Skip to content
Back to announcement

20251119_PEGE_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31986310_lamp1.pdf

Other Text extracted PEGE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1 OCR 0.943
Lampiran Nomor S-13073/BEI.PP3/11-2025
Daftar Pertanyaan

1. Berdasarkan Laporan Keuangan periode 30 September 2025, terdapat akun Investasi Lainnya
Pihak Ketiga per 30 September 2025 yang mengalami penurunan signifikan sebesar Rp24 miliar
atau 24,974 dibandingkan per 31 Desember 2024. Agar dijelaskan :

Penjelasan terjadinya penurunan nilai pada investasi efek utang per 30 September 2025:

Nilai investasi efek ekuitas sebesar Rp. 40 miliar mengalami peningkatan tahun 2025

sedangkan kenaikan (penurunan) nilai portofolio yang belum direalisasi bernilai negatif

atau sebesar Rp. 223 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

Ii. Latar belakang Perseroan tetap melakukan investasi pada portofolio saham DMMX,
MCAS dan NFCX mengingat efek tersebut terus melakukan kerugian investasi dari
tahun sebelumnya,

il. Rencana kedepannya agar memperoleh keuntungan investasi,
il. Apakah terdapat rencana untuk melakukan divestasi atau penjualan portofolio

investasi dalam jangka pendek? Apabila ya, apakah penjualan tersebut diperkirakan
akan menghasilkan rugi atau ditunda hingga kondisi pasar lebih menguntungkan.
Penjelasan Perseroan pada tahun 2025 melakukan investasi surat utang yang mayoritas
bergerak pada industri pengolahan kertas.
Pertimbangan Perseroan lebih banyak melakukan investasi pada efek ekuitas pada tahun
2025 mengingat Perseroan masih membukukan kerugian investasi.

Jawab :

a.

Penurunan nilai pada investasi efek utang per 30 September 2025 adalah dikarenakan

adanya penjualan Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FRO100 dan Obligasi Negara

Republik Indonesia Seri FRO103, serta beberapa obligasi yang telah jatuh tempo di tahun

2025 pada Entitas Anak dan penjualan Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FROLOO di

Entitas Induk.

1. Perseroan tetap mempertahankan investasi pada saham DMMX, MCAS, dan NFCX
karena saham-saham tersebut masih dianggap memiliki prospek jangka panjang yang
positif dengan melihat potensi pertumbuhan sektor digital dan teknologi. Perseroan
menilai bahwa kerugian yang terjadi sebelumnya terutama berasal dari penurunan
harga pasar yang bersifat sementara dan belum mencerminkan kinerja operasional
jangka panjang dari emiten tersebut.

ii. Untuk kedepannya, Perseroan akan melakukan pengelolaan portofolio yang lebih

cermat, termasuk diversifikasi ke saham-saham dengan likuiditas dan fundamental

yang lebih kuat seperti saham-saham LO45. Diversifikasi ini diharapkan dapat
menurunkan risiko konsentrasi pada saham tertentu dan meningkatkan peluang
memperoleh keuntungan investasi yang lebih stabil.

Saat ini belum terdapat rencana untuk melakukan divestasi atau penjualan portofolio

investasi dalam jangka pendek.
Page 2 OCR 0.951
Perseroan melakukan investasi pada surat utang yang mayoritas diterbitkan oleh entitas
di industri pengolahan kertas karena industri tersebut dinilai memiliki profif risiko yang
relatif stabil serta prospek arus kas yang lebih terprediksi. Selain itu, kupon yang
ditawarkan berada pada tingkat yang kompetitif sehingga sesuai dengan strategi
Perseroan untuk memperoleh pendapatan tetap yang dapat mendukung likuiditas dan
stabilitas portofolio.

Meskipun Perseroan masih membukukan kerugian investasi, keputusan untuk melakukan
penempatan yang lebih besar pada efek ekuitas pada tahun 2025 didasarkan pada
pertimbangan potensi pertumbuhan nilai yang lebih tinggi dalam jangka menengah hingga
panjang. Perseroan melihat adanya peluang pemulihan pasar dan fundamental emiten
tertentu yang dinilai kuat, sehingga investasi ekuitas dipertimbangkan dapat memberikan
Capital gain di masa mendatang.

2. Sehubungan dengan CALK 8 - Piutang usaha, agar dijelaskan:

a.

