Skip to content
Back to announcement

20251112_TPIA_Pemberitahuan Rencana//Penyampaian Panggilan//Hasil RUPO//RUPSU//RUP EBA-SP_31984671_lamp1.pdf

Other Text extracted TPIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
                                    Rabu, 12 November 2025                                                                                                                                          M A K R O E K O N O M I 11
                                                                                                                       TAX BUOYANCY



         PENERIMAAN PAJAK MAKIN TAK RESPONSIF
                         Bisnis, JAKARTA — Kinerja penerimaan pajak makin tidak elastis dengan perkembangan ekonomi. Tax buoyancy, ukuran yang
                                        menunjukkan responsivitas penerimaan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi, makin menurun.

                                                                                                                            Surya D.A. Simanjuntak
                                                                                                                              redaksi@bisnis.com




      T                                                                                                                                                                                                                         “
                       ax buoyancy sepan-                     diartikan sebagai elastisitas peneri-               Pertama, jika nilai tax buoyancy                     hingga periode kuartal III/2025
                       jang Januari-Septem-                   maan pajak terhadap pertumbuhan                  di atas 1 maka penerimaan pajak                         terjadi karena roda perekonomian
                       ber 2025 tercatat                      PDB. Jika elastis, dengan realisasi              tumbuh lebih cepat dari ekonomi.                        yang bergerak stagnan, khususnya
                       -0,88, berdasarkan                     pertumbuhan ekonomi kumula-                      Kedua, jika nilai tax buoyancy                          di swasta pada kuartal III/2025.
                       perhitungan Bisnis.                    tif dari Januari-September 2025                  sama dengan 1 maka penerimaan                           Namun, dia meyakini performa                              Faktor paling dominan
                       Angka itu didapat                      sebesar 5,01%, maka idealnya,                    pajak sejalan dengan pertumbuhan                        penerimaan akan membaik pada                              adalah Coretax yang
         dari perbandingan antara pertum-                     pertumbuhan penerimaan pajak                     ekonomi (netral, secara proporsi-                       kuartal IV/2025, sejalan dengan
         buhan penerimaan pajak Januari-                      5,01%.                                           onal tak naik atau turun).                              penempatan dana pemerintah di                             menyebabkan tidak
         September dengan laju produk                            Persoalannya sampai dengan                       Ketiga, jika nilai tax buoyancy                      perbankan untuk memacu kredit                             ada setoran pajak
         domestik bruto (PDB) kumulatif                       kuartal III/2025 lalu, penerimaan                di bawah 1 maka penerimaan                              ke sektor riil.
         hingga September.                                    pajak justru terkontraksi 4,4%,                  pajak tumbuh lebih lambat dari                                                                                    pada Januari 2025.
