Skip to content
Back to announcement

20251114_ALII_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31985569_lamp1.pdf

Other Text extracted ALII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1 OCR 0.918
ANCARA

b

mw | LOGISTICS
te —a INDONESIA
Jakarta, 14 November 2025
Nomor 0364/ALI-LGL/X1/25
Lampiran po
Perihal Jawaban Permintaan Penjelasan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (Perseroan)
Kepada Yth.

PT Bursa Efek Indonesia

Gedung Bursa Efek Indonesia Menara 1 Lt. 6

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

U.p: Ibu Vera Florida

Kadiv Penilaian Perusahaan 1

Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-130009/BEI.PP1/11-2025 tertanggal
11 November 2025 perihal Permintaan Penjelasan, dengan ini kami sampaikan penjelasan Perseroan,

sebagai berikut:

1. Berdasarkan CALK 6 Piutang Usaha, Perseroan membukukan piutang usaha berdasarkan umur

piutangnya sebagai berikut.

30 September) 31 Desember/

31 Desember)

September 30, December 31, December 31,
2025 2024 2023
Belum jatuh tempo 205.766.294 186.537.125 165.246.422
1 bulan - 3 bulan 260.802.699 147.577.058 51.105.719
3 bulan - 6 bulan 92.331.083 174.011.326 20.498.316
6 bulan - 1 tahun 27.061.464 37.447.317 -
Total 585.961.540 545.572.826 236.850.457
Dikurangi penyisihan
kerugian penurunan nilai 1.925.927 (8.245.146) (1.905.870)

Neto 578.035.613 537.327.680 234.944.587

Lebih dari 5046 piutang usaha Perseroan telah lewat jatuh tempo. Agar dijelaskan:
a. Latar belakang piutang usaha Perseroan belum tertagih melewati jatuh temponya.

Jawaban:

Piutang usaha yang telah jatuh tempo sebagian besar berasal dari PT Ade Putra Tanrajeng
(APT) dan PT Guruh Putra Bersama (GPB), dimana keduanya adalah perusahaan
pertambangan batubara yang merupakan pelanggan utama Perseroan. Penyebab besarnya
jumlah piutang usaha yang telah jatuh tempo tersebut, dikarenakan APT dan GPB karena
satu dan lain hal belum juga dapat memenuhi pembayaran sesuai dengan ketentuan
pembayaran yang telah disepakati. Salah satu yang belakangan ini dapat dianggap tantangan
terbesar dari APT dan GPB adalah cashflow, dimana hal ini disebabkan oleh kondisi turunnya
harga batubara dan evakuasi batubara dari site APT dan GPB juga belum selancar yang
diharapkan. Kondisi belum lancarnya evakuasi juga masih mengakibatkan jumlah stok
batubara yang cukup banyak di area penumpukan APT dan GPB. Akan tetapi, di sisi lain, hal
ini (masih banyaknya stok batubara) juga menjaga keyakinan Perseroan bahwa piutang
Usaha tersebut akan dibayar secara patut dan keadaan akan membaik di kemudian hari.

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

Bakrie Tower 39" Floor « Jl. HR. Rasuna Said « Rasuna Epicentrum Complex e Jakarta 12940 « Indonesia

Telepon: 021 2994 1122 e Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 2 OCR 0.947
ANCARA
ea | LOGISTICS

SE, INDONESIA

b. Skema penagihan piutang usaha.

Jawaban:

Perseroan secara aktif menjaga komunikasi dengan APT dan GPB, sehingga diharapkan bisa
meningkatkan tingkat keberhasilan penagihan (collection). Hal ini dapat terlihat, dimana
dengan meningkatnya rata-rata penerimaan pada tahun 2024 rata-rata penerimaan adalah
Rp48,87 miliar per bulan, sedangkan pada tahun 2025 adalah Rp80,48 miliar per bulan.

