Skip to content
Back to announcement

20251118_NANO_Public Expose_31985904_lamp1.pdf

Other Text extracted NANO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
                Laporan Public Expose
            PT Nanotech Indonesia Global Tbk
                      (“NANO”)




                    Kamis, 13 November 2025
                         Gedung Nanoplex
             Jln. Puspiptek Raya Ko. Batan Lama A-12
              Setu, Tangerang Selatan, Banten 15314




                         Table of Contents


Resume Jalannya Paparan Publik ………………………………………………………………     1
Partisipan …………………………………………………………………………………………………            1
Rangkuman Tanya Jawab …………………………………………………………………….……       1-5
Lampiran …………………………………………………………………………………………………..          6-9
Page 2
Merujuk pada Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian
Informasi, PT Nanotech Indonesia Global Tbk telah melaksanakan Public Expose Tahunan
dengan perincian sebagai berikut:

Hari/Tanggal           : Kamis, 13 November 2025
Tempat                 : Gedung Nanoplex
                         Jln. Puspiptek Raya Ko. Batan Lama A-12
                         Setu, Tangerang Selatan, Banten 15314
Waktu                  : 11.00 - 12.00 WIB
Agenda                 : 1. Presentasi oleh Manajemen PT Nanotech Indonesia Global Tbk
                         2. Tanya Jawab

Panelis                : 1. Suryandaru – Direktur Utama
                         2. Umar Alfaruqi Abdurrahman – Direktur Operasional
                         3. Ahmad Fathoni, SH – Sekretaris Perusahaan
Participants

Paparan Publik Tahunan PT Nanotech Indonesia Global Tbk dihadiri oleh 27 orang yang
terdiri 10 (sepuluh) secara online/daring dan 17 (Tujuh Belas) secara offline dan dari
jurnalis wartawan, mahasiswa dan praktisi pasar modal, daftar peserta terlampir.

Summary of Q&A

1. Daniel – Investor

    Pertanyaan 1:
    Nanoteknologi mencakup berbagai sektor. Jika manajemen harus memilih TIGA sektor
    industri spesifik (misalnya Kesehatan/Farmasi, Energi, atau Lingkungan) yang akan
    menjadi core competency dan penopang utama laba NANO di tahun 2026, sektor apa
    saja itu? Dan bagaimana manajemen memastikan fokus alokasi modal kerja untuk tiga
    sektor tersebut, mengingat adanya penurunan laba saat ini?

    Jawaban:
    Komposisi terbesar di dalam pendapatan Nanoteknologi adalah dibidang Jasa yang
    merupakan kunci karena kita adalah academic company sekaligus beberapa project-
    project lain yang saat ini kita sudah mulai mengurangi termasuk jasa perjalanan/travel.
    Hingga saat ini beberapanya kita mulai masuk ke jasa-jasa yang jauh lebih spesifik dan
    kedua adalah dibidang kesehatan dan kosmetik jadi kita di sini mempunya lima
    strategi bisnis unit yang pertama itu terkait dengan KKF (Kesehatan, Kosmetik dan
    Farmasi) jadi ini merupakan kunci karena kita mempunyai salah satu anak usaha yaitu
    PT Nano Herbaltama Internasional yang saat ini sudah terus di upgrade terkait dengan
    kapasitas pabriknya agar full aspek untuk bisa memiliki daya produksi atau mungkin
    jenis-jenis yang lebih banyak terkait dengan itu. Itu untuk sektor yang kedua dan untuk
    sektor yang ketiga adalah sector strategis termasuk ke industry pertahanan dan juga
    ada beberapa target kerja produk dan program program di kementerian pertahanan
    salah satu contohnya adalah coating yang sudah beberapa ada di project kita
    sebelumnya dan kedepannya juga ke marinir untuk mengembangkan coating cat anti
                                            1
Page 3
panas yang mana bias menahan panas yang tinggi dari suhu yang 200 bisa menjadi
sekitar 50 itu yang kita lakukan. Berikut dengan sekarang adanya komisaris
independen kita untuk bisa lebih strong lagi untuk bisa masuk ke industry pertahanan.

Pertanyaan 2:
Sebagai perusahaan teknologi, nilai sebenarnya NANO terletak pada kekayaan
intelektual (IP). Mohon sebutkan SATU produk nanoteknologi unggulan (The Next Big
Thing) yang memiliki potensi breakthrough pasar dan sudah melewati tahap TRL
(Technology Readiness Level) tinggi. Berapa proyeksi pendapatan minimum dari
produk tersebut di tahun 2026, dan apa tantangan terbesar (regulasi, market
adoption, atau produksi massal) yang saat ini sedang diatasi oleh manajemen?