           Tingkat elastisitas itu lebih                      sehingga elastisitas penerimaan                  ekonomi. Keempat, jika nilai tax                        ANDIL CORETAX
         rendah dari periode sama tahun                       pajak -0,88. Angka ini mengon-                   buoyancy negatif, maka peneri-                             Prianto menjelaskan, pelemahan
         sebelumnya yang sudah -0,47                          firmasi bahwa penerimaan pajak                   maan pajak justru turun ketika                          tax buoyancy dipengaruhi faktor              Berdasarkan data Kementerian
         (Lihat infografik).                                  tidak elastis karena setiap 1%                   ekonomi tumbuh.                                         internal dan eksternal di lingkung- Keuangan, realisasi penerimaan
           Tren pemburukan kinerja pe-                        pertumbuhan ekonomi tidak meng-                     Penerimaan pajak bukan hanya                         an Ditjen Pajak (DJP).                    PPh Badan mencapai Rp215,1
         nerimaan pajak tersebut dipicu                       hasilkan 1% penerimaan pajak.                    tidak responsif terhadap pertum-                           Dari sisi internal, dia menilai triliun hingga September 2025,
         oleh kemampuan daya pungut                           Kinerja buoyancy itu juga bisa                   buhan ekonomi nasional, melain-                         implementasi sistem inti                           turun 9,4% dari realisasi
         penerimaan pajak yang selama                         diartikan bahwa penerimaan pajak                 kan juga kontraktif (penerimaan                         administrasi perpajakan          Data Realisasi    periode yang sama tahun
         ini terus melemah. Skema tax                         tidak sebanding dengan peforma                   pajak bergerak berlawanan dengan                        alias Coretax menjadi pe-         Penerimaan       lalu. Sementara itu, realisasi
                                                                                                                                                                                                        Pajak Nasional
         buoyancy secara sederhana bisa                       ekonomi Indonesia.                               pertumbuhan ekonomi).                                   nyebab utama gangguan            pada Januari-     penerimaan PPN & PPnBM
                                                                    Secara teoritik, tinggi ren-                  Pengajar Ilmu Administrasi Fiskal                    pada penerimaan.                September 2024     mencapai Rp473,44 triliun,
 »Tax buoyancy atau ukuran                      Save & Share     dahnya tax buoyancy itu bisa                 Universitas Indonesia Prianto Budi                         “Faktor paling dominan         dan Januari-     turun 13,2% year on year.
                                                                  diukur melalui empat indikator.              Saptono menjelaskan, penurunan                          adalah Coretax yang menye- September 2025             Prianto menambahkan,
 yang menunjukkan elastisitas                                                                                   tax buoyancy sejatinya berkaitan                       babkan tidak ada setoran                           sejumlah sektor usaha juga
 penerimaan pajak dengan                                                                                            erat dengan penurunan tax                          pajak pada Januari 2025                            mengalami kelesuan bisnis
 pertumbuhan ekonomi                                                                                                  ratio. Ketika elastisitas pajak                  karena skema yang disedi-                          sepanjang tahun, terutama
 makin menurun.                                                                                                        rendah, kenaikan PDB tidak                      akan hanya melalui modul                           sektor ritel dan manufaktur,
                                                                                                                        diikuti peningkatan signifi-                   deposit pajak di Coretax.                          termasuk industri tekstil
 »Penurunan                                                                                                            kan pada penerimaan pajak.                     Sistem ini sulit diakses pada                      dan produk tekstil yang
 elastisitas                                                                                                              “Jika tax buoyancy tinggi                    beberapa bulan pertama 2025,” selama ini menjadi penyumbang
                                                                                                                       ketika perekonomian tum-                        jelasnya.                                 besar penerimaan pajak.
 performa pajak itu                                                                                                  buh dan sistem pajak mampu                           Sementara itu, faktor eksternal           Selain faktor teknis dan ekonomi,
 terjadi di tengah                                                                                                 menangkap pertumbuhan terse-                        bersumber dari kemampuan bayar Ketua Pengawas Ikatan Konsul-
 perlambatan                                                                                                     but, penerimaan pajak juga ikut                       wajib pajak yang menurun sei- tan Pajak Indonesia (IKPI) itu
                                                                                   BUOYANCY                      terdongkrak sehingga tax ratio                        ring dengan pelemahan ekonomi menyoroti masih lemahnya ting-
 ekonomi.
                                                                                                                 meningkat,” ujarnya.                                  dan daya beli masyarakat. Kondi- kat kepatuhan pajak, khususnya
  Kinerja Perpajakan dan Elastisitasnya dengan Perekonomian                                                        Menteri Keuangan Purbaya                            si tersebut berdampak langsung di sektor underground economy
                                                                                                                 Yudhi Sadewa sebelumnya me-                           terhadap penurunan omzet dan (UGE).
