimanfaatkan oleh developer untuk meningkatkan supply
                                                                                                                                          2023 masing-masing adalah sebesar 15,63%, 17,10% dan 17,45%.
 Rp9.044.306 juta. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan Deposito Berjangka sebesar 11,14%                                                                                                                                                                                                                                                                                                   perumahan.
 atau setara Rp526.665 juta serta adanya peningkatan Tabungan sebesar 10,39% atau setara Rp29.035                                         Rentabilitas/Profitabilitas (Earnings)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           b. Kredit Program Perumahan sisi permintaan rumah diberikan kepada UMKM berupa individu/
 juta dari periode 30 Juni 2024.                                                                                                          Rentabilitas/profitabilitas merupakan kemampuan Perseroan dalam meraih laba. Rasio yang digunakan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  perseorangan untuk keperluan pembelian rumah, pembangunan rumah, atau renovasi rumah
                                                                                                                                          secara umum adalah ROA, ROE, NIM (Rasio Pendapatan Bunga Bersih terhadap Pendapatan Bunga)
 Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal                                                                                                                                                                          3. STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM                                                                                         guna mendukung kegiatan usaha dengan plafon 10 – 500 juta.
                                                                                                                                          serta BOPO. Profitabilitas dinilai berdasarkan rasio-rasio sebagai berikut:
 31 Desember 2024 sebesar Rp18.048.940 juta, meningkat 21,53% atau setara dengan Rp3.197.978                                                                                                                                                                                                                                                                                        6. Terdapat kebijakan pemerintah yang memberikan tambahan likuiditas bagi bank penyalur utama
 juta dibandingkan Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus untuk tahun yang berakhir pada tanggal                                                                                                                                                                  Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan
                                                                                                                                                                                                                                 Rasio Beban Operasional                                                                                                                                   pembiayaan perumahan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penyaluran KPR yang
                                                                                                                                               Tahun Yang Berakhir   Rasio Laba terhadap     Rasio Laba terhadap                                             Perseroan (Persero) PT Bank Tabungan Negara Tbk disingkat PT Bank Tabungan Negara (Persero)
 31 Desember 2023 sebesar Rp14.850.962 juta. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan Deposito                                                  Pada Tanggal       Rata-Rata Aset (ROA)       Ekuitas (ROE)
                                                                                                                                                                                                                      NIM         terhadap Pendapatan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 25 triliun.
 Berjangka sebesar 33,11% atau setara Rp2.414.858 juta serta adanya peningkatan Pinjaman yang                                                                                                                                      Operasional (BOPO)        Tbk No.47 tanggal 26 Maret 2025 yang dibuat dihadapan Ashoya Ratam, S.H, M.Kn., Notaris di Kota
                                                                                                                                                   30 Juni 2025             0,91%                  11,82%            4,34%               71,74%              Administrasi Jakarta Selatan yang pemberitahuan perubahan anggaran dasarnya telah diterima oleh                        Untuk mencapai target 3 (tiga) juta rumah tersebut, diperlukan kolaborasi antara seluruh stakeholder
 Diterima sebear 14,32% atau setara Rp177.647 juta dari 31 Desember 2023.
                                                                                                                                                31 Desember 2024            0,84%                  10,78%            2,81%               88,73%              Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia - Direktorat Jenderal Administrasi                          yaitu Pemerintah Pusat dan Daerah, Asosiasi, Pengembang, Perbankan hingga Masyarakat untuk
 c. Pendapatan Operasional Lainnya                                                                                                              31 Desember 2023            1,07%                  13,86%            3,75%               86,10%
                                                                                                                                                                                                                                                             Hukum Umum dibawah No.AHU-AH.01.03-0111636 tanggal 24 April 2025 dan telah didaftarkan dalam                           menghadapi kendala yang ada seperti ketersediaan lahan, perizinan, birokrasi hingga daya beli
 Pendapatan Operasional Lainnya Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni                                                Kualitas Aset (Asset Quality Ratio)                                                                                Daftar Perseroan No.AHU-0089046.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal 24 April 2025 jo Daftar Pemegang                           masyarakat.