Selain itu, Perseroan juga terus melakukan pemantauan atas kinerja produktivitas batubara
milik APT dan GPB. APT telah mendapat persetujuan RKAB untuk tahun 2025 sebesar 8
juta ton (yang tahun sebelumnya hanya 5 juta ton), dan GPB telah mendapat persetujuan
RKAB GPB tahun 2025 sebesar 2 juta ton. Peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat
memperbaiki kinerja dan efisiensi pada APT dan GPB sendiri dimana secara tidak langsung
juga memperbaiki tingkat kolektabilitas piutang usaha Perseroan.

c. Total piutang usaha yang telah jatuh tempo pada 30 September 2025 adalah Rp380,19 miliar,
total nilai ini meningkat dari sebelumnya pada 31 Desember 2024 sebesar Rp359,04 miliar.
Namun, nilai penyisihan kerugian penurunan nilai pada 30 September 2025 menurun
dibandingkan dengan nilai pada 31 Desember 2024. Agar dijelaskan latar belakang hal
tersebut.

Jawaban:

Perseroan telah melakukan assessment penurunan nilai piutang usaha berdasarkan
perhitungan model kerugian kredit ekspektasian untuk menentukan jumlah penyisihan yang
dibentuk oleh Perseroan.

Apabila kita membandingkan piutang usaha Perseroan yang jatuh temponya 3-6 bulan dan
6 bulan-1 tahun, periode September 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan baik
secara nominal maupun secara persentase apabila dibandingkan dengan periode 31
Desember 2024. Atas dasar itu, Perseroan menurunkan asumsi untuk penyisihan untuk
kerugian nilai pada periode 30 September 2025.

Perseroan melakukan assessment secara berkala untuk menentukan penyisihan kerugian
nilai berdasarkan kondisi terkini dari piutang usaha.

Berdasarkan CALK 9 Uang Muka, terdapat peningkatan pembayaran kepada vendor dari Rp1,48
miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp4,78 miliar per 30 September 2025. Terdapat juga uang
muka kepada pihak berelasi yaitu PT Borneo Petrol Servis (BPS) dan PT Borneo Petrol Jaya
(BPJ) masing-masing sebesar Rp1,09 miliar dan Rp15,38 miliar per 30 September 2025. Agar
dijelaskan:

a. Latar belakang peningkatan pembayaran kepada vendor pada 30 September 2025.

Jawaban:

Peningkatan pembayaran kepada vendor pada 30 September 2025 terjadi dikarenakan
adanya peningkatan kebutuhan operasional Perseroan berupa bahan bakar solar, sewa
tanah untuk tambat ponton kapal tongkang, pembelian sparepart dan biaya perawatan.
Beberapa vendor mensyaratkan adanya pembayaran uang muka terlebih dahulu sebelum
barang dan/atau jasa diberikan kepada Perseroan.

b. Hubungan afiliasi antara Perseroan dan PT Borneo Petrol Servis.

Jawaban:
BPS merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan, dikarenakan memiliki beberapa anggota
Dewan Komisaris dan Direksi yang sama.

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Bakrie Tower 39" Floor e Jl. HR. Rasuna Said e Rasuna Epicentrum Complex » Jakarta 12940 « Indonesia
Telepon: 021 2994 1122 e Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 3 OCR 0.894
ANCARA

tm | LOGISTICS
N— £. INDONESIA
c. Nature transaksi yang dilakukan dengan PT Borneo Petrol Servis.

Jawaban:

BPS merupakan pemasok bahan bakar utama bagi Perseroan. Transaksi yang dilakukan
Perseroan dengan BPS adalah berupa pembelian bahan bakar (fue/) untuk kebutuhan
operasional tugboat dan barge Perseroan. Perseroan harus menyediakan cash kepada BPS
sebelum BPS dapat mengirimkan bahan bakar kepada Perseroan.

Hubungan afiliasi antara Perseroan dan PT Borneo Petrol Jaya.

Jawaban:
BPJ merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan, dikarenakan memiliki beberapa anggota
Dewan Komisaris dan Direksi yang sama.

Nature transaksi yang dilakukan dengan PT Borneo Petrol Servis.

Jawaban:

BPS merupakan pemasok bahan bakar utama bagi Perseroan. Transaksi yang dilakukan
Perseroan dengan BPS adalah berupa pembelian bahan bakar (fuel) untuk kebutuhan
operasional tugboat dan barge Perseroan. Perseroan harus menyediakan cash kepada BPS
sebelum BPS dapat mengirimkan bahan bakar kepada Perseroan.