  Periode                   Penerimaan Pajak         Pertumbuhan        Laju PDB       Tax Buoyancy
                                                                                                                 nunjuk kondisi ekonomi sebagai                        laba perusahaan yang berimbas                “Pelaku usaha di UGE berasal
  Jan-Sep 2024              Rp1.354,86 triliun            -2,37%          5,03%               -0,47              biang keladi penurunan performa                       pada turunnya penerimaan pajak dari transaksi legal maupun ile-
  Jan-Sep 2025               Rp1.295,3 triliun             -4,4%          5,01%               -0,88              penerimaan pajak. Menurutnya,                         pertambahan nilai (PPN) dan pajak gal, tetapi mereka memang tidak
  Sumber: BPS, Perhitungan Bisnis, diolah                                          BISNIS/M.ALBIR DAMARA         penurunan penerimaan pajak                            penghasilan (PPh) badan.                  bersedia patuh pajak,” katanya.


                          PENYERAPAN ANGGARAN
                                                                                                                                                                            PEMANGGILAN
      Prabowo Tugaskan                                                                                                         RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI (“RUPO”)

         Mensesneg                                                                                               Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2020
                                                                                                                 Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2021
                                                                                                                 Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap IV Tahun 2021
   Bisnis, JAKARTA — Presiden                     berkaitan dengan realisasi belanja                             Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap V Tahun 2022
Prabowo Subianto menugaskan                       APBD yang lambat serta besarnya
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo                simpanan pemerintah daerah di                                  Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2022
Hadi untuk memeriksa penye-                       perbankan hingga akhir kuartal                           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, berkedudukan di Jakarta Pusat, dalam hal ini bertindak selaku Wali Amanat dari:
rapan anggaran kementerian/                       III/2025.                                                1. Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2020;
lembaga dan transfer ke daerah                       Melalui Surat Menteri Keuangan                        2. Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2021;
                                                                                                           3. Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap IV Tahun 2021;
(TKD) menjelang akhir tahun.                      No.S-662/MK.08/2025 berjudul                             4. Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap V Tahun 2022; dan
   Penugasan itu diberikan Prabo-                 ‘Percepatan Pelaksanaan Belanja                          5. Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2022;
wo pada rapat khusus di Pangkal-                  APBD Tahun Anggaran 2025’,                               (secara bersama-sama disebut “Obligasi´ \DQJGLWHUELWNDQROHK37&KDQGUD$VUL3DFL¿F7EN ³Emiten”), suatu perseroan terbuka yang berkedudukan di Jakarta Barat,
an Udara Halim Perdanakusuma                      Purbaya mengatakan, berdasar-                            berdasarkan:
                                                                                                           (i) Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2020 No. 2 tanggal 4 Juni 2020, sebagaimana diubah terakhir
Jakarta, Selasa (11/11), sebelum                  kan pemantauan yang dilakukan                                  dengan Addendum III dan Pernyataan Kembali Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2020 No. 15 tanggal
dia bertolak ke Australia untuk                   hingga September 2025, dana TKD                                24 Agustus 2020, yang seluruhnya dibuat di hadapan Dedy Syamri, S.H., Notaris di Jakarta Selatan;
bertemu dengan Perdana Menteri                    telah disalurkan Rp644,8 triliun                         (ii) Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2021 No. 10 tanggal 26 Maret 2021 yang dibuat di hadapan
                                                                                                                 Dedy Syamri, S.H., Notaris di Jakarta Selatan;
Anthony Albanese.                                 atau 74% dari pagu APBN 2025                             (iii) Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap IV Tahun 2021 No. 2 tanggal 8 Oktober 2021 yang dibuat di hadapan
   Sekretaris Kabinet Teddy Indra                 senilai Rp919,9 triliun.                                       Dedy Syamri, S.H., Notaris di Jakarta Selatan;