 2025 sebesar Rp1.859.125 juta, menurun 5,05% atau setara dengan Rp98.923 juta dibandingkan                                               Kualitas Aset dinilai berdasarkan rasio-rasio, yaitu:                                                              Saham pada tanggal 31 Oktober 2025 yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro                               Sumber:
 Pendapatan Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar                                                                                                                                                                Administrasi Efek Perseroan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah                           -      World Economic Outlook, International Monetary Fund (IMF), Juli 2025
 Rp1.958.048 juta. Penurunan ini disebabkan adanya penurunan pendapatan dari Jasa Perbankan                                                                                                             Rasio NPL                Rasio NPL
                                                                                                                                                  Tahun         Rasio Aset Produktif Bermasalah
                                                                                                                                                                                                  Konvensional – bersih*    Konvensional - bruto**           sebagai berikut:                                                                                                       -      Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), September 2024
 sebesar 3,82% atau setara Rp3.853 juta dibandingkan dengan periode 30 Juni 2024.                                                                                                                                                                                                                                                                                                   -      Banking and Property Outlook 2025, Real Estat Indonesia (REI), Desember 2024
                                                                                                                                               30 Juni 2025                  2,77%                        1,89%                    3,31%                                                                                          Nilai Nominal Rp. 500,- per saham
 Pendapatan Operasional Lainnya Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember                                                31 Desember 2024                 2,60%                        1,89%                    3,16%                                                                               Jumlah lembar Jumlah Nilai Nominal          Persentase            LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM RANGKA EMISI
 2024 sebesar Rp4.575.919 juta, meningkat 17,60% atau setara dengan Rp684.772 juta dibandingkan                                             31 Desember 2023                 2,58%                        1,32%                    3,01%                                                                                  saham                  (Rp)            kepemilikan (%)
 Pendapatan Operasional Lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar                                           *) NPL bersih pembiayaan syariah pada tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 masing-          Modal Dasar                                                                                                                      OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI
 Rp3.891.147 juta. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan pendapatan yang diterima dari Jasa                                               masing adalah sebesar 0,54%, 1,71% dan 0%                                                                        Saham Seri A Dwiwarna                                                1                     500
                                                                                                                                          **) NPL bruto pembiayaan syariah pada tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 masing-                                                                                                                                 Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam Penawaran Umum ini adalah
 Penagihan – Payment Points sebesar 29,45% atau setara Rp4.415 juta dari 31 Desember 2023.                                                                                                                                                                      Saham Seri B                                            20.478.431.999      10.239.215.999.500
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    sebagai berikut:
                                                                                                                                               masing adalah sebesar 2,87%, 2,87% dan 2,39%
                                                                                                                                                                                                                                                             Total Modal Dasar                                          20.478.432.000      10.239.216.000.000
 d. Beban Operasional Lainnya
                                                                                                                                          Kualitas Aset (dalam hal ini sebagai Kualitas Aset Produktif) merupakan tingkat/ukuran kemampuan                   Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:                                                                                   Kantor Akuntan Publik     : KAP Purwanto Susanti dan Surja (the Indonesian member firm of Ernst
 Beban Operasional Lainnya Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025                                                                                                                                                                      Saham Seri A Dwiwarna                                                                                                                           & Young Global Limited)
                                                                                                                                          aset atau aset yang dapat menghasilkan. Aset Produktif terdiri atas giro pada bank lain, penempatan
 sebesar Rp5.352.780 juta, meningkat 6,25% atau setara dengan Rp314.663 juta dibandingkan Beban                                                                                                                                                                     Pemerintah                                                        1                   500                0,00   Konsultan Hukum           : HKGM & Partners
                                                                                                                                          pada bank lain, efek-efek dan obligasi Negara Republik Indonesia, pembiayaan/piutang berdasarkan                      Saham Seri B
 Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp5.038.117 juta.                                                                                                                                                                                                                                                                                Wali Amanat               : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                                                                                                                                          prinsip syariah, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit yang diberikan, tagihan derivatif               - PT Danantara Asset Management (Persero)                8.420.666.647       4.210.333.323.500              60,00
 Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan kerugian dari transaksi mata uang asing di mana pada                                                                                                                                                                                                                                                                                    Notaris                   : Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito S.H.
