Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PUBLIC EXPOSE
PT ACSET INDONUSA Tbk
6 November 2025
Public Expose PT Acset Indonusa Tbk (Perseroan) diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 6 November 2025
Waktu : 14.00 – 15.00 WIB
Tempat : Aplikasi Webinar ZOOM
Public Expose Perseroan dihadiri oleh:
• 15 orang wakil dari perusahaan sekuritas, analis, pemegang saham, dan dari masyarakat umum,
pada saat sesi presentasi dan tanya jawab
• Manajemen Perseroan:
Presiden Direktur : Idot Supriadi
Direktur : David Widjaja
Direktur : Soeharsono Tjatur Nugroho
Direktur : Tjatur Haripriambodo
Direktur : Hasnanto Wahyudi
Sekretaris Perusahaan : Kadek Ratih Paramita
Dalam acara Public Expose Perseroan, disampaikan presentasi materi yang dibawakan oleh Ibu Kadek
Ratih Paramita (Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary). Materi yang disampaikan pada acara Public
Expose ini adalah sesuai dengan materi yang telah kami sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia
sebelumnya pada tanggal 3 November 2025 melalui surat No. 069/AI-HO/CRSL/XI/25. Setelah seluruh
materi dipresentasikan, acara dilanjutkan dengan tanya jawab.
Berikut adalah intisari pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada manajemen Perseroan setelah sesi
presentasi:
1. Ratih (Investor Publik):
Pertanyaan:
Apa yang menyebabkan Perusahaan masih mencatatkan Rugi Operasional dan Rugi Net profit dari
tahun 2023 – 2025.
Jawaban (David Widjaja):
Secara umum pada tahun 2023 – 2024 terjadi trend meningkatnya rugi operasional yang
dikontribusikan dari peningkatan rugi kotor sehubungan dengan peningkatan biaya konstruksi pada
beberapa proyek yang sedang berjalan, dimana terjadi kenaikan dan progress pekerjaan yang tidak
sesuai dengan rencana sehingga terjadi percepatan yang menyebabkan biaya operasional yang
1
Page 2
meningkat untuk penyelesaian proyek tersebut. Namun demikian kinerja keuangan pada kuartal III
tahun 2025, ACSET membukukan pemulihan laba kotor yang utamanya bersumber dari margin positif
dari segmen Building. Kondisi tersebut juga didukung dengan penurunan biaya keuangan sehingga
ACSET mencatatatkan penurunan rugi bersih jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
2. Edi Wibowo (Anayst):
Pertanyaan:
Revenue 2024 tumbuh 35% dari tahun 2023, tetapi YTD Q3 2025 turun 14% vs periode yang sama
tahun lalu.
a. Apakah Perseroan optimis sampai dengan akhir tahun dapat lebih besar dibandingkan tahun
2024, diperkirakan berapa persen?
b. Faktor apa yang menyebabkan optimis Perseroan?
Jawaban (Idot Supriadi):
a. Secara pendapatan memang ada kecenderungan sedikit menurun pada tahun 2025 ini dibanding
periode sebelumnya. Tahun ini, kami berfokus pada penyelesaian kontrak atau backlog yang
dimiliki oleh Perseroan untuk memastikan tercapainya kepuasan pelanggan, khususnya dari segi
ketepatan waktu penyelesaian proyek.
b. Kami sampai dengan saat ini masih optimis dan terus berpartisipasi aktif dalam mencari peluang
pada ketiga lini bisnis kami. Saat ini, terdapat beberapa tender dalam pipeline yang masih dalam
proses, dan kami berharap sebagian di antaranya dapat dikontrak pada sisa waktu di akhir tahun
ini. Kontrak-kontrak baru tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap
pendapatan Perseroan pada tahun mendatang. Pekerjaan atas kontrak baru ini kemungkinan
akan dimulai pada awal tahun 2026. Dengan demikian, kami tetap optimis terhadap prospek
bisnis Perseroan, baik di akhir tahun ini maupun di tahun depan.