Latar belakang peningkatan signifikan pada piutang usaha dari nasabah per 30 September
2025.

Latar belakang meningkatnya piutang usaha berdasarkan marjin per 30 September 2025.
Penjelasan akun-akun yang terdampak atas peningkatan piutang usaha tersebut.

Jawab :

3.

Peningkatan signifikan pada piutang usaha dari nasabah per 30 September 2025 terutama
disebabkan oleh adanya transaksi pembelian saham di pasar negosiasi oleh nasabah
(penjual dan pembeli merupakan nasabah Perseroan) pada tanggal 29 September 2025
dengan nilai yang cukup besar. Transaksi tersebut dilakukan mendekati tanggal pelaporan
dan penyelesaiannya masih berada dalam siklus T#2, maka sampai dengan 30 September
2025 transaksi tersebut belum diselesaikan oleh nasabah sehingga dicatat sebagai piutang
usaha.
Peningkatan piutang usaha berdasarkan marjin per 30 September 2025 terjadi karena
adanya kenaikan yang sangat signifikan dalam pemanfaatan fasilitas marjin oleh nasabah.
Pada September 2025, pemakaian fasilitas marjin rata-rata sekitar Rp. 3 miliar, jauh lebih
tinggi dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang hanya berada pada kisaran
puluhan juta rupiah. Kondisi tersebut menyebabkan saldo piutang atas nasabah marjin
pada 30 September 2025 tercatat meningkat drastis dibandingkan periode sebelumnya.
Akun-akun yang terdampak atas meningkatnya piutang usaha per 30 September 2025
meliputi :
# Akun Pendapatan Bunga atas Pembiayaan Nasabah (Laporan Laba Rugi)

Peningkatan disebabkan oleh nasabah yang memanfaatkan fasilitas marjin sehingga

hal ini akan meningkatkan saldo piutang nasabah marjin yang akan menghasilkan

pendapatan bunga yang lebih besar.
Page 3 OCR 0.946
@ Akun Pendapatan Komisi Perantara Kegiatan Perdagangan Efek (Laporan Laba Rugi)
Dengan bertambahnya nilai transaksi yang besar pada akhir September 2025, maka
akan menghasilkan pendapatan komisi yang cukup tinggi, sehingga berdampak positif
terhadap pendapatan perusahaan pada periode tersebut.

3. Sehubungan dengan CALK 15 — Utang usaha, agar dijelaskan:

a.

Latar belakang peningkatan signifikan pada utang usaha dari nasabah per 30 September
2025.

Penjelasan akun-akun yang terdampak atas peningkatan utang usaha tersebut.
Kendala yang dihadapi untuk memenuhi kewajibannya.

Jawab :

a.

Peningkatan signifikan pada utang usaha dari nasabah per 30 September 2025 disebabkan

oleh adanya transaksi penjualan saham di pasar negosiasi oleh nasabah (penjual dan

pembeli merupakan nasabah Perseroan) pada akhir periode, termasuk transaksi bernilai

besar yang terjadi mendekati tanggal laporan, khususnya transaksi T42 pada 29

September 2025. Karena penyelesaian transaksi belum jatuh tempo hingga melewati

tanggal pelaporan, maka kewajiban perusahaan untuk mencatatkan transaksi tersebut

sebagai utang usaha. Selain itu, meningkatnya aktivitas transaksi nasabah pada akhir

September 2025 turut menambah saldo utang usaha yang belum diselesaikan pada

tanggal laporan.

Akun-akun yang terdampak dari peningkatan utang usaha per 30 September 2025

meliputi:

# Akun Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan (Laporan Neraca)

Dapat meningkat sementara menunggu proses kliring penyelesaian transaksi
penjualan.

@ Akun Pendapatan Komisi Perantara Kegiatan Perdagangan Efek (Laporan Laba Rugi)
Dengan bertambahnya nilai transaksi yang besar pada akhir September 2025, maka
akan menghasilkan pendapatan komisi yang cukup tinggi, sehingga berdampak positif
terhadap pendapatan perusahaan pada periode tersebut.

