Back to announcement
20251119_ARKO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31986437_lamp1.pdf
Other Text extracted ARKOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1 OCR 0.950
AN ARKORA HYDRO No. 433/06/CS-AH/XI/2025 Kepada Yth: Jakarta, 19 November 2025 Direktur Bursa Efek Indonesia dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia Di- Tempat U.p.:- Bapak I Gede Nyoman Yetna - Bapak Adi Pratomo Aryanto Perihal : Tanggapan atas Surat No: S-13123/BEI.PP2/11-2025 tanggal 14 November 2025 perihal Permintaan Penjelasan. Dengan hormat, Sehubungan dengan surat Bursa Efek Indonesia (“Bursa”) kepada PT Arkora Hydro Tbk (“Perseroan”) Nomor : S-13123/BEI.PP2/11-2025 tanggal 14 November 2025 perihal Permintaan Penjelasan, yang baru Perseroan dapatkan pada tanggal 17 November 2025, dengan ini Perseroan menyampaikan penjelasan sebagaimana berikut: 1. Dalam laporan arus kas, akun uang muka perolehan aset tetap yang berada pada kategori Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi per 30 September 2025 dan 2024 masing-masing sebesar positif Rp2,6 miliar dan positif Rp13,3 miliar. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut: a. Latar belakang pencatatan uang muka perolehan aset tetap di angka positif pada laporan arus kas Perseroan. Tanggapan: Uang Muka perolehan Aset Tetap tercatat positif karena adanya pengembalian Uang Muka dari kontraktor sebelumnya, sehubungan dengan pemindahan pekerjaan konstruksi kepada PT Arkora Ekon Indonesia yang merupakan anak usaha tidak langsung Perseroan dengan kepemilikan saham lebih dari 9946. PT Arkora Ekon Indonesia menjadi pihak yang melanjutkan pelaksanaan pekerjaan konstruksi tersebut. Latar belakang penurunan uang muka perolehan aset tetap per 30 September 2024 sebesar Rp13,3 miliar menjadi Rp2,6 miliar per 30 September 2025. £
Page 2 OCR 0.947
Nwanrrorn HYDRO Tanggapan: Uang Muka perolehan Aset Tetap mengalami penurunan dikarenakan progress atas pekerjaan konstruksi proyek PLTM Kukusan 2 sudah hampir selesai. 2. Sehubungan dengan arus kas dari aktivitas operasi, Perseroan mencatatkan nilai untuk 30 September 2025 dan 30 September 2024 masing-masing sebesar negatif Rp108,2 miliar dan negatif Rp97,3 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang pencatatan arus kas dari aktivitas operasi negatif tersebut dan strategi Perseroan untuk mencatatkan arus kas positif di masa depan. Tanggapan: Perseroan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik berbasis energi baru terbarukan saat ini berfokus pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air, yang umumnya memerlukan waktu sekitar 3-5 tahun hingga mencapai tahap operasi komersial (COD). Saat ini Perseroan sedang melaksanakan pembangunan dua proyek, yaitu PLTM Kukusan 2 dan PLTM Tomoni, serta dalam waktu dekat akan memulai pembangunan PLTA Pongbembe. Pengeluaran kas untuk kegiatan konstruksi tersebut dicatat sebagai bagian dari arus kas aktivitas operasi karena Perseroan mencatat kontrak pembangunan PLTM dengan PT PLN (Persero) sesuai dengan ISAK 112 — Perjanjian Konsesi Jasa. Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan saat ini masih negatif karena Perseroan sedang dalam tahap pembangunan beberapa PLTA, sehingga selama proyek masih dalam tahap pembangunan arus kas operasi akan tetap bernilai negatif. Setelah proyek-proyek tersebut mencapai operasi komersial (COD), Perseroan meyakini arus kas operasi akan menjadi positif. Oleh karena itu, strategi utama Perseroan adalah mempercepat penyelesaian pembangunan dan mengoptimalkan operasi pembangkit begitu proyek mulai beroperasi. 3. Pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan yaitu sebesar 61,184, dari Rp153,51 miliar pada periode yang berakhir per 30 September 2024 menjadi Rp247,43 miliar pada periode yang berakhir per 30 September 2025. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang peningkatan pendapatan Perseroan pada periode tersebut, agar dijelaskan dari aspek volume/jasa yang diberikan, pelanggan, dan average selling price dari penjualan Perseroan. Tanggapan: Peningkatan pendapatan pada periode tersebut terutama dipengaruhi oleh pengakuan pendapatan berdasarkan tingkat penyelesaian atas “4
Page 3 OCR 0.945
Nwanrrorn HYDRO proyek sesuai dengan ISAK 112 — Perjanjian Konsesi Jasa, dimana pendapatan Perseroan diakui setiap tahun mengikuti persentase penyelesaian yang dilaporkan pada akhir tahun. b. Penjelasan Perseroan mengenai meningkatnya realisasi pendapatan per 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024 dari segmen jasa konstruksi serta penjualan listrik, apakah terdapat perolehan kontrak baru yang menyebabkan volume penjualan meningkat pada 9 bulan pertama tahun 2025? Tanggapan: Sebagaimana yang disampaikan pada poin diatas, bahwa tidak terdapat tambahan kontrak baru, namun adanya peningkatan progress konstruksi yang signifikan pada proyek PLTM Tomoni dan proyek PLTM Kukusan 2 sehingga meningkatkan pendapatan jasa konstruksi, sesuai metode dalam pembukuan Perusahaan menggunakan metode ISAK 112. c. Agar dapat dirincikan 5 pelanggan terbesar Perseroan per 30 September 2025 dan 30 September 2024 dengan mengisi tabel dibawah: Tanggapan: Perseroan sebagai perusahaan yang memiliki kegiatan usaha pembangkit tenaga listrik baru terbarukan, hanya dapat menjualkan hasil listrik kepada PT PLN (Persero) sebagaimana terdapat dalam Undang - Undang No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, PT PLN (Persero) merupakan pihak yang memiliki hak untuk mengelola, membeli, dan mendistribusikan listrik di seluruh wilayah Indonesia. Sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 50 Tahun 2017, Perseroan sebagai perusahaan swasta pembangkitan tenaga listrik berbasis energi baru terbarukan hanya dapat menjual listrik yang dihasilkan kepada PT PLN (Persero). Oleh karena itu pelanggan Perseroan hanya PT PLN (Persero) sebagaimana disampaikan di tabel berikut: 30 September 2025 No Nama Total Penjualan Pihak Segmen Operasi Pelanggan Afiliasi (Jasa (Ya/Tidak) | Konstruksi/Penjualan Listrik/Lainnya) 1. (PT PLN Rp90.225.938.291 | Tidak Penjualan Listrik (Persero) 30 September 2024 di
Page 4 OCR 0.947
TAN ARKORA HYDRO No Nama Total Penjualan Pihak Segmen Operasi Pelanggan Afiliasi (Jasa (Ya/Tidak) | Konstruksi/Penjualan Listrik/Lainnya) 1. (PT PLN Rp61.505.450.733 | Tidak Penjualan Listrik (Persero) d. Penjelasan mengenai tidak terdapatnya pendapatan dari segmen operasi jasa lainnya per 30 September 2025. Tanggapan: Pendapatan dari segmen operasi jasa lainnya per 30 September 2025 tidak tercatat karena seluruh pendapatan pada segmen tersebut berasal dari transaksi dengan anak perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung sebesar 9996, sehingga pendapatan tersebut harus dieliminasi dalam proses konsolidasi laporan keuangan. e. Langkah-langkah Perseroan dalam meningkatkan penjualan di masa mendatang. Tanggapan : Sebagaimana yang telah Perseroan jelaskan dalam pertanyaan nomor 3 poin c, Perseroan sebagai perusahaan swasta pembangkitan tenaga listrik berbasis energi baru terbarukan hanya dapat menjual listrik yang dihasilkan kepada PT PLN (Persero). Dengan hanya memiliki satu pembeli utama, langkah utama Perseroan dalam meningkatkan penjualan adalah menjaga serta meningkatkan hubungan baik dengan PLN sebagai pelanggan utama. Perseroan juga akan terus mencari potensi proyek-proyek baru yang dapat dikembangkan di kemudian hari. Selain itu, Perseroan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan melaksanakan seluruh kewajiban kontraktual secara optimal sehingga dapat memperkuat tingkat kepercayaan PLN terhadap Perseroan. 