                                                                                                                                          dan komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit. Kualitas Aset Produktif digolongkan atas                   - Dewan Direksi:
 periode 30 Juni 2024 tidak terdapat kerugian tersebut namun di periode 30 Juni 2025 terdapat kerugian                                                                                                                                                                                                                                                                              Lembaga Pemeringkat : PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
                                                                                                                                          Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet. Aset Produktif Bermasalah                             Nixon L.P. Napitupulu                                    5.399.000           2.699.500.000               0,04
 sebesar Rp26.562 juta.                                                                                                                   terdiri dari Kurang Lancar, Diragukan dan Macet. Penggolongan ini ditentukan berdasarkan evaluasi                         Oni Febriarto Rahardjo                                   1.149.100             574.550.000               0,01   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sebagai Wali Amanat Obligasi Berwawasan Sosial dan
 Beban Operasional Lainnya Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024                                              manajemen Perseroan, terutama terhadap prestasi dan kemampuan bayar nasabah (untuk Kredit                                 Hirwandi Gafar                                           2.759.714           1.379.857.000               0,02   Obligasi Subordinasi adalah pihak yang terafiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
 sebesar Rp10.262.558 juta, meningkat 13,81% atau setara dengan Rp1.245.108 juta dibandingkan                                             Perumahan) serta evaluasi terhadap prospek usaha, kondisi keuangan dan kemampuan bayar (untuk                             Nofry Rony Poetra                                        3.527.422           1.763.711.000               0,03   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui kepemilikan saham oleh Negara Republik Indonesia
 Beban Operasional Lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar                                                                                                                                                                          Tan Jacky Chen                                             724.135             362.067.500               0,01
                                                                                                                                          Kredit Lainnya dan Aset Produktif Lainnya). Berdasarkan penggolongan atas Kualitas Aset Produktif                                                                                                                                         dan PT Danantara Asset Management (Persero) sebagaimana didefinisikan dalam UUPPSK sedangkan
 Rp9.017.450 juta. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan beban Lainnya sebesar 27,72% atau                                                                                                                                                                     Setiyo Wibowo                                            2.889.100           1.444.550.000               0,02
                                                                                                                                          tersebut dilakukan pembentukan Penyisihan Kerugian atas Aset Produktif yang diatur dengan Surat                                                                                                                                           Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal lainnya, dalam Penawaran Umum ini tidak mempunyai
                                                                                                                                                                                                                                                                    Eko Waluyo                                               2.868.364           1.434.182.000               0,02
 setara Rp106.279 juta dari 31 Desember 2023.                                                                                             Edaran BI No. 31/148/KEP/DIR tanggal 12 November 1998 yang umum disebut Pembentukan                                                                                                                                                       hubungan afiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan
                                                                                                                                                                                                                                                                - Masyarakat (<5%)                                       5.594.460.930       2.797.230.465.000              39,85
 e. Laba Tahun Berjalan                                                                                                                   Penyisihan Aset Produktif (PPAP) Yang Wajib Dibentuk. Dari tabel tersebut di atas, Rasio Aset Produktif            Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                 14.034.444.413       7.017.222.206.500             100,00   dalam UUPPSK.
