Skip to content
Back to announcement

20260908_SSIA_Public Expose_32146299_lamp2.pdf

Other Text extracted SSIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
                   Tanya Jawab Publix Expose Live 2026

                        Jakarta, 07 September 2026

1. Anitana Widya

Pertanyaan: Berapa capex tahun ini dan realisasinya serta fokusnya untuk apa saja?
Melihat realisasi semester I/2026, apakah ada rencana revisi target, berapa besar?

Erlin Budiman - SSIA: untuk CAPEX seperti yang sudah diumumkan pada awal tahun
CAPEX untuk SSIA sebesar Rp2,2 triliun. Dimana Rp1,5 triliun akan untuk
Pembangunan Subang Smartpolitan yang terdiri dari land acquisition dan land
development. Kemudian, ada Rp330 miliar kami anggarkan untuk kelanjutan
Pembangunan Paradisus by Melia Bali pada awal tahun, dimana masih ada beberapa
bagian proyek yang harus diselesaikan. Realisasinya, per semester pertama itu ada
di Rp1,1 triliun sehingga realisasi kami sudah cukup in-line. Untuk Subang
Smartpolitan kami sudah mengeluarkan sekitar Rp800 miliar, kemudian untuk SAI
atau Paradisus kami sudah bayarkan sekitar Rp200 miliar. Untuk sisanya kami
anggarkan untuk anak usaha lain seperti hotel lain kami dan NRCA.

Untuk target, seperti yang sudah dikemukakan pada presentasi pada awal tahun kami
menargetkan sebesar Rp7,5 triliun ada sedikit pergeseran menjadi Rp7,2 triliun
dikarenakan adanya perlambatan peraihan kontrak baru serta realisasi penjualan
lahan industri. Kami masih optimis bisa mencapai pertumbuhan pendapatan 63%
YoY dan kami juga menargetkan laba bersih berada di level sekitar Rp400 miliar atau
meningkat sekitar 570%.

2. Michael Oktavianus – investor & Achmad Zainuddin - Reporter Bisnis.com

Pertanyaan: Bagaimana permintaan industri DC saat ini? apa tantangan dan
hambatan penjualan ke sektor ini? Apakah tren perkembangan AI dan data center
akan meningkatkan permintaan lahan di perseroan?

Wilson Effendy – SSIA: Sekarang kami melihat adanya peningkatan permintaan baik
itu di Karawang maupun di Subang. Untuk di Karawang sendiri pada tahun ini kami
akan merealisasikan penjualan data center sekitar 10 ha. Untuk tantangan bagi data
center memang cukup beragam dan banyak terkait Listrik dan air. Di Karawang sendiri
Listrik di supply oleh PLN dan air oleh Kawasan. Untuk kebutuhan air saat ini kami
sudah mampu memenuhi hal tersebut. Untuk Subang sendiri kami baru
menyelesaikan tahap pertama untuk infrastruktur Listrik dan kami sedang
melanjutkan ke fase berikutnya. Permintaan sendiri data center di Subang sudah
mulai masuk dan para calon tenant sedang melakukan peninjauan kembali dari
kesiapan infrastruktur Subang. Kami berharap bisa mendatangkan tenant data center
di Subang pada tahun depan.



                                                                                 1

Page 2
Kami melihat trend pemakaian AI di Indonesia akan meningkatkan permintaan data
center selama 2-3 tahun ke depan. Untuk data center kami berkomitmen akan
memenuhi permintaan mereka terkait dengan Listrik dan air apabila mereka akan
menjadi tenan baik itu di Karawang maupun di Subang ke depannya.

3. Tan Richard Tanjung – investor & Anitana Widya

Pertanyaan: Apakah NRCA juga mendapatkan proyek bangun Data center di tahun
2026? Mohon infokan tingkat keterisian hotel bintang 5? Selain itu bagaimana
sentimen tol patimban untuk kinerja perseroan kedepannya?