4. Beban pokok pendapatan Perseroan per 30 September 2025 sebesar Rp158,13 miliar atau telah mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan saldo per 30 September 2024 sebesar Rp85,78 miliar. Agar dapat dijelaskan: a Penjelasan mengenai tingginya beban konstruksi per 30 September 2025. Tanggapan: Beban konstruksi mengalami peningkatan seiring dengan adanya peningkatan progres konstruksi di Proyek PLTM Tomoni dan PLTM Ta
Page 5 OCR 0.947
AWnrkorn Hyoro “TE: Kukusan 2 yang juga diikuti oleh kenaikan biaya atas progres konstruksi pada kedua proyek tersebut. b Rincian saldo akun "lain-lain" per 30 September 2025 dan 2024. Tanggapan: Rincian saldo akun “lain-lain” per 30 September 2025 dan 2024 untuk biaya pajak penggunaan air, yang dibebankan sebagai bagian dari beban pokok pendapatan. Tidak terdapat komponen material lainnya dalam akun tersebut selain biaya pajak penggunaan air yang wajib dibayarkan Perseroan sesuai ketentuan yang berlaku. c Langkah-langkah Perseroan dalam rangka meningkatkan efisiensi beban pokok pendapatan di masa mendatang. Tanggapan: Dalam rangka meningkatkan efisiensi beban pokok pendapatan ke depan, Perseroan akan memastikan setiap kegiatan operasional dan pembangunan proyek dijalankan sesuai dengan rencana anggaran biaya yang telah ditetapkan. Pengendalian biaya akan dilakukan secara ketat melalui monitoring berkala agar seluruh pengeluaran tetap terjaga dalam batas anggaran, serta memastikan proses operasional dan konstruksi berlangsung secara optimal dan efisien tanpa menimbulkan biaya tambahan yang tidak diperlukan. 5. Beban Umum dan Administrasi Perseroan per 30 September 2025 sebesar Rp38,87 miliar atau telah mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan saldo per 30 September 2024 sebesar Rp30,84 miliar. Agar dapat dijelaskan: a. Penjelasan atas penurunan beban jasa profesional sebesar Rp2,80 miliar per 30 September 2025, dan rincian sebesar Rp2,80 miliar tersebut. Tanggapan: Penurunan beban jasa profesional tersebut disebabkan oleh berkurangnya kebutuhan atas jasa pihak ketiga. Berkurangnya kebutuhan jasa pihak ketiga sebagai penunjang kegiatan operasional Perseroan. b. Nature atas beban jasa profesional tersebut. Tanggapan: Beban jasa profesional merupakan pengeluaran terkait penggunaan jasa pihak ketiga yang memiliki keahlian khusus, termasuk biaya supervisi independen atas proyek-proyek Perseroan, biaya audit, serta biaya profesional lain yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan, kualitas, dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan operasional maupun proyek Perseroan. 5 L/
Page 6 OCR 0.952