Perkiraan timeline uang muka dapat direalisasikan.
Jawaban:

Sampai dengan saat ini, uang muka tersebut mengalami penurunan dikarenakan barang
dan/atau jasa telah diterima oleh Perseroan dan sisa uang muka tersebut diestimasikan akan

terealisasi sampai akhir tahun 2025.

Berdasarkan CALK 12 Aset Hak Guna, Perseroan membukukan pergerakan aset hak guna

sebagai berikut

4 Januari 30 September!
January 1. Penambahan! — Pengembalian sewa — Seprember30.
2025 Addiions —. Endofiease Rerum, 2025

Biaya Perolehan 'Acguisizion Cosrs
Alat berat te.n2e4ot 15.038.404 Heavy eguipment
Tanah 3932104 Land
Subtotal 50.257.229 Subtotal
Akumulasi Penyusutan Acoumulared Depreciation
Mat berat - 16.036.404 Heavy eguipment
Tanah 11249.559 4304025 Land
Subtotal 10000024 1240 250 21240620 Subtotal
Jumlah Tercatat 30.267.024 28.017 468 Carrying Amounts

Agar dijelaskan latar belakang tidak terdapatnya penyusutan pada aset hak guna alat berat selama

tahun 2025

Jawaban:

Aset Hak Guna Perseroan atas alat berat adalah sewa atas dump truck kepada vendor. Kontrak
sewa tersebut, telah berakhir pada 28 November 2024 sehingga pada tahun 2025 sudah tidak ada
pembayaran sewa kepada vendor tersebut. Selain itu, atas alat berat tersebut telah disusutkan
sepenuhnya saat kontrak sewa tersebut berakhir.

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Bakrie Tower 39" Floor e Jl. HR. Rasuna Said « Rasuna Epicentrum Complex » Jakarta 12940 » Indonesia
Telepon: 021 2994 1122 « Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 4 OCR 0.941
ANCARA

sean | LOGISTICS

— INDONESIA

4. Berdasarkan pergerakan aset tetap pada CALK 13 Aset Tetap, agar dapat dijelaskan beberapa

h

a

al sebagai berikut:
Latar belakang adanya penambahan aset tanah senilai Rp2,09 miliar selama tahun 2025.

Jawaban:

Pada tahun 2025, PT Ancara Transshipment Services (ATS), entitas anak Perseroan,
melakukan pembelian beberapa bidang tanah yang berlokasi di Desa Bukit Jering RT 04,
Kecamatan Muara Kaman, Kalimantan Timur.

Sebagai informasi tambahan, ATS diakusisi oleh Perseroan pada tanggal 25 September 2025
dan pembelian beberapa bidang tanah tersebut diatas dilakukan sebelum ATS diakuisisi oleh
Perseroan.

Rincian kapal tongkang yang dibeli senilai Rp122,55 miliar dengan mengisi tabel di bawah
ini.
No Jenis Kapal Kapal Vendor
4 BG. ALLIANCE 1833 Tongkang PT Bandar Abadi
2 BG. ALLIANCE 1834 Tongkang PT Bandar Abadi
3 BG. ALLIANCE 1835 Tongkang PT Bandar Abadi
4 BG. ALLIANCE 1836 Tongkang PT Bandar Abadi
5 BG. ALLIANCE 1839 Tongkang PT Bandar Abadi
6 BG. ALLIANCE 1841 Tongkang PT Bandar Abadi
7 BG. ALLIANCE 1842 Tongkang PT Bandar Abadi
8 BG. ALLIANCE 1843 Tongkang PT Bandar Abadi

Rincian penambahan perlengkapan dan peralatan yang meningkat sebesar Rp321,45 miliar.

Jawaban:

Kami tidak menemukan penambahan perlengkapan dan peralatan sebesar Rp321,45 miliar.
Berdasarkan CALK 13 periode 30 September 2025, penambahan perlengkapan dan
peralatan adalah Rp 231,45 juta. Penambahan atas perlengkapan dan peralatan tersebut
adalah berupa perlengkapan dan peralatan kantor yang menunjang kegiatan operasional
seperti PC, laptop, speaker, radio, flow meter, CCTV camera dan wifi-router.