4. Sehubungan dengan CALK 20 — Saldo laba, agar dijelaskan langkah yang akan dilakukan
Perseroan untuk menekan saldo difisit mengingat sejak tahun 2020 membukukan rugi bersih.
Jawab :

Untuk memperbaiki saldo laba dan menekan saldo defisit, Perseroan terus melaksanakan
berbagai langkah strategis baik dari sisi efisiensi biaya maupun peningkatan pendapatan.
Langkah-langkah tersebut antara lain :

Efisiensi biaya operasional

Perseroan telah melakukan pengendalian biaya operasional sehingga beban usaha dapat
ditekan. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2025 beban usaha berkurang
sebesar 23,514 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Page 4 OCR 0.956
Optimalisasi penempatan dana pada instrumen berpendapatan tetap

Untuk meningkatkan pendapatan keuangan, Perseroan memaksimalkan penempatan
dana pada efek berpendapatan tetap dan deposito yang memberikan imbal hasil stabil dan
relatif rendah risiko.

Penjualan obligasi pada harga yang lebih tinggi

Perseroan juga melakukan penjualan beberapa portofolio obligasi pada harga pasar yang
lebih tinggi, sehingga menghasilkan keuntungan yang dapat membantu perbaikan saldo
laba.

Sehubungan dengan CALK 21 — Pendapatan usaha, agar dijelaskan:

a.

Penjelasan peningkatan signifikan pada segmen pendapatan hasil investasi tahun 2025,
sedangkan kenaikan (penurunan) nilai portofolio yang belum direalisasi bernilai negatif
atau sebesar Rp. 223 miliar.

Strategi yang dilakukan agar Perseroan tidak membukukan kerugian investasi dimasa yang
akan datang.

Jawab :

a.

Pendapatan hasil investasi pada tahun 2025 salah satunya merupakan pendapatan dari
keuntungan belum terealisasi. Terdapat peningkatan pengakuan keuntungan belum
terealisasi akibat kenaikan harga pasar portofolio per 30 September 2025 dibandingkan
harga portofolio per 30 Desember 2024. Keuntungan belum terealisasi ini dicatat sebagai
bagian dari pendapatan dalam laporan laba rugi. Di sisi lain, kenaikan (penurunan) nilai
portofolio yang belum direalisasi pada akun investasi lainnya dalam laporan neraca,
dihitung dengan membandingkan harga pasar per 30 September 2025 dengan harga
perolehan instrumen portofolio. Dalam hal ini, harga perolehan masih jauh lebih tinggi
dibandingkan harga pasar pada 30 September 2025, sehingga nilai portofolio belum
direalisasi tetap tercatat negatif. Dengan demikian, meskipun pendapatan hasil investasi
meningkat signifikan, nilai portofolio belum direalisasi masih negatif karena selisih antara
harga perolehan dan harga pasar saat ini belum cukup untuk menutup kerugian yang
tercatat sebelumnya.

Perseroan menerapkan beberapa strategi untuk meminimalkan potensi kerugian investasi
di masa mendatang, antara lain dengan melakukan diversifikasi portofolio secara lebih
terukur, memperkuat analisa fundamental secara lebih cermat, serta mengoptimalkan
alokasi penempatan dana pada instrumen pendapatan tetap seperti efek utang dan
deposito.

Sehubungan dengan CALK 22 — Beban usaha, agar dijelaskan:

a. Latar belakang menurunnya beban sewa kantor tahun 2025,

b. Latar belakang menurunnya beban transaksi efek tahun 2025,

C. Latar belakang menurunnya beban iklan dan promosi tahun 2025.

Jawab :

a. Beban sewa kantor menurun pada tahun 2025 dikarenakan Perseroan berhasil melakukan

negosiasi sehingga harga sewa kantor menjadi lebih rendah dari yang sebelumnya.
Penyesuaian ini berdampak pada penurunan beban sewa kantor sepanjang tahun 2025.

4
Page 5 OCR 0.946
b. Beban transaksi efek menurun karena berkurangnya pembayaran komisi referral
sepanjang tahun 2025.

C. Beban iklan dan promosi menurun seiring dengan penurunan aktivitas dan pendapatan
dari kegiatan penjaminan emisi efek sepanjang tahun 2025. Karena Perseroan tidak
banyak menangani proyek penjaminan emisi selama periode ini, maka kebutuhan untuk
melakukan kegiatan solitasi dan pemasaran terkait penjaminan emisi efek juga berkurang
secara signifikan.

7. Sehubungan dengan CALK 23 - Pendapatan (Beban) Lain-Lain terdapat beban kerugian tahun
2025 sebesar Rp. 56 miliar, agar dijelaskan perkembangan terkini terkait dengan kehilangan
dana pada rekening operasional Entitas Anak.