                                                                                                                                          Bermasalah terhadap Total Aset Produktif dari tahun ke tahun cenderung meningkat, sehingga Kualitas                Jumlah Modal dalam Portepel
 Laba Tahun Berjalan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar                                                                                                                                                                                                                                                                                             PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN
                                                                                                                                          Aset Produktif nya cenderung memburuk.                                                                             Sisa Saham dalam Portepel
 Rp1.706.389 juta, meningkat 13,62% atau setara dengan Rp204.527 juta dibandingkan Laba Tahun
                                                                                                                                                                                                                                                                Saham Seri A Dwiwarna                                                -                       -                                OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN OBLIGASI SUBORDINASI
 Berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp1.501.862 juta. Kenaikan                                                                                      FAKTOR RISIKO                                                           Saham Seri B                                             6.443.987.587       3.221.993.793.500
 ini disebabkan adanya peningkatan pendapatan bunga dan bagi hasil sebesar 23,62% atau setara                                                                                                                                                                Total Sisa Saham dalam Portepel                             6.443.987.587       3.221.993.793.500
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prospektus Obligasi Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi dapat diperoleh saat masa
 Rp3.535.162 juta serta adanya peningkatan pendapatan bunga dan bagi hasil – neto sebesar 56,19%                                          Berikut ini merupakan risiko utama, risiko usaha, risiko umum dan risiko bagi investor yang disusun                                                                                                                                       penawaran umum, yaitu tanggal 8-9 Desember 2025 pada para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
 atau setara Rp3.326.875 juta dari periode 30 Juni 2024.                                                                                  sesuai dengan bobot risiko yang dihadapi Perseroan, dari risiko yang memberikan dampak paling besar                Pada saat Prospektus ini diterbitkan, PT Bank Syariah Nasional selaku entitas anak yang dimiliki                       Berwawasan Sosial dan Obligasi Subordinasi dan Penjamin Emisi Obligasi Berwawasan Sosial dan
                                                                                                                                          hingga dampak paling kecil terhadap kinerja usaha dan kinerja keuangan Perseroan.                                  langsung Peseroan belum memberikan kontribusi kepada Perseroan.                                                        Obligasi Subordinasi melalui e-mail berikut ini:
 Laba Tahun Berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
 Rp3.007.328 juta, menurun 14,10% atau setara dengan Rp493.660 juta dibandingkan Laba Tahun                                               A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN                                                                              Kegiatan                                   Tahun        Tahun          Tahun
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PENJAMIN PELAKSANA EMISI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL DAN
                                                                                                                                               USAHA PERSEROAN                                                                                                No.       Nama Perusahaan                      Persentase Kepemilikan                                                 OBLIGASI SUBORDINASI
 Berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp3.500.988 juta.                                                                                                                                                                                                      usaha                                    Pendirian   Kepemilikan    Beroperasi
 Penurunan ini disebabkan adanya peningkatan beban bunga bagi hasil dan bonus sebesar 21,53%                                                   1. Risiko Kredit                                                                                                1     PT Bank Syariah Nasional   Perbankan             99,99%                1966         2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Belum
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PT CIMB Niaga Sekuritas                                      PT BCA Sekuritas
 atau setara Rp3.197.978 juta dan adanya peningkatan beban operasional lainnya sebesar 13,81% atau                                                                                                                                                                                                                                                                   Beroperasi
                                                                                                                                          B.      RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK                                                                                                                                                                         Graha CIMB Niaga, Lantai 25                         Menara BCA, Grand Indonesia, Lantai 41
 setara Rp1.245.108 juta.                                                                                                                         LANGSUNG YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN                                          Perseroan telah melaksanakan kewajiban untuk mengadakan dan menyimpan daftar khusus yang                                             Jl. Jend. Sudirman Kav. 58                                 Jl. M.H. Thamrin No. 1
 2.    Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas                                                                                                   PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK                                                                              dimiliki Perseroan, dimana pada tanggal 30 Juni 2025 terdapat 7 anggota Direksi Perseroan yang                                               Jakarta 12190                                           Jakarta 10310
                                                                                                                                                  1. Risiko Operasional                                                                                      memiliki saham Perseroan (yang termasuk dalam bagian saham Masyarakat) yaitu sebagai berikut:                                            Tel: (021) 5084 7847                                    Tel. (021) 2358 7222
 a. Aset
                                                                                                                                                  2. Risiko Pasar                                                                                                                                                                                                                                             Fax: -                                   Fax. (021) 2358 7250/ 2358 7300
 Jumlah Aset Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp484.807.261                                                                                                                                                           Nama                        Jabatan                                          Jumlah Saham               %
                                                                                                                                                  3. Risiko Stratejik                                                                                                                                                                                                                     Email: jk.dcmproject@cimbniaga-ibk.co.id                      Em         m@