Terdapat aset dalam pengerjaan dermaga dan penyimpanan senilai Rp10,93 miliar selama
tahun 2025. Agar dijelaskan:
Ii. Lokasi pembangunan dermaga.

Jawaban:

Lokasi pembangunan dermaga tersebut adalah di area operasional entitas anak
Perseroan yaitu PT Ancara Coal Terminal (ACT) (yang dahulu bernama PT Mahakam
Coal Terminal) yang terletak di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sebagai informasi tambahan, pembangunan dermaga ini merupakan pengembangan
dari dermaga yang sudah ada saat ini.

ii. Progress pengerjaan saat ini

Jawaban:

Berdasarkan berita acara progress pekerjaan yang dilaporkan kontraktor pada tanggal
13 Oktober 2025, proses pengerjaan dermaga tersebut sudah mencapai 81,384.
Progress penyelesaian pekerjaan dilakukan dengan baik sesuai dengan target yang
diinginkan Perseroan.

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

Bakrie Tower 39" Floor e Jl. HR. Rasuna Said « Rasuna Epicentrum Complex e Jakarta 12940 « Indonesia

Telepon: 021 2994 1122 e Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 5 OCR 0.936
Pa ANCARA
mw | LOGISTICS

“Se INDONESIA
SS

iii. Estimasi selesai pengerjaan.

Jawaban:
Estimasi pekerjaan dermaga tersebut akan selesai pada akhir tahun 2025

5. Berdasarkan CALK 14 Uang Muka Pembelian Aset Tetap, pada tanggal 15 Februari 2024,
Perseroan mengadakan Perjanjian Induk Jual Beli Kapal dengan PT Bandar Abadi untuk
pengerjaan tujuh kapal tongkang senilai USD5,90 juta. Agar dijelaskan progress pengerjaan saat
ini dan perkiraan waktu pengerjaan diselesaikan sehingga aset dapat beroperasi.

Jawaban:

Pengerjaan atas 7 tongkang senilai USD5,90 juta sudah selesai dikerjakan secara bertahap pada
periode sejak akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025. Pada periode 30 September 2025,
7 tongkang tersebut sudah dicatat seluruhnya pada akun aset tetap.

6. Berdasarkan CALK 16 Utang Usaha, Perseroan membukukan utang usaha berdasarkan umur
utangnya sebagai berikut.

30 September/ 31 Desember/ 31 Desember/
September 30, December 31, December 31,
2025 2024 2023

Belum jatuh tempo 2.304 368 24192425 39.671.110
1 bulan - 3 bulan 49.120.108 60.652.300 8.204.794
3 bulan - 6 bulan 5.398.415 13.593.146 28.180.936
6 bulan - 1 tahun 21584256 22.519.549 3.159.143
Lebih dari 1 tahun 36.355.461 20.001.397 14.677.062
Total 114.762.608 140.958.817 93.893.045

Agar dijelaskan:
a. Latar belakang belum dilunasinya utang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 1 tahun.

Jawaban:

Terdapat utang usaha yang sudah jatuh tempo kepada pemasok yang sampai saat ini
masih digunakan oleh Perseroan dan karenanya, proses rekonsiliasi antara kedua belah
pihak terus dilakukan dan terdapat kemajuan dari waktu ke waktu. Perseroan telah
membayar sebagian besar utang usaha sampai dengan 30 September 2025, termasuk
utang usaha yang telah terekonsiliasi. Hal ini dapat terlihat dari Laporan Keuangan
Konsolidasian Interim Periode 30 September 2025, dimana utang usaha Perseroan
berkurang menjadi Rp114,76 miliar apabila dibandingkan dengan periode 31 Desember
2024 sebesar Rp 140,96 miliar.

b. Rincian pihak yang piutangnya telah jatuh tempo di atas 1 tahun.