TAN ARKORA HYDRO c. Penjelasan peningkatan beban "lain-lain” per 30 September 2025 sebesar Rp7,16 miliar berserta rincian saldo tersebut per 30 September 2025 dan 2024. Tanggapan: Peningkatan beban “lain-lain” disebabkan karena adanya kenaikan biaya yang terkait dengan pembiayaan dari lembaga pembiayaan. Selain itu, terdapat kenaikan biaya-biaya administrasi yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan. d. Berkenaan dengan peningkatan beban gaji, dan tunjangan, apakah kenaikan tersebut disebabkan penambahan tenaga kerja baru atau kenaikan upah secara reguler/tahunan. Tanggapan: Peningkatan beban gaji dan tunjangan, dikarenakan adanya penambahan tenaga kerja untuk proyek PLTM Yaentu yang sudah beroperasi serta penambahan tenaga kerja di kantor pusat Perseroan, selain itu diikuti dengan adanya kenaikan upah gaji dan remunerasi secara reguler yang dilakukan Perseroan setiap tahunnya. 6. Beban Keuangan Perseroan per 30 September 2025 sebesar Rp52,07 atau telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan saldo per 30 September 2024 sebesar Rp36,66 miliar. Agar dapat dijelaskan: a. Penjelasan atas kenaikan beban keuangan tersebut per 30 September 2025. Tanggapan: Kenaikan beban keuangan Perseroan per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga atas pinjaman dari pihak berelasi serta terdapat tambahan beban bunga dari pinjaman proyek dari PT Indonesia Infrastructure Finance, seiring dengan mulai beroperasinya proyek tersebut. Kedua faktor tersebut secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan beban keuangan Perseroan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. b. Rencana atau strategi Perseroan dalam menekan beban keuangan ke depannya Tanggapan: Perseroan akan terus memastikan beban keuangan berada pada tingkat yang sehat melalui pengelolaan pembiayaan yang lebih optimal dan terukur. Setiap kebutuhan pendanaan akan disesuaikan dengan kapasitas arus kas Perseroan, sehingga potensi kenaikan beban keuangan di masa mendatang dapat diantisipasi dan dikelola secara berkelanjutan. Perseroan juga akan melakukan evaluasi berkala L
Page 7 OCR 0.932
AN ARKORA HYDRO terhadap struktur pendanaan yang berjalan serta memanfaatkan peluang untuk memperoleh kondisi pembiayaan yang lebih efisien. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan yakin dapat menjaga kualitas arus kas dan tetap mendukung pertumbuhan usaha secara positif. 7. Sehubungan dengan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) 7 tentang Piutang Usaha, pada tanggal 30 September 2025 piutang usaha dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 8.277.434.602 (setelah dikurangi cadangan kerugian kredit sebesar nihil). Agar dapat dijelaskan: a. Penjelasan Perseroan mengenai penurunan saldo piutang usaha sebesar 47,874 atau Rp7,6 miliar dibandingkan dengan saldo piutang per Desember 2024. Tanggapan: Penurunan saldo piutang usaha sebesar 47,8746 atau Rp7,6 miliar pada @3 2025 dibandingkan dengan Desember 2024 terutama disebabkan oleh kelancaran pembayaran piutang oleh PT PLN sepanjang tahun 2025. Pada akhir Desember 2024, saldo piutang masih tinggi karena proyek PLTM Yaentu baru memasuki tahap awal operasi, sehingga piutang yang belum dibayarkan mencakup tagihan untuk bulan November dan Desember 2024. Sementara itu, untuk unit PLTM Cikopo dan PLTM Tomasa, saldo piutang pada akhir 2024 hanya berasal dari tagihan bulan Desember 2024. Hingga @3 2025, seluruh tagihan tersebut telah dibayarkan oleh PLN sehingga menyebabkan penurunan signifikan pada saldo piutang. b. Apakah terdapat piutang usaha yang sedang dalam proses hukum atau negosiasi ulang pembayaran Tanggapan: Tidak ada c. Status penagihan piutang terutama kepada pihak ketiga tersebut hingga tanggal tanggapan surat permintaan penjelasan dengan mengisi tabel berikut: Tanggapan: Keterangan Jumlah Total Outstanding | Outstanding Penagihan (Rp) (95) Lancar - - - - 1-30 hari Rp9.308.393.140 | Rp9.308.393.140 | Rp9.308.393.140 | 100 31-60 hari | - - - - 61-9Ohari | - - - - 91 — 120 - - - - hari