Jawaban:
Betul sekali, nilai sebenarnya NANO terletak dari IP yang tadi saya sampaikan kalau kita
punya Kekayaan Intelektual (IP) sebesar lebih dari 75 IP dan total bagaimana cara
pengembangan produk-produk nanoteknologi. Ini pertanyaan kalau orang sudah tahu
Technology Readiness Level itu berarti yang bertanya ini orang yang punya background
akademik atau dosen, kemungkinan investor sekaligus gitu ya, yang menginginkan
bagaimana kesiap terapkan teknologi. Jadi ini tuh semacam Technology Readiness
Level itu tingkat kesiap terapkan teknologi. Jadi bagaimana teknologi itu siap, karena
bapak ibu tahu dari setiap patent itu, mungkin nanti Prof. Nurul bisa menambahkan
terkait dengan kesiap terapkan teknologi kita. Karena komersilisasi, gilirisasi itu adalah
PR besar bangsa ini. Oleh karena itu PT Nanotech Indonesia Global Tdk itu terus
commitment dan juga semakin memantapkan diri untuk menjadi bagian dari produk
gilirisasi yang sedang digantungkan oleh pemerintah kita. Termasuk peningkatan nilai
tambang, mineral, itu adalah salah satu kunci kita untuk bisa berdaya saing dengan
Perseroan yang lain. Jadi tentu ini akan menjadi proyeksi penting bagi kita untuk jadi
produk kita di tahun 2026. Yang sudah masuk Technology Readiness Level mungkin
nanti karena yang secara langsung nanti bisa ditambah oleh Prof. Nurul berkait dengan
leveling teknologi, terkait dengan hal tersebut yang akan kita menggunakan.

Pertanyaan 3:
Kontrak Oxywater senilai Rp800 miliar adalah pendorong pertumbuhan yang masif.
Namun, mengingat besarnya nilai kontrak tersebut, apa mekanisme de-risking
(mitigasi risiko) utama yang diterapkan manajemen? Misalnya, risiko pembatalan,
risiko keterlambatan pembayaran, atau risiko kegagalan produksi skala besar.
Langkah-langkah apa yang disiapkan untuk memastikan eksekusi proyek 3 tahun ini
berjalan lancar dan tepat waktu?

Jawaban:
Perlu Bapak Ibu ketahui bahwa sejak dahulu memang NANO itu selalu melakukan
proses model bisnis B2B ya, artinya kita memang ketika mengembangkan produk,
mengembangkan formula produk, itu ketika kita belum memiliki pabriknya, maka kita
akan bermitra dengan pabrik yang memiliki kapasitas untuk memproduksi. Jadi
memiliki kapasitas untuk memproduksi banyak dari produk-produk, contoh dulu

                                         2
Page 4
produk Propolis, kita belum punya pabrik, tapi dengan adanya kemampuan kita untuk
bisa memproduksi dengan institusi pabrik-pabrik besar yang bisa memproduksi, kami
kasih tahu dan kami memiliki kunci salah satu formula, supaya itu tidak diambil oleh
industri yang memproduksi, tapi kita bisa mengembangkan mereka. Lama-lama
ternyata makro ini sudah kebesaran, maksudnya makro ini sudah pada titik dimana oh
kayanya ini sudah kebesaran makronya, ini kita ambil dan dirikan pabrik sendiri saja
untuk bisa memproduksi produk-produk yang kita miliki. Begitupun ke depan tentu ini
strategi ini akan kita jalankan dengan waktu cepat, kita sudah berpartner dengan salah
satu manufakturing lumayan yang besar, ini ya nanti ada informasinya selanjutnya, itu
adalah salah satu kunci kita dan kita juga ada beberapa partner-partner dan itu tidak
dalam satu tempat makro, lalasan makro untuk produk itu. Nah yang kita bikin saat ini
adalah prototyping, ya ini sama seperti era-era dulu bagaimana produk dan all itu
dibuat, semua berawal dari prototype, mungkin bentuk dan segala macam yang belum
sempurna, ini nanti akan semakin bagus, semakin baik, semakin selip, semakin dikit
dan semua selamatan. Itu adalah salah satu hal yang memang rata-rata yang akan kita
lakukan dalam waktu yang segera mungkin. Juga terkait yang berikutnya adalah
bagaimana kita mempersiapkan terkait dengan modal kerja ya, terkait dengan itu, dan
beberapa hal, karena memang partner-partner ini sudah melakukan DTE terkait
dengan kontrak kemudian mereka layankan ini juga. Jadi ini yang menjadi konfidens
kita untuk bisa memastikan bahwa perseroan itu bisa merekanakan untuk melakukan
DTE di tahun 2025. Oleh karena itu, ya mohon-mohonnya bagi para Bapak-Ibu, para
pemerintah dan para partner-partner yang tidak di sini, agar kita terus mampu
melakukan kolaborasi dan strategi-strategi, untuk bisa memasakkan perusahaan yang
bisa mengeksekusi DTE dan kemudian bisa mengekanakan tahun 2026.