Jawaban:
Rincian pihak yang piutangnya telah jatuh tempo di atas 1 tahun Adalah sebagai berikut:

In thousands
Vendor Trade Payables
PT Bandar Abadi Rp 19,661,550
PT Citra Belayan Rp 9,945,487
PT Borneo Logistik Indonesia Rp 2,981,046
CV Sevia Rp 1,810,914 |

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Bakrie Tower 39" Floor e Jl. HR. Rasuna Said e Rasuna Epicentrum Complex e Jakarta 12940 « Indonesia
Telepon: 021 2994 1122 e Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 6 OCR 0.938
ANCARA
mmm | LOGISTICS

—
2 INDONESIA

b

hi

PT Seratah Borneo Abadi Rp 1,069,850
PT Intipratama Global Teknik Rp 663,127
PT Cakrawala Langit Sejahtera Rp 119,312
PT Rwood Resources Indonesia | Rp 94,982
PT Moores Rowland Indonesia Rp 9,193
Total Rp 36,355,461

c. Apakah terdapat kontrak antara Perseroan dan vendor pihak ketiga?

Jawaban:

Perseroan memiliki perjanjian kerja sama atau penawaran harga yang ditindaklanjuti
dengan Purchase Order (PO) dengan vendor pihak ketiga untuk memastikan kepastian
layanan dan harga yang diberikan oleh vendor.

d. Skema pembayaran utang usaha kepada vendor

Jawaban:
Pembayaran utang usaha kepada vendor yang telah jatuh tempo, akan dibayarkan secara
bertahap oleh Perseroan setelah tingkat kolektabilitas piutang usaha dari para pelanggan
membaik dan Perseroan telah menerima pembayaran atas piutang usaha tersebut dari para
pelanggan.

e. Potensi litigasi atas utang usaha yang lewat jatuh tempo.

Jawaban:

Perseroan selalu melakukan komunikasi yang baik dengan para vendor baik yang belum
jatuh tempo maupun yang sudah jatuh tempo. Dari komunikasi yang sudah terjalin sampai
saat ini, para vendor masih memahami dan melakukan rekonsiliasi atas utang yang masih
belum dibayar. Dan sampai saat ini, belum ada potensi litigasi atas utang usaha tersebut.

7. Berdasarkan CALK 18 Utang Lain-Lain, Perseroan membukukan utang lain-lain sebagai berikut.

30 September! 31 Desember/ 31 Desember/
September 30, December 31, Decemher 37,
2025 2024 2023
Pihak Ketiga
Kas Negara 6.702.236 - 6176
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp1 miliar) 166.843 677.403 114.079
Subtotal 7.469.079 677.403 120.255
Pihak Berelasi
PT Kutai Bara Nusantara 12.001.280 12.001.280 #
Total 19.470.359 12.678.683 120.255

Agar dijelaskan:
a. Latar belakang utang pada kas negara sebesar Rp6,70 miliar yang merupakan utang pajak
atas STP yang diterima oleh Perseroan tidak dicatatkan sebagai utang pajak.

Jawaban:

Nature dari utang pajak adalah kewajiban pajak yang timbul dari kegiatan normal operasional
seperti PPn dan PPh. Sedangkan Surat Tagihan Pajak (STP) atau Surat Ketetapan Pajak
(SKP) adalah penetapan atau koreksi oleh otoritas pajak dimana kewajiban tersebut bukan
merupakan transaksi operasi normal, melainkan dari pemeriksaan atau koreksi dari fiskus.

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Bakrie Tower 39" Floor e Jl. HR. Rasuna Said « Rasuna Epicentrum Complex « Jakarta 12940 « Indonesia
Telepon: 021 2994 1122 e Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 7 OCR 0.942
 VANCARA
mma | LOGISTICS
k— INDONESIA

Dikarenakan STP atau SKP bukan merupakan kegiatan rutin, sehingga Perseroan mencatat
utang tersebut di dalam utang lain-lain.

b. Relasi antara Perseroan dengan PT Kutai Bara Nusantara.

Jawaban:
KBN merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan, dikarenakan memiliki beberapa anggota
Dewan Komisaris dan Direksi yang sama.

c. Nature transaksi yang dilakukan Perseroan dengan PT Kuta Bara Nusantara.