                                                                                                           (iv) Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap V Tahun 2022 No. 3 tanggal 11 Februari 2022 yang dibuat di hadapan
Wijaya mengatakan Presiden telah                     “Sejalan dengan realisasi TKD                               Dedy Syamri, S.H., Notaris di Jakarta Selatan; dan
memerintahkan Prasetyo untuk                      yang sudah cukup tinggi tersebut,                        (v) Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2022 No. 149 tanggal 27 Mei 2022, sebagaimana diubah terakhir
melakukan koordinasi lintas                       kami mencatat realisasi belanja                                dengan Addendum II dan Pernyataan Kembali Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2022 No. 144 tanggal
                                                                                                                 22 Juli 2022, yang seluruhnya dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta;
kementerian dan memastikan                        daerah dalam APBD 2025 seca-
                                                                                                           (secara bersama-sama disebut “Perjanjian Perwaliamanatan”), dengan ini mengundang para pemegang obligasi untuk masing-masing Obligasi (“Pemegang Obligasi”),
penyerapan anggaran berjalan                      ra total mengalami penurunan                             untuk menghadiri RUPO yang akan diselenggarakan pada:
optimal mendekati akhir tahun.                    dibandingkan dengan realisasi                                              Obligasi Berkelanjutan III       Obligasi Berkelanjutan III       Obligasi Berkelanjutan III       Obligasi Berkelanjutan III       Obligasi Berkelanjutan IV
   “Presiden juga menugaskan                      belanja APBD tahun yang lalu,                             Keterangan      Chandra Asri Petrochemical       Chandra Asri Petrochemical       Chandra Asri Petrochemical       Chandra Asri Petrochemical       Chandra Asri Petrochemical
                                                                                                                               Tahap I Tahun 2020               Tahap III Tahun 2021             Tahap IV Tahun 2021              Tahap V Tahun 2022               Tahap I Tahun 2022
Menteri Sekretaris Negara untuk                   sehingga menyebabkan simpanan
                                                                                                           Hari / Tanggal                                                                         Rabu / 26 November 2025
segera mengoordinasikan serta                     dana pemda di perbankan sampai                           Waktu                  08.00–09.00 WIB                  09.30–10.30 WIB                    17.30–18.30 WIB                 11.00–12.00 WIB                 13.00–14.00 WIB
memeriksa penyerapan anggar-                      dengan triwulan III 2025 meng-                           Tempat                                                 Fairmont Jakarta, Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta 10270
an dan penggunaan transfer ke                     alami kenaikan,” tulis Purbaya                           Agenda RUPO:
                                                                                                           3HUVHWXMXDQSHUXEDKDQNHWHQWXDQ3DVDO3HUMDQMLDQ3HUZDOLDPDQDWDQWHQWDQJNHZDMLEDQNHXDQJDQ(PLWHQGDQSDVDOWHUNDLWODLQQ\D\DLWXSHQDPEDKDQGH¿QLVL(NXLWDV
daerah yang dikelola oleh para                    dalam surat tersebut.                                    GDQ8WDQJ%HUEDVLV1RQ5HFRXUVHVHUWDSHUXEDKDQGH¿QLVL8WDQJ.RQVROLGDVLDQ
kepala daerah menjelang akhir                        Purbaya lalu meminta pemda                            Tata Cara RUPO:
tahun ini,” kata Teddy, dikutip dari              melakukan empat hal berdasar-                            1.    Berdasarkan Pasal 10 ayat 7 huruf a angka 1 poin a Perjanjian Perwaliamanatan, RUPO dapat diselenggarakan dengan ketentuan RUPO dihadiri oleh Pemegang
situs resmi Sekretariat Kabinet.                  kan hasil pemantauan dimaksud,                                 Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan
                                                                                                                 mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
   Teddy menyebut Prabowo me-                     sekaligus untuk mendorong per-                              %HUGDVDUNDQ 3DVDO  D\DW  KXUXI J 3HUMDQMLDQ 3HUZDOLDPDQDWDQ 2EOLJDVL \DQJ GLPLOLNL ROHK (PLWHQ GDQDWDX $¿OLDVLQ\D WLGDN PHPLOLNL KDN VXDUD GDQ WLGDN
nunda jadwal penerbangannya ke                    ekonomian nasional 2025 agar                                   GLSHUKLWXQJNDQGDODPNXRUXPNHKDGLUDQNHFXDOL$¿OLDVLWHUVHEXWWHUMDGLNDUHQDNHSHPLOLNDQDWDXSHQ\HUWDDQPRGDOSHPHULQWDK
Australia selama dua jam untuk                    lebih baik.                                              Catatan:
memimpin rapatitu.                                   Pertama, mempercepat penye-                           1. RUPO ini diselenggarakan atas permintaan dan usulan Emiten.
