Skip to content
Back to announcement

20251107_GDST_Public Expose_31983628_lamp2.pdf

Other Text extracted GDST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
Ekonomi Masih Melambat, Kinerja Industri Baja Dalam
Negeri Makin Tertekan
Moh. Afik

- Kamis, 6 November 2025 | 21:20 WIB




SERIUS: Pasar baja baik di dalam maupun di luar negeri belum membaik. (IST)

RADAR SURABAYA BISNIS - Kondisi ekonomi yang belum membaik, baik di dalam
negeri maupun di dunia, membuat industri baja di dalam negeri mengalami tekanan.

Hal ini diperparah masih adanya praktek anti dumping di beberapa negara sehingga membuat
industri baja semakin tertekan.

Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), Hadi Sucipto, mengatakan, pasar baja baik
di dalam maupun di luar negeri belum membaik.

Hal ini karena kondisi ekonomi yang masih melambat.

Persaingan juga cukup ketat terutama di pasar global dan harganya menurun.

Kondisi ini membuat kinerja industri baja di dalam negeri mengalami koreksi.
Page 2
Terbukti, hingga kuartal III/2025 (30 September 2025), GDST mencatat penjualan sebesar Rp
1,78 triliun atau turun 13,42 persen dibanding tahun lalu periode yang sama yakni Rp 2,06
triliun.

“Namun, kami masih optimis target penjualan tahun ini sebesar Rp 2,4 triliun akan tercapai
turun 9 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp 2,59 triliun. Hal ini karena turunya harga jual
dan kenaikan kurs US dolar,” ujar Hadi, Kamis (6/11/2025).

Dia mengaku, pihaknya hingga saat ini masih fokus pada pasar di dalam negeri.

Selain pasarnya masih terbuka terutama adanya berbagai proyek infrastruuktur dan galangan
kapal, juga deliverynya lebih fleksibel.

Namun, pasar ekspor juga tetap digarap meskipun kontribusinya masih kecil yakni 6,8 persen
dari total penjualan.

Sedangkan pasar domestik berkontribusi 93,2 persen.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor diantara Korea, Filipina, Malaysia,
Singapura, dan Eropa.

“Ekpsor ke Korea kami mulai lagi setelah fakum sejak tahun 2008 karena masalah
harga. Kami juga terus mencari peluang ekspor ke Eropa. Untuk menghadapi
persaingan kami menerapkan strategi fleksibiltas dalam kuantitas order, ukuran dan
delivery,” ungkapmya.

https://radarsurabayabisnis.jawapos.com/industri-perdagangan/2186799379/ekonomi-masih-
melambat-kinerja-industri-baja-dalam-negeri-makin-tertekan
Page 3
Sukses Ekspor ke
Filipina & Korsel, PT
Gunawan Dianjaya Steel
Harap Jadi Momentum
Peningkatan Ekspor
Tayang: Kamis, 6 November 2025 21:46 WIB

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy




sri handi lestari/surya.co.id

EKSPOR TUMBUH POSITIF - Direktur GDST Hadi Sutjipto bersama Sigis Bahak Mustawan, Corporate
Secretary GDST saat public expose kinerja perseroan tahun 2025 di pabrik GDST kawasan Margomulyo,
Surabaya, Kamis (6/11/2025). Mereka terus mendorong peningkatan pasar ekspor yang selama tahun 2025
hingga akhir September, berhasil tumbuh 242,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 dengan nilai
mencapai Rp 110,896 miliar.

A-A+
Page 4
Ringkasan Berita:

      •   GDST (produsen steel plate) berhasil meningkatkan ekspor ke
          pasar Filipina dan Korea Selatan (total 19 ribu ton di Ags & Okt
          2025).
      •   Total penjualan ekspor hingga Okt 2025 mencapai 22 ribu ton (naik
          590 persen dari 2024), kontribusi ekspor naik 242,77 % .
      •   GDST menghadapi kendala ekspor ke Eropa (margin kurang
          menarik) dan bea masuk anti dumping di AS, Kanada, Australia,
          Meksiko.
      •   Total penjualan hingga Sept 2025 capai Rp 1,788 triliun; target
          2025 Rp 2,4 triliun (proyeksi laba 4 % , turun dari 9 % di 2024).