Jawaban:

Transaksi dengan KBN merupakan transaksi dari entitas anak Perseroan yaitu ATS atas
transaksi pengalihan dan penyerahan penguasaan hak atas tanah yang berlokasi di Desa
Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kalimantan Timur. Transaksi tersebut terjadi di tahun 2024,
dimana saat itu ATS belum menjadi entitas anak Perseroan.

Berdasarkan CALK 27 Pendapatan, terdapat pelanggan yang melebihi 10”6 dari total pendapatan
untuk periode 30 September 2025, yaitu APT, GPB, dan PT Rwood Resources Indonesia

Agar dijelaskan:
a. Apakah terdapat kontrak dengan pelanggan tersebut?

Jawaban:

Perseroan memiliki kontrak LoM dengan APT dan GPB, sedangkan freight charter yang
diberikan kepada PT Rwood Resources Indonesia berdasarkan Surat Perjanjian Angkutan
Laut (SPAL).

b. Hubungan afiliasi antara Perseroan dengan masing-masing pelanggan.

Jawaban:

APT dan GPB merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan, dikarenakan memiliki beberapa
anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang sama, sedangkan PT Rwood Resources
Indonesia bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan.

c. Mitigasi Perseroan apabila pelanggan-pelanggan tersebut tidak dapat melanjutkan kerjasama
dengan Perseroan.

Jawaban:

Perseroan berupaya melakukan diversifikasi bisnis ke pelanggan baru dengan melakukan uji
tuntas komersial, seiring dengan peningkatan kapasitas yang dimilki oleh Perseroan. Hal ini
dapat dilihat dengan bertambahnya pelanggan pihak ketiga Perseroan dibandingkan dengan
jumlah pelanggan Perseroan pada tahun 2024. Kontribusi pendapatan dari pelanggan pihak
ketiga akan terus ditingkatkan dalam upaya Perseroan melakukan diversifikasi terhadap
pelanggan utama Perseroan dan pelanggan lainnya. Perseroan dan entitas anak Perseroan
juga akan terus memperhatikan strategi pemasaran dan penjualan, kualitas sumber daya
serta kualitas pelayanan untuk pelanggan yang sudah ada maupun pelanggan baru di masa
yang akan datang.

Selain itu, saat ini Perseroan dalam tahap mempelajari potensi diversifikasi layanan ke
komoditas non-batubara, seperti bauksit, nikel, dan bahan bakar cair. Dengan rencana
penerapan strategi diversifikasi logistik komoditas sumber daya alam lainnya, Perseroan
berharap dapat memperluas pangsa pasar, menciptakan sumber pendapatan baru, dan
meningkatkan profitabilitas.

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Bakrie Tower 398 Floor e Jl. HR. Rasuna Said e Rasuna Epicentrum Complex « Jakarta 12940 « Indonesia
Telepon: 021 2994 1122 e Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 8 OCR 0.932
. VANCARA
mm | LOGISTICS
—aI3 INDONESIA

Berdasarkan CALK 32 CALK 32 Transaksi Dengan Pihak-Pihak Berelasi, Perseroan memiliki
beberapa perjanjian piutang usaha dengan pihak berelasi yang bunganya relatif tinggi sebagai
berikut:

a. Perjanjian kredit antara ACT dengan Ancara Resources Limited (ARL) sebesar USD36,54
juta (setara Rp540,20 miliar) dengan bunga tahunan sebesar 20Yc yang akan bertambah dari
hari ke hari selama pinjaman masih terutang dan dibayarkan secara tunggakan pada setiap
tanggal bunga. Pada tanggal 30 September 2025, 31 Desember 2024 dan 2023, piutang
pihak berelasi kepada ARL, masing-masing sebesar Rp864,64 miliar, Rp765,62 miliar dan
Rp637,98 miliar.

b. ACT menandatangani Perjanjian Novasi Utang dengan KBN, GBP, dan ARL di mana utang
ARL kepada ACT akan diambil alih oleh KBN dan GPB masing-masing sebesar USD10,83
juta (setara Rp154,64 miliar) dan USD5,56 juta (setara Rp79,41 miliar). Perjanjian ini memiliki
bunga 2196 per tahun dan tidak memiliki tanggal pembayaran tetap. Pada tanggal 30
September 2025, 31 Desember 2024 dan 2023, piutang pihak berelasi kepada KBN,
masing-masing sebesar Rp226,86 miliar, Rp205,52 miliar dan Rp223,91 miliar.