Page 8 OCR 0.951
AN ARKORA HYDRO Lebih dari - - - - 120 hari Total Rp9.308.393.140 | Rp9.308.393.140 | Rp9.308.393.140 | 100 8. Sehubungan dengan akun piutang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp533 juta per 30 September 2025, agar dapat dijelaskan lebih lanjut: a. Nature dari piutang lain-lain pihak ketiga. Tanggapan: Piutang lain-lain pihak ketiga merupakan piutang yang berasal dari karyawan di entitas anak Perseroan, yang dicatat sebagai other receivables pada laporan keuangan Perseroan. b. Nama pihak-pihak yang melakukan transaksi dan terdapat piutang oleh Perseroan tersebut. Tanggapan: Pihak-pihak yang melakukan transaksi tersebut adalah karyawan tetap di Perseroan atau entitas anak Perseroan dengan masa kerja lebih dari dua tahun. c. Tingkat kolektabilitas atas piutang lain-lain tersebut Tanggapan: Tingkat kolektabilitas atas piutang kepada karyawan dinilai lancar karena pelunasannya dilakukan melalui pemotongan otomatis dari penghasilan karyawan yang bersangkutan. 9. Berkenaan dengan CALK 16 terkait Pinjaman Berjangka, agar dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Berkenaan dengan pinjaman berjangka dari kreditur PT IIF dan PT SMI untuk pembangunan PLTM Koro Yaentu, PLTM Kukusan, dan PLTM Tomoni, agar Perseroan dapat menyampaikan perkembangan serta kendala atas pelaksanaan proyek pembangkit listrik tersebut. Tanggapan: Perseroan menyampaikan perkembangan sebagai berikut: 1. PLTM Koro Yaentu Proyek PLTM Koro Yaentu telah menyelesaikan seluruh tahap pembangunannya dan telah mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tanggal 16 Oktober 2024. Dengan demikian, proyek telah beroperasi secara komersial dan tidak terdapat kendala material selama proses pembangunannya. /
Page 9 OCR 0.929
NWnrtorn HyoRo “T: 2. PLTM Kukusan 2 Proyek PLTM Kukusan 2 saat ini masih berada pada tahap konstruksi dan telah memasuki fase akhir penyelesaian. Saat ini tidak terdapat hambatan yang signifikan dalam proses pembangunan. Perseroan menargetkan proyek akan mencapai COD pada kuartal IV tahun 2025. 3. PLTM Tomoni Proyek PLTM Tomoni juga masih dalam tahap pembangunan. Selama proses konstruksi berjalan, tidak terdapat kendala material yang dapat mempengaruhi jadwal penyelesaian. Perseroan menargetkan proyek ini untuk mencapai COD pada kuartal II tahun 2026. b. Penjelasan Perseroan mengenai kesanggupan pemegang saham untuk menanggung cost overrun atas keseluruhan proyek yang berjalan sebagaimana jaminan yang disyaratkan oleh kreditur. Tanggapan: Perseroan menyampaikan bahwa dalam perjanjian pinjaman dengan PT PT Indonesia Infrastructure Finance dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan entitas anak Perseroan, para pemegang saham telah dimintakan dan telah menyampaikan Letter of Undertaking (LoU) kepada kreditur. Melalui LoU tersebut, pemegang saham menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan apabila terdapat kebutuhan pendanaan tambahan yang diperlukan untuk memastikan penyelesaian proyek sampai beroperasi sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian pembiayaan. c. Penjelasan mengenai masing-masing proyek pembangkit listrik tenaga air mini-hydro dengan mengisi ringkasan sebagai berikut: Tanggapan Nama Kapasitas Total Estimasi | Keterangan Proyek Terpasang | Produksi Tahun I Informasi Energi Operasi Tambahan PLTM Koro | 2X 5 MW 63.952 16 Oktober | Sudah Yaentu Mwh 2024 beroperasi secara komersial PLTM 2x27 MW | 35.024 Kuartal IV | Masih tahap Kukusan Mwh 2025 Konstruksi PLTM 2x5 MW 56.940 Kuartal II| Masih tahap Tomoni Mwh 2026 Konstruksi