 juta, meningkat 3,24% atau setara dengan Rp15.192.759 juta dibandingkan Jumlah Aset untuk tahun                                                                                                                                                             Nixon L.P. Napitupulu       Direktur Utama                                      5.399.000              0,04
                                                                                                                                                  4. Risiko Kepatuhan                                                                                        Oni Febriarto Rahardjo      Wakil Direktur Utama                                1.149.100              0,01
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          www.cns.co.id                                     www
 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp469.614.502 juta. Kenaikan ini disebabkan
                                                                                                                                                  5. Risiko Reputasi                                                                                         Hirwandi Gafar              Direktur Consumer Banking                           2.759.714              0,02                           PT ndo P m S u                                              PT M nd S u
 pada periode 30 Juni 2025 terdapat peningkatan Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
                                                                                                                                                  6. Risiko Likuiditas                                                                                       Nofry Rony Poetra           Direktur Finance & Strategy                         3.527.422              0,03
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               P       C     P                                             M      M
 sebesar 154,28% atau setara Rp7.191.047 juta dibandingan dengan 31 Desember 2024. Selain itu, di                                                                                                                                                            Tan Jacky Chen              Direktur Information Technology                      724.135               0,00
                                                                                                                                                  7. Risiko Hukum                                                                                                                                                                                                                                        S m K                                                     S m K
 periode 30 Juni 2025 juga terdapat peningkatan Kredit yang Diberikan – setelah dikurangi Cadangan                                                                                                                                                           Setiyo Wibowo               Direktur Risk Management                            2.889.100              0,02
 Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 4,05% atau setara Rp12.250.937 juta dibandingkan dengan                                          C.      RISIKO UMUM                                                                                                Eko Waluyo                  Direktur Human Capital & Compliance                 2.868.364              0,02
 31 Desember 2024.                                                                                                                                1. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro                                                                TOTAL                                                                          19.316.835              0.14                             T                                                          T
 Jumlah Aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar                                                            2. Risiko Kebijakan Pemerintah                                                                                                                                                                                                                     F                                                          F
                                                                                                                                                                                                                                                             Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat 3 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.29
 Rp469.614.502 juta, meningkat 7,03% atau setara dengan Rp30.864.766 juta dibandingkan Jumlah                                                     3. Risiko Tingkat Suku Bunga                                                                                                                                                                                                                  Em                  m @                               Em              @m
                                                                                                                                                                                                                                                             Tahun 1999 tanggal 7 Mei 1999 Tentang Pembelian Saham Bank Umum juncto Pasal 39 ayat 2
 Aset untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp438.749.736 juta.                                                         4. Risiko Nilai Tukar atau Perubahan Kurs Valuta Asing                                                                                                                                                                                             www            m   m                                   www m
                                                                                                                                                                                                                                                             Peraturan OJK No.41/POJK.03/2019, terkait pemenuhan minimum jumlah saham Perseroan yang tidak
 Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan Giro pada Bank Indonesia sebesar 25,32% atau setara                                                   5. Risiko Persaingan                                                                                       dicatatkan di Bursa Efek yaitu sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari saham Perseroan yang telah
                                                                                                                                                  6. Risiko Investasi atau Aksi Korporasi                                                                                                                                                                                                SET AP CALON NVESTOR D H MBAU UNTUK MEMBACA KETERANGAN LEB H LAN UT
 Rp4.594.159 juta, peningkatan Efek-Efek – setelah dikurangi CKPN sebesar 380,08% atau setara                                                                                                                                                                dikeluarkan, dimana pada tanggal Prospektus, total saham Perseroan yang tidak tercatat di Bursa Efek
                                                                                                                                                  7. Risiko Kegagalan Perseroan Memenuhi Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku                                                                                                                                                       MENGENA PENAWARAN UMUM N MELALU NFORMAS YANG TERSA DALAM
 Rp20.079.653 juta, dan adanya peningkatan Kredit yang diberikan – setelah dikurangi CKPN sebesar                                                                                                                                                            adalah sebanyak 140.344.445 lembar saham seri B atau sebesar 1,00% dari jumlah saham ditempatkan
                                                                                                                                                       Dalam Industri                                                                                                                                                                                                                    PROSPEKTUS
 7,07% atau setara Rp19.959.847 juta dibandingkan dengan 31 Desember 2023.                                                                                                                                                                                   dan disetor penuh dalam Perseroan yang dimiliki oleh PT Danantara Asset Management (Persero).