                                                                                                           2. Pemegang Obligasi yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPO dan memiliki hak suara dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
   Rapat tertutup itu dihadiri lang-              rapan belanja daerah secara efisien                          Pemegang Rekening pada 4 (empat) hari kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO yang diterbitkan dan sesuai ketentuan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
sung oleh Wakil Presiden Gibran                   dan efektif dengan tata kelola                               (“KSEI”), yaitu pada tanggal 20 November 2025.
Rakabuming, Wakil Ketua DPR                       yang baik.                                                )RUPXOLU VXUDW NXDVD GDQ VXUDW SHUQ\DWDDQ PHQJHQDL DSDNDK 3HPHJDQJ 2EOLJDVL PHPLOLNL KXEXQJDQ$¿OLDVL GHQJDQ (PLWHQ DWDX WLGDN PHPLOLNL KXEXQJDQ$¿OLDVL
                                                                                                               dengan Emiten, dapat diunduh secara langsung dari situs web Emiten (http://www.chandra-asri.com/) sejak tanggal Pemanggilan ini sampai dengan tanggal
Sufmi Dasco Ahmad, Mensesneg                         Kedua, memenuhi belanja                                   diselenggarakannya RUPO.
Prasetyo, Menteri Luar Negeri                     kewajiban pada pihak ketiga                              4. Pemegang Obligasi dan/atau kuasanya yang akan menghadiri RUPO diwajibkan untuk membawa dokumen sebagai berikut:
Sugiono, Menteri Pertahanan                       yang menjalankan proyek pro-                                 a. .RQ¿UPDVL7HUWXOLV8QWXN5832 .785 \DQJGLNHOXDUNDQROHK.6(,
Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Ba-                   yek pemda.                                                   b. Asli Surat Kuasa (apabila Pemegang Obligasi diwakili oleh kuasanya).
                                                                                                               c. Salinan kartu identitas (KTP atau paspor) yang masih berlaku dari Pemegang Obligasi dan kuasanya yang akan menghadiri RUPO.
dan Pengawasan Keuangan dan                          Ketiga, memanfaatkan dana                                 d. Dalam hal Obligasi dimiliki oleh badan hukum atau badan usaha, maka diwajibkan untuk membawa dokumen tambahan sebagai berikut:
Pembangunan Muhammad Yusuf                        simpanan pemda di perbankan                                        -    Apabila RUPO dihadiri oleh Direksi dan/atau pengurus badan hukum atau badan usaha:
Ateh, Kepala Pusat Pelaporan                      untuk belanja program dan pro-                                          •    Salinan akta pendirian (Anggaran Dasar) badan hukum atau badan usaha berikut dengan perubahan-perubahannya, serta persetujuan dan/atau
dan Analisis Transaksi Keuang-                    yek di daerah.                                                               penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia (dahulu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Menteri Kehakiman Republik
                                                                                                                               Indonesia) (“Menkum”).
an (PPATK) Ivan Yustiavandana,                       Keempat, melakukan monitoring                                        •    Salinan akta susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir, serta penerimaan pemberitahuan dari Menkum.