Agar dijelaskan:
a. Skema pembayaran untuk masing-masing perjanjian

Jawaban:

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ARL merupakan perusahaan yang berlokasi
di luar negeri (offshore company) dimana secara efektif memegang 50” kepemilikan di KBN.
KBN merupakan perusahaan induk dari APT dan GPB yang secara efektif memegang 99,9”
pada APT dan GPB, dimana APT dan GPB merupakan pelanggan utama dari Perseroan.

Terkait dengan utang dengan ARL dan KBN, kami berkeyakinan bahwa utang tersebut akan
dibayar secara bertahap. Hal ini didukung oleh pendapatan dari entitas anak KBN yaitu APT
dan GPB yang merupakan pelanggan utama Perseroan. Volume produksi APT dan GPB telah
meningkat sekitar 99,896 untuk tahun 2024 apabila dibandingkan dengan tahun 2023. Selain
itu, APT sudah mendapatkan persetujuan RKAB untuk tahun 2025 sebesar 8 juta ton (yang
tahun sebelumnya hanya 5 juta ton), dan untuk GPB, telah mendapatkan persetujuan RKAB
untuk tahun 2025 sebesar 2 juta ton. Oleh karena itu, dengan peningkatan total volume
produksi batubara APT dan GPB, ARL dan KBN diharapkan akan menerima dividen yang
cukup untuk melunasi pinjaman ke Perseroan.

b. Pertimbangan adanya bunga masing-masing sebesar 204 dan 21Yc saat penandatanganan
perjanjian.

Jawaban:

Pada tahun 2020, ACT mendapatkan pinjaman dari OCP Asia (Singapore) Pte. Ltd. sebesar
USD49 juta, dimana sebagian besar dipinjamkan kepada Ancara Resources Limited (ARL)
dalam rangka untuk mengembangkan dan mendukung operasi grup aset (perusahaan)
batubara yang dimiliki oleh ARL (dimana pemegang saham Perseroan juga merupakan salah
satu pemiliknya). Grup aset (perusahaan) batubara, APT dan GPB merupakan pelanggan
utama dari Perseroan dan entitas anak Perseroan.

Selain itu, dengan memberikan pinjaman kepada ARL, membantu Perseroan untuk
memastikan kontrak jangka panjang untuk aktivitas logistik dan pengangkutan laut dengan
grup aset (perusahaan) batubara tersebut. Dengan berkembangnya operasi grup aset
(perusahaan) batubara tersebut akan meningkatkan kapasitas produksinya yang tentunya
secara konkuren dapat meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan Perseroan. Hal ini
tentunya memberikan manfaat dan dampak positif kepada Perseroan.

Bunga yang dibebankan oleh OCP Asia (Singapore) Pte. Ltd. kepada ACT adalah sebesar
20Y6, sehingga bunga yang dibebankan ACT kepada ARL adalah sebesar 20” dan kepada
KBN sebesar 2175

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Bakrie Tower 39" Floor e Jl. HR. Rasuna Said « Rasuna Epicentrum Complex @ Jakarta 12940 « Indonesia
Telepon: 021 2994 1122 « Web: www.ancaralogistics.co.id
Page 9 OCR 0.943
P3 ANCARA
mma | LOGISTICS
TE INDONESIA

c. Latar belakang Perseroan melakukan perjanjian kredit dengan bunga yang tinggi dengan
pihak berelasi dibandingkan dengan melakukan perjanjian kredit dengan pihak ketiga
(contoh: bank) dengan bunga yang relatif lebih rendah.

Jawaban:

Perseroan baru didirikan pada tahun 2019, dimana pada tahun tersebut, Perseroan dan
entitas anak Perseroan belum mempunyai pelanggan dan pendapatan, sehingga Perseroan
mengalami kesulitan untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, baik bank
maupun non bank dengan tingkat suku bunga kompetitif. Oleh karena itu, Perseroan mencari
alternatif dari lembaga keuangan non bank untuk mendapatkan pinjaman dalam rangka
pengembangan usaha, walaupun bunga yang diberikan lebih tinggi.

d. Atas adanya bunga yang akan terus bertambah hari demi hari dan menyebabkan terus
meningkatnya piutang usaha, agar dijelaskan keyakinan Perseroan atas akan tertagihnya
piutang tersebut.