03_R ng a BTN Med a ndone a 21_No embe _2025 ndd 2                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  11 20 25 9 10 PM

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.09 MB
Published24 Nov 2025
Pages4
Characters225,323
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT BCA SEKURITAS p.3 ×3
linked org PT MANDIRI SEKURITAS p.3
linked org PT Bank Rakyat p.3 ×2
linked person Suryo Utomo p.4
linked person Dwi Ary Purnomo p.4
linked person Ida Nuryanti p.4
linked person Pietra Machreza Paloh p.4
linked person Panangian Simanungkalit. p.4
linked person Nyoman Sugiriyasa p.4
linked person Venda Yuniarti p.4
linked person Rully Setiawan p.4
linked org PT Bank Syariah Nasional p.4 ×3
linked org Grand Indonesia p.4
linked person Nixon L.P. Napitupulu · Direktur Utama p.4
linked person Oni Febriarto Rahardjo · Wakil Direktur Utama p.4 ×3
linked person Hirwandi Gafar · Direktur p.4 ×3
linked person Nofry Rony Poetra · Direktur p.4 ×3
linked person Tan Jacky Chen · Direktur p.4 ×3
linked person Setiyo Wibowo · Direktur p.4 ×3
linked person Eko Waluyo · Direktur p.4 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.3 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×17
possible org Negara Republik Indonesia p.3 ×8
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.3 ×20
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org PT Bank Rakyat Berwawasan Sosial p.3
unresolved org Indonesia (Persero) Tbk. p.3 ×2
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.3 ×7
unresolved org Bank BTN Tahap II p.3
unresolved org PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK p.3
unresolved org PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA p.3 ×2
unresolved org Bank BTN Tahap II Tahun p.3
unresolved org PT CIMB NIAGA SEKURITAS p.3 ×2
unresolved org PT INDO PREMIER SEKURITAS p.3
unresolved org Purwanto Susanti p.3 ×4
unresolved org Young Global Limited p.3 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×20
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.4 ×3
unresolved person Ashoya Ratam · Notaris p.4 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia p.4
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Pendapatan p.4
unresolved org Bank Tabungan p.4
unresolved org Bank Tabungan Negara. CAR p.4
unresolved org Bank Tabungan Negara Menjadi Perusahaan p.4
unresolved — Pengangkatan Fahri Hamzah · Komisaris p.4 ×3
unresolved org Bank ROE p.4
unresolved person Muhani Salim · Notaris p.4
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.4
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Selatan p.4
unresolved — Pengangkatan Helmy Afrisa Nugroho · Direktur p.4 ×3
unresolved person Ratam p.4
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum p.4
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum p.4
unresolved org Pusat Statistik p.4
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi p.4
unresolved org PT Datindo Entrycom p.4
unresolved org HKGM & Partners p.4
unresolved person Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito S.H. p.4
unresolved person H. Thamrin p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result