Pertanyaan 4:
Sehubungan dengan target ekspansi dan peningkatan laba, apakah NANO memiliki
rencana untuk aksi korporasi (seperti right issue, akuisisi, atau strategic partnership
baru) pada 2025/2026 untuk mendanai rencana besar tersebut? Jika ya, apa bentuk
dan jadwal perkiraannya? Selain itu, bagaimana sisa dana hasil IPO (jika masih ada)
dialokasikan secara efisien untuk mendukung inisiatif strategis di 2026?

Jawaban:
Baik terima kasih atas pertanyaannya, berkait dengan apakah memang NANO kedepan
memiliki aksi korporasi gitu ya, ya tentu itu instrument penting bagi perusahaan publik
gitu ya, kemudian bisa melompat, tapi memang saat ini kita berfokus berkait dengan
fundamental perusahaan, dengan eksekusi projek-projek strategis, termasuk juga kita
sedang menyelesaikan terkait beberapa hal yang kita gunakan ya, karena memang kita
menunggu adanya projek yang memang nanti akan menjalankan modal kerja itu
bukan begitu banyak gitu ya, berkait dengan eksekusi eksekusi projek untuk di tahun-
tahun berikutnya, karena ini projeknya 3 tahun depan, tentu itu menjadi fokus kita
yang utama, walaupun tidak kemungkinan ya, artinya berkait dengan
institutionalization itu juga memang banyak urusan-urusan yang sudah kita tuntaskan,
berkait dengan fundamental perusahaan juga, dan juga kita juga yang pertama adalah
menunjukkan bagaimana memberikan feedback positif terkait dengan kemudian
perusahaan, tentu dalam bentuk teknologi ini, itu serasa apresiasi kita terkait dengan
loyalitas terkait dengan para pemegang saham, dan berkait dengan aksi korporasi, ya
                                        3
Page 5
     tentu ini sudah menjadi obrolan, yang akan kita lakukan di internal, dan mengenai
     kemudian resmi ofisialnya, tentu nanti akan kita informasikan, tapi memang saat ini
     kita sedang melakukan proses-proses terkait dengan yang pertama tersebut.

     Pertanyaan 5:
     Data menunjukkan bahwa laba bersih NANO masih volatil dan margin Net Profit-nya
     masih kecil (berdasarkan data historis). Namun, bagaimana tren EBITDA perusahaan?
     Apakah manajemen lebih fokus pada peningkatan efisiensi operasional inti yang
     tercermin pada pertumbuhan EBITDA di 2025/2026, atau lebih memprioritaskan
     peningkatan laba bersih yang didukung oleh pendapatan non-operasional? Mohon
     jelaskan metrik profitabilitas mana yang menjadi Key Performance Indicator (KPI)
     utama manajemen untuk 2026.

     Jawaban:
     seperti yang dilakukan oleh Mas Umar tadi, terkait dengan EBITDA, itu tentu
     mengalami peningkatan yang cukup besar di September 2025 ini, kalau dibandingkan
     dengan September 2024, karena di tahun-tahun sebelumnya itu kita itu malah negatif
     2M ya, di September 2024, yang pada September 2025 mengalami positif untuk
     EBITDA, untuk hasil di September 2025. Jadi tinggal sisa Q4 ini adalah momen penting
     untuk bisa konsolidasi lebih banyak untuk menggarap proyek-proyek yang besar tadi
     untuk meningkatkan laba dan penyelesaian rencana tersebut, untuk kita bisa
     melakukan apresiasi kepada para pemegang saham, sebagai perusahaan teknologi,
     dimanapun ya ikut dengan kondisi-kondisi yang sangat challenging ya, itu sesuatu hal
     yang normal dalam pengembangan produk bisnis di sebuah sektor yang sangat tidak
     umum di Indonesia.