Page 10 OCR 0.950
AN ARKORA HYDRO 10. Berdasarkan pada CALK 11 terkait Aset Tak berwujud, agar dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut: a. Terdapat penambahan biaya perolehan sebesar Rp2 miliar pada 9 bulan pertama tahun 2025, apakah penambahan tersebut berkaitan dengan peningkatan kapasitas maupun umur manfaat aset konsesi? Tanggapan: Penambahan aset tak berwujud adalah dikarenakan adanya tambahan nilai atas pengakuan nilai wajar dari proyek yang sedang berjalan pada saat tahun ke 21 - 25 sesuai dengan kontrak Perjanjian Jual Beli Listrik, dikarenakan pada tahun-tahun tersebut penerimaan kas atas proyek pembangkit tenaga listrik akan menerima arus kas masuk bergantung sejauh mana PLN menggunakan pembangkit tersebut untuk menghasilkan listrik. b. Penjelasan singkat mengenai amortisasi yang baru dilakukan pada periode ke-21. Tanggapan: Amortisasi dilakukan mulai tahun ke 21-25 dikarenakan menyesuaikan dengan klausul kontrak pada Perjanjian Jual Beli Listrik di Proyek PLTM Kukusan2 yang berlaku pada tahun ke 21 - 25. 11.Mengacu pada CALK 35 terkait Segmen Operasi, agar dapat dijelaskan lebih lanjut: a. Untuk segmen operasi Cikopo, Perseroan mencatatkan laba rugi sebelum pajak sebesar Rp40 miliar yang utamanya disebabkan oleh beban keuangan sebesar Rp35,3 miliar. Agar dapat dijelaskan nature dari beban keuangan tersebut. Tanggapan: Beban keuangan tersebut berasal dari biaya bunga atas penerbitan Obligasi hijau, biaya bunga atas pinjaman dari pihak berelasi, serta pinjaman dari lembaga pembiayaan yang digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan potensi pembangkit - pembangkit yang dimiliki Perseroan. b. Latar belakang dicatatkannya beban keuangan sebesar Rp35,3 miliar tersebut. Tanggapan: Latar belakang dari beban keuangan tersebut dari kewajiban pembayaran bunga atas penerbitan obligasi hijau, dan pinjaman dari pihak berelasi yang digunakan untuk pengembangan bisnis dan proyek- proyek di dalam grup atau entitas anak perusahaan Perseroan. c. Nature dari akun keuntungan (kerugian) lain-lain — bersih sebesar negatif Rp9.1 miliar. 10 L
Page 11 OCR 0.943
AN ARKORA HYDRO Tanggapan: Akun keuntungan (kerugian) lain-lain — bersih tersebut terutama berasal dari dividen yang diterima dari PT Arkora Ekon Indonesia, selaku entitas anak Perseroan yang kepemilikan sahamnya dimiliki secara tidak langsung sebesar 9946. d. Untuk segmen operasi Yaentu, Perseroan mencatatkan beban keuangan sebesar Rp16,7 miliar. Agar dapat dijelaskan nature dari beban keuangan tersebut. Tanggapan: Beban keuangan pada segmen operasi Yaentu merupakan biaya bunga atas fasilitas pinjaman berjangka dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan proyek PLTM Yaentu. e. Latar belakang dicatatkannya beban keuangan sebesar Rp35,3 miliar tersebut. Tanggapan: Latar belakang timbulnya beban keuangan tersebut sama dengan penjelasan pada poin b, yaitu berasal dari biaya bunga atas pinjaman yang digunakan untuk pendanaan proyek dan pengembangan usaha. f. Pada segmen operasi lainnya, terdapat akun keuntungan (kerugian) lain-lain — bersih sebesar Rp9,1 miliar. Agar dapat dijelaskan nature dari akun tersebut. Tanggapan: Penjelasannya sejalan dengan poin c, di mana akun tersebut berasal dari eliminasi atas pendapatan dividen dari entitas anak Perusahaan yang dimiliki sahamnya secara tidak langsung sebesar 9946. 