Jawaban:

Kami berkeyakinan bahwa utang tersebut akan dibayar secara bertahap. Hal ini didukung
oleh pendapatan dari entitas anak KBN yaitu APT dan GPB yang merupakan pelanggan
utama Perseroan. Volume produksi APT dan GPB telah meningkat sekitar 99,8” untuk tahun
2024 apabila dibandingkan dengan tahun 2023. Selain itu, APT sudah mendapatkan
persetujuan RKAB untuk tahun 2025 sebesar 8 juta ton (yang tahun sebelumnya hanya 5 juta
ton). Sedangkan untuk GPB, telah mendapatkan persetujuan RKAB untuk tahun 2025
sebesar 2 juta ton. Oleh karena itu, dengan peningkatan volume produksi, ARL dan KBN
diharapkan akan menerima dividen yang cukup untuk melunasi pinjaman ke Perseroan.

10. Mohon penjelasan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam jangka
waktu 12 bulan ke depan (jika ada). Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan
dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan
kepada publik.

Jawaban:

Pada prinsipnya, Perseroan selalu berupaya meningkatkan kinerja untuk meningkatkan nilai bagi
para pemegang saham secara berkesinambungan. Sampai dengan saat ini, apabila dibandingkan
dengan tahun lalu, kinerja Perseroan menunjukkan peningkatan, baik dari segi volume batubara
yang diangkut maupun laba Perseroan.

Sepanjang pengetahuan terbaik Perseroan, Perseroan telah mengungkapkan informasi atau fakta
material kepada publik dari waktu ke waktu.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA TBK

sanganelth

Faisal Mohamz Vishal Manharlal Parekh
Direktur Utama Direktur

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Bakrie Tower 39'"" Floor « Jl. HR. Rasuna Said « Rasuna Epicentrum Complex « Jakarta 12940 « Indonesia
Telepon: 021 2994 1122 e Web: www.ancaralogistics.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.97 MB
Published14 Nov 2025
Pages9
Characters25,419
Text sourceOCR
OCR confidence0.932

Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Ancara Logistics Indonesia Tbk p.1 ×32
linked org PT Mahakam Coal Terminal p.4
linked org Borneo Logistik Indonesia p.5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved person Vera Florida Kadiv Penilaian p.1
unresolved org PT Ade Putra Tanrajeng p.1
unresolved org PT Guruh Putra Bersama p.1
unresolved org PT Borneo Petrol Servis p.2
unresolved org PT Borneo Petrol Jaya p.2
unresolved org PT Borneo Petrol Servis. Jawaban p.2 ×3
unresolved org PT Borneo Petrol Jaya. Jawaban p.3
unresolved org PT Bandar Abadi p.4 ×8
unresolved org PT Bandar Abadi Rincian p.4
unresolved org PT Ancara Coal Terminal p.4
unresolved org PT Bandar Abadi Rp p.5
unresolved org PT Citra Belayan Rp p.5
unresolved org PT Borneo Logistik Indonesia Rp p.5
unresolved org PT Seratah Borneo Abadi Rp p.6
unresolved org PT Intipratama Global Teknik Rp p.6
unresolved org PT Cakrawala Langit Sejahtera Rp p.6
unresolved org PT Rwood Resources Indonesia p.6 ×3
unresolved org PT Moores Rowland Indonesia Rp p.6
unresolved org PT Kutai Bara Nusantara p.6
unresolved org PT Kutai Bara Nusantara. Jawaban p.7
unresolved org PT Kuta Bara Nusantara. Jawaban p.7
unresolved org PT Rwood Resources Indonesia Agar p.7
unresolved org Ancara Resources Limited p.8 ×2
unresolved org Pte. Ltd. p.8 ×2
unresolved person Faisal Mohamz Vishal Manharlal Parekh · Direktur Utama Direktur p.9 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result