2.   Fasibillah – Pemegang Saham

     Pertanyaan:
     Saya tertarik dengan 2 teknologi yang pertama air dan yang kedua itu yang
     menggunakan coating. Seperti teman-teman tahu ada program Makan Bergizi Gratis,
     ada titik poinnya itu selain storage itu juga yang paling banyak itu masalah kontaminasi
     salmonela di air. Saya tertarik tadi kalau kamu memang punya teknologi air dan juga
     apalagi dispensernya itu kan bisa digunakan ke arah ke sana, apakah nanti instansi
     setiap titik dapur atau bagaimana itu kan nanti saya mungkin diskusi lebih lanjut. Lalu
     yang kedua untuk Nano Coating apakah bisa membuat kotak makan program MBG
     dibuat agar suhu makanan agar tetap terjaga kehangatannya?

     Jawaban:
     Kami punya pengembangan membran nano, artinya samunela dan bahkan ukuran
     yang lebih kecil daripada itu juga gak bisa masuk. Jadi kami punya membran itu,
     apalagi kita punya teknologi nanobubble yang akan membunuh samunel tanpa kimia.
     Jadi pakai ozon, udara ini kami konsentrakan oksigennya, setelah itu oksigennya kami
     ozonisasi, kita punya alatnya, setelah itu kami ozonisasi, setelah ozon, ini kalau
     tertemu samunelanya bisa langsung mati. Nah setelah itu baru kami cacah, injek di
     dalam air, dalam ukuran nano, sehingga dia langsung seluruh kotoran di situ termasuk
     virus pasti mati dan bereaksi. Ini adalah salah satu teknologi dari Jepang, yang sudah
                                              4
Page 6
    saya perlajari selama 14 tahun saya di Jepang. Selain itu bisa juga cara bagaimana
    menjaga kesegaran ikan, kesegaran daging dan lain sebagainya itu dengan teknologi
    ini sebenarnya. Kami bawa teknologi dari Jepang ke Indonesia, bahkan kami membuat
    patent yang lebih murah daripada teman-teman saya di Jepang. Jadi kami membangun
    sendiri, teknologi kita reverse, dan mungkin saya pikir kami bisa menyelesaikan
    masalah. Bahkan nanti kita bisa semua air yang ini bisa dijamin bahwa air itu tidak
    mengandung samunela. Yang kedua tentang teknologinya tadi Pak, ini sebenarnya
    teknologi insulasi, jadi insulasi panas ini juga bisa pindah. Nah, yang ini sama, kami
    implementasikan sebenarnya di perusahaan-perusahaan M-Gas, yang mana kalau
    kena sinar matahari, panas dia akan keluar ya, oleh karena itu dia disalot, diinsulasi.
    Nah itu sama, jadi yang panas tidak bisa keluar, atau yang dingin juga nggak bisa
    masuk. Nah ini projeknya sama dengan kapal perang dengan kemenahan juga gitu kan,
    ruangan mesinnya itu panas sekali, sampai 55-57 derajat. Kami melakukan insulasi di
    mesin-mesinnya yang panas sekali, kita tukup, sehingga panasnya nggak keluar.
    Kemudian juga sebaliknya, jadi panasnya bisa kita insulasi sehingga nggak bisa keluar.
    Saya pikir boleh dicoba langsung.


Demikian kami sampaikan. Terima kasih



Hormat kami,
PT Nanotech Indonesia Global Tbk




Ahmad Fathoni
Corporate Secretary




                                            5
Page 7
Lampiran I

             Dokumentasi kegiatan




                      6
Page 8
Lampiran II




              7
Page 9
Lampiran III




               8
Page 10
Lampiran IV




              9

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.42 MB
Published18 Nov 2025
Pages10
Characters14,850
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Nanotech Indonesia Global Tbk p.1 ×15
linked person Umar Alfaruqi p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.2
unresolved person Ahmad Fathoni · Corporate Secretary p.2
unresolved org PT Nano Herbaltama Internasional p.2
unresolved person Prof. Nurul p.3 ×2
unresolved org PT Nanotech Indonesia Global Tdk p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result