12. Dalam daftar entitas anak, PT Arkora Energi Baru (AEB) masih dalam tahap pengembangan per 30 September 2025, namun dalam CALK 5 AEB seharusnya telah mendapatkan Commercial Operation Date (COD) dari PLN pada Agustus 2025. Agar dijelaskan apakah AEB telah melakukan kegiatan operasional secara komersial? Jika belum agar dijelaskan perkembangan pekerjaan konstruksinya sampai dengan saat ini dan kendala yang dialami Perseroan, jika ada. Tanggapan: Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, PT Arkora Energi Baru (AEB) selaku pemilik proyek PLTM Kukusan 2 hingga saat ini masih berada dalam tahap konstruksi. Per 30 September 2025, progres konstruksi telah mencapai kurang lebih 9596, sehingga AEB belum mulai melakukan kegiatan operasional secara komersial. LL
Page 12 OCR 0.957
AN ARKORA HYDRO Dalam pelaksanaan konstruksi, sempat mengalami kendala terkait proses pembebasan lahan yang mengakibatkan penyesuaian waktu penyelesaian konstruksi. Namun, Perseroan telah mengambil langkah-langkah penyelesaian yang diperlukan sehingga kendala tersebut sudah selesai dan berhasil diatasi, sehingga pekerjaan konstruksi dapat kembali berjalan dengan baik. Berdasarkan kontrak Perjanjian Jual Beli Listrik AEB dengan PT PLN (Persero), AEB akan melakukan COD pada Agustus 2025, dikarenakan terdapat kendala sebagaimana di jelaskan diatas AEB telah memperoleh persetujuan perpanjangan jadwal Commercial Operation Date (COD) dari PT PLN (Persero) hingga Februari 2026. Meskipun demikian, Perseroan tetap berupaya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi lebih awal sehingga COD diharapkan dapat dicapai pada Kuartal IV tahun 2025. Lain-Lainnya: 13.Apakah Perseroan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun mendatang berencana melakukan aksi korporasi? Tanggapan Sampai dengan surat ini dibuat, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat. Namun tidak menutup kemungkinan apabila terdapat kesempatan terbaik dan memberikan manfaat bagi Perseroan dan Anak Perusahaan Perseroan untuk melakukan suatu tindakan korporasi, perseroan akan senantiasa terus melakukan dan memperhatikan seluruh ketentuan yang berlaku termasuk penyampaian informasi kepada publik apabila Perseroan memutuskan untuk melakukan Tindakan korporasi. 14. Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut. Tanggapan Sampai dengan surat ini dibuat, tidak ada perkara hukum dari kreditur maupun Supplier Perseroan. 15.Informasi/ kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan. Tanggapan Sampai dengan surat ini dibuat, tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan maupun harga saham Perseroan. Perseroan sebagai perusahaan terbuka selalu berkomitmen untuk memenuhi seluruh ketentuan keterbukaan informasi 12 naa
Page 13 OCR 0.913
AWAnrkorn HyoRo “- sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, dan akan menyampaikan setiap informasi atau fakta material kepada publik secara tepat waktu apabila terdapat Informasi/kejadian penting lainnya. Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian Bapak/Ibu kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Arkora Hydro Tbk, RKORA HYDRO Ricky Hartono Pad Direktur dan Corporate Secretary 13
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Adi Pratomo Aryanto
p.1
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.2 ×9
unresolved
org
Menteri ESDM
p.3
unresolved
org
PT PLN Rp
p.3 ×2
unresolved
org
PT IIF
p.8
unresolved
org
PT SMI
p.8
unresolved
org
PT Arkora Energi Baru
p.11 ×2
unresolved
person
Ricky Hartono Pad
· Direktur dan Corporate Secretary
p.13 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.