serta Seskab Teddy.                               secara berkala, baik mingguan                                      -    Apabila RUPO dihadiri oleh kuasa Direksi dan/atau pengurus badan hukum atau badan usaha:
   Menurut Teddy, Prabowo mem-                    maupun bulanan, terhadap pe-                                            •    Salinan kartu identitas (KTP atau paspor) yang masih berlaku dari pemberi kuasa.
berikan arahan mengenai penting-                  laksanaan belanja APBD dan                                              •    Salinan akta pendirian Anggaran Dasar badan hukum atau badan usaha berikut dengan perubahan-perubahannya, serta persetujuan dan/atau
                                                                                                                               penerimaan pemberitahuan dari Menkum.
nya pengelolaan keuangan negara                   pengelolaan dana pemda di                                               •    Salinan akta susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir, serta penerimaan pemberitahuan dari Menkum.
yang akuntabel dan berorientasi                   perbankan hingga akhir 2025.                             5.    Apabila RUPO berhasil menyetujui Agenda RUPO, Emiten akan memberikan insentif (kompensasi) sebesar 0,50% dari jumlah pokok Obligasi yang masih terutang
pada hasil nyata bagi masyarakat.                 Dia meminta hasil monitoring itu                               kepada Pemegang Obligasi yang hadir atau memberikan kuasanya untuk hadir dan memberikan suara setuju dalam RUPO.
                                                                                                           6.    Berdasarkan Pasal 10 ayat 6 huruf h Perjanjian Perwaliamanatan, pada saat registrasi RUPO, Pemegang Obligasi atau kuasa Pemegang Obligasi yang hadir dalam
   “Setiap rupiah uang rakyat yang                menjadi evaluasi perbaikan pada                                5832EHUNHZDMLEDQXQWXNPHPEXDWGDQPHQDQGDWDQJDQL6XUDW3HUQ\DWDDQPHQJHQDLDSDNDK3HPHJDQJ2EOLJDVLPHPLOLNLDWDXWLGDNPHPLOLNLKXEXQJDQ$¿OLDVL
dialokasikan harus tepat sasaran                  2026 agar sejalan dengan arah                                  dengan Emiten.
dan harus digunakan sesuai periode                program pembangunan nasional                             7.    Untuk mempermudah pengaturan dan menjaga ketertiban RUPO, Pemegang Obligasi atau kuasanya yang hadir dalam RUPO dimohon dengan hormat untuk hadir
waktu yang ditetapkan, termasuk                   yang ditetapkan Presiden.                                      15 (lima belas) menit sebelum RUPO dimulai.

dana di daerah, yang juga meru-                      Surat itu dikirimkan Purbaya                                                                                                     Jakarta, 12 November 2025
pakan uang rakyat,” tutur Teddy.                  pada 20 Oktober, dengan tembusan                                                              WALI AMANAT                                                                                  EMITEN
                                                  Presiden, Menteri Dalam Negeri,
SURAT PURBAYA                                     Mensesneg, Dirjen Perimbangan
  Menteri Keuangan Purbaya                        Keuangan Kemenkeu, dan Dirjen
Yudhi Sadewa sebelumnya me-                       Perbendaharaan Kemenkeu. (Dany                                                  37%DQN7DEXQJDQ1HJDUD 3HUVHUR 7EN                                                           37&KDQGUD$VUL3DFL¿F7EN
nyurati seluruh kepala daerah                     Saputra)

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.17 MB
Published12 Nov 2025
Pages1
Characters28,818
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible person Muhammad Yusuf p.1
unresolved org Menteri Keuangan Purbaya p.1 ×2
unresolved org Menteri Sekretaris Negara Prasetyo p.1
unresolved org Menteri Keuangan p.1
unresolved person Dedy Syamri · Notaris p.1 ×5
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.1
unresolved org Menteri Sekretaris Negara p.1
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.1
unresolved org Menteri Luar Negeri p.1
unresolved org Menteri Pertahanan p.1
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.1
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.1
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.1
unresolved org Menteri Dalam Negeri p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result