SURYA.co.id | SURABAYA - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk atau yang
melantai di pasar bursa dengan kode GDST menggelar public expose kinerja
hingga September 2025, Kamis (6/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut Direktur GDST Hadi Sutjipto menyampaikan hasil
kinerja ekspor perseroan yang bergerak di bidang produksi steel plate (plat
baja) di tahun 2025 ini yang berhasil masuk ke pasar Filipina dan Korea
Selatan (Korsel).
"Pada bulan Agustus dan Oktober 2025 lalu, perseroan berhasil melakukan
penjualan ekspor sebesar 8 ribu ton dan 11 ribu ton ke Filipina dan Korsel.
Total penjualan ekspor sampai dengan Oktober, di tahun 2025 ini mencapai
22 ribu ton atau naik 590 persen dibanding tahun 2024," kata Hadi, dalam
public expose yang digelar di pabrik GDST di kawasan Margomulyo, Kota
Surabaya tersebut.

Peningkatan Ekspor
Momentum tersebut diharapkan bisa peningkatan penjualan ekspor di masa
mendatang.
Mengingat sebelumnya, GDST masih menghadapi kendala ekspor untuk ke
pasar Eropa dan masih adanya penerapan bea masuk anti dumping ke
negara-negara tujuan ekspor yang sebelumnya menjadi pasar bagi
perseroan.
Page 5
"Kendala ekspor pasar Eropa karena marginnya yang kurang menarik akibat
bersaingan dengan negara-negara produsen plat baja lainnya. Seperti China,
Korsel dan Jepang," jelas Hadi.
Sementara negara-negara yang menerapkan pengenaan bea masuk anti
dumping untuk melindungi industri sejenis mereka adalah Amerika Serikat
(AS), Kanada, Australia dan Meksiko.
"Tapi kami tetap berupa untuk masuk ke pasar baru. Termasuk
mempertahankan serta meningkatkan pasar ekspor existing kami di
Singapura dan Malaysia," ungkapnya.
Hingga September 2025, kontribusi penjualan ekspor naik 242,77 persen
dibanding periode yang sama tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp 110,896
miliar.
Sementara pasar domestik, hingga September 2025 penjualan mencapai Rp
1,677 triliun.
Turun 7,30 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Secara total perseroan mencatatkan penjualan baik dari ekspor maupun
domestik sebesar Rp 1,788 triliun.
Didampingi Sigis Bahak Mustawan, Corporate Secretary GDST, Hadi
menyebut, hingga akhir tahun, pihaknya mentargetkan penjualan total bisa
mencapai Rp 2,6 triliun.
Dengan target laba setelah pajak sebesar 5 persen dari penjualan bersih
atau Rp 130 miliar.
Namun dengan kondisi pasar dan industri baja saat ini, perseroan
memperkirakan penjualan 2025 hanya tercapai Rp 2,4 triliun dengan
proyeksi laba 4 persen.
"Proyeksi laba ini menurun dibanding tahun 2024 sebesar 9 persen, terutama
disebabkan turunnya harga jual dan kenaikan kurs dolar AS," pungkas Hadi.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Sukses Ekspor ke Filipina & Korsel, PT
Gunawan Dianjaya Steel Harap Jadi Momentum Peningkatan
Ekspor, https://surabaya.tribunnews.com/bisnis/1920876/sukses-ekspor-ke-filipina-korsel-pt-
gunawan-dianjaya-steel-harap-jadi-momentum-peningkatan-ekspor.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Page 6
Kuartal III/2025, GDST Raih Penjualan Rp
1,7 Triliun dan Laba Bersih 64,9 Miliar
Adminbisnis3 Min Baca

06/11/2025




OPTIMIS TUMBUH: Hadi Sucipto (daua dari kanan) bersama direksi dan komisaris PT GDST menjelaskan kinerja
GDST hingga kuartal III/2025 saat Public Expose di kantornya, Kamis (6/11). Pihaknya optimis meraih target penjualan
tahun ini meskipun hingga kuartal III/2025 mengalami penurunan penjualan dan laba bersih. Foto RUL

Surabaya, BisnisJatim.Id – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) – salah satu
produsen plat baja terbesar di Indonesia – mencatat kinerja yang kurang menggembirakan.
Hingga kuartal III/2025, emiten asal Surabaya membukukan penjualan sebesar Rp 1,78
triliun turun 13,4 persen dari tahun lalu periode yang sama yakni Rp 2,06 triliun.