Jawab :

Pada tahun 2025, Perseroan mencatat beban kerugian sebesar Rp. 56 miliar yang terkait
dengan kehilangan dana akibat insiden siber pada Entitas Anak. Pada bulan Oktober 2025,
Perseroan telah menerima pengembalian dana dengan total sebesar Rp. 2,6 miliar. Dengan
diterimanya pengembalian dana ini, beban kerugian yang dicatat menjadi berkurang yaitu
menjadi sebesar Rp. 53,9 miliar.

8. Sehubungan dengan CALK 27 - Reklasifikasi Akun, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dilakukannya reklasifikasi akun pada masing-masing akun.
b. Penjelasan akun-akun yang terdampak atas reklasifikasi akun.

Jawab :

a. Sehubungan dengan SEOIK No.3/SEOJK.04/2025 tentang perubahan atas SEOJK
25/SEOJK.04/2021 tentang pedoman perlakuan akuntansi perusahaan efek yang dimana
penyertaan 1 (satu) lembar saham terkait keanggotaan pada PT Bursa Efek Indonesia
dicatat sebagai penyertaan saham dan pendapatan bunga atas efek utang diklasifikasikan
sebagai pendapatan usaha yang merupakan bagian pendapatan dari hasil investasi.

b. Akun yang terdampak atas reklasifikasi agar sesuai penyajian laporan keuangan tahun
2025 merupakan akun :

&» Aset Tak Berwujud
Atas kepemilikan 1 (satu) lembar saham pada PT Bursa Efek Indonesia direklasifikasi
ke penyertaan saham sebesar Rp. 7.500.000.000,-.

# Pendapatan (Beban) Lain- Lain
Pendapatan bunga obligasi yang sebelumnya tercatat di akun pendapatan (beban) lain
- lain sebesar Rp.1.886.441.250,- direklasifikasi ke akun pendapatan usaha sebagai
bagian dari pendapatan dari hasil Investasi.

9. Pada arus kas dari aktivitas operasi tahun 2025 terdapat sub akun Penerimaan dari
(Pembayaran kepada) Lainnya sebesar negatif Rp. 55 miliar, agar dijelaskan nature pengakuan
dan rincian dari sub akun tersebut.
Page 6 OCR 0.813
Jawab :
Berikut rincian akun Penerimaan dari (Pembayaran kepada) Lainnya di arus kas dari aktivitas
operasi tahun 2025 :

Nama Akun Sub Akun Periode Jumlah
Pendapatan (Beban) Lain-lain (Lain-Lain September 2025 156.973.050
pajak Bibayar Eilifuka Pajak Pertambahan Nilai September 2025 772.166.899

Pajak Pertambahan Nilai Desember 2024 744.617.579
Pajak Pertambahan Nilai September 2025 11.442.722
Pajak Penghasilan Pasal dayat2 (September 2025 332.565
Pajak Penghasilan Pasel21 o—”— ISeptember 2025 23.937.137
Pajak Penghasilan Pasel23 — ISeptember 2025 5.617.702
Pajak Materai September 2025 8.980.000
Utang Pajak J aa
Pajak Pertambahan Nilai Desember 2024 -7.508.595
Pajak Penghasilan Pasal 4ayat 2 (Desember 2024 -665.128
Pajak Penghasilan Pasal21 — (Desember 2022 “65.850.282
Pajak Penghasilan Pasal 23 Desember 2024 -4.238.947
Pajak Materai Desember 2024 7.950.000
piutang Lain-Lain Pihak Ketiga September 2025 269.304.035
Pihak Ketiga Desember 2022 1.175.381.970
” (september 2025 -357.386.683
Biaya Dibayar dimuka Desember 2024 196.687.797
Pendapatan (Beban) Lain-lain |Beban Kerugian September 2025 -56.568.357.560
Total -55.915.057.607

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Panca Global Kapital Tbk

Trisno Limanto
Direktur

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.45 MB
Published19 Nov 2025
Pages6
Characters14,245
Text sourceOCR
OCR confidence0.926

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Panca Global Kapital Tbk p.6 ×2
linked person Trisno Limanto · Direktur p.6
possible org Negara Republik Indonesia p.1 ×3
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.5 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result