Johannes Suriadjaja – SSIA: Saat ini NRCA sedang dalam melakukan proses tender
untuk menjadi kontraktor salah satu data center dan nilainya cukup besar. Saat ini
kami masih menunggu hasil dari tender tersebut.

Erlin Budiman – SSIA: Untuk semester pertama tingkat keterisian hotel, kami melihat
seperti BATIQA untuk 7 lokasi yang ada di Indonesia berada di level 71% diikuti oleh
UMANA Bali di 47%, Paradisus by Melia Bali sebesar 44% dikarenakan dibukanya
hotel secara bertahap dari Febuari hingga Juni. Untuk Paradisus sendiri diharapkan
hingga akhir tahun tingkat keterisian di atas 60%. Gran Melia Jakarta berada di sekitar
38%.

Johannes Suriadjaja – SSIA: Tol Patimban ini sangat penting bagi perkembangan
Subang Smartpolitan dan selain menjadi jalur utama ke Pelabuhan Patimban. Saat ini
Pelabuhan Patimban sudah beroperasi untuk Car terminal untuk ekspor dan impor
serta direncanakan menjadi yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas sebesar
600.000 ribu mobil setahun. Disisi lain, kami juga mendengar bahwa saat ini
Pelabuhan Patimban sudah mulai untuk container terminal. Sehingga, Pelabuhan
Patimban memegang peranan penting untuk ekspor impor di Indonesia.

Kami melihat apabila tol ini sudah jadi hal ini akan menambah nilai dari Subang
Smartpolitan. Jadi ini kami harapkan untuk Pembangunan tol dapat dipercepat.

4. Anonymous User

Pertanyaan: Apa tujuan konsolidasi hotel unit di bawah satu PT Suryalaya Anindita
International? Bagaimana progress pembangunan jalan tol Patimban yang dikerjakan
oleh NRCA dengan ADHI? Apakah terdapat kendala saat ini?

 Johannes Suriadjaja – SSIA: Untuk seksi pemerintah sendiri progress pembangunan
sudah mencapai 70% terlaksana, sementara yang masih berjalan sedikit lambat yaitu
bagian dari sektor swasta dikarenakan tender baru diberikan pada akhir tahun 2025
seperti yang disampaikan oleh Ibu Erlin pada sesi pemaparan. Pada seksi pertama
yang kami kerjakan bersama ADHI dan untuk progressnya sudah mencapai 14%.
Kami berharap Pembangunan dapat dipercepat kedepannya dikarenakan sempat
terjadi kendala logistik pada awal Pembangunan. Kami masih optimis tol tersebut
                                                                                     2

Page 3
akan selesai pada 2027 dan menjadi katalis bagi pertumbuhan Subang Smartpolitan.
Hal yang tidak kalah penting tol ini menjadi nilai tambah bagi tenan dan calon tenan
kami dikarenakan adanya pemangkasan biaya logistik.

Erlin Budiman – SSIA : Tujuan konsolidasi unit-unit usaha perhotelan di bawah PT
Suryalaya Anindita International adalah Mengoptimalkan aset perhotelan dan
mendukung pertumbuhan pendapatan di masa depan. Efisiensi pengambilan
keputusan dan pengendalian operasional melalui struktur organisasi dan
kepemilikan yang lebih terarah. Sinergi antarhotel dan aset terkait untuk menangkap
peluang pertumbuhan industri perhotelan. Mengkonsolidasikan seluruh hotel yang
dimiliki saat ini serta beberapa land bank untuk pengembangan hotel dan fasilitas
pendukung di masa depan. Memperkuat platform bisnis perhotelan yang lebih kuat
dan terstruktur, mengingat Perseroan saat ini lebih dikenal sebagai perusahaan
konstruksi dan kawasan industri.




                                                                                  3


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.11 MB
Published8 Sep 2026
Pages3
Characters6,465
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Wilson Effendy p.1
linked person Johannes Suriadjaja p.2 ×3
unresolved person Erlin p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result