Hadi Sucipto, Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) mengatakan, penurunan
penjualan Perseroan tersebut karena penurunan harga jual plat baja. Selain itu juga karena
kenaikan kurs dolar yang membuat harga bahan baku makin melambung.

“Tapi kami masih optimis target tahun ini sebesar Rp 2,4 triliun akan tercapai. Bahkan
mungkin bisa lebih. Hingga kuartal III/2025, laba bersih Perseroan sebesar Rp 64,9 miliar
atau turun 3,9 persen dari tahun lalu periode yang sama yakni Rp 67,6 miliar,” kata Hadi
Sucipto saat Public Expose di kantornya, Kamis (6/11).

Dikatakan, hingga kini pasar domestik masih memberikan kontribusi terbesar yakni 93,2
persen dari total penjualan. Sebab itu, pihaknya akan terus memperluas market domestik.
Apalagi banyak proyek infrastruktur yang dikerjakan selain galangan kapal di Batam.
Page 7
Sementara pasar ekspor juga akan terus diperkuat. Saat ini kontribusi ekspor masih kecil
hanya 6,8 persen dari total penjualan. Selain melayani pasar di Malaysia dan Singapura,
pihaknya juga aktif menggarap market Korea Selatan yang sejak tahun 2008 berhenti karena
masalah harga.

“Pada Agustus dan Oktober 2025, kami berhasil mengekspor 8 ribu dan 11 ribu ton ke
Philipina dan Korea. Kami juga mencari peluang pasar baru di Eropa yang masih ada celah.
Hingga Oktober ekspor kami sebanyak 22 ribu ton naik 590 persen dari tahun lalu,” katanya.

Dia yakin, kinerjanya kedepan akan terjaga dengan baik. Pihaknya menerapkan strategi
fleksibilitas dalam kuantitas order dari kliennya. Selain itu juga felksibilitas dalam
pengiriman dan ukuran.

Hal ini akan membuat customer semakin percaya meskipun mereka harus membayar lebih
mahal karena pesanan khusus. Kondisi ini juga bisa meningkatkan kompetisi GDST
ditengah persaingan yang semakin tidak terkendali.

“Dengan fleksibilitas kuantitas, delivery dan ukuran ini, kami makin dipercaya customer.
Sementara Perusahaan lain belum tentu bisa melakukan karena sudah ada aturan bakunya.
Mereka juga mau membayar lebih tinggi karena customize order ini,” ungkap Hadi.

Terkait progress Plate Mill GDST 2, dia mengaku, pengembangan pabrik baja dengan
investasi sebesar Rp 1,3 triliun ini saat ini dalam tahap commissioning. Dan diharapkan pada
Januari 2026 sudah memasuki produksi secara komersial.

Dengan beroperasinya Plate Mill 2, maka GDST memiliki kapasitas produksi menjadi 1 juta
ton setahun. Saat ini kapasitas produksi Plate Mill 1 GDST sebanyak 400 ribu ton setahun.
Sedangkan Plate Mill 2 sebesar 800 ribu ton.

“Dengan beroperasinya Plate Mill 2 nanti, tentu pasar yang bisa kami garap akan semakin
luas. Selain bisa memproduksi lebih lebar (3 meter) dan lebih tebal, Plate Mill 2 ini juga
lebih cepat speed-nya. Orientasinya memang untuk pasar ekspor terutama untuk kapal dan
tangki. Namun pasar domestik juga tetap kami garap,” pungkas Hadi. BJ3

https://bisnisjatim.id/kuartal-iii-2025-gdst-raih-penjualan-rp-17-triliun-dan-laba-bersih-649-miliar/

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.84 MB
Published7 Nov 2025
Pages7
Characters10,067
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Gunawan Dianjaya Steel Tbk p.1 ×13
linked person Hadi Sucipto p.1 ×6
unresolved org PT Gunawan Dianjaya Steel Harap Jadi Momentum Peningkatan p.3 ×2
unresolved org PT GDST p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result