3. Isan Nur Muhammad (Investor Publik)
Pertanyaan:
Seberapa besar target pertumbuhan nilai kontrak baru tahunan hingga 2030, dan berapa proporsi
ideal antara proyek fondasi, struktur, dan infrastruktur?
Jawaban (Tjatur Haripriambodo):
Secara historis dalam tiga tahun terakhir, ACSET memperoleh kontrak baru dengan nilai berkisar
antara Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Berdasarkan hal tersebut, ke depan kami berupaya mendorong
pertumbuhan yang bersifat organik dengan mempertimbangkan kapasitas konstruksi yang dimiliki,
mengingat hal ini berhubungan langsung dengan pendapatan Perseroan. Secara proporsional,
segmen Building, Struktur, dan Infrastruktur umumnya memberikan nilai kontrak yang lebih besar,
sedangkan segmen Fondasi memiliki nilai kontrak yang relatif lebih kecil dan pergerakannya
cenderung mengikuti pertumbuhan pasar pada segmen Struktur dan Infrastruktur.
2
Page 3
4. Daniel (Investor Publik)
Pertanyaan:
Apa inisiatif ESG utama yang telah berhasil diimplementasikan ACSET sepanjang tahun 2025,
khususnya yang terkait dengan lingkungan (misalnya pengurangan emisi, manajemen limbah)?
Jawaban (Soeharsono Tjatur Haripriambodo):
Dari enam inisiatif ESG ACSET, yaitu GHG Reduction, Renewable Energy, Water Withdrawal, Waste
Diverted, Lost Time Injury, dan Community Development, aspek yang berkaitan dengan lingkungan
menjadi fokus utama. Saat ini, ACSET sedang melaksanakan asesmen Astra Green Company (AGC)
pada proyek-proyek aktif. Selain itu, kami secara konsisten mengimplementasikan Sustainability Index
Target yang selaras dengan Astra 2030 Aspiration. Sebagai bagian dari komitmen kami dalam
mendukung Astra Net Zero, ACSET terus berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca, antara lain
melalui penggunaan biosolar dan B40 di berbagai kegiatan operasional.
5. Daniel (Investor Publik)
Pertanyaan:
Dari mana mayoritas perolehan kontrak tahun 2025 tersebut berasal (misalnya, infrastruktur, gedung
komersial, data center, energi terbarukan)? Apakah ada pergeseran fokus sektor dibandingkan tahun
sebelumnya?
Jawaban (Hasnanto Wahyudi):
Perolehan kontrak baru sepanjang tahun 2025 ini dikontribusikan utamanya dari segmen Building
yakni kontrak-kontrak yang bersumber dari pembangunan Data Center dan Rumah Sakit.
secara umum ACSET tetap fokus mencari peluang pada tiga lini bisnis utamanya, yakni fondasi,
struktur dan infrastruktur. Selain itu, Perseroan juga mengarahkan strategi pada sektor-sektor yang
tengah bertumbuh, seperti layanan kesehatan dan pusat data. Dengan strategi tersebut, ACSET
berkomitmen menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemangku
kepentingan.
6. Antony (Investor Publik)
Pertanyaan:
Berapa persen kontribusi proyek data center terhadap kontrak yang sedang berjalan?
Jawaban (David Widjaja):
Saat ini, ACSET tengah mengerjakan beberapa proyek data center yang tersebar di wilayah Jakarta,
Jawa Barat, dan Batam. Proyek-proyek data center tersebut memberikan kontribusi sekitar 20–25%
terhadap total pendapatan Perseroan. Selain itu, proyek data center juga berperan dalam mendorong
pemulihan kinerja keuangan, yang tercermin dari peningkatan laba kotor pada tahun 2025. Ke depan,
ACSET akan terus berfokus pada pengembangan dan pengerjaan proyek data center, mengingat
permintaan di segmen ini masih terus meningkat dan memiliki prospek yang menjanjikan.
3
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Kadek Ratih Paramita
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.